P. 1
Pelajaran Nahwu untuk pesantren

Pelajaran Nahwu untuk pesantren

5.0

|Views: 16,036|Likes:
Published by Fitrayadi
buku ini di tulis tangan oleh Ustzah Ramainas. K guru Pondok Pesantren Madrasah Tabiyah Islamiyah Canduang, Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia. Kemudian ditulis oleh Fitrayadi, Yunal Isra.
buku ini di tulis tangan oleh Ustzah Ramainas. K guru Pondok Pesantren Madrasah Tabiyah Islamiyah Canduang, Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia. Kemudian ditulis oleh Fitrayadi, Yunal Isra.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Fitrayadi on May 24, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/15/2013

pdf

text

original

Naibul fail adalah

1

ﺎﻜﻥﺃدﻌﺒﺎﻋوﻔرﻤَرﺎﺼﻔُﻪﻤﺎﻗﻤَوﻫَﻢﻳﻗُﺍوﻠﻋﺎﻔﻪﻌﻤرﻜﺬﻳﻢﻠىﺬﻠﺍﻉوﻔرﻤﻠﻢﺴِﻻﺍﻮﻫ
ﺔﻠﺿﻔﻥﺎﻜﻥﺃدﻌﺒًةدﻤﻋوﺎﺒوﺼﻧﻤَﻥ

ﻞﻌﻔﻠﺍﻰﻠﻋﻪﻤﻴِدﻗﺘﻻوُﻪﻔحﺰوجﻴَﻼﻔ

Artinya : Isim yang marfu’ yang tidk
disebutkan failnya dan ditempatkan dia
pada tempat fail, maka jadi isim itu
marfu’ sesudah mansub dan jadi dia
umdah ( pokok atau bagian dari fi’il )
sesudah ada dia fudhlah ( pelengkap ),
tidak boleh dibuang dan tidak boleh
terdahulu dari failnya.

Naib fail hanya ada pada fi’il yang
muta’addi ( transitif )karena yang akan
menjadi naibul fail itu pada asalnya
adalah maful. Contoh :

( ﺐﻠﻜﻠﺍدﻴﺰﺐرﺿ )

Artinya : Telah memukul si Zaib akan
anjing.

I’rabnya : (ﺐرﺿ ) fi’il madhi (دﻴَﺰ) fail (ﺐﻠﻜﻠَﺍ)
maful bih

Caranya :

1

a. Dihazafkan fail yaitu ( دﻴﺰ )

b. Diletakan maful pada tempat fail yaitu
( ﺐﻠﻜﻠﺍ )

c. Dirubah fi’ilnya jadi dibina bagi maful
( kalimat pasif ) dengan cara
mendhommahkan

awalnya

dan
mengkhasrahkan huruf yang sebelum
akhirnya.

Maka jadi dia ( ﺐﻠﻜﻠﺍﺐرﺿ ) artinya telah

dipukul anjing

I’rabnya : (ﺐرﺿ) fi’il dibina bagi maful /
bina bagi majhul ( kalimat pasif ).

(ﺐﻠﻜﻠﺍ ) Naib fail ( pengganti pelaku ).

Cara membuat fi’il dibina bagi maful
pada

fi’il mudhori’ yaitu
mendhommahkan huruf mudhoro’ah
dan memfathahkan huruf yang sebelum
akhir, contoh (رﺼﻧﻴ ) Sedang / akan
menolong menjadi (رﺼﻧﻴ) sedang / akan
ditolong.

1

- Naibul fail juga ada dari isim maful contoh
: (ﻪﻗﻠﺧ دﻮﻤحﻤَﻮﻫ) Artinya dia yang dipuji
akhlaknya

- I’rabnya (ﻮﻫ) mubtaba (َدﻮﻤحﻤ ) khabar
sigatnya isim maf’ul dan

(ﻖﻠﺧ ) naib fail dari (دﻮﻤحﻤ ) dan (ﻩ )

mudhafun laih.

Alasan menghazafkan fail.

1. Karena sudah kenal dengan fail contoh (
ﻥﺎﺴﻧِﻻﺍﻖﻠﺧ) telah diciptakan manusia. Semua
orang tahu bahwa yng menciptakan adalah
Allah mka dihazafkan failnya yaitu Allah
asalnya adalah (ﻥﺎﺴﻧِﻻْﺍﷲﺍﻖﻠﺧ )

2. Karena tidak tahu dengan si fail contoh (ُ
تﻳﺒﻠﺍَﻖرﺳ ) telah dicuri rumah kita tidak tahu
siapa pelaku pencurian.

3. Ingin menyembunyikan fail supaya orang
ragu. Contoh ( ﻥﺎﺼحﻠﺍﺐﻜر ) telah dikendarai

1

kuda kita kenal dengan si pengendara tapi
tidak mau menyebutkan supaya orang ragu.

4. Karena takut dengan si fail contoh ( دﻳﺰﺐرﺿ
) telah dipukul si zaid. Kita kenal siapa
orang yang memukul tapi takut
menyebutkannya, kalau disebutkan
mungkin dia akan marah.

5. Untuk memulyakan si fail (رﻜﻧﻤﻞﻤﻋﻞﻤﻋ ) telah
dikerjakan pekerjaan yang mungkar.

Kita tahu orang yang memperbuat yang
mungkar, karena selama Ini dia orang yang
terpandang

untuk memuliakannya
dihazafkan supaya jangan jatuh harga
dirinya.

6. Karena tidak ada manfaat
menyebutkannya ( ةرﻮُﺒﺴﻠﺍﺢﺴﻤ ) telah dihapus
papan tulis.

1

Disebutkan atau tidak disebutkan orang
yang menghapuskannya tidak akan ada
faedahnya.

-Kalau pada kalimat itu ada beberapa
maf’ul maka yang akan dijadikan naib
fail adalah maful yang pertama, dan
yang lain tetap mansub menjadi maful
juga

Contoh : ( ﺎﻤﻫرِدﺍدﻳَﺰرﻜﺒﻰﻂﻋَﺍ )

Artinya Telah memberikan aibakar
akan sizaid akan uang.

- I’rabnya : ( ﻰﻂﻋَﺍ ) fi’il madhi (رﻜﺒ ) fail (
ﺍدﻳَﺰ ) maful pertama

( ﺎﻤﻫرد ) maful kedua.

- Dijadikan bina bagi mafil ( ﺎﻤﻫرددﻳﺰﻰﻂﻋﺍ )
artinya telah diberi sizaid uang

- I’rabnya ( ﻰﻂﻋﺍ ) fi’il madhi bina bagi
maful ( دﻳَﺰ ) naib fail

1

( ﺎﻤﻫرد ) mafulbih

- Kalau ingin membuat fi’il bina bagi
maful dari fi’il lazim boleh juga
syaratnya nibul failnya harus.

1. Jar majrur contoh ( ﻪﺒ ﺡرﻔ )

2. Zhoraf contoh (ﻝﻤﺎﻜﻢﻮﻳرﻳﺴ )

3. Masdar contoh (ﻝﺴﻏﻝﺴﺗغﻳ رﺎهﻧﻠﺍﻰﻔ )

- Ketentuan naib fail sama dengan
ketentuan – ketentuan fail

- Pembagian naib fail sama dengan
pembagian fail

- Penentuan muzakar dan muannats fi’il
yang dibina bagi majhul tergantu

pada maful bih yang akan menjadi naib
fail.

Terutama dalam memakai huruf
midhoro’ah jangan sampai tertipu
dengan

Huruf mudhoro’ah yang ada :

Contoh : (ﺔﻤﻁﺎﻔﻠﺍﺐرﻀﺗ ) kalau bina bagi fail

1

( ﺔﻤﻁﺎﻔﻠﺍُدﻴَﺯُﺐِرﻀﻴ )

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->