P. 1
EKSPERIMEN FISIKA: SINAR KATODA & MUATAN ELEKTRON

EKSPERIMEN FISIKA: SINAR KATODA & MUATAN ELEKTRON

|Views: 9,100|Likes:
Published by ABDUS SOLIHIN
Tabung sinar katoda adalah tabung hampa udara yang dibuat dengan memanfaatkan teknik pevakuman Geisler yang dapat memancarkan elektron dalam bentuk sinar katoda sebagai sinar hijau pucat ketika saklar dihubungkan. Percobaan ini dilakukan oleh Julius plocker. Kemudian peristiwa ini dijelaskan oleh Sir William Crockes pada tahun 1879 yang berhasil menunjukkan bahwa sinar katoda adalah berkas sinar bermuatan negatif yang oleh Thompson disebut sebagai elektron.
Pengukuran nilai muatan elektron (e) dapat dapat diketahui setelah percobaan yang dilakukan oleh J.J. Thompson, yaitu dengan menggunakan peralatan tabung sinar katoda yang dilengkapi dengan Medan listrik dan Medan magnet. Harga e dapat didekati dengan harga perbandingan e/m yang diperoleh dari hubungan antara nilai arus (I), tegangan elektroda (V), dan radius lintasan elektron (r). Hubungan antar ketiganya dapat diketahui dari sifat-sifat coil helmholzt yang menyebabkan adanya gaya sentripetal yang membuat elektron berbentu lingkaran dari gaya linier yang timbul akibat perbedaan tegangan listrik antara katoda dengan anoda. Bertolak dari percobaan yang pernah dilakukan oleh Thompson tersebut, eksperimen ini mencoba untuk membuktikan kembali hubungan-hbungan tersebut.
Percobaan mengenai sinar katoda adalah salah satu eksperimen untuk mengetahui kaakteristik dari elektron yang merupakan partikel sub-atomik yang fundamental dalam terbentuknya arus listrik. Sehingga eksperimen ini penting dilakukan mengingat wilayah aplikasi kelistrikan yang sangat luas.
Tabung sinar katoda adalah tabung hampa udara yang dibuat dengan memanfaatkan teknik pevakuman Geisler yang dapat memancarkan elektron dalam bentuk sinar katoda sebagai sinar hijau pucat ketika saklar dihubungkan. Percobaan ini dilakukan oleh Julius plocker. Kemudian peristiwa ini dijelaskan oleh Sir William Crockes pada tahun 1879 yang berhasil menunjukkan bahwa sinar katoda adalah berkas sinar bermuatan negatif yang oleh Thompson disebut sebagai elektron.
Pengukuran nilai muatan elektron (e) dapat dapat diketahui setelah percobaan yang dilakukan oleh J.J. Thompson, yaitu dengan menggunakan peralatan tabung sinar katoda yang dilengkapi dengan Medan listrik dan Medan magnet. Harga e dapat didekati dengan harga perbandingan e/m yang diperoleh dari hubungan antara nilai arus (I), tegangan elektroda (V), dan radius lintasan elektron (r). Hubungan antar ketiganya dapat diketahui dari sifat-sifat coil helmholzt yang menyebabkan adanya gaya sentripetal yang membuat elektron berbentu lingkaran dari gaya linier yang timbul akibat perbedaan tegangan listrik antara katoda dengan anoda. Bertolak dari percobaan yang pernah dilakukan oleh Thompson tersebut, eksperimen ini mencoba untuk membuktikan kembali hubungan-hbungan tersebut.
Percobaan mengenai sinar katoda adalah salah satu eksperimen untuk mengetahui kaakteristik dari elektron yang merupakan partikel sub-atomik yang fundamental dalam terbentuknya arus listrik. Sehingga eksperimen ini penting dilakukan mengingat wilayah aplikasi kelistrikan yang sangat luas.

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: ABDUS SOLIHIN on Apr 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/13/2015

pdf

text

original

Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.

cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA









EKSPERIMEN SINAR KATODA (e/m)

LAPORAN EKSPERIMEN FISIKA I
Diajukan guna memenuhi tugas praktikum Eksperimen Fisika I untuk Mahasiswa
Fisika Semester V




Oleh
Abdus Solihin
071810201067






LABORATORIUM OPTOELEKTRONIKA DAN FISIKA MODERN
JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS JEMBER
2009
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam yang telah memberi sangat
banyak kenikmatan kepada makhluknya, sehingga dengan kenikmatan itu hamba
ini mampu menyelesaikan tulisan ini. Shalawat dan salam tetap tercurahkan
kepada Rasullullah Muhammad SAW yang telah menyampaikan risalah kebaikan
akhlak, keobjektifan berpikir, dan kemaksimalan humanisme lewat ayat-ayat
Qur’aniah yang dibawanya berupa Al-Qur’an, Al-Hadits, dan peluang kemajuan
yang berupa ayat-ayat kauniah.
Salah satu dari sedemikian banyaknya ayat kauniah tersebut adalah
fenomena Sinar Katodayang merupakan eksperimen dalam mengetahui lebih juh
sifat-sifat elektron. Dan demikianlah eksperimen ini dapat menambah kerangka
filosofis bagi penulis, dan semoga juga bagi pembaca, guna kemaksimalan ilai-
nilai kemanusiaan kita dihadapan sesama dan dihadapan Sang Pencipta.
Demikian kami ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada:
1. Ketua Jurusan Fisika: Bpk. Dr. Edy Sutrisno
2. Dosen pembimbing praktikum: Bpk. Supriadi, S.Si
3. Asisten pembimbing
Sebagaimana peribahasa tak ada gading yang tak retak, maka penulis
mengharapkan kritik dan saran guna penyempurnaan tulisan selanjutnya. Penulis
ucapkan terimakasih banyak atas perhatiannya.


Penulis

Abdus Solihin

Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA


ABSTRAK
Eksperimen Sinar Katoda
(Abdus Solihin, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Jember)

Eksperimen dalam menentukan besar muatan elektron pertma kali dilakukan oleh
J. J. Thompson. Dalam percobaanya, Thompson menggunakan tabung sinar
katoda yang dilengkapi listrik dan medan magnet serta mempercepat sinar katoda
melalui tegangan tinggi yang kemudian dikendalikan dengan medan magnet yang
dihsilkan oleh sepasang koil Helmholtz. Eksperimen ini didasarkan pada
eksperimen Thompson tersebut, yaitu hubungan perbandingan e dan m dapat
diperoleh dengan mengukur jari-jari sinar r pada setiap nilai arus I dengan
beberapa nilai Tegangan V. Nilai arus I berbanding terbalik dengan r. nilai e/m
diperoleh dari hubungan kesetimbangan gaya antara gaya magnet dan gaya
sentripetal electron yang disebabkan adanya medan magnet. Dari data yan
diperoleh pada eksperimen tersebut, didapati bahwa nilai radius berbanding
lurus dengan nilai penambahan arus listrik pada elektron gun dan berbanding
terbalik dengan nilai tegangan pada coil Helmhoztz.


Kata Kunci: Sinar Katoda, Coil Helmholzt, Electron Gun, Radius Elektron







Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA

BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tabung sinar katoda adalah tabung hampa udara yang dibuat dengan
memanfaatkan teknik pevakuman Geisler yang dapat memancarkan elektron
dalam bentuk sinar katoda sebagai sinar hijau pucat ketika saklar dihubungkan.
Percobaan ini dilakukan oleh Julius plocker. Kemudian peristiwa ini dijelaskan
oleh Sir William Crockes pada tahun 1879 yang berhasil menunjukkan bahwa
sinar katoda adalah berkas sinar bermuatan negatif yang oleh Thompson disebut
sebagai elektron.
Pengukuran nilai muatan elektron (e) dapat dapat diketahui setelah
percobaan yang dilakukan oleh J.J. Thompson, yaitu dengan menggunakan
peralatan tabung sinar katoda yang dilengkapi dengan Medan listrik dan Medan
magnet. Harga e dapat didekati dengan harga perbandingan e/m yang diperoleh
dari hubungan antara nilai arus (I), tegangan elektroda (AV), dan radius lintasan
elektron (r). Hubungan antar ketiganya dapat diketahui dari sifat-sifat coil
helmholzt yang menyebabkan adanya gaya sentripetal yang membuat elektron
berbentu lingkaran dari gaya linier yang timbul akibat perbedaan tegangan listrik
antara katoda dengan anoda. Bertolak dari percobaan yang pernah dilakukan oleh
Thompson tersebut, eksperimen ini mencoba untuk membuktikan kembali
hubungan-hbungan tersebut.
Percobaan mengenai sinar katoda adalah salah satu eksperimen untuk
mengetahui kaakteristik dari elektron yang merupakan partikel sub-atomik yang
fundamental dalam terbentuknya arus listrik. Sehingga eksperimen ini penting
dilakukan mengingat wilayah aplikasi kelistrikan yang sangat luas.


Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA

1.2 Rumusan Masalah
1. Apa hubungan antara beda tegangan elektroda pemercepat ( ) V A dengan
jari-jari lintasan berkas elektrón (r) untuk setiap nilai arus (I)?
2. Apa hubungan antara nilai arus lisrik pada coil Helmhozt ( I ) dengan jari-
jari lintasan berkas elektrón (r)?
3. Bagaimana persamaan linear untuk masing-masing harga arus I?
4. Berapa nilai perbandingan e/m yang diperoleh?

1.3 Tujuan Praktikum
Praktikum ini bertujuan untuk :
1. Mengetahui hubungan antara beda tegangan elektroda ( ) V A dengan jari-
jari lintasan berkas elektrón (r) untuk setiap nilai arus (I)
2. Mengetahui hubungan antara nilai arus lisrik pada coil Helmhozt ( I )
dengan jari-jari lintasan berkas elektrón (r)
3. Mendapatkan persamaan linear untuk masing-masing harga arus I
4. Mengetahui harga perbandingan e/m melalui percobaan yang dilakukan
lalu membandingkan dengan percobaan yang pernah dilakukan oleh J. J.
Thompson

1.4 Manfaat Praktikum
Dengan melakukan eksperimen ini, mahasiswa dapat mengetahui dan
memahami sifat dan karakteristik elektron sehingga dapat menunjang
pengaplikasian lebih lanjut dari sifat-sifat kelistrikan


Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

Pada tahun 1891, George Johnstone Stoney menyatakan bahwa sinar
katoda terbentuk dari hamburan elektron. Sinar katoda tidak tampak hanya
melalui pengaruh fluoresensi dari statu bahan sinar ini dapat dilacak.

Gambar 2.1: Pembelokan sinar katoda dalam medan listrik
Sumber gambar: Fundametal Concepts of Chemistry

Sinar katoda merupakan berkas distribusi elektron yang terbentuk didalam
tabung sinar katoda. Gambar diatas adalah diagram skematis bagian-bagian
sebuah tabung sinar katoda (pembelokan sinar katoda dalam medan listrik).
Tabung sinar katoda ini memiliki ruang yang didalam tabungnya sangat vakum.
Katoda sebelah kiri sangat ditinggikan temperaturnya dengan alat pemanas, dan
elektrón-elektronnya menguap dari permukaannya. Penguapan elektrón ini disebut
sinar katoda. Sinar-sinar katoda dipercepat melalui tegangan tinggi yang
dikendalikan dengan medan magnet yang dibangkitkan oleh sepasang koil.(Sears
Zemansky, 1986: hal 618)
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA


Jika partikel bermuatan (elektron) jika bergerak dengan kecepatan v di
daerah dengan kuat medan B, maka pertikel tersebut akan mengalami
pembelokkan yang diakibatkan oleh timbulnya gaya magnetik (Fm). Jika muatan
elektron adalah e dan kecepatannya v, maka elektron akan mengalami gaya
magnetik yang besarnya :
Fm = ev x B (2.1)
Dimana: Fm = Fs
Maka: evB = mv
2
/r atau mv = P = eBr (2.2)
Persamaan diatas disebut formula siklotron, karena persamaan tersebut
menggambarkan gerak partikel di dalam sebuah siklotron (alat pemercepat
partikel). (Wiyanto, 2008:75-76)





Gambar 2.2: Pembelokan sinar katoda dalam medan magnet
Sumber gambar: Ilmu Kimia Untuk Universitas, Jilid 1

Dalam hal ini, J.J. Thompson seorang ahli físika yang berasaldari Inggris
pada tahun 1897 melakukan percobaan yang bertujuan untuk mencari
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA

perbandingan antara besarnya muatan suatu partikel (misalnya elektrón e) dengan
massa partikel itu. Thompson mengamati bahwa penyimpangan partikel di dalam
tabung yang dilengkapi dengan listrik dan medan magnet yang arahnya tegak
lurus. Elektrón dilepaskan dari filamen katoda K, sehingga bergerak menuju
anoda yang potensialnya lebih tiggi daripada K. Pancaran elektroda dari K menuju
A ini juga disebut sinar katoda. (Tobing, 1986 :4.6)

Dalam percobaan sinar katoda tersebut terdapat dua gaya yang bekerja
yaitu gaya elektromagnetik dan gaya sentripetal.gaya sentripetal ini muncul
diakibatkan karena bentuk lintasan dari gaya elektromagnetik berbentuk
lingkaran,sehingga pada saat memesuki daerah medan magnetik akan terjadi
kesetimbangan gaya yaitu antara gaya magnetik dan gaya sentripetal yang
diuraikan sebagai berikut :
F
m
=
C
F
EvB =
r
v
m
2

Br
v
m
e
= (2.3)

2 / 1
2
|
.
|

\
| A
=
m
V e
v (2.4)
Formula dari nilai kecepatan elektron tersebut dapat diperoleh karena
berkas elektron di peroleh dengan menggunakan elektron gun dan di percepat
melalui beda potensial V A ,Sehingga akan menghasilkan energi potensial elektron
( V eA ) yang seluruhnya diubah menjadi energi kinetik elektron sebesar
|
.
|

\
|
2
2
1
mv
ketika elektron tersebut mencapai ujung yang lain.
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA

Sedangkan besar medan magnet yang mempengaruhi pergerakan linear
elektron di daerah koil Helmholtz di tentukan dengan persamaan :
a
I N
B
4 / 3
0
) 4 / 5 (
u
= (2.5)
dimana N adalah jumlah lilitan pada koil, I adalah arus yang mengalir, a adalah
radius Helmholtz koil dan
0
u adalah konstanta permeabilitas udara (yang besarnya
0
u =
7
10 4
÷
x t )
Dengan demikian didapatkan nilai (e/m) di peroleh dari dua besaran
kecepatan elektron v dan kuat medan magnet B, yaitu :
2
0
2 2 / 3
) (
) 4 / 5 ( 2
rI N
a V
Br
v
m
e
u
A
= = (2.6)
Penjelasan dari masing-masing simbol tersebut adalah sebagai berikut:
V A : Potensial pemercepat (volt)
A : radius Helmholtz koil (a= 15 cm)
N : Jumlah lilitan pada Helmholtz koil (N = 130 lilitan)
I : arus lilitan pada Helmholtz (ampere)
R : radius sinar elektron (meter)
0
u : konstanta permeabilitas udara (
0
u =
7
10 4
÷
x t )
(Tim Penyusun, 2009 :3)




Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA

BAB 3. METODE PENELITIAN

3.1 Alat dan Bahan
Peralatan yang digunakan dalam eksperimen sinar katoda sebagai berikut:
1. Peralatan pengukuran e/m: Peralatan yang terdiri dari tabung sinar katoda, koil
helmhozt, pengatur tegangan dan arus listrik, elektron gun, dan sebagainya
yang berfungi sebagai objek tempat pengamatan dan pengaturan sistem
percobaan, serta tempat visualisasi radius elektron
2. High voltage DC power supply: Sebagai Sumber tegangan masukan pada
elektroda yang memicu pergerakan linear elektron
3. Low voltage AC/DC power supply: Sebagai Sumber tegangan masukan pada
coil helmholtz yang memicu medan magnet B yang menyebabkan pergerakan
melingkar elektron
4. Digital voltmeter: Alat untuk mengukur nilai tegangan
5. Kabel penghubung: Untuk menghubungkan arus listrik dari satu komponen ke
komponen yang lain

3.2 Langkah Kerja
1. Alat dirangkai seperti gambar 3.1
2. Sebelum pengukuran berlangsung dipastikan semua aliran listrik dalam
posisi off. Switch toggle diletakkan posisi up.
3. Pengatur arus Helmholtz diputar pada posisi off. Koil Helmholtz
dihubungkan dengan tegangan rendah, semua arus dan sumber tegangan
diletakkan pada posisi nol.
4. filamen elektrón gun dihubungkan dengan power suplí bertegangan tetap
6,3 VAC atau VDC. Pemercepat electróde dihubungkan pada tegangan Dc
(0 – 500 volt). Sumber tegangan pada posisi nol.
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA

5. Semua sumber tegangan dan arus listrik dihidupkan. secara perlahan–lahan
sumber tegangan filament diputar, perlu diperhatikan besarnya voltmeter
sampai sebesar 6 volt. Tegangan elektroda pemercepat dinaikkan pada harga
sekitar 100 Volt. Lintas berkas elektron akan terlihat berwarna kebiru-biruan.
6. Sumber tegangan koil Helmholtz dinaikkan pada harga sekitar 7 volt, sumber
arusnya dinaikan sehingga dapat diamati perubahan pada lintasan
berkaselektron. Pengatur arus diputar pada panel keposisi sekitar ¾
maksimum.
7. Posisi sumber arus koil Helmholtz diletakkan pada harga I = 1A.
8. Posisi sumber tegangan elektroda pemercepat diletakkan pada harga V = 90
volt. Radius lintasan berkas elektron dicatat.
9. Pengukuran pada langkah 8 diulangi sebanyak 10 kali untuk V A yang berbeda
(100, 105,......,145).
10. Pengukuran pada langkah 7 s/d 9diulangi sebanyak 3 kali untuk arus I yang
berbeda.

3.3 Gambar Rangkaian Percobaan






Gambar 3.1: susunan eksperimen e/m
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA

Sumber gambar: eksperimen fisika-I_Lab. FisMod & Optoelektronik
3.3 Metode Analisis
- .Untuk mencari harga (e/m) digunakan rumus sebagai berikut:
( )
( )
2
0
2
3
4
5
2
NIr
a V
m
e
u
= dimana :
2 2
2 3
) (
) 4 5 ( 2
r
V
NI
a
m
e
o

=
u

( )
( )
|
|
.
|

\
|
=
2
0
2 3
4 5 2
NI
a
u
o
2
r
V
m
e
o =

- Membuat Grafik
Persamaan garis linier dari grafik adalah x m y = .
Dimana m adalah gradient grafik yang didapat dari:
V
ma
e
R
V
e
m
r
r
V
m
e
=
=
=
o
o
2
2
dengan
m
e
=
o


V
y = (em/o)x
R=r
2

Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA

Grafik Hubungan Antara Beda potensial(volt) dengan Jari-jari(m)

= y mx
m
e
m
o
=
m
e
o
| =
o
|
=
m
e

Dimana:
ΔV : potensial pemercepat ( Volt )
a : radius Helmholtz koil ( a = 15 cm )
N : jumlah lilitan pada Helmholtz koil ( N = 130 )
I : arus listrik pada Helmholtz ( Ampere )
r : radius sinar katoda ( meter )
μ
0
: konstanta permeabilitas udara ( )
7
0
10 4
÷
× = t u
- Untuk mencari besarnya diskrepansi digunakan persamaan sebagai berikut:
( ) ( )
( )
% 100 ×
÷
=
acuan
acuan
m e
m e m e
D
dengan
kg
c
kg
c
m
e
acuan
11
31
19
10 76 , 1
10 1 , 9
10 6 , 1
× =
×
×
=
|
.
|

\
|
÷
÷



Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Untuk I = 1 A dan V = 7 Volt, grafiknya adalah sebagai berikut:

Dimana nilai ralatnya:
0,55
C/kg 03 - 7.09E
3296678
kg 7291 23987
1
1
1
1
1
1 1
=
=
|
|
.
|

\
|
=
|
.
|

\
|
=
± = =
D
m
e
m
|
o
o
|

Untuk I = 1,1 A dan V = 7 Volt, grafiknya adalah
sebagai berikut:
y = 20803x + 58.16
R² = 0.996
0
20
40
60
80
100
120
140
160
0.000 0.001 0.002 0.003 0.004 0.005
T
e
g
a
n
g
a
n

E
l
e
k
t
r
o
d
a

(
V
)
Kuadrat Radius Lintasan Elektron (m)
Series1
Linear (Series1)
m(β) e/m
23987 7,91E+10
c PA
44,11 2
α D(%)
3296678 0,55
∆m = 2525

Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA


Dimana nilai ralatnya adalah:
m(β) e/m
44758 1,22E+11
c PA
5,439 2
α D(%)
2724528 0,31
∆m
5189

Untuk I = 1,2 A dan V = 7 Volt, grafiknya adalah sebagai berikut:
y = 44758x + 10.43
R² = 0.988
0
50
100
150
0.000 0.001 0.002 0.003 0.004
T
e
g
a
n
g
a
n
E
l
e
k
t
r
o
d
a

(
V
)
Kuadrat Radius Lintasan Elektron (m)
Grafik Hubungan Kuadrat Radius Lintasan Elektron vs Tegangan
Elektroda
Series1
Linear (Series1)
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA


Dimana nilai ralatnya adalah:
m(β) e/m
39373 9,01E+10
c PA
22,33 1
α D(%)
2289360 0,49
∆m
16775




y = 39291x + 41.78
R² = 0.993
0
50
100
150
0.000 0.001 0.001 0.002 0.002 0.003 0.003
T
e
g
a
n
g
a
n

E
l
e
k
t
r
o
d
a

(
V
)
Kuadrat Radius Lintasan Elektron (m)
Grafik Hubungan Kuadrat Radius Lintasan Elektron vs Tegangan
Elektroda
Series1
Linear (Series1)
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA

Data Hasil Pengamatan:
Tabel 1.1: Tabel Pengamatan untuk I = 1 A
Pengukuran ke- Arus Helmholtz (A)
Radius Lintasan
(m)
Tegangan
Elektroda (V)
1 1 0,042 95
2 1 0,045 100
3 1 0,047 105
4 1 0,050 110
5 1 0,052 115
6 1 0,055 120
7 1 0,057 125
8 1 0,059 130
9 1 0,061 135
10 1 0,062 140

Tabel 1.2: Tabel Pengamatan untuk I = 1,3 A
Pengukuran ke- Arus Helmholtz (A)
Radius Lintasan
(m)
Tegangan
Elektroda-Yi (V)
1 1,1 0,042 95
2 1,1 0,045 100
3 1,1 0,046 105
4 1,1 0,049 110
5 1,1 0,050 115
6 1,1 0,051 120
7 1,1 0,052 125
8 1,1 0,053 130
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA

9 1,1 0,055 135
10 1,1 0,056 140

Tabel 1.3: Tabel Pengamatan untuk I = 1,6 A
Pengukuran ke-
Arus Helmholtz
(A)
Radius Lintasan
(m)
Tegangan Elektroda-
Yi (V)
1 1,2 0,037 95
2 1,2 0,039 100
3 1,2 0,040 105
4 1,2 0,041 110
5 1,2 0,043 115
6 1,2 0,045 120
7 1,2 0,046 125
8 1,2 0,047 130
9 1,2 0,049 135
10 1,2 0,050 140

4.2 Pembahasan
Dalam eksperimen ini, dilakukan pengukuran jari-jari berkas lintasan
elektron yang berbentuk linkaran sebanyak 3 kali pengukuran. Berkas lintasan
elektron tersebut dapat berbentuk lingkaran karena pengaruh mendan magnet B
yang dibangkitkan oleh koil Helmhotz, sehingga elektron yang dilepaskan oleh
elektron gun dan ditarik oleh beda potensial mengalami pergeseran lintasan dari
bentuk linier menjadi berbentuk lingkaran. Dari pola demikianlah, dicoba di tarik
korelasi antara nilai arus listrik pada koil Helmhotz, nilai beda tegangan elektron
gun dan besar radius yang terbentuk. Sehingga bisa didapat nilai akhir dari
perbandingan antara e/m guna mengetahui lebih jauh karakterisitik elektron.
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA

Dari eksperimen yang dilakukan, didapatkan pola bahwa pada arus listrik
koil Helmhotz bernilai tetap dan variable beda potensial diubah diperbesar, maka
nilai radius lintasan elektron juga turut menjadi lebih besar. Dan ini berlaku untuk
30 sampel uji coba yang dilakukan dengan 10 sampel pada arus helmhotz tetap 1
A, 10 sampel pada arus helmhotz tetap 1,1 A, dan 10 sampel pada arus helmhotz
tetap 1,2 A. Dengan demikian dapat diketahui bahwa nilai beda potensial
berbanding lurus dengan radius lintasan elektron yang terbentuk. Hal ini dapat
terjadi karena nilai beda potensial akan berpengaruh pada percepatan elektron gun
dalam lintasan linier.
Berbeda dengan pengamatan pada nilai variabel beda potensial tersebut.
Pada variabel berubah arus listrik dari 1 A, 1,1 A, menjadi 1,2 A didapatkan data
bahwa radius lintasan elektron cenderung semakin mengecil. Dengan demikian
diketahui bahwa semakin besar nilai arus listrik, maka besar medan magnet yang
dibangkikan oleh koil Helmhotz juga akan semakin besar. Perbesaran medan
magnet koil helmhotz tersebut menyebabkan nilai gaya sentripetal yang akibat
medan magnet juga menjadi semakin besar. Sehingga, didapatkan bahwa nilai
arus listrik pada koil helmhotz berbanding terbalik dengan besar radius lintasan
elektron.
Sedangkan nilai
acuan
m e ) / ( dari eksperimen Thompson dan harga (e/m)
hasil pengukuran menunjukkan nilai yang relatif mirip. Sehingga tidak didapati
perbedaan yang mencolok disini.






Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA

BAB 5. PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Dari hasil eksperimen dapat disimpulkan bahwa:
1. Nilai beda tegangan elektroda pemercepat ( ) V A berbanding lurus dengan jari-
jari lintasan berkas elektrón (r) untuk setiap nilai arus (I), yaitu semakin besar
nilai tegangan maka radiuspun semakin besar pula
2. Nilai arus lisrik pada coil Helmhozt ( I ) berbanding terbalik dengan jari-jari
lintasan berkas elektrón (r), dimana semakin besar nilai arus listrik yang
diiberikan, nilai radius menjadi semakin kecil
3. Dari grafik antara nilai beda potensial yang diberikan dengan nilai kuadrat
radius yang terbentuk didapatkan persamaan linear untuk masing-masing harga
arus I
4. Perbandingan harga e/m melalui percobaan yang dilakukan ekuivalen atau
mendekati harga e/m acuan yang pernah dilakukan oleh J. J. Thompson


5.2 Saran
Sebaiknya variable yang digunakan memiliki range yang lebih luas.
Sehingga akan didapatkan nilai yang lebih mendekati harga e/m acuan.




Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA

DAFTAR PUSTAKA

Keenan; Kleinfelter; Wood, 1989. Ilmu Kimia Untuk Universitas, Jilid 1.Jakarta:
Erlangga.
Musbach, Musaddiq,1996.Fisika Listrik Magnet dan Optik.Jakarta: Pusat
Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan.
Tim Penyusun Panduan Praktikum Laboratorium Optoelektronika dan Fisika
Modern, 2009. Buku Panduan Eksperimen Fisika I. Jurusan Fisika. FMIPA:
Universitas Jember.
Tobing, D. L.,1986. Teori Medan.jakarta : Penerbit Karunika Jakarta Universitas
Terbuka.
Wiyanto, 2008.Elektromagnetika. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Zemansky, Sears, 1986. Fisika Untuk Universitas 2 “Listrik Magnet”. Bandung:
Binacipta.










Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA



Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-Blog Edukasi ELHOBELA


You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->