P. 1
Pancasila Sebagai Sistem Filsafat

Pancasila Sebagai Sistem Filsafat

|Views: 1,654|Likes:
Published by andi khairil

More info:

Published by: andi khairil on Apr 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/25/2012

pdf

text

original

FILSAFAT PANCASILA AT PA

FX. DJOK PRANOWO OKO ARY N NATALINA
1

KOMPETENSI YANG MAU DI APAI Y NG
Mahasiswa dapat mendefinisikan pengertian filsafat dan filsafat Pancasila; Pancasila; Mahasiswa dapat menjelaskan Pancasila sebagai jati diri bangsa; bangsa; Mahasiswa dapat menganalisis sila-sila Pancasila silasebagai suatu sistem filsafat; filsafat; Mahasiswa dapat menguraikan aspek ontologis, epistemologis dan aksiologis Pancasila; Pancasila; Mahasiswa dapat menjelaskan Pancasila sebagai ideologi nasional Indonesia; Indonesia; Mahasiswa dapat menjelaskan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Indonesia.
2

SUBPOKOK B KOK BAHASAN
1. Pengertian Filsafat dan Filsafat Pancasila t . Pancasila sebagai suatu sistem filsafat i
1. . 3.

ila Ontologi Pancasila ncasila Epistemologi Pancasila Aksiologi Pancasila ila

3. Pancasila sebagai Id ai Ideologi Bangsa Negara 4. Pancasila sebagai Dasa Negara i Dasar

dan

3

PENGERTIAN FILSAFAT AN AN FI FILSAFAT PANCASILA AT PA 
Pengertian Filsafat t  

Istilah µfilsafat¶ secara etimologis merupakan ecara padanan kata falsafah (Arab) dan philosophy safah (Inggris) yang berasa dari bahasa Yunani erasal JMPSWSJME (philosophia). philosophia) ia) ia Kata philosophia merupa erupakan kata majemuk yang terususun dari kata philo atau philein yang berarti hilos kekasih, sahabat, mencin encintai dan kata sophia yang berarti kebijaksanaan anaan, hikmat, kearifan, pengetahuan. pengetahuan.
4   

Dengan demikian philosop sophia secara harafiah berarti mencintai kebijaksanaan, mencintai hikmat atau naan, mencintai pengetahuan. pengetahuan. n Cinta mempunyai pengert engertian yang luas. Sedangkan luas. kebijaksanaan mempunyai arti yang bermacam-macam unyai bermacamyang berbeda satu dari yan lainnya. ri yang lainnya. Istilah philosophos perta pertama kali digunakan oleh Pythagoras. Pythagoras. ‡ Ketika Pythagoras ditany apakah engkau seorang ditanya, yang bijaksana? ‡ Dengan rendah hati Py ati Pythagoras menjawab, µsaya hanyalah philosophos, yakni orang yang mencintai philosophos, y s pengetahuan¶. pengetahuan¶.
5 

Ada dua pengertian filsafat, yaitu: yaitu:
Filsafat dalam arti proses dan filsafat dalam arti produk. produk. Filsafat sebagai ilmu atau metode dan filsafat sebagai pandangan hidup Filsafat dalam arti teoritis dan filsafat dalam arti praktis. praktis.  

Pancasila dapat digolongkan sebagai filsafat dalam arti produk, sebagai pandangan hidup, dan dalam arti praktis. praktis. Ini berarti Filsafat Pancasila mempunyai fungsi dan peranan sebagai pedoman dan pegangan dalam sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam kehidupan sehariseharihari, dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara bagi bangsa Indonesia. Indonesia.
6 

Pengertian Filsafat Pancasil casila    

Pancasila sebagai filsafat men t mengandung pandangan, nilai, dan pemikiran yang dapat menjadi substansi dan isi pembentukan enjadi ideologi Pancasila. Pancasila. Filsafat Pancasila dapat didef didefinisikan secara ringkas sebagai refleksi kritis dan rasional te l tentang Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan buday bangsa, dengan tujuan untuk daya mendapatkan pokok-pokok pe pokokpengertiannya yang mendasar dan menyeluruh. menyeluruh. Pancasila dikatakan sebaha filsafat, karena Pancasila ebahai merupakan hasil permenunga jiwa yang mendalam yang nungan dilakukan oleh the faounding fa g father kita, yang dituangkan dalam suatu sistem (Ruslan Abdul Gani). ul Gan Gani). Filsafat Pancasila memberi pen ri pengetahuan dan penngertian ilmiah yaitu tentang hakikat dari Panca Pancasla (Notonagoro). (Notonagoro).
7

PANCAS NCASILA SEBAGAI SUATU SI TU SISTEM FILSAFAT 
Pembahasan mengenai P nai Pancasila sebagai sistem filsafat dapat dilakukan d kan dengan cara deduktif dan induktif. induktif.  Cara deduktif yaitu d aitu dengan mencari hakikat Pancasila serta mengan enganalisis dan menyusunnya secara sistematis menja menjadi keutuhan pandangan yang komprehensif. komprehensif.  Cara induktif yaitu denga dengan mengamati gejala-gejala gejalasosial budaya masyarak yarakat, merefleksikannya, dan menarik arti dan makna yang hakiki dari gejalaakna gejalagejala itu. itu.
8

Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya merupakan sistem filsafat. filsafat. Yang dimaksud sistem adalah suatu kesatuan bagianbagianbagian yang saling berhubungan, saling bekerjasama untuk tujuan tertentu dan secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang utuh. utuh. SilaSila-sila Pancasila yang merupakan sistem filsafat pada hakikatnya merupakan suatu kesatuan organis. Artinya, organis. antara sila-sila Pancasila itu saling berkaitan, saling silaberhubungan bahkan saling mengkualifikasi. Pemikiran mengkualifikasi. dasar yang terkandung dalam Pancasila, yaitu pemikiran tentang manusia yang berhubungan dengan Tuhan, dengan diri sendiri, dengan sesama, dengan masyarakat bangsa yang nilai-nilai itu dimiliki oleh bangsa Indonesia. nilaiIndonesia.
9

Dengan demikian Pancasila sebagai sistem filsafat memiliki ciri khas yang berbeda dengan sistem-sistem sistemfilsafat lainnya, seperti materialisme, idealisme, rasionalisme, liberalisme, komunisme dan sebagainya. sebagainya. Ciri sistem Filsafat Pancasila itu antara lain: lain: 1. Sila-sila Pancasila merupakan satu-kesatuan sistem Silasatuyang bulat dan utuh. Dengan kata lain, apabila tidak utuh. bulat dan utuh atau satu sila dengan sila lainnya terpisahterpisah-pisah maka itu bukan Pancasila. Pancasila. . Susunan Pancasila dengan suatu sistem yang bulat dan utuh itu dapat digambarkan sebagai berikut: berikut:
Sila 1, meliputi, mendasari dan menjiwai sila ,3,4 dan 5;

10

Sila 2, diliputi, didasari, dijiwai sila 1, dan mendasari dan menjiwai sila ila diji ai menji ai 3, 4 dan 5; Sila 3, diliputi, didasari, dijiwai sila 1, 2, dan mendasari dan menjiwai ila diji ai menji ai sila 4, 5; Sila 4, diliputi, didasari, dijiwai sila 1,2,3, dan mendasari dan menjiwai ila diji ai menji ai sila 5; Sila 5, diliputi, didasari, dijiwai sila 1,2,3,4. ila diji ai

Inti sila-sila Pancasila meliputi: silameliputi: 
   

Tuhan, Tuhan, yaitu sebagai kausa prima Manusia, Manusia, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial Satu, Satu, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri Rakyat, Rakyat, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan gotong royong Adil, Adil, yaitu memberi keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya. haknya. 

Membahas Pancasila a s sebagai filsafat berarti mengungkapkan konsep-kon konsep-konsep kebenaran Pancasila p yang bukan saja ditujukan pada bangsa Indonesia, jukan melainkan juga bagi manusia pada umumnya. nusia umumnya.  Wawasan filsafat meliputi bida atau aspek penyelidikan ti bidang ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Ketiga bidang aksiologi. tersebut dapat dianggap menc mencakup kesemestaan. kesemestaan.  Oleh karena itu, berikut in akan dibahas landasan kut ini Ontologis Pancasila, Epis Epistemologis Pancasila dan Aksiologis Pancasila. Pancasila.

1

1. Landasan Ontologis Pancasila is Pan   

Ontologi, menurut Aristotele adalah ilmu yang meyelidiki stoteles hakikat sesuatu atau tentang ada, keberadaan atau u ten eksistensi dan disamakan a kan artinya dengan metafisika. metafisika. Masalah ontologis antara lain: Apakah hakikat sesuatu ntara lain: itu? Apakah realitas yang ada tampak ini suatu realitas sebagai wujudnya, yaitu benda? Apakah ada suatu rahasia di balik realitas itu sebagaimana yang tampak tas itu, pada makhluk hidup? Dan seterusnya. s seterusnya. Bidang ontologi menyelidi tentang makna yang ada yelidiki (eksistensi dan keberada eradaan) manusia, benda, alam semesta (kosmologi), metaf metafisika. metafisika.
13   

Secara ontologis, penye penyelidikan Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebag upaya untuk mengetahui sebagai hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. silaP Pancasila. Pancasila yang terdiri a diri atas lima sila, setiap sila bukanlah merupakan asas yang berdiri sendiri-sendiri, sendirimalainkan memiliki satu kes tu kesatuan dasar ontologis. ontologis. Dasar ontologis Pancasila pada hakikatnya adalah ncasila manusia, yang memilik emiliki hakikat mutlak yaitu monopluralis, atau monodu odualis, karena itu juga disebut sebagai dasar antropologis. Subyek pendukung pokok ogis. ogis dari sila-sila Pancasila adal manusia. silaa adalah manusia.

14  

Hal tersebut dapat dijelaskan bahwa yang Berketuhan Yang askan Maha Esa, yang berkemanu manusiaan yang adil dan beradab, yang berpersatuan, yang ber g berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta yang berkeadilan so n sosial pada hakikatnya adalah manusia. manusia. Sedangkan manusia sebag pendukung pokok sila-sila ebagai silaPancasila secara ontologis memiliki hal-hal yang mutlak, logis halyaitu terdiri atas susunan kod n kodrat, raga dan jiwa, jasmani dan rohani. rohani. Sifat kodrat manus manusia adalah sebagai makhluk individu dan makhluk sosial serta sebagai makhluk pribadi osial dan makhluk Tuhan Yang Ma Esa. Maka secara hirarkis ng Maha Esa. sila pertama mendasari dan menjiwai sila-sila Pancasila ri silalainnya. lainnya. (lihat Notonagoro, 1 75: 53). ro, 75: 53)
15 

Hubungan kesesuaian an n antara negara dan landasan silasila-sila Pancasila adalah berupa hubungan sebabdalah sebabakibat: akibat: 
Negara sebagai pendukung hubungan, sedangkan Tuhan, ukung manusia, satu, rakyat, dan adil sebagai pokok pangkal at, da hubungan. hubungan. ncasila  Landasan sila-sila Pancasi yaitu Tuhan, manusia, satu, silarakyat dan adil adalah seb h sebagai sebab, dan negara adalah sebagai akibat. akibat.

1

2. Landasan Epistemologis Pancasila ologis    

Epistemologi adalah cabang filsafat yang menyelidiki asal, bang syarat, susunan, metode, dan validitas ilmu pengetahuan. , pengetahuan. Epistemologi meneliti sumber pengetahuan, proses dan syarat mber terjadinya pengetahuan, batas dan validitas ilmu pengetahuan. , pengetahuan. Epistemologi adalah ilmu tent u tentang ilmu atau teori terjadinya ilmu atau science of science. science. Menurut Titus (1 84: ) terdapat tiga persoalan yang 84: mendasar dalam epistemologi yaitu: ologi, yaitu: 1. Tentang sumber pengeta ngetahuan manusia; manusia; . Tentang teori kebenaran pengetahuan manusia; aran manusia; 3. Tentang watak pengetahu manusia. getahuan manusia.
17   

Secara epistemologis kajia Pancasila sebagai filsafat kajian dimaksudkan sebagai upa i upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sis atu sistem pengetahuan. pengetahuan. Pancasila sebagai sistem f stem filsafat pada hakikatnya juga merupakan sistem pengeta engetahuan. engetahuan. Ini berarti Pancasila telah menjadi suatu belie system, sistem cita-cita, elief system, citamenjadi suatu ideologi. Ole karena itu Pancasila harus ideologi. Oleh i memiliki unsur rasion rasionalitas terutama dalam kedudukannya sebagai sist ai sistem pengetahuan. pengetahuan. Dasar epistemologis Panc Pancasila pada hakikatnya tidak dapat dipisahkan dengan dasar ontologisnya. Maka, ngan ontologisnya. dasar epistemologis Panc Pancasila sangat berkaitan erat dengan konsep dasarnya te nya tentang hakikat manusia. manusia.
18   

Pancasila sebagai suatu obyek pengetahuan pada uatu hakikatnya meliputi masala sumber pengetahuan dan asalah susunan pengetahuan Panc Pancasila. Pancasila. Tentang sumber pengetahu Pancasila, sebagaimana tahuan Pancasila, telah dipahami bersama adalah nilai-nilai yang ada ama nilaipada bangsa Indonesia sendiri. Nilai-nilai tersebut esia sendiri. Nilaimerupakan kausa materialis Pancasila. terialis Pancasila. Tentang susunan Panca ncasila sebagai suatu sistem pengetahuan, maka Panca Pancasila memiliki susunan yang bersifat formal logis, baik dalam arti susunan sila-sila silaPancasila maupun isi arti dari sila-sila Pancasila itu. i silaitu. Susunan kesatuan sila-sila Pancasila adalah bersifat silailaila hirarkis dan berbentuk piram k piramidal. piramidal.
1  

Sifat hirarkis dan bentuk piramidal itu nampak dalam ntuk susunan Pancasila, di ma mana sila pertama Pancasila mendasari dan menjiwai ke ai keempat sila lainny, sila kedua didasari sila pertama dan m mendasari serta menjiwai sila ketiga, keempat dan kelima, sila ketiga didasari dan dijiwai lima, sila pertama dan kedua, sert mendasari dan menjiwai sila , serta keempat dan kelima, sila kee ila keempat didasari dan dijiwai sila pertama, kedua dan ketiga, serta mendasari dan menjiwai tiga, sila kelma, sila kelima dida didasari dan dijiwai sila pertama, kedua, ketiga dan keempat pat Dengan demikian susunan P nan Pancasila memiliki sistem logis baik yang menyangkut kualita maupun kuantitasnya. kualitas kuantitasnya. 

Susunan isi arti Pancasila m asila meliputi tiga hal, yaitu: yaitu:
1. Isi arti Pancasila yang umu universal, yaitu hakikat sila-sila g umum universal, silaPancasila yang merupaka inti sari Pancasila sehingga rupakan merupakan pangkal tolak d dalam pelaksanaan dalam bidang rtib kenegaraan dan tertib hukum Indonesia serta dalam m berbagai bidang kehidupan konkrit. konkrit. realisasi praksis dalam berb . Isi arti Pancasila yang umu kolektif, yaitu isi arti Pancasila g umum kolektif, sebagai pedoman kolektif negara dan bangsa Indonesia olektif terutama dalam tertib hukum Indonesia. Indonesia. 3. Isi arti Pancasila yang ber g bersifat khusus dan konkrit, yaitu isi konkrit, realisasi arti Pancasila dalam realisa praksis dalam berbagai bidang memiliki sifat khhusus konkrit serta kehidupan sehingga mem goro, 75: dinamis (lihat Notonagoro, 1 75: 3 -4 )
1 

Menurut Pancasila, hakikat ma at manusia adalah monopluralis, yaitu monopluralis, hakikat manusia yang memiliki u miliki unsur pokok susunan kodrat yang terdiri atas raga dan jiwa. Haki jiwa. Hakikat raga manusia memiliki unsur fisis anorganis, vegetatif, dan a animal. animal. Hakikat jiwa memiliki unsur akal, rasa, kehendak yang me g merupakan potensi sebagai sumber daya cipta manusia yang mela melahirkan pengetahuan yang benar, berdasarkan pemikiran memo emoris, reseptif, kritis dan kreatif. kreatif. Selain itu, potensi atau daya tersebut mampu meresapkan pengetahuan dan menstranfo stranformasikan pengetahuan dalam demontrasi, imajinasi, asosiasi, analogi, refleksi, intuisi, inspirasi iasi, dan ilham. ilham. 

DasarDasar-dasar rasional logis P ogis Pancasila menyangkut kualitas maupun kuantitasnya, juga menyangkut isi arti Pancasila tersebut. tersebut.   

Sila Ketuhanan Yang Ma Maha Esa memberi landasan kebenaran pengetahuan ma n manusia yang bersumber pada intuisi. intuisi. Manusia pada hakikatnya ked ya kedudukan dan kodratnya adalah sebagai makhluk Tuhan Ya an Yang Maha Esa, maka sesuai dengan sila pertama Pancasi epistemologi Pancasila juga ncasila, mengakui kebenaran wahyu yang bersifat mutlak. Hal ini ahyu mutlak. sebagai tingkat kebenaran ya tinggi. ran yang tinggi. Dengan demikian kebenara dan pengetahuan manusia enaran merupapakan suatu sintesa y tesa yang harmonis antara potensipotensipotensi kejiwaan manusia y sia yaitu akal, rasa dan kehendak manusia untuk mendapatkank atkankebenaran yang tinggi. tinggi.

3  

Selanjutnya dalam sila ketiga, keempat, dan kelima, ila ke maka epistemologi Panca Pancasila mengakui kebenaran konsensus terutama dalam kaitannya dengan hakikat sifat kodrat manusia seb sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. sosial. Sebagai suatu paham ep m epistemologi, maka Pancasila mendasarkan pada pan pandangannya bahwa ilmu pengetahuan pada hakikatn tidak bebas nilai karena akikatnya harus diletakkan pada k ada kerangka moralitas kodrat manusia serta moralitas religius dalamupaya untuk litas mendapatkan suatu ting tingkatan pengetahuan yang mutlak dalam hidup manusi . anusia. anusia
4

3. Landasan Aksiologis Pancasila Panca    

SilaSila-sila Pancasila sebagai s agai suatu sistem filsafat memiliki satu kesatuan dasar aksiologis, yaitu nilai-nilai yang terkandung ogis, nilaidalam Pancasila pada hak a hakikatnya juga merupakan suatu kesatuan. kesatuan. Aksiologi Pancasi mengandung arti bahwa kita ancasila membahas tentang filsafat nil Pancasila. fat nilai Pancasila. Istilah aksiologi berasal dari kata Yunani axios yang artinya l nilai, manfaat, dan logos yang artinya pikiran, ilmu atau teori. teori. Aksiologi adalah teori nilai, yaitu sesuatu yang diinginkan, disukai atau yang baik. Bida baik. Bidang yang diselidiki adalah hakikat nilai, kriteria nilai, dan kedudu edudukan metafisika suatu nilai. nilai. Nilai (value dalam Inggris) berasal dari kata Latin valere yang Inggris) be ris) ris artinya kuat, baik, berharga. Dalam kajian filsafat merujuk rharga. rharga pada sesuatu yang sifatnya abstrak yang dapat diartikan ifatnya sebagai ³keberhargaan´ (worth) atau ³kebaikan´ (goodness). wo ´ worth) goodness) Nilai itu sesuatu yang be g berguna. Nilai juga mengandung berguna. harapan akan sesuatu yang d ang diinginkan. diinginkan.
5  



Nilai adalah suatu kemampuan yang dipercayai yang ada pada mpuan suatu benda untuk memuaskan manusia (dictionary of sosiology uaskan an related science). Nilai itu suatu sifat atau kualitas yang science) lai melekat pada suatu obyek. obyek. k Ada berbagai macam teori tentang nilai. ri tent nilai. Max Scheler mengemukakan bahwa nilai ada tingkatannya, kakan dan dapat dikelompokkan men n menjadi empat tingkatan, yaitu: yaitu:
1) Nilai-nilai kenikmatan: dalam tingkat ini terdapat nilai yang Nilaikenikmatan: ang t mengenakkan dan nilai yang tidak mengenakkan, yang menyebabkan rita. rita orang senang atau menderita. menderita. m tingkat ini terdapat nilai-nilai yang penting nilai) Nilai-nilai kehidupan: dalam tin Nilaikehidupan: kesejahteraan, keadilan, kesegaran. kesegaran. dalam kehidupan, seperti keseja m tingkat ini terdapat nilai-nilai kejiwaan nilai3) Nilai-nilai kejiwaan: dalam ti Nilaikejiwaan: a seka (geistige werte) yang sama sekali tidak tergantung dari keadaan jasmani werte) lailai maupun lingkungan. Nilai-nila semacam ini misalnya, keindahan, lingkungan. Nilai-nilai uan murni yang dicapai dalam filsafat. filsafat. kebenaran, dan pengetahuan m

4) Nilai-nilai kerokhanian: dalam tin Nilaikerokhanian: am tingkat ini terdapat moralitas nilai yang suci dan tidak suci. Nilai semacam i terutama terdiri dari nilai-nilai pribadi. suci. cam ini nilaipribadi. (Driyarkara, 1 78) 78) 

Walter G. Everet menggolong olongkan nilai-nilai manusia ke dalam nilaidelapan kelompok: kelompok:
1) Nilai-nilai ekonomis: ditunjukkan oleh harga pasar dan meliputi semua Nilaiekonomis: jukkan benda yang dapat dibeli. dibeli. ) Nilai-nilai kejasmanian: membantu pada kesehatan, efisiensi dan Nilaikejasmanian: memb keindahan dari kehidupan badan. badan. 3) Nilai-nilai hiburan: nilai-nilai perm Nilaihiburan: nilaii permainan dan waktu senggang yang dapat menyumbangkan pada pengayaa kehidupan. gayaan kehidupan. 4) Nilai-nilai sosial: berasal mul dari pelbagai bentuk perserikatan Nilaisosial: l mula manusia. manusia. 5) Nilai-nilai watak: keseluruhan da keutuhan kepribadian dan sosial yang Nilaiwatak: an dari diinginkan. diinginkan.

7

6) Nilai-nilai estetis: nilai-nilai keind Nilaiestetis: nilaii keindahan dalam alam dan karya seni. seni. 7) Nilai-nilai intelektual: nilai-nilai p Nilaiintelektual: nilaipengetahuan dan pengajaran kebenaran. kebenaran. 8) Nilai-nilai keagamaan Nilai

Notonagoro membagi nilai menjadi tiga macam,, yaitu: m yaitu:
1) Nilai material, yaitu sesuatu yan berguna bagi manusia. material, tu yang manusia. ) Nilai vital, yaitu sesuatu yan berguna bagi manusia untuk dapat vital, yang melaksanakana kegiatan atau a aktivitas. aktivitas. 3) Nilai kerokhanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani yang egala dapat dibedakan menjadi empa macam: empat macam:
a) b)

c)

d)

Nilai kebenaran, yang bersumb pada akal (ratio, budi, cipta) manusia. kebenaran, rsumber manusia. Nilai keindahan, atau nilai es ilai estetis, yang bersumber pada unsur perasaan (aesthetis, rasa) manusia. manusia. a Nilai kebaikan, atau nilai mora yang bersumber pada unsur kehendak (will, moral, karsa) manusia. manusia. Nilai religius, yang merupakan nilai kerokhanian tertinggi dan mutlak. Nilai pakan mutlak. religius ini bersumber kepada kepercayaan atau keyakinan manusia. pada manusia.
8 

Dalam filsafat Pancasila, disebutkan ada tiga tingkatan nilai, yaitu nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praktis. praktis.
Nilai dasar, adalah asas-asas yang kita terima sebagai dalil yang asasbersifat mutlak, sebagai sesuatu yang benar atau tidak perlu dipertanyakan lagi. Nilai-nilai dasar dari Pancasila adalah nilai lagi. Nilaiketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan. keadilan. Nilai instrumental, adalah nilai yang berbentuk norma sosial dan norma hukum yang selanjutnya akan terkristalisasi dalam peraturan dan mekanisme lembaga-lembaga negara. lembaganegara. Nilai praksis, adalah nilai yang sesungguhnya kita laksanakan dalam kenyataan. Nilai ini merupakan batu ujian apakah nilai dasar kenyataan. dan nilai instrumental itu benar-benar hidup dalam masyarakat. benarmasyarakat. 

NilaNila-nilai dalam Pancasila termasuk nilai etik atau nilai moral merupakan nilai dasar yang mendasari nilai intrumental dan selanjutnya mendasari semua aktivitas kehidupan masyarakat, berbansa, dan bernegara. bernegara.
29  

Secara aksiologis, bang bangsa Indonesia merupakan pendukung nilai-nilai Panc nilaiPancasila (subscriber of value Pancasila), Pancasila), yaitu bangsa yang berketuhanan, yang ngsa berkemanusiaan, yang berpersatuan, yang berkerakyatan dan berkead rkeadilan sosial. sosial. Pengakuan, penerimaan d aan dan pernghargaan atas nilainilainilai Pancasila itu nampak dalam sikap, tingkah laku, mpak dan perbuatan bangs bangsa Indonesia sehingga mencerminkan sifat khas sebagai Manusia Indonesia has se

3

PANCASILA SEBAGAI I EOLOGI BANGSA DAN NEGARA IDEOLOGI AN
Pengertian Ideologi Istilah ideologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita dan logos citayang berarti ilmu. Jadi secara harafiah ideologi berarti ilmu. itaita ilmu tentang pengertian dasar, ide atau cita-cita. Citacita-cita. Citacita yang dimaksudkan adalah cita-cita yang tetap citasifatnya dan harus dapat dicapai sehingga cita-cita itu citasekaligus merupakan dasar, pandangan, paham. paham. Ideologi yang semula berarti gagasan, ide, cita-cita itu citaberkembang menjadi suatu paham mengenai seperangkat nilai atau pemikiran yang oleh seseorang atau sekelompok orang menjadi suatu pegangan hidup. hidup.

Beberapa pengertian ideologi: eberapa ideologi    

A.S. Hornby mengatakan bahwa ideologi adalah seperangkat gagasan yang membentuk landasan teori ekonomi dan politik atau yang dipegangi oleh seorang atau sekelompok orang. orang. Soerjono Soekanto menyatakan bahwa secara umum ideologi sebagai kumpulan gagasan, ide, keyakinan, kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis, yang menyangkut bidang politik, sosial, kebudayaan, dan agama. agama. Gunawan Setiardja merumuskan ideologi sebagai seperangkat ide asasi tentang manusia dan seluruh realitas yang dijadikan pedoman dan cita-cita hidup. citahidup. Frans Magnis Suseno mengatakan bahwa ideologi sebagai suatu sistem pemikiran yang dapat dibedakan menjadi ideologi tertutup dan ideologi terbuka. terbuka.

2  

Ideologi tertutup, merupakan s kan suatu sistem pemikiran tertutup. tertutup. Ciri-cirinya: Ciri-cirinya: merupakan cita-cita suatu kelompok orang untuk cita-cit mengubah dan memperbarui masyarakat; atas nama ideologi arui masyarakat; dibenarkan pengorbanan-pengo pengorbanan-pengorbanan yang dibebankan kepada masyarakat; masyarakat; isinya bukan hany nilai-nilai dan cita-cita tertentu, hanya nilaicitamelainkan terdiri dari tuntutan-tuntutan konkret dan operasional tuntutantutantutan yang keras, yang diajukan deng mutlak. dengan mutlak. Ideologi terbuka, merupakan su terbuka, an suatu pemikiran yang terbuka. Ciriterbuka. Ciricirinya: cirinya: bahwa nilai-nilai dan cit -citanya tidak dapat dipaksakan nilaian cita citadari luar, melainkan digali d ali dan diambil dari moral, budaya masyarakat itu sendiri; dasar sendiri; dasarnya bukan keyakinan ideologis sekelompok orang, melainkan h nkan hasil musyawarah dari konsensus masyarakat tersebut; nilai-nilai itu sifatnya dasar, secara garis tersebut; nilaii besar saja sehingga tidak langs langsung operasional. operasional.
33

Fungsi utama ideologi dalam masyarakat menurut Ramlan ) ada dua, yaitu: sebagai tujuan atau cita-cita yaitu: citaSurbakti (1 yang hendak dicapai secara bersama oleh suatu masyarakat, dan sebagai pemersatu masyarakat dan karenanya sebagai prosedur penyelesaian konflik yang terjadi dalam masyarakat. masyarakat. Pancasila sebagai ideologi mengandung nilai-nilai yang nilaiberakar pada pandangan hidup bangsa dan falsafat bangsa. bangsa. Dengan demikian memenuhi syarat sebagai suatu ideologi terbuka. terbuka. Sumber semangat yang menjadikan Pancasila sebagai 45: ideologi terbuka adalah terdapat dalam penjelasan UUD 1 45: ³terutama bagi negara baru dan negara muda, lebih baik hukum dasar yang tertulis itu hanya memuat aturan-aturan aturanpokok, sedangkan aturan-aturan yang menyelenggarakan aturanaturan pokok itu diserahkan kepada undang-undang yang undanglebih mudah caranya membuat, mengubah dan mencabutnya
4

Sifat Ideologi
Ada tiga dimensi sifat ideologi, yaitu dimensi realitas, dimensi idealisme, dan dimensi fleksibilitas. fleksibilitas.
1.

.

3.

Dimensi Realitas: nilai yang terkandung dalam dirinya, bersumber Realitas: dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, terutama pada waktu nilaiideologi itu lahir, sehingga mereka betul-betul merasakan dan betulmenghayati bahwa nilai-nilai dasar itu adalah milik mereka bersama. nilaibersama. Pancasila mengandung sifat dimensi realitas ini dalam dirinya. dirinya. Dimensi idealisme: ideologi itu mengandung cita-cita yang ingin idealisme: citadiicapai dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pancasila bukan saja memenuhi dimensi idealisme ini bernegara. tetapi juga berkaitan dengan dimensi realitas. realitas. Dimensi fleksibilitas: ideologi itu memberikan penyegaran, fleksibilitas: memelihara dan memperkuat relevansinya dari waktu ke waktu sehingga bebrsifat dinamis, demokrastis. Pancasila memiliki dimensi demokrastis. fleksibilitas karena memelihara, memperkuat relevansinya dari masa ke masa. masa.

3

Faktor Pendorong Keterbukaan Ideologi Pancasila  Kenyataan dalam proses pembangunan nasional dan dinamika masyarakat yang berkembang secara cepat. cepat.  Kenyataan menujukkan bahwa bangkrutnya ideologi yang tertutup danbeku cendnerung meredupkan perkembangan dirinya. dirinya.  Pengalaman sejarah politik masa lampau. lampau.  Tekad untuk memperkokoh kesadaran akan nilai-nilai nilaidasar Pancasila yang bersifat abadi dan hasrat mengembangkan secara kreatif dan dinamis dalam rangka mencapai tujuan nasional. nasional.
6

Sekalipun Pancasila sebagai ideologi bersifat terbuka, namun ada batas-batas keterbukaan yang batastidak boleh dilanggar, yaitu: yaitu: 
 

 

Stabilitas nasional yang dinamis Larangan terhadap ideologi marxisme, leninnisme dan komunisme Mencegah berkembangnya paham liberalisme Larangan terhadap pandangan ekstrim yang menggelisahkan kehidupan bermasyarakat Penciptaan norma-norma normabaru harus melalui konsensus. konsensus.

Makna Pancasila sebagai Ideologi Bangsa  

Makna Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia adalah bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila itu nilaimenjadi cita-cita normatif bagi penyelenggaraan bernegara. citabernegara. Dengan kata lain, visi atau arah dari penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia adalah terwujudnya kehidupan yang ber-Ketuhanan, yang ber-Kemanusiaan, yang berberberber-Persatuan, yang ber-Kerakyatan, dan yang ber-Keadilan. berber-Keadilan. Pancasila sebagai ideologi nasional selain berfungsi sebagai citacita-cita normatif penyelenggaraan bernegara, nilai-nilai yang nilaiterkandung dalam Pancasila merupakan nilai yang disepakati bersama, karena itu juga berfungsi sebagai sarana pemersatu masyarakat yang dapat memparsatukan berbagai golongan masyarakat di Indonesia. Indonesia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->