P. 1
Gedung Bersejarah di Bandung

Gedung Bersejarah di Bandung

4.33

|Views: 2,884|Likes:
Published by Suryo Hartoyo

More info:

Published by: Suryo Hartoyo on May 23, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2012

pdf

text

original

Hari ini, Jumat 15 Feb 2008, warta digital DetikBandung menulis, sebuah hotel bersejarah di Jl.

Kebon Jati 71, Bandung mulai dirobohkan. Hotel berarsitektur campuran gaya China yang dibangun sekitar 1886 oleh seorang pengusaha China asal Surabaya ini dikelilingi pagar setinggi 3 meter. Menurut warga sekitar, berdasarkan penuturan pegawainya, akan dibangun menjadi hotel modern berlantai 8, tapi tidak semua akan dirombak. Berdasar data Bandung Heritage, Hotel Surabaya berdiri di kawasan Pecinan dan lebih tua dari Pasar Baru yang dibangun pada 1906 sebagai pasar modern pertama di Bandung yang makin memperkental keberadaan China-town di Bandung. Dibyo Hartono, aktifis Bandung Heritage, mengungkapkan Hotel Surabaya merupakan penginapan tertua dan langka di Bandung. Tahun 1989 pernah diminta melakukan restorasi pada hotel ini oleh pemiliknya terdahulu. Hotel ini sendiri terdiri atas tiga bangunan, bangunan pertama berada dibagian belakang yang dibangun 1886 bergaya neo-classical dan dibangun utnuk menyambut adanya jalur kereta-api Batavia (Jakarta) - Bandung ditandai berdirinya stasiun Bandung pada 1884. Bagian kaca menggunakan color glass bukan kaca patri, ujarnya. Sementara, bangunan kedua yagn terdapat tower-nya dibangun antara 1900 hingga 1910 dengan gaya art nouveau, dan bangunan ketiga sudah bergaya art deco.

Sementara menurut turis Belanda, Olivier, saat dihubungi detikbandung via email mengatakan, hotel ini dikenal dengan hotel BBS (Bobo-bobo Siang).

Dalam buku "Jendela Bandung" oleh Her Suganda (2007), mengatakan kesan kuno akan terasa begitu memasuki ruang tamu, ruang tengah dan ruang-ruang sebagai kamar. Bangunan langit-langit dan pintu serta jendelanya berukuran besar. Lemari dan meubelnya yang terbuat dari jati asli, masih tetap dipertahankan seperti bentuk aslinya. Menurut Her Suganda lagi, ruang terbaik berukuran 5x5 meter, dengan lantai abu-abu dan tempat tidur tua. Di depannya terdapat teras denga satu perangkat kursi tamu antik dan satu tempat lesehan ala bangsawan dulu. Sewa kamar tersebut untuk 2 tempat tidur termasuk sarapan Rp. 65ribu/malam.Hotel berlantai dua dan memiliki 60 kamar ini, untuk tarif kamar standar berkisar Rp.35ribu-65ribu. Hotel Surabaya sebenarnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai hotel heritage walau dalam skala kecil. Sayang sekali jika hotel yang termasuk dalam Bangunan Cagar Budaya Bandung harus berakhir ... *Sumber & foto bawah: http://www.detikbandung.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/02/tgl/15/time/105225/id news/894491/idkanal/486 *Foto atas: Dokumentasi FWP-JB, "Jendela Bandung" Her Suganda (2007)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->