P. 1
Membongkar Kontradiksi AL Qur'an

Membongkar Kontradiksi AL Qur'an

|Views: 1,420|Likes:
Published by rahmanhadiq
rahmanhadiq membedah tuduhan kontradiksi dalam ayat-ayat al qur'an
rahmanhadiq membedah tuduhan kontradiksi dalam ayat-ayat al qur'an

More info:

Published by: rahmanhadiq on Apr 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/03/2014

pdf

text

original

Membedah Kontradiksi Al Qur'an

Disusun oleh : Rahmanhadiq Seorang misionaris kristen menyerang ajaran Islam dengan menggunakan ayat-ayat AL Qur’an yang menurutnya banyak mengandung kontradiksi. Tujuan dari misionaris Kristen ini adalah untuk membengkokan iman seorang muslim sehingga berbalik arah mengusung ajaran mereka yaitu ajaran Trinitas. Sebagai orang muslim yang masih mengerti, saya mencoba menangkis serangan itu , demi untuk menyampaikan kebenaran agar umat muslim tidak terpengaruh oleh hasutan-hasutan yang menyesatkan.

Dalam mukadimahnya misionaris itu mengutip surat Al Furqaan ayat 33, bahkan dia menekankan bahwa AL Qur’an itu merupakan ketetapan Allah yang absolut sehingga tidak boleh ada pertentangan di dalamnya. Tetapi dalam dawahnya itu , dia merubah terjemahan surat Al Furqaan ayat 33 tersebut menjadi kalimat yang berbunyi ;

“ Dan mereka tidak akan membawa pertanyaan padamu karena Kami mewahyukan kepada kamu kebenaran dan penjelasan yg terbaik (QS Al Furq’aan 25:33)”.

“ Dan mereka tidak akan membawa pertanyaan padamu saja kesalahan Jika Al Qur’an adalah perkataan Allah, maka tidak boleh ada satu karena Kami di dalamnya ! Padahal terjemahan yang sebetulnya adalah ;

“ Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya.( QS 25:33)”.
Nyata sekali, ayat ini ditujukan kepada ahli kitab kafir yaitu para penyembah unsur 3 Allah (ajaran Trinitas). Misionaris tersebut sengaja menghapus kata-kata kafir dari terjemahan ayat tersebut karena dia menyadari bahwa ayat tersebut memang ditujukan untuk dirinya. Pada ayat tersebut diatas, Allah menantang seluruh manusia yang mampu menggunakan pikiran warasnya, agar memikirkan tentang paham yang aneh dari ajaran Trinitas. Sementara Al Qur’an yang diturunkan Allah jelas-jelas merupakan petunjuk yang paling benar dan paling baik

penjelasannya dari pada ajaran Trinitas tersebut. Sebenarnya misionaris tersebut telah keliru mengambil sebuah ayat Al Qur’an untuk membengkokkan pikiran orang muslim. Beberapa gugatan yang diajukan oleh misionaris tersebut terhadap ayat-yat al qur’an antara lain adalah ;
Tentang Penciptaan Alam Semesta 1- Kontradiksi dlm Penjumlahan Khusus mengenai Kesalahan Hitung Hukum Waris dlm Qur'an 2- Penciptaan Langit dan Bumi 3- Langit dan Bumi diciptakan berpadu lalu dipisahkan ? 4- Matahari terbit dan terbenam 5- Bumi adalah tempat peristirahatan Matahari 6- Bintang diciptakan sebagai alat menimpuk Setan! 7- Bulan Bercahaya sendiri ! 8- Langit/Surga sebuah ATAP yg menyelimuti Bumi 9- Matahari berputar mengelilingin Bumi 10- Bumi terbentang spt karpet permadani 11- Gunung diciptakan utk mematok Bumi agar tidak bergerak saat gempa bumi Tentang Penciptaan Manusia 12- Manusia diciptakan dari Gumpalan Darah 13- Segala sesuatu diciptakan berpasangan ? Tentang Penciptaan Qur'an 14- Bagaimana Qu’ran diturunkan? Lewat Jibril ayat Ruhul Qudus ? 15- Qur'an = Pembenaran atau Penggantian terhdp ayat-ayat yang diturunkan sebelumnya? TTG ISLAM Lain-lain 16- Anak-anak nabi NUH diselamatkan atau ditenggelamkan atau kedua-duanya ? 17- Firaun diselamatkan atau ditenggelamkan atau kedua-duanya ? 18- Orang Kristen masuk surga atau neraka atau kedua-duanya ? 19- Anggur haram di bumi, halal di surga 20- Homoseksualitas, antara ya dan tidak ! 21- Zinah boleh atau tidak ? Tergantung dengan siapa dulu ! 22-ALlah bisa punya anak atau tidak ? 23-Tentang Pembunuhan Isa? 24-Tidak ada Paksaan dalam Islam ? 25-Tentang Membunuh- dibolehkan atau dilarang? 26-Tentang Orang kritian Kafir? 27-Orang dapat diselamatkan dari neraka?

Perincian Masing-masing permasaalahan ayat-ayat di dalam Al Qur’an itu , diuraikannya dengan alasan sebagai berikut ; 1. Salah Hitung Ini sering terjadi dalam Qur'an. Allahnya Islam rupanya tidak dapat melakukan kalkulasi yg sangat simpel a) BERAPA HARI UTK MENCIPTAKAN LANGIT DAN BUMI ? Menurut keterangan QS 7:.54, 10:3 dan 11:7 , “ Sesungguhnya Tuhan kamu alah Allah yang telah menciptakan (langit dan bumi) dalam enam masa”. Jadi menurut ayat2 diatas, Allah menciptakan bumi dan langit dalam 6 masa/hari. TAPI kemudian lihatlah dibawah ini ! Menurut keterangan QS 41:9; “ Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa” Menurut QS 41:10 ; “ Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa”. Menurut QS 41:12 ; “ Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa ... “ Nah sekarang, hitunglah sendiri : 2 (bagi bumi) + 4(bagi kadar2 makanan) Untuk +menjelaskan keraguan-raguan , sebaiknya ada beberapa !!! 2 (bagi langit) = DELAPAN hari dan BUKAN ENAM pertanyaan mendasar yang perlu dijawab antara lain ; Apakah yang dimaksud dengan langit ? Benda apa yang ada di dalam langit ? Bumi termasuk benda langit atau tidak? Sebenarnya seluruh ruang angkasa baik yang terlihat oleh mata maupun yang tidak , semuanya adalah langit. Jadi bumi, matahari, bulan, planet-planet dan semua bintang-bintang berada di dalam langit . Allah di dalam A Qur’an menyebutkan bahwa seluruh alam semesta ini terdiri dari 7 langit. Artinya Al Qur’an sudah mendahului hasil penelitian dan kesimpulan sain abad ini, karena sampai saat ini manusia belum mampu menentukan luas dari alam semesta dengan pasti, sehingga bagaimana bentuk dari 7 langit itu belum bisa ditentukan dengan pasti. Bukan berarti keterangan Al Qur’an itu bohong atau salah, tetapi manusia yang belum sanggup membuktikannya. Saat ini, Manusia baru dapat membuktikan bahwa lapisan atmosfir Bumi terdiri dari 7 lapis yaitu 1Troposfer yang meupakan lapisan atmosfir terdekat pada permukaan bumi, 2Stratosfer

3Ozone layer yang mengadung ozon untuk menyerap sinar UV dari matahari, 4Mesosfer, 5Termosfer, 6ionosfer dan 7Eksosfer. Hasil penemuan sain ini cocok dengan petunjuk Allah yang tercantum pada surat Al Mu’minun ayat 17 yang berbunyi ; Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah lapisan (langit). dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan(Kami). ( QS 23:17)”. Petunjukan dari ayat diatas diperkuat lagi oleh Allah di dalam Al Qur’an surat Al Mulk ayat 3 yang berbunyi ; “ Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? ( QS 67:3) “. Bahkan menurut pakar Geologi mengatakan bahwa lapisan Bumi terdiri dari 7 lapisan yaitu; 1inti bagian dalam, 2inti bagian luar, 3Mesosfer, 4Asthenosfer, 5Lithosfer, 6Mantel dan 7Kerak . Hasil penemuan Sain ini telah dinyatakan di dalam Al Qur’an 14 abad yang lalu dalam surat Ath Thalaq ayat 12 yang berbunyi ; “ Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pulalah halnya dengan bumi (QS 65:12) “. Seperti gambar berikut ;

Sementara menurut para Ahli Nuklir bahwa unsur terkecil dari suatu benda yaitu atom , electron mengelilingi inti atom dengan 7 lapisan.

Menurut hasil penelitian Borh, atom mempunyai 7 lapisan yang dapat diisi oleh electron-elektron sesuai dengan jumlah dan tingkatan energy electron yang terdapat pada atom tersebut. Hidrogen sebagai atom dengan jumlah electron terkecil dapat mengisi lapisan pertama sedangkan atom dengan electron terbanyak akan mengisi ke 7 lapisan tersebut.

Kembali ke ayat yang diragukan kebenarannya oleh misonaris diatas, maka saya menganjurkan kepada dia untuk melakukan hitungan ulang. Cobalah dihitung lagi keterangan kejadian alam dari ayat QS 7:54, QS 10:3 dan QS 11:7 diatas, tidak akan ditemukan adanya kontradiksi tetapi justru saling menguatkan. Artinya beberapa kali Allah mengatakan bahwa langit itu (termasuk di dalamnya Bumi, Matahari, planet-planet dan Bintang-bintang secara keseluruhan) diciptakan selama 6 masa (hari). Pertanyaannya adalah ; kenapa harus selama 6 masa, kalau langsung jadi saja bagaimana? Bukankah Allah berkuasa untuk itu? Hal itu disebabkan karena seluruh alam yang fana ini tidak sanggup menerima beban yang sangat berat untuk sekaligus jadi, tetapi alam membutuhkan proses yang bertahap sebagaimana proses kejadian manusia di dalam rahim ibunya. Begitulah kelemahan alam yang fana ini dibandingkan dengan sang Penciptanya, bahkan pada suatu saat nanti alam semesta ini akan hancur dimakan umurnya sendiri sesuai dengan perjalan waktu yang tidak bisa dihentikan oleh alam itu sendiri. Sama halnya dengan manusia yang tidak sanggup menolak kematiannya. Sekarang saatnya saya membahas surat Al Fushshilat ayat 9 sampai dengan ayat 12, kita akan membahasnya satu per satu. Ayat 9 berbunyi ;
“ Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam" ( qs 41:9)”.

Ayat ini nyat-nyata menampar orang kafir, sebagaimana dia tidak mengakui keEsaan Allah tetapi mengusung ajaran Trinitas yang jelas-jelas mempersekutukan Allah dengan makhluk ciptaanNYA. Hanya Allah yang telah menciptakan bumi yang merupakan bagian dari langit selama 2 masa. Pertanyaannya adalah; apakah hanya bumi saja yang diciptakan 2 massa? Bagaimana dengan benda langit yang lainnya seperti bulan, matahari dan bintang-bintang, apakah dalam 2 masa juga? Apakah bumi yang diciptakan terlebih duhulu, kemudian baru Allah terbang ke bulan, lalu hinggap ke matahari kemudian melayang ke bintang-bintang yang banyak itu? Apakah Allah menciptakan satu-persatu atau sekaligus? Untuk menjawab pertanyaan diatas, saya ajak pembaca untuk menelusuri ayat-ayat al qur’an yang lain supaya dapat memahaminya. Menurut Al Qur’an, seluruh alam semesta ini dulunya berasal dari satu kesatuan yang mengalami pemisahan, seperti yang tercantum pada Surat AL ANBYAA' - Ayat 30 yang berbunyi ; “ Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? ( QS 21:30)” Menurut hasil telaah para ahli astronomi, menunjukkan bahwa alam semesta ini berasal dari pemisahan akibat ledakan besar (teori Big Bang) yang menyebabkan seluruh benda-benda langit ini makin lama makin meluas atau melebar. Artinya seluruh benda langit ini terbentuk sekaligus akibat ledakan besar itu. Masing-masing pecahan yang berasal dari pusat ledakan itu membentuk unsur-unsur yang berlainan karakteristiknya, seperti matahari, bintang-bintang , bumi , bulan asteroid, komet dan lain sebagainya. Menurut al qur’an , sebelum Matahari, Bulan serta bintang-bintang terbentuk, masing-masing masih berupa asap (gas) yang berasal dari sumber ledakan dahsyat. Seperti yang tercantum dalam surat Al Fushshilat ayat 11 yang berbunyi; “ Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati ( QS 41:11)”. Ayat diatas memberi petunjuk bahwa setelah penciptaan langit dan bumi itu rampung, maka keduanya tunduk kepada ketentuan yang sudah ditetapkanNYA. Misalnya bulan mengorbit bumi, bumi berotasi, matahari bersinar dan begitu juga dengan bintang-bintang lainnya yang

masih belum diketahui karakteristiknya dengan pasti. Bumi ini merupakan bagian dari bendabenda langit lainnya. Jadi jelaslah bahwa Allah menciptakan alam semesta ini sekaligus bukan satu persatu, termasuk bumi, bintang-bintang, matahari dan bulan. Artinya penciptaan benda-benda langit termasuk bumi atau seluruh alam semesta yang merupakan tujuh langit itu, mulai dari ledakan awal lalu berubah menjadi gumpalan asap lalu memadat dan kemudian tunduk mengikuti sistim peredaran yang sudah ditetapkan , membutuhkan waktu selama 2 masa. Hal ini sesuai dengan ketentuan ayat ke 12 dari surat Al Fushshilat yang berbunyi ; “ Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya (QS 41:12)”. Pertanyaannya adalah ; apakah yang terjadi setelah penciptaan 2 masa itu? Ternyata setelah selasai 2 masa tersebut, Allah masih melanjutkan proses penciptaan alam semesta ini. Akan siasialah alam ciptaan Allah ini kalau tidak dapat mendukung system kehidupan. Akan sia-sialah Bumi ini kalau hanya berupa benda mati tanpa didiami oleh makhluk hidup seperti tumbuhtumbuhan, hewan dan manusia. Hal ini sesuai dengan petunjuk dan keterangan surat AL Fushshilat ayat 10 yang berbunyi ; “ Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (habitat dan ekosistimnya) dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya (QS 41:10)”. Keterangan ayat diatas memberi petunjuk bahwa persiapan bumi untuk dapat menampung sistim kehidupan membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan penciptaan langit dan bumi itu sendiri. Persiapan bumi tersebut antara lain adalah; terbentuknya system penstabil suhu, sistim peredam getaran yaitu berupa gunung-gunung yang kokoh, sistim pendingin lainnya seperti air laut, es dan air tawar, lapisan udara dan atmosfir bumi yang dapat mecegah pemanasan global dan kerusakan akibat radiasi sinar UV dari Matahari serta melindungi bumi dari jatuhan meteor-meteor dan banyak lagi sistem pertahanan bumi yang belum diketahui dengan pasti. Ternyata Allah sudah mempersiapkan dan merancang bumi untuk tempat kehidupan manusia jauh sebelum manusia (Adam) diciptakan. Takdir manusia telah ditentukan oleh Allah untuk hidup di atas bumi, karena manusia sudah dipersiapkan akan memimpin dan mengelolanya. Surat Al Fushshilat ayat 9 dilengkapi dan disempurnakan oleh surat Al Fushshilat ayat 12, kedua surat ini saling melengkapi dan saling terkait. Tidak ada pertentangan pada kedua ayat tersebut. Orang-orang kafir selalu mencari-cari alasan untuk menentang ayat-ayat Allah, padahal mereka mengetahuinya.

Jadi kalau di jumlahkan lama penciptaan bumi oleh Allah di dalam al Qur’an adalah ; 2 masa + 4 massa = 6 massa. Artinya penciptaan Bumi sama dengan penciptaan alam semesta yaitu 6 masa. Sementara dia menjumlahkannya menjadi 8 karena dia mengira bahwa Bumi ini tidak termasuk benda angkasa dan tidak termasuk bagian dari jagat raya ini, seolah-lah dia hidup di alam lain yang hanya dikhususkan untuknya sendiri. Kesimpulannya adalah bahwa bumi ini merupakan bagian dari sistim jagat raya yang diciptakan selama 6 massa. Pertanyaannya adalah ; Kalau Bumi telah dirancang untuk menampung kehidupan diatasnya sesuai dengan 4 masa penciptaan berikutnya, maka apakah benda-benda angkasa lainnya seperti planet dan bintang-bintang telah siap menampung kehidupan untuk manusia? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Al Qur’an menantang seluruh manusia untuk menjelajahi ruang angkasa dan mengunjunginya. Manusia tidak akan sanggup melintasinya jika hanya dengan mengkhayal dan bermimipi , melainkan harus dengan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang canggih , seperti yang di abadikan pada Al Qur’an dalam surat Ar Rahmaan ayat 33 yang berbunyi ; “ Hai sekalian jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak akan dapat menembusnya melainkan dengan kemampuan (sain dan teknolgi) ( QS 55:33)”. Kemajuan sain abad sekarang belum mampu untuk membuktikan adanya benda angkasa lain yang dapat mendukung kehidupan manusia disana, tetapi baru pada tahap memprediksi berdasarkan teknologi yang dimiliki sain saat ini. Para ahli Astronomi berpendapat bahwa tidak satupun planet tata surya ini dapat menampung kehidupan manusia karena iklim dan temperaturnya yang tidak bersahabat juga tidak adanya tanda-tanda kehidupan di planet tersebut. Pakar astronomi memprediksinya berdasarkan perkiraan suhu dari warna planet yang dihasilkan. Misalnya planet Venus(480oC) dan Merkurius (450oC), merupakan suhu yang sangat tinggi karena kedua planet ini dekat dengan matahari, sementara planet yang lebih jauh dari bumi terhadap matahari seperti Saturnus(-180oC), Yupiter(-150oC) dan Uranus(-214oC) sangat dingin karena jauh dari matahari. Saat ini belum ada manusia yang berhasil mendarat di salah satu planet tata Surya tersebut, apalagi di bintang-bintang lainnya yang jumlahnya bermilyar-milyar. Diantara milyaran bintang yang ada, kebolehjadian menemukan planet seperti bumi masih ada harapan, dan salah satunya memang telah ditemukan, yakni planet yang mengelilingi bintang redup Gliese 581, yang terletak pada 20,5 tahun cahaya dari bumi, dan berada pada rasi Libra. (catatan : jarak Bumi –Gliese adalah setara dengan 20,5 x 9.500.000.000.000 kilometer) Penemuan dilakukan dengan teleskop European Southern Observatory (ESO) bergaris tengah 3,6 meter yang ada digurun Atacama Chile. Salah satu yang menjadi landasan bagi para astronom penemu mengatakan planet tersebut serupa dengan bumi adalah kemungkinan

adanya air yang mengalir dipermukaannya. Ini dapat terjadi karena suhu planet tersebut sedang, artinya tidak seextrim Merkurius. Stephane Udry dari Observatorium Geneva yang mengepalai penulisan laporan penemuan ini di Journal Astronomy & Astrophysics terbitan mendatang menyebutkan, suhu rata-rata planet ini antara 0 derajat dan 40 derajat celcius, jadi memungkinkan adanya air dalam wujud cair. Dengan adanya air dalam bentuk cair, ada pula kemungkinan terdapat kehidupan diplanet yang oleh para astronom lalu disebut "super – earth " ini. Lebih jauh lagi disebutkan bahwa radius planet hanya 1,5 kali radius bumi, dan model yang dibuat memperlihatkan planet ini merupakan planet batuan –seperti halnya bumi-atau tertutup oleh lautan. Hal ini akan jadi focus penyelidikan misi antariksa mendatang, kata Xavier Delfosse, anggota penemu dari universitas Grenobles. Terutama untuk mencari kehidupan extraterrestrial. Harapan itu masih tetap ada, yang harus dipikir bagaimana manusia bumi dapat berkunjung ke “ super – earth” yang berjarak 20 tahun cahaya itu. Alat apa yang dapat membawa manusia menuju planet itu, karena peralatan dan sistim yang ada sekarang tidak sanggup menjadi kendaraan utuk mengangkut manusia kesana.

2. Hari-hari Allah : 1.000 atau 50.000 tahun ? Menurut QS 22:47; “ Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah
seperti seribu tahun menurut perhitunganmu”. Tetapi Menurut QS 70:4 ; “ Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun. Pada surat Al Ma’arij ayat 4 mengatakan bahwa sehari itu kadarnya 50.000 tahun, sedangkan pada surat Al Hajj menunjukkan bahwa sehari itu sama dengan 1000 tahun. Misionaris Kristen tersebut menuduh bahwa al Qur’an mengandung ayat-ayat yang kontradiksi. Sebelum membahas soal diatas, yang perlu dipertanyakan adalah; Apakah benar tuduhan kisionaris tersebut? Apakah misonaris tersebut hanya mencari-cari alasan untuk mendiskriditkan terjemahan Al Qur’an? Apakah kata “ hari “ yang dimaksud pada kedua ayat diatas adalah sinonim? Bukankah pengertian kata “hari” di dalam bahasa Indonesia bisa saja mempunyai arti yang beragam ? Untuk itu marilah kita bahas satu persatu. Pada Al Ma’arij ayat 4 berbunyi ;

‫و‬
Malaikat-malaikat dan roh (Jibril) naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun (QS 70:4)”.

Ayat ini memakai kata “Yaummin” yang berarti waktu, masa, atau hari dalam bentuk jamak. Kata “Yaummin” diterjemahkan dalam bahasa Indonesia atau bahasa melayu dengan kata yang sepadan yaitu “sehari”. Kata “Yaummin” bermakna sebagai jadwal atau siklus, atau periode. Konteks ayat diatas menerangkan tentang jadwal kedatangan malaikat pada Allah yang setiap satu kali pergiliran waktu lamanya sama dengan 50 ribu tahun menurut perhitungan waktu di bumi. Jadi ayat tersebut menjelaskan tentang perjalanan waktu malaikat Jibril menemui Allah. Dalam bahasa Indonesia sering kali sebuah kata mempunyai arti yang berbeda-beda. Misalnya, perhatikanlah kalimat berikut ; “Matahari terbit pada pagi hari di ufuk Timur” dan bandingkan dengan kalimat “Majalah NOVA terbit hari Rabu” Pada kalimat pertama, kata “terbit” bermakna “muncul, timbul atau terlihat” sedangkan kata “hari” bermakna “pada saat” atau “ketika”. Jadi kalimat ini sebaiknya lebih tepat menjadi “ Matahari terlihat pada saat pagi di ufuk Timur”. Sementara pada kalimat kedua , kata “ terbit “ bermakna “dicetak, diedarkan, atau dijual” dan kata “hari” bermakna “setiap”, atau “jadwal” atau “periode”, jadi kalimat ini sebaiknya lebih tepat menjadi “Majalah NOVA dicetak setiap Rabu”. Surat Al Hajj ayat 47 yang berbunyi :

“ Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu (QS 22:47) ”. Ayat ini memakai kata “Yauman” , yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan kata yang sepadan yaitu “sehari”. Kata Yauman bermakna bentuk kata yang berulang yang menunjukan jumlah seperti waktu-waktu, masa-masa, atau hari-hari dalam bilangan Allah. Ayat ini berkaitan juga dengan ayat 54 surat Al A’raaf yang menjelaskan tentang masa-masa, waktuwaktu atau hari-hari penciptaan Alam Semesta oleh Allah.

“ Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari (masa) , lalu Dia bersemayam di atas Arasy( QS 7:54)”.

Ayat ini menggunakan kata “Aiyamin” yang dalam bahasa Indonesia atau melayu diterjemahkan dengan kata sepadan yaitu “sehari”. Kata Aiyamin bermakna jumlah waktu, jumlah hari, jumlah masa yang merupakan sifat perkerjaan dari kata masanya, waktunya, atau harinya yang berbilang. Kontek ayat ini menerangkan tentang jumlah waktu-waktu, atau masamasa atau hari-hari penciptaan alam semesta oleh Allah. Ayat ini menjelaskan bahwa penciptaan alam semesta berlangsung selama 6 masa-masa atau 6 tahap, dimana setiap tahapnya sama sengan 1000 tahun perhitungan waktu di Bumi. Coba bandingkan lagi dengan surat al Asrh ayat 1 sampai 2 ;

‫ا إل‬
“ Demi masa (hari). Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
(qs Al ashr 103:1-2) “,

Ayat ini mengunakan kata “Al A’srh” yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan kata yang sepadan yaitu “hari” atau “masa”. Kata “Al A’srh” bermakna sifat dari waktu, masa, atau perjalanan hari. Seperti perjalanan waktu yang tidak dapat dihentikan, atau sifat dari perjalanan hari yang tidak bisa berlaku surut, atau sifat perjalanan masa yang terus berjalan tanpa henti. Coba bandingkan lagi dengan kata “Yaumal” pada surat Al Baqaraah ayat 85 ; “ Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian dari padamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat (qs Al Baqarah 2:85)”. Ayat tersebut diatas menggunakan kata “Yaumal” yang dalam bahasa Indonesia atau Melayu diterjemahkan dengan kata sepadan yaitu “hari”. Kata “Yaumal” bermakna “waktu kejadian” atau “ketika” atau “pada saat”, atau “manakala”. Kalimat “yaumal qiyamah” pada ayat tersebut diatas diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan “ hari kiamat” padalah kalimat

tersebut lebih tepat diterjemahkan sebagai “ pada saat kiamat” atau “ketika kiamat” atau “manakala kiamat”. Begitulah Allah menyampaikan firmanNYA dengan tata bahasa yang sangat cermat , indah, penuh perhitungan, penuh arti dan penuh makna bagi orang-orang yang mau berpikir dan memahaminya. Mahabenar Allah dengan segala firmanNYA. Jadi tidak ada yang kontradiksi keterangan dari kedua ayat diatas , seperti yang anda tuduhkan, tetapi orang kafir selalu mencari—cari pertentangan di dalam ayat tersebut demi misi dakwahnya untuk menyesatkan umat muslim yang belum mengerti.. Sekiranya terdapat perbedaan arti dalam terjemahan atau tafsir dari kedua ayat tersebut diatas, maka hal itu bukan karena ayat dalam Al qur'an yang salah, bahasa asli al qur’an itu masih tetap tidak berubah hingga saat ini, tetapi si penterjemahlah yang belum sanggup membuat tafsiran atau padanan kata yang tepat. 3. Penciptaan Langit dan Bumi Siapa yang duluan ? Menurut ayat2 dibawah ini, Allah mengatakan : Bumi terlebih dahulu, tapi di ayat yang lain juga mengatakan : Langit terlebih dahulu ! Menurut QS 29:2 ; “ Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit”. Lihat juga Q 79: 27 - 30 ! Jadi benarkah menurut Quran, Bumi diciptakan sebelum alam semesta ? Itukah yg dibuktikan sains modern ? Apa pula yg dimaksud dgn ketujuh lapusan langit itu ? Menurut sains modern, tidak ada Atap diatas bumi kita. Hanya alam semesta tanpa batasan.

Surat Al Baqaraah ayat 29 berbunyi ; “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu (QS 2:29)”. Kalau kita telaah ayat tersebut diatas, konteksnya bukan masaalah penciptaan Bumi atau penciptaan langit, tetapi tentang rahman Allah kepada manusia yang telah menyediakan segala kebutuhan hidup manusia di planet bumi ini. Dan ayat ini juga menerangkan bahwa Allah

mengatur seluruh alam semesta yang berjumlah 7 langit itu dari suatu tempat dimana manusia tidak mengetahui keberadaan Allah, sebaliknya Allah Maha mengetahui segala sesuatunya. Pertanyaannya adalah, apakah yang dimaksud dengan langit? Apakah langit itu berjumlah tujuh? Mana sajakah langit yang tujuh itu? Pengertian langit disini bisa saja segala sesuatu yang menghiasi jagat raya, atau bisa juga berupa kelompok (cluster) dari galaxy yang mengandung milryaran bintang, kemudian bergabung dalam suatu selubung yang disebut dengan supercluster. Cluster atau selubung dari tatasurya kita yang berpusat di Matahari berfungsi untuk melindungi seluruh benda-benda angkasa (misalnya planet-plnaet) yang berada dalam pengaruh gravitasi matahari sehingga tidak terlepas ke tarikan bintang lain dan juga untuk mencegah tatasurya matahari tidak bertabrakkan dengan bintang-bintang lainnya akibat daya tarik menarik atau daya tolak menolak antar sesama bintang . Begitu juga dengan bumi yang dilapisi oleh 7 langit yang dapat berfungsi melindunginya dari jatuhan meteor atau dari radiasi sinar UV Matahai yang membahayakan makluk hidup di bumi. Jadi mana mungkin di dilangit ada atap sebagaimana tempat tinggal manusia di bumi ( ini pertanyaan yang sangat kekanak-kanakan). Kata “atap” di dalam ayat diatas, hanya berupa gaya bahasa yang hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang beriman dan orang yang mau berpikir. Sangat banyak sekali materi di langit hingga sampai sekarang belum diketahui wujudnya dengan pasti, kecuali hanya berupa hipotesa dan dugaan-dugaan saja. Kemampuan Sain modern dan teknologi untuk mengungkap rahasia jagat raya hingga sekarang masih berupa misteri yang belum teridentifikasi dengan pasti. Allah mengatakan di dalam al Qur’an terdapat 7 langit, hal ini bukan berarti Allah berkata bohong atau salah, namun sampai sekarang para ilmuwan belum mampu membutikannya. Kemudian kita lanjutkan membahas surat An Nazi’aat ayat 27 sampai 33 yang berbunyi ; “Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya27, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya 28, dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita dan menjadikan siangnya terang benderang 29. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya30. Ia memancarkan daripadanya mata airnya dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya31. Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh32, (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu (QS An Nazi‟aat79:27-33)”. Ayat-ayat tersebut diatas secara keseluruhan memberikan gambaran tentang tahap-tahap penciptaan bumi dan juga menyindir orang kafir yang telah menyembah manusia(Yesus). Pada

ayat tersebut Allah menerangkan bahwa penciptaan Alam semesta lebih sulit dari pada penciptaan Adam, sedangkan penciptaan Adam lebih sulit dari pada penciptaan Yesus. Lantas kenapa umat nasrani menyembah ciptaan Allah?. Kata-kata “meninggikan bangunannya” merupakan kata-kata kiasan atau gaya bahasa yang dapat diterima oleh siapa saja ketika Al Qur’an diturunkan 14 abad yang lalu. Namun seorang ahli astronomi muslim menterjemahkan kata itu sebagai isi “ alam semesta yang semakin meluas sebagaimana kita menyaksikannya jauh atau “meninggi” dari bumi. Selanjutnya Allah menyempurnakan isi alam semesta ini dengan suatu ketetapan yang sudah ditentukan sesuai dengan karakteristik benda-benda angkasa (langit) itu. Hal tersebut ditandai oleh sudah terjadinya proses siang dan malam (rotasi Bumi) akibat dari radiasi sinar matahari yang menerangi bumi begitu juga dengan ketetapan pada bintang-bintang di galaxy yang lainnya. Lalu Bumi “dihamparkannya”, dimana kata ini juga bermakna gaya bahasa atau kiasan tentang “mempersembahkan” , “mempersiapkan” atau “menyediakannya“ bumi untuk semua makhluk hidup seperti tumbuh-2an , hewan dan manusia kelak. Selanjutnya Allah menyediakan air untuk menyuburkan tumbuh-2an yang memancar dari dalam tanah atau dari awan yang menurunkan hujan. Kemudian gunung-gunung dikokohkan dan diperbanyak di seluruh permukaan bumi supaya dapat meredam goncangan akibat gempa nantinya, sebab hewan dan Manusia tentu tidak akan tahan menerima goncangan gempa yang dahsyat yang akan menyebabkan mereka akan punah. Kemudian setelah bumi ini disuburkan oleh tumbah-tumbuhan , lalu Allah menciptakan hewan-hewan agar dapat mengkonsumsi tumbuh-2an itu dan juga hewan-hewan carnivore untuk memakan hewan herbivore sehingga terbentuklah rantai makanan yang tidak putus-putusnya dan masing – masing berkembang biak untuk memainkan peranannya masingmasing. Pada gilirannya nanti , hewan-hewan itu akan diatur oleh manusia dalam bentuk perternakan dan tumbuh-tumbuhan dalam bentuk pertanian. Itu semua merupakan nikmat . karunia dan perencanaan yang sudah dirancang dan ditetapkan oleh Allah di bumi ini begitu juga pada gugusan bintang lainnya. Surat An Nazi’aat ayat 27-33 tersebut diatas melengkapi dan menguatkan keterangan dari Al Fushilat ayat 10. Jadi tidak ada yang bertentangan atau kontradiksi dalam ayat-ayat Al Qur’an. Orang-orang kafir yang selalu menantang al qur’an ingin mendustakan untuk merusak ayatayat Alah dari surat diatas, lalu mengambil hikmah lain menurut pemikiran mereka. Mereka berpikiran bahwa ketika Allah sudah selesai menciptakan Bumi, maka kemudian Allah terbang ke langit untuk istirahat. Orang-orang kafir mengartikan dan memaknai ayat-ayat Allah dengan nalar yang kekanak-kanakan sebagaimana mereka telah mendustakan ayat-ayat Allah di dalam Bible. Hal ini karena di dalam Bible tidak terdapat ketentuan yang benar tentang penciptaan Alam dan tetang kejadian-kejadian lainnya.

3. Langit dan Bumi dulunya diciptakan terpadadu? Menurut QS 21:30 ; “ Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui
bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya”.

Terjemahan dari surat Al Anbiayaa’ ayat 30 menyatakan ; “ Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka

mengapakah mereka tiada juga beriman? (qs 21:30)”.
Ayat ini sebenarnya ditujukan kepada orang-orang yang tidak menggunakan pikirannya, terutama kepada orang-orang kafir menyembah dewa-dewa, berhala dan manusia (Yesus). Allah memberikan penjelasan dan pengetahuan yang sebenarnya kepada orang-orang kafir agar mereka ingat dan tunduk kepada sang pencipta yaitu Allah. Tentu saja orang-orang kafir tidak akan mempercayai firman Allah ini, bahkan mereka akan menentang ayat tersebut karena kebodohan mereka. Seolah-olah mereka merasa lebih pintar padahal mereka tidak dapat menolak kematian yang akan meregut nyawanya, mereka selalu mendustai akan nikmat Allah yang telah mereka ambil dari Bumi Allah ini. Mungkin berdasarkan alam pikirannya, mereka akan mendustakan firman Allah tersebut, namum sekiranya mereka mengikuti perkembangan sain , maka para ahli antariksa membenarkan bahwa kejadian alam semesta berasal peledakan besar (teori big Bang) dari satu tempat. Pada mulanya jagat raya ini berasal dari gumpalan bola api yang mempunyai kerapatan yang tidak terhingga, kemudian diikuti oleh ledakan dahsyat yang menghasilkan ruang, waktu dan berbagai materi yang tidak terhingga yang disebut dengan inflasi. Inflasi ini menghasilkan ekspansi ruang yang luar biasa cepatnya diikuti dengan pertumbuhan energy dari masingmasing materi yang seterusnya mengalami perubahan-perubahan seiring dengan perjalanan waktu. Ekspansi ini akan berhenti setelah transfer energy tersebut mencapai keseimbangan menuju pembentukan materi yang stabil. Perubahan yang terjadi selanjutnya adalah terbentuknya proses pendinginan, proses pemadatan, perubahan gaya gravitasi untuk menahan ekspansi atom-atom, terbentuknya gaya elektromagnetik, terbentuknya elemen gas seperti N2, O2, He dan sebagainya, terbentuknya materi padatan dari debu yang mengepul, , diikuti oleh terbentuknya bintang-bintang yang diselubungi oleh kantong-kantong (cluster), dan

juga pembentukkan kelompok-kelompok bintang dalam sebuah galaxy. Masing-masing materi yang terbentuk menghasilkan ciri-ciri yang karakteristiknya berbeda-beda. Kemudian sesuai dengan perjalanan waktu, terjadi perkembangan berikutnya dalam rangka mempersiapkan berbagai bentuk kehidupan. Teori Big Bang ini , telah didahului oleh pernyataan Al Qur’an 16 abad pada surat Al Furqan ayat 25 yang berbunyi ; “ Dan (ingatlah) hari (ketika) langit pecah belah mengeluarkan kabut putih dan diturunkanlah malaikat bergelombang-gelombang (qs Al Furqan 25:25)”. Pada tahun 1755 Immanuel Kant memberikan hypotesa terhadap teori pembentukan tatasurya , dimana Fragmen-fragmen gas yang telempar tersebut mengalami pendinginan , mencair dan memadat. Kemudian teori ini dikembangkan lagi oleh Pierre de Lapplace pada tahun 1796 dengan menyodorkan hipotesis Nebula, dimana gas dan kabut yang terbentuk tersebut mengalami perputaran (rotasi) yang menyebabkan dia memadat dan berotasi lebih cepat. Kemudian teori ini berkembang lagi menjadi suatu hipotesa planetisimal, dimana masingmasing tata surya yang sudah mengadung sistim planet dan mataharinya memisah pada saat terjadi ledakan pertama kali. Pada tahun 1956 berkembang lagi hyopotesa dari Hoyle tentang terbentuknya tatasurya . Dia menyatakan bahwa tatasurya terbentuk akibat perpisahan 2 bintang berdekatan yang berasal dari ledakan awal , dimana yang satunya membentuk matahari sedangkan yang satunya lagi pecah membentuk planet-planet. Terlepas dari siapapun para ilmuwan yang menyampaikan teorinya, semua menyatakan setuju bahwa kejadian alam semesta berasal sesuatu yang menyatu , kemudian mengalami pemisahan akibat terjadinya suatu ledakkan besar. Jadi sampai sekarang keterangan di dalam ayat-ayat Al Qur’an masih relevan dengan perekembangan sain ilmiah, padahal Al Qur’an sudah diturunkan jauh sebelum para ilmuwan itu dilahirkan. Pertanyaannya adalah ; apakah Muhammad seorang peramal atau seseorang yang menyampaikan kalimat-kalimat Allah? Kalau masih ada manusia yang mendustakan keterangan ayat al qur’an diatas, maka sama saja dia tengah hidup di abad sebelum al qur’an diturunkan. Hanya orang bodoh yang mengatakan bahwa bumi bukan termasuk benda langit, seolah-olah mereka belum ada di zaman sain ilmiah sekarang, mereka mungkin berada pada zaman jahiliah dahulu. Mereka kembali ke zaman primitive.

4. Benarkah Matahari terbenam di laut berlumpur hitam ?
“ Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam (QS 18:86)”,

Baiklah kita coba mambahas ayat dalam surat Al Kahfi ayat 86 yang berbunyi; “ Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: "Hai Zulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka (QS 18:86) “. Sebenarnya ayat ini masih berhubungan dengan 2 ayat sebelumnya dan 2 ayat sesudahnya. Ayat-ayat ini menceritakan tentang perjalanan nabi Zulkarnain dalam menyebarkan dakwah dan pengaruh kekuasaanya ke berbagai negeri. Matahari saat itu terlihat ( wajada) oleh Zulkarnen sedang terbenam di suatu daerah berupa hamparan laut yang bewarna hitam. Dalam hal ini tidak salah, kalau Zulkarnaen sedang menyaksikan terbenamnya matahari tersebut bahkan sampai sekarang kita masih dapat menyaksikan matahari terbenam. Tempat matahari terbenam bisa saja diatas gunung, di dalam laut, atau ke dalam tanah disuatu padang pasir , tergantung dari posisi mana mata melihatnya. Ayat tersebut tentu saja tidak memberikan arti atau menjelasan bahwa “zulkarnaen sampai diujung negeri yaitu suatu tempat dimana matahari tenggelam (tempat tenggelamnya matahari adalah di lumpur hitam)”. Kata-kata matahari terbenam atau terbit di dalam cerita tersebut, bukanlah dalam arti yang sesungguhnya, tetapi merupakan gayabahasa yang perlu dimaknai dengan kejujuran berpikir. Bukan seperti yang ada dalam pemikiran anak-anak kecil yang sedang mendengarkan cerita sebelum bobo. Kalau dikatakan sebuah kalimat “ Koran Harian Pembaharuan terbit Sore hari” , apakah hal ini berarti bahwa Koran tersebut adalah sebuah matahari? Kata Matahari terbenam juga bisa menunjukan waktu shalat magrib yaitu pada waktu matahari terbenam di sebelah barat. Tidak ada yang aneh dalam cerita tersebut, namun maksud dari cerita itu perlu dijelaskan kepada anak-anak kecil yang belum paham akan makna teks tersebut. Cerita dari zulkarnaein ini belum berakhir pada ayat 86 itu, tetapi dilanjutkan kembali pada ayat 89 dan 90 dimana Zulkarnain masih melihat matahari terbit dan bersinar terang (bukan bewarna gelap sehabis tercebur dari dalam lumpur) di sebelah timur , yang berbunyi ;

“ Kemudian dia menempuh jalan (yang lain) 89. Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu, (qs 18:89-90) “. Kalimat “terbit matahari” dalam cerita diatas bukan menunjukkan tempat dimana matahari terbit, tapi kalimat itu menerangkan tentang waktu kejadian saat matahari terbit (pagi atau subuh). Semua manusia yang hidup di bumi saat ini tentu tidak dapat disalahkan ketika benarbenar melihat matahari yang terbit atau tenggelam termasuk juga anda. Dalam kedua kejadian cerita diatas, topik dari kisah itu bukan membicarakan masaalah terbit atau terbenamnya matahari tetapi bagaimana sikap Zulkarnen dalam memutuskan perkara yang adil pada suatu kaum yang lalim sementara yang lainnya saleh terhadap perintah Allah. Apabila seorang guru yang mengatakan kepada murid-muridnya bahwa 1 + 1 = 3, lalu muridmuridnya mengira guru itu bodoh, apakah orang tua dari murid-murid akan meminta kepada kepala sekolah untuk memberhentikan guru tersebut? Padahal mungkin saja seorang guru sedang menguji kemampuan murid-muridnya.

5 Apakah Bumi tempat peristirahatan Matahari? Sebab menurut QS 36:38 ; “ dan matahari berjalan di tempat peredarannya”. Sedangkan menurut QS 36:40 ; “ tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan
bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya “. Allah memang saintis hebat. Dimana letak matahari dan bulan ? Bagaimana mereka dapat saling mendahului ? Apakah mereka bertetangga ? 'Allah' dulu melihat dari bumi bahwa matahari dan bulan bergerak dari timur ke barat dlm langit yg sama, tanpa bertabrakan. Allah tidak tahu bahwa fenomena ini diakibatkan karena rotasi bumi dan BUKAN rotasi matahari. Bagi bumi, matahari tidak bergerak-gerak, karena bumi berada pada peredaran/gravitas matahari, spt kami (manusia) berada dlm peredaran/gravitas bumi. Allah tidak pernah mengatakan dalam QuranNya bahwa BUMI BERPUTAR PADA SUMBUNYA (ROTASI). Mungkin Allah tidak dapat merasakan rotasi bumi.

Sebenarnya keterangan dan petunjuk dalam surat Yaasin 36:38 tersebut masih berhubungan dengan ayat 37 sampai dengan ayat 40 yaitu ;

“ Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan,(37) dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.(38) Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.(39) Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya (qs Yaasin 36: 37- 40)”. Apakah keterangan ayat diatas dapat membuktikan fenomena hubungan antara bumi, bulan dan matahari? Kata-kata yang tersusun dalam ayat - ayat diatas merupakan susunan kata-kata yang mengandung makna supaya dapat dipikirkan lebih lanjut. Orang awam akan menerima keterangan ayat itu dengan apa adanya sesuai dengan apa mereka saksikan setiap harinya, sedangkan bagi para ulama islam akan mengamini keterangan tersebut sebagai rahmat dari Allah. Sementara para ilmuwan tidak akan puas sebelum membuktikan bahwa keterangan ayat tersebut harus bersesuaian dengan perkembangan ilmu pengetahuan (sain) dan logika. Sebaliknya para penentang Al Qur’an dari kalangan umat nasrani yang kafir akan memperolokolokannya. Apakah ayat AL Qur'an yang diturunkan oleh Allah pada abad 6 Masehi tersebut masih relevan dengan bukti sain modern? Bagaimana metode pembuktiannya? Kenyataan bahwa Bumi berbentuk bola , baru diakui setelah abad ke 8 M (dua abad setelah diturunkan Al Qur’an), sedangkan Bumi dan planet-planet beredar mengeliling matahari baru diakui dan ditemukan pada tahun 1512 oleh Kopernikus (10 abad setelah Al Qur’an diturunkan). Kemudian pada perkembangan selanjutnya pada abad ke 20 ditemukan bahwa matahari hanya bagian kecil dari gugusan bintang-bintang yang disebut Galaxy (teori Milky Way). Semua bintang-bintang dalam galaxy tersebut ternyata bergerak mengitari satu titik. Jadi dalam hal ini ternyata sains modern menyimpulkan bahwa matahari juga bergerak bersama-sama bintangbintang lain didalam galaxynya. Al Qur’an pada surat Yasiin ayat 38 diatas , mengatakan bahwa matahari juga bergerak atau berjalan di tempat peredarannya pada Abad ke 6 M , jauh sebelum sains modern membuktikannya. Namun kalau kita perhatikan juga pada kata-kata di ayat 38 tersebut berbunyi “ matahari berjalan di tempat peredarannya”. Pertanyaannya adalah; apakah artinya “ berjalan ditempat ?” lalu ditambahkan lagi dengan “ peredarannya ?”. Tidak ada kata lain yang dapat dimaknai kecuali “ diam ditempat dan bergerak dengan cara berotasi” , yang

bermakna matahari itu bergerak pada posisi diam. Maka dapat disimpulkan bahwa matahari berotasi dalam posisi diam terhadap planet-planet lainnya. Mengapa Allah tidak menjelaskan saja dengan tegas bahwa matahari itu berotasi, tetapi menyampaikannya dengan petunjuk yang membingungkan bagi pakar sain? Mungkin saja Allah menyampaikannya dengan kata-kata kiasan agar masyarakat arab dan sahabat nabi tidak menjadi bingung sehingga akan menimbulkan perdebatan yang tidak perlu, karena yang perlu ditanamkan bagi mereka zaman itu adalah fondamen ketaqwaan dan keimanan pada Allah untuk membangun masyarakat muslim yang kuat. Menurut Firman Allah pada surat Al Jatsiyah ayat 13, bahwa kita harus mempelajari tentang keberadaan bumi dan benda-benda langit lainnya berdasarkan tanda-tanda yang terlihat dan menganalisa petunjuk yang difirmankanNYA, supaya dapat diambil pelajaran bagi orang-orang yang mau perpikir dan mensyukuri rahmat Allah ; “ Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir.
( Qs Al Jatsiyah 45: 13)”.

Perhatikanlah tanda – tanda kejadian alam kemudian lengkapi dengan keterangan ayatayat seperti dibawah ini ;

“ Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (QS Ali Imran 3:190)” . “Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (QS Al An‟aam 6: 96).” Artinya kejadian siang dan malam berlangsung secara berulang-ulang dan terjadi setiap satu siklus yaitu Siang dan malam (24 jam). Yang menyebabkan terjadinya siang adalah sinar matahari yang terbit di ufuk timur, sedangkan yang menyebabkan malam adalah terbenamnya matahari di barat. Apakah maksudnya matahari terbit di timur? Mungkinkah matahari terbit di suatu tempat di sebelah timur bumi? Begitu juga sebaliknya apakah ada tempat matahari terbenam di sebelah barat? Apakah kata-kata ini berupa kiasan atau dalam arti yang sebenarnya? Sekiranya matahari terbit-terbenam di sebelah timur- barat , maka terdapat dua kemungkinan yaitu; 1. bumi berbentuk dataran yang sangat luas , 2. Terdapat di suatu tempat di bumi dimana matahari keluar dari sarangnya lalu pulang lagi ke

rumahnya di tempat yang berlawanan. Tetapi kenapa matahari dapat terbit dan tenggelam pada tempat yang berbeda-beda di bumi? Kenyataan ini tergantung dari arah mana kita berada dan memandangnya? Kalau kita berada di tengah laut yang luas, maka matahari terbit dan tenggelam di laut, kalau kita berada di tengah padang pasir maka matahari terbit dan tenggelam di dalam tanah, kalau kita berada di sebuah pegunungan maka matahari hilang dan muncul dari balik bukit. Kesimpulannya adalah bahwa kata-kata terbit dan tenggelamnya matahari hanya berupa gayabahasa untuk menyatakan arah pergerakan matahari. Untuk sementara kita dapat mengambil kesimpulan bahwa matahari bergerak memutari permukaan bumi. Apakah benar demikian ?. Bagi orang yang berpikir, akan mengambil kesimpulan lain. Sebab ada dua kemungkinannya, matahari bergerak mengelilingii bumi atau mungkin juga bumi yang berotasi. Bagaimana cara kita membuktikannya.? Tentu kita membutuhkan keterangan dari ayat-ayat al Qur’an yang lainnya. Sebab kita tidak dapat memilih satu kesimpulan dari dua kemungkinan , padahal petunjuk yang ada hanya satu . Maka kita perlu keterangan dari ayat-ayat lainnya. Ayat yang kita gunakan untuk mendapatkan petunjuknya adalah surat Yaasin ayat 40; yang berbunyi ; “ Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.(39) , tidak mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului (QS 36:40).” Bagi orang-orang yang berpikir, maka Ayat ini merupakan tanda tanda dan juga petunjuk untuk menjawab pertanyaan “ Apakah bumi atau matahari yang bergerak? Dan bagaimana hubungan antara pergerakan bulan, bumi dan matahari? Sebaliknya ayat diatas akan memberi peluang bagi penentang ayat-ayat Allah dan mendustai kebenaranNYA lalu mengatakan “ Mana mungkin matahari mengambil bulan dan apakah mungkin malam mendahului siang” Memangnya matahari dan bulan itu sedang balapan di jalur tol? Atau apakah bulan dan matahari itu saudara bertetangga yang sedang berkejar-kejaran? Suatu pertanyaan yang ke kanak-kanakan, suatu pertanyaan konyol, pertanyaan dari orang-orang yang selama ini selalu memperolok-olokan Al Qur’an. Kalau kita amati keterangan ayat diatas, maka kita dapat mengambil beberapa pelajaran dan kemudian menyimpulkannya ; a. Pada saat terjadinya perubahan manzilah-manzilah cahaya di bulan, kita dapat mengamati bahwa bagian bulan yang bercahaya selalu menghadap kearah datangnya sinar matahari. Pada

waktu malam hari, kita melihat bulan bercahaya pada bagian sebelah barat atau searah dengan tempat matahari terbenam, dan ketika kita melihat bulan waktu fajar atau di siang hari, maka kita melihat bagian bulan yang bercahaya di arah matahari terbit ( sebelah timur) yang tergantung kepada sisi pandang kita kepada bulan, matahari dan bumi. Pada permukaan bulan itu terdapat bagian yang tertimpa cahaya terang dan bagian yang lainnya tidak bercahaya. Ini membuktikan bahwa bagian bulan yang terang tersebut adalah bagian yang memantulkan sinar matahari. Hal ini berarti bahwa bulan mendapat sinar dari matahari yang merupakan sumber sinar yang sama diterima oleh bumi. Matahari tentu letaknya jauh sekali. Hal ini dibuktikan ketika pada malam hari kita masih dapat melihat cahaya bulan dan tidak mungkin bumi merupakan dataran luas karena akan menutupi atau menghalangi sinarnya kearah bulan. Ukuran cahaya bulan itu ataupun manzilahnya akan selalu berubah-ubah sekali dalam jangka 24 jam selama waktu sebulan. Inilah yang disebut dengan manzilah-manzilah yang selalu berubah-ubah. Kalau diamati manzilah itu berjumlah 28 perubahan bentuk. Yaitu mulai dari bentuk bulan sabit – ke bulat penuh (purnama) - dan kembali lagi ke bentuk sabit yang arahnya berlawanan dari bentuk sabit pertama. Pada Ayat diatas, Al Qur’an mengistilahkan dengan kata-kata tandan, karena bengkoknya sabit mirip dengan tandan buah pisang. Pada 28 hari berikutnya akan terjadi siklus yang sama lalu dimulai lagi dari awal. Perubahan bentuk manzilah-manzilah bulan serta arah cahayanya selalu mengarah ke sumber sinar matahari, maka hanya ada satu kemungkinannya yaitu “bulan berbentuk bola” karena hanya bola yang mampu menghasilkan bayangan berbentuk sabit atau tandan buah pisang dan tidak mungkin bulan itu berbentuk lingkaran ( seperti sebuah cermin berbentuk lingkaran). b. Kita sudah membuat kesimpualan bahwa bulan berbentuk bola. Sekarang bagaimana membuktikan bumi itu berbentuk bola dan apakah bulan mengeliling bumi atau sebaliknya ?. Kalau kita perhatikan pernyataan bahwa manzilah-manzilah bulan itu selalu berubah dari hari kehari ( siang dan malam ) selama 28 hari. Kemudian sambil mengamati perubahan manzilah , kita juga mengamati perjalanan matahari (terbit dan terbenam) yang gerakkannya selalu kearah barat setiap hari. Maka dapat disimpulkan bahwa bulan lah yang mengelilingi bumi selama 28 hari. Bulan dan bumi sama-sama berbentuk bola dan menerima satu sumber sinar yaitu dari matahari yang tempat yang jauh sekali. Tidak mungkin bulan dan matahari mengelilingi bumi bersamaan. Kalau bulan dan matahari mengeliling bumi bersamaan, tentunya bentuk manzilahmanzilah bulan akan selalu berubah – ubah lebih dari sekali dalam siklus 24 jam , tergantung dari arah mana matahari menyinari bulan yang terlihat dari bumi. c. Pertanyaan selanjutnya adalah “ apakah matahari yang mengelilingi bumi atau bumi yang berotasi? “, sekiranya matahari yang mengelilingi bumi maka tentu saja bentuk-bentuk manzilah dari cahaya bulan akan mengalami beberapa kali perubahan bentuk selama siklus 24

jam. Sementara yang kita saksikan adalah manzilah bulan itu berubah bentuknya hanya 1 kali dalam 24 jam. Maka kesimpulannya berikut adalah bahwa “ tidak mungkin matahari mengelilingi bumi “. Lalu kenapa terjadi siang dan malam? Maka jawaban yang paling tepat adalah “ Bumi berputar pada porosnya” sementara matahari diam ditempat yang jauh. Hal ini dibuktikan dengan terjadinya siang dan malam secara bergantian sesuai dengan rotasi bumi. Jadi dapat disimpulkan bahwa Bumi berotasi pada sumbunya dengan siklus 24 jam untuk sekali putar. Kalau Bumi ini berputar pada porosnya, hal ini berarti bahwa bumi bergerak mengelilingi porosnya dan manusia bagaikan sedang beraktivitas diatas kendaraan yang besar. Jadi untuk meyakinkan bahwa bumi itu berotasi, maka harus ada keterangan di dalam al Qur’an yang menyatakan bahwa bumi itu bergerak atau minimal ada pernyataan yang menunjukan bahwa manusia dan segala sesuatu yang berada diatas bumi yang bergerak. Kalau ada pernyatan itu di dalam Al Qur’an maka kita dapat menyimpulkan bahwa bumi ini bertasi sesuai dengan hasil pengamatan kita diatas. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya tidak ada ayat yang menegaskan tentang rotasi bumi di dalam Al Qur'an, tetapi Allah menyampaikannya tanda-tandanya dengan gayabahasa yang selalu menimbulkan teka-teki sebagai petunjuk bagi yang mau berpikir jernih. Ayat yang dapat digunakan untuk menganalisa bahwa bumi ini bergerak , dapat kita pelajari dari surat An Naml ayat 88 yang berbunyi ; “ lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(qs An Naml 27:88) “.

Tentu saja keterangan ayat ini merupakan tanda-tanda atau petunjuk. Allah menyampaikan FirmanNYa dengan kata kiasan dengan makna yang sangat luas. Ayat ini bermakna bahwa gunung itu tidak diam ditempatnya, tetapi bergerak. Berdasarkan hasil penemuan pakar Geologi, menyatakan bahwa lempeng lapisan bumi selalu bergerak yang dapat menimbulkan gempa tektonik yang di-akibat-kan oleh terjadinya tabrakan, lipatan dan retakan, walaupn gerakkan ini hanya beberapa centimeter pertahunnya. Tetapi pergerakan gunung dan awan ini terlalu kecil kalau dibandingkan dengan gerakan bumi akibat rotasinya. Artinya ayat ini juga menjelaskan bahwa gunung itu bergerak karena dia berada diatas bumi yang bergerak. Hal ini berarti juga bahwa apapun yang berada diatas bumi akan ikut bergerak karena dia berada diatas pergerakan bumi. Bahkan awan yang berada di udara juga ikut bergerak bersama rotasi bumi, sesuai dengan petunjuk ayat diatas.

3. Telah dapat disimpulkan dari keterangan ayat-ayat Al Qur’an diatas bahwa bumi berbetuk bola dan berputar selama 24 jam pada sumbunya, matahari diam memberikan cahayanya dari jauh, sementara bulan bergerak mengelilingi bumi salama 28 hari, dan akhirnya kita juga dapat menyimpulkan bahwa bumi dan bulan sama-sama tidak menghasilkan sinar tetapi menerima sinar dari matahari. pertanyaannya adalah ; Apakah ada ayat di dalam Al Qur'an yang menjelaskan bahwa bulan menghasilkan cahaya pantulan dari matahari ?. Tentu saja Allah tidak menjelaskan dengan detail tentang bulan yang memantulkan sinar dari matahari, tetapi pada surat Nuh ayat 16 menyatakan ;

“ Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita? ( Qs Nuh 71:16)”.

Pada ayat diatas, Allah SWT telah memberikan petunjuk kepada orang yang berpikir bahwa terdapat 2 istilah yang berbeda dalam memaknai arti cahaya. Ayat diatas menggunakan istilah "Nur" untuk cahaya yang dihasil oleh bulan dan "Syamsa Siraajan" untuk matahari yang bersinar bagai pelita. Artinya Matahari bersifat bagaikan pelita, obor atau lampu yang menjadi sumber cahaya untuk bulan sehingga dia memantulkan sinar itu. Allah telah memberikan petunjuk yang benar tentang teori "Pemantulan sinar" , jauh sebelum sain dapat membuktikannnya secara ilmiah. 4. Jadi benarlah apa yang disampaikan oleh firman Allah pada ayat-ayat Al Qur’an diatas. Firman Allah dalam Al Qur’an tidak bertentangan dengan penemuan sain. Hanya orang-orang yang beriman dan berpikir yang mampu memikirkan teka-teki atau petunjuk yang di sampaikan oleh Allah dalam soal ayat diatas. 5. Pertanyaan berikutnya apakah ada Firman Allah di dalam Al Qur’an yang menjelaskan “Berapa bulankah lamanya satu tahun itu? Untuk itu kita merujuk pada surat At Taubah ayat 36 yang berbunyi ; “ Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.
(QS At Taubah 9:36 ) ”.

Keterangan Allah diatas menunjukkaan bahwa apabila siklus manzilah-mazilah bulan telah berjalan sebanyak 12 kali (12 x 28 hari) maka itu dikatakan sebagai hitungan satu tahun dalam

perhitungan bulan. Dalam pengamatan, ada bulan yang berjumlah 29 hari dan ada yang berjumlah 28 hari, dan ini dapat dijadikan pentujnuk untuk menentukan jumlah hari dalam satu tahun. Pertanyaannya adalah apakah benar bahwa satu tahun itu sama dengan 12 bulan? Apakah tidak lebih atau tidak kurang dari bilangan tersebut? Untuk menjawab pertanyaan ini , maka kita harus memperhatikan tanda-tanda alam yaitu bagaimana posisi antara bulan dan matahari yang terlihat dari bumi sesuai dengan keterangan Allah pada surat Yasiin ayat 40 yang berbunyi ; “ Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan(mendahului) bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.
(qs Yaasin 36:40)”.

Arti dan makna dari ayat diatas menunjukkan bahwa seolah-olah bulan dan matahari bergerak beriiring-iringan dari Timur menuju Barat. Keduanya tidak pernah saling mendahului dan keduanya juga tidak pernah bertabrakan. Kecuali pada saat tejadinya peristiwa gerhana matahari. Peristiwa gerhana matahari tersebut merupakan kejadian yang dapat memberikan petunjuk bahwa letak matahari berada jauh dibalik bulan dan mereka tidak bertabrakan tetapi berselisih. Artinya garis edar atau jalur edar antara bulan dan matahari berbeda, sesuai dengan kata-kata “ masing-masing beredar (berjalan) pada pada garis edarnya (jalurnya)”. Pertanyaan selanjutnya adalah ; “Kenapa terjadi peristiwa gerhana matahari atau gerhana bulan? Berapa kalikah terjadi peristiwa gerhana matahari dalam setahun?. Apabila kita perhatikan dan amati pada satu tempat di bumi, posisi antara bulan dan matahari dalam setahun , maka pada suatu hari dalam tahun itu kita akan menyaksikan posisi dimana bulan dan matahari berada pada posisi paling dekat. Apabila posisi terdekat itu tercapai , yaitu beberapa saat setelah matahari dan bulan berimpitan, maka terlihat matahari mendahului bulan kearah barat, seolah-olah matahari lebih dulu mencapai finis di Barat (sunset). Pertanyaan selanjutnya adalah ; Kalau rotasi bumi berputar dari barat ke timur, bukankah seharusnya bulan yang bergerak lebih cepat ke arah barat dibandingkan dengan gerak matahari- sebab matahari itu berada sangat jauh dibalik bulan? Bayangkanlah ketika kita berada dalam mobil yang sedang melaju kencang, dimana seolah-olah pohon kayu atau tiang listrik yang berada disisi jalan seakan bergerak lebih cepat kebelakang dibandingkan sebuah gunung yang jauh dibalik pohon itu. Jadi menurut logika, seharusnya Matahari yang berada jauh akan di dahului oleh bulan menuju tempat terbenamnya (barat). Tetapi yang kita amati justru sebaliknya, yaitu dimana ternyata mataharilah yang bergerak lebih cepat ke Barat atau menuju tempat terbenamnya. Bagaimana kita dapat menjelaskan fenomena itu?

Untuk menjelaskan fenomena diatas , maka kita harus dapat menjawab sebuah pertanyaan ; ke arah manakah bulan bergerak ketika mengorbit bumi? Apakah ke timur atau ke barat? Kalau sekiranya bulan itu tetap diam di angakasa dan tidak mengorbit bumi, maka tentulah bulan seolah-olah bergerak lebih cepat ke arah barat dari pada Matahari karena bulan berada lebih dekat ke Bumi. Sebaliknya apabila bulan itu merupakan satelit bumi yang ikut bergerak searah dengan rotasi bumi, maka Mataharilah yang seharusnya kelihatan bergerak lebih cepat ke arah barat. Jadi ketika kita saksikan Matahari bergerak lebih cepat mendahului bulan ke arah barat, maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa bulan ikut bergerak searah dengan rotasi bumi yaitu kearah timur, sedangkan matahari Diam di tempat yang jauh. Karena rotasi bumi ke arah timurlah yang menyebabkan seolah-olah matahari bergerak lebih cepat menuju tempat terbenamnya dari pada bulan. Ke arah manakah bulan mengorbit bumi? Untuk menjawab pertanyaan ini, maka sekali lagi kita harus mengamati fenomena alam “ tidak mungkin bulan mendahului Matahari dan tidak mungkin pula Matahari mendahului Bulan, keduanya bergerak dalam garis edarnya “. Perhatikankan pada saat bulan purnama muncul, lalu tandailah posisi bulan itu di langit dan catat pula pada jam berapa kita menyaksikannya, lalu esok harinya perhatikan lagi posisi bulan itu pada jam yang sama seperti kemaren. Maka kita akan menyaksikan bahwa bulan itu seolaholah mundur sekitar 12,8o (1/28 x360o = 12,8o) ke sebelah timur. Hal ini menunjukkan bahwa bulan bergerak mengorbit bumi ke arah timur. Atau menempatkan Bumi di sebelah kirinya (berlawanan dengan arah perputaran jarum jam). Bayangkan saja saat jemaah haji sedang menunaikan Ibadah Tawaf mengeliling Ka’bah. Maka dapat disimpulkan bahwa Bumi berotasi pada sumbunya sebagaimana gerakan Tawaf jemaah haji mengitari ka’bah, demikian juga dengan Bulan mengelilingi Bumi yaitu seperti halnya Tawaf jemaah haji mengeliling Ka’bah. Sedangkan untuk mencari petunjuk tentang gerakan bumi mengorbit matahari “, dapat kita telaah dari keterangan Al Qur’an dalam surat Al Anbiyaa’ ayat 33 yang berbunyi ;

“ Dan Dialah yang telah menggilirkan malam dan siang, dan menciptakan juga matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya beredar di dalam garis edarnya (orbitnya)
(qs al An Biyaa‟ 21:33)”

Kalau kita analisa petunjuk dari ayat diatas, terdapat 3 unsur ciptaan Allah , yaitu “yang mengalami pergiliran siang dan malam (bumi)” , “bulan” dan “Matahari”. Dua dari ke tiga unsur ciptaan Allah tersebut mengalami peredaran menurut cara yang telah ditetapkan oleh

Allah pada lintasannya. Tentu saja yang dimaksud dengan 2 unsur tersebut adalah Bumi dan Bulan yang bersama-sama mengorbit , sedangkan unsur ke ketiga yaitu Matahari. Artinya Bumi dan Bulan secara bersama-sama mengorbit Matahari pada garis edarnya. Kalimat yang tertulis pada ayat diatas “ Masing-masing dari keduanya” , adalah unsur bumi dan Bulan, dimana ketika Bulan sedang mengorbit Bumi, mereka secara bersama-sama ikut mengorbit Matahari. Jadi Allah di dalam Al Qur’an sudah memberikan petunjuk kepada manusia bahwa Bumi mengelilingi matahari. Pembuktian ilmiah selanjutnya tergantung kepada metode apa yang akan digunakan untuk mengamatinya dan melakukan perhitungan-perhitungan yang lebih akurat . Hasil yang terbaik tergantung kepada metode yang digunakan, ketelitian alat serta kemampuan manusia dalam berhitung dan mengambil kesimpulan. Ini adalah masaalah teknologi manusia sesuai dengan perkembangan zaman dari waktu ke waktu. Dapatlah kita bayangkan, sekiranya Allah SWT memberikan beberapa buah satelit untuk bumi, seperti halnya planet Yupiter yang mempunyai 16 buah bulan. Maka perhitungan waktu akan menjadi lebih rumit. Atau sebaliknya sekiranya bumi tidak memiliki bulan seperti halnya planet Saturnus yang hanya memiliki beberapa cincin, maka perhitungan waktu akan sangat rumit. Begitulah Allah dengan sangat hati-hati menyampaikan keterangan ayat-ayatnya dengan tata bahasa tersusun rapi dan penuh perhitungan sehingga siapapun dapat menerima kebenarannya baik dengan kepatuhan iman kepada Allah maupun secara logika berpikir. Padahal ayat ini diturunkan oleh Allah pada 15 Abad yang lalu dan sampai sekarang terbukti kebenarannya. 6. Mengapa BINTANG-BINTANG Diciptakan ? Untuk menimpuk setan! Menurut QS 67:5 ; “ Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.” Menurut QS 37:6-8 ; “ Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang, dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap setan yang sangat durhaka, setan-setan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru”. Jadi bintang-bintang bukanlah apa-apa, selain alat pelempar setan supaya mereka tidak mengintip musyawarah di surga. Sekali lagi, makin mengada-ada saja Muhammad ini.

Surat Al Mulk ayat 5 berbunyi ;

Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala (qs Al Mulk 67:5)”. Bukan hanya setan yang dapat menembus perjalanan ke ruangkasa, bahkan manusiapun akan sanggup melakukan perjalanan keruang angkasa tersebut pada suatu saat sesuai dengan kemajuan sain dan teknologi. Sekarang ini saja manusia sudah berhasil menjelajahi permukaan bulan, walaupun belum berhasil mendarat di planet terdekat seperti Mars tetapi sudah berhasil mendaratkan pesawat tanpa manusia. Hal ini sesuai dengan keterangan Allah dalam surat ; “ Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan (qs Ar Rahman 55:33)” . Setan adalah sebagian diantara golongan (jemaah) jin dan manusia yang engkar, durhaka dan mempersekutukan Allah dengan unsur-unsur lainnya. Kata “setan” pada ayat diatas juga merupakan kata kiasan atau gaya bahasa untuk menggambarkan orang-orang kafir yang sedang menembus ruang angkasa. Namun Allah tidak melarang mereka untuk menembus ruang antariksa kalau mereka sanggup melakukannya. Siapapun yang dapat menembus ruang antariksa , maka mereka harus mempunyai keungulan dalam bidang sain dan teknologi. Dalam ayat diatas, Allah menguratakannya dengan kata-kata “kekuatan”. Kata “kekuatan” adalah kesanggupan , atau kemampuan, atau keunggulan. Kata kekuatan bukan berarti kemampuan fisik dari otot yang kuat mengangkat benda berat atau kekuasaan seorang raja atau pemimpin Negara yang otoritas. Dalam hal kesanggupan menembus ruang angkasa ini, Allah tidak memberikan prioritas kepada orang Islam , tetapi kepada siapa saja yang menjadi pakar dibidang antariksa. Wajar saja kalau para astronom NASA Amerika berhasil melakukan misi perjalanan ruang angkasa karena mereka memiliki fasilitas yang unggul. Rintangan yang paling tinggi resikonya dalam menembus ruang angkasa adalah menghindari jatuhan meteor yang jumlahnya milyaran dan bergerak dengan kecepatan tinggi secara tidak teratur, yang berukuran ratusan Kg sampai jutaan Kg. Jatuhan Meteor tersebut bagaikan peluru besar yang ditembakkan dari segala arah. Bahkan Bumi pernah mengalami hujan meteor. Tentu saja hal ini merupakan kekuasaan Alllah. Demikianlah Sistim rintangan dan perlindungan ruang angkasa (langit) yang telah Allah ciptakan dan dipersiapkan untuk menguji kemampuan manusia atau setan yang berniat menembus ruang angkasa. Menurut penemuan sain, meteor tersebut terbentuk akibat dari pecahan berupa kepingan dari Asteroid-asteroid yang banyak berada di ruangan antar planet. Saat ini sudah dikenali sebanyak 18.000 lebih Asteroid yang berada diantara Yupiter dan Mars. Ini baru di dalam sistim Tatasurya matahari, sementara meteor yang berada di bintang-bintang lain akan lebih banyak dan lebih rumit lagi. Rintangan

selanjutnya yang harus dihadapi untuk keluar dari sistim tatasurya adalah sejumlah komet yang bergerak secara tidak teratur membawa materi jutaan debu dan gas panas berbentuk untaian yang sangat panjang sehinga disebut juga dengan bintang berekor. Sekarang ini sudah teridentifikasi sebanyak 10 komet yang berada dalam sistim tatasurya matahari . Jalur perjalan dari gerakan komet-komet ini masih belum diketahui dengan pasti, namun beberapa dari komet ini telah dapat diperhitungkan siklus perjalannya yang terlihat dari bumi. Komet-komet ini bergerak dengan ekor yang panjangnya mencapai jutaan mil dan arah ekornya selalu menjauhi matahari. Kata-kata “melempar” di dalam ayat tersebut diatas dapat dimaknai sangat luas dan juga merupakan gaya bahasa yang dapat diterima oleh umat Muhammad dengan keimanannya pada 14 abad yang lalu. Jadi keterangan ayat 5 dari surat Al Mulk adalah bahwa Allah telah menciptakan sistim rintangan yang hebat untuk menghalangi setan-setan dan orang-orang kafir menembus ruang angkasa. Mulai pada saat mereka akan memasuki sistim pertahanan bintang terdekat (tatasurya matahari) sampai pada sistim rintangan pada bintang-bintang berikutnya (galaxy) yang akan menghalangi setan-setan (golongan kafir dari jin dan manusia) tersebut untuk mengatahui rahasia langit. Tidak ada yang aneh dari keterangan ayat diatas. Yang aneh hanyalah pertanyaan orang-orang yang ingin merusak kebenaran, seolah-olah di dalam pikirannya tergambar adegan dari seseorang Penggembala domba yang sedang mengejar dan menimpuki anjing-anjing dengan bintang-bintang. Itu adalah pertanyaan yang konyol dan kekanak-kanakan yang sering diajukan olah orang-orang yang tidak mampu menggunakan akal sehatnya. Yaitu orang-orang yang selama ini terbelenggu oleh ajaran dogmatis sehingga tidak mampu memafaatkan akal-budinya dengan baik.

7. Apa Benar Bulan bercahaya sendiri? Menurut QS 10:5 ;
“ Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaranNya) kepada orang-orang yang mengetahui”.

Semua orang di dunia maju tahu bahwa bulan tidak punya cahaya sendiri.
Surat Yunus ayat 5 ;

“ Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkanNya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui (qs 10:5). Ayat di atas masih diperkuat lagi oleh Allah pada surat Nuh ayat 16 yang berbunyi ;
“ Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?( Qs Nuh 71:16)”.

Kata “matahari bersinar” akan berbeda maknanya dengan kata “bulan bercahaya”. Al Qur’an memberikan dua kata yang berbeda maknanya yaitu “bersinar” dan kata “bercahaya”. Bagi orang yang berpikir, maka mereka akan menganalisa perbedaan itu. Seberkas sinar dapat dihasil oleh dua sumber yang berbeda namun dengan hasil yang sama. Contohnya sebuah lampu bewarna merah dapat dilihat dari pantulan cermin dengan warna yang sama, yaitu warna merah. Tetapi sumber cahaya itu berbeda. Lampu merupakaan sumber cahaya sedangkan cermin tidak menghasilkan cahaya. Cermin baru mengeluarkan cahaya apabila dia mendapat sumber cahaya kemudian dipantulkannya. Cahaya matahari dalam ayat diatas dinyatakan dengan kata “syamsa sirajaan” yang berarti matahari yang menghasilkan sinar, sedangkan sinar rembulan diistilahkan dengan kata “ qamara nuuran” yang berarti bulan yang bercahaya. Kedua istilah diatas berbeda maknanya. Jadi Allah telah memberikan petunjuk yang benar tentang teori "Pemantulan sinar" , jauh sebelum sain dapat membuktikannnya secara ilmiah.
11) Mengapa Gunung-Gunung Diciptakan? Qur’an menjelaskan bahwa gunung-gunung ditempatkan di bumi supaya bumi tidak berguncang ketika gempa terjadi. Menurut QS 21:31 ; “ Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) guncang bersama mereka “. Menurut QS 16:15 ; “ Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak guncang bersama kamu “. Menurut QS 31:10 ; “ Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu.” Jelaslah bahwa Muhammad tidak tahu apa-apa tentang terjadinya gunung-gunung. Dia melihat gunung sangat besar dan berat, maka baiklah menjelaskan bahwa tujuan adanya gunung adalah untuk mencegah pergoncangan bumi.. Pertama-tama, penjelasan seperti ini bertentangan langsung dengan ilmu geologi modern. Geologi membuktikan kepada kita bahwa gerakan tectonic plates atau gempa bumi itu sendirilah yang mengakibatkan terbentuknya gunung. Kedua, jika memang gunung diciptakan untuk menghentikan perguncangan bumi, mengapa ada berlusinlusin gempa bumi tiap tahun?

Ayat-ayat Al Qur’an yang menyatakan hubungan Gunung-gunung dengan goncangan akibat gempa terdapat pada beberapa surat antara lain; “ Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalanjalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk (qs Al Anbiyaa‟ 21:31)“. “ Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak guncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk, (QS An Nahl 16:15) “. “ Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik (qs Lukman 31: 10) ”. Untuk menjelaskan hubungan antar gunung berapi dan gempa bumi, maka kita sebaiknya mempelajari hasil penemuan terbaru dari sain di bidang Geografi. Pertama yang harus kita ketahui adalah bumi berbentuk seperti bola dengan jari-jari sekitar 6500 Km. permukaan bumi tidaklah datar yang disebabkan oleh berbagai tekan dan desakan dari dalam bumi dan juga karena perubahan dan tekanan dari atas permukaan bumi. Dari bukti-bukti sain, menunjukkan bahwa lapisan bumi hanya mengadung 20% padatan, yaitu lapisan Litosfit (100 km), lapisan kerak dan selubung (500 – 1000 km), dan sisanya adalah magma cair yang sangat panas. Magma panas ini berada pada kedalam inti bumi ( 2000- 2500 km) yang suhunya mencapai 5000o C, sampai ke bagian mantel (2500-3000 Km) yang suhunya mencapai 2200o C. Dapat disimpulkan bahwa bumi menyimpan energy panas yang sangat besar yang sewaktu-waktu bisa meledak apabila bumi tidak dirancang memiliki sitem pendingin yang hebat. Kalau tubuh manusia mempunyai pori-pori sebagai ventilasi pembuangan dan sistim pendingian , maka gunung-gunung berapa merupakan posi-porinya bumi yang dirancang untuk menstabilkan panas dan meredam goncangan akibat tekanan yang tidak stabil dari dalamnya. Sekiranya permukaan bumi ini tertutup rapat dan tidak ada satupun gunung berapi, apakah yang akan terjadi ? mungkin bumi ini akan retak, pecah dan meledak. Selanjutnya bagaimana hubungan antara gunung berapi dengan gempa? Dari hasil penemuan sain, menunjukan bahwa lapisan atas bumi ( litosfir dan selubung bumi) akan selalu mengalami

pergesaran dan pergerakan. Penyebabnya adalah adanya sumber panas yang sangat hebat yang berasal dari lapisan dalam bumi. Panas ini menyebabkan bebatuan menjadi cair yang disebut dengan magma. Artinya terdapat sekitar 60 – 85% lapisan magma di bagian dalam bumi. Magma yang panas tersebut akan memuai dan naik keatas lalu mendesak lempeng dan kerak bumi keatas, sehingga menyebabkan lempeng-lempeng itu saling menjauh. Ketika magma mencapai bagian atas yang lebih dingin, maka magma tersebut akan menyusut dan memadat akibat proses pendinginan. Akibatnya lempeng-lempeng tersebut akan bergerak kembali mengisi ruang magma yang menyusut tersebut. Pada saat lempeng-lempeng itu bergerak kembali, maka akan terbentuk lagi retak-retakan yang menyebabkan magma dibagian bawah terdorong keatas diantara retakan tersebut. Apabila magma cair mempunyai kekuatan untuk naik keatas, maka lapisan magma yang sudah memadat tersebut akan terus didesak keatas secara bertahap hingga akhirnya mencapai permukaan bumi dan terbentuklah gunung berapi. Konsistensi magma dapat berubah dari cair menjadi semisolid lalu menjadi padat selama proses pendinginan. Selama proses tersebut magma dapat berfungsi menahan setiap getaran atau guncangan yang terjadi akibat benturan-benturan dari lempeng-lempeng yang bergerakan dan bertabrakan tersebut. Tedapat hubungan sebab akibat dan hubungan saling menstabilkan antara terbentuknya gunung berapi dengan benturan lempeng yang bergerak dan terbentur. Hal ini dapat dibuktikan dimana di daerah yang bayak terdapat gunung berapi, maka banyak pula terjadi pergeseran dan pergerakan lempeng , sehingga di daerah tersebut sering terjadi gempa baik yang yang bersakala kecil maupun yang besar. Jadi kalau begitu, terdapat dua jenis gempa yaitu gempa tektonik yang disebabkan oleh benturan lempeng-lempeng dan gempa vulkanik yang disebabkan gejolak gunung berapa yang belum stabil.

Dari hasil penelitian sain, membuktikan bahwa lapisan Bumi terdiri atas lempeng-lempeng tektonik yang dapat bergerak dan bergesar dengan arah dan kecepatan masing-masing. Pergeseran lempeng-lempeng tektonik tersebut mengakibatkan fenomena alam yaitu terbentuknya gunung berapi dan terjadinya gempa bumi. Menurut teori Lempeng tektonik ini, kekuatan yang memicu gerakan lempeng berasal dari panas inti bumi yang sangat hebat. Walaupun patahan tersebut hanya beberapa centimeter saja, akan dapat menghasilkan getaran hebat dipermukaan bumi. Terdapat dua jenis gempa bumi, yaitu Gempa Tektonik yang disebabkan oleh perbenturan atau patahan lempeng-lempeng dan Gempa Vulkanik yang

disebabkan gejolak gunung berapi akibat tekanan dan desakan panas yang belum stabil dari bawah. Bisa saja sebuah gunung berapi kelihatan kecil di permukaan, tetapi di dalamnya bagaikan akar pohon yang bercabang kemana-mana. Gunung berapi bagaikan tiang yang dipancangkan dengan dasar atau akar yang sangat kokoh menjulang ke dasar bumi. Sedemikian kokohnya kedudukan gunung-gunung diatas permukaan bumi sehingga sebesar apapun sungai yang ada tidak mungkin sanggup menggesar Gunung bergeser ke laut. Seperti yang disampaikan pada surat An Naml ayat 61 yang berbunyi ; “ Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengokohkan) nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui.( qs An Naml 27:61)

Bisa saja sebuah gunung berapi kelihatan kecil di permukaan, tetapi di dalamnya bagaikan akar pohon yang bercabang kemana-mana

Kembali ke ayat-ayat di dalam Al Qur’an yang menerangkan mengenai hubungan Gunung berapi dan guncangan yang ditimbulkannya. Allah dalam AL Qur’an menyampaikan tentang Gempa bumi dengan gaya bahasa yang sangat bijak dan penuh perhitungan untuk dipikirkan dan dianalisa. Secara spesifik, Allah tidak mengatakan hubungan antara gempa bumi dengan keberadaan gunung berapi. Ayat di dalam AL Qur’an tidak mengatakan bahwa gunung berapi dapat mencegah gempa bumi dan tidak juga menghilangkan gempa bumi. Gunung hanya melindungi bumi dari goncangan yang disebabkan oleh gempa atau menstabilkan goncangan yang diakibatkan oleh gesekan, patahan dan tekanan dari lempenglempeng tektonik. Fenomena ini menjelaskan bahwa gempa tidak dapat dihentikan oleh

gunung berapi dan tidak bisa juga mencegah sebelum gempa terjadi. Gempa akan terjadi terus selama adanya pergerakan dari lempeng-lempeng tersebut akibat adanya gejolak dari cairan magma yang sangat panas di lapisan dalam bumi. Allah SWT, karena sifatNYa yang maha bijaksana, menyampaikan Firmannya dengan tatabahasa yang santun sesuai dengan tanda-tanda alam agar manusia dapat mengambil pelajaran. Al Qur’an bukanlah buku pelajaran tentang Sain, tetapi Allah dengan sifatnya yang maha Bijaksana dan penuh Kasih Sayang memberikan tanda-tanda dan penuntun yang benar agar manusia berusaha untuk mempelajari dan mengambil mamfaatnya.

12) Apakah Perkebangan Janin dari segumpal darah? Al Qur‟an menyatakan dengan jelas bahwa manusia dibentuk dari gumpalan darah. Menurut QS 23:14 ; “ Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci lah Allah, Pencipta Yang Paling Baik”. Ini bukanlah penjelasan ilmiah tentang pembentukan janin. Sel telur, yang juga sangat penting dalam pembentukan janin, sama sekali tidak dihiraukan. Begitu juga proses pembuahan sel telur oleh sperma untuk membentuk sel baru. Ayat ini hanya menyebut sperma, yang jelas-jelas kelihatan, yang umat manusia tahu diperlukan untuk membentuk manusia. Tetapi Qur‟an tidak menyebut faktor yang tidak kelihatan, yaitui sel telur perempuan, yang hanya kita ketahui melalui kedokteran modern.

Sebelum menjawab ketidak mengertian dan tuduhan misonaris tersebut, sebaiknya kita meninjau hasil penelitian ilmiah yang dilakukan dan disimpulkan oleh para akhli kedokteran dan sain Genetika saat ini. Apakah keterangan ayat-ayat Al Qur’an dibawah ini besesuaian atau bertentangan dengan hasil pengamatan dunia kedokteran.

Surat Al Mu’minuun ayat 12 yang berbunyi ;
12

“ Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah (QS 13:12) “.

Ayat 12 ini memberi petunjuk bahwa manusia pada awalnya berasal dari sari pati tanah, kemudian manusia itu bereproduksi (berketurunan) dengan cara seksual, dimana bibit atau benih dari laki-laki (sperma) tertanam di dalam rahim wanita seperti yang diterangkan oleh ayat berikutnya yang berbunyi;

13

Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim) (QS 23:13) ”. Kontek Surat Al MU’minin ayat 13 diatas menjelaskan dan memberi petunjuk kepada kita tentang peletakkan sperma pada suatu tempat yang kokoh di dalam kandungan atau rahim ibu. Keterangan ayat 13 ini diperkuat lagi oleh surat Al Qiyamaah ayat 37 yang berbunyi ;
36

“ Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim),
(QS 75:37) “

Ayat dari surat Al Qiyamaah ayat 37 diatas, memberi petunjuk kepada kita bahwa kehamilan ini terjadi karena tertumpahnya sperma kedalam rahim wanita. Jadi Al Qur’an sudah menjelaskan bahwa kejadian embrio manusia adalah dari pertemuan antara sperma Air mani dengan sesuatu di dalam rahim. Pada saat ayat ini diturunkan , ilmu kedokteran belum ada sama sekali. Pada saat itu orang-orang belum mengerti tentang sel telur, apalagi kalau seorang wanita juga mempunyai telur di dalam rahimnya. Pemikiran ini jauh sekali dari jangkauan pengetahuan manusia waktu itu. Tetapi AL Qur’an sudah menyampaikan dengan gaya bahasa yang dapat diterima siapa saja, termasuk umat jahiliah di zaman Muhammad. Hal ini memang merupakan

kenyataan , dimana setiap laki laki yang bersanggama akan merasakan keluarnya sperma. Itu adalah kenyataan yang disampaikan oleh Al Qur’an. Sama dengan kisah ketika Zulkarnain menyaksikan matahari tenggelam di lautan bewarna hitam diatas. Disini al Qur’an bukan mengatakan tidak adanya sel telur dari dalam tubuh wanita. Seolah-olah misionaris ini sedang mengajari kebenaran pada AL Qur’an, padahal perkembangan ilmu pengatahuan modern baru menemukan adanya telur di dalam tubuh wanita setelah abad ke 17 jauh sesudah diturunkannya Al Qur’an. Pada surat Al Qiyaamah ayat 37 diatas, Allah masih belum menyatakan dengan tegas tentang adanya telur di dalam tubuh wanita, tugas manusialah untuk menelitinya kelak di kemudian hari. Namun Allah yang maha pengasih dan maha Pemurah masih memberikan sedikit petunjuk yang tersembunyi di dalam Al Qur’an yaitu pada surat Al Insaan ayat 2 yang berbunyi ;

2

“ Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya, karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat
(QS 76:2) ”.

Pada Surat Al Insaan ayat 2 di atas seolah-olah , Allah menantang manusia untuk menyelidiki tetang sesuatu yang bercampur dengan sperma itu. Sepertinya Allah di dalam Al Qur’an menyampaikan petunjukNYA dengan gayabahasa yang sangat sederhana bagi umat nabi Muhammad di zaman jahiliyah itu. Pertanyaan selanjutnya adalah ; apakah yang terjadi setelah tertanamnya sperma di dalam rahim wanita atau setelah proses pembuahan itu?apakah langsung terbentuk manusia atau melalui tahap-tahap tertentu?bagaimana kenyataan yang ditemukan oleh sain? Bagaimana AL Qur’an menyingkapinya? Apakah hasil pengamatan Sain sesuai dengan penjelasan Al Qur’an? Menurut hasil penemuan sain di bidang kedokteran, kelahiran adalah sebagai berikut ; terbentuknya janin hingga proses

Minggu ke-1 :

Sel2 telur yang berada didalam rahim, berbentuk seperti lingkaran sinar yg mengelilingi matahariSel ini akan bertemu dengan sel2 sperma dan memulai proses pembuahan

5 juta sel sperma sekaligus berenang menuju tujuan akhir mereka yaitu menuju sel telur yang bersembunyi pada saluran sel telur. Walaupun pasukan sel sperma ini sangat banyak, tetapi pada akhirnya hanya 1 sel saja yang bisa menembus indung telur.

Sebuah ilustrasi dimanai kepala sel sperma telah hampir masuk. Terlihat bagian depan dan belakang sel sperma yang tidak henti-hentinya berusaha secara tekun menerobos dinding indung telur

Satu sperma berhasil memasuki sel telur

Sperma bergabung dengan sel telur (zigot)

Minggu ke-2 :

Zigot membelah dua 30 jam setelah dibuahi. Sambil terus membelah, zigot bergerak di dalam lubang falopi menuju rahim. Selama menuju uterus
zigot mengalami perkembangan menjadi morula , blastula dan gastrula. Lalu, gastrula menuju rahim dan menempel di dinding uterus. Sel-sel mulai

berkembang dan terbagi kira-kira dua kali sehari sehingga pada hari yang ke-12 jumlahnya terus bertambah dan terpaut pada endometrium

Minggu 3:

Kemudian, gastrula berkembang menjadi embrio dan plasenta (ariari) yang saling berhubungan melalui tali pusat.

Sel telur yang telah membelah menjadi ratusan akan menempel pada dinding rahim. Ukurannya sangat kecil, berdiameter 0,10,2 mm.

Minggu ke-4 :

Kini, bayi berbentuk embrio. Embrio memproduksi hormon kehamilan (Chorionic Gonadotropin - HCG), sehingga apabila Anda melakukan test kehamilan, hasilnya positif. Embrio masih ini mirip lintah dan menempel dalam rahim yang selanjutnya mulai membentuk struktur manusia.

Minggu ke-5 :
Terbentuk 3 lapisan embrio yaitu ectoderm, mesoderm dan endoderm. Ectoderm adalah lapisan yang paling atas yang akan membentuk system saraf pada janin tersebut yang seterusnya membentuk otak, tulang belakang, kulit serta rambut. Lapisan Mesoderm berada pada lapisan tengah yang akan membentuk organ jantung, buah pinggang, tulang dan organ reproduktif. Lapisan Endoderm yaitu lapisan paling dalam yang akan membentuk usus, hati, pankreas dan pundi kencing.

Minggu ke-6 :
Ukuran embrio rata-rata 2-4 mm yang diukur dari puncak kepala hingga bokong. Terjadi hubungan antara Embrio dengan placenta. Melalui melalui tali pusat. Terdapat tiga lapisan yang menyelimuti embrio dalam placenta yaitu Amnion, Korion
dan Alantois. Amnion merupakan kantong tempat embrio berada Amnion berisi cairan ketuban yang berguna agar embrio tetap basah dan tahan goncangan selama di dalam perut ibu. Korion –merupakan selaput luar yang memiliki banyak pembuluh darah. Alantois merupakan jaringan di dalam tali pusat yang juga memiliki banyak pembuluh darah yang menghubungkan sirkulasi embrio dengan plasenta. Plasenta berfungsi untuk melindungi embrio dari serangan mikroorganisme selama di dalam rahim ibu. Selain itu, plasenta juga berfungsi untuk pertukaran gas, makanan, dan zat sisa antara kamu dan ibu. Jadi embrio bisa mendapatkan makanan dari ibunya melalui plasenta. Plasenta juga berfungsi menghasilkan hormon.

Minggu ke-7 :

Akhir minggu ketujuh, panjangnya sekitar 5-13 mm dan beratnya 0,8 gram, kira-kira sebesar biji kacang hijau. Pucuk lengan mulai membelah menjadi bagian bahu dan tangan yang mungil. Jantung telah dibagi menjadi bilik kanan dan bilik kiri, begitu pula dengan saluran udara yang terdapat di dalam paru-paru. Pada minggu ke 7 atau sekitar (40- 45) hari ini, embrio sudah berbentuk struktur manusia dan menjadi janin.

Minggu ke 8
Panjang kira-kira 14-20 mm. Banyak perubahan yang terjadi pada bayi Anda. Jika Anda bisa melihat , ujung hidung dan kelopak mata mulai berkembang, begitu pula telinga. Brochi, saluran yang menghubungkan paru-paru dengan tenggorokan, mulai bercabang. Lengan semakin membesar dan ia memiliki siku. Bayi sudah mulai terbentuk diantaranya pembentukan lubang hidung, bibir, mulut serta lidah. Matanya juga sudah kelihatan berada dibawah membran kulit yang tipis. Anggota tangan serta kakii juga terbentuk walaupun belum sempurna. Pada minggu ini janin sudah benar-benar lebih mirip tubuh manusia.

Minggu ke-9 :

Telinga bagian luar mulai terbentuk, kaki dan tangan terus berkembang berikut jari kaki dan tangan mulai tampak. Ia mulai bergerak walaupun Anda tak merasakannya. Dengan Doppler, Anda bisa mendengar detak jantungnya. Minggu ini, panjangnya sekitar 22-30 mm dan beratnya sekitar 4 gram. Selanjutnya penyempurnaan bentuk dan pembesaran tubuh terus berlanjut menjadi Fetus (jabang bayi).

Minggu ke-10 :

Semua organ penting yang telah terbentuk mulai bekerjasama. Pertumbuhan otak meningkat dengan cepat, hampir 250.000 sel saraf baru diproduksi setiap menit. Ia sudah tampak seperti manusia kecil dengan panjang 32-43 mm dan berat 7 gram.

Minggu ke-11 :

Panjang tubuhnya mencapai sekitar 6,5 cm. Baik rambut, kuku jari tangan dan kakinya mulai tumbuh. Sesekali di usia ini janin sudah menguap. Gerakan demi gerakan kaki dan tangan, termasuk gerakan menggeliat, meluruskan tubuh dan menundukkan kepala, sudah bisa dirasakan ibu. Bahkan, janin kini sudah bisa mengubah posisinya dengan berputar, memanjang, bergelung, atau malah jumpalitan yang kerap terasa menyakitkan sekaligus memberi sensasi kebahagiaan tersendiri

Minggu ke-12 :

Bentuk wajah bayi lengkap, ada dagu dan hidung kecil. Jari-jari tangan dan kaki yang mungil terpisah penuh. Usus bayi telah berada di dalam rongga perut. Akibat meningkatnya volume darah ibu, detak jantung janin bisa jadi meningkat. Panjangnya sekitar 63 mm dan beratnya 14 gram. Mulai proses penyempurnaan seluruh organ tubuh. Bayi membesar beberapa millimeter setiap hari. Jari kaki dan tangan mulai terbentuk termasuk telinga dan kelopak mata.

Minggu ke-13 :
Pada akhir trimester pertama, plasenta berkembang untuk menyediakan oksigen , nutrisi dan pembuangan sampah bayi. Kelopak mata bayi merapat untuk melindungi mata yang sedang berkembang. Janin mencapai panjang 76 mm dan beratnya 19 gram. Kepala bayi membesar dengan lebih cepat daripada yang lain. Badannya juga semakin membesar untuk mengejar pembesaran kepala.

Minggu ke-14 :

Tiga bulan setelah pembuahan, panjangnya 80-110 mm dan beratnya 25 gram. Lehernya semakin panjang dan kuat. Lanugo, rambut halus yang tumbuh di seluruh tubuh dan melindungi kulit mulai tumbuh pada minggu ini. Kelenjar prostat bayi laki-laki berkembang dan ovarium turun dari rongga perut menuju panggul. Detak jantung bayi mulai menguat tetapi kulit bayi belum tebal karena belum ada lapisan lemak

Minggu ke-15 :
Tulang dan sumsum tulang di dalam sistem kerangka terus berkembang. Jika bayi Anda perempuan, ovarium mulai menghasilkan jutaan sel telur pada minggu ini. Kulit bayi masih sangat tipis sehingga pembuluh darahnya kelihatan. Akhir minggu ini, beratnya 49 gram dan panjang 113 mm Bayi sudah mampu menggenggam tangannya dan mengisap ibu jari. Kelopak matanya masih tertutup

Minggu ke-16 :

Bayi telah terbentuk sepenuhnya dan membutuhkan nutrisi melalui plasenta. Bayi telah mempunyai tulang yang kuat dan mulai bisa mendengar suara. Dalam proses pembentukan ini system peredaran darah adalah yang pertama terbentuk dan berfungsi. Janin mulai bergerak ! Tetapi tak perlu kuatir jika Anda tak merasakannya. Semakin banyak kalsium yang disimpan dalam tulang bayi seiring dengan perkembangan kerangka. Bayi Anda berukuran 116 mm dan beratnya 80 gram

Minggu ke-17 :

Dengan panjang 12 cm dan berat 100 gram, bayi masih sangat kecil. Lapisan lemak cokelat mulai berkembang, untuk menjada suhu tubuh bayi setelah lahir. Tahukah Anda ? Saat dilahirkan, berat lemak mencapai tiga perempat dari total berat badannya. Rambut, kening, bulu mata bayi mulai tumbuh dan garis kulit pada ujung jari mulai terbentuk. Sidik jari sudah mulai terbentuk

Minggu ke-18 :

Mulailah sudah janin bisa mendengar pada minggu ini. Ia pun bisa terkejut bila mendengar suara keras. Mata bayi pun berkembang. Panjangnya sudah 14 cm dan beratnya 140 gram. Hormon Estrogen dan Progesteron semakin meningkat.

Minggu ke-19 :

Tubuh bayi diselimuti vernix caseosa, semacam lapisan lilin yang melindungi kulit dari luka. Otak bayi telah mencapai jutaan saraf motorik karenanya ia mampu membuat gerakan sadar seperti menghisap jempol. Beratnya 226 gram dengan panjang hampir 16 cm.

Minggu ke-20 :

Setengah perjalanan telah dilalui. Kini, beratnya mencapai 260 gram dan panjangnya 14-16 cm. Dibawah lapisan vernix, kulit bayi mulai membuat lapisan dermis, epidermis dan subcutaneous. kuku tumbuh pada minggu ini. Proses penyempurnaan paru-paru dan system pernafasan. Pigmen kulit mulai terlihat

Minggu ke-21 :

Usus bayi telah cukup berkembang sehingga ia sudah mampu menyerap atau menelan gula dari cairan lalu dilanjutkan melalui sistem pencernaan manuju usus besar. Gerakan bayi semakin pelan karena beratnya sudah 340 gram dan panjangnya 20 cm

Minggu ke-22 :

Indera yang akan digunakan bayi untuk belajar berkembang setiap hari. Setiap minggu, wajahnya semakin mirip seperti saat dilahirkan. Perbandingan kepala dan tubuh semakin proporsional

Minggu ke-23 :
Meski lemak semakin bertumpuk di dalam tubuh bayi, kulitnya masih kendur sehingga tampak keriput. Ini karena produksi sel kulit lebih banyak dibandingkan lemak. Ia memiliki kebiasaaan "berolahraga", menggerakkan otot jari-jari tangan dan kaki, lengan dan kaki secara teratur. Beratnya hampir 450 gram Tangan dan kaki bayi telah terbentuk dengan sempurna, jari juga terbentuk sempurna.

Minggu ke-24 :
Paru-paru mulai mengambil oksigen meski bayi masih menerima oksigen dari plasenta. Untuk persiapan hidup di luar rahim, paru-paru bayi mulai menghasilkan surfaktan yang menjaga kantung udara tetap mengembang Kulit bayi mulai menebal

Minggu ke-25 :
Bayi mulaicegukan, tandanya ia sedang latihan bernafas. Ia menghirup dan mengeluarkan air ketuban. Jika air ketuban yang tertelan terlalu banyak, ia akan cegukan. Tulang bayi semakin mengeras dan bayi menjadi bayi yang semakin kuat. Saluran darah di paru-paru bayi sudah semakin berkembang. Garis disekitar mulut bayi sudah mulai membentuk dan fungsi menelan sudah semakin membaik. Indera penciuman bayi sudah semakin membaik karena di minggu ini bagian hidung bayi (nostrils) sudah mulai berfungsi. Berat bayi sudah mencapai 650-670 gram dengan tinggi badan 34-37 cm.

Minggu ke-26 :
Aktifitas otaknya yang berkaitan dengan pendengarannya dan pengelihatannya sudah berfungsi walaupun kelopak matanya belum terbuka, Berat badan bayi sudah mencapai 750-780gram, sedangkan tingginya 35-38 cm.

Minggu ke-27 :

Minggu pertama trimester ketiga, paru-paru, hati dan sistem kekebalan tubuh masih harus dimatangkan. Namun jika ia dilahirkan, memiliki peluang 85% untuk bertahan. Indra perasa mulai terbentuk. Bayi juga sudah pandai mengisap ibu jari dan menelan air ketuban yang mengelilinginya. Berat umum bayi seusia si kecil 870890 gram dengan tinggi badan 36-38 cm.

Minggu ke-28 :
Minggu ini beratnya 1100 gram dan panjangnya 25 cm. Otak bayi semakin berkembang dan meluas. Lapisan lemak pun semakin berkembang dan rambutnya terus tumbuh. Lemak dalam badan mulai bertambah. Walaupun gerakan bayi sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila kena cahaya melalui dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paru-parunya belum sempurna.

Minggu ke-29 :
Kelenjar adrenalin bayi mulai menghasilkan hormon seperti androgen dan estrogen. Hormon ini akan menyetimulasi hormon prolaktin di dalam tubuh ibu sehingga membuat kolostrum (air susu yang pertama kali keluar saat menyusui). Sensitifitas dari bayi semakin jelas, bayi sudah bisa mengidentifikasi perubahan suara, cahaya, rasa dan bau. Selain itu otak bayi sudah bisa mengendalikan nafas dan mengatur suhu badan dari bayi. Postur dari bayi sudah semakin sempurna sebagai seorang manusia, berat badannya 1100-1200 gram, dengan tinggi badan 37-39 cm.

Minggu ke 30 :
Lemak dan berat badan bayi terus bertambah sehingga bobot bayi sekarang sekitar 1400 gram dan panjangnya 27 cm. Karena ia semakin besar, gerakannya semakin terasa .Mata indah bayi sudah mulai bergerak dari satu sisi ke sisi yang lain dan dia sudah mulai belajar untuk membuka dan menutup matanya. Cairan ketuban (amniotic fluid) di rahim semakin berkurang. Kini si kecil pun sudah mulai memproduksi air mata. Berat badan bayi 1510-1550 gram, dengan tinggi 39-40 cm.

Minggu ke-31 :
Plasenta masih memberikan nutrisi yang dibutuhkan bayi. Aliran darah di plasenta memungkinkan bayi menghasilkan air seni. Ia berkemih hampir sebanyak 500 ml sehari di dalam air ketuban. Perkembangan fisik bayi sudah mulai melambat pada fase ini, hanya berat badan bayilah yang akan bertambah. Selain itu lapisan lemak akan semakin bertambah dibawah jaringan kulitnya. Tulang pada tubuh bayi sudah mulai mengeras, berkembang dan mulai memadat dengan zat-zat penting seperti kalsium, zat besi, fosfor. Berkebalikan dengan perkembangan fisiknya, pada fase ini perkembangan otaknyalah yang berkembang dengan sangat pesat dengan menghasilkan bermilyar sel. Apabila diperdengarkan musik, bayi akan bergerak. Berat badan bayi 1550-1560 gram dengan tinggi 41-43 cm.

Minggu ke-32 :
Jari tangan dan kaki telah tumbuh sempurna, begitu pula dengan bulu mata, alis dan rambut di kepala bayi yang semakin jelas. Lanugo yang menutupi tubuh bayi mulai rontok tetapi sebagian masih ada di bahu dan punggung saat dilahirkan. Dengan berat 1800 gram dan panjang 29 cm, kemampuan untuk bertahan hidup di luar rahim sudah lebih baik apabila di dilahirkan pada minggu ini. Kulit bayi semakin merah, kelopak matanya juga telah terbuka dan system pendengaran telah terbentuk dengan sempurna. Kuku dari jari mungil tangan dan kaki si kecil sudah lengkap dan sempurna. Rambutnya pun semakin banyak dan semakin panjang. Bayi sudah mulai bisa bermimpi, .

Minggu ke-33 :
Bayi telah memiliki bentuk wajah yang menyerupai ayah dan ibunya. Otak bayi semakin pesat berkembang. Pada saat ini juga otak bayi sudah mulai bisa berkoordinasi antara lain, bayi sudah menghisap jempolnya dan sudah bisa menelan. Walaupun tulang-tulang bayi sudah semakin mengeras tetapi otot-otot bayi belum benar-benar bersatu. Bayi sudah bisa mengambil nafas dalam-dalam walaupun nafasnya masih di dalam air. Apabila bayinya laki-laki maka testis bayi sudah mulai turun dari perut menuju skrotum. Berat badan bayi 1800-1900 gram, dengan tinggi badan sekitar 43-45 cm.

Minggu ke-34 :
bayi berada di pintu rahim. Bayi sudah dapat membuka dan menutup mata apabila mengantuk dan tidur, bayi juga sudah mulai mengedipkan matanya. Tubuh bunda sedang mengirimkan antibodi melalui darah bunda ke dalam darah bayi yang berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuhnya dan proses ini akan tetap terus berlangsung bahkan lebih rinci pada saat bunda mulai menyusui. Berat Badan bayi 2000-2010 gram, dengan tinggi badan sekitar 45-46 cm.

Minggu ke-35 :
Pendengaran bayi sudah berfungsi secara sempurna. Lemak dari tubuh bayi sudah mulai memadat pada bagian kaki dan tangannya, lapisan lemak ini berfungsi untuk memberikan kehangatan pada tubuhnya. Bayi sudah semakin membesar dan sudah mulai memenuhi rahim bunda. Apabila bayi bunda laki-laki maka di bulan ini testisnya telah sempurna. Berat badan bayi 2300-2350 gram, dengan tinggi badan sekitar 45-47 cm.

Minggu ke-36 :

Kulit bayi sudah semakin halus dan sudah menjadi kulit bayi. Lapisan lemak sudah mulai mengisi bagian lengan dan betis dari bayi. Ginjal dari bayi sudah bekerja dengan baik dan livernya pun telah memproduksi kotoran. Saat ini paru-paru bayi sudah bekerja baik bahkan sudah siap bertemu dengan mama dan papa. Berat badan bayi 24002450 gram, dengan tinggi badan 47-48 cm

Minggu ke-37 :
Kepala bayi turun ke ruang pelvik. Bentuk bayi semakin membulat dan kulitnya menjadi merah jambu. Rambutnya tumbuh dengan lebat dan bertambah 5cm. Kuku terbentuk dengan sempurna. Bayi sudah bisa melihat adanya cahaya diluar rahim. Bayi pada saat ini sedang belajar untuk mengenal aktifitas harian, selain itu bayi juga sedang belajar untuk melakukan pernafasan walaupun pernafasannya masih dilakukan di dalam air. Berat badan bayi di minggu ini 2700-2800 gram, dengan tinggi 48-49 cm

Minggu ke-38 hingga minggu ke-40 :

Proses pembentukan telah berakhir dan bayi siap dilahirkan.

Kalau kita perhatikan proses kejadian manusia mulai dari proses pembuahan, terbentuknya zigot, lalu zigot membelah diri (masih dalam bentuk gupalan darah), lalu dia menempel di dalam diding rahim untuk mengisap darah ibunya( bagaikan seekor lintah), kemudian membentuk selubung (ari-ari, placenta dan talipusar), kemudian diikuti oleh pembentukan organ-organ tubuh lainnya, lalu terbentuklah janin, kemudian janin terus tumbuh dan berkembang menjadi Fetus (jabang bayi), hingga sempurna sampai dia siap untuk dilahirkan. Tahap-tahap kejadian manusia di dalam perut ibunya sudah diterangkan di dalam AL Qur’an , jauh sebelum dunia kedokteran membuktikannya , seperti yang tercantum di dalam surat Al Mu’minuun ayat 14 yang berbunyi;

.
14

“ Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci lah Allah, Pencipta Yang Paling Baik (QS 23:14} “.

Ayat diatas menjelaskan bahwa setetes (setitik) atau satu dari sperma yang dipancarkan akan membuahi sesuatu di dalam rahim ( sel telur). Hal ini diperkuat dengan keterangan ayat al qur’an lainnya pada saurat Al Qiyamah 36-37 yang berbunyi ;

36

‫ى‬

37

“Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah ia hanya setitik mani yang dipancarkan?” (QS Al Qiyamah:36-37)”.
Setelah terjadi pembuahan, maka Allah telah menentukan urusan selanjutnya bagi zigot tersebut. Dimana setelah itu zigot akan melakukan pergandaan sel membentuk gumpalan darah. Keterangan ayat diatas juga diperkuat oleh petunjuk AL Qur’an lainnya yang tercantum pada surat Al ‘Alaq ayat 1-2 yang berbunyi ;

1

2

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari „alaq (segumpal darah). Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah (QS 96:1-2)”.

Kemudian setelah minggu ke 3 – ke 5 mulailah terbentuk embrio yang berupa gumpalan daging yang makin membesar di dalam rahim. Di dalam gumpalan daging yang makin membasar itu, mulailah terjadi pembentukan tulang dan rangka. Selanjutnya tulang yang sudah terbentuk, di ikat oleh bagian daging-daging terdekat membentuk otot-otot sesuai dengan letak dan fungsi tulang tersebut. Pematangan dan penyempurnaan susunan tulang , daging dan organ-organ vital lainnya terus berlanjut hingga mencapai minggu ke 8 ,dan pada akhir minggu ke 9 embrio sudah berbentuk jabang bayi (fetus) atau manusia kecil yang terus mengalami perkembangan lebih sempurna hingga menunggu waktu kelahirannya.

Jadi terdapat tiga fase perubahan bentuk kejadian manusia di dalam rahim ibu. Pertama adalah fase Pre-embrionik terjadinya pembuahan hingga pembentukan zigot yang masih berupa gumpalan darah, kedua fase Embrionik (embrio) yang berupa gumpalan daging atau organorgan vital dan pembentukan tulang-tulang , ketiga fase Fetus atau jabang bayi dimana terjadi proses penyempurnaan pembentukan organ-organ penting dan pengikatan tulang-tulang dengan jaringan otot. Kemudian Fetus terus bekembang menuju bentuk yang lebih sempurna hingga menunggu saat-saat kelahirannya di minggu ke 38 hingga ke 40 ( baca “ Williams P., Basic Human Embryology “, 3. edition, 1984, s. 64.). Fase-faase perubahan atau perkembangan manusia di dalam rahim Ibu , sudah di abadikan oleh Al Qur’an 1400 tahun yang lalu. Sedangkan dunia kedokteran baru membuktikannya pada abad ke 20 ini. Seperti dalam surat Az Zummar ayat 6 yang berbunyi ;

Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian(fase) demi kejadian(fase) dalam tiga kegelapan (QS 39:6) “.

Tiga kegelapan yang dimaksud oleh ayat diatas , mempunyai arti yang cukup luas. Antara lain dapat berupa 3 fase perubahan bentuk seperti yang sudah termati diatas (zygot, embrio dan Fetus) dan bisa juga berupa 3 kegelapan saat calon bayi masih berasa di dalam selubung yang tertutup rapat. Hanya bahan makanan yang berasal dari darah ibu yang boleh masuk kedalam selubung calon bayi itu. Bahkan bakteri dan sperma pun tidak akan sanggup menembus selubung gelap dari placenta itu. Ke tiga lapisan tersebut adalah berupa lapisan dari placenta yang terdiri dari Amnion, Korion dan Alantois. Beberapa hal menarik lainnya yang disampaikan oleh Allah di dalam Al Qur’an tentang kejadian manusia di dalam rahim antara lain adalah ; A.. Jenis kelamin bayi yang akan lahir Menurut keterangan Al Qur’an, jenis kelamin bayi yang dillahirkan ditentunkan oleh bibit (Sperma) dari Bapaknya. Sebagaimana yang diabadikan di dalalam Surat Am Najm ayat 45-46 yang berbunyi ;

45 46 47

“ dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan45, dari air mani, apabila dipancarkan46. Dan bahwasanya Dia-lah yang menetapkan kejadian yang lain (kebangkitan sesudah mati) (QS 53:45-47), Ayat diatas menjelaskan tentang kejadian manusia baik laki-laki maupun perempuan yang ditentukan oleh air mani (sperma) yang dipancarkan. Kemudian setelah hari kiamat nanti, manusia itu akan dibangkit kembali dengan bentuk kejadian yang berbeda yang tidak diketahui oleh manusia. Cabang-cabang ilmu pengetahuan yang berkembang seperti genetika dan biologi molekuler telah membenarkan secara ilmiah ketepatan informasi yang diberikan Al Qur’an ini. Kini diketahui bahwa jenis kelamin ditentukan oleh sel-sel sperma dari tubuh pria, sedangkan wanita tidak berperan dalam proses penentuan jenis kelamin ini. Kromosom adalah unsur utama dalam penentuan jenis kelamin. Dua dari 46 kromosom tersebut menentukan jenis kelamin. Dua kromosom ini adalah pasangan “XY” pada pria, dan pasangan “XX” pada wanita. Kromosom Y membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kewanitaan. Pembentukan seorang manusia baru berawal dari penggabungan silang salah satu dari pasangan kromosom ini, baik pada pria dan wanita. Pada wanita, kedua bagian sel kelamin, yang membelah menjadi dua selama peristiwa ovulasi, membawa kromosom X. Sebaliknya, sel kelamin seorang pria menghasilkan dua sel sperma yang berbeda, satu berisi kromosom X, dan yang lainnya berisi kromosom Y. Jika satu sperma berkromosom Y bergabung dan berpasangan dengan sel telur wanita yang membawa kromosom X, maka bayi yang akan lahir bayi berjenis kelamin pria. Sementara jika satu sel spermas berkromosom X dari laki-laki bergabung dan berpasangan dengan sel telur yang membawa kromosom X, maka bayi yang akan lahir berjenis kelamin wanita. Dengan kata lain, jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis kromosom mana dari pria yang bergabung atau berpasangan dengan sel telur wanita. Artinya proses perjodohan dari pasangan kromosom tersebutlah yang menentukan jenis kelamin, apakah X ketemu X atau X ketemu Y ?.

B.. Kandungan yang tidak sempurna Adakalanya pada fase pembentukan zigot sampai fase embrio mengalami kejadian yang tidak sempurna sehingga akan terjadi keguguran, kegagalan kehamilan atau pendarahan. Namun kegagalan atau keguguran kehamilan jarang terjadi setelah janin berubah menjadi fetus karena kedudukannya di dalam rahim sudah sangat kuat dan sempurna. Kegagalan dan keguguran sering terjadi pada trisemester pertama. Hal ini sudah diberitahu oleh al Qur’an yang tercantum pada surat Al Hajj ayat 6 yang berbunyi ;
Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsurangsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah ( QS 22:6) “.

Keterangan surat Al Hajj ini juga memperkuat penjelasan yang tercantum pada surat Al Mu’minuun ayat 14, seperti yang sudah dijelaskan diatas tadi, yaitu tentang fase-fase pembentukan janin di dalam rahim ibu.. Tidak ada yang bertentangan di dalam keterangan ayat-ayat Al Qu’an , semuanya saling memperkuat dan saling melengkapi. Demikianlah mukzizat ayat-ayat Al Qur’an yang diturunkan Allah kepada Nabi besar Muhammad SAW. Padahal beliau tidak dapat mengetahui secara mendetail perkembangan sain abad sekarang ini, karena beliau adalah seorang yang buta huruf, yang sama sekali tidak mengenyam pendidikan ilmiah. Jadi benarlah bahwa Muhammad hanya menyampaikan Wahyu yang diterimanya dari Allah. sesungguhnya yang maha mengetahui dan maha benar atas keterangan AL Qur’an tersebut hanyalah Allah. Kesimpulannya adalah bahwa Al Qur’an bukanlah karangan nabi Muhamad SAW, tetapi firman dan wahyu dari Allah SWT. Maha benar Allah dengan segala firmanNYA. Dokter kandungan dan ahli embriologi terhebat di dunia yang berasal dari Kanada, Dr. Keith Moore. ia memiliki sebuah buku yang diterjemahkan ke dalam delapan bahasa; dipelajari di

kebanyakan universitas-universitas dunia. Dia menyampaikan pidato dengan tema, “Keselarasan Ilmu Kandungan dengan sesuatu yang Terdapat dalam Al-Qur’an dan As-Sunah” di Universitas al-Malik Faishal. Dia berkata, “Sesungguhnya ilmu pengetahuan ini, yang terdapat dalam Al-Qur’an datang kepada Muhammad dari sisi Allah, sebagaimana juga memberikan bukti kepadaku bahwa Muhammad adalah pasti seorang rasul yang diutus dari sisi Allah.” Dia juga berkata dalam pidatonya, “Manusia ketika pertama kali diciptakan dalam perut ibunya berbentuk segumpal darah, kemudian setelah itu ciptaannya meningkat menjadi segumpal daging, kemudian berubah menjadi tulang-belulang, dan kemudian dibungkus dengan daging,. “Semua yang kami dapatkan dalam penelitian-penelitian kami, maka kami mendapatkannya tertera di dalam Al-Qur’an surat Al ‘Alaq yang berbunyi ;

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhamu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah (qs 96:1) ”.
“Dr Keith Moore “ yang telah menulis buku terbaik “Perkembangan Manusia” telah membenarkan tentang fase-fase pembentukan janin di dalam rahim sesuai dengan keterangan ayat-ayat Al Qur’an. Untuk membuktikan yang mana yang lebih dahulu “ pembentukan daging atau tulang ?” atau keduanya sama-sama terbentuk?. Maka “Dr Keith Moore “ melakukan penelitian lebih lanjut dengan membuat sebuah irisan dalam embrio dan membedah organ bagian dalam, pada berbagai usia embrio. Dia menemukan sebagian besar tulang-tulang itu sudah terbentuk dan sebagian lagi belum terbentuk secara sempurna. Hal ini menunjukkan bahwa benar dengan apa yang disampaikan oleh A Qur’an. Artinya Tulang tersebut terbentuk dari dalam daging kemudian dilanjutkan oleh pengikatan tulang oleh otototot jaringan atau daging terdekat.

13. SEGALA SESUATU DICIPTAKAN BERPASANGAN? Ayat berikut ini mengatakan Allah menciptakan segala sesuatu berpasangan. Contohnya: jenis kelamin tanaman dan binatang, siang dan malam, kekuatan yang menarik dan menolak, dsb. Menurut QS 51:49 ; “ Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasangpasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.” Namun Muhammad yang bodoh tidak memperhatikan bahwa ada juga benda yang tidak berpasangan di dunia ini. Contohnya bakteri, fungi imperfeci (jamur) dsb, adalah anggota Monera Kingdom yang berkembangbiak secara a-seksual. Elodea Eropa adalah tanaman satu jenis kelamin saja, yang juga berkembang biak secara a-seksual. Cacing ternyata hewan hermafrodit (dgn dua jenis kelamin). Satu lagi contoh yang tidak berpasangan adalah grafitasi (gaya tarik bumi). Ini adalah tenaga yang menarik saja, tidak ada pasangannya. Tidak ada yang namanya gaya tolak bumi. AL Qur’an surat Az Dzaariyaat ayat 49 berbunyi ;
49

“ Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah (QS 51:49)”. Berpasang-pasangan di dalam konteks ayat tersebut diatas mempunyai cakupan makna yang sangat luas. Untuk itu manusia harus banyak belajar tentang apa saja yang menjadi cakupan “berpasangan” tersebut. Misionaris Kristen tersebut mengartikan berpasangan sesuai dengan apa yang terlihat oleh mata kepalanya. Masionaris tersebut menginterprestasikan kata “ berpasangan “ berdasarkan jenis kelamin (Gender) , tetapi dia juga melihat ada diantara hewan dan tumbuh-2an yang tidak berpasangan, padahal mereka tidak kawin namun masih bisa beranak pinak (misalnya bakteri, jamur, cacing dan makhluk asexual lainnya). Misonaris tersebut sudah merasa pintar , sehingga dia menganggap apa yang disampaikan oleh Muhammad adalah suatu kekeliruan dan Muhammad adalah orang yang bodoh. Pada hal Muhammad hidup di zaman jahilliah , beliau adalah seorang yang tidak bisa baca tulis, dan tidak pernah mendapat pendidikan ilmiah seperti sekarang ini. Tentu saja Nabi Muhammad tidak pernah menyaksikan apa-apa yang sudah di temukan pada zaman modern dimana sain dan

teknologi berkembang pesat seperti sekarang ini. Nabi Muhammad hanya menyampaikan apa yang di firmankan oleh Allah. Hanya Allah yang akan membuktikan kebenaran ayat-ayat NYA kelak dikemudian hari, sesuai dengan hasil penemuan sain dan teknologi manusia. Untuk itu manusia sekarang dituntut untuk membuktikan kebenaran ayat-ayat Al Qur’an tersebut. Kalau kita perhatikan secara kasat mata, kelahiran seorang anak atau keturunanya adalah dari hasil perkawinan antara pasangan jantan dan betina. Begitu juga hewan lainnya ; kambing, domba, kuda dan lain-lain. Tumbuh-tumuhan juga memperbanyak diri dengan perkawinan dari pasangan serbuk sari dan kepala putik. Jadi dalam hal perkawinan saja Allah sudah menciptakan berpasang-pasangan. Namun dari hasil penelitian ilmiah , terdapat beberapa maklhuk hidup yang tidak membutuhkan perkawinan dari pasangannya untuk beranak pinak. Misalnya Bakteri berkembang biak dengan cara membelah diri bukan dengan perkawinan dengan pasangannya, jamur berkembangbiak dengan spora dan pembelahan sel, cacing tanah bersifat hemaprodite yang tidak membutuhkan pasangannya. Ada juga tumbuhan lain yang dikembangbiakkan dengan stek , akar tinggal atau bagian organ yang terpotong. Bahkan ada juga seorang wanita perawan yang melahirkan anaknya tanpa adanya laki-laki yang menghamilinya, seperti Isa A.S atau Yesus. Karena keganjilan itu maka umat Kristen menobatkannya menjadi Tuhan. Padahal masih banyak makhluk ciptaan Allah lainnya yang lahir tanpa perkawinan yang jauh lebih sulit dari pada proses kelahiran Yesus. Pertanyaannya adalah ; Kenapa ada hewan, dan tumbuh-tumbuhan yang tidak membutuhkan pasangan untuk berkembang-biak? Apakah hewan yang tidak berpasangan tersebut benarbenar tidak berpasangan? Bagaimana proses terjadinya anakan dari makhluk yang tidak berasangan tersebut? Apakah benar hewan dan tumbuh2an yang tidak berpasangan tersebut kontradiksi dengan keterangan ayat-ayat Al qur’an? Kalau keturunan dapat dihasilkan tanpa melibatkan pasangan, bagaimana manusia dapat menjelaskan fenomen perkawinan tanpa gender tersebut? Apa arti gender dalam sistim reproduksi? Apakah tanpa pasangan atau tanpa proses perkawinan, keturunan dapat dihasilkan? Petanyaan-pertanyaan diatas sangat sederhana, tetapi membutuhkan analisa cukup mendalam untuk menjawabnya. Manusia membutuhkan 15 abad untuk menjawab pertanyaan ini , dihitung setelah AL Qur’an menyampaikannya. Karena Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menjelaskan tentang rahasia perkawinan atau reproduksi suatu makluk. Kata kunci dari pertanyaannya adalah; Apakah proses reproduksi suatu makluk hidup mutlak membutuhkan perkawinan antar pasangan-pasangannnya atau tidak? Apakah keterangan tentang kalimat “berpasangan-pasangan” dalam sistim reproduksi yang dimaksud oleh Al Qur’an adalah harus berupa sistrim reproduksi antara makhluk hidup yang yang berlainan jenisnya kelaminnya? Apakah reproduksi tanpa melibatkan pasangan

merupakan sesuatu yang kontradiksi dengan Al Qur’an? Bagaimana Al Qur’an dapat menyingkapi semua kejadian tersebut? Sekiranya kalimat “berpasang-pasangan” hanya ditujukan bagi sistim reproduksi yang melibatkan pasangan saja, maka tentulah keterangan Al Qur’an tersebut kontradiksi dengan kenyataan sebagaimana yang telah ditemukan oleh sain modern. Maka kalimat “ berpasang-pasangan” terhadap sistem reproduksi yang disampaikan oleh AL Qur’an tersebut haruslah dicermati dan ditelaah lebih mendasar dan lebih mendalam lagi. Sekarang manusia ditantang oleh Allah untuk mengungkapkan rahasia “berpasang-pasangan” dalam sistim reproduksi makluk hidup. Mungkin saja kita yang salah menginterprestasikan makna dari kata “berpasang-pasangan” tersebut. Seolah-olah kata tersebut berarti “perbedaan kelamin”, sehingga kita mengabaikan proses reproduksi yang tidak melibatkan jenis kelamin. Yang pada akhirnya bagi orang-orang yang tidak suka dengan Al Qur’an mendapat peluang untuk memperolok-olokkannya. Maka tugas seorang muslim yang mengertilah yang harus mengungkapkan dan mencari kebenaran makna dari kata “berpasang-pasangan” tersebut. Untuk itu marilah kita telusuri ayat-ayat di dalam Al Qur’an untuk mencari penjelasan tentang “berpasangan-pasangan” yang berhubungan dengan sistim reproduksi. Ternyata Al Qur’an sudah jauh mendahului apa-apa yang ditemukan oleh misteri Sain abad sekarang. Kita dapat mengungkapkan apa sebenarnya arti dan makna dari kata “berpasangan” tersebut dari keterangan yang tercantum dalam surat Yassiin ayat 36 yang berbunyi ;

36

“ Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui (QS 36:36) “. Ayat diatas memberikan petunjuk pada kita, bahwa semua makluk hidup yang menggantungkan nasib dan hidupnya di atas permukaan di bumi ini, diciptakan Allah berpasang-pasangan. Jadi tidak ada makluk hidup yang tidak mengandung unsur “ berpasangpasangan “, termasuk bakteri, jamur, dan seluruh tumbuh-tumbuhan yang bereproduksi secara a-sexual . Bahkan dalam diri manusia itu sendiri ada yang unsur yang “berpasang-pasangan” di dalam tubuhnya.

Konteks ayat diatas bukan membicarakan tentang Manusia yang diciptakan bepasangpasangan, tetapi tentang diri manusia itu sendiri yang di dalam tubuhnya terdapat unsur yang berpasang-pasangan seperti makluk hidup lainnya (hewan dan tumbuh-2an). Bagi telinga orang awam, analisa dan interprestasi ini tentu sangat aneh sekali. Tetapi ilmu pengetahuan abad sekarang sudah membuktikannya dengan tepat. Di dalam tubuh setiap manusia , yaitu di dalam inti selnya, terdapat sepasang kromosom yang berasal bapak dan ibunya. Setiap sel tubuh manusia memiliki 46 kromosom yang setengahnya berasal dari Ibu dan setengahnya lagi berasal dari Bapaknya. Ini merupakan pembuktian ilmiah yang tidak terbantahkan. Ayat al Qur’an diatas juga menjelaskan tentang sistim reproduksi asexual dari jenis hewan seperti bakteri, cacing dan berbagai jenis tumbuhan yang mampu bereproduksi secara vegetatif , yang semuanya mempunyai sesuatu yang berpasang-pasangan di dalam tubuhnya. Tugas manusialah untuk dapat mengungkapkan rahasianya. Allah sudah menjelaskan di dalam Al Quran memalui FirmanNYA kepada nabi Muhammad. Allah menyampaikan firmanNYA dengan tatabahasa yang sangat bijaksana penuh perhitungan dan sederhana, sehingga umat nabi Muhammad yang masih bodoh dan awam dapat menerima keterangan itu apa adanya. Pertanyaannya adalah ; Ada apa dengan sel bakteri dan mikroba lainnya sehingga dia dapat bereproduksi tanpa kawin dengan pasangannya? Apakah ada sesuatu yang berpasangan yang terdapat di dalam sel mikroba sehingga dia dapat berkembangbiak tanpa melibatkan pasangannya? Pasangan apakah yang terlibat dalam sitim reproduksi asexual? Kembali Allah memberikan petunjuk yang tersembunyi untuk memperkuat keterangan di dalam surat Yassiin ayat 36 diatas , yaitu dalam surat Asy Syura ayat 11 yang berbunyi ;

11

“ (Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang pasangan-pasangan (pula), dijadikanNya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat (QS 42:11) “.

Kontek ayat diatas menjelaskan tetang ketentuan sistem reproduksi antar sesama spesies. Bagi manusia sudah disediakan oleh Allah pasangan-pasangan dari jenis mereka sendiri yaitu sesama manusia (laki-laki dan perempuan) bukan dengan hewan. Artinya manusia kawin sesama manusia untuk meneruskan generasinya. Sedangkan untuk hewan seperti (domba kambing , anjing, harimau dll) , juga sudah dipersiapkan oleh Allah pasangan-pasangannya untuk kawin dan beranak pinak. Artinya satu species hanya berasal dari dari species yang sama ; keturunan manusia berasal dari manusia, keturunan kera berasal dari kera, anak anjing berasal dari anjing. Ayat ini juga menjelaskan bahwa manusia bukan berasal dari kera. Kemudian diakhir ayat tersebut, Allah menjelaskan bahwa tidak satupun hasil ciptaaNYA sama dengan ujud Allah. Artinya , hasil reproduksi makluk hidup itu tidak ada yang akan menyerupai Allah. Artinya Allah itu tidak beranak dan tidak berreproduksi. Jadi kalau ada anak manusia yang menjadi anak Allah, maka itu akan kontradikasi dengan penjelasan ayat ini. Sistim reproduksi makluk hidup sudah ditentukan dan diciptakan oleh ALlah, makluk hidup tinggal menjalankan rahmatNYA itu dengan cara yang dia sukai. Perkawinan antara sesama pasangan dalam satu species merupakan sarana dan fasilitas yang terbaik untuk dilaksanakan oleh makluk diatas bumi ini. Allah sudah menciptakan sarana dan fasilitas yang terbaik , mudah, sederhana, praktis, ekonomis dan paling menyenangkan, untuk masing-masing sistim reproduksi makluk hidup. Seperti misalnya; Manusia diberikan Allah sarana dan fasilitas reproduksi dengan cara perkawinan antara pria dan wanita yang mempunyai mamfaat dan hikmah yang sangat luas seperti ; suatu cara yang paling menyenangkan, memper-erat rasa kasih sayang diantara kedua pasangannya serta keturunannya, mudah, sederhana , biaya yang murah, dan dapat dilaksanakan dimana saja dan kapan saja sesuai dengan kesepakatan dari kedua pasangan itu. Disamping itu Allah sudah melengkapi manusia dengan perasan senang, keinginan syahwat terhadap pasangannya sebagai sarana tambahan agar manusia dapat beranak pinak dimuka bumi ini. Begitu juga dengan bakteri, yang merupakan jenis makluk hidup yang berperan penting dalam melaksanakan tugas-tugas menghancurkan dan menguraikan (decomposer) sisa-sisa makanan menjadi unsur-unsur dasar untuk dikembalikan lagi ke bumi ini agar dapat dimamfaatkan oleh dunia tumbuh-tumbuhan untuk melanjutkan siklus rantai makanan yang tidak putus-putusnya. Untuk itu bakteri membutuhkan proses yang sangat cepat untuk melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya, sehingga dengan tubuhnya yang sangat kecil itu, Allah dengan kententuanNYA memberikan sarana istimewa kepada makluk prokariot ini untuk berproduksi dengan cara cepat berupa pembelahan sel, bukan dengan cara perkawinan yang rumit dan lama. Artinya masing-masing makluk sudah ditentukan fungsi dan tugasnya di bumi ini, Allah

menghendaki semuanya berkembangbiak dan bekerja, sehingga Allah memberikan fasilitas dan sarana yang berbeda-beda untuk setiap makluk dalam melaksanakan system reproduksinya. Pertanyaan selanjutnya yang muncul adalah ; Apakah benar satu species berasal dari species yang sama? Apa benar perkawinan antar species-species yang berbeda tidak dapat menghasilkan keturunan? Apakah pada species yang sama dapat menghasilkan anak tanpa perkawinan melalui pasangannya? Untuk menjelaskan pertanyaan diatas tersebut, maka kita perlu banyak belajar tentang ilmu genetika. Kita harus menata ulang barbagai penemuan sain dibidang genetika dari masa lalu hingga sekarang ini. Terdapat beberapa periode bersejarah tentang penemuan sain di bidang genetika. Dimulai dari Charles Darwin pada tahun 1859, sampai berhasilnya proyek penyusunan Genom Manusia pada tahun 2003. Kronologis penemuan di bidang genetika adalah sebagai berikut ; 1. 1859 Charles Darwin menerbitkan The Origin of Species, lalu berkembang menjadi dasar-dasar teori evolusi. 2. 1865 Gregor Mendel menyerahkan konsep hereditas kawin silang tanaman pada kacang Kapri Pisum sativum. 3. 1878 E. Strassburger memberikan penjelasan mengenai pembuahan berganda. 4. 1900 Penemuan kembali hasil karya Mendel secara terpisah oleh Hugo de Vries (Belgia), Carl Correns (Jerman), dan Erich von Tschermak (Austro-Hungaria). Para penemu ini manjadi tonggak tentang teori genetika klasik. 5. 1903 sudah ditemukan unit pewarisan genetic dalam sel yang dinamai dengan Kromosom. 6. 1905 Pakar biologi Inggris William Bateson melakukan peng-kode-an dari satuan-satuan genetika (kromosom). 7. 1908 dan 1909 Peletakan dasar teori genetika populasi oleh Weinberg (dokter dari Jerman) dan secara terpisah oleh James W. Hardy (ahli matematika Inggris) . Ini merupakan tonggak awal dari konsep genetika populasi. 8. 1910 Thomas Hunt Morgan. Menggunakan lalat buah (Drosophila melanogaster) dan menunjukkan adanya gen-gen berada pada kromosom. Penemuan ini merupakan tonggak awal dari kosep sitogenetika. 9. 1913 Alfred Sturtevant berhasil membuat peta genetik pertama dari suatu kromosom. 10. 1918 Ronald Fisher (ahli biostatistika dari Inggris) menerbitkan On the correlation between relatives on the supposition of Mendelian inheritance ( "Keterkaitan antarkerabat berdasarkan pewarisan Mendel"). Era ini membuka tonggak baru pada konsep genetika kuantitatif . 11. 1927 diamatinya perubahan-perubaan fisik pada gen (disebut mutasi ).

12. 1928 Frederick Griffith menemukan suatu molekul pembawa sifat yang dapat dipindahkan antarbakteri (konjugasi). 13. 1931 Pindah silang. menyebabkan terjadinya rekombinasi. 14. 1941 Edward Lawrie Tatum and George Wells Beadle menemukan bahwa gen merupakan penyandi dari suatu protein. Ini merupakan tonggak dari ilmu Genetik dasar. 15. 1944 Oswald Theodore Avery, Colin McLeod and Maclyn McCarty. Berhasil mengisolasi DNA sebagai bahan genetik (mereka menyebutnya prinsip transformasi). 16. 1950 Erwin Chargaff menunjukkan adanya aturan umum yang berlaku untuk empat nukleotida pada asam nukleat, misalnya adenin selalu bersamaan jumlahnya dengan timin. 17. 1950 Barbara McClintock menemukan transposon pada jagung. 18. 1952 Hershey dan Chase . Berhasil membuktikan bahwa informasi genetik dari bakteriofag (dan mungkin semua organisme lain) adalah DNA. 19. 1953 Rahasia struktur DNA berhasil dipecahkan oleh James D. Watson dan Francis Crick berupa pilin ganda (double helix), berdasarkan gambar-gambar difraksi sinar X DNA dari Rosalind Franklin . Keberhasilan ini merupakan tonggak bersejarah terhadap azaz-azaz genetika molekular. 20. 1956 Jo Hin Tjio dan Albert Levan memastikan bahwa kromosom manusia berjumlah 46. 21. 1958 Eksperimen Meselson-Stahl . berhasil menjelaskan bahwa DNA digandakan (direplikasi) secara semikonservatif. 22. 1961 Kode genetik tersusun secara triplet. 23. 1964 Howard Temin . Berhasil menemukan virusRNA . 24. 1970 Enzim restriksi . Berhasil melakukan pemotongan dan penyambungan DNA dari bakteri Haemophilus influenzae. Ini merupakan tongak baru konsep-konsep bioteknologi modern. 25. 1977 Sekuensing DNA pertama kali berhasil dilakukan oleh Fred Sanger, Walter Gilbert, dan Allan Maxam yang bekerja secara terpisah. Tim Sanger berhasil melakukan sekuensing seluruh genom Bacteriofag Φ-X174( suatu virus ). Ini merupakan tonggak bersejarah terhadap konsep genomika. 26. 1983 Perbanyakan (amplifikasi) DNA berhasil dilakukan oleh Kary Banks Mullis setelah menemukan Reaksi Berantai Polymerase (PCR). 27. 1985 Alec Jeffreys menemukan teknik sidik jari genetik. 28. 1989 Sekuensing pertama kali dilakukan terhadap gen manusia, yaitu pengkode protein CFTR yang menjadi penyebab cystic fibrosis. 29. 1989 Peletakan landasan statistika yang kuat bagi analisis lokus sifat kuantitatif (analisis QTL) . 30. 1995 Berhasil melakukan Sekuensing terhadap genom Haemophilus influenzae. Merupakan sekuensing genom pertama terhadap organisme yang hidup bebas. 31. 1996 Sekuensing pertama berhasil dilakukan pada eukariota: khamir Saccharomyces cerevisiae. 32. 1998 Berhasil melakukan sekuensing pertama terhadap eukariota multiselular, nematoda Caenorhabditis elegans. Tahun ini juga Era dimulainya Human Genome Project. 33. 2001 Draf urutan awal genom manusia sudah dirilis.

34. 2003 Proyek Genom Manusia (Human Genome Project) menyelesaikan 99% pekerjaannya pada tanggal (14 April) dengan akurasi 99.99% Jika kita lihat kronologis perkembangan ilmu genetika modern, baru dimulai sekitar 150 tahun yang lalu. Tetapi kemajuannya cukup cepat sampai ditemukannya DNA dan berhasil membuat peta genom DNA manusia. Padahal Al Qur’an sudah menyampaikan 1400 tahun sebelumnya atau 1200 tahun jauh sebelum kelahiran Charles Darwin. Pada awalnya , perkembangan ilmu genetika dimulai dari hasil pengamatan kasat mata oleh Darwin terhadap berbagai species yang mengalami banyak perubahan dari satu induvidu ke induvidu lainnya. Di dalam satu species saja, Darwin banyak menyaksikan perubahan tampilan sifat yang berbeda-beda dari species itu , sedangkan antara satu species dengan species yang berkerabat dekat banyak ditemukan persamaan-persamaan.. Beliau beranggapan bahwa semua makhluk hidup telah mengalami suatu perubahan wujud akibat suatu proses evolusi yang berasal dari satu atau beberapa nenek moyangnya. Menurut Darwin makluk hidup yang paling sederhana telah mengalami perubahan bentuk yang sangat komplek dari satu generasi ke generasi berikutnya dalam jangka waktu yang sangat lama, mungkin berjuta atau milyaran tahun yang lalu, sehingga terjadilah makluk hidup yang paling sempurna yang titik puncaknya adalah manusia. Artinya Darwin berkesimpulan bahwa semua jenis kehidupan di bumi ini berasal dari sel yang paling sederhana yaitu amoeba atau sejenis hewan bersel satu. Darwin membuat kesimpulan itu berdasarkan fakta-fakta yang dikumpulkannya setelah melakukan survey dalam perjalanannya mengelilingi dunia. Fakta-fakta yang dikumpulkan oleh Darwin itu antara lain adalah ; 1.Diantara individu dari species yang sama terjadi berbagai perubahan bentuk sperti hewan ternak dan hasil –hasil pertanian. 2.Hasil surver menunjukan bahwa hanya organisme yang kuat yang dapat bertahan hidup untuk meneruskan dan beradaptasi dengan lingkungan. 3.Adanya bekas-bekas fosil zaman purba yang dikumpulkan dari survey geologi yang menunjukan bukti-bukti asal mula nenek moyang. 4.Perubahan yang tidak diperkirakan (mutasi) disebabkan oleh adanya perubahan factor pembawa sifat keturunan(Gen), walaupun sebenarnya waktu itu Darwin belum menggunakan istilah Mutasi atau Gen di dalam bukunya. 5.Penggolongan jenis-jenis makluk hidup(Taksonomi) mengisyaratkan tersusunnya gambaran keteraturan klasifikasi, mulai dari tingkat organisme sederhana sampai berjenjang naik ke tingkat yang lebih sempurna 6.Terdapatnya anggota tubuh hewan yang tidak berkembang dan lebih berkembang pada hewan lainnya (seperti jerapah dengan leher yang lebih panjang dari zebra, hewan yang berekor hingga yang tidak berekor).

Kesimpulan teori Darwin pada zaman itu telah membuat semua orang tercengang dan kagum. Banyak orang percaya dengan apa yang disampaikan dari kesimpulan Darwin tersebut , tetapi banyak pula yang menolaknya dengan keras karena tidak mungkin manusia berasal dari kera. Penganut agama Yahudi, Nasrani dan Islam menolaknya dengan keras karena mereka yakin bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan , berasal jenisnya sendiri yaitu Adam. Namun kesimpulan Darwin merupakan tonggak bersejarah dalam usaha manusia mengungkapkan rahasia tentang asal-muasal kejadian makluk hidup. Teori Darwin hidup subur dan berkembang hingga zaman modern ini, sehingga melahirkan generasi-generasi pemuja beliau yang ingin membuktikan bahwa evolusi itu benar adanya. Generasi pemuja teori Evolusi sudah melangkah sangat jauh , dan mereka ingin membukti bahwa makluk hidup bukanlah diciptakan, tetapi terjadi begitu saja sesuai dengan hakikat Evolusi itu sendiri. Pastilah Darwin sendiri tidak menyangka kalau kesimpulannya sudah berlari begitu cepat dan tidak terkendali , lalu dibelokkan oleh orang-orang tertentu untuk mendapatkan popularitas dan keuntungan yang menyesatkan. Bagi pemuja teori Evolusi, Ilmu dan teknologi adalah tujuan hidup sementara agama bagi mereka adalah sesuatu yang tidak berguna dan harus ditinggalkan. Yang pada akhirnya berujung pada kepentingan “materialisme dan sain “ sebagai Tuhan baru dalam tujuan hidup. Sayangnya kesimpulan Darwin itu tidak dapat dibuktikan melalui metode-metode eksperimen tetapi hanya sebagai hipotesis atau perkiraan saja. Namun para ahli genetika abad ini yang berkiblat pada teori Darwin telah menjadikan konsep teori Evolusi sebagai tujuan eksperimen, kepercayaan dan agama baru mereka. Padahal sejak awalnya kesimpulan Darwin itu sendiri sudah cacat dan tidak mampu menjelaskan berbagai persoalan dari kesimpulannya antara lain ; 1. Mulai dari teori evolusi di proklamirkan pada tahun 1859 sampai detik ini, belum pernah dilaporkan adanya spesies baru yang terjadi akibat proses evolusi atau karena proses mutasi gen. Walaupun pernah dilaporkan adanya mutan pada satu induvidu akibat experiment genetik, tetapi tidak menjadikan mutan itu sebagai spesies baru yang lain sama sekali dari induknya. 2. Toeri Darwin dan para pengikutnya sampai sekarang juga tidak mampu membuktikan adanya mutan transisi (species perantara) yang terlahir akibat mutasi dua species yang berbeda. Misalnya tidak pernah dijumpai hewan yang tubuhnya berupa setengah ikan dan setengahnya lagi reptile. 3. Teori Darwin tidak dapat menjelaskan kenapa terdapat ruang kosong dalam peralihan tingkat klasifikasi taksonomi. Walaupun mereka mengatakan itu adalah karena seleksi alam, tetapi mereka tidak mampu untuk membuktikanya dengan fakta yang ada.

4. Teori Evolusi Darwin yang menyimpulkan bahwa telah ditemukan fosil Burung Archaeopteryx. Fosil ini diperkirakan hidup 150 juta tahun yang lalu dan diperkirakan sebagai nenek moyang Burung yang berasal dari Reptil. Namun pada pada tanggal 23 Juni 2000, telah ditemukan lagi fosil burung yang sama (Archaeopteryx) di daerah timur tengah. Fosil ini diperkirakan hidup sekitar 220 juta tahun yang lalu, jauh sebelum fosil pertama ditemukan. Hal ini membuktikan bahwa Fosil burung Archaeopteryx berasal dari jenis hewan atau species yang sama. Artinya Reptil berasal dari Reptil dan burung berasal dari burung. Burung bukan berasal dari Reptil. Bahkan harian dalam New York Times menuis berita dengan tajuk “Penemuan Fosil Mengancam Teori Evolusi Burung”. Kemudian selanjutnya Mendel melakukan percobaan pada jenis kacang polong yang dapat berubah warnanya atau tingginya setelah dikawin-silangkan. Pada keturunan petama Mendel menyaksikan bahwa induk yang mempunyai sifat yang dominant selalu menutupi sifat induk yang resesif, tetapi apabila hasil persilangan itu dikawinkan kembali, ternyata sifat resesif dari induknya dapat muncul kembali. Contohnya bila pohon capri yang tinggi dikawinkan dengan pohon capri yang pendek, keturunan pertama yang dihasilkan semua justru pohon tinggi. Tetapi apabila pohon hasil persilangan itu dikawinkan sesamanya kembali, maka ada yang tiggi dan ada pula yang rendah dengan komposisi 3:1. Mendel menjelaskan bahwa didalam gen kacang itu terdapat factor genotip yang Dominan (AA) sedangkan gen yang resesif (aa) yang apabila dikawinkan lagi akan menjadi AA. Aa, aA dan aa. Dimana AA, Aa dan aA berbatang tinggi sedangkan aa pendek, jadi komsisinya 3:1. Mendel menyimpukan bahwa sifat resesif itu tidak akan hilang begitu saja, tetapi akan muncul kembali pada generasi berikutnya. Seolah-olah postulat Darwin dan Mendel saling bertentangan. Namun para ahli genetika berpendapat bahwa penemuan Mendel memperkuat teori evolusi karena adanya factor gen yang menghasilkan mutasi . Penemuan mendel ini merupakan awal dimulainya usaha manusia untuk mengungkapkan rahasia mutasi gen dan membuktikan postulat Darwin tentang evolusi. Pencarian berlanjut terus hingga ditemukan adanya bahan kromosom yang ternyata merupakan unsur yang bertanggung jawab terhadap sifat Gen itu. Dari hasil penemuan pakar genetika berikutnya, ternyata gen yang diduga bertanggung jawab terhadap sistim reproduksi tersebut terdapat di dalam inti sel yang disebut dengan kromosom. Dari hasil peneleitian selanjutnya ternyata kromosom terdapat pada semua makluk hidup baik hewan maupun tumbuh2-an serta manusia. Kromosom Bakteri dan prokariot lainnya ditemukan di dalam sitoplasma. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata jumlah kromosom yang terdapat didalam inti sel tersebut merupakan bilangan genap yang bisa dibagi 2 . Setiap species yang berbeda mempunyai jumlah kromosom yang berbeda. Lalu para ahli genetic menyimpulkan kenyataan ini , bahwa jumlah kromosom yang terdapat di dalam inti sel dari

setiap spcies tersebut merupakan penjumlahan dari dari kedua induknya. Hal ini teramati pada saat terjadinya peristiwa Miosis (pembelahan sel), dimana sel yang memiliki kromosom ganda tersebut membelah diri menjadi 2 sel yang masing-masing mengandung setengahnya. Artinya, setiap kromosom mengandung pasangan yang berasal dari ibu dan bapaknya.

Ini adalah gambar dari kromosom sel eukariot yang berpasangan dan terkondensasi dalam bentuk Metafase. 1. lengan bersilang yang dengan disebut Kromatid 2. Titik pertemuan ang disebut centrome 3. Lengan pendek 4. Lengan panjang

Hasil penelitian membuktikan bahwa kromosom manusia berjumlah 46 yang terdiri dari 23 pasangan yang masing-masingnya berasal dari ibu dan bapaknya. Seperti pada gambar berikut ;
Dari 46 kromosom diploid ini terbebtuk dari 44 buah autosom (kromosom penentu sifat-sifat tubuh) dan 2 buah gonosom (kromosom penentu jenis kelamin). Sel somatik pria berkromosom 44 autosom dan gonosom XY, sedangkan wanita berkromosom 44 autosom dan gonosom XX. (Campbell, 2002).
Kromosom x dan kromosom Y merupakan kromosom penentu jenis kelamin keturunan yang akan dihasilkan nanti. Hanya Sperma yang mengandung kromosom X Y sedangkan Sel telur hanya mengandung kromosom XX .

Jadi terbukalah misteri ayat-ayat Al Qur’an yang selama ini sering diperdebatkan dan diperolokolokan oleh para penentang Al Qur’an. Ternyata pada bagian tubuh kita yang terkecilpun masih

mengadung unsur yang berpasangan yaitu kromosom yang berasal dari pasangan ibu - Bapak kita. Terbuktilah bahwa yang dimasud dari keterangan Al Qur’an surat ( QS 51:49 ; “ Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.” Kata “berpasang-pasangan” bukan hanya sekedar pasangan dalam arti perbedaan gender (jenis kelamin) semata, tetapi lebih dalam lagi dari itu , sebagimana yang dimaksud oleh keterangan al Qur’an dalam surat yassin bahwa (“Maha Suci Tuhan yang telah
menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” ). Dari makna kalimat “diri

mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui “ , AL Qur’an sudah memberikan petujuk bahwa di dalam tubuh kita terdapat unsur yang berpasang-pasangan tetapi sebagian besar dari manusia itu tidak mengetahuinya. Penjelasan dan petunjuk Al Qur’an ini sudah disampaikan oleh Nabi Muhammad jauh sebelum ilmu Genetika berkembang atau jauh sebelum kromosom itu ditemukan. Pertanyaannya adalah ; apakah nabi Muhammad seorang ahli Genekologi yang dilahirkan pada zaman kebodohan dan kegelapan? Padahal Muhammad adalah anak manusia yang tidak pernah mendapatkan pendidikan ilmiah sebelumnya? Padahal di zaman itu merupakan keadaan yang sangat jauh dari sentuhan ilmu Kedokteran apalagi ilmu Genetika. Maka hanya satu jawabannya yang dapat disimpulkan, bahwa nabi Muhammad hanya penyampai petunjuk Ilahi dan dia hanya seorang utusan dari sang Pencipta untuk seluruh umat manusia. Sesuai dengan petunjuk Al Qur’an pada surat Surat 42. ASY SYURA - Ayat 48 yang berbunyi “ Jika mereka berpaling maka Kami tidak mengutus kamu sebagai pengawas bagi mereka. Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikannya. Sesungguhnya apabila Kami merasakan kepada manusia sesuatu rahmat dari Kami dia bergembira ria karena rahmat itu. Dan jika mereka ditimpa kesusahan disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri (niscaya mereka ingkar) karena sesungguhnya manusia itu amat ingkar (kepada nikmat). (QS 42:48) “.

Daftar dibawah ini dapat dilihat jumlah kromosom dari berbagai makluk hidup ; 1. Manusia Memiliki 46 Kromosom 2. Anjing Memiliki 78 Kromosom 3. Ayam Memiliki 78 Kromosom 4. Bawang Memiliki 16 Kromosom 5. Beras Memiliki 24 Kromosom

6. Bintang Laut Memiliki 94 Kromosom 7. Buncis Memiliki 22 Kromosom 8. Cacing Tanah Memiliki 36 Kromosom 9. Cemara Memiliki 24 Kromosom 10. Gamdum Bir Memiliki 14 Kromosom 11. Gandum Roti Memiliki 42 Kromosom 12. Hidra Memiliki 32 Kromosom 13. Ikan Mas Memiliki 94 Kromosom 14. Jagung Memiliki 14 Kromosom 15. Jamur Memiliki 4 Kromosom 16. Kacang Polong Memiliki 14 Kromosom 17. Kalkun Memiliki 82 Kromosom 18. Kapah Penicillium Memiliki 2 Kromosom 19. Kapas Memiliki 52 Kromosom 20. Katak Memiliki 26 Kromosom 21. Kecoa Memiliki 23 / 24 Kromosom 22. Keledai Memiliki 62 Kromosom 23. Kentang Memiliki 48 Kromosom 24. Kera Memiliki 48 Kromosom 25. Ketimun Memiliki 14 Kromosom 26. Kubis Memiliki 18 Kromosom 27. Kucing Memiliki 38 Kromosom 28. Kuda Memiliki 64 Kromosom 29. Lalat Rumah Memiliki 12 Kromosom 30. Lobak Memiliki 18 Kromosom 31. Merpati Memiliki 80 Kromosom 32. Nyamuk Memiliki 6 Kromosom 33. Ragi Memiliki 34 Kromosom 34. Sapi Memiliki 60 Kromosom 35. Simpanse Memiliki 48 Kromosom 36. Tembakau Memiliki 48 Kromosom 37. Tikus Rumah Memiliki 40 Kromosom 38. Tikus Sawah Memiliki 42 Kromosom 39. Tomat Memiliki 24 Kromosom 40. Ulat Sutera Memiliki 56 Kromosom

Pertanyaan selanjutnya adalah ; Bagaimanakah kerangka atau struktur bangun dari kromosom itu? Apakah masih ada sesuatu yang berpasang-pasangan di dalamnya? Bagaimana peran kromosom dalam kejadian manusia atau makluk lainya? Apakah keterangan Al Qur’an masih sesuai dengan kenyataan yang ditemukan oleh kemajuan teknologi dan sain?

Dari hasil temuan selanjutnya, ternyata apa yang didapat, lebih menakjubkan lagi dari apa yang diperkirakan sebelumnya. Kromosom bukan hanya sekedar sesuatu yang berpasang-pasangan semata, tetapi di dalam kromosom itu terdapat berbagai jenis gen-gen yang bertanggung jawab terhadap seluruh aktifitas makluk itu sendiri. Ternyata kromosom itu bagaikan sebuah tempat penampungan “database” yang menyimpan seluruh kode-kode informatika Genetika , baik yang bersifat Genotipe maupun yang menghasilkan sifat Fenotipe. Informasi “database” yang disimpan di dalam kromosome tersebut adalah suatu struktur kimia yang disebut dengan “ DNA (Deoxyribosa Nucleosid Acid)” .

Didalam tubuh kromosom terdapat DNA yang berbentuk benang kusut , bagaikan benang sutra dari sebuah rumah kepompong. Apabila benang itu ditarik akan terbentuk putiran rantai yang sangat panjang. Rantai itu terdiri dari ikatan protein A-T dan G-T yang selalu berpasang – pasangan. Pasangan ini bagaikan bahasa “Digital” untuk peng-kode-an gen-gen tertentu yang menginformasi-kan pembentukan dan aktifitas seluruh kegiatan sel.

Gambar Struktur molekul DNA. Atom karbon berwarna hitam, oksigen merah, nitrogen biru, fosfor hijau, dan hidrogen putih.

Gambar Struktur kimia DNA. Struktur untai komplementer DNA menunjukkan pasangan basa (adenin dengan timin) dan (guanin dengan sitosin) yang membentuk DNA beruntai ganda.

Asam Deoksiribo Nukleat merupakan molekul kompleks yang dibentuk oleh tiga macam molekul, yaitu: 1. Gula pentose (deoksiribosa) 2. Fosfat (PO4-) 3. Basa nitrogen , yaitu: a. Purin : guanine (G) dan adenine (A) b. Pirimidin : Timin (T) dan sitosin (S)

Bentuk bangunan DNA dapat dianalogkan sebagai tangga dan anak tangga seperti gambar samping . Dua tiang penyangga tangga merupakan rangka molekul berpilin ganda (berpasangan) yang terdiri dari urutan silih-berganti deoxiribosa – fosafat. Kedua tiang penyangga utama tersebut memiliki arah yang berlawanan (lihat arah anak panah). Anak tangga tersusun dari pasangan-pasangan asam nukleat, yang berpasangan menurut aturan: C berpasangan dengan G (C – G ) dan T berpasangan dengan A (T – A). Pasanganpasangan asam nukleat tersebut tertarik satu sama lain melalui ikatan hidrogen yang dibentuk antara dua pasangan yang bercocokkan.

Struktur Molekul DNA
Urutan pasangan A-T dan G-C merupakan bahasa “Digital” dari sistim peng-kode-an informasi untuk setiap Gen yang tersimpan di dalam bagunan DNA. Urutan pasangan “Digital” dari A-T dan G-C di dalam DNA dari setiap manusia berbeda-beda. Inilah alasan mendasar mengapa miliaran orang yang pernah hidup di muka bumi tampak berbeda satu sama lain. Struktur dan fungsi dasar organ-organ sama pada setiap orang. Setiap manusia diciptakan dengan sangat rumit dan terencana , namun tetap memiliki perbedaan – perbedaan yang masih mendukung kesempurnaan kejadian manusia itu sendiri. Sebuah sel tunggal yang membelah akan memiliki struktur dasar yang sama, namun bermilyar-milyar manusia akan hadir di bumi ini dengan berbagai sifat dan penampilannya. Terdapat kurang lebih 200.000 gen-gen di dalam “database” DNA sel manusia. Setiap gen tersusun dari urutan pasangan “Digit” A-T dan G-C yang berkisar antara 1000 dan 186.000 digit untuk mensintesa protein khusus. Gen-gen ini menyimpan kode dari hampir 200.000 protein yang berfungsi di dalam tubuh manusia dan mengendalikan produksi protein-protein ini.

Informasi yang tersimpan di dalam 200.000 gen ini hanya merupakan 3% dari keseluruhan informasi di dalam “database” DNA. Sisanya yang 97% masih tetap menyimpan “misteri” hingga saat ini. Kajian terakhir menunjukkan bahwa 97% bagian tak dikenal ini termasuk informasi vital tentang kelangsungan hidup sel dan mekanisme yang mengendalikan aktivitas teramat kompleks di dalam tubuh. Namun perjalanan masih teramat panjang. Semua organ di dalam tubuh dibangun dengan sebuah perencanaan yang digariskan oleh gen kita. Sebagai contoh, menurut peta gen yang dirampungkan oleh para ahli Genetika, di dalam tubuh manusia, kulit dikendalikan oleh 2.559 gen, otak oleh 29.930 gen, mata oleh 1.794 gen, kelenjar ludah oleh 186 gen, jantung oleh 6.216 gen, dada oleh 4.001 gen, paruparu oleh 11.581 gen, hati oleh 2.309 gen, usus oleh 3.838 gen, otot kerangka oleh 1.911 gen, dan sel-sel darah oleh 22.902 gen. Urutan “digit” pasangan basa A-T dan G-C di dalam “database” DNA menentukan struktur seorang manusia hingga bagian terkecil sekalipun. Selain ciri seperti tinggi badan, mata, rambut, dan warna kulit, sebuah sel tunggal DNA juga mengandung rancangan dari 206 tulang, 600 otot, jaringan 10.000 otot pendengaran, jaringan 2 juta saraf penglihatan, 100 miliar sel saraf, dan 100 triliun sel di dalam tubuh. Seluruh “program” yang diambil dari “database” DNA disimpan di dalam “Folder” yang disebut dengan “pasangan” Kromosom manusia yang terdiri dari “ 32 file” . Seluruh, database, sistim program. , dan peng-kode-an bahasa “Digital” tersebut disimpan di dalam “Harddish” dari sebuah “computer” yang bernama tubuh seorang manusia. Seluruh sistim tersebut dijalankan oleh “programer” dan “Power” berupa roh yang ditiupkan Allah kedalam tubuh manusia itu. Jadi semua sistim itu tidak terjadi dan berjalan secara kebetulan belaka , tetapi dalam perencanaan yang telah di tetapkan oleh sang Pencipta, yaitu Allah SWT. Allahuakbar.

Hal ini diabadikan oleh Al Qur’an dalam surat Surat As Sajdah Ayat 9 yang berbunyi ;
8

9

“Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani) 8. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur (QS 32:5-9)” Keterangan Surat As Sajdah diperkuat lagi oleh keterangan al qur’an pada surat Shaad ayat 72 yang berbunyi ;
“ (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah".Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya (QS 38: 72) “.

Keterangan ayat diatas memberi petunjuk bahwa tubuh manusia diaktifkan oleh Allah dengan sebuah tiupan Roh. Roh ini yang mengendalikan segenap aktifitas “computer” yang berada dalam sistim koordinasi yang rumit di dalam tubuh manusia. Seorang manusia ataupun hewan dikatakan hidup apabila dia mempunyai Roh di dalam jasadnya, sebaliknya manusia menjadi mayat apabila Roh itu sudah dicabut dari jasadnya. Al Qur’an menerangkan bahwa semua manusia mendapatkan Roh dari Allah SWT , tidak ada perbedaan antar sesama manusia, termasuk Yesus atau Nabi Isa AS. Yesus dan setiap diri manusia mempunyai Roh yang berasal dari Allah. Hal ini diterangkan oleh Allah di dalam Al Qur’an pada beberapa ayat sbb; 1. Surat 66. AT TAHRIIM - Ayat 12
“dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimatkalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat”.

2. Surat 4. AN NISAA' - Ayat 171
“ Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh

dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaanNya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara”.

3. Surat 5. AL MAA-IDAH - Ayat 110
“ (Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmatKu kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus “.

4. Surat 21. AL ANBYAA' - Ayat 91
“ Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh) nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam” .

Reproduksi Bakteri Sel-sel bakteri, walaupun berkembangbiak dengan sistim asexual, tetapi mereka masih memiliki Kromosom sebagaimana halnya dengan organism seksual lainnya. Kalau kromosom organisme seksual berupa untaian yang sangat panjang dan linear, sebaliknya kromosom bakteri lebih sedikit jumlahnya dan berbentuk melingkar (sirkular). Kromosom bakteri tidak terdapat dalam Inti sel karena bakteri tidak mempunyai inti sel, jadi kromosom bakteri berada di dalam sitoplasma . Pada sitoplasma bakteri juga terdapat organel yang mirip kromosom dengan unit yang lebih kecil. Unit ini disebut dengan plamid. Plasmid ini merupakan Kromosom Vektor yang tidak bertanggung jawab terhadap proses reproduksi, tetapi berperan sangat penting dalam sistim pertahanan dan regulasi sistim metabolism tubuhnya.

Gambar ini memperlihatkan adanya DNA kromosom bakteri yang tersebar merata di dalam sitoplasma. Pada saat terjadi proses replikasi, maka DNA dari kromosom ini akan memisahkan diri dengan cara membuat kopinya, lalu sel siap membelah diri. Pembelahan diri dapat terjadi setiap 20 menit.

BIdang genetika bakteri baru bekembang sejak tahun 1946 , sebelum struktur DNA dikenal, dari hasil penelitian Joshua Lederberg dan

Edward Tatum di universitas Wisconsin tentang sistim reproduksi bakateri. Mereka menemukan proses reproduksi Bakteri secara sexual yang mereka sebut degan istilah Konyugasi. Pada proses konyugasi ini, kedua bakteri ditandai dari pasangan dengan tanda (+ dan - ). Konyugasi merupakan penggabungan dua bakteri membentuk jembatan untuk memindahkan materi genetiknya. Artinya , terjadi transfer DNA dari sel bakteri donor ke sel bakteri penerima melalui ujung pilus. Kemampuan sel donr untuk memindahkan DNA diatur oleh factor pemindahan “F factor”.

Pada penelitian selanjutnya di temukan lagi bakteri yang membelah diri secara langsung. Proses ini melibatkan penggandaan DNA dari kromosom , yaitu dengan cara mengkopi struktur DNA menjadi 2 bagian yang identik. Selanjutnya pembelahan dimulai dengan terjadinya penipisan membransel , lalu bagain-bagian sitoplasma mulai memisahkan diri . Akhirnya terpisahlah sel menjadi dua sel anak yang identik. Ada bakteri yang segera berpisah dan terlepas sama sekali. Sebaliknya, ada juga bakteri yang tetap bergandengan setelah pembelahan, bakteri demikian merupakan bentuk koloni.

Pada tahun 1997, Fredrick Blattner di universitas Wisconsin bersama kawan-2nya berhasil lagi membuat urutan (sequence) DNA dari kromosom bakteri strain K-12 yanga terdiri dari 4.639.221 pasangan basa. Untaian DNA ini membawa sejumlah 4.279 gen. Sampai pada tahun 2202 telah ditemukan urutan untaian DNA dari lebih 65 jenis bakteri , seperti yang dipaparkan pada table dibawah ini ; CHROMOSOME SIZE AND NUMBER OF GENES FOR SERVERAL BACTERIAL SPECIES SEQUENCED 1995-2000 Bacterial species Haemophilus influenzae Mycoplasma genitalium Synechocystis sp. Chromosome size (base pairs) 1,830,138 580,074 3,573,470 Number of genes 1714 480 3167 Year sequence completed 1995 1995 1996

CHROMOSOME SIZE AND NUMBER OF GENES FOR SERVERAL BACTERIAL SPECIES SEQUENCED 1995-2000 Bacterial species Mycoplasma pneumoniae Helicobacter pylori Escherichia coli Bacillus subtilis Borrelia burgdorferi Aquifex aeolicus Mycobacterium tuberculosis Treponema pallidum Rickettsia prowazekii Chlamydia trachomatis Chlamydiophila pneumonia Thermotoga maritima Campylobacter jejuni Neisseria meningitidis Buchnera sp. Bacillus halodurans Chromosome size (base pairs) 816,394 1,667,867 4,639,211 4,214,814 910,724 1,551,335 4,411,529 1,138,011 1,111,523 1,042,519 1,230,230 1,860,725 1,641,481 2,272,351 640,681 4,202,353 Number of genes 1054 1576 4279 4112 851 1529 3927 1036 835 895 1054 1858 1654 2079 564 4066 Year sequence completed 1996 1997 1997 1997 1997 1998 1998 1998 1998 1998 1999 1999 2000 2000 2000 2000

Tabel dibawah ini menunjukan perbedaan kromosom antara Bakteri dan Eukariot ; Prokaryotic Chromosomes Sebagain besar berupa untaian sikkular tunggal. Terkondensasi dalam supercoil nucleoid yang terikat melalui ikatan DNA dengan berbagai struktur protein. Karena DNA berada di dalam sitoplasma, maka berbagai interaksi dari tahap Transcripsi dan translasi terjadi secara spontan. Umumnya mengandung satu kopi Eukaryotic Chromosomes Umumnya berupa rantai kromosom linear berganda. Terkondensasi di dalam membrane inti sel melalui berbagai Histone.

Transkripsi terjadi di dalam inti sel, sedangakn tahap tranlasi terjadi di sitoplasma.

Karena sel berbentuk diploid , maka

dari setiap gen. (karena selnya berupa haploid). Terdapat adanya Plasmid di dalam sitolasma. Genom prokariot lebih sedahana dan efektif, terdiri dari untaian pasangan basa DNA yang tidak banyak berulang.

sel selalu mengandung 2 kopi dari masing-masing gen. Tidak terdapat plasmid di ruang sitoplama. Terdiri dari untaian pasangan basa DNA yang sangat panjang dengan pengkodean yang rumit dan tidak berulang-ulang.

Walaupun bakteri berkembangbiak dengan membelah dirinya (asexual), tetapi prosesnya selalu melibatkan unsur yang sangat vital dalam reproduksi yaitu Kromosom. Kromosom adalah senyawa Genetika yang terdiri dari pasangan A –T dan pasangan G –C dalam struktur molokulnya. Jadi apapun organismenya, unsur DNA harus terlibat dalam proses reproduksi baik secara seksual mapun aseksual.

Replikasi DNA
Replikasi DNA merupakan proses pergandaan DNA. Proses replikasi ini diperlukan ketika sel akan membelah diri, baik pada manusia (eukariot) maupun bakteri (prokariot). Pada setiap sel, pembelahan diri harus disertai dengan replikasi DNA supaya semua sel turunan memiliki informasi genetik yang sama. Pada dasarnya, proses replikasi memanfaatkan fakta bahwa DNA terdiri dari dua rantai dan rantai yang satu merupakan "konjugat" dari rantai pasangannya. Dengan kata lain, dengan mengetahui susunan satu rantai, maka susunan rantai pasangan dapat dengan mudah dibentuk. Ada beberapa teori yang mencoba menjelaskan bagaimana proses replikasi DNA ini terjadi. Masing-masing DNA baru yang diperoleh pada akhir proses replikasi; satu rantai tunggal merupakan rantai DNA dari rantai DNA sebelumnya, sedangkan rantai pasangannya merupakan rantai yang baru disintesis. Rantai tunggal yang diperoleh dari DNA sebelumnya tersebut bertindak sebagai "cetakan" untuk membuat rantai pasangannya.

Proses replikasi memerlukan protein atau enzim pembantu; salah satu yang terpenting dikenal dengan nama DNA polimerase, yang merupakan enzim pembantu pembentukan rantai DNA baru yang merupakan suatu polimer. Proses replikasi diawali dengan pembukaan untaian ganda DNA pada titik-titik tertentu di sepanjang rantai DNA. Proses pembukaan rantai DNA ini dibantu oleh beberapa jenis protein yang dapat mengenali titik-titik tersebut, dan juga protein yang

mampu membuka pilinan rantai DNA. Setelah cukup ruang terbentuk akibat pembukaan untaian ganda ini, DNA polimerase masuk dan mengikat diri pada kedua rantai DNA yang sudah terbuka secara lokal tersebut. Proses pembukaan rantai ganda tersebut berlangsung disertai dengan pergeseran DNA polimerase mengikuti arah membukanya rantai ganda. Monomer DNA ditambahkan di kedua sisi rantai yang membuka setiap kali DNA polimerase bergeser. Hal ini berlanjut sampai seluruh rantai telah benar-benar terpisah. Proses replikasi DNA ini merupakan proses yang rumit, teliti , harus tepat dan tidak boleh ada kesalahan sedikitpun. Proses sintesis rantai DNA baru, memiliki suatu mekanisme yang mencegah terjadinya kesalahan pemasukan monomer yang dapat berakibat fatal. Karena mekanisme inilah, kemungkinan terjadinya kesalahan sintesis amatlah kecil. Pembentukan sperma dan sel telur Pembentukan sel kelamin (Gametogenesis) dalam tubuh manusia tejadi secara pembelah miosis, yaitu terbentknya sperma(spermatogenesis) dan sel telur (oogenesis).

Pembuatan sel-sel sperma terjadi di dalam testis. Di dalam Testis ini terdapat suatu jaringan berupa lorong panjang yang disebut tubulus seminiferus. Disinilah terjadinya tahap-tahap proses pembentukan sel-sel sperma manusia. Mulai dari tahap pembelahan mitosis sampai pada tahap miosis hingga membentuk sperma seutuhnya yang siap dipancarkan ke sel telur.

Pada orang yang sudah akil baliq, spermatogonia membelah diri dulu secara mitosis sehingga akan menghasilkan lebih banyak spermatogonia. Pada manusia, spermatogonia ini masih mengandung 23 pasang kromosom atau 46 kromosom (diploid) Beberapa spermatogonia membelah diri kembali, sedangkan lainnya berkembang menjadi spermatosit primer yang juga mengandung kromosom sebanyak 46 kromosom. Sel – sel spermatosit primer tersebut kemudian membelah secara meiosis menjadi dua spermatosit sekunder yang jumlah kromosomnya menjadi setengahnya (23kromosom haploid). Selanjutnya spermatosit sekunder membelah lagi secara meiosis menjadi empat spermatid. Jadi, spermatosit primer mengalami pembelahan meiosis I yang menghasilkan dua spermatosit sekunder. Selama pembelahan meiosis II, kedua spermatosit sekunder membelah lagi menghasilkan empat spermatid. Selanjutnya spermatid berdiferensi menjadi sel kelamin dewasa(masak) yang disebut spermatozoa atau sperma. Ini juga memiliki23 kromosom (haploid).

Pada manusia proses spermatogenesis berlangsung setiap hari. Siklus spermatogenesis berlangsung rata – rata 74 hari. Artinya , perkembangan sel spermatogonia menjadi spermatozoa matang memerlukan waktu rata – rata 74 hari. Sementara itu pemasakan spermatosit menjadi sperma memerlukan waktu dua hari. Proses pemasakan spermatosit menjadi sperma dinamakan spermatogenesis dan terjadi didalam epidemis. Pada pria dewasa normal, proses spermatogenesis terus berlangsung sepanjang hidup, walaupun kualitas dan kauntitasnya makin menurun dengan bertambahnya usia.

Inilah Sperma yang sudah selesai dibuat oleh testis. Sperma ini sudah dirancang dengan sempurna oleh Sang Pencipta untuk mengangkut 23 kromosom yang dikemas dengan sangat canggih di dalam kepalanya. Kepala sperma ini mengandung enzim akrosom untuk menembus dinding sel telur. Sperma ini akan bergerak dengan sumber tenaga (ATP) yang berada pada pangkal ekornya. Sementara ekor sperma ini dapat berputar bagaikan gasing dengan kecepatan tinggi menuju sel telur yang tertanam di dalam rahim. Perlu usaha untuk mencapai rahim melalui jalan yang berliku dan banyak rintangan.

Sebuah sperma berhasil mencapai finis di depan sel telur. Dia sedang berusaha untuk menjebol dinding sel telur untuk menggabungkan 23 kromosomnya dengan 23 kromosom sel telur.

Pada masa wanita sudah akil balik (sudah mensturasi), oosit primer mengadakan pembelahan meiosis I menghasilkan satu sel oosit sekunder yang besar dan satu sel badan kutub pertama (polar body primer) yang lebih kecil. Perbedaan bentuk ini disebabkan sel oosit sekunder mengandung hampir semua sitoplasma dan kuning telur, sedangkan sel badan kutub pertama hanya terdiri dari nucleus saja. Oosit sekunder ini mempunyai kromosom setengah kromosom oosit primer yaitu 23 kromosom (haploid). Dalam pembelahan meiosis II, oosit sekunder membelah diri menghasilkan satu sel ootid yang besar dan satu badan kutub kedua (polar body sekunder). Ootid yang besar tersebut mengandung hamper semua kuning telur dan sitoplasma. Pada saat yang sama, badan kutub pertama membelah diri menjadi dua kutub. Selanjutnya ootid tumbuh menjadi sel telur (ovum) yang mempunyai 23 kromosom (haploid). Sedangkan ketiga badan kutub kecil hancur sehingga setiap oosit primer hanya menghasilkan satu sel telur yang fungsional. Sel telur (ovum) yang besar itu mengandung sumber persediaan makanan, ribosom, RNA, dan komponen – komponen sitoplasma lain yang berperan dalam perkembangan embrio. Sel telur yang matang diselubungi oleh membrane corona radiate dan zona pellusida. Oogenesis hanya berlangsung hingga seseorang usia 40 sampai 50 tahun. Setelah wanita tidak mengalami menstruasi lagi (menopause) sel telur tidak diproduksi lagi.

Rekayasa Reproduksi Organisme Apakah anak atau keturunan dapat dilahirkan tanpa melibatkan proses perkawinan (persetubuhan) ? kalau anak dapat lahir tanpa melibatkan proses perkawinan, lalu apa maknanya status perkawinan atau perbedaan Gender dalam tatanan kehidupan ini? Kalau seorang Wanita dapat melahirkan anaknya tanpa pembuahan dari sel sperma seorang pria, bagaimanakah dengan status anaknya? Anak siapakah yang dia lahirkan itu? Keturunan siapakah yang dilahirkan wanita itu? Bukankah wanita itu melahirkan anak tanpa Bapak? Bukankah status anak diwariskan dari Bapaknya? Siapakah sebenarnya pencipta anak yang lahir tanpa pembuahan itu? Manusia ahli genetika itukah yang telah berhasil menciptakan makluk hidup atau masih tetap Tuhankah? Kalau ahli genetika itu telah berhasil menciptakan kloning manusia, lalu bagaimana dengan “Tuhan Yesus”? Bukankah Yesus juga dilahirkan dari seorang perawan suci yang bernama “Marya”?Lalu kenapa Yesus yang dilahirkan tanpa Bapak itu kemudian dianggap sebagai anak Tuhan? Kemudian dengan mukzizatnya , Yesus

dinobatkan oleh umat kristen menjadi “Sang Pencipta” ? Bagaimanakah kita dapat menyingkapi fenomena ini? Apakah Al Qur’an dapat memberikan petunjuknya? Al Qur’an dalam surat yassin ayat 236 menyatakan bahwa Allah yang telah menciptakan seluruh organisme hidup “berpasang-pasangan”. Seperti yang sudah di jelaskan diatas, kata “berpasang-pasangan” tersebut mempunyai makna yang sangat luas. Bisa berarti “pasangan” dalam sebuah perkawinan, bisa juga berarti bahwa tubuh makluk itu mempunyai sesuatu yang “berpasang-pasangan “, tetapi bisa juga berarti bahwa di dalam tubuh orgasme ini itu sudah ada “pasangan” yang berasal dari titipan Ibu-Bapaknya . “Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” (QS 236:36)”. Ambillah contoh sebuah tumbuh-tumbuhan, misalnya pohon kelapa. Buah kelapa yang sudah tua dapat ditanam kembali dan akan tumbuh menjadi pohon kelapa yang akhirnya akan

menghasilkan buah kelapa juga. Hal ini karena di dalam buah kelapa itu sudah ada benih yang berasal dari perkawinan benang sari dan kepala putik dari pohon induknya. Di dalam buah kelapa itu sudah dilengkapi segala bekal agar dia dapat melanjutkan proses reproduksinya. Jadi buah kelapa merupakan calon pohon kelapa yang akan tumbuh menjadi pohon kelapa seutuhnya, apabila dia berada pada kondisi yang memungkinkan dan menguntungkan ; seperti pada tanah yang subur dan adanya air yang cukup. Begitu juga dengan buah-buahan lainnya seperti ; jagung, padi, gandum dan bijian lainnya. Semua biji-bijian ini baru merupakan calon bakal menjadi pohon untuk meneruskan keturunanya nanti. Didalam biji ini sudah dilengkapi oleh Allah dengan segala bekal reproduksi tanpa harus menyiapkan biji pasangannya yang lain. Artinya biji ini sudah mengandung gender jantan dan betina sekaligus yang akan menghasilkan serbuk sari dan kepala putik. Begitu juga dengan telur Buaya, merupakan calon yang akan menetas menjadi Buaya kalau kondisinya memungkinkan untuk menetas. Tetapi Buaya yang sudah menetas ini tidak akan dapat bereproduksi apabila tidak ada telur lain yang menetas dengan kelamin yang berbeda. Begitu juga dengan Kambing, Domba , Sapi dan bahkan Manusia. Bagi kelompok ini sudah disediakan Oleh Allah “pasangan-pasangannya” untuk kawin dan beranak- pinak setelah cukup umurnya nanti. Tetapi dari hasil kemajuan di bidang Genetika , sekarang kita tidak perlu lagi menunggu pohon kelapa hingga berbuah agar dapat disemaikan bijinya. Kita tidak perlu harus menanam pohon kelapa dari bijinya. , begitu juga dengan pohon pisang. Menunggu pohon kelapa berbuah atau pohon pisang beranak, membutuhkan waktu yang terlalu lama . Sekarang hanya dengan sehelai daun kelapa atau selapis bongkol dan jantung pisang , kita sudah dapat

mengembangbiakan anak pohon kelapa dan pohon pisang hingga ribuan jumlahnya dalam waktu beberapa minggu saja. Begitu juga dengan pohon Kelapa Sawit, Anggrek, palawija dan beberapa tumbuhan lain-lainnya.

Hasil awal dari kultur jaringan berhasil tumbuh di dalam botol percobaan. Sedikit Eksplan (sobekan daun) sudah menghasilkan ratusan calon bibit.

Ribuan calon bibit tanaman sedang dipersiapkan untuk tahap berikutnya. Ribuan bibit ini hanya berasal dari sehelai daun atau organ tubuh tanaman induknya (eksplan).

Bunga Anggrek yang indah ini berasal dari teknik kultur jaringan.

Keberhasilan teknik kultur jaringan dalam memprodukdi tumbuh-2an tanpa proses perkawinan , membuktikan kepada kita bahwa di dalam jaringan tumbuhan tersebut sudah terdapat unsur yang “berpasang-pasangan” yang dapat berkembang menjadi bibit atau calon bakal tanaman untuk meneruskan keturunannya. Jadi kita dapat mengambil hikmah atau kesimpulan bahwa cara reproduksi dengan perkawinan (serbuk sari dengan kepala putik) hanya merupakan salah satu alat atau cara untuk menghasilkan keturunan. Artinya perkawinan hanya merupakan sarana dan fasilitas yang sudah diciptakan oleh Allah bagi seluruh organisme jauh sebelum manusia mengerti tentang apa yang dimaksud proses reproduksi itu sendiri. Di dalam organisme itu sudah tertanam unsur-unsur yang berpasangan yang siap berproduksi apabila kondisinya memungkin untuk tumbuh dan berkembang. Dalam hal ini teknik kultur jaringan telah berhasil menciptakan kondisi yang memungkin tersebut, walaupun tanpa proses perkawinan.

Pertanyaan selanjutnya adalah; apakah metode teknik kultur jaringan pada tumbuhan ini dapat di terapkan pada tubuh hewan? Bukankah di dalam organ hewan yang berkembangbiak secara seksual terdapat juga unsur reproduksi yang “berpasang-pasangan”? seharusnya tentu saja bisa bukan? Ternyata terknik kultur jaringan yang berhasil dilakukan pada tumbuh-tumbuhan ini sukses juga di terapkan pada hewan percobaan . Teknik pada hewan ini dinamakan dengan “ Kloning”. Pada tahun 1996, Ian Willnut melakukan ”Kloning” pada organ tubuh seekor domba betina. Sebagai Inti digunakan sel Somatis dari kelenjar susu, sedangkan tempat penampung inti digunakan sel telur yang sudah dibuang intinya. Inti sel telur itu dikeluarkan dari selnya dengan menggunakan pipet mikro. Kemudian, sel kelenjar susu domba yang mengandung inti difusikan dengan sel telur tanpa inti tadi. Kemudian dengan memberikan sedikit tegangan listrik, hasil fusi ini berkembang menjadi embrio dalam tabung percobaan. lalu dipindahkan ke rahim seekor domba. Akhirnya embrio berkembang dan lahir dengan ciri-ciri sama dengan induknya. Domba hasil kloning ini diberi nama Dolly. Walaupun percobaan ini sudah berhasil, tetapi pada tanggal 14 februari 2003 bertepatan dengan usianyua 6 tahun dan karena menderita berbagai penyakit yang sulit disembuhkan, akhirnya Dolly disuntik mati. Pada

percobaan ini Willnut melakukan 227 percobaan kloning. Dari sekian banyak percobaan, hanya 29 yang berhasil menjadi embrio domba yang dapat ditransplantasikan ke rahim seekor domba, dan hanya satu yang berhasil dilahirkan menjadi domba normal yaitu Dolly. Tidak seperti domba normal lainnya yang memiliki separuh informasi genetika (kromosom) yang berasal dari si ayah dan separuh dari si ibu, setiap sel di tubuh Dolly menyimpan kode genetis sepenuhnya berasal dan dikopi sama persis dengan ibunya. Bisa juga dikatakan Dolly adalah kembaran dari si ibu yang terlambat lahir 6 tahun (sama dengan umur si ibu pada saat itu). Namun setelah hidup hanya 6 tahun (umur domba biasanya mencapai 11-12 tahun), Dolly mati muda disebabkan penyakit paru-paru yang biasanya menyerang domba-domba yang lanjut usia. Dolly juga mengidap penyakit arthritis, mengerasnya sendi-sendi dan engsel tulang , lagilagi penyakit yang biasa ditemukan pada domba yang sudah mulai uzur. Walaupun ”Dolly” merupakan generasi keturunan anak domba yang menghkawatirkan, tetapi percobaan ini sudah berhasil membuka mata dan telinga kita untuk menerima fakta-fakta berikut ; 1 bukan hanya sel kelamin saja yang dapat menghasilkan keturunan , tetapi sel-sel somatis ( semua sel selain sel kelamin, yaitu sel saraf, sel kulit, sel tulang, sel otot , dsb) juga dapat menghasilkan individu baru asal diimplantasikan ke dalam sel telur yang penuh dengan gizi untuk pertumbuhan embrio. 2.Anggapan bahwa organ tubuh kita hanya berasal dari organ yang sama, ternyata dapat beregenerasi menjadi berbagai jenis sel lainnya, yang akhirnya menjadi sebuah individu baru yang lengkap. 3. Hanya rahim induk yang paling baik digunakan sebagai media tempat persemaian dan pembesaran sel-sel embrio dari hasil pembuahan diluar tubuh. Bagaimana hal nya dengan manusia? Apakah manusia dapat juga dilakukan ”Kloning” untuk menghasilkan keturunan tanpa melalui proses perkawinan, sebagaimana halnya dengan teknik yang telah berhasil pada Kultur Jaringan dan kelahiran Dolly ? bukankah sel-sel manusia juga mempunyai Kromosom berpasang-pasangan seperti Dolly ataupun Tumbuh-tumbuhan?

Pada prinsipnya , teknik kloning tentu dapat dilakukan pada sel manusia, terlepas dari hal-hal yang bersifat kontraversi seperti ; tidak etis , terlarang oleh ajaran agama dan tidak manusiawi. Hingga sekarang ini, hanya teknik kelahiran ”bayi tabung” yang disepakati oleh seluruh manusia untuk dimamfaatkan dengan berbagai syarat dan ketentuan berlaku. Walaupun begitu, sebenarnya proses kelahiran dengan teknik ”bayi Tabung” bukanlah proses rekayasa Genetika yang sesungguhnya. Teknik Bayi tabung hanyalah proses perkawinan biasa, karena hanya memindahkan tempat dan proses pembuahan (sel sperma dan sel telur) yang dipaksakan diluar tubuh. Kemudian hasil pembuahan ini ditanamkan kembali kedalam rahim Ibu untuk proses pertumbuhan dan pematangan sel-sel embrio selanjutnya.

Gen merupakan urutan “digital” dari untaian pasangan basa DNA di dalam kromosom. Gen inilah yang bertanggung jawab terhadap proses pembentukan protein organ-organ tubuh. Kromosom ini terdapat di dalam inti sel.

Skema ini merupakan proses reproduksi manusia secara seksual atau ”bayi tabung”. Dimana anak memperoleh kromosom dari pasangan Ibu-Bapaknya yang dibawa ketika penggabungan kromosom inti Sperma dan sel telur.

Ini merupakan skema dari proses reproduksi manusia secara kloning atau aseksual. Disini kromosom dari sperma digantikan oleh sel somatis tubuh (kulit, mata dll ) yang sudah mempunyai sepasang kromosom, sedangkan inti sel telur dihilangkan .

Pertanyaannya adalah ; kenapa proses kloning harus dilakukan di dalam rahim Ibu? Pada proses reproduksi dengan teknik bayi tabung, peranan rahim ibu sangat vital dan tidak tergantikan dengan media pertumbuhan lainnya yang dapat direkayasa oleh manusia.
Kloning akan mampu membantu para wanita bahkan para penganut Lesbian untuk menghasilkan generasi penerusnya tanpa berhubungan dengan kaum laki-laki. Tetapi sebaliknya, laki-laki tidak akan mampu berreproduksi sendiri, tanpa bantuan perempuan disebabkan karena laki-laki tidak memiliki rahim untuk perkembangan embrionya.

Benar sekali dengan apa yang dimaksud di dalam Al Quran pada Surat Baqaraah ayat 223 tentang peranan istri(rahim) sebagai tempat bersemainya benih yang akan ditanamkan ;

” Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki.
( QS 2:223)”.

Ayat tersebut diatas juga memberi petunjuk tersirat bahwa Allah menghendaki agar suami menanamkan benih yang dia miliki itu pada tempat yang telah disediakan, bukan pada tempattempat yang lainnya. Artinya , suami janganlah membuang spermanya ke tempat-tempat lain seperti ; bukan pada rahim orang selain istri sendiri, bukan kedalam tempat selain dari pada rahim misalnya dubur (sodomi) atau mulut (sex oral), ataupun dengan cara onani (masturbasi). Bahkan ayat tersebut memberikan kebebasan kepada suami-istri untuk melakukannya sesuai dengan keinginan mereka , asal ditujukan ke dalam rahim , lakukanlah dengan cara apapun sesuai dengan keinginan anda (seperti dari arah depan, samping atau dari arah belakang). Bahkan kalau sel telur istri anda dan sperma anda tidak berhasil bersemai di dalam rahim istri anda karena ada rintangan di dalamnya, maka Ayat ini sudah menjawab persoalan yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan dan terpikirkan oleh umat Nabi Muhammad pada 15 abad yang lalu. Ayat ini dapat dijadikan sebagai rujukan untuk pasangan suami – istri, agar dapat memperoleh anak dengan cara teknik bayi tabung sesuai dengan batasan yang sudah ditetapkan pada ayat Al Qur’an diatas. Al Qur’an dengan gaya bahasanya yang sangat sederhana, halus, bijaksana , santun dan penuh perhitungan telah memberi petunjuk terbaik dan benar terhadap tatacara memiliki keturunan. Baik untuk manusia itu sendiri dan baik pula untuk keturunannya. Karena Allah telah menyiapkan sarana reproduksi yang terbaik , termurah , termudah dan yang lebih dari itu

adalah sebagai sarana yang paling menyenangkan untuk dilaksanakan oleh semua makluk hidup ciptaaNYA. Allahuakbar. Nikmat Allah mana lagi yang akan anda ingkari? Sebenarnya baik proses reproduksi manusia dengan cara ”bayi tabung” ataupun secara ”Kloning” , keduanya bukanlah suatu proses penciptaan manusia oleh manusia dalam arti yang sesungguhnya. Tetapi hanya merupakan suatu rekayasa atau cara lain yang masih mengunakan unsur-unsur sel yang ”berpasang-pasangan” (kromosom) dengan cara lain dan pada tempat lain. Sesungguhnya para ahli genetika hanya berusaha menciptakan atau memanipulasi kondisi yang benar-benar sama dengan kondisi pembuahan alamiah , sehingga pasangan kromosom yang sudah mengandung DNA tersebut dapat bersatu dan berkembang dalam suasana baru , lalu diakhiri dengan cara yang alamiah. Pembuahan dan terbentuknya zigot dan embrio adalah atas izin dan kuasa Allah. Dari hasil penemuan para ahli genetika di bidang Kloning dan rekayasa genetika ini, terbukalah misteri reproduksi manusia yang telah diciptakan Allah. Orang-orang beriman dan percaya pada kebesaran Allah akan mampu mengambil hikmahnya. Kejadian Yesus sebagai anak manusia tanpa Bapak, bukanlah sesuatu yang harus dibesarbesarkan dan bukan lagi sesuatu kejadian yang aneh dan luar-biasa. Mungkin pada suatu saat , dengan izin Allah, orang-orang hasil ”kloning” tersebut akan hidup bersama-sama kita. Mungkin pada suatu saat manusia hasil kloning akan diperjual-belikan untuk ” Sistim perbudakkan di abad Genetika” dan mungkin pula manusia kloning akan dijadikan sebagai ”Stock organ Donor” yang diperedagangkan di etalase-etalase ”Supermarket Ogan Tubuh”. Memproduksi manusia unggul secara massal merupakan cita-cita dari para ahli Genetika dan generasi abad modern melalui proses “Kloning Manusia “. Yesus hanya bagian dari sistim kloning alamiah yang tercipta atas izin Allah, yang ditanamkan dan diproses NYA di dalam rahim seorang perawan Maryam. Kelahiran anak manusia ”Yesus” tanpa Bapak yang ditanam dan dibesarkan di dalam rahim seorang perawan Maria , bukan lagi sesuatu keganjilan sesuai dengan kaidah-kaidah ”kloning” itu sendiri. Dan akan menjadi naif dan keliru jika Yesus yang lahir secara ”kloning alamiah” ini lalu dinobatkan sebagai anak Tuhan, kemudian dipercaya menjelma menjadi Tuhan. Inilah yang disebut dengan kekafiran yang nyata dan kebodohan yang dipaksakan. Tidakkah para penganut ajaran trinitas tersebut dapat mengambil suatu pelajaran dan hikmah dari peristiwa hasil ”Kloning” manusia yang berhasil dilakukan dan ditemukan oleh pakar genetika itu? Tentu saja orang awan akan mengira bahwa Manusia telah berhasil menciptakan manusia. Lalu bagaimana dengan penciptaan Yesus? Tidak mungkin si perawan Maryam

menciptakan manusia,, tidak mungkin pula Yesus menciptakan dirinya sendiri, tidak mungkin pula Yesus adalah anak Allah yang dilahirkan dari istrinya Maryam dalam arti yang sebenarnya. Hanya satu jawabannya untuk ini semua ” Yesus adalah Ciptaan Allah, bukan Anak Allah dan bukan pula Allah”. Padahal menurut logikanya, penciptaan Yesus tidaklah sesulit penciptaan Adam yang hanya berasal dari tanah, bukan dari sepasang kromosom yang sudah ada pada organ tubuh Mariam? Seperti yang diabadikan dalam Al Qur’an, surat al Imran ayat 13 yang berbunyi ;
“Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah"(seorang manusia), maka jadilah dia. (qs Ali Imran 3:59)”

AL Qur’an kembali menegaskan bahwa Isa As (Yesus) bukanlah sosok Tuhan seperti yang disangkaan oleh orang ”primitif dulu” kepadanya. Bahkan Isa As (Yesus) ketika di interograsi oleh Allah menyatakan dengan tegas bahwa dia beserta ibunya bukan seperti yang dianggap oleh orang-orang primitif dan keterbelakangan (”ideot”) tersebut, seperti yang diabadikan pada surat Al Maa’idah ayat 116 yang berbunyi ;

116

” Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?" Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib (QS 3:116)".

Sebagai orang-orang beriman yang percaya dengan kekuasaan Allah, janganlah kita menggadaikan iman kita dengan barang yang murah harganya dan janganlah kita terperdaya dengan isu-isu yang menyesatkan. Janganlah anda terjerumus di dalam informasi yang menyesatkan dalam bidang genetika dan hukum evolusi. Misalnya ; pernyataan-pernyataan tentang hidup-mati dan usia manusia yang dapat ditentukan oleh seorang ahli genetika atau dokter embriologi , manusia sudah dapat menciptakan manusia, tidak ada yang dapat mengatur manusia selain dari pada manusia itu sendiri , sain dan teknologi merupakan kiblat manusia dalam menentukan masa depannya, ajaran agama merupakan sesuatu penghalang manusia dalam menentukan arah kemajuan sain dan teknologi. Hal ini akan membawa konsekwensi menuju kekafiran abad modern. Kemajuan sain dan teknologi khususnya dibidang genekology , menyebabkan manusia lebih percaya kepada prediksi sain, sehingga dia sendiri semakin jauh dari pencerahan agama dan kebenaran Ilahi. Kekeliruan pemikiran ini akan membawa keyakinan manusia kepada tuhan-2 selain Allah yaitu Tuhan Sain dan teknologi itu sendiri. Peringatan ini sudah diabadikan dan disampaikan oleh Allah di dalam Al Qur’an pada surat Al Jaatsiyah ayat 23 yang berbunyi ; ” Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya (sain dan teknologi) dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
(QS 45:23)” .

Ayat diatas memberikan petunjuk bahwa filsafat sain dan teknologi yang salah arah dapat menjerumuskan pemikiran manusia menuju nafsu-nafsu yang hanya mementingkan kebutuhan material dan kehebatan diri semata. Apabila keinginan-keingan material itu terus berjalan tanpa arah, maka terbentuklah kelompok manusia lupa diri. Pemikiran –pemikiran sesat itu akan yang membawa mereka menuju ”kekafir abad modern”. Allah bukan hanya menciptakan sesuatu yang ”berpasang-pasangan” saja, tetapi Dia menciptakan juga sesuatu kekuatan yang berlawanan seperti ; jahat- baik, kuat-lemah, siangmalam, tarikmenarik –tolakmenolak, dan lain sebagainya. Misalnya pada bumi ini terdapat gaya tarik yang disebut dengan gaya gravitasi dan lawannya adalah gaya tolak bumi terhadap benda angkasa lainnya. Dengan adanya gaya tarik bumi, maka semua benda yang ada di dalamnya tidak akan terlepas ke luar bumi. Kita tidak pernah menyaksikan air laut yang begitu

luas tiba-tiba tertumpah keluar angkasa karena ditarik oleh benda angkasa lainnya. Sebaliknya Bumi tidak pernah menarik bulan jatuh ke permukaan bumi. Terdapat gaya tarikmenarik-

tolokmenolak yang seimbang antara bumi dan bulan sehingga keduanya tidak pernah bertumbukan atau saling melempar keruang angkasa. Begitu juga dengan Bumi dan berbagai planet lainnya seperti Matahari, dimana adanya gaya tarikmenarik –tolakmenolak yang

seimbang sehingga sistim planet tatasurya ini tetap berada dalam keutuhan , yaitu tidak ditarik dan tidak ditolak oleh bintang-bintang dan sistim galaxy lainnya. Posisi dan rotasi masing-

masing planet berseta satelitnya sudah diatur sedemikian rupa oleh Allah sehingga seluruhnya berada dalam keadaan yang seimbang. Begitu juga dengan sitim antar galaxy dan bintangbintang lainnya , seluruhnya dalam keseimbangan gaya tarikmenarik – tolakmenolak. Bahkan di Bumi sendiri masih terdapat gaya tarik-menarik dan gaya tolak menolak. Hal ini dapat dibuktikan dengan cara yang paling sederhana yaitu dengan memperhatikan sitim yang bekerja pada kompas, dimana kutub-kutub jarum kompas tersebut selalu menghadap ke utara dan satunya lagi ke selatan bumi. Kutub utara jarum kompas akan menghadap ke kutub selatan bumi karena adanya gaya saling tarik menarik, kutub utara jarum kompas tidak akan pernah menghadap ke kutub utara bumi karena adanya efek tolak-menolak antara kutub utara jarum dengan kutub utara Bumi. Artinya kutub utara dan kutub selatan bumi merupakan sistim magnet yang sangat besar yang mempunyai efek-efek menarik dan menolak. Hal ini sudah dijelaskan oleh Allah di dalam AL Qur’an pada surat Al Mulk ayat 3 yang berbunyi ; “kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? ( QS 67:3) “. Allah yang maha kuasa telah mengadakan unsur tarik dan tolak dengan tujuan untuk saling menyeimbangkannya, bukan untuk menciptakan pertentangan-pertentangan seperti yang

sering terjadi dalam budaya kehidupan manusia, dimana perperangan dan perselisihan yang terus berlanjut. Allah sudah memperhitungkan semua dangan ketetapanNYA yang sangat akurat, seperti yang tercantum pada surat Al A’araf ayat 14 yang berbunyi ;

“ Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan Dia menciptakan pula Matahari, Bulan dan Bintang-bintang, masing-masingnya taat kepada aturan yang telah di tetapkanNYA. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah milik Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam
( qs Al A‟raaf 7:54) “.

Ayat ini menjelaskan juga bahwa yang menciptakan organisme adalah kuasa Allah, sedangkan rekayasa genetik bukanlah suatu Penciptaan karena mereka hanya memamfaatkan dan memanipulasi hasil ciptaan Allah yang sudah ada. Keterangan ayat tersebut diatas diperkuat lagi oleh keterangan al Qur’an pada surat AL An Biyaa’ ayat 33 yang berbunyi ;

“ Dan Dialah yang telah menggilirkan malam dan siang, dan menciptakan juga matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya beredar di dalam garis edarnya (orbitnya).(qs al An Biyaa‟ 21:33)” Ayat ini memberi petunjuk bahwa gaya tarik-menarik dari masing-masing planet terhadap matahari diseimbangkan juga oleh gaya sentrifugal yang diakibatkan oleh peredarannya (rotasi) mengelilingi matahari.

14 . Al Qur’an diturunkan melalui JIbril atau Ruhul Qudus ? Menurut QS 2:97 ; “ Katakanlah: Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Qur'an) ke dalam hatimu “. Menurut QS 16:102 ; “ Katakanlah: "Ruhul Qudus menurunkan Al Qur'an itu dari Tuhanmu dengan benar”

Beberapa ayat AL qur’an yang memberi petunjuk tentang Ruhul Qudus ; Menurut surat Al Baqarah ayat 97 ;

Katakanlah: Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Qur'an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman (QS 2:97)”. Ayat diatas menerangkan bahwa yang meneruskan ayat-ayat Al Qur’an kepada Nabi Muhammad adalah malaikat Jibril. Ayat-ayat itu bersumber dari Allah , sedangkan malaikat Jibril meneruskannya kepada Muhammad. Pertanyaannya adalah ; siapakah malaikat Jibril itu? Dan kenapa tidak Allah langsung yang menyampaikannya kepada anak manusia yang bernama Muhammad? Untuk mencari petunjuk siapakah Jibril tersebut, maka hanya Al Qur’an lah yang dapat dijadikan pedoman karena kata-kata jibril yang sebenarnya itu hanya ada dari ayat-ayat al Qur’an. Keterangan selanjutnya terdapat pada surat An Nahl ayat 102 yang berbunyi ;

“Katakanlah: "Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Qur'an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah) QS 16:102".

Ayat ini menerangkan bahwa yang menyampaikan Al Qur’an kepada nabi Muhammad adalah Ruhul Qudus. Dari hubungan dan keterangan antara kedua ayat QS 2:97 dan QS 16:102 diatas, maka dapat disimpulkan bahwa JIbril = Penyampai Al Qur’an = Ruhul Qudus Kemudian pada surat QS 2:97 menjelaskan bahwa Al Qur’an disampaikan atas perintah Allah, artinya JIbril = penyampai

Jibril bukan pencipta Al Qur’an. Jadi kesimpulannya adalah bahwa Ruhul Qudus = JIbril Pertanyaanya adalah ; apakah ada keterangan dan petunjuk lain di dalam Al Qur’an untuk lebih memperkuat keterangan tersebut diatas? Untuk itu, marilah kita mencari petunjuk lain yang terdapat di dalam ayat-ayat Al Qur’an ; Petunjuk lain juga terdapat pada surat Al Baqaraah ayat 253 yang berbunyi ;

253

“ Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus (QS 2:253)”. Ayat diatas memberi petunjuk bahwa Wahyu yang disampaikan oleh Allah kepada seorang rasul , ada yang langsung dari Allah dan ada juga melalui Ruhul Qudus(JIbril). Dan pada ayat ini juga terdapat petunjuk bahwa Ruhul Qudus (JIbril) bukan hanya menyampaikan ayat-ayat Al Qur’an, tetapi malaikat ini juga datang kepada calon bakal bayi (embrio) Isa Almasih untuk menitipkan Ruh yang dikirim oleh Allah kepada jasadnya. Pertanyaanya ; apakah ada petunjuk di dalam Al Qur’an yang memperkuat keterangan bahwa Isa Almasih dititipkan Roh oleh Allah kepada JIbril? Untuk itu dapat dibaca keterangan Al Qur’an pada surat Al Anbyyaa’ ayat 91 yang berbunyi ;

91

“ Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh) nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam (QS 21:91)”. Ayat ini memberi petunjuk bahwa Roh Isa ALmasih berasal dari pemberian Allah. Makna dari kata “kami” disini juga berarti , bahwa perintah itu dilaksanakan oleh Jibril atas perintah Allah. Artinya adalah sebuah kata penghargaan kepada Jibril yang telah melaksanakannya. Mengenai sosok dan kepribadian Jibril dapat dan tugas-tugasnya dapat dibaca petunjuknya pada surat Asy Syu’aaa’ ayat 192 sampai 195 berikut yang berbunyi ;

192 193
194 195

“ Dan sesungguhnya Al Qur'an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam192, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al Amin (Jibril)193, ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan194, dengan bahasa Arab yang jelas (QS 26:192-195)”. Ayat ini menegaskan dan sekaligus merinci keterangan dari ayat-ayat sebelumnya, bahwa Al Qur’an itu bersumber dari Allah SWT yang disampaikan oleh Ar Ruh Al Amin (penyampai yang jujur). Tentu saja yang dimaskud dengan Ar Ruh Al Amin ini, tidak lain dan tidak bukan adalah Jibril. Jibril meneruskannya kepada anak manusia yang bernama Muhammad. Kemudian Muhammad menyampaikan (Rasul) lagi untuk seluruh umat manusia. Al Qur’an ini ditulis menggunakan bahasa Arab agar mudah dimengerti oleh manusia , karena Muhammad berada ditengah bangsa arab. Susunan kata-kata (tatabahasa) dan gayabahasa di dalam AL Qur’an ditata dengan sangat rapi, indah, penuh perhitungan dan mudah dimengerti oleh siapapun yang mau memahaminya dan siap melaksanakan apa-apa yang dicantatumkan di dalamnya.

Jadi JIbril hanya menyampaikan perintah Allah. Pertanyaannya adalah ; apakah benar bahwa Jibril bekerja atas perintah Allah. Petunjuk ini terdapat pada surat Al Ma’aarij ayat 4 yang berbunyi ;

4

‫و‬
yang kadarnya lima puluh ribu tahun (QS 70:4)”.

Malaikat-malaikat dan roh (Jibril) naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari

Ayat ini memperkuat keterangan ayat-ayat sebelumnya, yaitu bahwa malaikat-malaikat merupakan perusuh Allah SWT dan harus segera menghadap untuk memberikan laporan. Jadi Jelaslah bahwa Malaikat-malaikat adalah makluk ciptaan Allah yang sangat patuh kepada semua perintah Allah. Dan pada hari kiamat nanti seluruh roh-roh itu akan dipangil lagi menghadap Allah. Mereka berbaris dengan patuh dibawah komando para malaikat , seperti yang tecantum pada surat An Naba’ ayat 38 yang berbunyi ;

‫ال‬
“ Pada hari (kiamat), ketika ruh dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar (QS 78:38)”. Ayat ini memberi petunjuk bahwa roh yang sudah dititipkan kepada setiap jasad manusia akan datang menghadap Allah , baik dengan sukarela maupun dengan cara terpaksa untuk mempertanggung-jawabkan segala perbuatannya pada proses pengadilan yang paling agung dan adil di akhirat nanti. Peranyaannya adalah ; bagaimana roh dapat dijelaskan dengan sebenarnya? Keterangan mengenai roh ini terdapat pada surat Al Israa’ ayat 85 yang berbunyi ;

“ Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit (QS 17:85) ". Ayat ini memberi petunjuk yang jelas bahwa manuisia tidak akan sanggup memahami , menganalisa dan meneliti wujud dari Roh. Artinya ayat ini telah memprediksi keterbatasan manusia dalam mengungkapkan rahasia Roh. Manusia hanya bisa mengetahui bahwa Roh itu ada, tetapi manusia tidak mengerti lebih banyak tentang roh. Roh merupakan hal yang paling misteri dalam kejadian makluk hidup. Tanpa roh semua makluk hidup termasuk manusia, akan menjadi mayat, sehingga seluruh sel-selnya tidak dapat berfungsi dan beraktifitas lagi. Manusia hanya diberi sedikit sekali informasi mengenai Roh itu oleh Allah. Ayat tersebut menjelaskan bahwa manusia tidak akan mampu menganalisa dan memecahkan misteri dari roh , kecuali dari apa yang sudah disampaikan di dalam Al Qur’an tersebut. Sampai saat ini belum satupun para pakar sain beminat untuk melakukan eksperiment yang berhubungan dengan wujud roh, walaupun mereka meyakinni adanya “power” dari roh terhadap jasad itu, sebelum dia menjadi mayat. Kitab Bible juga menjelaskan tentang arti dan makna roh dalam pengertian sebagai berikut ;

Pengertian Roh
Roh dalam Allah

Keterangan ayat dalam Bible
maka Roh Allah berlayang-layang di atas muka air itu.(kej 1:2) Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." (john 3:24) Tetapi sujudlah mereka berdua dan berkata: "Ya Allah, Allah dari roh segala makhluk! (number 16:22)

Roh manusia dari Allah

Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, (kej 6:3) Roh TUHAN menghinggapi dia dan ia menghakimi orang

Israel (judge 3:10) Jasad tidak berguna tanpa Roh Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. (luke 6:63) Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. (john 5:3) Lalu turunlah TUHAN dalam awan dan berbicara kepada Musa, kemudian diambil-Nya sebagian dari Roh yang hinggap padanya, dan ditaruh-Nya atas ketujuh puluh tuatua itu; ketika Roh itu hinggap pada mereka, kepenuhanlah mereka seperti nabi, tetapi sesudah itu tidak lagi. (number 11:25) Ketika Bileam memandang ke depan dan melihat orang Israel berkemah menurut suku mereka, maka Roh Allah menghinggapi dia (number 24:2) Roh TUHAN menghinggapi dia dan ia menghakimi orang Israel (judges 3 :10) Lalu Roh TUHAN menghinggapi Yefta; ia berjalan melalui daerah Gilead dan daerah Manasye, kemudian melalui Mizpa di Gilead, dan dari Mizpa di Gilead ia berjalan terus ke daerah bani Amon (judge 11:29) Roh atau arwah yang terlarang Janganlah kamu berpaling kepada arwah atau kepada rohroh peramal; (Leviticus 19 :31) Apabila seorang laki-laki atau perempuan dirasuk arwah atau roh peramal, pastilah mereka dihukum mati, yakni mereka harus dilontari dengan batu dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.(leveticus 20:27)" Roh yang cemburu dan apabila kemudian roh cemburu menguasai suami itu, sehingga ia menjadi cemburu terhadap isterinya, (number 5:14) "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. (matius 1:20) Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun

Roh dan daging berbeda

Roh pemberian sementara

Roh Yesus berasal dari Roh Kudus

Roh Kudus atas Kuasa

Allah pada Yesus

atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, (luke 1:35) Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni.(luke 12:10) Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.(matius 3:11) Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.(markus 1:8)

Dilarang menghujat dan menantang Roh Kudus

Roh kudus untuk membabtis

Roh dapat dilihat

Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. (luke 12: 32) Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya. (markus 1:26) Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: "Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!"(markus 5:8) Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan (matius 10:1)

Roh yang bersifat jahat

Roh mempunyai kekuatan yang dapat menyerang

Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. (markus 9:18) lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: "Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!" (markus 5:12) Kata seorang dari orang banyak itu: "Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia.(markus 9:17) Maka kembalilah roh anak itu dan seketika itu juga ia bangkit berdiri. Lalu Yesus menyuruh mereka memberi

Roh dapat dipindahkan

Roh yang membisukan

Roh yang dapat

dikembalikan

anak itu makan.(luke 8:55)

Dari semua keterangan Bible dalam table diatas, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa ; 1.roh merupakan sesuatu yang bersifat abstrak yang tidak dapat didefinisikan dengan pasti, 2. Roh itu ciptaan Allah yang diberikan kepada seluruh manusia termasuk nabi-nabi dan Yesus 3. Roh yang diberikan kepada utusanNYA (para Nabi atau Yesus) memiliki karakteristik nilainilai kebaikan dan kekuatan yang melebihi dari manusia biasa. 15) QU'RAN = PEMBENARAN ATAU PENGGANTIAN terhadap ayat-ayat yang diturunkan sebelumnya? Menurut QS 2:97; “ Katakanlah: Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Qur'an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk erta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” Menurut QS 16:101; “ Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkanNya, mereka berkata: "Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan saja"... Tampaknya Muhammad tidak bisa menegaskan kehendaknya sendiri, mau menyenangkan hati penganut agama lain (Kristen/Yahudi) dengan mengatakan Qur’an membenarkan buku suci mereka, ataukah membanggakan diri mengatakan Qur’an menggantikan buku suci mereka ?

Menurut surat Al Baqarah ayat 97 ;

Katakanlah: Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Qur'an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman (QS 2:97)”. Ayat diatas menerangkan dan memberi petunjuk bahwa ayat-ayat yang disampaikan oleh JIbril kepada Muhammad langsung tertanam di dalam sanubari nya. Ayat-ayat tersebut bahkan memperkuat keimaman dan ketaqwaan Muhammad kepada Allah.

Sedangkan menurut keterangan Surat An Nahl ayat 101 berbunyi ; “Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata: "Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan saja". Bahkan kebanyakan mereka tiada mengetahui (QS 16:101)”. Ayat ini memberi petunjuk bahwa pada beberapa ayat di dalam Al Qur’an terdapat keterangan yang bersamaan maksud dan makna kalimatnya , sehingga apabila Muhammad mengalami kelupaan setelah menerimanya maka ayat yang lainnya dapat dijadikan sebagai pengganti. Sebenarnya keterangan ayat ini masih berhubungan dengan surat Al Baqaraah ayat 106 yang berbunyi ; “ Ayat mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tiadakah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS 2:106)? Ayat diatas memberi petunjuk kepada kita bahwa sebagai seorang anak manusia, tentu saja Muhammad mengalami kelupaan dalam mengingat-ingat ayat-ayat Al Qur’an yang sudah diterima nya. Namun Allah yang maha pengasih dan maha Penyayang akan menurunkan lagi ayat-ayat yang lebih baik lagi dan sebanding atau sama dengan ayat yang terlupakan itu. Dan Allah berkuasa atas segala sesuatu. Konteks ayat diatas hanya menjelaskan tentang ayat-ayat di dalam Al Qur’an yang terlupakan oleh Muhammad . Hal ini menunujukan bahwa Muhammad adalah manusia biasa yang bisa saja lupa dalam mengingat-ingat sesuatu , tetapi bukan suatu hal yang disengaja atau dibuatbuat olehnya. Allah sudah menjamin akan keberadaan dan kekuatan ayat-ayatNYA di dalam al Qur’an.

16) ANAK NUH DISELAMATKAN ATAU TIDAK? Menurut QS 21:76 ; “ Dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu ketika dia berdoa, dan Kami memperkenankan doanya, lalu Kami selamatkan dia beserta keluarganya dari bencana yang besar.” Tapi ayat berikut mengatakan anak Nuh mati tenggelam. Menurut QS 11:42 ; “ Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir." Anaknya menjawab: "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata: "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang". Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan

Menurut keterangan surat Al Anbyaa’ ayat 76 ;

“ Dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu ketika dia berdoa, dan Kami memperkenankan doanya, lalu Kami selamatkan dia beserta pengikutnya dari bencana yang besar (QS 31:76) ”. Ayat ini memberi petunjuk bahwa nabi Nuh sudah putus asa dalam nasehati dan menyeru umatnya agar kembali ke jalan yang benar dan tidak mempersekutukan Allah dengan berhala. Tetapi sebaliknya orang-orang yang tidak mengerti itu merencanakan hendak menghukum dan membunuh nai Nuh. Akhirnya Nabi Nuh berdoa kepada Allah, lalu Allah mengabulkan doa nabi NUH tersebut. Sedangkan menurut keterangan surat Hud ayat 42 ; “ Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orangorang yang kafir (QS 11:42)."

Jika kita perhatikan kedua ayat diatas, maka tidak terdapat sesuatu yang bertentangan, sebagaimana yang dilihat oleh misonaris kristen tersebut. Mungkin mata hatinya buta sehingga sudah tertutup untuk membedakan yang benar dengan yang salah. Apabila kita analisa secara keseluruhan dari kedua ayat tersebut , maka terdapat beberapa orang-orang yang diselamatkan dan sebaliknya ada juga orang-orang yang ditenggelamkan pada kejadian banjir besar itu. Yang diselamatkan oleh Allah pada peristiwa itu adalah para pengikut Nuh, dimana didalamnya terdapat sebagian keluarga Nuh yang masih beriman kepada Allah . Dalam hal ini Al Qur’an tidak menyebutkan siapa-siapa saja keluarga Nuh yang diselamatkan oleh Allah. Sebaliknya yang ditenggelamkan adalah orang-orang kafir yang selalu berbuat maksiat dan menyembah berhala, termasuk di dalam nya adalah anaknya sendiri. Walaupun Nuh adalah seorang nabi yang merasa kasihan kepada anaknya, tetapi Allah telah menjatuhkan hukuman yang setimpal bersama-sama orang—orang kafir lainnya. Pada surat Hud ayat 40 , Al qur’an menyebutkan bahwa terdapat keluarga nabi Nuh yang berada di dalam kapal itu yang selamat ; “Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur telah memancarkan air, Kami berfirman: "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman." Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit (QS 11:40)”.

17) Fir’un ditenggelamkan atau Mati? Menurut QS 17:103 ; “ Kemudian (Firaun) hendak mengusir mereka (Musa dan
pengikut-pengikutny a) dari bumi (Mesir) itu, maka Kami tenggelamkan dia (Firaun), serta orang-orang yang bersama-sama dia seluruhnya, “ Menurut QS 28:40 ; “ Maka Kami hukumlah Firaun dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka lihatlah bagaimana akibat orangorang yang lalim”. Menurut QS 43:55 ; “ Maka tatkala mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka lalu Kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut),”

FIRAUN DISELAMATKAN: Menurut QS 10:90 ; “ Dan Kami memungkinkan Bani Israel melintasi laut, lalu
mereka diikuti oleh Firaun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Firaun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israel, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". Menurut QS 10:91; “ Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orangorang yang berbuat kerusakan.” Menurut QS 10:92 ; “ Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami “.

Surat Al Israa’ ayat 103 berbunyi ; “ Kemudian (Firaun) hendak megusir mereka (Musa dan pengikut-pengikutnya) dari bumi (Mesir) itu, maka Kami tenggelamkan dia (Firaun), serta orang-orang yang bersamasama dia seluruhnya,(QS 17:103)”

Surat Al Qashsash ayat 40 berbunyi ;

“ Maka Kami hukumlah Firaun dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang lalim (QS 28:40)”

Surat Az Zukhuruf ayat 55 berbunyi ;

“ Maka tatkala mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka lalu Kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut), (QS 43:55)”

Dari ketiga keterangan ayat diatas, Al Qur’an membenarkan bahwa Fir’un beserta prajuritnya mati di dalam laut ketika ikut mengejar umat nabi Musa ke tengah laut. Pertanyaannya adalah ; apakah Jasad Fir’un yang sudah mati itu benar-benar tenggelam ke dasar laut lalu dimakan oleh ikan , atau sebaliknya dicari dan diselamatkan “Tim SAR” dari prajurit yang masih hidup beserta penduduk Mesir lainnya lalu dibawa dan dimakamkan dalam makam kebanggaan raja-raja mereka?apakah bangsa Mesir yang begitu bangga dengan Rajanya membiarkan begitu saja junjunanya tenggelam ditengah laut berserta prajurit lainnya?apakah Al Qur’an dapat memberikan petunjuk tentang terselamatkannya jasad Fir’un itu? Apakah yang terjadi manakala Fir’un akan menemui ajalnya di teluk Aqaba itu? Dalam surat Yunus ayat 90 , Al Qur’an menceritakan saat-saat Fir’un menemui ajalnya yang berbunyi ; “ Dan Kami memungkinkan Bani Israel melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Firaun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Firaun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israel, dan saya termasuk orangorang yang berserah diri (kepada Allah) (QS 10:90) ". Ayat ini memberikan petunjuk bahwa ketika menemui ajalnya di saat-saat hampir tenggelam menyelamatkan dirinya, Fir’un akhirnya meyakini bahwa Allah yang di percayai oleh umat Musa itu benar-benar nyata , lalu Fir’un bertobat dan minta ampunan Allah. Kemudian dia pasrah dan menyerahkan keselamatan dirinya kepada kekuasaan Allah di tengah laut itu . Namun tobat Fir’un kepada Allah sudah terlambat , dan Allah mengatakannya di dalam surat Yunus ayat 91 yang berbunyi ; “ Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan (QS 10:91)”. Untuk membuktikan kejadian itu benar-benar nyata dan ada dalam sejarah kehidupan manusia, maka jasad Fir’un diselamatkan Allah . Hal ini bukan berati bahwa Allah yang

mengangkat dan menggotong jasad Fir’un ke daratan , seperti yang ada di dalam pikiran misionaris kristen tersebut.

Jasad Fira’un (Ramses II) yang mengejar Nabi Musa ditemukan oleh arkeolog Giovanni Battista Belzoni tahun 1817 di makam mumi firaun mesir yang tertimbun tanah. Maurice Bucaille dulunya adalah peneliti mumi Fir’aun di Mesir. Pada mumi Ramses II dia menemukan keganjilan, yaitu kandungan garam yang sangat tinggi pada tubuhnya. Dia baru kemudian menemukan jawabannya di Al-Quran, ternyata Ramses II ini adalah Firaun yang dulu ditenggelamkan oleh Allah swt ketika sedang mengejar Nabi Musa as.

Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba. Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab. Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya mencapai 1500 meter. Kemiringan laut dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 derajat, sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 derajat.Diperkirakan jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter.Lebar lintasan Laut Merah yang terbelah diperkirakan 900 meter. Menurut tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam.

Walaupun jasad Fir’un dibawa oleh bangsa Mesir dan sisa-sisa prajurit kembali ke tanah Mesir, namun takdir keselamatan jasad Fir’un merupakan kekuasaan dan ketentuan Allah juga. Hal ini diabadikan oleh keterangan Al Qur’an pada surat Yunus ayat 92 Yang berbunyi ; “ Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami (QS 10 : 92)“.

Ayat ini memberikan petunjuk bahwa jasad Fir’un benar-benar di selamatkan , dimana bangsa Mesir kuno yang mengawetkannya di dalam makam Raja-Raja mereka . Para ahli sejarah telah berhasil menemukan jasad Ramses yang mati tenggelam itu berupa mummi yang sudah diawetkan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kandungan garam yang terdapat di dalam tubuh Ramses itu. Ayat Al Qur’an terbukti benar , karena Allah menurunkan ayat-ayatNYA dengan kebenaran. Al quran adalah ciptaan Allah , bukan karangan manusia seperti kitab-kitab yang lainnya. MAHA BENAR ALLAH DENGAN SELURUH FIRMANNYA DI DALAM AL QUR’AN. ALLAHUAKBAR !

18) ORANG KRISTEN MASUK SURGA ATAU NERAKA ?

Menurut QS 2:62 ; “ Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi,
orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Tapi di ayat lainnya, Muhammad menyangkal apa yang telah dikatakannya. Menurut QS 5:72 ; “ Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata:
"Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu" Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun”. Menurut QS 3:85 ; “ Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” PS: MARI KITA LIHAT KEMBALI Surat ALBAQARAH (2:62) Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin [56], siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah [57], hari kemudian dan beramal saleh [58], mereka akan menerima pahala dari TUHAN MEREKA, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Aneh bin ajaib! Al-qur’an mengakui bahwa ternyata ADA Tuhan umat Yahudi dan Tuhan-nya umat Kristen !!!!

Karena kekuatiran misionaris Kristen ini akan masuk neraka, maka dia menyampaikan guguatanya terhadap beberapa ayat-ayat Al qur’an yang menghalalkan syorga baginya. Menurut Surat Al Baqaraah ayat 62 berbunyi ;

“ Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati (QS 23:62)”. Ayat ini memberikan petunjuk bahwa diantara orang-orang Yahudi, Nasrani dan Shabiin masih terdapat umat yang meyakini ke-Esaan Allah SWT. Mereka meyakini, beriman dan beramal shaleh menurut ketentuan dan petunjuk Allah , sebagaimana yang ada di dalam Taurat dan Injil yang pernah disampaikan oleh Musa dan Isa Almasih (bukan Bible yang ada sekarang ini ). Mereka tidak men-dua-kan Allah sebagaimana Isa Almasih menyampaikannya , mereka meyakini bahwa Isa atau Yesus adalah utusan Allah. Mereka meyakini bahwa Yesus bukan anak Allah, dan mereka meyakini bahwa Yesus bukanlah Allah dalam arti yan sebenarnya. Mereka ini adalah orang-orang yang sedikit jumlahnya dan mereka tidak termasuk , baik dari golongan kristen katolik maupun kristen protestan yang ada sekarang ini yang merupakan ajaran yang jauh menyimpang dari ajaran Yesus aslinya. Bible (Perjanjian Baru) sekarang ini adalah kumpulan kitab-kitab yang ditulis oleh banyak penulis dan ajaran Paulus merupakan kandungan terbesar di dalamnya. Mereka yang dimaksud oleh ayat diatas, berjuang untuk menyampaikan bahwa Yesus bukan Tuhan dan bukan pula anak Tuhan, namun mereka diberantas dan dikucilkan oleh pengikutpengikut yang menduakan Allah (kafir). Begitu juga sebagian kecil dari pengikut Yahudi yang tidak percaya lagi kepada ahli kitab Yahudi yang sudah menyelewengkan ayat-ayat di dalam kitab Taurat, namun mereka masih tetap beriman kepada Allah dengan sebenar-benarnya beriman. Orang-orang ini adalah umat Yahudi dan Nasrani yang merupakan bagian dari sejarah masa lalu yang panjang dalam memperjuangkan ajaran Tauhid yang dibawakan oleh nabi Isa As dan juga dalam rangka pemurnian ayat-ayat di dalam kitab Taurat. Orang-orang ini diabadikan dan mendapat perhatian serius oleh Allah sebagaimana yang dinyatakan di dalam surat Al Baqraah ayat 62 diatas. Allah Abraham, Allah Yakub, Allah Musa, Allah Yesus dan Allah Muhammad semuanya adalah Allah yang sama. Allah adalah satu, tidak ada beda Allah yang disembah oleh umat nabi Musa (Israel atau Yahudi), umat Yesus atau Isa As (umat Nasarani) ataupun umat Muhammad (Islam) sendiri. Allah adalah Allah , tidak ada Tuhan selain Allah. Allah adalah satu buat seluruh alam dan buat semua umat manusia.

Pertanyaannya adalah ; apakah umat Kristen katolik atau Kristen protestan saat ini merupakan umat nabi Isa As atau Yesus yang menyembah Allah SWT? Untuk menjawab pertanyaan ini, beberapa ayat-ayat Al Qur’an sudah member penilaian sebagai berikut ; Surat 11. HUD - Ayat 17 ;
“ Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang mempunyai bukti yang nyata (Al Qur'an) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Muhammad) dari Allah dan sebelum Al Qur'an itu telah ada kitab Musa (Taurat) yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Qur'an. Dan barang siapa di antara mereka dan sekutusekutunya yang kafir kepada Al Qur'an, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Qur'an itu. Sesungguhnya (Al Qur'an) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (QS 11:17)”.

Pada ayat diatas, Allah mempersilahkan seluruh umat Manusia untuk membahas Al Qur’anyang diturunkan oleh Allah kepada nabi Muhammad, dan sekiranya mereka masih juga tetap kafir, maka neraka sudah menunggu mereka. Pada surat Al Maaidah ayat 72 berikut ini , Allah mencela orang-orang yang telah men-dua- kan Allah. “ Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu" Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun “ ( QS 5:72)” . Allah memberikan petunjuk di dalam ayat diatas, bahwa orang-orang yang berpikir dan menganggap bahwa “Yesus adalah Tuhan” , maka orang-orang tersebut temasuk golongan orang kafir. Dan kepada mereka , Allah mengharamkan syorga baginya. Orang-orang ini sama saja dengan para pemuja berhala yang nyata-nyata telah men-dua-kan Allah dengan makluk ciptaanNYA. Surat Al Maidaah ayat 72 diatas sangat berkaitan dengan surat Al Ikhlas ayat 1-4 , yang berbunyi ; Katakanlah (Muhammad): "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia". (QS 1132:1-4)”.

Pada abad sekarang ini, agama yang masih benar-benar murni dalam menyampaikan ajaran agama Tauhid hanyalah Islam. Dan tuntunan ajaran agama (Al Qur’an) yang masih terjaga keasliannya hingga sekarang hanyalah islam. Ajaran yang paling logis dan masuk akal hanyalah islam. Maka terbuktilah ketentuan Allah yang diabadikan dalam Al Qur’an surat Ali Imran ayat 85 yang berbunyi ; “ Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.( QS 23:85)”. Ayat diatas memberikan petunjuk bahwa, bagi orang-orang yang mempunyai kesadaran dalam rangka mencari keselamatan , nilai-nilai kebenaran dan rahmat Allah, maka pelajari dan amalkanlah ajaran agama Islam. Ayat ini tidak memaksa seseorang dalam mencari dan mendapatkan kebenaran yang dia yakini. Ayat ini hanya memberikan petunjuk bahwa ujung pencarian bagi orang-orang yang mau mendapatkan kebenaran yang logis , akan berakhir hanya pada ajaran islam. Sedangkan bagi orang-orang yang tidak mau mencari kebenaran yang hakiki dan tetap berada dalam keyakinannya yang salah , maka tentulah mereka akan merugi. Tetapi Allah maha pengampun, tidak ada dosa yang besar di sisiNYA. Siapapun yang menyadari kekeliruannNYA, maka Allah SWT membuka pintu tobat yang sebesar-besarnya. Siapapun yang memperoleh nilai-nilai kebenaran yang bersumbaer dari Allah , maka dia akan melangkah menuju Syorga yang telah disediakan untuknya. Tetapi bagi siapa yang tetap ingkar padahal kebenaran itu ada di depannya, maka dia akan dinaungi oleh kebodohan dan kebodohan itu akan menutupinya untuk berbuat lebih bodoh lagi dan akhirnya dia akan menjerumus dirinya kedalam Neraka. Seperti yang disampaikan di dalam surat AL Baqaraah ayat 81 yang berbunyi ;

“(Bukan demikian), yang benar, barang siapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.(QS 2:81)”.

Menyadari akan kekeliruan masa lalu, kemudian melangkah untuk menempuh kebenaran itu, yaitu Allah yang tidak ada tuhan melainkan Dia, maka ini merupakan bagian dalam memperoleh keampunanNYA. Seperti apa yang ditunjukkan oleh AL Qur’an pada surat AL Imran ayat 133 yang berbunyi ;

“ Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (QS 3:133)”.

19) ANGGUR BAIK ATAU BURUK ? Di satu surat dikatakan anggur/arak adalah hasil buatan Setan. Menurut QS 5:90 ; “ Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar (arak),
berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan “.

Tapi di ayat berikutnya dikatakan bahwa ada sungai-sungai dari arak di surga. Menurut QS 47:15 ; “ (Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan
kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka, sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotongmotong ususnya?

Pertanyaan saya: bagaimana Setan sampai bisa memasukkan hasil kerjaannya di surga?

Al Qur’an surat AL Maaidah ayat 90 berbunyi ;

“ Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan ( QS 5:90)”.

Ayat diatas menunjukkan bahwa selama kita hidup di dunia, selama manusia hidup dengan nafsu-nafsunya yang harus dikendalikannya, selama manusia meyakini kehidupan akhirat yang abadi, maka Allah melarang manusia yang beriman untuk melakukan perbuatan yang akan merusak karakternya (seperti berjudi , minum arak, berbuat maksiat). Apabila manusia dapat mengatur dirinya dari nafsu-nafsu kejahatan yang akan merugikan hidupnya di dunia ini demi menyongsong kehidupan abadi di akhirat, maka nanti dia akan mendapat buah nya yaitu nafsu yang baik-baik. Pertanyaannya adalah ; apakah di akhirat nanti, manusia tidak mempunyai nafsu lagi? Kalau manusia di akhirat nanti tidak dilengkapi dengan nafsu untuk apakah Allah menjanjikan kenikmatan Syorgawi yang indah, aman, damai dan penuh ketentraman itu? Kalau Allah tidak melengkapi manusia dengan sensor kenikmatan, bagaimana penduduk syorga dapat itu menikmatinya? bukankah sensor atau “power Roh” yang ada di dalam diri manusia yang dapat merasakan betapa nikmatnya rasa madu itu, bukankah nafsu juga yang mengatakan bahwa minuman anggur itu nikmat? Kalau yang nikmat-nikmat di masa hidup di dunia dilarang, lalu apakah yang nikmat-nikmat itu masih ada di akhirat? Kenikmatan dunia yang manakah yang dihilangkan di akirat nanti? Kalau manusia di akhirat tidak bisa merasakan sakit untuk apakah Allah menakut-nakuti manusia dengan siksaan api neraka? Dengan apakah kita dapat merasakan kenikmatan hidup di syorga dan kesengsaraan di neraka? Ayat Al Qur’an dibawah ini menggambarkan bahwa nanti di akhirat, Allah masih menyediakan sesuatu yang nikmat-nikmat, bahkan sesuatu yang nikmat tetapi dilarang sebelumnya di bumi seperti minuman khamar (dalam bentuk yang berbeda), seperti bunyi ayat berikut ; “ (Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungaisungai dari khamar (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungaisungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka, sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya? (QS 47:15)”. Ayat diatas memberikan petunjuk bahwa hal yang sama dirasakan juga oleh penduduk di negeri neraka . Tetapi orang-orang penduduk Neraka hanya memperoleh perasaan tersiksa yang tiada terperi. Ayat diatas juga menyimpulkan bahwa Allah masih memberikan “Power

Roh” yang menghasilkan nafsu dan perasaan bagi diri manusia di akhirat nanti baik bagi penduduk syorga maupun bagi penduduk neraka. Pada hari kiamat nanti Allah mempertemukan roh dan jasad-jasad yang sudah menjadi fosil dan hancur di bumi, kemudian membangkitkannya lagi di akhirat untuk menempuh kehidupan kedua , seperti yang tecantum pada surat yasiin ayat 81 yang berbunyi ; Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan kembali jasad-jasad mereka yang sudah hancur itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui (QS 36:81)”. Tentu saja pertanyaan yang diajukan oleh Allah dalam ayat diatas di tujukan kepada orangorang kafir yang bodoh yang selalu mendustakan kebenaran dari kitab-kitab Allah yang pernah disampaikan kepada utusannya ( Musa, Isa As dan Muhammad). Pertanyaanya selanjutnya adalah ; bagaimanakah dengan minuman khamar di syorga? Apakah tidak merusak dan tidak memabukkan? Jawabannya terdapat di dalam al Qur’an surat Ash Shaaffaat ayat 45-49 yang berbunyi ; ;
“ Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamar dari sungai yang mengalir 45. (Warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum 46. Tidak ada dalam khamar itu alkohol dan mereka tiada mabuk karenanya 47. Di sisi mereka ada bidadaribidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya 48, seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik. (qs Ash Shaaffaat 37:45-49) “

Bahkan ayat tersebut menyatakan bahwa nafsu syahwat manusia untuk berhubungan intim dengan lawan jenisnya di syorga masih tetap disalurkan oleh Allah. Pertanyaanya adalah ; siapakah bidadari yang disediakan bagi penduduk di syorga itu? Jawabannya ada pada ayat-ayat beruikut ; Ternyata Allah sudah menyediakan Bidadari pingitan yang belum pernah disentuh oleh makluk apapun , baik oleh manusia maupun oleh golongan jin sebelumnya seperti yang terdapat pada petunjuk Surat Ar Rahmaan ayat 72-74 yang berbunyi ;
“ (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah 72. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin (QS 55:72-74)”.

Tentu saja ayat diatas akan menimbulkan berbagai pertanyaan ; apakah penduduk disyorga itu diperbolehkan berhubungan seksual dengan bidadari-bidari khayangan itu? Apakah bidadari itu dijadikan sebagai istri atau bukan? Apakah setiap penduduk syorga mendapat satu bidadari? Apakah Al Qur’an dapat menjelaskannya? Jawaban ini terdapat dalam surat Ath Thuur Ayat 20 yang berbunyi ; “ mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli (QS 52:20)”. Ayat ini menjelaskan dan memberikan petunjuk bahwa setiap penduduk syorga dikawinkan (dinikahkan) oleh Allah, sehingga pasangan-pasangan ini halal melakukan hubungan suami istri. Betapa bahagia dan senangnya manusia penduduk syorga mendapat jodoh seorang bidadari yang sangat cantik jelita yang belum pernaah ada di dunia sebelumnya. Jadi dapatlah dimengerti bahwa keinginnan , perasaan, dan sensor tubuh manusia masih tetap berfungsi di syorga. Allah memberikan bidadari itu sebagai tanda keberhasilan oprang-orang yang beriman dalam menahan nafsunya selama hidup di dunia dari berbagai godaan maksiat baik maksiat mata, telinga maupun kontak fisik lainnya, seperti yang dicantumkan pada surat AL Waqiyaah ayat 2224 yang berbunyi ;
“ Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli 22, laksana mutiara yang tersimpan baik 23. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan (QS 56:22-24) “.

Pertanyaan selanjutnya ; Apakah manusia masih mampu menggunakan nafsu jahatnya di akhirat nanti? Ayat berikut memberi petunjuk bahwa manusia dan setan-setan ( golongan jin) yang sesat sudah dipisahkan dari golongan manusia yang baik-baik , sehingga tidak akan ada lagi kejahatan di akhirat.
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami dan mereka mempunyai mata tidak dipergunakannya untuk melihat, dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar . Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai ( QS 7:179)”.

Keterangan ayat diatas dipekuat lagi oleh keteangan ayat berikut yang berbunyi ;

Dan (ingatlah) hari di waktu Allah menghimpunkan mereka semuanya, (dan Allah berfirman): "Hai golongan jin (setan), sesungguhnya kamu telah banyak (menyesatkan) manusia", lalu berkatalah kawan-kawan mereka dari golongan manusia: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami". Allah berfirman: "Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)". Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui
(QS Al An‟aam 6: 128) “.

Ayat diatas memberi petunjuk bahwa seluruh setan yang berasal dari golongan jin yang engkar dan jahat demikian juga dengan golongan manusia yang selalu mabuk dalam kesenangan nafsu, sudah digabung oleh Allah di dalam negeri neraka. Mereka merupakan dua golongan yang saling bantu-membantu dalam berbuat kemunafikan, kejahatan, memutar-balikan (mendustakan) kitab-kitab Allah, menghasut manusia untuk menyembah selain Allah, menghalang-halangi orang-orang beriman dalam beribadah, menyebar berita palsu , kebohongan dan fitnah, menebarkan bibit permusuhan, tetapi mereka tidak mampu merubah takdirnya yaitu hidup di negeri Neraka . Kehidupan di neraka kekal bagi kedua golongan ini. Surat Al MUkminin ayat 101 -103 berikut juga memperkuat lagi keterangan dari ayat sebelumnya tentang pembagian 2 wilayah di akhirat ; yaitu yang masuk syorga dan yang masuk neraka.
Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya 101. Barang siapa yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan 102. Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahanam (QS 23:101-103)”.

Ayat diatas memberikan petunjuk bahwa seluruh amal kebaikan dan kejahatan yang pernah dilakukan oleh manusia semasa hidup di dunia akan dihitung dan ditimbang. Bagi manusia yang tidak pernah menyadari kesalahannya dan tidak pernah meminta ampunan Allah dan tobat selama beraktifitas di dunia, maka pengadilan akhirat merupakan keputusan yang akan memberikan pilihan padanya. Mereka kekal di dalamnya, artinya kekuatan antara yang jahat dengan yang baik sudah dipisahkan oleh Allah SWT, keduanya tidak akan mampu untuk bercampur. Pilihan bagi mereka hanya dua, yaitu Neraka atau Syorga. Beruntunglah penduduk syorga , sebaliknya merugilah penduduk neraka.

Bagaimanakah penjelasan al Qur’an tentang kehidupan penduduk di neraka? Apakah mereka mempunyai sensor yang dapat merasakan berbagai siksaan? Apakah mereka merasa lapar? Apakah mereka merasakan sakit? Apakah mereka merasa tersiksa di dalam neraka itu? Bagaimana AL Qur’an menjelaskannya? Beberapa ayat di dalam al Qur’an telah menjelaskan tentang suasana yang dirasakan oleh penduduk Neraka antara lain ;
“ Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang lalim. Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang ke luar dari dasar neraka Jahim. Mayangnya seperti kepala setan-setan. Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu. Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas ( qs Ash Shaaffaat 37:63-67)”.

Ayat diatas memberikan petunjuk bahwa penduduk Neraka mempunyai perasaan lapar, haus, keinginan untuk tidak tersiksa dan rasa penyesalan. Tetapi mereka tidak mempunyai pilihan lain, sehingga tepaksa mereka melahap apapun yang tersedia di tempatnya. Dengan risiko apapun mereka lakukan demi untuk menahan rasa haus dan lapar meskipun harus memakan sesuatu yang itdak mungkin untuk mereka lakukan. Begitulah gambaran dari kejahatan yang mereka lakukan selama hidup didunia, dimana mereka melahap apapun demi memuaskan nafsunya dan mereka seperti budak dari nafsunya sendiri. “ Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan? Banyak muka pada hari itu tunduk terhina,bekerja keras lagi kepayahan,memasuki api yang sangat panas (neraka), diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar (qs AL Ghaasyiyah 88:1-7)”. Ayat ini menguatkan keterangan yang tercantum pada Surat Al MUkminin ayat 101 -103 diatas, bahwasanya orang-orang penduduk neraka juga bekerja di kampungnya dengan penuh penderitaan. Mereka harus memenuhi kebutuhan hidupnya seperti makan dan minum , namun bahan yang tersedia hanya pohon-pohon yang panas yang tidak enak dan menyakitkan untuk dimakan, tetapi karena tidak ada pilihan lain yang tersedia maka mereka malahapnya juga dengan resiko merusak perut dan pencernaan mereka hancur. Bahkan mereka hidup di dalam kampung yang sangat panas berupa hembusan lidah api yang menyala-nyala. Mereka ingin segera mati agar tidak merasakan sakit lagi, tetapi mati tidak ada lagi seperti di dunia dulu.

Akhirat adalah kehidupan yang kekal sama dengan pilhan hidup dalam neraka yang sudah mereka dustakan dulunya. Sewaktu hidup di dunia mereka menyatakan dirinya akan masuk syorga, sehinga mereka melakukan apapun yang mereka sukai untuk memuaskan nafsunafsunya. Padahal keyakinan mereka tidak berdasar sama sekali, mereka punya mata tetapI tidak melihat, mereka punya telinga tetapi tidak mendengar, mereka punya otak tetapi dapat berpikir logis. Begitulah Allah telah memberikan peringatan. Pertanyaannya adalah ; bagaimana penduduk neraka dapat merasakan sakit terus menerus, bukankah tubuhnya akan hancur dimakan api yang maha dahsyat itu? Surat AN Nisaa’ ayat 56 menerangkan bahwa setiap kali kulit tubuhnya hangus terbakar, maka diganti dengan lapisan kulit yang baru; “ Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (qs an Nisaa 4:56)”.

Ayat diatas tersebut juga menerangkan tentang pekerjaan orang-orang kafir yang telah memutar balikkan Firman Allah yang telah disampaikan oleh para nabi yang menjadi utusanNYA, seperti merubah dan menudustakan kitab-kitab sebelumnya (Taurat dan Injil). Mereka dengan sengaja menggantikan ayat-ayat itu dengan pemikiran mereka sendiri kemudian menyuruh orang lain melaksanakan hasil pemikiran mereka. Mereka membuat opini –opini untuk menuntun jalan pikiran orang-orang hingga mencapai suatu kesimpulan yang mereka tawarkan itu. Mereka inilah yang akan menjadi target penduduk neraka dan mereka kekal di dalam neraka itu. Pertanyaannya adalah ; kenapa yang terus diganti adalah kulit tubuh manusia? Karena pada lapisan epidermis kulit terdapat banyak sekali susunan syaraf dan sensor yang dapat merasakan pengaruh dari luar seperti panas atau dingin dan berbagai gesekan benda tajam. Sedangkan dibawah lapisan epidermis kulis tidak terdapat lagi sensor syaraf sehingga apabila lapisan kulit itu hangus dia tidak akan merasakan sakit. Hal ini dibuktikan dengan , apabila seseorang yang kulit epidermisnya habis dimakan api, maka dia tidak akan merasakan sakit lagi. Namun Allah yang menciptakan kulit manusia itu, yang merupakan sensor segala rasa di tubuh manusia, sehingga Allah menumbuhkannya kembali.

Kulit manusia bukan hanya sebagai sensor merasakan sakit , tetapi lebih dari itu, yaitu dapat menerima reaksi dan mambaca kejadian-kejadian dengan lingkungan luar kulit , seperti pencahayaan, sensor gerekan dan lain lain sebagaimana yang disampaikan oleh Al Qur’an di dalam surat A; Fushishilat ayat 20-23 yang berbunyi ; “Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. Dan mereka berkata kepada kulit mereka: "Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?" Kulit mereka menjawab: "Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali yang pertama dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. Kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari persaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu terhadapmu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan. (QS Al Fushshilat 47:20-23)” Walaupun sampai saat ini para ahli Genetika belum mampu membuktikan adanya untaian pasangan basa “biner” dari DNA yang membentuk Gen sebagai sensor dari kulit terhadap lingkungan luar. Begitu juga dengan sensor gen dari DNA pada mata dan telinga yang dapat merekam lingkungan luar. Tetapi ayat Al Qur’an diatas sudah mendahului penemuan Sain dibidang genetika , dimana organ seperti kulit , mata dan telinga merupakan sensor yang dapat merekam berbagai kejadian yang dialami kulit terhadap lingkungan luar. Sampai saat ini, ahli Genetika baru dapat membuktikan bahwa mutasi dari suatu species dapat disebabkan pengaruh lingkungan terhadap tubuh seperti kulit , sehingga suatu species tersebut dapat mengalami mutasi seperti perubahan warna kulit dan lain-lain.

Bagian-bagian Kulit : Kulit manusia tersusun dari tiga laisan, yaitu kulit ari (epidermis), kulit jangat (dermis), dan jaringan ikat bawah kulit (hipodermis). 2. Fungsi Kulit a. Pengatur suhu tubuh. b. Pelindung tubuh dari gangguan fisik berupa tekanan, gangguan biologis berupa jamur dan gangguan yang bersifat kimiawi. c. Tempat penyimpanan kelebihan lemak. d. Tempat pembentukan vitamin D dari provitamin D dengan bantuan sinar matahari. e. Tempat indera peraba dan perasa.

Pada suatu saat nanti, penemuan sain akan membuktikan kebenaran dari ayat-ayat Al Qur’an tersebut diatas. Selama ini Al Qur’an selalu mendahului apa yang tidak terpikirkan oleh manusia, tetapi ramalan itu semua terbukti. Itulah yang artinya mukzizat Al Qur’an. Tidak mungkin Muhammad menulis Al Qur’an tanpa petunjuk dari Allah , karena pada zaman itu bidang sain belum apa-apa dibandingkan dengan kemajuan sain sekarang, namum Firman Allah yang tertulis di dalam al Qur’an itu terbukti benar. Maha benar Allah dengan seluruh FirmanNYA.

20) Apakah Homoseksual Diizinkan Dalam Islam? Qur’an bertentangan dengan dirinya sendiri dalam topik ini. Ayat berikut mengatakan bahwa homoseksual dilarang. Menurut QS 4:16 ; “ Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya, kemudian jika keduanya bertobat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. Menurut QS 27:55 : “ Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu (mu), bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu) ". Namun ayat-ayat berikut ini jelas-jelas bertentangan dengan ayat-ayat di atas. Menurut QS 52:24 ; “ Dan berkeliling di sekitar mereka anak-anak muda untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan. Menurut QS 56:17 ; “ Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, [76:19] Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan.” Ayat-ayat yang dituduhkan oleh misonaris tersebut diatas tidak tepat, karena kedua jenis ayatayat tersebut dalam konteks yang berbeda suasananya, yaitu yang satu berlaku pada kehidupan di dunia sedangkan yang lainnya berlaku pada kehidupan diakhirat. Hubungan dari kedua jenis ayat diatas bukan suatu pertentangan tetapi sebuah hukum sebab-akibat. Allah melarang manusia berbuat maksiat semasa hidupnya di bumi , demi kebaikan diri manusia itu sendiri. Kalau mereka melakukan hal itu maka kejahatan itu akan merugikan dirinya sendiri. Sedangkan diakhirat nanti mereka akan menerima ganjaran akibat kejahatan mereka. Sebelum perbuatan mereka menimbulkan suatu akiat terhadap diri mereka, baik di dunia maupun di akhirat , maka Allah dengan kasih sayangnya sudah membuat aturan agar tidak dilanggar. Allah membuat aturan demi untuk kebaikan manusia . Bagi manusia yang selalu berbuat kebaikan semasa hidup di bumi, mereka akan memperoleh keberuntungan. Seperti yang sudah di jelaskan pada paparan sesi sebelumnya, kehidupan di syorga sangat menyenangkan bagi yang berhak , sebaliknya merupakan kehidupan yang menyakitkan bagi orang-orang yang selalu melakukan kejahatan dan keingkaran sewaktu di dunia.

Surat Anisa ayat 16 berbunyi ; “ Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya, kemudian jika keduanya bertobat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang (QS 4:16)”. Ayat diatas memberikan petunjuk bahwa Allah telah menuntun manusia untuk melaksanakan aturan yang sudah digariskan olehNYA. Yaitu bagi yang kedapatan dan terbukti berbuat maksiat seperti berzina, maka mereka harus mendapat Ganjaran. Tetapi bagi mereka yang menyadari kekliruannya, lalu bertobat dan tidak akan melakukannya lagi, maka mereka berhak untuk dibebaskan dari jerat hukum, kecuali kalau mereka tidak sadar dan melakukannya lagi. Bukankah Allah maha pengampun dan maha Penyayang? Surat An Naml ayat 55 berbunyi ; “ Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu (mu), bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu)" QS 27:55. Ayat ini ditujukan kepada kaum Gay atau Lesbian (LGBT) yang mengalami kelainan orientasi sex dan mengumbar nafsu birahinya secara tidak wajar. Padahal Allah sudah mengadakan lawan jenis bagi mereka , supaya mereka dapat menyalurkan kebutuhan seksualnya dengan cara yang benar. Tetapi mereka tetap menggunakan cara kebodohan itu. Ayat ini berhubungan dengan kejadian pada umat nabi Luth yang melakukan hubungan sek yang tidak wajar secara terbuka dan tidak menyadari kebodohan mereka. Nabi Luth menasehati mereka , tetapi mereka tidak sadar juga, bahkan mereka semakin larut dengan kebodohan dan kekeliruan itu. Ketika itu Allah mencobai mereka dengan menurunkan beberapa orang Malaikat yang berwajah tampan dan berbadan bagus . Malaikat-malaikat ini memasuki gerbang kota menuju rumah Luth, dan disepanjang perjalanan menuju rumah Luth, penduduk yang mengalami kelainan sek itu ingin melampiaskan nafsu seknya untuk menikmati tubuh pemudapemuda elok rupa itu. Setelah malaikat –malaikat itu sampai di rumah Luth, mereka saling memberitahu kepada teman-temannya. Akhirnya mereka berbondong-bondong mendatangi rumah Luth untuk melaksanakan niatnya. Luth mengetahui maksud kedatangan mereka. Setelah bernegoisiasi , akhirnya Luth bersedia menukar dengan 2 anak gadisnya untuk memperbaiki kelainan sek mereka. Tetapi mereka sudah tidak bisa lagi disadarkan dan mereka

benar-benar sudah melampaui batas, bahkan mereka terus memaksa Luth untuk menyerahkan para tamunya itu. Akhirnya Luth beserta keluarganya lari meninggalkan kota itu . Disaat menjelang subuh , Allah mendatangkan bencana memusnahkan seluruh generasi kaum LGBT (lesian Gay Bisex Transexual) di kota itu. Surat At Thuur ayat 24 berbunyi ; “ Dan berkeliling di sekitar mereka anak-anak muda untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan (QS 52:24)”. Konteks ayat ini tidak membicarakan tentang hubungan sek antara penduduk syorga yang selalu tetap muda dan tidak pernah tua, tetapi ayat ini menggambarkan tentang perbincangan dan diskusi antara sesama penduduk di negeri Syorga. Sebenarnya ayat diatas masih berhubungan dengan –ayat-ayat sebelumnya yaitu dari ayat 23 s/d 27 yang berbunyi ; “ Di dalam surga mereka saling memperebutkan piala yang isinya tidak (menimbulkan) kata-kata yang tidak berfaedah dan tiada pula perbuatan dosa 23. Dan berkeliling di sekitar mereka anak-anak muda untuk (melayani) mereka, seakanakan mereka itu mutiara yang tersimpan 24. Dan sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain saling tanya-menanya (berbincang-bincang) 25. Mereka berkata: "Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab)" 26. Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka 27. Sesungguhnya kami dahulu menyembahNya. Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang ( QS 52:23-28)”. Ayat diatas memberikan petunjuk bahwa penduduk di syorga itu beraktivitas dengan budaya yang tidak jauh berbada dengan kehidupan mereka sewaktu di bumi. Mereka masih dapat berdiskusi sambil mengadakan perlombaan yang baik-baik , diantara mereka saling bertutur kata dengan bahasa yang menyenangkan, mereka dilayani oleh pelayan yang telah disediakan oleh Allah, mereka tidak memiliki nafsu angkara karena nafsu jahat itu sudah tidak ada lagi di dalam roh mereka, mereka merasa beruntung telah menyembah Allah yang maha Penyayang dan mereka tidak melakukan dosa ketika di dunia karena takut akan azab neraka nanti. Keterangan ayat diatas diperkuat lagi oleh keterangan AL Qur’an pada surat Al Waaqidah ayat 17 - 26 yang bebunyi ;

“ Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda 17, dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir 18, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk 19, dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih 20, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan 21. Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli 22, laksana mutiara yang tersimpan baik 23. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan 24. Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa 25, akan tetapi mereka mendengar ucapan salam ( QS 56: 17 - 26)”.

Ayat diatas memberi petunjuk bahwa di negri syorga juga disediakan para pelayan (pembantu atau budak) yang patuh, baik budi, bertutur bahasa yang sopan dan baik , masih muda dan berbadan sehat. Pelayan itu siap melaksanakan tugas untuk melayani perintah manusia penduduk syorga. Pelayan ini sudah disediakan oleh Allah sebagaimana Allah telah menyediakan bidadari yang berparas cantik untuk istri mereka. Semua penduduk syorga tetap muda dan tidak pernah berusia lanjut , mereka saling mengucapkan salam dengan tutur bahasa yang terpuji. Seluruh konsumsi untuk bahan makanan yang enak-enak dan bermutu baik telah disediakan oleh Allah, hal ini sebagai balasan dari perbuatan baik mereka sewaktu hidup di dunia.

21) Zinah boleh atau tidak? Menurut QS 17:32 ; “ berisi ttg berzina itu dilarang “ Menurut QS 24:2 ; “ berisi ttg berzina itu didera 100 kali ” Menurut QS 24:3 ; “ berisi ttg berzina itu diharamkan “ Menurut QS 23:5,6 ; “ berisi ttg berzinah tdk tercela” (Zinah dgn kepemilikan tangan kanan alias budak dan tahanan perang = OK) Menurut QS 70:29-30 ; “ berisi ttg berzinah tdk tercela (Zinah dgn budak = OK)

Surat Al Israa’ ayat 32 berbunyi ;

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk (QS 17:32)”.

Ayat diatas memberi petunjuk bahwa zina merupakan hubungan sex terlarang bagi manusia. Mendekati zina saja Allah sudah melarangnya , apalagi melakukannya dengan sengaja dan terang-terangan ataupun dengan cara sembunyi-sembunyi. Pertanyaannya adalah ; kenapa zina itu dilarang oleh Allah dalam Al Qur’an ? bukankah Al Qur’an menghalalkan hubungan sek melalui pernikahan?apakah ketentuan ini merupakan suatu kontradikasi , atau sebaliknya merupakan suatu penghargaan dan kemuliaan bagi sistim kehidupan manusia? Bagaimana kalau kita melanggar ketentuan itu? Apakah dengan melanggarnya, manusia akan memperoleh kecelakaan atau keberuntungan? Apakah perbuatan zina akan merugikan pihak yang melakukannya atau ada pihak lain yang dirugikan ? Apa kerugian dan keuntungan melakukan zina? Kenapa Allah menyebut bahwa zina adalah perbuatan yang keji dan buruk? Sekeji dan seburuk apakah hasil perbuatan zina itu ? apakah ada ajaran agama di dunia ini yang mengahalkan perbuatan zina atau menyuruh umatnya melakukan perbuatan zina semaunya? Apakah di dalam ajaran agama Kristen , Hindu, dan Budha membolehkan dan menganjurkan prilaku sek bebas? Sebenarnya pertanyaan-pertanyaan tersebut diatas tertuju kepada hati nurani manusia. Manusia yang mempunyai akal sehat dan hati nurani yang benar tidak akan sudi menyaksikan perbuatan zina berada di depan matanya. Seseorang yang mempunyai hati nurani yang benar akan merasa malu melakukan hubungan sek terlarang di depan orang banyak. Seorang Bapak atau Ibunya dan seluruh keluarganya tidak akan suka membiarkan keluarganya berbuat perzinaan dengan siapapun. Manusia merupakan makluk sosial yang mempunyai tatanan kehidupan yang komplek, sempurna dan jauh berada diatas tata kehidupan makluk hewan. Manusia yang mempunyai hati nurani dan berakal sehat tentu tidak sudi melakukan tatacara hubungan sek sebagaimana yang berlaku pada kelompok hewan. Bukankah manusia yang menghargai manusia lainnya, dinilai dengan bagaimana dia menghargai kehidupan dan tatacara kehidupan orang lainnya ?. Perbuatan zina merupakan perbuatan asusila yang melanggar sistim budaya dan sistim moral tatanan masyakat. Bukankah anak manusia yang dilahirkan juga membutuhkan penghargaan , kemuliaan dan keberkatan sebagaimana perbuatan baik yang dilakukan oleh kedua ibu Bapaknya?

Bukankah seorang anak yang lahir dari hasil hubungan gelap akan dipandang sebelah mata dan tidak memperoleh penghargaan di dalam hati nurani orang lain? Bukankah seorang anak dilahirkan adalah suci dan anak tidak dapat menanggung beban moral yang diperbuat oleh IbuBapaknya?. Pertanyaan selanjutnya adalah ; Kenapa perbuatan zina dan sek bebas dilarang keras? Bagaimanakah ketentuan hukum dapat dikenakan kepada si pelanggarnya? Apakah ada ketentuan hukum yang berlaku untuk itu? Bagaimanakah aturan hukum itu dapat dirancang, dibuat dan ditentukan oleh tata-hukum manusia? Adakah tuntutan hukum yang dirancang oleh manusia agar dapat berlaku kepada orang-orang yang melakukan hubungan sek dengan cara suka-sama-suka? Bagaimana manusia dapat memberlakukan ketentuan hukum dan ganjaran terhadap orang-orang yang melakukan zina baik secara terang-terangan maupun secara sembunuyi-sembunyi? Bukahkah seseorang atau sekelompok manusia tidak berhak menghukum orang lain yang melakukan perbuatan yang tidak merugikan orang lain? Bukankah perbuatan zina yang dilakukan secara suka-sama-suka tidak merugikan orang lain dan tidak melanggar HAM? Bukankah perbuatan zina yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi tidak dapat dijerat oleh hukum manusia? Bagaimanakah manusia menetapkan hukum yang adil dan benar sehingga dapat mencegah zina dan menjerat perbuatan zina itu? Bahkan sebuah negara demokrasi besar manapun di dunia ini, tidak akan sanggup membuat aturan dan menghukum si pelaku zina suka-sama-suka, baik yang dilakukan secara resmi (di lokalisasi PSK) maupun secara sembunyi-sembunyi, baik secara komersial maupun non komersial, baik secara sendirisendiri mapun secara bersama-sama. Sehubungan dengan keterbatasan manusia dalam menetapkan hukum seperti pada persoalan perzinaan, maka manusia membutuhkan hukum yang lebih adil , kuat dan memberi perlindungan pada segenap lapisan umat manusia. Bukankah kita mengakui bahwa manusia adalah hasil ciptaanNYA, maka tentu saja Allah sudah menyiapkan perangkat-perangkat yang dapat mengatur tata-kehidupan manusia ( seperti tentang perjudian, perzinaan, minuman , makanan dll) , dimana manusia tidak dapat mengatur orang lain dengan masaalah tersebut. Bagaimana Allah menuangkan ketentuan itu di dalam AL Qur’an ? Jawabannya terdapat pada surat an Nuur ayat 2 dan ayat 3 .

Surat An Nuur ayat 2 berbunyi ;

“ Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman (QS 24:2)” .

Ayat diatas memberikan petunjuk bahwa hukuman cambuk itu berlaku kepada kedua pezina dengan cara yang seimbang. Hukuman ini dilakukan di depan umum untuk mempermalukan dan menghina mereka sebagimana mereka telah menghina diri mereka sendiri dengan perbuatan itu. Penghinaan di depan umum itu memberikan efek jera kepada orang-orang lain untuk tidak melakukan hal yang sama , karena efek malu dan rasa bersalah telah tertanam dalam pikiran dan hati nurani orang-orang yang menyaksikannya. Pertanyaannya adalah ; bagaimana hukum itu dapat dikenakan kepada mereka? Apakah tidak ada pertimbangan lain sebelum hukuman itu dilaksanakan? Bagaimana kalau mereka melakukan hal itu tanpa direncanakan, karena mereka tergoda setan sehingga mereka tidak bisa mengendalikanya dan mereka baru pertama kali malakukannya? Bagaimanakah sekiranya pada saat itu mereka sadar atas kekeliruannya , lalu mereka bertobat dan minta ampun? Bagaimanakah hukuman bagi pasangan yang menyesal dalam melakukan kekeliruan itu? Apakah masih ada keringanan bagi yang sudah sadar dan bertobat? Apakah Al Qur’an dapat memberikan pertimbangan-pertimbangan dan solusi dalam hal tersebut ? bukankah Allah maha pengasih dan maha pengampun? Jawaban masaalah ini terdapat di dalam surat An Nuur ayat 5 yang berbunyi ; “ kecuali orang-orang yang bertobat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS 24:5)” .

Ayat tersebut diatas memberi petunjuk bahwa Al Qur’an memberikan pertimbangan dan kebijaksaan terhadap orang-orang yang melakukan kekeliruan , kemudian menyadari kesalahannya dan akhirnya mohon ampun dan tobat untuk tidak melakukannya lagi. Bukankah kasih sayang Allah lebih besar dari pada kasih sayang antar sesama manusia? Kemudian Allah memperkuat keterangan dari ayat diatas dengan surat An NIsaa’ ayat 16 yang berbunyi ; Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya, kemudian jika keduanya bertobat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang (QS 4:16)”. Ayat diatas memberikan petunjuk bahwa Allah telah menuntun manusia untuk melaksanakan aturan yang sudah digariskan olehNYA. Yaitu bagi yang kedapatan dan terbukti berbuat maksiat seperti berzina, maka mereka harus mendapat Ganjaran. Tetapi bagi mereka yang menyadari kekeliruannya, lalu bertobat dan tidak akan melakukannya lagi, maka mereka berhak untuk dibebaskan dari jerat hukum, kecuali kalau mereka tidak sadar dan melakukannya lagi. Pertanyaan adalah ; Tindakan apakah yang akan dilakukan bagi pezina itu selanjutnya ? Pertanggungjawaban apakah yang harus mereka lakukan? Salah satu jawabannya tercantum pada surat An Nuur ayat 3 yang berbunyi ; “ Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin (QS 24:3)”. Ayat tersebut diatas memberikan petunjuk bahwa seseorang yang melakukan zinah , maka mereka ini disebut dengan pezinah. Seorang pezina tidak berhak dinikahkan dengan dengan orang-orang baik-baik. Seorang pelacur hanya dapat dikawinkan dengan para lelaki hidung belang atau dengan orang musyrik lainnya. Artinya seorang muslim yang dengan sengaja melakukan perzinaan tanpa menyadari kekeliruannya akan tersisih dari lingkungan orang-orang baik. Secara psikologis pasangan pezina ini tidak akan kuat hidup bersama-sama orang baikbaik. Mereka akan direndahkan, dipermalukan dan akhirnya mereka akan pergi ke lingkungan lain. Begitulah Allah mencegah dan menentukan hukumannya agar manusia tidak seenaknya melanggar ketentuan tersebut, demi kebaikan manusia secara keseluruhan.

Pertanyaan berikutnya adalah ; bagaimanakah ganjaran bagi yang melakukan perbuatan zina, tetapi mereka menyangkal perbuatan itu? Bagaimana ketentuan AL Qur’an dapat berlaku adil dan melindungi orang-orang yang tidak bersalah, mungkin mereka difitnah dan dituduh melakukan kekejian iut? Bukankah orang-orang yang menuduhkan itu lebih kejam dari pada perbuatan zina itu sendiri? Bagaimana Al Qur’an menegakkan hukum dengan cara tidak melanggar hukum itu? Jawaban pertanyaan ini tercantum pada surat AN Nuur ayat 4 yang berbunyi ;
„” Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik (QS 24:4)”.

Ayat tersebut diatas memberikan petunjuk bahwa, para hakim tidak boleh seenaknya menerapkan hukum cambuk bagi pelaku zinah. Apabila seseorang menyangkal perbuatannya, maka bagi orang lain yang menuduhkannya harus mendatangkan saksi sekurang-kurangnya 4 orang saksi. Dan kesaksian mereka harus diucapkan dibawah sumpah. Apabila terbukti dengan syah, maka barulah hukum itu ditegakkan. Tetapi apabila ada persengkongkolan untuk memfitnah, maka sesungguhnya Allah lebih mengetahui apa yang ada di dalam hati dan rencana manusia. Apabila persengkongkolan itu hanya membuat berita fitnah belaka, maka hukuman cambuk itu akan dialihkan kepada saksi-saksi palsu itu. Banyak orang-orang dihukum karena fitnah yang direncanakan, dan sepanjang sejarah terbukti banyak pula para penegak hukum melakukan persengkongkolan dalam perbuatan melanggar hukum. Umat Kristen dan umat Islam mengetahui dan menyadari bahwa Yesus atau Isa Almasih dihukum oleh para hakim Yahudi bukan karena suatu perbuatan melanggar hukum, tetapi karena fitnah dan persengkongkolan yang keji. Pertanyaa selanjutnya adalah ; bagaimanakah Al Qur’an dapat mencegah terjadinya perbuatan zina itu? Bukankah pencegahan itu merupakan bagian dari penegakan hukum? Bukankah yang menciptak nafsu syahwat adalah Sang Pencipta? Bagaimanakah tuntunan Al Qur’an dalam hal pencegahan perzinaan ini? Untuk itu marilah kita mencari petunjuk yang ada di dalam ayat-ayat AL Qur’an antara lain ;

Pada surat Al Mu’muniin ayat 1 sampai ayat 5 menerangkan ;
“ Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman 1, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya 2, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna 3, dan orang-orang yang menunaikan zakat 4, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, (QS 23:1-5)”.

Keterangan ayat diatas memberi petunjuk bahwa cara menjaga “ kemaluan” atau aurat merupakan tuntunan kebaikan yang sama nilainya dengan melakukan shalat, bertuturkata yang santun dan menyalurkan bantuannya (zakat) kepada orang-orang yang tidak mampu. Pertanyaannya adalah ; apakah yang dimaksud dengan menjaga “kemaluan”? Apa-apa saja bagian tubuh manusia yang menjadi unsur-unsur “kemaluan” yang dimikinya? Apakah maksud dan tujuan menjaga “kemaluan”? Siapa-siapa saja yang terlarang melihat organ “kemaluan” kita? bagaimana cara menjaga “kemaluan” agar orang-orang lain tidak terpengaruh olehnya? Apakah perbuatan memperlihatkan kemaluan sama dengan perbuatan zina? Atau apakah perbuatan memperlihatkan “kemaluan” hanya akan mengundang orang lain untuk berbuat zina? Apakah keuntungan seseorang dan terhadap orang lain dalam menjaga kemaluannya sendiri? Bukankah menjaga “kemaluan” akan batal demi hubungan Suami-Istri? Selain istri dan suami, siapa lagi yang diperbolehkan melihat bagian dari “kemaluan” ? sebatas apakah “kemaluan” itu dapat terlihat? Bagaimana tuntunan Al Qur’an mencagah zina dengan cara menjaga “kemaluan” tersebut? Tentang aturan menjaga kemaluan, beberapa ayat AL Qur’an memberikan petunjuk antara lain ; Tuntunan bagi kaum laki-laki dalam menjaga kemaluannya terdapat pada Surat An Nuur ayat 30 yang berbunyi ; “ Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat (QS 24:30)" . Keterangan ayat diatas memberikan petunjuk bahwa kaum laki-laki mempunyai kewajiban yang setara dalam menjaga kemaluannya da sekaligus menjaga pandangannya terhadap organ kemaluan baik yang dimilikinya maupun terhadap kemaluan lawan jenisnya.

Sementara pada Surat An Nuur Ayat 31 memberikan tata cara bagi kaum wanita dalam menjaga organ-organ kemaluannya agar tidak diperhatikan oleh lawan jenisnya ; “ Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung (QS 24:31)”. Keterangan ayat diatas memberikan petunjuk bahwa aturan dan tata cara menjaga kemaluan bagi kaum wanita lebih ketat dibandingkan dengan kaum laki-laki. Bahkan bagi wanita dilarang melakukan gerakan atau isyarat tertentu yang membuat gariah kaum laki-laki terbangkitkan, walaupun mereka sudah memakai atau menutupi bagian organ kemaluannya (dada, rambut, punggung, pantat dll) dengan pakaian mereka. Ayat diatas juga memberikan kekecualian atau kelonggaran bagi wanita terhadap siapa-siapa saja yang diizinkan terlihat atau terpandang bagian kemaluannya itu. Kekecualian itu bukan hanya berlaku bagi kaum wanita, tetapi berlaku juga bagi kaum laki-laki, seperti yang pada surat Surat Al Mu’miniin pada ayat 6 – 7 yang berbunyi ;
“ kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela 6. Barang siapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas (QS 23:5-6)”.

Keterangan ayat diatas memberikan petunjuk bahwa suami yang mempunyai budak-budak atau pembantu, mereka tidak terlarang melihat bagaian tertentu dari “kemaluannya” atau auratnya ( dada, perut dan paha). Pertanyaanya bagaimana sekiranya para budak atau pembantu itu memasuki kamar majikannya apakah dibolehkan? Bukankah yang dapat memasuki kamar

suami istri hanyalah istrinya dan anak-anaknya? Keterangan ini terdapat pada Surat An Nuur Ayat 58 yang berbunyi ; “ Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar) mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya. (Itulah) tiga 'aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana (QS 24:58)”. Keterangan ayat diatas memberi petunjuk bahwa seorang budak hanya dapat memasuki kamar majikannya dengan cara meminta izin terlebih dahulu dan itupun dibatasi pada saat dia akan membersihkan ruangan majikannya atau mengantarkan makanan, paling banyak 3 kali sehari (subuh, siang dan menjelang malam). Demikianlah Allah yang maha pengasih mengatur hal-hal yang paling kecil sekalipun untuk kebaikan kehidupan manusia yang berbudi dan beradap. Adapun bagi yang tidak mengindahkan ketentuan tersebut, maka orang itu dianggap sebagai orang yang melampaui batas dan dengan sengaja melanggar ketentuan Allah di dalam Al Qur’an. Keterangan ayat diatas diperkuat lagi oleh surat Al Ma’aari ayat 29 – 31 yang berbunyi ; “ Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya 29, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela 30. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas (QS 70:29-31)”. Keterangan ayat diatas memberi petunjuk juga bahwa sekiranya mereka masih berbuat maksiat atau zina atau sesuatu yang berlebihan dari batasan yang sudah dijelaskan oleh AL Qur’an, maka mereka termasuk orang-orang yang melampuai batas. Adapun orang-orang yang melakukan perbuatan melampaui batas akan mendekatkan mereka kepada perbuatan zinah. Maka jauhilah diri dari Zina sesuai dengan arahan yang diatur oleh Allah di dalam Al Qur’an, demi kemasylahatan kehidupan manusia dan demi untuk kemuliaan manusia itu sediri. Pertanyaan selanjutnya adalah ; bagaimanakah dengan wanita yang sudah tua, apakah dilarang juga membuka bagian kemaluannya atau auratnya ? bukankan orang-orang tua tidak akan

menimbulkan pandangan syahwat bagi lawan jenisnya? Bagaimanakah Al Qur’an menjelaskannya? Keterangan ini tedapat pada surat An Nuur ayat 60 yang berbunyi ;

“ Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung)
yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS 24:60)” .

Ayat diatas memberi petunjuk bahwa orang-orang yang sudah tua dapat membuka bagian terentu dari “organ kemaluannya” . Tentu saja mereka tidak bermaksud memperlihatkan untuk tujuan maksiat, karena mereka adalah orang yang berbuat sopan dan baik-baik. Bagi mereka halal dalam karegori tersebut. Pada kalimat teakhir di ayat itu, Allah mengatakan bahwa sesungguhnya Allah lebih mengetahui apa yang ada di dalam pikiran orang-orang yang sengaja mempertontonkan auratnya itu. Artinya Allah lebih bijaksana dari pada anggapan dan pikiran manusia yang sering salah.

22) Allah tidak bisa punya anak:

Menurut QS 6:100 ; “ Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu
sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan mereka membohong (dengan mengatakan): "Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan", tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan “.

Menurut QS 6:101 ; “ Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai
anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu “. Allah bisa punya anak: Menurut QS 39:4 ; “ Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang dikehendaki- Nya di antara ciptaan-ciptaan yang telah diciptakan-Nya. Maha Suci Allah. Dia-lah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan “.

Surat Al An’aam ayat 100 berbunyi ; “ Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan mereka membohong (dengan mengatakan): "Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan", tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan (QS 6:100)“.

Keterangan ayat di atas memberikan petunjuk bahwa makluk gaib seperti Jin dan setan telah bersekutu dengan segolongan manusia untuk membuat suaatu kesimpulan dari hasil telaah pemikiran mereka bahwa Allah mempunyai anak. Pemikiran dan kesimpulan mereka itu hanyalah angan-angan mereka tanpa pengetahuan yang benar. Sementara Allah membantah dengan keras bahwa dugaan\dugaan manusia yang bersekutu setan itu salah besar kaena Allah tidak memiliki sifat sepeti yang ada dalam pikiran mereka itu. Kemudian Allah melanjutkan keterangan dari ayat diatas pada ayat berikutnya dari surat Al An’aam ayat 101 yang berbunyi ;

“ Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu (QS 6:101)“.

Kontek ayat diatas merupakan ajakan dan kompromi dari Allah dan kepada orang-orang yang mampu menggunakan pikirannya. Pada ayat di atas Allah menggunakan sebuah kalimat tanya “ bagaimana ?” , supaya manusia berpikir dengan cara logis. Kalau kamu mengira Allah itu punya anak, bagaimana hal itu bisa terjadi ? Bukahkah Allah itu tidak mempunyai Istri? Bahkan dia telah menciptaan semua yang ada di seluruh alam ini. Bagaimana kalian bisa berpikir begitu? Pertanyaan itulah yang diajukan oleh Allah kepada manusia yang bisa berpikir di dalam ayat diatas. Tetapi orang yang selalu membantah dan tidak mengerti dengan kalimat pertanyaan pada konteks ayat diatas, akan mengira bahwa itu bukanlah pertanyaan tetapi pernyataan Allah. Bagaimanakah orang-orang kafir itu dapat menjawab sebuah pertanyaan, jika mereka tidak mengerti dengan sebuah pertanyaan? Bagaimanakah orang-orang kafir itu dapat menerima kebenaran, apabila di dalam hati dan pikiran mereka sudah tidak ada lagi kata-kata kompromi?

Kemudian pada surat Az Zumar ayat 4, kembali Allah mengetuk pikiran manusia supaya berpikir lebih jernih.

Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang dikehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaan yang telah diciptakan-Nya. Maha Suci Allah. Dia-lah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan (QS Az Zumaar 39:4)”.

Konteks ayat diatas menggunakan kalimat peng-andai-an “ Kalau sekiranya”. Bagi manusia yang berpikir ajakan dengan menggunakan kalimat pengandaian merupakan sebuah kompromi pada tingkat yang paling rendah untuk mengajak-orang-orang yang paling bodoh agar menggunakan pikiran yang paling sederhana. Dalam kontek ayat diatas, Allah mengajak orangorang kafir untuk berpikir, bagaimana sekiranya kalau Allah menangkat atau memiliki anak? Kalau Dia mengangkat seoang anak atau mempunyai seorang anak, mengapa Dia harus memilih seorang manusia? Bukankah malaikat jauh lebih unggul dari pada seorang manusia? Bukankah anak manusia tidak ada apa-apanya sewaktu dalam rahim ibunya? Bukankah manusia hidup di dunia dalam jangka yang sangat pendek? Bukankah manusia setelah menjadi mayat , tidak bisa berbuat apa-apa lagi? Bukankah Yesus yang dianggap sebagai anak Tuhan dan sebagai Tuhan , juga menemui ajalnya dan tidak kembali lagi hingga sekarang ini? Kenapa umat Kristen masih mempetahakan kesimpulan pikirannya bahwa Yesus adalah anak tuhan kemudian menjelma menjadi tuhan? Bagaimana jalan pikiran manusia yang mau mengikui jalan pikiran yang jelasjelas tidaklogis itu? Kenapa Allah harus memilih manusia menjadi anaknya? Kenapa kalian berpikir begitu egois? Bukankah yang kalian pikirkan itu hanyalah khayalan dan angan-angan kalian semata? Begitulah makna dari keterangan ayat Al Qur’an pada surat Az Zumaar ayat 4 dan juga pada surat AL An’aan ayat 100 -101 diatas. Pertanyaannya adalah ; Apakah keterangan Al Qur’an tersebut mengindikasikan agama tertentu yang ada sekarang ini? Apakah benar tuduhan Al Qur’an itu? Apakah ada ajaran agama lain selain islam yang mengajarkan bahwa Allah itu beranak? Dan apakah ada ajaran agama selain Islam yang mengatakan bahwa anak manusia adalah Allah? Untuk menjawab pertanyaan itu, maka kita dapat membaca petunjuk yang terdapat di dalam kitab Bible yang merupakan pedoman bagi ajaran umat Kristen. Di dalam Bible terdapat beberapa keterangan yang tertulis dengan jelas bahwa Allah mempunyai anak, bahkan anak manusia itu menjelma menjadi Allah , sehingga anak manusia itu berhak disembah oleh manusia lainnya sesuai menurut ajaran tersebut. Ajaran tersebut adalah ajaran agama Kristen, sedangkan anak manusia yang dimaksud sebagai anak Tuhan lalu berubah menjadi Tuhan adalah Yesus.

Tabel berikut ini merupakan ringkasan dari perjalanan Yesus sebagai anak manusia , kemudian dianggap sebagai anak Tuhan dan akhirnya menjelma menjadi Tuhan.

Ayat-ayat Bible tentang Yesus
Ia mengambil Maria sebagai isterinya, 25tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus. (matius 1:24)
…. 14Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud, 15Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub, 16Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. (matius 1 :16)

Keterangan
Yesus adalah anak seorang manusia yang lahir dari seorang perawan yang bernama Maria. Yesus bukan anak Yusuf Ini merupakan kontradiksi, atau keanehan dalam suatu silsilah keturunan? Ini merupakan silsilah yag dipaksakan yang tidak dapat diterima logika akal sehat. Silsilah ini tidak akan bisa nyambung dengan Yesus.

13

Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. (matius 3: 13)
1

Yesus sebagai anak manusia yang dibaptis oleh manusia yang bernama Yohanes Yesus masih sebagai anak manusia yang akan digoda oleh setan Setanpun meragukan kalau Yesus adalah anak Tuhan, lalu setan menguji Yesus

Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis (matius 4:1).
3

Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."(matius 4:3)

" 10Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (matius 4:10)

Yesus mengetahui bahwa Setan juga harus menyembah dan berbakti kepada Allah

28

Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.(matius 12:28)
31

Yesus mengusir setan bukan atas nama setan, tetapi atas kekuasaan dan izin Allah. Yesus menjelaskan tentang syorga yang diperuntukan bagi orang yang menyemaikan bibit kebaikan atau orang yang berbuat baik.

Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.(matius 13:31) "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak." 24Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." (matius 15:24)
13

Yesus hanya utusan Allah bagi orangorang israel yang tersesat

Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" 14Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." 15Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" 16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" (matius 16:13)
23

Murid Yesus yang bernama Simon Petrus percaya tentang siapa diri Yesus , yang didengarnya dari cerita masyarakat Yahudi.

Yesus berkata kepada mereka: "Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya." (matius 20: 23) "Siapakah orang ini?" 11Dan orang banyak itu menyahut: "Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea." (matius 21:11)
18

Yesus tidak kuasa memasukan orang kedalam Syorga, kecuali Allah

Diantara kaum Israel, masih banyak yang percaya bahwa Yesus adalah nabi yang berasal dari Nazaret Yesus merasa lapar sebagaimana seorang manusia

Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar. 19Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ,

tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja.(matius 21:18)
23

Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. 24Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan.

Perkataan Yesus sebagai anak manusia yang akan dibunuh karena pengkhianatan salah seorang muridnya Yesus hanya menerangkan tetang anak manusia yang akan dibunuh dan akan disalib. Bukan anak Tuhan yang akan disalib. Yesus menerangkan bahwa muridnya yang bernama Petrus adalah murid yang tidak jujur dan suka berbohong. Walaupun Petrus selalu menyangkalnya Pada saat Yesus tertangkap, muridmurid Yesus melarikan diri karena ketakutan.

34Yesus berkata kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." 35Kata Petrus kepada-Nya: "Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau." Semua murid yang lainpun berkata demikian juga.

Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri. 57Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar.(matius 26:57)
49

Padahal tiap-tiap hari Aku ada di tengah-tengah kamu mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Tetapi haruslah digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci." 50Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri. 51Ada seorang muda, yang pada waktu itu hanya memakai sehelai kain lenan untuk menutup badannya, mengikuti Dia. Mereka hendak menangkapnya, 52tetapi ia melepaskan kainnya dan lari dengan telanjang. (Mark 14:49)

Ramalan yang tertulis di kitab suci harus terpenuhi. Semua murid Yesus takut dan melarikan diri dan tidak ada lagi disana. Seseorang yang tidak dikenal menyusup , orang itu hanya memakai kain lenan. Orang itu lenyap ketika hendak ditangkap. Siapakah dia? Ketika Yesus diinterogarasi akan dihukum, Yesus tidak menjawab dan tidak mau mengaku sebagai Anak Allah. Tetapi dengan jawaban yang

62

Lalu Imam Besar itu berdiri dan berkata kepadaNya: "Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?" 63 Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu

kepada-Nya: "Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak." 64Jawab Yesus: "Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit. (matius 26:62)
61

dapat menimbulkan interprestasi yang beragam bagi setiap pembaca.

Tetapi Ia tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. Imam Besar itu bertanya kepada-Nya sekali lagi, katanya: "Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?" 62Jawab Yesus: "Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awanawan di langit." 63Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: "Untuk apa kita perlu saksi lagi? (Mark 14:61)
56

Tetapi disini Yesus mengaku bahwa dia lah yang disebut Mesias anak Allah. Keterangan penulis Mark bertentangan dengan keterangan penulis Matius. Kasaksian mana yang benar ? Banyak orang yang telah memberikan kesaksian palsu terhadap Yesus waktu itu. Kesaksian-kesaksian itu banyak yang kontradiktif. Petrus memang seorang yang tidak bisa dipegang kesaksiannya. Dia seorang yang tidak jujur dan suka berbohong. Sudah tiga kali dia berbohong menjelang ayam berkokok (pagi)

Banyak juga orang yang mengucapkan kesaksian palsu terhadap Dia, tetapi kesaksian-kesaksian itu tidak sesuai yang satu dengan yang lain.

69Sementara itu Petrus duduk di luar di halaman. Maka datanglah seorang hamba perempuan kepadanya, katanya: "Engkau juga selalu bersamasama dengan Yesus, orang Galilea itu." 70Tetapi ia menyangkalnya di depan semua orang, katanya: "Aku tidak tahu, apa yang engkau maksud." 71Ketika ia pergi ke pintu gerbang, seorang hamba lain melihat dia dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ: "Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu." 72Dan ia menyangkalnya pula dengan bersumpah: "Aku tidak kenal orang itu." 73Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata: "Pasti engkau juga salah seorang dari mereka, itu nyata dari bahasamu." 74Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: "Aku tidak kenal orang itu." Dan pada saat itu berkokoklah ayam.(matius 26 :69-74)
3

Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Matius 27:3)

Yudas menyesal telah membuat persengkongkolan untuk membunuh Yesus.

11

Lalu Yesus dihadapkan kepada wali negeri. Dan wali negeri bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya." (matius 27:11) 8Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang. Sebab sudah lama ia ingin melihat-Nya, karena ia sering mendengar tentang Dia, lagipula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda. 9Ia mengajukan banyak pertanyaan kepada Yesus, tetapi Yesus tidak memberi jawaban apapun.

Yesus tetap bungkam ketika ditanya oleh kepala pemerintah (Pilatus) .

Raja Herodes juga tidak menemukan tanda-tanda kelebihan Yesus. Tidak ada tanda-tanda kenabian dari orang ditanyai itu. Dia tidak percaya orang itu adalah Yesus

Namun mereka makin keras berteriak: "Ia harus disalibkan!" (matius 27:23)
33

Penentang Yesus dari kalangan ahli kitab taurat mendesak hukum mati bagi Yesus Yesus disalib di Golgota (bukit tengkorak)

Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak.(matius 27:33)
43

Ia menaruh harapan-Nya pada Allah: baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah." (matius 27:33)
46

Para Ahli kitab taurat memperolokolokan Yesus, mereka tidak suka ttg julukan anak Allah yang diberikan oleh pengikut-2 Yesus orang yang disalib itu merasa sangat kecewa karena ditinggalkan oleh Allah . Yang dimakud orang ini “ Yesus atau Bapa ? “. Akhirnya orang ini menyerahkan diri padaNYA. Mana yang benar; Yesus mati karena ditusuk pedang, mati wajar ( menyerahkan nyawa pada ALLah ), pura-pura mati, atau mati suri? Penulis Luke ini tidak mengatakan bahwa Yesus mati dibunuh orang (ditusuk), tetapi menyerahkan nyawanya pada BapaNYA.

Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (matius 27:46)
49

Tetapi orang-orang lain berkata: "Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia."50Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya. (matius 27:50)

44Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga, 45sebab matahari tidak bersinar. Dan tabir Bait Suci terbelah dua. 46Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata

demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya. (luke 23:44) . 32Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; 33tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air. 35Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya. 36Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan." 37Dan ada pula nas yang mengatakan: "Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam." (John 19:32-37) Katanya Yesus ditusuk pedang dan berdarah-darah. Siapakah yang menyaksikan kejadian itu? Kenapa namanya tidak dicatat oleh penulis ini ? Bukti materi apa yang dapat dijadikan bukti kebenaran kesaksian ini? Bukankah kesaksian ini hanya berupa jejak pendapat? Si pembohong Petruskah yang dijadikan saksi disini ? Bukankah ketika itu banyak beredar kesaksian palsu terhadap Yesus.

51Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, 52dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. 53Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang. 54Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah.(matius 27:51)

Yesus bangkit bukan diantara orang mati , tetapi diantara mayat-mayat hidup. Dari cerita ini kemudian mereka membuat kesimpulan bahwa Yesus benar-benar Anak Allah.

57Menjelang malam datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf dan yang telah menjadi murid Yesus juga. 58Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan untuk menyerahkannya kepadanya.(matius 27:57) 59Dan Yusufpun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, 60lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam

Mayat Yesus diturunkan oleh Yusuf dari tiang salib

Yusuf menguburkan Yesus. Dimakamkan pada kuburan yang baru saja digalinya di dalam bukit batu

bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia.(matius 27:59) 63dan mereka berkata: "Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. 64Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama." 65Kata Pilatus kepada mereka: "Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaikbaiknya."(matius 27:63) 1Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. 2Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. 3Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. 4Dan penjagapenjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati.(matius 28 :1)
Menurut cerita , Yesus akan bangkit 3 hari setelah kematiannya. Maka atas izin Pilatus, mereka akan menjaga kuburan Yesus sampai lewat hari ke tiga.

Menurut cerita, pada hari minggu pagi , mayat Yesus sudah tidak ada. Yang ada hanyalah 2 orang malaikat yang dapat dilihat oleh Maria Magdalena dan para penjaga kuburan . Kebangkitan Yesus belum genap tiga hari. Baru 39 jam (Jumat jam 3 sore – minggu jam 6 pagi). Atau baru , 2 hari dan 2 malam. Kebangkitan Yesus lebih cepat dari jadwal .

9Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. (markus 16:9)

Menurut cerita penulis ini, Yesus menampakkan diri pada Maria Magdalenalah ketika Bangkit dikuburan itu . Kesaksian mana yang benar?

6Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. 7Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia.(matius 28:6) 6Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, 7yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga." (luke 24:6)

Disini , Malaikat sendiri yang mengatakan bahwa Yesus bangkit sama seperti yg telah dikatakannya dulu yaitu 3 hari setelah kematiannya .

Kembali diceritakan bahwa malaikat sendiri yang membaritahukan bahwa Yesus telah bangkit seperti yang penah dikatakannya dulu yaitu pada hari ketiga. Padahal kalau dihitung baru 2 malam dan 2 hari. Belum 3 hari Sebagaimana kebangkitan Yunus. Padahal Yunus tidak mati di dalam perut ikan. Ramalan yang tidak cocok.

12Sungguhpun demikian Petrus bangun, lalu cepat-cepat pergi ke kubur itu. Ketika ia menjenguk ke dalam, ia melihat hanya kain kapan saja. Lalu ia pergi, dan ia bertanya dalam hatinya apa yang kiranya telah terjadi. (luke 24:12) 9Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekatiNya dan memeluk kaki-Nya serta menyembahNya. 10Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."(matius 28:9) 36Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!" 37Mereka terkejut dan takut dan menyangka

Petrus menyaksikan bahwa mayat Yesus sudah lenyap, sementara kain kafannya masih ada. Masih bisa dipercayakah kesaksian Petrus, sipembohong itu?

Mereka mengatakan bahwa sudah ketemu Yesus diperjananan menuju Galilea. Yesus berjanji bertemu dengan murid-muridnya di sana. ** Apakah Yesus masih hidup atau Rohnya saja yang bangkit?

Menurut cerita, Yesus pernah datang ditengah-tengah murid2 nya. Mereka mengira yang datang itu adalah hantunya Yesus, sehingga mereka

bahwa mereka melihat hantu. (Luke 24:36) 38Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? 39Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku." (Luke 24:38)

ketakutan. Yesus meyakinkan bahwa dia bukan hantu. Tetapi benar-benar nyata. Mereka baru yakin setelah memeriksanya sendiri. ** mungkinkah Roh dapat dilihat dan diraba? Apa betul Yesus telah mati? Kalau bukan siapakah yang disalib itu? Kesaksian ini kontradiksi dengan keterangan penulis yang sama , yang berbunyi ; Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. (luke 6:63)

41Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?" 42Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. 43Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. (Luke 24:41) 51Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. 52Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. 53Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah. (Luke 24:51) 47dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari

Yesus kembali memperkuat keyakinan murid-muridnya bahwa dia bukanlah hantu. Dia bisa makan ikan goreng. **; kalau begitu siapakah yang mati disalib hari jum’at sore jam 3 ?

Mereka menyaksikan Yesus berangkat kelangit dan tidak pernah kembali lagi. Lalu mereka sujud menyembah Yesus. Kesaksian penulis ini menjadi titik awal tentang kisah Yesus yang sudah menjelma menjadi Tuhan Sebelum berangkat ke langit, Yesus berpesan agar menyampaikan kabar Pengampunan Dosa dan Pertobatan Anehnya ; sebelum mati Yesus tidak

Yerusalem. (Luke 24:47)

pernah bicara tentang pertobatan dan pengampunan dosa terhadap semua bangsa di dunia Menurut penulis ini, yang memberikan kesaksian tentang Yesus itu seorang manusia buatan Tuhan yang sudah menjelma menjadi Tuhan, adalah si pembohong Petrus. Percaya atau tidak tergantung kejernihan logika anda.

36Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus." 37Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" 38Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

19Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. (matius 28:19)

Sebelum naik kelangit Yesus berpesan agar mengajarkan ajarannya keseluruh dunia. ** pengkabaran yang tidak cocok dengan perintah ketika Yesus masih hidup , ketika Yesus masih sebagai utusan Allah Penulis Bible ini mempercayakan hasil karyanya dari sumber seorang murid Yesus yang bernama si pembohong Petrus.

23Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu." 24Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar. 25Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu. ( John 21: 23 - 25)

Pada beberapa keterangan dari penulis-penulis Bible pada table diatas, terdapat beberapa keterangan yang dapat menimbulkan keraguan tentang siapakah sosok Yesus dan kematian Yesus yang sangat meragukan. Mereka memberikan argumentasi yang bebeda-beda tentang

kesaksian ajaraan dan kematian Yesus. Hingga sampai saat ini, bukti kematian Yesus ditiang salib , tidak ditemukan sama sekali. Mereka hanya memberikan suatu kesimpulan dari beberapa keterangan penulis Bible untuk menjelaskan tentang Yesus adalah anak Tuhan lalu menjelma menjadi Tuhan. Kesimpulan dari penulis Bible ini telah membawa suatu kesimpulan yang sudah jauh melampuai batas kepatutan, dimana mereka menjadikan Yesus sebagai Tuhan. Kesimpulan penulis Bible inilah yang ditentang oleh ayat-ayat Al Qur’an seperti yang telah di paparkan diatas. Tidak benar Allah itu beranak dan tidak benar pula bahwa Yesus adalah Tuhan. Walaupun mereka telah merombak kesimpulan tersebut menjadi ajaran Trinitas yang mengatakan bahwa Allah telah menyatu dalam 3 unsur. Tetapi ajaran Trinitas tetap ditolak oleh keterangan ayat-ayat Al Qur’an. Karena ajaran Trinitas merupakan ajaran orang-orang kafir yang menyembah berhala dengan cara yang berbeda. Bagi orang islam , Ajaran trinitas tidak logis dan tidak bisa diterima dengan pemikiran sehat. Ajaran trinitas hanya dapat diyakini bagi orang-orang yang patuh dan tidak perlu berpikir tentang kebenaran dan kenyataan. Ajaran Trinitas merupakan ajaran dogmatis yang hanya dapat dipahami oleh orang-orang tidak bisa berpikir logis.

23. Tentang pembunuhan Isa a. Kristen : Isa tidak dibunuh melainkan diangkat (QS. 4 An Nisaa -wanita- 157158) b. Bertentangan dengan : Isa lahir, telah wafat, dan bangkit hidup kembali (QS. 19 Maryam 33)

Terjemahan surat An Nisaa’ ayat 157- 158 ; “ dan karena ucapan mereka : "Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan 'Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu.

Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa 157. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepadaNya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana ( QS An Nisdaa‟ 157-158)”. Keterangan ayat diatas memberikan petunjuk bahwa berita kematian Isa As atau Yesus itu, hanya mereka peroleh dari informasi yang sudah tersebar dari mulut kemulut, atau dari jejak pendapat, atau dari kesaksian orang-orang yang mengaku-ngaku telah melihat kematian Yesus. Ayat diatas juga menggambarkan tentang adanya pertentangan dan perselisihan mengenai berita kematian Yesus , dimana mereka sendiri merasa ragu tentang siapakah yang mereka salib itu. Kemudian Allah di dalam Al Qur’an telah membuka rahasia yang sesungguhnya tentang siapa sebenarnya yang disalib itu, 5 abad setelah kejadian tersebut , melalui Nabi Muhammad SAW. Pada ayat diatas Allah memberikan informasi yang sebenarnya, bahwa mereka tidak menyalib dan tidak pula membunuh Yesus atau Isa As, tetapi yang mereka salibkan itu adalah orang yang serupa dengan Yesus. Sebagai orang yang percaya akan kebenaran Allah di dalam Al Qur’an, maka keterangan mana lagi yang lebih benar dari pada keterangan Allah. Tidak ada paksaan untuk meyakininya, walaupun hanya sekali Allah mengatakannya di dalam Al Qur’an. Maha benar Allah dengan segala FirmanNYA. Terjemahan surat Maryam ayat 33 ; “ Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali (qs 19:33)”. Sebenarnya konteks ayat ini menceritakan tentang mukjizat Isa AS yang berbicara ketika masih di dalam buayan . Isa mengatakan tentang siapa dia sebenanrnya. Bahwa dia adalah seorang anak manusdia yang dilahirkan tanpa Ayah , dia sama seperti manusia lainnya yang akan mati dan kemudian akan dihidupkan atau dibangkitkan kembali ketika di akhirat nanti. Konteks ayat ini tidak membicarakan tentang kebangkitan Isa, baik pada saat peristiwa penyaliban maupun pada saat sebelum hari kiamat. Konteks ayat diatas tidak ada kaitannya dengan peristiwa penyaliban dan tidak pula berhubungan dengan peristiwa hari kebangkitan atau hari kiamat. Ayat ini hanya dalam konteks menyampaikan isi pembicaraan Isa AS ketika memperkenalkan dirinya kepada orang-orang Yahudi yang sudah menuduh Mariam telah berbuat zina. Jadi pengertian kata “diangkat” pada kedua ayat diatas dapat bermakna sebagai kematian bagi seorang yang menemui ajalnya ketika Allah mengangkat Roh yang ada di dalam jasad Isa AS. Keterangan dari kedua ayat tersebut diatas memberikan petunjuk bahwa Isa mengalami

kematian yang wajar , bukan dibunuh di tiang salib seperti yang beritakan sebelumnya di dalam Bible. Bila seseorang mengalami kematian maka roh yang ada di dalam tubuhnya akan diangkat dari badannya. Namun dari keterangan ayat diatas memberikan petunjuk bahwa Roh Isa diangkat dan berada di sisi Allah disuatu tempat yang tidak kita ketahui.

24.Tidak ada paksaan dalam Islam a.”Tidak ada paksaan untuk memasuki agama (Islam)”. (QS. 2 Al Baqarah-sapi betina- 256) ; b. bertentangan dengan ”Maka hendaklah berperang di jalan Allah orang orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat .” (QS. 4 An Nisaa -wanita- 74)

Surat AL Baqaraah ayat 256 ; “ Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (qs 2:256). ” Keterangan ayat diatas memberi petunjuk tentang nilai kebenaran dari suatu ajaran agama. Jika ajaran agama itu benar, maka tidak mungkin ada aturan di dalam agama ( islam ) itu untuk memaksa seseorang menganut islam. Ayat tersebut diatas juga memberikan beberapa alasan, yaitu jika seseorang telah memilih agama islam sebagai pegangan hidupnya, maka dia telah mengikatkan dirinya pada tiang yang sangat kuat sehingga tidak akan terjerumus lagi kedalam kesesatan dan kebodohan. Islam merupakan tuntunan dalam menjalankan kehidupan yang benar dan baik untuk dirinya sendiri. Terjemahan surat An Nisaa’ ayat 74 ; “ Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barang siapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar (qs anisa 4:74)”. Keterangan ayat diatas memberikan suatu petunjuk tentang prinsip kesetiaan dan keteguhan hati seseorang dalam mempertahankan diri atau membela kebenaran yang sudah menjadi keyakinanannya. Dan seseorang yang meyakini kehidupan akhirat lebih baik dari pada

kehidupan dunia yang sekejap ini , akan tergerak semangatnya untuk membela kebenaran walaupun harus menghadapi kematian. Bagi mereka ini, berperang adalah suatu jalan dan cara terakhir untuk membela diri walau bagaimanapun pahitnya. Konteks ayat diatas bukan menyuruh seseorang untuk berperang atau dalam rangka menyebarkan agama islam. Tetapi konteks ayat ini berbicara tentang pembelaan aqidah dari ajaran kebenaran terhadap kesewenang-wewenangan dan kezaliman walaupun nyawa taruhannya. Diakhir ayat itu, Allah menjanjikan kemenangan bagi mereka, yaitu bagi yang mati akan masuk syorga sedangkan yang masih hidup akan memperoleh kemenangan di akhir perjuangannya. Ketika Muhammad tidak berhasil mengajak bangsanya untuk meninggalkan pekerjaan bodoh menyembah berhala , akhirnya Muhammad beserta pengikutnya mengungsi ke Madinah tanpa perlawanan fisik. Ketika pengikut Muhammad sudah banyak yang mati selama di Mekah maupun dalam perjalanan ketika mereka mengungsi itu, maka perang merupakan keputusan terakhir untuk mempertahankan hidup dan untuk menegakkan kebenaran . Maka untuk itulah Allah menurunkan ayat itu untuk membangkitkan semangat Muhammad dan para pengikutnya agar melawan umat quraisy yang kafir dan kejam itu. Ternyata janji Allah di dalam ayat diatas terbukti, dengan diperolehnya kemenangan bagi Muhammad dan pengikutnya memasuki kota Mekah dan menguasainya. Setelah itu tidak ada lagi perperangan disana sampai sekarang ini. Sekarang agama Allah sudah tegak dimuka bumi ini untuk menyampaikan kabar kebenaran, terserah bagi manusia untuk memilihnya, karena Agama islam adalah sebuah pilihan untuk mendapatkan kebenaran hidup di dunia dan kekekalan di akhirat bagi yang menyakininya . Islam adalah pilihan bukan paksaan. Jadi Allah tidak menyuruh Muhammad menyebarkan Agama Allah dengan cara paksaan atau perperangan. Di dalam perperangan maka hanya ada dua pilihan yaitu hidup atau mati. Orang yang beriman tentu akan memilih mati sahid dari pada menyerah kepada musuh Allah. Hal ini sesuai dengan keterangan surat Ali Imran ayat 83 yang berbunyi ; “Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepadaNya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan ( qs Ali Imran 3:83)”.

25. Tentang membunuh a.”. Bunuhlah dirimu!Hal itu lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu,maka Tuhan akan menerima taubat.” (QS. 2 Al Baqarah -sapi betina- 54) b. bertentangan dengan “ Janganlah kamu membunuh dirimu sendiri, sesungguhnya Allah maha penyayang kepadamu.” (QS 4 An Nisaa – wanita – 29)

Surat AL Baqaraah 54 berbunyi ; “Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertobatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima tobatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang (qs 2:54) .” Ayat diatas memberikan petunjuk bahwa seorang nabi seperti Musa, terpaksa memerintahkan kepada umatnya yang sudah murtad , agar lebih baik bertobat atau bunuh diri dari pada menyembah anak sapi. Ini adalah kebodohan yang benar-benar melampaui batas , padahal mereka sebelumnya sudah beriman dan mendapat keselamatan dari kejaran Fir’un. Dalam hal ini konteks ayat tersebut menceritakan tentang pertobatan umat nabi Musa , dimana kemudian Allah memberikan keampuanan dan menerima tobat mereka. Menyembah anak sapi sama saja bagi mereka dengan menganiaya diri sendiri karena siksaan api neraka lebih berat dari pada kebodohan itu. Keterangan ini diperkuat oleh surat An Nisa’ ayat 64 yang berbunyi ; “ Dan kami tidak mengutus seseorang rasul, melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jika mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang
(qs An Nisaa‟ 4:64) “.

Ayat dari surat An Nisa’ ini memberi petunjuk bahwa perbuatan menganiaya diri sendiri seperti bermabuk-mabukan, mamakai narkoba, merusak diri sendiri pada acara ritual penyembahan berhala dan lain-lainnya, merupakan suatu perbuatan yang dilarang oleh Allah. Perbuatan menganiaya diri sendiri atau membunuh diri adalah perbuatan paling bodoh yang tidak bermamfaat sama sekali. Perbuatan ini menunjukan seseorang yang putus asa yang dan akan merusak kepribadian atau sikap hidup sampai pada generasi berikutnya. Menganiaya diri sendiri saja sudah dilarang oleh AL Quran, apalagi tindakan menganiaya dan membunuh orang lain. Begitulah kasih sayang Allah kepada umat manusia. Ayat diatas berhubungan juga dengan surat an nisa’ ayat 67; “ Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka: "Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu", niscaya mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran

yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka),(qs An Nisaa‟ 4:66)”. Keterangan ayat diatas memberikan petunjuk bahwa orang-orang bodoh itu tidak menyadari kekeliruan dan kebodohannya. Bahkan lebih baik bagi mereka membunuh diri atau menyingkir dari kampung halamannya dari pada ikut menyembah berhala-berhala itu, seperti yang dilakukan oleh nabi Musa meninggalkan negeri Mesir. Hanya sedikit sekali dari mereka yang mengerti, menyadari lalu menentang perbuatan bodoh itu. Begitulah makna dan maksud kedua ayat diatas , bagi mereka yang bisa memahaminya. Artinya , ayat diatas bukan dalam konteks menyuruh membunuh diri. Terjemahan surat An Nisaa’ ayat 29 adalah ; “ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu (qs 4:29) “. Keterangan ayat diatas memberikan petunjuk tentang konteks hukum yang melarang setiap manusia melakukan perbuatan batil, seperti melakukan kecurangan di dalam perdagangan dan penipuan lainnya. Dan pada ayat ini juga terdapat suatu ketentuan melarang membunuh seseorang tanpa alasan yang jelas. Seperti umat Yahudi membunuh Yesus dengan alasan yang tidak masuk akal itu, bahkan raja Pilatus sendiri tidak menumukan alasan untuk membunuh Yesus dalam ketentu hukum kaisarnya.

26. Orang Kristian kafir a. Orang kristen kafir; karena berkata: “Allah mempunyai anak.” (QS. 2 Al Baqarah 116) b. Bertentangan dengan: Orang Kristen di atas orang kafir sampai hari kiamat (QS. 3 Ali Imraan -keluarga Imraan- 55)

Terjemahan surat Al Baqaraah ayat 116 ;

“ Mereka (orang-orang kafir) berkata: "Allah mempunyai anak". Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya.(qs 2:116)”. Konteks ayat diatas memberi petunjuk tentang pendapat orang-orang yang mengatakan bahwa Yesus adalah anak Allah. Berita itu itu adalah sebuah kesimpulan yang tidak berdasar sama sekali. Di dalam ayat ini Allah memberikan beberapa alasan bahwa semua alam ini adalah kepunyaanNYA dan semua ciptaanNYA tunduk kepadaNYA termasuk Isa atau Yesus itu. Terjemahan surat Ali Imran ayat 55 adalah ; “ (Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya". (qs 3:55). Konteks ayat ini memberi petunjuk bahwa Allah telah menentukan nasib atau takdir Isa As, dia akan menemui ajalnya dengan cara yang dikehendaki oleh Allah bukan dengan cara persengkongkolan dan pembunuhan yang keji. Kemudian Isa akan berada pada tempat yang baik di sisiNYA. Kemudian Ayat ini juga membicarakan tentang rencana penyelamatan Isa dari pada siasat orang-orang jahat bersengkokol untuk membunuh Isa . Mereka sudah melakukan siasat untuk membunuh Isa, tetapi Allah lebih mengetahui apa yang akan terjadi , ternyata siasat Allah lebih hebat dan lebih baik dari pada siasat keji mereka . Keterangan ini diabadikan oleh Allah di dalam AL Qur’an surat Ali Imran ayat 54 yang berbunyi ; “ Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya (QSD 23:54)”..
Ayat diatas memberikan petunjuk bahwa hanya Allah yang telah menyelamatkan Isa AS dari rencana keji orang-orang kafir. Bahkan murid-murid Isa AS (Yesus) sendiri telah lari menyelamatkan dirinya, dan di antara murid-murid Yesus ada yang berkhianat dan tidak beriman kepada ajaran Yesus yang sebenarnya. Tidak ada perlawanan dan pembelaan dari orang-orang yang pernah memperoleh kesembuhan dari Yesus , bahkan diatara muridnya seolah tidak mau ikut campur terhadap siksaan dan hukuman yang akan jatuhkan kepada Yesus seorang diri. Kalau tidak Allah yang menolong Yesus , lalu siapa lagi?

Kemudian pada surat Ali Imran ayat 55 diatas terdapat kalimat “ dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat”. Kata kata ini memberikan petunjuk bahwa masih terdapat orang-orang yang meyakini ajaran Nabi Isa dan melaksanakannya dengan sebenar-benarnya, dimana orang-orang ini melaksanakan ajaran Isa seperti shalat, berzakat, menyembah Allah, dan tidak menyekutukan Allah dengan anak manusia , mereka meyakini bahwa Isa adalah utusan Allah. Mereka bukanlah penganut ajaran Trinitas yang sudah disebut sebagai ajaran kafir oleh Allah di dalam Al Qur’an, mereka bukan penganut ajaran Kristen katolik atau protestan . Mereka adalah orang-orang yang masih tetap menegakan ajaran Isa AS, mereka menegakan agama tauhid sebagaimana nabi Musa menyampaikannya di dalam Taurat yang benar. Nabi Isa tidak menghilangkan hukum-hukum di dalam Taurat tetapi menyempurnakan dan melengkapinya.

27. Orang dapat diselamatkan dari neraka a. Orang dapat diselamatkan dari neraka. (QS. 19 Maryam 72) b.Bertentangan dengan: Orang kafir penghuni neraka kekal di dalamnya. (QS. 2 Al Baqarah -sapi betina-:39)

Terjemahan surat Maryam ayat 71-72 ;
“ Demi Tuhanmu, sesungguhnya akan Kami bangkitkan mereka bersama setan, kemudian akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahanam dengan berlutut.(68) Kemudian pasti akan Kami tarik dari tiap-tiap golongan siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.(69) Dan kemudian Kami sungguh lebih mengetahui orang-orang yang seharusnya dimasukkan ke dalam neraka.(70) Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang lalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut (qs 19:71-72)”.

Konteks ayat-ayat diatas menceritakan tentang ketentuan terhadap orang-orang kafir yang pasti akan masuk neraka dan mereka kekal di dalamnya. Allah mengatahui siapa-siapa orang yang paling durhaka kepada Allah dan siapa-siapa pula yang harus kekal di dalamnya. Tidak semua orang Islam dijamin oleh Allah masuk surga, tergantung kepada jumlah amal baik yang dikerjakannya. Apabila berat timbangannya lebih banyak kearah perbuatan baik maka dia

berhak masuk syorga , tetapi apabila lebih banyak perbuatan dosanya dari pada amalannya maka masuk nerakalah dia. Walaupun dia muslim dan percaya akan keEsaan Allah tetapi dia selalu berbuat maksiat sepanjang hidupnya maka neraka siap membasuh dosa-dosanya. Seperti keterangan surat Al A’raf ayat 9; “ Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), maka barang siapa berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.(qs Al A'raaf 7:9)" Keterangan ayat diatas juga memberikan petunjuk bahwa umat Islam yang masuk neraka itu tidak kekal di dalamnya seperti halnya orang-orang kafir. Setelah orang islam berdosa itu melaksanakan hukuman atau siksaan api neraka maka Allah akan menyelamatkannya. Seperti yang tercantum pada surat Maryam 19 ayat 72 tersubut diatas; “ Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang lalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut (qs 19:72)”. Pada ayat lainnya, Allah menjelaskan bahwa keampunan Allah dapat mengeliminasi dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh orang beriman, yaitu ketika dia sadar dan langsung memohon ampunan Allah. Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Shalat adalah sarana dan media untuk meminta ampunan Allah. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,(qs Ali Imran 3:133). Terjemahan lengkap surat Al Baqaraah ayat 39 adalah ; Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.(qs 2:39). Ayat tersebut diatas menjelaskan bahwa orang kafir seperti umat Kristen yang mempersekutukan Allah, yang menganut ajaran Trinitas di Kristen katolik dan protestan , begitu juga dengan orang-orang telah yang merusak ayat-ayat Allah dengan tangan mereka sendiri, maka Allah akan memasukkan mereka kedalam Neraka dan mereka kekal di dalamnya.

Kesimpulan : KITAB SUCI YANG BENAR AKAN MENYAMPAIKAN KABAR YANG BENAR ORANG YANG BENAR AKAN MENYAMPAIKAN KITAB YANG BENAR

Semoga tulisan ini memberi pencerahan bagi kaum muslimin. Semoga Allah memberi petunjuk bagi orang-orang belum mengerti. Semoga Allah dapat memberikan petunjuk kepada orang-orang yang selalu menentang kebenaran Firman Allah karena ketidak-tahuannya. Salah dan janggal, penulis mohon dimaafkan. Disusun dan disampaikan oleh: Rahmanhadiq April 2010

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->