P. 1
Laporan Kerja Praktek

Laporan Kerja Praktek

5.0

|Views: 12,645|Likes:
Published by Panji Prasetya
diesel engine generator
diesel engine generator

More info:

Published by: Panji Prasetya on Apr 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/25/2013

pdf

text

original

Tujuan PT Polytama Propindo di antaranya untuk menyediakan bijih
plastik untuk pasaran domestic maupun internasional dan membantu
usaha pemerintah dalam mengurangi tingkat pengangguran.
Motto PT Polytama Propindo, yaitu
1.Quality, tolak ukurnya adalah prime quality index (PQI) sebesar

98,5%

2.Quality/Operability, yaitu banyaknya hari operasi dalam satu tahun
berdasarkan target 99%
3.Safety, tolak ukurnya adalah Last Time Injury/accident, yaitu
segala sesuatu yang berhubungan dengan kecelakaan manusia
dengan target tanpa kecelakaan
4.Cost, biaya produksi diusahakan seminimum mungkin

5.Kerja sama, yaitu together with Everybody to Achiev More, dengan
tolok ukur tanpa keluhan dari masyarakat perusahaan.

2.1Sistim Managemen

Sistem Manjemen PT Polytama Propindo yang dipakai adalah Total
Quality Control (TQC) yang bertujuan mengefesienkan seluruh sumber
daya yang ada sehingga harapan dan tujuan perusahaan tercapai.
Manajemen pabrik PT Polytama Propindo terdapat dalam berbagai segi,
diantaranya :

1.Segi sumber Daya Alam dan Utilitas
–Tersedianya areal kosonbg yang cukup luas, yaitu 60 Ha
dengan keadaan alam yang mendukung untuk didirikannya
suatu pabrik seperti tanah yang datar dekat dengan sarana
transportasi.
–Sumber air dapat terpenuhui dengan mudah karena letaknya
tidak terlalau jauh dengan PDAM setempat.
–Dekat dengan laut Jawa sebagai tempat untuk mengalirkan air
buangan, dan
–Letak yang strategis dengan jalan raya.
1.Segi Bahan Baku
Dengan lokasi yang tidak terlalu jauh dengan Pertamina UP-VI
maka PT Polytama Propindo tidak terlalu sulit mendapatkan bahan
baku berupa propilena yang diproduksi oleh Pertamina sehingga
biaya penyediaan bahan baku dapat ditekan serendah-rendahnya.
2.Segi Transportasi dan Pemasaran
–Dekat dengan kantor pusat di Jakarta sehingga komunikasi
dapat berjalan lancar,
–Lokasi pabrik terletak di Jalan Pantura sehingga mempermudah
penyebaran produk ke berbagai daerah, dan

–Lokasi pabrik dekat dengan pelabuhan Cirebon sehingga
mempermudah penyebaran hasil produksi serta proses ekspor
dan impor zat aditif yang tidak terpenuhi di Indonesia.

2.1Struktur Organisai

Kedudukan tertinggi dalam struktur organisasi PT Polytama Propindo
dipegang oleh empat Dewan Direksi dibawah pengawasan Dewan
Komisaris. Dewan Direksi terdiri dari seorang Presiden Direktur yang
membawahi tiga direktur anggota dewan direksi, yaitu Direktur Operasi,
Direktur Keuangan, dan Direktur Pemasaran. Direktur Operasi
bertanggung jawab atas operasi pabrik dan bertindak sebagai
penghubung antara pabrik dan Presiden Direktur. Setingkat dibawah
Direktur Operasi adalah plant manager yang bertanggung jawab penug
atas semua hal yang terjadi di pabrik dan bertanggung jawab langsung
kepada Direktur Operasi. Direktur Pemasaran dan Direktur Keuangan
masing-masing memiliki tanggung jawab dalam pemsaran produk dan
pengelolaan keuangan perusahaan. Secara keseluruhan, system
pembagian tugas di PT Polytama Propindo ditetapkan berdasarkan ISO
9002 dan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 2.
PT. Polytama Propindo terbagi atas 8 departemen dengan rincian

sebagai berikut :

1.Departemen Produksi yang dikepalai oleh seorang Maneger
Produksi dan membawahi tiga bagian, yaitu Bulk, Pellet and Utility
dan Produksi Planing Control. Proses produksi 24 jam sehingga
perlu diadakan shift dipimpin oleh seorang supervisor yang
langsung berada dibawah Manajer Produksi.
2.Departemen Engineering and Maintenance yang dikepalai oleh
seorang Manager Maintenance dan membawahi 5 bagian, yaitu
bagian Perencanaan, Mechanical, Industrial, Workshop dan
Engineering.

3.Departement Technical dikepalai oleh seorang Manajer dan
membawahi 3 bagian yaitu bagian Pengawasan Mutu,
Pengembangan Produk dan Oprator/teknisi.
4.Departemen Purchasing dikepalai oleh seorang meneger
Purchasing dan bertugas membuat anggaran belanja, menagani
semua pembelian dan pembelanjaan kebutuhan pabrik, dan
mengurus bagian penjualan.
5.Departemen Human Resource / General Affair / Security (HR / GA
/SEC) dikepalai oleh seorang Superintendent dan bertugas
mengawasi seluruh kegiatan karyawan, mengerjakan administrasi
personil karyawan perusahaan, membina hubungan baik dengan
pemerintah, dan menyampaikan perhitungan anggaran belanja
setiap tahun. Departemen general affair dikepalai oleh seorang
general affair coordinator dan bertugas mengurus rumah tangga
perusahaan, seperti reseptionis, office boy, dan supir.
6.Departemen Warehouse dikepalai seorang Superintendent yang
bertugas menyediakan setiap kebutuhan sisetiap departemen,
membuat perincian barang yang harus dibeli, dan menyediakan
tempat untuk menyimpan bahan baku yang tidak langsung
dikonsumsi.
7.Department Healht, Safety and Environmental (HSE) dikepalai
oleh seorang Supervisor yang bertugas emnciptakan suasana
aman dan nyaman, mengantisipasi bahaya kebakaran dan
sejenisnya, memberikan pelatihan tentang penanganan
penaggulangan bahaya kebakaran dan menyediakan tempat
evakuasi, membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (P2K3), Menyediakan peralatan keamanan yang
diperlukan disetiap tempat, menegur setiap keteledoran pegewai,
serta membuat perincian peralatan keamanan yang harus dibeli.
8.Departemen Finance and Accounting dikepalai oleh seorang
Manager yang bertugas menangani masalah keuangan di pabrik.

2.1Kepegawaian

1.Klasifikasi Pegawai

Jumlah karyawan PT. Polytama Propindo saat ini sekitar 316
orang dengan 53 orang berkerja dikantor pusat (Jakarta) dan
selebihnya di palnt site (Indramayu).
Berdasarkan tingkat jabatannya, karyawan PT. Polytama
Propindo digolongkan dalam 2 kelompok yaitu
a.karyawan staf
– Golongan VII (General Manager)
– Golongan VI (Manager)
– Golongan V (Superintendent atau Kepala Bagian)
– Golongan IV (Supervisor dan Enginer).
a.karyawan non-staf.
– Golongan III (Foreman),
– Golongna II (operator, teknisi, dan sekretaris), dan
– Golongan I (Helper).

1.Sistem Kerja

Karyawan yang berkerja di PT. Polytama Propindo dapat di
menjadi 2 jenis dengan waktu kerja sebagai berikut :
a.Daily/non-shift

Yang termasuk dalam kelompok ini adalah mereka yang
berkerja di bagian administrative serta kontrol. Waktu kerjanya
adalah sebagai berikut :
–Senin – Jumat: 08.00 – 17.00
–Istirahat: 12.00 – 13.00 (Senin – Kamis)
11.30 – 13.00 (Jumat)

a.Shift

Karyawan yang berkerja shift dibagi kedalam 4 kelompok/regu
dengan rincian 3 kelompok/regu berkerja dan 1 kelompok/regu
istirahat setiap harinya. Kelompok yang masing-masing terdiri

dari 40 orang ini berfungsi menjaga kekontinuitasan proses di
pabrik. Waktu kerja shift adalah :
–Pagi: 07.00 – 15.00
Siang

: 15.00 – 23.00

Malam

: 23.00 – 07.00
–Lembur apabila waktu kerja > 40 jam seminggu

2.1Bahan Baku

Proses produksi Polipropilena di PT. Polytama Propindo menggunakan
bahan baku utama Propilena cair. Propilrna cair ini disuplay oleh
Pertamina Unit Pengolahan IV Balongan dengan menggunakan pipa.
Propilena cair ini memiliki kadar kemurnian yang tinggi, yaitu sebesar
99,6% s/d 99,9%.
Bahan baku tambahan dalam proses polimerisasi juga dibutuhkan untuk
membantu jalannya reaksi polimerisasi. Bahan-bahan tambahan yang
digunakan PT. Polytama Propindo dalam proses pembuatan Polipropilena
diantaranya, yaitu Katalis, Kokatalis, Donor dan aditif.
Katalis yang digunakan dalam reaksi polimerisasi adalah Ziegler-natta,
yaitu katalis dengan struktur TiCl4 dengan penyangga berfungsi untuk
menunjang rangka katalis sehingga lebih kuat dan tidak mudah pecah
menjadi polimer yang halus, karena penanganannya akan lebih sulit.
Adanya pengotor dalam katalis mampu menyerang stereospesifitas katalis
yang mengakhibatkan kadar ataktik dalam polimer menjadi naik.
Kokatalis berfungsi mengaktifkan Katalis. Kokatalis yang digunakan dalam
proses polimerisasi adalah Trirtil Alumina(TEAL). Umumnya perbandingan
TEAL dan Propilena yang digunakan adalah 0,2 g TEAL /kg Propilena.
Donor berfungsi sebagai stereoregulator, yaitu untuk mengarahkan
Stereospesifitas Polipropilena agar kadar Polimer Isotaktik yang diperoleh
tinggi. Polimer ataktik dibatasi sekitar 5,5%. Donor yang dipakai oleh PT.
Polytama Propindo adalah CHMMS (siklo-heksimetildimetoksisilena).
Adiktif ditambahkan dalam proses Pelletizing yang digunakan sehingga
dapat meningkatkan mutu dari polipropilena yang dihasilkan.

Polipropilena dari proses Pelletizing berbentuk pellet dengan berbagai
tingkatan sesuai permintaan konsumen. Prosuk polipropilena tersebut
dijual dengan nama MASPLANE dengan lambang seperti yang
diperlihatkan Gambar 1.

Istilah Masplane diambil dari kata MAS berarti Tirtamas dan PLANE yang
berarti Polipropilena Produk yang dihasilkan memiliki mutu yang berbeda
berdasarkan nilai MFI (Melt Flow Index), XS (Xylene Soluble), dan adiktif
yang ditambahkan.
Klasifikasi produk diatur dengan mamberi nama tiap grade denan
MASXXXX. MAS yang memiliki arti sebagai berikut :
M

: Homopolimer

A

: Tanpa Bahan Isian

S

: Kadar Etilena < 0,05%
Dan XXXX yang berarti angka dengan spesifikasi angka pertama
merupakan kode MFI, angka kedua merupakan kode aplikasi produk, dan
angka ketiga adalah kode adiktif dan non-spec, dengan rincian sebagai
berikut :
01 – 89 : Prime Product, artinya MFI dan XS sesuai dengan target.
90

: Near Prime Prodauct, artinya MFI dan XS sesuai target
namun konsentrasi adiktifnya tidak sesuai target.

92

:Wide Spec and Off-Spec, artinya MFI, XS, dan Konsentrasi
adiktifnya tidak sesuai target.
Produk-produk yang dihasilkan oleh PT. Polytama Propindo dapat dilihat
pada lampiran 4.

BAB III

DIESEL ENGINE GENERATOR NIIGATA PK 1501

3.1Prinsip Kerja Mesin Diesel

Mesin/motor diesel (diesel engine) merupakan salah satu bentuk
motor pembakaran dalam (internal combustion engine) di samping motor
bensin dan turbin gas. Motor diesel disebut dengan motor penyalaan
kompresi (compression ignition engine) karena penyalaan bahan
bakarnya diakibatkan oleh suhu kompresi udara dalam ruang bakar. Dilain
pihak motor bensin disebut motor penyalaan busi (spark ignition engine)
karena penyalaan bahan bakar diakibatkan oleh percikan bunga api
listrik dari busi.

Cara pembakaran dan pengatomisasian (atomizing) bahan bakar
pada motor diesel tidak sama dengan motor bensin. Pada motor bensin
campuran bahan bakar dan udara melelui karburator dimasukkan ke
dalam silinder dan dibakar oleh nyala listrik dari busi. Pada motor diesel
yang diisap oleh torak dan dimasukkan ke dalam ruang bakar hanya
udara, yang selanjutnya udara tersebut dikompresikan sampai mencapai
suhu dan tekanan yang tinggi. Beberapa saat sebelum torak mencapai
titik mati atas (TMA) bahan bakar solar diinjeksikan ke dalam ruang bakar.
Dengan suhu dan tekanan udara dalam silinder yang cukup tinggi
maka partikel-partikel bahan bakar akan menyala dengan sendirinya
sehingga membentuk proses pembakaran. Agar bahan bakar solar dapat
terbakar sendiri, maka diperlukan rasio kompresi 15-22 dan suhu udara
kompresi kira-kira 600ºC.

Meskipun untuk motor diesel tidak diperlukan system pengapian
seperti halnya pada motor bensin, namun dalam motor diesel diperlukan
sistem injeksi bahan bakar yang berupapompa injeksi (injection pump)
dan pengabut (injector) serta perlengkapan bantu lain. Bahan bakar yang
disemprotkan harus mempunyai sifat dapat terbakar sendiri (self ignition).

3.2Perbedaan Utama Mesin Diesel Dan Mesin Bensin

Motor diesel dan motor bensin mempunyai beberapa perbedaan
utama, bila ditinjau dari beberapa item di bawah ini, yaitu (lihat Tabel 1)

Tabel 1. Perbedaan utama motor diesel dan motor bensin

Item

Motor Diesel

Motor Bensin

1.Siklus
Pembakaran
2.Rasio kompresi
3.Ruang bakar
4.Percampuranba
han bakar
5.Metode
penyalaan

Siklus Sabathe
15-22
Rumit
Diinjeksikan pada
akhir langkah
Terbakar sendiri
Solar
Besar

Siklus Otto
6-12
Sederhana
Dicampur dalam
karburator
Percikan busi
Bensin
Kecil

6.Bahan bakar
7.Getaran suara
8.Efisiensi panas
(%)

30-40

22-30

Motor diesel juga mempunyai keuntungan dibanding motor bensin, yaitu:
a.Pemakaian bahan bakar lebih hemat, karena efisiensi panas lebih
baik, biaya operasi lebih hemat karena solar lebih murah.
b.Daya tahan lebih lama dan gangguan lebih sedikit, karena tidak
menggunakan sistem pengapian
c.Jenis bahan bakar yang digunakan lebih banyak
d.Operasi lebih mudah dan cocok untuk kendaraan besar, karena
variasi momen yang terjadi pada perubahan tingkat kecepatan lebih
kecil.

Secara singkat prinsip kerja motor diesel 4 tak adalah sebagai berikut:
a.Langkah isap, yaitu waktu torak bergerak dari TMA ke TMB. Udara
diisap melalui katup isap sedangkan katup buang tertutup.
b.Langkah kompresi, yaitu ketika torak bergerak dari TMB ke TMA
dengan memampatkan udara yang diisap, karena kedua katup isap
dan katup buang tertutup, sehingga tekanan dan suhu udara dalam
silinder tersebut akan naik.
c.Langkah usaha, ketika katup isap dan katup buang masih tertutup,
partikel bahan bakar yang disemprotkan oleh pengabut bercampur
dengan udara bertekanan dan suhu tinggi, sehingga terjadilah
pembakaran. Pada langkah ini torak mulai bergerak dari TMA ke
TMB karena pembakaran berlangsung bertahap.
d.Langkah buang, ketika torak bergerak terus dari TMA ke TMB
dengan katup isap tertutup dan katup buang terbuka, sehingga gas
bekas pembakaran terdorong keluar.

Gambar 2. Prinsip kerja motor diesel 4 tak

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->