P. 1
Apakah Hakikat Hidup Itu

Apakah Hakikat Hidup Itu

|Views: 2,000|Likes:
Published by sarzkidsme

More info:

Published by: sarzkidsme on Apr 17, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/17/2012

pdf

text

original

Apakah hakikat hidup itu ? Hidup ini bukan tentang mengumpulkan nilai.

Namun, hidup ini adalah tentang siapa yang kau cintai dan siapa yang kau sakiti. Tentang bagaimana perasaanmu tentang dirimu sendiri. Tentang kepercayaan, kebahagiaan, dan welas asih. Hidup adalah tentang menghindari rasa cemburu, mengatasi rasa tidak peduli, dan membina kepercayaan. Tentang apa yang kau katakan dan yang kau maksudkan. Tentang menghargai orang apa adanya dan bukan karena apa yang dimilikinya. Dan yang terpenting, hidup ini adalah tentang memilih untuk menggunakan hidupmu untuk menyentuh hidup orang lain dengan cara yang tak bisa digantikan dengan cara yang lain. Hidup adalah tentang pilihan-pilihan itu. Jadi hakikat hidup bisa diuraikan seperti berikut :

Makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.

Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial. yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.

Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya.

Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati

Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas

Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.

Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial.

Kita hidup di dunia adalah untuk semakin belajar membuka hati dan mengikuti kasih Tuhan. Dengan belajar membuka hati dan mengikuti Kasih Tuhan dalam kondisi apapun, Karena Kasih Tuhan selalu tersedia setiap saat secara berkelimpahan untuk kita semua, maka seharusnya sebagai wujud syukur yang benar, kita harus menerimanya setiap saat pula.. Bekerja dengan penuh rasa syukur , makan dan minum dengan penuh rasa syukur. Karena hidup adalah waktu yang diberikan Tuhan buat berkarya memelihara apa yang ada di dunia, mengembalikan buat kemuliaan Tuhan . Semua aspek kehidupan akan menjadi indah bila kita bisa mensyukuri segala hal yang diberikan oleh Tuhan.

Apakah hakikat tujuan hidup ?

Hakikat tujuan hidup manusia adalah menuju kepada Tuhan . Karena Tuhan adalah yang menciptakan kita. Tidak logis jika Tuhan yang dengan susah payah menciptakan kita, dan menaruh kita di sini selama beberapa dasawarsa lalu hanya membiarkan kita meninggal dalam penderitaan yang kadang disebabkan oleh kanker, siksaan, bencana, gempa bumi, dan semacamnya. Oleh karena itu, tujuan hidup manusia adalah untuk mengenal Tuhan. Mengenal Tuhan berarti mengenal keagungan diri kita sendiri, mengenal seluruh kekuatan kosmik yang merupakan bagian dalam diri kita sendiri. Jadi jika kita mengatakan sebagian, maka itu juga berarti keseluruhan, Anda mengerti. Misalkan, jika jari-jari saya disilet, walaupun itu hanyalah satu jari, tetapi jari itu melekat dengan tubuh saya, dan merupakan salah satu bagian dalam tubuh saya, milik saya. Meskipun itu hanya bagian dari tubuh saya, tetapi jari itu satu dengan tubuh saya, dan bagian yang utuh dari tubuh saya. Oleh karena itu, kita adalah bagian dari kekuatan kosmik, tetapi kita juga utuh jika kita terhubungkan kembali. Celah kecil di antaranya kemudian disambung kembali pada saat inisiasi. Kita pergi ke dalam batin, kita masuk ke dalam batin, kita mencoloknya, maka kita bersatu dengan seluruh alam semesta. Oleh karena itu, kita memberkati siapa saja yang datang, tanpa menggunakan tangan atau melakukan apapun kepada mereka. Siapa saja orang yang kita kasihi atau mempunyai pertalian darah, maka mereka juga diselamatkan atau diberkati dalam bentuk yang lain. Tergantung pada karma dan kasih kita kepada mereka. Tuhan sebagai pencipta manusia telah

memberikan kehidupan kepada manusia sehingga kita wajib untuk selalu mengingat dan mendekatkan diri kepada pencipta kita .

Dan dalam manusia menjalankn tujuan hidupnya maka manusia akan sering mendapat cobaan dari Tuhan . Tetapi hal ini tentu saja mempunyai tujuan yaitu supaya manusia dapat membuktikan apakah manusia itu sungguh –sungguh percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga bisa dikatakan bahwa tujuan hidup manusia ialah untuk selalu takut akan Tuhan dan selalu melakukan perbuatan sesuai dengan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa . Selain itu tujuan kita hidup itu ialah supaya kita selalu mempunyai hubungan baik dengan sesama kita . Karena kita manusia sesama makhluk ciptaan Tuhan haruslah saling menghormati dan mengasihi sesama kita manusia . Sebab Tuhan sebagaimana pencipta kita telah mengasihi kita lebih dahulu. Setidaknya kita mampu membantu sesama manusia yang dalam keadaaan sulit . Lalu manusia tidak hanya harus mengasihi sesama manusia saja , tetapi lingkungan atau alam indah yang telah diberikan kepada manusia sehingga manusia harus menggunakan dan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan dan kesejrahtraan hidup manusia . Setidaknya pekerjaan yang kita lakukan itu bermanfaat bagi sesama manusia . Dan dalam manusia menjalankan kehidupannya manusia haruslah bekerja , sebab dengan bekerja manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya masing-masing . Dan waktu pun sangat berkaitan erat dengan sasaran dari tujuan hidup manusia, karena tujuan hidup seseorang ada di masa depan sehingga kita merencakan sesuatu selalu untuk masa depan bukan masa lalu. Jim Dornan dan DR. John C. Maxwell menyatakan di bukunya yang berjudul Strategi Menuju Sukses “Jika Anda menghargai waktu Anda, rencanakanlah terlebih dahulu bagaimana Anda akan menghabiskan waktu Anda itu.” Kita sering menjalani sisa kehidupan ini dengan menganggap enteng waktu itu dan akhirnya bergerak tetapi tidak pada tujuan. Waktu tak akan pernah berhenti, tak akan pernah capek atau istirahat, dan waktu tidak bisa dibeli dengan apapun . Jadi dengan demikian waktu adalah menjadi tujuan hidup kita , artinya kita harus memanfaatkan waktu yang ada selama kita hidup di dunia ini.

Apakah hakikat kewajiban hidup ?

Manusia dalam menjalani hidupnya haruslah tetap selalu beribadah kepadaNya . Sebab Tuhan merupakan pencipta dari manusia itu sendiri sehingga kita perlu selalu mengingat kebesaranNya . Selain itu manusia bekerja supaya mampu dalam mencukupi kebutuhan ekonomi manusia itu sendiri dan manusia hidup wajib mencari ilmu/belajar agar tidak dalam kebodohan dan selalu mau berusaha dalam hidup . Sehingga dengan begitu manusia bisa mandiri dan tidak bergantung dari orang lain. Lakukanlah apa yang harus dilakukan dengan kesungguhan, jangan memikirkan dan terpaku pada hasilnya. Entah baik, entah buruk, atau entah gado-gado, jangan terpaku pada hasil yang terpenting adalah melakukan dengan kesungguhan apa yang harus dilakukan. Tuhan yang akan memberi nilai pada yang dilakukan itu dan selama hidup telah melakukan pekerjaan dengan kesungguhan maka dapat dipastikan bahwa hasilnya akan "memuaskan". Puas bukan terletak pada nilai sempurna tetapi ada pada kemauan mensyukuri akan hasil yang telah dicapai dari apa yang dilakukan. Dalam hidup, kita harus mampu bersyukur jika telah boleh melakukan pekerjaan yang dipercayakan walaupun kadang hasilnya jauh dari yang namanya sempurna, karena dengan demikian kesia-siaan tidak pernah ada dalam hidup kita.Banyak orang yang menjadi "gila" karena merasa telah melakukan yang terbaik tetapi hasilnya tidak dipandang baik oleh orang lain bahkan dicemooh, Mengapa harus memusingkan pendapat orang lain? Jika telah melakukan dengan kesungguhan dan melakukan yang terbaik maka pantaslah hasil itu disyukuri dan kalau tidak berkenan pada orang lain itu urusan lain dan kalau masih diberi kesempatan tetap melakukan kesempatan itu dengan baik dan penuh kesungguhan. Orang yang terus mau melakukan pekerjaan dengan kesungguhan dan sepenuh hati, orang demikianlah yang telah melakukan kewajibannya dan dengan melakukan kewajiban itu maka pintu "surga" sudah dibukakan bagi dirinya. Maka tak harus ada keraguan dalam hidup kalau telah melakukan kewajiban dengan baik. Kewajiban adalah sesuatu "Pekerjaan" yang lahir dari kedalaman hati tanpa ada tuntutan dari luar karena hukumnya wajib maka pekerjaan itu adalah menunjang keberlangsungan hidup. Pekerjaan yang dipandang kewajiban memberikan efek yang luar biasa sehingga harus dilakukan dengan kesungguhan dan sepenuh hati. Manusia juga wajib menjaga dan menyelamatkan lingkungan sebab Tuhan telah memberikan lingkungan itu kepada manusia sehingga sudah sepantasnya manusia memelihara lingkungan dan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya .

Sebenarnya hidup bukanlah sekumpulan kewajiban, melainkan peluang untuk melakukan banyak kebajikan atau kebaikan. Sebab kita diciptakan untuk saling membantu satu sama lain . Dan lebih sering untuk membantu sesama yang kesusahan Nikmatilah hidup dengan cara sadar atas apa yang sedang terjadi dan tahu bagaimana itu bisa terjadi, agar lebih mengenal-Nya! Hidup merupakan sejumlah proses (perubahan) ke arah yang lebih baik lalu rangkumlah itu menjadi sesuatu (prinsip). Jadi, jalani hidup ini dengan prinsip! Prinsip dan proses bisa dianalogikan dengan hidup dan kerja, bukan? Jadilah orang yang berpusat dan berdasar! Maksudnya, berpusat yaitu tenang, seimbang, sehingga tidak mudah murung atau pun gembira. Berdasar, tahu dimana kita berdiri lalu mengetahui untuk apa kita berdiri. Jadilah orang yang sederhana. Jika ingin merasakan hidup secara bebas, hiduplah secara sederhana tak perlu banyak memiliki namun banyak memberi. Itulah sebaiknya kehidupan yang kita jalankan .

Apakah hakikat perlunya hidup ? Manusia sebagai makhluk Tuhan, sebagai makhluk bebas dan otonom, makhluk yang berjiwa dan berbadan, makhluk individu dan makhluk sosial, merupakan potensi-potensi yang selalu bergerak dinamis ke arah suatu tujuan yang sama dalam perbedaan segala kepentingan. Jadi masing-masing unsur itu mempunyai kepentingan sendiri-sendiri yang berbeda-beda, dan tidak aneh jika sering terjadi benturan-benturan dan saling berebut prioritas. Keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan bertentangan secara mutlak dengan keberadaannya sebagai makhluk otonom yang bebas dan lepas dari Tuhan. Sedangkan keberadaan kejiwaannya berhadaphadapan dengan wujud badannya. Makhluk individu yang otonom dan berjiwa bebas juga berada secara paradoks dengan kecenderungan sosialnya. Tiap-tiap unsur itu ternyata mempunyai kebutuhan dan kepentingan yang harus dipenuhi dengan tanpa pilih kasih. Dalam praktiknya, prioritas pemenuhannya adalah suatu cara yang mau tidak mau harus dilakukan. Karena tidaklah mungkin dua kepentingan yang sama diselenggarakan dalam ruang dan waktu yang bersamaan. Mana yang mendesak harus didahulukan, sehingga harmonisasi pemenuhan kepentingan yang diidealkan itu hanya

bisa ada dalam angan-angan belaka. Sebagai makhluk Tuhan, manusi mempunyai kepentingan dan kebutuhan yang bersifat Ketuhanan. Manusia mencoba menghubungkan dirinya kepada Tuhan dengan cara berdoa dan memuji kebesaranNya. Dalam hal itu, manusia menyerahkan diri, hidup dan kehidupannya secara total kepada Tuhan. Ia merasakan suatu kepuasan tertentu, mendapatkan ketenangan dan kesejukan spiritual. Ia merasa lega dan mendapat kekuatan baru sehingga tega dan teguh tanpa keraguan dan ketakutan di dalam menjalani hidup dan kehidupannya. Setelah manusia merasa berdiri kukuh di atas dirinya dengan otonomi dan kekuatan penuh, ia berupaya untuk hidup dan mengembangkan kehidupannya. Dari sini ia mulai menyadari bahwa kepasrahan dan ketergantungan tidak menghasilkan sepiring nasi, seteguk air dan sebagainya. Lalu manusia keluar dari belenggu ketergantungan kepada Tuhan, Semakin ia menekuni kemandiriannya itu, maka semakin berada dalam jarak-jarak tertentu dari Tuhan, semakin jauh dan tidak peduli lagi dengan Tuhan, akhirnya jatuh ke dalam tingkah laku yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Memang ketergantungan kepada Tuhan itu tidak menjamin secara langsung kebutuhan kebutuhan hidup manusia. Oleh karena itu manusia harus berdiri sendiri dan menikmati sendiri hasilnya. Akan tetapi manusia harus sadar bahwa otonomi dan kebebasan itu tumbuh dan berkembang dari Tuhan. Karena itu manusia yang mewarisi secara langsung otonomi dan kekuasaan Tuhan, seharusnya mengembangkan otonomi dan kebebasannya itu menurut nilai Ketuhanan. Selanjutnya hakekat pribadi manusia sebagai jiwa dan raga, masingmasing mempunyai kebutuhan dan kepentingan. Antara jiwa dan raga memang sering mempunyai kebutuhan yang selaras dan seharusnya demikian. Akan tetapi seringkali pula kebutuhan keduanya saling tolak menolak atau saling berebut kekuasaan. Untuk menyelaraskan kebutuhan jiwa dan raga maka harus dilaksanakan dengan memperhatikan batas-batas yang sesuai, bukan berlebihlebihan. Sehingga pemenuhan kebutuhan raga bisa memberikan ketenangan jiwa dan pemenuhan kebutuhan jiwa bisa memberikan kesegaran raga. Kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan sosial juga menuntut kebutuhan dan kepentingan sendiri-sendiri, dimana pada praktiknya kedua kebutuhan tersebut saling berhadaphadapan dan saling tarik menarik. Oleh karena itu manusia harus bisa mengatur agar

setiap kebutuhan dam kepentingannya bisa terpenuhi. Maka di dalam suatu masyarakat juga perlu diadakan pembagian kerja, yaitu memberikan kesempatan kepada individu yang melaksanakan kebutuhan dan kepentingan ke-Ilahi-an, kejiwaan, keragaan dan keindividuan, sedangkan yang lain melaksanakan kegiatan sosial.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->