P. 1
Akuntansi Pemda

Akuntansi Pemda

|Views: 2,143|Likes:
Published by Thelsasimta
Akuntansi Dasar Bagi Pelaksana Pemerintah Daerah
Akuntansi Dasar Bagi Pelaksana Pemerintah Daerah

More info:

Published by: Thelsasimta on Apr 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/25/2013

pdf

text

original

Tujuan:

• Menginformasikan persamaan dasar akuntansi
• Menginformasikan siklus akuntansi
• Menginformasikan analisis transaksi, dokumen, dan jurnal transaksi
• Latihan melakukan penjurnalan transaksi

Materi:

Power Point Slide
• Contoh Jurnal Transaksi
• Lembar Latihan

Waktu: + 60 menit

Metode:

• Presentasi
• Tanya Jawab
• Latihan perorangan dan kelompok

Alur:

• Persamaan dasar akuntansi
• Siklus Akuntansi
• Dokumen transaksi
• Jurnal transaksi

Penjelasan Slide:

Lihat halaman berikut!


Akuntansi Dasar bagi Staf Pelaksana Pemerintah Daerah

Local Governance Support Program

20

1

Slide ini menggambarkan persamaan dasar
akuntansi. Gambar ini memberikan gambaran
yang lebih mudah terutama bagi aparat
pemerintah daerah yang mayoritas tidak
memiliki latar belakang pendidikan akuntansi.
Sisi sebelah kiri menunjukkan aset atau
kekayaan yang dimiliki oleh entitas atau
pemerintah daerah, sedangkan sisi sebelah
kanan mencerminkan sumber pendanaan untuk
memperoleh aset atau kekayaan. Sisi kiri
seringkali disebut sebagai aktiva atau aset,
sedangkan sisi kanan disebut sebagai pasiva.
Sumber pendanaan (pasiva) berasal dari 2
sumber yaitu dari kewajiban (hutang) dan
ekuitas (modal sendiri). Sehingga, kalau dibuat
persamaan maka:
aset = kewajiban + ekuitas
Antara sisi kiri (aktiva) dan sisi kanan (pasiva)
harus seimbang (balance)
Perumusan persamaan akuntansi ini akan
berguna untuk menentukan debit dan kredit
sebuah transaksi. Sebagai pedoman awal, sisi
kiri (aset) memiliki saldo normal debit,
sedangkan sisi kanan (pasiva) memiliki saldo
normal kredit. Jika dibuat persamaan:
Aktiva (aset) = pasiva
Debit = Kredit

2

Bagan ini menggambarkan secara umum proses atau alur akuntansi. Proses diawali dari
ketersediaan dokumen sumber. Dokumen sumber adalah dokumen yang dianggap sah untuk
diakui sebagai dasar pencatatan. Dokumen sumber tersebut berasal dari transaksi penerimaan kas,
pengeluaran kas dan selain kas. Dalam konteks pemerintah daerah, dokumen sumber yang
dianggap sah terdiri dari SP2D (baik LS, UP, GU maupun TU) dan SPJ (surat

Akuntansi Dasar bagi Staf Pelaksana Pemerintah Daerah

Local Governance Support Program

21

pertanggungjawaban) yang telah disahkan oleh pihak yang berwenang untuk transaksi pengeluaran
kas, STS (surat tanda setoran) untuk transaksi penerimaan kas, dan Bukti Memorial untuk
transaksi selain kas. Berdasarkan dokumen sumber tersebut, maka fungsi akuntansi akan
mencatatnya ke dalam buku Jurnal. Buku jurnal merupakan catatan resmi pertama yang dilakukan
oleh fungsi akuntansi dalam mencatat transaksi ataupun kejadian. Buku jurnal bisa dibedakan
menjadi buku jurnal penerimaan kas, pengeluaran kas dan buku jurnal umum.
Hal yang perlu mendapat penekanan pada slide ini juga adalah penggunaan jenis buku jurnal
sangat tergantung pada kebijakan akuntansi yang ditetapkan oleh masing-masing daerah.
Pemilihan untuk menggunakan jurnal khusus dan jurnal umum diserahkan pada kebutuhan
masing-masing pemerintah daerah.
Setelah transaksi dicatat dalam buku jurnal yang dilakukan secara historis, langkah selanjutnya
adalah melakukan posting ke dalam buku besar. Pengertian posting adalah memindahkan saldo atau
angka yang ada di buku jurnal ke dalam masing-masing buku besar berdasarkan kode rekeningnya.
Posting dari buku jurnal ke buku besar dilakukan secara periodik. Buku besar merupakan kumpulan
dari catatan historis per kode rekening.
Buku besar pembantu dibuat bila dianggap perlu oleh pemerintah daerah. Intinya adalah buku
besar pembantu merupakan buku yang menjelaskan secara lebih rinci transaksi yang ada dalam
buku besar.
Sebelum membuat laporan keuangan, maka pemerintah daerah dapat membuat kertas kerja dalam
rangka membantu/mempermudah penyusunan laporan keuangan. Kertas kerja berisi historis
mutasi debit dan kredit dari ringkasan per kode rekening sampai menjadi saldo akhir dan laporan
keuangan. Penggunaan kertas kerja ini biasanya dilakukan bila proses akuntansi dilakukan secara
manual tanpa bantuan komputer.
Setelah kertas kerja dibuat, maka laporan keuangan siap untuk disajikan. Terdapat 4 jenis laporan
keuangan, yaitu Laporan Realisasi Anggaran (LRA), neraca daerah, Laporan Arus Kas (LAK), dan
Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK).
Mulai dari proses penjurnalan sampai dengan penyusunan laporan keuangan, kebijakan akuntansi
memegang peranan yang penting. Sebelum melakukan penjurnalan, fungsi akuntansi di
pemerintah daerah, baik di SKPD maupun di SKPKD perlu memperhatikan kebijakan akuntansi
yang telah ditetapkan oleh kepala daerah dalam peraturan kepala daerah. Dalam penyusunan
laporan keuanganpun, kebijakan akuntansi pemerintah daerah juga memegang peranan penting,
terutama dalam hal bentuk laporan keuangan serta komponen-komponen yang membentuk
laporan keuangan yang harus disusun oleh SKPD maupun SKPKD.

3

Secara sederhana siklus akuntansi digambarkan
dalam slide di samping yang dimulai dari
dokumen transaksi, penjurnalan, posting ke
buku besar, penyusunan neraca saldo,
melakukan jurnal penyesuaian, penyusunan
laporan keuangan, dan jurnal penutup untuk
kemudian menyajikan laporan keuangan akhir.
Pada sesi ini fokus pada penjurnalan

Akuntansi Dasar bagi Staf Pelaksana Pemerintah Daerah

Local Governance Support Program

22

4

Analisis

transaksi

adalah

dengan
mendokumentasikan transaksi keuangan dalam
bukti (nomor, nilai, dan keterangan) dan
melakukan persamaan akuntansi.
Setiap pencatatan transaksi akan mempunyai
pengaruh seimbang antara aktiva dan pasiva,
atau di dalam aktiva atau pasiva itu sendiri.
Keseimbangan tersebut seperti dijelaskan pada
slide di samping.

5

Penjurnalan adalah mencatat transaksi ke dalam
buku jurnal yang merupakan media untuk
mencatat transaksi secara kronologis (sesuai
urutan waktu).
Terdapat 2 jenis jurnal, yaitu Jurnal Umum
yang digunakan untuk mencatat semua jenis
transaksi, dan Jurnal Khusus yang hanya
mencatat satu jenis transaksi saja. Misalkan
Jurnal Penerimaan Kas, Jurnal Pengeluaran
Kas, Jurnal Memorial (non kas)

6

Dari sisi transaksi, secara umum terdapat 3 jenis
dokumen transaksi, yaitu penerimaan kas,
pengeluaran kas, dan data memorial (non kas).
Penerimaan kas dikelompokkan dalam Surat
Tanda Setoran (STS), Tanda Bukti Penerimaan,
dan Rekap Penerimaan Harta
Pengeluaran kas dikelompokkan dalam Surat
Permintaan Pembayaran (SPP), Surat Perintah
Membayar (SPM), Surat Pertanggung Jawaban
(SPJ), dan Tanda Bukti Pengeluaran.
Data memorial dikelompokkan dalam Bukti2
Memorial yang berisi transaksi non kas

7

Slide di samping ini merupakan contoh Jurnal
Transaksi yang terdiri dari kolom nomor
transaksi, nama dan uraian rekening, dan
kolom debet dan kredit. Perhatikan saldo
normal setiap rekening serta perubahannya
pada sisi debet maupun kredit.

Akuntansi Dasar bagi Staf Pelaksana Pemerintah Daerah

Local Governance Support Program

23

8

9

Lihat Panduan Latihan 3 – Penjurnalan
Transaksi

Akuntansi Dasar bagi Staf Pelaksana Pemerintah Daerah

Local Governance Support Program

24

LATIHAN 3 :
Penjurnalan Transaksi

Akuntansi Dasar bagi Staf Pelaksana Pemerintah Daerah

Local Governance Support Program

25

Latihan 3

Penyusunan Jurnal Transaksi

Peserta workshop secara individu membuat jurnal umum berdasarkan transaksi-transaksi
keuangan dalam bentuk pembukuan berpasangan dan mendiskusikan hasilnya dalam
kelompok. Tiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasilnya. Pengakuan
pencatatan transaksi keuangan adalah berbasis akrual. Peserta secara kelompok akan
diminta untuk menyusun;
1. Jurnal umum transaksi selama periode bulan Januari 2005

Waktu: 135 menit

01/01. Saldo awal buku besar;
a. Saldo Kas Daerah Rp.10.000.000.000,-
b. Piutang Pajak Galian Gol C Rp.54.000.000,-
c. Saldo Pinjaman Jangka panjang Rp.7.500.000.000,-
d. Aktiva tetap berupa;

• Tanah Rp.35.000.000.000,-
• Bangunan Rp. 18.000.000.000,-
• Kendaraan Rp. 1.700.000.000,-
e. Ekuitas Dana Lancar Rp. 10.054.000.000,-
f. Ekuitas Dana Investasi Rp. 47.200.000.000,-

Transaksi:

1. 2/1. Dibayarkan uang muka melalui SPMU Beban Sementara no.01 untuk
Bendaharawan Dinas A untuk pembelian Alat Tulis Kantor sebesar
Rp.5.000.000,-
2. 2/1. Dibayarkan uang muka untuk bendaharawan Dinas A melalui SPMU Beban
Sementara 02 untuk Kegiatan Pelatihan Akuntansi sebesar Rp.10.000.000,-
3. 2/1. Penerbitan SKP Pajak Gallian Gol C no. 01 Rp.5.400.000.000,-
4. 2/1. Penerbitan SKP no. 02 tentang Pajak Hotel dan Restoran Rp.2.000.000.000,-
5. 2/1. Penerbitan SKP no.03 tentang Pajak Tontonan Rp.1.200.000.000,-
6. 4/1. Penerimaan pembayaran Surat Tanda Setoran (STS) no.01 Retribusi Pasar
Rp.18.000.000,- yang langsung disetorkan ke Kas Daerah.
7. 5/1. Pembayaran dan SPJ no. 01 Alat Tulis Kantor oleh Bendaharawan Dinas A
Rp.1.500.000,-
8. 5/1. Pertanggung jawaban kegiatan (SPJ) no.02 Pelatihan Akuntansi Dinas A
sebesar Rp. 9.500.000,- berupa pembayaran jasa konsultan pelatihan Akuntansi
selama 3 hari.
9. 8/1. Uang muka diterima bendaharawan Dinas B melalui SPMU Beban Sementara
no.03 untuk kegiatan Perbaikan Pasar Rp.250.000.000,-
10. 8/1. Uang muka untuk bendaharawan Dinas B melalui SPMU Beban Sementara
no.04 untuk kegiatan Perbaikan Jalan Km 17 sebesar Rp.300.000.000,-
11. 9/1. Penerimaan pembayaran STS no. 02 Pajak Hotel dan Restoran
Rp.50.000.000,- langsung ke Kas Daerah
12. 11/1. Pembayaran pembelian 2 unit komputer dan 1 unit printer melalui SPMU
Beban Tetap no. 01 untuk Dinas A Rp.15.000.000,-

Akuntansi Dasar bagi Staf Pelaksana Pemerintah Daerah

Local Governance Support Program

26

13. 11/1. Pembayaran pembelian mesin fax melalui SPMU Beban Tetap no.02 untuk
Dinas B Rp.10.000.000,-
14. 14/1. Pembayaran ATK melalui SPJ no. 03 untuk kegiatan Perbaikan Pasar oleh
bendaharawan Dinas B sebesar Rp.2.000.000,-
15. 14/1. Pembayaran pembelian peralatan perbaikan jalan oleh bendaharawan Dinas
B melalui SPJ no.04 sebesar Rp.120.000.000,-
16. 15/1. Uang muka untuk perjalanan dinas DPRD melalui SPMU BS no. 05 sebesar
Rp.3.000.000,-
17. 16/1. Sumbangan sosial Kepala Daerah melalui SPMU BT no. 03 untuk korban
banjir Rp.50.000.000,-
18. 19/1. Pembayaran biaya pemeliharaan Taman Kota melalui SPMU BT no.04
Rp.1.000.000,-
19. 20/1. Pembayaran biaya pemeliharaan Rumah Potong Hewan melalui SPMU BT
no.05 Rp.2.200.000,-
20. 20/1. Penerimaan STS no. 03 Pajak Tontonan Rp.50.000.000,- langsung disetorkan
ke Kas Daerah
21. 21/1. Penerimaan pinjaman jangka 8 bulan dari Bank Pembangunan Daerah melalui
Bukti Memorial 01 sebesar Rp.880.000.000,-
22. 22/1. Pengeluaran untuk penyertaan modal untuk PDAM melalui Bukti Memorial
02 sebesar Rp.500.000.000,-
23. 23/1. Pembayaran untuk pembelian peralatan Scanner Dinas A melalui SPMU BT
no.06 sebesar Rp.15.000.000,-
24. 23/1. Pembayaran peralatan mesin dan lainnya oleh bendaharawan Dinas B untuk
Kegiatan Perbaikan Pasar dengan SPJ no. 05 sebesar Rp.20.000.000,-
25. 25/1. Pembayaran gaji bulan Januari 2005 untuk Dinas A sebesar Rp.475.000.000,-
dan Dinas B sebesar Rp. 335.500.000,- melalui SPM Gaji 01
26. 27/1. Penerimaan setoran sisa tagihan Pajak Galian Gol C tahun lalu
Rp.45.000.000,- melalui STS no.04.
27. 31/1. Pembayaran pokok pinjaman BRI sebesar Rp. 1.000.000.000,- dan bunga
pinjaman sebesar Rp. 75.000.000,- melalui SPMU BT no. 07.

Akuntansi Dasar bagi Staf Pelaksana Pemerintah Daerah

Local Governance Support Program

27

Panduan Fasilitator

1. Pastikan kelompok telah terbentuk. Setidaknya satu kelompok terdiri dari 4 sampai 6

peserta.
2. Pastikan juga bahwa proses penyusunan jurnal transaksi berbasis akrual.
3. Berikan formulir atau format jurnal transaksi
4. Untuk sementara, abaikan informasi saldo awal, dan langsung ke penyusunan jurnal
transaksi bulan Januari.
5. Untuk menghemat waktu, pengerjaan jurnal dapat dibagi berdasarkan jumlah peserta untuk
kemudian dibahas bersama dalam penyusunan kompilasinya.

Hasil Latihan 3

Akuntansi Dasar bagi Staf Pelaksana Pemerintah Daerah

Local Governance Support Program

28

Akuntansi Dasar bagi Staf Pelaksana Pemerintah Daerah

Local Governance Support Program

29

HARI 2
Sesi 5: Posting ke Buku Besar

Tujuan:

• Peserta memahami apa yang dimaksud dengan buku besar dan
kegunaannya serta kaitannya dengan jurnal akuntansi yang ada.
• Menginformasikan cara posting ke buku besar

Materi:

Power Point Slide
• Contoh Buku Besar dan Buku Pembantu

Waktu: + 45 menit

Metode:

• Presentasi
• Proses posting
• Tanya Jawab.

Alur:

• Pengertian buku besar dan posting
• Contoh buku besar dan buku pembantu
• Mekanisme posting

Penjelasan Slide:

Lihat halaman berikut!


Akuntansi Dasar bagi Staf Pelaksana Pemerintah Daerah

Local Governance Support Program

30

1

Uraikan secara ringkas apa yang telah
dilakukan pada hari pertama, fokuskan
pada beberapa isu penting seperti
perbedaan pembukuan tunggal dan
berpasangan, siklus akuntansi, dan
penjurnalan.
Tanyakan peserta jika masih ada yang
belum jelas secara prinsip atas materi hari
pertama.

2

Pembahasan hari kedua akan diawali
dengan pembahasan hasil latihan 3
mengenai jurnal transaksi, yang kemudian
dilanjutkan dengan mekanisme posting ke
buku besar, penyusunan neraca saldo,
perbaikan atau penyesuaian, tutup buku,
dan penyusunan laporan keuangan.

3

Ingatkan kembali peserta untuk kembali
pada pemahaman umum siklus akuntansi
yang dimulai dari dokumen sumber sampai
dengan Laporan Keuangan.
Saat ini memasuki tahap kedua, yaitu
posting ke buku besar.

4

Posting adalah merupakan transfer nilai
jurnal ke rekening buku besar yang sesuai.
Sedangkan buku besar adalah buku yang
berisi kumpulan rekening sejenis. Posting
dilakukan secara periodik maupun
kronologis sesuai dengan urutan waktu
penjurnalan.
Sebagai contoh, transaksi penerimaan yang
menjurnal ke buku kas dan buku
pendapatan. Posting saldo buku kas akan
mentransfer nilai transaksi yang terkait
dengan buku kas yang meliputi nomor
tanggal transaksi, rekening, rekening dan
uraiannya, dan saldo nilainya pada Buku
Besar Kas. Demikian juga posting transaksi
rekening pendapatan pada Buku Besar
Penerimaan.

Akuntansi Dasar bagi Staf Pelaksana Pemerintah Daerah

Local Governance Support Program

31

5

Slide di atas ini adalah contoh Buku Besar yang mencantumkan nama rekening, kode rekening,
kumpulan uraian tanggal transaksi terkait, uraian transaksi, referensi, nilai debet dan atau kredit,
serta saldo dari nilai tersebut.

6

Buku Pembantu adalah bagian dari Buku Besar yang merupakan uraian yang lebih rinci dari isi
Buku Besar. Contohnya adalah Buku Bendaharawan akan dibagi lagi menjadi rincian
bendaharawan tiap unit kerja yang menampilkan secara khusus rekening yang terkait dengan
SKPD yang bersangkutan.

Akuntansi Dasar bagi Staf Pelaksana Pemerintah Daerah

Local Governance Support Program

32

7

Lihat Panduan Latihan 4 – Posting ke
Buku Besar dan penyusunan LRA

Akuntansi Dasar bagi Staf Pelaksana Pemerintah Daerah

Local Governance Support Program

33

LATIHAN 4 :
POSTING KE BUKU BESAR

Akuntansi Dasar bagi Staf Pelaksana Pemerintah Daerah

Local Governance Support Program

34

Latihan 4

Posting ke Buku Besar dan Penyusunan Laporan
Realisasi Anggaran

Peserta workshop diminta untuk melakukan posting dari jurnal ke buku besar dan
selanjutnya membuat Neraca Saldo untuk bulan Januari 2005. Peserta secara kelompok
diminta untuk menyusun;
1. Saldo Awal tahun pada Buku Besar terkait
2. Posting jurnal transaksi selama bulan Januari 2005 ke Buku Besar terkait
3. Menyusun Laporan Realisasi Anggaran

Waktu: 45 menit

Akuntansi Dasar bagi Staf Pelaksana Pemerintah Daerah

Local Governance Support Program

35

Panduan Fasilitator

1. Berikan formulir buku besar, baik berupa form atau file
2. Dengan kelompok yang sama, minta peserta untuk melakukan identifikasi buku besar
yang akan digunakan. Identifikasi bisa dimulai dengan kelompok buku besar pada
saldo awal.
3. Pastikan bahwa setiap rekening atau account memiliki buku besarnya sendiri.
4. Pastikan bahwa saldo buku besar terletak pada saldo normalnya (debet atau kredit)
5. Dalam penyusunan LRA, akumulasikan saldo belanja dan pendapatan untuk
mendapatkan Sisa Lebih bulan berjalan.

Hasil Latihan 4:

Akuntansi Dasar bagi Staf Pelaksana Pemerintah Daerah

Local Governance Support Program

36

Akuntansi Dasar bagi Staf Pelaksana Pemerintah Daerah

Local Governance Support Program

37

Akuntansi Dasar bagi Staf Pelaksana Pemerintah Daerah

Local Governance Support Program

38

Akuntansi Dasar bagi Staf Pelaksana Pemerintah Daerah

Local Governance Support Program

39

Akuntansi Dasar bagi Staf Pelaksana Pemerintah Daerah

Local Governance Support Program

40

Akuntansi Dasar bagi Staf Pelaksana Pemerintah Daerah

Local Governance Support Program

41

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->