P. 1
Fourys Yudo Setiawan's Thesis

Fourys Yudo Setiawan's Thesis

|Views: 2,599|Likes:
Published by budi_n27641
This is about MHP Thesis
This is about MHP Thesis

More info:

Published by: budi_n27641 on Apr 06, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/21/2013

pdf

text

original

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, maka masalah dapat dirumuskan

sebagai berikut:

1. Bagaimana memperoleh desain kontrol beban elektronika pada PLTMh?

2. Bagaimana menganalisa karakteristik kontrol beban elektronika pada PLTMh?

3. Bagaimana mengukur unjuk kerja sistem ditinjau dari kestabilan frekuensi yang

dihasilkan oleh generator dengan beban berubah-ubah?

1.3 Keaslian Penelitian

Penelitian tentang desain kontrol beban elektronika pada PLTMh,

sepengetahuan penulis belum pernah dilakukan oleh peneliti sebelumnya dan

penelitian ini berbeda dengan yang sudah dicantumkan dalam tinjauan pustaka.

4

1.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang dapat diharapkan dari penelitian ini, antara lain:

1. Dapat memperpanjang umur generator listrik PLTMh, karena kecepatan putar

generator dapat dijaga kestabilannya.

2. Dapat dijaga kestabilan frekuensi dari beban konsumen, sehingga beban

konsumen lebih aman terhadap perubahan frekuensi.

1.5 Batasan Masalah

Penelitian ini dibatasi pada sistem PLTMH Stand Alone yang

menggunakan Generator Sinkron dengan daya maksimal 5 KVA 1 phasa.

1.6 Tujuan Penelitian

Penelitian ini mempunyai beberapa tujuan sebagai berikut:

1. Memperoleh desain dan membuat kontrol beban elektronika pada PLTMh.

2. Mengetahui unjuk kerja sistem PLTMh ditinjau dari kestabilan frekuensi yang

dihasilkan oleh generator.

5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

2.1 Tinjauan Pustaka

Hasil penelitan Murtiwanto (2007), tentang kontrol beban elektronik yang

menggunakan generator sinkron dengan daya kecil sehingga daya pada beban

konsumen dan beban komplemen juga kecil, yaitu sekitar 10 Watt sampai dengan

100 Watt, dengan perubahan frekuensi antara 47,5 hertz sampai 49 hertz.

Penelitan Murtiwanto perlu penelitian lanjutan yang menggunakan generator

sinkron lebih besar, agar daya pada beban konsumen dan beban komplemen juga

lebih besar, sehingga unjuk kerja alat dalam menstabilkan frekwensi generator

lebih terlihat.

Penelitian Sunu Ambarsi (2000) tentang kontrol beban elektronik dengan

menggunakan sumber generator induksi, dimana dalam penelitian tersebut

frekuensi generator masih tidak stabil dengan adanya perubahan beban konsumen.

Hal ini disebabkan karena parameter yang dideteksi adalah perubahan tegangan,

bukan perubahan frekuensi. Dalam penelitian tersebut juga menggunakan sistem

diskrit dalam mengalihkan beban konsumen ke beban komplemen, sehingga daya

beban yang dialihkan tidak dapat seluruhnya diterima oleh beban konsumen.

Pada penelitian Isnaeni (2005) tentang pengendali tegangan pada motor

induksi yang difungsikan sebagai generator listrik dengan menggunakan rele over-

under voltage, kontaktor dan beban penyeimbang. Alat pengendali dalam

penelitian tersebut mempunyai prosentase ketidakseimbangan tegangan terbesar

adalah 5%.

6

2.2 LANDASAN TEORI

2.2.1 PLTMh

Pada umumnya PLTMh mempunyai tiga komponen utama yang masing-

masing fungsinya sangat menentukan (Muchlison, 1993), yaitu: turbin air;

generator; dan governor atau ELC. Pada pembangkit, pengendalian putaran

dimaksudkan untuk mengendalikan putaran (frekuensi) generator sehingga

pengendalian putaran dalam PLTMh diutamakan berfungsi sebagai pengendali

frekuensi generator. Perubahan putaran (frekuensi) generator dapat disebabkan

adanya perubahan daya penggerak. Jika daya air yang masuk ke turbin dibuat

selalu konstan sehingga daya penggerak turbin selalu konstan, maka frekuensi dan

respon generator akan menjadi fungsi beban. Agar frekuensi yang dihasilkan oleh

generator selalu konstan, maka besar beban dari generator harus selalu konstan.

Untuk itu diperlukan beban tiruan yang besar bebannya dapat diatur sesuai dengan

pengurangan beban dari PLTMh. Beban tiruan ini disebut beban komplemen.

Pada suatu kondisi beban tertentu (misal pada beban sebesar 75% beban penuh),

daya air yang masuk ke turbin diatur sehingga diperoleh putaran generator yang

dikehendaki. Jika pada beban konsumen terjadi penurunan beban sebesar ∆I,

maka beban komplemen akan dilewati arus yang rata-ratanya akan sebesar

penurunan arus akibat turunnya beban konsumen (∆I) sehingga generator akan

dibebani dengan total beban yang selalu konstan. Diagram blok dari uraian

tersebut ditunjukkan pada Gambar 2.1.

7

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->