P. 1
Pelajaran Nahwu untuk pesantren

Pelajaran Nahwu untuk pesantren

5.0

|Views: 16,163|Likes:
Published by Fitrayadi
buku ini di tulis tangan oleh Ustzah Ramainas. K guru Pondok Pesantren Madrasah Tabiyah Islamiyah Canduang, Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia. Kemudian ditulis oleh Fitrayadi, Yunal Isra.
buku ini di tulis tangan oleh Ustzah Ramainas. K guru Pondok Pesantren Madrasah Tabiyah Islamiyah Canduang, Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia. Kemudian ditulis oleh Fitrayadi, Yunal Isra.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Fitrayadi on May 24, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/15/2013

pdf

text

original

1

BAB KALAM

1.

ْلا

ُديِفمْلا بَُّّّّّّک رَمُلْا ظُّّّّّْفَّلل ا ملك
عضَْوْلِاب

Kalam diartikan dalam bahasa Indonesia :
“ungkapan kata-kata (kalimat), dalam
definisi: Lafadz yang disusun yang
memberi faedah lagi disengaja.

ﺐﺋﺎﻌﻟﺍﺭﻀﺣ=ﻮﺣﻧ.ﺔﻳﺋﺎﺟﻫﻠﺍﻑﻮﺭﺭﺣﻠﺍﺾﻌﺑﻰﻟﻋﻞﻣﺗﺷﻤﻠﺍﺖﻮﺻﻠﺍﺍ ﻅﻔﻠ
2.Lafadz adalah suara yang mengandung
atas sebagian dari huruf hijaiyah,
Contoh ( َرَﻀَﺣ ُبﺐِﺋﺎَغﻟَﺍ ) = telah hadir orang

yang ghaib (jauh)

Huruf hijaiyah adalah mulai dari alif

sampai ya (ﺍ– ﻱ )
ﻢﻼﺴﻠﺍﻲﺛﻓﺃﻮﺣﻧرﺘﮐﺄﻓﻥﻴﺘﻤﻠﮐﻥﻣﺐﮐﺭﺗﺎﻤﺐﮐرﻤﻠﺍ

3. Murakab adalah kata-kata yang disusun
dari dua kata atau lebih banyak (susunan
kata demi kata ) contoh ( َمَﻼَﺴﻟَﺍ شْﻓَﺃ ِ)
dari lafadz ( ِشْﻓَﺃ ) dan lafadz ( َمَﻼَﺴﻟَﺍ )
Yang disusun dari tiga kalimat. Contoh
( ُﺖْﺴَﻠَﺟ َعَﻣ َدَﺣَﺃ َرَشَﻋ ًﻼُﺟَﺭ) = Saya
duduk beserta sebelas orang laki-laki. Ini
disususun dari lafadz ( ْسَﻠَﺟ ) dan ( ُت ) dan
( َعَﻣ ) dan ( َدَﺣَﺃ ) dan ( َرَﺴَﻋ ) dan ( ًﻼُﺟَﺭ )

ُتْﻮُکّﺴﻟﺍ ُنُﺴْحَﻳ ًة َدِﺋَﺎﻓ َدﺎﻓَﺃَﺎﻣ ُدﻴِﻔُﻤْﻟَﺍ

ﺎَهْﻴَﻠَﻋ ِعِﻣ ﺎّﺴﻟﺍ َو ِﻢّﻠَکﺘُﻟْﺍ َنِﻣ

٠

ُﻮْحَﻧ

٠

׃
ٌعِﻓﺎَﻧ ُﻢْﻠِﻌْﻟَﺍ

1

4. Mufid adalah perkataan yang memberi
faedah dengan sebenar-benar faedah yang
lebih baik diam dari orang yang berbicara
dan orang yang mendengarkan pembicaraan
itu (tidak menimbulkan pembicaraan atau
pertanyaan lagi).
Contoh ( عﻔﺎﻧﻢﻠﻌﻠﺍ ) = ilmu itu bermanfaat.

سﺭﻓﻠﺍﺭﻓﺴﻮﺣﻧﺔﻴﺑرﻌﻠﺍعﺿﻮعﺿﻮﻠﺍ

5. Wadha’ artinya menyengaja dengan
bahasa arab. Contoh ( سﺭﻔﻠﺍﺭﻓﺴ )= Telah
berjalan

kuda. Yang dimaksud menyengaja memakai
lafadz ( سﺭﻔﻠﺍ ) yang

di dalam bahasa Arab yang bermakna kuda.
Pembagian kalam
Kalam terbagi kepada tiga = Isim, fi’il, dan
huruf
I, Isim atau kata benda → ( nomina/
nominal )

Tanda ( ciri-ciri ) isim ada delapan 8 :

a.1. Khofad ( ﺾﻔﺨ )

ﺾﻔﺧﻠﺍﻞﻤﺎﻋﻞﻮﺧددﻧﻋﺚدﺣﺗﻰﺘﻠﺍةرﺳکﻠﺍﺾﻔﺧﻠﺍ

Khofad adalah : kasrah yang muncul
ketika masuk amil ( yang bekerja )
mengkhofadkan.
Kashroh adalah baris di bawah.
Penganti dari kasroh ada 2:
1. Ya ( ﻲ )

1

2. Fatah ( ﺢﺗﻓ )
Amil yang menkhofadkan ada 2:
1. Huruf. Yaitu huruf jar ada sembilan 9: (ﱞﺐُر

_

ﻰﻔ

_

ﻰﻠﻋ

_

ْنﻋ

_

ﻰﻠِﺍ

ُﺀﺎﺒﻠَﺍ _ ُﻑﺎﮎﻠَﺍ _ ُﻢﻶﻠَﺍ _ ْنﻤ _

_ )

Contoh : ( ِﺔﻔْﻮَﮎﻠْﺍﻰﻠِﺍِةَرﺼﺒﻠﺍَنﻤ )
2. Isim yaitu mengidhofatkan mudhof kepada
mudhofun ilaih.
Contoh: ( ِﷲُﺖﻴﺒ ) = Rumah allah ( ُﺖﻴﺒ ) mudof
menjarkan ( ِﷲﺍ ) dalam bahasa Indonesia
disebut kata majemuk.

a.2 Tanwin (نﻳﻮﻧﺗ)
ﻄﺨْﻒﺬﺣﺘَﻮًﻼﺻَﻮُﺖﺒﺛﺘَﺭﺨَْﻻﺍُﻖﺣﻠﺗٌﺔﻧﻜﺎﺴٌنْﻮﻧُنﻳِﻮﻧﺗﻠَﺍ

ﺎﻔﻘَﻮَﻮّﺎ

Tanwin adalah nun yang sakin yang
menghubungi akhir kalimat ditetapkan ketika
bersambung dan dihazafkan pada tulisan dan
ketika waqaf (baris dua ).contoh :
( _ ﺖْرَرﻤ ةﺃرﻤﺎﺒﺍًرﻤﺘُﺖﻳَرﺗشِﺍ

دﻮﻤﺣﻤَﻞﺨَد_)

a.3 Alif dan lam ( ﻞﺃ )
Contoh: (ُﺔﺒﻌﻜﻠَﺃ _ ُﻢَﻼغﻠﺃ )
a.4 Huruf Qosam ( huruf yang dipakai untuk
sumpah ) Yaitu (َﻮُﺃَﻮ , ُﺀﺎﺒﻠَﺃ )
waw, ba, ta, contoh (ِﷲﺍَﻮ _ ُﷲﺍﺎﺒ _ ُﷲﺎﺗ ) = Demi

Allah

1

a.5 Huruf jar. Telah berlalu pada nomor satu
a.6 Musnad yaitu : a. Menyandarkan fi’il pada
fa’il, contoh: ( ُﺬﺎﺗﺴُﻻْﺍَﻞﺨَد ) =
Telah masuk Ustaz.

b. Menyandarkan Khabar

pada Mubtada. Contoh:
( ٌرﻗﺎﻔُﻞﻫﺎﺨْﻠَﺍ )
= Orang yang bodoh miskin.
a.7 Idhofat ( telah terdahulu pada nomor satu
bagian dua )

a.8

Munada ( panggilan ) dengan
memasukkan huruf nida yaitu ( ﺎﻴ _ ﺍﻮ ) contoh:
( ْﻲﻣﺎﻋَﻢَﻼﻏﺎﻴ ) = Wahai anak pamanku dan (
ْﻲﻣُﺃَﻥﺒﺎﻴ ) = Wahai anak ibuku.

B. Fi’il (kata kerja) → verba / (verbal)
Fi’il terbagi 3 :

1. Fi’il Madhi yaitu (: ِﻢﻠﻜﺗﻠﺍِنﻤَﺰَﻞﺒﻘَﺾﻤٍﺀْﻲشِﺚُدحﻰﻟﻋﱞﻞُدﻴﺎﻤ
ِﺾﺎﻤﻠَﺍ ) = Kata kerja untuk masa yang
telah lewat
Fi’il Madhi yaitu fi’il yang menunjukan
artinya pekerjaan yang telah berlalu sebelum
waktu pembicaraan. Contoh (َﺃَرﻘ) = telah
membaca.

1

Pekerjaan membaca telah berlalu
sebelum mengatakannya.
Tanda tanda ( Ciri-ciri ) Fi’il Madhi :

Fi’il Madhi yaitu bisa menerima ta
taknis
yang sakin atau “ ta
( ﺔﻧﮐﺎﺴﻠﺍﺚﻳﻧﺎﺘﻠﺍﺀﺎﺗ )

yang mati “, contoh (ﺃَرﻘ ْﺖ ) = telah membaca
perempuan .

Hukum Fi’il Madhi dibina atas fatah
selama tidak berhubungan dengan waw
jamak dan dhamir rofa’ yang berharkat.
Contoh (ْﺖﺒَرﻀ _ َﺐَرﻀ ). Kalau sdah dihubungi
waw jamak hukumnya dibina atas dhommah
contoh (ْوﺒَرﻀ ﺍ ). Dan kalau sudah di hubungi
dhomir rofa ‘ yang berharkat hukumnya
dibina atas sukun. Contoh : (ﺎﻧﺒَرﻀ ُﺖﺒَرﻀ _ )

Fi’il madhi terbagi kepada dua :
1) Fi’il madhi bina bagi fa’il ( kalimat
aktif ) memakai awalan me, contoh
(َﺢﺗﻔ )= Telah membuka
2) Fi’il madhi bina bagi maf’ul ( kalimat
pasif ) memakai awalan di, contoh :

1

(َﺢﺗﻔ )= Telah dibuka

3) Fi’il Mudhorii yaitu : (
وَﺍِﻢﻠﻜﺘﻠﺍِنﻤَﺰﻰﻔٍﺀْﻲشِﺚَدحﻰﻠﻋﱞﻞُدﻴﺎﻤُﻉِرﺎﻀﻤﻠَﺍُﻩَدﻌﺒ )
( kata kerja untuk waktu – waktu
sekarang / yang akan datang ).
Fi’il mudhari’ yaitu

fi’il yang
menunjukan kejadian sesuatu pada
waktu berbicara atau sesudahnya.

Tanda (ciri-ciri) fi’il mudhari’ mau
menerima (ﻢﻠ) contoh:
(ْﺐِرﻀﻴْﻢﻠ) dan untuk menunjukan makna
yang akan datang dengan memasukan
( _ ْنﻠ _ َﻒْوﺴ _ س _ ْنِﺇ _ ْنَﺃ ).
Dan wajib didahului oleh salah satu
huruf mudhoro’ah yaitu (ُتﻴﻨَﺃ)
(ﺃ_ن_ﻱ _ ت)
Dan bisa dimasuki ( ْدﻘ) ini pun berlaku

pada fi’il madhi.

Hukum fi’il mudhori’ adalah di Irabkan
dengan rofa’ selama belum masuk huruf

1

nasab dan huruf jazam. Contoh (َبسِﻠْجَﻳ). Kalau
sudah masuk huruf nasab hukumnya berubah
menjadi mansub. Contoh (ْبببنَﻟ َبببسِﻠْجَﻳ ). Kalau
sudah masuk huruf jazam hukumnya berubah
menjadi majzum. Contoh (ْﻢَﻟ ْسِﻠْجَﻳ ).
Huruf yang menasbakan ada 10: (_ ُﻢَﻻ
_ ﻰﺘح _ ُﺐﺍَوج ِوﺍَوﻠﺎﺑ _ ْنَﺃوَﺄﺑُﺐﺍَوج _ ْنﻠ _ ْنَﻨِﺍ _ ﻰﻜ _ ْﻰﻜُﻢَﻻ
ِدحجﻠﺍ )
Huruf yang sepuluh ini terbagi kepada

dua bagian yaitu:
1.Menasbakan fi’il mudhori’ dengan
dirinya sendiri.
2.Menasbakan fi’il mudhori’ dengan (ْنَﺍ)
yang ddhamarkan (disembunyikan).
1.1.Yang menasbakan dengan dirinya ada
4, yaitu :
a. (ْنَﺃ) dinamakan dia huruf nasab
karena dia menasakan fi’il mudhari
contoh: َﺐرﻀﺘْنَﺃ
(ْنَﺃ) dinamakan huruf masdar
karena dia menghancur kalimat yang

1

sesudahnya jadi masdar, contoh: َ
ﺐرﺿﺘﻥﺍ

ﻱﻧﺒجﻌﻴ

menjadi َﻚﺒْرﻀﻰﻧﺒجﻌﻳ
(ْنَﺃ) dinamakan huruf istiqbal
karena dia mengkhususkan makana
fi’il mudhari’ untuk masa yang akan
datang. Contoh (ْنَﺍ َنْﻮﻜﻳ) artinya bahwa
akan ada.
b. (ْﻥﻟ) dinamakan huruf nasab
sebagaimana yang terdahulu
(ْﻥﻟ) dinamakan huruf nafi (ﻰﻔﺎﻧ)
karena dia menafikan (menidakkan)
ma’na fi’il mudhari.
( ْنﻟ ) dinamakan huruf istiqbal
sebagaimana yang terdahulu contoh

(ْنﻟ َمﻟﻜﺘﻳ )
Artinya tidak akan pernah bicara dia.
( dia tidak akan pernah bicara )
c.( ْنذِﺇ ) dinamakan huruf nasab
sebagaimana yang terdahulu.
( ْنذِﺇ ) dinamakan huruf jawab atau
jazak karena dia berfungsi sebagai
jawab dan karena bahwa

1

sesungguhnya

sesuatu

yang

setelahnya izan balaran
(jawab) bagi orang sebelumnya (izan)
Contoh : ( َﻎﻟﺒﺘ َدﺼﻘﻟﺍَﻎﻟﺒﺘْنَﺬﺇَِﺭﺒﺼﻟﺍَﻖﻌﻠﺗﻰﺘحَدﺣﺒﻟﺍْنﻟ)
Artinya : kamu tidak akan mencapai
kemuliaan hingga kamu mencicipi
Kepahitan kalau begitu kamu akan
sampai pada tujuan.

Contoh yang lain : ( َﻙﻤِﺭﻜُﺍْنَﺬِﺍ ) pada
jawaban (ﺍًﺭﻏُﺭْﻮُﺰَﺍ)
d. ( ﻰﻜ ) dinamakan huruf nasab
sebagaimana yang terdahulu
( ﻰﻜ ) dinamakan huruf masdhar
sebagaimana yang terdahulu.
Contoh : (َﻼﻳﻜﻟ ْﻢﻜﺗﺎﻔﺎﻤﺍْﻮﺴْﺄﺘ )
Artinya : agar kamu tidak sedih
terhadap apa yang sudah hilang dari
kamu.

2.1 Yang menasobkan dengan (ْنَﺃ ) yang
diidhramkan terbagi pada dua :

1

1. Harus mengidhmarkan (ْنَﺃ ) dan
menuliskan (ْنَﺃ ) sesudah lam ta’lil
( ْﻲﻜُﻢَﻻ / ِﻞﻳﻟﻌﺗﻟﺍُﻢَﻻ )

Contoh : (َعﻤﺴَﻻُِﺖْﺭﺿﺣ) dengan
membunyikan (ْنَﺃ ) dan boleh juga (
َعﻤﺴﺍْنَﻻُِﺖْﺭﺿﺣ ) dengan menuliskan (ْنَﺃ )

2. Wajib mengidhmarkan (ْنَﺃ ) ini ada

lima (5) :

a. Sesudah lam juhud ( ِدﺣجﻠْﺍُﻢَﻻ )
Yaitu kalimat yang didahului oleh (َنﺎﻜ
) atau (ُنْﻮُﻜﻳ ) yang menafi ( yang
dinafikan karena dengan ma (ﺎﻣ ) dan
dinafikan (ْﻮﻠﻳ ) oleh lam
( ْﻢﻠ )
(ada ma’na menidakan) contoh :
( َدهﻌﻠﺍَﺾﻗﻧﺗﻠْﻥﻜﺗْﻢﻠَﻮَدﻋَﻮﻠﺍَﻒِﻠﺨُﻻُِﺖﻧﻜﺎﻤ

)

هﻠَﺭﻔغﻳﻠُﷲﺍِنﻜﻳْﻢﻠَﻮْﻢهﺒّﺬﻌﻳﻠُﷲﺍَنﺎﻜﺎﻤَو

1

Artinya : Aku tidak akan menyalahi
janji dan engkau tidak akan merusak
janji.

( َِﻒﻠﺨُﻻ ) asalnya (َﺾﻗﻧﺗﻟ( , ) َﻒﻠﺨُﺍْﻥَﻻ)
asalnya (ِﺾﻗﻧﺗْﻥَﻻ َ)
b. Sesudah ( ْﻮﺃ ) yang berarti (ﻰﻠِﺇ )
hingga atau yang berarti (ّﻻِﺍ )
kecuali.
Contoh: ( ْﻮَﺃ ) dengan ma’na (ﻰَﻠِﺇ )
hingga
(َﻰﻧﻤﻠْﺍَﻙِرْدُﺃْﻮَﺍَﺐﻌﺼﻠﺍّﻥﻠهﺴﺗﺴَﻻ

)
Artinya : Sesungguhnya akan aku
anggap mudah segala kesukitan
hingga aku mencapai cita-cita.

Contoh : ( ْﻮَﺃ ) dengan makna (ﻰﻠِﺇ )
kecuali.
(َﻞﻤهﻴْﻮَﺃُﻪﻧﺋﻔَﺎﻜَُﻻَﺃ)
Artinya : Sesungguhnya akan
kuberikan dia kecuali kalau kurang
memperhatikannya.

(َﻞﻤهﻴْﻮَﺃ ) asalnya (ُﻞﻤهﻴْﻥَﺃْﻮَﺃ )

1

c. Sesudah ( ﻰﺘح ) yang dengan arti (ﻰﻠِﺇ )
atau ( ِﻞﻴﻠﻌﺗﻠﺍُﻢَﻻ ) (lam dengan arti
karena )
Contoh: ( ﻰﺘح ) dengan arti (ﻰﻠِﺇ )
hingga.
( دﻮﺴﻻﺍﻂﻴﺨﻠﺍﻥﻤﺾﻴﺒﻻﺍﻂﻴﺨﻠﺍﻢﮐﻠنﻴﺒﺘﻴﻰﺗحﺍوﺒﺭشﻮﺍﻮﻠﮐ )
Artinya : Makanlah dan minumlah kamu
hingga jelas bagi kamu benang putih
dari benang hitam.

( َﻥﻴﺒﺘﻴﻰﺘح ) asalnya ( ﻰﺘح ْﻥَﺃ َﻥﻴﺒﺘﻴ )
Contoh: ( ﻰﺘح ) dengan arti (ُﻢَﻻ ِﻞﻴﻠﻌﺘﻠﺍ )
supaya.
( ْسِرﺘحﺍَﻮ ﻰﺘح َﻮجﻧﺘ )
Artinya : Berjaga – jagalah supaya kamu
selamat
.
(ﻰﺘح َﻮجﻧﺘ ) asalnya (ﻰﺘح ْﻥَﺃ َﻮجﻧﺘ )
d. Sesudah ( ُﺀﺎﻔ ِﺔﻴﺑﺑﺴ ) ( fasababiyah fa
dengan arti sebab ) yang didahului
oleh nafi (yang menidakkan), atau
didahului oleh (ْﺐﻟﻄ ) tuntunan.
Contoh fasababiyah yang didahului oleh

nafi :

1

( ّدجﻴ ّدجﻴﻔْﻢﻠ )
Artinya : dia belum mendapati sebab
akan mendapat dia.
(ّدجﻴﻔ ) asalnya ( ْﻥَﺎﻔ ّدجﻴ )
(ْﺐﻟﻄ ) ( tuntunan ) mencakupi :
1. Amar ( perintah ) ( َﺍ َﻻ ُﺭﻤ )
2. Nahi ( larangan ) ( ﻰﻫﻧ )
3. Irid ( anjuran ) ( ُﺾْﺭﻌﻠَﺍ )
4. Tahdid ( dorongan ) ( ُدﻴِدحﺘﻟَﺍ )
5. Tamany ( Angan – angan ) ( ﻰﻨﻤّﺘﻟَﺍ )
6. Taraji (harapan ) ( رﺘﻟَﺍ ﻰج )
7. Istifham ( pertanyaan ) ( ﺎهﻔﺘﺴِﺍ َﻢ )

Contoh Amar ( ْﻮج ﺍﻮُد ْﻮﺴﺘﻔ ﺍﻮُد ) asalnya ( ْنَﺎﻔ ﻮﺴﺘ ﺍﻮُد

)

Artinya : Dermawan maka karenanya kamu
akan jadi ikutan
Contoh Nahi ( ﻢﻠﺴﺘﻔِدﺴَﻻﺍَنﻤُﻥدﺘَﻻ ) asalnya ( ﻥﺎﻔ ﻢﻟﺴﺘ )
Artinya : Janganlah kamu dekati srigala
maka karenanya kamu selamat
.
Contoh Irid ( َﻢَرﻜﺘﻔﺎﻧﻴَدﺎﻧﺒّﻞحﺘَﻻَﺃ ) asalnya ( َﻢَرﻜﺘْﻥَﺎﻔ )

1

Artinya : Sebaiknya kamu bayar hutang
pada kami maka karenanya kamu akan
dihormati.

Contoh tahdid ( َﺭﺿحﻳﻔَﻚﻳﺨَﻻِﺘﺒﺗﻜَﻼﻫ ) asalnya (

َﺭﺿحﻴْﻥَﺎﻔ )
Artinya : Cobalah kamu berkirim surat pada
saudaramu maka karena akan datang dia
Contoh Tamany ( ﺎهﻤﻅﻨُﺎﻔﻰﻠْوﻨدﺗَﺐﻜﺍَوَﻜﻠﺍَﺖﻳﻠ ) asalnya (
ﺎهﻤﻅﻨُﺃْﻥَﺎﻔ )

Artinya : Wahai kiranya bintang – bintang itu
dekat pada ku maka aku akan
menyusunnya
Contoh Taraji (ﺎﺒﺴَﻻﺍَﻎﻠﺒَﺃﻰﻠﻌﻠ َعﻟﻄُﺎﻓِﺖﺍَوﻤﺴﻠﺍَﺐ ) asalnya (

عﻠﻃﺃﺄﻓ )

Artinya : Semoga aku samapi kepintu langit
maka karenaya aku akan melihat.
Contoh Istifham (ﻙﺜدحُﺎﻓﻰغﺼﺘﻞﻫ) asalnya (ﻙﺜدحَﺃﻥَﺎﻓ )
Artinya : Adakah akan kamu dengarkan
maka karenanya aku akan menceritakannya
padamu.

e.Sesudah (ٍةﻴﻌﻤُﻮﺍﻮ) ( artinya serta ) yang
didahului oleh nafi atau ( tholab )

1

seperi yang terdapat pada nomor d.
Contoh : (ﻢهﺴﻔﻧَﺃﺍﻮﺴﻧﻴَﻮرﻴﺨﻟﺎﺒﺍوﺭﻤﺄﻴْﻢﻟ ) asalnya
(ﻮﺴﻧﻴنَﺍﻮ ﺍ )
Artinya : Mereka belum menyuruh
berbuat baik beserta mereka
melapakan diri mereka.
Ma’na – ma’na huruf nasob
1. ( ْنَﺃ ) Kalau masuk pada fi’il madhori’
menjadikan ma’na madhori’ jadi ma’na
masdar
Contoh : ( ﺍﻮﻤﻮﺼﺘْنَﺍ ) artinya bahwa
memuasakan kamu berubah menjadi
( ﻢﻛﻤﺎﻴﺼ)
Puasa kamu.

Dari kata kerja berubah menjadi kata

dasar.

( نﻠ ) Kalau masuk pada fi’il mudhori’
memfaedah nafi fi’il madhori’ pada masa
yang akan datang serta takkid (
ﻲﻔﻨ دﻜْﺄﺘﻠﺍعﻤﻞﺒﻘﺘﺴﻤْﺍﻰﻔِﻉرﺎﻀﻤﻠﺍ ) yang yang artinya tidak
akan pernah. Contoh :
( ﺍﻮغﺼﺗﻰﺘحﺬﺎﺘﺴْﺍمﻣﻠﻜﺘَﻴْﻥﻠ )

1

Artinya : Tidak akan pernah bicara

ustadz

hingga

kamu

memperhatikannya.
( ﻥﺬﺇ ) masuk kepada fii’l mudhori’
memfaedahkan untuk jawab dan jazak
( ِﺇﺍَﺰجﻠﺍﻮﺐﺍَﻮجﻠﻠ ) untuk jawaban sebagai
akibat dari perbuatan yang sudah atau yang
akan dilakukan artinya kalau begitu :
Contoh : (نﻠ ﻎﻠﺑﺘ دحﺒﻟﺍ ﻰﺘح ﻖﻌﻠﺗ رﺒﺼﻟﺍ نذِﺇ ﻎﻟﺒﺗ دﺼﻘﻟﺍ )
Artinya : Tidak akn pernah kamu mencapai
kemuliaan hingga kamu mencicipi kepahitan.
Kalau begitu kamu akan sampai pada tujuan.
(ْﻰﻜ ) merubah ma’na fi’il mudhori’
menjadi berpengertian agar.
Contoh : (نﺯحﺗَﻻ

ﻰﻜ

ﻚﻠ

نﻴﺒﺍ)
Artinya : aku jelaskan pada kamu agar
kamu mengerti.
(ْﻰﻜﻢﻠ ) merubah makna fi’l mudhori’
menjadi berpengertian untuk
(ﻞﻴﻠﻌﺗ )
Contoh : (ﻢﻠﻌﺘَﺃْﻲﻜﻠُﺖﺋج)
Artinya : Saya datang untuk belajar.

1

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->