P. 1
Pelajaran Nahwu untuk pesantren

Pelajaran Nahwu untuk pesantren

5.0

|Views: 16,096|Likes:
Published by Fitrayadi
buku ini di tulis tangan oleh Ustzah Ramainas. K guru Pondok Pesantren Madrasah Tabiyah Islamiyah Canduang, Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia. Kemudian ditulis oleh Fitrayadi, Yunal Isra.
buku ini di tulis tangan oleh Ustzah Ramainas. K guru Pondok Pesantren Madrasah Tabiyah Islamiyah Canduang, Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia. Kemudian ditulis oleh Fitrayadi, Yunal Isra.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Fitrayadi on May 24, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/15/2013

pdf

text

original

- Khabar (ﻥﺍ) dan khabar saudara – saudara (
ﻥﺍ) adalah salah satu dari isim marfu’ yang
tujuh.

- Khabar (ﻥﺍ) itu pada mulanya berasal dari
khabar mutada setelah masuk (ﻥﺍ) irabnya
berubah menjadi khabar (ﻥﺍ)
Contoh : (دﻳﺯ ﺎﻗ ﻢﺋ ) I’rabnya : (دﻳﺯ) mubtada (ﺎﻗ ﻢﺋ
) khabar. Masuk (ﻥﺍ) jadi dia (

ﺎﻗ ﻢﺋ

ﺍ دﻳﺯ

ﻥﺍ

)

1

maka I’rabnya jadi (ﻥﺍ) huruf taukid atau
amil nawasekh
(ﺍ

دﻳﺯ ) isim dari (

ﻥﺍ
ﺎﻗ ﻢﺋ( ) ) khabar dari (ﻥﺍ)
-Karena khabar (ﻥﺍ ) itu berasal dari khabar
mubtada. Maka ketentuan dan pembagian
serta hukum – hukumnya sama dengan
khabar mubtada yang telah berlalu, lihat
kembali ketentuan khabar mubtada.

- (

ﻥﺍ
تﻨﻧﻅ ( – ) ﻥﺎﻜ ( – ) ) ketiganya disebut amil
nawsekh ( orang yang bekerja
menghapuskan)

Yang dimaksud dengan bekerja

menghapuskan

adalah

bekerja
menghapuskan hukum mubtada dan khabar
yaitu marfu’ seperti hukum mubtada yang
semula marfu’ masuk (ﻥﺍ ) berubah jadi
mansub. Hukum khabar yang semula marfu’
masuk (ﻥﺎﻜ ) berubah jadi mansub. Mubtada
dan khabar yang marfu’ kalau masuk (تﻨﻧﻅ )
berubah jadi mansub keduanya.
Contoh : (دﻳﺯ ﻢﺋﺎﻗ ) kalau masuk (

ﻥﺎﻜ ) jadi (ﻥﺎﻜ دﻳﺯ ﻢﺋﺎﻗ )

1

: (دﻳﺯ ﻢﺋﺎﻗ ) kalau masuk (ﻥﺍ ) jadi (

نﺍ دﻳﺯ ﻢﺋﺎﻗ )

: (دﻳﺯ ﻢﺋﺎﻗ ) kalau masuk ( ﺖﻨﻧﻅ ) jadi

(

ﺎﻣﺋﺎﻗ

ﺖﻨﻧﻅ دﻳﺯ

)

Karena itu dia dinamakan amil
nawasekh karena dia menghapus hukum
mubtada dan khabar yang sudah ada dulu
yaitu marfu’
- (ﻥﺍ ) dan saudara – saudaranya yang bekerja
menasabkan isim dan merafa’kan khabar
itu ada 6, keenamnya adalah huruf :

- (

ﻥﺍ

( ,)

ﻥﺍ

ﻥﺄﻜ ( ) ﻝﻌﻠ ( ) تﻴﻟ ( ) ﻥﻜﻠ ( ,)

)
- (ﻥﺍ ) dan (ﻥﺍ ) adalah huruf taukid ( penegas /
penguat )hubungan anatara mubtada dan
khabar (ﻮﺗ دﻴﻜ ﺔﺒﺴﻨ ) berguna untuk
menghilangkan keingkaran dari mubtada
dan khabar.
Contoh : ( ﻖﻟحﻟﺍﻥﺇ رﻫﺎﻣ ) ( sesungguhnya
tukang cukur itu mahir )

1

I’rabnya : (ﻥﺍ ) amil nawasekh atau huruf
taukid, (ﻖﻟحﻟﺍ ) isim dari (رﻫﺎﻣ( ) ﻥﺇ ) khabar dari
(

ﻥﺇ )
( ﺖﻤﻟﻋ ﻥﺃ ﺍدﻤحﻤ ﺎﻧ ﺢج ) ( saya yakin Muhammad
lulus )

I’rabnya : (ﺖﻤﻟﻋ ) fiil dan fail (ﻥﺇ ) huruf
taukid / amil nawasekh / huruf masdar, (ﺍدﻤحﻤ )
isim dari (ﻥﺇ ) dan ( ﺎﻧ ﺢﺟ )khabar (ﻥﺇ )
Perbadaan anatara (ﻥﺇ ) dan (ﻥﺃ ) kalau (
ﻥﺇ ) letaknya diawal tidak didahului oleh amil
sedangkan ( ﻥﺃ ) wajib ada amil yang
mendahuluinya seperti contoh diatas
didahului oleh kalimat (ﺖﻤﻟﻋ )
Kalau terletak sesudah fa ( ﻒ ) yang

menjadi jawab
Kalau terletak sesudah (ﺇ ﺍذ ) fujiyah ( yang
berarti tiba – tiba )
Kalau terletak sesudah ( ﺙﻴح ) dan ( ﺍذﺇ )
Maka pada empat 4 tempat ini boleh dibaca (
ﻥﺇ ) dan boleh dibaca (ﻥﺃ )
- Contoh yang sesudah ( ﻒ ) yang menjadi
jawab

1

( ﻥﻤ ﻢﻳﺗﺴﻳ ﺈﻔ ﻪﻧ ﺢجﻧﻳ ) ( siapa – siapa yang lurus
maka ia akan lurus )
I’rabnya : (ﻥﻤ ) syarthiah, (ﻢﻳﺗﺴﻳ ) fiil
mudhori’ failnya ( ﻮﻫ ) jadi fiil syarat,
( ﻑ ) rabith lil jawab maka disitu boleh dibaca
( ﻥﺇ ) dan boleh juga (ﻥﺃ )
dan ( ﻩ ) isim dari (ﻥﺃ / ﻥﺇ ) dan ( ﺢجﻧﻳ ) fiil
mudhari’ failnya (ﻮﻫ ) jumlah fiil dan fail
jawab syarat.
Contoh : yang terletak sesudah ( ﺍذﺇ )
(ﻪﺗﻧﻧﻅ ﺎﻏ ﺎﺒﺌ ﺍذﺇ ﻪﻧﺇ ﺎح رﺿ ) ( aku sangka dia
absen tiba – tiba dia hadir )
I’rabnya : (ﻪﺗﻧﻧﻅ ) fiil dan fail / amil
nasawekh kerjanya menaobkan isim dan
menasobkan khabar, (ﻩ ) menjadi isim dari (
ﻪﺗﻧﻧﻅ) dan (ﺎﻏ ﺎﺒﺌ ) khabar dari (ﺍذﺇ( ) ﻪﺗﻧﻧﻅ )
fujaiyah (ﻩ ) isim dari (ﻥﺃ / ﻥﺇ ) amil nawasekh
maka disitu boleh dibaca
(ﻥﺇ ) dan boleh dibaca (ﻥﺃ ) karena terletak
sesudah (ﺍذﺇ ) fijaiyah, (ﻩ ) isim dari (ﻥﺃ / ﻥﺇ )
dan ( رﺿﺎح ) khabar (ﻥﺃ / ﻥﺇ )
Contoh : yang terletak sesudah ( ﺙﻴح )

1

( ﺃ ﻮﻗ ﻢ ﺚﻴح ﻪﻧﺃ ﻢﻴﻗﻤ ) ( aku bermukim dimana dia
bermukim )

I’rabnya : (ﺃ ﻮﻗ ﻢ ) fiil mudhari’ failnya
adalah (ﺙﻴح ( ,) ﺎﻧﺃ ) zhorof zaman
(ﻥﺃ / ﻥﺇ )huruf taukid amil nawasekh ( ﻩ ) ism
dari (ﻢﻴﻗﻤ ( .) ﻥﺃ / ﻥﺇ ) khabar dari (ﻥﺃ / ﻥﺇ )
Contoh : yang terletak sesudah ( ذﺇ )
( ﻪﻧﺃذﺇﻢﻮﻗﺃ ﻢﻴﻗﻤ ) ( aku bermukim ketika
dia bermukim ). I’rabnya : sama dengan
diatas bedanya disini ( ذﺇ ) ( zhorof ) zaman.
3. ( نﺄﻜ ) adalah huruf tasbih ( penyerupa )
Undang – undang tasybih yaitu : (ﻰﻔ ﻰﻧﻌﻤ

ﺔﻠﻻدﻠﺍ ﻰﻠﻋ ﺎﺷﻣ ر ﺔﻛ ﺃ ﺭﻣ )
Artinya : Sesuatu yang menunjukan atas
berserikat satu pekerjaan bagi pekerjaan
yang lain pada makna.
Contoh : ( ﻥﺄﻜ ﺍدﻴﺯ ﺃ دﺳ ) ( seolah – olah si Zaid
itu singa )

I’rabnya : (ﻥﺄﻜ ) huruf tasbiyah. (ﺍدﻴﺯ )
isim dari (ﺃ دﺳ( ) ﻥﺄﻜ ) khabar dari

(ﻥﺄﻜ )

4. ( ﻥﻜﻠ ) adalah huruf istidrok ( susulan )

1

Undang – undang istidrok (ﺇ دﺘﺴ ﻙﺭ ) yaitu
(ﻖﻴﻘﻌﺗ ﺍ مﻼﻜﻟ عﻔرﺒ ﺎﻤ ﻮﺘﻴ ﻢﻫ ﻪﺗﻮﺒﺛ ﻪﻴﻔﻧﻮﺃ )
Artinya : Mengiringi pembicaraan untuk
menghilangkan sesuatu yang diragui adanya
dan tidak adanya.

Contoh : ( سﺎﻧﻟﺍﻢﺎﻗ نﻜﻟ ﺍدﻴﺯ ﺎج سﻠ ) ( telah
bediri manusia tetapi si Zaid duduk )
I’rabnya : ( ﻢﺎﻘ ) fiil madhi (

سﺎﻧﻟﺍ ) fail, (ﻥﻜﻠ )

huruf istidrok, (ﺍدﻴﺯ ) isim dari
( ﺎج سﻠ( ) ﻥﻜﻠ ) khabar dari ( ﻥﻜﻠ )
5. ( تﻴﻟ ) adalah huruf tamanny ( angan –
angan )
Undang – undang tamany ( ﻰﻧﻤﺗ

) yaitu (

ﺐﻠﻄ ﺎﻣ ﻻ عﻤﻂ ﻪﻴﻔ ﻮﺃ ﺎﻣ ﻪﻴﻔ رﺴﻋ )
Artinya : Mengharap sesuatu yang tidak
mungkin terjadi atau sesuatu yang mungkin
terjadi tapi amat sulit,
Contoh : (تﻴﻠﺎﻴ ﺐﺎﺒﺷﻠﺍ دﻮﻌﻳ ﺎﻣﻮﻳ ) ( wahai
pemuda kembalilah suatu hari )
I’rabnya : ( ﺎﻴ ) huruf nida ( seruan ), (تﻴﻠ )
huruf tamanny (ﺐﺎﺒﺷﻠﺍ ) isim dari (تﻴﻠ )

1

(دﻮﻌﻳ ) fiil mudhori’ failnya ( ﻮﻫ ) kembali pada (
ﺐﺎﺒﺷﻠﺍ ), jumlah fiil dan fail jadi khabar dari (
ﺎﻣﻮﻳ( ,) تﻴﻠ ) zharaf zaman.
6. ( ﻞﻌﻠ ) adalah huruf taraji ( harapan )
Undang – undang tarji ( ﻰجرﺗ ) yaitu (

ﺐﻠﻄ ﺐﻮﺒحﻣﻠﺍرﻣﻻﺍ )
Artinya : Mngharap urusan yang disukai /
dicintai.
Contoh : ( ﻞﻌﻠ ﷲﺍ ﻢحﺍر ) ( mudah – mudahan
Allah mengasihi )
I’rabnya ; ( ﻞﻌﻟ ) huruf taraji (ﷲﺍ ) isim dari (,) ﻞﻌﻟ
ﻢحﺍر ( ) khabar dari (

ﻞﻌﻟ )
- Bila ( ﻥﺇ ) atau saudara – saudaranya
bersambung ma ( ﺎﻣ ) tambahan maka
ia terlarang beramal ( tidak lagi
bekerja menasobkan isim dan
merofa’kan khabar.)
- Huruf ( ﺎﻣ ) yang berhubungan
dengan ( ﻥﺇ ) atau saudara –
saudarnya itu disebut ( ﺎﻣ ) kaffah (
) pencegah beramal.

1

Contoh : ( ﺇ ﺎﻤﻨ ﺎﻨﺍ رﺷﺒ ) ( Hanyasanya saya
adalah manusia biasa )
I’rabnya : ( ﻥﺇ ) adat hasar (

رﺼح )
yaitu alat untuk pembatas pengertian yang
artinya hanya atau sanya, bukan berarti
sesungguhnya ( ﺎﻣ ) kaffah yaitu huruf yang
mencegah amalan dari ( ﺎﻨﺍ( , ) ﻥﺇ ) dhamir
mutakallim yang marfu’ jadi mubtada’. Bukan
isim( رﺷﺒ( , ) ﻥﺇ ) khabar dari

(ﺎﻨﺍ ) ( khabar

mubtada’ ) bukan khabar dari ( ﻥﺇ )

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->