P. 1
PENGEMBANGAN KURIKULUM SMK

PENGEMBANGAN KURIKULUM SMK

|Views: 1,582|Likes:
Published by Taryo Haerul Anam

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Taryo Haerul Anam on Apr 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/17/2013

pdf

text

original

PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN

KURIKULUM SMK KURIKULUM SMK
DAN DAN
PENILAIAN PENILAIAN
Oleh Oleh
Prof.Dr.MUNGIN EDDY WIBOWO,M.Pd.,Kons. Prof.Dr.MUNGIN EDDY WIBOWO,M.Pd.,Kons.
Badan Standar Nasional Pendidikan Badan Standar Nasional Pendidikan
KURIKULUM KURIKULUM
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan Kurikulum adalah seperangkat rencana dan
pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan
pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pelajaran serta cara yang digunakan sebagai
pedoman penyelenggaraan kegiatan pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu. tertentu.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
adalah kurikulum operasional yang disusun dan adalah kurikulum operasional yang disusun dan
dilaksanakan oleh masing dilaksanakan oleh masing- -masing satuan masing satuan
pendidikan. pendidikan.
KTSP terdiri atas tujuan pendidikan tingkat KTSP terdiri atas tujuan pendidikan tingkat
satuan pendidikan, struktur dan muatan satuan pendidikan, struktur dan muatan
kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender
pendidikan, dan silabus. pendidikan, dan silabus.
PRINSIP PRINSIP- -PRINSIP PRINSIP
PENGEMBANGAN KURIKULUM PENGEMBANGAN KURIKULUM
1. 1. Berpusat pada potensi,perkembangan, Berpusat pada potensi,perkembangan,
kebutuhan dan kepentingan peserta didik kebutuhan dan kepentingan peserta didik
dan lingkungannya. dan lingkungannya.
2. 2. Beragam dan terpadu Beragam dan terpadu
3. 3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu Tanggap terhadap perkembangan ilmu
pengetahuan,teknologi dan seni. pengetahuan,teknologi dan seni.
4. 4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Relevan dengan kebutuhan kehidupan
5. 5. Menyeluruh dan berkesinambungan Menyeluruh dan berkesinambungan
6. 6. Belajar sepanjang hayat Belajar sepanjang hayat
7. 7. Seimbang antara kepentingan nasional dan Seimbang antara kepentingan nasional dan
kepentingan daerah. kepentingan daerah.
ACUAN OPERASIONAL ACUAN OPERASIONAL
PENYUSUNAN KURIKULUM PENYUSUNAN KURIKULUM
1. 1. Peningkatan iman dan takwa serta Peningkatan iman dan takwa serta
ahlak mulia ahlak mulia
2. 2. Peningkatan potensi, kecerdasan, Peningkatan potensi, kecerdasan,
dan minat sesuai dengan tingkat dan minat sesuai dengan tingkat
perkembangan dan kemampuan perkembangan dan kemampuan
peserta didik peserta didik
3. 3. Keragaman potensi dan karakter Keragaman potensi dan karakter
daerah dan lingkungan daerah dan lingkungan
4. 4. Tuntutan pembangunan daerah dan Tuntutan pembangunan daerah dan
nasional nasional
5. Tuntutan dunia kerja 5. Tuntutan dunia kerja
6. Perkembangan IPTEKS 6. Perkembangan IPTEKS
7. Agama 7. Agama
8. Dinamika perkembangan global 8. Dinamika perkembangan global
9. Persatuan nasional dan nilai 9. Persatuan nasional dan nilai--nilai nilai
kebangsaan kebangsaan
10.Kondisi sosial budaya masyarakat 10.Kondisi sosial budaya masyarakat
setempat setempat
11.Kesetaraan Jender 11.Kesetaraan Jender
12.Karakteristik satuan pendidikan 12.Karakteristik satuan pendidikan
PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN KURIKULUM KURIKULUM
SMK mengembangkan dan menetapkan KTSP sesuai SMK mengembangkan dan menetapkan KTSP sesuai
kebutuhan satuan pendidikan yang bersangkutan berdasarkan: kebutuhan satuan pendidikan yang bersangkutan berdasarkan:
UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 36 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 36
sampai Pasal 38; sampai Pasal 38;
PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang SNP Pasal 5 sampai Pasal PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang SNP Pasal 5 sampai Pasal
18, dan Pasal 25 sampai Pasal 27; 18, dan Pasal 25 sampai Pasal 27;
Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi
untuk satuan pendidikan dasar dan menengah; untuk satuan pendidikan dasar dan menengah;
Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL untuk Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL untuk
satuan pendidikan dasar dan menengah. satuan pendidikan dasar dan menengah.
Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan
Permendiknas Nomor 22 dan Nomor 23 Tahun 2006 untuk Permendiknas Nomor 22 dan Nomor 23 Tahun 2006 untuk
satuan pendidikan dasar dan menengah. satuan pendidikan dasar dan menengah.
Panduan Penyusunan KTSP jenjang pendidikan dasar dan Panduan Penyusunan KTSP jenjang pendidikan dasar dan
menengah. menengah.
Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan
GRAND KURIKULUM GRAND KURIKULUM
STANDAR
KOMPETENSI
SKL
SK-KMP
SK-MP
KD
STANDAR ISI
KERANGKA
DASAR
STRUKTUR KUR
BEBAN BELAJAR
KALENDER PEND
KUROP ± SATUAN PENDIDIKAN
PANDUAN
KOMPONEN KOMPONEN
KTSP KTSP
A. A. Visi Visi
B. B. Misi Misi
C. C. Tujuan Pendidikan Tujuan Pendidikan
D. D. Struktur dan Muatan Kurikulum Struktur dan Muatan Kurikulum
E. E. Kalender Pendidikan Kalender Pendidikan
F. F. Silabus Silabus
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN
PP 19/2005 SNP Pasal 26 ayat (3) PP 19/2005 SNP Pasal 26 ayat (3)
Standar kompetensi lulusan pada Standar kompetensi lulusan pada
satuan pendidikan menengah kejuruan satuan pendidikan menengah kejuruan
bertujuan untuk meningkatkan bertujuan untuk meningkatkan
kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, kecerdasan, pengetahuan, kepribadian,
ahlak mulia, serta keterampilan untuk ahlak mulia, serta keterampilan untuk
hidup mandiri dan mengikuti hidup mandiri dan mengikuti
pendidikan lebih lanjut sesuai dengan pendidikan lebih lanjut sesuai dengan
kejuruannya. kejuruannya.
PPELAKSANAAN ELAKSANAAN PPENYUSUNAN ENYUSUNAN KTSP KTSP
Apa yang harus disiapkan dalam Apa yang harus disiapkan dalam
menyusun KTSP? menyusun KTSP?
UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas,
PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan, Nasional Pendidikan,
Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang
Standar Isi beserta lampirannya, Standar Isi beserta lampirannya,
Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang
SKL, SKL,
Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang
Pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 dan Pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 dan
Nomor 23 Nomor 23
Spektrum Keahlian Pendidikan menengah Spektrum Keahlian Pendidikan menengah
Kejuruan Kejuruan
Panduan KTSP Panduan KTSP
Model Model--model KTSP model KTSP
Kajilah dokumen tersebut secara bersama Kajilah dokumen tersebut secara bersama--
sama dalam bentuk rapat kerja atau sama dalam bentuk rapat kerja atau
workshop,dengan mencermati: workshop,dengan mencermati:
Fungsi dan tujuan pendidikan nasional Fungsi dan tujuan pendidikan nasional
Kebijakan dasar pemerintah di bidang pendidikan Kebijakan dasar pemerintah di bidang pendidikan
Tujuan tingkat satuan pendidikan Tujuan tingkat satuan pendidikan
Standar kompetensi lulusan Standar kompetensi lulusan
Struktur kurikulum dalam standar isi Struktur kurikulum dalam standar isi
Cakupan mata pelajaran yang ada pada satuan Cakupan mata pelajaran yang ada pada satuan
pendidikan pendidikan
Standar kompetensi mata pelajaran Standar kompetensi mata pelajaran
SK dan KD dalam mata pelajaran SK dan KD dalam mata pelajaran
Kompetensi keahlian Kompetensi keahlian
Ruang lingkup materi pelajaran Ruang lingkup materi pelajaran
Beban belajar Beban belajar
Kalender pendidikan Kalender pendidikan
Kajilah buku panduan penyusunan Kajilah buku panduan penyusunan
KTSP KTSP
Landasan Landasan
Tujuan Panduan Penyusunan KTSP Tujuan Panduan Penyusunan KTSP
Pengertian Pengertian
Prinsip Pengembangan KTSP Prinsip Pengembangan KTSP
Acuan Operasional Penyusunan KTSP Acuan Operasional Penyusunan KTSP
Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan
Pendidikan Pendidikan
Struktur dan Muatan KTSP Struktur dan Muatan KTSP
Kalender Pendidikan Kalender Pendidikan
Pengembangan Silabus Pengembangan Silabus
Pelaksanaan Penyusunan KTSP Pelaksanaan Penyusunan KTSP
A. Analisis Konteks A. Analisis Konteks
1. 1. Analisis potensi dan Analisis potensi dan
kekuatan/kelemahan yg ada di kekuatan/kelemahan yg ada di
sekolah, peserta didik, pendidik dan sekolah, peserta didik, pendidik dan
tenaga kependidikan, sarana tenaga kependidikan, sarana
prasarana, biaya, dan program prasarana, biaya, dan program--
program yg ada di sekolah. program yg ada di sekolah.
2. 2. Analisis peluang dan tantangan yg Analisis peluang dan tantangan yg
ada di masyarakat dan lingkungan ada di masyarakat dan lingkungan
sekitar, komite sekolah/madrasah, sekitar, komite sekolah/madrasah,
dewan pendidikan, dinas pendidikan, dewan pendidikan, dinas pendidikan,
asosiasi profesi, dunia industri dan asosiasi profesi, dunia industri dan
dunia kerja, sumber daya alam dan dunia kerja, sumber daya alam dan
sosial budaya. sosial budaya.
3. 3. Mengidentifikasi Standar Isi dan Mengidentifikasi Standar Isi dan
Standar Kompetensi Lulusan sbg Standar Kompetensi Lulusan sbg
acuan dlm penyusunan KTSP acuan dlm penyusunan KTSP
B. Mekanisme Penyusunan B. Mekanisme Penyusunan
1. 1. Tim Penyusun Tim Penyusun
Kurikulum pendidikan dasar dan Kurikulum pendidikan dasar dan
menengah dikembangkan sesuai dng menengah dikembangkan sesuai dng
relevansinya oleh setiap kelompok atau relevansinya oleh setiap kelompok atau
satuan pendidikan dan komite satuan pendidikan dan komite
sekolah/madrasah dibawah koordinasi sekolah/madrasah dibawah koordinasi
dan supervisi dinas pendidikan atau dan supervisi dinas pendidikan atau
kantor Departemen Agama kantor Departemen Agama
kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar
dan Propinsi untuk pendidikan dan Propinsi untuk pendidikan
menengah. menengah.
Tim penyusun KTSP SD,SMP,SMA dan Tim penyusun KTSP SD,SMP,SMA dan
SMK terdiri atas guru, konselor, kepala SMK terdiri atas guru, konselor, kepala
sekolah, komite sekolah, dan nara sekolah, komite sekolah, dan nara
sumber, dng kepala sekolah sbg ketua sumber, dng kepala sekolah sbg ketua
merangkap anggota, dan disupervisi oleh merangkap anggota, dan disupervisi oleh
dinas kabupaten/kota dan propinsi yg dinas kabupaten/kota dan propinsi yg
bertanggungjawab di bidang pendidikan. bertanggungjawab di bidang pendidikan.
Tim penyusun KTSP MI,MTs,MA dan MAK Tim penyusun KTSP MI,MTs,MA dan MAK
terdiri atas guru,konselor, kepala terdiri atas guru,konselor, kepala
madrasah, komite madrasah, dan nara madrasah, komite madrasah, dan nara
sumber dng kepala madrasah sebagai sumber dng kepala madrasah sebagai
ketua merangkap anggota, dan ketua merangkap anggota, dan
disupervisi oleh departemen yg disupervisi oleh departemen yg
menangani urusan pemerintahan di menangani urusan pemerintahan di
bidang agama. bidang agama.
Tim penyusun KTSP pendidikan khusus Tim penyusun KTSP pendidikan khusus
(SDLB,SMPLB,dan SMSLB) terdiri atas (SDLB,SMPLB,dan SMSLB) terdiri atas
guru, konselor, kepala sekolah, komite guru, konselor, kepala sekolah, komite
sekolah, dan nara sumber dng kepala sekolah, dan nara sumber dng kepala
sekolah sbg ketua merangkap anggota, sekolah sbg ketua merangkap anggota,
dan disupervisi oleh dinas provinsi yg dan disupervisi oleh dinas provinsi yg
bertanggung jawab di bidang bertanggung jawab di bidang
pendidikan. pendidikan.
2. Kegiatan 2. Kegiatan
Penyusunan KTSP merupakan Penyusunan KTSP merupakan
bagian dari kegiatan bagian dari kegiatan
perencanaan perencanaan
sekolah/madrasah. Kegiatan ini sekolah/madrasah. Kegiatan ini
dpt berbentuk rapat kerja dpt berbentuk rapat kerja
dan/atau lokakarya dan/atau lokakarya
sekolah/madrasah dan/atau sekolah/madrasah dan/atau
kelompok sekolah/madrasah yg kelompok sekolah/madrasah yg
diselenggarakan dlm jangka diselenggarakan dlm jangka
waktu sebelum tahun pelajaran waktu sebelum tahun pelajaran
baru. baru.
Tahap kegiatan penyusunan Tahap kegiatan penyusunan
KTSP secara garis besar KTSP secara garis besar
meliputi: penyiapan dan meliputi: penyiapan dan
penyusunan draf, reviu dan penyusunan draf, reviu dan
revisi, serta finalisasi. Langkah revisi, serta finalisasi. Langkah
yg lebih rinci dari masing yg lebih rinci dari masing--
masing kegiatan diatur dan masing kegiatan diatur dan
diselenggarakan oleh tim diselenggarakan oleh tim
penyusun. penyusun.
3. Pemberlakuan 3. Pemberlakuan
Dokumen KTSP SD,SMP,SMA dan SMK Dokumen KTSP SD,SMP,SMA dan SMK
dinyatakan berlaku oleh kepala sekolah dinyatakan berlaku oleh kepala sekolah
serta diketahui oleh komite sekolah dan serta diketahui oleh komite sekolah dan
dinas kabupaten/kota yg dinas kabupaten/kota yg
bertanggungjawab di bidang bertanggungjawab di bidang
pendidikan. pendidikan.
Dokumen KTSP MI,MTs,MA, dan MAK Dokumen KTSP MI,MTs,MA, dan MAK
dinyatakan berlaku oleh kepala dinyatakan berlaku oleh kepala
madrasah serta diketahui oleh komite madrasah serta diketahui oleh komite
madrasah dan oleh departemen yg madrasah dan oleh departemen yg
menangani urusan pemerintahan di menangani urusan pemerintahan di
bidang agama. bidang agama.
Dokumen KTSP SDLB,SMPLB, dan SMALB Dokumen KTSP SDLB,SMPLB, dan SMALB
dinyatakan berlaku oleh kepala sekolah dinyatakan berlaku oleh kepala sekolah
serta diketahui oleh komite sekolah dan serta diketahui oleh komite sekolah dan
dinas provinsi yang bertanggungjawab dinas provinsi yang bertanggungjawab
di bidang pendidikan. di bidang pendidikan.
Mekanisme Mekanisme
PENYUSUNAN KTSP PENYUSUNAN KTSP
Analisis
ƥ Kekuatan/
kelemahan
ƥ Peluang/
tantangan
ƥ Dokumen
Standar isi,
SKL,
Panduan
KTSP
Analisis
ƥ Kekuatan/
kelemahan
ƥ Peluang/
tantangan
ƥ Dokumen
Standar isi,
SKL,
Panduan
KTSP
ƥ Pembentukan
Tim
ƥ Penyusunan
Draft
ƥ Revisi dan
Finalisasi
Naskah
KTSP
Diberlaku-
kan
STRUKTUR STRUKTUR
KURIKULUM PENDIDIKAN KEJURUAN KURIKULUM PENDIDIKAN KEJURUAN
Pendidikan kejuruan bertujuan Pendidikan kejuruan bertujuan
untuk meningkatkan kecerdasan, untuk meningkatkan kecerdasan,
pengetahuan,kepribadian,akhlak pengetahuan,kepribadian,akhlak
mulia, serta keterampilan mulia, serta keterampilan
peserta didik untuk hidup peserta didik untuk hidup
mandiri dan mengikuti mandiri dan mengikuti
pendidikan lebih lanjut sesuai pendidikan lebih lanjut sesuai
dengan program kejuruannya. dengan program kejuruannya.
Agar dapat bekerja secara efektif Agar dapat bekerja secara efektif
dan efisien serta dan efisien serta
mengembangkan keahlian dan mengembangkan keahlian dan
keterampilan, mereka harus keterampilan, mereka harus
memiliki stamina yang tinggi, memiliki stamina yang tinggi,
menguasai bidang keahliannya menguasai bidang keahliannya
dan dasar dan dasar--dasar ilmu dasar ilmu
pengetahuan dan teknologi, pengetahuan dan teknologi,
memiliki etos kerja yang tinggi, memiliki etos kerja yang tinggi,
dan mampu berkomunikasi dan mampu berkomunikasi
sesuai dengan tuntutan sesuai dengan tuntutan
pekerjaannya, serta memiliki pekerjaannya, serta memiliki
kemampuan mengembangkan kemampuan mengembangkan
diri. diri.
Struktur kurikulum Struktur kurikulum
pendidikan kejuruan dalam pendidikan kejuruan dalam
hal ini SMK berisi hal ini SMK berisi
mata pelajaran wajib, mata pelajaran wajib,
mata pelajaran kejuruan, mata pelajaran kejuruan,
muatan lokal, dan muatan lokal, dan
pengembangan diri pengembangan diri
Mata pelajaran wajib terdiri atas Mata pelajaran wajib terdiri atas
Pendidikan Agama, Pendidikan Agama,
PKn, PKn,
Bahasa, Bahasa,
Matematika, Matematika,
IPA, IPA,
IPS, IPS,
Seni dan Budaya, Seni dan Budaya,
Pendidikan Jasmani dan Olahraga, Pendidikan Jasmani dan Olahraga,
dan Keterampilan/Kejuruan. dan Keterampilan/Kejuruan.
Mata pelajaran ini bertujuan untuk Mata pelajaran ini bertujuan untuk
membentuk manusia seutuhnya membentuk manusia seutuhnya
dalam spektrum manusia kerja. dalam spektrum manusia kerja.
Mata pelajaran Kejuruan Mata pelajaran Kejuruan
terdiri atas beberapa mata terdiri atas beberapa mata
pelajaran pelajaran
tujuannya untuk menunjang tujuannya untuk menunjang
pembentukan kompetensi pembentukan kompetensi
kejuruan, dan kejuruan, dan
pengembangan kemampuan pengembangan kemampuan
menyesuaikan diri dalam bidang menyesuaikan diri dalam bidang
keahliannya. keahliannya.
Muatan lokal Muatan lokal merupakan kegiatan merupakan kegiatan
kurikuler untuk mengembangkan kurikuler untuk mengembangkan
kompetensi yang disesuaikan dengan kompetensi yang disesuaikan dengan
ciri khas,potensi daerah, dan prospek ciri khas,potensi daerah, dan prospek
pengembangan daerah termasuk pengembangan daerah termasuk
keunggulan daerah, yang materinya keunggulan daerah, yang materinya
tdk dapat dikelompokkan ke dalam tdk dapat dikelompokkan ke dalam
mata pelajaran yang ada. mata pelajaran yang ada.
Substansi muatan lokal Substansi muatan lokal ditentukan ditentukan
oleh satuan pendidikan sesuai dengan oleh satuan pendidikan sesuai dengan
program keahlian yang program keahlian yang
diselenggarakan. diselenggarakan.
Pengembangan diri Pengembangan diri, (sama spt , (sama spt
sekolah umum) terutama ditujukan sekolah umum) terutama ditujukan
untuk pengembangan kreativitas dan untuk pengembangan kreativitas dan
bimbingan karier. bimbingan karier.
Struktur kurikulum SMK, Struktur kurikulum SMK,meliputi meliputi
substansi pembelajaran yg ditempuh substansi pembelajaran yg ditempuh
dalam satu jenjang pendidikan dalam satu jenjang pendidikan
selama tiga tahun atau dapat selama tiga tahun atau dapat
diperpanjang hingga empat tahun diperpanjang hingga empat tahun
mulai kelas X sampai kelas XII atau mulai kelas X sampai kelas XII atau
kelas XIII. kelas XIII.
Struktur kurikulum Struktur kurikulumdisusun disusun
berdasarkan standar kompetensi berdasarkan standar kompetensi
lulusan dan standar kompetensi mata lulusan dan standar kompetensi mata
pelajaran. pelajaran.
STRUKTUR KURIKULUM SMK/MAK STRUKTUR KURIKULUM SMK/MAK
A. A. Mata Pelajaran Mata Pelajaran
1. 1. Pendidikan Agama Pendidikan Agama 192 192
2. 2. Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan Kewarganegaraan 192 192
3. 3. Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia 192 192
4. 4. Bahasa Inggris Bahasa Inggris 440 a) 440 a)
5. 5. Matematika Matematika
a. a. Kelompok Sosial,Administrasi Perkantoran dan Akuntasi Kelompok Sosial,Administrasi Perkantoran dan Akuntasi 403 a) 403 a)
b. b. Kelompok Seni,Pariwisata,dan Teknologi Kerumahtangaan Kelompok Seni,Pariwisata,dan Teknologi Kerumahtangaan 330 a) 330 a)
c. c. Kelompok Teknologi,Kesehatan,dan Pertanian Kelompok Teknologi,Kesehatan,dan Pertanian 516 a) 516 a)
6. 6. Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Alam
a. a. IPA IPA 192 a) 192 a)
b. b. Fisika Fisika
1) 1) Kelompok Pertanian Kelompok Pertanian 192 a) 192 a)
2) 2) Kelompok Teknologi Kelompok Teknologi 276 a) 276 a)
c. Kimia c. Kimia
1) 1) Kelompok Pertanian Kelompok Pertanian 192 a) 192 a)
2) 2) Kelompok Teknologi dan Kesehatan Kelompok Teknologi dan Kesehatan 192 a) 192 a)
d. Biologi d. Biologi
1) 1) Kelompok Pertanian Kelompok Pertanian 192 a) 192 a)
2) 2) Kelompok Kesehatan Kelompok Kesehatan 192 a) 192 a)
7. 7. Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Sosial 128 a) 128 a)
8. 8. Seni Budaya Seni Budaya 128 a) 128 a)
9. 9. Pendidikan Jasmani,Olahraga dan Kesehatan Pendidikan Jasmani,Olahraga dan Kesehatan 192 192
10. 10. Kejuruan Kejuruan
a. a. Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi 202 202
b. b. Kewirausahaan Kewirausahaan 192 192
c. c. Dasar Kompetensi Kejuruan b) Dasar Kompetensi Kejuruan b) 140 140
d. d. Kompetensi Kejuruan b) 1044 Kompetensi Kejuruan b) 1044
c) c)
B. Muatan Lokal B. Muatan Lokal
192 192
C. Pengembangan Diri d) C. Pengembangan Diri d)
(192) (192)
Keterangan Notasi Keterangan Notasi
a) a) Durasi waktu adalah jumlah jam minimal yg Durasi waktu adalah jumlah jam minimal yg
digunakan oleh setiap program keahlian. digunakan oleh setiap program keahlian.
Program keahlian yg memerlukan waktu Program keahlian yg memerlukan waktu
lebih jam tambahannya diintegrasikan ke lebih jam tambahannya diintegrasikan ke
dalam mata pelajaran yg sama, di luar dalam mata pelajaran yg sama, di luar
jumlah jam yg dicantumkan. jumlah jam yg dicantumkan.
b) b) Terdiri dari berbagai mata pelajaran yg Terdiri dari berbagai mata pelajaran yg
ditentukan sesuai dng kebutuhan setiap ditentukan sesuai dng kebutuhan setiap
program keahlian program keahlian
c) c) Jumlah jam Kompetensi kejuruan pada Jumlah jam Kompetensi kejuruan pada
dasarnya sesuai dng kebutuhan standar dasarnya sesuai dng kebutuhan standar
kompetensi kerja yg berlaku di dunia kerja kompetensi kerja yg berlaku di dunia kerja
tetapi tidak boleh kurang dari 1044 tetapi tidak boleh kurang dari 1044
d) d) Ekuivalen 2 jam pembelajaran. Ekuivalen 2 jam pembelajaran.
Mata pelajaran di SMK, Mata pelajaran di SMK,
meliputi: meliputi:
Normatif Normatif
Adaptif Adaptif
Produktif Produktif
Mata pelajaran Normatif Mata pelajaran Normatif
Pendidikan Agama Pendidikan Agama
Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan Kewarganegaraan
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia
Penjasorkes Penjasorkes
Seni Budaya Seni Budaya
Mata pelajaran Adaptif Mata pelajaran Adaptif
Bahasa Inggris Bahasa Inggris
Matematika Matematika
IPA IPA
Fisika Fisika
Kimia Kimia
Biologi Biologi
IPS IPS
KKPI KKPI
Kewirausahaan Kewirausahaan
Mata pelajaran Produktif Mata pelajaran Produktif
Dasar Kompetensi Dasar Kompetensi
Kejuruan Kejuruan
Kompetensi Kejuruan Kompetensi Kejuruan
STRUKTUR DAN MUATAN STRUKTUR DAN MUATAN
KURIKUM SMK KURIKUM SMK
Struktur Kurikulum SMK tertuang Struktur Kurikulum SMK tertuang
dalam Standar Isi, yg dikembangkan dalam Standar Isi, yg dikembangkan
dari kelompok mata pelajaran sbb. dari kelompok mata pelajaran sbb.
Agama dan ahlak mulia Agama dan ahlak mulia
Kewarganegaraan dan kepribadian Kewarganegaraan dan kepribadian
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Estetika Estetika
Jasmani, olahraga dan kesehatan Jasmani, olahraga dan kesehatan
Muatan kurikulum SMK Muatan kurikulum SMK meliputi meliputi
sejumlah mata pelajaran yg sejumlah mata pelajaran yg
keluasan dan kedalamannya keluasan dan kedalamannya
merupakan beban belajar bagi merupakan beban belajar bagi
peserta didik pada satuan peserta didik pada satuan
pendidikan. pendidikan.
Materi muatan lokal dan Materi muatan lokal dan
kegiatan pengembangan diri kegiatan pengembangan diri
termasuk ke dalam isi termasuk ke dalam isi
kurikulum. kurikulum.
Muatan kurikulum SMK Muatan kurikulum SMK,meliputi: ,meliputi:
1. 1. Mata pelajaran Mata pelajaran
2. 2. Muatan lokal Muatan lokal
3. 3. Kegiatan Pengembangan diri Kegiatan Pengembangan diri
4. 4. Pengaturan beban belajar Pengaturan beban belajar
5. 5. Kenaikan Kelas, Penjurusan, dan Kenaikan Kelas, Penjurusan, dan
kelulusan kelulusan
6. 6. Pendidikan kecakapan Hidup Pendidikan kecakapan Hidup
7. 7. Pendidikan berbasis Pendidikan berbasis Keunggulan Keunggulan
Lokal dan Global Lokal dan Global
1. 1. Mata Pelajaran, beserta alokasi Mata Pelajaran, beserta alokasi
waktu untuk kurikulum SMK tertera waktu untuk kurikulum SMK tertera
pada struktur kurikulum yang pada struktur kurikulum yang
tercantum dalam Standar Isi. tercantum dalam Standar Isi.
2. Muatan lokal 2. Muatan lokal
Merupakan mata pelajaran, sehingga Merupakan mata pelajaran, sehingga
satuan pendidikan harus satuan pendidikan harus
mengembangkan Standar Kompetensi mengembangkan Standar Kompetensi
dan Kompetensi dasar untuk setiap dan Kompetensi dasar untuk setiap
jenis muatan lokal yang jenis muatan lokal yang
diselenggarakan. diselenggarakan.
Satuan pendidikan dapat Satuan pendidikan dapat
menyelenggarakan satu mata pelajaran menyelenggarakan satu mata pelajaran
muatan lokal setiap semester. Ini muatan lokal setiap semester. Ini
berarti bahwa dalam satu tahun, satuan berarti bahwa dalam satu tahun, satuan
pendidikan dapat menyelenggarakan pendidikan dapat menyelenggarakan
dua mata pelajaran muatan lokal. dua mata pelajaran muatan lokal.
3. 3. Kegiatan Pengembangan Diri Kegiatan Pengembangan Diri
Pengembangan diri merupakan kegiatan Pengembangan diri merupakan kegiatan
pendidikan di luar mata pelajaran pendidikan di luar mata pelajaran
sebagai bagian integral dari kurikulum sebagai bagian integral dari kurikulum
sekolah/madrasah. sekolah/madrasah.
Kegiatan pengembangan diri difasilitasi Kegiatan pengembangan diri difasilitasi
dan/atau dibimbing oleh konselor, guru, dan/atau dibimbing oleh konselor, guru,
atau tenaga kependidikan yang dapat atau tenaga kependidikan yang dapat
dilakukan dalam bentuk kegiatan dilakukan dalam bentuk kegiatan
ekstrakurikuler. ekstrakurikuler.
Kegiatan pengembangan diri dilakukan Kegiatan pengembangan diri dilakukan
melalui kegiatan pelayanan konseling melalui kegiatan pelayanan konseling
berkenaan dengan masalah diri pribadi berkenaan dengan masalah diri pribadi
dan kehidupan sosial sosial, kegiatan dan kehidupan sosial sosial, kegiatan
belajar, dan pengembangan karir belajar, dan pengembangan karir
peserta didik, serta kegiatan ekstra peserta didik, serta kegiatan ekstra
kurikuler. kurikuler.
Pengembangan diri bukan merupakan Pengembangan diri bukan merupakan
mata pelajaran. Penilaian kegiatan mata pelajaran. Penilaian kegiatan
pengembangan diri dilakukan secara pengembangan diri dilakukan secara
kualitatif, tidak kuantitatif seperti pada kualitatif, tidak kuantitatif seperti pada
mata pelajaran. mata pelajaran.
Pengembangan diri bertujuan memberikan Pengembangan diri bertujuan memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk kesempatan kepada peserta didik untuk
mengembangkan dan mengekspresikan mengembangkan dan mengekspresikan
diri sesuai dengan kebutuhan, diri sesuai dengan kebutuhan,
potensi,bakat, minat, kondisi dan potensi,bakat, minat, kondisi dan
perkembangan peserta didik, dengan perkembangan peserta didik, dengan
memperhatikan kondisi sekolah/madrasah. memperhatikan kondisi sekolah/madrasah.
Tujuan khusus, pengembangan Tujuan khusus, pengembangan
diri yaitu, menunjang peserta diri yaitu, menunjang peserta
didik dalam mengembangkan didik dalam mengembangkan
Bakat Bakat
Minat Minat
Kreativitas Kreativitas
Kompetensi dan kebiasaan dlm kehidupan Kompetensi dan kebiasaan dlm kehidupan
Kemandirian Kemandirian
Kemampuan kehidupan keagamaan Kemampuan kehidupan keagamaan
Kemampuan sosial Kemampuan sosial
Kemampuan belajar Kemampuan belajar
Wawasan dan perencanaan karir Wawasan dan perencanaan karir
Kemampuan pemecahan masalah Kemampuan pemecahan masalah
RUANG LINGKUP PENGEMBANGAN DIRI RUANG LINGKUP PENGEMBANGAN DIRI
Pelayanan Konseling, Pelayanan Konseling,meliputi meliputi
pengembangan pengembangan
Kehidupan pribadi Kehidupan pribadi
Kehidupan sosial Kehidupan sosial
Kehidupan belajar Kehidupan belajar
Kehidupan karir Kehidupan karir
Ekstra kurikuler, Ekstra kurikuler,meliputi kegiatan meliputi kegiatan
Kepramukaan Kepramukaan
Latihan kepemimpinan,ilmiah Latihan kepemimpinan,ilmiah
remaja, palang merah remaja remaja, palang merah remaja
Seni,olahraga,cinta alam Seni,olahraga,cinta alam
Keagamaan Keagamaan
JENIS LAYANAN KONSELING JENIS LAYANAN KONSELING
Orientasi Orientasi
Informasi Informasi
Penempatan dan Penyaluran Penempatan dan Penyaluran
Penguasaan Konten Penguasaan Konten
Konseling Perorangan Konseling Perorangan
Bimbingan Kelompok Bimbingan Kelompok
Konseling Kelompok Konseling Kelompok
KEGIATAN PENDUKUNG KEGIATAN PENDUKUNG
Aplikasi Instrumentasi Aplikasi Instrumentasi
Himpunan Data Himpunan Data
Konferensi Kasus Konferensi Kasus
Kunjungan Rumah Kunjungan Rumah
Tampilan Kepustakaan Tampilan Kepustakaan
Alih Tangan Kasus Alih Tangan Kasus
JENIS KEGIATAN EKSTRA KURIKULER JENIS KEGIATAN EKSTRA KURIKULER
Krida, Krida, meliputi Kepramukaan, Latihan meliputi Kepramukaan, Latihan
dasar Kepemimpinan Siswa, palang Merah dasar Kepemimpinan Siswa, palang Merah
Remaja, Paskibrata Remaja, Paskibrata
Karya Ilmiah Karya Ilmiah, meliputi Kegiatan Ilmiah , meliputi Kegiatan Ilmiah
Remaja, Kegiatan Penguasaan keilmuan Remaja, Kegiatan Penguasaan keilmuan
dan Kemampuan Akademik, Penelitian dan Kemampuan Akademik, Penelitian
Latihan/Lomba keberbakatan/Prestasi Latihan/Lomba keberbakatan/Prestasi, ,
meliputi pengembangan bakat olah raga, meliputi pengembangan bakat olah raga,
seni dan budaya, cinta alam, keagamaan. seni dan budaya, cinta alam, keagamaan.
Seminar, lokakarya, dan pameran Seminar, lokakarya, dan pameran, ,
meliputi substansi karir, pendidikan, meliputi substansi karir, pendidikan,
kesehatan, perlindungan HAM, keagaman, kesehatan, perlindungan HAM, keagaman,
seni budaya. seni budaya.
Kegiatan lapangan Kegiatan lapangan, meliputi kegiatan yg , meliputi kegiatan yg
dilakukan di luar sekolah/madrasah dilakukan di luar sekolah/madrasah
berupa kunjungan ke obyek berupa kunjungan ke obyek--obyek obyek
tertentu. tertentu.
4. Pengaturan Beban Belajar 4. Pengaturan Beban Belajar
Beban belajar dalam sistem paket Beban belajar dalam sistem paket
digunakan oleh tingkat satuan digunakan oleh tingkat satuan
pendidikan SD/MI/SDLB, pendidikan SD/MI/SDLB,
SMP/MTs/SMPLB baik kategori SMP/MTs/SMPLB baik kategori
standar maupun mandiri, standar maupun mandiri,
SMA/MA/SMALB/SMK/MAK kategori SMA/MA/SMALB/SMK/MAK kategori
standar standar
Beban belajar dalam sistem kredit Beban belajar dalam sistem kredit
semester (SKS) dapat digunakan oleh semester (SKS) dapat digunakan oleh
SMP/MTs/SMPLB kategori mandiri, SMP/MTs/SMPLB kategori mandiri,
dan oleh SMA/MA/SMALB/SMK/MAK dan oleh SMA/MA/SMALB/SMK/MAK
kategori standar. kategori standar.
Beban belajar dalam SKS digunakan Beban belajar dalam SKS digunakan
oleh SMA/MA/SMALB/SMK/MAK oleh SMA/MA/SMALB/SMK/MAK
kategori mandiri. kategori mandiri.
Jam pembelajaran untuk setiap mata Jam pembelajaran untuk setiap mata
pelajaran pada sistem paket pelajaran pada sistem paket
dialokasikan sbgmana tertera dalam dialokasikan sbgmana tertera dalam
struktur kurikulum. struktur kurikulum. Satuan pendidikan Satuan pendidikan
dimungkinkan menambah maksimum dimungkinkan menambah maksimum
empat jam pembelajaran per minggu empat jam pembelajaran per minggu
secara keseluruhan. secara keseluruhan.
Pemanfaatan jam pembelajaran Pemanfaatan jam pembelajaran
tambahan mempertimbangkan tambahan mempertimbangkan
kebutuhan peserta didik dalam kebutuhan peserta didik dalam
mencapai kompetensi, mencapai kompetensi, disamping disamping
dimanfaatkan untuk mata pelajaran dimanfaatkan untuk mata pelajaran
lain yang dianggap penting dan tidak lain yang dianggap penting dan tidak
terdapat di dalam struktur kurikulum terdapat di dalam struktur kurikulum
yang tercantum di dalam Standar Isi. yang tercantum di dalam Standar Isi.
Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur
dan kegiatan mandiri tidak terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
dalam sistem paket untuk SD/MI/SDLB dalam sistem paket untuk SD/MI/SDLB
0% 0% -- 40%, 40%,
SMP/MTs/SMPLB 0% SMP/MTs/SMPLB 0% -- 50% dan 50% dan
SMA/MA/SMALB/SMK/MAK 0% SMA/MA/SMALB/SMK/MAK 0% -- 60% 60%
dari waktu kegiatan tatap muka mata dari waktu kegiatan tatap muka mata
pelajaran ybs. pelajaran ybs.
Pemanfaatan alokasi waktu tsb Pemanfaatan alokasi waktu tsb
mempertimbangkan kebutuhan peserta mempertimbangkan kebutuhan peserta
didik dalam mencapai kompetensi didik dalam mencapai kompetensi
Alokasi waktu untuk praktik, dua jam Alokasi waktu untuk praktik, dua jam
kegiatan praktik di sekolah setara dengan kegiatan praktik di sekolah setara dengan
satu jam tatap muka. Empat jam praktik di satu jam tatap muka. Empat jam praktik di
luar sekolah setara dng satu jam tatap luar sekolah setara dng satu jam tatap
muka. muka.
Alokasi waktu untuk tatap muka, Alokasi waktu untuk tatap muka,
penugasan struktur, dan kegiatan penugasan struktur, dan kegiatan
mandiri tdk terstruktur untuk mandiri tdk terstruktur untuk
SMT/MTs dan SMA/MA/SMK/MAK SMT/MTs dan SMA/MA/SMK/MAK
yg menggunakan sistem SKS yg menggunakan sistem SKS
mengikuti aturan sbb. mengikuti aturan sbb.
Satu SKS pada SMP/MTs terdiri atas : Satu SKS pada SMP/MTs terdiri atas :
40 menit tatap muka, 20 menit kegiatan 40 menit tatap muka, 20 menit kegiatan
terstruktur dan kegiatan mandiri tdk terstruktur dan kegiatan mandiri tdk
terstruktur. terstruktur.
Satu SKS pada SMA/MA/SMK/MAK Satu SKS pada SMA/MA/SMK/MAK
terdiri atas : 45 menit tatap muka, 25 terdiri atas : 45 menit tatap muka, 25
menit kegiatan terstruktur dan kegiatan menit kegiatan terstruktur dan kegiatan
mandiri tdk terstruktur. mandiri tdk terstruktur.
5. Ketuntasan Belajar 5. Ketuntasan Belajar
Ketuntasan belajar setiap indikator Ketuntasan belajar setiap indikator
yang telah ditetapkan dalam satu yang telah ditetapkan dalam satu
kompetensi dasar berkisar antara 0 kompetensi dasar berkisar antara 0 ±±
100%. 100%.
Kriterian ideal ketuntasan untuk Kriterian ideal ketuntasan untuk
masing masing--masing indikator 75%. masing indikator 75%.
Satuan pendidikan harus menentukan Satuan pendidikan harus menentukan
kriteria ketuntasan minimal dengan kriteria ketuntasan minimal dengan
mempertimbangan kompleksitas SK mempertimbangan kompleksitas SK
dan KD tingkat kemampuan rata dan KD tingkat kemampuan rata--rata rata
peserta didik serta kemampuan peserta didik serta kemampuan
sumber daya pendukung dalam sumber daya pendukung dalam
penyelenggaraan pembelajaran. penyelenggaraan pembelajaran.
Satuan pendidikan diharapkan Satuan pendidikan diharapkan
meningkatkan kriteria ketuntasan meningkatkan kriteria ketuntasan
belajar secara terus menerus untuk belajar secara terus menerus untuk
mencapai kriteria ketuntasan ideal mencapai kriteria ketuntasan ideal
Pelaporan hasil belajar (raport) Pelaporan hasil belajar (raport)
peserta didik diserahkan pada peserta didik diserahkan pada
satuan pendidikan dengan satuan pendidikan dengan
memperhatikan rambu memperhatikan rambu--rambu rambu
yang disusun oleh direktorat yang disusun oleh direktorat
teknis terkait. teknis terkait.
6. Kenaikan kelas, dan Kelulusan 6. Kenaikan kelas, dan Kelulusan
Kenaikan kelas dilaksanakan Kenaikan kelas dilaksanakan
pada setiap akhir tahun ajaran. pada setiap akhir tahun ajaran.
Kriteria kenaikan kelas diatur Kriteria kenaikan kelas diatur
oleh masing oleh masing--masing direktorat masing direktorat
teknis terkait teknis terkait. .
Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005 Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005
pasal 72 Ayat (1), peserta didik pasal 72 Ayat (1), peserta didik
dinyatakan lulus dari satuan pendidikan dinyatakan lulus dari satuan pendidikan
pada pendidikan dasar dan menengah pada pendidikan dasar dan menengah
setelah: setelah:
Menyelesaikan seluruh program Menyelesaikan seluruh program
pembelajaran; pembelajaran;
Memperoleh nilai minimal baik pada Memperoleh nilai minimal baik pada
penilaian akhir untuk seluruh mata penilaian akhir untuk seluruh mata
pelajaran kelompok mata pelajaran pelajaran kelompok mata pelajaran
agama dan ahlak mulia, agama dan ahlak mulia,
kewarganegaraan dan kepribadian, kewarganegaraan dan kepribadian,
estetika, dan kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran
jasmani,olahraga, dan kesehatan; jasmani,olahraga, dan kesehatan;
Lulus ujian sekolah/madrasah untuk Lulus ujian sekolah/madrasah untuk
kelompok mata pelajaran IPTEK; dan kelompok mata pelajaran IPTEK; dan
Lulus Ujian Nasional. Lulus Ujian Nasional.
7. 7. Penjurusan Penjurusan
Penjurusan pada SMK/MAK Penjurusan pada SMK/MAK
didasarkan pada spektrum didasarkan pada spektrum
keahlian pendidikan keahlian pendidikan
menengah kejuruan yang menengah kejuruan yang
diatur oleh direktorat diatur oleh direktorat
Pembinaan Sekolah Pembinaan Sekolah
Menengah Kejuruan Menengah Kejuruan
8.Pendidikan Kecakapan Hidup 8.Pendidikan Kecakapan Hidup
a.Kurikulum untuk SD/MI/SDLB, a.Kurikulum untuk SD/MI/SDLB,
SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB,
SMK/MAK dpt memasukan pendidikan SMK/MAK dpt memasukan pendidikan
kecakapan hidup, yg mencakup kecakapan hidup, yg mencakup
kecakapan pribadi, sosial, akademik kecakapan pribadi, sosial, akademik
dan/atau kecakapan vokasional. dan/atau kecakapan vokasional.
b.Dapat merupakan bagian dari b.Dapat merupakan bagian dari
pendidikan semua mata pelajaran pendidikan semua mata pelajaran
c. Dapat diperoleh dari peserta didik dari c. Dapat diperoleh dari peserta didik dari
satuan pendidikan ybs dan atau dari satuan pendidikan ybs dan atau dari
satuan pendidikan formal lain dan/atau satuan pendidikan formal lain dan/atau
nonformal. nonformal.
9. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal 9. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal
dan Global dan Global
a.Kurikulum untuks emua satuan a.Kurikulum untuks emua satuan
pendidikan dapat memasukan pendidikan dapat memasukan
pendidikan berbasis keunggulan lokal pendidikan berbasis keunggulan lokal
dan global. dan global.
b.Pendidikan berbasis keunggulan lokal b.Pendidikan berbasis keunggulan lokal
dan global dapat merupakan bagian dan global dapat merupakan bagian
dari semua mata pelajaran. dari semua mata pelajaran.
c.Pendidikan berbasis keunggulan lokal c.Pendidikan berbasis keunggulan lokal
dapat diperoleh peserta didik dari dapat diperoleh peserta didik dari
satuan pendidikan formal lain dan/atau satuan pendidikan formal lain dan/atau
nonformal yg sudah memperoleh nonformal yg sudah memperoleh
akreditasi. akreditasi.
10. Kalender Pendidikan 10. Kalender Pendidikan
Satuan pendidikan dapat menyusun Satuan pendidikan dapat menyusun
kalender pendidikan sesuai dengan: kalender pendidikan sesuai dengan:
kebutuhan daerah, kebutuhan daerah,
karakteristik sekolah, karakteristik sekolah,
kebutuhan peserta didik dan kebutuhan peserta didik dan
masyarakat, masyarakat,
dengan memperhatikan kalender dengan memperhatikan kalender
pendidikan sebagaimana tercantum pendidikan sebagaimana tercantum
dalam Standar Isi. dalam Standar Isi.
PENILAIAN PENILAIAN
Penilaian pendidikan adalah Penilaian pendidikan adalah
proses pengumpulan dan proses pengumpulan dan
pengolahan informasi untuk pengolahan informasi untuk
menentukan pencapaian hasil menentukan pencapaian hasil
belajar peserta didik. belajar peserta didik.
Penilaian pendidikan terdiri Penilaian pendidikan terdiri
atas atas : :
penilaian hasil belajar oleh penilaian hasil belajar oleh
pendidik pendidik
penilaian hasil belajar oleh penilaian hasil belajar oleh
satuan pendidikan satuan pendidikan
penilaian hasil belajar oleh penilaian hasil belajar oleh
pemerintah pemerintah
BSNP menetapkan dan BSNP menetapkan dan
menerbitkan panduan penilaian menerbitkan panduan penilaian
untuk kelompok mata pelajaran: untuk kelompok mata pelajaran:
Agama dan akhlak mulia Agama dan akhlak mulia
Kewarganegaraan dan Kewarganegaraan dan
kepribadian kepribadian
Ilmu pengetahuan dan teknologi Ilmu pengetahuan dan teknologi
Estetika Estetika
Jasmani, olah raga dan Jasmani, olah raga dan
kesehatan. kesehatan.
Penilaian hasil belajar kelompok mata Penilaian hasil belajar kelompok mata
pelajaran agama dan akhlak mulia serta pelajaran agama dan akhlak mulia serta
kelompok mata pelajaran kewarganegaraan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan
dan kepribadian dilakukan melalui: dan kepribadian dilakukan melalui:
Pengamatan terhadap perubahan perilaku Pengamatan terhadap perubahan perilaku
dan sikap untuk menilai perkembangan dan sikap untuk menilai perkembangan
afeksi dan kepribadian peserta didik afeksi dan kepribadian peserta didik
Ujian, ulangan, dan/atau penugasan Ujian, ulangan, dan/atau penugasan
untuk mengukur aspek kognitif peserta untuk mengukur aspek kognitif peserta
didik didik
Penilaian hasil belajar kelompok mata Penilaian hasil belajar kelompok mata
pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
diukur melalui ulangan, penugasan, diukur melalui ulangan, penugasan,
dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan
karakteristik materi yang dinilai karakteristik materi yang dinilai
Penilaian hasil belajar kelompok mata Penilaian hasil belajar kelompok mata
pelajaran estetika dilakukan melalui pelajaran estetika dilakukan melalui
pengamatan terhadap perubahan pengamatan terhadap perubahan
perilaku dan sikap untuk menilai perilaku dan sikap untuk menilai
perkembangan afeksi dan ekspresi perkembangan afeksi dan ekspresi
psikomotorik peserta didik. psikomotorik peserta didik.
Penilaian hasil belajar kelompok mata Penilaian hasil belajar kelompok mata
pelajaran jasmani, olahraga,dan pelajaran jasmani, olahraga,dan
kesehatan dilakukan melalui: kesehatan dilakukan melalui:
Pengamatan terhadap perubahan perilaku Pengamatan terhadap perubahan perilaku
dan sikap untuk menilai perkembangan dan sikap untuk menilai perkembangan
psikomotorik dan afeksi peserta didik; psikomotorik dan afeksi peserta didik;
dan dan
Ulangan, dan/atau penugasan untuk Ulangan, dan/atau penugasan untuk
mengukur aspek kognitif peserta didik. mengukur aspek kognitif peserta didik.
PRINSIP PENILAIAN PRINSIP PENILAIAN
Sahih Sahih
Objektif Objektif
Adil Adil
Terpadu Terpadu
Terbuka Terbuka
Menyeluruh dan berkesinambungan Menyeluruh dan berkesinambungan
Sistematis Sistematis
Beracuan kriteria Beracuan kriteria
Akuntabel Akuntabel
TEKNIK PENILAIAN TEKNIK PENILAIAN
Penilaian hasil belajar oleh Penilaian hasil belajar oleh
pendidik menggunakan berbagai pendidik menggunakan berbagai
teknik penilaian berupa : teknik penilaian berupa :
tes, tes,
observasi, observasi,
penugasan perseorangan atau penugasan perseorangan atau
kelompok, dan kelompok, dan
bentuk lain yang sesuai dengan bentuk lain yang sesuai dengan
karakteristik kompetensi dan karakteristik kompetensi dan
tingkat perkembangan peserta tingkat perkembangan peserta
didik. didik.
Teknik tes berupa tes tertulis,tes Teknik tes berupa tes tertulis,tes
lisan, dan tes praktik atau tes lisan, dan tes praktik atau tes
kinerja. kinerja.
Teknik observasi atau Teknik observasi atau
pengamatan dilakukan selama pengamatan dilakukan selama
pembelajaran berlangsung pembelajaran berlangsung
dan/atau di luar kegiatan dan/atau di luar kegiatan
pembelajaran. pembelajaran.
Teknik penugasan baik Teknik penugasan baik
perseorangan maupun kelompok perseorangan maupun kelompok
dapat berbendtuk tugas rumah dapat berbendtuk tugas rumah
dan/atau proyek. dan/atau proyek.
PENILAIAN OLEH PENILAIAN OLEH
PENDIDIK PENDIDIK
Penilaian hasil belajar oleh Penilaian hasil belajar oleh
pendidik dilakukan secara pendidik dilakukan secara
berkesinambungan, berkesinambungan,
Tujuan Tujuan
memantau proses memantau proses
kemajuan belajar peserta didik kemajuan belajar peserta didik
meningkatkan efektivitas kegiatan meningkatkan efektivitas kegiatan
pembelajaran. pembelajaran.
Penilaian meliputi kegiatan: Penilaian meliputi kegiatan:
Menginformasikan silabus mata pelajaran Menginformasikan silabus mata pelajaran
yang didalamnya memuat rancangan dan yang didalamnya memuat rancangan dan
kriteria penilaian pada awal semester. kriteria penilaian pada awal semester.
Mengembangkan indikator pencapaian KD Mengembangkan indikator pencapaian KD
dan memilih teknik penilaian yang sesuai dan memilih teknik penilaian yang sesuai
pada saat menyusun silabus mata pada saat menyusun silabus mata
pelajaran. pelajaran.
Mengembangkan instrumen dan pedoman Mengembangkan instrumen dan pedoman
penilaian sesuai dengan bentuk dan penilaian sesuai dengan bentuk dan
teknik penilaian yang dipilih. teknik penilaian yang dipilih.
Melaksanakan Melaksanakan
tes,pengamatan,penugasan,dan/atau tes,pengamatan,penugasan,dan/atau
bentuk lain yang diperlukan. bentuk lain yang diperlukan.
Mengolah hasil penilaian untuk Mengolah hasil penilaian untuk
mengetahui kemajuan hasil belajar mengetahui kemajuan hasil belajar
dan kesulitan belajar peserta didik. dan kesulitan belajar peserta didik.
Mengembalikan hasil pemeriksaan Mengembalikan hasil pemeriksaan
pekerjaan peserta didik disertai pekerjaan peserta didik disertai
balikan/komentar yang mendidik. balikan/komentar yang mendidik.
Memanfaatkan hasil penilaian untuk Memanfaatkan hasil penilaian untuk
perbaikan pembelajaran. perbaikan pembelajaran.
Melaporkan hasil penilaian mata Melaporkan hasil penilaian mata
pelajaran pada setiap akhir semester pelajaran pada setiap akhir semester
Melaporkan hasil penilaian ahlak Melaporkan hasil penilaian ahlak
kepada guru Pendidikan Agama dan kepada guru Pendidikan Agama dan
penilaian kepribadian kepada guru penilaian kepribadian kepada guru
PKn untuk menentukan nilai akhir PKn untuk menentukan nilai akhir
semester. semester.
Penilaian Hasil Belajar Penilaian Hasil Belajar
Penilaian pencapaian kompetensi Penilaian pencapaian kompetensi
dasar peserta didik dilakukan dasar peserta didik dilakukan
berdasarkan indikator. berdasarkan indikator.
Penilaian dilakukan dng Penilaian dilakukan dng
menggunakan: menggunakan:
Tes, dalam bentuk tertulis dan lisan Tes, dalam bentuk tertulis dan lisan
Non tes, dalam bentuk Non tes, dalam bentuk
pengamatan kinerja, pengamatan kinerja,
pengamatan sikap, pengamatan sikap,
penilaian hasil karya berupa proyek atau penilaian hasil karya berupa proyek atau
produk, produk,
penggunaan portofolio, dan penggunaan portofolio, dan
penilaian diri. penilaian diri.
Penilaian merupakan Penilaian merupakan
serangkaian kegiatan untuk: serangkaian kegiatan untuk:
memperoleh, memperoleh,
menganalisis, dan menganalisis, dan
menafsirkan data menafsirkan data
tentang proses dan hasil tentang proses dan hasil
belajar peserta didik yang belajar peserta didik yang
dilakukan secara sitematis dan dilakukan secara sitematis dan
berkesinambungan, sehingga berkesinambungan, sehingga
menjadi informasi yang menjadi informasi yang
bermakna dalam pengambilan bermakna dalam pengambilan
keputusan. keputusan.
Hal Hal--hal yg harus diperhatikan hal yg harus diperhatikan
dalam penilaian dalam penilaian: :
Penilain diarahkan untuk mengukur Penilain diarahkan untuk mengukur
pencapaian kompetensi pencapaian kompetensi
Penilaian menggunakan acuan kriteria Penilaian menggunakan acuan kriteria
Sistem yang direncanakan adalah Sistem yang direncanakan adalah
sistem penilaian yang sistem penilaian yang
berkelanjutan.Artinya semua indikator berkelanjutan.Artinya semua indikator
ditagih, kemudian hasilnya dianalisis ditagih, kemudian hasilnya dianalisis
untuk menentukan kompetensi dasar untuk menentukan kompetensi dasar
yang telah dimiliki dan yang belum, yang telah dimiliki dan yang belum,
serta untuk mengetahui kesulitan serta untuk mengetahui kesulitan
peserta didik. peserta didik.
Hasil penilaian dianalisis untuk Hasil penilaian dianalisis untuk
menentukan tindak lanjut menentukan tindak lanjut
Sistem penilaian harus disesuaikan Sistem penilaian harus disesuaikan
dengan pengalaman belajar yang dengan pengalaman belajar yang
ditempuh dalam proses pembelajaran. ditempuh dalam proses pembelajaran.
ALUR PENILAIAN ALUR PENILAIAN
Keputusan Penilaian
Kompetensi Dasar
Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran
Indikator Pencapaian
Soal Tes HB
Komponen Perilaku
Yang Diamati
Keputusan Penilaian
PENILAIAN KELAS PENILAIAN KELAS
Penilaian kelas adalah suatu bentuk Penilaian kelas adalah suatu bentuk
kegiatan guru yang terkait dengan kegiatan guru yang terkait dengan
pengambilan keputusan tentang pencapaian pengambilan keputusan tentang pencapaian
kompetensi atau hasil belajar peserta didik kompetensi atau hasil belajar peserta didik
yang mengikuti proses pembelajaran yang mengikuti proses pembelajaran
tertentu. tertentu.
Untuk itu, diperlukan data sebagai informasi Untuk itu, diperlukan data sebagai informasi
yang diandalkan sebagai dasar pengambilan yang diandalkan sebagai dasar pengambilan
keputusan. keputusan.
Keputusan berhubungan dengan sudah atau Keputusan berhubungan dengan sudah atau
belum berhasilnya peserta didik dalam belum berhasilnya peserta didik dalam
mencapai suatu kompetensi. mencapai suatu kompetensi.
Jadi, penilaian kelas merupakan salah satu Jadi, penilaian kelas merupakan salah satu
pilar dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat pilar dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP) yang berbasis Satuan Pendidikan (KTSP) yang berbasis
kompetensi. kompetensi.
Manfaat Penilaian Kelas Manfaat Penilaian Kelas
Untuk memberikan umpan balik bagi Untuk memberikan umpan balik bagi
peserta didik agar mengetahui peserta didik agar mengetahui
kekuatan dan kelemahannya dalam kekuatan dan kelemahannya dalam
proses pencapaian kompetensi. proses pencapaian kompetensi.
Untuk memantau kemajuan dan Untuk memantau kemajuan dan
mendiagnosis kesulitan belajar yang mendiagnosis kesulitan belajar yang
dialami peserta didik sehingga dapat dialami peserta didik sehingga dapat
dilakukan pengayaan dan remedial. dilakukan pengayaan dan remedial.
Untuk umpan balik bagi guru dalam Untuk umpan balik bagi guru dalam
memperbaiki metode, pendekatan, memperbaiki metode, pendekatan,
kegiatan, dan sumber belajar yang kegiatan, dan sumber belajar yang
digunakan. digunakan.
Untuk masukan bagi guru guna Untuk masukan bagi guru guna
merancang kegiatan belajar. merancang kegiatan belajar.
Untuk memberikan informasi kepada Untuk memberikan informasi kepada
orangtua dan komite sekolah tentang orangtua dan komite sekolah tentang
efektivitas pendidikan. efektivitas pendidikan.
Untuk memberi umpan balik bagi Untuk memberi umpan balik bagi
pengambil kebijakan (Diknas Daerah) pengambil kebijakan (Diknas Daerah)
dalam mempertimbagkan konsep dalam mempertimbagkan konsep
penilaian kelas yang baik untuk penilaian kelas yang baik untuk
digunakan digunakan
Prinsip Penilaian Kelas Prinsip Penilaian Kelas
Dalam melaksanakan penilaian, guru Dalam melaksanakan penilaian, guru
seyogianya: seyogianya:
Memandang penilaian dan kegiatan Memandang penilaian dan kegiatan
pembelajaran secara terpadu, pembelajaran secara terpadu,
sehingga penilaian berjalan bersama sehingga penilaian berjalan bersama--
sama dengan proses pembelajaran. sama dengan proses pembelajaran.
Mengembangkan tugas Mengembangkan tugas--tugas tugas
penilaian yang bermakna, terkait penilaian yang bermakna, terkait
langsung dengan kehidupan nyata. langsung dengan kehidupan nyata.
Mengembangkan strategi yang Mengembangkan strategi yang
mendorong dan memperkuat mendorong dan memperkuat
penilaian sebagai cermin diri. penilaian sebagai cermin diri.
Melakukan berbagai strategi penilaian Melakukan berbagai strategi penilaian
di dalam program pembelajaran di dalam program pembelajaran
untuk menyediakan berbagai jenis untuk menyediakan berbagai jenis
informasi tentang hasil belajar informasi tentang hasil belajar
peserta didik. peserta didik.
Mempertimbangkan berbagai Mempertimbangkan berbagai
kebutuhan khusus peserta didik. kebutuhan khusus peserta didik.
Mengembangkan dan menyediakan Mengembangkan dan menyediakan
sistem pencatatan yang bervariasi sistem pencatatan yang bervariasi
dalam pengamatan kegiatan belajar dalam pengamatan kegiatan belajar
peserta didik. peserta didik.
Menggunakan cara dan alat penilaian yang Menggunakan cara dan alat penilaian yang
bervariasi. bervariasi.
Penilaian kelas dapat dilakukan dengan cara Penilaian kelas dapat dilakukan dengan cara
tertulis, lisan, produk, portofolio, unjuk tertulis, lisan, produk, portofolio, unjuk
kerja, proyek, dan pengamatan partisipasi kerja, proyek, dan pengamatan partisipasi
peserta didik dalam proses pembelajaran peserta didik dalam proses pembelajaran
sehari sehari--hari sesuai dengan kompetensi dasar hari sesuai dengan kompetensi dasar
yang harus dikuasai. yang harus dikuasai.
Melakukan Penilaian kelas secara Melakukan Penilaian kelas secara
berkesinambungan terhadap semua Stándar berkesinambungan terhadap semua Stándar
Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk
memantau proses, kemajuan, dan perbaikan memantau proses, kemajuan, dan perbaikan
hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan
tengah semester, ulangan akhir semester, tengah semester, ulangan akhir semester,
dan ulangan kenaikan kelas. dan ulangan kenaikan kelas.
Mengadakan ulangan harian bila sudah Mengadakan ulangan harian bila sudah
menyelesaikan satu atau beberapa indikator. menyelesaikan satu atau beberapa indikator.
Dengan demikian tidak perlu menunggu Dengan demikian tidak perlu menunggu
menyelesaikan 1 KD, karena ruang menyelesaikan 1 KD, karena ruang
lingkupnya besar. lingkupnya besar.
Pelaksanaan ulangan harian dapat dilakukan Pelaksanaan ulangan harian dapat dilakukan
dengan penilaian tertulis, penilaian lisan, dengan penilaian tertulis, penilaian lisan,
penilaian unjuk kerja, atau bentuk lain yang penilaian unjuk kerja, atau bentuk lain yang
sesuai dengan karakteristik materi atau sesuai dengan karakteristik materi atau
kompetensi yang dinilai. kompetensi yang dinilai.
Ulangan tengah semester dilakukan bila Ulangan tengah semester dilakukan bila
telah menyelesaikan beberapa kompetensi telah menyelesaikan beberapa kompetensi
dasar dipertengahan semester, sedangkan dasar dipertengahan semester, sedangkan
ulangan akhir semester dilakukan setelah ulangan akhir semester dilakukan setelah
menyelesaikan semua kompetensi dasar menyelesaikan semua kompetensi dasar
semester bersangkutan. semester bersangkutan.
Ulangan kenaikan kelas dilakukan Ulangan kenaikan kelas dilakukan
pada akhir semester genap pada akhir semester genap
dengan menilai semua dengan menilai semua
kompetensi dasar semester ganjil kompetensi dasar semester ganjil
dan genap, dengan penekanan dan genap, dengan penekanan
pada kompetensi dasar semester pada kompetensi dasar semester
genap. genap.
Guru menetapkan tingkat Guru menetapkan tingkat
pencapaian pencapaian kompetensi kompetensi peserta peserta
didik berdasarkan hasil didik berdasarkan hasil
belajarnya pada kurun waktu belajarnya pada kurun waktu
tertentu (akhir semester atau tertentu (akhir semester atau
akhir tahun). akhir tahun).
Agar penilaian objektif, guru harus Agar penilaian objektif, guru harus
berupaya secara optimal untuk (1) berupaya secara optimal untuk (1)
memanfaatkan berbagai bukti hasil memanfaatkan berbagai bukti hasil
kerja peserta didik dan tingkah laku kerja peserta didik dan tingkah laku
dari sejumlah penilaian, (2) membuat dari sejumlah penilaian, (2) membuat
keputusan yang adil tentang keputusan yang adil tentang
penguasaan kompetensi peserta didik penguasaan kompetensi peserta didik
dengan mempertimbangkan hasil kerja dengan mempertimbangkan hasil kerja
(karya) mereka. (karya) mereka.
Prof.Dr.H.MUNGIN EDDY WIBOWO,M.Pd.,Kons. Prof.Dr.H.MUNGIN EDDY WIBOWO,M.Pd.,Kons.
024 024--8501087; 08156610531;021 8501087; 08156610531;021--573 9919;Fax 021 573 9919;Fax 021--5727044 5727044
http://www.bsnp http://www.bsnp--indonesia.org indonesia.org

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->