P. 1
Menyanyikan Nada Dengan

Menyanyikan Nada Dengan

|Views: 1,096|Likes:
Published by gunawanol

More info:

Published by: gunawanol on Apr 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2012

pdf

text

original

Menyanyikan Nada Dengan Tepat

Kebanyakan orang biasa bisa bernyanyi lagu apa saja, baik di tempat kerja event sekolah,ataupun acara acara tertentu, mereka memberanikan dan menobatkan diri mereka sebagai seorang penyanyi. Tapi, akan selalu gagal membidik nada jika dihadapkan pada suatu latihan atau perlombaan tertentu seperti lagu lagu baru yang belum pernah didengar, namun tersedia pada reportator atau partitur. Akibatnya, mereka hanya bisa menyanyikan sebuah lagu yang telah ada dalam bentuk cassette dan dilatih hanya secara lisan dengan mengandalkan pendengaran saja. Efek sampingnya juga masih banyak terdengar nada fals pada saat mereka bernyanyi. Intinya seh mereka hanya ingin jadi penyanyi dengan jalan pintas dan instant. Ok, sebagaimana kita ketahui, notasi terbagi menjadi dua jenis, yaitu : Baca selebihnya » 01/06/2009 Ditulis oleh r0ch4 | Belajar Olah Vocal | | Belum Ada Tanggapan

Membentuk Suara

Dibawah ini adalah organ2 tubuh yang mendukung kita berbicara, menyanyi, menjerit dan sebagainya : 1. Pita Suara 2. Rongga Mulut 3. Bibir 4. Lidah 5. Langit-Langit Lunak

6. Rongga Hidung 7. Anak Tekak Proses terbentuknya suara adalah : NAFAS, udara yang telah disiapkan seperti pada artikel sebelumya di hembuskan atau dikeluarkan dengan ringan dan santai dan teratur melewati kerongkongan . Kemudian disana nafas akan membentur pita suara dan menimbulkan getaran yang ringannamun dalam frekuensi yang besar. Getaran ini kemudian diteruskan ke rongga mulut yang diolah menjadi bunyi dan diperbesar oleh rongga mulut bersama langit-langit lunak, bibir, anak tekak, lidah serta rongga hidung, menjadi bunyi yang jelas meskipun belum berbentuk. Bagian-bagian didalam rongga mulut termasuk gigi dan langit-langit keras yang disebut juga dengan “alat-alat artikulasi” akan membentuk suara yang indah tadi menjadi bentuk “Vocal & Konsonan”. Bentuk Vocak & Konsonan ini memang belun sempurna karena beberapa factor , diantaranya termasuk alat-alat artikulasi yang belum terbiasa dan terlatih untuk mengucapkan vocal & konsonan tadi. Beberapa alat artikulasi yang tadi perlu dilatih secara baik dan benar, supaya bisa menghasilkan suara yang indah. 1. Pita Suara Bagaimana melatihnya agar tidak kaku, sehingga getaran yang dihasilkannya tidak tersendat sendat. Dengan nada : 1 2 3 4 I 5 4 3 2 I 1 2 3 4 I 5 4 3 2 I 1 Bunyikan dengan nananananana dan mama dari kunci C / Cis / D /Dis. Dengan nada dasar c / B / Bes / A & As, bunyikan nada : 5432I1234I5432I1234I5... Nyanyikan dengan : nononononono dan yoyoyoyoyoyoyoyo Dengan nada dasar G / A / B / C / D bunyikan staccato : 10 30 50 I 10 50 30 I 10 30 50 I 10 50 30 I 1 . . . Nyanyikan : na na na na na dan ma ma ma ma 2. Bibir Bibir atas dan bawah harus lentur pada saat membentuk suara, tidak kaku atau kejang. Bibir ini dapat dilatih dengan mengucapkan huruf huruf umlaud atau dipotong yaitu : ui ui ui ui ui ui dan oe oe oe oe oe oe dengan satu nada yang ditahan beberapa saat atau : membunyikan : mmmmmooooo – mmmmmoooo – mmmmooooo dengan ringan dan rasakan bagian bagian luar dari bibir itu berbentuk corong atau terompet

3. Rahang Bawah Rahang kita yang kaku itu ibaratkan engsel yang sudak tidak aktif. Hal ini mengganggu keindahan suara, dan cara melatihnya adalah dengan : Membunyikan secara berulang ulang hingga lancar : 12 34 54 32 I 12 34 54 32 I 12 34 54 32 I 1 . . . mi mi mi mi mi – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – ya ya ya ya ya – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – wa wa wa wa wa – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – 4. Lidah Lidah yang kaku atau tidak luwes itu juga dapat menghambat atau mengganggu keutuhan suara. Untuk melatihnya dapat dilakukan dengan : - Membunyikan : aaaaaaaa – - – dengan ujung lidah membentuk lingkaran kecil di dalam mulut , – kemudidan gerakkan lidah kekanan dan kekiri dengan cepat. - Membunyikan : ru ro ra – – pli plo pla , la la la berulang ulang dan semakin cepat namun harus bener pengucapannya. - Juga dapat dilakukan dengan bersiul ria dan merasakan ujung lidah menyentuh belakang gigi bawah. Yang perlu diperhatikan pada saat latihan ini adalah : a. Posisi jakun harus tetap berada di bawah atau pada posisi rendah. b. Tenggorokan dan rongga mulut selalu pada posisi seperti sedang menguap c. Rasakan juga bahwa semua suara yang keluar dari mulut melintas dikedua mata dan berbunyi di ubun ubun.

01/06/2009 Ditulis oleh r0ch4 | Belajar Olah Vocal | | 1 Komentar

Vokal Dan Konsonan [bag.2]
B. KONSONAN Konsonan lebih kita kenal dengan istilah huruf “mati”, yaitu seluruh huruf selain dari huruf vocal yang telah dibahas sebelumnya. Terdiri dari 21 huruf dan ditambah konsonan ganda, seperti: NG, KH, yang kalau digunakan “harus dibaca seperti satu huruf”. Yang menjadi perhatian adalah: MENGUCAPKAN HURUF KONSONAN PADA SAAT BICARA ATAU MEMBACA TIDAK SAMA PERSIS SEPERTI BERNYANYI. KARENA MEMBACA KALIMAT MUSIK, SELURUH HURUF KONSONAN MEMPUNYAI CIRI DAN KARAKTER

MASING-MASING, YANG DIRASAKAN PADA SAAT MENGUCAPKANNYA MELALUI ALAT-ALAT ARTIKULASI. Baca selebihnya » 01/05/2009 Ditulis oleh r0ch4 | Belajar Olah Vocal | | Belum Ada Tanggapan

Vokal Dan Konsonan [bag.1]
Ada dua puluh enam huruf yang kita kenal, dari semuanya terbagi menjadi 2 bagian, yaitu: a. VOCAL, yang terdiri dari [ A – E – I – O – U ] b. KONSONAN, selain dari hurup vocal diatas. Huruf vocal disebut juga dengan “huruf hidup” dan konsonan disebut “huruf mati”. Sekarang saya akan menjelaskan dulu mengenai huruf vocal, dan marilah kita kembali lagi ke SD…:D !!! A. VOCAL (kita tidak menyebutnya lagi huruf) tapi vokal saja. Baca selebihnya » 01/05/2009 Ditulis oleh r0ch4 | Belajar Olah Vocal | | Belum Ada Tanggapan

Meningkatkan Range Vokal [bag.2]
Hamming . Selain Solfegio, salah satu bentuk latihan yang sangat membantu untuk meningkatkan range vokal adalah melalui latihan Hamming. Latihan ini menekankan pada pembiasaan untuk menggunakan teknik vokal kepala. Caranya, tentukan salah satu lagu favoritmu, pilih lagu yang berjarak nada tinggi atau yang memiliki tingkat kesulitan tinggi, nyanyikan……… tapi tidak menggunakan lirik sebagaimana biasanya….. melainkan ganti liriknya menggunakan huruf / bunyi “N” atau “M”. Jadi, seperti sedang bersenandung. Bernyanyi …….. nnnnnnnnn…. Atau….. mmmmm. Nah, pada saat nada tinggi, coba pake vokal kepala (head voice), hal ini bisa membantu meningkatkan jangkauan nada. Selamat berlatih…. 01/05/2009 Ditulis oleh r0ch4 | Belajar Olah Vocal | | Belum Ada Tanggapan

Meningkatkan Range Vokal [bag.1]

SOLFEGIO. Solfegio itu apaan sih? Solfegio itu adalah dikte musik atau tebak nada, belajar atau meniru dan menyamakan nada-nada yang dibunyikan. Range vokal setiap orang berbeda-beda. Standar normal umumnya orang memiliki dua oktav. Semakin panjang range vokal seseorang, semakin memungkinkan dia untuk membawakan berbagai jenis lagu dengan baik. Dengan catatan, dia memiliki kemampuan/teknik vokal yang baik pula tentunya. Seseorang yang bertipikal vokal bass, bariton, alto, dan mezo sopran, biasanya memiliki rang vokal yang pendek. Lain halnya seseorang yang bertipikal vokal tenor atau sopran, biasanya ia memiliki range vokal panjang. Namun, terkadang ada juga, meski ia bertipikal bass, tapi memiliki range vokal panjang. Sebaliknya, orang yang bertipikal tenor tapi range-nya pendek. Baca selebihnya » 01/05/2009 Ditulis oleh r0ch4 | Belajar Olah Vocal | | & Komentar

Tutorial Olah Vocal Yang Baik Dan Benar 2

Bagi anda yang ingin belajar bernyanyi, nah, berikut ini ada 6 langkah praktis untuk bisa menyanyi dengan baik dan benar : 1. *Teknik Pernafasan (Ini merupakan motor penggerak). Dalam bernyanyi, pernafasan itu sangat penting karena bernafas dengan baik akan sangat

membantu dalam membentuk suara serta dapat memenuhi prasering atau panjang dan pendeknya suatu kumpulan nada, ada bermacam-macam olah pernafasan, yaitu : a. Pernafasan CLAVICULAIR (dengan memakai pundak). b. Pernafasan COSTROL (dengan dada). c. Pernafasan DIAFRAGMA (ini yang paling baik).

**Proses atau cara melatih pernafasan yang baik dan benar : Baca selebihnya » 12/25/2008 Ditulis oleh r0ch4 | Belajar Olah Vocal | | & Komentar

Tutorial Olah Vocal Yang Baik Dan Benar 1.

10 Tips Untuk Suara Yang Sehat. Beberapa orang meluangkan berjam-jam waktunya berolahraga untuk menjaga kesehatan badannya, tetapi bagaimana caranya menjaga suara agar tetap sehat? Saya sependapat dengan Norman Hogikyan yang mengatakan “Suaramu adalah duta besar untuk dunia luar. Yang mencerminkan kepribadian dan emosimu. Dan banyak orang menentukan nilai dirimu dari suaramu. Jadi sangat penting untuk berpikir tentang apa yang orang-orang dengar saat kita berbicara atau bernyanyi. Problem pada suara bisa menjadi masalah yang pelik dikehidupan kita.”.

Berikut ini adalah 10 tips untuk suara yang sehat yang diberikan oleh Norman Hogikyan : Baca selebihnya » 12/25/2008 Ditulis oleh r0ch4 | Belajar Olah Vocal | | & Komentar

sekelumit Tentang Vocal Klasik Barat

Kata “klasik” merupakan kata sifat yang memiliki makna tinggi, mempunyai nilai atau mutu yang diakui dan menjadi tolak ukur kesempurnaan yang abadi. Bagi masyarakat umum, lagu yang dinyanyikan dengan gaya klasik akan dirasakan aneh terutama dalam hal keseriusan pembawaannya. Selain itu bagi orang awam, bernyanyi lagu klasik dianggap sebagai lagu untuk orang-orang “sekolahan”. Teknik vokal klasik Barat sebenarnya hanyalah menyangkut cara bernyanyi dengan menggunakan teknik, pengungkapan lagu secara serius dan penuh perasaan. Pada dasarnya tidak semua teknik vokal klasik Barat dapat digunakan pada semua jenis musik. Teknik vokal Barat yang dimiliki oleh penyanyi harus diaplikasikan sesuai dengan gaya musiknya. Teknik vokal klasik hanya merupakan sarana untuk menampilkan/mengkomunikasikan musik yang ada dalam pikiran seorang penyanyi. Karena itu, tugas seorang penyanyi tidak hanya menguasai teknik vokal saja namun harus mampu menempatkan setiap teknik vokal pada lagu sesuai dengan jenis musik yang dibawakan. Seperti halnya musik instrumen, vokal juga mengalami sejarah perkembangan dan memiliki bentuk seperti musik instrumen.

Teknik Meningkatkan Kemampuan Vokal
Kita semua akan menyanyi pada suatu kesempatan, meskipun hanya sekedar ‘Selamat Ulang Tahun'. Ini adalah beberapa tips dan teknik untuk meningkatkan kemampuan vocal dan rasa percaya diri anda. 1. Jauhkan tangan anda dari tubuh anda sedikit. Genggam tangan di depan anda. Naikkan sekitar dada dengan posisi yang nyaman. Posisi ini akan memberikan ruang diafragma paru-paru secara maksimal. Banyaknya udara di dalam paru-paru memungkinkan anda untuk mengeluarkan suara dengan kuat dan jelas. Belajar musik, dalam kasus ini belajar seni suara ini perlu diperhatikan. 2. Posisikan kaki selebar bahu. Pastikan keseimbangan anda solid namun tetap nyaman. Bengkokkan sedikit lutu anda. Jika anda harus menyanyi saat duduk, pastikan kedua kaki menapak lantai datar sama rata dan duduk dengan tegap, namun tidak kaku. Dalam melakukan pembinaan / bina seni suara dan belajar musik jangan sampai menyepelekan hal seperti ini. 3. Rileks! Tekanan membuat tonal vocal berantakan. Coba untuk menjaga bahu anda agar tidak meninggi dan leher dari tekanan. Jangan paksa dada ke atas ketika mengambil napas. Karena yang terjadi sebenarnya menghalangi aliran udara. Tips ini mungkin diajarkan juga di les vocal, les vokal, kursus vokal. Selanjutnya, Tetap bergerak, karena membuat anda lebih santai dan tonal suara anda terlihat lebih natural. Coba untuk bergerak mengikuti irama. Ini akan membuat anda terliha tlebih menarik. 4. Ketika menarik napas, tekan perut anda keluar. Hal ini memungkinkan paru-paru untuk terisi secara penuh. Sejalan anda mengeluarkan napas, masukan perut anda perlahan, dengan menggunakan otot diafragma untuk mengontrol notasi. Ini ilmu yang dipraktekan juga di tempat kursus vokal, les vokal, les vocal. 5. Jika anda harus menyanyi dengan not tinggi atau anda mendengar suara anda flat, naikkan tangan anda sedikit dan senyum. Coba menutup mata anda dan tegakkan wajah keatas untuk not yang sangat tinggi. Belajar seni suara memang harus memperhatikan aspek lain. Walaupun tidak ikut les formal kursus seni suara atau les seni suara. 6. Untuk menyanyi dengan nada tinggi, coba turunkan lengan anda sedikit dan buka mulut lebih lebar dengan cara menurunkan dagu

bawah. Jangan sampai dagu menempel ke leher karena akan mengakibatkan aliran udara terhambat. Aspek belajar seni suara memang sangat beragam termasuk pengaturan seperti ini. 7. Santai, rileks. Jika anda mengikuti tips ini dengan sepenuh hati, menyanyi akan menjadi suatu kebiasaan. Dengan terbiasa melakukan hal ini les seni suara - kursus seni suara bukanlah menjadi keharusan bagi Anda.

Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Suara Terbanyak
Hai.... Pengin punya vibra, semua orang udah punya vibra koq. Cuma kadarnya beda-beda, ada yang fast vibra, slow vibra, high/low notes vibra dll. Jadi prinsipnya: vibra bisa dicapai sesuai dengan tipe suara seseorang/bawaan dari Tuhan. Kalo anda sudah punya vibra di low notes/nada bawah, tapi jenis fast vibra, tidak begitu kelihatan vibranya. Juga kalo not tinggi bervibra tapi slow, ya jadinya kaya seriosa gitu. Guru anda gak salah koq, itu memang bawaan, karena daerah dekat tonsil yang menggetarkan suara berbeda bagi tiap orang, baik ketebalan, tinggi langit2 mulut, dll. Kalo mau agak keluar (tapi gak jamin bagus), coba rekam suara nada di not rendah/tinggi dengan lagu lambat, nanti kelihatan di nada mana vibra agak keluar. nah setelah itu sering latihan dengan lagu jenis itu. Vibra anda makin kelihatan tebal cuma hanya sedikit.

materi referensi:
Pengalaman guru piano/vokal

Mengatasi Suara Serak Atau Parau
Diposkan oleh ali_sesa on 02:21 Label: Tips

Suara serak atau parau tentu menggangu aktifitas komunikasi seseorang, terlebih jika dia adalah penyanyi, presenter, atau orator. Ada cara mengatasi gangguan itu dengan resep tradisional. Caranya : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Ambil tiga lembar daun sirih, lalu rebus dengan air sebanyak 2 gelas. Setelah mendidih, saringlah lalu masukkan gula batu. Aduk hingga menjadi semacam sirup yang kental. Masukkan sirup tersebut kedalam botol terbuka. Biarkan hingga dingin. Kemudian tutuplah botol tersebut. Minum ramuan diatas 3x sehari.

Mengatasi Gangguan Suara Serak

Senin, 15 Februari 2010, 15:59 WIB

Suara serak bisa terjadi ketika Anda mengalami flu atau berbicara terlalu keras. Tentu saja, hal itu bisa mengganggu aktivitas Anda. Jika Anda bekerja dengan interaksi penuh baik secara langsung atau melalui media telepon, bisa jadi hal itu bisa menghalangi kinerja Anda. Ada baiknya Anda berusaha untuk mengatasinya. Berikut beberapa tips dari Center for Voice di Northwestern University memberikan beberapa saran agar suara Anda kembali seperti semula :
• • • • • • • •

Minum banyak air. Jika Anda merokok, segera berhenti. Hindari juga menjadi perokok pasif. Hindari berteriak atau berbicara dengan suara keras dengan waktu lama. Jangan berbisik. Hal itu membebani tenggorokan Anda, hampir sama dengan berbicara keras. Hindari melakukan hal-hal yang membuat tubuh dehindrasi seperti alkohol dan kafein.nbsp; Pertahankan kadar kelembaban di rumah. Agar tenggorokan Anda tetap lembab, konsumsi pelega tenggorokan seperti permen karet atau berkumur dengan air garam. Hindari makanan pedas.

Cara Mudah Atasi Suara Serak
• • • •

Redaksi Go4HealthyLife.com Published 16 February 2010 Tips from You Unrated

Go4HealthyLife.com, Jakarta - Suara yang keluar dari mulut kita adalah salah satu aset paling berharga, karena melalui suara ini kita berkomunikasi secara langsung dengan orang lain. Jika tiba-tiba Anda mendapati suara Anda tak bisa lagi keluar atau serak akibat terlalu lama bersuara keras atau flu, tak perlu panik, karena ada beberapa langkah yang perlu dilakukan agar suara itu kembali lantang keluar. Ada beberapa saran bagi Anda untuk mengatasi suara serak, antara lain: * Banyak minum air. * Jika Anda perokok, berhenti dulu menghisap tembakau, juga hindari asap dari perokok lain. * Hindari berteriak-teriak dan berbicara dengan suara keras dalam waktu lama. * Jangan berbisik-bisik, karena ini sama sulitnya dengan bersuara keras. * Hindari kegiatan yang akan membuat tubuh dehidrasi, misalnya alkohol dan kafein. * Jaga agar suhu di dalam rumah atau tempat bekerja tetap lembab. * Untuk menjaga tenggorokan Anda tak kering, hisaplah pelega tenggorokan, mengunyah permen karet atau berkumurlah dengan air garam. * Hindari makanan pedas.

Sore Throat dan Cara Mengatasinya
Hukk, huk….. Rrrrrrr….rrr… Kayak singa yang lagi marah….zzzzzzz, padahal ni suara lagi serak+tenggorokan kayak di parut. Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa………..

Nah, kalian pasti pernah ngerasain gag enag kalo nelen makanan, perih dan sebagainya di bagian tenggorokan. Biasanya si d awali dengan rasa gatal, berkembang jadi sakit, ampe nelen ludah aja ogah karena saking sakitnya. Biuhhhh. Selamat! Anda sedang terkena penyakit radang tenggorokan ato bisa disebut sore throat ! . And d’first question is, Apa sih penyebabnya ? (gag konsisten banget make bahasanya, hehe). Here is, 1. Virus, 80 % sakit tenggorokan disebabkan oleh virus, dapat menyebabkan demam . 2. Batuk dan pilek. Dimana batuk dan lendir (ingus) dapat membuat tenggorokan teriritasi. 3. Virus coxsackie (hand, foot, and mouth disease). 4. Alergi. Alergi dapat menyebabkan iritasi tenggorokan ringan yang bersifat kronis

(menetap). 5. Bakteri streptococcus, dipastikan dengan Kultur tenggorok. Tes ini umumnya dilakukan di laboratorium menggunakan hasil usap tenggorok pasien. Dapat ditemukan gejala klasik dari kuman streptokokus seperti nyeri hebat saat menelan, terlihat bintikbintik putih, muntah – muntah, bernanah pada kelenjar amandelnya, disertai pembesaran kelenjar amandel. 6. Merokok. Tau gag? Sore throat atau radang tenggorokan kebanyakan disebabkan oleh dua jenis infeksi yaitu virus dan bakteri. Sekitar 80% radang tenggorokan disebabkan oleh virus dan hanya sekitar 10-20% yang disebabkan bakteri. Untuk dapat mengatasinya, penting untuk mengetahui infeksi yang dialami disebabkan oleh virus atau bakteri streptokokus. Gejala yang ditimbulkan akibat infeksi virus biasanya : 1. rasa pedih atau gatal dan kering. 2. batuk dan bersin. 3. sedikit demam atau tanpa demam. 4. suara serak atau parau. 5. hidung meler dan adanya cairan di belakang hidung. Ciri jika terinfeksi bakteri streptococcus diantaranya : 1. nyeri saat menelan, 2. adanya bintik putih, muntah, adanya nanah pada kelenjar amandel disertai pembesaran kelenjar amandel.

Unsur-Unsur Teknik Vocal
SENI ADALAH : Ungkapan perasaan seseorang yang dituangkan kedalam kreasi dalam bentuk gerak, rupa, nada, syair, yang mengandung unsur-unsur keindahan, dan dapat mempengaruhi perasaan orang lain. TEKNIK VOCAL adalah : Cara memproduksi suara yang baik dan benar, sehingga suara yang keluar terdengar jelas, indah, merdu, dan nyaring. UNSUR-UNSUR TEKNIK VOCAL : 1. Artikulasi, adalah cara pengucapan kata demi kata yang baik dan jelas.

2. Pernafasan adalah usaha untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya, kemudian disimpan, dan dikeluarkan sedikit demi sedikit sesuai dengan keperluan. Pernafasan di bagi tiga jenis, yaitu : Pernafasan Dada: cocok untuk nada-nada rendah, penyanyi mudah lelah. Pernafasan Perut: udara cepat habis, kurang cocok digunakan dalam menyanyi, karena akan cepat lelah. Pernafasan Diafragma: adalah pernafasan yang paling cocok digunakan untuk menyanyi, karena udara yang digunakan akan mudah diatur pemakaiannya, mempunyai power dan stabilitas vocal yang baik. 1. Phrasering adalah : aturan pemenggalan kalimat yang baik dan benar sehingga mudah dimengerti dan sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku. 2. Sikap Badan : adalah posisi badan ketika seseorang sedang nyanyi, bisa sambil duduk, atau berdiri, yang penting saluran pernafasan jangan sampai terganggu. 3. Resonansi adalah : usaha untuk memperindah suara dengan mefungsikan ronggarongga udara yang turut bervibrasi/ bergetar disekitar mulut dan tenggorokan. 4. Vibrato adalah : Usaha untuk memperindah sebuah lagu dengan cara memberigelombang/ suara yang bergetar teratur, biasanya di terapkan di setiap akhir sebuah kalimat lagu. 5. Improvisasi adalah usaha memperindah lagu dengan merubah/menambah sebagian melodi lagu dengan profesional, tanpa merubah melodi pokoknya. 6. Intonasi adalah tinggi rendahnya suatu nada yang harus dijangkau dengan tepat.

Syarat-syarat terbentuknya Intonasi yang baik : Pendengaran yang baik Kontrol pernafasan Rasa musical. NADA adalah bunyi yang memiliki getaran teratur tiap detiknya. SIFAT NADA ADA 4 (EMPAT) : 1. 2. 3. 4. FITCH yaitu ketepatan jangkauan nada. DURASI yaitu lamanya sebuah nada harus dibunyikan INTENSITAS NADA yaitu keras,lembutnya nada yang harus dibunyikan. TIMBRE yaitu warna suara yang berbeda tiap-tiap orang.

AMBITUS SUARA adalah luas wilayah nada yang mampu dijangkau oleh seseorang. Seorang penyanyi professional harus mampu menjangkau nada-nada dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi sesuai dengan kemampuannya. CRESCENDO adalah suara pelan berangsur-angsur keras. DESCRESCENDO adalah suara keras berangsur-angsur pelan. STACATO adalah suara dalam bernyanyi yang terpatah-patah. SUARA MANUSIA DIBAGI 3 (TIGA) : 1. Suara Wanita Dewasa ;

Sopran (suara tinggi wanita) Messo Sopran (suara sedang wanita) Alto (suara rendah wanita) 1. Suara Pria Dewasa :

Tenor (suara tinggi pria) Bariton (suara sedang pria)

Bas (suara rendah pria) 1. Suara Anak-anak :

Tinggi Rendah. TANGGA NADA DIATONIS adalah rangkaian 7 (tujuh) buah nada dalam satu oktaf yang mempunyai susunan tinggi nada yang teratur. Tangga Nada Diatonis Mayor adalah Tangga Nada yang mempunyai jarak antar nadanya 1 (satu) dan ½ (setengah). Ciri-ciri tangga nada Diatonis Mayor : 1. 2. 3. 4. Bersifat riang gembira Bersemangat Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada Do = C Mempunyai pola interval : 1 , 1 ,. ½, 1 , 1 , 1, ½

Ciri-ciri Tangga nada Diatonis Minor : 1. 2. 3. 4. Kurang bersemangat. Bersifat sedih Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada La = A Mempunyai pola interval : 1 , ½ , 1 , 1 , ½ , 1 , 1 .

Catatan : Teori ini kurang sesuai dengan musik Dangdut yang banyak berkembang di Indonesia. Contoh Lagu yang bertangga nada Mayor : Maju Tak Gentar, Indinesia Raya, Hari merdeka, Halo-halo Bandung, Indonesia Jaya, Garuda Pancasila, Mars Pelajar. Contoh Lagu yang bertangga nada Minor : Syukur, Tuhan, Gugur Bunga. TANGGA NADA KROMATIS adalah tangga nada yang mempunyai jarak antar nadanya hanya ½ . Contoh : C – Cis – D – Dis- E – F – Fis – G – Gis – A – Ais – B TANGGA NADA ENHARMNONIS adalah rangkaian tangga nada yang mempunyai nama dan letak yang berbeda, tetapi mempunyai tinggi nada yang sama.

Contoh : Nada Ais-Bes, Cis-Des, Gis-As, Dis-Es, Fis-Ges. APRESIASI yaitu Totalitas kegiatan yang meliputi penglihatan, pengamatan, penilaian, dan penghargaan terhadap suatu karya seni. BIRAMA adalah ketukan tetap yang berulang-ulang pada sebuah lagu. Contoh birama : 2/4 , 3/4 , 4/4 , 6/8 PADUAN SUARA adalah Penyajian musik vocal yang terdiri dri 15 orang atau lebih yang memadukan berbagai warna suara menjadi satu kesatuan yang utuh dan dapat menampakan jiwa lagu yang dibawakan. JENIS-JENIS PADUAN SUARA : 1. Paduan Suara UNISONO yaitu Paduan suara dengan menggunakan satu suara.

2. Paduan Suara 2 suara sejenis, yaitu paduan suara yang menggunakan 2 suara manusia yang sejenis, contoh : Suara sejenis Wanita, Suara sejenis Pria, Suara sejenis anak-anak. 3. Paduan Suara 3 sejenis S – S – A, yaitu paduan suara sejenis dengan menggunakan suara Sopran 1, Sopran 2, dan Alto. 4. Paduan Suara 3 suara Campuran S – A – B, yaitu paduan suara yang menggiunakan 3 suara campuran , contoh : Sopran, Alto Bass. 5. Paduan suara 3 sejenis T- T – B, yaitu paduan suara 3 suara sejenis pria dengan suara Tenor 1, Tenor 2, Bass. 6. Paduan Suara 4 suara Campuran, yaitu paduan suara yang mengguanakan suara campuran pria dan wanita, dengan suara S – A – T – B. Sopran, Alto, Tenor, Bass. DIRIGEN / CONDUCTOR adalah orang yang memimpin Paduan Suara. Syarat-syarat seorang Dirigen/ Conductor yang baik : 1. 2. 3. 4. 5. memiliki sifat kepemimpinan memiliki ketahanan jasmani yang tangguh sebaiknya sehat jasmani dan rohani simpatik menguasai cara latihan yang efektif

6. 7.

memiliki daya imajinasi yang baik memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan bermain musik.

TANDA DINAMIK adalah tanda utuk menyatakan keras, lembutnya sebuah lagu yang dinyanyikan. Contoh-contoh Tanda Dinamik : 1. f : forte = keras 2. ff : fortissimo = sangat keras 3. fff : fortissimo assai = sekeras mungkin 4. mf : mezzo forte = setemgah keras 5. fp : forte piano = mulai dengan keras dan diikuti lembut 6. p : piano = lembut 7. pp : pianissimo = sangat lembut 8. ppp : pianissimo possibile = selembut mungkin 9. mp : mezzo piano = setengah lembut PERUBAHAN TANDA DINAMIKA : - Diminuendo (dim) : melembut - Perdendosi : melembut sampai hilang - Smorzzande : sedikit demi sedikit hilang - Calando : mengurangi keras - Poco a poco : sedikit demi sedikit / lambat laun - Cresscendo : berangsur-angsur keras - Decrsescendo : berangsur-angsur lembut TANDA TEMPO adalah tanda yang diguakan untuk menunjukan cepat atau lambatnya sebuah lagu yang harus dinyanyikan. A.TANDA TEMPO CEPAT : 1. Allegro : cepat 2. Allegratto : agak cepat 3. Allegrissimo : lebih cepat 4. Presto : cepat sekali 5. Presstissimo : secepat-cepatnya 6. Vivase : cepat dan girang B. TANDA TEMPO SEDANG :

1. Moderato : sedang 2. Allegro moderato : cepatnya sedang 3. Andante : perlahan-lahan 4. Andantino : kurang cepat C. TANDA TEMPO LAMBAT : 1. Largo : lambat 2. Largissimo : lebih lambat 3. Largeto : agak lambat 4. Adagio : sangat lambat penuh perasaan 5. Grave : sangat lambat sedih 6. Lento : sangat lambat berhubung-hubungan. PERMATA / CORONA adalah tanda untuk menambah hitungan menurut selera. Unsur-Unsur Teknik Vocal SENI ADALAH : Ungkapan perasaan seseorang yang dituangkan kedalam kreasi dalam bentuk gerak, rupa, nada, syair, yang mengandung unsur-unsur keindahan, dan dapat mempengaruhi perasaan orang lain. TEKNIK VOCAL adalah : Cara memproduksi suara yang baik dan benar, sehingga suara yang keluar terdengar jelas, indah, merdu, dan nyaring.

TEHNIK VOCAL
Dalam Seni Musik terdapat 2 (dua) unsur yaitu : Vocal dan Instrument. Vocal adalah alunan nada-nada yang keluar dari suara manusia. Instrument adalah nada-nada yang keluar dari alat musik yang digunakan. TEKNIK VOCAL adalah : Cara memproduksi suara yang baik dan benar, sehingga suara yang keluar terdengar jelas, indah, merdu, dan nyaring. UNSUR-UNSUR TEKNIK VOCAL : 1. Artikulasi, adalah cara pengucapan kata demi kata yang baik dan jelas. 2. Pernafasan, adalah usaha untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya, kemudian disimpan, dan dikeluarkan sedikit demi sedikit sesuai dengan keperluan. Pernafasan di bagi tiga jenis, yaitu : - Pernafasan Dada : cocok untuk nada-nada rendah, penyanyi mudah lelah. - Pernafasan Perut : udara cepat habis, kurang cocok digunakan dalam menyanyi, karena akan cepat lelah. - Pernafasan Diafragma : adalah pernafasan yang paling cocok digunakan untuk menyanyi, karena udara yang digunakan akan mudah diatur pemakaiannya, mempunyai power dan stabilitas vocal yang baik. 3. Phrasering, adalah aturan pemenggalan kalimat yang baik dan benar sehingga mudah dimengerti dan sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku. 4. Sikap Badan, adalah posisi badan ketika seseorang sedang nyanyi, bisa sambil duduk, atau berdiri, yang penting saluran pernafasan jangan sampai terganggu. 5. Resonansi, adalah usaha untuk memperindah suara dengan mefungsikan ronggarongga udara yang turut bervibrasi/ bergetar disekitar mulut dan tenggorokan. 6. Vibrato, adalah usaha untuk memperindah sebuah lagu dengan cara memberi gelombang/ suara yang bergetar teratur, biasanya di terapkan di setiap akhir sebuah kalimat lagu. 7. Improvisasi, adalah usaha memperindah lagu dengan merubah/menambah sebagian melodi lagu dengan profesional, tanpa merubah melodi pokoknya. 8. Intonasi, adalah tinggi rendahnya suatu nada yang harus dijangkau dengan tepat. Syarat-syarat terbentuknya Intonasi yang baik : a. Pendengaran yang baik b. Kontrol pernafasan c. Rasa musical. Nada, adalah bunyi yang memiliki getaran teratur tiap detiknya. Sifat nada ada 4 yaitu : a. FITCH yaitu ketepatan jangkauan nada. b. DURASI yaitu lamanya sebuah nada harus dibunyikan

c. INTENSITAS NADA yaitu keras,lembutnya nada yang harus dibunyikan. d. TIMBRE yaitu warna suara yang berbeda tiap-tiap orang. AMBITUS SUARA adalah luas wilayah nada yang mampu dijangkau oleh seseorang. Seorang penyanyi professional harus mampu menjangkau nada-nada dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi sesuai dengan kemampuannya. CRESCENDO adalah suara pelan berangsur-angsur keras. DESCRESCENDO adalah suara keras berangsur-angsur pelan. STACATO adalah suara dalam bernyanyi yang terpatah-patah. SUARA MANUSIA DIBAGI 3 (TIGA) : Suara Wanita Dewasa ; a. Sopran (suara tinggi wanita) b. Messo Sopran (suara sedang wanita) c. Alto (suara rendah wanita) Suara Pria Dewasa : a. Tenor (suara tinggi pria) b. Bariton (suara sedang pria) c. Bas (suara rendah pria) Suara Anak-anak : a. Tinggi b. Rendah. TANGGA NADA DIATONIS adalah rangkaian 7 (tujuh) buah nada dalam satu oktaf yang mempunyai susunan tinggi nada yang teratur. Tangga Nada Diatonis Mayor adalah Tangga Nada yang mempunyai jarak antar nadanya 1 (satu) dan ½ (setengah). Ciri-ciri tangga nada Diatonis Mayor : - Bersifat riang gembira - Bersemangat - Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada Do = C - Mempunyai pola interval : 1 , 1 ,. ½, 1 , 1 , 1, ½ Contoh Lagu yang bertangga nada Mayor : Maju Tak Gentar, Indonesia Raya, Hari merdeka, Halo-halo Bandung, Indonesia Jaya, Garuda Pancasila, Mars Pelajar. Ciri-ciri Tangga nada Diatonis Minor : - Kurang bersemangat.

- Bersifat sedih - Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada La = A - Mempunyai pola interval : 1 , ½ , 1 , 1 , ½ , 1 , 1 . Catatan : Teori ini kurang sesuai dengan musik Dangdut yang banyak berkembang di Indonesia. Contoh Lagu yang bertangga nada Minor : Syukur, Tuhan, Gugur Bunga. TANGGA NADA KROMATIS adalah tangga nada yang mempunyai jarak antar nadanya hanya ½ . Contoh : C – Cis – D – Dis- E – F – Fis – G – Gis – A – Ais – B TANGGA NADA ENHARMNONIS adalah rangkaian tangga nada yang mempunyai nama dan letak yang berbeda, tetapi mempunyai tinggi nada yang sama. Contoh : Nada Ais-Bes, Cis-Des, Gis-As, Dis-Es, Fis-Ges. APRESIASI yaitu Totalitas kegiatan yang meliputi penglihatan, pengamatan, penilaian, dan penghargaan terhadap suatu karya seni. BIRAMA adalah ketukan tetap yang berulang-ulang pada sebuah lagu. Contoh birama : 2/4 , 3/4 , 4/4 , 6/8 PADUAN SUARA adalah Penyajian musik vocal yang terdiri dri 15 orang atau lebih yang memadukan berbagai warna suara menjadi satu kesatuan yang utuh dan dapat menampakan jiwa lagu yang dibawakan. JENIS-JENIS PADUAN SUARA : 1. Paduan Suara UNISONO yaitu Paduan suara dengan menggunakan satu suara. 2. Paduan Suara 2 suara sejenis, yaitu paduan suara yang menggunakan 2 suara manusia yang sejenis, contoh : Suara sejenis Wanita, Suara sejenis Pria, Suara sejenis anak-anak. 3. Paduan Suara 3 sejenis S – S – A, yaitu paduan suara sejenis dengan menggunakan suara Sopran 1, Sopran 2, dan Alto. 4. Paduan Suara 3 suara Campuran S – A – B, yaitu paduan suara yang menggiunakan 3 suara campuran , contoh : Sopran, Alto Bass. 5. Paduan suara 3 sejenis T- T – B, yaitu paduan suara 3 suara sejenis pria dengan suara Tenor 1, Tenor 2, Bass. 6. Paduan Suara 4 suara Campuran, yaitu paduan suara yang mengguanakan suara campuran pria dan wanita, dengan suara S – A – T – B. Sopran, Alto, Tenor, Bass. DIRIGEN / CONDUCTOR adalah orang yang memimpin Paduan Suara. Syarat-syarat seorang Dirigen/ Conductor yang baik : a. memiliki sifat kepemimpinan b. memiliki ketahanan jasmani yang tangguh c. sebaiknya sehat jasmani dan rohani

d. simpatik f. menguasai cara latihan yang efektif g. memiliki daya imajinasi yang baik h. memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan bermain musik. TANDA DINAMIK adalah tanda utuk menyatakan keras, lembutnya sebuah lagu yang dinyanyikan. Contoh-contoh Tanda Dinamik : 1. f : forte = keras 2. ff : fortissimo = sangat keras 3. fff : fortissimo assai = sekeras mungkin 4. mf : mezzo forte = setemgah keras 5. fp : forte piano = mulai dengan keras dan diikuti lembut 6. p : piano = lembut 7. pp : pianissimo = sangat lembut 8. ppp : pianissimo possibile = selembut mungkin 9. mp : mezzo piano = setengah lembut PERUBAHAN TANDA DINAMIKA : - Diminuendo (dim) : melembut - Perdendosi : melembut sampai hilang - Smorzzande : sedikit demi sedikit hilang - Calando : mengurangi keras - Poco a poco : sedikit demi sedikit / lambat laun - Cresscendo : berangsur-angsur keras - Decrsescendo : berangsur-angsur lembut TANDA TEMPO adalah tanda yang diguakan untuk menunjukan cepat atau lambatnya sebuah lagu yang harus dinyanyikan. A.TANDA TEMPO CEPAT 1. Allegro : cepat 2. Allegratto : agak cepat 3. Allegrissimo : lebih cepat 4. Presto : cepat sekali 5. Presstissimo : secepat-cepatnya 6. Vivase : cepat dan girang B. TANDA TEMPO SEDANG 1. Moderato : sedang 2. Allegro moderato : cepatnya sedang 3. Andante : perlahan-lahan 4. Andantino : kurang cepat C. TANDA TEMPO LAMBAT 1. Largo : lambat

2. Largissimo : lebih lambat 3. Largeto : agak lambat 4. Adagio : sangat lambat penuh perasaan 5. Grave : sangat lambat sedih 6. Lento : sangat lambat berhubung-hubungan. PERMATA / CORONA adalah tanda untuk menambah hitungan menurut selera.

Teknik Pernafasan dan Olah Vokal
Suara Sebagai Kekuatan Komunikasi Anda tentu tahu produksi radio semata-mata hanya “suara”. Artinya tidak ada gambar kecuali bunyi. Berarti kesimpulannya, kekuatan radio dan kekuatan komunikasinya terletak pada suara. Jadi kita sepakat, suara merupakan jantung dan nadi kekuatan komunikasi radio. Karena itu secara sederhana disimpulkan seorang penyiar sangat diandalkan suaranya, agar siarannya berhasil diterima. Berarti seorang penyiar wajib memperhatikan dan melatih pembentukan kualitas suaranya. Ada pertanyaan, apakah mutu seseorang itu merupakan anugrah dari Yang Maha Kuasa, ataukah merupakan hasil latihan ?. jawabannya bisa dua-duanya. Artinya, meski seorang punya anugrah suara yang baik, tetapi untuk menjadi penyiar bagaimanapun harus berlatih olah vocal maupun pernafasan. Karena dengan modal suara yang sudah baik, hasilnya akan lebih maksimal, karena bersiaran harus menguasai teknik-tekniknya. Apalagi kalau mutu suara dan pernafasannya terbatas, latihan yang lebih keras harus dilakukan. Mengapa Suara dan Nafas Harus Dilatih ? Ada beberapa pertimbangan logis, mengapa seorang penyiar tidak cukup bertolak dari kemampuan alami, tetapi harus melalui jalur pelatihan. -Penyiar adalah profesi yang sangat spesifik -Ketrampilan penyiar merupakan konsep terapan -Profesi penyiar akan mencapai titik puncak bila “jam terbang” cukup -Pengetahuan kepenyiaran tidak berlaku secara umum -Penyiar sering dituntut untuk serba bisa Dengan demikian, hanya orang-orang yang mempersiapkan diri sajalah, juga yang bermotivasi ingin menjadi penyiar atau individu yang mengandalkan ketekunan untuk trampil melakukan yang dapat menjadi penyiar. Kalau dipilah-pilah maka dalam sosok seorang penyiar akan terdiri dari kerangka. -Wawasan atau sesuatu yang menyangkut isi otak -Ketrampilan untuk berkomunikasi melalui suaranya -Moralitas untuk memajukan pendengarnya melalui pelayanan Elemen Pelatihan Nafas dan Vokal

Senam Pernafasan Produksi suara yang baik bagaimanapun sangat tergantung pada kualitas nafas. Daya tahan nafas yang kuat akan membentuk vocal yang kuat juga. Karenanya pelatihan nafas ini menjadi awal kegiatan asah ketrampilan penyiar. Olah Perangkat Bicara Bersamaan dengan latihan pernafasan sekaligus dilatih seluruh bagian tubuh yang berhubungan dengan aktivitas kerja perangkat bicara kita. Seperti: bibir, lidah, langitlangit, gigi, tenggorokan, otot-otot wajah, dan leher, otot punggung, pinggang, perut, dan dada.Pelatihan pada perangkat bicara ini gunanya membuat alat dan otot perangkat bicara kita menjadi lentur. Karena kelenturan tersebut dibutuhkan dalam rangka : -Menimbulkan elektisitas otot untuk melahirkan kekuatan gerak -Kelenturan melahirkan resonansi alami dalam tubuh -Kemudahan pengendalian alat bicara dan pendukungnya Suara Diafragma Berkaitan langsung dengan pembentukan kualitas modal suara seorang penyiar mutlak harus menggunakan suara yang dilahirkan dari kelenturan diafragma atau kelenturan sekat rongga dada dan perut. Mekanisme kerjanya, sekat diafragma tersebut digerakkan agar menekan paru-paru kita. Sehingga tekanan tersebut akan melahirkan tekanan udara yang akan menyentuh pita suara sampai kemudian muncullah suara penyiar. Yang membedakan kualitas suara yang bersumber dari diafragma dan yang bukan terletak pada kekuatan suara yang dihasilkan. Penelitian membuktikan, suara diafragma mempunyai kekuatan 4 kali lebih kuat dibandingkan suara yang tidak bersumber dari diafragma, tanpa harus bicara ngotot atau mengubah warna suara Alasan lain mengapa suara diafragma wajib dikuasai penyiar : -Radio medium selintas, sehingga vocal yang kuat dapat menarik perhatian -Perjalanan suara dari mikrofon sampai ke radio pendengar cukup jauh -Suara difragma sangat menghemat stamina penyiar Intonasi Setelah pernafasan, perangkat bicara menjadi lentur dan suara diafragma sudah terbentuk, pelatihan berikutnya mengasah intonasi. Awam menyebut intonasi sebagai lagu atau irama bicara. Intonasi merupakan elemen penting untuk mengatasi permasalahan : -Monotonitas Bayangkan kalau anda mendengar penyiar berita dengan irama yang sangat datar tidak bergelombang riak naik turun, pasti hasilnya sangat membosankan pendengar. Dan kalau sudah begini akan terjadi dua kemungkinan. Pertama gelombang radio akan dipindah keradio lain atau yang kedua radio akan dimatikan. -Membangun Gairah Apa yang bisa diharapkan dari siaran radio dan penyiarnya, kalau suasana yang diciptakan sama sekali tidak membangun kegairahan dan dinamika. Tanpa intonasi

penyiar akan dikesankan loyo, tidak bersemangat dan tidak memiliki komitmen yang kuat. Sehingga pesan yang disampaikan lewat radio juga tidak akan ditanggapi pendengar dengan bergairah pula. Dalam Intonasi dikenal dengan 2 macam pola ; 1.Intonasi Komunikasi Yaitu teknik intonasi yang lebih mengesankan suasana bicara antar personal. Fluktuasi irama bicara tetap memperhatikan gerakan naik dan turun, tetapi cenderung tidak terlalu curam. Sehingga suasana bincang-bincang tetap terasa dalam pendekatan dinamis. Penggunaannya ketika penyiar hendak berdialog dengan pendengar dalam konteks obrolan biasa atau berkesan seperti sedang bercerita. 2.Intonasi Presentasi Dibandingkan dengan intonasi komunikasi, maka pada Intonasi Presentasi Fluktuasi irama bicara naik turun dengan semangat tajam. Dinamikanya juga jauh lebih tinggi. Penggunaannya apabila penyiar hendak melakukan presentasi sebagaimana layaknya dalam suasana iklan. Karena itu intonasi ini dipakai biasanya untuk mengetengahkan nama acara, judul lagu, album atau memperkenalkan nama radionya. Penggunaan intonasi ini lebih cenderung seperti gaya bicara Master of Ceremony (MC) e.Aksentuasi Untuk memperoleh kesan yang lebih impresif sekaligus mendukung keberhasilan bicara pada pendengar, maka salah satu elemen penting lainnya adalah aksentuasi. Aksentuasi merupakan penekanan yang diberikan kepada kata tertentu pada waktu penyiar sedang berbicara. Fungsi aksentuasi adalah untuk menonjolkan kata-kata tertentu, karena dianggap penting dan diharapkan pendengar memberikan perhatian yang lebih khusus pada kata tersebut. Penggunaan Aksentuasi umumnya membuat kecepatan bicara penyiar menjadi lebih lambat pada kata tersebut, karena pengucapan kata tersebut sedang ditekan. Prinsipnya selain fluktuasi intonasi pada kata-kata diaksen tersebut sangat curam, kecepatan bicarapun diperlambat, lebih lambat dari kata dan kalimat yang tidak di-aksen. Sebagai gambaran, kalau kita membaca media cetak, maka aksentuasi pada tulisan di media cetak tersebut adalah kata-kata yang dicetak dalam huruf tebal atau berhuruf miring atau bisa juga diberi garis bawah. Yang intinya hendak menonjolkan kata-kata tertentu. f.Kecepatan (Speed) Kecepatan dalam berbicara akan memberi kesan tertentu pada penyiar. Terutama kesan apakah penyiar tersebut sedang malas, tidak bersemangat atau sebaliknya. Namun yang perlu diperhatikan, kecepatan bicara tidak menyebabkan penyiar itu terkesan dinamis atau monoton. Karena dinamika dan monotonitas disebabkan lebih banyak oleh intonasi. Sedangkan kecepatan bicara merupakan factor pelengkap yang akan memperkuat intonasi. Tadinya ada penyiar yang berfikir, semakin cepat dia bicara berarti semakin terhindar dia

dari kemungkinan monoton. Padahal kalau dia bicara dengan cepat tapi intonasi yang datar dan tidak berfluktuasi hasilnya tetap saja monoton. Karena itu kecepatan berbicara lebih dekat pada factor kenyamanan yang mendengar dengan berkesimpulan penyiar tersebut sedang bersemangat atau loyo. Secara ideal menurut penelitian untuk bahasa Indonesia, kecepatan bicara akan cenderung normal apabila dalam satu menit bicara terkandung sekitar 120 – 140 kata permenit. Apabila dalam satu menit bicara jumlah kata yang terucap dibawah 120 kata, maka kecepatan penyiar dikategorikan lambat. Apabila jumlah kata yang terucap lebih dari 140 kata permenit, maka kecepatan penyiar tersebut dikategorikan terlalu cepat. g.Artikulasi Artikulasi berhubungan erat dengan masalah kejelasan makna komunikasi. Maksud dari artikulasi adalah kejelasan ucapan huruf perhuruf maupun kata-perkata. Kejelasan artikulasi ini sangat penting, karena apa artinya keunggulan di elemen-elemen lainnya kalau pendengar tidak bisa menangkap dengan jelas kata-kata yang diucapkan penyiar. Kerugian yang bisa ditimbulkan akibat artikulasi yang tidak jelas adalah : -Kesalahan makna pada pendengar -Kerancuan maksud -Ketidak jelasan komunikasi -Kegagalan pencapaian hasil komunikasi -Ketidak sukaan pendengar pada penyiar bersangkutan

Teknik Pernapasan Tepat dan Benar!

KapanLagi.com - Mungkin selama ini Anda tidak sadar, bahwa dengan cara pengendalian yang baik dan tepat, Anda dapat menggunakan pernapasan sebagai cara yang paling jitu untuk melepas stress dan bahkan menyegarkan kembali pikiran Anda! Ada tiga macam cara pernapasan yang tepat dan dapat Anda latih dengan baik yang akan langsung menghancurkan stress Anda, bahkan dapat mendorong semangat dan membuat Anda lebih rileks. 1. Napas Stimulasi (disebut juga Napas Kipas Perapian) Napas ini diadaptasi dari teknik pernapasan para praktisi Yoga, dengan tujuan meningkatkan energi vital dan membuat Anda semakin peka dan tanggap terhadap sekitar Anda. a. Tarik dan buang napas secepat mungkin melalui hidung Anda, tutup mulut Anda, tapi pertahankan tetap rileks. Tarikan dan buangan napas Anda singkat saja, dan usahakan dilakukan dalam durasi yang sama. Pendek-pendek saja dan sesingkat mungkin! b. Dalam satu detik, usahakan lakukan tiga kali tarikan dan buangan napas. Cara ini akan membuat otot diafragma (bagian atas perut) akan bergerak, dengan gerakan seperti kipas perapian. Setelah satu siklus tiga kali napas dan tiga kali buang, bernapaslah seperti biasa. c. Pada percobaan pertama, jangan paksakan diri Anda lebih dari 15 detik, dan setiap Anda berlatih, coba perpanjang waktu latihan Anda sebanyak 5 detik sampai akhirnya

Anda dapat melakukan pernapasan ini selama satu menit penuh. Jika Anda melakukan dengan benar, maka Anda akan merasa segar, dan Anda akan lebih awas terhadap sekitar Anda. Anda akan merasakan sedikit ketegangan otot di belakang leher, diafragma, dada dan perut Anda. Coba lakukan pernapasan ini setiap kali Anda merasa butuh dorongan semangat di manapun Anda berada! 2. Napas 4-7-8 (disebut juga Napas Relaksasi) Latihan sederhana yang tidak membutuhkan usaha besar. Anda dapat berada dalam posisi apapun, duduk, telentang, bersila, atau apapun, tapi selama Anda belajar, coba duduk dengan punggung tegak. Letakkan ujung lidah di langit-langit mulut, dan pertahankan lidah Anda berada di titik tersebut selama latihan. Anda akan berlatih untuk bernapas melalui mulut Anda dan sekitar lidah, jika Anda merasa tampak aneh, maka coba buat posisi mulut Anda sedikit cemberut pada saat berlatih a. Buang napas sepenuhnya dari mulut, jangan malu untuk bersuara b. Tutup mulut dan tarik napas tanpa suara dari hidung dan hitung dalam hati sampai empat c. Tahan napas dan hitung sampai tujuh. d. Buang napas sepenuhnya dari mulut, jangan malu untuk bersuara dan hitung sampai delapan. e. Ini adalah satu siklus napas, dan ulangi a sampai d tiga kali lagi, jadi Anda melakukan total empat kali siklus napas. Perhatikan, bahwa tarikan napas adalah perlahan-lahan melalui hidung dan hembusan napas keluar selalu bersuara dari mulut. Ingat juga bahwa ujung lidah Anda tidak boleh turun dari langit-langit. Anda bisa menghabiskan waktu yang berbeda untuk satu siklus, tapi rasio 4:7:8 harus tetap dipertahankan. Usahakan semakin lama waktu dalam satu siklus yang ada semakin panjang. Latihan ini adalah latihan alami penenang bagi sistem saraf. Berbeda dengan obat yang biasanya makin lemah seiring dengan waktu, pernapasan ini akan makin lama makin kuat, asal sering Anda pergunakan dan Anda latih. Latih setidaknya dua kali dalam sehari. Selama sebulan pertama, lakukan maksimal 4 siklus, lakukan perlahan-lahan sampai pada delapan siklus. Awalnya mungkin Anda akan terasa pusing, tapi makin lama pusing ini akan segera hilang. 3. Hitung Napas Jika Anda merasa kewalahan akibat tugas atau pekerjaan, coba lakukan hitung napas ini, teknis sederhana yang sangat efektif dan sering dilakukan oleh praktisi Zen. Duduklah dalam posisi yang rileks, dengan tulang punggung tegak dan kepala agak ke depan. Tutup mata dengan lembut dan tarik napas dalam-dalam. Tarik dan buang napas

secara alami dan ikuti saja ritme tubuh. Biasanya ritme napas ini akan jadi tenang dan lamban, tapi ritme dan dalamnya pernapasan biasanya berbeda dari satu saat ke saat berikutnya. a. Hitung 'Satu' pada saat membuang napas b. hitung 'dua' dan seterusnya setiap kali membuang napas, sampai ke 'lima' c. Hitung kembali 'satu' pada saat Anda membuang napas Jangan pernah lebih tinggi dari lima hitungan. Ingat, begitu Anda kehilangan konsentrasi, Anda bisa dengan mudah berada di angka delapan, atau bahkan duabelas atau malah dua puluh. Sekali lagi yang Anda hitung adalah buangan napas Anda. Coba lakukan latihan ini selama 10 menit sebagai sarana meditasi. Anda akan kembali merasa segar kembali!

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->