P. 1
Pendekatan Komunikatif Dalam Pembelajaran Bahasa Komunikatif

Pendekatan Komunikatif Dalam Pembelajaran Bahasa Komunikatif

3.5

|Views: 15,254|Likes:
Published by Dedi Wijaya

More info:

Published by: Dedi Wijaya on Apr 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/29/2016

pdf

text

original

Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Komunikatif By Dedi Wijaya

Nop 2009

Makalah Evaluasi Hasil Pembelajaran

PENDEKATAN KOMUNIKATIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA KOMUNIKATIF

Disusun Oleh : Dedi Wijaya Semester III G – Bahasa Inggris FKIP – UNA T.A. 2009/2010

Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Komunikatif By Dedi Wijaya

Nop 2009

KATA PENGANTAR

Persaingan global menuntut seseorang untuk mengembangkan potensinya agar tidak tertinggal oleh zaman, salah satu cara untuk mengembangkan diri tersebut adalah melalui jalur pendidikan. Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan” (Pasal 31 UUD 1945). “Pendidikan bukan hanya merupakan pilar terpenting dalam upaya mencerdaskan bangsa, tetapi juga merupakan syarat mutlak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan”. Pendidikan mempunyai tujuan untuk bisa mengembangkan potensi, memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia dan keterampilan yang berguna bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara. Untuk mencapai tujuan-tujuan di atas maka diperlukan proses pembelajaran yang komunikatif. Artinya antara pengajar dengan siswa terjadi kesepahaman terhadap apa yang dipelajari. Hal ini dapat dicapai dengan penggunaan bahasa yang mudah dan bisa diterima, difahami oleh kedua belah pihak. Penulis berharap makalah ini dapat memberikan suatu pandangan bahwa berbahasa dengan baik dan benar tidak hanya menekankan kebenaran dalam hal tata bahasa, melainkan juga memperhatikan aspek komunikatif. Bahasa yang komunikatif tidak selalu harus merupakan bahasa standar. Sebaliknya, penggunaan bahasa standar tidak selalu berarti bahwa bahasa itu baik dan benar. Sebaiknya, kita menggunakan ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan disamping itu mengikuti kaidah bahasa yang benar. Disamping itu makalah ini masih jauh dari sempurna, karenanya penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca.

Kisaran,

Nopember 2009 Penulis

Dedi Wijaya

i

Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Komunikatif By Dedi Wijaya

Nop 2009

DAFTAR ISI

Halaman Kata Pengantar………………………………………………….…………………….. i Daftar isi……………………………….……………………………………………... ii Pendahuluan………………………………………………………...…………………1 Pembahasan……………………………………………………………………………2 A. Bahasa……………………………………………………………….……………. 3 1. Pengertian Bahasa……………………………………………………………..3 2. Aspek Bahasa………………………………………………………………….4 3. Fungsi Bahasa………………………………………………………………… 5 B. Komunikasi……………………………………………………………………….. 6 1. Pengertian Komunikasi………………………………………………………..6 2. Komponen-Komponen Komunikasi………………………………………….. 7 C. Bahasa Komunikatif……………………………………………………………….8 D. Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Komunikatif……….......... 9 1. Pengertian Pendekatan Komunikatif…………………………………………..9 2. Ciri-Ciri Pendekatan Pembelajaran Komunikatif………………………........ 10 3. Peran Peserta Didik, Guru dan Materi Pembelajaran dalam Proses Belajar Mengajar…..…………………………………………………….................... 11 4. Metodologi Pembelajaran Bahasa Berdasarkan Pendekatan Komunikatif ….12 Kesimpulan…………………………………………………………………………...13 Daftar Pustaka………………………………………………………………………. 14

ii

Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Komunikatif By Dedi Wijaya

Nop 2009

PENDAHULUAN

Persaingan global menuntut seseorang untuk mengembangkan potensinya agar tidak tertinggal oleh zaman, salah satu cara untuk mengembangkan diri tersebut adalah melalui jalur pendidikan. Hal ini sudah menjadi amanat konstistusi tentang hakekat dan tujuan pendidikan nasional yang tertera dalam Pembukaan UUD 1945 alenia 4 yang berbunyi " Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam…”. Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapatkan pendidikan dan manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan umat manusia” (Pasal 28 UUD 1945). “ Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan” (Pasal 31 UUD 1945). “Pendidikan bukan hanya merupakan pilar terpenting dalam upaya mencerdaskan bangsa, tetapi juga merupakan syarat mutlak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan” (A. Siswanto Hadi, 2007). Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa pendidikan menurut UU No. 20 Tahun 2003 di atas mempunyai tujuan untuk bisa mengembangkan potensi, memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia dan keterampilan yang berguna bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara. Untuk mencapai tujuan-tujuan di atas maka diperlukan proses pembelajaran yang komunikatif. Artinya antara pengajar dengan siswa terjadi kesepahaman terhadap apa yang dipelajari, hal ini dapat dicapai dengan penggunaan bahasa yang mudah dan bisa diterima, difahami oleh kedua belah pihak. Hal ini sesuai dengan PP. RI. Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 19: Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi

1

Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Komunikatif By Dedi Wijaya

Nop 2009

peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Dengan keterangan di atas dapat diperoleh pengertian dalam proses pembelajaran harus interaktif, artinya terjadi proses komunikasi multi arah, antara pendidik dengan peserta didik, peserta didik dengan peserta didik lainnya. Proses pembelajaran yang interaktif ini hanya bisa dilakukan apabila bahasa yang digunakan adalah bahasa yang komunikatif. Sementara beberapa kalangan berpendapat bahwa bahasa pengantar dalam dunia pendidikan adalah bahasa persatuan dan bahasa nasional yaitu Bahasa Indonesia, di lain pihak mulai ada perkembangan perlunya penggunaan bahasa asing atau internasional dalam dunia pendidikan, ada pula yang berpendapat perlunya memelihara bahasa daerah sehingga perlu dipakai juga dalam bahasa pengantar dalam dunia pendidikan. Komunikasi adalah kunci keberhasilan berinteraksi dalam berbagai hal dalam kehidupan, dunia kerja, perdagangan, pemerintahan, maupun dalam pendidikan. Bila komunikasi berjalan efektif, maka arus informasi dalam dinamika pendidikan pun akan berjalan lancar sehingga dapat mempercepat proses pencapaian tujuan pendidikan atau pembelajaran. Sebaliknya, bila komunikasi terhambat, arus informasi pun tersendat, dan akibatnya tentu akan membuat proses pendidikan atau pembelajaran akan terlambat atau sulit untuk dicapai, kesemua hal di atas memerlukan suatu bahasa yang komunikatif dan komunikasi yang efektif.

2

Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Komunikatif By Dedi Wijaya

Nop 2009

PEMBAHASAN

A. BAHASA 1. Pengertian Bahasa Bahasa adalah sebuah alat komunikasi untuk menganalisis pengalaman manusia, secara berbeda di dalam setiap masyarakat, dalam satuan-satuan yang mengandung isi semantis dan pengungkapan bunyi, yaitu monem. Pengungkapan bunyi tersebut pada gilirannya diartikulasikan dalam satuan-satuan pembeda dan berurutan, yaitu fonem, yang jumlahnya tertentu di dalam setiap bahasa, yang kodrat maupun ketersalingterkaitannya berbeda juga dalam setiap bahasa (Andre Martinet, 1987). Definisi bahasa dalam Wikipedia Indonesia adalah sebagai berikut: 1. Satu sistem untuk mewakili benda, tindakan, gagasan dan keadaan. 2. Satu peralatan yang digunakan untuk menyampaikan konsep riil mereka ke dalam pikiran orang lain 3. Satu kesatuan sistem makna 4. Satu kode yang yang digunakan oleh pakar linguistik untuk membedakan antara bentuk dan makna. 5. Satu ucapan yang menepati tata bahasa yang telah ditetapkan (contoh :Perkataan, kalimat, dan lain lain.) 6. Satu sistem tuturan yang akan dapat dipahami oleh masyarakat linguistik. Collins Cobuild English Language Dictionary mendefinisikan bahasa sebagai suatu sistem komunikasi yang terdiri dari seperangkat bunyi dan lambang tertulis yang digunakan oleh orang-orang pada suatu negara atau wilayah tertentu untuk berbicara dan menulis di lingkungan negara atau wilayah tersebut (a system of communication which consist of asset of sound and written which are used by the people of particular country of region for talking or writing in). Bahasa itu arbitrary, artinya suatu kata tidak akan ada artinya apabila tidak ada persetujuan dari para pemakainya (Endang Lestari, 2003). Menurut Oxford Advanced Learner’s Dictionary, bahasa adalah sistem bunyi dan kata yang digunakan oleh manusia untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya (the system of sounds and words used to

3

Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Komunikatif By Dedi Wijaya

Nop 2009

express their thoughts and feelings). Menurut Gorys Keraf (1997 : 1), Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Mungkin ada yang keberatan dengan mengatakan bahwa bahasa bukan satu-satunya alat untuk mengadakan komunikasi. Mereka menunjukkan bahwa dua orang atau pihak yang mengadakan komunikasi dengan mempergunakan cara-cara tertentu yang telah disepakati bersama. Lukisan-lukisan, asap api, bunyi gendang atau tong-tong dan sebagainya. Tetapi mereka itu harus mengakui pula bahwa bila dibandingkan dengan bahasa, semua alat komunikasi tadi mengandung banyak segi yang lemah. Bahasa memberikan kemungkinan yang jauh lebih luas dan kompleks daripada yang dapat diperoleh dengan mempergunakan media tadi. Bahasa haruslah merupakan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bukannya sembarang bunyi. Dan bunyi itu sendiri haruslah merupakan simbol atau perlambang. Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa bahasa adalah sebuah alat untuk melakukan komunikasi antara satu dengan pihak yang lain. Sehingga dapat disimpulkan pula bahwa bahasa sangat diperlukan dalam proses komunikasi, bahasa juga tidak efektif keberadaannya jika tidak ada komunikasi.

2. Aspek Bahasa Bahasa merupakan suatu sistem komunikasi yang mempergunakan simbolsimbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer, yang dapat diperkuat dengan gerak-gerik badaniah yang nyata. Ia merupakan simbol karena rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia harus diberikan makna tertentu pula. Simbol adalah tanda yang diberikan makna tertentu, yaitu mengacu kepada sesuatu yang dapat diserap oleh panca indra. Berarti bahasa mencakup dua bidang, yaitu vokal yang dihasilkan oleh alat ucap manusia, dan arti atau makna yaitu hubungan antara rangkaian bunyi vokal dengan barang atau hal yang diwakilinya,itu. Bunyi itu juga merupakan getaran yang merangsang alat pendengar kita (yang diserap oleh panca indra kita, sedangkan arti adalah isi yang terkandung di dalam arus bunyi yang menyebabkan reaksi atau tanggapan dari orang lain).

4

Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Komunikatif By Dedi Wijaya

Nop 2009

Arti yang terkandung dalam suatu rangkaian bunyi bersifat arbitrer atau manasuka. Arbitrer atau manasuka berarti tidak terdapat suatu keharusan bahwa suatu rangkaian bunyi tertentu harus mengandung arti yang tertentu pula. Apakah seekor hewan dengan ciri-ciri tertentu dinamakan anjing, dog, hund, chien atau canis itu tergantung dari kesepakatan anggota masyarakat bahasa itu masing-masing.

3. Fungsi Bahasa Menurut Felicia (2001 : 1), dalam berkomunikasi sehari-hari, salah satu alat yang paling sering digunakan adalah bahasa, baik bahasa lisan maupun bahasa tulis. Begitu dekatnya kita kepada bahasa, sehingga tidak dirasa perlu untuk mendalami dan mempelajari bahasa secara lebih jauh. Akibatnya, sebagai pemakai bahasa, kita tidak terampil menggunakan bahasa. Suatu kelemahan yang tidak disadari. Komunikasi lisan atau nonstandar yang sangat praktis menyebabkan kita tidak teliti berbahasa. Akibatnya, kita mengalami kesulitan pada saat akan menggunakan bahasa tulis atau bahasa yang lebih standar dan teratur. Pada saat dituntut untuk berbahasa’ bagi kepentingan yang lebih terarah dengan maksud tertentu, kita cenderung kaku. Kita akan berbahasa secara terbata-bata atau mencampurkan bahasa standar dengan bahasa nonstandar atau bahkan, mencampurkan bahasa atau istilah asing ke dalam uraian kita. Padahal, bahasa bersifat sangat luwes, sangat manipulatif. Kita selalu dapat memanipulasi bahasa untuk kepentingan dan tujuan tertentu. Lihat saja, bagaimana pandainya orang-orang berpolitik melalui bahasa. Kita selalu dapat memanipulasi bahasa untuk kepentingan dan tujuan tertentu. Agar dapat memanipulasi bahasa, kita harus mengetahui fungsi-fungsi bahasa. Pada dasarnya, bahasa memiliki fungsi-fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang, yakni sebagai alat untuk mengekspresikan diri, sebagai alat untuk berkomunikasi, sebagai alat untuk mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu, dan sebagai alat untuk melakukan kontrol sosial (Gorys Keraf, 1997: 3). Derasnya arus globalisasi di dalam kehidupan kita akan berdampak pula pada perkembangan dan pertumbuhan bahasa sebagai sarana pendukung pertumbuhan dan

5

Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Komunikatif By Dedi Wijaya

Nop 2009

perkembangan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi. Di dalam era globalisasi itu, bangsa Indonesia mau tidak mau harus ikut berperan di dalam dunia persaingan bebas, baik di bidang politik, ekonomi, maupun komunikasi. Konsep-konsep dan istilah baru di dalam pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) secara tidak langsung memperkaya khazanah bahasa kita. Dengan demikian, semua produk budaya akan tumbuh dan berkembang pula sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu, termasuk bahasa Indonesia, yang dalam itu, sekaligus berperan sebagai prasarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan iptek itu (Sunaryo, 1993, 1995). Tanpa peran bahasa serupa itu, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan dapat berkembang. Implikasinya di dalam pengembangan daya nalar, menjadikan bahasa sebagai prasarana berfikir modern. Oleh karena itu, jika cermat dalam menggunakan bahasa, kita akan cermat pula dalam berfikir karena bahasa merupakan cermin dari daya nalar (pikiran). Hasil pendayagunaan daya nalar itu sangat bergantung pada ragam bahasa yang digunakan. Pembiasaan penggunaan bahasa yang baik dan benar akan menghasilkan buah pemikiran yang baik dan benar pula.

B. KOMUNIKASI 1. Pengertian Komunikasi Secara etimologis kata komunikasi berasal dari bahasa latin yaitu cum, sebuah kata depan yang artinya dengan, atau sama dengan, dan kata umus, sebuah kata bilangan yang berarti satu. Dua kata tersebut membentuk kata benda communio, dalam bahasa Inggris disebut dengan communion, yang berarti kebersamaan, persatuan, persekutuan, gabungan, pergaulan atau hubungan. Karena untuk bercommunio diperlukan adanya usaha dan kerja, maka kata itu dibuat kata kerja communicare yang berarti membagi sesuatu dengan seseorang, tukar-menukar, membicarakan sesuatu dengan orang, memberitahukan sesuatu kepada seseorang, bercakap-cakap, bertukar pikiran, berhubungan, berteman. Jadi, komunikasi berarti pemberitahuan pembicaraan, percakapan, pertukaran pikiran atau hubungan. (Hardjana, 2003).

6

Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Komunikatif By Dedi Wijaya

Nop 2009

Communicate adalah upaya untuk membuat pendapat, menyatakan perasaan, menyampaikan informasi dan sebagainya agar diketahui / dipahami oleh orang lain (to make opinions, feelings, information, etc, known or understood by others). (Longman Dictionary Of Contemporary). Arti lain yang juga dikemukakan dalam kamus tersebut adalah berbagi (to share) atau bertukar (to exchange) pendapat, perasaan, informasi dan sebagainya. Sedangkan communication diartikan sebagai tindakan atau proses berkomunikasi (the act or process of communicating). Dennis Murphy dalam bukunya Better Bussiness Communication, sebagaimana dikutip Drs. Wursanto (1994) dalam bukunya Etika Komunikasi Kantor, mengatakan : “Communication is the whole process used to reach other minds” (komunikasi adalah seluruh proses yang dipergunakan untuk mencapai pikiran-pikiran orang lain). Komunikasi dapat didefinisikan sebagai upaya untuk menyampaikan pesan, pendapat, perasaan, atau memberikan berita atau informasi kepada orang lain (Endang Lestari: 2003). Komunikasi ialah sejenis proses permindahan maklumat melalui sistem simbol yang sama. Komunikasi juga salah satu disiplin akademik. Definisi komunikasi ialah "satu proses perpindahan maklumat, perasaan, ide dan fikiran seseorang individu kepada individu/sekumpulan individu yang lain". (Wikipedia Indonesia-Ensiklopedia Berbahasa Bebas,htm). Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala,

mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa non verbal atau bahasa isyarat.(Wikipedia Indonesia-Ensiklopedia Berbahasa Bebas,htm).

2. Komponen-komponen Komunikasi Komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik. Wikipedia-Indonesia menjelaskan komponen-komponen tersebut antara lain sebagai berikut:

7

Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Komunikatif By Dedi Wijaya

Nop 2009

a. Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengumumkan pesan kepada pihak lain. b. Penerima atau komunikan (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain. c. Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain. d. Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya. Di samping komponen komunikasi Wikipedia-Indonesia menjelaskan pula Proses Komunikasi, secara ringkas proses berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan seperti berikut:  Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak.  Pesan (Message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya.  Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti kedua pihak.

C. BAHASA KOMUNIKATIF Kita menggunakan bahasa dengan memperhatikan kepentingan dan kebutuhan khalayak sasaran kita. Lebih jauh lagi, kita ingin orang lain membeli hasil pemikiran kita. Jadi, dalam hal ini pembaca atau pendengar atau khalayak sasaran menjadi perhatian utama kita. Pada saat kita menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, antara lain kita juga mempertimbangkan apakah bahasa yang kita gunakan laku untuk dijual.Oleh karena itu, seringkali kita mendengar istilah “bahasa yang komunikatif”.

8

Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Komunikatif By Dedi Wijaya

Nop 2009

Misalnya, kata makro hanya dipahami oleh orang-orang dan tingkat pendidikan tertentu, namun kata besar atau luas lebih mudah dimengerti oleh masyarakat umum. Kata griya, misalnya, lebih sulit dipahami dibandingkan kata rumah atau wisma. Dengan kata lain, kata besar, luas, rumah, wisma, dianggap lebih komunikatif karena bersifat lebih umum. Sebaliknya, kata-kata griya atau makro akan memberi nuansa lain pada bahasa kita, misalnya, nuansa keilmuan, nuansa intelektualitas, atau nuansa tradisional. Bahasa sebagai alat ekspresi diri dan sebagai alat komunikasi sekaligus pula merupakan alat untuk menunjukkan identitas diri. Melalui bahasa, kita dapat menunjukkan sudut pandang kita, pemahaman kita atas suatu hal, asal usul bangsa dan negara kita, pendidikan kita, bahkan sifat kita. Bahasa menjadi cermin diri kita, baik sebagai bangsa maupun sebagai diri sendiri. Bahasa yang komunikatif tidak selalu harus merupakan bahasa standar.

Sebaliknya, penggunaan bahasa standar tidak selalu berarti bahwa bahasa itu baik dan benar. Sebaiknya, kita menggunakan ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan disamping itu mengikuti kaidah bahasa yang benar (Alwi dkk., 1998: 21). Bahasa komunikatif adalah bahasa yang biasa digunakan pada wilayah di mana sedang terjadi proses komunikasi, tidak terpaku pada satu bahasa saja, mudah diterima, mudah difahami dan mudah untuk ditanggapi atau mendapatkan feedback. Oleh karena itu, maka dirasa perlu untuk mengembangkan bahasa komunikatif sebagai bahasa pengantar dalam pendidikan, dengan bahasa yang komunikatif maka akan mengurangi rasa kaku, monoton, dan akan lebih menarik bagi komunikan, pada akhirnya diharapkan mampu mencapai tujuan dalam proses belajar mengajar yang diinginkan.

D. PENDEKATAN KOMUNIKATIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA KOMUNIKATIF 1. Pengertian Pendekatan Komunikatif Pendekatan komunikatif merupakan pendekatan yang berlandaskan pada pemikiran bahwa kemampuan menggunakan bahasa dalam berkomunikasi merupakan

9

Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Komunikatif By Dedi Wijaya

Nop 2009

tujuan yang harus dicapai dalam pembelajaran bahasa. Di dalam konsep pendekatan komunikatif terdapat konsep kompetensi komunikatif yang membedakan komponen bahasa menjadi dua bagian, yaitu kompetensi dan performansi atau unjuk kerja. Kompetensi komunikatif itu adalah keterkaitan dan interelasi antara kompetensi gramatikal atau pengetahuan kaidah-kaidah bahasa dengan kompetensi sosiolinguistik atau atauran-aturan tentang penggunaan bahasa yang sesuai dengan kultur masyarakat. Kompetensi komunikatif hendaknya dibedakan dengan

performansi komunikatif karena performansi komunikatif mengacu pada realisasi kompetensi kebahasaan beserta interaksinya dalam pemroduksian secara aktual dengan pemahaman terhadap tuturan-tuturan. Oleh sebab itu, seseorang yang

dikatakan memiliki kompetensi dan performansi berbahasa yang baik hendaknya mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa yang dipelajarinya, baik dalam pemroduksian (berbicara dan menulis/mengarang) maupun dalam pemahaman (membaca dan menyimak/mendengarkan).

2. Ciri-ciri Pendekatan Pembelajaran Komunikatif Brumfit dan Finocchiaro mengungkapkan ciri-ciri pendekatan komunikatif adalah (1) makna merupakan yang terpenting, (2) percakapan harus berpusat di sekitar fungsi komunikatif dan tidak dihafalkan secara normal, (3) kontekstualisasi merupakan premis pertama, (4) belajar bahasa berarti belajar berkomunikasi, (5) komunikasi efektif dianjurkan, (6) latihan penubihan atau drill diperbolehkan, tetapi tidak memberatkan, (7) ucapan yang dapat dipahami diutamakan, (8) setiap alat bantu peserta didik diterima dengan baik, (9) segala upaya untuk berkomunikasi dapat didorong sejak awal, (10) penggunaan bahasa secara bijaksana dapat diterima bila memang layak, (11) terjemahan digunakan jika diperlukan peserta didik, (12) membaca dan menulis dapat dimulai sejak awal, (13) sistem bahasa dipelajari melalui kegiatan berkomunikasi, (14) komunikasi komunikatif merupakan tujuan, (15) variasi linguistic merupakan konsep inti dalam materi dan metodologi, (16) urutan ditentukan berdasarkan pertimbangan isi, fungsi, atau makna untuk memperkuat minat belajar, (17) guru mendorong peserta didik agar dapat bekerja sama dengan

10

Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Komunikatif By Dedi Wijaya

Nop 2009

menggunakan bahasa itu, (18) bahasa diciptakan oleh peserta didik melalui mencoba dan mencoba, (19) kefasihan dan bahasa yang berterim merupakan tujuan utama, ketepatan dinilai dalam konteks bukan dalam keabstrakan, (20) peserta didik diharapkan berinteraksi dengan orang lain melalui kelompok atau pasangan, lisan dan tulis, (21) guru tidak bisa meramal bahasa apa yang akan digunakan peserta didiknya, dan (22) motivasi intrinsik akan timbul melalui minat terhadap hal-hal yang dikomunikasikan.

3. Peran Peserta Didik, Guru dan Materi Pembelajaran dalam Proses Belajar Mengajar  Peran Peserta Didik dalam Proses Belajar-Mengajar Robin dan Thompson 1) mengemukakan bahwa ciri-ciri peserta didik yang sesuai dengan konsep pendekatan komunikatif adalah: (1) selalu berkeinginan untuk menafsirkan tuturan secara tepat, (2) berkeinginan agar bahasa yang digunakan selalu komunikatif, (3) tidak merasa malu jika berbuat kesalahan dalam berkomunikasi, (4) selalu menyesuaikan bentuk dan makna dalam berkomunikasi, (5) frekuensi latihan berbahasa lebih tinggi, dan (6) selalu memantau ujaran sendiri dan ujaran mitra bicaranya untuk mengetahui apakah pola-pola bahasa yang diucapkan tersebut dapat diterima dan dipahami oleh masyarakat.  Peran Guru dalam Proses Belajar-Mengajar Dua peran guru dalam proses belajar-mengajar, yaitu (1) pemberi kemudahan dalam proses komunikasi antara semua peserta didik dalam kelas, antara peserta didik dengan kegiatan pembelajaran, serta teks atau materi, dan (2) sebagai partisipan mandiri dalam kelompok belajar-mengajar. Implikasi dari kedua peran di atas menimbulkan peran-peran kecil lainnya, yaitu peran sebagai pengorganisasi, pembimbing, peneliti, dan pembelajar dalam proses belajar-mengajar.  Peran Materi Pembelajaran Materi pembelajaran dipersiapkan setelah guru mengadakan suatu analisis kebutuhan peserta didik. Keanekaragaman kebutuhan peserta didik ini ditampung

11

Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Komunikatif By Dedi Wijaya

Nop 2009

guru dan dipertimbangkan dalam mempersiapkan materi pembelajaran. Implikasi dari keadaan ini adalah aktivitas peserta didik dalam kelas berorientasi pada peserta didik. Kedudukan materi pembelajaran ditekankan pada sesuatu yang menunjang komunikasi peserta didik secara aktif. Ada tiga jenis materi yang perlu dipertimbangakan, yaitu (1) materi yang berdasarkan teks, (2) materi yang berdasarkan tugas, dan (3) materi yang berdasarkan bahan yang otentik.

4. Metodologi Pembelajaran Bahasa Berdasarkan Pendekatan Komunikatif Tarigan mengungkapkan bahwa metode-metode pembelajaran bahasa komunikatif dilandasi oleh teori pembelajaran yang mengacu pada dua prinsip, yaitu (1) prinsip komunikasi, kegiatan-kegiatan yang melibatkan komunikasi nyata mampu mengembangkan proses pembelajaran, (2) prinsip tugas, kegiatan-kegiatan-kegiatan tempat dipakainya bahasa untuk melaksanakan tugas-tugas yang bermakna dapat mengembangkan proses pembelajaran. Berdasarkan prinsip tersebut, materi pembelajaran bahasa hendaknya dapat diterapkan melalui metode permainan, simulasi, bermain peran, dan komunikasi pasangan. Dengan pendekatan komunikatif diharapkan tujuan pendidikan yakni untuk bisa mengembangkan potensi, memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia dan keterampilan yang berguna bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa dan Negara dapat tercapai dengan baik dan dengan meningkatkan kepercayaan antara peserta didik dan pendidik merupakan langkah awal untuk membangun komunikasi yang komunikatif.

12

Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Komunikatif By Dedi Wijaya

Nop 2009

KESIMPULAN

Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapatkan pendidikan dan manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan umat manusia. Bahasa menjadi cermin diri kita, baik sebagai bangsa maupun sebagai diri sendiri. Bahasa yang komunikatif tidak selalu harus merupakan bahasa standar.

Sebaliknya, penggunaan bahasa standar tidak selalu berarti bahwa bahasa itu baik dan benar. Sebaiknya, kita menggunakan ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan disamping itu mengikuti kaidah bahasa yang benar. Perlu untuk mengembangkan bahasa komunikatif sebagai bahasa pengantar dalam pendidikan, dengan bahasa yang komunikatif maka akan mengurangi rasa kaku, monoton, dan akan lebih menarik bagi komunikan, pada akhirnya diharapkan mampu mencapai tujuan dalam proses belajar mengajar yang diinginkan. Pendekatan komunikatif merupakan pendekatan yang berlandaskan pada pemikiran bahwa kemampuan menggunakan bahasa dalam berkomunikasi merupakan tujuan yang harus dicapai dalam pembelajaran bahasa demi tercapainya tujuan pendidikan nasional. Dengan penggunaan bahasa komunikatif maka diharapkan mampu mencapai maksud dari PP. RI. Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 19 : Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Peningkatan kepercayaan merupakan langkah awal untuk membangun komunikasi sebagai landasan untuk berinteraksi secara proporsional, berlaku untuk semua pihak, baik pendidik maupun peserta didik sehingga komunikasi yang terjadi adalah komunikasi yang komunikatif.

13

Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Komunikatif By Dedi Wijaya

Nop 2009

DAFTAR PUSTAKA

http://www.scribd.com/doc/13335440/PENGEMBANGAN-KOMUNIKASIRESPEKTIF-DAN-PENGGUNAAN-BAHASA-KOMUNIKATIF-SEBAGAIBAHASA-PENGANTAR-DALAM-DUNIA-PENDIDIKAN http://docs.google.com/gview?a=v&q=cache:mfRsaaXDSuIJ:budimeeong.files.word press.com/2008/05/inisiasi_pembelajaran_bahasa_indonesia_sd_3.pdf+pendekatan+p embelajaran+bahasa+indonesia+yang+inovatif http://www.scribd.com/doc/9678465/Fungsi-Bahasa

14

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->