P. 1
kelas1_matematika_damerosidamanik

kelas1_matematika_damerosidamanik

5.0

|Views: 49,014|Likes:
Published by a7vian333

More info:

Published by: a7vian333 on Apr 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/20/2014

pdf

text

original

Akar kuadrat

Sebuah bilangan (x) adalah bilangan yang bila dikalikan dengan dirinya sendiri menghasilkan
bilangan (x). Misalnya 3 adalah akar kuadrat 9 karena 3 3 = 9. Ditulis 3 = 9.

Akar pangkat tiga

Sebuah bilangan (x) adalah bilangan yang bila dikalikan dengan dirinya sendiri sebanyak 3
kali menghasilkan bilangan (x).
Misalnya 2 adalah akar pangkat 3 dari 8, karena 2 2 2 = 8 ditulis 23

8.

Bilangan pokok (basis)

Dari pernyataan an

, a disebut bilangan pokok (basis) dan n disebut pangkat atau eksponen.

Bilangan asli

Bilangan asli adalah 1, 2, 3, 4, 5, ...

Bilangan bulat

Bilangan bulat adalah ... –3, –2, –1, 0, 1, 2, 3, ...

Bilangan cacah

Bilangan cacah adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, ...

Bilangan positif

Bilangan positif adalah bilangan yang lebih dari nol. Misalnya 1,

3
1, ,
22 3, 4, semuanya

bilangan positif.

Bilangan negatif

Semua bilangan yang kurang dari 0, misalnya –2, –3

2, –4,5 semua bilangan negatif.

Eksponen

Pada pernyataan an

, a disebut bilangan pokok dan n disebut eksponen juga disebut pangkat

atau derajat.

Garis bilangan

Sebuah garis yang memasangkan setiap titik pada garis itu dengan suatu bilangan.

Identitas penjumlahan

Bilangan nol (0) disebut identitas penjumlahan karena bilangan nol dijumlahkan dengan
bilangan a maka hasilnya tetap sama dengan a. a + 0 = 0 + a = a.

Identitas perkalian

Bilangan 1 disebut identitas perkalian, karena setiap bilangan a dikalikan dengan 1, maka
hasilnya tetap sama, dinyatakan dengan a. a 1 = 1 a = a.

Invers penjumlahan

Suatu bilangan apabila dipindahkan dengan bilangan lain hasilnya sama dengan nol. Misalnya,
–3 adalah invers dari 3 karena 3 + (–3) = 0. Inver penjumlahan disebut juga lawan suatu
bilangan.

Invers perkalian

Suatu bilangan apabila dikalikan dengan bilangan lain hasilnya 1. Misalnya 1

2 adalah invers

Penunjang Belajar MATEMATIKA untuk SMP/MTs Kelas 7

64

dari 2, karena 2 1

2 = 1. Invers perkalian disebut juga kebalikan suatu bilangan.

Penjumlahan

Proses penambahan bilangan yang merupakan salah satu operasi dasar dalam aritmatika.

Pengurangan

Operasi dasar aritmatika dengan mengambil suatu bilangan dari bilangan lain. Pengurangan
adalah operasi kebalikan dari penjumlahan.

Perkalian

Operasi penjumlahan berulang. Misalnya 3 2 = 2 + 2 + 2.

Pembagian

Operasi kebalikan dari perkalian atau disebut juga sebagai pengurangan berulang.

Sifat asosiatif penjumlahan

(a + b) + c = a + (b + c)

Sifat asosiatif perkalian

(a b) c = a (b c)

Sifat distributif

a (b + c) = a b + b c
a
(bc) = a bb c

Sifat komutatif penjumlahan

a+ b = b + a

Sifat komutatif perkalian

a b = b a

Sifat tertutup

Suatu himpunan bilangan dikatakan mempunyai sifat tertutup terhadap suatu operasi tertentu
apabila operasi terhadap anggota-anggota himpunan bilangan tersebut selalu menghasilkan
besar satu anggota dari himpunan itu. Misalnya operasi penjumlahan bilangan bulat bersifat
tertutup, karena penjumlahan bilangan bulat menghasilkan bilangan bulat juga.

Bentuk baku (notasi ilmiah)

Notasi yang digunakan untuk menuliskan bilangan-bilangan sangat besar atau sangat kecil
sehingga bilangan itu mudah dibaca. Sebuah bilangan yang dinyatakan dengan bentuk baku
berikut.
a 10n

, 1 4 < 10 dan n bilangan bulat. Contoh:
#bentuk baku dari 36.000.000.000 adalah 3,6 1010
#bentuk baku dari 0,000000000056 adalah 5,6 10–11

Pecahan

Suatu bilangan dalam bentuk a

b, a disebut pembilang dan b disebut penyebut. Pecahan

"tiga perempat" dinotasikan 3

4.

Pembilang

Bilangan bagian atas suatu pecahan. Sebagai contoh, pada pecahan 3

5, 3 disebut pembilang.

Penyebut

Bilangan bian bawah suatu pecahan. Sebagai contoh pada pecahan 3

5, 5 disebut penyebut.

Bilangan Bulat

65

Pecahan murni

Pecahan yang pembilangnya kurang dari penyebutnya. Misalnya 112

4

, , , dan

5

233

.

Pecahan murni lainnya selalu kurang dari 1.

Pecahan tidak murni

Pecahan yang pembilangnya lebih dari penyebutnya, misalnya 35

9

, , dan

24

8. Pecahan

tidak murni selalu lebih dari 1.

Pecahan senilai

Pecahan-pecahan yang mempunyai nilai yang sama, misalnya

3

5

12

, , , dan
246

10.

Pecahan campuran

Bilangan yang ditulis sebagai jumlah sebuah bilangan cacah dengan pecahan murni. Misalnya

3

2

5 adalah pecahan campuran dengan penjumlahan dari 2 + 3

5.

Pecahan desimal

Pecahan yang penyebutnya adalah perpangkatan dari bilangan 10. Misalnya

5

3

2,

,
101001000,dan sebagainya.

Pecahan persen

Cara menuliskan bilangan yang merupakan sebuah pecahan yang penyebutnya 100.

Misalnya 5% dapat dituliskan dengan pecahan 5

100.

Pecahan permil

Cara menuliskan bilangan yang merupakan sebuah pecahan yang penyebutnya 1000.

Misalnya 15o

oo dapat dituliskan dalam bentuk pecahan 15

1000.

Pembulatan

Menghilangkan angka pada suatu bilangan, tapi tetap menjaga agar nilainya mendekati.
Hasilnya memang kurang akurat tetapi mudah untuk digunakan.

Penunjang Belajar MATEMATIKA untuk SMP/MTs Kelas 7

66

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->