P. 1
Eksperimen Fisika: Efek Foto Listrik

Eksperimen Fisika: Efek Foto Listrik

|Views: 4,159|Likes:
Published by ABDUS SOLIHIN
Ahli fisika Inggris James Clerk Maxwell mengemukakan bahwa setiap
perubahan medan listrik akan menghasilkan medan magnet, dan setiap perubahan
medan magnet akan memicu munculnya medan listrik. Selanjutnya Maxwell
menunjukkan bahwa kelajuan gelombang elektromagnetik dalam ruang hampa
sama dengan kelajuan gelombang cahaya. Akhirnya Maxwell menyimpulkan
bahwa cahaya terdiri dari gelombang elektromagnetik yang dapat ditangkap oleh
mata.
Pada pemahaman fisika klasik (sebelum abad ke-19), konsep gelombang
elektromagnetik dari cahaya belum mendapat dukungan eksperimental. Kemudian
ahli fisika Jerman Heinrich Hertz tahun 1888 membuktikan bahwa gelombang
elektromagnetik benar adanya dan berperilaku tepat seperti ramalan Maxwell.
Dalam eksperimennya, Hertz mendapati bahwa percikan sinar pada transmiter
terjadi bila cahaya ultra ungu diarahkan pada salah satu logam. Selanjutnya,
ditemukan bahwa penyebab percikan ini adalah elektron yang terpancar bila
frekuensi cahaya cukup tinggi. Gejala percikan elektron tersebut kemudian
dikenal dengan efek fotolistrik.
Dalam peristiwa efek fotolistrik, nilai energi kinetik maksimum elektron
sebanding dengan energi potensial oleh 2 elektroda ( E e V ) k    . Hal tersebut
sesuai dengan yang hukum Planck yang menyatakan bahwa besar energi kuantum
adalah sebanding dengan perkalian antara frekuensi dan konstanta Planck
(E hv ) F  . Dengan menghubungkan kedua hal tersebut, dapat ditentukan nilai
h / p dengan melakukan eksperimen efek fotolistrik.
Ahli fisika Inggris James Clerk Maxwell mengemukakan bahwa setiap
perubahan medan listrik akan menghasilkan medan magnet, dan setiap perubahan
medan magnet akan memicu munculnya medan listrik. Selanjutnya Maxwell
menunjukkan bahwa kelajuan gelombang elektromagnetik dalam ruang hampa
sama dengan kelajuan gelombang cahaya. Akhirnya Maxwell menyimpulkan
bahwa cahaya terdiri dari gelombang elektromagnetik yang dapat ditangkap oleh
mata.
Pada pemahaman fisika klasik (sebelum abad ke-19), konsep gelombang
elektromagnetik dari cahaya belum mendapat dukungan eksperimental. Kemudian
ahli fisika Jerman Heinrich Hertz tahun 1888 membuktikan bahwa gelombang
elektromagnetik benar adanya dan berperilaku tepat seperti ramalan Maxwell.
Dalam eksperimennya, Hertz mendapati bahwa percikan sinar pada transmiter
terjadi bila cahaya ultra ungu diarahkan pada salah satu logam. Selanjutnya,
ditemukan bahwa penyebab percikan ini adalah elektron yang terpancar bila
frekuensi cahaya cukup tinggi. Gejala percikan elektron tersebut kemudian
dikenal dengan efek fotolistrik.
Dalam peristiwa efek fotolistrik, nilai energi kinetik maksimum elektron
sebanding dengan energi potensial oleh 2 elektroda ( E e V ) k    . Hal tersebut
sesuai dengan yang hukum Planck yang menyatakan bahwa besar energi kuantum
adalah sebanding dengan perkalian antara frekuensi dan konstanta Planck
(E hv ) F  . Dengan menghubungkan kedua hal tersebut, dapat ditentukan nilai
h / p dengan melakukan eksperimen efek fotolistrik.

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: ABDUS SOLIHIN on Apr 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/23/2013

pdf

text

original

Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.

cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA










EKSPERIMEN EFEK FOTO LISTRIK

LAPORAN EKSPERIMEN FISIKA I
Diajukan guna memenuhi tugas praktikum Eksperimen Fisika I





Oleh
Abdus Solihin
071810201067






LABORATORIUM OPTOELEKTRONIKA DAN FISIKA MODERN
JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS JEMBER
2009
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA


Kata Pengantar
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam yang telah memberi sangat
banyak kenikmatan kepada makhluknya, sehingga dengan kenikmatan itu hamba
ini mampu menyelesaikan tulisan ini. Shalawat dan salam tetap tercurahkan
kepada Rasullullah Muhammad SAW yang telah menyampaikan risalah kebaikan
akhlak, keobjektifan berpikir, dan kemaksimalan humanisme lewat ayat-ayat
Qur’aniah yang dibawanya berupa Al-Qur’an, Al-Hadits, dan peluang kemajuan
yang berupa ayat-ayat kauniah.
Salah satu dari sedemikian banyaknya ayat kauniah tersebut adalah
fenomena “Efek Foto Listrik”. Dan demikianlah tulisan ini, yang secara khusus
menyudut pandangi pola teknologi dan sosial-ekonomi, diharapkan dapat
menambah kerangka filosofis bagi penulis, dan semoga juga bagi pembaca, guna
kemaksimalan nilai-nilai kemanusiaan kita dihadapan sesama dan dihadapan Sang
Pencipta.
Demikian kami ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada:
1. Ketua Jurusan Fisika: Bpk. Dr. Edy Sutrisno, M.Si
2. Dosen pembimbing
3. Dan semua orang yang telah berkontriusi demi terselesaikannya karya ini
Sebagaimana peribahasa tak ada gading yang tak retak, maka penulis
mengharapkan kritik dan saran guna penyempurnaan tulisan selanjutnya. Penulis
ucapkan terimakasih banyak atas perhatiannya.


Penulis,

ABDUS SOLIHIN






Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA


ABSTRAK
Eksperimen Efek Foto Listrik
(Abdus Solihin, Jurusan Fisika Fmipa Universitas Jember)




Percobaan efek foto listrik merupakan salah satu eksperimen dalam
menentukan ketetapan Planck (h=
34
10 62618 , 6
÷
× ). Efek foto listrik sendiri
merupakan peristiwa loncatan elektron dari suatu plat karena pegaruh cahaya
yang datang. Dimana energi kinetik elektron dapat diketahui dari potensial
penghenti
0
V melalui hubungan
2
max max 0
2 / 1 mv E eV = = . Dengan hubungan
energi kuantum Planck dapat diperoleh nilai tetapan Planck h ( u h E = ).
Sehingga dapat diketahui bahwa nilai energi kinetik merupakan selisih dari total
energi cahaya dan energi ambang batas dengan persamaan
0
u ÷ = u h E
K
.
Dengan demikian, didapatkan bahwa harga h/e (8.688x10
-16
± 2.635) J.s/kg.



Kata kunci : Efek fotolistrik, potensial penghenti, energi ambang batas











Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA



DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL
ABSTRAK................................................................................................ ii
DAFTAR ISI ………………………………………………………........ iii
KATA PENGANTAR.............................................................................. iv
BAB.1 PENDAHULUAN………………………………………………. 1
Latar Belakang ………………………………………………. 1
Rumusan Masalah…………………………………………… 2
Tujuan Praktikum…………………………………………… 2
Manfaat Praktikum………………………………………….. 2
BAB.2 TINJAUAN PUSTAKA...... ………………………………..….. 3
BAB.3 METODE PENELITIAN………………………………………. 7
3.1.Alat dan Bahan……………………………………………….. 7
3.2 Langkah Kerja ………………………………………………. 8
3.3.Metode Analisis ……………………………………………..... 9
BAB.4 HASIL DAN PEMBAHASAN…………………………………. 12
4.1.Hasil …………………………………………………………… 12
4.2.Pembahasan …………………………………………………… 14
BAB.5 PENUTUP………………………………………………………. 15
5.1.Kesimpulan …………………………………………………... 15
5.2.Saran ………………………………………………………..... 15
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN


Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA


BAB 1. PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Ahli fisika Inggris James Clerk Maxwell mengemukakan bahwa setiap
perubahan medan listrik akan menghasilkan medan magnet, dan setiap perubahan
medan magnet akan memicu munculnya medan listrik. Selanjutnya Maxwell
menunjukkan bahwa kelajuan gelombang elektromagnetik dalam ruang hampa
sama dengan kelajuan gelombang cahaya. Akhirnya Maxwell menyimpulkan
bahwa cahaya terdiri dari gelombang elektromagnetik yang dapat ditangkap oleh
mata.
Pada pemahaman fisika klasik (sebelum abad ke-19), konsep gelombang
elektromagnetik dari cahaya belum mendapat dukungan eksperimental. Kemudian
ahli fisika Jerman Heinrich Hertz tahun 1888 membuktikan bahwa gelombang
elektromagnetik benar adanya dan berperilaku tepat seperti ramalan Maxwell.
Dalam eksperimennya, Hertz mendapati bahwa percikan sinar pada transmiter
terjadi bila cahaya ultra ungu diarahkan pada salah satu logam. Selanjutnya,
ditemukan bahwa penyebab percikan ini adalah elektron yang terpancar bila
frekuensi cahaya cukup tinggi. Gejala percikan elektron tersebut kemudian
dikenal dengan efek fotolistrik.
Dalam peristiwa efek fotolistrik, nilai energi kinetik maksimum elektron
sebanding dengan energi potensial oleh 2 elektroda ) ( V e E
k
A = A . Hal tersebut
sesuai dengan yang hukum Planck yang menyatakan bahwa besar energi kuantum
adalah sebanding dengan perkalian antara frekuensi dan konstanta Planck
) ( hv E
F
= . Dengan menghubungkan kedua hal tersebut, dapat ditentukan nilai
p h / dengan melakukan eksperimen efek fotolistrik.


Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA


1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengaruh fungsi kerja dari suatu fotodioda?
2. Berapa nilai ketetapan planck (h/e) energi kinetik maksimum fotoelektron
dari eksperiman efek foto listrik yang dilakukan?
3. Bagaimana pengaruh filter transmisi terhadap potensial penghenti?
4. Bagaimana pengaruh warna terhadap nilai potensial penghenti?

1.3 Tujuan
Dari rumusan masalah tersebut, memunculkan tujuan eksperimen sebagai
berikut:
1. Mengetahui fugsi kerja (work function) dari suatu fotodioda
2. Menentukan nilai ketetapan plack (h/e) dan energi kinetik maksimum
fotoelektron
3. Mengetahui pengaruh filter transmisi terhadap potensial penghenti
4. Mengetahui pengaruh warna terhadap potensial penghenti

1.4 Manfaat Praktikum
Eksperimen efek fotolistrik merupakan salah satu eksperimen dalam
pengungkapan sifat dualisme partikel gelombang dari cahaya. Sehingga
pemahaman yang lebih jauh melalui eksperimen ini dapat menambah khazanah
pemahaman terhadap sifat-sifat foton yang selanjutnya dapat dipergunakan dalam
pengambangan sumber energi alternatif lewat sel Foto Voltage atau sel surya.



Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA


BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA


Secara umum yang disebut efek fotolistrik adalah gejala yang
bersangkutan dengan pengaruh penyinaran cahaya pada permukaan logam
terhadap sifat-sifat kelistrikan logam. Pada efek fotolistrik, pengaruh cahaya
terhadap sifat kelistrikan bahan bukan hanya disebabkan oleh sifat cahaya sebagi
gelombang ekektromagnetik, tetapi jug sifat cahaya sebagai pembawa tenaga.
Meskipun gelombang elektromagnetik juga pembawa arus tenaga, namun hal ini
tidak dapat digunakan untuk menjelaskan gejala fotolistrik. Albert Einstein
mengemukakan hipotesa bahwa untuk menerangkan gejala efek fotolistrik cahaya
harus dipandang pula sebagai pancaran unit-unit tenaga atau kuantum-kuantum
tenaga yang disebut foton. Kemudian, muncullah istilah baru dalam ilmu fisika
mengenai dualisme partikel gelombang. (Soedojo,1998)
Sebelum Albert Einstein mengemukakan teorinya, pada tahun 1901 Planck
telah mempublikasikan hasil penemuannya tentang hukum radiasi cahaya
elektromagnetik. Planck mendapatkan bahwa kuanta yang berpautan dengan
frekuensi tertentu ) (u dari cahaya, semuanya harus berenergi sama dan bahwa
energi E ini berbanding lurus dengan u
u h E = (2.1)
Dimana :
E = Energi Kuantum
h = tetapan Planck (6,626 x 10
-34
J.s)
u = Frekuensi
(Beiser,1999)
Pada peristiwa efek fotolistrik ini, terdapat beberapa hal yang tidak dapat
dijelaskan oleh pemahaman klasik, antara lain :
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA


a) Tidak ada keterlambatan waktu antara datangnya cahaya pada permukaan
logam dan terpancarnya elektron.
b) Energi fotoelektron bergantung pada frekuensi cahaya.
Energi kinetik elektron, energi cahaya, dan energi minimum dari cahaya
yang diperbolehkan memiliki hubungan :

0
u ÷ =
C K
E E (2.2)
Jelas, jika energi cahaya E kurang dari energi minimum
0
u tidak ada elektron
yang terpancar. Sehingga dengan rumusan Planck tentang energi (pers 2.1),
persamaan 2.2 dapat dituliskan sebagai

0
u ÷ = u h E
K
(2.3)
Energi minimum
0 0
u o e = disebut sebagai fungsi kerja(work function) dari logam.
Dari persamaan 2.3 diperoleh

0
u ÷ = u h E
K
; untuk 0 =
k
E

h
h
0
0
0
o
u
o u
=
=
(2.4)
(Purwanto,1999)
Dalam eksperimen efek fotolistrik ini, diukur laju dan energi kinetik
elektron. Eksperimen ini menggunakan tabung vakum (ruang hampa). Hal ini
harus dilakukan agar elektron tidak kehilangan energinya karena bertumbukan
dengan partkel-partikel udara. Dalam tabung vakum terdapat lempeng metal dan
kolektor. Lempeng metal disinari dengan cahaya sehingga terjadi pemancaran
elektron. Elektron yang terpancar kemudian ditangkap oleh kolektor.(Krane,
1992)
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA


Berdasarkan data-data eksperimen yang dilakukan oleh Richardson dan
Compton pada tahun 1912, emisi (pemancaran) dari fotolistrik harus memenuhi
hukum-hukum dibawah ini :
a) Arus fotolistrik (yaitu jumlah elektron yang dipancarkan perdetik)
berbanding lurus dengan intensitas sinar datang.
b) Untuk setiap permukaan metal yang fotosensitif, maka akan terdapat suatu
harga frekuensi minimal (frekuensi ambang) diman elektron akan mulai
terpancar.
c) Energi kinetik maksimum dari fotoelektron yang dipancarkan berubah
secara linear dengan frekuensi cahaya yang datang, tetapi tidak bergantung
pada intesitas cahaya.
Jika digambarkan
max
E sebagai fungsi dari u dengan intensitas yang konstan
maka akan diperoleh suatu garis lurus dengan h = u tan dan memotong
sumbu absis di
0
u u = [ ( )
0 max
0 0 u u ÷ = ÷ = h E ].


Gambar 2.1 : Grafik
max
E sebagai fungsi dari frekuensi u
(Sumber : bab 1. Teori Kuantum Radiasi_ Fisika Modern)

u
max
E
0
u h ÷
u
( )
0 max
u u ÷ = h E
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA


Bertambahnya intensitas cahaya memberi arti bahwa semakin banyak foton
yang menumbuk permukaan metal, yang berarti bertambah banyak pula
fotoelektron yang dipancarkan dengan kecepatan yang sama (energi kinetik
tetap).
d) Untuk suatu permukaan metal, terdapat potensial penghenti
0
V yang
berbanding lurus dengan frekuensi dari sinar datang tetapi tidak bergantung
pada intensitasnya.
Potensial penghenti
0
V adalah beda harga dari potensial penghambatan
antara kedua elektroda yang akan menyetop atau menghentikan aliran
fotoelektron yang dipancarkan permukaan logam.

2
max max 0
2
1
mv E eV = = (2.5)
(Muljono, 2003)















Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA


BAB 3. METODE PENELITIAN

3.1 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam eksperimen ini adalah:
1. Mercury Light Source: sebagai sumber foton / elektromagnetik dengan
beberapa panjang gelombang.
2. h/e apparatus: untuk memunculkan fotoelektron dipermukaan fotodioda
ketika sel ini disinari.
3. h/e accessory kit: berfungsi sebagai komponen pelengkap dalam eksperimen
efek fotolistrik
4. Lensa / Grating Blazed 500 nm: untuk menangkap cahaya yang dipancarkan
dari sumber cahaya merkuri
5. Light block: berfungsi untuk membloking/menghalangi cahaya.
6. Diffraction sets: sebagai alat untuk menyebarkan cahaya yang masuk.
7. Relative transmission: berfungsi sebagai filter transmisi dengan intensitas
persentase tertentu.
8. Voltmeter digital: berfungsi untuk mengukur tegangan.
9. Yellow Filter: berfungsi untuk meneruskan spektrum warna kuning.
10. Green Filter: berfungasi untuk meneruskan spektrum warna hijau.

3.2 Langkah Kerja
Langkah kerja yang perlu dilakukan dalam eksperimen ini adalah sebagai
berikut:
(Gambar dihalaman berikutnya!)


Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA



1. Peralatan disusun seperti gambar dibawah ini:








2. Sumber cahaya merkuri dihidupkan dan ditunggu sekitar 5 menit sampai
muncul cahaya.
3. Sumber cahaya merkuri diamati dan dipastikan memancarkan lima spektrum.
4. h/e apparatus dihidupkan dan posisinya diatur sehingga salah satu spektrum
cahaya sumber mengenai bagian tengah jendela fotodioda.
5. Tombol “push to zero” / “discharge” pada panel h/e apparatus ditekan untuk
membuang muatan akumulasi pada fotodioda.

Bagian I
6. Posisi h/e apparatus diatur sehingga salah satu spektrum cahaya sumber masuk
ke dalam fotodioda.
7. Yellow filter untuk spektrum warna kuning.
8. Filter yang dipilih diletakkan tepat di depan reflektif h/e apparatus dengan
ditempelkan pada komponen holder.
Cahaya
Masuk
Grating
filter
h/e aparatus
voltmett
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA


9. Relative transmission diletakkan di depan reflektif h/e apparatus (atau di depan
filter jika menggunakan filter). Intensitas spektrum dipilih angka 100% dan
ditransmisikan menuju fotodioda. Tombol “discharge” ditekan lalu dilepas.
10. Nilai tegangan yang terbaca pada voltmeter dicatat.
11. Relative transmission dipilih untuk harga 80%, 60%, 40%, dan 20%.
12. Langkah 9 sampai 11diulang lagi untuk warna-warna yang lain.

Bagian II
13. Posisi h/e apparatus diatur sehingga spektrum warna kuning pada orde satu
mengenai jendela fotodioda. yellow filter diletakkan di depan h/e apparatus.
Tombol push zero ditekan, lalu dilepaskan.
14. Tegangan output (potensial penghenti) dicatat.
15. Langkah 13 dan 14 diulangi untuk setiap warna spectrum yang ada. Green
filter digunakan ketika kita mulai mengukur spectrum cahaya hijau.
Pengukuran dilakukan secara berurutan dari gelombang panjang ke gelombang
pendek (kuning ke ultraviolet).

3.3 Analisis Data
3.2.1 Tabel Pengamatan
Bagian I
Warna Filter Transmisi (%) Potensial Penghenti
(volt)
Semua warna
Orde satu
100 s/d 20


Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA


Bagian II
Warna
Panjang
Gelombang
( ) m
10
10 ,
÷
ì
Frekuensi
( ) Hz v
14
10 , ×
Potensial Penghenti
( ) volt ,
0
o
Semua
warna
Orde satu

Semua
warna
Orde satu


3.2.2 Ralat
Grafik
Persamaan umum untuk grafik di bawah ini adalah
V

y = mx + c


frekuensi (υ)


Dari grafik dapat diperoleh nilai m (gradient) dan c.
- m (gradien)


e e
h
V
0
o
u ÷ = A
e
h
m =
me h =
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA


- c
(konstanta)


- ralat m
( )
( )
2
2
2
2
¯ ¯
¯
÷
÷ ÷
=
i i
i i
m
x x N
c x y
o
dimana
N = jumlah data
i
x = frekuensi spectrum sumber
i
y = tegangan output (beda potensial)
- ralat c
( ) | || |
( ) | |
2
2
2 2
2
¯ ¯
¯ ¯
÷
÷ ÷
=
i i
i i i
c
x x N N
x c mx y
o
dimana
N = jumlah data
i
x = frekuensi spectrum sumber
i
y = tegangan output (beda potensial)
c = konstanta
- nilai m ( )
e
h

m m m A ± =

- Nilai deskrepansi
( ) ( )
( )
% 100 ×
÷
=
acuan
acuan
e
h
e
h
e
h
D























e
c
0
o
=
ce ÷ =
0
o
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA


BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Tabel 4.1 Data Hasil Pengamatan I
Percobaan dengan menggunakan Relative Transmision
Warna
Potensial Penghenti (V)
100 % 80 % 60 % 40 % 20 %
Kuning 0,417 0.353 0,221 0,214 0,210
Hijau 0,423 0,402 0,233 0,219 0,213
Biru - - - - -
Ungu 0,56 0,425 0,250 0,227 0,220
Ultra ungu 0,561 0,491 0,346 0,302 0,267

Tabel 4.2 Data Pengamatan Percobaan II
Percobaan dengan menggunakan filter kuning
Warna λ (nm) ν (Hz)
Potensial Penghenti
(V)
kuning 5,78
8
10
÷
× 5,19
14
10 × 0,036
hijau 5,46
8
10
÷
× 5,49
14
10 × 0,036
biru 4,35x10
-8
6,87x10
14
-
ungu 4,05
8
10
÷
× 7,41
14
10 × 0,036
ultra ungu 3,65
8
10
÷
× 8,20
14
10 × 0,036
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA



Tabel 4.3 Data Pengamatan Percobaan III
Percobaan dengan filter hijau
Warna λ (nm) ν (Hz)
Potensial Penghenti
(V)
kuning 5,78
8
10
÷
× 5,19
14
10 × 0,036
hijau 5,46
8
10
÷
× 5,49
14
10 × 0,036
biru 4,35x10
-8
6,87x10
14
-
ungu 4,05
8
10
÷
× 7,41
14
10 × 0,036
ultra ungu 3,65
8
10
÷
× 8,20
14
10 × 0,036

Grafik Hubungan Potensial Penghenti dan Frekuensi

Gambar 4.1 Grafik Hubungan Potensial Penghenti dan Frekuensi

y = 1.096x + 3.830
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
0 2 4 6
p
o
t
e
n
s
i
a
l

p
e
n
g
h
e
n
t
i

V

(
v
o
l
t
)
frekuensi (Hz)
Grafik Hubungan Potensial Penghenti & Frekuensi
Series1
Linear (Series1)
Linear (Series1)
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA


Hasil :
Nilai ralat yang diperoleh melalui hasil perhitungan :
m Ralat m c Ralat c
8.688x10
-
16

2,635 -0.164 1,744x10
+15


Nilai ketetapan Planck acuan dan hasil perhitungan :
Harga h (j.s) acuan Harga h (j.s) pada grafik
0
o
(volt)
34
10 62618 , 6
÷
×

1,392x10
-34


2.627x10
-20


Nilai deskkepansi D=0,79%
) ( m m m o + =

) ( c c c o × =

= (8.688x10
-16
± 2.635) j.s/kg = (-0.164±1.744x10
15
) volt

Dengan
e
h
m =
dan
e
c
0
o
=


4.2 Pembahasan
Dalam percobaan ini, didapatkan data bahwa semakin kecil nilai relatif
transmision (yang diunjukkan dengan penurunan dengan range dari 100% hingga
20%), maka nilai potensial penghenti untuk masing-masing warna semakin
membesar. Misalnya untuk warna kuning, dari bernilai 0,417 volt pada relatif
transmision 100% menjadi 0,210 volt pada relatif transmision 20%. Penurunan
nilai potensial penghenti tersebut juga berlaku untuk jenis warna-warna lain yang
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA


diamati. Sehingga disini dapat diketahui bahwa nilai relatif transmision
berbanding terbalik dengan nilai potensial penghenti untuk masing-masing warna,
yaitu semakin besar nilai potensial penghenti maka nilai relatif transmision akan
semakin kecil. Demikian juga, semakin kecil nilai potensial penghenti maka nilai
relatif transmision akan semakin besar.
Dalam spektrum warna kuning, hijau, ungu, dan ultra ungu, dari data
pengamatan didapati bahwa warna kuning memiliki nilai potensial penghenti
paling kecil dari pada jenis warna yang lain untuk satu nilai relatif transmision.
Sebagai contoh, pada nilai relatif transmision 100%, warna kuning memiliki nilai
potensial penghenti sebesar 0,417 volt, sedangkan warna hijau, ungu, dan ultra
ungu berturut-turut bernilai: 0,423 volt; 0,456 volt; 0,561 volt. Sedangkan warna
yang memiliki nilai potensial penghenti paling besar dari jenis warna yang diamati
untuk satu nilai relatif transmision adalah warna ultra ungu. Hal ini terindikasi
misalnya pada relatif transmision 60%, warna ultra ungu memiliki potensial
penghenti sebesar 0,346 volt, sedangkan warna-warna lain memiliki nilai range
antara 0,221 volt hingga 0,250 volt yang jauh dibawah nilai potensial penghenti
warna ultra ungu.
Sedangkan pada percobaan yang kedua, dengan menggunakan filter
kuning maupun hijau, hanya cahaya dengan konfigurasi yang sama dapat
dilewatkan, yaitu warna kuning saja maupun warna hijau saja. Sehingga didapati
bahwa nilai potensial penghenti untuk masing-masing warna relatif bernilai sama.
Hal ini terjadi karena sifat dari filterisasi itu endiri yang meneruskan hanya satu
panjang gelombang cahaya.



Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA


BAB 5. PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Dari hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa bahwa : .
1. Fotodioda memiliki fungsi kerja dalam mengetahui hubungan antara relatif
transmision, warna (panjang gelombang cahaya), dan nilai potensial
penghenti untuk masing-masing warna yang selanjutnya dihubungkan
dengan nilai ketetapan plank yang mengarak pada sifat cahaya sebagai
gelombang elektro magnetik, sehingga memperkuat teori dualisme
gelombang-partikel
2. Dari hasil pengukuran diperoleh harga kg s j
e
h
/ . 10 4
16 ÷
× = sehingga harga
kg s j h / . 10 43812 , 36
47 ÷
× = . Sedangkan
e
h
dengan menggunakan tetapan
planck dan massa elektron sehingga harga kg s j
e
h
/ . 10 72738 , 0
3 ÷
× = .
3. Nilai relatif transmision berbanding terbalik dengan nilai potensial
penghenti untuk masing-masing warna, yaitu semakin besar nilai potensial
penghenti maka nilai relatif transmision akan semakin kecil
4. Dalam spektrum warna kuning, hijau, ungu, dan ultra ungu, didapati
bahwa warna kuning memiliki nilai potensial penghenti paling kecil dari
pada jenis warna yang lain untuk satu nilai relatif transmision dan nilai
potensial penghenti semakin besar ketika mendekati warna ultra ungu.

5.2 Saran
Gelombang cahaya untuk warna biru dalam eksperimen yang dilakukan
sulit teridentifikasi, sehingga disini diperlukan sensor penangkap yang lebih peka
lagi untuk lebih mendapatkan keakuratan data.

Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA


DAFTAR PUSTAKA


Beiser, Arthur. 1999. Konsep Fisika Modern. Jakarta: Erlangga.
Krane, Kenneth. 1992. Fisika Modern. Jakarta: Universitas Indonesia.
Muljono. 2003. Fisika Modern. Yogyakarta: Andi.
Purwanto, Agus.1999. Fisika Kuantum. Yogyakarta: Penerbit Gaya Media.
Tim Penyusun Panduan Praktikum Laboratorium Optoelektronika dan Fisika
Modern, 2009. Buku Panduan Eksperimen Fisika I. Jurusan Fisika.
FMIPA: Universitas Jember.




















Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA


LAMPIRAN

Perhitungan
Percobaan dengan menggunakan filter kuning
Warna λ (nm) ν (Hz)
Potensial Penghenti
(V)
kuning
5,78
8
10
÷
× 5,19
14
10 × 0,036
hijau
5,46
8
10
÷
× 5,49
14
10 × 0,036
biru 4,35x10
-8
6,87x10
14
-
ungu
4,05
8
10
÷
× 7,41
14
10 × 0,036
ultra ungu
3,65
8
10
÷
× 8,20
14
10 × 0,036

Percobaan dengan filter hijau
Warna λ (nm) ν (Hz)
Potensial Penghenti
(V)
kuning
5,78
8
10
÷
× 5,19
14
10 × 0,036
hijau
5,46
8
10
÷
× 5,49
14
10 × 0,036
biru 4,35x10
-8
6,87x10
14
-
ungu
4,05
8
10
÷
× 7,41
14
10 × 0,036
ultra ungu
3,65
8
10
÷
× 8,20
14
10 × 0,036

Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA


Ralat Grafik
Warna
i
V
(volt) i
v (Hz)
2
Vi
2
i
v
c
kuning
0,13 5,19
14
10 × 0,0169 2,69
29
10 × 0,4122
hijau
0,12 5,49
14
10 × 0,0144 3,01
29
10 ×
ungu
0,17 7,41
14
10 × 0,0289 5,49
29
10 ×
ultra
ungu 0,27 8,20
14
10 × 0,0729 6,73
29
10 ×
Σ 0,69 2,63
15
10 × 0,1331 1,79212
30
10 ×

) ( v × ÷ ÷ m c V
2
) ( v × ÷ ÷ m c V
V × v
-0,557190745 0,310462
6,74274
13
10 ×
-0,567805707 0,322403
6,58795
13
10 ×
-0,521696609 0,272167
1,25946
13
10 ×
-0,423306938 0,179189
2,21471
13
10 ×
-2,07 1,084221
4,80724
14
10 ×


Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA


Untuk nilai m: ; Untuk nilai c

2 2
) ( i i N
Vi i iVi N
m
v v
v v
¯ ÷ ¯
¯ ¯ ÷ ¯
=
N
i m Vi
c
v ¯ ÷ ¯
=
= 4,23
16
10
÷
× = 0,4122

Untuk ralat m ; Untuk ralat y
2 2
2
2
) ( i i N
V N
m
v v
o
o
¯ ÷ ¯
=
2 2
) (
1
i m c Vi
N
y v o ÷ ÷ ¯ =
=
31
10 55 , 1
÷
× ÷ = 0,268444618
( )
2 2
2
) (
i i
N
m N
m
v v
o
o
E ÷ E
=
=
31
10 55 , 1
÷
× ÷
=
14
10 39 , 3
÷
×
Untuk ralat c
2 2
2 2
2
) ( i i N
i V
c
v v
v o
o
¯ ÷ ¯
¯
=
2 2
2 2
) ( ) (
i i
i
N
V
c
v v
v o
o
E ÷ E
E
=
=
16
10 06 , 1
÷
× ÷ =
16
10 06 , 1
÷
× ÷
= 1,0295
8
10
÷
×

) ( m m m o + = ) ( c c c o × =
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA


= ( )
14
10 ) 39 , 3 23 , 4 (
÷
× ± j.s/kg = ( )
8
10 ) 0295 , 1 1422 , 0 (
÷
× ± volt
Koefisien regresi linier
2 2 2 2
) ( ) ) ( ( Vi Vi N i i N
Vi i iVi N
R
¯ ÷ ¯ ¯ ÷ ¯
¯ ¯ ÷ ¯
=
v v
v v

= 1,00294
16
10
÷
×
Keterangan :
N = banyaknya pengukuran (4x pengukuan)

c
e
m
e
h
=
=
0
o

i
xi
Vi Yi
v =
=

Dikrepansi pengukuran adalah bagaimana hasil pengukuran dibandingkan
nilai acuan yang sudah diketahui
100 ×
÷
=
acuan
e
h
acuan
e
h
e
h
D %
= -1,00 % 10
2
×
Dengan : h/e dari grafik = 4
16
10
÷
× j.s/kg
h/e acuan = 0,72728
3
10
÷
× j.s / kg

Pada grafik hubungan antara V dengan v diperoleh :
1053 , 0 ) 10 4 (
16
× × =
÷
x y

e
Q
0

v A v
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA





Harga h/e acuan dengan :
kg s j
e
h
kg e
s j h
/ . 10 72738 , 0
10 10953 , 9
. 10 62618 , 6
3
31
34
÷
÷
÷
× =
× =
× =

Harga h/e dan harga
0
o pada grafik hubungan antara V dan v adalah
s j
h
kg s j
e
h
. 10 43812 , 36
) 10 10953 , 9 )( 10 4 (
/ . 10 4
47
31 16
16
÷
÷ ÷
÷
× =
× × =
× =

volt
e
31
31
0
0
10 9592 , 0
) 10 10953 , 9 ( ) 1053 , 0 (
1053 , 0
÷
÷
× ÷ =
× × ÷ =
÷ =
o
o

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->