P. 1
Proses Hidrolisis Dan Aplikasinya Di Industri

Proses Hidrolisis Dan Aplikasinya Di Industri

|Views: 4,142|Likes:
Published by pantonang

More info:

Published by: pantonang on Apr 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/28/2013

pdf

text

original

PROSES HIDROLISIS dan APLIKASINYA di INDUSTRI

July 29th, 2008 | Author: Hidrolisis adalah suatu proses kimia yang menggunakan H2O sebagai pemecah suatu persenyawaan termasuk inversi gula, saponifikasi lemak dan ester, pemecahan protein dan reaksi Grignard. H2O sebagai zat pereaksi dalam pengertian luas termasuk larutan asam dan basa (dalam senyawa organik, hidrólisis, netralisasi). Jenis-jenis hidrólisis ada lima macam, yaitu : 1. Hidrolisis Murni Direaksikan dengan H2O saja, reaksi lambat sehingga jarang digunakan dalam industri (tidak komersial). Hanya untuk senyawa-senyawa yang reaktif. Reaksi dapat dipercepat dengan menggunakan H2O uap. Contoh :

2. Hidrolisis dalam Larutan Asam Asam encer atau pekat misal HCl, H2SO4 (asam lain mahal). Biasanya berfungsi sebagai katalisator. Pada asam encer, pada umumnya kecepatan reaksi sebanding dengan konsentrasi H+ menjadi [H+]. Sifat ini tidak berlaku pada asam pekat. Pemakain H2SO4 lebih disukai karena HCl korosif. Contoh :

3. Hidrolisis dalam Larutan Basa Basa encer atau pekat seperti NaOH, KOH. Penggunaan basa terbatas karena hasil akhir adalah garam bukan asam. Contoh :

4. Alkali Fusion

Dengan atau tanpa H2O pada suhu tinggi, misal pada NaOH padat (H2O <<). Pemakaian dalam industri untuk tujuan tertentu, misal peleburan bahan-bahan selulosa seperti tongkol jagung, grajen kayu yang dilakukan pada suhu tinggi (± 2400C) dengan NaOH padat menghasilkan asam oksalat dan asam asetat. Contoh :

5. Hidrolisis dengan Enzim Sebagai Katalisator Enzym Contoh dihasilkan oleh mikroba, misal ? amilase. :

Bedakan Contoh hidrasi :

hidrolisis

dengan

hidrasi!!

BaCl2 + 2H2O BaCl2 . 2H2O Bahan-Bahan yang Dapat dihirolisis : 1. Hidrokarbon Ikatan jenuh stabil. Ikatan tidak jenuh dapat dihirolisis. Reaksi irreversible Contoh :

2. Karbohidrat

Reaksi Contoh

tak

dapat

balik. :

3. Ester (suhu tinggi dan suhu rendah), reaksi reversible Contoh :

4. Eter Hasil hidrolisis berupa alkohol. Eter dengan lingkaran lebih dari 5 sulit untuk dihidrolisis, ikatannya stabil (ingat tegangan Baeyer). Contoh :

5. Halogen Organik Umumnya senyawa-senyawa ini mudah terhidrolisis, seperti asam halogenida. Asam klorida sangat mudah bereaksi dengan air, tergantung ikatan alkil dan aryl nya. 6. Senyawa Amina umumnya sulit dihidrolisis, stabil. Amida lebih mudah dihidrolisis. N

7. Senyawa Sulfonat

Sulfonat Sulfat Contoh

alifatis

stabil. mudah. :

Contoh proses hidrolisis dalam industri : 1. Lemak Lemak Lemak Lemak Contoh + + + basa asam air menjadi sabun menjadi asam lemak menjadi asam lemak + + + gliserol gliserol gliserol :

2. Karbohidrat Termasuk gula, selulosa, tepung (polisakarida), tongkol jagung, sekam padi, dan lain-lain yang mengandung pentosan pada proses hidrolisis menjadi furfural. Juga sebagai bahan baku pembuatan HEXAMETILDIAMIN untuk bahan NYLON. Contoh :

tepung menjadi -kadar - waktu

sirup

dan

dextrose,

hasil

produksinya

Hidrolisis tergantung dari

: pati asam suhu

Hidrolisis Ester
Ditulis oleh Jim Clark pada 07-11-2007

Halaman ini membahas cara-cara hidrolisis ester yaitu dengan memecahnya menjadi asam-asam karboksilat (atau garam-garamnya) dan alkohol dengan bantuan air, asam encer atau basa encer. Penjelasan dimulai dengan hidrolisis ester-ester sederhana seperti etil etaoat, lalu dilanjutkan dengan hidrolisis ester yang lebih besar, yang lebih kompleks untuk pembuatan sabun.

Hidrolisis ester-ester sederhana
Pengertian hidrolisis
Secara teknis, hidrolisis adalah sebuah reaksi dengan air. Reaksi inilah yang sebenarnya terjadi ketika ester dihirolisis dengan air atau dengan asam encer seperti asam hidroklorat encer.

Hidrolisis ester dengan basa melibatkan reaksi dengan ion-ion hidroksida, tetapi hasil keseluruhannya sangat mirip sehingga dikategorikan dalam hidrolisis dengan air atau asam encer. Hidrolisis menggunakan air atau asam encer Reaksi dengan air murni sangat lambat sehingga tidak pernah digunakan. Reaksi ini dikatalisis oleh asam encer, sehingga ester dipanaskan di bawah refluks dengan sebuah asam encer seperti asam hidroklorat encer atau asam sulfat encer. Berikut dua contoh sederhana dari hidrolisis menggunakan sebuah katalis asam. Pertama, hidrolisis etil etanoat:

dan yang kedua hidrolisis metil propanoat:

Perhatikan bahwa kedua reaksi di atas dapat balik (reversibel). Untuk melangsugkan hidrolisis sesempurna mungkin, harus digunakan air yang berlebih. Air diperoleh dari asam encer, sehingga ester perlu dicampur dengan asam encer yang berlebih. Hidrolisis menggunakan basa encer

Ini merupakan cara yang lazim digunakan untuk menghidrolisis ester. Ester dipanaskan di bawah refluks dengan sebuah basa encer seperti larutan natrium hidroksida. Ada dua kelebihan utama dari cara ini dibanding dengan menggunakan asam encer. Reaksinya berlangsung satu arah dan tidak reversibel, dan produknya lebih mudah dipisahkan. Mari kita mengambil contoh ester sama seperti kedua contoh di atas, tapi menggunakan larutan natrium hdroksida bukan sebuah asam encer: Pertama, hidrolisis etil etanoat menggunakan larutan natrium hidroksida:

dan selanjutnya hidrolisis metil propanoat dengan cara yang sama:

Perhatikan bahwa terbentuk garam natrium bukan asam karboksilat sendiri. Campuran ini relatif mudah dipisahkan. Jika digunakan larutan natrium hidroksida yang berlebih, tidak akan ada ester yang tersisa. Alkohol yang terbentuk bisa dipisahkan dengan distilasi. Pemisahan ini cukup mudah. Jika anda menginginkan terbentuk asam bukan garamnya, anda harus menambahkan asam kuat yang berlebih seperti asam hidroklorat encer atau asam sulfat encer ke dalam larutan yang tersisa setelah distilasi pertama. Jika anda melakukan ini, campuran akan dibanjiri dengan ion-ion hidrogen. Ion-ion hidrogen ini ditangkap oleh ion-ion etanoat (atau ion paropanoat atau ion apapun) yang terdapat dalam garam membentuk asam etanoat (atau asam propanoat, dan lain-lain). Karena asam-asam ini adalah asam lemah, maka ketika bergabung dengan ion hidrogen, cenderung tetap bergabung. Sekarang asam karboksilat bisa dipisahkan dengan distilasi. Hidrolisis ester-ester kompleks utuk membuat sabun Pembahasan ini berkaitan dengan hidrolisis basa (dengan menggunakan larutan natrium hidroksida) ester-ester besar yang ditemukan dalam lemak dan minyak hewani dan nabati. Jika ester-ester besar yang terdapat dalam lemak dan minyak hewani dan nabati dipanaskan dengan larutan natrium hdiroksida pekat, reaksi yang terjadi persis sama dengan reaksi pada ester-ester sederhana.

Terbentuk asam karboksilat ± kali ini, garam natrium dari sebuah asam besar seperti asam oktadekanoat (asam stearat). Garam-garam ini merupakan komponen sabun yang penting ± yaitu komponen yang melakukan pembersihan. Juga terbentuk alkohol ± kali ini, alkohol yang lebih rumit, propan-1,2,3-triol (gliserol).

Karena hubungannya dengan pembuatan sabun, hidrolisis ester dengan basa terkadang disebut sebagai saponifikasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->