P. 1
Document

Document

|Views: 21,862|Likes:
Published by ulumovic
skripsi sekolah
skripsi sekolah

More info:

Published by: ulumovic on Apr 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/07/2013

pdf

text

original

Menurut Romlah (2001:87-124) ada beberapa teknik yang biasa

digunakan dalam pelaksanaan bimbingan kelompok, antara lain :

pemberian informasi atau ekspositori, diskusi kelompok, pemecahan

masalah (problem solving), penciptaan suasana kekeluargaan (homeroom),

permainan peranan, karyawisata, dan permainan simulasi.

a. Teknik Pemberian Informasi

Teknik pemberian informasi sering disebut juga dengan metode

ceramah, yaitu pemberian penjelasan oleh seorang pembicara kepada

36

sekelompok pendengar. Pelaksanaan teknik pemberian informasi

mencakup tiga hal, yaitu perencanaan, pelaksanaan dan penilaian.

Pada tahap perencanaan ada tiga langkah yang harus

dilaksanakan, yaitu: (a) merumuskan tujuan apa yang hendak dicapai

dengan pemberian informasi itu, (b) menentukan bahan yang akan

diberikan berupa fakta, konsep atau generalisasi, dan (c) menentukan

dan memilih contoh-contoh yang tepat sesuai dengan bahan yang

diberikan.

Pada tahap pelaksanan, penyajian materi disesuaikan dengan

tujuan yang hendak dicapai. Tahap terakhir dari pemberian informasi

adalah mengadakan penilaian apakah tujuan sudah tercapai atau belum.

Penilaian dapat dilakukan secara lisan dengan menanyakan pendapat

siswa mengenai materi yang diterimanya, tetapi juga dapat dilakukan

secara tertulis baik dengan tes subjektif ataupun objektif.

Teknik pemberian informasi mempunyai keuntungan-

keuntungan dan kelemahan-kelemahan tertentu. Beberapa keuntungan

dari teknik pemberian informasi antara lain : (a) dapat melayani

banyak orang, (b) tidak membutuhkan banyak waktu, sehingga efisien,

(c) tidak terlalu banyak memerlukan fasilitas, (d) Mudah dilaksanakan

bila dibanding dengan teknik lain. Sedangkan kelemahannya adalah :

(a) sering dilaksanakan secara monolog, sehingga membosankan, (b)

individu yang mendengarkan kurang aktif, (c) memerlukan

keterampilan berbicara, supaya penjelasan menjadi menarik.

37

b. Diskusi Kelompok

Diskusi kelompok adalah percakapan yang telah direncanakan

antara tiga orang atau lebih dengan tujuan untuk memecahkan masalah

atau untuk memperjelas suatu persoalan, di bawah pimpinan seorang

pemimpin. Di dalam melaksanakan bimbingan kelompok, diskusi

kelompok tidak hanya untuk memecahkan masalah, tetapi juga untuk

mencerahkan persoalan, serta untuk mengembangkan pribadi.

Dinkmeyer dan Muro (Tatiek Romlah, 2001: 89) menyebutkan

tiga macam tujuan diskusi kelompok yaitu : ‘(a) untuk

mengembangkan pengertian terhadap diri sendiri (self), (b) untuk

mengembangkan kesadaran tentang diri, (c) untuk mengembangkan

pandangan baru mengenai hubungan antar manusia’.

Pelaksanaan diskusi meliputi tiga langkah, yaitu perencanaan,

pelaksanaan dan penilaian. Pada tahap perencanaan fasilitator/

pemimpin melaksanakan lima hal, yaitu: (a) merumuskan tujuan

diskusi, (b) menentukan jenis diskusi, (c) melihat pengalaman dan

perkembangan siswa, (d) memperhitungkan waktu yang telah tersedia,

(e) mengemukakan hasil yang diharapkan dari diskusi.

Pada tahap pelaksanaan, fasilitator memberikan tugas yang

harus didiskusikan, waktu yang tersedia untuk mendiskusikan tugas

itu, dan memberi tahu cara melaporkan tugas, serta menunjuk

pengamat diskusi apabila diperlukan. Pada tahap penilaian, pemimpin

kelompok/fasilitator meminta pengamat melaporkan hasil

pengamatannya, memberikan komentar mengenai proses diskusi dan

membicarakannya dengan kelompok.

38

Dalam diskusi kelompok ada beberapa keuntungan dan

kelemahan. Adapun keuntungan diskusi kelompok adalah : (a)

membuat anggota kelompok lebih aktif karena tiap anggota mendapat

kesempatan untuk berbicara, (b) anggota kelompok dapat saling

bertukar pengalaman, (c) anggota kelompok belajar mendengarkan

dengan baik apa yang dikatakan anggota kelompok yang lain, (d) dapat

meningkatkan pengertian terhadap diri sendiri dan orang lain, (e)

memberi kesempatan pada anggota untuk belajar menjadi pemimpin.

Selain keuntungan tersebut, diskusi kelompok juga mempunyai

kelemahan-kelemahan, yaitu : (a) dapat menjadi salah arah apabila

pemimpin kelompok tidak melaksanakan fungsi kepemimpinannya

dengan baik, (b) ada kemungkinan diskusi dikuasai oleh individu-

individu tertentu, (c) membutuhkan banyak waktu dan tempat yang

agak luas.

c. Teknik Pemecahan Masalah (Problem Solving Techniques)

Teknik pemecahan masalah merupakan suatu proses kreatif

dimana individu menilai perubahan yang ada pada dirinya dan

lingkungannya, dan membuat pilihan-pilihan baru, keputusan-

keputusan atau penyesuaian yang selaras dengan tujuan dan nilai

hidupnya.

Teknik pemecahan masalah mengajarkan pada individu

bagaimana memecahkan masalah secara sistematis. Langkah-langkah

pemecahan masalah secara sistematis adalah :

39

1). Mengidentifikasi dan merumuskan masalah.

2). Mencari sumber dan memperkirakan sebab-sebab masalah.

3). Mencari alternatif pemecahan masalah.

4). Menguji masing-masing alternatif.

5). Memilih dan melaksanakan alternatif yang paling menguntungkan.

6). Mengadakan penilaian terhadap hasil yang dicapai.

d. Permainan Peranan (Role Playing)

Menurut Bennett (Romlah, 2001:99) bahwa : ‘permainan

peranan adalah suatu alat belajar yang menggambarkan keterampilan-

keterampilan dan pengertian-pengertian mengenai hubungan antar

manusia dengan jalan memerankan situasi-situasi yang paralel dengan

yang terjadi dalam kehidupan yang sebenarnya’.

Bennett menyebutkan dua macam permainan peranan, yaitu

sosiodrama dan psikodrama.

1). Sosiodrama

Sosiodrama adalah permainan peranan yang ditujukan untuk

memecahkan masalah sosial yang timbul dalam hubungan antar

manusia. Langkah-langkah pelaksanaan sosiodrama adalah sebagai

berikut :

(a) Persiapan. Pemimpin kelompok/fasilitator mengemukakan

masalah dan tema yang akan disosiodramakan, dan tujuan

permainan.

(b) Membuat skenario sosiodrama.

40

(c) Menentukan kelompok penonton dan menjelaskan tugasnya.

Kelompok penonton adalah anggota kelompok lain yang tidak

ikut menjadi pemain, tugasnya adalah untuk mengobservasi

pelaksanaan permainan.

(d) Melaksanakan sosiodrama. Dalam permainan ini diharapkan

terjadi identifikasi antara pemain dan penonton dengan peran-

peran yang dimainkannya.

(e) Evaluasi dan diskusi. Setelah selesai permainan diadakan

diskusi mengenai pelaksanaan permainnan berdasarkan hasil

observasi dan tanggapan-tanggapan penonton.

(f) Ulangan permainan. Dari hasil diskusi dapat ditentukan apakah

perlu diadakan permainan ulang atau tidak.

2). Psikodrama

Menurut Corey (Romlah, 2001:107) bahwa : ‘psikodrama

merupakan permainan yang dimaksudkan agar individu yang

bersangkutan dapat memperoleh pengertian yang lebih baik

tentang dirinya, dapat menemukan konsep dirinya, menyatakan

kebutuhan-kebutuhannya, dan menyatakan reaksi terhadap

tekanan-tekanan terhadap dirinya’.

Langkah pelaksanaan psikodrama terdiri dari tiga tahap,

yaitu persiapan, pelaksanaan dan diskusi atau tahap berbagi

pendapat dan perasaan. Tahap persiapan dilakukan untuk

memotivasi anggota kelompok agar mereka siap berpartisipasi

secara aktif dalam permainan, dan menciptakan perasaan sama dan

41

saling percaya dalam kelompok. Tahap pelaksanaan terdiri dari

kegiatan dimana pemain utama dan pemain pembantu

memperagakan permainannya. Dengan bantuan pemimpin

kelompok dan anggota kelompok lain. Tahap diskusi atau tahap

bertukar pendapat dan kesan, para anggota kelompok diminta

untuk memberikan tanggapan dan sumbangan pikiran terhadap

permainan yang dilakukan pemain utama. Tahap diskusi ini

penting karena merupakan rangkaian proses perubahan perilaku

pemeran utama kearah keseimbangan pribadi.

e. Permainan Simulasi (Simulation Games)

‘Permaianan simulasi adalah permainan yang dimaksudkan

untuk merefleksikan situasi-situasi yang terdapat dalam kehidupan

yang sebenarnya. Permainan simulasi dapat dikatakan merupakan

gabungan antara teknik permainan peranan dan teknik diskusi’.

(Adams dalam Romlah, 2001:118),

Cara melaksanakan permainan simulasi, langkah yang pertama

adalah menentukan peserta pemain yaitu terdiri dari fasilitator, penulis,

pemain, pemegang peran, dan penonton. Setelah peserta pemain

ditentukan, permainan dapat dilaksanakan dengan memperhatikan

langkah-langkah sebagai berikut :

1). Menyediakan alat permaian beserta kelengkapannya.

2). Fasilitator menjelaskan tujuan permainan.

3). Menentukan pemain, pemegang peran, dan penulis.

4). Menjelaskan aturan permainan.

42

5). Bermain dan berdiskusi.

6). Menyimpulkan hasil diskusi.

7). Menutup permainan dan menentukan waktu dan tempat bermain

berikutnya.

f. Karyawisata (Field Trip)

Karyawisata adalah kegiatan yang diprogramkan oleh sekolah

untuk mengunjungi objek-objek yang ada kaitannya dengan bidang

studi yang dipelajari siswa, dan dilaksanakan untuk tujuan belajar

secara khusus. Beberapa keuntungan karyawisata adalah sebagai

berikut :

1). Anak mendapat pengalman pribadi yang nyata dan langsung.

2). Anak dapat belajar berbagai macam hal dalam waktu yang

bersamaan.

3). Anak dapat mengkaji pengetahan yang diperolehnya dari buku

dengan keadaan yang sebenarnya.

g. Teknik Penciptaan Suasana Kekeluargaan (Homeroom)

Menurut Pietrofesa (Romlah, 2001:123), ‘teknik penciptaan

suasana kekeluargaan adalah teknik untuk mengadakan pertemuan

dengan sekelompok siswa diluar jam pelajaran dalam suasana

kekeluargaan dan dipimpin oleh guru atau konselor’. Keuntungan

teknik Homeroom adalah sebagai berikut :

1). Kontinuitas dan kemajuan kegiatan bimbingan dapat direncanakan

dengan baik.

43

2). Memungkinkan untuk membina kepercayaan kelompok.

3). Bila kegiatan Homeroom diorganisasikan sesuai dengan tingkat

kelas, maka dapat diprogramkan kegiatan bimbingan kelompok

sesuai dengan tingkat perkembangan siswa.

4). Apabila struktur kegiatan Homeroom dilaksanakan diseluruh

sekolah, maka program kegiatan bimbingan yang terkoordinasi

dapat dilaksanakan. (Romlah, 2001:87-125)

Beberapa teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik

pemberian informasi, diskusi kelompok, teknik pemecahan masalah dan

teknik sosiodrama.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->