P. 1
Fisika Dasar

Fisika Dasar

|Views: 1,293|Likes:
Published by agam84

More info:

Published by: agam84 on Apr 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/08/2013

pdf

text

original

Medan magnetic yang dihasilkan oleh muatan titik q yang bergerak dengan kecepatan di
suatu titik sejarak r diberikan oleh

dengan merupakan vektor satuan yang mengarah dari muatan tersebut ke titik medan
dan merupakan konstanta, disebut permeabilitas ruang bebas, yang memiliki besaran

Medan magnetic pada jarak r dari elemen arus adalah

yang dikenal sebagai hukum Biot-Savart. Medan magnetiknya tegak lurus terhadap
elemen arus maupun terhadap vektor dan elemen arus ke titik medan tersebut.
Gaya magnetic antara dua muatan yang bergerak tidak mengikuti hukum ketiga Newton
tentang aksi dan reaksi, yang menyiratkan bahwa momentum linear dari system dua-
muatan tidaklah kekal. Akan tetapi, apabila momentum berhubungan dengan t, medan
elektromagnetik disertakan, maka momentum linear total system dua-muatan ditambah
medan tersebut akan kekal.
Medan magnetic pada sumbu simpal arus diberikan oleh

dengan merupakan vektor satuan di sepanjang sumbu simpal tersebut. Pada jarak yang
sangat jauh dari simpal tersebut, medannya berupa medan dipol :

dengan merupakan momen dipol simpal yang besarannya adalah perkalian antara arus

v

2

0

4

ˆ

rr

v

q

B

π

µ ×

=

rˆ

0

µ

2

7

7

0

/

10

4

/

.

10

4

A

N

A

m

T

×

=

×

=

π

π

µ

B
d

l

d
I

2

0

4

ˆ

rr

l

Id

B

d

π

µ ×

=

rˆ

(

)

i

R

x

I

R

B

ˆ

2

4

23

2

2

2

0

+

=

π

π

µ

iˆ

3

02
4xm

B

π

µ

=

m

Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM

Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM

dan luasan simpal sedangkan arahnya adalah tegak lurus terhadap simpal yang diberikan
oleh kaidah tangan-kanan.
Di dalam suatu solenoid dan jauh dari ujungnya, medan magnetic akan seragam dan
memiliki besaran

dengan n merupakan jumlah lilitan per panjang satuan solenoid.
Medan magnetic dari suatu segmen kawat lurus, yang menyalurkan arus ialah

dengan R merupakan jarak tegak lurus terhadap kawat dan θ1 dan θ2 merupakan sudut
yang diperpanjang ke bawah di titik medan hingga ujung-ujung kawat. Jika kawatnya
sangat panjang, atau titik medannya sangat dekat dengan kawat tersebut, maka medan
magnetiknya mendekati

RI

B

2

40

π

µ

=

Arah B ialah sedemikian rupa sehingga garis-garis B melingkari kawatnya mengikuti
arah jari-jari tangan kanan jika ibu jari menjadi penunjuk ke arah arus.
Medan magnetic di dalam toroid yang digulung rapat diberikan oleh

r

NI

B

π

µ

20

=

dengan r merupakan jarak dari pusat toroid.
Ampere didefinisikan sedemikian rupa sehingga dua kawat panjang yang sejajar yang
masing-masing menyalurkan arus sebesar 1 A dan dipisahkan sejarak 1 m akan
mengerahkan gaya yang tepat sama dengan 2 x 1 0-7

N/m antara satu sama lainnya.
Hukum Ampere menghubungkan integral komponen tangensial medan magnetic di
sekeliling kurva tertutup dengan arus total Ic yang melintasi luasan yang dibatasi oleh
kurva :

∫ =

C

C

I

l
d

B

tertutup

kurva

sembarang

di

C

.

1

0

µ

Hukum Ampere hanya berlaku jika arusnya kontinu. Hukum Ampere dapat

nI

B

0

µ

=

(

)

2

1

0

sin

sin

4

θ

θ

πµ

+

=

RI

B

Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM

Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM

digunakan untuk menjabarkan pernyataan dalam medan magnetic untuk keadaan dengan
tingkat kesimetrisan yang tinggi, seperti kawat panjang, lurus yang menyalurkan arus;
toroid yang digulung rapat; dan solenoid panjang, yang digulung rapat.

Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM

Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->