P. 1
skripsi

skripsi

|Views: 7,455|Likes:
Published by iandikmarianto11

More info:

Published by: iandikmarianto11 on Apr 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/23/2013

pdf

text

original

Tindak tutur merupakan entitas yang bersifat sentral didalam

pragmatik. Entitas ini merupakan dasar bagi analisis topik-topik lain bidang

ini seperti praanggapan, perikutan, implikatur percakapan, prinsip

kerjasama, dan prinsip kesantunan. Kajian yang tidak mendasarkan

12

analisisnya pada tindak tutur bukanlah kajian pragmatik dalam arti yang

sebenarnya Rustono (1999:33).

Gunarwan (dalam Rustono 1999:33) menyatakan bahwa mengujarkan

sebuah tuturan dapat dilihat sebagai melakukan tindakan (act), di samping

memang mengucapkan (mengujarkan) tuturan itu. Aktivitas mengujarkan

atau menuturkan tuturan dengan maksud tertentu itu merupakan tindak tutur

atau tindak ujar (speech act).

Istilah tindak tutur muncul karena di dalam mengucapkan sesuatu

penutur tidak semata-mata menyatakan tuturan, tetapi dapat mengandung

maksud di balik tuturan itu Purwo (1990:16) mendefinisikan tuturan sebagai

ujaran kalimat pada konteks yang sesungguhnya.

Menurut Chaer (1995:65) tindak tutur merupakan gejala individual,

bersifat psikologis, dan keberlangsungannya ditentukan oleh kemampuan

bahasa si penutur dalam menghadapi situasi tertentu. Dalam tindak tutur

lebih dilihat pada makna atau arti tindakan dalam tuturanya.

Beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tindak tutur

adalah aktivitas tindakan dengan menuturkan sesuatu. Misalnya tindakan

mengusir dapat dilakukan dengan tuturan “sudah jam sembilan Mas”.

Maksud tuturan ini adalah tindakan mengusir bukan menunjukkan waktu.

13

2.2.3 Jenis Tindak Tutur

Searle dalam bukunya Speech Acts: An Essay in the Philisophy of

Language (dalam Wijana 1996:17) mengemukakan bahwa secara pragmatis

setidak-tidaknya ada tiga jenis tindakan yang dapat diwujudkan oleh

seorang penutur yakni tindak lokusi (locutionary act), tindak ilokusi

(ilocutionary act), dan tindak perlokusi (perlocutionary act).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->