P. 1
paper kesadaran hukum

paper kesadaran hukum

|Views: 2,570|Likes:
Published by chazani
BAB I Pendahuluan

A. Latar Belakang Sekarang ini media transportasi dan prasarananya telah sangat berkembang.Untuk menuju suatu daerah, sekarang ini bukanlah hal yang sulit bagi kita. Kita cukup mengakses jalan yang telah tersedia. Untuk mewujudkan keamanan saat perjalanan, dibuatlah suatu peraturan hukum dan suatu tanda yang harus dipatuhi yang sering disebut rambu-rambu lalu lintas. Akan tetapi, walaupun telah dibuat suatu hukum kendaraan dan aturan sedemikian rupa masih banyak saja terjadi k
BAB I Pendahuluan

A. Latar Belakang Sekarang ini media transportasi dan prasarananya telah sangat berkembang.Untuk menuju suatu daerah, sekarang ini bukanlah hal yang sulit bagi kita. Kita cukup mengakses jalan yang telah tersedia. Untuk mewujudkan keamanan saat perjalanan, dibuatlah suatu peraturan hukum dan suatu tanda yang harus dipatuhi yang sering disebut rambu-rambu lalu lintas. Akan tetapi, walaupun telah dibuat suatu hukum kendaraan dan aturan sedemikian rupa masih banyak saja terjadi k

More info:

Published by: chazani on Apr 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/26/2013

pdf

text

original

BAB I Pendahuluan

A. Latar Belakang Sekarang ini media transportasi dan prasarananya telah sangat berkembang.Untuk menuju suatu daerah, sekarang ini bukanlah hal yang sulit bagi kita. Kita cukup mengakses jalan yang telah tersedia. Untuk mewujudkan keamanan saat perjalanan, dibuatlah suatu peraturan hukum dan suatu tanda yang harus dipatuhi yang sering disebut rambu-rambu lalu lintas. Akan tetapi, walaupun telah dibuat suatu hukum kendaraan dan aturan sedemikian rupa masih banyak saja terjadi kecelakaan di jalan raya. Mulai kecelakaan antarkendaraan sampai kecelakaan antara dengan para pejalan kaki. Tidak tanggung-tanggung, bahkan banyak di antara kecelakaan ini sampai merenggut korban jiwa. Banyak faktor yang melatarbelakangi kecelakaan di jalan raya. Mulai kondisi jalan yang tidak baik, kurangnya pengadaan rambu-rambu lalu lintas, kelalaian pengendara, kelelahan, sampai karena pelanggaran hukum dan rambu-rambu lalu lintas. Dari sedemikian banyak faktor tersebut kecelakaan berlalu lintas sering dipicu karena pelanggaran hukum dan peraturan berlalu lintas. B. Perumusan Masalah Kecelakaan di jalan raya sudah menjadi bumbu penyedap dalam berlalu lintas di jalan. Bahkan setiap harinya selalu saja ada kecelakaan berlalu lintas. Tidak sedikit kecelakaan yang terjadi sampai memakan korban jiwa. Pemerintah telah membuat suatu kebijakan untuk mengatasi masalah tersebut dalam bentuk peraturan dan rambu-rambu lalu lintas. Akan tetapi, masih banyak saja kecelakaan yang terjadi. Sebenarnya apa yang sering menjadi pemicu terjadinya kecelakaan berlalu lintas ? kenapa peraturan yang telah ada dan rambu-rambu yang telah tersedia seolah-olah tidak bisa mengurangi kecelakaan berlalu lintas ?

1

C. Tujuan Adapun tujuan disusunnya makalah ini adalah : 1. Memahami faktor pemicu terjadinya kecelakaan berlalu lintas. 2. Mendorong pembaca untuk ikut mengambil tindakan dalm mengurangi terjadinya kecelakaan berlalu lintas. 3. Mengetahui pentingnya tertib berlalu lintas dan mematuhi hukum serta rambu-rambu yang ada. 4. Menumbuhkan kesadaran hukum dalam berlalu lintas sehingga dapat mengurangi angka kecelakaan berlalu lintas D. Manfaat Adapun manfaat yang dapat dipetik dalam penyusunan makalah ini adalah : 1.Para pembaca memahami faktor pemicu terjadinya kecelakaan di jalan raya, sehingga mereka dapat menghindari terjadinya kecelakaan saat berkendara. 2. Secara tidak langsung mengurangi terjadinya kecelakaan di jalan raya. 3.Secara teoritis dapat menumbuhkan kesadaran hukum sehingga para pembaca mematuhi peraturan & rambu-rambu dalam rangka menciptakan kondisi berlalu lintas yang aman. E. Ruang Lingkup Hal-hal yang akan diangkat dalam penyusunan makalah ini di antaranya: 1. Angka kecelakaan berlalu lintas. 2. Hal-hal yang memicu kecelakaan jalan raya. 3. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya kecelakaan berlalu lintas. 4. Pentingnya peraturan dan rambu-rambu lalu lintas.

2

BAB II METODE PENULISAN

A. Objek Penulisan Obyek penulisan dalam makalah ini mencakup factor utama pemicu kecelakaan lalu lintas, upaya yang telah diambil, dan juga mengenai tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Selain itu juga akan dibahas mengenai kesadaran hukum yang menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan. B. Dasar Pemilihan Objek Setiap tahun, kasus kecelakaan lalu lintas di jalan raya mengalami peningkatan. Kebanyakan yang menjadi faktor utama pemicunya adalah kurang arifnya para pengguna kendaraan dalam memacu kendaraannya dan kepatuhan hukum. Sekarang ini pengguna jalan raya kerap melakukan pelanggaran peraturan dan rambu-rambu lalu lintas. Mereka beranggapan kalau peraturan yang telah dibuat oleh para otoriter tidaklah penting. Padahal peraturan itu dibuat dibuat begitu saja tanpa pertimbangan dan tujuan pembuatannya. Sehingga kesadaran hukum dalam lalu lintas perlu dibahas karena kita semua juga merupakan para pengguna kendaraan. C. Metode Pengumpulan Data Dalam pembuatan makalah ini, metode pengumpulan data yang digunakan adalah kaji pustaka terhadap bahan-bahan kepustakaan yang sesuai dengan permasalahan yang diangkat dalam makalah ini yaitu dengan tema Kesadaran Hukum. Sebagai referensi juga diperoleh dari situs web internet yang membahas mengenai kesadaran hukum terutama yang mengkaji faktor utama maraknya kecelakaan lalu lintas. D. Metode Analisis Penyusunan makalah ini berdasarkan metode deskriptif analistis, yaitu mengidentifikasi permasalahan berdasarkan fakta dan data yang ada, menganalisis permasalahan berdasarkan pustaka dan data pendukung lainnya, serta mencari alternatif pemecahan masalah. 3

BAB III ANALISIS PERMASALAHAN A.Pembahasan Sejak zaman dahulu manusia senantiasa melakukan perjalanan jauh untuk menuju ke suatu daerah baru yang ideal. Pada awalnya manusia melakukan perjalanan dengan berjalan kaki ataupun dengan menggunakan alat transportasi sederhana yang di tarik dengan bantuan tenaga hewan, seperti sapi, kerbau, ataupun kuda. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi manusia menciptakan suatu alat transportasi yang lebih canggih dan cepat. Mereka juga telah membuat suatu jalan khusus yang telah diaspal, jalan raya, dan membuat serangkaian aturan untuk menciptakan suatu perjalanan yang aman dan nyaman. Walaupun telah dibuat suatu jalan yang bagus, peraturan, dan ramburambu yang sesuai, sekarang ini masih saja marak terjadi kecelakaan di jalan raya. Banyak faktor yang melatarbelakangi terjadinya kecelakaan jalan raya. Akan tetapi, faktor yang paling sering memicu terjadinya kecelakaan yaitu pelanggaran peraturan dan rambu-rambu lalu lintas akibat kurangnya kesadaran hukum para pengguna jalan. A. Angka kecelakaan lalu lintas Kecelakaan jalan raya sekarang ini semakin marak. Pada hakkikatnya hanya ada 2 macam kecelakaan jalan raya, yaitu kecelakaan tunggal dan kecelakaan beruntun. Berdasarkan data, kecelakaan meningkat setiap tahun, 2007 misalnya kasus kecelakaan mencapai 389 kasus, dengan 319 korban meninggal. Di 2008 kecelakaan menanjak, 588 kasus dan meninggal 218 orang. Terbanyak menggunakan sepeda motor, tanpa SIM 125 kasus dan dengan SIM C 181 kasus. Usia produktif mendominasi, dengan 250 kasus. Sementara, beda dengan tahuntahun sebelumnya jumlah lakalantas di 2009 turun dibanding 2008 yakni dari 99 kasus jadi 43 atau menurun mencapai 55,56 persen. Di 2008 yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas sebanyak 47 orang sedang 2008 turun jadi 21 orang (turun 55,31 persen), luka berat pada 2008 sebanyak 71 orang dan 2009

4

hanya 40 orang (turun 43,66 persen), luka ringan di 2008 mencapai 89 orang sedang pada 2009 64 orang (turun 28,08 persen). Sedang pada arus mudik lebaran tahun 2009 ini kasus kecelakaan jalan raya menurun. Tercatat ada 1437 kasus kecelakaan lalu lintas, 1372 diantaranya merupakan kecelakaan motor, dan tercatat ada 592 korban jiwa. B. Faktor utama pemicu kecelakaan lalu lintas Pada tahun 1975, Pusat Penelitian Perhubungan Darat (salah satu Direktorat Penelitian dari Direktorat Jendral Perhubungan Darat pada waktu itu, mengadakan suatu penelitian Keselamatan Jalan Raya yang pertama dengan kasus Pulau Jawa, yang diketuai oleh Soedjadi sebagai Kapuslitbang dan dilaksanakan di lapangan oleh dua orang staf peneliti, yaitu Ir. Sunaryo Joyopuspito dan Ir. Djohan Effendi Batubara (almarhum). Dalam penelitian ini dibantu di lapangan oleh jajaran Kepolisian Lalu Lintas dengan konterpart dari Ditlantas Polri adalah Kapten Hilman SH. Dalam pelaksanaan surve ini pihak Puslitbang membuat formulir survei untuk mencatat sample data kecelakaan yang ada catatannya di setiap Polres di Kota dan Kabupaten seluruh P. Jawa, kemudian diolah dengan komputer (pada waktu itu kerjasama dengan ITB dengan komputer Mini S-36, masih dengan kartu). Ada 6 faktor utama penyebab kecelakaan, yaitu: 1.Prasana Jalan (Road) Jalan adalah faktor yang pertama karena kejadian kecelakaan adalah di jalan raya. Kondisi jalan yang tidak rata dan berlubang dapat memicu terjadinya kecelakaan jalan raya. 2. Sarana kendaraan (Vehicle) Kendaraan adalah faktor yang kedua, karena merupakan penyebab kecelakaan yang utama. Misalnya, kendaraan yang tidak layak operasi bisa membahayakan. Oleh karena itu, untuk kendaraan pribadi dan umum, harus dilakukan pengujian kendaraan apa layak atau tidak beroperasi.

5

3. Manusia pengendara dan pejalan kaki (Men) Manusia sebagai pengemudi dan pejalan kaki adalah faktor ketiga, karena merupakan subyek kecelakaan. Faktor manusia juga sangat menentukan, misalnya dalam keadaan mabuk, kelelahan setelah lebih dari empat jam mengemudi, cacat fisik, rabun malam pada waktu berkendara malam, minum obat influenza hingga menyebabkan kantuk, tidak memiliki SIM, menyeberang jalan tidak pada tempatnya, dsb. 4. Faktor sekeliling atau cuaca (Physical Environment and Weather) Berkendara di jalan raya dipengaruhi faktor sekelilingnya, antara lain adalah komdisi sekeliling dan faktor cuaca. Sehingga apapun jalan yang baik dan kendaraan yang sempurna akan sangat dipengaruhi kondiri sekeliling, misalnya pohon yang rindang atau panas tanpa ada pohon, musim hujan yang menyebabkan jalan menjadi basah dan licin. 5. Rambu dan Peraturan (Sign - Marking and Regulation) Telah diupayakan agar rambu-rambu dipasang untuk dapat memperingati pengendara agar hati-hati, misalnya jalan menikung tajam, pendangan terhalang, jangan mendahului pada tikungan tajam, dlsb. Semua ini, rambu dan marka jalan, dapat membantu para pengendara agar hati-hati. Di lain pihak, peraturan juga memberi tahu bahwa jalan ini tidak cocok untuk kendaraan berat misalnya, karena ada jurang sekitarnya. 6. Pelanggaran hukum Dari semua faktor itu yang menjadi pemicu kecelakaan yang paling besar adalah masalah kepatuhan hukum. Rambu dan peraturan yang seyoganya dipatuhi malah dianggap suatu hal yang sepele dan selalu dilanggar. C Tindakan pencegahan Sekarang ini pemerintah melalui aparatur negara marak memberikan informasi kecelakaan dan kampanye keselamatan jalan raya. Tidak ada perjanjian global yang merumuskan panduan tentang keselamatan jalan raya, namun berbagai patokan umum telah dirumuskan untuk mendapatkan kanpanye pendidikan berlalu-lintas di jalan raya yang baik.

6

Menurut AKBP Gunawan SIK, Kasubid Gakum Ditlantas Polda Sulut, dalam suatu dialog mengatakan bahwa tokoh masyarakat dan agama harus mampu memberikan pencerahan dalam menanggulangi masalah ini. Mengingat, luasnya wilayah yang harus ditangani polisi. Dengan kekuatan 639 personil lantas, maka luas wilayah yang harus ditangani mencapai seribu kilometer per personil. “Polisi tetap hadir mengambil tindakan represif, operasi simpatik, rekayasa lantas, untuk membina kesadaran hukum,” jelas Gunawan, sembari berharap masyarakat juga bisa ikut membangun Polri dengan kritik membangun. Ady Pracoyo, Kasie Angkutan Dishub Sulut menyatakan dalam mewujudkan keamanan dalam dunia transportasi, maka Dishub intensif melakukan uji kelayakan kendaraan tiap enam bulan sekali, serta keselamatan pengguna transportasi jadi tanggungjawab pengusaha, terutama membayar asuransi. Akhir-akhir ini pihak Ditjen Perhubungan Darat melalui Proyek Peningkatan Keselamatan Perhubungan Darat juga telah melakukan Kampanye Keselamatan Jalan Raya misalnya membagikan stiker dan selebaran serta pemasangan baliho di tempat-tempat yang strategis mengenai cara pemakaian helm yang benar, di mana dijelaskan bentuk helm standar yang aman dalam melindungi kepala kita dan pemakaian helm yang benar, serta santun berkendara sepeda motor. Kampanye ini disiarkan melalui media TV dan radio khususnya bagi para pengendara sepeda motor. Dalam perkembangan selanjutnya diharapkan agar Kampanye ini diperluas untuk para pejalan kaki, khusus bagi anak-anak muda. Mereka perlu dijelaskan bagaimana berjalan yang santun guna menghindari kecelakaan. Misalnya para anak didik di sekolah taman anak-anak dijelaskan dan dibagikan video untuk memberi penjelasan tentang berjalan di jalan raya yang aman dan santun agar terhindar dari berbagai kecelakaan yang sewaktu-waktu dapat terjadi pada mereka. Berikut ini adalah kempanye keselamatan jalan raya yang sering dipakai. 1. Kampanye keselamatan jalan raya selalu mengikuti konteks strategis: Pemasangan iklan kampanye harus dilakukan dengan koordinasi program keselamatan jalan raya. Kampanye melalui iklan atau publikasi yang tidak saling

7

berhubungan akan memboroskan keuangan dan tidak mengenai target perbaikan yang akan dicapai. 2. Analisa keadaan keselamatan jalan raya yang ada sekarang: keputusan bagaimana iklan menghasilkan yang tepat berdasarkan analisa ilmiah atas keadaan lalu-lintas dan transport jalan yang dapat diperoleh sekarang, misalnya: statistik kecelakaan, surve pengamatan, riset terhadap kelakuan berlalu-lintas, sumber riset tentang keselamatan jalan raya. 3. Identifikasi peranan iklan media massa: peranan media massa secara strategis harus diidentifikasi, kemungkinan peranan informasi seperti hukum yang baru atau penindakan kepolisian melalui kegiatan engineering/IT, agenda pelaksanaan, perubahan kelakuan masyarakat. 4. Menunjang kampanye penindakan kepolisian: Pemasangan iklan yang telah dievaluasi dan memperlihatkan perubahan berlalu-lintas dari masyarakat dalam mendukung penindakan kepoliasian. Target pertama dari kepolisian, termasuk kelakuan yang tidak aman merupakan hal penting dari kampanye. Iklan juga harus menuturkan pesan khusus tentang target dari pihak kepolisian. Sebagai contoh misalnya inisiatif 'three in one' merupakan dari bagian penindakan kepolisian. 5. Dasar penelitian: pengembangan materi iklan harus berdasarkan penelitian ilmiah, termasuk terhadap kelompok target dari pada pemikiran yang baik. Meskipun demikian penelitian haruslah berorientasi pada: bagaimana kempanye dilakukan, pesan khusus dari kampanye, pilihan media yang tepat, monitoring kampanye, dan evaluasi kanpanye. 6. Mempromosikan kelakuan khusus: Promosi yang baik adalah antara lain pada kecepatam yang tepat, pemakaian sabuk pengaman, pemakaian helm yang benar. Iklan umum tentang berkendara yang baik sebenarnya tidak tepat karena semua pengendara merasa sudah baik dalam berkendara. 7. Mempromosikan kelakuan yang positif: Iklan kampanye harus yakin target kelakuannya benar dan kampanye itu memberikan pesan yang jelas tentang berkendara yang baik. 8. Memakai azas marketing yang profesional: kampanye yang efektif menggunakan azas marketing yang profesional dan penggunaan organisasi yang tepat.

8

9.Evaluasi diperlukan untuk menilai apakah iklan tersebut sudah tepat sasarannya. Perlu dilakukan mengujian hasil yang tepat, dan harus diketahui secara luas oleh masyarakat dari program keselamatan berlalu-lintas dan hal lain yang berkaitan. Selain itu berbagai kecelakaan yang terjadi telah dicatat tahun demi tahun, untuk melihat pertumbuhannya apakah meningkat terus, dan terus dipantau karena masyarakat perlu mendapat informasi keadaannya agar waspada akan malapetaka ini. Hal ini perlu dipublikasi secara terbuka dan disebarluaskan agar masyarakat dapat mengetahui keparahan kecelakaan selama ini, termasuk pesan khusus tentang inisiatif penanggulangan kecelakaan jalan raya. Sekarang ini telah disediakan berbagai peralatan bantu keselamatan jalan raya, misalnya: 1. Pemasangan Rambu khusus pada lokasi yang sering terjadi kecelakaan. Pemasangan rambu ini dimaksudkan agar para pengemudi lebih berhati-hati, selain juga merubah desain jalan yang bersangkutan. 2. Pemakaian helm yang benar dengan helm standar. Hal ini telah diterapkan ke beberapa daerah dengan penegakan hukum yang berlaku, dengan hasil beberapa daerah ada kemajuan tentang penggunaan helm. 3. Pemakaian sabuk pengaman untuk semua kendaraan bermotor dengan 4 roda atau lebih, di sini juga diberlakukan di beberapa daerah, dan diambil tindakan hukum. 4.Menyalakan lampu sepeda motor pada waktu siang hari, ternyata cukup efektif, di mana kendaraan menjadi terlihat menyolok pada siang hari. D Pentingnya hukum Bicara tentang kesadaran hukum pada hakekatnya adalah bicara tentang manusia secara umum, bukan bicara tentang manusia dalam lingkungan tertentu atau manusia dalam profesi tertentu seperti hakim, jaksa, polisi dan sebagainya. Kesadaran hukum ialah sebagai kesadaran atau nilai-nilai yang terdapat di dalam diri manusia tentang hukum yang ada atau tentang hukum yang

9

diharapkan. Manusia sejak dilahirkan sampai meninggal dari dulu sampai sekarang, dimana-mana, selalu mempunyai kepentingan. Kepentingan adalah suatu tuntutan yang diharapkan untuk dipenuhi. Semua itu merupakan kepentingan-kepentingan manusia yang diharapkan dipenuhi. Akan tetapi, pada kenyataannya sepanjang sejarah, dimana-mana kepentingan manusia itu selalu diancam atau diganggu oleh bahaya yang ada disekelilingnya. Oleh karena itu, manusia menginginkan adanya perlindungan kepentingan-kepentingannya terhadap ancaman-ancaman bahaya sepanjang masa. Perlindungan kepentingan terhadap bahaya-bahaya disekelilingnya itu terpenuhi dengan terciptanya antara lain kaedah (peraturan) hukum. Dengan terciptanya kaedah hukum itu manusia merasa lebih telindungi terhadap ancaman bahaya di dekelilingnya. Jadi fungsi kaedah hukum itu adalah melindungi kepentingan manusia dan sesamanya (masyarakat). kepentingannya. Manusia sadar dan yakin bahwa kaedah hukum itu untuk melindungi kepentingan manusia dan sesamanya terhadap ancaman bahaya di sekelilingnya. Oleh karena itu setiap manusia mengharapkan agar hukum dilaksanakan dan dihayati oleh semua manusia agar kepentingannya dan kepentingan masyarakat terlindungi terhadap bahaya yang ada di sekelilingnya. Dengan demikian, kesadaran hukum adalah kesadaran bahwa hukum itu melindungi kepentingan manusia dan sehingga harus dilaksanakan serta pelanggarnya akan terkena sanksi. Pada hakekatnya kesadaran hukum adalah kesadaran akan adanya atau terjadinya “kebatilan” atau “onrecht”, tentang apa hukum itu atau apa seharusnya hukum itu. Kesadaran hukum adalah sumber segala hukum. Dengan perkataan lain kesadaran hukum itu ada pada setiap manusia, karena setiap manusia berkepentingan kalau hukum itu dilaksanakan, dan dihayati karena dengan demikian kepentingannya akan terlindungi. Kalau hukum itu dilaksanakan atau dihayati, tidak dilanggar, maka kepentingan saya, kepentingan orang lain, kepentingan masyarakat terlindingi. Dengan demikian kesadaran hukum bukan monopoli dari sarjana hukum saja, bukan hanya harus dimiliki oleh Meskipun demikian, bahaya akan selalu mengancam

10

hakim, jaksa dan polisi saja, tetapi pada dasarnya ada pada diri setiap manusia baik ia terpelajar maupun tidak. Asas hukum yang berbunyi “setiap orang dianggap tahu akan undangundang” menunjukkan bahwa kesadaran hukum itu pada dasarnya ada pada diri setiap manusia. Asas hukum merupakan persangkaan, merupakan sebagian dari cita-cita manusia, sebagai sesuatu yang tidak nyata, suatu asumsi yang banyak terdapat didunia hukum. Setiap orang dianggap tahu akan undang-undang agar melaksanakan dan menghayatinya, agar kepentingan kita atau masyarakat terlindungi terhadap gangguan atau bahaya dari sekitarnya, meskipun kenyataannya tidak tahu. Bahkan asas hukum tersebut mengasumsikan asas hukum lain yang berbunyi “ketidak tahuan akan undang-undang tidak merupakan alasan pemaaf” (“ignorantia leges excusat neminem”). Dipelosok desa yang terpencil seorang pencuri ayam diajukan dimuka pengadilan. Ia tidak dapat membela diri untuk tidak dihukum, dengan mengatakan bahwa ia buta huruf dan tidak tahu kalau ada Kitab Undang-undang Hukum Pidana yang mengancam pencuri ayam dengan hukuman penjara. Seorang suami terpelajar melaporkan isterinya meninggal hanya agar supaya dapat nikah lagi. Dalam hati kecilnya, kalau ia mau jujur, ia akan menilai perbuatannya itu tidak terpuji dan melanggar hukum. Seharusnya ia sadar (hukum) bahwa hal itu tidak baik, melanggar hukum, meskipun ia tidak pernah tahu akan adanya Kitab Undang-undang Hukum Pidana dan PP no.45 tahun 1990. Walaupun kesadaran hukum itu ada pada setiap manusia, kesadaran hukum itu tidak selalu disertai dengan perbuatan positif yang sesuai dengan kesadaran hukum manusia pada umumnya. Akan tetapi, justru disertai dengan perbuatan yang tidak terpuji. Sadar bahwa mencuri itu tidak baik tetapi masih juga mencuri, sadar bahwa korupsi itu tidak baik tetapi masih juga korupsi, sadar bahwa membunuh itu tidak baik tetapi masih juga mau membunuh,sadar kalau ngebut itu tidak baik tetapi tetap saja dilakukan. Ini dapat dimaklumi karena manusia itu pada umumnya mencari benarnya sendiri, tidak mau disalahkan, kepentingan pribadi atau kelompok lebih menonjol. Disamping pelanggaran hukum atau undang-undang, terjadi juga penyalahgunaan hak atau wewenang. Menggunakan hak atau wewenangnya

11

secara berlebihan itu akan merugikan orang lain. Pelanggaran hukum dan penyalahgunaan hak dan wewenang menunjukkan tidak adanya kesadaran hukum. Adanya gerakan reformasi hukum menunjukkan bahwa kesadaran hukum kita sudah menurun. Kesadaran hukum telah menurun secara memrihatinkan yang mau tidak mau mengakibatkan merosotnya kewibawaan pemerintah. Kesadaran hukum itu berhubungan dengan manusianya bukan dengan hukum. Bukan hukumnyalah yang harus direformasi. Oleh karena itu, yang harus diperbaiki atau ditingkatkan adalah manusianya atau sumber daya manusianya. Moral, mental, dan intelektualitasnya harus ditingkatkan. Keselamatan di jalan merupakan tanggungjawab bersama, termasuk para sopir dan pengguna jalan lainnya. Masyarakat jangan hanya taat berlalu lintas jika melihat polisi, tapi sikap disiplin dan mentaati aturan rambu lalulintas harus dijadikan suatu budaya. Sikap disiplin dan taat hukum, harus selalu dikedepankan untuk menanggulangi banyaknya kasus kecelakaan. Maka dari itu, keamanan, kenyamanan dan kelancaran berlalu lintas harus diprioritaskan. Akan tetapi, selama ini masyarakat hanya patuh jika ada polisi di jalan. Salah satu pihak yang berperan penting dalam menyumbang terjadinya lakalantas adalah Organda. Seharusnya organda tidak sekadar mencari untung tapi lebih mengutamakan kualitas, sebagai penyedia jasa transportasi guna menjamin keselamatan pengguna jasa, mengingat 90 persen kecelakaan disebabkan karena human error. Kendaraan yang disediakan harus layak, sopir yang mengawaki juga harus profesional tidak mabuk dan ugal-ugalan di jalan. Sopir juga harus mengerti aturan, dan mampu mendidik atau memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat tentang lalu lintas. Tidak sembarang berhenti atau menurunkan penumpang di tengah jalan. Kapolda Sulut, Brigjen Pol Bekto Suprapto mengatakan, dalam menanggulangi banyaknya kasus kecelakaan, maka semua harus bersama-sama terlibat. “Jangan parsial (suka menang sendiri),” jelas Jenderal Bintang Satu ini, sembari menambahkan, kecelakaan yang terjadi akibat produk masyarakat itu sendiri yang tidak disiplin.

12

Kecelakaan lalu lintas yang terjadi akhir- akhir ini tidak terlepas dengan maraknya pelanggaran hukum dan rambu-rambu oleh para pengguna jalan. Para pengguna jalan lebih cenderung seenaknya dalam memacu kendaraannya. Mereka tidak menghiraukan peraturan yang ada dan menyepelekan rambu-rambu dan himbauan yang ada. Padahal hal itu dapat memicu terjadinya kecelakaan. Oleh karena itu, kepatuhan hukum dan kedisiplinan masyarakat dalam mengendarai kendaraannya harus ditingkatkan agar kasus kecelakaan lalu lintas dapat ditekan.

B.Kesimpulan dan Saran Adapun kesimpulan yang dapat diambil dalam penyusunan makalah ini :  Setiap tahunnya kasus kecelakaan lalu lintas meningkat kecuali pada tahun 2009.  Setidaknya ada enam faktor utama terjadinya lakalantas, yaitu faktor jalan, kendaraan, pengendara dan pejalan kaki, faktor sekeliling, ramburambu dan peraturan,serta kesadaran hukum di jalan raya.  Kecelakaan lalu lintas yang marak terjadi sekarang ini kebanyakan dipicu oleh perilaku para pengendara yang tidak disiplin dan melanggar peraturan yang ada.  Banyak tindakan yang telah dilakukan untuk mengurangi kecelakaan. Pemerintah telah gencar mengkampanyekan aman berlalu lintas, dan sekarang ini telah tersedia berbagai macam alat bantu keamanan.  Disiplin dan kepatuhan hukum dalam mengendarai jalan raya sangatlah penting dalam rangka mengurangi lakalantas. Saran yang dapat penulis berikan kepeda pembaca: • Berlaku sabar dan berdisiplin dalam berkendara di jalan raya. • Patuhi peraturan dan rambu-rambu ketika berkendara. • Memakai peralatan bantu keselamatan jalan raya dalam berkendara. • Mengendara dengan tertib dan jangan ugal-ugalan

13

DAFTAR PUSTAKA Adjisoedarmo, Soedito dkk. 2007. Jatidiri Unsoed. Purwokerto: Depdiknas Unsoed KOMPAS .Senin, 25 Februari 2008. Pelanggaran Lalu Lintas Naik Tajam. Jakarta http://mdopost.com/news/index.php? option=com_content&task=view&id=10015&Itemid=9 http://id.wikipedia.org/wiki/Keselamatan_Jalan_Raya#Faktor_Penyebab_Kecelak aan_Jalan_Raya http://mbahsuro99.blogspot.com/2009/.../pelanggaran-lalu-lintas.html http://www.komisikepolisianindonesia.com/main.php?page=artikl

14

TEMA Kesadaran Hukum
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas matakuliah JATIDIRI unsoed

Disusun Oleh: Nurul Chasani HIF009077

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO 2009

15

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->