P. 1
Gerakan Kepramukaan Sedunia-Tugas Mata Kuliah Organisasi dan Administrasi Internasional

Gerakan Kepramukaan Sedunia-Tugas Mata Kuliah Organisasi dan Administrasi Internasional

|Views: 1,267|Likes:

More info:

Published by: Ari Wijanarko Adipratomo, A.A. on Apr 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2012

pdf

Gerakan Kepramukaan Sedunia - World Organization of Scout Movement –WOSM (NGO ) Sebagai Agen Perdamaian

INSTITUT ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK JAKARTA
Institute of Social and Political Sciences Jakarta Department of International Relations, Faculty of Social And Political Sciences
2009 Kelompok Ari Wijanarko Adipratomo, A.A. 2004230075/2008231002

Pengantar

P

erdamaian bukan hanya berarti suatu kondisi dimana perang tidak terjadi (the absence of war), namun konsep perdamaian yang paling baik ialah kondisi dimana perdamaian yang stable dan permanen tercipta, dimana hak-hak dasar tiap individu mampu

dipertahankan dalam waktu yang lama atau sering disebut sebagai perpetual peace1 2. Di masa modern ini dimana komunikasi antar bangsa sudah merupakan hal yang umum, masih saja terjadi Conflict of Interest yang berujung pada transnational issues, dan bentuk – bentuk isu dan konflik saat ini telah berevolusi tidak hanya terbatas pada konflik bersenjata, namun juga pada konflikkonflik melalui media, jaringan internet dan juga konflik isu antar negara. Upaya penyelesaian konflik pun sudah tidak lagi terpaku pada upaya mediasi di meja perundingan oleh para diplomat dan utusan state actors saja. Dengan tren diplomasi yang semakin bergeser kepada diplomasi publik3, saat ini bukan hanya state actors saja yang memiliki peranan penting dalam hubungan internasional, namun MNC, NGO, Non State Actors, bahkan individual memiliki peranan yang amat penting dalam proses menjaga perdamaian dalam berbagai tingkatan dan berbagai cara baik pasif maupun aktif. .” PBB pun sendiri telah mengakui betapa pentingnya peranan NGOs dalam menjaga perdamaian. Daniel S Papp, dalam bukunya “Contemporary International Relations” mengatakan bahwa “Some NGOs such as International Red Cross, CARE and World Scout undertake humanitarian efforts. Sometimes their effort can be quite sizeable”4. Salah satu NGO yang sejak perang dunia I telah aktif melakukan upaya-upaya mempromosikan perdamaian, pendidikan perdamaian dan upaya-upaya preventive mengurangi konflik dan menurunkan eskalasi ketegangan tekah dilakukan oleh World Organization of Scout Movement (WOSM) atau di Indonesia lebih dikenal dengan organisasi kepramukaan dunia. Terhitung sejak berdirinya WOSM pada 1912 mereka telah aktif melakukan kegiatan-kegiatan yang mempromosikan perdamaian di Perancis, Polandia dan Jerman pada masa Perang Dunia I dan II5, hingga ke
Immanuel Kant, “Perpetual peace” Perpetual Peace didefinisikan sebagai kondisi dimana perdamaian berlangsung secara permanen pada suatu wilayah. (Idealnya seluruh dunia). http://britannica.org/Perpetual_peace 3 Kesimpulan Interview Personal dengan Karen Hughes, United States Undersecretary of State for Public Diplomacy, Washington D.C.Oktober 2006. 4 Daniel S. Papp. “Contemporary International Relations” page 119 5 “Robotnik” (Worker), September 3, 1944; “First stamps of the ‘AK’ Army”
1 2

Columbia, dan Croatia,6 pada masa pasca-PD II. Namun sayangnya, tidak semua kegiatankegiatan conflict preventive dan peace education WOSM selalu mendapat porsi pemberitaan yang layak di media massa, sehingga dukungan terhadap WOSM dalam upaya-upaya mencegah konflik dan edukasi perdamaian tidak selalu diapresiasi oleh khalayak ramai. Oleh karena permasalahan tersebutlah saya tertarik untuk mengangkat judul “Gerakan Kepramukaan Sedunia - World Organization of Scout Movement –WOSM (NGO ) Sebagai Agen Perdamaian” agar khalayak umum lebih mengapresiasi upaya-upaya perdamaian yang dilakukan oleh kepramukaan dunia. Saya sengaja mengambil sudut pandang liberalis karena sudut pandang ini menawarkan fleksibilitas dan keterbukaan terhadap masuknya aktor-aktor baru dalam dunia hubungan internasional dan karena teori ini percaya bahwa perpetual peace dapat dicapai melalui kerjasama internasional. Selain itu, teori liberal juga sejalan dengan pemikiran dan optimism dalam gerakan kepramukaan saat ini, kedua duanya sama-sama optimis terhadap human nature7 dan percaya bahwa pendidikan merupakan jalan untuk mencapai perpetual peace. • Sejarah Singkat WOSM Gerakan Kepramukaan Dunia (World Organization of Scout Movement-WOSM) merupakan sebuah NGO, sesuai dengan konsititusi WOSM bab II pasal 4 ayat 1 yang menyatakan “The organization of the Scout Movement at world level is governed by this Constitution under the title of ‘The World Organization of the Scout Movement’…, as an independent, nonpolitical, non-governmental organization.”8 WOSM didirikan oleh Lord Robert Stephenson Smyth Baden-Powell (of Gilwell) , 1st Baron 9(untuk selanjutnya disebut sebagai Baden Powell atau disingkat BP-Penulis) pada tahun 1907.10 Gerakan kepramukaan berangkat dari keprihatinan Baden Powell yang melihat efek negatif dari perang yang membuat banyak keluarga menderita. Tema yang paling sering muncul dalam buku-buku dan pidatopidato BP adalah ide untuk menjadikan gerakan keppramukaan sebagai sebuah Wordwide
“Scouting and Peace”. World Organization of Scout Movement. 2007. Hal 11 Jills Stean dan Lloyd Pettiford “International Relations: Prespectives and Themes.” 2001 page 68 8 World Scout Bureau. “Constitutions and By-Laws of the World Organization of Scout Movement”.2000.Hal 4 9 "Baden-Powell, Robert Stephenson Smyth Baden-Powell, 1st Baron." Encyclopedia Britannica. 2008. Encyclopedia Britannica Online. 28 Nov. 2008 <http://0-www.search.eb.com.colib.ccc.edu:80/eb/article-9011700>. 10 "Boy Scouts." Encyclopedia Britannica. 2008. Encyclopedia Britannica Online. 28 Nov. 2008 <http://0-www.search.eb.com.colib.ccc.edu:80/eb/article-9016054>.
6 7

Brotherhood11, sebuah organisasi yang mampu menginspirasikan kepada generasi muda untuk menciptakan rasa toleransi, kebersamaan, kesatuan, pengertian, kesetaraan dan keadilan di dunia ini. BP melalui tulisannya dalam buku “Aids to Scoutmastership” menekankan betapa pentingnya nilai persaudaraan, sebuah nilai yang tidak mengindahkan perbedaan kelas, kepercayaan, kewarganegaraan dan warna kulit. BP menulis “Scouting is a brotherhood-a scheme which in practice, disregards differences of class, creed, country and color” 12. Jumlah anggota pramuka yang terhimpun dalam WOSM saat ini berjumlah 28 Juta orang yang tersebar di 160 negara 13 yang terbagi kedalam 6 region manajemen kepramukaan. Kegiatan manajemen Pramuka dunia terdiri dari 6 region yakni -Afrika, Arab, Asia-Pasifik, Eurasia, Eropa & Interamerica. Setiap daerah memiliki Kantor Regional Biro Pramuka Dunia. Untuk wilayah Asia pasifik, dimana Indonesia menjadi anggotanya, Kantor Regional Biro Pramuka Dunia ada di Manila, Filipina. Struktur Organisasi WOSM The World Organization of the Scout Movement (WOSM) adalah sebuah Organisasi Independen non partisan, non profit dan beroperasi di seluruh wilayah dunia yang melayani kepentingan Gerakan Kepramukaan. Tujuan dari WOSM adalah untuk mempromosikan persatuan dan rasa saling memahami terhadap tujuan dan prinsip-prinsip kepramukaan dan ; sementara memfasilitasi perluasan dan pembangunan yang didukung oleh pramuka. WOSM memiliki status konsultatif dengan United Nations Economic and Social Council (Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa) sejak tahun 194714. Hal ini diakui oleh sebagian besar badan-badan PBB dan pemerintah dan bekerja dalam kerjasama dengan agen lainnya dalam dunia pendidikan dan masyarakat sipil. Organ Organisasi Dunia adalah: World Scout Conference

“Scouting and Peace”. World Organization of Scout Movement. 2007. Hal 3 Baden Powell, “Aids to Scoutmastership”. London, 1907. Hal 67 13 http://www.scout.org/en/about_scouting/facts_figures/census 14 http://www.scout.org/en/our_organisation/governance/world_organization
11 12

World Scout Committee The World Scout Bureau.

World Scout Conference 15 World Scout Conference adalah semacam "sidang umum" dari Pramuka, dan terdiri dari semua anggota Organisasi: Organisasi Pramuka Nasional.Fungsinya adalah untuk mempertimbangkan kebijakan dan standar dari Gerakan Pramuka di seluruh dunia, merumuskan kebijakan umum Organisasi Dunia, dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk memajukan tujuan dari Gerakan Pramuka. Sebuah Organisasi Pramuka nasional harus memperoleh pengakuan dari World Scout Conference untuk menjadi anggota WOSM-dan hanya ada satu NSO per negara. Dalam kasus sebuah negara yang memiliki lebih dari satu Scout Association, sebuah federasi yang dibentuk untuk tujuan koordinasi nasional dan dunia keanggotaan. Organisasi anggota dapat diwakili pada Pertemuan Pramuka Dunia dengan maksimal enam delegasi. Konferensi bertemu setiap tiga tahun sekali dan pengamat resmi oleh Organisasi Pramuka Nasional mereka juga memenuhi syarat untuk mendaftar dan menghadiri acara tersebut. Biasanya komposisi delegasi mencakup delegasi Komisaris Internasional, Pramuka yang bertanggung jawab atas hubungan dengan Scout WOSM dan dengan Organisasi di negara lain. Salah satu fungsi dari Konferensi adalah untuk memilih anggota Komite Pramuka Dunia, mengakui negara-negara anggota baru, dan memilih tempat untuk kegiatan Pramuka Dunia mendatang yang meliputi Jambore Pramuka Dunia, World Scout Moot, World Scout Konferensi dan Dunia Scout Youth Forum. World Scout Committee 16

15 16

http://www.scout.org/en/our_organisation/governance/world_conference http://www.scout.org/en/our_organisation/governance/world_committee

Komite Pramuka Dunia adalah badan eksekutif Organisasi Dunia Gerakan Pramuka. Mereka ini bertanggung jawab atas pelaksanaan resolusi Konferensi Pramuka Dunia dan untuk bertindak atas nama Forum diperiode antara konferensi. Komite ini terdiri dari anggota sebagai berikut: * Dua belas anggota terpilih, masing-masing dari negara yang berbeda. Mereka dipilih oleh World Scout Conference secara rahasia, untuk jangka enam tahun. (Catatan: Konferensi Pramuka Dunia di tahun 2008 memutuskan bahwa, dimulai pada Konferensi Dunia berikutnya tahun 2011 di Brazil, anggota terpilih akan bertugas hanya tiga tahun, tapi layak untuk dipilih kembali untuk satu periode tambahan.) Ex-officio anggota non-voting * * * * Ketua atau Wakil-Ketua terpilih dari masing-masing Komite Scout Daerah

Sekretaris Jenderal Organisasi Pramuka Dunia Bendahara, yang ditunjuk oleh Komite Pramuka Dunia Seorang anggota Dewan Yayasan Pramuka Dunia

Komite biasanya bertemu dua kali setahun, biasanya di Jenewa, Swiss. Tediri dari Panitia Pengarah, yang terdiri dari Ketua, dua Wakil Ketua dan Sekretaris Jenderal, dan anggota lain sesuai yang diperlukan. World Scout Bureau17 Biro Pramuka Dunia adalah Sekretariat Organisasi Dunia. Biro dikelola oleh Sekretaris Jenderal Organisasi Dunia Gerakan Pramuka, yang diangkat oleh World Scout Committee dan juga merupakan Chief Executive Officer Organisasi Pramuka Dunia. Biro Pramuka Dunia terdiri dari Kantor Pusat dan Kantor Regional. Biro pertama kali didirikan di London, Inggris pada tahun 1920. Ini pindah ke Ottawa, Kanada pada 1959, dan ke Jenewa, Swiss pada tahun 1968 Fungsi
17

http://www.scout.org/en/our_organisation/governance/world_bureau

Sebagai sekretariat dari Organisasi Dunia, World Biro memiliki sejumlah fungsi yang ditetapkan secara konstitusional. * Membantu Pramuka Dunia dan penyelenggaraan Regional Scout Conference, dan juga World Scout Conference dan mendukung Daerah Komite dan badan-badan pendukung mereka dalam pemenuhan fungsi-fungsi mereka. Pekerjaan ini termasuk persiapan pertemuan dan penyediaan layanan yang diperlukan untuk melaksanakan keputusan dari berbagai badan. * Menyediakan layanan untuk kegiatan promosi Pramuka di seluruh dunia. * Memelihara hubungan dengan organisasi Pramuka nasional dan membantu mereka mengembangkan Pramuka di negara mereka. * Mempromosikan perkembangan Pramuka di negara-negara di mana tidak ada gerakan pramuka. *Mengawasi organisasi internasional dan kegiatan regional Scout seperti jambore dunia dan regional jamborees. *Memelihara hubungan dengan organisasi-organisasi internasional yang kegiatannya berkaitan dengan masalah-masalah remaja. Operasi Biro Dunia dibiayai sebagian dari biaya pendaftaran tahunan yang dibayar oleh Organisasi Pramuka Nasional, berdasarkan keanggotaan mereka. Dukungan lainnya datang dari yayasan, korporasi, lembaga pembangunan, dan individu. Dukungan juga datang dari World Scout Foundation, yang membangun modal (abadi) dana. Kontribusi kepada Yayasan diinvestasikan secara permanen untuk menghasilkan penghasilan tetap untuk kepentingan Organisasi Dunia.

• Konsep Perdamaian dalam Kepramukaan Untuk memberikan jawaban yang jelas tentang bagaimana gerakan kepramukaan duna berkontribusi dalam upaya menjaga, mempromosikan dan melakukan pendidikan perdamaian, kita harus terlebih dahulu menilik definisi kata damai menurut gerakan kepramukaan dunia yang

terdiri dari berbagai komponen. Sebuah definisi yang sampai saat ini masih valid dalam gerakan kepramukaan adalah sebuah definisi yang diberikan sekretaris jendral Kepramukaan dunia pada konfrensi dunia ke 32 di Paris, Juli 1990. Definisi ini banyak meminjam pemikiran dari definisi kata damai versi Palang Merah dan Bulan Sabit merah Internasional. “Peace is not simply the absence of war. Peace is a dynamic process of collaboration between all states
and peoples. This collaboration must be based on a respect for liberty, independence, national sovereignty, equality, respect for the law, human rights, as well as a just and equitable distribution of resources to meet the needs of peoples.”18

Topik bahasan perdamaian—khususnya pendidikan perdamaian—telah menjadi bagian fundamental dalam kepramukaan. Kepramukaan dunia menyadari bahwa dibutuhkan sebuah action plan baru untuk memerangi berbagai masalah di bumi ini, untuk meraih mimpi mewujudkan dunia yang damai melalui budaya damai, pendidikan perdamaian dan kerjasama juga persaudaraan global, bukan semata-mata absennya perang saja. Dengan memfokuskan diri kepada pengembangan individu dan usaha memciptakan pemahaman, kepramukaan, walaupun tidak langsung, telah berperan besar dalam mempromosikan perdamaian di berbagai tingkatan. Peranan Kepramukaan Dunia sebagai Agen Perdamaian Liberalisme yang mendukung pencapaian perpetual peace melalui kerjasama internasional dan pendidikan melihat bahwa NGO dan akto non-state lainnya memiliki sebuah potensi yang amat besar untuk membantu upaya-upaya pendidikan perdamaian yang pada akhirnya akan membawa perdamaian yang abadi di dunia ini. Sebuah nilai tambah yang dimiliki kepramukaan sebagai NGO yang aktif mempromosikan perdamaian dan tentunya upaya tersebut dipandang positip oleh para liberalis adalah upaya-upaya menciptakan perdamaian melalui pendidikan. Seperti yang dikatakan Jill Steans, “…liberals have faith in the possibilities of education, human progress and the establishment of fair and just institutions.”
19

melalui

pendidikan perdamaian, kita mampu merubah pola pikir suatu masyarakat di suatu wilayah konflik. Steans menambahkan ,“Liberals are optimistic about human nature, because they believe that behavior is largely the products of various interactions with our social environment.”20 Ketika kita mampu memberikan dorongan dan pandangan positip dalam
18 19 20

“Scouting and Peace”. World Organization of Scout Movement. 2007. Hal 11
Jills Stean dan Lloyd Pettiford “International Relations: Prespectives and Themes.” 2001 page 68

Ibid

lingkungan social dan interaksi social mereka, kita akan mampu mempengaruhi sikap dan perilaku mereka kearah yang lebih baik dan mendorong terciptanya rasa rindu akan perdamaian di masyarakat grassroots, karena sebenarnya ide perang itu munculnya dari . Disinilah peran Gerakan Kepramukaan bermain. Melalui kegiatan kegiatan kepramukaan, dibentuklah sebuah opini dan dibukalah wawasan masyarakat yang terpengaruh oleh konflik ini terhadap perdamaian dan betapa indahnya hal tersebut. Salah satu contoh tentang bagaimana pendidikan pedamaian dapat meredakan konflik dapat kita lihat dengan program kepramukaan di El Savador. Wilayah yang selalu dilingkupi oleh kekerasan dan perang antar international drug dealers/gang yang menguasai perdagangan narkotik disana telah memecah masyarakat El Salvador dan kehidupan keseharian mereka selalu diliputi oleh ketakutan dan teror. Tawuran jalanan, pemerkosaan, pembunuhan dan terror bomb terjadi dimana mana di seluruh El Salvador. Pemerintah dan Negara tetangganya tidak berkutik menghadapi hal ini karena hamper semua wilayah si seputaran el Savador terjebak dalam masalah yang sama: kemiskinan dan perdagangan narkotik. Usaha pemerintah memenjarakan dan mengukum para pelaku seakan tidak membawa efek sama sekali. Kemudian Asosiasi Kepramukaan El Savador turun tangan. Melalui ajakan ke generasi muda untuk bergabung dengan kepramukaan dengan kegiatan yang menantang, menarik dan edukatif, mereka mampu mengurangi jumlah pemuda yang terjerat gang dan drug dealers. Setelah empat tahun berjalan dan empat kali mengadakan jamboree besar dari 2001 ke 2004, terilihat hasil yang cukup signifikan dalam tingkat generasi muda yang memilih bersekolah (dibandingkan bergabung dengan gang) dan juga menurut catatan kepolisian El Savador, tingkat kekerasan, perang antar gang dan intensitas generasi muda yang direkrut dalam drug dealers network turun sebesar 80% dari tahun 2001. 21 Badden Powell (BP), bapak kepramukaan dunia melihat Dharma dan Satya Kepanduan (Scouting law and Promise) sebagai salah satu jalan untuk mencegah terjadinya perang dan konflik. Inti dari usaha mencegah perang dan konflik terdapat dalam jiwa manusia dan juga penerapan Scout law dan Scout oath dalam kehidupan sehari-hari. BP berkata “It is the spirit that matters. Our Scout Law and Promise, when we really put them into practice take away all occasion for wars and strife between nations.” 22. BP memiliki pandangan yang searah dengan
21

Gift for Peace, World Organization of Scout Movements, 2007 page 16

22

“Footsteps of the Founder – Lord Robert Baden-Powell”, Disusun dan diedit oleh Mario Sica, Editrice Ancora Milano, Milan, Italia, 1981, hal.141.

kaum liberalist yang mempercayai bahwa sebuah perdamaian yang terus menerus (perpetual peace)23 dapat tercipta bila pokok permasalahan yang menimbulkan konflik itu diselesaikan dan inti permasalahan menurut BP itu ada di dalam jiwa tiap-tiap manusia dan baik BP maupun para liberalist percaya dan cenderung memiliki pandangan optimis terhadap manusia yang dianggap berpotensi mampu menjadi agen perdamaian untuk mencapai perpetual peace . BP percaya bahwa tujuan kepramukaan, yakni menciptakan generasi muda yang akan menjadi penduduk yang berguna, yang memiliki pandangan yang lebih luas dan mampu menciptakan perdamaian dan niatan baik melalui kerjasama dan persahabatan internasional mampu diwujudkan bila scout oath dan scout promise diterapkan dalam kehidupan sehari. Dalam sebuah artikelnya yang dipublikasikan dalam majalah “Jamboree” pada tahun 1932, BP menulis:
“Our aim is to bring up the next generation as useful citizens with a wider outlook than before and thereby to develop goodwill and peace in the world through comradeship and co-operation, in place of the prevailing rivalry between classes, creeds and countries which have done so much in the past to produce wars and unrest. We regard all men as brothers among whom happiness can be brought only through the development of mutual tolerance and goodwill – that is through love.” 24.

Contoh lain peran serta gerakan kepramukaan dunia dalam mengurangi konflik transnasional dapat kita lihat di wilayah great lakes di Afrika. Melalui program bernama Transcending racial hatred: Education for Peace in the Great Lakes Area (Africa), gerakan kepramukaan berusa menurunkan eskalasi ketegangan konflik yang melanda Congo, Burundi dan Rwanda. Konflik rasial dan antar suku di Negara-negara tersebut telah menyebabkan genosida dan dua perang pembebasan sejak tahun 1993. Ratusan ribu orang terkena dampak negatifnya. Pada tahun 1996, sebuah charter dibentuk dan diratifikasi oleh konfrensi pramuka dunia di Oslo. Charter ini merefleksikan keseriusan Pramuka dunia dalam menciptakan perdamaian kembali di wilayah tersebut. Tiga organisasi kepramukaan di sekitar wilayah great lakes bekerja keras untuk menciptakan sebuah program pendidikan perdamaian 25. Ada tiga wilayah esensial yang menjadi konsentrasi dari charter ini. Yang pertama adalah pendidikan perdamaian yang bertujuan mendidik generasi muda untuk sama-sama menegakkan kembali nilai nilai kemanusiaan, , membantu mereka untuk memahami toleransi, hidup dalam keberagaman, keadilan
dan demokrasi26. Wilayah yang kedua mencakup komunikasi dan informasi yang membantu mereka
“Perpetual Peace” Immanuel Kant “Footsteps of the Founder – Lord Robert Baden-Powell”, Disusun dan diedit oleh Mario Sica, Editrice Ancora Milano, Milan, Italia, 1981, hal.117. 25 “Scouting and Peace”. World Organization of Scout Movement. 2007. Hal 16 26 Ibid
23

24

menganalisa informasi dan mengembangkan keterbukaan pikiran dan menyadarkan mereka bahwa mereka adalah bagian dari sebuah komunitas dan mereka semua interdepended, sehingga perang adalah suatu hal yang merugikan.27 Yang terakhir ialah bidang kebudayaan dimana program dalam bidang ini bertujuan memperkuat dialog antar budaya antara pemuda di ketiga Negara yang dilanda konflik tersebut, untuk mempromosikan perdamaian ke kalangan muda dan juga membuat aktifitas kebudayaan yang menarik dan mampu menggalang persaudaraan28. Pencapaian dari program ini antara lain: terciptanya kelompok-kelompok pramuka penjaga pedamaian di perbatasan Negara Rwanda, Congo dan Burundi; kemah bhakti pembangunan rumah bagi pengungsi perang, dan penyelenggaraan jamboree persaudaraan di Congo pada 2004. 29

Kesimpulan Konflik transnasional dewasa ini semakin bergeser dan cenderung kepada konflik yang bersifat multidimensional. Tren diplomasi juga telah bergeser kearah public diplomacy yang melibatkan banyak non-state actors dalam aksinya. Maka dari itu dalam upaya menyelesaikan konflik transnasional, dibutuhkanlah aktor-aktor baru yang memiliki network tingkat masyarakat (Grassroots level network) yang luas dan kuat, mampu bersikap netral dan mengupayakn upaya upaya pendidikan dalam mencegah perang. Hal yang sejalan dengan pemikiran yang percaya bahwa “…not only states, but also NGO, Multinational corporations and institutions are important ‘actors’ in International Relations,”30 Maka disini peranan gerakan kepanduan sebagai organisasi kaum muda terbesar di dunia dalam menjaga perdamaian tidak dapat dipandang sebelah mata. Intinya, bahwa dalam dunia HI dewasa ini yang didominasi pemikiran liberalist, peranan-peranan NGOs semacam WOSM dalam menjaga perdamaian tidak dapat dilupakan karena NGOs pun saat ini memainkan peranan yang amat besar dalam percaturan politik kebijaksanaan LN dan juga panggung dunia melalui kerjasama jaringan internasional yang mereka miliki. Semoga dengan ditulisnya paper ini mampu menggugah keingintahuan dan apresiasi masyarakat terhadap upaya-upaya menggalang perdamaian yang dilakukan oleh gerakan pramuka dunia. Semoga kedepannya Gerakan Pramuka Dunia leih mendapatkan banyak sokongan dan bantuan dalam mewujudkan dan melaksanakan programnya
27 28

“Scouting and Peace”. World Organization of Scout Movement. 2007. Hal 16 Ibid 29 Ibid 30 Jills Stean dan Lloyd Pettiford “International Relations: Prespectives and Themes.” 2001 page 68

\

Daftar Pustaka Literatur Buku

Goldstein, Joshua and John C Pevehouse.2007. “International Relations: brief 2006-2007 edition”. New York: Pearson Longman Papp, Daniel.2002. “Contemporary International Relations 6th Edition”. New York: Longman Addisson Powell, Baden.1920. “Aids to Scoutmastership”. London: World Bureau ---. ---. 1911. “ Scouting for Boys”. London: World Bureau 1920. “Footsteps of the Founder”.London: World Bureau

Stean, Jills and Lloyd Pettiford.2001. “International Relations: Perspective and Themes”. Essex: Pearson Longman World Organization of Scout Movement. 2007. “Scouting and Peace”.London: World Bureau Publication ---. Literatur lainnya: Amadou Mahtar, M’bow Director General of UNESCO address in NY, February 1986 Baden-Powell, Robert Stephenson Smyth Baden-Powell, 1st Baron." Encyclopedia Britannica. 2008. Encyclopedia Britannica Online. 28 Nov. 2008 <http://0www.search.eb.com.colib.ccc.edu:80/eb/article-9011700>. Baden-Powell, pidato pembukaan pada konfrensi Kandersteg International dipublikasikan pada majalah “Jamboree”, October 1926 "Boy Scouts." Encyclopedia Britannica. 2008. Encyclopedia Britannica Online. 28 Nov. 2008 <http://0-www.search.eb.com.colib.ccc.edu:80/eb/article-9016054>. “Robotnik” (Worker), September 3, 1944; “First stamps of the ‘AK’ Army” http://www.irtheory.com/know.htm Marcus Ljungblad,” Scouting - 100 Years Old in 2007” http://scout.org/en/about_scouting/facts_figures/history/scouting_100_years_old_in_2007 World Scout Bureau. “Constitutions and By-Laws of the World Organization of Scout Movement”.2000. http://www.scout.org/en/our_organisation/governance/world_organization

-

-

-

-

http://www.scout.org/en/about_scouting/facts_figures/census

http://www.scout.org/en/our_organisation/governance/world_conference http://www.scout.org/en/our_organisation/governance/world_committee

Wawancara Wawancara dengan Karen Hughes. U.S. Undersecretary of State for Public Diplomacy, Oktober 2007, Washington DC.

Current members of the World Scout Committee Name Country Term to William F. "Rick" Cronk Chairman, USA 2011 Dr. Mario Díaz Martínez Vice-Chairman, Spain 2011 Simon Hang-Bock Rhee Vice-Chairman, Korea 2014 Mrs. Thérèse Bermingham Ireland 2011 Eric Khoo Heng-Pheng Malaysia 2014 Georges El Ghorayeb Lebanon 2011 Wahid Labidi Tunisia 2014 John C.C. May United Kingdom 2014 John Neysmith Canada 2014 Nkwenkwe Nkomo South Africa 2011 Oscar Palmquist Brazil 2014 Gualtiero Zanolini Italy 2011 Luc Panissod Secretary General, WOSM Maurice Machenbaum Treasurer, Switzerland

LAMPIRAN I Program Program Kepanduan Dunia Yang Mendukung Terciptanya Perdamaian

Organisasi kepanduan dunia (WOSM) dan juga masing-masing NSO (National Scout Organization) yang menjadi anggotanya telah mencanangkan banyak program yang bertujuan untuk mempromosikan perdamaian, upaya-upaya mediasi dan good offices yang dilakukan di banyak wilayah konflik di dunia. WOSM sendiri telah secara penuh diakusisi oleh UNESCO sebagai partner dan konsultan UNESCO sejak 1986.31 Di bawah ini saya akan sebutkan beberapa program yang telah dan sedang dijalankan oleh WOSM atau organisasi kepanduan nasional suatu negara (NSO) dalam upayanya menjaga perdamaian. 1. Program “Education for Tolerance and for a Dialogue between Cultures: The Role of Scouting”. merupakan program yang memiliki banyak jenis kegiatan-kegiatan dalam prakteknya. Program ini dicetuskan pada tahun 1995 ketika WOSM mengadakan pertemuan di Tblissi, Republik Georgia. Adapun kegiatan yang berafiliasi dengan program ini berdasarkan resolusi konfrensi kepanduan dunia nomer 8/75 32antara lain: a. World Jamboree-Diadakan 5 tahun sekali, terakhir di Inggris pada 2007. b. World Jamboree on the internet (JOTI) dan World Jamboree on the Air (JOTA) yang diadakan setiap tahun melalui media internet (IRC) dan juga media amateur radio. c. World Scout Moots – serupa dengan jamboree yang berbentuk perkemahan, hanya saja pesertanya merupakan golongan usia 17 tahun hingga 25 tahun. d. The Scout Universal Fund – The U Fund merupakan dana bersama yang digunakan untuk mendanai proyek kemanusiaan. 2. Program terkonsentrasi pada wilayah / Negara tertentu antara lain : a. Program aksi dan program pendidikan perdamaian di Columbia. Semenjak pemerintahan Columbia dikuasai oleh kekuatan Marxist dan merajalelanya gembong narkotika, negara Columbia telah tersobek-sobek. Pemerintah tidak berdaya dalam melakukan upaya pro-aktif. Kelompok Scout de Columbia yang berbasis grassroot sebaliknya, mampu melaksanakan beberapa program untuk memperbaiki kondisi di level akar rumput yang mencakup:
31 32

Amadou Mahtar, M’bow Director General of UNESCO address in NY, February 1986 “Scouting and Peace”. World Organization of Scout Movement. 2007. Hal 14

i. COTIN

(Columbia our

Tierra

Nuestra) atau

yang

artinya

Columbia,

country

Columbia

Negaraku.

Merupakan program pendidikan perdamaian dengan target para anak-anak dan remaja dari usia 8-21 tahun sebagai upaya mencegah kaum muda terjebak dalam jaringan devil circle narkotika.33 ii. APLAP (Anti Personnel Landmines Awareness Project) merupakan program yang dikoordinasikan dengan empat partner WOSM yakni Kementrian Komunikasi, Kiwanis Internasional, UNICEF dan DEPARLU Canada. Program ini memberikan informasi dan penyuluhan terhadap bahaya ranjau, melakukan penyisiran ranjau darat dan juga memasang pagar pembatas wilayah ranjau, Dikerjakan oleh anggota kepanduan Columbia usia 17-21 Tahun34 b. Program Sunrise City, Croatia35 Program yang meng encourage persaudaraan, membina persatuan dan mengubah jalan pikiran kaum muda akan saudara senegaranya. c. Program Pendidikan perdamaian di wilayah Great Lakes, Africa yang mencakup pendidikan tentang pentingnya perdamaian kepada generasi muda di Negara Rwanda, Congo, Burundi, Zaire dan Tanzania.

33 34

“Scouting and Peace”. World Organization of Scout Movement. 2007. Hal 16 Ibid hal 17-18 35 Ibid Hal 20

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->