P. 1
Mari Berlatih Membuat Dongeng

Mari Berlatih Membuat Dongeng

|Views: 826|Likes:
Published by Achmad Hidayat
Setiap orangtua dapat mendongeng untuk anak, apakah dongeng itu sekadar hiburan, atau untuk maksud lain. Cinta orangtua terhadap anaklah yang mendorong para orangtua menjadi kreatif, dan biasanya pengalaman hidup anak menjadi sumber ide.
Setiap orangtua dapat mendongeng untuk anak, apakah dongeng itu sekadar hiburan, atau untuk maksud lain. Cinta orangtua terhadap anaklah yang mendorong para orangtua menjadi kreatif, dan biasanya pengalaman hidup anak menjadi sumber ide.

More info:

Published by: Achmad Hidayat on May 19, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/14/2009

pdf

text

original

Mari Berlatih Membuat Dongeng

Oleh Lestari, SPd Setiap orangtua dapat mendongeng untuk anak, apakah dongeng itu sekadar hiburan, atau untuk maksud lain. Cinta orangtua terhadap anaklah yang mendorong para orangtua menjadi kreatif, dan biasanya pengalaman hidup anak menjadi sumber ide. Dengan sedikit berlatih, Anda dapat memperoleh pengalaman dan cara yang menyenangkan untuk menyampaikan cinta, nilai-nilai dan keyakinan Anda. Semua itu disampaikan secara halus melalui dongeng. Lawrence Kutner Ph.D. seorang ahli jiwa Psikiatri di Harvard, Amerika Serikat, mengatakan bahwa dongeng penting bagi anak karena dongeng dapat mengajak anak memasuki pengalaman hidup tanpa risiko. Anak juga dapat mengatasi persoalan dengan cara mengidentifikasikan diri dengan tokoh cerita. Melalui dongeng, persoalan-persoalan seperti pertama kali pergi ke sekolah, dapat diatasi dengan ‘enak’. Bagaimana meramu dongeng untuk anak?

1. Dimuai dengan kalimat “Pada suatu hari...” Kalimat ini mengarahkan anak pada suatu waktu dan tempat yang tak tertentu’ gunung-gunung dapat berbicara, pepohonan dapat berjalan, bebatuan dapat menari dan menyanyi. Menurut Lawrence Kutner, kalimat “Pada suatu hari” juga dapat memberi pesan pada anak bahwa Anda memberi sesuatu yang berbeda dari kenyataan. Selain, kalimat itu juga dapat menciptakan ketenangan dan memberi isyarat pada anak bahwa saat Anda bercerita itu merupakan saat yang istimewa bagi Anda dan anak. Contoh : Pada suatu hari, di suatu hutan lebat yang indah, di suatu sarang pohon yang tinggi, hiduplah seekor burung hantu kecil yang lembut dan baik hati. 2. Ciptakan tokoh Adanya tokoh yang menjadi idola anak merupakan hal penting yang harus ada di dalam cerita Anda. Karena anak-anak selalu siap mengidentifikasikan dirinya dengan binatang kecil, pilihlah binatang sebagai tokoh cerita Anda. Sambil berdongeng, Anda pun dapat menyisipkan harapan Anda. Berilah sifat pada tokoh cerita sesuai dengan sifat anak yang ingin Anda ubah. Misalnya, tikus cerdik atau kunang-kunang periang yang tak pernah mau tidur siang. Kemudian masukkan tokoh lain yang dibanggakan anak si topi merah yang belajar huruf, seorang anak kecil yang membangun menara dari bantal atau balok. Berikan nama yang menarik untuk tokoh-tokoh cerita Anda. Tupai Gembul, Kiki Kikuk, Paman Linglung, adalah nama-nama yang memudahkan anak untuk mengkhayalkan tokoh cerita. Dengan demikian cerita Anda pun menjadi lebih hidup.

Harian Sinar Indonesia Baru Online : http://www.hariansib.com

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->