P. 1
perilaku produsen

perilaku produsen

|Views: 3,566|Likes:
Published by Dito C Argiatama

More info:

Published by: Dito C Argiatama on Apr 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/12/2012

pdf

text

original

Dito C. Argiatama NPM.

10108616

PERILAKU PRODUSEN 1. PENDAHULUAN Produksi merupakan konsep arus (flow consept), bahwa kegiatan produksi diukur dari jumlah barang-barang atau jasa yang dihasilkan dalam suatu periode waktu tertentu, sedangkan kualitas barang atau jasa yang dihasilkan tidak berubah. 2. FUNGSI PRODUKSI A. Definisi Fungsi produksi adalah suatu fungsi yang menunjukkan hubungan antara berbagai kombinasi input yang digunakan untuk menghasilkan output. Asumsi dasar untuk menjelaskan fungsi produksi adalah berlakunya “the lawa of diminishing returns” yang menyatakan bahwa apabila suatu input ditambahkan dan input lain tetap maka tambahan output dari setiap tambahan satu unit input yang ditambahkan mula-mula menaik, tapi pada suatu tingkat tertentu akan menurun jika input tambahan tersubut terus menerus ditambahkan. Jadi dalam ini ada 3 tingkat produksi : 1) Tahap 1 2) Tahap 2 3) Tahap 3 : produksi terus bertambah dengan cepat : pertambahan produksi total semakin lama semakin mengecil : pertambahan produksi total semakin berkurang

B. Marginal Physical Product (MPP) MPP adalah tambahan output yang dihasilkan sebagai tambahan dari 1 unit input. Dinyatakan dengan dengan rumus sebagai berikut: = Dimana ∆Q = tambahan output ∆x = tambahan input MPP disebut juga dengan The Law Of Diminishing Marginal Physical Product. Kurva Total Physical Product (TPP) adalah kurva yang menunjukkan tingkat produksi total pada tingkat penggunaan input variable. Kurva MPP adalah kurva yang menunjukkan tambahan dari TPP yang disebabkan oleh penggunaan tambahan 1 unit input variable. ∆ ∆

=

=

∆ = ∆

( )

Kurva average Physical Product (APP) adalah kurva yang menunjukkan rata-rata per unit variable pada berbagai tingkat penggunaan input tersebut. = = = ( )

Pengaruh tenaga kerja terhadap tingkat produksi total

3.

ONGKOS PRODUKSI A. Definisi Ongkos produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperolah factor-faktor produksi guna memproduksi output. Kurva ongkos adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan. B. Macam Ongkos 1) Total fixed cost (ongkos total tetap) Adalah jumlah ongkos tetap yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi. Contoh: penyusutan, sewa dsb. 2) Total variable cost (ongkos total variable)

Adalah jumlah ongkos yang dibayarkan yang jumlahnya berubah menurut tingkat yang dihasilkan. Contoh: ongkos bahan mentah, tenaga kerja dsb. 3) Total cost (ongkos total) Adalah penjumlahan antara ongkos total tetap dengan ongkos total variable. 4) Average fixed cost (ongkos rata-rata tetap) Adalah ongkos tetap yang dibebankan pada setiap unit output. 5) Average variable cost (ongkos rata-rata variable) Adalah ongkos variable yang pada setiap unit output 6) Average total cost (ongkos rata-rata total) Adalah ongkos produksi yang dibebanan pada setiap unit output. 7) Marginal cost (ongkos margina) Adalah bertambah atau berkurangnya ongkos total karena bertambah atau berkurangnya satu unit output. 4. LEAST COST COMBINATION (LCC) Penggunaan kombinasi factor produksi dengan menggunakan biaya yang paling murah. Syarat LCC: MRTS (marginal rate of technical substitution), bila menambah salah satu input maka mengurangi penggunaan input. Dalam rangka untuk menentukan kombinasi terbaik dari modal dan tenaga kerja untuk menghasilkan output itu, kita harus mengetahui jumlah dana tersedia untuk produsen untuk dibelanjakan pada masukan dan juga harga masukan. Anggaplah bahwa produsen telah di pelepasannya. 10.000 untuk dua input, dan bahwa harga dari dua masukan sebagai. 1000 per unit modal dan. 200 per unit tenaga kerja. Perusahaan akan memiliki tiga kemungkinan alternatif sebelumnya. a) Untuk menghabiskan uang hanya pada modal dan aman 10 unit itu. b) Untuk menghabiskan jumlah tersebut hanya pada tenaga kerja dan mengamankan 50 unit tenaga kerja. c) Untuk menghabiskan jumlah tersebut sebagian pada modal dan sebagian pada tenaga kerja.

Garis harga faktor juga dikenal sebagai garis isocost karena mewakili berbagai kombinasi input yang dapat dibeli untuk jumlah uang yang diberikan dialokasikan. Kemiringan garis harga faktor menunjukkan rasio harga modal dan tenaga kerja yaitu. 1:5. Dengan menggabungkan isoquant dan garis harga faktor, seseorang dapat mengetahui kombinasi optimal faktor-faktor yang akan memaksimalkan output.

Equal produk kurva IQ1, IQ2, dan IQ3 merupakan output dari 1000 unit, 2000 unit dan 3000 masing-masing unit. AB adalah garis harga faktor. Pada titik E garis faktor-harga bersinggungan dengan IQ2 isoquant mewakili 2.000 unit output. Point E menunjukkan jumlah ibu-maxi-modal dan tenaga kerja yang perusahaan dapat bergabung untuk menghasilkan 2.000 unit output. . The IQ3 isoquant jatuh di luar garis harga faktor AB dan karenanya tidak dapat dipilih oleh perusahaan. Di sisi lain, isoquant IQ1 tidak akan disukai oleh perusahaan meskipun antara R dan S itu jatuh di dalam garis harga faktor Poin R dan. S tidak cocok karena output dapat ditingkatkan tanpa meningkatkan biaya tambahan dengan pemilihan yang lebih kombinasi input yang sesuai. Point E, oleh karena itu, adalah kombinasi yang ideal yang memaksimalkan output atau meminimalkan biaya per unit, itu adalah titik di mana perusahaan berada dalam ekuilibrium.

SUMBER BACAAN http://ocw.gunadarma.ac.id/course/computer-science-and-information/information-system-s11/teori-organisasi-umum-2/perilaku-produsen http://pgdba.blogspot.com/2009/02/least-cost-combination.html

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->