P. 1
Kelas 11 Smk Bindo

Kelas 11 Smk Bindo

|Views: 14,417|Likes:
Published by chepimanca

More info:

Published by: chepimanca on Apr 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/15/2014

pdf

text

original

Tepat

Dalam kegiatan berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan,
adakalanya pemakai bahasa tidak cermat memilih kata yang dituangkannya
di dalam kalimat. Akibatnya, kalimat yang diungkapkan tidak tepat atau

81

Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI

tidak sesuai dengan kaidah yang benar. Kesalahan itu dapat terjadi pada

penggunaan bentuk kata (proses morfologi), pemakaian kelompok kata
(frasa), pemilihan ungkapan, atau keefektifan kalimat.

Dalam bentuk lisan, kesalahan itu terjadi disebabkan oleh hal-hal

berikut.

1. Kesalahan penggunaan imbuhan (bentuk kata).

Contoh :

a. Pintu masuk SMK 3 akan diperlebarkan. (salah)
Pintu masuk SMK 3 akan dilebarkan atau Pintu masuk SMK 3 akan
diperlebar. (benar)
b. Jangan dibiasakan mengenyampingkan masalah itu. (salah)
Jangan dibiasakan mengesampingkan masalah itu. (benar)
c. Rudi sedang mencat pagar rumahnya. (salah)
Rudi sedang mengecat pagar rumahnya. (benar)
2. Ketidaktepatan pemakaian frasa (kelompok kata).

Contoh :
a. Untuk sementara waktu, siswa tidak bisa praktik karena ruangan

sedang direnovasi. (salah)

Untuk sementara siswa tidak bisa praktik karena ruangan sedang

direnovasi. (benar)
b. Bus Parahiyangan sudah dinyatakan laik darat. (salah)
Bus Parahiyangan sudah dinyatakan laik jalan. (benar)

3. Kesalahan kalimat
a. Di dalam darah orang itu mengandung virus HIV. (salah)
Darah orang itu mengandung virus HIV. (benar)

b. Untuk peningkatan mutu pendidikan dari sekolah swasta dimana
memerlukan
ketekunan dan keuletan para pamong. (salah)
Untuk meningkatkan mutu pendidikan sekolah swasta diperlukan

ketekunan dan keuletan para pamongnya. (benar)

Kesalahan juga banyak terjadi akibat penggunaan bentukan kata atau

frasa yang baru yang tidak lazim atau tidak benar secara kaidah bahasa.
Ketidaktepatan bentukan kata atau frasa juga dapat disebabkan kesalahan

secara analogi atau paradigma.

Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI

82

Perhatikanlah contoh di bawah ini.

a. pertanggungan jawab dalam kalimat “Laporan pertanggungan jawab

gubernur telah diterima sebagian besar anggota dewan.” (tidak tepat
secara kaidah/tidak lazim) seharusnya pertanggungjawaban.
b. goreng pisang dalam kalimat “Ia membeli goreng pisang untuk adiknya.”
(tidak tepat secara kaidah/tidak lazim ) seharusnya pisang goreng.
c. pengangguran dalam kalimat “Ia menjadi pengangguran setelah
perusahaannya bangkrut.” (salah secara analogi) seharusnya penganggur
dari kata menganggur (verba)-penganggur (nomina)-pengangguran
(nomina proses)
d. ruang rokok untuk ruang khusus merokok (tidak lazim) meskipun
dianalogikan kepada ruang tunggu untuk ruang khusus menunggu.
e. Bentuk kata pemelajaran, tidak tepat secara analogi, sebab kata tersebut
berasal dari kata belajar yang diberi imbuhan pe-an, seperti kata berhenti
menjadi pemberhentian.
f. Kata penglepasan, pada kalimat “ Penglepasan siswa kelas XII dimeriahkan
dengan kegiatan pentas seni dari siswa-siswi.” Tidak tepat secara
analogi, sebab kata dasarnya lepas, jika diberi imbuhan pe-an, menjadi
pelepasan.

Untuk membuat kalimat yang cermat, kita harus memahami ciri kalimat

efektif. Kalimat yang baik atau efektif mempunyai ciri-ciri seperti berikut.

a. Kepadanan
− Memiliki S dan P dengan jelas.

(di depan S tidak boleh ada kata depan dan di depan P tidak boleh
ada kata penghubung yang)

Contoh:

(1) Semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang
kuliah. (benar)
(2) Bagi semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar
uang kuliah. (salah)

− Tidak terdapat S ganda.
Contoh:

(1) Dia pulang setelah dia membeli berbagai kebutuhan. (salah)
(2) Dia pulang setelah membeli berbagai kebutuhan. (benar)

− Kata penghubung intra kalimat tidak dipakai dalam kalimat
tunggal.
Contoh:

(1) Kami datang agak terlambat. Sehingga kami tidak dapat
mengikuti acara pertama. (salah)

83

Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI

(2) Kami datang agak terlambat sehingga kami tidak dapat
mengikuti acara pertama. (benar)

b. Keparalelan

Persamaan bentuk kata digunakan dalam kalimat yang mengandung
rincian.
Contoh:

(1) Harga minyak dibekukan dan dinaikkan secara bertahap (benar)
(2) Harga minyak dibekukan atau kenaikan secara bertahap.

c. Kehematan

Kehematan menggunakan kata atau frasa

− Menghindarkan penjamakan bentuk jamak
Contoh:

(1) Para tamu-tamu mencicipi hidangan yang disediakan. (salah)
(2) Para tamu mencicipi hidangan yang disediakan. (benar)

− Penggunaan kata-kata yang berlebihan.
Contoh:

(1) Ia memakai baju warna merah. (salah)
(2) Ia memakai baju merah. (benar)
d. Kepaduan (tegas dan lugas)

− Hindarkan kalimat bertele-tele.
Contoh:

(1) Kita harus dapat mengembalikan kepada kepribadian kita,

orang-orang kota yang telah terlanjur meninggalkan rasa
kemanusiaan itu dan yang secara tidak sadar bertindak ke luar
dari kepribadian manusia Indonesia dari sudut kemanusiaan

yang adil dan beradab. (salah)
(2) Kita harus dapat mengembalikan kepribadian kita yang sudah

ke luar dari rasa kemanusiaan dan dari kepribadian manusia
Indonesia yang adil dan beradab.

e. Kecermatan

Kecermatan pemakaian kata, penulisan kata, penggunaan tanda baca.
Contoh : Dua puluh lima ribuan.

Bisa diartikan dua puluh lima lemar uang ribuan (Rp 25.000,-)

Atau
Dua puluh lembar uang, lima ribuan.

Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI

84

RANGKUMAN

A. Klasifkasi Kata berdasarkan Kelas Kata

Secara umum kelas kata terdiri atas 5 macam, yaitu:

(1) Kata kerja (verba)
(2) Kata sifat (adjektif)
(3) Kata keterangan (adverbia)
(4) Kata benda (nomina), kata ganti (pronomina), kata bilangan
(numeralia)
(5) Kata tugas yang dapat dirinci menjadi empat jenis kata, yaitu
(1) kata depan, (2) kata sambung, (3) kata sandang, (4) kata
seru, dan (5) partikel.

B. Klasifkasi Kata Berdasarkan Bentuk Kata

Dari segi bentuknya, kata dapat dibedakan atas empat macam, yaitu :

(1) Kata Dasar
(2) Kata Turunan
(3) Kata Ulang
(4) Kata Majemuk

C. Klasifkasi Kata Berdasarkan Makna Kata

Selain proses bentukan kata, makna kata juga dapat ditimbulkan

oleh dua hal, yaitu:

(1) Makna kata berdasarkan hubungan referensial yang dibedakan
menjadi makna denotatif, makna konotatif, dan makna idiomatik
(ungkapan).
(2) Makna kata berdasarkan hubungan antarmakna yang terdiri atas

Makna kata berdasarkan hubungan antarmakna terdiri atas: sinonim,
antonim, dan hiponim.

D. Penggunaan Kamus dalam Mencari Bentuk, Kategori, dan Makna

Kata

Kamus dapat membantu seseorang bukan saja untuk mencari seperti
variasi bentukan kata, kelas kata dan contoh-contoh pemakaiannya,

termasuk pelafalan, pedoman kata, dan bentuk ungkapannya.

85

Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI

E. Pemakaian Kata , Frasa, dan Kalimat yang Kurang Tepat

Dalam kegiatan berkomunikasi secara lisan atau tulisan masih
terdapat pemakaian bahasa yang kurang cermat dalam memilih kata
yang digunakan pada kalimat sehingga kalimat tidak sesuai dengan
kaidah bahasa yang benar. Ketidakcermatan dapat terjadi pada pemilihan

bentuk kata (proses morfologi, pemakaian kelompok kata (frasa),
pemilihan ungkapan, atau keefektivitasan kalimat. Kesalahan juga bisa

terjadi karena bentukan kata yang baru atau tidak lazim.

TUGAS MANDIRI

Agar Anda lebih memahami materi pelajaran ini, kerjakanlah tugas

berikut.
1. Bacalah bacaan atau artikel di awal bab ini.

2. Dafarkanlah kata yang terdapat dalam bacaan berdasarkan kelas

katanya.

3. Carilah kata yang bermakna denotatif, konotatif, dan berbentuk

ungkapan.

4. Dafarkanlah kata yang bersinonim.
5. Tulislah antonim dari kata bersinonim pada no. 4.

6. Tulislah kalimat yang menurut Anda kurang tepat pemakaian kata

atau frasanya. Lalu, perbaikilah kalimat tersebut.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->