P. 1
Kls12 Smk Bhs Indo Siswasih

Kls12 Smk Bhs Indo Siswasih

|Views: 25,699|Likes:
Published by chepimanca

More info:

Published by: chepimanca on Apr 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2014

pdf

text

original

Bahasa dalam teks sastra berbeda dengan
bahasa yang digunakan dalam teks ilmiah. Teks
sastra banyak menggunakan gaya bahasa (majas),
seperti kalimat-kalimat yang kalian baca pada kutipan
roman yang berjudul Siti Nurbaya. Misalnya, lihatlah
mukamu, telah merah sebagai jambu air, kena panas
matahari, jawab anak laki-laki itu seakan-akan
merengut, tetapi diikutinya juga temannya yang
perempuan tadi.

Jika dibandingkan dengan kalimat-kalimat yang
digunakan dalam teks ilmiah, kalimat di atas sangat
berbeda bukan?

Jadi, gaya bahasa atau majas adalah suatu cara
mengekspresikan pikiran dan perasaan dengan ba-
hasa yang indah dan personal. Gaya bahasa diguna-
kan untuk meningkatkan efek dan menjelaskan ga-
gasan-gagasan sehingga dapat dimengerti, baik oleh
pembaca maupun pendengar. Bagi penulis (pemakai
bahasa), gaya bahasa memperlihatkan kekhasan
bahasa serta jiwa dan kepribadian penulis.

Para ahli telah menemukan enam puluh macam
gaya bahasa/majas dan diklasifikasikan ke dalam
empat kelompok. Keempat kelompok gaya bahasa
yang dimaksud adalah: a) majas perbandingan; b)
majas pertentangan; c) majas pertautan; d) majas
perulangan.

A.Majas perbandingan

Majas perbandingan meliputi:

1)Perumpamaan

Perumpamaan atau simile adalah gaya bahasa
berupa perbandingan dua hal yang pada dasarnya
berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Gaya perban-
dingan secara eksplisit dijelaskan dengan pemakaian
kata seperi laksana, ibarat, bagai, sebagai, dan
umpama.

Contoh

-Gadis itu laksana bunga yang sedang
mekar.
-Apa yang ia lakukan ibaratmencari jarum
dalam sekam.

2)Metafora

Metafora adalah suatu gaya bahasa yang mem-
buat perbandingan secara langsung antara dua hal
atau benda tanpa dinyatakan secara eksplisit dengan
menggunakan kata sepertidan sejenisnya. Metafora
merupakan gaya bahasa perbandingan yang paling
singkat, padat, dan tersusun rapi.

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

28

Contoh

Contoh

Contoh

Contoh

4)Antitesis

Antitesis adalah gaya bahasa dengan membuat
suatu perbandingan (komparasi) antara dua antonim
(kata-kata yang menyatakan makna bertentangan
satu sama lain).

-Anak itu malah bangga atas kegagalannya
dalam tes masuk Universitas Negeri.
-Para jenderal itu jelas-jelas bersalah dalam
kasus pelanggaran HAM di tanah air, tetapi
tetapdibelaoleh sekelompok elit politik.

5)Pleonasme

Pleonasme adalah suatu gaya bahasa berupa
pemakaian kata yang berlebihan (mubazir), yang se-
benarnya tidak perlu. Karena itu, pada sebuah satuan
bahasa disebut pleonasme, artinya tetap utuh apabila
kata yang berlebihan itu dihilangkan.

-Sayalah yang membawa buku itu dengan
tangan saya sendiri
.

-Saya melihat kejadian itu dengan mata
kepala saya sendiri
.

2)Litotes

Litotes adalah kebalikan dari hiperbola. Gaya ba-
hasa litotes adalah salah satu jenis gaya bahasa yang
berisi pernyataan-pernyataan yang sengaja menye-
derhanakan, mengecilkan, atau mengurangi kenya-
taan yang sesungguhnya. Hal itu dilakukan dengan
maksud untuk merendahkan diri atau tidak mau me-
nonjolkan diri.

6)Tautologi

Tautologi hampir sama dengan pleonasme. Na-
mun, pada tautologi, kata-kata yang berlebihan itu
pada dasarnya mengandung pengulangan dari kata
yang lain.

Contoh

-Sang ibu mencintai anakyang merupakan
darah dagingnya sendiri.
-Dody mengawini janda, wanita yang ditinggal
mati suaminya.

B.Majas pertentangan

Majas pertentangan meliputi:

1)Hiperbola

Hiperbola adalah suatu jenis gaya bahasa yang
mengandung pernyataan yang sengaja melebih-lebihkan
isi pernyataan, baik dari segi jumlahnya, ukurannya, mau-
pun sifatnya, dengan maksud untuk memperhebat atau
meningkatkan kesan serta pengaruhnya.

-Mayat bergelimpangan di jalan akibat ben-
cana tsunami. (ada beberapa orang yang
meninggal)

-Terimalah pemberian kami yang tidak ber-
harga ini
.
-Kalau Bapak berkenan, mampirlah ke gubuk
kami.

3)Ironi

Ironi adalah salah satu jenis majas yang mengan-
dung pernyataan dengan makna bertentangan dengan
maksud berolok-olok. Apa yang dikatakan berten-
tangan dengan kenyataan untuk maksud berolok-olok.

-Rapi sekali kamarmu, pakaian kotor dan
buku-bukuberserakan di mana-mana.

-Doni anak yang rajin, tiap hari bangun jam
sembilan pagi
!

4)Paralipsis

Paralipsis adalah sejenis majas yang merupakan
suatu formula yang dipergunakan sebagai sarana
untuk menerangkan bahwa seseorang tidak menga-
takan apa yang tersirat dalam kalimat itu sendiri
(Tarigan, 1985:191).

-Jantungku hampir copot menyaksikan
akrobat berjalan di atas kabel listrik di
udara. (adegan itu sungguh menegangkan)
-Aku mengenal dia dari ujung kaki sampai
ujung rambut
. (mengenal secara dekat)

Contoh

Contoh

Contoh

-Nyiur melambai-lambai ditiup angin.
-Mentari pagi tersenyum menyambut hari.

-Pemuda adalah tulang punggung negara.

3)Personifikasi

Personifikasi atau penginsanan adalah gaya
bahasa yang melekatkan sifat-sifat insani pada ba-
rang yang tidak bernyawa dan pada ide yang abstrak.

Pembelajaran 2 - Kompetensi Dasar 3.2

29

Contoh

Contoh

-Henry mempersunting seorang gadis can-
tik
. (maksudnya seorang janda cantik)

-Bukankah negeri tercinta ini masih terjajah?

(maksudnyasudah merdeka)

-Saya tidak suka pada orang yang jujur.
(maksudnyaorang munafik)

-Dia mengalami kesepian di tengah kera-
maian
kota Jakarta.
-Wanita itu membenci pria yang sangat di-
cintainya
.

6)Klimaks

Klimaks adalah sejenis gaya bahasa berupa ka-
limat yang mengandung beberapa pikiran/gagasan
dan disusun secara berurutan dari yang sederhana
meningkat ke hal yang rumit, dari hal yang kurang
penting ke hal yang paling penting.

Contoh

-Tujuan utama pelajaran bahasa Indonesia
agar siswa memperoleh keterampilan menyi-
mak, membaca, berbicara, dan menulis.
-Jangankan sebulan, setahun, sewindu pun
kamu akan kutunggu.

7)Antiklimaks

Antiklimaks merupakan kebalikan dari gaya ba-
hasa klimaks. Gaya bahasa antiklimaks berupa suatu
acuan yang berisi gagasan-gagasan yang disusun
secara berurutan dan dimulai dari gagasan terpenting
menuju ke gagasan yang kurang penting.

Contoh

-Jangankan seribu, atau seratus, serupiah pun
aku tidak punya.

Contoh

8)Sinisme

Sinisme adalah majas berupa sindiran yang ber-
bentuk kesangsian yang mengandung ejekan terha-
dap seseorang. Sinisme sebenarnya ironi yang lebih
besar sifatnya.

-Memang Andalah yang paling kaya yang
dapat menguasai pelabuhan-pelabuhan di
negeri ini.

Contoh

-Tingkah lakumu sungguh memalukan kami.
-Kerakusannya membawa malapetaka bagi
kehidupannya

9)Sarkasme

Sarkasme adalah salah satu jenis majas yang
mengandung sindiran pedas dan menyakitkan hati.
Sarkasme lebih kasar dibandingkan dengan ironi dan
sinisme.

C.Majas Pertautan

Majas pertautan meliputi:

1)Metonimia

Metonimia adalah sebuah majas yang meng-
gunakan nama ciri atau nama hal yang dihubungkan
dengan nama orang, barang, atau hal sebagai peng-
gantinya.

Contoh

-Sering terjadi pena mematikan langkah se-
orang tokoh dalam karir politiknya.

(pena = tulisan)

-Ia baru saja membeli Mitsubishi dengan
harga yang murah. (Mitsubishi = mobil)

-Saya suka membaca Romo Mangun-
wijaya
. (= karya Romo Mangunwijaya)

2)Sinekdoke

Sinekdoke adalah majas yang menyebutkan ba-
gian sebagai pengganti nama keseluruhannya atau
kebalikannya. Sinekdoke terdiri atas dua macam,
yaitupars pro toto dan totem pro parte.Pars pro toto
adalah menyebutkan sebagian dari suatu hal untuk
menyatakan keseluruhannya. Totem pro parte adalah
menyebutkan keseluruhan untuk menyatakan sebagian.

Contoh

-Jakarta dikecam oleh negara-negara Barat
berkaitan dengan kasus pelanggaran HAM.
(Pars pro toto)

-Indonesia berhasil menundukkan China dalam
pertandingan Thomas Cup.(Totem pro parte)

5)Paradoks

Paradoks adalah sejenis majas berupa sebuah
kalimat pernyataan yang mengandung dua hal yang
bertentangan satu sama lain.

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

30

Contoh

Contoh

Contoh

Contoh

Contoh

Contoh

5)Eponim

Eponim adalah majas berupa pernyataan yang
mengandung nama seseorang yang sering dihubung-
kan dengan sifat tertentu. Dengan demikian nama
itu dipakai untuk mengatakan sifat itu.

4)Eufemisme

Eufemisme adalah majas berupa ungkapan yang
lebih halus sebagai pengganti perkataan yang dira-
sakan kasar, yang mungkin menyinggung perasaan,
dan merugikan.

-Tampaknya wanita cantik itu kurang sete-
ngah
. (kurang setengah = gila)
-Para tunakarya disalurkan pemerintah
menjadi TKI. (tunakarya = pengangguran)

7)Erotesis

Erotesis disebut juga pertanyaan retoris adalah
sejenis majas yang berupa pertanyaan yang dipergu-
nakan dalam tulisan atau pidato untuk mencapai efek
yang mendalam dan penekanan yang wajar. Perta-
nyaan itu sama sekali tidak menuntut suatu jawaban.

-Usahaku sedang macet, perlu seorang Dewi
Fortuna
untuk menyelamatkannya. (Dewi
Fortuna = penolong)
-Dewa Ruci kebanggaan Indonesia meng-
arungi lautan luas tanpa rasa takut.(Dewa
Ruci = kapal laut)

6)Epitet

Epitet adalah majas yang mengandung acuan
yang menyatakan suatu sifat atau ciri yang khas dari
seseorang atau sesuatu hal. Keterangan itu merupa-
kan suatu prosa deskriptif yang memberikan atau
menggantikan nama sesuatu benda atau nama se-
seorang.

-Raja siang dihambat awan tipis yang ber-
arak-arak di ufuk timur. (raja siang = matahari)
-Mengapa merpatiku pergi tanpa mening-

-Apakah kita biarkan korupsi merajalela di ne-
geri ini?
-Pendidikan nasional memang sedang mero-
sot. Apakah wajar bila semua kesalahan di-
timpakan kepada para guru?

8)Paralelisme

Paralelisme adalah majas yang berusaha men-
capai kesejajaran dalam memakai kata-kata atau fra-
sa-frasa yang menduduki fungsi yang sama dalam
bentuk gramatikal yang sama. Kesejajaran tersebut
dapat pula terjadi pada klausa-klausa bawahan yang
bergabung pada sebuah klausa atasan.

-Kaum pria maupun kaum wanita sama ke-
dudukannya di depan hukum.
-Potensi kekayaan Indonesia terdapat di darat
danlaut.

9)Elipsis

Elipsis adalah majas yang di dalamnya dilaku-
kan penghilangan kata atau kata-kata yang meme-
nuhi bentuk kalimat berdasarkan struktur kalimat.
Dengan kata lain elipsis adalah penghilangan salah
satu atau beberapa unsur penting dalam konstruksi
sintaksis yang lengkap.

-Sunarti ke sekolah hari ini. (penghilangan pre-
dikat)
-Orang itu mengambil sesuka hati. (penghi-
langan objek)
-Indah sekali. (penghilangan subjek)

10)Asindeton

Asindeton adalah majas berupa acuan padat dan
mampat di mana beberapa kata, frasa, atau klausa
yang sederajat tidak dihubungkan dengan kata
sambung, tetapi hanya dipisahkan oleh tanda koma.

3)Alusi

Alusi atau kilatadalah majas berupa acuan yang
menunjuk secara tidak langsung ke suatu peristiwa
atau tokoh dengan anggapan bahwa hal itu sudah
diketahui bersama, baik penutur/penulis maupun pen-
dengar/pembaca.

Contoh

-Peristiwa Mei 1998 sungguh merupakan tra-
gedi nasional. (peristiwa Mei 1998 = huru-
hara di Jakarta)
-Bencana Aceh merupakan bencana na-
sional. (bencana Aceh = gempa dan tsunami)

Pembelajaran 2 - Kompetensi Dasar 3.2

31

Contoh

Contoh

11)Polisindeton

Polisindeton adalah suatu majas yang hampir
sama dengan asindeton. Hanya dalam polisindeton
beberapa kata, frasa, atau klausa disusun secara
berurutan dan dihubungkan dengan kata sambung.

-Kami datang, kami menang dalam petan-
dingan itu.
-Seminar itu membahas masalah narkoba,
seks bebas, kriminalitas yang melibatkan pa-
ra remaja.

-Politik kepentingan sering memanfaatkan sen-
timen agama, suku, ras, dan antargolongan.

-Adik saya suka boneka panda dan mobil-mo-
bilan dan alat masak-masakan.
-Saya tinggal dengan ayah-ibu dan kakak
serta kakek dan nenek.

Contoh

D.Majas Perulangan

Gaya bahasa perulangan atau repetisi mengan-
dung perulangan yang terjadi pada bunyi, suku kata,
kata, frasa, dan bagian kalimat. Perulangan itu perlu
untuk memberikan penekanan dalam sebuah kon-
teks. Majas perulangan meliputi:

1)Aliterasi

Aliterasi adalah gaya bahasa yang berwujud per-
ulangan konsonan yang sama pada seluruh baris.

-bilabiduanberaniberkicau
-kalakandakalakacau

Contoh

2)Asonansi

Asonansi adalah jenis gaya bahasa repetisi yang
berupa perulangan pada vokal yang sama.

-sudah luka tujuan terjungkal
-anak daraaman dijaga

3)Antanaklasis

Antanaklasis adalah jenis majas yang berupa
perulangan kata yang sama dengan makna berbeda.

Contoh

-Di Aman ternyata ia tidak merasa aman.
-Kembang itu tidak berkembang.

Contoh

Contoh

4)Kiasmus

Kiasmus adalah jenis majas repetisi berupa per-
ulangan kata dan sekaligus pula terdapat inversi hu-
bungan antara dua kata dalam sebuah kalimat.

Contoh

-Sering terjadi orang pintar merasa bodoh,
sedangkan orang bodohmenganggap diri
pintar.
-Kamu memutarbalikkan kenyataan, yang
benar jadi salah, dan yang salah jadi benar.
-Zaman sekarang sungguh aneh, banyak laki-
laki
bertingkah laku seperti wanita,
sementarawanita bertingkah laku seperti
laki-laki.

5)Anafora

Anafora ialah jenis majas repetisi yang berupa
perulangan kata pertama pada setiap baris atau setiap
kalimat.

Aku memandang sang bulan dalam angan.
Akutak sanggup melepas rinduku padanya
Belajar merupakan aktivitas insani.
Belajartidak mengenal batas usia.

6)Epistrofa

Epistrofa adalah jenis majas repetisi berupa per-
ulangan kata atau frasa pada akhir baris setiap kali-
mat berurutan.

Contoh

Duduk adalah hidup
Berjalan adalah hidup
Bermain adalah hidup
Bekerja adalah hidup
dan belajar juga adalah hidup

7)Simploke

Simploke adalah jenis majas repetisi berupa per-
ulangan pada awal dan akhir beberapa baris atau ka-
limat berturut-turut.

Engkau meminta aku duduk. Aku bilang
baiklah
Engkau meminta aku
bekerja.Aku bilang
baiklah
Engkau meminta aku
beristirahat.Aku bilang
baiklah
Engkau meminta aku
bangun. Aku bilang
baiklah

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

32

Contoh

Contoh

Contoh

Contoh

-Bermain air basah, bermain api hangus.

Artinya: setiap pekerjaan atau perbuatan ada
akibatnya.

-Air jernih ikannya jinak.

Artinya: negeri yang teratur pemerintahannya,
penduduknya sopan santun.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->