P. 1
Model Pembelajaran Problem Posing

Model Pembelajaran Problem Posing

|Views: 2,102|Likes:
Published by chikutz

More info:

Published by: chikutz on Apr 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/19/2013

pdf

text

original

MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING TIPE POST SOLUTION POSING UNTUK MENGAJARKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA POKOK BAHASAN

BANGUN SEGIEMPAT PADA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI I BALAPULANG TEGAL SKRIPSI
Disusun dalam Rangka Menyelesaikan Studi Strata 1 untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Oleh Nama : Dewi Mahabbah Intan NIM : 4101905037 Prodi : Pend. Matematika Jurusan : Matematika FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007
ii ABSTRAK Dewi Mahabbah Intan, 2007. Model Pembelajaran Problem Posing Tipe Post Solution Posing Untuk Mengajarkan Pemahaman Konsep Matematika Pokok Bahasan Bangun Segiempat Pada Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 1 Balapulang Tegal. Hasil evaluasi pelajaran matematika tiap akhir semester maupun ujian akhir sering kali masih di bawah mata pelajaran yang lain. Menurut informasi dari guru pengampu matematika dan observasi awal, nilai rata-rata ujian akhir semester ganjil tahun pelajaran 2006/2007 dan ujian akhir semester sebelumnya masih di bawah nilai ketuntasan belajar yaitu 65, demikian juga ujian akhir sekolah. Ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satu faktor penyebabnya adalah proses pembelajaran matematika di tingkat SMP pada umumnya masih menggunakan cara konvensional dan keaktifan peserta didik masih kurang. Melalui proses pembelajaran diperlukan langkah-langkah sistematik yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Salah satu usaha guru dalam strategi

mengajar adalah menggunakan model pembelajaran yang inovatif, yang dapat meningkatkan pemahaman konsep, meningkatkan keaktifan peserta didik serta memberikan iklim yang kondusif dalam perkembangan daya nalar dan kreativitas peserta didik. Salah satunya adalah model pembelajaran pengajuan soal (problem posing). Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah model pembelajaran problem posing tipe post solution posing lebih baik dari pada pembelajaran yang biasa dilaksanakan oleh guru (konvensional) untuk mengajarkan pemahaman konsep matematika pokok bahasan bangun segiempat pada peserta didik kelas VII SMP Negeri I Balapulang Tegal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran problem posing tipe post solution posing lebih baik dari pada pembelajaran yang biasa dilaksanakan oleh guru (konvensional) untuk mengajarkan pemahaman konsep matematika pokok bahasan bangun segiempat pada peserta didik kelas VII SMP Negeri I Balapulang Tegal. Populasi dalam penelitian ini adalah semua peserta didik kelas VII SMP Negeri I Balapulang tahun pelajaran 2006/2007. Secara keseluruhan populasi terdiri dari 7 kelas tanpa kelas unggulan. Dari tujuh kelas tersebut diambil dua kelas sebagai sampel. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling, dalam pengertian yang diacak adalah kelasnya. Terpilih kelas VIIA sebagai kelas eksperimen yang diajar dengan pembelajaran problem posing dan kelas VIIB sebagai kelas kontrol diajar dengan pembelajaran konvensional. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes yang dilaksanakan setelah pembelajaran selesai. Sebelumnya tes diujicobakan pada satu kelas yaitu kelas VIIC. Lembar observasi untuk memperoleh data mengenai aktivitas peserta didik dan pengelolaan pembelajaran oleh guru selama pembelajaran berlangsung. Pengujian hipotesis menggunakan uji t. Berdasarkan perhitungan diperoleh thit = 2.537 dan dari tabel diperoleh ttab = 1.99 dengan α =5% dan dk = 40 + 40 – 2 =78 jadi thit > ttab dengan demikian Ho ditolak, berarti model pembelajaran problem posing tipe post solution posing lebih baik dari pada pembelajaran yang biasa dilaksanakan oleh guru (konvensional) terhadap pemahaman konsep matematika pokok bahasan bangun segiempat pada peserta didik kelas VII SMP Negeri I Balapulang Tegal. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa kemampuan pemahaman konsep peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran

problem posing tipe post solution posing lebih baik dari pada pembelajaran konvensional, aktivitas peserta didik selama pembelajaran meningkat dan kemampuan guru mengelola pembelajaran juga meningkat. Disarankan agar guru dalam mengembangkan pembelajaran problem posing dan menerapkannya pada materi pokok yang lain, dapat lebih memotivasi peserta didik untuk aktif dan lebih memperhatikan masalah penggunaan waktu. iv MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO: Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. Maka apabila telah selesai dari suatu urusan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain. (Q.S Alam Nasyrah: 6-7). Tiada hadiah yang paling berharga dari pada nasehat yang baik.. PERSEMBAHAN: Bapak dan Ibuku tercinta. Kakak-kakakku dan adikku tersayang. Semua pihak yang membantu. v KATA PENGANTAR Dengan penuh rasa syukur, penulis panjatkan kehadiran Allah SWT. Karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul ”Model Pembelajaran Problem Posing Tipe Post Solution Posing Untuk Mengajarkan Pemahaman Konsep Matematika Pokok Bahasan Bangun Segiempat Pada Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 1 Balapulang Tegal”. Terselesainya skripsi ini, tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, baik materiil maupun spirituil. Oleh karena itu pada kesempatan ini, perkenankanlah penulis menyampaikan ungkapan terima kasih secara mendalam kepada : 1. Bapak Dr. H. Sudijono Sastroatmojo, M. Si., Rektor Universitas Negeri Semarang. 2. Bapak Drs. Kasmadi Imam S, MS., Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang. 3. Bapak Drs. Supriyono, M. Si., Ketua Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang.

4. Bapak Drs. Amin Suyitno, M. Pd., Pembimbing utama yang telah menyumbangkan pikiran-pikiran dan masukan-masukannya hingga akhir pembuatan skripsi ini. 5. Bapak Muh. Fajar S, S. Si, M. Si., Pembimbing pendamping yang telah menyumbangkan pikiran-pikiran dan masukan-masukannya hingga akhir pembuatan skripsi ini. vi 6. Bapak Drs. Suprapto. Kepala UPTD SMP Negeri 1 Balapulang Kabupaten Tegal. 7. Ibu Dewi Badarul Budur, S. Pd., Guru mata pelajaran matematika SMP Negeri 1 Balapulang Kabupaten Tegal, yang telah membantu dalam pelaksanaan penelitian. 8. Bapak, Ibu, kakak-kakak dan adikku yang telah memberikan motivasi dan semangat dalam pembuatan skripsi ini. 9. Semua pihak yang telah membantu terselesainya skripsinya. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan skripsi ini, masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun, demi lebih baiknya skripsi ini sangat penulis harapkan. Dan semoga penulisan yang masih kurang sempurna ini dapat diambil manfaat bagi yang membutuhkan. Semarang, Juli 2007 Penulis vii DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL........................................................................................ i ABSTRAK....................................................................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................... iii MOTTO DAN PERSEMBAHAN................................................................... iv KATA PENGANTAR .................................................................................... v DAFTAR ISI.................................................................................................... vii DAFTAR LAMPIRAN.................................................................................... ix DAFTAR TABEL............................................................................................ xi BAB I PENDAHULUAN................................................................................ 1 A. Latar Belakang Masalah ............................................................................ 1

B. Permasalahan ............................................................................................. 4 C. Penegasan Istilah........................................................................................ 4 D. Tujuan dan Manfaat Penelitian .................................................................. 6 E. Sistematika Penulisan Skripsi .................................................................... 7 BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS ........................................... 8 A. Landasan Teori........................................................................................... 8 B. Kerangka Berpikir...................................................................................... 21 C. Hipotesis..................................................................................................... 24 BAB III METODE PENELITIAN .................................................................. 25 A. Metode Penentuan Obyek Penelitian ......................................................... 25 viii B. Variabel Penelitian..................................................................................... 26 C. Langkah-langkah Penelitian....................................................................... 26 D. Teknik Pengumpulan Data......................................................................... 28 E. Analisis Instrumen ..................................................................................... 29 F. Analisis Data Awal .................................................................................... 32 G. Analisis Data Akhir.................................................................................... 36 BAB IV PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.............................................. 40 A. Hasil Penelitian .......................................................................................... 40 B. Pembahasan................................................................................................ 47 BAB V PENUTUP........................................................................................... 54 A. Simpulan .................................................................................................... 54 B. Saran........................................................................................................... 54 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 55 LAMPIRAN-LAMPIRAN............................................................................... 56 ix DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1 Rencana Pembelajaran.................................................................. 56 Lampiran 2 Lembar Kerja Siswa ..................................................................... 77 Lampiran 3 Lambar Masalah ........................................................................... 104 Lampiran 4 Pekerjaan Rumah.......................................................................... 112 Lampiran 5 Daftar nama dan kode kelas uji coba............................................ 120 Lampiran 6 Daftar nama dan kode kelas eksperimen dan kontrol................... 121

Lampiran 7 Daftar nilai raport kelas eksperimen dan kontrol ......................... 123 Lampiran 8 Uji normalitas data nilai awal (nilai raport).................................. 124 Lampiran 9 Uji Homogenitas data nilai awal (nilai raport) ............................. 128 Lampiran 10 Uji kesamaan rata-rata nilai awal (nilai raport) .......................... 129 Lampiran 11 Kisi-kisi soal uji coba instrumen ................................................ 130 Lampiran 12 Soal uji coba instrumen .............................................................. 134 Lampiran 13 Kunci jawaban soal uji coba instrumen...................................... 140 Lampiran 14 Analisis soal hasil uji coba instrument ....................................... 141 Lampiran 15 Contoh perhitungan validitas...................................................... 144 Lampiran 16 Contoh perhitungan reliabilitas .................................................. 146 Lampiran 17 Contoh perhitungan taraf kesukaran........................................... 147 Lampiran 18 Contoh perhitungan daya beda ................................................... 148 Lampiran 19 Kisi-kisi soal tes instrumen penelitian........................................ 150 Lampiran 20 Soal tes instrumen penelitian...................................................... 154 x Lampiran 21 Kunci jawaban soal tes instrumen penelitian ............................. 159 Lampiran 22 Daftar nilai tes instrumen kelas eksperimen dan kontrol .......... 160 Lampiran 23 Uji normalitas data nilai tes instrumen kelas eksperimen .......... 161 Lampiran 24 Uji normalitas data nilai tes instrumen kelas kontrol ................. 163 Lampiran 25 Uji homogenitas data nilai tes instrumen ................................... 165 Lampiran 26 Uji perbedaan dua rata-rata......................................................... 166 Lampiran 27 Lembar observasi guru pembelajaran I ...................................... 167 Lampiran 28 Lembar observasi guru pembelajaran II ..................................... 168 Lampiran 29 Lembar observasi guru pembelajaran III.................................... 169 Lampiran 30 Lembar observasi guru pembelajaran IV.................................... 170 Lampiran 31 Lembar observasi peserta didik pembelajaran I ......................... 171 Lampiran 32 Lembar observasi peserta didik pembelajaran II........................ 172 Lampiran 33 Lembar observasi peserta didik pembelajaran III....................... 173 Lampiran 34 Lembar observasi peserta didik pembelajaran IV ...................... 174 Lampiran 35 Surat permohonan ijin penelitian................................................ 175 Lampiran 36 Surat keterangan telah melakukan penelitian ............................ 176 xi DAFTAR TABEL Halaman

Tabel 1 Tabel T ................................................................................................ 177 Tabel 2 Chi-Square .......................................................................................... 178 Tabel 3 Tabel F ................................................................................................ 179 Tabel 4 Tabel r ................................................................................................. 180 Tabel 5 Tabel distribusi Z ................................................................................ 181 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ketelitian, kecermatan, dan kecepatan dalam berpikir sangat diperlukan saat mempelajari matematika. Dengan kebiasaan berpikir yang cermat dan teliti ternyata akan dapat membantu dalam mempelajari mata pelajaran yang lain, sehingga pelajaran selain matematika pun bisa dipelajari tanpa mengalami kesulitan. Tetapi dalam kenyataannya menurut informasi dari pengampu guru matematika dan observasi awal, hasil evaluasi pelajaran matematika tiap akhir semester maupun ujian akhir sering kali masih di bawah mata pelajaran yang lain. Nilai rata-rata ujian akhir semester ganjil tahun pelajaran 2006/2007 dan ujian akhir semester sebelumnya masih di bawah nilai ketuntasan belajar yaitu 65, demikian juga ujian akhir sekolah. Keadaan ini yang harus mendapatkan banyak perhatian. Melalui proses pembelajaran sebaiknya selalu mengikutsertakan peserta didik secara aktif guna mengembangkan kemampuan mengamati, merencanakan, melaksanakan penelitian, mengkomunikasikan hasil semuanya sehingga guru mengetahui kesulitan yang dialami peserta didik dan selanjutnya mencari alternatif pemecahannya. Dalam melaksanakan proses pembelajaran diperlukan langkah-langkah sistematik. Langkah sistematik inilah yang merupakan hal terpenting dalam melakukan strategi mengajar. Salah satu usaha guru dalam strategi mengajar adalah menggunakan model pembelajaran yang tepat sesuai materinya sehingga menunjang terciptanya kegiatan pembelajaran yang kondusif dan menarik bagi peserta didik. 1 2 Untuk itu perlu diupayakan suatu model pembelajaran inovatif yang

dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika dan sekaligus dapat meningkatkan keaktifan peserta didik serta memberikan iklim yang kondusif dalam perkembangan daya nalar dan kreativitas peserta didik. Salah satunya adalah model pembelajaran pengajuan soal (problem posing). Model pembelajaran Problem Posing merupakan suatu model pembelajaran yang mewajibkan para peserta didik untuk mengajukan soal sendiri melalui belajar soal (berlatih soal) secara mandiri. Model ini dapat dikembangkan oleh guru dengan memberikan pengarahan kepada peserta didik bahwa peserta didik dapat mengajukan soal-soal sendiri dan mengerjakannya. Soal yang telah disusun dapat diajukan sebagai bahan berdiskusi bersama teman sekelompoknya dan hasil yang telah dikerjakan dapat dijadikan sebagai kunci jawaban dari soal-soal yang telah diajukan tersebut. Apabila menemukan permasalahan di dalam menyelesaikan soal tersebut dapat ditanyakan kepada guru pengajar dan dibahas kembali di dalam kelas, secara bersama agar memperoleh penyelesaian masalah tersebut. Salah satu pokok bahasan dalam mata pelajaran matematika kelas VII SMP/MTs diantaranya adalah bangun segiempat. Pada pokok bahasan ini merupakan materi geometri yakni mempelajari tentang pengertian, sifat-sifat, keliling dan luas daerah dari bangun-bangun segiempat tersebut. Pokok bahasan ini, banyak di antara peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami dan menyelesaikan soal-soalnya. Cakupan materi yang luas dari 3 suatu pokok bahasan dan beban materi mata pelajaran yang cukup banyak menjadi penyebab keadaan tersebut. Selain hal tersebut di atas, dicermati proses pembelajaran matematika di tingkat SMP/MTs pada umumnya masih banyak yang menggunakan cara konvensional seperti ceramah, diskusi informasi, ekspositori dan drill. Dengan pembelajaran tersebut dirasa penulis masih ada kelemahan, terutama pada pembahasan pokok-pokok bahasan yang memerlukan penggunaan media atau alat peraga, pembelajaran model tersebut di atas dapat menimbulkan kejenuhan peserta didik. Untuk mengatasi kejenuhan peserta didik, penulis ingin menerapkan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika dan sekaligus dapat meningkatkan keaktifan peserta didik serta memberikan iklim yang kondusif dalam perkembangan

daya nalar dan kreativitas peserta didik yaitu dengan menerapkan model pembelajaran problem posing tipe post solution posing yaitu peserta didik membuat soal yang sejenis seperti yang dibuat oleh guru. SMP Negeri I Balapulang sebagai tempat penelitian beralamat di Jl. Merpati, kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal. Saat ini memiliki 21 rombongan belajar dengan jumlah guru sebanyak 30 orang, 5 dari 30 guru yang ada adalah pengampu mata pelajaran matematika. Dari observasi awal yang dilakukan penulis dapat diketahui kelas VII SMP Negeri I Balapulang dalam proses pembelajaran masih menggunakan pembelajaran konvensional dan keaktifan peserta didik masih kurang. 4 Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran problem posing tipe post solution posing dapat dijadikan satu model yang inovatif dan model pembelajaran yang cukup bermanfaat dan mengefektifkan proses pembelajaran, sehingga penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING TIPE POST SOLUTION POSING UNTUK MENGAJARKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA POKOK BAHASAN BANGUN SEGIEMPAT PADA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI I BALAPULANG TEGAL”. B. Permasalahan Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya muncul permasalahan utama yang mendasar yaitu apakah model pembelajaran problem posing tipe post solution posing lebih baik dari pada pembelajaran yang biasa dilaksanakan oleh guru (konvensional) untuk mengajarkan pemahaman konsep matematika pokok bahasan bangun segiempat pada peserta didik kelas VII SMP Negeri I Balapulang Tegal? C. Penegasan Istilah Pembatasan (penegasan) definisi suatu istilah mutlak diperlukan. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi salah penafsiran terhadap judul skripsi dan memberikan gambaran yang lebih jelas kepada para pembaca. Adapun istilah-istilah yang perlu dijelaskan adalah sebagai berikut. 5 1. Model Pembelajaran

Model pembelajaran adalah pola interaksi peserta didik dengan guru di dalam kelas yang menyangkut strategi, pendekatan, metode dan teknik pembelajaran yang ditetapkan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di kelas. (Erman Suherman, 2003:7). 2. Problem Posing Problem posing adalah perumusan soal kembali yang berkaitan dengan syarat-syarat pada soal yang telah dipecahkan atau alternatif soal yang masih relevan (Suyitno, 2004: 31). Problem Posing Tipe Post Solution Posing yaitu model pembelajaran problem posing yang mengajak peserta didik untuk membuat soal yang sejenis, seperti yang dibuat oleh guru. 3. Pemahaman konsep Pemahaman berasal dari kata paham yang berarti mengerti benar (akan), tahu benar (akan) (Poerwadarminta, 1984: 604). Sedangkan konsep adalah idea abstrak yang dapat digunakan untuk mengadakan klasifikasi atau penggolongan. (R. Soedjadi dalam Amin Suyitno, dkk. 2004: 16). 4. SMP Negeri I Balapulang Tegal SMP Negeri I Balapulang adalah sekolah menengah pertama negeri yang terletak di jalan Merpati, Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal. 6 D. Tujuan Dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang ada, maka tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran problem posing tipe post solution posing lebih baik dari pada pembelajaran yang biasa dilaksanakan oleh guru (konvensional) untuk mengajarkan pemahaman konsep matematika pokok bahasan bangun segiempat pada peserta didik kelas VII SMP Negeri I Balapulang Tegal. 2. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut. a. Bagi Peserta Didik 1) Meningkatkan keaktifan peserta didik selama KBM.

2) Meningkatkan pemahaman peserta didik dalam memahami konsep pokok bahasan segiempat. b. Bagi Guru Membantu guru dalam menciptakan suatu kegiatan belajar yang menarik dan memberikan alternatif model pembelajaran yang dapat dilakukan guru dalam proses pembelajaran. c. Bagi Sekolah Memberikan kepada sekolah sumbangan yang baik dalam rangka perbaikan proses pembelajaran matematika sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik. 7 E. Sistematika Penulisan Skripsi Sistematika skripsi ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu bagian awal skripsi, bagian isi skripsi, dan bagian akhir skripsi. 1. Bagian awal skripsi Halaman Judul, Abstrak, Lembar Pengesahan, Motto dan Persembahan, Kata Pengantar, Daftar Isi, Daftar Lampiran, dan Daftar Tabel. 2. Bagian Isi Skripsi BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini akan dibahas dan diuraikan latar belakang masalah, rumusan masalah, penegasan istilah, tujuan dan manfaat penelitian serta sistematika penulisan skripsi. BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS Berisi tentang landasan teori, kerangka berpikir dan hipotesis. BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab ini akan dibahas dan diuraikan metode penelitian yang berisi langkah-langkah yang ditempuh untuk memecahkan masalah. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Berisi analisis hasil penelitian dan pembahasan penelitian. BAB V PENUTUP Berisi simpulan dan saran. 3. Bagian Akhir Skripsi Daftar pustaka dan Lampiran-lampiran.

8 BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS A. Landasan Teori 1. Tinjauan Belajar Belajar merupakan suatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dengan belajar manusia dapat mengembangkan potensi-potensi yang dibawanya sejak lahir. Aktualisasi potensi ini sangat berguna bagi manusia untuk dapat menyesuaikan diri demi pemenuhan kebutuhannya. Kegiatan belajar dapat berlangsung dimana-mana, misalnya di lingkungan keluarga, di sekolah dan di masyarakat. Belajar yang diajarkan di sekolah sifatnya formal, dalam artian semua komponen yang terlibat direncanakan secara sistematis. a. Pengertian belajar Belajar pada hakekatnya adalah suatu proses perubahan perilaku. Ada banyak pengertian belajar yang dikemukakan oleh para ahli diantaranya: 1) Menurut Herman Hudojo dalam bukunya (2003:83) mengemukakan bahwa belajar merupakan suatu proses aktif dalam memperoleh pengalaman/pengetahuan baru sehingga menyebabkan perubahan tingkah laku. 2) Belajar adalah proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan, artinya tujuan kegiatan belajar adalah perubahan tingkah laku baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan, maupun sikap bahkan meliputi segenap aspek organisme atau individu. Hasil dari kegiatan pembelajaran ini tercermin dalam perubahan 8 9 perilaku baik secara material, substansial, struktural, strukturalfungsional, maupun behavior (Djamarah, 2002: 11). Dari kedua pengertian belajar di atas dapat diambil kesimpulan secara umum bahwa belajar merupakan perubahan tingkah laku yang diperoleh secara sengaja, yang berupa fakta, konsep, keterampilan, sikap, nilai atau norma dan kemampuan lain.

Pengertian belajar di atas merupakan pengertian belajar yang meninjau belajar sebagai hasil dan belajar sebagai proses. Jadi seseorang yang melakukan belajar, setelah melalui proses yang dilakukan secara sengaja melalui penyesuaian tingkah laku akan memperoleh hasil berupa kemampuan yang dapat dikelompokan dalam tiga aspek penilaian yaitu pemahaman konsep, penalaran dan komunikasi, dan pemecahan masalah. b. Beberapa Teori Belajar Berikut dikemukakan beberapa teori yang melandasi dilaksanakannya penelitian ini. 1) Teori Belajar David Ausubel Teori Ausubel terkenal dengan teori belajar bermakna. Menurut Tim MKPBM Jur. Pend. Matematika UPI (dalam Dwijanto, 2007: 42), Ausubel membedakan belajar menjadi belajar menerima dan belajar menemukan. Pada belajar menerima, bentuk akhir dari sesuatu yang diajarkan itu diberikan, sedangkan belajar menemukan bentuk akhir itu harus dicari peserta didik. Selain itu Ausubel juga membedakan antara belajar bermakna dan belajar menghafal. Belajar bermakna adalah suatu proses di mana informasi baru dihubungkan dengan struktur pengertian yang 10 sudah dipunyai seseorang yang sedang belajar. Sedangkan belajar menghafal diperlukan untuk memperoleh informasi baru seperti definisi. Menurut teori belajar bermakna, belajar menerima dan belajar menemukan keduanya dapat menjadi belajar bermakna apabila konsep baru atau informasi baru dikaitkan dengan konsepkonsep yang telah ada dalam struktur kognitif peserta didik. Dalam penelitian ini, teori belajar David Ausubel ini berhubungan erat ketika menyusun hasil temuan atau hasil diskusi pada kelompok, mereka selalu mengkaitkan dengan pengertian-pengertian yang telah mereka miliki sebelumnya. 2) Teori Belajar Bruner Menurut Bruner, belajar merupakan suatu proses aktif yang memungkinkan manusia untuk menemukan hal-hal baru di luar

informasi yang diberikan kepada dirinya. Jika seseorang mempelajari sesuatu pengetahuan (misalnya suatu konsep matematika), pengetahuan itu perlu dipalajari dalam tahap-tahap tertentu agar pengetahuan itu dapat diinternalisasi dalam pikiran (struktur kognitif) orang tersebut. Proses internalisasi akan terjadi secara sungguh-sungguh (yang berarti proses belajar terjadi secara optimal) jika pengetahuan yang dipelajari itu dipelajari dalam tiga tahap yang macamnya dan urutannya adalah sebagai berikut. a) Tahap enaktif, yaitu suatu tahap pembelajaran sesuatu pengetahuan di mana pengetahuan itu dipelajari secara aktif, dengan menggunakan benda-benda konkrit atau menggunakan situasi yang nyata. 11 b) Tahap ikonik, yaitu suatu tahap pembelajaran sesuatu pengetahuan di mana pengetahuan itu direpresentasikan (diwujudkan) dalam bentuk bayangan visual (visual imagery), gambar, atau diagram, yang menggambarkan kegiatan konkrit atau situasi konkrit yang terdapat pada tahap enaktif tersebut di atas (butir a). c) Tahap simbolik, yaitu suatu tahap pembelajaran di mana pengetahuan itu direpresentasikan dalam bentuk simbol-simbol abstrak (abstract symbols, yaitu simbol-simbol arbiter yang dipakai berdasarkan kesepakatan orang-orang dalam bidang yang bersangkutan), baik simbol-simbol verbal (misalnya huruf-huruf, kata-kata, kalimat-kalimat), lambang-lambang matematika, maupun lambang-lambang abstrak yang lain. Menurut Bruner, proses belajar akan berlangsung secara optimal jika proses pembelajaran diawali dengan tahap enaktif, dan kemudian, jika tahap belajar yang pertama ini telah dirasa cukup, peserta didik beralih ke kegiatan belajar tahap kedua, yaitu tahap belajar dengan menggunakan modus representasi ikonik; dan selanjutnya, kegiatan belajar itu diteruskan dengan kegiatan belajar tahap ketiga, yaitu tahap belajar dengan menggunakan modus representasi simbolik.

Bruner juga memandang bahwa belajar sebagai pencarian pengetahuan secara aktif oleh manusia, oleh karena itu belajar membuat pengetahuan peserta didik akan menjadi lebih baik. Dalam hal ini Bruner tidak mengembangkan teori belajar secara 12 sistematis, namun yang penting adalah bagaimana orang memilih, mempertahankan, dan mentransformasikan informasi secara aktif. Selanjutnya seiring dengan struktur kognitif anak, maka Bruner dalam mengembangkan teorinya mendasarkan atas dua asumsi yaitu: Pertama, perolehan pengetahuan merupakan suatu proses interaktif, artinya orang yang belajar berinteraksi dengan lingkungannya secara aktif, perubahan terjadi pada diri individu dan lingkungannya. Kedua, seseorang mengkonstruksi pengetahuannya dengan menghubungkan informasi yang masuk dengan informasi yang telah dimilikinya. (Asikin, 2004: 8-10) Dalam penelitian ini teori belajar Jerome S. Bruner berhubungan erat dengan pembelajaran problem posing yang merupakan bagian dari pembelajaran berbasis masalah ketika para peserta didik harus mencari penyelesaian suatu masalah. Dalam menyelesaikan masalah, peserta didik harus melihat apa yang diketahui, beberapa cara yang mungkin dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah bahkan terkadang perlu menggambarkan terlebih dahulu grafik dari solusi itu. Setelah peserta didik menyelesaikan masalah, diminta untuk mengajukan soal-soal baru yang dapat berupa modifikasi tujuan/kondisi soal yang sudah diselesaikan untuk membuat soal baru. Problem posing ini bertipe pengajuan setelah solusi (post solution posing). 2. Model Pembelajaran Model pembelajaran adalah pola interaksi peserta didik dengan guru di dalam kelas yang menyangkut strategi, pendekatan, metode dan 13 teknik pembelajaran yang ditetapkan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di kelas. (Erman Suherman, 2003:7). Beberapa jenis model pembelajaran antara lain sebagai berikut.

a. Model pembelajaran pengajuan soal (problem posing) b. Model pembelajaran dengan pendekatan kontekstual (contextual teching and learning – CTL) c. Model pembelajaran PAKEM d. Model pembelajaran quantum e. Model pembelajaran berbalik f. Model pembelajaran tutor sebaya g. Model pembelajaran problem solving h. Model pembelajaran kooperatif i. Model pembelajaran RME (Realistic Mathematics Educations) 3. Pembelajaran dengan Pengajuan Soal (Problem Posing) Dalam pembelajaran matematika, sebenarnya pengajuan soal (problem posing) bukan suatu yang baru, hanya karena proses tersebut dilakukan secara alami sehingga tidak terpola secara khusus. Karena tidak terpola secara khusus sehingga para guru dan pengamat pendidikan lainnya tidak menyadari bahwa model pengajuan soal (problem posing) menempati posisi yang sangat strategis dalam upaya meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal-soal matematika. Dalam hal ini peserta didik perlu harus menguasai materi dan urutan penyelesaian soal secara mendetail. Hal tersebut akan dicapai jika peserta didik memperkaya khasanah pengetahuannya tidak hanya dari guru melainkan perlu secara mandiri. 14 Pada prinsipnya, model pembelajaran problem posing adalah suatu model pembelajaran yang mewajibkan para peserta didik untuk mengajukan soal sendiri melalui belajar soal (berlatih soal) secara mandiri (Suyitno, 2004: 30). Penerapan model pembelajaran problem posing adalah sebagai berikut. a. Guru menjelaskan materi pelajaran kepada para peserta didik. Penggunaan alat peraga untuk memperjelas konsep sangat disarankan. b. Guru memberikan latihan soal secukupnya. c. Peserta didik diminta mengajukan 1 atau 2 buah soal yang menantang dan peserta didik yang bersangkutan harus mampu menyelesaikannya.

Tugas ini dapat pula dilakukan secara berkelompok. d. Pada pertemuan berikutnya, secara acak guru menyuruh peserta didik untuk menyajikan soal temuannya di depan kelas. Dalam hal ini, guru dapat menentukan peserta didik secara selektif berdasarkan bobot soal yang diajukan oleh peserta didik. e. Guru memberikan tugas rumah secara individual. Pembelajaran problem posing diaplikasikan dalam tiga bentuk aktivitas kognitif matematika yaitu a. Presolution posing, yaitu peserta didik membuat pertanyaan berdasarkan pernyataan yang dibuat oleh guru. 15 b. Within solution posing yaitu peserta didik memecah pertanyaan tunggal dari guru menjadi sub-sub pertanyaan yang relevan dengan pertanyaan guru. c. Post solution posing yaitu peserta didik membuat soal yang sejenis, seperti yang dibuat oleh guru. (Suyitno, 2004: 31) Dalam penelitian ini, peneliti memakai model pembelajaran problem posing bentuk post solution posing. 4. Pembelajaran Konvensional Pembelajaran konvensional yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pembelajaran dengan menggunakan metode yang biasa dilakukan oleh guru yaitu memberi materi melalui ceramah, latihan soal kemudian pemberian tugas. Ceramah merupakan salah satu cara penyampaian informasi dengan lesan dari seseorang kepada sejumlah pendengar disuatu ruangan. Kegiatan berpusat pada penceramah dan komunikasi searah dari pembaca kepada pendengar. Penceramah mendominasi seluruh kegiatan, sedang pendengar hanya memperhatikan dan membuat catatan seperlunya. Gambaran pembelajaran matematika dengan pendekatan ceramah adalah sebagai berikut: Guru mendominasi kegiatan pembelajaran penurunan rumus atau pembuktian dalil dilakukan sendiri oleh guru, contoh-contoh soal diberikan dan dikerjakan pula sendiri oleh guru. Langkah-langkah guru diikuti dengan teliti oleh peserta didik. Mereka meniru cara kerja dan cara penyelesaian yang dilakukan oleh guru. 16

Kelemahan dari pembelajaran konvensional antara lain: a. Pelajaran berjalan membosankan, peserta didik hanya aktif membuat catatan saja. b. Kepadatan konsep-konsep yang diajarkan dapat berakibat peserta didik tidak mampu menguasai bahan yang diajarkan. c. Pengetahuan yang diperoleh melalui ceramah lebih cepat terlupakan. d. Ceramah menyebabkan belajar peserta didik menjadi belajar menghafal yang tidak menimbulkan pengertian. Kelebihan dari pembelajaran konvensional adalah peserta didik lebih memperhatikan guru dan pandangan peserta didik hanya tertuju pada guru. 5. Pemahaman Konsep Menurut Jerome Bruner dalam teori-teorinya yaitu teori konstruksi, notasi, kekontrasan dan variasi, serta konektivitas menyatakan bahwa belajar matematika adalah belajar tentang konsep-konsep dan strukturstruktur matematika yang terdapat dalam materi-materi yang dipelajari serta mencari hubungan-hubungan antara konsep-konsep dan strukturstruktur itu. Pemahaman terhadap konsep dan struktur suatu materi menjadikan materi itu dipahami secara lebih komprehensif lain dari itu peserta didik lebih mudah mengingat materi itu apabila yang dipelajari merupakan pola yang berstruktur. Dengan memahami konsep dan struktur akan mempermudah terjadinya transfer. Dengan kata lain pemahaman konsep yaitu memahami sesuatu kemampuan mengerti, mengubah informasi ke dalam bentuk yang bermakna. (Asikin, 2004:11-14). 17 Langkah-langkah dalam menanamkan suatu konsep matematika berdasarkan penggabungan beberapa teori belajar Bruner antara lain teori konstruksi, teori notasi, teori kekontrasan dan variasi serta teori konektivitas adalah sebagai berikut. a. Pengajar memberikan pengalaman belajar berupa contoh-contoh yang berhubungan dengan suatu konsep matematika dari berbagai bentuk yang sesuai dengan struktur kognitif peserta didik. b. Peserta didik diberikan dua atau tiga contoh lagi dengan bentuk pertanyaan.

c. Peserta didik diminta memberikan contoh-contoh sendiri tentang suatu konsep sehingga dapat diketahui apakah peserta didik sudah mengetahui dan memahami konsep tersebut. d. Peserta didik mencoba mendefinisikan konsep tersebut dengan bahasanya sendiri. e. Peserta didik diberikan lagi contoh mengenai konsep dan bukan konsep. f. Peserta didik diberikan drill untuk memperkuat konsep tersebut. (Herman Hudojo, 2003: 123). 6. Tinjauan Tentang Segiempat Dalam penelitian ini, pelajaran matematika dibatasi pada materi pelajaran matematika kelas VII semester genap pokok bahasan bangun segiempat yaitu sub pokok bahasan jajargenjang, persegi panjang, belahketupat, dan persegi. Adapun materi sub pokok bahasan yang akan dipelajari pada penelitian ini adalah sebagai berikut. 18 a. Jajargenjang 1) Pengertian jajargenjang Jajargenjang adalah suatu segiempat yang sisi-sisinya dua pasang sejajar (Kusni, 2001: 2). 2) Sifat-sifat jajargenjang a) Sudut-sudut jajargenjang yang berhadapan sama besar. b) Sisi-sisi jajargenjang yang berhadapan sama panjang. c) Kedua diagonal jajargenjang saling membagi dua sama panjang. d) Jumlah besar sudut-sudut yang berdekatan dalam jajargenjang adalah 1800. 1) Luas jajargenjang. L = a x t. L: Luas jajargenjang a: Alas jajargenjang t: Tinggi jajargenjang b. Persegi panjang 1) Pengertian persegi panjang

DC AB D A C B 19 Persegi panjang adalah suatu jajargenjang yang satu sudutnya sikusiku (Kusni, 2001: 3). 2) Sifat-Sifat persegi panjang a) Sifat-sifat yang terdapat pada jajargenjang juga dimiliki oleh persegi panjang. b) Diagonal-diagonal persegi panjang adalah sama panjang. 3) Keliling persegi panjang Keliling persegi panjang adalah jumlah panjang semua sisi yang membatasi bangun persegi panjang. K = 2 p + 2 l = 2 (p + l) K : Keliling persegi panjang p : Panjang persegi panjang l : Lebar persegi panjang 4) Luas daerah Persegi Panjang. L=pxl L : Luas Persegi Panjang p: Ukuran panjang persegi panjang l : Ukuran lebar persegi panjang c. Belahketupat 1) Pengertian belahketupat B A C D 20 Belahketupat adalah jajargenjang yang dua sisinya yang berurutan sama panjang.

2) Sifat-sifat belahketupat a) Sifat-sifat yang terdapat pada jajargenjang juga dimiliki oleh belahketupat. b) Diagonal-diagonal setiap belahketupat merupakan sumbu simetri. c) Pada setiap belahketupat sudut-sudut yang berhadapan sama besar dan dibagi dua sama besar oleh diagonal-diagonalnya. d) Pada setiap belahketupat kedua diagonalnya saling membagi dua sama panjang dan berpotongan tegak lurus. 3) Luas belahketupat Belahketupat memiliki semua sifat jajargenjang, sehingga belah ketupat juga merupakan jajargenjang. Karena belahketupat juga merupakan jajargenjang maka luas belah ketupat adalah sebagai berikut. L=axt L: luas belahketupat a: alas belahketupat t: tinggi belahketupat, atau L = diagonal x diagonal lainnya 2 1 d. Persegi 1. Pengertian Persegi DC AB 21 Persegi adalah suatu jajargenjang yang semua sisinya sama panjang dan satu sudutnya siku-siku (Kusni, 2001: 5). 2. Sifat-Sifat Persegi a) Sifat-sifat yang terdapat pada jajargenjang juga dimiliki oleh persegi. b) Diagonal-diagonalnya sama panjang. c) Diagonal-diagonalnya berpotongan dan membagi dua sama panjang.

d) Sudut-sudutnya dibagi 2 dua sama besar oleh diagonaldiagonalnya. e) Diagonal-diagonalnya berpotongan membentuk sudut sikusiku. 3. Keliling Persegi K=s+s+s+s=4s K : Ukuran keliling persegi s : Ukuran sisi persegi 4. Luas daerah Persegi. L = s x s = s2 L :Ukuran luas persegi. s : Ukuran sisi persegi. B. Kerangka Berpikir Belajar merupakan perubahan tingkah laku manusia karena pengalaman. Dalam pembalajaran matematika menuntut keaktifan peserta 22 didik dan guru sebagai fasilitator untuk membantu peserta didik dalam pembentukan pengetahuan dan penalaran. Guru merupakan faktor intern yang mempengaruhi peserta didik dalam belajar. Guru berkepentingan untuk mendorong peserta didik aktif belajar. Guru dapat memilih model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Dalam melaksanakan proses pembelajaran diperlukan langkah-langkah sistematik. Langkah sistematik inilah yang merupakan hal terpenting dalam melakukan strategi mengajar. Salah satu usaha guru dalam strategi mengajar adalah menggunakan metode atau model pembelajaran yang tepat sesuai materinya sehingga menunjang terciptanya kegiatan pembelajaran yang kondusif dan menarik bagi peserta didik. Perlu diupayakan suatu model pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika dan sekaligus dapat meningkatkan keaktifan peserta didik serta memberikan iklim yang kondusif dalam perkembangan daya nalar dan kreativitas peserta didik. Salah satunya adalah model pembelajaran pengajuan soal (problem posing). Model pembelajaran Problem Posing merupakan suatu model pembelajaran yang mewajibkan para peserta didik untuk mengajukan soal sendiri melalui belajar soal (berlatih soal) secara mandiri. Strategi ini dapat dikembangkan oleh guru dengan memberikan pengarahan kepada peserta

didik bahwa peserta didik dapat mengajukan soal-soal sendiri dan mengerjakannya. Soal yang telah disusun dapat diajukan sebagai bahan berdiskusi bersama teman sekelompoknya dan hasil yang telah dikerjakan 23 dapat dijadikan sebagai kunci jawaban dari soal-soal yang telah diajukan tersebut. Untuk itulah peneliti menerapkan model pembelajaran problem posing untuk mengajarkan pokok bahasan segiempat. Diharapkan penggunaan model pembelajaran problem posing lebih baik dalam meningkatkan pemahaman peserta didik dari pada pembelajaran konvensional.
KERANGKA BERPIKIR PENELITIAN SEGIEMPAT PBM Dikenai model pembelajaran problem posing Dikenai pembelajaran secara konvensional Tes Tes Hasil belajar Hasil belajar Model pembelajaran problem posing tipe post solution posing lebih baik dari pada pembelajaran yang biasa dilaksanakan oleh guru (konvensional) untuk mengajarkan pemahaman konsep matematika peserta didik pokok bahasan bangun segiempat kelas VII semester genap SMP Negeri I Balapulang Tegal.

24 C. Hipotesis Hipotesis adalah dugaan sementara yang perlu diuji lebih dulu kebenarannya. Hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. “Model pembelajaran problem posing tipe post solution posing lebih baik dari pada pembelajaran yang biasa dilaksanakan oleh guru (konvensional) untuk mengajarkan pemahaman konsep matematika pokok bahasan bangun segiempat pada peserta didik kelas VII semester genap SMP Negeri I Balapulang Tegal”. 25 BAB III METODE PENELITIAN

A. Metode Penentuan Obyek Penelitian 1. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah semua peserta didik kelas VII SMP Negeri I Balapulang tahun pelajaran 2006/2007. Secara keseluruhan populasi terdiri dari 7 kelas. 2. Sampel Dalam penelitian ini pengambilan sampel diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Populasi yang ada (peserta didik kelas VIIA sampai dengan VIIG) adalah homogen dengan alasan, pembagian kelasnya menggunakan sistem acak, menggunakan buku paket yang sama, memperoleh pelajaran matematika dari guru yang sama dan memperoleh pelajaran matematika dengan jumlah jam yang sama. Berdasarkan hal itu maka pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling, dengan catatan yang diacak adalah kelasnya. Dalam penelitian ini, diambil 2 sampel yaitu satu kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol. Dipilih secara acak peserta didik kelas VIIA sebagai kelas eksperimen yang diberi perlakuan dengan model pembelajaran problem posing tipe post solution posing sedangkan peserta didik kelas VIIB sebagai kelas kontrol diberi perlakuan pembelajaran konvensional yang biasa dilakukan oleh guru. 25 26 B. Variabel Penelitian 1. Variabel Bebas Yang menjadi variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran problem posing tipe post solution posing dan pembelajaran konvensional. 2. Variabel Terikat Dalam penelitian yang menjadi variabel terikat adalah nilai pemahaman konsep matematika peserta didik kelas VII SMP Negeri I Balapulang Tegal semester genap pokok bahasan bangun segiempat. Indikator dari nilai tes pemahaman konsep ini adalah sebagai berikut.

a. Peserta didik mampu menyatakan ulang konsep yang telah dipelajari. b. Peserta didik mampu mengklasifikasikan bangun geometri datar. c. Peserta didik mampu menerapkan konsep ke pemecahan masalah (aplikasi soal dalam bentuk kontekstual). d. Peserta didik mampu memberikan contoh atau bukan contoh dari konsep yang dipelajari. e. Peserta didik mampu menyajikan soal dalam berbagai macam bentuk representasi matematis. f. Peserta didik mampu mengkaitkan berbagai konsep. C. Langkah-langkah Penelitian 1. Tahap Awal Penelitian a. Mengambil data nilai raport matematika semester 1 peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Balapulang. b. Berdasarkan data nilai raport semester 1 ditentukan sampel penelitian yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan menggunakan 27 random sampling. Kemudian menentukan kelas uji coba di luar kelas sampel. c. Menganalisis data nilai raport semester 1 pada sampel untuk uji normalitas dan uji homogenitas. Analisis data nilai raport semester 1 dimaksudkan untuk mengetahui bahwa sampel berasal dari keadaan homogen dan berangkat dari keadaan awal yang sama sebelum diberi perlakuan. d. Menyusun kisi-kisi tes. e. Menyusun instrumen tes uji coba berdasarkan kisi-kisi yang ada. f. Mengujicobakan instrumen tes uji coba pada kelas uji coba, yaitu kelas VIIC SMP Negeri 1 Balapulang yang sebelumnya telah diajar materi segiempat dalam hal ini jajargenjang, persegi panjang belahketupat dan persegi. Instrumen tes tersebut akan digunakan sebagai tes nilai pemahaman konsep matematika pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. g. Menganalisis data hasil uji coba instrumen tes uji coba untuk mengetahui validitas, reliabilitas, daya pembeda dan taraf kesukaran tes.

h. Menentukan soal-soal yang memenuhi syarat berdasarkan data hasil tes uji coba. 2. Pelaksanaan Penelitian a. Melaksanakan pembelajaran dengan model pembelajaran problem posing pada kelas VIIA dan pembelajaran konvensional pada kelas VIIB. b. Melaksanakan tes hasil belajar yaitu nilai pemahaman konsep pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. 28 3. Tahap Akhir Penelitian a. Menganalisis data hasil tes. b. Menyusun hasil penelitian. D. Teknik Pengumpulan Data 1. Metode Dokumentasi Metode ini digunakan untuk mendapatkan data-data yang mendukung penelitian yang meliputi nama peserta didik yang akan menjadi sampel dalam penelitian ini, selain itu juga digunakan untuk mengetahui nilai hasil belajar matematika yaitu nilai raport matematika semester 1. Data tersebut digunakan untuk analisis tahap awal yaitu untuk pemadanan antara kedua kelas hal interaksi menunjukan bahwa kelompok penelitian berangkat dari titik tolak yang sama. 2. Metode Tes Metode tes ini digunakan untuk mendapatkan data nilai pemahaman konsep peserta didik pokok bahasan bangun segiempat dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Tes yang digunakan adalah tes obyektif berbentuk pilihan ganda. Bentuk ini dipilih karena skoringnya lebih efektif, cepat, mudah dan dapat mencakup lingkup uji yang luas. Teknik ini dilakukan setelah perlakuan diberikan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan tujuan mendapatkan data akhir. Tes diberikan kepada kedua kelas dengan alat tes yang sama dan hasil pengolahan data digunakan untuk menguji kebenaran hipotesis penelitian. 3. Metode Observasi Metode observasi digunakan untuk memperoleh data pengelolaan pembelajaran problem posing tipe post solution posing oleh guru dan

29 peserta didik selama pembelajaran. Adapun lembar observasi yang digunakan adalah sebagai berikut. a. Lembar observasi pengelolaan kelas oleh guru Lembar observasi ini untuk mengetahui perkembangan pengelolaan pembelajaran oleh guru. b. Lembar observasi aktivitas peserta didik Lembar observasi ini untuk mengetahui perkembangan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. E. Analisis Instrumen Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data harus dimantapkan kualitasnya melalui suatu langkah yang disebut uji coba. Dari data hasil uji coba perangkat tes dipilih butir soal yang memenuhi validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda yang menggunakan rumus sebagai berikut. 1. Validitas Soal Dalam menguji tingkat kevalidan tiap butir soal digunakan rumus sebagai berikut. q p S MM r
t pt p bis

− = (Arikunto, 1999: 79) Keterangan:
p bis

r : koefisien korelasi biserial

30 Mp : rata-rata skor peserta didik yang pada butir tersebut menjawab benar. Mt : rata-rata skor seluruh peserta didik St : standar deviasi dari skor total

p : proporsi peserta didik yang menjawab benar q : proporsi peserta didik yang menjawab salah. Hasil perhitungan p bis r , kemudian dikonsultasikan dengan tabel r dengan taraf signifikan 5%. Dan bila p bis r > tabel r maka butir soal itu valid. 2. Reliabilitas Soal Reliabilitas menunjukkan pada tingkat keterandalan suatu instrumen yang dapat dipercaya (sudah reliabel) akan menghasilkan data yang dapat dipercaya pula. Analisis reliabilitas tes menggunakan rumus KR-20 yang dikemukakan oleh Kuder dan Ricardson. ⎟⎟ ⎠ ⎞ ⎜⎜ ⎝ ⎛− − =
2 11

Σ

2

1S

S pq k r k (Arikunto, 1999: 100) Keterangan: r11 : reliabilitas tes secara keseluruhan k : banyaknya item soal p : proporsi subyek yang menjawab item dengan benar q : proporsi subyek yang menjawab item dengan salah (q = 1 – p) S2 : varians total

Σ
31

pq : jumlah perkalian antara p dan q

instrumen dikatakan reliabel jika r11 > r tabel. 3. Taraf Kesukaran Soal Tingkat kesukaran soal digunakan untuk mengetahui soal tersebut

mudah dan sukar. Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sukar. Untuk menghitung tingkat kesukaran digunakan rumus sebagai berikut. JS P= B (Arikunto: 1999: 208) Keterangan: P : tingkat kesukaran soal B : banyaknya siswa yang menjawab benar JS : jumlah peserta tes Adapun klasifikasi soal untuk tingkat kesukaran sebagai berikut. 0,00 < P ≤ 0,30 adalah soal sukar 0,30 < P ≤ 0,70 adalah soal sedang 0,70 < P ≤ 1,00 adalah soal mudah. 4. Daya Pembeda (DP) Untuk mengukur daya beda digunakan rumus sebagai berikut.
AB B B A A

PP

J B J D= B − = − (Arikunto, 1999: 213-214) Keterangan: D : daya pembeda JA : banyaknya peserta kelompok atas JB : banyaknya peserta kelompok bawah BA : banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab benar 32 BB : banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab benar PA : proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar PB : proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar Untuk mengetahui soal-soal yang akan dipakai berdasarkan

klasifikasi daya pembeda sebagai berikut. 0,00 < D ≤ 0,20 daya pembedanya jelek 0,20 < D ≤ 0,40 daya pembedanya cukup 0,40 < D ≤ 0,70 daya pembedanya baik 0,70 < D ≤ 1,00 daya pembedanya baik sekali D = negatif, soal tidak baik, sebaiknya dibuang. F. Analisis Data Awal (Nilai Raport Semester 1) 1. Uji Normalitas Uji normalitas ini dilakukan untuk mengetahui apakah sampel yang diambil berasal dari populasi yan berdistribusi normal atau tidak. Langkah-langkah uji normalitas sebagai berikut. a. Menentukan hipotesis Ho : sampel berasal dari populasi berdistribusi normal Ha : sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal b. Menentukan α c. Menentukan kriteria penerimaan hipotesis Ho diterima jika : X2
hitung <

X2 dengan k = banyak kelompok

(1-α );(k-3),

d. Menghitung X2
hitung

( ) Σ=
− =
k ii ii hirung

E

XOE
1 2 2

(Sudjana, 1996: 273)

33 Keterangan: X 2hitung : harga chi kuadrat

Oi : frekuensi hasil pengamatan Ei : frekuensi yang diharapkan k : banyaknya kelompok e. Menentukan simpulan 2. Uji Kesamaan Dua Varians (Uji Homogenitas) Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah kedua kelompok mempunyai varians yang homogen atau tidak. Langkah-langkah a. Menentukan hipotesis Ho : σ2
1=

σ2 homogen)

2 (varians

Ha : σ2
1≠

σ2 tidak homogen)

2 (varians

b. Menentukan α c. Menentukan kriteria penerimaan Ho Ho diterima jika Fhitung < F1/2 α d. Menghitung F iansterkecil F Varians terbesar var = (Sudjana, 1996: 250) 3. Uji Kesamaan Dua Rata-rata Untuk mengetahui apakah kedua kelompok yang akan diberi perlakuan sama atau tidak, maka dilakukan uji kesamaan dua rata-rata data awal. 34 Langkah-langkah uji kesamaan rata-rata sebagai berikut. a. Menentukan hipotesis. Ho : μ1 = μ2 Ha : μ1 ≠ μ2 Keterangan:
(n1-1, n2-1)

μ1 = rata-rata data kelompok eksperimen. μ2 = rata-rata data kelompok kontrol. b. Menentukan α c. Menentukan kriteria penerimaan hipotesis Jika berdasarkan uji kesamaan varians, ditunjukkan bahwa kedua kelompok mempunyai varians yang sama maka untuk pengujian hipotesis ini digunakan rumus:
s

nn tXX
12 12

1+1 − = dengan

()()
2 11
12 2 22 2 211

+− −+− = nn s n s n s (Sudjana, 1996: 239) Keterangan: X1 : rata-rata kelompok eksperimen X 2 : rata-rata kelompok kontrol n1 : banyaknya anggota kelompok eksperimen n2 : banyaknya anggota kelompok kontrol s2
1:

varians kelompok eksperimen

s2

2:

varians kelompok kontrol
)(n1+n2-2) <

Ho diterima jika –t(1-1/2α 35

t < t(1-1/2α

)(n1+n2-2)

Apabila data mempunyai varians yang berbeda maka pengujian hipotesis digunakan rumus sebagai berikut.
2 2 2 1 2 1 '12

n s n s tXX + − = (Sudjana, 1996: 241) Kriteria pengujiannya adalah terima Ha jika:
12 '1122

WW tWtWt + + ≥ dengan
1 2 1 1

n

W=s
2 2 2 1

n = n t t α 2 (1− )( 2 −1) = n t t α

W=s
1 (1−

)(

1 −1

)

Keterangan:

X1 : rata-rata kelompok eksperimen X 2 : rata-rata kelompok control n1 : banyaknya anggota kelompok eksperimen n2 : banyaknya anggota kelompok control s1
2:

varaians kelompok eksperimen varaians kelompok control

s2
2:

d. Menghitung t e. Menentukan simpulan. 36 G. Analisis Data Akhir (Nilai Pemahaman Konsep Matematika) 1. Uji Normalitas Uji normalitas ini dilakukan untuk mengetahui apakah data nilai pemahaman konsep peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal atau tidak. Langkah-langkah uji normalitas sebagai berikut. a. Menentukan hipotesis Ho : sampel berasal dari populasi berdistribusi normal Ha : sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal b. Menentukan α c. Menentukan kriteria penerimaan hipotesis Ho diterima jika : X2
hitung <

X2 dengan k = banyak kelompok

(1-α );(k-30),

d. Menghitung X2
hitung

( ) Σ=
− =
k ii ii hirung

E

XOE
1 2 2

(Sudjana, 1996: 273) Keterangan: X 2hitung : harga chi kuadrat Oi : frekuensi hasil pengamatan Ei : frekuensi yang diharapkan K : banyaknya kelompok e. Menentukan simpulan. 37 2. Uji Kesamaan Dua Varians (Uji Homogenitas) Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data nilai pemahaman konsep peserta didik pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol mempunyai varians yang homogen atau tidak. Langkah-langkah uji homogenitas sebagai berikut. a. Menentukan hipotesis Ho : σ2
1=

σ2 homogen)

2 (varians

Ha : σ2
1≠

σ2 tidak homogen)

2 (varians

b. Menentukan α c. Menentukan kriteria penerimaan Ho Ho diterima jika Fhitung < F1/2 α d. Menghitung F iansterkecil F Varians terbesar var = (Sudjana, 1996: 250) e. Menentukan simpulan. 3. Uji Kesamaan Dua Rata-rata Untuk mengetahui apakah ada perbedaan rata-rata data nilai
(n1-1, n2-1)

pemahaman konsep peserta didik pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol maka dilakukan uji kesamaan dua rata-rata. Langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut. a. Menentukan hipotesis. Ho : μ1 = μ2 Ha : μ1 ≠ μ2 38 μ1 = rata-rata data kelompok eksperimen. μ2 = rata-rata data kelompok kontrol. b. Menentukan α c. Menentukan kriteria penerimaan hipotesis Jika berdasarkan uji kesamaan varians, ditunjukkan bahwa kedua kelompok mempunyai varians yang sama maka untuk pengujian hipotesis ini digunakan rumus:
s

nn tXX
12 12

1+1 − = dengan

()()
2 11
12 2 22 2 211

+− −+− = nn s n s n s (Sudjana, 1996: 239) Keterangan:

X1 : rata-rata kelompok eksperimen X 2 : rata-rata kelompok kontrol n1 : banyaknya anggota kelompok eksperimen n2 : banyaknya anggota kelompok kontrol s2
1:

varians kelompok eksperimen varians kelompok kontrol
)(n1+n2-2) <

s2
2:

Ho diterima jika –t(1-1/2α

t < t(1-1/2α

)(n1+n2-2)

Apabila data mempunyai varians yang berbeda maka pengujian hipotesis digunakan rumus sebagai berikut.
2 2 2 1 2 1 '12

n s n s tXX + − = (Sudjana, 1996: 241) Kriteria pengujiannya adalah terima Ha jika: 39
12 '1122

WW tWtWt + + ≥ dengan
1 2 1

1

n

W=s
2 2 2 1

n = n t t α 2 (1− )( 2 −1) = n t t α

W=s
1 (1−

)(

1 −1

)

Keterangan: X1 : rata-rata kelompok eksperimen X 2 : rata-rata kelompok kontrol n1 : banyaknya anggota kelompok eksperimen n2 : banyaknya anggota kelompok kontrol s1
2:

varaians kelompok eksperimen varaians kelompok kontrol

s2
2:

d. Menghitung t e. Menentukan simpulan. 40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Analisis Uji Tahap Awal a. Uji normalitas Untuk menguji kenormalan distribusi sampel digunakan uji chi-kuadrat. Nilai awal yang digunakan untuk menguji normalitas distribusi sampel adalah nilai raport semester 1. 1) Uji normalitas nilai awal pada kelompok eksperimen Berdasarkan perhitungan uji normalitas diperoleh x2 = 2,2855 dengan α = 5% dan derajat kebebasan (dk) = 3, diperoleh = 2=
((0.95), (3))

x2 x tabel 7.81. Karena 2 2
tabel

x < x berarti data yang

diperoleh berdistribusi normal. Jadi nilai awal pada kelompok eksperimen berdistribusi normal. Perhitungan selengkapnya pada lampiran 8. 2) Uji normalitas nilai awal pada kelompok kontrol Berdasarkan perhitungan uji normalitas diperoleh x2 = 6,6276 dengan α = 5% dan derajat kebebasan (dk) = 3, diperoleh = 2=
((0.95), (3))

x2 x tabel 7.81. Karena 2 2
tabel

x < x berarti data yang

diperoleh berdistribusi normal. Jadi nilai awal pada kelompok kontrol berdistribusi normal. Perhitungan selengkapnya pada lampiran 8. 40 41 b. Uji kesamaan dua varians (uji homogenitas) Uji homogenitas ini untuk mengetahui apakah nilai awal sampel mempunyai varians yang homogen. Ho : 2
2 2

σ 1 =σ
Ha : 2
2 2 1

σ ≠σ

Varians kelompok eksperimen (varians terbesar) = 48,9481 Varians kelompok kontrol (varians terkecil) = 42,3359 iansterkecil F Varians terbesar var = = 1,1562 Dengan α = 5%, dan diperoleh Ftabel = F
( 1, 1) 2

1

α n1 − n2 −

= 1,89 Karena Fhitung < Ftabel berarti Ho diterima. Jadi sampel berasal dari populasi dengan varians yang homogen. Untuk perhitungan selengkapnya terdapat pada lampiran 9. c. Uji kesamaan dua rata-rata (Uji dua pihak) Ho : μ1 = μ2 Ha : μ1 ≠ μ2 Pada kelompok eksperimen diperoleh = 1 X 69,98; 2
1

S = 48,9481 S = 42,3359
)(n1+n2-2) =

Pada kelompok kontrol diperoleh = 2 X 69,65; 2
2

Dengan uji t diperoleh thitung = 0,215 dan dengan α = 5% dan derajat kebebasan = n1 + n2 -2 = 78, diperoleh ttabel = t(1-1/2α 1,99. Karena -1,99 < 0,215 < 1,99 yang berarti –ttabel < thitung < ttabel maka Ho diterima, dengan demikian terdapat kesamaan pada rata-rata nilai raport semester 1 kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Untuk perhitungan selengkapnya terdapat pada lampiran 10. 42 2. Hasil Analisis Soal Uji Coba Instrumen Penelitian a. Validitas soal Berdasarkan perhitungan dengan rumus point biserial, maka diperoleh soal yang valid adalah soal nomor: 1, 2, 3, 5, 7, 8, 9, 10, 11, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 30 adapun yang tidak valid nomor: 4, 6, 12, 21, 29. Dari soal nomor 4, 5, 6 termasuk soal yang sejenis yaitu mencari luas daerah jajargenjang, dari 3 soal tersebut 4 dan 6 tidak valid. Ketidakvalidan soal tersebut terjadi karena peserta didik menjawab dengan cara menebak karena peserta didik kurang menguasai konsep jajargenjang. Untuk soal 12, 21, 29 juga soal sejenis yaitu mencari suatu panjang diagonal ketiga soal tersebut tidak valid, karena terlalu sukar, peserta didik belum menguasai rumus pythagoras. Contoh perhitungan terdapat dalam lampiran 15. b. Reliabilitas soal

Setelah dilakukan perhitungan terhadap hasil uji coba tes diperoleh rhitung = 0,863; sedangkan harga rtabel = 0,312. Jadi rhitung > rtabel sehingga tes yang diujicobakan reliabel. Untuk perhitungan selengkapnya terdapat dalam lampiran 16. c. Tingkat kesukaran butir soal Setelah dilakukan analisis taraf kesukaran pada soal uji coba dalam penelitian ini, diperoleh hasil sebagai berikut. 1) Butir soal yang termasuk mudah yakni butir soal nomor 5, 7, 8, 13, 15, 16, 17, 20, 22, 23, 24, 25, 28. 2) Butir soal yang termasuk sedang yakni butir soal nomor 1, 2, 3, 9, 10, 11, 14, 18, 19, 26, 27, 30. 3) Butir soal yang termasuk sukar yakni butir soal nomor 4, 6, 12, 21, 29. Untuk perhitungan selengkapnya terdapat dalam lampiran 17. 43 d. Analisis Daya Pembeda Soal Hasil yang diperoleh setelah dilakukan analisis daya beda soal, diperoleh hasil sebagai berikut. 1) Butir soal yang termasuk jelek yakni butir soal nomor 4, 6, 12, 21, 29. 2) Butir soal yang termasuk cukup yakni butir soal nomor 2, 3, 5, 8, 9, 10, 11, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 22, 23, 25, 28, 30. 3) Butir soal yang termasuk baik yakni butir soal nomor 1, 7, 24, 26, 27. Untuk perhitungan selengkapnya terdapat dalam lampiran 18. e. Penentuan Instrumen Dari proses perhitungan analisis validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya beda soal, maka butir soal uji coba yang digunakan untuk mengambil data pada penelitian ini sebanyak 25 butir soal, yaitu 1, 2, 3, 5, 7, 8, 9, 10, 11, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 30. 3. Analisis Tahap Akhir a. Uji normalitas data hasil belajar (nilai tes pemahaman konsep) Sebelum menguji hipotesis yang diajukan, pertama-tama dilakukan terlebih dahulu uji normalitas data pada variabel penelitian.

Hal ini dilakukan untuk menentukan statistik yang digunakan dalam pengujian hipotesis. Untuk menguji kenormalan data dari sampel digunakan uji chi-kuadrat. Nilai akhir yang digunakan untuk menguji 44 normalitas distribusi sampel adalah nilai tes hasil evaluasi pemahaman konsep. 1) Uji normalitas nilai akhir pada kelompok eksperimen Berdasarkan perhitungan uji normalitas diperoleh x2 = 4,3401 dengan α = 5% dan derajat kebebasan (dk) = 3, diperoleh = 2=
((0.95), (3))

x2 x tabel 7.81. Karena 2 2
tabel

x < x berarti data yang

diperoleh berdistribusi normal. Jadi nilai akhir pada kelompok eksperimen berdistribusi normal. Perhitungan selengkapnya pada lampiran 24. 2) Uji normalitas nilai akhir pada kelompok kontrol Berdasarkan perhitungan uji normalitas diperoleh x2 = 6,5795 dengan α = 5% dan derajat kebebasan (dk) = 3, diperoleh = 2=
((0.95), (3))

x2 x tabel 7.81. Karena 2 2
tabel

x < x berarti data yang

diperoleh berdistribusi normal. Jadi nilai akhir pada kelompok kontrol berdistribusi normal. Perhitungan selengkapnya pada lampiran 24. b. Uji kesamaan dua varians (uji homogenitas) Uji homogenitas ini untuk mengetahui apakah nilai hasil evaluasi sampel mempunyai varians yang homogen. Ho : 2
2 2 1

σ =σ

Ha : 2
2 2

1

σ ≠σ

Varians kelompok eksperimen (varians terbesar) = 1,4182 Varians kelompok control (varians terkecil) = 1,4969 iansterkecil F Varians terbesar var = = 1,0555 45 Dengan α = 5%, dan diperoleh Ftabel = F
( 1, 1) 2 1

α n1 − n2 −

= 1,89 Karena Fhitung < Ftabel berarti Ho diterima. Jadi sampel berasal dari populasi dengan varians yang homogen. Untuk perhitungan selengkapnya terdapat pada lampiran 25. c. Uji Perbedaan dua rata-rata (Uji pihak kanan) Ho : μ1 ≤ μ2 Ha : μ1 > μ2 Pada kelompok eksperimen diperoleh = 1 X 7,55, 2
1

S = 1,4969 S = 1,4182
)(n1+n2-2) =

Pada kelompok control diperoleh = 2 X 6,87, 2
2

Dengan uji t diperoleh thitung = 2,537 dan dengan α = 5% dan diperoleh ttabel = t(1-1/2α 1,99 Karena 2,537 > 1,99 yang berarti thitung > ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima, dengan demikian terdapat perbedaan pada rata-rata hasil belajar peserta didik yaitu nilai tes pemahaman konsep kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Untuk perhitungan selengkapnya terdapat pada lampiran 26. d. Hasil observasi pengelolaan pembelajaran terhadap guru Berdasarkan hasil observasi pengelolaan pembelajaran oleh guru selama pembelajaran diperoleh data sebagai berikut. 1) Pada pembelajaran I (Senin, 23 April 2007) persentase kemampuan

guru dalam mengelola pembelajaran adalah sebesar 71.43% (Lampiran 27). 46 2) Pada pembelajaran II (Sabtu, 28 April 2007) persentase kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran adalah sebesar 73.25% (Lampiran 28). 3) Pada pembelajaran III (Senin, 30 April 2007) persentase kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran adalah sebesar 78.57% (Lampiran 29). 4) Pada pembelajaran IV (Sabtu, 5 Mei 2007) persentase kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran adalah sebesar 82.25% (Lampiran 30). e. Hasil observasi aktivitas terhadap peserta didik Berdasarkan hasil observasi aktivitas terhadap peserta didik selama pembelajaran diperoleh data sebagai berikut. 1) Pada pembelajaran I (Senin, 23 April 2007) persentase aktivitas peserta didik sebesar 64.58% (Lampiran 31). 2) Pada pembelajaran II (Sabtu, 28 April 2007) persentase aktivitas peserta didik sebesar 70.83% (Lampiran 32). 3) Pada pembelajaran III (Senin, 30 April 2007) persentase aktivitas peserta didik sebesar 72.92% (Lampiran 33). 4) Pada pembelajaran IV (Senin, 5 Mei 2007) persentase aktivitas peserta didik sebesar 81,25% (Lampiran 34). 47 B. Pembahasan Setelah dilakukan pembelajaran pada kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran problem posing dan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional yaitu ceramah, terlihat bahwa hasil belajar kedua kelompok tersebut berbeda secara nyata. Hal ini ditunjukan dari hasil uji t sebesar 2.537 > 1.99 yang merupakan nilai ttabel, yang berarti Ho ditolak. Dengan kata lain ada perbedaan rata-rata hasil belajar pada kelas eksperimen dengan kelas kontrol, pada kelas eksperimen rata-rata hasil belajar sebesar 7.55 dan kelas kontrol 6.87 atau model pembelajaran problem posing lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional dalam materi pokok

segiempat. Pembelajaran problem posing oleh peserta didik pada kelas eksperimen dilaksanakan dalam empat kali tatap muka. Pada awalnya pembelajaran pada kelas eksperimen mengalami sedikit hambatan. Pembelajaran yang baru bagi peserta didik ini membutuhkan waktu untuk proses penyesuaian, tetapi dalam pembelajaran yang diberikan pada kelas eksperimen terlihat cukup menarik bagi peserta didik. Kesulitan dalam pembagian kelompok belajar pada kelas eksperimen ini cukup menyita waktu. Peserta didik juga masih merasa canggung dan belum menguasai soal apakah yang akan diajukan untuk didiskusikan dengan aggota kelompoknya. Keseganan peserta didik untuk bertanya kepada guru juga menjadi salah satu faktor yang menghambat penangkapan materi secara maksimal. Pada pembelajaran yang kedua hambatan-hambatan yang pernah terjadi perlahan-lahan dapat berkurang karena peserta didik telah dapat menyesuaikan diri dengan baik. Adanya respon yang cukup baik 48 menyebabkan pembelajaran problem posing yang diterapkan dalam belajar kelompok dapat terlaksana sesuai yang diharapkan. Peserta didik mulai menyadari tanggung jawab tugas masing-masing sehingga interaksi yang terjadi antar peserta didik sangat baik. Meskipun demikian untuk memahami soal tersebut cukup memerlukan kecermatan yang tinggi, sehingga peran guru sebagai fasilitator harus dapat terus membimbing dan memberikan pengarahan. Berdasarkan hasil pengamatan mengenai aktivitas terhadap peserta didik selama pembelajaran di sekolah berlangsung dari pembelajaran I sampai dengan pembelajaran IV menunjukkan bahwa presentase aktivitas peserta didik cukup stabil dan ada peningkatan pada setiap pembelajarannya. Presentase aktivitas peserta didik pada pembelajaran I 64.58%, pembelajaran II 70.83%, pembelajaran III 72.92% dan pembelajaran IV 81.25%. Hal ini menunjukan bahwa dengan pembelajaran problem posing oleh peserta didik aktivitas peserta didik menjadi lebih baik. Tahapan-tahapan pembelajaran yang diterapkan menuntut peserta didik untuk selalu melakukan kegiatan, berkomunikasi, berinteraksi antara satu sama lain. Pada pembelajaran I respon yang diberikan oleh peserta didik

cukup baik, tetapi banyak peserta didik yang terlihat bingung dengan tugas. Tanggung jawab dan model pembelajaran yang diterapkan. Kegiatan peserta didik dalam berdiskusi dan membuat soal yang sejenis terkesan pasif sehingga penyampaian materi belum maksimal. Hal ini mengakibatkan penyerapan materi pembelajaran juga kurang masksimal. Presentase peningkatan aktivitas peserta didik bertambah ini didukung karena peserta didik mulai terbiasa dengan pembelajaran yang telah 49 diterapkan. Peserta didik diwajibkan untuk belajar membuat soal sendiri yang sesuai dengan materi yang diberikan oleh guru, ini dapat menjadi hal yang menarik dan menantang bagi peserta didik dengan demikian peserta didik harus mampu menyelesaikan tanggung jawabnya dengan baik. Setiap peserta didik mempunyai tanggung jawab tidak hanya menjawab soal dari guru tetapi juga membuat soal sendiri, menjawab soal sendiri dan mengajukan soal sendiri kepada temannya, sehingga peserta didik harus mampu menguasai materi. Peningkatan aktivitas peserta didik ini juga diikuti oleh peningkatan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran cukup baik dan terdapat peningkatan pada setiap pembelajaran harus ditindak lanjuti. Dengan demikian, guru perlu menguasai diri dan terus memperbaiki kemampuan dalam mengelola kelas. Dalam hal ini kekurangan dan kesalahan yang pernah dilakukan dapat diambil hikmahnya untuk selanjutnya diperbaiki agar proses pembelajaran dapat lebih terkendali. Pembelajaran yang dilaksanakan pada kelas kontrol yaitu pembelajaran secara konvensional belum dapat memotivasi untuk meningkatkan aktivitas dalam pembelajaran. Pembelajaran pada kelas kontrol ini guru yang memegang kendali kelas, kegiatan peserta didik cenderung untuk duduk tenang dan memperhatikan penjelasan guru. Namun pemahaman peserta didik yang kurang tidak dapat teratasi. Peserta didik yang belum memahami materi yang diterangkan terkadang merasa takut dan malu untuk bertanya kepada guru. Ketika peserta didik dihadapkan pada soal yang bentuknya berbeda dengan contoh yang diberikan oleh guru, peserta didik akan merasa sangat kesulitan sebab untuk dapat memahami soalnya saja 50

mereka memerlukan daya nalar yang cukup tinggi apalagi untuk menyelesaikan atau menemukan solusinya. Karena hal tersebut peserta didik yang belum menguasai dan memahami betul materi cenderung hanya menunggu pekerjaan dari temannya yang pintar atau menuggu penjelasan dari guru pengajar. Faktor ini yang mengakibatkan peserta didik belum mampu meningkatkan prestasi dan pada umumnya menyebabkan kemampuan peserta didik tidak merata. Dari hasil penelitian, rata-rata hasil belajar kelas kontrol mencapai 6.87, nilai rata-rata ini masih di bawah rata-rata hasil belajar kelas eksperimen yaitu 7.55. Kemungkinan yang menjadi penyebabnya adalah pada pembelajarannya, pada pembelajaran konvensional lebih menekankan pada indera penglihatan dan pendengarannya, keaktifan dan potensi peserta didik belum dioptimalkan. Faktor lain yang dapat menyebabkan kurang optimalnya hasil belajar kelas kontrol adalah kurang siapnya peserta didik pada saat mengerjakan soal seperti tidak belajar sebelum tes dilaksanakan. Setelah hasil tes diperoleh, dari pengamatan penulis ada beberapa butir soal yang hampir seluruh peserta didik kelas kontrol menjawab salah. Diantaranya butir soal nomor 13 dan 21. Adapun butir soal untuk nomor 13 adalah sebagai berikut. Jika luas daerah persegi panjang adalah 48 cm2 dan perbandingan lebar dan panjangnya adalag 1 banding 3, berapakah panjang persegi panjang tersebut? a. 4 cm c. 6 cm b. 8 cm d. 12 cm Hampir seluruh peserta didik menjawab pilihan a sedangkan kunci jawaban yang benar adalah d, dalam hal ini pengecoh pada butir soal ini berfungsi. 51 Kemungkinan peserta didik menyelesaikan soal nomor 13 dengan cara sebagai berikut. Misal L: luas persegi panjang p: panjang pesegi panjang l: lebar pesegi panjang Diketahui: Persegi panjang L = 48 cm2 Perbandingan lebar dan panjang = 1 : 3

Ditanya: p? Jawab: L=pxl 48 = p x 3p 48 = 3p2 p2 = 3 48 = 16 p=4 Jadi panjang luas persegi panjang adalah 4 cm. Sedangkan kunci jawaban yang benar untuk menyelesaikan soal tersebut adalah dengan cara sebagai berikut. Misal L: luas persegi panjang p: panjang pesegi panjang l: lebar pesegi panjang Diketahui: Persegi panjang L = 48 cm2 Perbandingan lebar dan panjang = 1 : 3 52 Ditanya: p? Jawab: L=pxl 48 = 3l x l 48 =3l2 l2 = 3 48 = 16 l=4 L =p x l 48 = p x 4 p = 12 Jadi panjang luas persegi panjang adalah 12 cm. Soal untuk butir nomor 21 adalah sebagai berikut. Pada persegi ABCD diketahui sisi AB = 12 cm jika panjang sisi AD = (x + 4)

cm, nilai x adalah..... a. 10 cm c. 6 cm b. 8 cm d. 4 cm Banyak peserta didik yang menjawab pilihan d, banyak juga yang tidak memilih, sedangkan kunci jawaban yang benar adalah b. Kemungkinan peserta didik menyelesaikan soal nomor 21 dengan cara sebagai berikut. Diketahui: persegi ABCD Panjang sisi AB = 12 cm Panjang sisi AD = (x + 4) cm Ditanya: nilai x? 53 Jawab: L = AB x AD = 12 (x + 4) = 12 x + 48 x=4 12 48 = cm Jadi nilai x adalah 4 cm. Sedangkan kunci jawaban yang benar untuk menyelesaikan soal tersebut adalah dengan cara sebagai berikut. Diketahui: persegi ABCD Panjang sisi AB = 12 cm Panjang sisi AD = (x + 4) cm Ditanya: nilai x? Jawab: Kita ketahui bahwa sisi-sisi dari persegi adalah sama panjang, maka: AB = AD 12 = x + 4 x = 12 – 4 = 8 Jadi nilai x adalah 8 cm. Berdasarkan analisis hasil penelitian kita ketahui bahwa hasil belajar peserta didik kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Hal ini didukung dengan aktivitas peserta didik pada pembelajaran di kelas eksperimen yang

stabil dan meningkat. Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran semakin meningkat hingga akhir pembelajaran. BAB V PENUTUP A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik simpulan bahwa model pembelajaran problem posing tipe post solution posing lebih baik dari pada pembelajaran yang biasa dilaksanakan oleh guru (konvensional) untuk mengajarkan pemahaman konsep matematika pokok bahasan bangun segiempat kelas VII SMP Negeri 1 Balapulang Tegal. Pembelajaran problem posing tipe post solution posing juga dapat dikatakan lebih efektif dari pembelajaran yang biasa dilaksanakan oleh guru (konvensional), karena keefektifan ini bisa dilihat dari rata-rata hasil belajar peserta didik pada kelas eksperimen yang telah mencapai nilai lebih dari 65 (nilai ketuntasan belajar ≥ 65 dalam Mulyasa, 2003: 99) yaitu 75.5. Keefektifan ini juga dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar pada kelas eksperimen lebih besar dari pada hasil belajar pada kelas kontrol yaitu ratarata hasil belajar pada kelas eksperimen 75.5 dan rata-rata hasil belajar kelas kontrol adalah 68.7. B. Saran 1. Dalam proses pembelajaran problem posing masih memerlukan adanya perbaikan yaitu guru dapat lebih memotivasi peserta didik untuk aktif sehingga terjalin komunikasi yang baik antar peserta didik ataupun guru dengan peserta didik. 2. Dalam pelaksanaan pembelajaran sebaiknya guru lebih memperhatikan masalah penggunaan waktu. 3. Pembelajaran problem posing perlu diterapkan dan terus dikembangkan pada pokok bahasan yang lain agar peserta didik mempunyai gambaran hubungan antara materi yang dipelajari dan berguna bagi kehidupan sehari-hari. 55 DAFTAR PUSTAKA Adinawan, C. Sugijono. 2004. Matematika IB untuk SMP kelas VII semester 2. Jakarta: Erlangga. Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Bumi Aksara.

Arikunto, Suharsimi. 1999. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi Aksara. Asikin, Mohammad. 2004. Teori-teori Belajar Matematika. Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. Dimyati, Mujiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Djamarah, S. B. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. Erman Suherman, dkk.2003. Strategi Pembelajaran Kontemporer. Bandung: JICA Herman, Hudoyo. 2003. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. FMIPA Universitas Negeri Malang. Hidayah, Isti. & Sugiarto. 2006. Workshop Pendidikan Matematika-2. Jurusan Matematika FMIPA: UNNES. Junaidi, Syamsul. Dkk. 2004. Matematika SMP untuk kelas VII. Jakarta: Esis. Kusni. 2001. Geometri Dasar. Semarang: UNNES. Max Darsono. Dkk. 2000. Belajar dan Pembelajaran. Semarang: IKIP Semarang Press. Purwodarminto. 1994. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Rianto, Yatim. 1996. Metodologi Penelitian Pendidikan Suatu Tinjauan Dasar. Surabaya: SIC. Ridho, Mochamad. 2006. SI TEMAN (Evaluasi Terpadu Mandiri dan Rekreasi). Jakarta: PT. Grasindo. Sudjana. 1996. Metode Statistika Edisi Enam. Bandung: Tarsito. Suyitno, Amin. 2004. Dasar-dasar dan Proses Pembelajaran Matematika I. Semarang: UNNES. Lampiran 1 1 RENCANA PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : Matematika Satuan Pendidikan : SMP Negari 1 Balapulang Kelas/Semester : VII/2 Materi Pokok : Segiempat Alokasi Waktu : 3 x 45 menit Pertemuan ke : 1

A. Standar Kompetensi Mengidentifikasi garis, sudut dan bangun datar serta dapat menentukan besaran-besaran yang ada di dalamnya. B. Kompetensi Dasar Menemukan sifat dan menghitung besaran-besaran segiempat. C. Indikator 1. Menjelaskan pengertian jajargenjang. 2. Menjelaskan sifat-sifat jajargenjang ditinjau dari diagonal, sisi dan sudutnya. 3. Menurunkan dan menghitung rumus luas jajargenjang. D. Model Pembelajaran Problem Posing E. Sumber dan Bahan Hidayah, Isti. & Sugiarto. 2006. Workshop Pendidikan Matematika-2. Jurusan Matematika FMIPA: UNNES Adinawan, M. Cholik & Sugijono. 2002. Matematika 1B. Jakarta: Erlangga Junaidi, Samsul & Siswono, Eko. 2004. Matematika untuk kelas VII. Jakarta: Esis PT Gelora Aksara Pratama Tim Matrik Media Literata. 2006. SI TEMAN Seri Evaluasi. Jakarta: PT Grasindo F. Alat Pembelajaran 1. Alat Tulis Lampiran 1 2 2. Penggaris 3. LKS 4. Alat peraga model jajargenjang dari kertas asturo. G. Kegiatan Pembelajaran 1. Pendahuluan (15 menit)

a. Guru mengkondisikan kelas. b. Guru menyampaikan apersepsi. Dengan tanya jawab mengingatkan kembali pelajaran yang lalu yaitu garis-garis sejajar dan bentuk-bentuk bangun datar. c. Guru memberi motivasi peserta didik yang berkaitan dengan jajargenjang. d. Guru menyampaikan model pembelajaran yang akan digunakan adalah model pembelajaran problem posing. 2. Kegiatan Inti (100 menit) a. Guru menunjukkan alat peraga berupa daerah segitiga dan menunjukkan bahwa jajargenjang dapat dibentuk dari suatu segitiga dan bayangannya setelah diputar setengah putaran pada titik tengah salah satu sisinya serta menjelaskan pengertian jajargenjang. Jajargenjang adalah suatu segiempat yang sisi-sisinya sepasangsepasang sejajar. b. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok dengan anggota 4-5 anak. c. Guru membagikan LKS I. d. Guru memberi petunjuk kepada peserta didik cara mengisi LKS I point 1 untuk menemukan sifat-sifat jajargenjang. e. Peserta didik mendiskusikan sifat-sifat jajargenjang. Guru mengamati kerja kelompok dan memberi bantuan jika ada kesulitan dalam berdiskusi. f. Guru bersama peserta didik membahas sifat-sifat jajargenjang berdasarkan hasil diskusi. Lampiran 1 3 1) Sifat-sifat jajargenjang antara lain: (a) Sisi-sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar.

(b) Sudut-sudut yang berhadapan sama besar. (c) Diagonal-diagonal saling membagi dua sama besar. (d) Jumlah besar sudut-sudut yang berdekatan 1800. (e) Kedua diagonal saling membagi dua sama panjang. g. Guru memberi petunjuk penggunaan LKS I point 2 tentang penurunan rumus luas jajargenjang. h. Peserta didik berdiskusi menemukan rumus luas daerah jajargenjang. i. Guru bersama peserta didik membahas hasil diskusi tentang rumus luas daerah jajargenjang. Jika daerah jajargenjang mempunyai alas = a, tinggi = t dan luas = L maka L = a x t. j. Guru memberikan contoh soal yang dikembangkan dengan model pembelajaran problem posing. Contoh soal: Alas suatu jajargenjang adalah 2x cm dan tingginya 3x cm. Jika luasnya 216 cm2, hitunglah panjang alas dan tinggi jajargenjang tersebut. Penyelesaian: Misal : L = luas jajargenjang a = alas jajargenjang t = tinggi jajargenjang Diketahui: Jajargenjang L= 216 cm2 a = 2x cm t = 3x cm Ditanya: panjang alas dan tinggi jajargenjang tersebut? Jawab: L = a . t 216 = 2x . 3x 216 = 6x2

Lampiran 1 4 x2 = 6 216 x2 = 36 x = 6 cm Panjang alas = 2x = 2 . 6 = 12 cm Tinggi = 3x = 3 . 6 = 18 cm. Jadi panjang alas dan tinggi jajargenjang tersebut adalah 12 cm dan 18 cm. k. Guru menyajikan soal yang berhubungan dengan jajargenjang dalam lembar masalah I. Soal: Alas suatu jajargenjang sama dengan tiga kali tingginya. Jika luas jajargenjang tersebut adalah 108 cm2, hitunglah panjang alas dan tinggi jajargenjang tersebut! Penyelesaian: Diketahui: L = 108 cm2 a = 3t t=t Ditanya: Panjang alas dan tinggi jajargenjang? Jawab: L=a.t 108 = 3t . t 108 = 3t2 t2 = 3 108 = 36 t = 6 cm panjang alas 3 t = 3 . 6 = 18 cm

Jadi panjang alas dan tinggi jajargenjang tersebut adalah 18 cm dan 6 cm. l. Peserta didik diminta untuk membuat soal yang mengarah pada penyelesaian (penerapan post solution posing). Lampiran 1 5 m. Guru menunjuk salah satu kelompok untuk menunjukan soal buatannya di depan kelas. n. Setiap kelompok mengerjakan soal yang telah dibuatnya. o. Guru memberi bantuan jika ada peserta didik yang mengalami kesulitan mengerjakan soal. p. Guru bersama peserta didik membahas soal. q. Guru meminta peserta didik untuk mengumpulkan soal yang telah dibuat. 3. Penutup (10 menit) a. Peserta didik bersama guru membuat rangkuman. 1) Sifat-sifat jajargenjang antara lain: (a) Sisi-sisi yang berhadapan sama panjang. (b) Sudut-sudut yang berhadapan sama besar. (c) Diagonal-diagonal saling membagi dua sama besar. (d) Jumlah besar sudut-sudut yang berdekatan 1800. (e) Kedua diagonal saling membagi dua sama panjang. 2) Jika daerah jajargenjang mempunyai alas = a, tinggi = t dan luas = L maka L = a x t. b. Guru memberikan PR I c. Guru mengadakan refleksi. H. Penilaian Berdasarkan hasil kerja kelompok. Semarang, April 2007 Mengetahui

Guru Matematika SMP N 1 Balapulang Peneliti Dewi Badarul Budur, S.Pd Dewi Mahabbah Intan Lampiran 1 6 RENCANA PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : Matematika Satuan Pendidikan : SMP Negari 1 Balapulang Kelas/Semester : VII/2 Materi Pokok : Segiempat Alokasi Waktu : 3 x 45 menit Pertemuan ke : 2 A. Standar Kompetensi Mengidentifikasi garis, sudut dan bangun datar serta dapat menentukan besaran-besaran yang ada di dalamnya. B. Kompetensi Dasar Menemukan sifat dan menghitung besaran-besaran segiempat. C. Indikator 1. Menjelaskan pengertian persegi panjang. 2. Menjelaskan sifat-sifat persegi panjang ditinjau dari diagonal, sisi dan sudutnya. 3. Menurunkan dan menghitung rumus keliling dan luas daerah persegi panjang. D. Model Pembelajaran Problem Posing E. Sumber dan Bahan Hidayah, Isti. & Sugiarto. 2006. Workshop Pendidikan Matematika-2. Jurusan Matematika FMIPA: UNNES Adinawan, M. Cholik & Sugijono. 2002. Matematika 1B. Jakarta: Erlangga

Junaidi, Samsul & Siswono, Eko. 2004. Matematika untuk kelas VII. Jakarta: Esis PT Gelora Aksara Pratama Tim Matrik Media Literata. 2006. SI TEMAN Seri Evaluasi. Jakarta: PT Grasindo. Lampiran 1 7 F. Alat Pembelajaran 1. Alat Tulis 2. Penggaris 3. LKS 4. Alat peraga model persegi panjang yang terbuat dari kertas asturo. G. Kegiatan Pembelajaran 1. Pendahuluan (10 menit) a. Guru mengkondisikan kelas. b. Guru bersama peserta didik membahas PR I c. Guru menyampaikan apersepsi. Dengan tanya jawab peserta didik diajak untuk mengingat pelajaran yang lalu yaitu jajargenjang dan menyebutkan benda-benda yang berbentuk persegi panjang. d. Guru memberi motivasi peserta didik yang berkaitan dengan persegi panjang. 2. Kegiatan Inti (100 menit) a. Guru menunjukkan alat peraga berupa daerah persegi panjang dan menunjukkan bahwa persegi panjang dapat menempati bingkainya dengan 4 cara serta menjelaskan pengertian persegi panjang. Persegi panjang adalah jajargenjang yang satu sudutnya siku-siku. b. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok dengan anggota 4-5 anak.

c. Guru membagikan LKS II. d. Guru memberi petunjuk kepada peserta didik cara mengisi LKS II point 1 untuk menemukan sifat-sifat persegi panjang. e. Peserta didik mendiskusikan sifat-sifat persegi panjang. Guru mengamati kerja kelompok dan memberi bantuan jika ada kesulitan dalam berdiskusi. f. Guru bersama peserta didik membahas sifat-sifat persegi panjang berdasarkan hasil diskusi. Sifat-sifat persegi panjang antara lain: (1) Sisi-sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar. Lampiran 1 8 (2) Diagonal-diagonal persegi panjang adalah sama panjang. (3) Diagonal-diagonal saling membagi dua sama panjang. (4) Semua sudut suatu persegi panjang adalah sudut siku-siku. g. Guru memberi petunjuk penggunaan LKS II point 2 tentang penurunan rumus luas dan keliling persegi panjang. h. Peserta didik berdiskusi menemukan rumus keliling dan luas daerah persegi panjang. i. Guru bersama peserta didik membahas hasil diskusi tentang rumus keliling dan luas daerah persegi panjang. 1) Jika bangun persegi panjang mempunyai panjang = p, lebar = l, dan keliling = K maka K = 2 (p + l). 2) Jika daerah persegi panjang mempunyai panjang = p, lebar = l dan luas = L maka L = p x l j. Guru memberikan contoh soal yang dikembangkan dengan model pembelajaran problem posing. Contoh soal:

Lantai ruang tamu sebuah rumah berbentuk persegi panjang. Lantainya akan diberi karpet. Ukuran lantai ruang tamu itu panjang 4 m dan lebar 3 m. Harga karpet 1 m2 adalah Rp 25.000,00. Pertanyaan: 1) Berapa keliling lantai ruang tamu rumah tersebut? 2) Berapa luas lantai ruang tamu rumah tersebut? 3) Berapa luas karpet yang dibutuhkan untuk menutupi lantai ruang tamu tersebut? 4) Berapa jumlah uang yang akan dibayarkan untuk membeli karpet tersebut? Penyelesaian: Diketahui: Lantai ruang tamu rumah berbentuk persegi panjang Panjang = 4 m Lebar = 3 m Harga karpet 1 m2 = Rp 25.000,00 Lampiran 1 9 Ditanya: 1) Berapa keliling lantai ruang tamu rumah tersebut? 2) Berapa luas lantai ruang tamu rumah tersebut? 3) Berapa luas karpet yang dibutuhkan untuk menutupi lantai ruang tamu tersebut? 4) Berapa jumlah uang yang akan dibayarkan untuk membeli karpet tersebut? Jawab: 1) K = 2 (p + l) = 2 (4 + 3) =2x4+2x3 = 14 m Jadi keliling lantai ruang tamu adalah 14 m. 2) L = p x l =4x3

= 12 m2 Jadi luas lantai ruang tamu adalah 12 m2. 3) Luas karpet yang dibutuhkan sama dengan luas lantai ruang tamu yaitu 12 m2 4) Uang yang harus dibayarkan Luas karpet x harga karpet = 12 x 25.000,00 = 300.000 Jadi uang yang harus dibayarkan adalah Rp 300.000,00 k. Guru menyajikan soal yang berhubungan dengan persegi panjang dalam lembar masalah II. Soal: Gambar di atas adalah Lantai suatu kamar yang berbentuk persegi panjang. Akan ditutup dengan ubin persegi panjang. Panjang kamar itu 18 ubin dan lebarnya adalah 14 ubin. Tentukan: Lampiran 1 10 1) Luas lantai kamar tersebut? 2) Berapa banyak ubin yang dibutuhkan untuk lantai kamar tersebut? 3) Keliling lantai kamar tersebut? Penyelesaian: Diketahui: Lantai suatu kamar berbentuk persegi panjang. Panjang = 18 ubin Lebar = 14 ubin Ditanya: 1) Luas lantai kamar tersebut? 2) Berapa banyak ubin yang dibutuhkan untuk lantai kamar tersebut? 3) Keliling lantai kamar tersebut? Jawab: 1) L = p x l

= 18 x 14 = 252. Jadi luas lantai kamar itu adalah 252 ubin2. 2) Banyak ubin yang dibutuhkan adalah 252 ubin. 3) K = 2 (p + l) = 2 (18 + 14) = 64 Jadi keliling lantai kamar itu adalah 64 ubin. l. Peserta didik diminta untuk membuat soal yang mengarah pada penyelesaian (penerapan post solution posing). m. Guru menunjuk salah satu kelompok untuk menunjukan soal buatannya di depan kelas. n. Setiap kelompok mengerjakan soal yang telah dibuatnya. o. Guru memberi bantuan jika ada peserta didik yang mengalami kesulitan mengerjakan soal. p. Guru bersama peserta didik membahas soal. q. Guru meminta peserta didik untuk mengumpulkan soal yang telah dibuat. 3. Penutup (10 menit) a. Peserta didik bersama guru membuat rangkuman. Lampiran 1 11 1) Sifat-sifat persegi panjang antara lain: (b) Sisi-sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar. (c) Diagonal-diagonal persegi panjang adalah sama panjang. (d) Diagonal-diagonal saling membagi dua sama panjang. (e) Semua sudut suatu persegi panjang adalah sudut siku-siku. 2) Jika bangun persegi panjang mempunyai panjang = p, lebar = l, dan keliling = K maka K = 2 (p + l). 3) Jika daerah persegi panjang mempunyai panjang = p, lebar = l dan luas = L maka L = p x l b. Guru memberikan PR II c. Guru mengadakan refleksi.

H. Penilaian Berdasarkan hasil kerja kelompok. Semarang, April 2007 Mengetahui Guru Matematika SMP N 1 Balapulang Peneliti Dewi Badarul Budur, S.Pd Dewi Mahabbah Intan Lampiran 1 12 RENCANA PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : Matematika Satuan Pendidikan : SMP Negari 1 Balapulang Kelas/Semester : VII/2 Materi Pokok : Segiempat Alokasi Waktu : 2 x 45 menit Pertemuan ke : 4 A. Standar Kompetensi Mengidentifikasi garis, sudut dan bangun datar serta dapat menentukan besaran-besaran yang ada di dalamnya. B. Kompetensi Dasar Menemukan sifat dan menghitung besaran-besaran segiempat. C. Indikator 1. Menjelaskan pengertian persegi. 2. Menjelaskan sifat-sifat persegi ditinjau dari diagonal, sisi dan sudutnya. 3. Menurunkan dan menghitung rumus keliling dan luas daerah persegi. D. Model Pembelajaran Problem Posing E. Sumber dan Bahan Hidayah, Isti. & Sugiarto. 2006. Workshop Pendidikan Matematika-2. Jurusan Matematika FMIPA: UNNES

Adinawan, M. Cholik & Sugijono. 2002. Matematika 1B. Jakarta: Erlangga Junaidi, Samsul & Siswono, Eko. 2004. Matematika untuk kelas VII. Jakarta: Esis PT Gelora Aksara Pratama Tim Matrik Media Literata. 2006. SI TEMAN Seri Evaluasi. Jakarta: PT Grasindo F. Alat Pembelajaran 1. Alat Tulis 2. Penggaris Lampiran 1 13 3. LKS 4. Alat peraga model persegi yang terbuat dari kertas asturo. G. Kegiatan Pembelajaran 1. Pendahuluan (10 menit) a. Guru mengkondisikan kelas. b. Guru bersama peserta didik membahas PR III c. Guru menyampaikan apersepsi. Dengan tanya jawab peserta didik diajak untuk mengingat tentang sifat-sifat belahketupat dan peserta didik diajak mencari contoh yang berbentuk persegi. d. Guru memberi motivasi peserta didik yang berkaitan dengan persegi. 2. Kegiatan Inti (70 menit) a. Guru menunjukkan alat peraga berupa daerah persegi dan menunjukkan bahwa persegi dapat menempati bingkainya dengan 8 cara serta menjelaskan pengertian persegi. Persegi adalah suatu segiempat yang semua sisinya sama panjang dan satu sudutnya sikusiku. b. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok dengan anggota 4-5 anak.

c. Guru membagikan LKS IV. d. Guru memberi petunjuk kepada peserta didik cara mengisi LKS IV point 1 untuk menemukan sifat-sifat persegi. e. Peserta didik mendiskusikan sifat-sifat persegi. Guru mengamati kerja kelompok dan memberi bantuan jika ada kesulitan dalam berdiskusi. f. Guru bersama peserta didik membahas sifat-sifat persegi berdasarkan hasil diskusi. Sifat-sifat persegi antara lain: 1) Sisi-sisinya sama panjang dan sisi yang berhadapan sejajar. 2) Diagonal-diagonal persegi adalah sama panjang. 3) Diagonal-diagonalnya berpotongan dan saling membagi dua sama panjang. Lampiran 1 14 4) Diagonal-diagonalnya berpotongan membentuk sudut siku-siku. 5) Sudut-sudutnya dibagi dua sama besar oleh diagonaldiagonalnya. g. Guru memberi petunjuk penggunaan LKS IV point 2 tentang penurunan rumus keliling dan luas daerah persegi. h. Peserta didik berdiskusi menemukan rumus keliling dan luas daerah persegi. i. Guru bersama peserta didik membahas hasil diskusi tentang rumus keliling dan luas daerah persegi. 1) Jika bangun persegi mempunyai panjang sisi = s, dan keliling = K, maka K = 4s. 2) Jika daerah persegi mempunyai panjang sisi= s, dan luas = L maka

L = s2. j. Guru menyajikan soal yang berhubungan dengan persegi dalam lembar masalah IV. Soal: Luas sebidang kebun yang berbentuk persegi adalah 400 m2. Sekeliling kebun itu ditanami ketela pohon dengan jarak satu pohon ke pohon lainnya 20 cm. hitung: 1) Panjang sisi kebun tersebut? 2) Keliling kebun tersebut? 3) Berapakah banyaknya ketela pohon di sekeliling kebun tersebut? Penyelesaian: Misal: L = luas kebun K = keliling kebun s = panjang sisi kebun a = jarak dari ketela pohon satu ke ketela pohon lainnya n = banyaknya ketela pohon di sekeliling kebun Diketahui: L = 400 m2 a = 20 cm Ditanya: 1) Panjang sisi kebun tersebut? Lampiran 1 15 2) Keliling kebun tersebut? 3) Berapakah banyaknya ketela pohon di sekeliling kebun tersebut? Jawab: 1) L = 400 s2 = 400 s2 = (20)2 s = 20 Jadi panjang sisi kebun adalah 20 m. 2) K = 4 x s = 4 x 20 = 80 m = 8000 cm

Jadi keliling kebun tersebut adalah 8000 cm. 3) Jarak ketela pohon ke ketela pohon lain = 20 cm n = 8000 : 20 = 400 pohon Jadi banyaknya ketela pohon di sekeliling kebun adalah 400 pohon. k. Peserta didik diminta untuk membuat soal yang mengarah pada penyelesaian (penerapan post solution posing). l. Guru menunjuk salah satu kelompok untuk menunjukan soal buatannya di depan kelas. m. Setiap kelompok mengerjakan soal yang telah dibuatnya. n. Guru memberi bantuan jika ada peserta didik yang mengalami kesulitan mengerjakan soal. o. Guru bersama peserta didik membahas soal. p. Guru meminta peserta didik untuk mengumpulkan soal yang telah dibuat. 3. Penutup (10 menit) a. Peserta didik bersama guru membuat rangkuman. 1) Sifat-sifat persegi antara lain: (a) Semua sisi suatu persegi adalah sama. (b) Diagonal-diagonal persegi adalah sama panjang. (c) Diagonal-diagonalnya berpotongan dan saling membagi dua sama panjang. (d) Diagonal-diagonalnya berpotongan membentuk sudut siku-siku. Lampiran 1 16 (e) Sudut-sudutnya dibagi dua sama besar oleh diagonaldiagonalnya. 2) Jika bangun persegi mempunyai panjang sisi = s, dan keliling = K, maka K = 4s. 3) Jika daerah persegi mempunyai panjang sisi= s, dan luas = L maka L = s2. b. Guru memberikan PR IV.

c. Guru mengadakan refleksi. H. Penilaian Berdasarkan hasil kerja kelompok. Semarang, April 2007 Mengetahui Guru Matematika SMP N 1 Balapulang Peneliti Dewi Badarul Budur, S.Pd Dewi Mahabbah Intan Lampiran 1 17 RENCANA PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : Matematika Satuan Pendidikan : SMP Negari 1 Balapulang Kelas/Semester : VII/2 Materi Pokok : Segiempat Alokasi Waktu : 2 x 45 menit Pertemuan ke : 3 A. Standar Kompetensi Mengidentifikasi garis, sudut dan bangun datar serta dapat menentukan besaran-besaran yang ada di dalamnya. B. Kompetensi Dasar Menemukan sifat dan menghitung besaran-besaran segiempat. C. Indikator 1. Menjelaskan pengertian belahketupat. 2. Menjelaskan sifat-sifat persegi ditinjau dari diagonal, sisi dan sudutnya. 3. Menurunkan dan menghitung daerah belahketupat. D. Model Pembelajaran Problem Posing E. Sumber dan Bahan Hidayah, Isti. & Sugiarto. 2006. Workshop Pendidikan Matematika-2. Jurusan Matematika FMIPA: UNNES

Adinawan, M. Cholik & Sugijono. 2002. Matematika 1B. Jakarta: Erlangga Junaidi, Samsul & Siswono, Eko. 2004. Matematika untuk kelas VII. Jakarta: Esis PT Gelora Aksara Pratama Tim Matrik Media Literata. 2006. SI TEMAN Seri Evaluasi. Jakarta: PT Grasindo F. Alat Pembelajaran 1. Alat Tulis Lampiran 1 18 2. Penggaris 3. LKS 4. Alat peraga model gambar belahketupat. G. Kegiatan Pembelajaran 1. Pendahuluan (10 menit) a. Guru mengkondisikan kelas. b. Guru bersama peserta didik membahas PR II c. Guru menyampaikan apersepsi. Dengan tanya jawab peserta didik diajak untuk mengingat tentang sifat-sifat jajargenjang dan persegi panjang. d. Guru memberi motivasi peserta didik yang berkaitan dengan belahketupat. 2. Kegiatan Inti (70 menit) a. Guru menunjukkan suatu gambar yaitu gambar segitiga sama kaki ABC dengan AB = AC yang kemudian dicerminkan terhadap sumbu garis BC sehingga ΔABC dan bayangannya ΔA’BC membentuk segiempat ABA’C yang disebut belahketupat. Jadi belahketupat dibentuk dari segitiga sama kaki dan bayangannya setelah dicerminkan terhadap alas segitiga itu sebagai sumbu simetrinya. b. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok dengan

anggota 4-5 anak. c. Guru membagikan LKS III. d. Guru memberi petunjuk kepada peserta didik cara mengisi LKS III point 1 untuk menemukan sifat-sifat belahketupat. e. Peserta didik mendiskusikan sifat-sifat belahketupat. Guru mengamati kerja kelompok dan memberi bantuan jika ada kesulitan dalam berdiskusi. f. Guru bersama peserta didik membahas sifat-sifat belahketupat berdasarkan hasil diskusi. Sifat-sifat belahketupat antara lain: 1) Semua sisi setiap belahketupat sama panjang. Lampiran 1 19 2) Diagonal-diagonal setiap belahketupat merupakan sumbu simetri. 3) Pada setiap belahketupat sudut-sudut yang berhadapan sama besar dan dibagi dua sama besar oleh diagonal-diagonalnya. 4) Pada setiap belahketupat kedua diagonalnya saling membagi dua sama panjang dan berpotongan tegak lurus. g. Guru memberi petunjuk penggunaan LKS III point 2 tentang penurunan rumus luas daerah belahketupat. h. Peserta didik berdiskusi menemukan rumus luas daerah belahketupat. i. Guru bersama peserta didik membahas hasil diskusi tentang rumus luas daerah belahketupat. j. Guru menyajikan soal yang berhubungan dengan belahketupat dalam lembar masalah III. Soal: Panjang sisi-sisi belahketupat PQRS = 5 cm dan panjang diagonal PR = 6 cm, hitunglah panjang diagonal QS dan luas daerah belah

ketupat PQRS! Penyelesaian: Diketahui: Belahketupat PQRS Panjang sisi-sisinya = 5 cm PR = 6 cm Ditanya: a. panjang diagonal QS? b. luas daerah belahketupat PQRS? Jawab: Q P S R O Lampiran 1 20 a. ∠ POQ = 900 PO = 2 1 PR = 2 1 x 6 = 3 cm QO2 = PQ2 – PO2 = 52 – 32 = 16 cm. QO = 4 cm QS = 2 x QO = 2 x 4 = 8 cm Jadi panjang diagonal QS adalah 8 cm. b. Luas PQRS = 2 1 x PR X QS =

2 1 x 6 x 8 = 24 cm2 Jadi luas daerah belah ketupat PQRS adalah 24 cm2. k. Peserta didik diminta untuk membuat soal yang mengarah pada penyelesaian (penerapan post solution posing). l. Guru menunjuk salah satu kelompok untuk menunjukan soal buatannya di depan kelas. m. Setiap kelompok mengerjakan soal yang telah dibuatnya. n. Guru memberi bantuan jika ada peserta didik yang mengalami kesulitan mengerjakan soal. o. Guru bersama peserta didik membahas soal. p. Guru meminta peserta didik untuk mengumpulkan soal yang telah dibuat. 4. Penutup (10 menit) a. Peserta didik bersama guru membuat rangkuman. 1) Sifat-sifat belahketupat antara lain: (a) Semua sisi setiap belahketupat sama panjang. (b) Diagonal-diagonal setiap belahketupat merupakan sumbu simetri. Lampiran 1 21 (c) Pada setiap belahketupat sudut-sudut yang berhadapan sama besar dan dibagi dua sama besar oleh diagonal-diagonalnya. (d) Pada setiap belahketupat kedua diagonalnya saling membagi dua sama panjang dan berpotongan tegak lurus. 2) Luas daerah belahketupat adalah 2 1 diagonal x diagonal yang lainnya. b. Guru memberikan PR IV. c. Guru mengadakan refleksi. H. Penilaian

Berdasarkan hasil kerja kelompok. Semarang, April 2007 Mengetahui Guru Matematika SMP N 1 Balapulang Peneliti Dewi Badarul Budur, S.Pd Dewi Mahabbah Intan Lampiran 2 Nama Kelompok: 1. 2. 3. 4. Indikator : 1. Peserta didik dapat menemukan sifat-sifat persegi panjang. 2. Peserta didik dapat menurunkan rumus keliling dan luas persegi panjang. Waktu : 20 menit 1. SIFAT-SIFAT PERSEGI PANJANG Diskusikan dengan kelompokmu! Untuk menemukan sifat-sifat persegi panjang, lakukan percobaan seperti gambar di bawah ini! a. Letak 1 menunjukkan bahwa persegi panjang ABCD berhimpit pada bingkainya ABCD. Angkatlah model persegi panjang tersebut dan baliklah menurut garis PQ sehingga dapat dengan tepat dipasangkan pada bingkainya seperti letak 2. Apakah yang dapat kalian simpulkan tentang AD dan BC? A menempati ….., yang dinyatakan dengan A ….. D menempati ….., yang dinyatakan dengan D ….. LEMBAR KERJA SISWA (LKS) II

DC AB AB DC DC AB DC AB DC AB CD DCBA AB BA CD P Q RS Letak 1 Letak 2 Letak 3 Letak 4 Lampiran 2 AD menempati ….., yang dinyatakan dengan AD ….. Jadi AD = ….. (1) b. Angkatlah model persegi panjang tersebut dan baliklah menurut garis RS sehingga dapat dengan tepat dipasangkan pada bingkainya, seperti pada letak 3. Apakah yang dapat kalian simpulkan tentang AB dan DC? A menempati ….., yang dinyatakan dengan A ….. B menempati ….., yang dinyatakan dengan B ….. AB menempati ….., yang dinyatakan dengan AB ….. Jadi AB = ….. (2) Dari (1) dan (2) didapat AD = ….. dan AB = ….. c. Perhatikan sisi-sisinya

AB sejajar ….. AD sejajar ….. Simpulan d. Model persegi panjang ABCD dibalik menurut garis PQ, sehingga menempati bingkainya dengan tepat seperti letak 2. Apakah yang dapat kalian simpulkan tentang diagonal AC dan BD? A menempati ….., yang dinyatakan dengan A ….. C menempati ….., yang dinyatakan dengan C ….. AC menempati ….., yang dinyatakan dengan AC ….. Jadi AC = ….. Simpulan e. Model persegi panjang ABCD yang terletak pada bingkainya diputar setengah putaran dengan pusat titik O sehingga dapat menempati bingkainya lagi, seperti letak 2. Apakah yang dapat kalian simpulkan tentang diagonal AC dan BD? Dalam setiap persegi panjang, sisi-sisi yang berhadapan ….. dan ….. Diagonal-diagonal dalam setiap persegi panjang adalah ….. Lampiran 2 A menempati ….., yang dinyatakan dengan A ….. B menempati ….., yang dinyatakan dengan B ….. O menempati ….. OA menempati ….., Jadi OA = ….. dan OB = ….. Panjang OA = ….. = ….. = ….. Simpulan f. Model persegi panjang ABCD pada letak 2 dapat dibalikkan menurut garis RS. Apakah yang dapat kalian simpulkan tentang sudut-sudut A dan B serta tentang sudut-sudut C dan D?

∠ A ….. jadi ∠ A = ….. (1) ∠D ….. jadi ∠D = ….. (2) Dengan cara yang sama (letak 3), maka dapat kita simpulkan : ∠ A ….. jadi ∠B = ….. (3) ∠B ….. jadi ∠B = ….. (4) Dari (1), (2), (3), dan (4) maka kita peroleh : ∠ A = ….. = ….. = ….. Simpulan g. Perhatikan sudut-sudutnya Perhatikan gambar disamping! Empat buah persegi panjang diletakan bersisian seperti ditunjukkan pada gambar. Ternyata keempat bangun itu dapat menutupi bidang datar tanpa celah dan tidak saling menutupi. Hal ini menunjukkan bahwa keempat Diagonal-diagonal dalam setiap persegi panjang berpotongan dan saling membagi dua ….. Dalam setiap persegi panjang, tiap sudutnya adalah….. 12 43 Lampiran 2 buah sudut persegi panjang membentuk sudut satu putaran penuh. Jadi besar tiap-tiap sudut persegi panjang adalah ..... ..... 3600 = Simpulan 2. KELILING DAN LUAS PERSEGI PANJANG a. Keliling Persegi Panjang Ukurlah bangun persegi panjang di bawah ini! Tentukan kelilingnya! Keliling persegi panjang ABCD

= AB + BC + ….. + ….. = ….. + ….. + ….. + ….. = ….. Jadi keliling persegi panjang ABCD adalah ….. Simpulan b. Luas Daerah Persegi panjang Perhatikan setiap bangun persegi panjang di bawah ini dan isilah tabel berikut. (i) (ii) (iii) Dalam setiap persegi panjang, tiap-tiap sudutnya merupakan sudut….. AB DC Dalam suatu persegi panjang, jika: P : ukuran panjang persegi panjang l : ukuran lebar persegi panjang K : ukuran keliling persegi panjang Maka K = ….. + ….. + ….. + ….. = ….. + ….. = ….. ( ….. + ….. ) p l Lampiran 2 Daerah persegi panjang Panjang Lebar Luas Daerah (i) (ii) (iii) ….. ….. ….. ….. ….. …..

….. = ….. x ….. ….. = ….. x ….. ….. x ….. Simpulan Dalam suatu persegi panjang, jika: P : ukuran panjang persegi panjang l : ukuran lebar persegi panjang L : ukuran luas persegi panjang Maka L = ….. x ….. Lampiran 2 Nama Kelompok: 1. 2. 3. 4. Indikator : 1. Peserta didik dapat menemukan sifat-sifat persegi. 2. Peserta didik dapat menurunkan rumus keliling dan luas persegi. Waktu : 20 menit 1. SIFAT-SIFAT PERSEGI Diskusikan dengan kelompokmu! Untuk menemukan sifat-sifat persegi, lakukan percobaan seperti gambar di bawah ini! a. Letak 1, jelas posisi A menempati A, yang dinyatakan dengan A A B ….., C ….., D ….. b. Letak 2, model persegi ABCD dibalik terhadap garis RS, maka A D B ….., AB ….. Jadi AB = ….. LEMBAR KERJA SISWA (LKS) IV A DC B

DC AB A DC B AB DC RS A DC B DA CB A DC B BC AD A DC B AD BC O A DC B BA CD O A DC B

CB DA O Letak 1 Letak 2 Letak 3 Letak 4 Letak 5 Letak 6 Letak 7 Letak 8 APB DCDC BA P Q Lampiran 2 c. Letak 3, model persegi ABCD dibalik terhadap garis PQ, maka A ….. D ….., AD ….. Jadi AD = ….. d. Letak 4, model persegi ABCD dibalik menurut diagonal BD, maka A ….. B ….., AB ….. Jadi AB = ….. (1) e. Letak 5, model persegi ABCD dibalik menurut diagonal AC, maka A ….. B ….., AB ….., C ….., B ….., CB ….. Jadi AB = ….. (2), CB = ….. (3) Dari (1), (2), (3) didapat: AB = ….. AB = ….. CB = ….. Jadi AB = ….. = ….. = ….. Simpulan f. Perhatikan kembali letak 4. apa yang terjadi jika model persegi ABCD dibalik menurut diagonal BD? ∠ABD ∠..... , Jadi ∠ABD = ∠..... ∠ADB ∠..... , Jadi ∠ADB = ∠.....

Jadi ∠ABD = ∠..... dan ∠ADB = ∠..... Jadi diagonal BD membagi ∠B dan ∠D menjadi dua bagian yang sama besar. g. Perhatikan letak 5. Apa yang terjadi jika model persegi ABCD dibalik menurut diagonal AC? ∠BAC ∠..... , Jadi ∠BAC = ∠..... ∠ACB ∠..... , Jadi ∠ACB = ∠..... Jadi ∠BAC = ∠..... dan ∠ACB = ∠..... Jadi diagonal AC membagi ∠A dan ∠C menjadi dua bagian yang sama besar. Sisi-sisi dalam setiap persegi adalah ….. Lampiran 2 Simpulan h. Perhatikan letak 6. Apa yang terjadi jika model persegi ABCD diputar 4 1 putaran (900) dengan pusat O? ∠AOD ∠..... , Jadi ∠AOD = ∠..... ∠COB ∠..... , Jadi ∠COB = ∠..... ∠DOC ∠..... , Jadi ∠DOC = ∠..... ∠BOA ∠..... , Jadi ∠BOA = ∠..... Dari hasil di atas dapat disimpulkan bahwa: ∠AOD = ∠..... = ∠..... = ∠..... ∠AOD + ∠..... + ∠..... + ∠..... = 3600 (satu putaran penuh). Jadi ∠AOD = ∠..... = ∠..... = ∠..... = ..... 3600 = ….. Simpulan i. Perhatikan kembali letak 6. Apa yang terjadi jika model persegi ABCD diputar 4

1 putaran (900) dengan pusat O? Jelas O O, A ….., D ….., C ….., B ….. OA OD OD ….. OB ….. Jadi OA = ….., OD = ….., OC = ….., dan OB = ….. Jadi OA = ….. = ….. = ….. Diagonal-diagonal dalam setiap persegi saling membagi ….. Diagonal-diagonal dalam setiap persegi berpotongan membentuk sudut ….. Lampiran 2 Simpulan 2. KELILING DAN LUAS PERSEGI a. Keliling Persegi Ukurlah bangun persegi di bawah ini! Tentukan kelilingnya! Keliling persegi ABCD = AB + BC + ….. + ….. = ….. + ….. + ….. + ….. = ….. Jadi keliling persegi ABCD adalah ….. Simpulan b. Luas Daerah Persegi Perhatikan setiap bangun persegi di bawah ini dan isilah tabel berikut. (i) (ii) (iii) Jadi panjang diagonal persegi adalah ….. AB DC Dalam suatu persegi, jika: S : ukuran sisi persegi K : ukuran keliling persegi Maka K = ….. + ….. + ….. + …..

= ….. + ….. + ….. + ….. = ….. s s Lampiran 2 Daerah persegi Panjang Lebar Luas Daerah (i) (ii) (iii) ….. ….. ….. ….. ….. ….. ….. = ….. x ….. ….. = ….. x ….. ….. x ….. Simpulan Dalam suatu persegi, jika: s : ukuran sisi persegi L : ukuran luas persegi Maka L = ….. x ….. = …. Lampiran 2 Nama Kelompok: 1. 2. 3. 4. Indikator : 1. Peserta didik dapat menemukan sifat-sifat jajargenjang. 2. Peserta didik dapat menurunkan rumus luas jajargenjang. Waktu : 15 menit

1. SIFAT-SIFAT JAJARGENJANG Diskusikan dengan kelompokmu! Lakukan kegiatan seperti pada gambar di bawah ini! (i) (ii) (iii) (i) Jajargenjang ABCD diputar sejauh 1800 pada titik O, (ii) Perputaran jajargenjang ABCD, (iii) Jajargenjang ABCD berhimpit dengan jajargenjang ABCD hasil perputaran sejauh 1800 a. Jika jajargenjang ABCD pada gambar (i) diputar pada O (titik tengah sisi BD) sejauh 1800 (setengah putaran) apa yang terjadi? AB menempati ….. ditulis AB ….. sehingga AB = ….. dan AB // ….. BC menempati ….. ditulis BC ….. sehingga BC = ….. dan BC // ….. Jadi AB # ….. dan BC # ….. LEMBAR KERJA SISWA (LKS) I AB DC O AB DC A B D C AB DC O CD B A O

Lampiran 2 Simpulan ∠ABC menempati ∠ ….. ditulis ∠ABC ∠ ….. sehingga ∠ABC = ∠ ….. ∠BAD menempati ∠ ….. ditulis ∠BAD ∠ ….. sehingga ∠BAD = ∠ ….. Simpulan Jumlah besar sudut Δ ABC adalah ….. Jumlah besar sudut jajargenjang ABCD adalah ….. Jumlah besar ∠ABC dan ∠BCD adalah ….. Simpulan Pada setengah putaran berpusat O. OB OD. Jadi OB = ….. OA OC. Jadi OA = ….. Simpulan 2. LUAS JAJARGENJANG (i) (ii) (iii) (i) Jajargenjang dengan alas a dan tinggi t, (ii) sebelah kiri jajargenjang digunting, (iii) Hasil guntingan ditempelkan disebelah kanan jajargenjang. Perhatikan gambar (i) jajargenjang di atas alasnya adalah a, tingginya t. Pada setiap jajargenjang, sisi-sisi yang berhadapan ….. dan ….. Pada setiap jajargenjang, sudut-sudut yang berhadapan ….. Jadi pada jajargenjang, sudut yang berdekatan jumlahnya ….. Jadi, kedua diagonal jajargenjang ….. t a t a Lampiran 2 Perhatikan gambar (ii) kongruen dengan gambar (i), alasnya adalah ….., tingginya adalah …..

Ubah bangun seperti gambar (ii) menjadi bangun seperti pada gambar (iii). Bangun yang terbentuk adalah ….. Panjangnya adalah ….. Lebarnya adalah ….. Luas daerahnya adalah ….. Sehingga Luas Jajargenjang = Luas ….. Luas Jajargenjang = ….. x ….. Luas Jajargenjanh = ….. x ….. Simpulan Dalam suatu jajargenjang jika: a : ukuran alas jajargenjang t : ukuran tinggi jajargenjang L : ukuran luas jajargenjang Maka L = ….. x ….. Lampiran 2 Nama Kelompok: 1. 2. 3. 4. Indikator : 1. Peserta didik dapat menemukan sifat-sifat belahketupat. 2. Peserta didik dapat menurunkan rumus luas belahketupat. Waktu : 15 menit 1. SIFAT-SIFAT BELAHKETUPAT Diskusikan dengan kelompokmu! Lakukan kegiatan seperti pada gambar di bawah ini! a. Lipatlah belahketupat ABCD menurut garis AC 1. AB = ….. 2. BC = ….. Lipatlah belahketupat ABCD menurut garis BD

1. AB = ….. 2. AD = ….. b. Lipatlah belahketupat ABCD menurut garis AC 1. Δ ABC adalah segitiga ….. dengan AB = ….., maka BO merupakan sumbu simetri. 2. Δ ADC adalah segitiga ….. dengan AD = ….., maka OD merupakan sumbu simetri. 3. Δ ABC kongruen dengan Δ ADC maka AC merupakan ….. Jadi AC dan BD adalah ….. LEMBAR KERJA SISWA (LKS) III A O D B C Semua sisi setiap belahketupat ….. Lampiran 2 Simpulan c. Perhatikan diagonal AC dan BD 1. AO = ….. 2. BO = ….. Simpulan d. Perhatikan letak 2 pada gambar diatas, belahketupat ABCD dibalik menurut sumbu simetri BD, maka ∠ A ∠ ….., sehingga ∠ A = ∠ ….. Pada letak 3, belahketupat ABCD dibalik menurut sumbu simetri AC, maka ∠ B ∠ B ….., sehingga ∠ B = ∠ ….. Jadi ∠ A = ∠ ….. , ∠ B = ∠ ….. dan kedua diagonal belahketupat

merupakan sumbu simetri. Simpulan Kedua diagonal setiap belahketupat merupakan ….. Kedua diagonal setiap belahketupat saling membagi dua ….. BB A C D C D A Letak 1 BB A C D A D C Letak 2 BD A C D C B A Letak 3 Pada setiap belahketupat sudut-sudut yang berhadapan ….. dan dibagi dua ….. oleh diagonal-diagonalnya. Lampiran 2

2. LUAS BELAHKETUPAT a. Gambar belahketupat disamping terdiri dari ….. buah segitiga yaitu segitiga ….. dan segitiga ….. b. Potonglah daerah belahketupat ABCD menurut diagonal AC! Luas Δ ABC = 2 1 x ….. x BO Luas Δ ADC = 2 1 x ….. x DO Jadi luas belahketupat ABCD = Luas Δ ABC + Luas Δ ADC = 2 1 x ….. x BO + 2 1 x ….. x DO = 2 1 x….. x (BO + DO) = 2 1 x ….. x ….. Simpulan AO D B C Karena BD dan AC merupakan diagonal maka Luas belahketupat adalah 2 1 x ….. x …..

KUNCI JAWABAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) II
1. SIFAT-SIFAT PERSEGI PANJANG a. Letak 1 menunjukkan bahwa persegi panjang ABCD berhimpit pada bingkainya ABCD. Angkatlah model persegi panjang tersebut dan baliklah menurut garis PQ sehingga dapat dengan tepat dipasangkan pada bingkainya seperti letak 2. A menempati B, yang dinyatakan dengan A B D menempati C, yang dinyatakan dengan D C AD menempati BC yang dinyatakan dengan AD BC Jadi AD = BC (1) b. Angkatlah model persegi panjang tersebut dan baliklah menurut garis RS sehingga dapat dengan tepat dipasangkan pada bingkainya, seperti pada letak 3. A menempati D, yang dinyatakan dengan A D B menempati C, yang dinyatakan dengan B C AB menempati DC, yang dinyatakan dengan AB DC Jadi AB = DC (2) Dari (1) dan (2) didapat AD = BC dan AB = DC c. Perhatikan sisi-sisinya AB sejajar DC AD sejajar BC Simpulan d. Model persegi panjang ABCD dibalik menurut garis PQ, sehingga menempati bingkainya dengan tepat seperti letak 2. A menempati C, yang dinyatakan dengan A C C menempati D, yang dinyatakan dengan C D Dalam setiap persegi panjang, sisi-sisi yang berhadapan sama

panjang dan sejajar. AC menempati CD, yang dinyatakan dengan AC CD Jadi AC = CD. Simpulan e. Model persegi panjang ABCD yang terletak pada bingkainya diputar setengah putaran dengan pusat titik O sehingga dapat menempati bingkainya lagi, seperti letak 2. A menempati C, yang dinyatakan dengan A C B menempati D, yang dinyatakan dengan B D O menempati O. OA menempati OC, Jadi OA = OC dan OB = OD. Panjang OA = OC = OB = OD Simpulan f. Model persegi panjang ABCD pada letak 2 dapat dibalikkan menurut garis RS. ∠ A ∠ B jadi ∠ A = ∠ B (1) ∠D ∠ C jadi ∠D = ∠ C (2) Dengan cara yang sama (letak 3), maka dapat kita simpulkan : ∠ A ∠ D jadi ∠B = ∠ D (3) ∠B ∠C jadi ∠B = ∠C (4) Dari (1), (2), (3), dan (4) maka kita peroleh : ∠A=∠B=∠C=∠D Simpulan Diagonal-diagonal dalam setiap persegi panjang adalah sama panjang. Diagonal-diagonal dalam setiap persegi panjang berpotongan dan saling membagi dua sama panjang. Dalam setiap persegi panjang, tiap sudutnya adalah sama besar.

g. Perhatikan sudut-sudutnya Perhatikan gambar disamping! Empat buah persegi panjang diletakan bersisian seperti ditunjukkan pada gambar. Ternyata keempat bangun itu dapat menutupi bidang datar tanpa celah dan tidak saling menutupi. Hal ini menunjukkan bahwa keempat buah sudut persegi panjang membentuk sudut satu putaran penuh. Jadi besar tiap-tiap sudut persegi panjang adalah 90 4 3600 = Simpulan 2. KELILING DAN LUAS PERSEGI PANJANG a. Keliling Persegi Panjang Ukurlah bangun persegi panjang di bawah ini! Tentukan kelilingnya! Keliling persegi panjang ABCD = AB + BC + CD + DA =4+2+4+2 = 12 Jadi keliling persegi panjang ABCD adalah 12 cm. Simpulan Dalam setiap persegi panjang, tiap-tiap sudutnya merupakan sudut 900 AB DC Dalam suatu persegi panjang, jika: P : ukuran panjang persegi panjang l : ukuran lebar persegi panjang K : ukuran keliling persegi panjang Maka K = p + l + p + l = 2p + 2l

=2(p+l) 12 43 b. Luas Daerah Persegi panjang Daerah persegi panjang Panjang Lebar Luas Daerah (i) (ii) (iii) 3 4 p 2 3 l 6=3x2 12 = 4 x 3 pxl Simpulan Dalam suatu persegi panjang, jika: P : ukuran panjang persegi panjang l : ukuran lebar persegi panjang L : ukuran luas persegi panjang Maka L = p x l

KUNCI JAWABAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) IV
1. SIFAT-SIFAT PERSEGI a. Letak 1, jelas posisi A menempati A, yang dinyatakan dengan A A B B, C C, D D b. Letak 2, model persegi ABCD dibalik terhadap garis RS, maka A D B C, AB AD Jadi AB = AD

c. Letak 3, model persegi ABCD dibalik terhadap garis PQ, maka A B D C, AD BC Jadi AD = BC d. Letak 4, model persegi ABCD dibalik menurut diagonal BD, maka A C B B, AB CB. Jadi AB = CB. (1) e. Letak 5, model persegi ABCD dibalik menurut diagonal AC, maka A A B D, AB AD, C C, CB DC. Jadi AB = AD (2), CB = DC (3) Dari (1), (2), (3) didapat: AB = CB AB = AD CB = DC Jadi AB = CB = AD = CD Simpulan f. Jelas ∠ABD ∠CBD , Jadi ∠ABD = ∠CBD Jelas ∠ADB ∠CDB , Jadi ∠ADB = ∠CDB Jadi ∠ABD = ∠CBD dan ∠ADB = ∠CDB Sisi-sisi dalam setiap persegi adalah sama panjang. Jadi diagonal BD membagi ∠B dan ∠D menjadi dua bagian yang sama besar. g. Jelas ∠BAC ∠DAC , Jadi ∠BAC = ∠DAC Jelas ∠ACB ∠ ACD , Jadi ∠ACB = ∠ ACD Jadi ∠BAC = ∠DAC dan ∠ACB = ∠ ACD Jadi diagonal AC membagi ∠A dan ∠C menjadi dua bagian yang sama besar. Simpulan h. Jelas ∠AOD ∠COB , Jadi ∠AOD = ∠COB

Jelas ∠COB ∠DOC , Jadi ∠COB = ∠DOC Jelas ∠DOC ∠BOA, Jadi ∠DOC = ∠BOA Jelas ∠BOA ∠AOD , Jadi ∠BOA = ∠AOD Dari hasil di atas dapat disimpulkan bahwa: ∠AOD = ∠COB = ∠DOC = ∠BOA ∠AOD + ∠COB + ∠DOC + ∠BOA = 3600 (satu putaran penuh). Jadi ∠AOD = ∠COB = ∠DOC = ∠BOA = 4 3600 = 900 Simpulan i. Jelas O O, A D, D C, C B, B A OA OD OD OC OB OA Jadi OA = OD, OD = OC, OC = OB, dan OB = OA Jadi OA = OD = OC = OB Diagonal-diagonal dalam setiap persegi saling membagi dua sama panjang. Diagonal-diagonal dalam setiap persegi berpotongan membentuk sudut 900 Simpulan 2. KELILING DAN LUAS PERSEGI a. Keliling persegi adalah jumlah panjang semua sisi yang membatasi bangun persegi. Keliling persegi ABCD = AB + BC + CD + DA = 2,5 + 2,5 + 2,5 + 2,5 = 10 Jadi keliling persegi ABCD adalah 10 cm. Simpulan b. Luas daerah persegi.

Daerah persegi Panjang Lebar Luas Daerah (i) (ii) (iii) 2 3 s 2 3 s 4=2x2 9=3x3 s2 Simpulan Jadi panjang diagonal persegi adalah sama panjang. Dalam suatu persegi, jika: S : ukuran sisi persegi K : ukuran keliling persegi Maka K = AB + BC + CD + DA =s+s+s+s = 4s Dalam suatu persegi, jika: s : ukuran sisi persegi L : ukuran luas persegi Maka L = s x s = s2

KUNCI JAWABAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) I
1. SIFAT-SIFAT JAJARGENJANG a. AB menempati CD, ditulis AB CD sehingga AB = CD dan AB // CD b. BC menempati DA,ditulis BC DA sehingga BC = DA dan BC // DA Jadi AB # CD dan BC # DA Simpulan c. ∠ABC menempati ∠ CDA ditulis ∠ABC ∠ CDA sehingga ∠ABC

= ∠ CDA d. ∠BAD menempati ∠ DCB ditulis ∠BAD ∠ DCB sehingga ∠BAD = ∠ DCB Simpulan Jumlah besar sudut Δ ABC adalah 1800 Jumlah besar sudut jajargenjang ABCD adalah 3600 Jumlah besar ∠ABC dan ∠BCD adalah 1800 Simpulan Pada setengah putaran berpusat O. OB OD. Jadi OB = OD OA OC. Jadi OA = OC Simpulan Pada setiap jajargenjang, sisi-sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar. Pada setiap jajargenjang, sudut-sudut yang berhadapan adalah sama besar. Jadi pada jajargenjang, sudut yang berdekatan jumlahnya 1800 Jadi, kedua diagonal jajargenjang saling membagi dua sama panjang. 2. LUAS JAJARGENJANG Perhatikan gambar (i) jajargenjang di atas alasnya adalah a, tingginya t. Perhatikan gambar (ii) kongruen dengan gambar (i), alasnya adalah a, tingginya adalah t Ubah bangun seperti gambar (ii) menjadi bangun seperti pada gambar (iii). Bangun yang terbentuk adalah persegi panjang. Panjangnya adalah a Lebarnya adalah t Luas daerahnya adalah a x t Sehingga Luas Jajargenjang = Luas persegi panjang

Luas Jajargenjang = alas x tinggi Luas Jajargenjang = a x t Simpulan Dalam suatu jajargenjang jika: a : ukuran alas jajargenjang t : ukuran tinggi jajargenjang L : ukuran luas jajargenjang Maka L = a x t

KUNCI JAWABAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) III
1. SIFAT-SIFAT BELAHKETUPAT a. Lipatlah belahketupat ABCD menurut garis AC 1. AB = AD 2. BC = CD Lipatlah belahketupat ABCD menurut garis BD 1. AB = BC 2. AD = CD b. Lipatlah belahketupat ABCD menurut garis AC 1. Δ ABC adalah segitiga sama kaki dengan AB = BC, maka BO merupakan sumbu simetri. 2. Δ ADC adalah segitiga sama kaki dengan AD = CD, maka OD merupakan sumbu simetri. 3. Δ ABC kongruen dengan Δ ADC maka AC merupakan sumbu simetri. Jadi AC dan BD adalah sumbu simetri. Simpulan c. Perhatikan diagonal AC dan BD 1. AO = CO 2. BO = DO Simpulan Semua sisi setiap belahketupat sama panjang Kedua diagonal setiap belahketupat merupakan sumbu simetri. Kedua diagonal setiap belahketupat saling membagi dua sama

panjang dan salin berpotongan tegak lurus. d. Pada letak 2, belahketupat ABCD dibalik menurut sumbu simetri BD, maka ∠ A ∠ C sehingga ∠ A = ∠ C. Pada letak 3, belahketupat ABCD dibalik menurut sumbu simetri AC, maka ∠ B ∠ D, sehingga ∠ B = ∠ D Jadi ∠ A = ∠ C, ∠ B = ∠ D dan kedua diagonal belahketupat merupakan sumbu simetri. Simpulan 2. LUAS BELAHKETUPAT a. Gambar belahketupat disamping terdiri dari dua buah segitiga yaitu segitiga ABC dan segitiga ADC b. Potonglah daerah belahketupat ABCD menurut diagonal AC! Luas Δ ABC = 2 1 x AC x BO Luas Δ ADC = 2 1 x AC x DO Jadi luas belahketupat ABCD = Luas Δ ABC + Luas Δ ADC = 2 1 x AC x BO + 2 1 x AC x DO = 2 1 x AC x (BO + DO) = 2

1 x AC x BD Simpulan Pada setiap belahketupat sudut-sudut yang berhadapan sama besar dan dibagi dua sama besar oleh diagonal-diagonalnya. Karena BD dan AC merupakan diagonal maka Luas belahketupat adalah 2 1 x diagonal x diagonal lainnya. Lampiran 03

LEMBAR MASALAH I
Nama Kelompok: Petunjuk mengerjakan: 1. Jawablah soal di bawah ini dengan tepat! 2. Buatlah soal sejenis dengan soal di bawah ini dan selesaikanlah soal yang telah kamu buat tersebut dengan kelompokmu! Alas suatu jajargenjang sama dengan tiga kali tingginya. Jika luas jajargenjang tersebut adalah 108 cm2, hitunglah panjang alas dan tinggi jajargenjang tersebut! Lampiran 03

KUNCI JAWABAN LEMBAR MASALAH I
Misal L : luas jajargenjang a : alas jajargenjang t : tinggi jajargenjang Diketahui: L = 108 cm2 a = 3t t=t Ditanya: Panjang alas dan tinggi jajargenjang? Jawab: L=a.t 108 = 3t . t 108 = 3t2 t2 = 3

108 = 36 t = 6 cm panjang alas 3 t = 3 . 6 = 18 cm Jadi panjang alas dan tinggi jajargenjang tersebut adalah 18 cm dan 6 cm. Lampiran 03

LEMBAR MASALAH II
Nama Kelompok: Petunjuk mengerjakan: 1. Jawablah soal di bawah ini dengan tepat! 2. Buatlah soal sejenis dengan soal di bawah ini dan selesaikanlah soal yang telah kamu buat tersebut dengan kelompokmu! Gambar di atas adalah Lantai suatu kamar yang berbentuk persegi panjang. Akan ditutup dengan ubin persegi panjang. Panjang kamar itu 18 ubin dan lebarnya adalah 14 ubin. Tentukan: 1) Luas lantai kamar itu? 2) Berapa banyak ubin yang dibutuhkan untuk lantai kamar itu? 3) Keliling lantai kamar itu? Lampiran 03

KUNCI JAWABAN LEMBAR MASALAH II
Misal L : luas persegi panjang K : keliling persegi panjang p : panjang persegi panjang l : lebar persegi panjang Diketahui: Lantai suatu kamar berbentuk persegi panjang. p = 18 ubin l = 14 ubin Ditanya: 1) Luas lantai kamar itu? 2) Berapa banyak ubin yang dibutuhkan untuk lantai kamar itu? 3) Keliling lantai kamar itu? Jawab: 1) L = p x l = 18 x 14 = 252 ubin2.

Jadi luas lantai kamar itu adalah 252 ubin2. 2) Banyak ubin yang dibutuhkan adalah 252 ubin. 3) K = 2 (p + l) = 2 (18 + 14) = 64 ubin. Jadi keliling lantai kamar itu adalah 64 ubin. Lampiran 03

LEMBAR MASALAH III
Nama Kelompok: Petunjuk mengerjakan: 1. Jawablah soal di bawah ini dengan tepat! 2. Buatlah soal sejenis dengan soal di bawah ini dan selesaikanlah soal yang telah kamu buat tersebut dengan kelompokmu! Panjang sisi-sisi belahketupat PQRS = 5 cm dan panjang diagonal PR = 6 cm, hitunglah panjang diagonal QS dan luas daerah belah ketupat PQRS! Lampiran 03

KUNCI JAWABAN LEMBAR MASALAH III
Diketahui: Belahketupat PQRS Panjang sisi-sisinya = 5 cm PR = 6 cm Ditanya: a. panjang diagonal QS? b. luas daerah belahketupat PQRS? Jawab: a. ∠ POQ = 900 PO = 2 1 PR = 2 1 x 6 = 3 cm QO2 = PQ2 – PO2 = 52 – 32 = 16 cm. QO = 4 cm QS = 2 x QO

= 2 x 4 = 8 cm Jadi panjang diagonal QS adalah 8 cm. b. Luas PQRS = 2 1 x PR X QS = 2 1 x 6 x 8 = 24 cm2 Jadi luas daerah belah ketupat PQRS adalah 24 cm2. Q P R Lampiran 03

LEMBAR MASALAH IV
Nama Kelompok: Petunjuk mengerjakan: 1. Jawablah soal di bawah ini dengan tepat! 2. Buatlah soal sejenis dengan soal di bawah ini dan selesaikanlah soal yang telah kamu buat tersebut dengan kelompokmu! Luas sebidang kebun yang berbentuk persegi adalah 400 m2. Sekeliling kebun itu ditanami ketela pohon dengan jarak satu pohon ke pohon lainnya 20 cm. hitung: 1) Panjang sisi kebun tersebut? 2) Keliling kebun tersebut? 3) Berapakah banyaknya ketela pohon di sekeliling kebun tersebut? Lampiran 03

KUNCI JAWABAN LEMBAR MASALAH IV
Misal: L : luas kebun K : keliling kebun s : panjang sisi kebun a : jarak dari ketela pohon satu ke ketela pohon lainnya n : banyaknya ketela pohon di sekeliling kebun Diketahui: L = 400 m2 a = 20 cm

Ditanya: 1) Panjang sisi kebun tersebut? 2) Keliling kebun tersebut? 3) Berapakah banyaknya ketela pohon di sekeliling kebun tersebut? Jawab: 1) L = 400 s2 = 400 s2 = (20)2 s = 20 Jadi panjang sisi kebun adalah 20 m. 2) K = 4 x s = 4 x 20 = 80 m = 8000 cm Jadi keliling kebun tersebut adalah 8000 cm. 3) Jarak ketela pohon ke ketela pohon lain = 20 cm n = 8000 : 20 = 400 pohon Jadi banyaknya ketela pohon di sekeliling kebun adalah 400 pohon. Lampiran 4 NAMA : KELAS : NO. ABSEN : Petunjuk mengerjakan: 1. Jawablah soal di bawah ini dengan tepat! 2. Buatlah soal sejenis dengan soal di bawah ini dan selesaikanlah soal yang telah kamu buat tersebut dengan kelompokmu! Suatu persegi panjang, ukuran panjang 3 cm lebih dari ukuran lebarnya. Ukuran keliling persegi panjang itu 62 cm. Jika Tito akan membuat model persegi panjang tersebut, berapa ukuran luas karton minimal yang diperlukan? PEKERJAAN RUMAH (PR) II Lampiran 4

KUNCI JAWABAN PR II
Misal L : luas persegi panjang K : keliling persegi panjang p : panjang persegi panjang l : lebar persegi panjang

Diketahui: bentuk karton persegi panjang p=x+3 l=x K = 62 cm Ditanya: berapa ukuran luas karton minimal yang diperlukan untuk membuat model persegi panjang? Jawab: a. Rumus K = 2 (p + l ) = 2 (x + 3 + x) = 2 (2x + 3) = 4x + 6 Jadi persamaan dalam x adalah K = 4x + 6 b. Nilai x K = 4x + 6 ⇔ 62 = 4x + 6 ⇔ 4x = 56 ⇔ x = 14 Jadi nilai x adalah 14 c. Jelas l = x = 14 Jadi ukuran panjang karton adalah 14 + 3 = 17 cm d. Jadi ukuran lebar karton adalah 14 cm e. Luas karton adalah L=pxl = 17 x 14 = 238 Jadi ukuran luas karton yang dibutuhkan adalah 238 cm2 Lampiran 4 NAMA : KELAS : NO. ABSEN : Petunjuk mengerjakan: 1. Jawablah soal di bawah ini dengan tepat! 2. Buatlah soal sejenis dengan soal di bawah ini dan selesaikanlah soal yang telah kamu buat tersebut dengan kelompokmu! ABCD adalah sebuah persegi, dengan AB = (2x + 8) cm dan AD = (3x - 4) cm,

maka hitunglah keliling dan luas persegi! PEKERJAAN RUMAH (PR) IV Lampiran 4

KUNCI JAWABAN PR IV
Penyelesaian: Misal L : luas persegi K : keliling persegi s : panjang sisi persegi Diketahui: ABCD persegi AB = 2x + 8 AD = 3x – 4 Ditanya : hitung keliling dan luas persegi? a. Karena dalam persegi sisi-sisinya sama panjang maka: AB = AD ⇔ 2x + 8 = 3x - 4 ⇔ 2x – 3x = - 4 - 8 ⇔ - x = - 12 ⇔ x = 12 Jadi nilai x adalah 12 b. Ukuran AB dan AD AB = 2x + 8 = 2.12 + 8 = 24 + 8 = 32 cm Karena sisi-sisi persegi sama panjang maka AD = 32 cm c. K = 4 s = 4. 32 = 128 cm d. L = s2 = 122 = 144 cm2 Lampiran 4 NAMA :

KELAS : NO. ABSEN : Petunjuk mengerjakan: 1. Jawablah soal di bawah ini dengan tepat! 2. Buatlah soal sejenis dengan soal di bawah ini dan selesaikanlah soal yang telah kamu buat tersebut dengan kelompokmu! Sebuah taman bunga berbentuk jajargenjang seperti gambar di atas. Jika waktu yang diperlukan untuk menanam bunga setiap 1 m2 adalah 60 menit, berapa waktu yang diperlukan untuk menanam bunga pada taman tersebut? PEKERJAAN RUMAH (PR) I
8 cm 5 cm 4 cm

Lampiran 4

KUNCI JAWABAN PR I
Penyelesaian: Misal L : luas jajargenjang a : alas jajargenjang t : tinggi jajargenjang n : waktu yang diperlukan untuk menanam bunga Diketahui: Jajargenjang a=8m t=4m a. L = a x t =8x4 = 32 m2 b. Waktu yang diperlukan untuk menanam bunga (n) n = 32 x 60 menit = 1920 menit = 32 jam Jadi waktu yang diperlukan untuk menanam bunga adalah 1920 menit atau 32 jam. Lampiran 4

NAMA : KELAS : NO. ABSEN : Petunjuk mengerjakan: 1. Jawablah soal di bawah ini dengan tepat! 2. Buatlah soal sejenis dengan soal di bawah ini dan selesaikanlah soal yang telah kamu buat tersebut dengan kelompokmu! Gambar di bawah ini adalah belahketupat ABCD, dengan panjang AB = 5 cm, dan AC = 8 cm. Hitunglah panjang BD? PEKERJAAN RUMAH (PR) III Lampiran 4

KUNCI JAWABAN PR III
Diketahui: Belahketupat ABCD AB = 5 cm AC = 8 cm Ditanya: panjang BD? Jawab: OC = 2 1 AC = 2 1 x 8 = 4 cm OB2 = AB2 – OC2 = 52 - 42 = 25 – 16 = 9 OB = 3 cm BD = 2 x OB = 2 x 3 = 6 cm Jadi panjang BD adalah 6 cm. B A

D C O DAFTAR NAMA SISWA KELAS VII C (KELAS UJI COBA) Nomor Nama Kode Urut Induk 1 7758 Aji Mulyana Elmin U-01 2 7759 Akhmad Yani U-02 3 7760 Anggita Lestari U-03 4 7761 Dewi Maryam U-04 5 7762 Dwiki Dirga Fiadi U-05 6 7763 Eka Ispartono U-06 7 7764 Elisah Murningsih U-07 8 7765 Fajarul Huda. P U-08 9 7766 Fauzan Khaerul Umam U-09 10 7767 Heni Anggraeni U-10 11 7768 Imam Fauzi U-11 12 7769 Ita Wijayanti U-12 13 7770 Khamida Lastunnisa U-13 14 7771 Laila Alfiani U-14 15 7772 M. Rizki Wintoro U-15 16 7773 Melisa Mei Zahro U-16 17 7774 Mochamad Anwar Maulana U-17 18 7775 Moh. Muhaemin U-18 19 7776 Muhamad Khafidun Mujahidin U-19 20 7777 Mohamad Rizan Arfiani U-20 21 7778 Nanda Rachiemal. A U-21 22 7779 Nira Yulianti U-22 23 7780 Nofia Zaenmi U-23 24 7781 Nur Baiti U-24 25 7782 Nurhaeni U-25 26 7783 Pandu Aji Nugroho U-26 27 7784 Reishinta Nurul Apriliyani U-27 28 7785 Retno Fitriana U-28

29 7786 Riyan Irawan U-29 30 7787 Rizki Nurul Kiyah U-30 31 7788 Rizki Saputra. F U-31 32 7789 Rizki Ani Ismaya U-32 33 7790 Rizqi Nurul Awaliyah U-33 34 7791 Sinta Yuliasari U-34 35 7792 Siti Aropah U-35 36 7793 Siti Muamalah U-36 37 7794 Siti Nur Amaliyah U-37 38 7795 Sri Ambarwati U-38 39 7796 Taufik Humam U-39 40 7797 Yasir Valdi Cita Putra U-40 Lampiran 5 DAFTAR NAMA SISWA KELAS VII A (KELAS EKSPERIMEN) Nomor Nama Kode Urut Induk 1 7678 Ade Santoso E-01 2 7679 Aditya Nugroho E-02 3 7680 Akhmad Bain T E-03 4 7681 Buchori Muslim E-04 5 7682 Brillian Uyuni E-05 6 7683 Dwi Tirta E-06 7 7684 Gilang Flouta E-07 8 7685 Gifli Y.H E-08 9 7686 Imroatul Farqoh E-09 10 7687 Jefry Aditya Permana E-10 11 7688 Joni Prastiyo E-11 12 7689 Koko Hardiyanto E-12 13 7690 Lucky Wardana E-13 14 7691 Lu'ni Maulana E-14 15 7692 M. Abdul Karim E-15 16 7693 M. Arif Rivan E-16 17 7694 Mei Supriatin E-17 18 7695 M. Talkhis E-18

19 7696 Much. Adin Ropi E-19 20 7697 Ni'am Zuhri Azizi E-20 21 7698 Nur Fiqoh Awaliyah E-21 22 7699 Nur Khalimah E-22 23 7700 Nurul Baeti Al Shari E-23 24 7701 Pradhita R E-24 25 7702 Reza Matsir E-25 26 7703 Risa Putri Verdiana E-26 27 7704 Rizka Ayu Melykhatun E-27 28 7705 Rizky Maulana N E-28 29 7706 Rahmi Maysari E-29 30 7707 Sidik Maulana E-30 31 7708 Siti Fatiyah E-31 32 7709 Siti Khusniyatun E-32 33 7710 Suci Nur Aulia E-33 34 7711 Swietenin Melia S E-34 35 7712 Titin Nisfahuni E-35 36 7713 Umi Latifah E-36 37 7714 Yudistira Mahimsa E-37 38 7715 Yulina Ika E-38 39 7716 Yuyun Kurniasih E-39 40 7717 Zuhdi Fajriyanto E-40 Lampiran 6 DAFTAR NAMA SISWA KELAS VII B (KELAS KONTROL) Nomor Nama Kode Urut Induk 1 7718 Aedhoh Salim Assaiq K-01 2 7719 Andry Budi Yanto K-02 3 7720 Asy Ari Yanto K-03 4 7721 Cahaya Ningsih K-04 5 7722 Deananda Pranawesti K-05 6 7723 Desy Putri R K-06 7 7724 Dewi Putri Lestari K-07 8 7725 Dian Opiyani K-08

9 7726 Dwima Ayu Asmara K-09 10 7727 Endang Yuliani K-10 11 7728 Endi Haryanto K-11 12 7729 Eva Finarsih K-12 13 7730 Faiz Tri Widyarso K-13 14 7731 Findah Nahdiah Putri K-14 15 7732 Ginza Rahayu N K-15 16 7733 Ismi Nur Farida K-16 17 7734 Khaerul Kahfi K-17 18 7735 Khamid Jizfin K-18 19 7736 M. Aji Turhamun K-19 20 7737 Mentari S K-20 21 7738 M. Iskandar Pato K-21 22 7739 Moh. Zedni K-22 23 7740 M. Aziz Samsul Arifin K-23 24 7741 M. Fadilah Ardan K-24 25 7742 Neli Dwi Septi A K-25 26 7743 Novanto Lucky K-26 27 7744 Nur Inayah K-27 28 7745 Nurul Aisyah K-28 29 7746 Panji P.N K-29 30 7747 Reza Ulfiana Rozagni K-30 31 7748 Riska Fitrah Erianti K-31 32 7749 Sobiq Rijal A K-32 33 7750 Setyo Wibisono K-33 34 7751 Siti Kolipah K-34 35 7752 Teguh Arfianto K-35 36 7753 Tri Diah Ariliani K-36 37 7754 Tri Murni Widiyaningsih K-37 38 7755 Tria Yuniasti K-38 39 7756 Tyas Meita Rahmawati K-39 40 7757 Zakiyatul Muhamadiyah K-40 Lampiran 6 DATA NILAI RAPORT KELAS EKSPERIMEN DAN KONTROL

Eksperimen Kontrol No Kode Nilai No Kode Nilai 1 E-01 66.00 1 K-01 76.00 2 E-02 66.00 2 K-02 60.00 3 E-03 72.00 3 K-03 79.00 4 E-04 76.00 4 K-04 62.00 5 E-05 69.00 5 K-05 74.00 6 E-06 63.00 6 K-06 62.00 7 E-07 75.00 7 K-07 60.00 8 E-08 70.00 8 K-08 56.00 9 E-09 66.00 9 K-09 62.00 10 E-10 60.00 10 K-10 70.00 11 E-11 65.00 11 K-11 79.00 12 E-12 59.00 12 K-12 74.00 13 E-13 61.00 13 K-13 74.00 14 E-14 71.00 14 K-14 66.00 15 E-15 69.00 15 K-15 70.00 16 E-16 68.00 16 K-16 65.00 17 E-17 63.00 17 K-17 74.00 18 E-18 73.00 18 K-18 74.00 19 E-19 56.00 19 K-19 76.00 20 E-20 72.00 20 K-20 75.00 21 E-21 68.00 21 K-21 62.00 22 E-22 74.00 22 K-22 69.00 23 E-23 69.00 23 K-23 78.00 24 E-24 60.00 24 K-24 65.00 25 E-25 79.00 25 K-25 67.00 26 E-26 79.00 26 K-26 76.00 27 E-27 63.00 27 K-27 73.00 28 E-28 80.00 28 K-28 79.00 29 E-29 77.00 29 K-29 67.00 30 E-30 79.00 30 K-30 65.00 31 E-31 64.00 31 K-31 68.00 32 E-32 82.00 32 K-32 66.00 33 E-33 68.00 33 K-33 78.00 34 E-34 70.00 34 K-34 76.00 35 E-35 80.00 35 K-35 70.00 36 E-36 72.00 36 K-36 73.00 37 E-37 68.00 37 K-37 76.00 38 E-38 81.00 38 K-38 60.00

39 E-39 82.00 39 K-39 70.00 40 E-40 64.00 40 K-40 60.00 S = 2799.00 S = 2786.00 n1 = 40 n2 = 40

x = 69.98 x = 69.65
s1
2= 2=

48.9481 s2 42.3359

s1 = 6.996 s2 = 6.507

Lampiran 7 Lampiran 8 UJI NORMALITAS DATA NILAI RAPORT KELAS EKSPERIMEN Hipotesis Ho : Data berdistribusi normal Ha : Data tidak berdistribusi normal Pengujian Hipotesis Rumus yang digunakan: Kriteria yang digunakan Ho diterima jika 2 2
tabel

x<x

Pengujian Hipotesis Data dibuat dalam daftar distribusi frekuensi terlebih dahulu Nilai maksimal = 82.00 Nilai minimal = 56.00 Rentang = 26.00 Banyak kelas = 6 Panjang kelas = 4.33 Kelas Interval xi fi fixi xi
2 fi xi 2

56.00 - 60.00 58.00 4 232 3364 13456 61.00 - 65.00 63.00 7 441 3969 27783 66.00 - 70.00 68.00 12 816 4624 55488 71.00 - 75.00 73.00 7 511 5329 37303

76.00 - 80.00 78.00 7 546 6084 42588 81.00 - 85.00 83.00 3 249 6889 20667 Jumlah 40 2799 23370 197285

( ) Σ=
− =
k i1 2 2 i i

Oi

E

χE
Lampiran 8 Mencari rata-rata: 69.98 40 2799 = = = n fx x ii Mencari standar deviasi:

Σ

()
() () ()
6.996 40 40 1 40 197285 2795

1
2 22

= − ×− = − − =

ΣΣ

nn nfxfx s iiii Kelas Interval Batas (Oi-Ei)² Kelas Z untuk batas kls. Peluang untuk Z Luas Kls. Untuk Z Ei Oi Ei 56.00 - 60.00 55.50 -2.07 0.4807 0.0685 2.7419 4 0.577 61.00 - 65.00 60.50 -1.35 0.4122 0.1734 6.9354 7 0.001 66.00 - 70.00 65.50 -0.64 0.2388 0.2687 10.7480 12 0.146 71.00 - 75.00 70.50 0.08 0.0299 0.2552 10.2097 7 1.009 76.00 - 80.00 75.50 0.79 0.2851 0.1486 5.9443 7 0.187 81.00 - 85.00 80.50 1.50 0.4338 0.0530 2.1200 3 0.365 85.50 2.22 0.4868 x² = 2.2855

( ) Σ=
− =
k

ii ii hirung

E

XOE
1 2 2

= 2.2855

Nilai X 2hirung dikonsultasikan dengan X 2tabel dengan α = 5% dan k = 6. maka dk = 6 – 3 = 3, diperoleh (0.95;3) X = 7.81 Karena X 2hirung < X 2tabel , maka Ho diterima. Kesimpulannya data berdistribusi normal. Lampiran 8 UJI NORMALITAS DATA NILAI RAPORT KELAS KONTROL Hipotesis Ho : Data berdistribusi normal Ha : Data tidak berdistribusi normal Pengujian Hipotesis Rumus yang digunakan: Kriteria yang digunakan Ho diterima jika 2 2
tabel

x<x

Pengujian Hipotesis Data dibuat dalam daftar distribusi frekuensi terlebih dahulu Nilai maksimal = 79.00 Nilai minimal = 56.00 Rentang = 23.00 Banyak kelas = 6 Panjang kelas = 3.83 Kelas Interval xi fi fixi xi
2 fi xi 2

55.00 - 59.00 57.00 1 57 3249 3249 60.00 - 64.00 62.00 8 496 3844 30752 65.00 - 69.00 67.00 9 603 4489 40401 70.00 - 74.00 72.00 11 792 5184 57024

75.00 - 79.00 77.00 11 847 5929 65219 80.00 - 84.00 82.00 0 0 6724 0 Jumlah 40 2786 22695 196645

( ) Σ=
− =
k i1 2 2 i i

Oi

E

χE
Lampiran 8 Mencari rata-rata: 69.65 40 2789 = = = n fx x ii Mencari standar deviasi:

Σ

()
() () ()
6.507 40 40 1 40 197285 2795

1
2 22

= − ×− = − − =

ΣΣ

nn nfxfx s iiii Kelas Interval Batas (Oi-Ei)² Kelas Z untuk batas kls. Peluang untuk Z Luas Kls. Untuk Z Ei Oi Ei 55.00 - 59.00 54.50 -2.33 0.4901 0.0494 1.9776 1 0.4833 60.00 - 64.00 59.50 -1.56 0.4406 0.1549 6.1976 8 0.5242 65.00 - 69.00 64.50 -0.79 0.2857 0.2765 11.0591 9 0.3834 70.00 - 74.00 69.50 -0.02 0.0092 0.2812 11.2472 11 0.0054 75.00 - 79.00 74.50 0.75 0.2720 0.1630 6.5193 11 3.0795 80.00 - 84.00 79.50 1.51 0.4350 0.0538 2.1519 0 2.1519 84.50 2.28 0.4888 x² = 6.6276

( ) Σ=
− =
k

ii ii hirung

E

XOE
1 2 2

= 6.6276

Nilai X 2hirung dikonsultasikan dengan X 2tabel dengan α = 5% dan k = 6. maka dk = 6 – 3 = 3, diperoleh (0.95;3) X = 7.81 Karena X 2hirung < X 2tabel , maka Ho diterima. Kesimpulannya data berdistribusi normal. Lampiran 9 UJI KESAMAAN DUA VARIANS (HOMOGENITAS) DATA NILAI TES PEMAHAMAN KONSEP ANTARA KELAS EKSPERIMEN DAN KELAS KONTROL Hipotesis Ho : σ2
1= 2

σ2

Ha : σ2
1≠ 2

σ2

Uji Hipotesis Untuk menguji hipotesis digunakan rumus: iansterkecil F Varians terbesar var = Kriteria Ho diterima apabila F < Ftabel Dengan Ftabel = F1/2 α Dari data diperoleh: Sumber variasi Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol Jumlah 302 274.6 n 40 40 x 7.55 6.87 Varians (s2) 1.4969 1.4182
(n1-1, n2-1)

Standart deviasi (s) 1.22 1.19 Berdasarkan rumus diperoleh: F = 1.0555 1.4182 1.4969 = F(0.025)(39;39) = 1.89 Karena Fhitung < Ftabel, maka Ho diterima, artinya kedua kelompok sampel itu berasal dari populasi yang sama (homogen). UJI KESAMAAN DUA RATA-RATA DATA NILAI RAPORT ANTARA KELAS EKSPERIMEN DAN KELAS KONTROL Hipotesis Ho : μ1 = μ2 Ha : μ1 ≠ μ2 Uji Hipotesis Untuk menguji hipotesis digunakan rumus: Dimana Kriteria Ho diterima jika –ttabel < t < ttabel dengan ttabel = t(1-1/2α Dari data diperoleh: Sumber variasi Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol Jumlah 2799 2786 n 40 40 x 69.98 69.65 Varians (s2) 48.9481 42.3359 Standart deviasi (s) 7.00 6.36 Berdasarkan rumus di atas diperoleh Dengan dk = 40 + 40 – 2 = 78 diperoleh t(0.95;78) =1.99 Karena -1.99 < 0.215 < 1.99 maka Ho diterima, artinya rata-rata nilai raport kelas eksperimen dan kontrol sama.
12

)(n1+n2-2)

n

1 n

s1 t x1 x 2 + − =

()()

nn2 sn1n1
12 2 22 2 11

+− −+− = ss

()()
6.75589 40 40 2 s 40 1 48.9481 40 1 42.3359 = +− −+− = 0.215 40 1 40 6.75589 1 t 69.98 69.65 = + − = Lampiran 10 KISI-KISI SOAL TES UJI COBA Satuan pendidikan : SMP Negeri 1 Balapulang Mata Pelajaran : Matematika

Alokasi Waktu : 90 menit Jumlah soal : 30 Butir Soal Bentuk Soal : Pilihan Ganda No Kompetensi yang diujikan Materi Indikator No Soal Bentuk Soal 1. Menggunakan sifat-sifat bangun datar 1. Menemukan sifat dan menghitung besaran-besaran jajargenjang. 1. Peserta didik dapat menuliskan definisi jajargenjang. 2. Peserta didik dapat menyebutkan sifat-sifat jajargenjang. 3. Peserta didik dapat menentukan rumus luas daerah jajargenjang. 4. Peserta didik dapat menghitung luas daerah jajargenjang jika diketahui alas dan tingginya. 5. Peserta didik dapat menghitung tinggi jajargenjang jika diketahui 1 2 3 4, 5, 6 7 Pilihan Ganda Lampiran 11 luas dan alas. 6. Peserta didik dapat menerapkan konsep luas daerah jajargenjang dalam kehidupan sehari-hari.

8 2. Menemukan sifat dan menghitung besaran-besaran persegi panjang. 1. Peserta didik dapat menyebutkan sifat-sifat persegi panjang. 2. Peserta didik dapat menentukan panjang persegi panjang jika diketahui panjang diagonal dan panjang salah satu sisi. 3. Peserta didik dapat menghitung luas daerah persegi panjang jika diketahui panjang dan lebar. 4. Peserta didik dapat menentukan panjang persegi panjang jika diketahui keliling dan lebarnya. 5. Peserta didik dapat menghitung luas daerah persegi panjang jika diketahui keliling dan lebar. 6. Peserta didik dapat menghitung luas daerah persegi panjang jika 9 12 10, 13 11 14 15 diketahui keliling dan panjang. 7. Peserta didik dapat menghitung panjang sisi persegi panjang jika diketahui luas dan perbandingan panjang dan lebar. 16 3. Menemukan sifat dan menghitung besaran-besaran belahketupat.

1. Peserta didik dapat menyebutkan sifat-sifat belahketupat. 2. Peserta didik dapat menghitung setengah diagonal yang diketahui. 3. Peserta didik dapat menghitung luas belahketupat jika diketahui panjang diagonal-diagonalnya. 4. Peserta didik dapat menghitung panjang diagonal belahketupat jika diketahui luas dan salah satu panjang diagonal lainnya. 5. Peserta didik dapat menghitung panjang diagonal belahketupat jika diketahui panjang salah satu sisi dan panjang diagonal yang lain. 17 18 19 20 21 4. Menemukan sifat dan menghitung besaran-besaran persegi. 1. Peserta didik dapat menyebutkan 22, 23, 24 sifat-sifat persegi. 2. Peserta didik dapat menghitung panjang sisi jika salah satu sisi dalam bentuk persamaan. 3. Peserta didik dapat menentukan panjang sisi persegi jika diketahui keliling. 4. Peserta didik dapat menghitung luas daerah persegi jika diketahui panjang sisi. 5. Peserta didik dapat menghitung

luas daerah persegi jika diketahui keliling. 6. Peserta didik dapat menghitung panjang diagonal persegi jika diketahui luasnya. 7. Peserta didik dapat menerapkan konsep keliling persegi dalam kehidupan sehari-hari. 25 26 27 28 29 30 SOAL TES UJI COBA Mata Pelajaran : Matematika Alokasi Waktu : 90 Menit Jumlah Soal : 30 Buah Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dan benar dengan cara memberi tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d pada soal di bawah ini! 1. Jajargenjang adalah ….. a. Segiempat yang sisi-sisi sepasang-sepasang sejajar. b. Segiempat yang semua sisinya sama panjang. c. Segiempat yang satu sudutnya siku-siku. d. Segiempat yang sudut-sudut alasnya sama besar dan sisi-sisi yang berhadapan sama panjang. 2. Diketahui pernyataan-pernyataan sebagai berikut. A. Sisi sisi yang berhadapan sejajar dan sama panjang. B. Diagonal-diagonalnya sama panjang. C. Sudut yang berhadapan sama besar. D. Keempat sudutnya merupakan sudut siku-siku. Dari pernyataan-pernyataan tersebut yang merupakan sifat jajargenjang adalah ….. a. A dan B c. B dan C

b. A dan C d. A dan D 3. Diketahui jajargenjang dengan alas a, tinggi t dan luasnya L, maka rumus luas daerah jajargenjang adalah ….. a. L = a x t c. L = 2 1 (d x d) b. L = 2 1 (a x t) d. L = 2 (a x t) Lampiran 12 4. Luas jajargenjang ABCD disamping adalah... a. 2 1 x AB x CE c. AB x CE b. 2 1 x AE x CE d. AE x CE 5. Luas jajargenjang di samping adalah…… a. 144 cm2 c. 414 cm2 b. 441 cm2 d. 44 cm2 6. Luas daerah jajargenjang pada gambar di samping adalah…… a. 24 cm2 c. 36 cm2 b. 32 cm2 d. 40 cm2 7. Diketahui luas daerah jajargenjang adalah 30 cm2 dan ukuran alasnya 6 cm. Maka ukuran tinggi jajargenjang itu adalah…… a. 6 cm c. 4 cm b. 5 cm d. 8 cm 8. Sebuah taman bunga berbentuk jajargenjang seperti gambar disamping. Jika waktu yang diperlukan untuk menanam bunga setiap 1 m2 adalah 1 jam, maka waktu yang diperlukan untuk menanam bunga pada taman tersebut adalah……

a. 48 jam c. 32 jam b. 40 jam d. 60 jam 9. Di antara pernyataan-pernyataan berikut ini yang bukan sifat-sifat persegi panjang adalah…… a. Diagonal-diagonalnya tidak sama panjang. b. Sisi-sisi yang berhadapan sama panjang. c. Semua sudutnya sama besar. B DC AE
8 cm 5 cm 4 cm

B DC AE
12 cm

A 12 cm DC EB
8 cm 5 cm 4 cm

AB DC E d. Keempat sudutnya merupakan sudut siku-siku. 10. Luas daerah persegi panjang dengan panjang 5 kaki dan lebar 2 kaki adalah…… a. 5 kaki2 c. 20 kaki2 b. 10 kaki2 d. 25 kaki2 11. Keliling suatu persegi panjang adalah 62 cm. Jika ukuran lebarnya 11 cm, maka ukuran panjang persegi panjang itu adalah…… a. 40 cm c. 53 cm b. 20 cm d. 21 cm 12. Panjang diagonal suatu persegi panjang 29 cm dan panjang salah satu sisinya

20 cm. Panjang sisi yang lain adalah…… a. 15 cm c. 20 cm b. 21 cm d. 25 cm 13. Dipunyai persegi panjang ABCD. Ukuran AB = 10 cm, AD = 5 cm, CE = 3 cm dan GC = 4 cm. Luas daerah yang diarsir pada gambar di bawah ini adalah…… a. 38 cm2 c. 12 cm2 b. 50 cm2 d. 62 cm2 a. 14. Jika suatu persegi panjang mempunyai ukuran kelilingnya = 20 cm dan ukuran lebar = 3 cm, maka luasnya adalah…… a. 15 cm2 c. 20 cm2 b. 21 cm2 d. 60 cm2 15. Jika suatu persegi panjang mempunyai ukuran panjang = 10 cm dan ukuran keliling = 30 cm. Maka luas daerah persegi panjang tersebut adalah….. a. 50 cm2 c. 30 cm2 b. 40 cm2 d. 45 cm2 AB DGC FE 16. Jika luas daerah persegi panjang adalah 48 cm2 dan perbandingan lebar dan panjangnya adalah 1 : 3, berapakah panjang persegi panjang tersebut? a. 4 cm c. 6 cm b. 8 cm d. 12 cm 17. Pernyataan di bawah ini merupakan sifat-sifat bangun segiempat. A. Semua sisinya sama panjang. B. Diagonal-diagonalnya saling membagi dua sama panjang dan saling berpotongan tegak lurus. C. Kedua diagonalnya merupakan sumbu simetri. Pernyataan di atas yang merupakan sifat-sifat belah ketupat adalah….. a. A ,B, dan C b. A dan B c. B dan C d. A dan C

18. Perhatikan belah ketupat ABCD di samping. ABCD adalah belah ketupat dengan panjang diagonal AC = 20 cm, dan diagonal BD = 16 cm. maka panjang OA adalah….. a. 10 cm c. 8 cm b. 20 cm d. 16 cm 19. Luas belah ketupat yang panjang diagonal-diagonalnya 15 cm dan 10 cm adalah….. a. 60 cm2 c. 25 cm2 b. 75 cm2 d. 150 cm2 20. Luas sebuah belah ketupat adalah 216 cm2 dan panjang salah satu diagonalnya 18 cm. Panjang diagonal yang lain adalah….. a. 48 cm c. 16 cm b. 24 cm d. 12 cm B A D C O 21. Pada belah ketupat KLMN di samping, KL = 5 cm, dan KM = 8 cm. Maka panjang NL adalah….. a. 12 cm c. 6 cm b. 10 cm d. 5 cm 22. Di antara pernyataan-pernyataan berikut ini yang bukan sifat-sifat persegi adalah ….. a. Sisi-sisinya sama panjang dan sisi yang berhadapan sejajar. b. Diagonal-diagonalnya tidak sama panjang. c. Diagonal-diagonalnya berpotongan dan membagi dua sama panjang. d. Diagonal-diagonalnya berpotongan membentuk sudut siku-siku. 23. Benda-benda di bawah ini yang berbentuk persegi adalah ….. a. Gabus dengan ukuran 20 cm x 30 cm. b. Buku paket matematika dengan ukuran 20 cm x 15 cm. c. Buku tulis dengan ukuran 15 cm x 10 cm.

d. Dompet berukuran 10 cm x 10 cm. 24. Dari gambar persegi ABCD di samping, pernyataan yang benar, kecuali….. a. AB=BC=CD=AD c. OA=OC=OB=OD b. AC=BD d. BC=BD 25. Pada persegi ABCD diketahui sisi AB = 12 cm jika panjang sisi AD = (x +4) cm, nilai x adalah…… a. 10 cm c. 6 cm b. 8 cm d. 4 cm 26. Jika keliling suatu persegi adalah 60 cm, maka ukuran sisinya adalah….. a. 15 cm c. 30 cm b. 20 cm d. 12 cm L K N M O O DC AB 27. Luas daerah persegi yang mempunyai ukuran panjang sisi 10 cm adalah….. a. 20 cm2 c. 100 cm2 b. 40 cm2 d. 1 m2 28. Jika keliling suatu persegi adalah 80 cm, maka luas daerah persegi tersebut adalah…… a. 200 cm2 c. 400 cm2 b. 300 cm d. 800 cm2 29. Luas suatu daerah persegi adalah 64 cm2. Panjang diagonalnya adalah…… a. 8 cm c. 16 cm b. 16 2cm d. 8 2 cm 30. Sebuah kotak tutupnya berbentuk persegi. Pada tepi tutup itu dililitkan pita. Jika ukuran sisi tutup tersebut 25 cm, maka panjang pita yang dipakai adalah…… a. 1 m c. 2 m

b. 1, 5 m d. 0,5 m KUNCI JAWABAN SOAL TES UJI COBA Mata Pelajaran : Matematika Jumlah Soal : 30 butir soal Alokasi Waktu : 90 menit 1. A 16. D 2. B 17. A 3. A 18. A 4. C 19. B 5. A 20. B 6. B 21. C 7. B 22. B 8. C 23. D 9. A 24. D 10. B 25. B 11. B 26. A 12. B 27. C 13. A 28. C 14. B 29. D 15. A 30. A Lampiran 13 CONTOH PERHITUNGAN VALIDITAS Rumus Keterangan: Mp : rata-rata skor total yang menjawab benar pada butir soal Mt : rata-rata skor total St : standart deviasi skor total p : proporsi peserta didik yang menjawab benar pada setiap butir soal q : proporsi peserta didik yang menjawab salah pada setiap butir soal Kriteria Apabila rpbis > rtabel, maka butir soal valid.

Perhitungan Contoh penghitungan validitas butir soal 1:
No Kode Butir soal no 1 (X) Skor Total (Y) Y2 XY 1 U-22 1 25 625 25 2 U-14 1 26 676 26 3 U-28 1 25 625 25 4 U-32 1 25 625 25 5 U-37 1 25 625 25 6 U-33 1 25 625 25 7 U-40 1 24 576 24 8 U-13 1 24 576 24 9 U-7 0 23 529 0 10 U-2 1 23 529 23 11 U-23 1 23 529 23 12 U-25 1 23 529 23 13 U-31 0 23 529 0 14 U-4 1 22 484 22 15 U-30 1 22 484 22 16 U-12 0 21 441 0 17 U-20 0 21 441 0 18 U-26 0 21 441 0 19 U-17 1 21 441 21 20 U-1 1 20 400 20 21 U-10 0 20 400 0 22 U-34 0 20 400 0 23 U-36 1 20 400 20

q p S MM r
t pt pbis

− =

Lampiran 15
24 U-5 0 19 361 0 25 U-8 0 19 361 0 26 U-11 0 19 361 0 27 U-39 0 19 361 0 28 U-3 1 18 324 18 29 U-9 0 16 256 0 30 U-21 0 15 225 0 31 U-29 0 13 169 0 32 U-18 0 12 144 0 33 U-15 0 11 121 0 34 U-24 0 10 100 0 35 U-38 1 10 100 10 36 U-16 0 9 81 0 37 U-19 1 8 64 8 38 U-27 0 8 64 0 39 U-35 1 8 64 8 40 U-6 1 4 16 4 Jumlah 21 740 15102 421

Berdasarkan tabel di atas diperoleh data sebagai berikut. 20.05 21 421 1 1 == = Banyaknya peserta didik yang menjawabbenar pada no M Jumlah skor total yang menjawabbenar pada no p 18.50 40 = 740 = = Banyaknya peserta didik M Jumlah skor total t 0.53

40 21 1 == = Banyaknya peserta didik p Jumlah skor yang menjawabbenar pada no q = 1 – p = 1 – 0.53 = 0.48

()
0.400 0.85 0.53 5.94 20.05 18.50 5.94 40 40 15102 740
2

= − = = − =
p bis t

r S Pada a = 5% dengan n = 40 diperoleh r tabel = 0.312 Karena rpbis > rtabel, maka soal no 1 valid. PERHITUNGAN RELIABILITAS SOAL Rumus Keterangan:

k : banyaknya butir soal

Σ

pq : jumlah dari pq

S2 : varians total Kriteria Apabila r11 > r
tabel,

maka instrumen tersebut reliabel.

Berdasarkan tabel pada analisis ujicoba diperoleh:

Σ

pq = p1q1 + p2q2 + p3q3 + … + p40q40

= 0.2494 + 0.2400 + 0.2194 + … + 0.25 = 5.7000 35.3000 40 40 15102 (740)
2 2

=

− S= 0.863 35.3000 35.3000 5.7000 35 1 35
11

= ⎟⎠ ⎞ ⎜⎝ ⎛− ⎟ ⎟⎠ ⎞ ⎜ ⎜⎝ ⎛ −

r= Pada a = 5% dengan n = 40 diperoleh r tabel = 0.312 Karena r11 > r ⎟ ⎟⎠ ⎞ ⎜ ⎜⎝ ⎛−Σ ⎟⎠ ⎞ ⎜⎝ =⎛
2 11 2

tabel,

maka dapat disimpulkan bahwa instrumen

tersebut reliabel.

S

S pq k -1 rk Lampiran 16 PERHITUNGAN TINGKAT KESUKARAN SOAL Rumus Keterangan: P : tingkat kesukaran soal B : banyaknya siswa yang menjawab benar JS : jumlah peserta tes Kriteria Interval IK Kriteria 0.00 < P < 0.30 Sukar 0.30 < P < 0.70 Sedang 0.70 < P < 1.00 Mudah Untuk butir soal no 1 Dari lampiran diperoleh data sebagai berikut. B =Σx = 6 JS = N = 40 Berdasarkan rumus yang telah dijelaskan pada bab III, dapat

dihitung taraf kesukaran soal sebagai berikut. 0.53 40 = 21 = = JS PB Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, maka soal no 1 termasuk soal dengan klasifikasi sedang. JS P=B Lampiran 17 PERHITUNGAN DAYA PEMBEDA SOAL Rumus
B B A A

J B J D= B − Keterangan: D : daya pembeda JA : banyaknya peserta kelompok atas JB : banyaknya peserta kelompok bawah BA : banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab benar BB : banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab benar Kriteria Interval DP Kriteria 0.00 < DP < 0.20 Jelek 0.20 < DP < 0.40 Cukup 0.40 < DP < 0.70 Baik

0.70 < DP < 1.00 Sangat Baik Untuk soal no 1
Kelompok Atas Kelompok Bawah No Kode Skor No Kode Skor 1 U-22 1 1 U-10 0 2 U-14 1 2 U-34 0 3 U-28 1 3 U-36 1 4 U-32 1 4 U-5 0 5 U-37 1 5 U-8 0 6 U-33 1 6 U-11 0 7 U-40 1 7 U-39 0 8 U-13 1 8 U-3 1 9 U-7 0 9 U-9 0 10 U-2 1 10 U-21 0 11 U-23 1 11 U-29 0 12 U-25 1 12 U-18 0 13 U-31 0 13 U-15 0 14 U-4 1 14 U-24 0 15 U-30 1 15 U-38 1 16 U-12 0 16 U-16 0 17 U-20 0 17 U-19 1 18 U-26 0 18 U-27 0 19 U-17 1 19 U-35 1 20 U-1 1 20 U-6 1 Jumlah 15 Jumlah 6

Lampiran 18 Untuk soal no 1, diperoleh data sebagai berikut. Ba = 15 Ja = 20 Bb = 6 Jb = 20 Berdasarkan rumus yang telah dijelaskan pada bab III, dapat dihitung taraf kesukaran soal sebagai berikut. 0.45 20 6

20 15 = =− =−
B B A A

J B J DB Berdasarkan kriteria, maka soal no 1 mempunyai daya pembeda baik. KISI-KISI SOAL TES UJI COBA Satuan pendidikan : SMP Negeri 1 Balapulang Mata Pelajaran : Matematika Alokasi Waktu : 75 menit Jumlah soal : 25 Butir Soal Bentuk Soal : Pilihan Ganda No Kompetensi yang diujikan Materi Indikator No Soal Bentuk Soal 1. Menggunakan sifat-sifat bangun datar 1. Menemukan sifat dan menghitung besaran-besaran jajargenjang. 1. Peserta didik dapat menuliskan definisi jajargenjang. 2. Peserta didik dapat menyebutkan sifat-sifat jajargenjang. 3. Peserta didik dapat menentukan rumus luas daerah jajargenjang.

4. Peserta didik dapat menghitung luas daerah jajargenjang jika diketahui alas dan tingginya. 5. Peserta didik dapat menghitung tinggi jajargenjang jika diketahui 1 2 3 4 5 Pilihan Ganda Lampiran 19 luas dan alas. 6. Peserta didik dapat menerapkan konsep luas daerah jajargenjang dalam kehidupan sehari-hari. 6 2. Menemukan sifat dan menghitung besaran-besaran persegi panjang. 1. Peserta didik dapat menyebutkan sifat-sifat persegi panjang. 2. Peserta didik dapat menghitung luas daerah persegi panjang jika diketahui panjang dan lebar. 3. Peserta didik dapat menentukan panjang persegi panjang jika diketahui keliling dan lebarnya. 4. Peserta didik dapat menghitung luas daerah persegi panjang jika diketahui keliling dan lebar. 5. Peserta didik dapat menghitung luas daerah persegi panjang jika diketahui keliling dan panjang.

6. Peserta didik dapat menghitung panjang sisi persegi panjang jika diketahui luas dan perbandingan 7 8, 10 9 11 12 13 panjang dan lebar. 3. Menemukan sifat dan menghitung besaran-besaran belahketupat. 1. Peserta didik dapat menyebutkan sifat-sifat belahketupat. 2. Peserta didik dapat menghitung setengah diagonal yang diketahui. 3. Peserta didik dapat menghitung luas belahketupat jika diketahui panjang diagonal-diagonalnya. 4. Peserta didik dapat menghitung panjang diagonal belahketupat jika diketahui luas dan salah satu panjang diagonal lainnya. 14 15 16 17 4. Menemukan sifat dan menghitung besaran-besaran persegi. 1. Peserta didik dapat menyebutkan sifat-sifat persegi. 2. Peserta didik dapat menghitung panjang sisi jika salah satu sisi dalam bentuk persamaan.

3. Peserta didik dapat menentukan panjang sisi persegi jika diketahui keliling. 4. Peserta didik dapat menghitung 18, 19, 20 21 22 23 luas daerah persegi jika diketahui panjang sisi. 5. Peserta didik dapat menghitung luas daerah persegi jika diketahui keliling. 6. Peserta didik dapat menerapkan konsep keliling persegi dalam kehidupan sehari-hari. 24 25 SOAL TES Mata Pelajaran : Matematika Alokasi Waktu : 75 Menit Jumlah Soal : 25 Buah Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dan benar dengan cara memberi tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d pada soal di bawah ini! 1. Jajargenjang adalah ….. a. Segiempat yang sisi-sisi sepasang-sepasang sejajar. b. Segiempat yang semua sisinya sama panjang. c. Segiempat yang satu sudutnya siku-siku. d. Segiempat yang sudut-sudut alasnya sama besar dan sisi-sisi yang berhadapan sama panjang. 2. Diketahui pernyataan-pernyataan sebagai berikut. A. Sisi sisi yang berhadapan sejajar dan sama panjang. B. Diagonal-diagonalnya sama panjang. C. Sudut yang berhadapan sama besar.

D. Keempat sudutnya merupakan sudut siku-siku. Dari pernyataan-pernyataan tersebut yang merupakan sifat jajargenjang adalah ….. a. A dan B c. B dan C b. A dan C d. A dan D 3. Diketahui jajargenjang dengan alas a, tinggi t dan luasnya L, maka rumus luas daerah jajargenjang adalah ….. a. L = a x t c. L = 2 1 (d x d) b. L = 2 1 (a x t) d. L = 2 (a x t) 4. Luas jajargenjang di samping adalah…… a. 144 cm2 c. 414 cm2 b. 441 cm2 d. 44 cm2 5. Diketahui luas daerah jajargenjang adalah 30 cm2 dan ukuran alasnya 6 cm. Maka ukuran tinggi jajargenjang itu adalah…… a. 6 cm c. 4 cm b. 5 cm d. 8 cm 6. Sebuah taman bunga berbentuk jajargenjang seperti gambar disamping. Jika waktu yang diperlukan untuk menanam bunga setiap 1 m2 adalah 1 jam, maka waktu yang diperlukan untuk menanam bunga pada taman tersebut adalah…… a. 48 jam c. 32 jam b. 40 jam d. 60 jam 7. Di antara pernyataan-pernyataan berikut ini yang bukan sifat-sifat persegi panjang adalah…… a. Diagonal-diagonalnya tidak sama panjang. b. Sisi-sisi yang berhadapan sama panjang. c. Semua sudutnya sama besar. d. Keempat sudutnya merupakan sudut siku-siku.

8. Luas daerah persegi panjang dengan panjang 5 kaki dan lebar 2 kaki adalah…… a. 5 kaki2 c. 20 kaki2 b. 10 kaki2 d. 25 kaki2 9. Keliling suatu persegi panjang adalah 62 cm. Jika ukuran lebarnya 11 cm, maka ukuran panjang persegi panjang itu adalah…… a. 40 cm c. 53 cm b. 20 cm d. 21 cm
12 cm

A 12 cm DC EB
8 cm 5 cm 4 cm

AB DC E 10. Dipunyai persegi panjang ABCD. Ukuran AB = 10 cm, AD = 5 cm, CE = 3 cm dan GC = 4 cm. Luas daerah yang diarsir pada gambar di bawah ini adalah…… a. 38 cm2 c. 12 cm2 b. 50 cm2 d. 62 cm2 a. 11. Jika suatu persegi panjang mempunyai ukuran kelilingnya = 20 cm dan ukuran lebar = 3 cm, maka luasnya adalah…… a. 15 cm2 c. 20 cm2 b. 21 cm2 d. 60 cm2 12. Jika suatu persegi panjang mempunyai ukuran panjang = 10 cm dan ukuran keliling = 30 cm. Maka luas daerah persegi panjang tersebut adalah….. a. 50 cm2 c. 30 cm2 b. 40 cm2 d. 45 cm2 13. Jika luas daerah persegi panjang adalah 48 cm2 dan perbandingan lebar dan panjangnya adalah 1 : 3, berapakah panjang persegi panjang tersebut? a. 4 cm c. 6 cm

b. 8 cm d. 12 cm 14. Pernyataan di bawah ini merupakan sifat-sifat bangun segiempat. A. Semua sisinya sama panjang. B. Diagonal-diagonalnya saling membagi dua sama panjang dan saling berpotongan tegak lurus. C. Kedua diagonalnya merupakan sumbu simetri. Pernyataan di atas yang merupakan sifat-sifat belah ketupat adalah….. a. A ,B, dan C b. A dan B c. B dan C d. A dan C AB DGC FE 15. Perhatikan belah ketupat ABCD di samping. ABCD adalah belahketupat dengan panjang diagonal AC = 20 cm, dan diagonal BD = 16 cm. maka panjang OA adalah….. a. 10 cm c. 8 cm b. 20 cm d. 16 cm 16. Luas belahketupat yang panjang diagonal-diagonalnya 15 cm dan 10 cm adalah….. a. 60 cm2 c. 25 cm2 b. 75 cm2 d. 150 cm2 17. Luas sebuah belahketupat adalah 216 cm2 dan panjang salah satu diagonalnya 18 cm. Panjang diagonal yang lain adalah….. a. 48 cm c. 16 cm b. 24 cm d. 12 cm 18. Di antara pernyataan-pernyataan berikut ini yang bukan sifat-sifat persegi adalah ….. a. Sisi-sisinya sama panjang dan sisi yang berhadapan sejajar. b. Diagonal-diagonalnya tidak sama panjang. c. Diagonal-diagonalnya berpotongan dan membagi dua sama panjang. d. Diagonal-diagonalnya berpotongan membentuk sudut siku-siku.

19. Benda-benda di bawah ini yang berbentuk persegi adalah ….. a. Gabus dengan ukuran 20 cm x 30 cm. b. Buku paket matematika dengan ukuran 20 cm x 15 cm. c. Buku tulis dengan ukuran 15 cm x 10 cm. d. Dompet berukuran 10 cm x 10 cm. 20. Dari gambar persegi ABCD di samping, pernyataan yang benar, kecuali….. a. AB=BC=CD=AD c. OA=OC=OB=OD b. AC=BD d. BC=BD B A D C O O DC AB 21. Pada persegi ABCD diketahui sisi AB = 12 cm jika panjang sisi AD = (x +4) cm, nilai x adalah…… a. 10 cm c. 6 cm b. 8 cm d. 4 cm 22. Jika keliling suatu persegi adalah 60 cm, maka ukuran sisinya adalah….. a. 15 cm c. 30 cm b. 20 cm d. 12 cm 23. Luas daerah persegi yang mempunyai ukuran panjang sisi 10 cm adalah….. a. 20 cm2 c. 100 cm2 b. 40 cm2 d. 1 m2 24. Jika keliling suatu persegi adalah 80 cm, maka luas daerah persegi tersebut adalah…… a. 200 cm2 c. 400 cm2 b. 300 cm d. 800 cm2 25. Sebuah kotak tutupnya berbentuk persegi. Pada tepi tutup itu dililitkan pita. Jika ukuran sisi tutup tersebut 25 cm, maka panjang pita yang dipakai adalah……

a. 1 m c. 2 m b. 1, 5 m d. 0,5 m KUNCI JAWABAN SOAL TES Mata Pelajaran : Matematika Jumlah Soal : 25 butir soal Alokasi Waktu : 70 menit 1. A 13. D 2. B 14. A 3. A 15. A 4. A 16. B 5. B 17. B 6. C 18. B 7. A 19. D 8. B 20. D 9. B 21. B 10. A 22. A 11. B 23. C 12. A 24. C 25. A Lampiran 22 DATA HASIL BELAJAR KELAS EKSPERIMEN DAN KELAS KONTROL
Eksperimen Kontrol No Kode Nilai No Kode Nilai 1 E-01 8.00 1 K-01 7.60 2 E-02 8.80 2 K-02 4.40 3 E-03 8.40 3 K-03 8.00 4 E-04 8.00 4 K-04 5.60 5 E-05 8.00 5 K-05 7.60 6 E-06 7.40 6 K-06 7.60 7 E-07 5.20 7 K-07 8.00 8 E-08 6.00 8 K-08 5.20 9 E-09 9.20 9 K-09 6.80 10 E-10 8.00 10 K-10 5.40 11 E-11 6.00 11 K-11 7.60 12 E-12 8.00 12 K-12 8.40

13 E-13 7.40 13 K-13 7.20 14 E-14 5.80 14 K-14 7.20 15 E-15 9.60 15 K-15 4.80 16 E-16 8.80 16 K-16 6.00 17 E-17 5.60 17 K-17 5.40 18 E-18 5.20 18 K-18 6.00 19 E-19 6.00 19 K-19 7.60 20 E-20 7.40 20 K-20 6.40 21 E-21 8.00 21 K-21 8.00 22 E-22 7.40 22 K-22 6.40 23 E-23 8.80 23 K-23 8.40 24 E-24 8.40 24 K-24 7.00 25 E-25 8.00 25 K-25 7.00 26 E-26 8.80 26 K-26 6.40 27 E-27 8.80 27 K-27 8.40 28 E-28 8.00 28 K-28 4.80 29 E-29 8.00 29 K-29 7.00 30 E-30 8.40 30 K-30 7.60 31 E-31 9.20 31 K-31 5.60 32 E-32 8.80 32 K-32 8.00 33 E-33 6.80 33 K-33 7.40 34 E-34 6.00 34 K-34 7.60 35 E-35 5.60 35 K-35 8.00 36 E-36 7.40 36 K-36 7.40 37 E-37 7.20 37 K-37 4.40 38 E-38 6.00 38 K-38 8.80 39 E-39 8.40 39 K-39 7.20 40 E-40 7.20 40 K-40 6.40 S = 302.00 S = 274.60 n1 = 40 n2 = 40

x = 7.55 x = 6.87
s1
2= 2=

1.4969 s2 1.4182

s1 = 1.223 s2 = 1.191

Lampiran 22 Lampiran 23 UJI NORMALITAS DATA NILAI TES PEMAHAMAN KONSEP KELAS EKSPERIMEN

Hipotesis Ho : Data berdistribusi normal Ha : Data tidak berdistribusi normal Pengujian Hipotesis Rumus yang digunakan: Kriteria yang digunakan Ho diterima jika 2 2
tabel

x<x

Pengujian Hipotesis Data dibuat dalam daftar distribusi frekuensi terlebih dahulu Nilai maksimal = 9.60 Nilai minimal = 5.20 Rentang = 4.40 Banyak kelas = 6 Panjang kelas = 0.73 Kelas Interval xi fi fixi xi
2 fi xi 2

5.20 - 5.90 5.55 5 27.75 30.8025 154.013 6.00 - 6.70 6.35 5 31.75 40.3225 201.613 6.80 - 7.50 7.15 8 57.20 51.1225 408.98 7.60 - 8.30 7.95 9 71.55 63.2025 568.823 8.40 - 9.10 8.75 10 87.50 76.5625 765.625 9.20 - 9.90 9.55 3 28.65 91.2025 273.608 Jumlah 40 302.50 353.2150 2372.66

( ) Σ=
− =
k i1 2 2 i i

Oi

E

χE
Lampiran 24 UJI NORMALITAS DATA NILAI TES PEMAHAMAN KONSEP KELAS KONTROL Hipotesis Ho : Data berdistribusi normal Ha : Data tidak berdistribusi normal Pengujian Hipotesis Rumus yang digunakan: Kriteria yang digunakan Ho diterima jika 2 2
tabel

x<x

Pengujian Hipotesis Data dibuat dalam daftar distribusi frekuensi terlebih dahulu Nilai maksimal = 8.80 Nilai minimal = 4.40 Rentang = 4.40 Banyak kelas = 6 Panjang kelas = 0.73 Kelas Interval xi fi fixi xi
2 fi xi 2

4.40 - 5.10 4.75 5 23.75 22.5625 112.813 5.20 - 5.90 5.55 5 27.75 30.8025 154.013 6.00 - 6.70 6.35 8 50.80 40.3225 322.580 6.80 - 7.50 7.15 9 64.35 51.1225 460.103 7.60 - 8.30 7.95 10 79.50 63.2025 632.025 8.40 - 9.10 8.75 3 26.25 76.5625 229.688 Jumlah 40 274.60 284.575 1911.22

( ) Σ=
− =
k i1

2 2 i i

Oi

E

χE
Lampiran 9 UJI KESAMAAN DUA VARIANS (HOMOGENITAS) DATA NILAI RAPORT ANTARA KELAS EKSPERIMEN DAN KELAS KONTROL Hipotesis Ho : σ2
1= 2

σ2

Ha : σ2
1≠ 2

σ2

Uji Hipotesis Untuk menguji hipotesis digunakan rumus: iansterkecil F Varians terbesar var = Kriteria Ho diterima apabila F < Ftabel Dengan Ftabel = F1/2 α Dari data diperoleh: Sumber variasi Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol Jumlah 2799 2786 n 40 40 x 69.98 69.65 Varians (s2) 48.9481 42.3359 Standart deviasi (s) 7.00 6.36 Berdasarkan rumus diperoleh: F = 1.1562 42.3359
(n1-1, n2-1)

48.9481 = F(0.025)(39;39) = 1.89 Karena Fhitung < Ftabel, maka Ho diterima, artinya kedua kelompok sampel itu berasal dari populasi yang sama (homogen). Lampiran 25 Lampiran 26 UJI PERBEDAAN DUA RATA-RATA DATA NILAI TES PEMAHAMAN KONSEP ANTARA KELAS EKSPERIMEN DAN KELAS KONTROL Hipotesis Ho : μ1 ≤ μ2 Ha : μ1 > μ2 Uji Hipotesis Untuk menguji hipotesis digunakan rumus: Dimana Kriteria Ho ditolak jika t > ttabel dengan ttabel = t(1-α Dari data diperoleh: Sumber variasi Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol Jumlah 302 274.6 n 40 40 x 7.55 6.87 Varians (s2) 1.4969 1.4182 Standart deviasi (s) 1.22 1.19 Berdasarkan rumus di atas diperoleh Dengan dk = 40 + 40 – 2 = 78 diperoleh t(0.95;78) =1.99
12

)(n1+n2-2)

n

1 n s1 t x1 x 2 +

− =

()()

nn2 sn1n1
12 2 22 2 11

+− −+− = ss

()()
1.2073 40 40 2 s 40 1 1.4969 40 11.4182 = +− −+− = 2.537 40 1 40 1.2073 1 t 7.55 6.87 = + − = LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS TERHADAP GURU DALAM MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING Hari/tanggal : Senin, 23 April 2007 Nama Guru : Dewi Mahabbah. I Petunjuk: Berilah penilaian anda dengan memberikan cek (√) pada kolom yang sesuai. No Aspek yang diamati Dilakukan Skor

Ya Tidak 1 2 3 4 1. Pendahuluan a. Mengkondisikan kelas. b. Memberi apersepsi. c. Memberi motivasi. d. Menyampaikan tujuan pembelajaran. √ √ √ √ √ √ √ √ 2. Kegiatan Inti a. Membentuk kelompok belajar. b. Menyajikan suatu masalah. c. Membimbing kelompok belajar dalam membuat pertanyaan. d. Memberi kesempatan siswa untuk menyajikan pertanyaan hasil diskusi. e. Membimbing siswa dalam memecahkan masalah. f. Memberi kesempatan siswa untuk menyajikan hasil diskusi. g. Membimbing siswa dalam menarik simpulan. √ √ √ √ √ √ √

√ √ √ √ √ √ √ 3. Penutup a. Merangkum materi yang dipelajari. b. Memberikan PR. c. Melakukan refleksi. √ √ √ √ √ √ Total 14 3 10 1 Keterangan: 1: Tidak baik 3: Baik 2: Cukup baik 4: Sangat baik Skor hasil pengamatan = (2 x 3) + (3 + 10) + (4 + 1) = 40 Rata-rata skor = 2.85 Persentase kemampuan guru dalam pengelolaan kelas = 71.43% Observer Dewi Badarul Budur, S. Pd Lampiran 27 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS TERHADAP GURU DALAM MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING Hari/tanggal : Sabtu, 28 April 2007 Nama Guru : Dewi Mahabbah. I Petunjuk: Berilah penilaian anda dengan memberikan cek (√) pada kolom yang sesuai.

No Aspek yang diamati Dilakukan Skor Ya Tidak 1 2 3 4 1. Pendahuluan a. Mengkondisikan kelas. b. Memberi apersepsi. c. Memberi motivasi. d. Menyampaikan tujuan pembelajaran. √ √ √ √ √ √ √ √ 2. Kegiatan Inti a. Membentuk kelompok belajar. b. Menyajikan suatu masalah. c. Membimbing kelompok belajar dalam membuat pertanyaan. d. Memberi kesempatan siswa untuk menyajikan pertanyaan hasil diskusi. e. Membimbing siswa dalam memecahkan masalah. f. Memberi kesempatan siswa untuk menyajikan hasil diskusi. g. Membimbing siswa dalam menarik simpulan. √ √ √ √ √ √

√ √ √ √ √ √ √ √ 3. Penutup a. Merangkum materi yang dipelajari. b. Memberikan PR. c. Melakukan refleksi. √ √ √ √ √ √ Total 14 2 11 1 Keterangan: 1: Tidak baik 3: Baik 2: Cukup baik 4: Sangat baik Skor hasil pengamatan = (2 x 2) + (3 + 11) + (4 + 1) = 41 Rata-rata skor = 2.93 Persentase kemampuan guru dalam pengelolaan kelas = 73.25% Observer Dewi Badarul Budur, S. Pd Lampiran 28 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS TERHADAP GURU DALAM MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING Hari/tanggal : Senin, 30 April 2007 Nama Guru : Dewi Mahabbah. I Petunjuk: Berilah penilaian anda dengan memberikan cek (√) pada

kolom yang sesuai. No Aspek yang diamati Dilakukan Skor Ya Tidak 1 2 3 4 1. Pendahuluan a. Mengkondisikan kelas. b. Memberi apersepsi. c. Memberi motivasi. d. Menyampaikan tujuan pembelajaran. √ √ √ √ √ √ √ √ 2. Kegiatan Inti a. Membentuk kelompok belajar. b. Menyajikan suatu masalah. c. Membimbing kelompok belajar dalam membuat pertanyaan. d. Memberi kesempatan siswa untuk menyajikan pertanyaan hasil diskusi. e. Membimbing siswa dalam memecahkan masalah. f. Memberi kesempatan siswa untuk menyajikan hasil diskusi. g. Membimbing siswa dalam menarik simpulan. √ √ √ √ √

√ √ √ √ √ √ √ √ √ 3. Penutup a. Merangkum materi yang dipelajari. b. Memberikan PR. c. Melakukan refleksi. √ √ √ √ √ √ Total 14 1 10 3 Keterangan: 1: Tidak baik 3: Baik 2: Cukup baik 4: Sangat baik Skor hasil pengamatan = (2 x 1) + (3 + 10) + (4 + 3) = 44 Rata-rata skor = 3.14 Persentase kemampuan guru dalam pengelolaan kelas = 78.57% Observer Dewi Badarul Budur, S. Pd Lampiran 29 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS TERHADAP GURU DALAM MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING Hari/tanggal : Sabtu, 5 Mei 2007 Nama Guru : Dewi Mahabbah. I

Petunjuk: Berilah penilaian anda dengan memberikan cek (√) pada kolom yang sesuai. No Aspek yang diamati Dilakukan Skor Ya Tidak 1 2 3 4 1. Pendahuluan a. Mengkondisikan kelas. b. Memberi apersepsi. c. Memberi motivasi. d. Menyampaikan tujuan pembelajaran. √ √ √ √ √ √ √ √ 2. Kegiatan Inti a. Membentuk kelompok belajar. b. Menyajikan suatu masalah. c. Membimbing kelompok belajar dalam membuat pertanyaan. d. Memberi kesempatan siswa untuk menyajikan pertanyaan hasil diskusi. e. Membimbing siswa dalam memecahkan masalah. f. Memberi kesempatan siswa untuk menyajikan hasil diskusi. g. Membimbing siswa dalam menarik simpulan. √ √ √ √

√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 3. Penutup a. Merangkum materi yang dipelajari. b. Memberikan PR. c. Melakukan refleksi. √ √ √ √ √ √ Total 14 10 4 Keterangan: 1: Tidak baik 3: Baik 2: Cukup baik 4: Sangat baik Skor hasil pengamatan = (3 + 10) + (4 + 4) = 46 Rata-rata skor = 3.29 Persentase kemampuan guru dalam pengelolaan kelas = 82.25% Observer Dewi Badarul Budur, S. Pd Lampiran 30 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS TERHADAP PESERTA DIDIK DALAM MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING Hari/tanggal : Senin, 23 April 2007

Nama Pengamat : Dewi Mahabbah. I Petunjuk: Berilah penilaian anda dengan memberikan cek (√) pada kolom yang sesuai. Aspek yang diamati Dilakukan Skor Ya Tidak 1 2 3 4 1. Penuh perhatian dalam belajar kelompok. 2. Mau berbagi dengan anggota kelompok. 3. Siswa bersifat fleksibel dan terbuka. 4. Melakukan kerja sama yang aktif dan terarah. 5. Bertanya kepada teman/guru tentang hal-hal yang kurang jelas. 6. Respon positif terhadap siswa yang melakukan presentasi, bertanya, memberi tanggapan atau menyanggah. 7. Berani mengemukakan pendapat. 8. Mau menerima pendapat, sanggahan dari siswa lain. 9. Mampu membuat pertanyaan baru. 10. Dapat memecahkan masalah dalam kelompok. 11. Mampu menyimpulkan hasil diskusi. 12. Mendapatkan waktu untuk refleksi. √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Total 6 5 1 Keterangan: 1: Banyak siswa yang melakukan aktivitas ≤ 25 % 2: Banyak siswa yang melakukan aktivitas 25% < persentase aktivitas siswa ≤ 50% 3: Banyak siswa yang melakukan aktivitas 50% < persentase aktivitas siswa ≤ 75% 4: Banyak siswa yang melakukan aktivitas > 75% Skor hasil pengamatan = (2 x 6) + (3 x 5) + (4 x 1) = 31 Rata-rata skor = 2.58 Persentase aktivitas siswa = 64.58% Lampiran 31 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS TERHADAP PESERTA DIDIK DALAM MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING Hari/tanggal : Sabtu, 28 April 2007 Nama Pengamat : Dewi Mahabbah. I Petunjuk: Berilah penilaian anda dengan memberikan cek (√) pada kolom yang sesuai. Aspek yang diamati Dilakukan Skor Ya Tidak 1 2 3 4 1. Penuh perhatian dalam belajar kelompok.

2. Mau berbagi dengan anggota kelompok. 3. Siswa bersifat fleksibel dan terbuka. 4. Melakukan kerja sama yang aktif dan terarah. 5. Bertanya kepada teman/guru tentang hal-hal yang kurang jelas. 6. Respon positif terhadap siswa yang melakukan presentasi, bertanya, memberi tanggapan atau menyanggah. 7. Berani mengemukakan pendapat. 8. Mau menerima pendapat, sanggahan dari siswa lain. 9. Mampu membuat pertanyaan baru. 10. Dapat memecahkan masalah dalam kelompok. 11. Mampu menyimpulkan hasil diskusi. 12. Mendapatkan waktu untuk refleksi. √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

√ √ √ √ √ √ Total 4 6 2 Keterangan: 1: Banyak siswa yang melakukan aktivitas ≤ 25 % 2: Banyak siswa yang melakukan aktivitas 25% < persentase aktivitas siswa ≤ 50% 3: Banyak siswa yang melakukan aktivitas 50% < persentase aktivitas siswa ≤ 75% 4: Banyak siswa yang melakukan aktivitas > 75% Skor hasil pengamatan = (2 x 4) + (3 x 6) + (4 x 2) = 34 Rata-rata skor = 2.83 Persentase aktivitas siswa = 70.83% Lampiran 32 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS TERHADAP PESERTA DIDIK DALAM MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING Hari/tanggal : Senin, 30 April 2007 Nama Pengamat : Dewi Mahabbah. I Petunjuk: Berilah penilaian anda dengan memberikan cek (√) pada kolom yang sesuai. Aspek yang diamati Dilakukan Skor Ya Tidak 1 2 3 4 1. Penuh perhatian dalam belajar kelompok. 2. Mau berbagi dengan anggota kelompok. 3. Siswa bersifat fleksibel dan terbuka. 4. Melakukan kerja sama yang aktif dan terarah. 5. Bertanya kepada teman/guru tentang hal-hal yang kurang jelas. 6. Respon positif terhadap siswa yang melakukan

presentasi, bertanya, memberi tanggapan atau menyanggah. 7. Berani mengemukakan pendapat. 8. Mau menerima pendapat, sanggahan dari siswa lain. 9. Mampu membuat pertanyaan baru. 10. Dapat memecahkan masalah dalam kelompok. 11. Mampu menyimpulkan hasil diskusi. 12. Mendapatkan waktu untuk refleksi. √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

Total 3 7 2 Keterangan: 1: Banyak siswa yang melakukan aktivitas ≤ 25 % 2: Banyak siswa yang melakukan aktivitas 25% < persentase aktivitas siswa ≤ 50% 3: Banyak siswa yang melakukan aktivitas 50% < persentase aktivitas siswa ≤ 75% 4: Banyak siswa yang melakukan aktivitas > 75% Skor hasil pengamatan = (2 x 3) + (3 x 7) + (4 x 2) = 35 Rata-rata skor = 2.92 Persentase aktivitas siswa = 72.92% Lampiran 33 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS TERHADAP PESERTA DIDIK DALAM MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING Hari/tanggal : Senin, 5 Mei 007 Nama Pengamat : Dewi Mahabbah. I Petunjuk: Berilah penilaian anda dengan memberikan cek (√) pada kolom yang sesuai. Aspek yang diamati Dilakukan Skor Ya Tidak 1 2 3 4 1. Penuh perhatian dalam belajar kelompok. 2. Mau berbagi dengan anggota kelompok. 3. Siswa bersifat fleksibel dan terbuka. 4. Melakukan kerja sama yang aktif dan terarah. 5. Bertanya kepada teman/guru tentang hal-hal yang kurang jelas. 6. Respon positif terhadap siswa yang melakukan presentasi, bertanya, memberi tanggapan atau menyanggah. 7. Berani mengemukakan pendapat. 8. Mau menerima pendapat, sanggahan dari siswa lain. 9. Mampu membuat pertanyaan baru.

10. Dapat memecahkan masalah dalam kelompok. 11. Mampu menyimpulkan hasil diskusi. 12. Mendapatkan waktu untuk refleksi. √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Total 1 7 4 Keterangan: 1: Banyak siswa yang melakukan aktivitas ≤ 25 % 2: Banyak siswa yang melakukan aktivitas 25% < persentase aktivitas siswa ≤ 50% 3: Banyak siswa yang melakukan aktivitas 50% < persentase

aktivitas siswa ≤ 75% 4: Banyak siswa yang melakukan aktivitas > 75% Skor hasil pengamatan = (2 x 1) + (3 x 7) + (4 x 4) = 39 Rata-rata skor = 3.25 Persentase aktivitas siswa = 81.25% Lampiran 34

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->