P. 1
Remaja&HIV-AIDS Satpel Promkes

Remaja&HIV-AIDS Satpel Promkes

|Views: 1,617|Likes:
Published by Zaenal Rahul Jadid

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Zaenal Rahul Jadid on Apr 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/20/2013

pdf

text

original

SATPEL PENDKES

(Satuan Acara Pembelajaran Pendidikan Kesehatan)
Topik / Materi Hari / Tanggal Waktu Tempat Sasaran Pelaksana : Kesehatan Remaja : Sabtu / 9 Januari 2009 : 90 menit : SMA Sudirman 2 Jln Merbau Raya, Banyumanik, Semarang : Siswa : Mahasiswa D3 Keperawatan Semester III Fakultas Ilmu Keperawatan Unissula Semarang
A. TUJUAN PEMBELAJARAN PENDKES

Sub Topik / Sub Materi : Remaja dan HIV

1. Tujuan Intruksi Umum (TIU)

Setelah dilakukan Pendidikan Kesehatan di SMA Sudirman 2 Semarang, siswa dapat memahami dan menjelaskan kembali berbagai perubahan & perkembangan pada remaja serta HIV/AIDS
2. Tujuan Instruksi Khusus (TIK)

Setelah dilakukan Pendidikan Kesehatan. Siswa mampu:
a) Menjelaskan kembali berbagai perubahan dan perkembangan pada remaja. b) Menjelaskan kembali definisi HIV/AIDS c) Menjelaskan kembali cara penularan HIV/AIDS d) Menjelaskan kembali perjalanan infeksi HIV/AIDS e) Menjelaskan kembali pencegahan HIV/AIDS

B. MATERI PEMBELAJARAN PENDKES
1. Remaja dan perkembangannya.

2. Hubungan Remaja dan HIV/AIDS
3. Definisi HIV/AIDS 4. Cara Penularan HIV/AIDS 5. Perjalanan infeksi HIV/AIDS

1

6. Tanda dan Gejala HIV/AIDS 7. Pencegahan HIV/AIDS

2

C. PROSES PEMBELAJARAN PENDKES
KEGIATAN DAN WAKTU Pembukaan (15 menit) AKTIVITAS PENDKES 1. Salam Pembuka 2. Perkenalan 3. Menyampaikan Maksud & Tujuan (TIU dan TIK) 4. Pretest 5. Pengumpulan Hasil Pretest Isi 60 menit 1. Menjelaskan Materi - Masa remaja dan perkembangannya. - Hubungan Remaja dan HIV/AIDS - Definisi HIV AIDS - Cara Penularan HIV AIDS - Perjalanan infeksi HIV AIDS - Sign & Syntom HIV AIDS - Pencegahan HIV AIDS 2. Tanya Jawab 3. Menyimpulkan Materi Penutup 15 menit 1. Posttest 2. Menyampaikan hasil pretest dan posttest 3. Menerima saran dan kritikan dari Siswa 4. Menutup Acara & Salam penutupan 1. Mengerjakan posttest 2. Mendengarkan dan memperhatikan 3. Menuliskan dan mengumpulkan saran & kritikan 4. Menjawab salam penutup. AKTIVITAS AUDIENS 1. Menjawab Salam 2. Santai 3. Memperhatikan dan menerima penjelasan 4. Mengerjakan pretest 5. Mengumpulkan pretest 1. Mendengarkan 2. Memperhatikan 3. Bertanya tentang hal-hal yang berhubungan dengan materi 4. Memberikan tanggapan dan komentar

D. METODE PEMBELAJARAN PENDKES Ceramah dan Tanya Jawab E. MEDIA PENDKES Flip Card F. EVALUASI 1. Pretest dan Posttest
a) Jenis Soal

: Pilihan Ganda

b) Jumlah Soal : 10 Soal 2. Indikator Hasil

Pendidikan Kesehatan berhasil apabila 80% peserta mendapat nilai posttest > 90

3

G. REFERENSI
1. Widianti. Efri, S.Kep., Ners , makalah remaja dan penyimpangannya, Unpad,

jatingalor; 2007 2. Unissula. BAI, Buletin Al-Firdaus, FK-Unissula; Edisi III 1430/2009 3. Koran Harian Suara Merdeka, terbitan Rabu / 1 desember 2009 4. http://id.wikipedia.org/wiki/AIDS 5. http://nurses-recruitment.blogspot.com/penyakit-aids.html 6. http://Medicastore.com/Artikel/index.php.htm
7. http://sma-pgri29cicurug.co.cc/index.php/informasi/1-latest-news/52-hiv-aids

4

LAMPIRAN 1 : MATERI PENDKES

A. REMAJA DAN PERKEMBANGANYA
Masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat, pola perilaku, dan juga penuh dengan masalah-masalah (Hurlock, 1998). Oleh karenanya, remaja sangat rentan sekali mengalami masalah psikososial, yakni masalah psikis atau kejiwaan yang timbul sebagai akibat terjadinya perubahan sosial (TP-KJM, 2002).
1. TANDA- TANDA KEREMAJAAN

a) Dimensi Biologis Pertumbuhan remaja dalam aspek biologis sering disebut dengan istilah pubertas, suatu masa dimana seorang anak tiba-tiba memiliki kemampuan untuk bereproduksi. Pada anak perempuan, kedua hormone tersebut merangsang pertumbuhan estrogen dan progesterone: dua jenis hormone kewanitaan mereka menstruasi, sebagai pertanda bahwa sistem reproduksinya sudah aktif. Selain itu terjadi juga perubahan fisik seperti payudara mulai berkembang, dll. Pada anak lelaki, Luteinizing Hormone yang juga dinamakan Interstitial-Cell Stimulating Hormone (ICSH) merangsang pertumbuhan testosterone yang dapat memperlihatkan perubahan dalam suara, otot, dan fisik lainnya. b) Dimensi Kognitif Mrp periode terakhir dan tertinggi dlm thp pertumbuhan operasi formal (period of formal operations) {Jean Piaget}. Idealisme perkembangan kognitif remaja antara lain: 1. Sudah memiliki pola pikir sendiri dalam usaha memecahkan masalah-masalah yang kompleks dan abstrak. 2. Dapat membayangkan banyak alternatif pemecahan masalah beserta kemungkinan akibat atau hasilnya 3. Mereka sehingga mereka mampu berpikir multi-dimensi seperti ilmuwan karena berkembangnya kapasitas berpikir secara logis dan abstrak 4. Tidak menerima informasi apa adanya 5. Mampu mengadaptasikan diri dengan lingkungan sekitar mereka. Kenyataan yang terjadi di negara-negara berkembang (termasuk Indonesia) 1. Masih banyak remaja (bahkan orang dewasa) yang belum mampu sepenuhnya mencapai tahap perkembangan kognitif operasional formal ini.
2. Sebagian masih tertinggal pada tahap perkembangan sebelumnya, yaitu operasional

konkrit, dimana pola pikir yang digunakan masih sangat sederhana dan belum mampu melihat masalah dari berbagai dimensi. Hal ini disebabkan oleh System pendidikan dan Pola asuh orangtua c) Dimensi Moral
5

Periode dmn seseorg mulai bertanya-tanya mengenai berbagai fenomena yg terjadi di lingkungan sekitarnya sbg dsr bg pembentukan nilai diri mereka. Elliot Turiel (1978) Remaja mulai membuat penilaian tersendiri dalam menghadapi masalah-masalah populer yang berkenaan dengan lingkungan mereka. Mereka tidak lagi menerima hasil pemikiran yang kaku, sederhana, dan absolut yang diberikan pada mereka selama ini tanpa bantahan. Moral reasoning remaja berkembang karena mereka mulai melihat adanya kejanggalan dan ketidakseimbangan antara yang mereka percayai dahulu dengan kenyataan yang ada di sekitarnya. Kejanggalan dan ketidakseimbangan inilah yang seringkali mendasari sikap "pemberontakan" remaja terhadap peraturan atau otoritas yang selama ini diterima bulat-bulat. d) Dimensi Psikososial Masa remaja merupakan masa yang penuh gejolak, mood (suasana hati) bisa berubah dengan sangat cepat. Meski mood remaja yang mudah berubah-ubah dengan cepat, hal tersebut belum tentu merupakan gejala atau masalah psikologis. Para remaja mengalami perubahan yang dramatis dalam kesadaran diri mereka (self-awareness). Seperti: 1. Mereka sangat rentan terhadap pendapat orang lain. 2. Mereka menganggap tanggapan dan pandangan orang lain terhadapnya sama dengan tanggapan dan pandangannya terhadap diri mereka sendiri.
3. Mereka sangat memperhatikan diri mereka dan citra yang direfleksikan (self-image).

4. Mereka cenderung untuk menganggap diri mereka sangat unik dan bahkan percaya keunikan mereka akan berakhir dengan kesuksesan dan ketenaran. 5. Remaja putri akan bersolek berjam-jam di hadapan cermin karena ia percaya orang akan melirik dan tertarik pada kecantikannya, sedang remaja putra akan membayangkan dirinya dikagumi lawan jenisnya jika ia terlihat unik dan “hebat”. 6. Para remaja juga sering menganggap diri mereka serba mampu, sehingga seringkali mereka terlihat “tidak memikirkan akibat” dari perbuatan mereka. 7. Remaja akan membayangkan apa yang akan dilakukan oleh para “idola”nya untuk menyelesaikan masalah seperti itu. 2. PROSES PERKEMBANGAN Seorang remaja harus mengetahui dirinya memiliki kekhawatiran dan harapan (mengerti dirinya sendiri). 1. Point-point yang harus dimiliki remaja - Mengerti tujuan hidup - Memahami faktor penghambat maupun pendukung perkembangan kematangannya. - Bergaul dengan bijaksana - Terus menerus memperbaiki diri 2. Fator dan prosentase perkembangan remaja - Fisik 35%
6

- Intelektual - Emosional - Spiritual

20% 30% 15%

3. Sikap dan sifat yang sering di tonjolkan remaja - Fisik yang kuat - Emosi yang cepat tersinggung - Sering mengambil keputusan tanpa berfikir panjang 4. Hubungan seorang remaja dengan orang lain - Otoriter ------- demokratis - Tertutup ------- terbuka - Formal ------- informal 5. Tujuan proses perkembangan pada remaja - Menuju fisik yang ideal - Menuju emosi kelakian ataupun kewanitaan yg utuh - Menuju cara berfikir dewasa - Menuju mempercayai hal-hal yg agamis, bersifat rasional, falsafah, ilmiah, serta etika atau tatakrama - Meningkatkan ilmu dan pengetahuan.

B. HUBUNGAN REMAJA DAN HIV/AIDS
Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju ke dewasa yang di tandai oleh beberapa dimensi yang diantaranya dimensi biologis, kognitif, moral dan psikososial yang akan mengarahkan ke masa dewasa. Dalam masa perkembangan remaja yang paling menonjol adalah perkembangan fisik dan yang paling berpengaruh dalam perkembangannya adalah perkembangan emosionalnya. Untuk menjadi remaja yang cerdas, handal, sukses dan tahan banting, seorang remaja harus menggunakan emosionalnya untuk di arahkan ke perkembangan intelektual dan spiritual secara maksimal dan saling berkesinambungan. Bukan malah sebaliknya, perkembangan emosional di gunakan untuk mengembangkan fisik dan menuruti nafsu belaka yang justru dapat berdampak negative bagi diri sendiri, orang lain dan masyrakat tentunya. Sebagaimana yang diutarakan oleh Syaikul Islam Ibnu Qoyyim Al-Jauziah “Sesungguhnya nafsu itu, apabila kita tidak menyibukkan dengan ketaatan, maka dia akan menyibukkan kita dengan kemaksiatan”. Oleh karena itu, apabila kita tidak menggunakan emosi kita untuk mengembangkan intelektual dan spiritual kita, maka kita cenderung di bawa oleh emosi kita ke jalan yang salah. Dan akibat dari salah jalan adalah perilaku yang menyimpang dan salah pergaulan. Salah satu dampak buruk dari penyimpangan tersebut adalah terinfeksi HIV. UNAIDS dan WHO memperkirakan bahwa AIDS telah membunuh lebih dari 25 juta jiwa sejak pertama kali diakui tahun 1981, membuat AIDS sebagai salah satu epidemik paling menghancurkan pada sejarah. Meskipun baru saja, akses perawatan antiretrovirus bertambah baik di banyak region di dunia, epidemik AIDS diklaim bahwa diperkirakan 2,8 juta (antara
7

2,4 dan 3,3 juta) hidup di tahun 2005 dan lebih dari setengah juta (570.000) merupakan anakanak. Secara global, antara 33,4 dan 46 juta orang kini hidup dengan HIV. Pada tahun 2005, antara 3,4 dan 6,2 juta orang terinfeksi dan antara 2,4 dan 3,3 juta orang dengan AIDS meninggal dunia, peningkatan dari 2003 dan jumlah terbesar sejak tahun 1981. DI Indonesia sendiri, Lebih dari 80% infeksi HIV diderita oleh kelompok usia produktif terutama laki-laki, tetapi proporsi penderita HIV perempuan cenderung meningkat. Infeksi pada bayi dan anak, 90 % terjadi dari Ibu pengidap HIV. Hingga beberapa tahun, seorang pengidap HIV tidak menunjukkan gejala-gejala klinis tertular HIV, namun demikian orang tersebut dapat menularkan kepada orang lain. Dari KPA Jateng, jumlah penderita HIV/AIDS tahun 1993 s/d September 2009 tercatat: 287 Orang meninggal karena HIV/AIDS, dan jumlah pengidap HIV/AIDS 2.290 Orang dimana 1.461 mengidap HIV dan 829 menderita AIDS. Berikut ini adalah tabel “5 peringkat tertinggi penderita HIV/AIDS di JATENG” dengan prosentase 60% penderita laki-laki dan 40% penderita Perempuan.

Kota / Kabupaten
1. Kota Semarang 2. Banyumas 3. Surakarta 4. Kab. Semarang 5. Jepara
C.

HIV
480 Orang 189 Orang 175 Orang 122 Orang 41 Orang

AIDS
95 Orang 45 Orang 44 Orang 25 Orang 88 Orang

HIV/AIDS

AIDS aids is not a disease, but representing a syndrome or a group of disease symptom which resulting because degradation of immunology system of body which infection by virus is so-called HIV of transmited from the other individual. HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Orang yang telah terinfeksi HIV, sistem kekebalan tubuhnya akan turun secara berangsur-angsur sehingga mudah terserang penyakit-penyakit lain, dimana penyakit ringanpun bisa mengakibatkn kematian. HIV terdapat dalam cairan tubuh manusia yang telah terinfeksi, sedangkan komposisi tubuh manusia 60% adl cairan. Dan dari berbagai cairan tubuh, jumlah terbesar terdapat pada cairan darah, sperma dan cairan vagina.
a) Perjalanan Infeksi HIV

Setelah HIV masuk dan menginfeksi tubuh selama 2 minggu s/d 6 bln ( 3 bln pada 95% kasus) merupakan masa antara masuknya HIV ke dalam tubuh sampai terbentuknya antibody (penangkal penyakit) terhadap HIV atau disebut juga HIVpositif. Pada fase ini HIV sudah dapat ditularkan kepada orang lain walaupun hasil tes masih negative (fase jendela). Setelah melalui fase ini Selama 3–10 thn terinfeksi HIV, Seseorang yang telah mengidap HIVpositif tidak akan menampakkan gejala (tampak sehat) dan dapat beraktifitas seperti biasa. Baru setelah 1- 2 thn kemudian mulai timbul infeksi opportunistik (penyakit lain yang muncul karena penurunan sistem kekebalan tubuh).
8

b) Tanda dan Gejala

Pernafasan. Penderita mengalami nafas pendek, henti nafas sejenak, batuk, nyeri dada dan demam seperti terserang infeksi virus lainnya (Pneumonia). Tdk jarang diagnosa pada stadium awal pengidap HIV/AIDS diduga sebagai TBC.
-

Pencernaan. pengidap HIV AIDS menampakkan tanda dan gejala seperti hilangnya nafsu makan, mual dan muntah, sering mengalami penyakit jamur pada rongga mulut dan kerongkongan, serta mengalami diarhoea yang kronik.
-

BB tubuh. pengidap HIV/AIDS mengalami hal yang disebut juga wasting syndrome, yaitu: kehilangan BB tubuh hingga 10% dibawah normal karena gangguan pada sistem protein dan energy didalam tubuh seperti yang dikenal sebaga Malnutrisi termasuk juga karena gangguan absorbsi makanan pada sistem pencernaan yang mengakibatkan diarhoea kronik, kondisi letih dan lemah kurang bertenaga.
-

Persyarafan. Terjadinya gangguan pada persyarafan central yang mengakibatkan kurang ingatan, sakit kepala, susah berkonsentrasi, sering tampak kebingungan dan respon anggota gerak melambat. Pada system persyarafan ujung (Peripheral) akan menimbulkan nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki, reflek tendon yang kurang, selalu mengalami tensi darah rendah dan Impoten.
-

Integument (Jaringan kulit). ODHA mengalami serangan virus cacar air (herpes simplex) atau cacar api (herpes zoster) dan berbagai macam penyakit kulit yang menimbulkan rasa nyeri pada jaringan kulit. Lainnya adalah mengalami infeksi jaringan rambut pada kulit (Folliculities), kulit kering berbercak (kulit lapisan luar retak-retak) serta Eczema atau psoriasis.
-

Saluran kemih dan Reproduksi pada wanita. ODHA seringkali mengalami penyakit jamur pada vagina, hal ini sebagai tanda awal terinfeksi HIV. Luka pada saluran kemih, menderita penyakit syphillis dan dibandingkan Pria maka wanita lebih banyak jumlah yang menderita penyakit cacar. Lainnya adalah pengidap AIDS wanita banyak yang mengalami peradangan rongga (tulang) pelvic dikenal sebagai istilah 'pelvic inflammatory disease (PID)‘ dan mengalami masa haid yang tidak teratur (abnormal).
-

c)

Stadium Klinis Infeksi HIV/AIDS menurut WHO - Stadium Klinis 1 Tanpa gejala (asimtomatis), dan Limfadenopati generalisata persisten - Stadium Klinis 2 Hepatosplenomegaly persisten tanpa alasani, Erupsi papular pruritis, Infeksi virus kutil yang luas, Moluskum kontagiosum yang luas, Infeksi jamur di kuku, Ulkus mulut yang berulang, Pembesaran parotid persisten tanpa alasan, Eritema lineal gingival (LGE), Herpes zoster, dan Infeksi saluran napas bagian atas yang berulang atau kronis (ototis media, otore, sinusitis, atau tonsilitis) - Stadium Klinis 3 Malanutrisi sedang tanpa alasan jelas tidak membaik dengan terapi baku, Diare terusmenerus tanpa alasan (14 hari atau lebih), Demam terus-menerus tanpa alasan (di atas 37,5°C, sementara atau terus-menerus, lebih dari 1 bulan), Kandidiasis oral terusmenerus (setelah usia 6-8 minggu), Oral hairy leukoplakia (OHL), Gingivitis atau periodonitis nekrotising berulkus yang akut, Tuberkulosis pada kelenjar getah bening, Tuberkulosis paru, Pneumonia bakteri yang parah dan berulang, Pneumonitis limfoid interstitialis bergejala, Penyakit paru kronis terkait HIV termasuk brokiektasis, dan Anemia
9

- Stadium Klinis 4 gagal tumbuh yang berat atau malanutrisi berat tanpa alasan dan tidak menanggapi terapi yang baku, Pneumonia Pneumosistis (PCP), Infeksi bakteri yang parah dan berulang (mis. empiema, piomisotis, infeksi tulang atau sendi, atau meningitis, tetapi tidak termasuk pneumonia), Infeksi herpes simpleks kronis (orolabial atau kutaneous lebih dari 1 bulan atau viskeral pada tempat apa pun), Tuberkulosis di luar paru, Sarkoma Kaposi, Kandidiasis esofagus (atau kandidiasis pada trakea, bronkus atau paru), Toksoplasmosis sistem saraf pusat (setelah usia 1 bulan), Ensefalopati HIV, Infeksi sitomegalovirus: retinitis atau infeksi CMV yang mempengaruhi organ lain, yang mulai pada usia lebih dari 1 bulan), Kriptokokosis di luar paru (termasuk meningitis), Mikosis diseminata endemis (histoplasmosis luar paru, kokidiomikosis), Kriptosporidiosis kronis, Isosporiasis kronis, Infeksi mikobakteri non-TB diseminata, Limfoma serebral atau non-Hodgkin sel-B, Progressive multifocal leucoencephalopathy (PML), dan Nefropati bergejala terkait HIV atau kardiomiopati bergejala terkait HIV d) Penularan
-

Hubungan sex (oral, anal, vaginal,dsb) dengan ODHA Kontak darah dan atau brgantian jarum suntik, tindik, tatto, dsb dengan ODHA ASI dari Ibu yang telah terinfeksi HIV Ibu yang telah terinfeksi HIV yang hamil dan melahirkan anaknya, secara otomatis anaknya ikut terinfeksi. e) Pencegahan

Mencegah lbh baik dr pd mengobati, karena sampai saat ini blm ada obat yg bisa menembuhkan AIDS. Adapun antro retroviral virus (ARV) adalah salah satu obat yang bisa mencegah penurunan kekebalan tubuh saja, bukan mengobati tapi hanya menghambat laju pembiakan virus saja. Adapun cara untuk mengurangi penyebaran HIV antara lain: -

Kenali cara penularan, gejala dan dampaknya infeksi HIV. Bila mengalami tanda/gejala segera periksakan ke dokter. Berhubungan sex hanya dengan pasangan yang resmi(suami/istri). Jaga pergaulan, hindari pergaulan bebas. Berikan pendidikan kesehatan dan spiritual sedini mungkin.

-

10

LAMPIRAN 2 : SOAL EVALUASI

SOAL PREETEST DAN POSTTEST

1. Apakah Remaja itu? a. Masa peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya b. Masa peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan perkembangan fisik, intelektual, emosional seimbang c. Masa dimana yang berkembang hanya secara biologis d. Masa dimana yang berkembang hanya secara intelektual 2. Prosentase tertinggi dan sering di tonjolkan pada proses perkembangan remaja adalah… a. Emosional b. Fisik c. Intelektual d. Spiritual 3. Dibawah ini adalah dampak dari salah pergaulan, kecuali… a. Hamil diluar nikah b. Sering di marahi oramg tua c. Resiko tertular HIV/AIDS d. Dihargai masyarakat 4. Apa yang menyebabkan AIDS? a. Bakteri b. Kuman c. Virus d. Jamur 5. Seperti yang kita ketahui Virus HIV AIDS menyerang salah satu system didalam tubuh kita. System apakah itu? a. System Kekebalan Tubuh (imun) b. System Pencernaan c. System Pernafasan
11

d. System Neurologis
6. Yang bukan merupakan cara penularan HIV/AIDS adalah…

a. Hubungan sex (oral, anal, vaginal, dsb) b. Kontak darah atau transfuse darah c. Bergantian alat makan
d. Bergantian jarum suntik, alat tindik, tattoo, dsb 7. Ada berapa stadium HIV/AIDS itu?

a. 1 stadium b. 2 stadium c. 3 stadium d. 4 stadium
8. Dibawah ini merupakan tanda dan gejala HIV/AIDS pada system pernafasannya, kecuali?

a. pola nafas teratur b. sesak nafas c. batuk d. nyeri dada 9. Bagaimana cara pencegahan HIV/AIDS? a. menggunakan jarum suntik bergantian b. berganti-ganti pasangan c. mengenali cara penularan HIV/AIDS d. semua bemar 10. Di bawah ini mana yang bukan merupakan cairan yang dapat menularkan HIV/AIDS?
a. Darah b. Sperma

c. air liur d. cairan vagina

12

SATUAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KESEHATAN

REMAJA DAN HIV/AIDS

OLEH KELOMPOK VII
1. MOH. SANTOSO 2. ZAENAL AHMADI 3. ISTIANA 4. IKA DIAN FRESTIANI 5. LENA LIDIYA UTAMI 6. MEMENG KASIMATUN 7. NUR HIDAYAH 8. YUYUN NOVITASARI

(8933131001) (8933131061) (893313985) (893313979) (893313987) (8933131000) (8933131020) (8933131060)

D III KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG 2010
13

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->