P. 1
Makalah Ilmu Pengetahuan Lingkungan

Makalah Ilmu Pengetahuan Lingkungan

|Views: 3,207|Likes:
Published by decky19

More info:

Published by: decky19 on May 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2013

pdf

text

original

MAKALAH ILMU PENGETAHUAN LINGKUNGAN EKOSISTEM AQUATIK TAWAR DAN EKOSISTEM LAUT Dosen Pengampu : Dra.

Sri Dwiastuti

Disusun Oleh : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Abdi Prasetyo Amelia Rachmawati Anisa Yosa Puri Eka Putri Bryan Dion Muhyani Rintiarno Mutia Dwi Zulfana Nurul Qomariyah Triyatni (K4309001) (K4309008) (K4309009) (K43090 (K43090 (K4309054) (K4309061) (K4309081)

Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta 2010

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat, taufik dan hidayah-Nya kami dapat melaksanakan tugas mata kuliah Ilmu Pengetahuan Lingkungan dalam pembuatan makalah yang berjudul “Ekosistem Aquatik Tawar dan Ekosistem Laut”. Dalam makalah yang berjudul “Ekosistem Aquatik Tawar dan Ekosistem Laut”. Ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada para pembaca tentang individu, kaarakteristiknya dan perbedaan individu. Kami mengucapkan terima kasih dari berbagai pihak yakni : 1. 2. 3. Ibu Dra. Sri Dwiastuti sebagai dosen pengampu mata kuliah. Teman – teman pendidikan biologi UNS. Dan berbagai pihak yang tidak dapat disebutkan oleh penyusun satu per satu yang telah membantu dan mendukung kami dalam melaksanakan tugas pembuatan makalah ini. Makalah ini tidak lepas dari kekurangan, oleh karena itu saya menerima kritik dan saran dari berbagai pihak keterkaitannya dengan isi dari makalah yang berjudul “Ekosistem Aquatik Tawar dan Ekosistem Laut” ini.

Surakarta, 20 Maret 2010 Penyusun

BAB I PENDAHULUAN
Semua makhluk hidup menempati suatu lingkungan yang mendukung untuk kelangsungan hidupnya. Lingkungan tersebut dinamakan habitat. Dalam habitatnya makluk hidup juga saling berinteraksi dangan makluk hidup lain serta dengan benda mati disekitarnya sehingga membentuk suatu ekosistem. Dan ilmu yang mempelajari hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk hidup lain serta dengan benda yang tak hidup di lingkungannya adalah ekologi. Ekosistem secara umum adalah kumpulan dari beberapa populasi yang menempati suatu habitat yang sama dan saling berinteraksi dengan lingkungannya sehingga terjadi hubungan timbal balik. Contoh dari ekosistem antara lain: a. Ekosistem Sungai,terdiri dari: Komponen biotik: ikan, lumut, ganggang, fitoplankton,zooplankton, dll. Komponen Abiotik : air, batu, pasir, udara, cahaya, dll. b. Ekosistem Sawah,terdiri dari: Komponen biotik: rumput, padi, katak, tikus, ulat, wereng, pohon singkong, dll. Komponen abiotik : air, tanah, udara, unsur hara, mineral dalam tanah, dll. c. Ekosistem Gurun, terdiri dari: Komponen biotik: Komponen abiotik: Didalam ekologi akan dipelajari tentang hubungan antar makhluk hidup, hubungan antar makhluk hidup dengan lingkungannya, baik komponen biotik dan abiotik.

BAB II PEMBAHASAN A. EKOLOGI AQUATIK TAWAR
Habitat air tawar dapat dibagi menjadi 2 seri, yaitu : 1. 2. Air tergenang, atau habitat lentik (berasal dari kata lenis berarti Air mengalir, atau habitat lotik (berasal dari lotus berarti tercuci) :

tenang): danau, kolam, rawa atau pasir terapung mata air, aliran air (brook-creek) atau sungai. Ciri-ciri ekosistem air tawar : a. b. Kadar garam atau salinitasnya sangat rendah, bahkan lebih rendah Variasi suhu sangat rendah.

dari kadar garam protoplasma organisme akuatik.

c. d.

Penetrasi cahaya matahari kurang. Dipengaruhi oleh iklim dan cuaca.

Habitat air tawar menempati daerah yang relatif kecil pada permukaan bumi, dibandingkan dengan habitat lautan dan daratan, tetapi bagi manusia kepentingannya jauh lebih berarti dibandingkan denganluas daerahnya. Karena alasan sebagai berikut : 1. Habitat air tawar merupakan sumber air yang paling praktis dan murah untuk kepentingan domestik maupun industri (air mungkin dapat diperoleh dalam jumlah lebih banyak dari laut, tetapi dengan biaya dengan biaya yang lebih tinggi yaitu lebih banyak energi yang diperlukan dan adanya popusi garam). 2. Komponen air tawar adalah “leher botol” (daerah kritis) pada daur hidrologi . 3. Ekosistem air tawar menawarkan sistem pembuangan yang memadai dan paling murah. Karena manusia menyalah gunakan sumber daya ini maka jelas bahwa usaha untuk mengurangi tekanan tersebut harus dilakukan secepatnya, bila tidak, air akan menjadi faktor pembatas bagi manusia. Faktor-faktor pembatas yang cukup penting pada air tawar, dan yang akan dibicarakan mendalam pada tiap pembahasan dari sistem akuatik adalah :

Suhu. Air mempunyai beberapa sifat unik yang berhubungan dengan panas yang secara bersama-sama mengurani perubahan suhu sampai tingkat minimal, sehingga perbedaan suhu dalam air lebih kecil dan perubahan yang terjadi lebih lambat dari pada udara. Sifat yang terpenting adalah :
o

Panas jenis yang tinggi, relatif sejumlah besar panas dinutuhkan untuk merubah suhu air. 1 gram kalori (gkal) panas dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 ml (=1 gram) air 10 C lebih tinggi (antara 15-160) hanya amonia dan beberapa senyawa lain mempunyai nilai lebih dari satu. Panas fusi yang tinggi. 80 kalori dibutuh kan untuk mengubah 1 gram es menjadi air tanpa mengubah suhunya (dan sebaliknya).

o

o

Panas evaporasi yang tingi. 536 kalori diserap sewaktu evaporasi yang dapat dikatakan berlangsun terus menerus dari permukaan vegetasi , air dan es, sebagian besar sinar matahari digunakan untuk evaporasi air dari ekosistem didunia, dan alur energi ini mengubah iklim dan memungkinkan perkembangan menakjubkan. kehidupan dalam semua keanekaragaman yang

o

Kerapatan air tertinggi terjadi pada suhu 40 C ; diatas dan dibawah titik tersebut air akan berkembang dan menjadi lebih ringan. Sifat unik ini menyebabkan aira danau tidak membeku seluruhnya pada musim dingin.

Walaupun variasi suhu dalam air tidak sebesar di udara, hal ini merupakan faktor pembatas utama, karena organisme akuatik seringkali mempunyai toleransi yang sempit ( stenotermal ). Maka, walaupun terjadi populasi panas yang sedang oleh manusia, akibatnya dapat amat luas. Perubahan suhu menyebabkan pola sirkulasi yang khas dan stratifikasi, yang amat mempengaruhi kehidupan akuatik. Daerah perairan yang cukup luas dapat mempengaruhi iklim daerah daratan di sekitarnya. Suhu air paling baik dan efisien diukur menggunakan sensor elektronis seperti termistor. Pembacaan dan pencatatan langsung dari termistor memudahkan para pemula untuk mengambil profil suhu dari habitat akuatik.

Kejernihan Penetrasi cahaya seringkali dihalangi oleh zat yang terlarut dalam air, membatasi zona fotosintesa, dimana habitat akuatik dibatasi oleh kedalaman. Kekeruhan, terutama bila disebabkan oleh lumpur dan partikel yangdapat mengendap, seringkali penting sebagai faktor pembatas. Sebaliknya, bila kekeruhan disebabkan oleh organisme, ukuran kekeruhan merupakan indikasi produktivitas. Kejernihan dapat diukur dengan alat yang amat sederhana yang disebut cakram secchi (dinamakan menurut penemuannya, A.Secchi, seorang Itali yang memperkenalkannya pada tahun 1865) berupa cakram putih dengan garis tengah kira-kira 20 cm dan dimasukkan kedalam air sampai tidak terlihat dari

permukaan. Kedalaman itu disebut kejernihan cakram secchi, yang dapat mencapai 40 m pada air yang amat keruh dan berkisar antara beberapa cm pada air yang amat jernih, tidak produktif di danau yang tinggi letaknya seperti Danau Crater di Taman Nasional Crater Lake, Oregon. Danau-danau di Wiesconsin yang telah dipelajari dengan intensif menggunakan cakram secchi sampai kedalaman dimana penetrasi cahaya kira-kira 5% dari radiasi yang mencapai permukaan. Sementara fotosintesa masih terjadi pada intensitas rendah, tingkatan 5% menandai batas bawah kebanyakan zona fotosintesa. Walaupun elas bahwa alat-alat sintesa modern akan memberikan data yang akurat tentang penetrasi cahaya, cakram secchi masih dianggap alat yang berguna oleh ahli limnologi yangseringkali mengunakan teknik ini untuk mengatur tingkat fertilisasi untuk menghasilkan pertumbuhan fitoplankton yang baik tapi tidak terlalu tinggi.

Arus Air cukup “padat”, maka arah arus amat penting sebagai faktor pembatas, terutama pada aliran air. Disamping itu, arus air sering kali amat menentukan distribusi gas yang vital, garam dan organisme kecil.

Konsentrasi gas pernapasan Berbeda dengan lingkungan laut konsentrasi oksigen dan karbon dioksida sering kali terbatas pada lingkungan air tawar. Pada ”zaman polusi” ini konsentrasi oksigen terlarut dan kebutuhan oksigen biologis sering kali diukur dan merupakan faktor fisik yang paling intensif dipelajari. Sebagai suatu gambaran dari ”kantong oksigen” yang disebabkan polusi dan konsekuensinya dalam hal biota biasanya berlaku berlawanan, ahli ekologi tentang populasi makin lama makin memperhatikan penyuburan dibandingkan dengan pengaruh yang membatasi dari karbon dioksida dalam air tawar.

Konsentrasi garam biogenik Nitrat dan pospat sampai batas tertentu tampaknya terbatas jumlahnya hampir pada semua ekosistem air awar. Dalam air danau dan aliran air dengan kesadahan

rendah, kalsium dan garam-garam lain uga tampaknya terbatas. Kecuali pada beberapa mata air mineral, bahkan pada air dengan kesadahan tertinggi hanya mempunyai kadar garam atau salinitas kurang dari 0,5%, dibandingkan dengan 30-37% dalam air laut. Dua ciri lain dari air tawar dapat mempengaruhi umlah dan distribusi dari jenis yan ada (atau kekayaan kualitas biota). Karena habitat air tawar seringkali terisolasi satu dari yang lain oleh daratan dan lautan, organisme dengan penyebaran rendah melewati halangan ini mungkin telah gagal untuk mapan ditempat-tempatyang tidak sesuai. Ikan terutama menadi subek dari pembatasan ini ; aliran air, misalnya walaupun hanya beberapa kilometer jaraknya didaratan tetapi karena terisolasi oleh air, mungkin daerahnya (niche) ditempati oleh jenis yang berbeda. Sebaliknya, kebanyakan organisme kecil seperti panggang, udang, protozoa dan bakteri mempunyai kemampuan penyebaran yang tinggi. Maka seseorang mungkin akan menemukan Daphnia dalam kolam di Amerika Serikat dan di Inggris. Buku pegangan untuk invertebrata air tawar yang ditulis untuk pulau-pulau di Inggris, misalnya dapat digunakan di Amerika Serikat paling tidak sampai tingkat family atau genus, tanaman rendah dan invertebrata air tawar menunjukkan tingkat kosmopolitan yang tinggi. Oranisme air tawar mempunyai persoalan tertentu untuk dipecahkan dalam hubungan dengan pengaturan tekanan osmose ( osmoregulasi ). Karena konsentrasi garam dalam cairan tubuh atau sel lebih besar daripada lingkungan air tawar ( yaitu disebut cairan hipertonik ), maka air cenderung masuk ke dalam tubuh secara osmosis bila selaputnya (membran) dapat ditembus air ( permeabel ), atau kadar aram akan menjadi tinggi bila membran relatif tidak permeabel. Binatang air tawar, seperti protozoa dengan selaput sel yang tipis dan ikan dengan insangnya harus mempunyai cara efisien untuk mengeluarkan air ( terlaksana dengan vakuola kontraktil pada protozoa dan ginjal pada ikan) atau badannya akan membesar dan meletus. Kesukaran dalam osmoregulasi dapat diterangkan ,paling tidak sebagian, mengapa sejumlah besar hewan laut dari seluruh Phyllum, kenyataanya belum pernah berhasil memasuki lingkungan air tawar. Sebaliknya ikan bertulang ( juga burung laut dan mamalia ) yang cairan tubuhnya berkadar garam lebih rendah

dari air laut ( yaitu hipotonik ) berhasil masuk kembali ke laut dengan merubah osmoregulasi metabolis secara perlahan-lahan yang meliputi pembuangan garam dan penanganan air. Flora ekosistem air tawar: Hampir semua golongan tumbuhan terdapat pada ekosistem air tawar, tumbuhan tingkat tinggi (Dikotil dan Monokotil), tumbuhan tingkat rendah (jamur, ganggang biru, ganggang hijau). Berdasarkan kedalaman air tanaman ekosistem air tawar dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu: 1. Zona vegetasi tersembul

Tanaman yang berada pada zona ini adalah tanaman berakar yang bagian alat fotosintesanya muncul di permukaan air. Jadi, karbon dioksida untuk menghasilkan makanan diambil dari udara. Tetapi bahan mentah yang lain diambil dari bawah permukaan air. Contohnya : Scirpus spp., Sagittaria spp., Sparganium spp., Eleocharis spp., dan Pontedelia spp. 2. Zona tanaman berakar dengan daun mengapung

Zona ini serupa dengan zona yang disebut sebelumnya secara ekologis, tetapi permukaan fotosintesa horizontal. Mungkin lebih efektif mengurangi penetrasi cahaya di dalam air. Contohnya : Teratai 3. Zona vegetasi terendam

Tanaman yang berada pada zona ini adalah tanaman berakar yang seluruhnya atau sebagian besar terendam. Daun pada tanaman ini cenderung tipis dan terbelah-belah halus karena beradaptasi untuk pertukaran nutrisi dengan air. Contohnya : Marga Potamogeton. Fauna ekosistem air tawar:

Hampir semua filum dari dunia hewan terdapat pada ekosistem air tawar, misalnya protozoa, spans, cacing, molluska, serangga, ikan, amfibi, reptilia, burung, mammalia. Ada yang selalu hidup di air, ada pula yang ke air bila mencari makanan saja. Klasifikasi ekologis organisme air tawar : 1. Berdasarkan Niche Utama (posisi dalam rantai energi atau rantai a. Autotroph (Produsen) : tanaman hijau dan mikroorganisme kemosintetik. b. Pagotroph (Konsumen Makro) : pertama, kedua, dst ; herbivore, predator, parasit, dsb. c. Saprotroph (Konsumen Mikro atau Pengurai) : diklasifikasikan lagi berdasarkan asal bahan organik yang diuraikan. 2. Berdasarkan bentuk kehidupan atau kebiasaan hidup a. Bentos : organisme yang melekat atau beristirahat pada dasar endapan. Binatang bentos dapat dibagi berdasarkan cara makannya : pemakan penyaring (seperti kerang) dan pemakan deposit (seperti siput). b. Periphyton : organisme (baik tanaman maupun binatang) dan daun dari tanaman yang berakar atau permukaan lain yang menojol dari dasar. c. Plankton : organisme mengapung yang pergerakannya tergantung pada arus walaupun beberapa zooplankton menunjukkan gerak berenang aktif yang membantu mempertahankan posisi vertikal. d. Nekton : organisme yang dapat berenang dan bergerak dengan kemauan sendiri. Contohnya : ikan, amfibi, dan serangga air yang besar. e. Neuston : organisme yang beristirahat atau berenang pada permukaan. 3. Berdasarkan daerah atau subhabitat

makanan)

a. Zona literal : daerah perairan yang dangkal dengan penetrasi cahaya sampai ke dasar, biasanya di kolam dan danau alami ditumbuhi oleh tanaman tetapi tidak selalu demikian pada kolam yang dikelola. b. Zona linetik : daerah air terbuka sampai kedalaman penetrasi cahaya yang efektif, disebut tingkat kompensasi yaitu daerah dimana fotosintesa seimbang dengan respirasi. Komunitas disini hanya terdiri dari plankton, nekton, dan kadang-kadang neuston. c. Zona profudal : bagian dasar dan daerah air yang dalam yang tidak tercapai oleh penetrasi cahaya efektif. Zona ini biasanya tidak ada pada kolam. 4. Berdasarkan aliran air a. Zona air deras : daerah yang dangkal dimana kecepatan arus cukup tinggi untuk menyebabkan dasar sungai bersih dari endapan dan materi lain yang lepas, sehingga dasarnya padat. Zona ini dihuni oleh bentos yang beradaptasi khusus atau organisme perifitik yang bisa melekat kuat pada dasar dan oleh ikan yang kuat berenang. b. Zona air tenang : bagian air yang dalam dimana kecepatan arus sudah berkurang, maka lumpur dan materi lepas cenderung mengendap di dasar, sehingga pada dasarnya lunak. Zona ini dihuni oleh nekton dan beberapa plankton.

B. EKOSISTEM LAUT Ekosistem air laut luasnya lebih dari 2/3 permukaan bumi ( + 70 % ), karena luasnya dan potensinya sangat besar, ekosistem laut menjadi perhatian orang banyak, khususnya yang berkaitan dengan REVOLUSI BIRU. Ciri-ciri: a.Memiliki kadar mineral yang tinggi, ion terbanyak ialah Cl (55%), namun kadar garam di laut bervariasi, ada yang tinggi (seperti di daerah tropika) dan ada yang rendah (di laut beriklim dingin).

b.

Ekosistem air laut tidak dipengaruhi oleh iklim dan cuaca.

Aspek - aspek yang yang menjadi perhatian dalam bidang ekologi: 1. Laut itu luas, mencakup 70% dari permukaan bumi. 2. Laut itu dalam, dan kehidupan berlangsung pada setiap kedalaman. Meskipun tidak ada daerah abiotik dilaut, tetapi kehidupan lebih padat terdapat disekitar daratan dan pulau - pulau. 3. Lautan itu saling sambung menyambung tidak terpisah – pisah seperti habitat daratan atau air tawar. 4. Laut adalah sirkulasi berkesinambungan; perbedaan temperature udara antara kutub dan khatulistiwa menyebabkan angin kencang seperti angin pasat. 5. Laut didominasi oleh berbagai macam gelombang dan oleh pasang – surut yang terjadi karena gaya tarik bulan dan matahari. 6. Laut adalah asin. Hal in dikarenakan kandungan garam yang cukup tinggi didalam air laut. 7. Konsentrasi zat hara yang terlarut adalah rendah dan merupakan suatu faktor keterbatasan dalam menentukan ukuran populasi lautan. 8. Yang sangat berlawanan, lautan dan beberapa kelompok organisme yang hidup didalamnya lebih tua daripada dasar laut, yang selalu berubah dan diperbaharui oleh adanya proses tektonik dan pengendapan. Pembagian daerah ekosistem air laut  Daerah Litoral / Daerah Pasang Surut: Daerah litoral adalah daerah yang langsung berbatasan dengan darat. Radiasi matahari, variasi temperatur dan salinitas mempunyai pengaruh yang lebih berarti untuk daerah ini dibandingkan dengan daerah laut lainnya. Biota yang hidup di daerah ini antara lain: ganggang yang hidup sebagai bentos, teripang, binatang laut, udang, kepiting, cacing laut.  Daerah Neritik: Daerah neritik merupakan daerah laut dangkal, daerah ini masih dapat

ditembus cahaya sampai ke dasar, kedalaman daerah ini dapat mencapai 200 m. Biota yang hidup di daerah ini adalah plankton, nekton, neston dan bentos.  Daerah Batial atau Daerah Remang-remang: Kedalamannya antara 200 – 2000 m, sudah tidak ada produsen. Hewannya berupa nekton.  Daerah Abisal: Daerah abisal adalah daerah laut yang kedalamannya lebih dari 2000 m. Daerah ini gelap sepanjang masa, tidak terdapat produsen. Berdasarkan intensitas cahayanya, ekosistem laut dibedakan menjadi 3 bagian: a. Daerah fotik: daerah laut yang masIh dapat ditembus cahaya matahari, kedalaman maksimum 200 m. b. Daerah twilight: daerah remang-remang, tidak efektif untuk kegiatan fotosintesis, kedalaman antara 200 – 2000 m. c. Daerah afotik: daerah yang tidak tembus cahaya matahari. Jadi gelap sepanjang masa Komunitas di Dalam Ekosistem Air Laut Menurut fungsinya, komponen biotik ekosistem laut dapat dibedakan menjadi 4, yaitu: a. Produsen terdiri atas fitoplankton dan ganggang laut lainnya. b. Konsumen terdiri atas berbagai jenis hewan. Hampir semua filum hewan ditemukan di dalam ekosistem laut. c. Zooplaokton terdiri atas bakteri dan hewan-hewan pemakan bangkai atau sampah. Pada ekosistem laut dalam, yaitu pada daerah batial dan abisal merupakan daerah gelap sepanjang masa.

Di daerah tersebut tidak berlangsung kegiatan fotosintesis, berarti tidak ada produsen, sehingga yang ditemukan hanya konsumen dan dekompos saja. Ekosistem laut dalam merupakan suatu ekosistem yang tidak lengkap. Adaptasi biota laut terhadap lingkungan yang berkadar garam tinggi: Pada hewan dan tumbuhan tingkat rendah tekanan osmosisnya kurang lebih sama dengan tekanan osmosis air laut sehingga tidak terlalu mengalami kesulitan untuk beradaptasi. Tetapi bagaimanakah dengan hewan tingat tinggi, seperti ikan yang mempunyai tekanan osmosis jauh lebih rendah daripada tekanan osmosis air laut. Cara ikan beradaptasi dengan kondisi seperti itu adalah: • • • • • • • • • banyak minum air masuk ke jaringan secara osmosis melalui usus sedikit mengeluarkan urine pengeluaran air terjadi secara osmosis garam-garam dikeluarkan secara aktif melalui insang air masuk ke jaringan secara osmosis melalui usus sedikit mengeluarkan urine pengeluaran air terjadi secara osmosis garam-garam dikeluarkan secara aktif melalui insang

Ekosistem perairan laut Terdapat 3 tipe ekosistem perairan laut yaitu a. Ekosistem laut dangkal. Ekosistem ini hanya merupakan bagian kecil dari ekosistem laut, yang umumnya terdapat di sepanjang pantai. Bagian yang kecil ini menyimpan amat banyak spesies dibandingkan ekosistem laut lainnya. Daerah intertidal merupakan daerah pasang surut ekosistem ini. Pada ekosistem ini dijumpai estuaria yang merupakan pertemuan perairan tawar dan perairan laut dengan keanekaragaman jenis tumbuhan, alga dan mikroorganisme yang tinggi,yang merupakan pemasok makanan terbesar bagi hewan-hewan baik di estuaria maupun di laut terbuka.

b. Ekosistem laut terbuka. Ekosistem ini kaya akan plankton, yang sebagiaan besar terdapat pada kedalaman 100 m di lautan. Beberapa plangton merupakan algae dan bakeri fotosintesis yang hidup sejauh cahaya mata hari dapat sampai. Aktivitas ini menunjang konsumen sekunder dan konsumen yang lebih tinggi. c. Ekosistem laut dalam. Hanya beberapa spesies organisme yang terdapat pada ekosistem ini, karena penetrasi cahaya matahari hanya mencapai maksimal 300 m. Banyak organisme laut dalam bersifat bioluminesens yang berguna untuk pertahanan tubuh dan menarik perhatian calon mangsanya.

BAB III PENUTUP

A. KESIMPULAN
1. a. Air tergenang b. Air mengalir 2. a. b. Ciri-ciri ekosistem air tawar : Kadar garam atau salinitasnya sangat rendah, bahkan lebih rendah Variasi suhu sangat rendah. Habitat air tawar dapat dibagi menjadi 2 seri, yaitu :

dari kadar garam protoplasma organisme akuatik.

c. d. 3. antara lain: a. b. c. d. e. 4.

Penetrasi cahaya matahari kurang. Dipengaruhi oleh iklim dan cuaca. Faktor-faktor pembatas yang cukup penting pada air tawar, Suhu Kejernihan Arus Konsentrasi garam biogenic Konsentrasi gas pernapasan Berdasarkan kedalaman air tanaman ekosistem air tawar

dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:  Zona vegetasi tersembul  Zona tanaman berakar dengan daun mengapung  Zona vegetasi terendam 5. Klasifikasi ekologis organisme air tawar : a. Berdasarkan Niche Utama (posisi dalam rantai energi atau rantai makanan) i. ii. iii. Autotroph (Produsen) Pagotroph (Konsumen Makro) Saprotroph (Konsumen Mikro atau Pengurai)

b. Berdasarkan bentuk kehidupan atau kebiasaan hidup i. ii. iii. iv. v. Bentos Periphyton Plankton Nekton Neuston c. Berdasarkan daerah atau subhabitat i. Zona literal

ii. iii.

Zona linetik Zona profudal

d. Berdasarkan aliran air i. ii. Zona air deras Zona air tenang 9. EKOSISTEM LAUT

A. SARAN

DAFTAR PUSTAKA
Odum, Eugene P. 1993. Dasar – Dasar Ekologi Edisi ketiga. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press http://erikarianto.wordpress.com/2008/01/10/ekologi-air-tawar/ diakses tanggal 18 maret 2010 pukul 16:54 http://elfisuir.blogspot.com/2010/02/konsep-ekologi-komunitas-dan-populasi.html diakses tanggal 18 maret 2010 pukul 17:06 http://defishery.wordpress.com/warta-perikanan/ekologi-aquatik/ diakses tanggal 18 maret 2010 pukul 17:08

http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/1963415-ekologi/ diakses tanggal 18 maret 2010 pukul 17:09 http://kusmandanuunindra4.blogspot.com/2008/09/ekologi.html diakses tanggal 18 maret 2010 pukul 17:12 http://bamacute.blogspot.com/2009/12/faktor-pembatas-ekosistem-sungai.html diakses tanggal 18 maret 2010 pukul 17:15

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->