P. 1
pengertian umum overclock

pengertian umum overclock

|Views: 963|Likes:
Published by jil_lovely

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: jil_lovely on Apr 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/01/2012

pdf

text

original

* pengertian umum overclock Overclock terdiri dari 2 kata yaitu Over & Clock.

Secara bahasa tentunya dapat dengan mudah diketahui bahwa Overclock berarti “Melewati Clock”. Tapi pengertian secara bahasa ini tidak begitu dimengerti, karena itu perlu diartikan secara istilah. Secara bebas Overclock dapat diartikan sebagai tindakan yang dilakukan terhadap processor atau komponen lain untuk bekerja di atas spesifikasi yang diberikan oleh pabrik pembuatnya. Pendapat lain mengenai overclock adalah cara untuk membuat suatu perangkat untuk berjalan di kecepatan yang lebih tinggi daripada ketentuan pembuat perangkat tersebut. Prinsipnya adalah membuat performa lebih tinggi. (Tetapi ini beresiko menyebabkan kestabilan sistem yang berkurang). Overclock biasanya dipraktekkan oleh para pengguna PC untuk "memaksa" peripheral komputer bekerja diatas normal dengan tujuan akhir untuk meningkatkan performa kerja komputernya. Dalam hal in akan banyak menjumpai kata-kata yang berhubungan dengan Clock, karena itu kita akan sedikit membahas tentang beberapa istilah yang berhubungan dengan Clock ini. Dalam dunia Elektrinika Digital, istilah Clock sangat sering digunakan. Clock berfungsi sebagai TRINGER (Pemicu) Terjadinya suatu aksi di dalam komponen-komponen Elektronika seperti Prosesor, Memori, dan sebagainya. Dalam kenyataan Clock ini berupa sinyal listrik yang menyataka logika 0 dan 1, biasanya berupa tegangan 0 V dan 5 V yang berganti-ganti secara terus menerus tanpa henti. Dalam satu detik dapat terjadi jutaan kali Clock, banyaknya Clock yang terjadi dalam waktu satu detik ini dinyatakansebagai Frekuensi Clock, misalnya 200Mhz. pada frekuensi clock 200Mhz berarti dala satu detik terjadi 200 juta clock. Periode (periode = 1 / Frekuensi) dari clock (Waktu Antara Satu Clock Dengan Clock Berikutnya) dikenal dangan nama Sircle Time. 2.1.1 Sebab Overclock Dapat Mempercepat Kinerja Komputer Prosesor melakukan kerjanya dengan menggunakan clock sebagai panduan. Biasanya prosesor membutuhkan beberapa clock untuk melakukan intruksi-intruksi tertentu. Dengan bertambahnya clock akan menyebabkan circle time akan bertambah singkat. Dengan overclock anda dapat menghemat waktu kerja. Misalnya : untuk melakukan suatu perhitungan intensif dibutuhkan waktu sekitar 4 menit pada Prosesor Pentium 100Mhz, maka dengan mengoverclocknya menjadi Pentium 133 Mhz maka kita akan dapat menyelesaikan perhitungan tersebut dalam waktu 3 menit. Jadi dapat menghemat 1 menit. Overclock dapat dilakukan karena prosesor yang clocknya 166Mhz dapat bekerja pada clock 200 Mhz. itu terjadi karena pada saat prosesor dibuat, produsen selalu memberikan sebuah nilai toleransi kerja (berkisar antara 5% s/d 10%). Dengan demikian, prosesor yang memiliki clok 100Mhz misalnya, masih dapat bekerja antara 90Mhz sampai 110 Mhz (Batas Tolerasi) tanpa gangguan apapun seperti kesetabilan kerja atau temperature prosesor yang panas. Ketika sampai di bagian control kualitas (Quality Control = QC) prosesor 100 Mhz teryata mampu bekerja melewati batas toleransinya (misalnya sampai 150 Mhz), maka ia akan tetap dipasarkan dalam kelas prosesor 100mhz. dengan demikian konsumen akan diuntungkan jika mendapat top kualiti. Motdherboard menentuka CPU clock melalui informasi yang didapat dari Bus clock, dan Multiplier yang digunakan oleh prosesor. Sebagai contoh, jika kita mengkonfigurasikan bus clock pada 50 Mhz dan multipliernya 2 maka prosesor akan dikenal sebagai Pentium 100 Mhz. jika bus clock dirubah menjadi 75 Mhz (Mengoverclock) dengan multiplier tetap 2, prosesor akan terdeteksi sebagai Pentium 150 Mhz.

2.1.2 Efek Negatif Dari Overclock Efek-efek negatif dari Overclock dan solusi untuk mengatasinya Efek negative yang erring terjadi apabila kita melakukan Overclock diantaranya adalah sebagai berikut : 1.Panas yang lebih tinggi Menaikan CPU clock akan menyebabka frekuensi kerja prosesor semakin tinggi, akibatnya elektron-elektron yang ada di dalam prosesor akan bergerak lebih cepat, tumbukan atara elektron akan sering terjadi sehingga panas yang dihasilkan akan lebih tinggi. Tetapi dengan beberapa teknik mendingankan prosesor maka efek ini dapat dikurangi. 2.Umur Prosesor Yang Lebih Singkat Karena sering berada di suhu yang lebih tinggi dari spesifikasi pembuatan prosesor maka akan menyebabkan umur prosesor semakin singkat. Tapi jangan takut untuk mengoverclock sebab panas prosesor dapat dikurangi, selain itu umur prosesor bukan hanya 1 atau 2 tahun tapi bisa bertahan hiungga belasan tahun. 3.Integritas Data Hal ini disebabkan karena CPU clock yang terlalu tinggi. Dalam dunia elektrinikal digital, masalah timing dalam sinyal digital sangat penting. Jika terjadi kesalahan pada sinyal akan menyebabkan kesalahan fatal pada data yang diolah. Jika hal ini tidak ada solusinya maka terpaksa harus melakukan pengujian terlebih dahulu untuk menjamin integritas data setelah sistem di overclock. 4.Stabilitas Sistem Stabilitas sistem komputer setelah di overclock harus diuji dahulu. Kesalan dalam masalah timing dapat menyebabkan kesalahan fatal pada intruksi yang akan di eksekusi. Terkadang sistem yang di overclock mengalami Crash atau Hang. Tetapi selama bisa mengendalikan panas yang dihasilkan serta telah melakukan pengujian stabilitas sistem setelah di overclok maka tidak perlu kuwatir akan hal ini. 5.Kompatibilias Komponen Tidak semua sistem komponen dapat bekerja dengan baik setelah di overclock terutama jika kita menaikkan bus clock. Komponen yang paling sering rusak adalah memori maka memori sangat menentukan kesuksessan overclock. Prangkat lain yang perlu diperhatikan card-card dan display adaptor. 2.2 Prinsip Dasar Dan Persyaratan Overclocking Persyaratan yang harus di siapkan jika kita akan melakukan overclock adalah sebagai berikut : 2.2.1 Persyaratan Hardware Untuk dapat melakukan overclock harus mempertimbangkan komponen- komponen hardware berikut ini : •Prosesor Sebenarnya secara prnsip semua prosesor dapat di overclock, tidak peduli merek, tipe, dan CPU clocknya. Karena motherboard memiliki kemampuan untuk menerima berbagai CPU clock, hal inilah merupakan celah yang memungkinkan dilakukanya overclock •Motherboard & Manual Motherboard menetukan setabilitas sistem setelah di overclock. Kwalitas pembuatan

motherboard akan menentukan daya tahan terhadap bus clock yang tinggi dan suhu yang tinggi. Selain itu motherboard yang berbeda akan memberikan dukungan yang berbeda terhadap bus clock dan multiplier. Jika motherboard anda mendukung bus clock dan multiplier maka hasilnya akan lebih baik karena motherboard adalah salah satu hal penting dalam melakukan overclock, dalam melakukan overclock perlu melakukan perubahan terhadap konvigurasi jamper atau DIP switch. •Memori Memori adalah factor yang menentukan dalam stabilitas sistem setelah sistem di overclock. Makin cepat memori makin terjamin kemampuanya untuk bekerja pada kecepatan yang lebih tinggi. Jenis memori yang paling baik adalah SD RAM. 2.2.2 Persyaratan Brainware Sebelum melakukan overclock sebaiknya kita sudah mengenali hardware komputer terlebih dahulu terutama motherboard. Dan untuk yang masih awan dengan hardware computer sebaiknya meminta bantuan orang yang lebih mengerti. 2.2.3 Prinsip dasar Overclock Overclock dapat di lakukan dengan empat cara yaitu : •Dengan meningkatkan Multiplier Overclock dengan cara ini hanya akan mempengaruhi CPU clock saja. Kecepatan memory, harddisk, display adapter, tidak akan berubah .Contoh : dari cara ini adalah mengoverclock Pentium 133 Mhz ( 66 Mhz X 2 ) ke Pentium 166 Mhz ( 66 Mhz X 2,5 ) •Dengan meningkatkan Bus Clock Dengan cara ini multiplier di biarkan tetap, tetapi bus clock akan di naikan. Hasilnya lebih baik dari cara pertama, karena dengan menaikan bus clock maka CPU clock otomatis akan naik ( CPU clock di dapat dari hasil perkalian bus clock dengan multiplier ) overclock cara ini akan menghasilkan kecepatan di dalam dan di luar prosesor akan naik secara bersamaan, sehingga kecepatan sistem akan naik . Contoh : dari overclock ini adalah dengan mengoverclock Pentium 133 Mhz ( 66 Mhz X 2 ) ke Pentium 166 Mhz ( 83 Mhz X2 ) •Dengan meningkatkan Multiplier dan Bus Clock Ini adalah cara overclock terbaik jika berhasil melakukanya. Hasilnya lebih baik dari cara manapun juga karena bus clock akan naik, CPU clock akan naik ( karena dua factor multiplier naik maka bus clock naik ) sehingga kecepatan sistem akan naik secara signifikan. Contoh : dari overclock ini adalah overclock Pentium 120 MHZ ( 60 Mhz X 2) menjadi 200 Mhz ( 66 Mhz X 3 ). •Dengan menurunkan Multiplier dan menaikan Bus Clock Cara ini bertujuan untuk menahan laju CPU clock agar tidak terlalu tinggi ( misalkan karena terlalu panas, atau karena CPU clock tidak dapat dinaikan lagi ). Hasilnya akan meningkatkan Bus clock sehingga kecepatan memori, Harddisk , dan Display Adapter akan bertambah, sedangkan CPU clock akan tetap, sedikit naik atau bahkan mungkin turun. Walaupun sepertiitu, kecepatan sistem akan diusahakan tetap lebih tinggi karena meningkatnya Bus clock . Contoh : overclock Pentium 166 Mhz ( 66 Mhz X 2,5 ) menjadi Pentium 166 ( 83Mhz X 2 ). 2.3 Langkah – Langkah Overclocking

Langkah – langkah yang harus di lakukan jika kita melakukan overclocking adalah sebagai berikut : 1.Menyiapkan Manual Motherboard Buku manual motherboargd ini berfungsi untuk menentukan konfigurasi jumper atau DIP switch mana yang harus di ubah dan bagaimana cara mengubahnya. Setelah mendapatkan manual motherboard, tugas selanjutnya adalah mencari konfigurasi bus clock dan multiplier yang harus digunakan. Untukmencari konfigurasi bus clock anda, cari informasi di manual motherboard tulisan “ bus clock” ,”external clock, atau “ bus frequency “, biasanya dalam bentuk table yang menyertakan konfigurasi jumper atau DIP switch yang sesuai. Sebagai bantuan nilai – nilai yang ada, pada table konfigurasi bus clock biasanya adalah 50 Mhz, 60 Mhz, 66 Mhz. terkadang daftar konfigurasi clock tidak berbentuk table tapi sudah berupa gambar jumper atau DIP switch . Dari gambar tersebut anda dapat melihat nomor jumper atau DIP switch serta jumper – jumper mana saja yang harus on atau off. Setelah anda menemukan konfigurasi untuk bus clock, selanjutnya tugas anda adalah mencari konfigurasi untuk mencari multiplier . sama seperti Bus clock , kali ini yang harus di cari adalah yang berbunyi “ ratio “, “ multiplier”, “core/bus”, biasanya data yang ada dapat berbentuk ‘x1,5’,’x2’,’x2,5’,’x3’ ada juga manual motherboard yang memberikan data ini dalam bentuk gambar jumper atau DIP switch. 2.Tentukan Konfigurasi Untuk Overclock Setelah di temukan daftar konfigurasi jumper atau DIP switch, anda harus menemukan konfigurasi overclock mana yang akan di gunakan . Untuk memilih konfigurasi overclock , pertama naikan CPU clock secara perlahan – lahan. Jika sudah berhasil baru naikan lagi. Kedua jika motherboard dan memori anda mendukung pengunaan bus clock yang yang tinggi, usahakan naikan bus clock. Ketiga, jika jika bingung memilih konfigurasi yang ungkin, ujilah kecepatan dan kesetabilanya lalu pilih hasil yang terbaik. Kemudian lihat manual motherboard dan catat konfigurasi jumper atau DIP switch yang harus di lakukan untuk melakukan hal itu : missal anda akan mengoverclock Pentium MMX 166 Mhz menjadi Pentium MMX 200 Mhz, maka carilah konfigurasi jumper untuk multiplier 3. ( sebaiknya mengetahui tentang translasi multiplier ). Untuk multiplier tidak lebih dari 3, beberapa prosesor menyediakan translasi multiplier . contoh : adalah intel Pentium MMX 233 Mhz ( 66 Mhz X 3,5 Mhz) , jika komputer anda mendukung multiolier 3,5 x atau 4x maka konfigurasikanlah multiplier 3,5x atau 4x di motherboard dan prosesor menerimanya, tetapi jika motherboard anda tidak mendukung multiplier ini, anda dapat mengunakan multiplier 1,5x di motherboard agar processor yang mengunakan multiplier 3,5x dan mengunakan multiplier 2x di motherboard agar prosesor mengunakan multiplier 4x. 3.Siapkan Peralatan Teknis Peralatan yang diperlukan untuk overclock antara lain : Obeng tipe ‘ + ‘ ukuran sedang Obeng tipe’ – ‘ ukuran sangat kecil Senter Ruang kerja yang terang di butuhkan agar dapat dengan mudah melihat dan mencari jumper di antara tumpukan – tumpukan kabel-kabel 4.Matikan Koputer Anda 5.Buka Casing Komputer 6.Ubah Posisi Casing

Bagi yang memiliki casing tipe tower, ada baiknya memiringkan posisi sehingga menjadi horizontal . 7.Perhatikan Isi Casing 8.Cari Jumper Atau DIP Switch Yang Anda Butuhkan Carilah berdasarkan nomor yang di berikan, misalnya J 21, J22, tapi ada juga yang mengunakan kode BF0,BF1,dan BF2 untuk jumper bus clock serta FS0,FS1 dan FS2 untuk jumper multiplier. Umumnya lokasi jumper akan berada dekat dengan lokasi prosesor, jarang sekali yang meletakan di belakang motherboard atau di sela – sela slot ISA/PCI. 9.Lakukan Perubahan Konfigurasi Jumper Atau DIP Switch Lakukan perubahan seperlunya, jangan merubah konfigurasi jumper atau DIP switch yang tidak ada gunanya,sebelum melakukan perubahan pastikan jumper atau DIP switch itulah yang harus diubah. ( periksa nomor jumper atau DIP switch ). Silahkan lihat box jumper dan DIP switchnya agar lebih jelas. 10.Kembalikan Casing ke Posis Semula Jika sebelumnya anda memiringkan posisi casing, sekarang kembalikan ke posisi semula. 11.Nyalakan Komputer Sekarang kita dapat melihat hasilnya, jangan tutup casing terlebih dahulu , karena munkin anda masih perlu melakukan modifikasi konfigurasi. Sekarang nyalakan komputer jika komputer anda berhasil menyala dengan baik, berarti anda sudah separuh jalan, jika komputer anda tidak dapat menyala berarti terjadi troubleshooting. 2.4 Cara Overclock Pada Prosesor Yang Berbeda 2.4.1 Prosesor Produksi Intel •Prosesor Intel Pentium, Pentium Pro, Pentium MMX Sebagian besar intel Pentium dapat di overclock. Prosesor intel Pentium menggunakan bus clock 50Mhz, 60Mhz atau 66Mhz. jika motherboard yang mendukung busclock lain seperti 55mhz, 62Mhz, 68 Mhz, 70Mhz atau 83 Mhz anda dapat menggunakanya untuk mengoverclock paosesor dengan meningkatkan bus clock. Prosesor Pentium 63 Mhz dengan seri SU 073 merupakan salah satu seri yang sulit di overclock dengan menggunakan multiplier. Hal ini disebabkan intel telah mengunci salah satu kaki prosesor sehingga konvigurasi multiplier yang diberikan oleh motherboard akan diabaikan oleh prosesor dan prosesor Pentium 133Mhz seri SU 073 akan menggunakan multiplier 2X. untuk mengetahui seri prosesor Pentium dilakukan dengan melihat kodenya pada kardus prosesor Pentium atau pada bagian bawah prosesor terdapat kode-kode seperti ‘BP80502133 SU073’. •Prosesor Intel Seleron Proses overclock untuk intel seleron tidak berbeda jauh dengan Pentium hanya saja, intel seleron dating dengan dua versi, yaitu bus clock 66 Mhz dan versi bus clock 100 Mhz. Celeron 300 A di laporkan menjadi salah satu prosesor yang paling mudah di overclock , karena dapat di paksa bekerja sampai 450 Mhz .celeron 266 dan 300 yang bekerja pada bus clock 66 Mh, sebenarnya dapat di paksa untuk bekerja pada bus clock 100 Mhz. tapi sayangnya, stabilitasnya pada bus clock 100Mhz snggat mengecewakan karena itu, karena itu untuk Celeron 266 dan 300 sebaiknya motherboard dapat mendukung bus clock di atas 66Mhz seperti 75Mhz atau 83Mhz karena Celeron masih dapat bekerja pada bus clock ini. Motherboard untuk intel seleron dan Pentium II biasanya mengunakan jumper yang

mempermudah overclock, karena umumnya hanya perlu memindahkan konektor plastiknya ke jumper tertentu yang sudah diberi bus clock . •Prosesor intel Pentium II Sama seperti Celeron, Intel Pentium II hadir dengan dua versi bus clock yaitu 66 dan 100 Mhz. versi 100 Mhz mulai di gunakan oleh intel Pentium II 350 Mhz. jika mengoverclock prosesor Pentium II versi 66 Mhz, maka sebaiknya meningkatkan bus clock daripada meningkatkan multiplier. 2.4.2 Prosesor Produksi AMD •Prosesor AMD K5 Prosesor jenis ini hasilnya kurang bagus apabila di overclock. Tingkatan atau rating prosesor AMD K5 tidak dinyatakan dalam MHZ melainkan dalam PR ( Pentium Rating ). Prosesor AMD K5 dengan rating di bawah PR-166 melakukan proses penguncian terhadap konfigurasi multiplier yang di berikan pada multiplier 1,5 Mhz. itulah sebabnya untuk mengoverclock AMD K5-PR 166 di buat lebih fleksibel, karena dapat menerima beberapa konfigurasi tetapi multiplier inipun akan di translasikan oleh prosesor. Jika anda memasang multiplier 3x maka oleh prosesor multiplier yang di gunakan adalah 2x jika digunakan 2,5x maka prosesor akan mengunakan 1,75x, jika digunakan multiplier di bawah 2,5x maka prosesor akan mengunakan 1,5x. itu sebabnya cpu clock dari K5-PR 166 adalah 116,5 Mhz, karena konfigurasi motherboard yang digunakan 66Mhz X 2,5 Mhz . Setelah melakukan overclock pada AMD K5, kemungkinan besar BOIS akan salah mendeteksi rating prosesor anda. Jika prosesor AMD K5 -133 ( 100Mhz) yang anda overclock menjadi 113 Mhz, maka kemungkinan besar bios akan mendeteksi sebagai” AMD K5 at 110 Mhz “ .kalau anda membaca informasi seperti ini dari BIOS, jangan bingung dan bertanya mengapa jadi turun menjadi 110 Mhz ??” karea bahwa clock asli 110 Mhz memang mengoverclock K5-166Mhz (116,5 Mhz) menjadi 131,25 Mhz atau 133 Mhz maka kemungkinan besar BIOS akan mendeteksi prosesor anda sebagai “ AMD K5-PR 200 “. •Prosessor AMD K6 Bebeda dengan prosessor AMD K5, prosessor AMD K6 menggunakan rating yangan sama dengan CPU clock. Selain itu tidak ada lagi masalah transalasi multiplier, sehingga multiplier yang digunakan di motherboard akan sama dengan multiplier yanga digunakan oleh prosessor. Prosessor AMD K6 dirancang untuk bekerja pada bus clock yang tinggi. Jika motherboard mendukung bus clock 100MHz (yang dikenal sebagai motherboard Super7), coba gunakan bus clcock 100 MHz untuk mengoverlocknya. •Prosessor AMD K6-2 Prosessor K6-2 datang ddengan tiga versi bus clock, yaitu 66 MHz, (untuk K6-2 266 MHz), 95 MHz (untuk (K6-2 333MHz) dan 100 MHZ (untuk K6-2 300 MHz, 350 MHZ dan 400 MHz). Cara konfogurasi multiplier prosessor ini sama dengan AMD K6 (tidak ada lagi transalasi). Dari beberapa informasi yang diterima, mengoverlock K6-2 memerlukan sedikit saja, misalnya dari 2,2 volt ke 2,4 volt. 2.4.3 Prosesor Produksi Cyrix/IBM •Prosesor Cyrix 6X86 Prosesor ini pula mengunakan rating PR. Sama seperti AMD K5prosesor inipun mengunci multipliernya pada 2x sehingga overclock yang dapat di lakukan adalah dengan mengunci bus clock.

Selain itu, ada kemungkinan BIOS salah mengidentifikasikan prosesor anda seperti halnya dengan mengoverclock AMD K5. 2.4.4 Prosesor Produksi IDT •Prosesor IDT C6 Sampai saat ini pengunaan prosesor idt belum cukup luas, kabarnya IDT telah mengeluarkan prosesor IDT C6-2 .prosesor IDT dating dala beberapa versi CPU clock yaitu: C6180(60MhzX3), C6-200(66Mhzx3),C6-225(75Mhzx3) dan C6-240(60Mhzx4), bagi anda yang berniat melakukan overclock pada prosesor ini, coba naikan saja bus clocknya karena prosesor ini dapat bekerja pada bus clock yang tinggi ( dibuktikan dengan C6-225 yang mengunakan bus clock 75 Mhz). 2.5 Mengatasi Masalah Pada Overclocking ( Overclock Troubleshooting ) Tidak semua overclock berhasil dengan baik, bisa jadi kita harus menelan kekecewaan karena komputer anda tidak berjalan dengan baik pada konfigurasi overclock yang diinginkan. Banyak hal yang dapat menyebabkan hal ini terjadi. Di sini akan mengulas masalah tersebut satu persatu beserta solusinya. 2.5.1Jika Komputer Tidak Menyala Hal ini disebabkan karma CPU clock yang anda konfigurasikan sudah melewati batas toleransi atau prosesor anda tidak dapat bekerja pada bus clock yang tinggi. Jika anda mengalami hal ini segera matikan powernya setelah itu pastikan dulu tidak salah konfigurasi jumper atau DIP switch. Jika konfigurasi jumpernya sudah benar, berarti kemungkinan besar dua penyebab yang disebutkan tadi adalah penyebabnya . 2.5.2Jika Komputer Melakukan Reset Ketika POST Saat POST ( Power On Self Test ) adalah saat komputer melakukan pengujian pada komponen – komponen Komputer .POST biasanya dapat dikenali dengan mudah, yaitu pada saat komputer sedang menghitung memori. Terjadinya reset pada saat POST dapat di sebabkan oleh panas yang terlalu tinggi atau prosesor memang sudah tidak sangup bekerja pada saat konfigurasi clock yang anda buat. Bus clock yang tinggi juga dapat menjadi penyebabnya. Solusinya coba usahakan untuk menurunkan panas prosesor. Caranya : •Ganti kipas dan heat-sink Cari heat & ink di took computer yang berukuran agak besar usahakan permukaanya mempunyai ukuran seluas mungkin untuk mempercepat pelepasan panas . •Gunakan silica grease Bahan ini berbentuk seperti salep, gunanya untuk memperlancar transfer panas dari permukaan computer ke heat-sink. Oleskan silica grease ke permukaan prosesor dan dasar heat-sink sebelum memasang heat sink ke prosesor. •Gunakan kipas tambahan Belilah kipas tambahan untuk menyedot udara kembar dari casing. Tujuanya untuk memperlancar peredaran udara di dalam casing. •Gunakan soft ware Soft ware ini berguna untuk menghentikan prosesor ketika tidak digunakan soft ware tersebut

antara lain : CPU Idle, waterfall dan rain. •Buka penutup slot pada casing Pada bagian belakang casing terdapat besi penutup atau slot PCI/ISA yang tidak digunakan anda dapat melepas besi ini untuk memperlancar peredaran udara. •Buka casing Jika berbagai teknik pendingin belum juga berhasil , buka saja casingnya. 2.5.3Jika komputer tidak mau membaca hard disk pada saat booting atau terjadi keanehan pada saat booting. Ada kalanya komputer seakan akan hang ketika akan membaca hard disk untuk booting, banyak keanehanyang terjadi missal: file hilang Hal ini biasanya terjadi jika anda mengunakan bus clock yang lebih tinggi dari standar yang digunakan . sebagai solusinya turunkanlah mode PIO hard disk anda dari mode 4 ke mode 3. 2.5.4Jika Gagal Masuk Ke Sistem Operasi Kesalahan lain yang mungkin timbul adalah gagalnya proses loading sistem operasi. Kesalahan yang mungkin muncul adalah laporan “page fault” , windows protection eror , pada alamat memori tertentu. Banyak hal yang dapat menyebabkan hal ini, tapi kemungkinan besar disebabkan oleh panasnya prosesor. Solusi pertama coba turunkan bus clock ,solusi kedua coba turunkan panas pada prosesor. Jika anda mengunakan bus clock yang tinggi dan computer anda tidak stabil ada baiknya anda periksa konfigurasi setting timming memori di BIOS-Setup. 2.5.5Jika komputer melakukan rest, hang atau terjadi kesalahan aneh setelah beberapa saat. Kesalahan ini kemungkinan besar di sebabkan oleh panas, tetapi ada juga kemungkinan oleh memori, coba kurangi panas prosesor 2.5.6Jika komputer sering hang setelah casing di tutup. Kesalahan ini kemungkinan besar di sebabkan oleh panas yang berlebihan. 2.6Menguji Kesetabilan Dan Kinerja Setelah Melakukan Overclocking Untuk menguji kesetbilan komputer setelah di overclock, lakukanlah proses burn-in ( pemakaian terus menerus ). Untuk menguji pengaruh panas coba, anda tutup casing komputer dan nyalakan komputer. Jalankan berbagai aplikasi berat secara terus menerus, mainkan MP-3 dan Video-CD, dan lain – lain. Jika setelah beberapa jam jika computer anda baik – baik saja maka kemungkinan besar masalah panas pada computer anda akan teratasi. Tapi jika anda mengalami masalah pada pengujian ini, anda dapat menambahkan teknik yang digunakan unruk menurunkan panas prosesor. Untuk menguji integritas data, lakukan dengan mengunakan software- software diagnostic seperti Norton Untilities atau semacamnya. Tes juga komponen memori, harddisk, dan I/O. lakukan tes ini setelah computer anda dinyalakan beberapa jam agar prosesor telah cukup panas. Jika prosesor anda tidak lolos dalam tes integritas data, sebaiknya anda mengubah konfigurasi yang lebih rendah. Pengujian kinerja computer pada pengujian ini anda akan merasakan hal yang luar biasa karena computer bertambah cepat tanpa harus meng-upgrade prosesor. Gunakan software – software /tools. Lakukan juga tes pengujian terhadap kecepatan prosesor, harddisk, memori, dan I/O.

peningkatan bus clock akan meningkatkan kinerja hampir seluruh komponen komputer, sedangkan peningkatan CPU clock saja hanya akan meningkatkan kinerja prosesor. 2.7 Membantu Overclock Dengan Tools Di Chip –CD Untuk Mengamankan Sistem Dan Meminimalkan Kesalahan Dengan untyliti – untyliti yang tepat, kita dapat meminimalkan masalah – masalah dalam overclocking. Berikut ini beberapa tools yang disarankan untuk membantu agar proses overclocking yang dilakukan berjalan baik tanpa masalah : 2.7.1 Menjaga Suhu Prosesor Agar Cepat Dingin (Cpuldle 4.0 ) Overclocking menyebabkan suhu prosesor menjadi lebih tingi, modifikasi non standard bus speed dan multiplier pada motherboard akan meningkatkan performa CPU sekaligus “memaksa” kerja CPU ke tingkat optimal. Untuk itulah diperlukan pendingin prosesor / cooling (heatsink dan fan ) yang bagus, selain itu pengunaan shareware cpuldle dapat membantu prosesor menjadi lebih dingin. Cara kerja cpuldle cukup unik yaitu pada motherboard yang memiliki fasilitas enegy saving terdapat instruksi HLT Command yang bertugas mengirim sinyal kepada power supply untuk menurunkan komsumsi energi ke CPU, biasanya fungsi ini akan aktif pada saat suspend di windows. CpuIdle akanmengirim sinyal ini untuk menghemat energi dan menjaga agar suhu prosesor tetap dingin. Pada prakteknya untility ini sangat efektif dan direkomendasikan setelah melakukan overclock. 2.7.2 Mengungkap Informasi BIOS ( Ct BIOS - Info ) Upgrade versi BIOS motherboard memang salah satu cara untuk meningkatkan performa PC. Tetapi sebelumnya harus mengetahui beberapa informasi penting yang menyebabkan motherboard tidak bisa digunakan. Untility freeware BIOS-Info dapat menyajikan informasi BIOS seperti merk, versi chipset, pabrik pembuatnya, dan model atau jenis motherboard. Tool ini bahkan dapat memberitahukan URL dimana anda bisa mendownload driver update untuk BIOS PC. 2.7.3 Mengawasi Keadaan CPU ( CPU Monitor 2.02 ) Program kecil yang memonitor temperature CPU dan monitor PC ini, sebenarnya di desain untuk motherboard Asus TX97. tapi meskipun begitu, too ini juga dapat digunakan untuk merk lain, selama pada motherboard yang bersangkutan terpasang sensor temperature LM7M/78. merk lain yang mengunakan sensor ini antara lain Asus P2L97, Asus P2B and Abit BX6. anda dapat mengunakan tool ini sebagai hardware monitoring, agar mengeluarkan bunyi alarm jika terjadi sesuatu yang membahayakan PC. 2.7.4 Air Terjun Pendingin ( Waterfall 1.2.3 ) Seperti namanya program waterfall akan mendinginkan dan menjaga temperature prosesor sekitar 30 derajat celcius. Proses instalasi dan pemakaianya cukup mudah, program akan menyatakan jenis CPU yang terpasang di PC anda dan sesudah itu waterfall akan melakukan tugasnya. Semua merk dan tipe prosesor kompatibel dengan waterfall. 2.7.5 Menghujani PC ( Rain 1.0 ) Cara kerja dan fungsi rain hamper sama dengan waterfall. Bedanya rain mengunakan konsep

teknologi “ Extreme Cooling “ dan memang didesain khusus untuk overclocking. Efeknya prosesor menjadi lebih dingin dan freeware tidak akan mempengaruhi system-ressource. 2.7.6 Informasi Real-Time ( Hmonitor 2.2.0.1 Dan Motherboard Monitor 3.7.5) Kedua program ini akan memonitor dan memberikan informasi secara real-time mengenai keadaan CPU. Hmonitor dan motherboard monitor akan menampilkan temperature CPU dan motherboard, kecepatan cooling fan, serta voltase di motherboard . tool ini dapat digunakan untuk memastikan bahwa konfigurasi bus speed dan multiplier pada overclocking tidak membahayakan PC.

2 Tembolok (Inggris: cache) dalam teknologi informasi adalah mekanisme penyimpanan data sekunder berkecepatan tinggi yang digunakan untuk menyimpan data / instruksi yang sering diakses. Memori cache dimaksudkan untuk memberi kecepatan memori yang mendekati memori yang paling cepat yang bisa diperoleh, dan pada waktu yang sama menyediakan kapasitas memori yang besar dengan harga yang lebih murah dari jenis-jenis memori semikonduktor.

Daftar isi
[sembunyikan]
• • • • •

1 Konsep memory cache 2 Stuktur sistem cache 3 Elemen rancangan cache 4 Istilah penting yang berhubungan 5 Pranala luar

[sunting] Konsep memory cache
Pengertian Memori Cache Cache beasal dari kata cash. Dari istilah tersebut cache adalah tempat menyembunyikan atau tempat menyimpan sementara. Sesuai definisi tersebut cache memori adalah tempat menympan data sementara. Cara ini dimaksudkan untuk meningkatkan transfer data dengan menyimpan data yang pernah diakses pada cache tersebut, sehingga apabila ada data yang ingin diakses adalah data yang sama maka maka akses akan dapat dilakukan lebih cepat.Cache memori ini adalah memori tipe SDRAM yang memiliki kapasitas terbatas namun memiliki kecepatan yang sangat tinggi dan harga yang lebih mahal dari memori utama. Cache memori ini terletak antara register dan RAM (memori utama) sehingga pemrosesan data tidak langsung mengacu pada memori utama.

Level Memori Cache Cache memori ada tiga level yaitu L1,L2 dan L3. Cache memori level 1 (L1) adalah cache memori yang terletak dalam prosesor (cache internal). Cache ini memiliki kecepatan akses paling tinggi dan harganya paling mahal. Ukuran memori berkembang mulai dari 8Kb, 64Kb dan 128Kb.Cache level 2 (L2) memiliki kapasitas yang lebih besar yaitu berkisar antara 256Kb sampai dengan 2Mb. Namun cache L2 ini memiliki kecepatan yang lebih rendah dari cache L1. Cache L2 terletak terpisah dengan prosesor atau disebut dengan cache eksternal. Sedangkan cache level 3 hanya dimiliki oleh prosesor yang memiliki unit lebih dari satu misalnya dualcore dan quadcore. Fungsinya adalah untuk mengontrol data yang masuk dari cache L2 dari masingmasing inti prosesor. Cara Kerja Memori Cache Jika prosesor membutuhkan suatu data, pertama-tama ia akan mencarinya pada cache. Jika data ditemukan, prosesor akan langsung membacanya dengan delay yang sangat kecil. Tetapi jika data yang dicari tidak ditemukan,prosesor akan mencarinya pada RAM yang kecepatannya lebih rendah. Pada umumnya, cache dapat menyediakan data yang dibutuhkan oleh prosesor sehingga pengaruh kerja RAM yang lambat dapat dikurangi. Dengan cara ini maka memory bandwidth akan naik dan kerja prosesor menjadi lebih efisien. Selain itu kapasitas memori cache yang semakin besar juga akan meningkatkan kecepatan kerja komputer secara keseluruhan. Dua jenis cache yang sering digunakan dalam dunia komputer adalah memory caching dan disk caching. Implementasinya dapat berupa sebuah bagian khusus dari memori utama komputer atau sebuah media penyimpanan data khusus yang berkecepatan tinggi. Implementasi memory caching sering disebut sebagai memory cache dan tersusun dari memori komputer jenis SDRAM yang berkecepatan tinggi. Sedangkan implementasi disk caching menggunakan sebagian dari memori komputer.

[sunting] Stuktur sistem cache
Memori utama terdiri dari sampai dengan 2n word beralamat, dengan masing-masing word mempunyai n-bit alamat yang unik. Untuk keperluan pemetaan, memori ini dinggap terdiri dari sejumlah blok yang mempunyai panjang K word masing-masing bloknya. Dengan demikian, ada M = 2n/K blok. Cache terdiri dari C buah baris yang masing-masing mengandung K word, dan banyaknya baris jauh lebih sedikit dibandingkan dengan banyaknya blok memori utama (C << M). Di setiap saat, beberapa subset blok memori berada pada baris dalam cache. jika sebuah word di dalam blok memori dibaca, blok itu ditransfer ke salah satu baris cache. karena terdapat lebih banyak blok bila dibanding dengan baris, maka setiap baris tidak dapat menjadi unik dan permanen untuk dipersempahkan ke blok tertentu mana yang disimpan. Tag biasanya merupakan bagian dari alamat memori utama.

[sunting] Elemen rancangan cache

Elemen-elemen penting dari rancangan memory cache adalah sebagai berikut:

Ukuran cache, disesuaikan dengan kebutuhan untuk membantu kerja memori. Semakin besar ukuran cache semakin lambat karena semakin banyak jumlah gerbang dalam pengalamatan cache. Fungsi Pemetaan (Mapping), terdiri dari Pemetaan Langsung, Asosiatif, Asosiatif Set.Pemetaan langsung merupakan teknik yang paling sederhana, yaitu memetakkan masing-masing blok memori utama hanya ke sebuah saluran cache saja. Pemetaan asosiatif dapat mengatasi kekurangan pemetaan langsung dengan cara mengizinkan setiap blok memori utama untuk dimuatkan ke sembarang saluran cache.Hal ini menurut artikel dari Yulisdin Mukhlis, ST., MT Algoritma Penggantian, terdiri dari Least Recently Used (LRU), First in First Out (FIFO), Least Frequently Used (LFU), Acak. Algoritma penggantian digunakan untuk menentukan blok mana yang harus dikeluarkan dari cache untuk menyiapkan tempat bagi blok baru. Ada 2 metode algoritma penggantian yaitu Write-through dan Writeback.Write-through adalah Cache dan memori utama diupdate secara bersamaan waktunya. Sedangkan Write-back melakukan update data di memori utama hanya pada saat word memori telah dimodifikasi dari cache. Ukuran blok, blok-blok yang berukuran Iebih besar mengurangi jumlah blok yang menempati cache. Setiap pengambilan blok menindih isi cache yang lama, maka sejumlah kecil blok akan menyebabkan data menjadi tertindih setelah blok itu diambil. Dengan meningkatnya ukuran blok, maka jarak setiap word tambahan menjadi lebih jauh dari word yang diminta,sehingga menjadi lebih kecil kemungkinannya untuk di perlukan dalam waktu dekat.(Dikutip dari artilek milik Yulisdin "Mukhlis, ST., MT") Line size, Jumlah cache, Satu atau dua dua tingkat, kesatuan atau terpisah

[sunting] Istilah penting yang berhubungan

• •

• • •

Cache hit, jika data yang diminta oleh unit yang lebih tinggi dan ada dalam cache disebut "hit". Permintaan dapat dilayani dengan cepat. Maksud urutan unit dari rendah hingga tinggi yaitu: Streamer - Hardisk Memori - Second Level - First level - CPU cache. Cache miss, bila data yang diminta tidak ada dalam cache, harus diambil dari unit dibawahnya yang cukup memakan waktu. Ini disebut miss (gagal) Burst mode, dalam modus cepat ini cache mengambil banyak data sekaligus dari unit dibawahnya. Ia mengambil lebih dari yang dibutuhkan dengan asumsi, data yang diminta berikutnya letaknya berdekatan. LRU (Least Recently Used) adalah algoritma penggantian cache. COAST, Cache on the stick adalah bentuk khusus L2, yang dapat diganti-ganti seperti RAM dan ditempatkan pada modul. DRAM, memori dinamik (''Dynamic Random Access Memory) adalah bentuk yang paling umum. DRAM hanya menggunakan sebuah kapasitor untuk menyimpan, sehingga kecil dan murah untuk kapasitas besar. Kekurangannya: kecepatannya tidak begitu tinggi. SRAM, memori statik (Static RAM) ini menggunakan sakelar elektronik (flip-flop) untuk menyimpan. secara teknis flip-flop pada RAM lebih rumit dari kapasitor pada DRAM. Karena lebih cepat, SRAM biasanya digunakan untuk cache L1 atau L2.

• • • •

SDRAM, memori dinamik tersinkronisasi (Synchronous DRAM) merupakan perkembangan lebih lanjut dari DRAM. Akses pada memori disinkronkan dengan frekuensi sistim prosesor sehingga menghemat waktu. Pada motherboard modern, SDRAM berfungsi sebagai pengganti langsung DRAM. First level cache (L1), ini tingkat cache teratas dalam hirarki, dengan kapasitas memori terkecil, termahal dan tercepat. Second level cache (L2), cache level dua ini memiliki kapasitas lebih besar dari L1, tetapi lebih lambat dan murah. Cache L2 masih lebih cepat dibandingkan dengan RAM. Write back (WB), cache digunakan tidak hanya saat membaca, tetapi juga dalam proses menulis. Write through (WT), mementingkan keamanan: cache hanya digunakan saat membaca, sedangkan untuk menulis ditunggu hingga memori yang dituju selesai menulis.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->