P. 1
Mantra, Asihan, Jangjawokan

Mantra, Asihan, Jangjawokan

|Views: 8,017|Likes:
Published by David Setiadi
David Setiadi Tugas Mata Kuliah Sunda Kuno apresiasi terhadap Mantra di Sunda. • Mantra Mantra ini merupakan mantra yang digunakan untuk kepentingan kita dalam mengahadapi dan menjalankan hari. Bersumber dari Quran; Hari senin : Yaa Rahman, Yaa Rohim Hari Rabu : Yaa Khasiru, Yaa Munthaha Hari Kamis : Yaa Aliyu, Yaa adzim Hari Jumat : Yaa Khafiru, Yaa Mugni Hari Sabtu : Yaa Fathahu, Yaa Razaqqu Hari Minggu : Yaa Hayyu, Yaa Qayyum. • Asihan Asihan sabeulit bumi Asehan salinlang buana Brag asih da
David Setiadi Tugas Mata Kuliah Sunda Kuno apresiasi terhadap Mantra di Sunda. • Mantra Mantra ini merupakan mantra yang digunakan untuk kepentingan kita dalam mengahadapi dan menjalankan hari. Bersumber dari Quran; Hari senin : Yaa Rahman, Yaa Rohim Hari Rabu : Yaa Khasiru, Yaa Munthaha Hari Kamis : Yaa Aliyu, Yaa adzim Hari Jumat : Yaa Khafiru, Yaa Mugni Hari Sabtu : Yaa Fathahu, Yaa Razaqqu Hari Minggu : Yaa Hayyu, Yaa Qayyum. • Asihan Asihan sabeulit bumi Asehan salinlang buana Brag asih da

More info:

Published by: David Setiadi on Apr 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2013

pdf

text

original

David Setiadi Tugas Mata Kuliah Sunda Kuno apresiasi terhadap Mantra di Sunda.

• Mantra Mantra ini merupakan mantra yang digunakan untuk kepentingan kita dalam mengahadapi dan menjalankan hari. Bersumber dari Quran; Hari senin : Yaa Rahman, Yaa Rohim Hari Rabu : Yaa Khasiru, Yaa Munthaha Hari Kamis : Yaa Aliyu, Yaa adzim Hari Jumat : Yaa Khafiru, Yaa Mugni Hari Sabtu : Yaa Fathahu, Yaa Razaqqu Hari Minggu : Yaa Hayyu, Yaa Qayyum. • Asihan Asihan sabeulit bumi Asehan salinlang buana Brag asih da di asih Nu asih lungguh na biwir Nu haat lungguh na soca Roh tuk-truk tuh badan si anu (....) Mang kawelas, mang ka asih Raat asih ka badan awaking. • Sirep (Jangjawokan) Sirep hyung sirep maung Sirep buta reuwah-euwah Cau hujung tutulisan Musuh-musuh ulah tunduk Musuh keyang ulah datang Ku ngaliwatna kawula macan anu keur leumpang Mantak gek lepo siah musuh handapeun aing

Bayu lingis, bayu rempeuh Bayu rangkupak-rangkopek Leuleus siah musuh handapeun aing. Identitas informan pertama dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Nama Umur Pendidikan Sumber tuturan Tempat : Ki Ooy : 78 Tahun : tidak sekolah : Dilisankan : Dirumah

Hub. Dengan Penulis : Kakek penulis Hari/Tgl Perekaman : 20 Oktober 2007 Sesuai dengan penuturan yang dituturkan oleh ki Ooy bahwa mantra, asihan, dan sirep tersebut berasal dari buhun atau bahan. Buhun atau bahan tersebut merupakan sebuah perkataan-perkataan yang diucapkan oleh orang dahulu. Sifat dari mantra, asihan, dan sirep ini adalah babaledogan yang artinya bersifat spekulasi dan kebenarannya tidak dapat dijadikan ukuran. Mantra diatas merupakan mantra yang bersumber dari Quran, sesuai dengan apa yang dituturkan oleh petutur bahwa mantra tersebut mempunyai fungsi sebagai bacaan yang fadilahnya berguna kelak untuk melancarkan diri kita menjelang kematian. Mantra tersebut dibacakan sesuai dengan wedal (hari lahir) dari kita yang akan mengamalkannya. Asihan diatas merupakan sebuah mantra yang bersumber dari buhun, perkataanperkataan orang tua dahulu. Asihan ini bila diamalkan fungsinya untuk membuat orang lain yang dituju sebagai objek (Roh tuk-truk tuh badan si anu...) akan selalu merasa asih (suka), nyaah (sayang), dan selalu teringat kepada diri dari pengamal asihan ini. Sirep (Jangjawokan) diatas digunakan untuk menjaga diri kita ketika berpergian ke hutan, dan mencegah ancaman bahaya dari begal (perampok). Sesuai yang dituturkan oleh narasumbernya, bahwa ketika sirep ini diamalkan kelak dalam pandangan orang yang kita gunakan sebagai objek yang akan terlihat hanya pepohonan saja, sedangkan diri kita tidak akan nampak. • Asihan mandi

Bismillah, syahadat ka kanjeng Rasul Cur nyuhcur, cahayaning Rosul Gumilang cahayaning Muhammad Herang caina ti kodrat Allahu, yaa Alllahu (3 kali) Cuuur, Cuuur, Cuuur • Jangjawokan Deungdeuleu sima deuleu Deungdeuleu malik katineung Nenjo aing sia ceurik Ceurik sia inget ka aing Nya aing nu boga asihan neuleu. Identitas informan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Nama Umur Pendidikan Sumber tuturan Tempat : Wiwi Kartiwi : 81 Tahun : tidak sekolah : Dilisankan : Dirumah

Hub. Dengan Penulis : Nenek penulis Hari/Tgl Perekaman : 20 Oktober 2007 Asihan mandi ini digunakan untuk membersihkan diri. Sesuai yang dituturkan oleh narasumber, bahwa asihan mandi ini diamalkan ketika kita hendak mandi, kemudian asihan tersebut dibaca dalam hati. Sesudah membacanya kemudian sirami kepala kita dengan air yang telah diberi asihan tersebut. Fungsi dari asihan ini adalah untuk membuka aura dalam diri kita. Ketika telah mengamalkan asihan ini, kelak muka kita yang mengamalkannya akan bersinar dalam pandangan orang lain. Jangjawokan diatas berfungsi untuk membuat orang lain yang kita gunakan sebagai objek selalu ingat kepada diri kita. Pelafalan jangjawokan ini hanya cukup dilafalkan dalam hati, dan harus kacangkeum (hafal). Mak Wiwi menjelaskan perbdaan

antara Asihan dan Jangjawokan yang diberikannya, bahwa asihan yang intinya merupakan permintaan bersumber dari Quran, sedangkan Jangjawokan bersumber dari ucapan-ucapan kasar orang tua dulu, atau istilahnya babasaan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->