P. 1
Psikologi kepribadian Skinner teori belajar

Psikologi kepribadian Skinner teori belajar

|Views: 2,206|Likes:
Published by munauwaroh0990

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: munauwaroh0990 on Apr 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF or read online from Scribd
See more
See less

06/18/2013

pdf

original

Mona_Psyche_UIN Malang Mona_Psyche_UIN Malang SKINNER (TEORI BELAJAR) A.

ANALISIS BEHAVIORAL  Behavioral (khususnya skinner berlawanan dengan psikodinamis) B. BEHAVIORISME ILMIAH 1. Filsafat Ilmu  Behaviorisme mengizinkan Penginterpretasian mengizinkan penjelasan untuk sebab-sebabnya. perilaku namun tidak

 Interpretasi adalah mengeneralisasikan dari kondisi belajar sederhana menuju ke kompleks contohnya Skinner mengeneralisasikan studi perikau hewan dari Laboratorium pada studi perilaku anak, kemudian orang dewasa. 2. Karakteristik Ilmu  Menurut Skinner (1953), ilmu memiliki 3 karakter Yaitu: a. Ilmu bersifat Komulikatif, maksudnya selalu berkembang dari masa kemasa & unik, misalnya fisika zaman dahulu & sekarang tentunya lebih rumit sekarang. b. Ilmu adalah sikap lebih menghargai Observasi Empiris. Secara Khusus ada 3 komponen bagi sikap ilmiah: 1) Ia menolak kewibawaan seseorang/ teorinya sendiri di bidang tertentu. 2) Ilmu menuntut kejujuran Intelektual, maksudnya ilmu menerima fakta apapun walaupun fakta-fakta tersebut bertentangan dengan harapan & keinginan penelitinya. 3) Ilmu menunda penyimpulan sampai kecenderungan yang sangat jelas Muncul. c. Ilmu adalah pencarian terhadap tatanan dan kaedah Hubungan, maksudnya ilmu terdiri dari observasi berbagai peristiwa & akhirnya disimpulkan Singkatnya, metode Ilmiah terdiri atas: 1) Prediksi 2) Control

Mona_Psyche_UIN Malang 3) Deskripsi.

C. PENGKONDISIAN 1. Pengkondisian Klasik/ pengkondisian Responden. Sebuah respon diharapkan muncul dari organism lewat suatu stimulus spesifik yang sudah diketahui. Pengkondisian klasik terhadap manusia pertama kali disampaikan oleh J.B. Watson & Rosalie Rayner pada tahun 1920 pada anak lelaki kecil bernama Albert 2. Pengkondisian Operan. Sebuah perilaku diharapkan muncul setelah mendapat penguatan. 3. Perbedaan antara pengkondisian klasik dan operan adalah: a. Pengkondisian Klasik/ pengkondisian Responden. Maksudnya perilaku dimunculkan oleh organism, respon yang dimunculkan ditarik keluar dari dalam diri organism b. Pengkondisian Operan. Maksudnya Perilaku dipancarkan tidak terdapat dalam diri organisme, respon respon yang muncul begitu saja karena pernah ada sebelumnya & dipancarkan begitu saja karena sejarah penguatan atau sejarah evolusi organism itu sendiri. Pengutan tidak menyebabkan perilaku namun hanya memperrsiapkan suasana abagi pengulangannya.  Pembentukan (shaping) dalam prosedurnya adalah: perilaku, akhirnya membuat perilaku yang diinginkan  Penguatan ada 2 yaitu positif & negative Penguatan memiliki 2 effek yaitu: memperkuat perilaku dan yang kedua dalah menghargai pribadi yang melakukan.  Penghukuman i. tidak boleh disamakan dengan pengutan negative peneliti menilai

ii. effek2 hukuman: 1. menekan perilaku 2. pengkondisian perilaku negative

Mona_Psyche_UIN Malang 3. penyebaran efek tersebut

D. ORGANISME MANUSIA 1. Seleksi Alam  Kepribadian manusia adalah produk dari sejarah evolusi yang panjang.  Perilaku yang menguntungkan cenderung diulang (penguatan) & yang merugikan cenderung ditinggal.  Contoh1. Seleksi alam pada pupil mata binatang makin tajam maka makin peka pada makanan ataupun bahaya-bahaya yang mengancam. Contoh2. Makin besar / bulat kepala bayi, makamakin kuat menghisap ASI dan memperbesar kesempatan tuk bertahan hidup.  Tidak setiap organism yang bisa bertahan dalam seleksi alam akan hidup berkelangsungan contoh dimana dalam suatu masyarakat tersedia banyak makanan, kegemukan telah menjadi penyakit/ makan berlebihan bukan lagi bernilai bagi kelangsungan hidup. 2. Evolusi Budaya  Maksudnya adalah seleksi bertanggung jawab pada praktik-praktik budaya orang yang berrhasil bertahan hidup, sama seperti seleksi memainkan peranan dalam sejarah efolusi manusia & penguatan.  Contoh1. masyarakat yang bersikap kooperatif lebih kuat bertahan hidup dibandingkan yang tidak kooperatif. Contoh 2. Dulu Industri menguntungkan kelompok-kelompok tertentu, namun sekarang justru menjadi ancaman bagi keberadaan manusia. 3. Kondisi-Kondisi Batin  Meskipun menolak penjelasan perilaku berdasarkan konstruk hipotetis yang bisa diamati, namun skinner tidak menyangkal keberadaan kondisi batin seperti: cinta, cemas, atau takut. Kondisi batin bisa bisa dipelaji namun pengobservasiannya terbatas.  Apa peran kondisi batin menurut Skinner? a. Kesadaran diri ( Manusia tidak hanya memiliki kesadaran namun manusia sadar akan keberadaan kesadaran tersebut. Maksudnya perilaku adalah fungsi linkungan & bagian dari lingkungan itu sendiri)

Mona_Psyche_UIN Malang b. Dorongan-dorongan (dorongan adalah penguat perilaku seperti lapar adalah dorongan agar organism semakin menyukai suatu makanan) c. Emosi (emosi tidak melekat pada perilaku, namun sebagai penguat terhadap perjuangan mempertahankan hidup) d. Tujuan & niat (hanya penguat perilaku, & bukan factor utama berperilaku) 4. Perilaku Kompleks  Skinner tidak menyangkal keberadaan proses mental (kognisi, rasio & rekoleksi) & perilaku kompleks manusia (kreativitas, unconsiusness, mimpi & perilaku sosial). 1. Proses mental  Skinner tidak menyangkal bahwa proses mental (pikiran) adalah perilaku yang paling sulit dianalisis namun bisa difahami.  Contoh seorang kehilangan kunci mobil maka ia akan mencari dimana ia meletakkan kunci sama pernah diperkuat sebelumnya tanpa proses mengingat. 2. Perilaku kompleks Manusia a. Kreativitas (bagi Skinner hanyalah perilaku acak kebetulan & mendapat penghargaan. Fakta berkata beberapa orang menjadi kreatif karena factor gen & adapula karena pengalaman) b. Unconsiusness (Bagi Skinner contoh dari unconsiusnes yang menimbulkan perilaku adalah perilaku seksual) c. Mimpi (skinner setuju dengan Freud menganggap mimpi adalah bentuk dari perilaku tersembunyi & symbol penguatan-mimpi adalah pemenuhan / manifestasi harapan) d. Perilaku social (individu akan berperilaku berkelompok mempertahankan diri dari serangan kelompok lain) 5. Kontrol terhadap Perilaku Manusia 1. Kontrol social  Bagi skinner, perilaku tidak berkaitan dengan kebebasan pribadi, namun dibentuk oleh kebutuhan mempertahankan kelangsungan hidup, efek dari penguatan, & desakan lingkungan social. misal untuk

Mona_Psyche_UIN Malang 2. Kontrol diri  Menurut skinner, ketika seseorang melakukan control diri & menyamakan dengan norma orang lain, maka control diri sebenarnya tidak terletak pada diri individu & individu tidak bebas memilihnya  Teknik pengontrolan diri menurut Skinner & Margaret Vaughan ada 5 yaitu: 1. Menggunakan bantuan fisik seperti mesin, keuangan untuk mengubah lingkungannya 2. Pribadilak yang megubah lingkungannya kemungkinan perilaku yang diinginkannya sehingga meningkkatkan

3. Manusia dapat mengatur lingkungannya agar lepas dari stimulus yang tidak ia inginkan & akhirnya menghasilkan respon yang tepat. 4. Manusia mengkonsumsi obat-obatan, seperti alcohol untuk mengontrol diri 5. Manusia dapat melakukan sesuatu untuk menghindari perilaku yang didak diinginkan (mengalihkan perhatian)

3. Kepribadian yang tidak sehat terkadang disebabkan olek control diri & control social yang kurang tepat. Kepribadian yang tidak sehat ada dua macam yaitu: a. Strategi-strategi perlawanan Contoh ketika control social terlalu berlebihan, maka manusia cenderung melarikan diri, memberontak atau menggunakan perlawanan pasif. b. Perilaku-perilaku yang tidak tepat Muncul karena: 1. Gagal mengontrol diri 2. Perilaku Tidak sesuai dengan situasi yang dihadapi 3. Kelemahan pengetahuan akan kekurangan diri. Contohnya dalah menghukum diri sendiri, menggunakan orang lain untuk menghukum dirinya, atau mengubah lingkungan agar mereka bisa dihukum.

Mona_Psyche_UIN Malang

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->