P. 1
Koleksi Ikan Kerapu Macan

Koleksi Ikan Kerapu Macan

|Views: 1,337|Likes:
Published by Baswantara
kegiatan mengkoleksi ikan kerapu macan utuh.. dalam bentuk awetan...
kegiatan mengkoleksi ikan kerapu macan utuh.. dalam bentuk awetan...

More info:

Published by: Baswantara on Apr 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/25/2013

pdf

text

original

Laporan Praktikum m.k.

Ikhtiologi

Hari/Tgl : Senin/ 11 Januari 2010

KOLEKSI IKAN KERAPU MACAN Ephinephelus fuscoguttatus

Oleh: Arif Baswantara C54080027

DEPARTEMEN MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2010

Bab I Pendahuluan
I.1 Latar Belakang Indonesia memiliki wilayah perairan yang sangat luas. Di dalam perairan Indonesia terkandung berbagai sumberdaya mineral dan hayati yang sangat banyak. Sumberdaya hayatinya mencakup berbagai jenis ikan, mamalia, krustacea, moluska dan lain sebagainya. Sedangkan sumberdaya mineralnya mencakup minyak bumi, pasir lautan, batu-batu karang dan lain sebagainya. Indonesia memiliki beragam jenis ikan baik jenis ikan tawar maupun ikan laut. Indonesia memang terkenal biodiversitas perikanannya, sehingga tingkat keanekaragaman jenis ikan sangat tinggi. Pada saat-saat ini banyak terjadi bencana alam yang disebabkan oleh kegiatan manusia yang merusak lingkungan. Perubahan iklim banyak memberikan pengaruh yang besar kepada keanekaragaman jenis hewan di Indonesia. Ketidakcocokan akan lingkungan merupakan alasan utama berkurangnya jumlah jenis ikan. Oleh karena itu sangat diperlukan suatu pengoleksian ikan, baik ikan laut maupun ikan tawar. Hal ini bertujuan untuk menyimpan arsip tentang ikan-ikan yang akan punah maupun yang terancam punah. Pada kesempatan kali ini kelompok kami melakukan pengoleksian ikan terhadap ikan kerapu macan (Ephinephilus fuscoguttatus). Ikan kerapu macan merupakan ikan yang banyak dibudidayakan saat ini. Untuk memperoleh data lebih lanjut mengenai ikan ini dan menghindari kehilangan gambaran mengenai ikan kerapu macan, maka kelompok kami melakukan pengoleksian ikan kerapu macan. I.2 Tujuan Tujuan dilakukannya pengoleksian ikan adalah sebagai dokumen arsip ikan agar nantinya dapat digunakan pada saat kegiatan pembelajaran, mengetahui informasi morfologi ikan kerapu macan, anatomi ikan kerapu macan, memberikan informasi habitat dan distribusi ikan kerapu macan, dan menyelamatkan data mengenai ikan kerapu.

Bab II Bahan dan Metodelogi
II.1 Alat dan Bahan Alat yang digunakan untuk mengoleksi ikan adalah kuas kecil, jarum pentul, 1 buah stereofom,1 buah baskom, 1 buah wadah toples ukuran sedang, dan. kertas label . Sedangkan bahan yang digunakan untuk mengoleksi ikan adalah larutan formalin 40 % sebanyak 1 liter, 3 liter aquades, dan es batu sebanyak 3 buah. II.2 Metodelogi Pengoleksian Ikan Persiapan yang perlu dilakukan dalam melakukan pengoleksian ikan meliputi persiapan alat dan bahan. Alat yang digunakan meliputi jarum pentul, papan stereofom, botol air mineral, botol gerigen, toples, kertas label dan kuas gambar. Sedangkan untuk bahan diperlukan ikan kerapu, es batu, larutan formalin, dan aquades. Alat jarum pentul digunakan sebagai pematok pada bagian-bagian sirip pada ikan agar tetap mengembang dan mudah diolesi larutan formalin. Papan stereofom digunakan sebagai media untuk menancapkan jarum pentul. Botol air mineral digunakan untuk tempat larutan formalin sedangkan botol gerigen digunakan sebagai penampung air aquades. Kuas gambar berfungsi untuk melumuri tubuh ikan terutama bagian siripnya agar terolesi secara merata. Sehingga sirip ikan tetap tegak atau mekar. Kertas label berisi keterangan mengenai ikan yang diawetkan yang ditempel pada bagian luar toples sebagai tempat ikan. Pemilihan ikan yang digunakan sebagai awetan diutamakan yang masih dalam keadaan segar terutama kelengkapan morfologi yaitu sisik dan siripnya masih lengkap dan dalam keadaan baik. Es batu digunakan sebagai pengawet ikan saat diperoleh dari tempat pembelian agar tetap segar. Apabila ikan dalam keadaan hidup, ikan tersebut harus ditidaksadarkan terlebih dahulu dengan meletakkan ikan pada baskom yang berisi air dan es batu. Setelah ikan terasa sudah pinsan barulah ikan siap untuk diawetkan. Larutan formalin digunakan untuk mengawetkan ikan dengan membuat keras tubuh ikan setelah diolesi formalin. Larutan formalin yang digunakan memiliki konsentrasi sebesar 40%. Sedangkan aqudes digunakan sebagai campuran untuk formalin bagi ikan telah siap untuk dimasukan kedalam toples. Ikan yang telah didapat selanjutnya dibawa ke laboratorium dengan wadah yang berisi es batu. Selanjutnya di laboratorium ikan siap untuk diawetkan. Langkahlangkahnya adalah : mempersiapkan larutan formalin 40%, papan stereofom, kuas, aquades dan toples. Ikan selanjutnya diletakkan dengan terlentang pada papan. Sisi sisi tubuh ikan dan sirip-siripnya kemudian dipatok menggunakan jarum pentul agar ikan tidak berubah posisi dan sirip-siripnya dalam kondisi tegak. Tahap berikutnya adalah mengolesi ikan dengan larutan formalin menggunakan kuas gambar. Bagianbagian ikan yang dioleskan adalah bagian sirip-siripnya seperti sirip anal, sirip dorsal, sirip caudal. Selanjutnya mencampur satu liter larutan formalin 40% dengan tiga liter aquades kedalam toples sambil menunggu agar tubuh ikan terutama sirip-siripnya mengeras. Setelah terasa mengeras, jarum pentul dapat dicabut dan ikan yang telah mengeras dimasukkan kedalam toples kemudian ditutup serta diberi label.

Bab III Pembahasan Ikan
III.1 Habitus Ikan

Gambar 1. Morfologi Ikan Kerapu (Ephinephelus fuscoguttatus) Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) adalah salah satu jenis ikan lautan yang banyak dibudidayakan oleh nelayan atau perusahaan -perusahaan pengolahan ikan kerapu. Di wilayah Internasional, ikan kerapu macan lebih dikenal dengan sebutan brown-marbled grouper. Ikan ini ditemukan oleh Forsskal pada tahun 1775. Sistem klasifikasi ikan kerapu macan adalah sebagai berikut : (EOL, 2010) Kingdom Phylum Kelas Ordo Family Genus Species : Animalia : Chordata : Actinopterygii : Perciformes : Serranidae : Epinephelus : Epinephelus fuscoguttatus

Ikan ini memiliki bentuk tubuh pipih dengan sirip caudal berbentuk bundar. Posisi mulutnya terminal dan memiliki kelengkapan sirip (Anal, Caudal, Dorsal 1, Dorsal 2, Pektoral, Ventral). Ikan ini berwarna hitam bergaris-garis dan bercak-bercak kuning di tubuhnya. Ikan ini memiliki jumlah sirip keras 10 dan sirip lemah 14-15 pada sirip dorsalnya, jumlah sirip keras 3 dan sirip lemah 8 pada sirip analnya. Ikan ini memiliki panjang maksimum 120 cm baik jantan maupun betina. Panjang ikan ini umumnya 50 cm. Berat maksimum ikan ini 11 kg dan maksimum berumur 40 tahun. III.2 Lingkungan dan Distribusi Ikan Ikan kerapu biasa ditemukan pada wilayah tropis. Ikan ini biasa ditemukan lingkungan batu karang, lautan dalam pada kisaran kedalaman 1 m. Distribusi ikan -60 kerapu yaitu Laut Merah dan Afrika Timur sampai Samoa dan Pulau Phoenix, Jepang, Australia, dan Indonesia. (Fishbase, 2009)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->