P. 1
kelas1_matematika_damerosidamanik

kelas1_matematika_damerosidamanik

5.0

|Views: 49,012|Likes:
Published by a7vian333

More info:

Published by: a7vian333 on Apr 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/20/2014

pdf

text

original

Pembahasan kali ini lebih khusus mengenai penerapan sifat-sifat operasi hitung bilangan
pecahan dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari.

Misalnya:
1.Ahmad, Beno, dan Cepot harus menyelesaikan suatu proyek dalam jangka waktu yang
sudah ditentukan. Oleh karena itu, pekerjaan tersebut akan dibagi menurut kemampuan

masing-masing. Ahmad menyelesaikan 3

8 bagian, Beno menyelesaikan 1

4 bagian, dan

Cepot menyelesiakan 15

40 bagian. Tentukan jumlah bagian yang dikerjakan oleh:

a.Ahmad dan Beno

c.Beno dan Cepot

b.Ahmad dan Cepot

Bilangan Bulat

59

Penyelesaian:

Ahmad (A)=3

8; Beno (B) = 1

4, dan Cepot (C) = 15
40

a. A + B=3

1

3 + 2

5

+ =

=

8

4

8

8

Jumlah bagian yang dikerjakan Ahmad dan Beno adalah 5

8 bagian

b. A + C=3

15

15 + 15

30

3

+ =

= =

8

40

40

40

4
Jumlah bagian yang dikerjakan Ahmad dan Cepot adalah 3

4 bagian.

c. B + C=1

15

10 + 15

25

5

+ =

= =

4

40

40

40

8

Beno dan Cepot adalah 5

8 bagian
2.Tuti membawa selayang kue bolu ke sekolanya untuk dibagi-bagi di kelasnya pada saat

ulang tahunnya. Pembagiannya seperti berikut, untuk gurunya 1

6 bagian, untuk siswa

perempuan 5

8 bagian dan sisanya untuk siswa laki-laki. Tentukanlah bagian kue untuk

siswa laki-laki.
Penyelesaian:
kue bolu yang dibawa=1 bagian

untuk gurunya

=

1
6 bagian

untuk siswa putri

=

5
8 bagian

bagian siswa laki-laki=

1

5

1

6

8

=

24

4

15

24

24

24

=

5
24

Jadi, bagian kue bolu yang diperuntukkan untuk siswa laki-laki adalah 5

24 bagian.

LATIHAN 1.23

1.Tiga siswa mengerjakan sejumlah soal matematika. Untuk menyelesaikan soal ini, mereka

Penunjang Belajar MATEMATIKA untuk SMP/MTs Kelas 7

60

membagi-bagi soalnya seperti berikut: untuk si A 5

24 bagian, untuk si B 5

24 bagian, dan

sisanya untuk si C. Tentukanlah jumlah bagian soal untuk A dan C.
2.Dalam pemilihan ketua kelas terdapat 3 calon yang akan dipilih, yaitu Andika, Benito, dan

Candra. Setelah diadakan pemungutan suara, ternyata Andika memperoleh 3

5 bagian suara

dan Benito memperoleh 1

3 bagian suara. Jika banyak siswa di kelas itu 45 orang, berapa

banyak suara yang diperoleh Candra?
3.Seorang ibu mempunyai 3 orang anak putri. Ibu ini bermaksud membagikan sehelai kain

sutera yang panjangnya 92

3 meter. Masing-masing putrinya memperoleh panjang yang

sama. Tentukanlah panjang masing-masing kain tersebut.

4.Dina berbelanja ke sebuah Indomaret. Dina membelanjakan 1

3 bagian uangnya untuk

membeli beras, 1

5 bagian uangnya membeli susu, dan sisanya membeli makanan-makanan
ringan. Tentukan berapa bagian uangnya untuk membeli makanan-makanan ringan.

RINGKASAN

1.Himpunan bilangan bulat adalah {... –3, –2, –1, 0, 1, 2, 3, ...}.
2.Untuk a, b, –a, dan –b sebarang bilangan bulat, berlaku:
a + (–b) = –(a + b)
a + b = ba, untuk b > a
a + b = –(ab), untuk b < a
3.Pada operasi penjumlahan bilangan bulat berlaku:
a.sifat tertutup
b.sifat komutatif: a + b= b+ a
4.Unsur identitas pada penjumlahan adalah nol (0).
5.Lawan atau invers jumlah dari a adalah ~a.
6.Pada pengurangan bilangan bulat hanya berlaku sifat tertutup.
7.Untuk setiap bilangan bulat a dan b berlaku:
a (–b) = –(a b)
(–a) b = –(a b)
(–a) (–b) = (a b)
8.Pada perkalian bilangan bulat berlaku:
a.tertutup
b.sifat komutatif: a b = b a
c.sifat asosiatif:(a b) c = a (b c)

Bilangan Bulat

61

d.sifat distributif: a(b + c) = (a b) + (a c)
a (bc) = (a b) – (a c)

9.Unsur identitas pada perkalian adalah bilangan 1.
10.Tanda (+) menunjukkan bilangan positif dan tanda (–) menunjukkan bilangan bulat negatif

untuk:
(+) : (–) = (–)
(–) : (+) = (–)
(–) : (–) = (+)
11.Operasi pembagian merupakan operasi kebalikan dari perkalian.
a : b = c b c = a

12.Untuk setiap bilangan bulat a, maka a : 0 tidak didefinisikan dan 0 : a = 0.
13.Pada operasi pembagian bilangan bulat tidak berlaku sifat tertutup, sifat komutatif dan sifat

asosiatif.
14.Perkalian berulang bilangan a sebanyak n kali atau n faktor dirumuskan dengan:

= + ...
kali ( faktor)

n

a a a a

a

n n

15.Jika a dan b bilangan cacah dengan b 0, maka a

b merupakan bilangan pecahan dengan

a disebut pembilang dan b disebut penyebut.

16.Pecahan a

b disebut pecahan murni bila a < b.

17.Pecahan a

b disebut pecahan tak murni bila a > b.

18.Pecahan a b

c, dengan bilangan cacah dan b

c pecahan murni disebut pecahan campuran

a

=

b c a b
c c

.

19.Pecahan , 0

a

b

b , dapat diubah ke dalam bentuk paling sederhana dengan cara membagi
pembilang dan penyebut dengan FPB dari a dan b.

20.Pcahan persen a% didefinisikan dengan a% =

100

a

21.Pecahan permil ao

oo didefinisikan dengan ao

oo =

1000

a

22.Pecahan , 0

a

b

b dapat diubah ke dalam bentuk lain, yaitu:

Penunjang Belajar MATEMATIKA untuk SMP/MTs Kelas 7

62

= 100%

a a
b b

(bentuk persen)

= 1000

a a
b b

o

oo (bentuk permil)

23.Operasi hitung pada bilangan pecahan.

a.Penjumlahan:

+

a c a c
b b b

+ ( ) + +

b q

b q

a p a p
c r

c r



b.Pengurangan:

a c a c
b b b

( ) + +

b q

b q

a p a p
c r

c r



c.Perkalian

:

a c a c
b b b d

d.Pembagian

:

:

a c a d
b b b c

e.Perpangkatan:

sebanyak faktor

=

...

n

n

a a a a

a

b b b b

b


:

=

n

n

n

a a
b b



24.Hasil perkalian atau hasil pembagian bilangan desimal dengan bilangan 10, 100, dan
perpangkatan 10 lainnya dapat ditentukan dengan cara menggeser tanda koma ke kanan
atau ke kiri sesuai dengan banyaknya angka nol.
a, bcd 100= abc,d
ab, cd
: 100=0,abcd

25.Bentuk baku (notasi ilmiah) dirumuskan dengan: a 10n

, dengan 1 a < 10, n bilangan

bulat.

Bilangan Bulat

63

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->