1 BAB KALAM

1.

Kalam diartikan dalam bahasa Indonesia : “ungkapan kata-kata (kalimat), dalam definisi: Lafadz yang disusun yang memberi faedah lagi disengaja. ‫ﻠﻔﻅ ﺍﺍﻠﺻﻮﺖﺍﻠﻤﺷﺗﻣﻞﻋﻟﻰﺑﻌﺾﺍﻠﺣﺭﺭﻮﻑﺍﻠﻫﺟﺎﺋﻳﺔ.ﻧﺣﻮ=ﺣﻀﺭﺍﻟﻌﺎﺋﺐ‬ 2. Lafadz adalah suara yang mengandung atas sebagian dari huruf hijaiyah, Contoh ( َ َ‫ = ) َﻟغَﺎﺋِﺐُب ﺣﻀ‬telah hadir orang ‫َ ر‬ ‫ﺍ‬ yang ghaib (jauh) Huruf hijaiyah adalah mulai dari alif sampai ya (‫) ﻱ –ﺍ‬ ‫ﺍﻠﻤرﮐﺐﻤﺎﺗﺭﮐﺐﻣﻥﮐﻠﻤﺘﻴﻥﻓﺄﮐﺘرﻧﺣﻮﺃﻓﺛﻲﺍﻠﺴﻼﻢ‬ Murakab adalah kata-kata yang disusun dari dua kata atau lebih banyak (susunan kata demi kata ) contoh ( َ َ‫)ِ ﺃﻓْش َﻟ َﻼ‬ ‫َ ﺍﺴ م‬ dari lafadz ( ِ ‫ ) ﺃﻓ‬dan lafadz ( َ َ‫) َﻟ َﻼ‬ ‫َ ْش‬ ‫ﺍﺴ م‬ Yang disusun dari tiga kalimat. Contoh ( ُ ْ‫ = )ﺭَ ُ ً ﻋشَرَ ﺃﺣدَ َعَ ﺟَﻠﺴ‬Saya ‫ﺟﻼ َ َ َ ﻣ َ ﺖ‬ duduk beserta sebelas orang laki-laki. Ini disususun dari lafadz ( ْ‫ ) ﺟَﻠَس‬dan ( ُ ) dan ‫ت‬ ( َ‫ ) َع‬dan ( َ ‫ ) ﺃَﺣ‬dan ( َ ‫ ) ﻋَﺴ‬dan ( ً ُ َ‫) ﺭ‬ ‫ﻣ‬ ‫َد‬ ‫َر‬ ‫ﺟﻼ‬ ‫ﺍَﻟ ُ ِﻴ ُ ﻣﺎََﻓﺎدَ ﻓﺎﺋدَ ة ﻳَحْ ُ ُ ﺍﻟ ّ ُﻮْ ُ ِنَ ﺍُْﺘکَّﻢِ وَ ﺍﻟ ّﺎ ِ ِ ﻋَﻠﻴهَﺎ ٠ ﻧَحْ ُ ٠ ׃‬ ‫ﻮ‬ ْ َ ‫ﺴ ﻣع‬ ‫ﺃ َ ِ ً ﺴن ﺴک ت ﻣ ﻟ ﻠ‬ ‫ْﻤﻔ د‬ ٌ ِ ‫ﺍَﻟﻌِﻠْﻢ َﺎ‬ ‫ْ ُ ﻧ ﻓع‬ 3.

َ َ ُ ُ‫ا لل ّفّّّّّْظ اْلمر ک ّّّّّّب الْمفِيد‬ ُ َ ُ ‫باِلْوَضع‬ ْ

‫الْ كلم‬

1 4. Mufid adalah perkataan yang memberi faedah dengan sebenar-benar faedah yang lebih baik diam dari orang yang berbicara dan orang yang mendengarkan pembicaraan itu (tidak menimbulkan pembicaraan atau pertanyaan lagi). Contoh ( ‫ = ) ﺍﻠﻌﻠﻢﻧﺎﻔع‬ilmu itu bermanfaat. ‫ﺍﻠﻮﺿعﻮﺿعﺍﻠﻌرﺑﻴﺔﻧﺣﻮﺴﻓﺭﺍﻠﻓﺭس‬ 5. Wadha’ artinya menyengaja dengan bahasa arab. Contoh ( ‫ =) ﺴﻓﺭﺍﻠﻔﺭس‬Telah berjalan kuda. Yang dimaksud menyengaja memakai lafadz ( ‫ ) ﺍﻠﻔﺭس‬yang di dalam bahasa Arab yang bermakna kuda. Pembagian kalam Kalam terbagi kepada tiga = Isim, fi’il, dan huruf I, Isim atau kata benda → ( nomina/ nominal ) Tanda ( ciri-ciri ) isim ada delapan 8 : a.1. Khofad ( ‫) ﺨﻔﺾ‬ ‫ﺍﻠﺧﻔﺾﺍﻠکﺳرةﺍﻠﺘﻰﺗﺣدﺚﻋﻧددﺧﻮﻞﻋﺎﻤﻞﺍﻠﺧﻔﺾ‬ Khofad adalah : kasrah yang muncul ketika masuk amil ( yang bekerja ) mengkhofadkan. Kashroh adalah baris di bawah. Penganti dari kasroh ada 2: 1. Ya ( ‫) ﻲ‬

1 2. Fatah ( ‫) ﻓﺗﺢ‬ Amil yang menkhofadkan ada 2: 1. Huruf. Yaitu huruf jar ada sembilan 9: (_ ‫ُ ﱞ‬ ‫رﺐ‬ ‫ﻑ ﺍ ﺀ‬ ُ ‫) _ﻔﻰ _ ﻋﻠﻰ _ ﻋنْ _ ﺍِﻠﻰ _ ﻤنْ _ ﺍَﻠﻶ ُ _ ﺍَﻠﮎﺎ ُ _ َﻠﺒﺎ‬ ‫ﻢ‬ Contoh : ( ِ ‫) ﻤنَﺍﻠﺒﺼرَةِِﻠﻰﺍْﻠﮎَﻮْﻔ‬ ‫ﺔ‬ ‫ﺍ‬ 2. Isim yaitu mengidhofatkan mudhof kepada mudhofun ilaih. Contoh: ( ِ ُ ‫ = ) ﺒﻴ‬Rumah allah ( ُ ‫ ) ﺒﻴ‬mudof ‫ﺖﷲ‬ ‫ﺖ‬ menjarkan ( ِ ‫ ) ﺍ‬dalam bahasa Indonesia ‫ﷲ‬ disebut kata majemuk. a.2 Tanwin (‫)ﺗﻧﻮﻳن‬ ‫َﻠﺗﻧ ِﻳ ُﻧﻮْ ٌﺴﺎﻜﻧ ٌﺗﻠﺣ ُﺍﻻَْﺨ َﺘﺛﺒ ُﻮَﺻﻼًﻮَﺘﺣﺬﻒْﺨﻄّﻮ َﻘﻔﺎ‬ ‫ﺎ َﻮ‬ ‫ﺍ ﻮن ن ﺔ ﻖ ﺭ ﺖ‬ Tanwin adalah nun yang sakin yang menghubungi akhir kalimat ditetapkan ketika bersambung dan dihazafkan pada tulisan dan ketika waqaf (baris dua ).contoh : ( _ ‫ﺍِشﺗرَﻳ ُﺘﻤرًﺍ ﺒﺎﻤرﺃة ﻤررْﺖ‬ َ ‫ﺖ‬ ‫)_دَﺨ َﻤﺣﻤﻮد‬ ‫ﻞ‬ a.3 Alif dan lam ( ‫) ﺃﻞ‬ Contoh: (ُ ‫) ﺃﻠغﻼَ ُ _ َﻠﻜﻌﺒ‬ ‫ﻢ ﺃ ﺔ‬ a.4 Huruf Qosam ( huruf yang dipakai untuk sumpah ) Yaitu (َ ُ‫) َﻠﺒﺎ ُ , ﻮ‬ ‫ﺃ ﺀ َﺃﻮ‬ waw, ba, ta, contoh (ِ ‫ = ) ﺗﺎ ُ _ ﺒﺎﺍ ُ _ ﻮَﺍ‬Demi ‫ﷲ‬ ‫ﷲ‬ ‫ﷲ‬ Allah

1 a.5 Huruf jar. Telah berlalu pada nomor satu a.6 Musnad yaitu : a. Menyandarkan fi’il pada fa’il, contoh: ( ُ ‫= ) دَﺨﻞﺍ ُﺴﺗﺎ‬ ‫َ ْﻻ ﺬ‬ Telah masuk Ustaz. b. Menyandarkan Khabar pada Mubtada. Contoh: ( ٌ ‫) ﺍﻠْﺨﺎﻫ ُﻔﺎﻗ‬ ‫َ ﻞ ر‬ = Orang yang bodoh miskin. a.7 Idhofat ( telah terdahulu pada nomor satu bagian dua ) a.8 Munada ( panggilan ) dengan memasukkan huruf nida yaitu ( ‫ ) ﻮﺍ _ ﻴﺎ‬contoh: ( ْ‫ = ) ﻴﺎﻏﻼَ َﻋﺎﻣﻲ‬Wahai anak pamanku dan ( ‫ﻢ‬ ْ‫ = ) ﻴﺎﺒﻥَُﻣﻲ‬Wahai anak ibuku. ‫ﺃ‬ B. Fi’il (kata kerja) → verba / (verbal) Fi’il terbagi 3 : 1. Fi’il Madhi yaitu (: ‫ﻤﺎﻴ ُ ﱞﻋﻟﻰح ُ ِشﻲْ ٍﻤ َﻘﺒﻞَ َﻤنِﺍﻠﺗﻜﻠﻢ‬ ِ ‫دﺚ ﺀ ﺾ ﺰ‬ ‫دﻞ‬ ‫ﺍ ﺾ‬ ِ ‫ = ) َﻠﻤﺎ‬Kata kerja untuk masa yang telah lewat Fi’il Madhi yaitu fi’il yang menunjukan artinya pekerjaan yang telah berlalu sebelum waktu pembicaraan. Contoh (ََ‫)ﻘر‬ ‫ﺃ‬ = telah membaca.

1 Pekerjaan membaca telah berlalu sebelum mengatakannya. Tanda tanda ( Ciri-ciri ) Fi’il Madhi : Fi’il Madhi yaitu bisa menerima ta taknis yang sakin atau “ ta ( ‫) ﺗﺎﺀﺍﻠﺘﺎﻧﻳﺚﺍﻠﺴﺎﮐﻧﺔ‬ yang mati “, contoh (‫ = ) ﺖْ ﻘ َﺃ‬telah membaca ‫ر‬ perempuan . Hukum Fi’il Madhi dibina atas fatah selama tidak berhubungan dengan waw jamak dan dhamir rofa’ yang berharkat. Contoh (ْ‫ .) ﻀرﺐَ _ ﻀرَﺒﺖ‬Kalau sdah dihubungi َ waw jamak hukumnya dibina atas dhommah contoh (ْ‫ .) ﺍ ﻀ َﺒو‬Dan kalau sudah di hubungi ‫ر‬ dhomir rofa ‘ yang berharkat hukumnya dibina atas sukun. Contoh : (‫) _ ﻀ َﺒ ُ ﻀ َﺒﻧﺎ‬ ‫رﺖ ر‬ Fi’il madhi terbagi kepada dua : 1) Fi’il madhi bina bagi fa’il ( kalimat aktif ) memakai awalan me, contoh (َ ‫ =) ﻔﺗ‬Telah membuka ‫ﺢ‬ 2) Fi’il madhi bina bagi maf’ul ( kalimat pasif ) memakai awalan di, contoh :

1 (َ ‫ =) ﻔﺗ‬Telah dibuka ‫ﺢ‬ 3) Fi’il Mudhorii yaitu : ( ‫) ﺒﻌدَ ُﺍَﻠﻤﻀﺎر ُﻤﺎﻴ ُ ﱞﻋﻠﻰحدَ ِشﻲْﺀٍﻔﻰ َﻤنِﺍﻠﺘﻜﻠﻢﺍَو‬ ِ ‫ﺰ‬ ‫ﺚ‬ ‫ِﻉ دﻞ‬ ‫ﻩ‬ ( kata kerja untuk waktu – waktu sekarang / yang akan datang ). Fi’il mudhari’ yaitu fi’il sesuatu yang pada menunjukan kejadian

waktu berbicara atau sesudahnya.

Tanda

(ciri-ciri)

fi’il

mudhari’

mau

menerima (‫ )ﻠﻢ‬contoh: (ْ‫ )ﻠﻢْﻴﻀرﺐ‬dan untuk menunjukan makna ِ yang akan datang dengan memasukan ( _ ْ‫.) َنْ _ ِنْ _ س _ ﺴوﻒَ _ ﻠن‬ ْ ‫ﺇ‬ ‫ﺃ‬ Dan wajib didahului oleh salah satu huruf mudhoro’ah yaitu (ُ ‫)َﻨﻴ‬ ‫ﺃ ت‬ (‫)ت _ ﻱ_ن_ﺃ‬ Dan bisa dimasuki ( ْ‫ )ﻘد‬ini pun berlaku pada fi’il madhi. Hukum fi’il mudhori’ adalah di Irabkan dengan rofa’ selama belum masuk huruf

1 nasab dan huruf jazam. Contoh (َ‫ .)ﻳَجْﻠِس‬Kalau ‫ب‬ sudah masuk huruf nasab hukumnya berubah menjadi mansub. Contoh (ْ‫ .) ﻳَجِْس بَ ﻟَن بب‬Kalau ‫ﻠ ب‬ sudah masuk huruf jazam hukumnya berubah menjadi majzum. Contoh (ْ‫.) ﻳَجْﻠِسْ ﻟَﻢ‬ Huruf yang menasbakan ada 10: (_ ُ َ‫ﻻ‬ ‫ﻢ‬ _ ‫ﻻَ ُﻜﻰْ _ ﻜﻰ _ ﺍ َنْ _ ﻠنْ _ جوَﺍ ُﺑَوَنْ _ ﺑﺎﻠوَﺍ ِ ج َﺍ ُ _ حﺘﻰ‬ ‫و وﺐ‬ ‫ﺐﺄ ﺃ‬ ‫ِﻨ‬ ‫ﻢ‬ ِ‫) ﺍﻠجحد‬ Huruf yang sepuluh ini terbagi kepada dua bagian yaitu: 1. Menasbakan dirinya sendiri. 2. Menasbakan fi’il mudhori’ dengan (ْ‫)َن‬ ‫ﺍ‬ yang ddhamarkan (disembunyikan). 1.1.Yang menasbakan dengan dirinya ada 4, yaitu : a. (ْ‫َن‬ ‫ﺃ‬ ) dinamakan dia huruf nasab karena dia menasakan fi’il mudhari contoh: َ ‫َنْﺘﻀر‬ ‫ﺐ‬ ‫ﺃ‬ (ْ‫َن‬ ‫ﺃ‬ ) dinamakan huruf masdar karena dia menghancur kalimat yang fi’il mudhori’ dengan

1 sesudahnya jadi masdar, contoh: ‫ ﺍﻥﺘﺿرﺐ ﻴﻌجﺒﻧﻱ‬menjadi َ ‫ﻳﻌجﺒﻧﻰﻀرْﺒ‬ ‫ﻚ‬ (ْ‫َن‬ ‫ﺃ‬ ) dinamakan huruf istiqbal karena dia mengkhususkan makana fi’il mudhari’ untuk masa yang akan datang. Contoh (ْ‫ )ﻳﻜﻮْنَ َن‬artinya bahwa ‫ﺍ‬ akan ada. b. (ْ‫ﻟﻥ‬ (ْ‫ﻟﻥ‬ ) ) dinamakan dinamakan huruf huruf nafi nasab (‫)ﻧﺎﻔﻰ‬ sebagaimana yang terdahulu karena dia menafikan (menidakkan) ma’na fi’il mudhari. ( (ْ‫) ﻳﺘﻜﻟمَ ﻟن‬ Artinya tidak akan pernah bicara dia. ( dia tidak akan pernah bicara ) c.( ْ‫) ِذن‬ ‫ﺇ‬ dinamakan huruf nasab sebagaimana yang terdahulu. ( ْ‫ ) ِذن‬dinamakan huruf jawab atau ‫ﺇ‬ jazak karena dia berfungsi sebagai jawab dan karena bahwa ْ‫) ﻟن‬ dinamakan huruf istiqbal sebagaimana yang terdahulu contoh َ

1 sesungguhnya sesuatu yang

setelahnya izan balaran (jawab) bagi orang sebelumnya (izan) Contoh : ( َ ‫ﺍﻟﺒﺣدَحﺘﻰﺗﻠﻌﻖَﺍﻟﺼﺒ َﺇ َنْﺘﺒﻟﻎَﺍﻟﻘﺼ َ ﺘﺒﻟ‬ ‫د ﻎ‬ ‫ِﺬ‬ ‫ﺭ‬ kemuliaan hingga kamu mencicipi Kepahitan kalau begitu kamu akan sampai pada tujuan. Contoh yang lain : ( َ‫ ) ﺍ َنُْﻜ ِﻤﻙ‬pada ‫ِﺬ ﺍ ﺭ‬ jawaban (‫)ﺍ ُﻮْ ُﻏ ًﺍ‬ ‫َﺰ ﺭ ﺭ‬ d. ( ‫) ﻜﻰ‬ dinamakan huruf nasab sebagaimana yang terdahulu ( ‫ ) ﻜﻰ‬dinamakan huruf masdhar sebagaimana yang terdahulu. Contoh : (َ‫) ﺘﺄْﺴﻮْﺍﻤﺎﻔﺎﺗﻜﻢ ﻟﻜﻳﻼ‬ ْ Artinya kamu. 2.1 Yang menasobkan dengan (ْ‫ ) َن‬yang ‫ﺃ‬ diidhramkan terbagi pada dua : : agar kamu tidak sedih terhadap apa yang sudah hilang dari ْ‫)ﻟن‬ Artinya : kamu tidak akan mencapai

1 1. Harus mengidhmarkan (ْ‫) َن‬ ‫ﺃ‬ dan

menuliskan (ْ‫ ) َن‬sesudah lam ta’lil ‫ﺃ‬ ( ْ‫) ﻻَ ُﺍﻟﺗﻌﻟﻳ ِ / ﻻ ُﻜﻲ‬ ‫َﻢ‬ ‫ﻞ‬ ‫ﻢ‬ Contoh : (َ ‫)ﺣﺿﺭ ُِ َﺴﻤ‬ ‫ْﺖﻻ ع‬ dengan

membunyikan (ْ‫ ) َن‬dan boleh juga ( ‫ﺃ‬ ‫ع‬ َ ‫ ) ﺣﺿﺭ ُِ َنْﺍﺴﻤ‬dengan menuliskan (ْ‫) َن‬ ‫ْﺖﻻ‬ ‫ﺃ‬ 2. Wajib mengidhmarkan (ْ‫ ) َن‬ini ada ‫ﺃ‬ lima (5) : a. Sesudah lam juhud ( ِ‫) ﻻَﻢﺍْﻠجﺣد‬ ُ Yaitu kalimat yang didahului oleh (َ ‫ﻜﺎ‬ ‫ن‬ ) atau (ُ ْ‫ ) ﻳ ُﻮ‬yang menafi ( ‫ﻜ ن‬ dinafikan (ْ‫ ) ﻳﻠﻮ‬oleh lam ( ْ‫) ﻠﻢ‬ (ada ma’na menidakan) contoh : ( َ‫ﻤﺎﻜﻧ ُِ ُﺨﻠِ َﺍﻠ َﻋدَﻮَﻠﻢْﺗﻜﻥْﻠﺗﻧﻗ َﺍﻠﻌهد‬ ‫ﺾ‬ ‫ﺖﻻ ﻒ ﻮ‬ ) ‫َﻤﺎﻜﺎنَﺍ ُﻠﻳﻌ ّﺒهﻢْ َﻠﻢْﻳﻜنِﺍ ُﻠﻳغﻔ َﻠه‬ ‫ﷲ ﺭ‬ ‫ﷲ ﺬ ﻮ‬ ‫و‬ ‫ﻢ‬ yang dinafikan karena dengan ma (‫ ) ﻣﺎ‬dan

1 Artinya : Aku tidak akan menyalahi janji dan engkau tidak akan merusak janji. ( َِ ‫) ُﺨﻠ‬ ‫ﻻ ﻒ‬ asalnya (َ ‫) َﻥْﺍُﺨﻠ َ ) , (ﻟﺗﻧﻗ‬ ‫ﺾ‬ ‫ﻻ ﻒ‬ asalnya (ِ‫)َ َﻥْﺗﻧﻗﺾ‬ ‫ﻻ‬ b. Sesudah ( ْ‫ ) ﺃﻮ‬yang berarti (‫) ﺇِﻠﻰ‬ hingga kecuali. Contoh: ( ْ‫ ) ﺃﻮ‬dengan ma’na َ hingga (َ‫ﻻَﺴﺗﺴهﻠ ّﺍﻠﺼﻌﺐَﺍَﻮﺃدْرﻙَﺍْﻠﻤﻧﻰ‬ ِ ُْ ‫ﻥ‬ anggap mudah ) kesukitan Artinya : Sesungguhnya akan aku segala hingga aku mencapai cita-cita. Contoh : ( ْ‫ ) ﺃﻮ‬dengan makna (‫) ِﻠﻰ‬ َ ‫ﺇ‬ kecuali. (َ‫)ﺃ ُﻜَﻔﺋﻧ ُﺃَﻮْﻴهﻤﻞ‬ ‫ََﺎ ﻪ‬ ‫ﻻ‬ Artinya : Sesungguhnya akan kuberikan dia kecuali kalau kurang memperhatikannya. (َ‫ ) ﺃَﻮْﻴهﻤﻞ‬asalnya (ُ ‫) ﺃﻮَْﻥْﻴهﻤ‬ ‫ﻞ‬ ‫َ ﺃ‬ (‫) ِﺇﻠَﻰ‬ atau yang berarti (ّ ‫) ﺍ‬ ‫ِﻻ‬

1 c. Sesudah ( ‫ ) حﺘﻰ‬yang dengan arti (‫) ﺇِﻠﻰ‬ atau ( ‫ﻞ‬ ِ ‫) ﻻَ ُﺍﻠﺗﻌﻠﻴ‬ ‫ﻢ‬ (lam dengan arti (‫) ِﻠﻰ‬ ‫ﺇ‬ karena ) Contoh: ( ‫ ) حﺘﻰ‬dengan arti hingga. ( ‫) ﮐﻠﻮﺍﻮشﺭﺒوﺍحﺗﻰﻴﺘﺒﻴنﻠﮐﻢﺍﻠﺨﻴﻂﺍﻻﺒﻴﺾﻤﻥﺍﻠﺨﻴﻂﺍﻻﺴﻮد‬ Artinya : Makanlah dan minumlah kamu hingga jelas bagi kamu benang putih dari benang hitam. ( َ ‫ ) حﺘﻰﻴﺘﺒﻴ‬asalnya ( ‫) ﻴﺘﺒﻴﻥَ َﻥْ حﺘﻰ‬ ‫ﻥ‬ ‫ﺃ‬ Contoh: ( ‫ ) حﺘﻰ‬dengan arti (ُ َ‫) ﺍﻠﺘﻌﻠﻴﻞ ﻻ‬ ‫ِ ﻢ‬ supaya. ( ْ‫) ﺘﻧجﻮَ حﺘﻰ ﻮَﺍحﺘرس‬ ِ Artinya : Berjaga – jagalah supaya kamu selamat. (‫ ) ﺘﻧجﻮَ حﺘﻰ‬asalnya (‫) ﺘﻧجﻮَ َﻥْ حﺘﻰ‬ ‫ﺃ‬ d. Sesudah ( ُ ‫ ( ) ﺴﺑﺑﻴﺔِ ﻔﺎ‬fasababiyah fa ‫ﺀ‬ dengan arti sebab ) yang didahului oleh nafi (yang menidakkan), atau didahului oleh (ْ‫ ) ﻄﻟﺐ‬tuntunan. Contoh fasababiyah yang didahului oleh nafi :

1 ( ّ ‫) ﻠﻢْﻔﻴجد ﻴج‬ ‫ّ د‬ Artinya : dia belum mendapati sebab akan mendapat dia. ( ّ ‫ ) ﻔﻴج‬asalnya ( ْ‫) ﻴج ّ ﻔَﻥ‬ ‫د‬ ‫د ﺎ‬ (ْ‫ ( ) ﻄﻟﺐ‬tuntunan ) mencakupi : 1. Amar ( perintah ) ( َ َ‫) ﻤﺭ ﻻ‬ ‫ُ ﺍ‬ 2. Nahi ( larangan ) ( ‫) ﻧﻫﻰ‬ 3. Irid ( anjuran ) ( ُ ْ‫) ﺍَﻠﻌﺭ‬ ‫ﺾ‬ 4. Tahdid ( dorongan ) ( ُ ‫) َﻟﺘحدِﻴ‬ ‫د‬ ‫ﺍ‬ 5. Tamany ( Angan – angan ) ( ‫) َﻟ ّﻤﻨﻰ‬ ‫ﺍﺘ‬ 6. Taraji (harapan ) ( ‫) جﻰ ﺍَﻟﺘر‬ 7. Istifham ( pertanyaan ) ( ‫) ﻢَ ِﺴﺘﻔهﺎ‬ ‫ﺍ‬ Contoh Amar ( ْ‫ ) ُﻮﺍ ﻔﺘﺴﻮ ُﻮﺍ جﻮ‬asalnya ( ْ‫دُﻮﺍ ﺘﺴﻮ ﻔَن‬ ‫ْد‬ ‫د‬ ‫ﺎ‬ ) Artinya : Dermawan maka karenanya kamu akan jadi ikutan Contoh Nahi ( ‫ ) َﺘد ُﻤ َﺍ َﺴدِﻔﺘﺴﻠﻢ‬asalnya ( ‫) ﺘﺴﻟﻢ ﻔﺎﻥ‬ ‫ﻻ ﻥ نﻻ‬ Artinya : Janganlah kamu dekati srigala maka karenanya kamu selamat. Contoh Irid ( َ َ‫ ) ﺃﻻَﺘح ّﺒﻧﺎدَﻴﻧﺎﻔﺘﻜر‬asalnya ( َ َ‫) ﻔَﻥْﺘﻜر‬ ‫ﻢ‬ ‫َ ﻞ‬ ‫ﻢ‬ ‫ﺎ‬

1 Artinya : Sebaiknya kamu bayar hutang pada kami maka karenanya kamu akan dihormati. Contoh tahdid ( َ ‫ ) ﻫ َﻜﺗﺒﺘ َﺨﻳﻚَﻔﻳحﺿ‬asalnya ( ‫ﺭ‬ ‫ﻼ ِﻻ‬ ‫ﺭ‬ َ ‫) ﻔَﻥْﻴحﺿ‬ ‫ﺎ‬ Artinya : Cobalah kamu berkirim surat pada saudaramu maka karena akan datang dia Contoh Tamany ( ‫ ) ﻠﻳ َﺍﻠﻜَوَﺍﻜ َﺗدﻨوْﻠﻰﻔُﻨﻅﻤهﺎ‬asalnya ( ‫ﺎ‬ ‫ﺐ‬ ‫ﺖ‬ ‫) ﻔَﻥُْﻨﻅﻤهﺎ‬ ‫ﺎ ﺃ‬ Artinya : Wahai kiranya bintang – bintang itu dekat pada ku maka aku akan menyusunnya Contoh Taraji (‫ ) ﺐَﺍﻠﺴﻤ َﺍﺖِﻓُﻄﻟعَ ﻠﻌﻠﻰَﺒﻠ َﺍﻻَﺴﺒﺎ‬asalnya ( ‫ﺃ ﻎ‬ ‫و ﺎ‬ ‫) ﻓﺄﺃﻃﻠع‬ Artinya : Semoga aku samapi kepintu langit maka karenaya aku akan melihat. Contoh Istifham (‫ )ﻫﻞﺘﺼغﻰﻓُحدﺜﻙ‬asalnya (‫) ﻓﺎَﻥَحدﺜﻙ‬ ‫ﺎ‬ ‫ﺃ‬ Artinya : Adakah akan kamu dengarkan maka karenanya aku akan menceritakannya padamu. e.Sesudah (ٍ ‫ ( )ﻮﺍ ُﻤﻌﻴ‬artinya serta ) yang ‫ﻮ ة‬ didahului oleh nafi atau ( tholab )

1 seperi yang terdapat pada nomor d. Contoh : (‫ ) ﻟﻢْﻴﺄﻤﺭوﺍﺒﺎﻟﺨﻴرﻮَﻴﻧﺴﻮﺍَﻧﻔﺴهﻢ‬asalnya ‫ﺃ‬ (‫) ﺍ ﻮَنﻴﻧﺴﻮ‬ ‫ﺍ‬ Artinya berbuat melapakan : Mereka baik belum beserta menyuruh mereka

diri mereka.

Ma’na – ma’na huruf nasob 1. ( ْ‫ ) َن‬Kalau masuk pada fi’il madhori’ ‫ﺃ‬ menjadikan masdar Contoh ( ‫)ﺼﻴﺎﻤﻛﻢ‬ Puasa kamu. Dari kata kerja berubah menjadi kata dasar. ( ‫ ) ﻠن‬Kalau masuk pada fi’il mudhori’ memfaedah nafi fi’il madhori’ pada masa yang akan datang serta takkid ( ‫ ) ﺍﻠﻤﻀﺎر ِﻔﻰﺍْﻤﺴﺘﻘﺒﻞﻤعﺍﻠﺘﺄْﻜد ﻨﻔﻲ‬yang yang artinya tidak ‫ﻉ‬ akan pernah. Contoh : ( ‫) ﻠﻥ َﺘﻜﻠﻣمﺍْﺴﺘﺎﺬحﺘﻰﺗﺼغﻮﺍ‬ ‫ْﻴ‬ : ( ‫) َنْﺘﺼﻮﻤﻮﺍ‬ ‫ﺍ‬ artinya bahwa memuasakan kamu berubah menjadi ma’na madhori’ jadi ma’na

1 Artinya : Tidak akan pernah bicara ustadz ( ‫) ﺇﺬﻥ‬ masuk hingga kepada fii’l kamu mudhori’ memperhatikannya. memfaedahkan untuk jawab dan jazak ( ِ‫ ) ﻠﻠج َﺍﺐﻮﺍﻠجﺰَﺍ‬untuk jawaban sebagai ‫ﺇ‬ ‫ﻮ‬ akibat dari perbuatan yang sudah atau yang akan dilakukan artinya kalau begitu : Contoh : (‫) ﺍﻟﻘﺼد ﺗﺒﻟﻎ ﺇِذن ﺍﻟﺼﺒر ﺗﻠﻌﻖ حﺘﻰ ﺍﻟﺒحد ﺘﺑﻠﻎ ﻠن‬ Artinya : Tidak akn pernah kamu mencapai kemuliaan hingga kamu mencicipi kepahitan. Kalau begitu kamu akan sampai pada tujuan. (ْ‫) ﻜﻰ‬ merubah ma’na ‫ﻜﻰ‬ ‫ﻠﻚ‬ fi’il mudhori’ ‫)ﺍﺒﻴن‬ menjadi berpengertian agar. Contoh : (‫ﻻَﺗحﺯن‬ kamu mengerti. (ْ‫ ) ﻠﻢﻜﻰ‬merubah makna fi’l mudhori’ menjadi berpengertian untuk (‫) ﺗﻌﻠﻴﻞ‬ Contoh : (‫)جﺋ ُﻠﻜﻲْﺃَﺘﻌﻠﻢ‬ ‫ﺖ‬ Artinya : Saya datang untuk belajar. Artinya : aku jelaskan pada kamu agar

1

JAZAM FI’IL MUDHORI’ Yang menjazamkan fi’il mudhori ada 18 yaitu : ( ْ‫ﻤﺗﻰ _ ﻤهﻤﺎ _ ﻤﺎ _ ﻣﻥ _ ِﺬﻣﺎ _ ِن _ َﻧﺎﻫﻴﺔ _ َﻣر ﻠ ُ _ َﻟﻢْ _ ﻟﻤﺎ _ ﻟﻢ‬ ‫ﺃ ﻢ ﺃ‬ ‫ﺇْ ﻻ‬ ‫ﺇ‬ ‫( _ ﺃَﻠﻣﺎ _ َﻧﻰ _ َﻴﻥَ _ ﻜﻳﻔﻤﺎ _ ﺃَﻱ _ حﻳﺛﻤﺎ _ ﺃَﻳﺎ‬ ‫ﺃ‬ ‫ﺃ‬ Huruf yang 18 ini terbagi pada dua bagian yaitu : 1. Menjazamkan satu buah fi’il 2. Menjazamkan dua buah fi’il 1.1 Yang menjazamkan satu fi’il ada 6 yaitu huruf : (‫) َﻧﺎﻫﻳﺔ _ ﻠﻢْﺃَﻤرٍ _ َﻠﻢ _ ﻠﻣﺎ _ﻠﻢ _ﺃَﻠﻣﺎ‬ ‫ﺃ‬ ‫ﻻ‬ a. (‫ )ﻠﻢ‬dinamakna huruf naïf karena dia menafikan ( menidakkan ) arti fi’il mudhori’. Contoh : ( ‫ ) ﻠﻢْﻴﻀ ِﺐ‬tidak memukul. ‫ر‬ ( ‫ ) ﻠﻢ‬dimanakan huruf jazam karena dia menjazamkan fi’il mudhori : Contoh : ( ‫) ﻠﻢْﻳﻘﻢ‬

1 ( ‫) ﻠﻢ‬ Dinamakan dia huruf qolab ( ‫) ﻘﻠﺐ‬ fi’il

karena lewat. b. ( nama

membalikkan

aman

mudhori’ ke zaman madhi / masa yang ‫ ) ﻠﻤﺎ‬sama dengan (ْ‫ ) ﻠﻢ‬pada segi Bedanya pada segi makna. Kalau (‫ ) ﻠﻢ‬menafikan ( menidakkan ) masa yang lewat saja. Contoh : (‫ ) ﻠﻢْﻴحﻀر‬belum hadir. Dia belum hadir sebelum bicara dan mungkin saja ketika bicara dan selesai bicara dia hadir. Dan kadang – kadang ada juga untuk (‫ دﻮﺍﻢ‬dan ٍ ‫ﺇِﺴﺗﻣرَﺍ‬ ‫ر‬ dan berkelanjutan. Contoh : ( ‫ﻟد‬ ْ‫َﻟﻢْﻴﻮ‬ ‫ﻮ‬ ْ‫) ﻟﻢﻴَﻟد‬ ِْ Artinya : “ Dia tidak beranak dan tidak di peranakkan, selama – lamanya. Sedangkan (‫) ﻟﻤﺎ‬ maknanya menafikan perbuatan di masa yang lewat ) berkekalan

1 tapi juga berlaku untuk zaman hal / zaman bicara. Contoh : (‫) ﻠﻤﺎﻴَحدر‬ Belum hadir pada masa yang lewat dan juga pada waktu bicara. c. (‫ ) ﺃَﻟﻢ‬adalah dasarnya (‫ ) ﻟﻢ‬dimasukkan ke dalamnya hamzah istifham, maka berubah artinya menjadi takrir (‫ ) ﺘﻗرِﻳر‬artinya tetap. Contoh : (‫ ) َﻟﻢْﻧﺴرﺡْﻟﻚَﺼد َﻚ‬Artinya : Adakah tidak aku ‫ر‬ ‫ﺃ‬ lapangkan dada kamu. Pengertiannya : Aku sudah melapangkan dada kamu. d. ( ‫ﺃَﻟ ّﺎب‬ ‫َﻤ‬ ) adalah (‫ ) ﻟ ّﺎب‬yang dimasukkan ‫َﻤ‬ hamzah istifham sama dengan no c. Contoh : (‫) ﺃَﻟﻤﺎﻴﻗﻢ َﻴد‬ ‫ْﺯ‬ Artinya : Adakah tidak berdiri si Zaid. Pengertiannya : Si Zaid telah berdiri. e. (ِ ‫ : ) ﻠ ُﺍﻻَﻤرِ َﺍﻠد ﻋﺎ‬Faedah / kegunaannya ‫ﺀ‬ ‫ﻮ‬ ‫ﻢ‬ menjadikan arti fi’il mudhori’ berupa tuntutan yang datang dari yang lebih tinggi kepada yang lebih rendah. Contoh : (‫) ﻔﻞْﻳ ُﻝْﺨﻳرًﺍ‬ ‫ﻗ‬

1 Artinya : Maka hendak katakanlah akan yang baik. f. ( ‫ﺀ‬ ِ ‫ : ) َﻠﻨه ِﻮﺍﻠدﻋﺎ‬Faedah / kegunaannya ‫ﻻ ﻲ‬ melarang dari isi kalimat yang sesudah. Contoh : (‫) َﺘﻗﻧﻄ‬ ‫ﻻ‬ Artinya : Janganlah kamu putus asa. 2. Yang menjazamkan dua fi’il, yaitu yang tinggal. Fi’il yang pertma dinamakan fi’il syarat dan yang kedua di namakan jawab / jaza’ syarat. Contoh : (‫ ) ِنْﺘﺬْﻫﺐْﺍﺬﻫﺐ‬Artinya : Jika ‫ﺍ‬ kamu pergi, saya pergi. (‫ ) ﺗﺬﻫﺏ‬fi’il syarat (‫ ) َﺬﻫﺏ‬jawab / jazak syarat. ‫ﺍ‬ Yang menjazamkan dua fi’il terbagi pada dua, yaitu huruf dan isim. 2.1. Yang huruf adalah : a) ( ‫ ) ِن‬dinamakan huruf syarat dan ‫ﺍ‬ huruf jazam, Contoh : (‫)ﺍِنﺗرْحﻢ‬ Artinya : Jika kamu mengasihi, engkau dikasihi.

1 b) ( ‫ ) ِذﻤﺎ‬dinamakan huruf syarat dan ‫ﺍ‬ huruf jazam Contoh : (ِ َ‫) ﺍذْﻤﺎ َﺗﻖِﺘرﺗ‬ ‫ِ ﺘ ْﻖ‬ Artinya : Jika kamu bertaqwa, kamu meningkat. Fiil yang dijazam adalah ( ِ ‫ ) ﺗﺘ‬dan ( ‫ﻖ‬ ‫ﻖ‬ ِ ‫ ) ﺘرْﺘ‬tanda jazamnya adalah hazaf ya (َ‫)ﻱب‬ ‫ب‬ karena dia fi’il yang mu’tal akhir. Faedah (‫ ) ﺍﻥ‬dan (‫ ) ِذﻤﺎ‬masuk kepada fi’il ‫ﺍ‬ mudhori hanya semata-mata menunjukkan keterkaitan fi’il syarat dan jawab syarat. 2.2. Yang isim adalah a) (‫ ) ﻤﻥ‬di pakai untuk yang berakal. Contohnya : (ِ‫) ﻤﻥْﻴﻌﻤﻞﺴوْ َﻴج َﺒﻪ‬ ‫ﺀ ﺰ‬ Artinya mengerjakan dengan : Orang – orag di yang balasi kejahatan

kejahatan.

(‫ )ﻴﻌﻤﻞ‬Fi’il syarat tanda jazamnya sukun (َ ‫) ﻴج‬ ‫ﺰ‬ jawab syarat tanda jazannya hazaf karena fi’il yang u’takhir. b) (‫ ) ﻤﺎ‬dipakai untuk yang tidak berakal contoh: (‫) ُ ﺍ ﻴﻌﻠﻣﻪ ﺨﻴر ﻣﻥ ﻥَ ﺘﻔﻌﻠو ﻣﺎ‬ ٍ ‫ﷲ‬

1 Artinya : Apa – apa yang yang kamu perbuat dari kebaikan, mengetahui Allah akan kebaikan itu. (َ ْ‫ ) ﺗﻔﻌﻠو‬fi’il syarat tanda ‫ﻥ‬ jazamnya hazaf nun karena dia fi’il yang lima. (‫ )ﻴﻌﻠﻢ‬jawab syarat tanda jazamnya sukun karena dia fi’il yang shohih akhir. c) (‫ ) ﻤهﻣﺎ‬dipakai untuk yang tidak berakal. Contoh ( َ ‫ﻴﻔﻌﻞ وََﻨ َﻤهﻣﺎﺘﺄْﻣرِﻱْﺍﻠﻘﻟ‬ ‫ﺐ‬ ‫ﺍﻚ‬ perintahkan terhadap ) hati pasti dia “ Sesungguhnya apa – apa yang kamu memperbuatnya” ( ‫ ) ﺘﺄﻣ ِﻱ‬Fi’il syarat tanda jazamnya hazaf ‫ر‬ nun karena fi’il yang lima. (‫ ) ﻴﻔﻌﻞ‬jawab syarat tanda jazamnya sukun karena fi’il yang shohih akhir. d) (‫ ) ﻣﺗﻰ‬dipakai untuk zaman contoh : ( ‫)ﻣﺗﻰﺗﺗﻘ ِﺍﻠﻠﻌﻣ َﺗﺒﻠ ِﺍ َﻣﻞ‬ ْ‫ﻥ ﻞ ﻎ ﻻ‬ artinya : Bila kamu meyakini pekerjaan, kamu meyakini pekerjaan, kamu akan atas mencapai cita – cita. (‫ )ﺗﺗﻘن‬fi’il syarat tanda jazamnya sukun yang ditakdirkan

1 ghain diberi harkat kasrah pada nun untuk bertemu dua sakin. (‫ ) ﺗﺒﻠﻎ‬jawab syarat tanda jazamnya sukun yang ditakdirkan atas ghain diberi harkat kasrah karena pelepas bertemu dua yang sakin. e) (‫ )ﺃَﻴﺎﻥ‬dipakai untuk zaman, Contoh : ( ‫) َﻴﺎ َﺘﺘﻗنﺍﻠﻌﻣ َﺘﺒْﻠ ِﺍﻻَﻤﻞ‬ ‫ﻞ ﻎ‬ ‫ﺃ ﻥ‬ selain kami. (ْ‫ )ﻤن ﻧﺋ‬Fi’il syarat tanda jazamnnya sukun. ( ‫ ) ﺘﺄْﻤن‬jawab syarat tnda jazamnya sukun f) (‫ ) َﻴن‬dipakai untuk tempat (‫ )ﻤﻜﺎﻥ‬contoh ( ‫ﺃ‬ ‫) َﻴﻧﻣﺎﺘﻜﻮْﻧﻮْﺍﻴدرِﻜﻜﻢﺍﻠﻣﻮت‬ ‫ﺃ‬ artinya : dimana saja kamu berada, kematian akan menemukanmu. (‫ ) ﺘﻜﻮﻥ‬Fi’il syarat tanda jazamnya hazaf nun karena dia fi’il yang lima. (‫ ) ﻴدْرﻙ‬Jawab syarat tanda jazamnya sukun karena dia fi’il yang shahih akhir. artinya kapan kami melindungi kamu, kamu akan aman dari

1 g) (‫ )ﺃ ّﻰب‬dipakaikan untuk tempat. Contoh ‫َﻧ‬ pergi kamu akan dilayani. ( ‫ ) ﺃَﻧﻰ‬fi’il syarat tanda jazamnya hazaf nun karena fi’il yang lima. ( ‫ ) ﺗذﻫﺑﺎ‬Jawab syarat tanda jazamnya hazah nun karena dia fi’il yang lima. h) ( ‫ ) ﺣﻴﺛﻣﺎ‬dipakaikan untuk makan (tempat). Contoh : (‫)ﺣﻴﺛﻣﺎﺘﻧﺯﻻَﺗﻜرﻣﺎ‬ artinya : Dimana saja kamu singgahkamu dimuliakan. ( ‫ ) ﺗﻧﺯﻻ‬Fi’il syarat tanda jazamnya haaf nun karena dia fi’il yang lima. ( ‫ ) ﺗﻜرﻣﺎ‬jawab syarat tanda jazamnya hazaf nun karena dia fi’il yang lima. i) ( ‫ ) ﻜﻴﻔﻣﺎ‬dipakaikan untuk keadaan keadaan ( ‫ ) َﻠحﺎﻞ‬contoh ‫ﺍ‬ ( ‫) ﻜﻴﻔﻣﺎﺗجﻠﺱْﺃَجﻠﺱ‬ artinya : Bagaimana saja kamu duduk saya duduk. j) ( ّ َ‫ ) ﺍ‬Pantas untuk keseluruhan keadaan, ‫ﻲ‬ melihat kemana dia diidafakan. (‫ﻣﺎ‬

‫د‬ َ ‫ )َﻧﻰﺘذْﻫﺑﺎﺘﺨ‬Artinya : kemana saja kamu berdua َ ‫ﺃ‬

1 Contoh: (ْ‫) ﺘﺳﺗﻔد ﺍَ ّﻜﺗﺎ ٍﺗﻘرﺃ‬ ‫ﻲ ﺐ‬ Artinya : mana saa buku yang kamu baca. Kamu akan mendapatkan faedah. ( ‫ ) ﺗﻘرﺃ‬fi’il syarat tanda jazamnya karena fi’il shohih akhir. (‫ ) ﺘﺳﺘﻔد‬Jawab syarat tanda jazamnya sukun karena shohih akhir. Keseluruhan diatas adalah huruf atau izim yang mengandung syarat dan menjazamkan fi’il mudhari’ Adalagi huruf yang mengandung syarat tapi tidak menjazamkan fi’il yaitu: (‫) ﻠﻣﺎ _ ﻜﻟﻣﺎ _ ﻟو _ ﻟوْﻣﺎ _ َﻣﺎ _ ﺇ َﺍ‬ ‫ِذ‬ ‫ﺃ‬ (‫ ) ﻠﻣﺎ‬dan (‫ )ﻜﻟﻣﺎ‬hanya bisa masuk pada fi’il madhi. Kalimat yang akan menjadi jawab harus fi’il boleh fi’il madhi dan juga boleh fi’il mudhori. Kalau kalimat itu tidak bisa menjadi jawab karena dia jumlah ismiah atau karena dia sukun

1 fi’il yang mengandung arti tholab ( tuntunan ) atau karena dia jamid atau karena disertai ( ْ‫ ) ﻟﻥ‬atau ( ْ‫ ) ﻘد‬atau ( ‫ ) س‬atau ( ‫ ) ﺳوﻒ‬maka wajib memasukan ( ‫ ) ﻒ‬kedalam. Contoh : Contoh jawab jumlah ismiyah (

‫) ﻴﻤﺳﺳﻚَﺒﺨﻴ ٍﻔهﻮَﻋﻟﻰﻛ ّﺷﻴﺊٍﻘدِﻴر‬ َ ‫ﻞ‬ ‫ر‬ Contoh ‫ﻔِنْﺗﻮَﻠﻴﺘﻢْﻔﻤﺎﺴﺄَﻠﺗﻜم‬ ‫ﺄ‬ Contoh jawaban yang mengandung tholah : ( ِ‫) ﻧﻱْﻴحﺒﺒﻛﻢﺍ ُ ِنْﻛﻧﺗﻢْﺘحﺒﻮﺍنَﺍ َﻔَﺘﺒﻌﻮ‬ ‫ﷲﺄ‬ ‫ﷲﺇ‬ Contoh jawaban fi’il Jamid (‫) ﻔﻌﺳﻰرﺑﻰَنْﺘﺅْﺘﻴنِﺨﻴرﺍ ِنْﺗ َنِﺍَﻧﺎَﻗﻞﻣﻧﻚَﻣﺎﻻ َﻠدﺍ‬ ‫ﻮ‬ ‫ﺍ ر ﺍ‬ ‫ﺃ‬ Contoh jawaban yang disertai ()‫ﻟن‬ ‫ﻔ ﻩ‬ ُ ‫) (ﻮَﻤﺎﺘﻔﻌَﻠﻮْﺍﻤﻥْﺨﻴرٍﻔﻠﻥْﺗﻜ َرﻮْﺍ‬ jawaban disertai ()‫ﻣﺎ‬

1 Contoh jawaban disertai ( ) ‫ﻗد‬

‫) ( ِنْﻴشرِﻖْﻔﻘدﺴرَﻖﺃ ٌﻠ ُﻣنْﻘﺒﻞ‬ ‫َﺥ ﻪ‬ ‫ﺇ‬ Kita boleh menghazafkan fi’il syarat kalau asalnya (َ ‫) ﺒﺨﻴْرﻓﺎﺴﻜﺖ َﻜﻠﻢَﺒﺨﻴرﻮﺍن َﺗﺗﻜﻠ‬ ‫ْﻻ ﻢ‬ Dan boleh juga menghafakan jawab syarat kalau di dahului oleh sesuatu yang pantas menjadi jawab. Conth (ِ ‫) ُِنْﺍَﻘدَﻤت ﺍَﻧ َﻤجﺎ‬ ‫ﺖ ﺰ‬ ‫ﻒﺇ‬ asalnya ( ‫ ) ﺍَﻧ َﻤجﺎﺰ ُﺇنَْﻘدَﻤتَجﺎ َﻓت‬ketentuan fi’il syaratnya ‫ﺰ‬ ‫ت ِﻑ ﺍ‬ harus fi’il madhi. 3. Fi’il Amar ( kata kerja perintah / kalimat perintah ) Yaitu : (‫) ﺃَْﻷَﻤ ُﻣﺎﻴﻄﻠ ُﺒﻪِحﺼو ُﺷﻴ ٍﺒﻌد َﻣﻥِﺍﻠﺗﻜﻠﻢ‬ ‫ﻞ ﺉ ﺰ‬ ‫ﺐ‬ ‫ر‬ Artinya : Amar adalah fi’il yang dituntut hasil pekerjaan sesudah masa bicara . dia terletak sesudah (‫) ِن‬ ‫ﺇ‬ yang diidghamkan pada ( َ‫ ) ﻻ‬contoh (‫) ﺗﻜﻠ َﺒﺨﻴْرﻮﺍ ّﻓﺎﺴﻜﺖ‬ ‫ﻻ‬ ‫ﻢ‬

1 Contoh : (‫ ) ﺍِجﻠس‬duduklah kamu. Tanda fi’il amar 1. Bisa menerima ya muannats

mukhotobah contoh (‫ ) ِﻀرِﺏ‬jadi ‫ﺇ‬ (‫)ِﻀرِﺒﻰ‬ ‫ﺇ‬ 2. Bisa menerima nun taukid contoh ( ‫ ) ِﻀ ِﺏ‬jadi ( ‫) ِﻀ ِﺒﻥ‬ ‫ﺇ ر‬ ‫ﺇ ر‬ - Hukum fi’il amar adaadalah dibina dengan apa mudhari nyu dijazamkan. Kalau mudhari’nya dijazamkan dengan

sukun contoh (‫ ) ﻠﻢْﻳﻧﺼر‬maka Amarnya dibina atas sukun yaitu (‫) ُﻧﺼر‬ ‫ﺃ‬ - Kalau mudhari’ dijazamkan dengan hazaf nun contoh (‫ ) ﻟﻢْﻳﻧﺼرﺍ‬maka Amarnya dibina atas hazaf nun yaitu (‫) ُﻧﺼرﺍ‬ ‫ﺃ‬ - Kalau mudhari’nya dijazamkan dengan

hazaf akhir contoh (‫ ) ﻠﻢﻳرﻢ‬maka Amarnya

1 dibina atas haaf akhir yaitu (‫) ِرﻢ‬ ‫ﺇ‬ 2.3 Huruf ( Kata penghubung ) yaitu : ( ‫) ﻮﺍْﻠحر ُﻤﺎﻻَﻴﺴﺗﻘﻞﺒﺎﺍﻠﻤﻔهﻮﻤﻴﺔ‬ ‫َ ْﻑ‬ Artinya : Huruf yaitu kalimat yang tidak mempunyai pemahaman tersendiri Contoh (‫ – ) ﻠﻢ‬tidak. Ini tidak biaa dipahami tanpa ada kalimat yang lain. Tanda bagi huruf adalah tidak ada padanya tanda isim dan tanda fi’il perbandingannya sama dengan ( ‫ﺥ _ ﺡ‬ ‫)_ﺝ‬ Tanda bagi jim adalah titik satu dibwah Tanda bagi kho adalah titk satu diatas . Tanda bagi ha adalah tidak ada titik diatas dan tidak ada titik dibawah

1 BAB I’RAB 1. Pengertin I’rab ( ‫) ﺍﻻِﻋرَﺍ ُﻫ َﺗغﻴﻴﺭﺃَ َﺍﺧ ِﺍﻠﻜﻠ ِﻹﺧﺗﻼَ ِﺍﻌوَﺍﻤ ِﺍﻠ ّﺍﺧﻠتِﻋﻠﻴهﺎﻠ ًﻅﺎﺃَﻮْﺘﻘدِﻴرﺍ‬ ‫َﻓ‬ ‫ﻞ د‬ ‫ﻑ‬ ‫و ر ﻢ‬ ‫ﺐ و‬ Artinya : Perubahan akhir kalimat karena perbedaan amil yang memasukinya baik secar lafadz ( nampak atau secara takdir diperkirakan keberadaannya) Conth perubahan secara lafadz (nampak) : a. ( ‫) جﺎﺀَ َﻴد‬ ‫ﺯ‬ jadi Berubah akhir kalimat dari dun ( ) b. ( ‫) رَﺍَﻴت َﻴدﺍ‬ ‫ُﺯ‬ Dan ( ‫ ) دًﺍ‬dan jadi din ( ٍ‫) د‬ Semua itu terjadi karena berbeda

amilyang memasukinya. Yang pertama amil yang memesukinya adalah ( ‫ﺀ‬ َ ‫) جﺎ‬ dia fi’il dan dia berkehendak kepada fail yang marfu’ maka rofa ’lah zaidun (‫) َﻴد‬ ‫ﺯ‬

1 Yang kedua amil yang memasukinya adalah (‫ ) رَﺃَﻴت‬dia fi’il dan fail. Dan dia berkehendak kepada fail yang maf’ul yang mansub. Dan bi (‫ )ﺐ‬dia huruf jar dan dia berkehendak mengajarkn isim yang sesudahnya maka jarlah Zaidun ( ‫) َﻴد‬ ‫ﺯ‬ Contoh perubahan secara takdir

(diperkirakan keberadaannya) ( ‫) جﺎﺀَﺍْﻠﻓﺗﻰ‬ ( ‫) رَﺃَﻴ ُﺍﻠﻓﺗﻰ‬ ‫ت‬ ( ‫) ﻤ َر ُﺒﺎِﻠﻓت‬ ‫ر ت‬ (‫ )ﺍَﻠﻓﺗﻰ‬yang pertama marfu’ karena dia menjadi fail. Tanda rofa’ tidak dinampakan (ditakdirkan) karena alif uzur (kesulitan menerima harkat) (‫)ﺍَﻠﻓﺗﻰ‬ yang kedua mansub karena dia maf’ul, tanda nasabnya tidak dinampakan ( ditakdirkan ) karena alif uzur menerima harkat.

1 (‫ )َﻠﻓﺗﻰ‬yang ketika majrur karena masuk bi ‫ﺍ‬ (ِ‫)ﺏبببب‬ ‫ب‬ huruf jar tanda jarnya tidak dinampakkan (ditakdirkan) karena alif uzur menerima harkat. - Perubahan akhir kalimat dari rofa’ kepada nasab dan kepada jar itulah dinamakn denganI’rab . 2. Pembagian I’rab - I’rab terbagi kepada empat pembagian : a. Rofa’ (‫) َﻓع‬ ‫ر‬ Khofad (‫) ﺨﻓﺾ‬ (‫)جﺰﻢ‬ - I’rab yang ada pada isim hanya rofa’ – nasab – khofad. - I‘rab yang ada pada fi’il hanya rofa’ – nasab – jazam. - Isim tidak pernah jazam dan fi’il tidak pernah khofad. 3. Tanda – tanda I’rab a. Tanda yang asli bagi rofa’ adalah dhommah (‫ ) ﻀﻤﺔ‬atau baris epan. b. Nasab (‫) ﺼﺐ‬ dan d. Jazam c.

1 . Penganti dri dhommah adalah : 1) ( ‫ ( )َﻠﻮَﺍﻮ‬huruf waw ) ‫ﺍ‬ 2) ( huruf alif ) 3) ( huruf nun ) b. Tanda asli bagi nasab adalah fatah ( ‫ ) ﻓﺗحﺔ‬Baris di atas. Pengganti dari fthah adalah : 1) (‫)َﻠﻒ‬ ‫ﺃ‬ ( alif ) 2) (‫( )ﻜﺴرة‬ kasrah ) 3 ( huruf ya ) 4) (ِ‫)ن ﺍﻝﻨْْﻮ‬ ّّ (membuang huruf nun ) ) (‫)َﺍﻠْﻳﺎﺀ‬ (‫)َﻠﻧﻮﻥ‬ ‫ﺍ‬ (‫)ﺃَﻠﻒ‬

1 c. Tanda asli bagi khofad adalah kasrah (‫ ) ﮔﺳﺭة‬baris dibawah : Pengganti dari kasrah adalah : 1) ( ‫ﺍ ﺀ‬ ُ ‫ ( ) َﻼ‬huruf ya ) 2) (‫) ﻓﺗﺢ‬ ( baris di atas ) d. Tanda asli dari jazam adalah sukun ( ‫ ) ﺳوﻛن‬tanda mati. Pengganti dari sukun adalah (ُ‫) َﺬﻑ‬ ‫ﺣ ب‬ ( membuang ) Hazaf terbagi kepada dua yaitu : 1 ) ( ِ ْ‫ ( ) َﺬ ُ١ﻟ ّﻮ‬membuang nun ) ‫ﺣﻑ ﻨ ﻥ‬ 2 ) ( ِ ‫ ( ) ﺣﺬْ ُ١َﺨ‬membuang huruf ‫َﻑ ﻟ ر‬ yang di akhir ) 4. Tempat-tempat tanda I’rab’ 4.1 Tanda-tanda rofa’

1 a. Dhommah Dhommah menjadi tanda bagi rofa’ pada empat tempat : 1. Pada isim mufrad ( ِ ‫) ِ١ﺳْ ُْ١ﻟ ُﻔْر‬ ‫ﻢ ﻤ َد‬ Isim mufrad yaitu (َ ‫) ﻤجﻤﻮﻋﺎ ﻮﻻ ﻤﺛن ﻤﺄَﻠﻴ‬ ‫س‬ َ Artinya : Kalimat yang bukan dua dan bukan banyak dan bukan pula yang di samakan denagn dua dan jamak. ( satu ) contoh : (‫ )ﺃ ُﺴﺘﺎﺬ ذﻫﺐ‬telah berfatwa ‫ﻻ‬ satu orang guru. ( ُ ‫ ) ﺃ ُﺴﺘﺎ‬menjadi fail ‫َﻻ ذ‬ hukumnya mrfu tanda rofa’nya adalah dhommah karena dia isim mufrad. 2. Pada jamak ta’sir (‫)ﻠﺗﻜﺳﻳر جﻤعﺍ‬ Jamak taksir yaitu (‫) ﻤﺎﺗغﻴ َﻓﻳﻪِﺒﻧﺎ ُﻤﻓرﺍدﻩ‬ ‫ﺀ‬ ‫ر‬ Artinya : Kalimat yang berubah dari bentuk mufradnya. ( berubah dari satu menjadi banyak ) Contoh (‫ ) جﺎﺀَﺍﻠ ّجﺎﻞ‬Telah datang beberapa ‫ر‬ orang laki – laki.

1 (‫ )ﺍﻠرجﺎﻞ‬menjadi fa’il, hukumnya marfu’ tanda rofa’ nya dhommah karena dia jamak taksir. Perubahan jamak taksir ada 6 yaitu : 1. Berubah dengan bertambah saja contoh ( ‫ →) ﺼﻨﻮ‬satu orang sepupu jadi (‫ ) ﺼﻨ َﺍﻥ‬Beberapa orang sepupu. ‫ﻮ‬ 2. Berubah dengan berkurang saja contoh : (‫ →) ﺘﺧﻤﺔ‬satu pembatas jadi ( ‫ ) ﺘﺧﻢ‬beberapa pembatas. 3. Berubah dengan berubah baris / harkat saja (‫ → )ﺍﺴد‬satu singa jadi (‫)ﺍﺴد‬ beberapa singa. 4. Berubah denan bertambah serta berubah baris (‫ → ) َجﻞ‬satu laki-laki ‫ر‬ (‫ ) رِجﺎﻞ‬Beberapa orang laki-laki.

1 5. Berubah dengan berkurang serta beruah baris contoh (‫ → ) رَﺴﻮﻞ‬satu orang rasul jadi (‫ ) رﺴﻞ‬beberapa orang rasul 6. Berubah dengan berkurang dan

bertambah serta berubah baris contoh (‫→)ﻏﻼَﻢ‬ Satu orang budak jadi (‫→ )ﻏﻠﻤﺎﻥ‬

beberapa orang budak. 3. Pada jamak muannas yang salim( yang

menunjukan

banyak

perempuan

bentuk mufradnya tidak berubah yaitu: ( ‫) ﻤﺎجﻤعَﺒَﻠﻑ َﺗﺎﺀﻤ ِﻴ َﺗﻴﻥ‬ ‫ﺄ ﻮ ﺰد‬ Artinya : Kalimat yang dijamakan denan alif dan ta, yang tambahan keduany. Maksudnya. Ma’nanya menjadi banyak

kalau sudah di tambahkan alif dan ta di akhirnya. Contoh (‫ ) ﻫﻨد‬satu orang Hindun kalau (‫ ) ﻫﻨدﺍت‬banyak si Hindun,

1 ( ‫ ) ﻤﺴﻟﻢ‬satu orang muslim dan (‫) ﻤﺴﻟﻤﺎت‬ banyak msulim. Muannas ada yang alam ada yang sifat. Muannas yang alam bisa dijamakkan denan alif dan ta tanpa syarat. Muannas yang sifat bisa dijamakkan dengan ditambah alif dan ta kalau muddzakarnya dijamakkan denan waw dan nun (‫) ﻤﺴﻟﻢ‬ 4. Pada fi’il mudhari’ yang shohih akhr dan tidak berhubungan dengan alif tasniah atau waw jamak atau ya mu’annast mukhotobah contoh : (‫) ﻴﻧﺼﺭ‬ (‫) ﻴﻀ ِﺐ‬ ‫ﺭ‬ Kalau fi’il mudhari’ dihuungi oleh waw jamak alif tasniyah atau ya mu’ anats mukhotobah maka tanda rofa’nya adalah tetap ( menuliskan nun ) diakhirnya.

1 Contoh : (‫ﺗﻀ ِﺒﻴﻥَ ﺗﻀ ِﺒﻮْﻥَ _ ﻴﻀ ِﺒﻮْﻥ _ ﺗﻀﺭِﺒﺎﻥِ _ ﻴﻀﺭِﺒﺎﻥ‬ َ ‫ﺭ‬ ‫ﺭ‬ ‫ﺭ‬ ) Fi’il ketika dinamakn dengan fi;il yang lima. b. Waw Waw menjadi tanda bagi rofa’ penganti dari dhommah pada dua tempat : 1. Pada jamak muzakar yang salim

( menunjukan banyak laki-laki ) yaitu : ِ‫) ﺍﻠﻮﺍﻮِ َﺍﻠﻧﻮْﻥِﻔﻰحﺎﻠ ِ ﻣﺎدﻞﻋﻠﻰَﻜﺛ َﻣﻥِﺍﺛﻧﻳﻥِﺒ ِﻳﺎدَة‬ ‫ﺰ‬ ‫ﺍ ﺭ‬ ‫ﺔ‬ ‫ﻮ‬ (ِ ْ‫ﻓﻰْحﺎﻠﺘﻰﺍﻠﻧﺼﺏِ َﺍﻠجﺭ ﺍﻠ ّﻓعِ َﺍﻠﻳﺎﺀِﻮَﺍﻠﻧﻮ‬ ‫ﻥ‬ ‫ﺭ ﻮ‬ ‫ﻮ‬ Artinya : jamak muzakar yang salim adalah : kalimat yang menunjukan lebih banyak dari dua dengan tambahan waw dan nun pada ketika rofa’ dan tambahannya dan nun pada ketikan nasab dan jar.

1 Jamak muzakar salim ada dua macam. a. Berupa isim contoh (‫ ,)جﺎﺀَﺍﻠﺰﻴدﻮﻥ‬I’rabnya ( ‫ﺀ‬ َ ‫ )جﺎ‬adalah fi’il madhi, hukumnya dibina atas fathah (َ‫ ) ﺍﻠ ّﻴدﻮﻥ‬menjadi fa’il hukumnya ‫ﺰ‬ marfu’ tanda rafa’nya adalah waw karena dia jamak muzakar yang salim. Tanda jamaknya adalah tambahan waw dan nun karena mufradnya adalah (‫) َﻴد‬ ‫ﺰ‬ b. Berupa sifat contoh (‫ )جﺎﺀَﺍﻠﻤﺴﻠﻤﻮﻥ‬I’rabnya: sama dengan di atas Syarat dengan jamak waw muzakar ada dirofa’kan muzakar

bahwa

berakal dan

kosong dari ta.

2. Pada isim yang enam (6) (‫ )ﺍَﺴﻤﺎﺀِﺍﻠﺴﺗﺔ‬yaitu (‫) ﻫﻧﻮﻚ _ ﺬﻮﻣﺎ ٍ _ﻔﻮﻚ _ حﻣﻮﻚ _ ﺃَﺨﻚ _ ﺃﺒﻮﻚ‬ ‫ﻞ‬ - Isim yang enam : di rofa’kan dengan waw : dinasabkan dengan alif

1 : dikhofadkan dengan ya. Syaratnya ada 3 : 1. dia harus mufrad ( menunjukkan satu ) 2. Dia mukabbarah (‫) ﻤﻛﺒرة‬ besar,

maksudnya tidak dimasuki oleh ya tasqir (‫ )ﺗﺻغﻲر‬yang menunjukkan makna kecil contoh yang ya tasgir (‫) ُﺑﻴﻚ‬ ‫ﺃ‬ engkau. Maka apabila masuk ya tasgir dia makna ya adalah ya tasgir artinya bapak kecil

diI’rabkan dengan harkat yang zohir diakhirnya. Contoh : ( _ ‫ﻣررتﺑﺎﺑﻴﻚ _ رََﻴتﺍﺑﻴﻚ‬ ‫ﺍ‬ ‫) جﺎﺀﺃﺑﻴﻚ‬ 3. Dia diidofatkan kepada selain yang mutakallim (‫)ﻴﺎ ُﺍْﻠﻣﺗﻜﻠﻢ‬artinya ‫ﺀ‬ ya menunjukan orang yang berbicara arti ya itu adalah saya atau aku. Contoh : ( ‫) جﺎﺀﺃَﺑﻮﻧﺎ _ جﺎﺀﺃَﺧﻮﻫﺎ _ جﺎ َﺃﺑﻴﻚ‬ ‫ﺀ‬

1 Kalau diifotkan kepada ya mutakallim maka dia di’irabkan denan harkat yang ditakdirkan pada hurf yang seelum ya mutakallim. Contoh : (‫ )جﺎﺀَﺃَﺑﻰ‬I’rab (‫ ) ﺃَﺑﻰ‬adalah fail hukumnya adalah marfu’ tanda rofa’nya dhommah yang ditakdirkan ( tidak dintampakkan ) pada huruf ba ( ‫ ) ﺐ‬karena berebutan harkat dengan ya. Karena kehendak ya adalah kasrah.

(‫ )رﺃَﻴتﺃﺑﻰ‬maka (‫ ) ﺃَﺑﻰ‬majrur tanda jarnya adalah kasrah yang ditakdirkan atas ba (‫) ﺐ‬ c. Alif Alif menjadi tanda bagi rofa’ pengganti dari dhommah pada satu tempat yaitu : Pada mutsana ( tasniyah ) yang

dirofa’kan : Tasniyah artinya dua (2)

1 Tasniyah adalah (ِ َ‫ﺍﻻَﻠ ِﻣﺎدَﻞﻋﻠﻰﺍﺜﻧﻴﻥِﺒ ِﻳﺎد‬ ‫ﺯ ة‬ ‫ﻑ‬ Artinya : Kalimat yang menunjukkan dua dengan tambahan alif dan nun ketika rofa’ dan tambahan ya dan nun ketika nasob dan jar. Contohnya : (َ ‫)رَﺨﻶن ﻘﺎ‬ ‫ﻞ‬ I’rabnya : ( َ ‫ ) َﺎ‬fiil madhi hukumnya dibina ‫ﻗﻞ‬ atas fathah (‫ )رَجﻶن‬fail hukumnya marfu’ tanda rofa’nya adalah alif penggani dari dhommah karena dia tasniyah . Artinya : Telah datang dua orag laki-laki. Tanda dia Tasniyah adalah alif dan nun

diakhirnya : karena mufradnya adalah (‫)رَجﻞ‬ d. NUN Nun menjadi tanda bagi rofa’ pengganti dari dhommah pada satu tempat yaitu pada fiil yang lima.

1 Fiil yang lima adalah

‫ﻜﻞﻔﻌﻞﻣﻀﺎ ٍﻉﺍِﺘﺼ َﺒﻪَِﻟﻑﺍﺛﻧﻳنِﺃَوْوﺍ ُجﻤعﺃَوﻳﺎ ُﻤﺨﺎﻃﺒﺔ‬ ‫ﺀ‬ ‫و‬ ‫ﻞ ﺃ‬ ‫ر‬ ِ Artinya : Fiil yang lima adalah : tiaptiap fiil mudhorik yang berhubungan dengan alif tasniyah atau waw jamak atau ya muannats mukhotobah. Contoh : ( ) Keseluruhannya fiil mudhori hukumnya marfu’ karena ia kosong dari huruf nawasib ( yang menasabkan ) dan huruf jawazim ( yang manjazamkan ). 4.2 Tanda-tanda nasab Tanda nasab ada lima : a.Fathah Fathah menjadi tanda bagi nasob pada tiga empat :

1 1 ) Pada isim mufrad. Telah berlalu penjelasan tentang isim mufrad pada halaman 16. Contoh : (‫)ﺖﺍﻠﻛﻮﺍﻛﺐ َﻋدد‬ ‫ﺃ‬ Artinya : Aku telah membilang bintang. Ira’bnya (‫ )َﻋدد‬fiil madhi, hukumnya ‫ﺃ‬ dibina atas sukun, karena dihubungi oleh dhommir rofa’ yang berharkat. (‫ )ﺖ‬Isim dhommir dibina atas dhommah pada tempat rofa’ menjadi fail. (‫ )ﺍَﻠﻛﻮﻛﺐ‬menjadi maful bih hukumnya mansub, tenda nasabnya fathah karen isim mufrad. 2 ) Pada jamak taksir telah berlalu pada halaman sebelumnya. Contoh : ( ‫) رﺃَﻴﺖﺍﻠرﺨﺎﻞﻮﺍﻻﺴﺎرﻰ‬

1 3 ) Pada fiil mudhrik yang dimasuki oleh salah satu nawasib dengan dan akhirnya tidak alif berhubungan

tasniyah atau waw jamak, ya muannats mukhotbah. Contohnya : (َ ‫)ﻟنْﻴﻘع - ﻟنْﻴجﻠ‬ ‫ﺱ‬ - Kalau akhirnya dihubungi oleh alif tasniyah muannats nun). Contoh : (‫ )ﻠنﻴجﻠﺴﺎ‬asalnya (‫ )ﻴَجﺴﺎن‬dan ( ‫ )ﻠنْﻴجﻠﺴوﺍ‬asalnya (‫ )ﻴجﻟﺴوﺍن‬dan (‫ ) ﻠنﻴجﻠﺴﻴ‬asalnya (‫.) ﻴجﻠﺴﻴن‬ b. Alif Alif tanda bagi nasob pengganti dari fathah pada isi yang enam, serta telah syaratterdahulu penjelasan atau wawjamak atau ya mukhotobah maka tanda

nasabnya adalah haaf nun (membuang

syaratnya pada halaman seelumnya.

1 Contoh : (‫)َ ﻫﻨﺎﻙ َ-ذﺍﻤﺎﻞ -ﻓﺎﻙ -حﻣﺎﻙ -َجﺎﻙ -ﺃَﺑﺎﻙ‬ ‫ﺃ‬ c. Kasroh kasroh tanda bagi nasab pengganti dari fathah pada jamak muannast yang salim. Telah terdahulu penjelasan jamak muannats yang salim pada halaman sebelumnya. Contoh : ( ِ ‫)رَﺃَﻳ ُﺍﻠﻫﻥدﺍ‬ ‫ت‬ ‫ت‬ I’ronya (‫ )رﺃﻲ‬fiil madhi hukumnya dibina aras sukun karena dihubungi oleh dhomir rofa’ menjadi fail. (ْ‫ )َﻠهﻧدﺍت‬menjadi maful bih ‫ﺍ‬ hukumnya yang salim. d. Ya Ya menjadi tanda bagi nasab pengganti dari fathah pada dua tempat. 1) Pada mutsanna yang mansub mansub tanda nasabnya adalah kasroh, karena jamak muannats

1 Telah terdahulu penjelasan

mutsanna pada halaman sebelumnya. Contoh : (ِ ‫ ) رَﺃَﻳ ُﺍﻠ َﻳدﻳﻥ‬I’robnya (ِ‫)َﻠ َﻳدﻳﻥب‬ ‫ت ﺯ ب‬ ‫ﺍﺯ‬ adalah maful bih hukumnya mansub tanda nasabnya adalah ya, karena ia tasniyah. Artinya aku telah melihat dua orang Zaid. 2) Pada jamak muzakar yang salim yang mansub Contoh : (ِ‫ )رَﺃَﻳ ُﺍﻠﺯﻳدِﻳﻥب‬Irabnya ( َ‫) ﺍَﻠ َﻳ ِﻳﻥبب‬ ‫ب‬ ‫ﺖ‬ ‫ﺯد‬ menjadi maful bih hukumnya mansub tanda Zaid. Perbedaan ketika nasab Kalau tasniyah di fathahkan harkat huruf yang sebelumnya ya dan di kasrahkan harkat yang sesudah ya, contoh : (ِ‫ ) ﻘﻠﻤﻳﻥ‬dua pena. tasniyah dengan jamak nasabnya ya karena ia jamak. Artinya aku telah bertemu beberapa orang

1 Kalau jamak dikasrahkan harkat yang sebelum ya dan di fathahkan harkat huruf yang sesudah ya. Contoh : (َ‫) ﻘﻠﻤﻳﻥ‬ ‫ب‬ beberapa pena. e. Hazaf nun ( membuang nun ) Hazaf nun tanda bagi nasab pengganti dari fathah pada fiil yang lima : Contoh : (‫ ) ﻠﻥْﻳﻔﺗحﺎ‬asalnya ( ِ ‫) ﻳﻔﺗحﺎ‬ ‫ﻥ‬ ( ْ‫ )ﺗﻔﺗحﺎ ﻠﻥ‬asalnya ( ِ ‫) ﺗﻔﺗحﺎ‬ ‫ﻥ‬ (ْ‫ ) ﻳﻔْﺗحو ﻠﻥ‬asalnya ( َ ‫) ﻳﻔﺗحو‬ ‫ﻥ‬ ( َ ‫ ) ﻠﻥْﺗﻔﺗحو‬asalnya ( َ ‫) ﺗﻔﺗحو‬ ‫ﻥ‬ ‫ﻥ‬ ( ‫ ) ﻠﻥْﺗﻔﺗحى‬asalnya ( َ ‫) ﺗﻔﺗحﻳ‬ ‫ﻥ‬ 4.3 Tanda tanda jazam Tanda jaam ada dua : a. Sukun

1 Sukun tanda bagi jazam pada fi’il

mudhori’ yang shahih akhir. Fi’il mudhori’ yang shohih akhir adalah : (‫) ﻓىﺃَﺨرﻩِحرﻒﻋﻠَةٍ ﻤﺎﻠﻳس‬ ِ Artinya : Fiil yang tidak ada akhirnya huruf ilat Contoh : (‫) ﻠﻢْﻴﻀرِﺐ - ﻠﻢْﻴﻒْﺘﺢ‬ B. Hazaf Hazaf tanda bagi yang jazam pada dua tempat : !) Fi’il mudhorik yang mu’tal akhir yaitu : ‫ﻛﻞﻔﻌﻞﻤﺿﺎ ِﻉﻔﻰَﻟﻒﺍَﻮْﻮَﺍﻮﺍَﻮْﻳﺎﺀ‬ ‫ر ﺃ‬ Artinya : Tiap – tiap fi’il mudhori’ yang diakhirnya alif, atau waw, atau ya. Contoh : (‫ ) ﻳﺨﺷﻰ‬diakhirnya alif ketika jazam (‫) ﻟﻢْﻳﺨﺵ‬ (‫ ) ﻳرﻣﻰ‬diakhirnya ya ketika jazam ( ‫) ﻟﻢﻳرﻢ‬

1 (‫ ) ﻴغﺯﻮ‬diakhirnya ada waw ketika jazam (‫) ﻟﻢْﻴغﺯ‬ 2) Pada Fi’il yang lima Contoh : (ْ‫) ﻴﻧﺼرﺍ ﻟﻢ‬ (‫) ﻟﻢْﺗﻧﺼرﺍ‬ (‫) ﻟﻢْﻳﻧﺼرﻮﺍ‬ (‫) ﻟﻢْﺗﻧﺼرﻮ‬ (‫) ﻟﻢْﺗﻧﺼرﻰ‬ 4.4 Tanda – tanda khofad Tanda khofad ada tiga (3) yaitu : a. Kasroh tanda bagi khofad pada tiga tempat : !) Pada isim mufrad yang munshorif (yang bertanwin ) Contoh : (‫) ﻣ َر ُﺒ َﻳد‬ ‫ر ﺖﺯ‬

1 - Kalau isim mufrad yang tidak bertanwin ( isim allazi la yansarif ), maka tanda khofadnya fatnah contoh: (‫) ﻣرر ُﺒَحﻤد‬ ‫ﺖﺎ‬ 2) Pada jamak taksir yang munshorif ( yang bertanwin ). Contoh : (‫) ﻣرر ُﺒ ِجﺎﻞ‬ ‫ﺖر‬ Kalau Jamak taksir yang tidak bertanwin ( isim allazi la yan sarif ). Maka tanda khofadnya fathah. (‫) ﺼﻟَﻳ ُﻔﻰﻣﺳﺎجد‬ ‫ﺖ‬ 3) Pada jamak muannats yang salim yang masih kekal jamaknya, contoh : (ُ ‫) ﺖ ﺒهﻧدﺍ ﻣرر‬ ‫ﺖ‬ Aku telah bertemu

dengan beberapa orang si Hindun. Kalau hilang makna jamaknya yang dijadikan ia isim alam ( nama orang atau nama negeri ) boleh bertanwin dan boleh tidak bertanwin tanda

1 khofadnya kasrah dan kalau tidak

bertanwin tanda khofadnya fathah. b. Ya Ya tanda bagi ganti bagi kasroh pada tiga tempat yaitu : 1) Pada mustasna yang dikhafadkan

contoh ; (‫) ﺒﺎﺍﻟﺯﻳدَﻳن ﻣ َرﺖ‬ ‫ر‬ 2) Jamak mudzakar yang salim contoh : ( ‫) ﺒﺎﺍﻟﺯﻳ ِﻳن ﻣررﺖ‬ ‫د‬ 3) Pada isim yang enam Contoh (‫) ﻫﻧﻳﻚ _ ﺬﻲﻣﺎﻝ _ ﻔﻳﻚ _ حﻤﻳﻚ _ َﺨﻳﻚ _ َﺒﻳﻚ‬ ‫ﺃ‬ ‫ﺃ‬ Telah berlaku penjelasan semuanya

pada isim ybg marfu’. c. Fathah. Fathah tanda bagi Khofad pengganti kasroh pada isim allazi la yan sarif ‫ﺍﻠﺬﻰﻻَﻳﻧﺼﺭﻒ‬ ( ‫ ) ِﺳم‬isim yang tidak bertanwin ‫ﺍ‬

1 yaitu : ِ‫ﻤﺎﺃَﺷﺑﻪَﺍﻠﻓﻌ َﻓﻰﻋﻠﺘﻳﻥِ ) ﻤﺧﺘﻠﻓﺘﻳﻥ ﻓﺭﻋﻳﺘﻳﻥ‬ ‫ﻞ‬ ‫ﻤﺭﺟعِحدﻫﻤﺎﺍﻠﻔﻆوَﻤﺭﺟعﺍﻻﺧ َﻰﺍﻠﻤﻌﻨﻰﺃﻮْﻔﺭﻌﻴﺔ‬ َ ‫ﺭ‬ ‫ﺍ‬ (‫ﺍﻠﻔﺭْﻋﻴﺘﻴﻥ‬ ‫ﻢ ﻢ‬ َ ‫ﺘﻗﻮْ ُﻤﻗﺎ‬ Artinya : Isim yang menyerupai fi’il dengan dua alasan yang furu’ keduanya, berbeda keduanya yang kembali salah satu keduanya pada lafadz dan kembali yang lain pada ma’na atau satu furu’ yang menempati dua furu’. Isim Allazi la yan sarif dua : 1. Terlarang bertanwin dengan satu furu’ yang menempati tempat dua furu’ 2. Terlarang bertanwin dengan dua furu’ 1.1 Kalimat yang ada atas

setimbangan sighat muntahal jumu’.

1 (‫ ) ﺼﻴغﺔﺍﻠﻤﻧﺘهﻰﺍﻠﺟﻤﻮﻉ‬Yaitu : ) ‫َﻮﺛﻼَﺛﺔﺍَﻮﺳﻄهﺎ حﺭﻓﺎﻥ ﺘﻜﺴﺭﻩ ﺒﻌدﺃَﻠﻒ ﻜﻞﺟﻤع‬ ‫ﺍ‬ ‫(ﺳﺎﻜﻥ‬ Artinya : Tiap- tiap jamak yang sesudah alif taksirnya dua huruf atau tiga huruf yang pertengahan sakin. Contoh : Yang sesudah alif taksirnya dua huruf (‫) ﺼﻮﺍﻤع _ ﻤﺴﺎﺟد‬ Contoh : Yang sesudah alif taksirnya tiga huruf (‫) ﻘﻨﺎ ِﻴﻞ _ ﻤﺼﺎﺒﻴﺢ‬ ‫د‬ Shigat muntahal jumu’ terlarang

bertanwin karena dia menempati dua furu’ / dua kali jamak. Yaitu : 1. Jamak adalah furu’ dari mufrad 2. Kemudian jamak di jamakkan lagi.

1 Atau 1. 1. Mufrad – 2. Jamak takrir – 3. shighat muntahal jumu’ 3. Kalimat yang diakhiri dengan alif ta’nis maksurah.Yaitu alif yang ( َِ‫)ﻠﻑﻤﻔردة‬ Menunjukkan perempuan nakirah. Ex : ‫ ذﮐْرى‬atau pada marifah ex : ‫ﺭﻀع‬ ‫ : جرجﻰ‬ex katau jama 4. Kalimat yang diakhiri alif ta’nis mamdudah yaitu ( ‫) ﺃَﻠﻑﺃَﻠﻑﻘﺒﻠهﺎ‬ ٌ ‫) ﻫﻤﺰة ﻫﻲ ﻓﺗﻘﻠﺐ‬ Artinya : alif ta’nis yang mamdudah ialah alif yang sebelumnya ada alif kemudian di tukar dia dengan hamzah biarpun masuknya ) mufradah biarpun ( satu pada

masuknya

1 pada nakirah ex : َ ‫ ﺼح َﺍ‬atau pada morifah ex ‫رﻢ‬ : ‫ﺰَﻛرﻳﺎ‬ - Alif ta’nis maksurah dan alif taknis mamdudah melarang tanwin karena dia menempati dua furu’ / dua kali ta’nis. 1. Taknis yang laim (yang sudah ada 2. Menempati taknis pada taknis yang lazim berarti sudah dua kali taknis. Atau 1. Takrir 2. Taknis 3. Alif ta’nis.

3. Terlarang bertanwin dengan dua furu’ ini terbagi dua. 4. alamiah 5. wasfiah 2.1. Yang terlarang bertanwin beserta Terlarang bertanwin beserta Terlarang bertanwin beserta

alamiah ada 6 yaitu:

1 1. Alamiah serta tambahan alif dan nun contoh ( ‫) ﻋﻤرﺍن‬ - dua furu’ yang melarang tanwinnya adalah alamiyah furu’ dari nakirah dan tambahan alif dan nun furu’ dari mazid alaih / yang tambahan. 2. Alamiah serta tarkib majzi, contoh : (‫) ﺒﻌﻠﺑﻚ‬ - Dua furu’nya : alamiyah furu’ nakirah, dan tarkib furu’ dari mufrad. 3. Alamiyah serta taknis contoh : (‫) ﻃﻠحﺔ‬ - Alamiyah furu’ nakirah, taknis furu’ dari tazkir. - Taknis terbagi tiga : 1) Ta’nis lafadz dan ma’na contoh : (‫) ﻔﺎﻄﻤﺔ‬ 2) Ta’nis lafadz tidak ma’na contoh : ( ‫ ) ﻄﻠحﺔ‬untuk nama laki-laki.

1 3) Ta’nis ma’na tidak lafadz contoh : (‫ﺰﻴﻧﺐ‬ ) - Syarat taknis melarang tanwin ada : salah satu dari 4 : 1) Bahwa ada hurufnya lebih dari tiga contoh yang diatas. 2) Kalau tiga huruf berharkat

ditengahnya. Contoh : (‫) ﺴﻗر‬ 3) Atau ‘ajam ( bukan bahasa Arab) contoh :(‫)حﻤﺼى‬ 4) Perpindahan dari muzakar kepada muannats contoh : (‫ ) َﻴد‬untuk nama ‫ﺰ‬ perempuan. - Kalau tidak terdapat salah satu syarat di atas boleh bertanwin. Kalau bertanwin di khofatkan dengan kasrah contoh : ( ‫) ﺒهﻨد ﻤررﺖ‬

1 4. Alamiyah serta wazan fi’il ( setimbangan fi’il ) conth : (‫) َحﻤد ﻴشﻛر‬ ‫ﺃ‬ - Alamiyah furu’ nakirh wazan fi’il adalah furu’ dari isim. - Syarat wazan fi’il harus ada timbangan fi’il. 5. Alamiyah serta ‘udul contoh (‫ )ﻋﻤر‬pada taqdiri. Alamiyah furu’ nakirah dan ‘udul furu’ dari ma’dul alaih( yang dipalingkan ) - (‫ ) ﻋﻤر‬di palingkan dari (‫ ) ﻋﺎﻤر‬karena di kahwatirkan sama degan sifat. 6. Alamiyah serta ajam, contoh : (‫) ﺇِﺒرَﺍﻫﻴﻢ‬ Alamiyah furu’ dari nakirah ajam furu’ dari arab. - Syarat ajam adalah :

1 1. Harus alam (nama orang atau nama negeri) dalam bahasa ajam. 2. Lebih dari tiga huruf - kalau tidak terdapat salah satu dua syarat diatas boleh bertanwin dan boleh juga tidak bertanwin.

4.2. Yang terlarang bertanwin serta wasfiyah ada: 1) Wasfiyah serta ‘udul contoh: ( َ ‫) ُﺨ‬ ‫ﺍ ر‬ dipalingkan ( tahqiqi). - Wasfiyah furu’dari mausuf alaih ( yang diberi sifat dan ‘udul furu’ dari ma’dul alaih yang dipalingkan) 2) Wasfiyah serta tambahan alif dan nun contoh : ( ‫ ( ) ﺴﻛرﺍن‬mabuk ) dari (َ ‫) ﺁﺨ‬ ‫ر‬ pada hakiki

1 - Wasfiyah furu’ dari mausuf tambah (ziadah) furu’ dari mazid alaih (yang ditambah) 3) Wasfiyah serta wazan fi’il furu’ dari isim. - Syarat wasaf : a. Keadaannya asli b. Tidak menerima ta.

BAB ISIM-ISIM YANG MARFU’ Isim yang marfu’ adalah isim yang dirofa’kan dengan salah satu tanda rofa’ yang empat ( 4 ) yaitu dhommah, waw, alif, dan nun. Isim – isim yang dirofa’kan itu ada tujuh (7) :

1. Fail (pelaku pekerjaan)

1 2. Naibul fail (pengganti pelaku) 3. Mubtada (subjek) 4. khabar (prediket) 5. Isim kana (‫ ) ﮐَﻥ‬dan isim saudara – ‫ﺂ‬ saudara kana (‫) ن ﻛﺂ‬ 6. Khabar inna (ِ ‫ )ن‬dan isim saudara – ‫ﺍ‬ saudara inna (ِ ‫)ﻥ‬ ‫ﺍ‬ 7.Tabi’ ( yang mengikut kepada yang marfu’ ). 1) Naat ( sifat ) 2) Ataf ( kata penghubung ) 3) Taukid ( penguat/penegas ) 4) Badal ( pengganti ) - Kalau da isim yang marfu’ I’rabnya adalah salah satu dari ism yang 7 : 1.1 BAB FAIL ( PELAKU PEKERJAAN ) Fail adalah :

1

Artinya : Fail adalah yang didahului oleh fi’il ( yang dibina bagi fail ) atau yang menyerupai fi;il dengan cara melekat fi’il dengan fail atau dengan cara terjadi fi’il dari fail. Isim terbagi dua :

1( Sharih ( benar – benar isim ) 2( Muawwal ( Fi’il yang dipalingkan

ma’nanya kepada isim ) Fi’il terbagi dua : berkehendak

1) Lazim ( yang hanya kepada fail ) instransitif.

2( Mut’addi ( yang berkehendak kepada fail ) transitif. Sabah fi’il terbagi empat :

1) Isim fail 2) Amtsilah muballagah

1 3) Sifat masyabahah 4) Isim tafdhil Contoh : menyandarkan fi’il kepada fail atas cara melekat fi’il pada fail : Telah mengetahui si Zaid (‫ )ﻋﻠﻢ‬fi’il madhi ( ‫ ) َﻴد‬Fail ‫ﺰ‬ Pengetahuan itu melekat pada diri si Zaid.

Contoh : Menyandarkan fi’il kepada fail atas cara terjadi fi’il dan fail ‫ :ﻗﺎم َﻴد‬telah berdiri si zaid ‫ﺰ‬ madhi (‫) َﻴد‬fail. ‫ﺰ‬ (‫)ﻗﺎم‬ fi’il

Perbuatan berdiri itu terjadi dari si Zaid Contoh fail dari isim fail (‫) ﻤﺨﺗﻟﻒﺍَﻟوﺍﻧﻪ‬ artinya : berbeda warnanya

I’rabnya (‫ ) ﺨﺗﻟﻒ‬isim fail (‫ )ﺍَﻟوَﺍﻥ‬fail dari (‫ﻤﺨﺗﻟﻒ‬ ) dan ( ُ ) mudhofun ilaih. ‫ﻩ‬ - Contoh Fail dari amtsilah mubalagah ( ‫) َﺿرﺍﺐ َﻴد‬ ‫ﺰ‬ ‫ﺍ‬ artinya adalah bersangatan memukul si Zaid.

1 I’rabnya (َ ) istifamnya ( kalimat tanya ) ( ‫ﺃ‬ ‫ ) ﺿرﺍﺐ‬amtsilah mubalagah ( ‫ ) َﻴد‬fail dari ( ‫) ﺿ ّﺍﺐ‬ ‫ﺰ‬ ‫ر‬ - Contoh fail sifat musyabhah (‫) وَجهﻪ حﺴﻥ‬ artinya yang baik wajahnya. I’rabnya (‫)حﺴﻥ‬sifat musyabahah (‫ ) َجﻪ‬fail ‫و‬ dari (‫ ) حﺴﻥ‬dan (٥ُ ) mudhofun ilaih. Contoh fail dari isim tafdhil ( ِ‫) ﺍﻠﻜح ُﻣﻧ ُﻔﻰﻋﻴﻥِ َﻴد ﻣﺎرﺍَﻴ ُرَجﻼًَحﺴ َﻔﻰﻋﻴﻨﻪ‬ ‫ﺃ ﻥ‬ ‫َ ﺖ‬ ‫ﺯ‬ ‫ﻞ ﻪ‬ Artinya : Aku tidak melihat seorang laki – laki yang lebih baik dimatanya celak dari celak yang ada pada mata si Zaid. - I’rabnya (‫ )ﻣﺎ‬huruf nafi ( huruf berarti tidak ) ( ْ‫ ) ﺭَﺃَﻱ‬fi’il madhi ُ‫ت‬ Fail ( ‫ ) ﺭَﺟﻼ‬maf’ul bih (‫ ) َحﺴﻥ‬isim tafdhil, ‫ﺃ‬ menjadi naat dari (‫ ) ﺟﻸ َر‬dan yang

1 (ِ ) hurif jar ( ‫ ) ﻋﻴﻥ‬dijarkan oleh (ِ ) dan (ِ ‫ﻑ‬ ‫ﻑ‬ ‫ﻩ‬ ) mudhofun ilaih - Contoh fail yang berasal dari fiil yang ditakwilkan ( yang diplingkan ma’nnya kapada isim ) ( ‫) ﺃَﻠﻢْﻴﺄْ ِﻠﻠ ِﻴﻥََﻤﻨﻮﺍَﻥْﺗﺧش َﺒهﻢ‬ ‫ع‬ ‫ﺖ ﺬ ﺃ ﺃ‬ Artinya waktunya : Apakah bagi belum datang

orang –

orang yang

beriman untuk tunduk hati mereka. I’rabnya : (‫ )ﺃ‬huruf istifam ( ‫ ) ﺁم‬huruf nafi (ِ‫ ) ﻥ ﻴﺎ‬fi’il mudhori’ ( َ ْ‫) ﻠﻠﺬِﻴ‬jar dan majrur (‫ )َﻤﻨﻮﺍ‬fi’il madhi (‫) ﻮ‬ ‫ِّ ﻥ‬ ‫ﺃ‬ fail (‫ )ﻥ ﺃ‬huruf masdar dan huruf nasab ( ‫ ) ﺗﺧشع‬fi’il mudhari ( ُ ‫ ) ﻘُﻮ‬fail ( ‫) ﻫﻢ‬ ‫ﻠ ﺐ‬ mudhofun ilaih. ( ‫ ) َﻥْﺗﺧش َﻘﻠﻮﺍﺒهﻢ‬ditakwilkan / dipalingkan ‫ع‬ ‫ﺍ‬ kepada isim yang menjadi fail dari (‫) ﻴﺄﻥ‬ takwilnya adalah (ْ‫) ُﻗﻠﻮﺍﺒهﻢ ﻴﺄْ ِﻠﻠﺬﻴﻥﺃَﻤﻧﻮﺍﺨﺷﻮْﺍ ﺃَﻠﻢ‬ ‫ﻥ‬ ‫ﻉ‬

1 PEMBAGIAN FAIL Fail terbagi dua : 1. Zahir ( tampak ) 2. Mudhmar ( tersembunyi ) Zhohir ada delapan (8) a. Isim mufrad contoh ( ‫ ) ﻗﺎ َﻗﺎﺾ‬telah berkata ‫ﻞ‬ qdhi / ‫جﺎﺀﺯﻴد‬ b. Mutsanna muzakar ( ‫ ) ﻮﺍﻠدﺍﻥ ﻴﺷﺗغﻞ‬sedang sibuk kedua orang tua / ‫جﺎﺀَﺍﻠﺯﻴدﺍﻥ‬ c. Jamak muzakar (‫ )ﺼﻟﻰﺍﻠﻣﺴﻟﻣﻥ‬telah shalat orang yang muslim / َ ْ‫جﺎﺀَﺍﻠﺯﻴْ ُﻮ‬ ‫ّد ﻥ‬ yang salim. d. Jamak taksir muzakar ( ‫) ﻴﺗﻌﻟ ُﺍﻠﻁﻼَﺐ‬sedang ‫ﻢ‬ belajar siswa – siswa / ‫جﺎﺀﺍﻟﺭجﺎﻝ‬ / untuk muakkar e. Mufrad mu’annast ( ُ ‫ ) جﺄﺖْﻔﺎﻄﻤ‬telah datng ‫ﺔ‬ َ fatimah / ‫جﺄَﺖﻫﻧد‬ f. Mutsana mu’annast (‫ )ﺘﺼﻟﻰﺍﻟﻤﺆﻤﻧَﺘﺎﻥ‬sedang shalat dua perempuan ‫ﻥ‬ ِ ‫ / جﺎﺀﺖﺍﻟهﻧدﺍ‬mukmin g. Jamak mu’snnast yang salim (‫)ﻘﺎﻤﺖِﺍﻟﻤﺴﻟﻤﺎﺖ‬ telah berdiri banyak perempuan muslim / ‫جﺎﺀﺖﺍﻟهﻧدﺍﺖ‬

1 h. Jammak taksir mu’annast (‫ )ﺍﻟهﻧﻮد جﺎﺋﺖ‬telah datang beberapa si hindun / ُ ْ‫َﺎﺀﺖِﺍﻟه ُﻮ‬ ‫ج َ ْ ُﻧ د‬ / untuk muannas MUDHAMAR ADA 14 a. Murfad muzakkar ghaib (َ‫ ) ﺃﻜرﻢ‬failnya (‫) ﻫﻮ‬ yang ditakdirkan. b. Mussana muzakkar ghaib ( َ‫ ) ﺃﻜرَﻤﺎ‬failnya alif ( ‫) ﺍ‬ c. Jamak muzakar ghaib ( َ‫ ) ﺃﻜرﻤﻮﺍ‬failnya waw (‫) ﻮ‬ d. Mufrad mu’annast ghaibah ( َ‫ )ﺃﻜرَﻤﺖ‬failnya ( ‫ ) ﻫﻰ‬yang ditakdirkan. e Mutsanna mu’annast ghaibah ( failnya alif ( ‫) ﺍ‬ َ‫) ﻤﺎﺖ َﺃﻜر‬

f. Jamak mu’annast ghaibah ( َ‫ ) ﺃﻜ َﻤﻥ‬failnya ‫ر‬ nun ( ‫) ﻥ‬ g. Mufrad mukhotob muzakkar ( َ‫) ﺃﻜرﻤﺖ‬ failnya ta ( ‫) ﺖ‬ h. Mutsana mukhotob muzakkar ( َ‫) ﺃﻜ َﻤﺘﻤﺎ‬ ‫ر‬ failnya ta ( ‫) ﺖ‬ i. Jamak mukhotob muzakkar (‫ ) ﻤﺘﻢ َﺃﻜر‬failnya ta ( ‫) ﺖ‬

1 j. Mufrad mu’annast mukhotobah ( َ‫) ﺃﻜرَﻤﺖ‬ failnya ta ( ‫) ﺖ‬ k. Mutsana muannats mukhotobah ( َ‫) ﺃﻜرﻤﺘﻤﺎ‬ failnya ta ( ‫) ﺖ‬ l. Jamak muannast mukhotobah ( َ‫) ﺃﻜ َﻤﺗﻥ‬ ‫ر‬ failnya ta (‫) ﺖ‬ m. Mutakallim wahdah ( َ‫ ) ﺃﻜرَﻤﺖ‬failnya tu ( ‫ﺖ‬ ) n. Mutakallim ma’ghair ( َ‫) ﺃﻜ َﻤﻧﺎ‬failnya na ( ‫ﻨﺎ‬ ‫ر‬ ) - Huruf yang menghubungi ta ( ‫ ) ﺖ‬bukan bagian dari fail, yang fail adalah ta satu – satunya.

KETENTUAN FAIL Bagi Fail ada tujuh (7) ketentuan. 1. Fail wajib rofa’ 2. Fail wajib terlekat sesudah fi’il 3. Fail tidak boleh dibuang, apa saja bentuk fi’il wajib pakai fail baik

1 madhi, amar 4. Fi’il harus dalam bentuk mufrad sekalipun failnya mustanna atau jamak. 5. Harus ditaknis fi’il bila failnya muannast dengan madhi. Contoh : (‫) رَجﻌﺖِﺍﻠﻂﺎﻠﺑﺔ‬ Telah pulang murid perempuan dan dengan memakaikan huruf mudhoro’ah ta pada fi’il mudhori’. Contoh : (‫ ( ) رجﻌﺖﺍﻠﻂﺎﻠﺒﺎﺖ‬sedang atau akan pulang murid – murid perempuan ) dan fi’il tidak terbatas cara dengan maupun mudhori’ dan

menambahkan ta ta’nis pad fi’il

1 Kalau antara fi’il dan fail ada yang membatasi maka boleh menta’niskan fi’il boleh juga tidak. Contoh : (‫) ﺍﻠﻤحﺎﺿرةﻁﺎﻠﺑﺎﺖ ﺑﻌدﺍﻧﺗهﺎﺀ رجع‬ pulang setelah murid – murid. I’rabnya (‫ ) رجع‬fi’il madhi (‫ ) ﺑﻌد‬zaraf ( ‫ﺀ‬ ِ ‫ ) ﺇﻧﺗهﺎ‬mazruf (‫)ﺍْﻤحﺎﻀرة‬ dari (‫) رجع‬ (‫ ) رجع‬muzakar dan (‫ ) ﻂﺎﻠﺒﺎت‬muannats. Dan kalau dikatakan (‫ ) رَجﻌت‬boleh juga. 6. Kalau fi’ilnya muta’addi sesudah fi’il ada fail kemudian maf’ul. Contoh menulis pelajaran. : (‫)ﻴﻜﺗﺐْﺍﻠﺗﻼَﻣﻴذدرﺴﺎ‬ – murid sedang akan mudhofun ilaih (‫ ) ﻂﺎﻠﺒﺎت‬fail artinya telah

selesai

muhadharah

murid

1 I’rabnya (‫ ) ﻜﺘﺐ‬fi’il mudhari’ (‫) ﺍﻠﺗﻼَﻣﻧذ‬fail ( ‫ ) درﺴﺎ‬maful. Tapi sering juga mafulnya didahului dari fail. Contoh : ( ‫ ) ﻗدﻧﺼرﻜﻢﺍﷲ‬Sungguh telah menolong akan kamu allah. I’rabnya : (‫) ﻗد‬ huruf tahqiq (‫ ) ﻧﺼر‬fi’il

madhi (‫ ) ﻜﻢ‬maful bih ( ‫ ) ﺍﷲ‬fail. 7. Boleh membuang fi’il bila ia

menjadi jawab Contoh : (‫ ) ﻋﻠﻰ ﻣﻥﺧرﺝ؟‬Siapa yang keluar ?. Ali Takdirnya ( ‫ ) ﻣﻥﺧرﺝﺧرﺝﻋﻠﻰ‬siapa yang keluar ?. yang keluar Ali. BAB NAIBUL FAIL Naibul fail adalah

1 ‫ﻫﻮﺍ ِﺴﻢﻠﻤرﻔوﻉﺍﻠﺬىﻠﻢﻳﺬﻜرﻤﻌﻪﻔﺎﻋﻠوُﻗﻳﻢَﻫ َﻤﻗﺎﻤ ُﻔﺼﺎ َﻤرﻔوﻋﺎﺒﻌدﺃﻥﻜﺎ‬ ‫ﺍ و ﻪ ر‬ ‫ﻻ‬ ‫َﻤﻧﺼوﺒﺎوﻋﻤدةًﺒﻌدﺃﻥﻜﺎﻥﻔﺿﻠﺔ‬ ‫ﻥ‬ ‫ﻔﻼَﻴجوﺰحﻔ ُوﻻﺘﻗ ِﻴﻤﻪﻋﻠﻰﺍﻠﻔﻌﻞ‬ ‫ﻪ د‬ Artinya : Isim yang marfu’ yang tidk disebutkan failnya dan ditempatkan dia pada tempat fail, maka jadi isim itu marfu’ sesudah mansub dan jadi dia umdah ( pokok atau bagian dari fi’il ) sesudah ada dia fudhlah ( pelengkap ), tidak boleh dibuang dan tidak boleh terdahulu dari failnya. Naib fail hanya ada pada fi’il yang

muta’addi ( transitif )karena yang akan menjadi naibul fail itu pada asalnya adalah maful. Contoh : ( ‫) ﺿرﺐﺰﻴدﺍﻠﻜﻠﺐ‬ Artinya : Telah memukul si Zaib akan anjing. I’rabnya : (‫ ) ﺿرﺐ‬fi’il madhi (‫ ) َﻴد‬fail (‫)َﻠﻜﻠﺐ‬ ‫ﺰ‬ ‫ﺍ‬ maful bih Caranya :

1 a. Dihazafkan fail yaitu ( ‫) ﺰﻴد‬ b. Diletakan maful pada tempat fail yaitu ( ‫) ﺍﻠﻜﻠﺐ‬ c. Dirubah fi’ilnya jadi dibina bagi maful ( kalimat pasif ) dengan cara mendhommahkan awalnya dan mengkhasrahkan huruf yang sebelum akhirnya. Maka jadi dia ( ‫ ) ﺿرﺐﺍﻠﻜﻠﺐ‬artinya telah dipukul anjing I’rabnya : (‫ )ﺿرﺐ‬fi’il dibina bagi maful / bina bagi majhul ( kalimat pasif ). (‫) ﺍﻠﻜﻠﺐ‬ Naib fail ( pengganti pelaku ).

Cara membuat fi’il dibina bagi maful pada fi’il mudhori’ yaitu mendhommahkan akhir, contoh (‫) ﻴﻧﺼر‬ ditolong. huruf mudhoro’ah Sedang / akan

dan memfathahkan huruf yang sebelum menolong menjadi (‫ )ﻴﻧﺼر‬sedang / akan

1 - Naibul fail juga ada dari isim maful contoh : (‫ )ﻫ َﻤحﻤﻮد ﺧﻠﻗﻪ‬Artinya ‫ﻮ‬ akhlaknya - I’rabnya (‫ )ﻫﻮ‬mubtaba (َ‫ ) ﻤحﻤﻮد‬khabar sigatnya isim maf’ul dan (‫ ) ﺧﻠﻖ‬naib fail dari (‫ ) ﻤحﻤﻮد‬dan (‫) ﻩ‬ mudhafun laih. Alasan menghazafkan fail. 1. Karena sudah kenal dengan fail contoh ( ‫ )ﺧﻠﻖﺍﻻِﻧﺴﺎﻥ‬telah diciptakan manusia. Semua orang tahu bahwa yng menciptakan adalah Allah mka dihazafkan failnya yaitu Allah asalnya adalah (‫) ﺧﻠﻖﺍﷲﺍ ِﻧﺴﺎﻥ‬ ‫ْﻻ‬ 2. Karena tidak tahu dengan si fail contoh (ُ ‫ ) ﺳرﻖَﺍﻠﺒﻳت‬telah dicuri rumah kita tidak tahu siapa pelaku pencurian. 3. Ingin menyembunyikan fail supaya orang ragu. Contoh ( ‫ ) رﻜﺐﺍﻠحﺼﺎﻥ‬telah dikendarai dia yang dipuji

1 kuda kita kenal dengan si pengendara tapi tidak mau menyebutkan supaya orang ragu. 4. Karena takut dengan si fail contoh ( ‫ﺿرﺐﺰﻳد‬ ) telah dipukul si zaid. Kita kenal siapa orang yang memukul kalau tapi takut menyebutkannya, disebutkan

mungkin dia akan marah. 5. Untuk memulyakan si fail (‫ ) ﻋﻤﻞﻋﻤﻞﻤﻧﻜر‬telah dikerjakan pekerjaan yang mungkar. Kita tahu orang yang memperbuat yang mungkar, karena selama Ini dia orang yang terpandang dihazafkan dirinya. 6. Karena tidak ada manfaat untuk supaya memuliakannya jatuh harga jangan

menyebutkannya ( ‫ ) ﻤﺴﺢﺍﻠﺴ ُﻮرة‬telah dihapus ‫ﺒ‬ papan tulis.

1 Disebutkan atau tidak disebutkan orang yang menghapuskannya tidak akan ada faedahnya. Kalau pada kalimat itu ada beberapa maf’ul maka yang akan dijadikan naib fail adalah maful yang pertama, dan yang lain tetap mansub menjadi maful juga Contoh : ( ‫) ﺍَﻋﻂﻰﺒﻜر َﻳدﺍدِرﻫﻤﺎ‬ ‫ﺰ‬ Artinya Telah memberikan aibakar

akan sizaid akan uang. - I’rabnya : ( ‫ ) َﻋﻂﻰ‬fi’il madhi (‫ ) ﺒﻜر‬fail ( ‫ﺍ‬ ‫ ) َﻳدﺍ‬maful pertama ‫ﺰ‬ ( ‫ ) درﻫﻤﺎ‬maful kedua. Dijadikan bina bagi mafil ( ‫) ﺍﻋﻂﻰﺰﻳددرﻫﻤﺎ‬ artinya telah diberi sizaid uang I’rabnya ( ‫ ) ﺍﻋﻂﻰ‬fi’il madhi bina bagi maful ( ‫ ) َﻳد‬naib fail ‫ﺰ‬

1 ( ‫ ) درﻫﻤﺎ‬mafulbih Kalau ingin membuat fi’il bina bagi maful dari fi’il lazim boleh juga syaratnya nibul failnya harus. 1. Jar majrur contoh ( ‫) ﻔرﺡ ﺒﻪ‬ 2. Zhoraf contoh (‫) ﺴﻳرﻳﻮﻢﻜﺎﻤﻝ‬ 3. Masdar contoh (‫) ﻔﻰﺍﻠﻧهﺎر ﻳغﺗﺴﻝﻏﺴﻝ‬ Ketentuan naib fail sama ketentuan – ketentuan fail dengan

- Pembagian naib fail sama dengan pembagian fail - Penentuan muzakar dan muannats fi’il yang dibina bagi majhul tergantu pada maful bih yang akan menjadi naib fail. Terutama dalam memakai huruf midhoro’ah jangan sampai tertipu dengan Huruf mudhoro’ah yang ada : Contoh : (‫ ) ﺗﻀرﺐﺍﻠﻔﺎﻁﻤﺔ‬kalau bina bagi fail

1 ( ‫) ﻴﻀرِ ُ َﻴ ُﺍﻠﻔﺎﻁﻤﺔ‬ ‫ﺐﺯ د‬

BAB MUBTADA ( SUBJEK KHABAR ( PREDIKET ) -

)

DAN

Mubtada sama dengan subjek atau pokok kalimat Khabar sama dengan prediket atau sebutan Mubtada dan khabar adalah dua isim yang dari keduanya disusun kalimat yang berfaedah : Mubtada ialah : (‫) َﻠﻤﺒﺗدﺍﺍﻻﺴمﺍﻠﻤرﻔﻮ ُﺍْﻠﻌﺎ ِﻱﻋﻥﺍﻠﻌﻮﺍﻤﻞﺍﻠﻠﻔﻅﻴﺔ‬ ‫ْﻉ ر‬ ‫ﺍ‬

-

Artinya : Mubtada ialah isim yang marfu’ yang kosong dari amil lafziah. Yang merofa’kan mubtada adalah ibtida ( permulaan ) ِ ‫ﻜﻮﻥﺍﻻﻢﺍﻻْجردﻋﻥِﺍْﻠﻌﻮَﺍﻤ‬ ‫ﻞ‬ Mubtada ada dua dua pembagian : 1. Zhohir 2. Mudhmar

1 Kedua –duanya sudah terdahulu dalm bab fail Mubtada zahir ada dua pembagian

1. Mubtada yang berkehendak kepada khabar contoh : ( ‫) ﺍﷲ َﺒﻧﺎ‬ ‫ُر‬ 2. Mubtada yang berkehendak kepda fail sadda masadda khobar ( fail yang Menempati tempat khobar, yang ini kalau mubadanya terdiri dari isim wasaf ( isim fail dan isim maful yang didahului olh nafi atau istifham. ) Contoh : ( ‫ ) َﻗﺎﺋﻢ َﻴد‬artinya adakah ‫ﺍ ﺰ‬ yang berdiri si zaid. ‘Irabnya (َ)istifham ( ‫ ) ﻘﺎﺌﻢ‬sighatnya ‫ﺃ‬ isim fail ‘Irabnya mubtada ( ‫ ) َﻴد‬fail sadda musadda khobar. ‫ﺰ‬ ( ِ‫ ) ﻤﺎﻘﺎﺌﻢﺍﻠ َﻴدﺍﻥبببب‬artinya tidak yang ‫ﺰ‬ berdiri dua orang zaid. ‘Irabnya : ( ‫ ) ﻤﺎ‬huruf nafi ( ‫ ) ﻘﺎﺌﻢ‬isim fail jadi mubtada ( ِ‫ ) َﻠ ّﻴدﺍﻥ‬fail sadda musadda khobar. ‫ﺍﺰ‬

1

KETENTUAN MUBTADA Ketentuan mubtada ada 5 :

KETENTUAN

1. Wajib rofa’ contoh : (ْ‫ ) ﻤﻨﺼﻮر ﺍَﻠحﻖ‬artinya kebenaran itu di bela. ‘Irabnya : (‫ )َﻠحﻖ‬murtada marfu’ (‫) ﻤﻨﺼﻮر‬ ‫ﺍ‬ khabar marfu’ 2. Harus isim yang ma’rifah atau nakirah yang berfaedah contoh : (‫)ﺍﷲﻤحﻤدرﺴﻮﻞ‬ (‫)ﻤحﻤد‬mubtada dia ma’rifah dengan isim alam (‫ )رﺴﻮﻞ‬khabar (‫)ﺍﷲ‬ mudhofun ilaih. 3. Mubtada boleh di hafazkan kalau ada bukti yang menunjukkan contohnya pada jawab dari pertanyaan. (‫)ﮎﻴْﻒحﺎﻠﻚ‬ َ bagaimana keadaanmu. Irabnya ( َ ْ‫ ) ﮎﻴ‬khabar muqaddam ( khabar ‫َﻒ‬ yang di dahulukan ) ( ‫ ) حﺎﻞ‬mubtada muakhar ( mubtada yang dikemudiankan )

1 (‫ )ﻚ‬mudhofun alaih : - Lalu dijawab dengan kalimat (‫ )ﺒﺨﻴر‬artinya baik-baik ‘irabnya khabar mudtadanya di hafazkan seharusnya di jawab dengan ( ‫ ) ﺍﻧﺎﺒﺨﻴْر‬saya baik. (‫ )ﺍﻧﺎ‬mubtada (‫) ﺒﺨﻴر‬ menjadi khabar. jar dan majrur

- Maka menghafakan ( ‫ ) ﺍﻧﺎ‬disini hukumnya cuma boleh / harus kalau dituliskan juga boleh tidak ada salahnya. 4. Wajib dihafazkan mubtada itu pada empat tempat : 1) Kalau dia jadi jawab dari qosam ( sumpah ) contoh ( َ‫ِ ﻻﺬﻫﺒﻥ ﻔﻰ ِﻤﺘﻰ‬ ‫ﺬ‬ ) Artinya : pada tanggunganku sunguah aku akan pergi. I’rabnya (‫ ) ﻔﻰ‬huruf jar ( ِ‫ ) ﺬﻤﺘﻰ‬dijarkan oleh fi (‫ )ﻔﻰ‬tanda jarnya kasrah. (‫ )ﻱ‬mutakallim wahdah jadi mudhofun illaih. (‫ ) ﻞ‬huruf jawab dari qosam ( sumpah ) (‫)ﺍﺬﻫﺒن‬ fi’il mudhori’ fiilnya (‫)ﺃﻧﺎ‬ yang

ditakdirkan, jumlah fi’il dan fail

menjadi

1 khobar, mubtadanya dihazafkan yaitu

lafadz (‫ )ﻔﺴﻢ‬sumpah atau (‫ )ﻋهد‬janji. (‫ ) ن‬huruf taukid tsakilah ( penegas ) Kalimat (‫ )ﻘﺳﻢ) / (ﻋهد‬mubtada disini wajib di hazafkan tidak boleh 2)Kalau khobar terdiri dituliskan. dari masdar

pengganti fi’ilnya contoh : (

‫)ﺼﺒرجﻤﺽﻳﻞ‬

Artinya : Kesabaran yang baik. I’rabnya : (‫ ) ﺼﺒر‬khabar, (‫ )ﺣﻤﻴﻝ‬naat. Mubtada dihazafkan, yaitu kalimat (‫ )ﺼﺒرﻚ‬kesabaran engkau. ‘I rabnya (‫) ﺼﺒر‬ mubtada lengkapnya ‫)ﺼﺒرﻚ‬ 3) Kalau khabarnya khusus pujian dikhususkan pujian ( ‫ ) ﻧﻌﻢ‬atau celaan ( ‫) ﺒﺋس‬ (‫) ﻚ‬ kalimat mudhofun itu ilaih (‫)ﺼﺒرﻚﺼﺒرجﻤﻳﻞ‬

tapi tidak boleh menuliskan kalimat (

1 Contoh : (‫ ) ﺍﻠرجﻞﻣحﻤد ﻧﻌﻢ‬artinya : Sebaik – baiknya lelaki Muhammad. I’rabnya ( ‫ ) ﻧﻌﻢ‬fi’il mudah ( pujian ). ( ‫ﺍﻠرجﻞ‬ ) fail dari ni’ma. ( ‫ ) ﻤحﻤد‬khabar mubtadanya (‫ )ﻫﻮ‬yang di takdirkan. Asal kalimatnya adalah : ( ‫) ﻧﻌﻢﺍﻠرجﻞﻫﻮﻤحﻤد‬ Contoh celaan : ( ‫ ) ﺒﺋﺴﺖﺍﻠﻤرﺍةﻫﻧد‬Sejahat – jahat perempuan Hindun. I’rabnya : ( ‫ ) ﺒﺋﺴﺖ‬fi’il zam ( celaan ) ( ‫) ﺍﻠﻣرﺍة‬ fail biksa. ( ‫ ) ﻫﻧد‬khabar mubtadnya ( ‫ ) ﻫﻰ‬tidak boleh dituliskan. Asal kalimat itu adalah ( ‫) ﺒﺋﺴﺖﺍﻠﻣرﺍةﻫﻰﻫﻧد‬ 4) Kalau khabar hanya berupa sifat saja contoh : ( ‫) ﺘرﻔﻖﺒﺨﺎﻟدﺍﻟﻣﺴﻜﻳﻥ‬

1 Artinya : Kasihanilah oleh engkau si khalid yang miskin. I’rabnya : (‫ ) ﺘرﻔﻖ‬fi’il Amar, failnya wajib mentakhirkan anta (‫)ﺍﻧﺖ‬ (‫ ) ﺐ‬huruf jar (‫ )ﺨﺎﻟد‬dijarkan oleh bi ( ‫ ( ) ﺐ‬jar dan majrur ) (‫)ﺍﻟﻣﺴﻜﻳﻥ‬ sifat dari (‫)ﺨﺎﻟد‬ dari yang sudah

diputuskan

hukumnya

man’utnya,

namanya naat maqtu’ ( ‫ ) ﻣﻗﻂﻮﻉ‬I’rabnya jadi khabar mubtadanya adalah (‫ ) ﻫﻮ‬yang dihazafkan lengkapnya kalimat itu adalah : ( ‫) ﺘرَﻔﻖﺒﺨﺎﻟ ٍﻫﻮﺍﻟﻣﺳﻛﻴﻥ‬ ‫د‬ 5) Wajib terdahulu dari khabar contoh semua yang sudah disebutkan di atas, kecuali pada beberapa tempat boleh mentakhirkan mubtada dari khabar nanti dijelaskan dalam penjelasan khabar.

1 - Kadang – kadang ada mubtada itu dijarkan oleh huruf jar tambahan yaitu bi (‫)ﺐ‬ Min (‫ )ﻣﻥ‬dan rubba (‫ ) رﺐ‬contoh ( ‫ِ ِ ﺑحﺴﺒﻚدرﻫﻢ‬ (artinya cukuplah untuk engkau satu dirham. I’rabnya ( ‫ ) ﺒحﺴﺐ‬mubtada dijarkan oleh huruf tamabahan ( ‫) ﺰِﺋدة‬ ‫ﺍ‬ yang dijarkan hanya lafadznya saja. ( ‫ ) درﻫﻢ‬khabar dari ( ‫) ﺑحﺴﺐ‬

syarat – syarat bi (‫ )ﺐ‬dikatakan sebagai huruf tambahan ada lima :

1) Kalau dia menjadi fail dari kalimat ( ‫) ﻛﻔﻰ‬ contoh ( ‫) ﺑﺎﻠدﻴﻥ ﻛﻔﻰﻴﻛذﺐ‬ Artinya : telah mencukupi Allah akan jadi saksi I’rabnya ( ‫ ) ﻛﻔﻰ‬fi’il madhi ( ‫ ) ﺑﺎﺍﷲ‬jar majrur menjadi fail majrur dangan ( ‫ ) ﺐ‬tambahan ( ‫ ) ﺷهﻴدﺍ‬maf’ul bih.

1

2) Pada kalimat yang akan jadi maf’ul bih contoh : (‫ﺒﺎﻠدﻴن‬ ‫) ﺍﻠﺬىﻴﮐﺬﺐ‬

Artinya : Orang – orang yang mendustakan dia akan agama. I’rabnya (‫ ) َﻟﺬى‬isim mausul mubtada (‫) ﻴﻜﺬﺐ‬ ‫ﺍ‬ fi’il mudhori’ failnya (‫ ) ﻫﻮ‬jumlah fi’il dan fail menjadi khabar. ( ‫ ) ﺑﺎﻠدﻴﻥ‬jar majrur menjadi maful bih. ( ‫ ) ﺍﻠدﻴﻥ‬hanya majrur lafadznya saja karena ba ( ‫ )ﺐ‬huruf jarnya tambahan. 3) Terletak pada mubtad contoh : ( ‫) ﺒحﺳﺑﻚدﺭﻫﻢ‬ artinya: cukup untuk kamu satu dirham I’rabnya ( ‫ ) ﺒحﺳﺐ‬mubtada dijarkan oleh ba tambahan. ( ‫ ) ﻚ‬mudofun ilaih. ( ‫ ) دﺭﻫﻢ‬khobar dari ( ‫) ﺒحﺳﺐ‬

1 4) Pada hal yang amuilnya didahului oleh nafi contoh : (‫) ﺋِﺐ َﺎجﺋْﺖﺑِ َﺎ‬ ‫ٍﻤ ِ ُﺧ‬ Artinya : Tidak dating aku hal keadaan kosong. I’rabnya : ( ‫ ) ﻤﺎ‬huruf nafi ( ‫ ) جﺋﺖ‬fi’il dan fail ( ‫ ) ﺐ‬bi huruf jar ( ٍ ‫ ) ﺧﺎﺋ‬menjadi hal yang ‫ﺐ‬ dijarkan oleh ba zaidah ( tambahan ) dia majrur pada lafadz tapi mansub pada mahal ( tempat ) 5) Pada khabar laysa (‫ )ﻟﻴس‬dan khabar ma ( ‫) ﻤﺎ‬ Contoh khabarnya laysa ( َ‫)ﻠﻴسﺍ ُﺑﺎﺣﻜﻢﺍﻠﻠﺣﺎﻜﻤﻴﻥ ﺃ‬ ‫ﷲ‬ Artinya : Adakah tidak ada Allah seadil – adil orang yang menghukum. I’rabnya : ( ‫ ) ﺃ‬istifham

1 ( ‫) ﻠﻴس‬ fi’il madhi yang naksis yang

berkehendak pada isim dan khabar. ( ُ ‫ ) ﺍ‬isim dari laisa ( ‫) ﻠﻴس‬ ‫ﷲ‬ ( ‫ ) ﺑﺎﺣﻜﻢ‬khabar dari laia ( ‫) ﻠﻴس‬ tetepi dia marfu’ pada mahal. ( ‫ ) ﺍﻠﺣﺎﻜﻤﻴﻥ‬menjadi mudhofun ilaih. Contoh khabar ma ( ‫ ) ﻤﺎ ) ( ﻠﻟﻌﺑﻴد ﻮﻤﺎﺍ ُﺑﻆﻼﻢ‬artinya ‫ﷲ‬ dan tidak ada Allah aniaya bagi hambanya. I’rabnya ( ‫ ) ﻮ‬ibtida. ( ‫ ) ﻤﺎ‬nafi ( ma nafi yang hijaiah yang eramal merofa’kan isim dan mensabkan khabar. ( ‫ ) ﺍﷲ‬isim dari ma ( ‫) ﻤﺎ‬ ( ‫ ) ﺑﻆﻼﻢ‬jar majrur menjadi khabar dari ma dan hanya aidah ( ‫ ) ﻠﻠﻌﺑﻴد‬jar dan majrur. majrur pada

lafadz karena masuk huruf jar tambahan

1 - Min ( ‫ ) ﻤﻥ‬dikatakan huruf tambahan bila mencukupi tiga syarat 1. Harus ada sebelumnya huruf nafi atau nahi atau istifham. 2. Isim yang dijarkan harus nakirah 3. Isim yang dijarkan itu harus menjadi fail atau maful bih atau mubtada.

Contoh yang didahului nafi ( ‫) ﻤﺎجﺎﺀِﻠﻴﻧﺎﻤﻥﺍحد‬ ‫ﺇ‬ Artinya : seseorang. Tidak datang kepada kami

I’rabnya ( ‫) ﻤﺎ‬nafi ( ‫ ) جﺎﺀ‬fi’il madhi ( ‫ ) ﺇﻠﻴﻧﺎ‬jar dan majrur. ( ‫ ) ﻤﻥﺃحد‬jar majrur dengan ( ‫ ) ﻤﻥ‬zaidah menjadi fail dari ( ‫) جﺎﺀ‬ Contoh yang didahului nahi ( ‫) َﺗدﻥﻤﻥﺃﺳدﻔﺗﺳﻠﻢ‬ ‫ﻻ‬ Artinya : Jangan kamu akan singa maka kamu akan selamat.

1 I’rabnya ( ‫ ) ﻻ‬nahi ( ‫ ) ﺗدﻥ‬fi’il ditakdirkan mudhori failnya ( ‫) ﺍﻧت‬ yang

( ‫ ) ﻤﻥﺍﺳد‬jar majrur dengan ( ‫ ) ﻤﻥ‬zaidah jadi maful. ( ‫ ) ﻒ‬rabithah ( penghubung ) bagi jawab nahi ( ‫ ) ﺗﺳﻠﻢ‬fi’il mudhori’ mansud oleh fa jawab. Contoh yang didahului istfham ( ‫) ﻫﻞﻤﻥﺧﺎﻠﻕﻏﻳﺭﺍﷲ‬ Artinya : Adakah Tuhan selain Allah. I’rabnya : ( ‫ ) ﻫﻞ‬istifham ( ‫ ) ﻤﻥﺧﺎﻠﻕ‬jar majrur dengan ( ‫ ) ﻤﻥ‬zaidah jadi mubtada. ( ‫ ) ﻏﻴر‬khabar dari ( ‫) ﻤﻥﺧﺎﻠﻕ‬ ( ِ ‫ ) ﺍ‬mudhofun ilaih ‫ﷲ‬ - Kalau rubba ( ‫ ) رﺐ‬bukan huruf zaidah tapi hanya syabah zaidah ( serupa tambahan ) NAKIRAH MUFIDAH Isim yang nakirah itu baru bisa berfaedah kalau ada salah satu yang 12 yaitu :

1

1.

Kalau dia diidofatkan contoh : ( ٌ‫ﻋﻠﻳﻧﺎ‬ Artinya : Lima sholat faardhu atas kami. I’rabnya nakirah boleh : ( ‫) ﺨﻤس‬ mubtada dia karena sudah brfaedah

‫) ﺨﻤسﺼﻠﻮﺍﺖﻔرﻴﺿﺔ‬

dengan idhofat pada lafdaz ( ‫) ﺼﻠﻮﺍﺖ‬ (‫ )ﺼﻠﻮﺍﺖ‬Mudhofun ilaih (‫ ) ﻔرﻴﺿﺔ‬Khabar ( ‫ ) ﻋﻠﻳﻧﺎ‬Jar dan majrur 2. Kalau dia diberi sifat atau naat contoh : ( ‫ ) ﻋﺒدﻤﺆﻤﻥﺨﻳر‬artinya budak yang beriman itu baik. I’rabnya (‫ ) ﻋﺒد‬mubtada dia nakirah yang berfaedah denan diberi naat, yaitu: ( ‫) ﻤﺆﻤﻥ‬ (‫ ) ﻤﺆﻤﻥ‬naat dari ( ‫)ﻋﺒد‬ (‫ ) ﺨﻳر‬khabar 3. Bila didahului oleh khabar jar dan majrur atau zharaf Contoh : ( ‫) ﻮﻠهمﻋذﺍﺐﺍﻠﻳم‬ artinya dan bagi mereka azab yang pedih. Irabnya : (‫ ) ﻮ‬isti’naf.

1 ( ‫ ) ﻠﻫم‬jar dan majrur manjadi khabar muqaddam ( yang didahulukan ) (‫ ) ﻋذﺍﺐ‬mubtada muakhar ( mubatdanya dikemudiankan dia nakirah, boleh karena sudah berfedah dengan didahului oleh khabar jar dan majrur. ( ‫ ) ﺍﻠﻳم‬naat dari (‫) ﻋذﺍﺐ‬ 4. Kalau dia terletak sesudah nafi atau istifham atau izan fijaiyah ( ‫ ) ﺍذﺍ‬dengan arti tiba- tiba atau lawla ( ‫) ﻠﻮﻻ‬ - Contoh yang didahului nafi ( ‫) ﻤﺎﺍحدﻔﻰﺍﻠدﺍر‬ artinya Tidak ada salah seorang di kampung I’rabnya ( ‫ ) ﻤﺎ‬nafi. (‫ ) ﺍحد‬mubtada, nakirah, boleh karena sudah berfedah denan sebab oleh nafi yaitu ( ‫) ﻤﺎ‬ (ِ ‫ ) ِﻰﺍﻠ ّﺍ‬jar dan majrur jadi khabar (‫) ﺍحد‬ ‫ﻔ در‬ Contoh yang didahului oleh Allah? Irabnya : (َ‫ ) ﺃ‬istifham istifham ( ‫ ) ﺍﺇِﻠﻪﻤعﺍﷲ‬artinya : Adakah Tuhan beserta َ didahului

1 ( ‫ ) ﺍﻠﻪ‬mutada nakirah ( ‫ ) ﻤعَﺍﷲ‬zharaf dan mazruf jadi khabar dari (َ‫) ﺇﻠﻪ‬ Contoh yang didahului oleh ( ‫ ) ﻻ ﻠﻮ‬lawla ( ‫) ﻠﻮﻻﻋﻠمﻠﺿﻞﺍﻠﻧﺎﺱ‬ sekiranya tidak ada ilmu sungguh telah sesat manusia. I’rabnya : (‫ ) ﻠﻮ‬syartiyah ( ‫ ) ﻻ‬nafi ( ‫ ) ﻋﻠم‬mubtada dia nakirah boleh karena sudah berfaedah ( ‫ ) ﻞ‬huruf taukid ( ‫ ) ﺿﻞ‬fiil madhi ( ‫ ) َﻠﻧﺎﺱ‬fail, jumlah fiil dan fail jadi ‫ﺍ‬ khabar dari ( ‫) ﻋﻠم‬ Contoh yang didahului oleh ( ‫ ) ِﺬﺍ‬fujaiyah ‫ﺇ‬ ( ‫) ﺨﺭجﺖﺇﺬﺍﺭﺟﻞﻔﻰﺍﻠﺒﺎﺐ‬ Artinya : Aku keluar tiba – tiba seorang laki- laki dipintu : I’rabnya : ( ‫ ) ﺨﺭجﺖ‬fiil dan fail ( ‫ ) ﺇﺬﺍ‬fujaiyah

1 (‫ ) ﺭﺟﻞ‬mubtada nakirah yang berfaedah (‫ ) ﻔﻰﺍﻠﺒﺎﺐ‬jar dan majrur menjadi khabar dari (‫) ﺭﺟﻞ‬ 5. Kalau dia ( nakirah ) itu beramal seperti amalan fiil ( merofakan ) contoh fail ( dan ‫ﻤﻤدﻮﺡ‬ menasabkan ‫) ﺍﻋﻃﺎﺀﻃﻌﺎﻤﺎﻠﻤﺳﻜﻴﻥ‬ Artinya : Pemberian makanan bagi orang miskin terpuji. I’rabnya : (‫ ) ﺇﻋﻃﺎﺀ‬mubtada dia nakirah boleh karena berfaedah karena dia beramal ( bekerja sama dengan amalan fiil yaitu merofakan fail. Failnya adalah ( ‫) ﻫﻮ‬ Yang ditakdirkan. Dan mensabkan maful yaitu ( ‫) ﻃﻌﺎﻤﺎ‬ ( ‫ ) ﻃﻌﺎﻤﺎ‬maful bih (‫ ) ﻠﻤﺳﻜﻴﻥ‬jar dan najrur (‫ ) ﻤﻤدﻮﺡ‬khabar dari (‫) ﺍﻋﻃﺎﺀ‬ 6. Kalau nakirah itu berupa isim mibhan ( isim yang umum pengertiannya ) seperti maful

1 isim syart, isim istifham, ma ( ‫ ) ﻤﺎ‬ta’ajjub ( kagum ) dan kam ( ‫ ) ﻜﻢ‬khobariyah ( yang berarti barapa banyak ). Contoh : Isim syarat ( ‫ﻳﻧﺟﺢ ﻳﺟﺗهد‬ menang dia. I’rabnya : (‫ ) ﻣﻥ‬mubtada dia nakirah yang berfaedah karena isim mubham. (‫) ﻳﺟﺗهد‬fiil mudhori’ failnya ( ‫ ) ﻫﻮ‬kembali pada (‫) ﻣﻥ‬ Jumlah fiil dan fail jadi na’at dari (‫) ﻣﻥ‬ (‫ ) ﻳﻧﺟﺢ‬fiil mudhori’ failnya (‫) ﻫﻮ‬ kepada (‫) ﻣﻥ‬ khabar dari (‫) ﻣﻥ‬ Contoh isim istfham ( ‫) ﻛﻢْﻜﺗﺎﺒﺎﻠﻙ‬ artinya : berapa kitab bagi engkau?. Irabnya : ( ‫ ) ﻛﻢ‬istifham dia nakirah jadi mubtada boleh karena sudah berfaedah. (‫ ) ﻜﺗﺎﺒﺎ‬tamyiz. (‫ ) ﻠﻙ‬jar dan majrur menjadi khabardari ( ‫ﻛﻢ‬ ) kembali jumlah fiil dan fail menjadi ‫ ) ﻣﻥ‬artinya : Siapa – siapa yang bersungguh sungguh

1 Contoh ( ‫) ﻣﺎ‬ ta’ajub ( ‫) ﻣﺎﺍﻋدﻞﻋﻣﺭ‬ artinya

alangkah adil si Umar. I’rabnya : (‫ﻣﺎ‬ ) ta’ajub jadi mubtada dia failnya (‫ ) ﻫﻮ‬kembali nakirah boleh karena sudah berfaedah. (‫ ) ﺎﺍﻋدﻞ‬fiil madhi, kepada (‫) ﻣﺎ‬ Jumlah fiil dan fail menjadi khabar dari ( ‫ﻣﺎ‬ ) (‫ ) ﻋﻣﺭ‬maful bih. Contoh : kam ( ‫ ) ﻛﻢ‬khobariyah ( ‫ﻤﻥﻜﺗﺎﺐﻋﻧدﻱ‬ ‫ ) ﻛﻢ‬artinya : banyak kitab padaku. I’rabnya : ( ‫) ﻛﻢ‬mubtada dia nakirah boleh karena sidah berfaedah. (‫ )ﻤﻥْﻜﺗﺎﺐ‬jar dan majrur ( ‫ ) ﻋﻧدﻱ‬zharaf dan mazhruf jadi khabar dari ( ‫) ﻛﻢ‬ 7. Bila nakirah itu mengandung do’a kebaikan atau kejelekan. Contoh do’a kebaikan ( ‫) ﺴﻼَﻢﻋﻠﻳﻙ‬ artinya keselamatan atas engkau. I’rabnya (‫ ) ﺴﻼَﻢ‬mubtada dia nakirah boleh karena sudah berfaedah.

1 (‫ ) ﻋﻠﻳﻙ‬jar dan majrur menjadi khabar dari (‫) ﺴﻼَﻢ‬ 8. Apabila diatifkan pada isim ma’rifah atau isim ma’rifah diathafkan pada nakirah. Contoh nakirah diathafkan pada ma’rifah. ( ‫) ﺗﻠﻣﻳذﻮﺧﺎﻠدﻳﺗﻌﻣﺎﻥ‬ Artinya : Murid laki – laki dan kholid sedang belajar keduanya. I’rab ( boleh. ( ‫ ) ﻮ‬ataf (‫ ) ﺧﺎﻠد‬diathafkan pada tilmizun (‫) ﺗﻠﻣﻳذ‬ (‫ ) ﻳﺗﻌﻣﺎﻥ‬Fiil mudhori’ failnya alif. Jumlah fiil dan fail jadi khabar dari (‫) ﺗﻠﻣﻳذ‬ Contoh : ma’rifah diathafkan kepada nakirah ( ‫ ) ﺧﺎﻠدﻮﺗﻠﻣﻳذﻳﺗﻌﻠﻣﺎﻥ‬artinya dan I’rabnya sama dengan yang diatas hanya ibalikan yang didepan tetap jadi mubtada. 9. Bila nakirah itu diathafkan pada isim yang mempunyai sifat (naat) atau isim yang ‫ : ) ﺗﻠﻣﻳذ‬mubtada dia nakirah

1 diahtofkan pada nakirah yang mempunyai sifat ( ‫) ﻄﺎﻋﺔﻮَﻗﻮﻞﻣﻌرﻮﻑﻣﻣدﻮﺡ‬ Artinya : ta’at dan kata – kata yang baik dipuji. I’rabnya : (‫ ) ﻄﺎﻋﺔ‬mubtada dia nakirah boleh ( ‫ ) ﻮ‬waw athaf (‫ ) ﻗﻮﻞ‬diathafkan kepada (‫) ﻄﺎﻋﺔ‬ (‫ ) ﻣﻌرﻮﻑ‬sifat ( naat ) (‫ ) ﻣﻣدﻮﺡ‬khabar dari(‫) ﻄﺎﻋﺔ‬ Contoh nakirah diberi sifat yang diathafkan ( ‫ ) ﻗﻮﻞﻣﻌرﻮﻑﻮﻣغﻔرةﻣﻣْدﻮﺡ‬artinya : Perkataan yang baik dan maaf adalah baik. I’rabnya boleh (‫ ) ﻣﻌرﻮﻑ‬naat dari (‫) ﻗﻮﻞ‬ ( ‫ ) ﻮ‬waw huruf athof ( ‫) ﻤغﻓرة‬diathafkan pada (‫) ﻗﻮﻞ‬ ( ‫ ) ﻣﻣدﻮﺡ‬khabar dari ( ‫) ﻗﻮﻞ‬ (‫) ﻗﻮﻞ‬ mubtada dia nakirah

1 10. Bila yang dimaksud dengan nakirah

hakikat jenis ( zat ) Contoh : ( ‫ ) ﺛﻣرةﺨﻴرﻣﻥﻮرﻘﺔ‬artinya buah lebih baik dari daun. I’rabnya (‫)ﺛﻣرة‬ mubtada dia nikirh berfaedah karena hakikat zat. (‫ ) ﺨﻴر‬khabar (‫ ) ﻣﻥﻮرﻘﺔ‬jar dan majrur. 11. Bila nakirah itu menjadi jawab dari pertanyaan contoh :( ‫) ﺗﻟﻣﻴﺬ ؟ ﻣﻥﻮرﺍﺀﻙ‬ Artinya siapa dibelakang engkau? Murid I’rabnya : (‫ ) ﻣﻥ‬isim istfham jadi khabar muqaddam (‫) ﻮرﺍﺀ‬ mubtada ( ‫ ) ﻙ‬mazhruf mudhofun ilaih (‫ ) ﺗﻟﻣﻴﺬ‬menjadi mubtada dia nakirah boleh karena jawabdari pertanyaan dan khabarnya (‫) ﺍﺋﻰ ﻮر‬ (‫)ﺘﻟﻣﻴﺬﻮرَﺍﺋﻰ ؟ ﻣﻥﻮرﺍﺀﻙ‬ 12. Bila yang dimaksud oleh nakirah itu menjelaskan secara terperinci yang ditakdirkan. Sempurnanya kalimat itu adalah : zharaf makan jadi mudhaf

1 Contoh : ( ‫ ) ﻗﻣﻴﺺﻟﺑﺴ ُﻗﻣﻴﺺﺑﻌت‬Artinya satu baju ‫ت‬ aku pakai satu aku jual. I’rabnya (‫ ) ﻗﻣﻴﺺ‬kedua menjadi mubtada dia nakirah berfaedah karena dia menjelaskan secara terperinci. (ٌ‫ ) ﻟﺑﺴت‬dan (‫ ) ﺑﻌت‬fiil dan fail jadi khabar.

KHABAR ( PREDIKET ATAU SEBUTAN ) Khabar yaitu : ( ‫) ﺍَﻟﺨﺑرﻫﻮﺍﻻﺴ ُﺍﻟﻣﺴﻧدﺍﻟﻰﺍﻟﻣﺑﺗد‬ ‫ﻢ‬ Artinya : Isim yang disandarkan kepada mubtada Contoh : (‫ ) ﻣحﺒﻮﺐ ﺍَﻟﻌﺎدﻞ‬artinya : adil itu disukai. I’rabnya : (‫ ) َﻟﻌﺎدﻞ‬mubtada (‫ )ﻣحﺒﻮﺐ‬khabar. ‫ﺍ‬ Khabar terbagi kepada dua ( 2 ) 1. ( ‫ ) ﻣﻔرد‬satu 2. ( ‫ ) ﻏﻴرﻣﻔرد‬tidak satu - Mufrad pada khabar adalah (ً‫) ﻮﻻَﺷﺒههﺎ جﻤﻠﺔ ﻣﺎﻠﻴس‬ artinya kalimat yang bukan jumlah dan bukan menyerupai jumlah.

1 - Ghoiru mufrad ada 4 : a) Jumlah isimyah ( jumlah yang terdiri dari mubtada dan khabar ) Contoh ( ‫ ) َﻴدﺍﺒﻮ ُﻗﺎﺋﻢ‬artinya : si Zaid bapaknya ‫ﺯ ﻩ‬ orang berdiri. I’rabnya (‫ ) َﻴد‬mubtada yang pertama ‫ﺯ‬ (‫) َﺒﻮﻩ‬ ‫ﺍ‬ (‫) ﻗﺎﺋﻢ‬ Khabar dari (‫ ) َﺒﻮﻩ‬jumlah mubtada dan khabar ‫ﺍ‬ (ُ ْ‫ ) ﻗﺎﺋﻢ ﺍ ُﻮ‬menjadi khabar dari zaidun (‫) َﻴد‬ ‫َﺒ ﻩ‬ ‫ﺯ‬ b). Jumlah fi’ilyah ( jumlah yang terdiri dari fiil dan fail ) Contoh ( ُ ‫ ) َﻴدﻗﻌدَﺍَﺨﻮ‬artinya si Zaid telah berdiri ‫ﻩ‬ ‫ﺯ‬ saudaranya. I’rabnya (‫ ) َﻴد‬mubtada (‫ ) ﻗﻌد‬fiil madhi (ُ ‫) ﺍﺨﻮ‬ ‫ﺯ‬ ‫ﻩ‬ fail jadi mudhof ( ُ ) robit mudhofun ilaih ‫ﻩ‬ jumlah fiil dan fail menjadi khabar dari (‫َﻴد‬ ‫ﺯ‬ ) Kalau khabar terdidri dari jumlah wajib mempunyai robit mubtada yang kedua (ُ ) ‫ﻩ‬ rabit ( penghubung antara mubtada dan khabar

1 Yang dikatakan robit ( ‫ ) ﺭﺍﺒﻁ‬adalah yang menghubungkan antara mubtada dan khabar. c) Zharaf makan ( menunjukan tampat ) atau zharaf zaman ( waktu ) contoh zhorof makan ( ‫ ) َﻴدﻋﻧ َﻚ‬artinya si Zaid di sisi kamu. ‫ﺯ د‬ I’rabnya ( ‫ ) َﻴد‬mubtada (َ‫ ) ﻋﻧد‬zharaf makan ‫ﺯ‬ mudhof (‫ﻚ‬ (‫َﻴد‬ ‫ﺯ‬ ) mudhofun ilaih ( mazhruf ) jumlah ) zharafdan mazruf jadi khabar dai d) Jar dan majur contoh : ( ِ ‫ ) َﻴدﻔﻰﺍﻠدﺍ‬artinya si ‫ﺭ‬ ‫ﺯ‬ Zaid dikampung I’rabnya : (‫ ) ﺯﻴد‬mubtada (‫ ) ﻔﻰ‬huruf jar ( ‫ ) ﺍﻠدﺍﺭ‬dijarkan oleh (‫ ) ﻔﻰ‬jumlah jar dan majrur menjadi khabar dari aidun. Zharaf dan mazhruf dinamakan syabah / jar dan majrur jumlah atau

menyerupai jumlah ( ‫) ﺰﻴدﻋﻨدﻚ‬ Tiap – tiap zharaf dan mazhruf / jar dan majrur berkehendak kepada tempat

1 mutaallaq ( ‫) ﻣﺗﻌﻠﻕ‬ atau tempat

mengaitkn hukum. Tempat muta’allaq pada contoh diatas adalah ( ‫) ﻣﺴﺗﻗﺭ‬ atau ( ‫) ﺍﺴﺗﻗﺭ‬ yang ditaqdirkan asal kalimat pada contoh diatas, (‫ ) ﻋﻧدﻚ َﻴ ٌﺍِﺴﺗﻗﺭ‬atau ( ‫ﺯد‬ dan pada jar dan majrur ( ّ ‫ ) ﻔﻰﺍﻟ ّﺍ ِ َﻴدﺍﺴﺗﻗ‬atau (‫ﻔﻰﺍﻟدﺍِﺭ َﻴدﻣﺴﺗﻗﺭ‬ ‫ﺭ‬ ‫دﺭﺯ‬ ‫ﺯ‬ ) ‫ِ ْ َ ﻣ ْ َ ﺭ َ ْد‬ ٌ ‫) ﻋﻧدﻚَ ُﺴﺗﻗَ ّ ﺯﻴ‬

KETENTUAN – KETENTUAN DARI KHABAR Ketentuan khabar ada 7 : 1. Harus rofa’ contoh ( ٌ ‫ ) ﺍَﻧﺎﻣﺗَﺨ‬artinya saya ‫ﺄ ﺭ‬ terlambat. I’rabnya ( ‫ ) ﺍﻧﺎ‬mubtada ( ‫ﺭ‬ ٌ ‫ ) ﻣﺗﺄَﺨ‬khabar. 2. Harus muthobaqoh (‫ / ) ﻣﻃﺎﺑﻗﺔ‬sesuai antara mubtada denan khabar dari segi : a. b. c. d e. Mufrad contoh ( ‫) ﻫوﻣﺭﻳﺾ‬ Tasniyah contoh (ِ ‫) ﺍَْ ُﺴﺗﺎذَﺍﻥِﻣﺭِﻳﺿﺎ‬ ‫ﻥ‬ ‫ﻻ‬ Jamak contoh ( ‫) َﻠﺗﻼﻣﻳ ُﻣجﺗهدوﻥ‬ ‫ذ‬ ‫ﺍ‬ Muzakar contoh ( ‫) ﺍﻠﺗﻠﻣﻳ ُﻧﺎجﺢ‬ ‫ذ‬ Muannast contoh ( ٌ َ‫) ﻋﺎﺋﺷ ٌﻣجﺗهد‬ ‫ة‬ ‫ﺔ‬

1 3. Pada umumnya khabar terdiri dari isim mustaq contoh (‫) ﺍَْ ُﺳﺎﺗ ُﻮْنَ َﺍجﻌﻮْن َ( َﺭَﺍجﻌﻮْن‬ ‫ﻻ ذ ﺭ‬ jadi khabar dari ( َ ْ‫ ) َﺳﺎﺗ ُﻮ‬dia mustaq dengan isim ‫ﺍ ذ ن‬ fail kadang – kadang boleh juga isim yang jamid contoh ( ٌ ‫ ) َﻠ َﻏﻧ ٌ ) ( ﻏﻧ‬menjadi khabar ‫ﻢ‬ ‫ذﻚ ﻢ‬ dari (َ‫ ) َﻠﻚ‬dia jaid boleh. ‫ذ‬ 4. Boleh menghazafkan / menyembunyikan khabar bila ada bukti yang menunjukan misalnya dia jadi jawab dari pertanyaan. Contoh : ( ‫ ) ﺳﻌﻳد ؟ ﻤجﺗهد ﻤن‬asalnya kalimat itu (‫ ) ﺳﻌﻳدﻣجﺗد ﻤجﺗهد؟ ﻤن ) ,( ﻤجﺗهد‬yang kedua khabar dari ( ‫ ) ﺳﻌﻳد‬dia dihazafkan karena ada bukti yaitu : (‫ ) ﻤجﺗهد‬yang pertama. 5. Boleh banyak khabar untuk satu mubtada contoh : (ُ ‫) ﺧﺒﻳﺭ _ ﻋﻠﻳﻢ _ ﺒﺼر _ ﺳﻤﻳع ﺍ‬ ‫ﷲ‬ 6. Harus terletak sesudah mubtada sebagaimana contoh : 7. Wajib membuang khabar pada empat tempat :

1 a. Bila menunjukan keadaan yang mutlak atau keadaan wujudnya umum ini terjadi pada dua tempat. 1. Kalau dia menjadi tempat mutaalaq dari zharaf dan mazhruf atau jar dan majrur contohnya pada khabar yang terdiri zharaf dan khabar dari majrur. 2. Sesudah lafadz ( ‫ ) ﻠوﻻ‬dan ( ‫) ﻠوﻣﺎ‬ contoh : ( ‫) ﻠوﻻ‬ Artinya : sekiranya tidak ada agama sungguh telah sesat manusia. I’rabnya : ( ‫ ) ﻟﻮ‬huruf syartiyah ( ‫) ﻻ‬ nafi (‫ )ﺍﻟدﻳﻥ‬mubtada ( ‫ ) ﻞ‬huruf taukid ( ‫ ) ﺿﻞ‬fiil madhi (‫ ) ﻴﻥ ﺍﻠد‬di taqdirkan yaitu : (‫ ) د جﻮ ﻤﻮ‬asalnya (‫س ﺍﻠﻧﺎ ﻞﺿﻞ د ﻤوجﻮ ﻳﻥ ﺍﻠد ﻟﻮﻻ‬ ) b.Apabila ada dia menjadi khabar dari sumpah contoh : (‫) ﻥ وﺍﷲﻻجﺖهد‬ Artinya : Demi Allah sungguh aku akan rajin. I’rabnya : ( ‫ ) وﺍﷲ‬mubtada, khabarnya adalah ( ‫ ) ﻔﺴﻣﻰ‬yang ditakdirkan. ( ‫ ) ﻞ‬huruf

1 taukid (‫) ﻥ ﺍجﺗهد‬ fiil mudhori yang

dimasuki oleh nun taukid. c. Kalau mubtadanya terdiri dari masdar dan sesudah mubtada itu terdapat kalimat yang pantas menjadi hal dan tidak pantas untuk jadi khabar. Contoh : ( ‫) ﻣﺴﻴﺄ ﺗﺄدﻴﺒﻲﺍﻠغﻼﻢ‬ Artinya didikanku terhadap budak itu dalam keadaan jelek. I’rabnya ( ‫ ) ﺗﺄدﻴﺒﻲ‬mubtada hukumnya marfu’ ( tanda rofaknya ba ( ) harkat dhommah dengan ya yang ( ‫)ﻱ‬ ditakdirkan atas berebutan ‫ ) ﺐ‬karena istiqol fail dari masdar

mutakallim. Dan ya ( ‫) ﻱ‬

takdibi (‫ ) ﻴﺒﻲ ﺗﺄد‬algulama ( ‫ ) ﺍﻠغﻼﻢ‬maful dari ( ‫ ) ﺗﺄدﻴﺒﻲ‬dan ( ‫ ) ﻣﺴﻴﺄ‬menjadi hal, dan khabar dari (‫ ) ﻴﺒﻲ ﺗﺄد‬ditakdirkan yaitu ( ‫ ) ﺣﺎﺼﻞ‬asalnya ( ‫ﻣﺴﻴﺄ‬ ‫) ﺣﺎﺼﻞ دﻴﺒﻲﺍﻠغﻼﻢ ﺗﺄ‬ d. Bila khabar itu terltak sesudah waw ma’iyah ( waw dengan arti serta )

1 Contoh : (‫ ) ﺃﻣﺭﻮﻣﺎﻔﻌﻞ ﻜﻞ‬artinya tiap – tiap orang beserta apa yang dia perbuat. I’rabnya : (‫ ) ﻜﻞ‬mubtada (‫ ) ﺃﻣﺭ‬mudhofun ilaih, (‫ ) ﻮ‬maiyah, (‫ ) ﻣﺎ‬mausul (‫ ) ﻔﻌﻞ‬fiil madhi failnya adalah ( ‫ ) ﻫﻮ‬kembali pada (‫ ) ﻣﺎ‬khabar dari (‫ﻜﻞ‬ ) ditakdirkan yaitu ( ‫ ) ﻣﻗﺗﺭﻥ‬asalnya (‫) ﻔﻌﻞ ﻥ ﻮﻣﻜﺗﺭ ﺃﻣﺭ ﻜﻞ‬ Wajib mendahulukan khabar dari mubtada pada 4 tempat : 1. Bila mubtadanya nakirah dan khabar tediri dari jar dan majrur: Contohnya : ( ada mahasiswa. I’rabnya : (‫ ) ﻔﻰﺍﻠﻔﺼﻞ‬jar dan majrur jadi khabar muqaddam, ( khabar yang didahulukan muakhar 2. ( ) ( ‫) ﻄﻼﺐ‬ mubtada yang di mubtada ‫ ) ﻄﻼﺐ ﻠﻔﺼﻝ ﻔﻰﺍ‬dikelas

kemudiankan ). Kalau khabar itu terdiri dari isim istifham atau ism yang didhofatkan pada istifham dan sesudahnya isim

1 yang marifah, Contoh isim istifam ( ‫ ) ﻣﻥﺃﻧت‬siapa engkau?. I’rabnya: (‫ )ﻣﻥ‬khabar muqaddam (‫)ﺃﻧت‬ mubtada muakhar. Contoh yang diidofatkan pada isim istifham ( ‫) ﺃﻧت ﻣﻥ ﺍﺑﻥ‬ Artinya : anak siapa engkau ?. I’rabnya : (‫ )ﺍﺑﻥ‬mubtada diidhofatkan kepada (‫ )ﻣﻥ‬dan (‫ )ﻣﻥ‬adalah mudhofun ilaih (‫ ) ﺃﻧت‬mubtada muakhar 3. kalau mubtada berhubungan dengan dhomir yang kembali kepada khabar. Contoh : (‫) ﺼﺎﺣﺒهﺎ ﻔﻰﺍﻠدﺍﺭ‬ Irabnya : (‫) ﻔﻰ‬ huruf artinya : jar ( ‫) ﺍﻠدﺍﺭ‬ dalam rumah pemiliknya rumah. dijarkan oleh ( ‫ ) ﻔﻰ‬jar dan majrur jadi khabar muqaddam. (‫ )ﺼﺎحﺐ‬mubtada muakhar (‫ )ﻫﺎ‬isim dhomir yang kembali pada (‫ )ﺍﻠدﺍﺭ‬dan ( ‫ ) ﻫﺎ‬mudhofun ilaih.

1 4. Bila pengertian khabar terbatas / tersimpan dalam mubtada Contoh : ( ‫ ) ﻣﺎﺧﺎﻠﻖﺇﻻﺍﷲ‬artinya tidak ada pencipta kecuali Allah. Irabnya (‫ ) ﻣﺎ‬huruf ilaih nafi (‫)ﺧﺎﻠﻖ‬ khabar muqaddam. (‫ )ﺇﻻ‬huruf istisna (‫ )ﺍﷲ‬mubtada muakhar. BAB ISIM KANA ( ‫ ) ﻛﺎﻥ‬DAN SAUDARA – SAUDARANYA (‫ ) ﻛﺎﻥ‬dan saudara – saudaranya adalah fiil madhi yang naqis. Yang dikatakan disini adalah sesuatu yang tidak sempurna dengan marfu’ kecuali dengan marfu’ kecualidengan mansub. (‫)ﻛﺎﻥ‬ dan saudara – saudaranya berkehendak kepada isim yan marfu’ dan isim yang mansub. Isim yang marfuk disebut isim (‫) ﻛﺎﻥ‬ saudaranya

1 Isim yang mansub disebut kabar (‫/ ) ﻛﺎﻥ‬ saudaranya. Isim (‫ ) ﻛﺎﻥ‬dan khabar (‫ ) ﻛﺎﻥ‬itu berasal dari mubtada dan khabar. Contoh : ( ‫) ﻘﺎﺋﻣﺎ ﺯﻴد ﻛﺎﻥ‬ I’rabnya (‫ ) ﻛﺎﻥ‬fiil madhi yang naqis kerjanya khabar. ( ‫ ) ﺯﻴد‬isim dari (‫ ) ﻛﺎﻥ‬hukumnya marfu’ tanda rofaknya. Dhommah karena isim mufrad. ( ‫ﻘﺎﺋﻣﺎ‬ ) khabar dari (‫ ) ﻛﺎﻥ‬hukumnya mansub. Tanda nasabnya fathah karena isim mufrad. Asalnya sebelum masuk (‫ ) ﻛﺎﻥ‬adalah (‫ﻘﺎﺋﻢ‬ ‫ ) ﺯﻴد ) ( ﻴد ﺯ‬mubtada (‫ ) ﻘﺎﺋﻢ‬khabar. Ketentuan dari isim (‫ ) ﻛﺎﻥ‬keseluruhannya sama dengan ketentuan mubtada tanpa ada perbedaan karena asalnya adalah mubtada. (‫ ) ﻛﺎﻥ‬dan saudara – saudaranya ada 13 semuanya adalah fiil : ( ‫) ﻛﺎﻥ ) ( ﺍﻣس ) ( ﺃﺼﺒﺢ ) ( ﺍﺿحﻰ‬ ( ‫) ﻇﻞ ) ( ﺒﺎت ) ( ﺼﺎر ) ( ﻠﻴس‬ ( ‫) ﻣﺎﺯﺍﻞ ) ( ﻣﺎﻔﺗﺋﻰ ) ( ﻣﺎﺒرﺡ ) ( ﻣﺎﺇﻧﻔﻚ‬ merofakkan isim menasabkan

1 ( ‫) ﻢ ﻣﺎدﺍ‬ Fiil yang tiga belas ini beramal ( bekerja ) terbagi kepada 3 bagian : 1. Beramal dengan tidak ada syarat yaitu 8 buah mulai dari ( ‫ ) ﻛﺎﻥ‬sampai ( ‫) ﻟﻴس‬ 2. Beramal dengan syarat didahului oleh adat nafi apa saja atau yang menyerupai nafi (syabah nafi ) Syabah nafi adalah nahi, istifham, dan do’a. Dia ad 4 : Yaitu : ( ‫) ﺰﺍﻞ ) ( ﻔﺘﺋﻰ ) ( ﺑرﺡ ) ( ﺇﻧﻓﻙ‬ 3. Beramal dengan syarat didahului oleh ( ‫) ﻤﺎ‬ masdariyah zharfiah yaitu ( Dinamai dia ( ‫) ﻤﺎ‬ adalah ma’na karena mazdar dan ia ‫ ) ﻢ دﺍ‬saja. memecahkn ( ‫) ﻤﺎ‬ dengan masdariah

( menjadikan ) fiil sesudhnya menjadi dinamakan dengan izarfiyyah karena ma itu degan ma’na ( ‫ ) ﻤدة‬relama Ex : (‫) ﺍﻠﻴﻚ دﺍ ﻤﺘرد ﺰﻴد ﻢ ﻤﺎدﺍ ﻻﺍﺼﺣﺒﻚ‬ Ex : (‫) ﺍﻠﻴﻚ ﻤﺗرددﺍ دﻮﺍﻢﺰﻴد ة ﻤد ﻻﺍﺼﺣﺒﻙ‬ Contoh : ( ‫ﺍ ﻤجﺗهد ﻜﺎﻥﺍﻠﻮﻠد‬ ) adalah anak itu orang yang rajin

1 (‫ ) ﻜﺳﻼﻥ ﺍﻠرجﻞ ﺃﺼﺒﺢ‬pada waktu subuh silaki – laki itu malas. (‫ ) ﻃﺒﻳﺐ ﺃﺿحﻰﺍﻠرجﻞ‬pada waktu dhuha laki – laki itu jadi dokter. (‫) ﻤدرﺴﺎ ﻅﻠتﺍﻟﻤرﺃة‬pada waktu siang perempuan itu jadi guru. (‫ ) ﺧﺎﺷع ﺍﻠﻤﺼﻠﻰ ﺃﻤس‬pada waktu sore orang yang sholat itu khusyu’. (‫ ) ﻣرﻴﺿﺎ ﺍﻟﺗﻠﻤﻴذ ﺒﺎت‬pada waktu malam murid itu sakit. ( ‫ ) ﻣﺷغﻮﻻ س ﺼﺎرﺍﻠﻤدر‬telah jadi guru itu sibuk. ( ‫ ) ﻤﺒﺗهدﺍ ﺍﻻﺳﺘﺎذ ﻤﺎﺯﺍﻞ‬senantiasa guru itu rajin / tidak hilang guru itu rajin. (‫ ) ﻤﺒﺗهدﺍ ﺍﻠﺗﻠﻣﻳذ ﻤﺎﺒرﺡ‬senantiasa murid itu rajin. (‫ ) ﻨﺎﻔﻌﺎ ﺍﻠﻌﻠﻢ ﻣﺎﻔﺗﺋﻰ‬senantiasa ilmu itu bermanfaat (‫ ) ﺍﻠﺼﺒرﻣرﺍ ﻣﺎﺇﻨﻔﻙ‬senantiasa sabar itu pahit.

1 (‫ ) ﻣﺗرددﺍﺇﻠﻴﻙ ﺰﻴد ﻣﺎدﺍﻢ ﺃﺼحﺑﻙ‬saya tidak akan bersahabat dengan engkau selama si Zaid pulang pergi menemui engkau. Keseluruhan contoh diatas adalah ( ‫) ﻜﺎﻥ‬ dan saudaranya beserta isim dan khabarnya. Fiil madhinya. Fiil yang 13 ini keseluruhan bisa beramal sebagai fiil yang tam ( ‫ ) ﺗﺎﻢ‬kecuali tiga yaitu ( ‫ ) ﻠﻴس )-( ﺰﺍﻞ )-( ﻔﺘﺋﻰ‬yang tiga ini selama- lamanya adalah fiil yang naqis. Yang dimaksud dengan fiil tam adalah fiil yang bcukup marfu’ saja tidak berkehendak pada mansub, dan jadilah dia fiil yang lazim. - ( ‫ ) ﻜﺎﻥ‬kalau sudah jadi fiil tam ma’na menjadi ( ‫ ) ﻮجد‬diperoleh. Contoh : ( kesulitan ) ‫ ( ) ﺬﻮﻋﺴرة ﻜﺎﻥ ﺇن‬jika diperoleh yang 13 itu kalau ditasrifkan semuanya akan beramal sama dengan fiil

1 - I’rabnya : ( ‫ ) ﺇن‬syariatnyah ( ‫ ) ( ﻋﺴرة‬mudhofun ilaih. - ( ‫ ) ﻜﺎﻥ‬disini fiil yang tam hanya berkehendak kepada fail saja. Tidak berkehendak pada isim dan khabar. - ( ‫ ) ﺼﺎر‬kalau jadi fiil tam ma’na menjadi pindah. Contoh : (‫ ) ﺇﻟﻴﻙ ﺼﺎرﺍﻻﻣر‬telah pindah urusan kepada engkau I’rabnya (‫ ) ﺼﺎرﺍ‬fiil yang tam, (‫ ) ﺍﻻﻣر‬fail dari shoro dan (‫ ) ﺇﻟﻴﻙ‬jar majrur. - ( ‫ ) ﺍﺼﺒﺢ‬kalau jadi fiil tam ma’nanya masuk waktu subuh. Contoh : ( ‫ ) ﺗﺼﺒﺢ حﻳن ﺍﻟﺼﺒﺢ ﺼﻞ‬sholat subuhlah kamu ketika masuk waktu subuh. I’rabnya : (‫ ) ﺼﻞ‬fiil amar failnya adalah ( ) ‫ﺃﻧت‬ ‫ ) (ﺍﻟﺼﺒﺢ‬maful bih (‫ ) حﻳن‬zharaf ( ‫ ) ﺗﺼﺒﺢ‬fiil mudhori’ dari ( ‫ ) ﺍﻟﺼﺒﺢ‬yang tam yng hanya berkehendak pada fail. Bukan pada isim dan khabar fail dari (‫ ) ﺗﺼﺒﺢ‬adalah (‫) ﺃﻧت‬ ( ‫) ﻜﺎﻥ‬ ) fiil )

madhi yang tam, ( ‫ ) ﻮ ﺬ‬fail dari (( ) ‫ﻜﺎﻥ‬

1 ( ‫ ) ﺍﻀحﻰ‬kalau jadi fiil tam ma’nanya masuk waktu dhuha. Contoh : (‫) ﺃﺿﺣﻰ حﻴن ﺼﻟﻳت‬ aku sholat ketika msuknya dhuha. I’rabnya (‫ ) ﺼﻟﻳت‬fiil dan fail (‫ ) حﻴن‬zharaf (‫) ﺃﺿﺣﻰ‬ fiil mudhori (‫ ) ﺃﺿﺣﻰ‬failnya adalah (‫) ﺃﻧﺎ‬ ( ‫ ) ﻅﻞ‬Kalau jadi fiil ma’nanya tetap dan lama Contoh : (‫ ( ) ﺍﻟحرﺐ ﺇذﺍﻴﻅﻝ ﻧﺗﻗدﻢ ﻟﻥ‬kita tidak akan maju bila tetap ada peperangan ) I’rabnya : ( ‫ ) ﻟﻥ‬huruf nasab dan huruf nafi ( ‫ ) ﻧﺗﻗدﻢ‬fiil mudhori failnya adalah (‫) ﻧحﻥ ) ( ﺇذﺍ‬ syartiyah ( ‫ ) ﻴﻅﻞ‬fiil mudhori’ dari ( ‫ﻅﻞ ) ( ﺍﻟﺣرﺐ‬ ) fail dari ( ‫) ﻴﻅﻞ‬ ( ‫ ) ﺍﻤس‬kalau jadi fiil tam ma’nanya masuk waktu sore. Contoh : (‫ ) ﺗﻤﺴﻮن حﻴﻥ ﺳﺒحﺎنﺍﷲ‬Maha suci Allah ketika kamu masuk pada waktu sore. I’rabnya : (‫ ) ﺳﺒحﺎن‬lafadz ta’ ajjubiyah. (‫) ﺍﷲ‬ mudhofun ilaih. (‫) حﻴﻥ‬ zharaf (‫) ﺗﻤﺴﻮن‬ fiil mudhori’ dari ( ‫ ) ﺃﻤس‬failnya adalah (‫),ﻧت ﺃ‬

1 - ( ‫ ) ﺒﺎت‬kalau jadi fiil tam ma’nanya menginap atau bermalam. Contoh : (‫) ﺑﻳﺗﻰ ﺒﺎتﻔﻲ ﻋﻟﻱ ﻜﺎﻥ‬ adalah si Ali bermalam dirumahku. I’rabnya : (‫) ﻜﺎﻥ‬fiil madhi yang naqis ( ‫) ﻋﻟﻰ‬ isim dari (‫ ) ﻜن ), ( ﺒﺎت‬jar dan majrur. ( ‫.) ﻫﻮ‬Jumlah fiil dan fail jadi khabar dari (( ,) ‫ﻜﺎﻥ‬ ‫ ) ﻔﻰﺑﻳﺗﻰ‬jar dan majrur.( ‫ ) ﺒﺭﺡ‬kalau jadi fiil tam ma’nanya pergi / memisahkan diri. Contoh : (‫ ) ﻋﻧﻰ ﻳﺑﺭﺡ ﻫﻮ‬dia memisahkan diri dariku. I’rabnya : (‫ ) ﻫﻮ‬mubtada ( ‫ ) ﻴﺒﺭﺡ‬fiil mudhori’ dari ( ‫ ) ﺑﺭﺡ‬failnya (‫ ) ﻫﻮ‬jumlah fiil fan fail jadi khabar dari (‫ ) ﻫﻮ ) (ﻋﻧﻰ‬jar majrur. (‫ ) ﻧﻔﻙ ﺇ‬kalau jadi fiil tam ma’nanya terlepas Contoh (‫ ( ) ﺍﻟﻣﺴﺋﻟﺔ ﻋﻥ ﺇﻧﻔﻙ ﻫﺬﺍﺍﻻﻤر‬urusan ini terlepas dari masalah itu ) I’rabnya : (‫ ) ﻫﺬﺍ‬mubtada (‫ ) ﺍﻻﻤر‬badal dari (‫ﻫﺬﺍ ) ( ﺇﻧﻔﻙ‬ ) fiil yang tam failnya adalah (‫) ﻫﻮ ) (ﺍﻟﻣﺴﺋﻟﺔ ﻋﻥ‬jar majrur. Jumlah

1 fiil dan fail jadi khabar dari (‫) ﻫﺬﺍ ) ( دﺍﻢ‬ kalau jadi fiil tam ma’nanya kekal / sia. Contoh : (‫ ( ) ﺍﻟحﻴﺎت دﺍﻤت ﻣﺷغﻮﺍﻠﻮﺍن ﻧحن‬kita disibukan ketinggalan hidup ) I’rabnya : (‫) ﻧحن‬ mubtada (‫) ﻣﺷغﻮﺍﻠﻮﺍن‬ khabar (‫ ) دﺍﻤت‬fiil yang tam. (‫ ) ﺍﻟحﻴﺎت‬fail dari (‫) دﺍﻤت‬ ( ‫ ) دﺍﻢ‬menjadi fiil yang tam selama – lamanya kalau tidak didahului oleh ( ‫ﻣﺎ‬ ) masdariyah zharfiyah. BAB KHABAR INNA ( ‫ ) ﺍﻥ‬DAN SAUDARA – SAUDARANYA - Khabar (‫ )ﺍﻥ‬dan khabar saudara – saudara ( ‫ )ﺍﻥ‬adalah salah satu dari isim marfu’ yang tujuh. - Khabar (‫ )ﺍﻥ‬itu pada mulanya berasal dari khabar mutada setelah masuk (‫ )ﺍﻥ‬irabnya berubah menjadi khabar (‫)ﺍﻥ‬ Contoh : (‫ ) ﺋﻢ ﻗﺎ ﺯﻳد‬I’rabnya : (‫ )ﺯﻳد‬mubtada (‫ﺋﻢ ﻗﺎ‬ ) khabar. Masuk (‫ )ﺍﻥ‬jadi dia ( ‫)ﺋﻢ ﻗﺎ ﺍ ﺯﻳد ﺍﺍﻥ‬

1 maka I’rabnya jadi (‫ )ﺍﻥ‬huruf taukid atau amil nawasekh (‫ ) ﺍ ﺯﻳد‬isim dari (‫ ) ﺍﻥ ) (ﺋﻢ ﻗﺎ‬khabar dari (‫)ﺍﻥ‬ - Karena khabar (‫ ) ﺍﻥ‬itu berasal dari khabar mubtada. Maka ketentuan dan pembagian serta hukum – hukumnya sama dengan khabar mubtada yang telah berlalu, lihat kembali ketentuan khabar mubtada. - (‫) ﺍﻥ ) – ( ﻜﺎﻥ ) – ( ﻅﻧﻨت‬ nawsekh Yang ( menghapuskan) dimaksud dengan bekerja bekerja menghapuskan adalah ketiganya disebut amil yang bekerja orang

menghapuskan hukum mubtada dan khabar yaitu marfu’ seperti hukum mubtada yang semula marfu’ masuk (‫ ) ﺍﻥ‬berubah jadi mansub. Hukum khabar yang semula marfu’ masuk (‫ ) ﻜﺎﻥ‬berubah jadi mansub. Mubtada dan khabar yang marfu’ kalau masuk (‫) ﻅﻧﻨت‬ berubah jadi mansub keduanya. Contoh : (‫ ) ﻗﺎﺋﻢ ﺯﻳد‬kalau masuk ( ‫ ) ﻜﺎﻥ‬jadi (‫) ﻗﺎﺋﻢ ﺯﻳد ﻜﺎﻥ‬

1

: (‫ ) ﻗﺎﺋﻢ ﺯﻳد‬kalau masuk (‫ ) ﺍﻥ‬jadi ( ‫) ﻗﺎﺋﻢ ﺯﻳد ﺍن‬ : (‫ ) ﻗﺎﺋﻢ ﺯﻳد‬kalau masuk ( ‫ ) ﻅﻧﻨﺖ‬jadi ( ‫) ﻗﺎﺋﻣﺎ ﺍ ﺯﻳد ﻅﻧﻨﺖ‬ Karena itu dia dinamakan amil nawasekh karena dia menghapus hukum mubtada dan khabar yang sudah ada dulu yaitu marfu’ - (‫ ) ﺍﻥ‬dan saudara – saudaranya yang bekerja menasabkan isim dan merafa’kan khabar itu ada 6, keenamnya adalah huruf : - (‫) ﺍﻥ ), (ﺍﻥ ), ( ﻠﻜﻥ ) ( ﻟﻴت ) ( ﻠﻌﻝ ) ( ﻜﺄﻥ‬ - (‫ ) ﺍﻥ‬dan (‫ ) ﺍﻥ‬adalah huruf taukid ( penegas / penguat )hubungan anatara mubtada dan khabar dan khabar. Contoh : ( ‫) ﻣﺎﻫر ﺇﻥﺍﻟحﻟﻖ‬ ( sesungguhnya tukang cukur itu mahir ) (‫) ﻨﺴﺒﺔ ﻜﻴد ﺗﻮ‬ berguna untuk menghilangkan keingkaran dari mubtada

1 I’rabnya : (‫ ) ﺍﻥ‬amil nawasekh atau huruf taukid, (‫ ) ﺍﻟحﻟﻖ‬isim dari (‫ ) ﺇﻥ ) (ﻣﺎﻫر‬khabar dari ( lulus ) I’rabnya : (‫ ) ﻋﻟﻤﺖ‬fiil dan fail (‫ ) ﺇﻥ‬huruf taukid / amil nawasekh / huruf masdar, (‫) ﻤحﻤدﺍ‬ isim dari (‫ ) ﺇﻥ‬dan ( ‫) ﺟﺢ ﻧﺎ‬khabar (‫) ﺇﻥ‬ Perbadaan anatara (‫ ) ﺇﻥ‬dan (‫ ) ﺃﻥ‬kalau ( ‫ ) ﺇﻥ‬letaknya diawal tidak didahului oleh amil sedangkan ( mendahuluinya ‫ ) ﺃﻥ‬wajib ada amil yang seperti contoh diatas ‫) ﺇﻥ‬ ( ‫ ( ) جﺢ ﻧﺎ ﻤحﻤدﺍ ﺃﻥ ﻋﻟﻤﺖ‬saya yakin Muhammad

didahului oleh kalimat (‫) ﻋﻟﻤﺖ‬ Kalau terletak sesudah fa ( ‫ ) ﻒ‬yang menjadi jawab Kalau terletak sesudah (‫) ذﺍ ﺇ‬ berarti tiba – tiba ) Kalau terletak sesudah ( ‫ ) حﻴﺙ‬dan ( ‫) ﺇذﺍ‬ Maka pada empat 4 tempat ini boleh dibaca ( ‫ ) ﺇﻥ‬dan boleh dibaca (‫) ﺃﻥ‬ - Contoh yang sesudah ( ‫ ) ﻒ‬yang menjadi jawab fujiyah ( yang

1 ( ‫ ( ) ﻳﻧجﺢ ﻧﻪ ﻔﺈ ﻳﺴﺗﻳﻢ ﻤﻥ‬siapa – siapa yang lurus I’rabnya : (‫ ) ﻤﻥ‬syarthiah, (‫ ) ﻳﺴﺗﻳﻢ‬fiil mudhori’ failnya ( ‫ ) ﻫﻮ‬jadi fiil syarat, ( ‫ ) ﻑ‬rabith lil jawab maka disitu boleh dibaca ( ‫ ) ﺇﻥ‬dan boleh juga (‫) ﺃﻥ‬ dan ( ‫ ) ﻩ‬isim dari (‫ ) ﺇﻥ / ﺃﻥ‬dan ( ‫ ) ﻳﻧجﺢ‬fiil mudhari’ failnya (‫ ) ﻫﻮ‬jumlah fiil dan fail jawab syarat. Contoh : yang terletak sesudah ( ‫) ﺇذﺍ‬ (‫ ( ) ﺿر حﺎ ﺇﻧﻪ ﺇذﺍ ﺌﺒﺎ ﻏﺎ ﻅﻧﻧﺗﻪ‬aku sangka dia absen tiba – tiba dia hadir ) I’rabnya : (‫ ) ﻅﻧﻧﺗﻪ‬fiil dan fail / amil nasawekh ‫ﻅﻧﻧﺗﻪ‬ kerjanya menaobkan isim dan menasobkan khabar, (‫ ) ﻩ‬menjadi isim dari ( ) dan (‫) ﺌﺒﺎ ﻏﺎ‬ khabar dari (‫) ﻅﻧﻧﺗﻪ ) (ﺇذﺍ‬ fujaiyah (‫ ) ﻩ‬isim dari (‫ ) ﺇﻥ / ﺃﻥ‬amil nawasekh maka disitu boleh dibaca (‫ ) ﺇﻥ‬dan boleh dibaca (‫ ) ﺃﻥ‬karena terletak sesudah (‫ ) ﺇذﺍ‬fijaiyah, (‫ ) ﻩ‬isim dari (‫) ﺇﻥ / ﺃﻥ‬ dan ( ‫ ) حﺎﺿر‬khabar (‫) ﺇﻥ / ﺃﻥ‬ Contoh : yang terletak sesudah ( ‫) حﻴﺙ‬

maka ia akan lurus )

1 ( ‫ ( ) ﻤﻗﻴﻢ ﺃﻧﻪ حﻴﺚ ﻢ ﻗﻮ ﺃ‬aku bermukim dimana dia I’rabnya : (‫ ) ﻢ ﻗﻮ ﺃ‬fiil mudhari’ failnya adalah (‫ ) ﺃﻧﺎ ), ( حﻴﺙ‬zhorof zaman (‫) ﺇﻥ / ﺃﻥ‬huruf taukid amil nawasekh ( ‫ ) ﻩ‬ism dari (‫ ) ﺇﻥ / ﺃﻥ ). ( ﻤﻗﻴﻢ‬khabar dari (‫) ﺇﻥ / ﺃﻥ‬ Contoh : yang terletak sesudah ( ‫) ﺇذ‬ ( ‫ ( ) ﻤﻗﻴﻢ ﺃﻗﻮﻢﺇذﺃﻧﻪ‬aku bermukim ketika dia bermukim ). I’rabnya : sama dengan diatas bedanya disini ( ‫ ( ) ﺇذ‬zhorof ) zaman. 3. ( ‫ ) ﻜﺄن‬adalah huruf tasbih ( penyerupa ) Undang – undang tasybih yaitu : (‫ﻤﻌﻧﻰ ﻔﻰ‬ ‫) ﻣﺭ ﺃ ﻛﺔ ر ﻣﺷﺎ ﻋﻠﻰ ﺍﻠدﻻﻠﺔ‬ Artinya : Sesuatu yang menunjukan atas berserikat satu pekerjaan bagi pekerjaan yang lain pada makna. Contoh : ( itu singa ) I’rabnya : (‫ ) ﻜﺄﻥ‬huruf tasbiyah. (‫) ﺯﻴدﺍ‬ isim dari (‫ ) ﻜﺄﻥ ) (ﺳد ﺃ‬khabar dari (‫) ﻜﺄﻥ‬ 4. ( ‫ ) ﻠﻜﻥ‬adalah huruf istidrok ( susulan ) ‫ ( ) ﺳد ﺃ ﺯﻴدﺍ ﻜﺄﻥ‬seolah – olah si Zaid

bermukim )

1 Undang – undang istidrok (‫ ) ﺭﻙ ﺴﺘد ﺇ‬yaitu (‫) ﺃﻮﻧﻔﻴﻪ ﺛﺒﻮﺗﻪ ﻫﻢ ﻴﺘﻮ ﻤﺎ ﺒرﻔع ﻟﻜﻼم ﺍ ﺗﻌﻘﻴﻖ‬ Artinya : Mengiringi pembicaraan untuk menghilangkan sesuatu yang diragui adanya dan tidak adanya. Contoh : ( ‫ ( ) ﻠس جﺎ ﺯﻴدﺍ ﻟﻜن ﻗﺎﻢﺍﻟﻧﺎس‬telah bediri manusia tetapi si Zaid duduk ) I’rabnya : ( ‫ ) ﻘﺎﻢ‬fiil madhi ( huruf istidrok, (‫ ) ﺯﻴدﺍ‬isim dari ( ‫ ) ﻠﻜﻥ ) (ﻠس جﺎ‬khabar dari ( ‫) ﻠﻜﻥ‬ 5. ( ‫ ) ﻟﻴت‬adalah huruf tamanny angan ) Undang – undang tamany ( ‫ﺗﻤﻧﻰ‬ ‫) ﻋﺴر ﻔﻴﻪ ﻣﺎ ﺃﻮ ﻔﻴﻪ ﻂﻤع ﻻ ﻣﺎ ﻄﻠﺐ‬ Artinya : Mengharap sesuatu yang tidak mungkin terjadi atau sesuatu yang mungkin terjadi tapi amat sulit, Contoh : (‫) ﻳﻮﻣﺎ ﻳﻌﻮد ﺍﻠﺷﺒﺎﺐ ﻴﺎﻠﻴت‬ ( wahai pemuda kembalilah suatu hari ) I’rabnya : ( ‫ ) ﻴﺎ‬huruf nida ( seruan ), (‫) ﻠﻴت‬ huruf tamanny (‫ ) ﺍﻠﺷﺒﺎﺐ‬isim dari (‫) ﻠﻴت‬ ) yaitu ( ( angan – ‫ ) ﺍﻟﻧﺎس‬fail, ( ‫) ﻠﻜﻥ‬

1 (‫ ) ﻳﻌﻮد‬fiil mudhori’ failnya ( ‫ ) ﻫﻮ‬kembali pada ( ‫ ,) ﺍﻠﺷﺒﺎﺐ‬jumlah fiil dan fail jadi khabar dari ( ‫ﻠﻴت ), (ﻳﻮﻣﺎ‬ ) zharaf zaman. 6. ( ‫ ) ﻠﻌﻞ‬adalah huruf taraji ( harapan ) Undang – undang tarji ( ‫ ) ﺗرجﻰ‬yaitu ( ‫) ﺍﻻﻣرﺍﻠﻣحﺒﻮﺐ ﻄﻠﺐ‬ Artinya : Mngharap urusan yang disukai / dicintai. Contoh : ( ‫رﺍحﻢ ﺍﷲ ﻠﻌﻞ‬ Allah mengasihi ) I’rabnya ; ( ‫ ) ﻟﻌﻞ‬huruf taraji (‫ ) ﺍﷲ‬isim dari (,) ‫ﻟﻌﻞ‬ ‫ ) ( رﺍحﻢ‬khabar dari ( ‫) ﻟﻌﻞ‬ - Bila ( ‫ ) ﺇﻥ‬atau saudara – saudaranya bersambung ma ( ‫ ) ﻣﺎ‬tambahan maka ia terlarang beramal ( tidak isim lagi dan bekerja Huruf menasobkan ( ( ‫) ﻣﺎ‬ ‫) ﺇﻥ‬ yang atau ) ( mudah – mudahan

merofa’kan khabar.) berhubungan saudara – dengan

saudarnya itu disebut ( ‫ ) ﻣﺎ‬kaffah ( ) pencegah beramal.

1 Contoh : ( ‫ ( ) ﺒﺷر ﺍﻨﺎ ﻨﻤﺎ ﺇ‬Hanyasanya saya adalah manusia biasa ) I’rabnya : ( ‫ ) ﺇﻥ‬adat hasar ( ‫) حﺼر‬ yaitu alat untuk pembatas pengertian yang artinya hanya atau sanya, bukan berarti sesungguhnya ( ‫ ) ﻣﺎ‬kaffah yaitu huruf yang mencegah amalan dari ( ‫ ) ﺇﻥ ) , (ﺍﻨﺎ‬dhamir mutakallim yang marfu’ jadi mubtada’. Bukan isim( ‫ ) ﺇﻥ ) , (ﺒﺷر‬khabar dari (‫) ﺍﻨﺎ‬ ( khabar mubtada’ ) bukan khabar dari ( ‫) ﺇﻥ‬ BAB ZONNA DAN SAUDARA – SAUDARANYA Amil nawasekh yang ketiga adalah ( ‫ ) ﻅﻧﻨت‬dan saudara – saudaranya dia bkerja menasobkan isim dan khabar Isim itu pada mulanya adalah mubtada, dan khabar itu pada mulanya adalah khabar dari mubtada’. Setelah masuk ( ‫ ) ﻅﻧﻨت‬atau salah satu saudaranya maka mubtada’ dan khabar yang semula marfu’ berobah jadi

1 mansub, dan I’ rabnya pun berobah,

mubtada’ di’irabkan sebagai maf’ul pertam dan khabar dii’rabkan sebagai maf’ul kedua. Contoh : ( ‫ ) ﻘﺎﺋﻢ ﺯﻴد‬dii’ rabkan (‫ ) ﺯﻴد‬mubtada. ( ‫ ) ﻘﺎﺋﻢ‬khabar. Kemudian bila masuk ( ‫ ) ﻅﻧﻨت‬atau salah satu saudaranya jadi (‫ﻘﺎﺋﻣﺎ ﺯﻴدﺍ‬ ‫ﻅﻧﻨت‬ ). I’rabnya ( ‫ ) ﻅﻧﻨت‬fiil dan fail, (‫ ) ﺯﻴدﺍ‬maf’ul petama, (‫ )ﻘﺎﺋﻣﺎ‬maf’ul kedua. Artinya : Aku menyangka akan siZaid akan orang yang berdiri(‫) ﻅﻧﻨت‬ ) ‫3. ( ﺰﻋﻣت‬ ) ‫4. ( ﺧﻠﺖ‬ dan saudara – saudarnya ada 7 yaitu : 1. ( ) ‫ﻅﻧﻨت‬ ‫) 7. ( ت ﻮجد‬ 2. ( ) ‫حﺳﺒت‬ ( .6 ‫) رﺍﻴت‬ ( ‫ ) ﻅﻨﻨﺖ ) ( حﺳﺒت ) ( ﺰﻋﻣت ) ( ﺧﻠﺖ‬yang empat ini memfaedahkan atau menunjukan kuat terjadinya maf’ul yang kedua artinya : aku menduga atau menyangka, ( ) ‫ﻋﻤﻠﺖ ) ( رﺃﻴت‬ ‫ ) ( ﻮجدﺖ‬yang tiga ini memfaedahkan atau menunjukan pasti terjadi maf’ul yang kedua ) ‫5. ( ﻋﻠﻣت‬

1 artinya : (‫) ﻋﻤﻠﺖ‬ aku meyakini, (‫) رﺃﻴت‬aku

melihat (‫ﻮجدﺖ‬v

) aku memperoleh.

Contoh : (‫ ( ) ﺋﻤﺎ ﻗﺎ ﺰﻴدﺍ ﻇﻨﻧت‬aku menduga si Zaid orang yang berdiri ) (‫ ( ) ﻤﻗﻴﻣﺎ ﻋﻤرﺍ حﺳﺒﺖ‬aku menduga si Zaid orang yang menetap ) ( ‫ ( ) ﻗﺎ د ﺼﺎ ﺴدﺍ رﺍ ﺰﻋﻤﺖ‬aku menduga orang yang cerdas itu orang yang benar ) (‫ ( ) ﺋﻌﺎ ﻻ ﻞ ﺨﻠتﺍﻠحﻼ‬aku menduga bukan telah muncul ) ( ‫) ﺼحﺎ رﻧﺎ ﻋﻠﻤﺖﺍﻠﻣﺴﺗﺷﺎ‬ yang ( aku itu aku aku meyakini memberi melihat orang terkenal ( (

nasehat (‫) ﺒﺎ ﻣحﺒو ﺍﻠجود رﺍﻴت‬ (‫) ﻣﻧجﻴﺎ ﺍﻠﺼدﻖ وجدت‬ I’rabnya dari kejujuran itu dicintai ) memperoleh diatas kebenaran itu menguntungkan ) contoh keelurahnnya adalah : fiil dan fail, maf’ul pertama dan maful kedua.

1 BAB MENGIKUT PADA YANG MARFU’ Yang dikatakan mengikut adalah (‫ﺼﻞ‬ ‫ﺍﻠحﺎ ﺒﻗﻪ ﺴﺎ ﺒﺈﻋرﺐ ﺃﻋرﺏ ﻥ ﺛﺎ ﻛﻝﻮﺍﻠﻤﺘجدد‬ ) Tiap – tiap yang kedua yang dii’rabkan menurut I’rab yang telah terdahulu, yang telah ada bisa berubah. Yang mengikut pda yang marfu’ ada empat macam 1. Naat ( ) ‫ﻧﻌﺖ‬ ( ‫) ﺗﻮﻜﻳد‬ 2. Ataf ( ) ‫ﻋﻁﻑ‬ ‫) ﺒدﻞ‬ 1. BAB NAAT ( SIFAT ) Naat dalam bahasa arab sama dengan sifat dalam bahasa Indonesia undang – undangnya adalah (‫ﻟﻪ ﺍﻠﻤﺨﺼﺺ ﺃﻮ ﻋﻪ ﻠﻤﺘﺒﻮ ﺒﺎﻠﻗﻮةﺍﻠﻤﻮﺿع ﺍﻮ ﺒﺎﻠﻔﻌﻝ ﻠﻤشﺘﻕ ﺍ ﺒع ﺍﻠﺘﺎ ﻫﻮ‬ ‫) ﺍﻠﻧﻌﺖ‬ Artinya : Naat adalah sesuatu yang mengikut yang mustaq dengan fiil atau mustaq dengan 4. Badal ( 3. Taukid

1 kekuatan yang manjelaskan bagi mathu’ ( yang diikuti ) nya atau mengkhususkan bagi matbu’nya ( yang diikutinya ) Maksudnya, naad itu mengikut kepada man’utnya, kalau man’utnya marfu’ dia harus marfu’ kalau man’utnya mansub dia harus mansud dan lain sebagainya.

SYARAT – SYARAT NAAT Dan naat itu haru musytaq denan fiil, mustaq dengan fiil ada 4 : 1. Isim fail 2. Isim maf’ul 3. Sifat musyabbahah 4. Isim tafdhil Kalau tidak mumstaq enan fiil harus mustaq dengan kekuatan, yang dimaksud musytaq dengan kekuatan adalah isim jamid dita’wilkan ( dipalingkan ma’nanya pada

1 yang musytaq. Isim jamid yang ditaqwilkan pada musytaq ada 9 macam ; 1. Masdar 2. Isim isyarah 3. Zhu / zhatu ( ‫ ) ﺬﻮ / ﺬﺍت‬dengan ma’na shohibu. ( ‫) حﺐ ﺼﺎ‬ 4. Isim mausul yang disertai oleh alif dan lm 5. Isim bilangan 6. Isim yang dimasuki oleh ya nisbah 7. Kalimar yang menunjukan tasybih ( penyrupaan ) 8. Kalimat ( ‫ ) ﻛﻝ‬dan ( ‫ ) ﺃﻱ‬yang menunjukan kesempurnaan dari mausuf ( yang diberi sifat ) 9. ( ‫ ) ﻤﺎ‬nakirah yang tammah ( kalimat (‫ﻤﺎ‬ ) yang menunjukan umum ) 1. Contoh naat yang mustaq dengan isim fail (‫ ( ) ﺷﻄ ﻧﺎ ﻫﻮﻮﻟد‬dia anak yang cerdas ) I’rabnya : (‫ ) ﻫﻮ‬mubtada dibina atas fathah tempat rofa’

1 (‫ ) ﻮﻟد‬khabar hukumnya marfu’ tanda rofa’nya dhommah karena isim mufrad dia man’ut ( yang diikut ) (‫ ) ﺷﻄ ﻧﺎ‬naat hukumnya mengikuti pada man’ut6 ketika rofa’ dan dia musytaq dengan isim fail setimbag\ngan (‫) ﻋﻞ ﻔﺎ‬ 2. Contoh naat musytaq dengan isim maf’ul (‫ ( ) ﺍﻟﻤحﺒﻮﺒﺎ ﺧﻟدﺍ ﺃﻜرﻢ‬memuliakan oleh kamu si Khalid yang dicintai ) I’rabnya (‫ ) ﺃﻜرﻢ‬fiil amar hukumnnya dibina atas sukun failnya adalah ( ‫) ﺃﻧت‬ (‫ ) ﺧﻟدﺍ‬maful bih hukumnya mansub tanda nasobnya fathah karena isim mufrad, dia man’ut ( yang diikuti ), (‫ ) ﺍﻟﻤحﺒﻮﺒﺎ‬naat hukumnya mengikut pada man’ut ketika nasob tanda nasobnya fathah dengan isim maf’ul setimbangan ( ‫) ﻤﻔﻌﻮﻞ‬ 3. Contoh naat musytaq dengan sifat musyabahah. (‫( ) ﻜرﻴﻢ ﻮﻟد ﻋﻟﻴﺎ ﺇن‬ sesungguhnya si Ali, anak yang mulia ) I’rabnya : (‫ ) ﺇن‬huruf taukid atau amil nawasekh, (‫ ) ﻋﻟﻴﺎ‬isim dari

1 (‫) ﺇن‬hukumnya fathah, (‫) ﻮﻟد‬ mansub khabar tanda (‫) ﺇن‬ nasobnya hukumnya

dari

marfu’ tanda rofa’ nya dhommah, (‫ ) ﻜرﻴﻢ‬naat hukumnya mengikuti pada man’ut ketika rofa’ nya dhommah, ( musytaq dengan ) naat sifat hukumnya musyabbah mengikuti pada man’ut ketika rofa’ dan dia setimbangan dengan ( ‫) ﻔﻌﻴﻞ‬ 4. Contoh naat musytaq dengan isim tafdhil ( ‫ ) ﻤﻧﻰ ﺃﻜﺒر رجﻞ ﻠﻚ ذ‬Itu laki – laki yang lebih besar dariku I’rabnya : (‫ ) ﻠﻚ ذ‬Mubtada hukumnya dibina atas fathah pada tempat rofa’ karena dia isim ijarat. (‫ ) رجﻞ‬Khabar hukumnya marfu’ tanda rofa’ nya dhommah karena isim mufrad dia jadi man’ut (‫ ) ﺃﻜﺒر‬Na’at hukmnya mengikut pada man’ut ketika rofa’ dan dia musytaq dengan isim tafdhil setimbangan ( ‫ ) ﺃﻔﺿﻞ‬dan (‫ ) ﺃﻜﺒر‬isim tafdhil beramal sama dengan fiil yaitu

1 merpfa’kan fail maka adalah ( ‫ ) ﻫﻮ‬kembali kepada (‫) رجﻞ‬ (‫ ) ﻤﻧﻰ‬jar dan majrur Keempat contoh diatas adalah contoh na’at yang mustaq. Berikut ini akan diuraikan 9 buah contoh naat jamid yang dita’wilkan dengan musytaq. 1. Contoh naat masdar (‫ ) ﻋدﻞ رجﻞ ﻠﻚ ذ‬itu lakilaki yang adil. I’rabnya : (‫ ) ﻠﻚ ذ‬mubtada (‫ ) رجﻞ‬khabar (‫ ) ﻋدﻞ‬masdar dia jamid ditakwilkan ( dipalingkan ma’nanya pada yang musytaq yaitu ( ‫ ) ﻋﺎدﻞ‬isim fail setimbangan (‫ ) ﻋﻞ ﻔﺎ‬dia jadi na’at. 2. Contoh na’at isim isyarat ( I’rabnya ‫)ﻫذﺍ ﺴﻌﻳد جﺎﺀ‬ Telah datang laki –laki yan ini.

1 (‫ )جﺎﺀ‬fiil madhi hukumnya marfu’ tanda rofa’ nya fayhah. (‫ ) ﺴﻌﻳد‬fail hukumnya marfu’ tanda rofa’nya dhommah. (‫ ) ﻫذﺍ‬naat dia jamid dita’wilkan pada yang nusytaq, yaitu ( ‫ ) ﺇﻠﻳﻪ ﺍﻠﻤشﺎر‬isim maf’ul setimbangan dengan (‫ ) ﺍﻠﻳﻪ ﻝ ﺍﻠﻤﻔﺎ‬artinya yang diisyaratkan kepadanya. 3. Contoh naat (‫ ) ذﻮ / ذﺍت‬dengan ma’na ( ‫ﺼﺎحﺐ‬ ) ( ‫ ) ﻋﻠﻢ ﻮ ذ ﺍﻤرﺍ ﻫﻮ‬Dia manusia yang mempunyai ilmu I’rabnya (‫ ) ﻫﻮ‬Mubtada (‫ ) ﺍﻤرﺍ‬Khabar hukumnya marfu’ tanda rofa;nya dhommah (‫ ) ﻮ ذ‬Naat dia musytaq maka ditakwilkan pada yang musytaq takwilnya adalah ( ‫) ﺼﺎحﺐ‬Ma’nanya mempunyai 4. Contoh naat isim maushul yang disertai alif lam

1 ( ‫ ) ﺍﻧﺗﻆرﻩ ﺍﻠذى جﻝ ﺍﻠر جﺎﺀ‬Talah datang si laki- laki yang aku tunggu I’rabnya : (‫ ) جﺎﺀ‬Fiil madhi (‫ ) جﻝ ﺍﻠر‬fail dia man’ut (‫ ) ﺍﻠذى‬Na’at dia jamid ditakwilkan pada yan musytaq takwilnya adalah ( ‫ ) ﺍﻠﻳﻪ ﺍﻠﻤﻮﺼﻮﻞ‬Isim maf’ul setimbangan ( ‫) ﺇﻠﻳﻪ ﻠﻤﻔﻌﻮ ﺍ‬ ( ‫ ) ﺍﻧﺗﻆر‬Fiil mudhori’ failnya ( ‫ ) ﺍﻧﺎ‬yan ditakdirkan ( ‫ ) ﻩ‬Maf’ul bih hukumnya dibina atas dhommah pada tempat nasab karena isim dhomir 5. Contoh na’at isim bilangan ( ‫ ( ) ﺧﻣﺴﺔ ﻞ رجﺎ ﻠﺋﻚ ﺍﻮ‬meraka itu laki – laki yang lima ) I’rabnya (‫ ) ﻠﺋﻚ ﺍﻮ‬Mubtada hukumnya dibina atas fathah pada tempat rofa’ karena dia isim isyarat (‫ ) ﻞ رجﺎ‬khabar hukumnya marfu’ tanda rofa’nya dhomah

1 Karena dia jama’ taksir dia adalah man’ut (‫ ) ﺧﻣﺴﺔ‬Na’at dia jamid maka ditakwilkandengan yang musytaq Takwilnya adalah (‫ ) ﺑﺨﻤﺳﺔ ﻣﻌدﻮن‬isim maf’ul 6. Contoh na’at yang dimasuki ya. Nisbah (‫ﻧﺳﺑﺔ‬ ‫)ﻱ‬ (‫ ( ) ﻤﺷﻗﻲ د ﺑرجﻞ ﻤررﺖ‬Telah bertemu aku dengan laki – laki yang bangsa damsyiq ) I’rabnya : (‫ ) ﻤررﺖ‬fiil dan fail (‫ ) ﺑرجﻞ‬jar dan majrur dia man’ut (‫ ) ﻤﺷﻗﻲ د‬Na’at dia jamid ditakwilkan dengan yang musytaq Taqwilnya ( ‫ﻤشﻖ د ﺍﻠﻰ‬ maf’ul 7. Contoh naat yang tasybih (‫ ( ) ﺃﺴدﺍ رجﻞ رﺍﻴﺖ‬telah melihat aku akan si laki- laki yang singa I’rabnya : ( ‫ ) رﺍﻴﺖ‬Fiil dan fail. ‫ ( ) ﻤﻧﺳﻮﺐ‬yang dibangsakan kepad damsyiq ) isim

1 (‫) رجﻞ‬m Maf’ul bih dia man’ut (‫ ) ﺃﺴدﺍ‬Na’at dia jamid ditakwilkan dengan yang musytaq Takwilnya ( setimbangan ( ‫) ﻔﻌﺎﻻ‬ 8. Contoh na’at dari kalimat ( ‫ ) ﻜﻝ‬dan ( ‫) ﺃﻱ‬ yang menunjukan kesempurnaan Mansuf ( ‫ ( ) رﺟﻞ ﻜﻞ رﺟﻝ ﺃﻧﺖ‬kamu laki – laki kewseluruhan laki –laki ) I’rabnya : (‫ ) ﺃﻧﺖ‬Mubtada hukumnya dibina atas fathah pada tempat rofa’ karena isim dhomir. (‫ ) رﺟﻝ‬Khabar dia man’ut (‫ ) ﻜﻞ‬Na’at dia jamid ditakwilkan dengan yang musytaq takwilnya adalah ( ‫ ) ﻟﻳﺔ جو ﺍﻠر ﻓﻰ ﻣﻝ ﺍﻠﻜﺎ‬yang sempurna kelakiannya. Isim fa’il 9. Contoh na’at nakirah yang tammah ( umum ) ( ‫ ( ) ﻤﺎ رﺟﻼ ﺍﻜرﻢ‬Muliakanlah oleh kamu laki – laki mana saja ) ‫ ) ﺴد ﻜﺄ ﻋﺎ شجﺎ‬yang berani sepeterti singa sifat musyabahah

1 I’rabnya : (‫ ) ﺍﻜرﻢ‬Fi’il amar failnya (‫ ) ﺃﻧﺖ‬yang ditaqdirkn (‫ ) رﺟﻼ‬Maf’ulbih dia man’ut ( ‫ ) ﻤﺎ‬Na’at dia jamid di takwilkan dengan yang musytaq takwilnya adalah ( ‫ ) ﻣﺗﻠﻗﺎ‬isim maf’ul setimbangan ( ‫) ﻤﻔﻌﻼ‬ Artinya yang dimuthlakkan PEMBAGIAN NA’AT Naat terbagi kepada dua : 1. Na’at haqyqy ( ‫حﻗﻳﻗﻰ ) → (ﺍﻠﻤﻌﻧﻰ ﻔﻰ ﻫوﻟﻪ ﻋﻠﻰﻣﻥ ى ر‬ ‫) ﺍﻟﺟﺎ‬ 2. Na’at sababy ( ‫ﻋﻠﻰ ﺴﺒﺒﻲ ) → (ﺍﻠﻤﻌﻧﻰ ﻔﻰ ﻫوﻟﻪ ﻣﻥ ﻏﻳر‬ ‫) ى ر ﺍﻟﺟﺎ‬ 1. Na’at haqyqy adalah (‫) ﺍﻠﻣﺴﺗﺗر ﺍﻠﻣﻧﻌوت ﺍﻠﺿﻤﻴر ﻴﺭﻔع‬ ( Na’at yan merofa’kan dhomir man’ut yang mustatir ( ‫ﺍﻠﻣﻧﻌوت ﻋﻠﻰ ﻳﻌود ﻀﻣﻴرﺍ رﻔع ﻫوﺍﻠذﻱ حﻘﻳﻗﻰ‬ ‫ﻧﻌت‬ )

1 Yang dimaksud dhomir man’ut mustatir adalah isim dhomir yang tersembunyi yang murja’ ( kembali dhomirnya man’ut ) Contoh : ( ‫ ( ) ﻘﻞ ﻋﺎ رجﻞ ﺟﺎﺀ‬Telah datang silakilaki yang berakl dia ) I’rabnya : (‫ ) ﺟﺎﺀ‬fiil madhi. (‫ ) رجﻞ‬fail dia man’ut (‫ ) ﻘﻞ ﻋﺎ‬Na’at haqyqy dia isim fail bekerja merofa’kan fail. Failnya adalah dhomir ( ‫ ) ﻫﻮ‬yang tersembunyi Kembali dhomirnya pada man’ut yaitu ( ‫) رجﻞ‬ Ketentuan bagi na’at haqyqy wajib mengikuti kepada man’utnya 4 dari 10 1. Disegi Rofa’ Nosab Khofadh 3. Disegi teknis Tazkir Contoh ( ‫) ﻘﻞ ﻋﺎ رجﻞ ﺀ ﺟﺎ‬ 2. Disegi mufraf Tasniah Jama’ 4. Disegi ma’rifah Narikah

1. Sama – sama rofa’

1 2. Sama – sama mufrad adalah 4 dari sepuluh 3. Sama – sama tazkir 4. Sama – sama nakirah 2. Na’at sababy adalah (‫ ( ) ﺍﻠﻇﺎﻫر ﺇﺳﻢ ﻳرﻔع‬Na’at yang merfo’kan ism zohir ) Contohnya : (‫ ( ) ﺍﻣﻪ ﻗﺎﺋﻣﺔ ﺒرجﻞ ﻤررت‬Aku bertemu dengan laki – laki yang berdiri ibunya ) Yang jadi na’at adalah (‫ ) ﻗﺎﺋﻣﺔ‬dia isim fail bekerja merofa’kan fail Failnya sekarang adalah isim zohir yaitu (‫) ﺍﻣﻪ‬ Ketentuan bagi na’at sababy adalah dia wajib mengikuti kepada man’utnya pada 2 dari lima : 1. Disegi rofa’ 2. Disegi ma’rifah Nasab Khofadh Sedang dua dari lima lagi harus mengikuti ( sesuai ) dengan yang di rofa’kan Dua dari lima itu. 1. Disegi mufrad 2. Dari segi taknis Narikah Ini

1 Tasniah tazkir Jama’ Contoh (‫ ) ﺍﻣﻪ ﻗﺎﺋﻣﺔ ﺒرجﻞ ﻤررت‬man’utnya adalah ( ‫ ) رجﻞ‬dan na’atnya adalah ( ‫ ) ﻗﺎﺋﻣﺔ‬dia hanya mengikuti dua dari lima yaitu 1.Sama khofad 2.Samanakirah Sedangkan dua dari lima lagi mengikuti kepada yang merofa’kan yaitu (‫) ﺍﻣﻪ ), (ﻗﺎﺋﻣﺔ‬ dengan (‫ ) ﺍﻣﻪ‬dia sam mufrad, sama muannats ( dua dari lima ) Isim Ma’rifah yang enam ( 6 ) dalam bab naat terbagi kepada tiga 1. Tidak bisa menjadi man’ut dan tidak bisa menjadi na’at yaitu isim dhomir 2. Bisa jadi man’ut dan tidak bisa jadi na’at yaitu isim ‘alam 3. bisa jadi man’ut dan bisa jadi na’at yaitu isim isyarat, isim maushul, 2 dari Lima

1 ma’rifah dengan alif lam, idofat kepada salah satu yang lima.

NA’AT MAQTHU’ (‫) ﻤﻗﻄوﻉ ﻨﻌت‬ ( Yang diputuskan dari man’utnya ) Kalau maushuf/ man’utnya ( yang di eri sifat ) bisa dimaklumi tampa ada sifat / na’at bleh sifat itu mengikuti kepada man’ut seagai na’at dan boleh juga memutuskannya dari na’at. Contoh : (‫) ﷲﺍﻠحﻤﻴد ﺍﻠحﻤد‬maka kalimat ( ‫ﺍﻠحﻤﻴد‬ ( ) bleh diaca ( ‫ ) ﺍﻠحﻤﻴد‬guna i’irabnya jadi ) dan boleh dibaca ‫ ) ﺍﻠحﻤﻴد‬jadi maf’ul dari lafaz (‫)ﺍﻋﻧﻰ‬yan na’at dari ( ‫ﷲ‬

ditakdirkan berarti dia diputus dari man’utnya. Dan boleh juga dibaca (‫ ) ﺍﻠحﻤﻴد‬guna ‘iranya jadi khabar dari ( ‫ ) ﻫو‬yang ditaqdirkan berarti dia man’utnya.

1

KEGUNAAN NA’AT - Kalau na’at ma’rifat gunanya adalah untuk menjelskan man’utnya Contoh : (‫ ( ) ﺍﻠﺧﻴﺎﻃ ﺒﺰد ﻤررت‬Telah bertemu aku dengan si Zaid yang tukang jahit ) I’rabnya : ( ‫ ) ﻤررت‬Fiil dan fail (‫ ) ﺒﺰد‬Jar dan majrur jadi man’ut (‫ ) ﺍﻠﺧﻴﺎﻃ‬Na’at dia ma’rifah dengan alif lam, maka dia datang untuk menjelaskan man’utnya. Kadang – kadang ada untuk pujian contoh ( ‫) حﻴم ﺍﻠر حﻤن ﺍﻠر ﺍﷲ ﺒﺴم‬ ( Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyanyang ) I’rabnya (‫ ) ﺒﺴم‬jar dan majrur (‫ ) ﺍﷲ‬Mudofun ilaih jadi man’ut ( ‫ ) حﻤن ﺍﻠر‬Na’at yang pertama dia ma’rifah denan alif lam

1 (‫ ) حﻴم ﺍﻠر‬Na’at yang kedua dia juga ma’rifah Keduaduanya datan untuk memuji untuk ( Aku man’utnya. - Kadang – kadang ada juga na’at mencela man’utnya : Contoh terkutuk ) I’rabnya : (‫ ) ﺃﻋﻮذ‬fiil mudhori failnya adalah (‫ﺃﻧﺎ‬ ) ( ‫ ) ﺒﺎﺍﷲ‬Jar dan majrur (‫ﺍﻠﺷﻳﻃﺎﻥ ﻤن‬ ) Jar dan majrur jadi man’ut (‫ ) ﺟﻳم ﺍﻠﺭ‬Na’at dia ma’rifat denan alif lam dia encela an’utnya. Kadang ( – kadang ada na’at itu untuk menuntut kasih sayang contoh : ‫ ( ) ﺍﻠﻤﺴﻜﻴﻥ ﻋﺒدﻚ حﻢ ﺍﺭ ﺍﻠﻠهﻢ‬Ya Allah kasihanilah hamba engkau yang miskin ) I’rabnya : (‫ ) ﺍﻠﻠهﻢ ) : ( ﷲ‬Lafadz jalalah : munada dibina atas domah dan (‫) ﻢ‬ I’rab. ganti dari huruf hida yang dihazafkan tidak beramahal bagi : (‫) ﺟﻳم ﺍﻠﺭ ﺍﻠﺷﻳﻃﺎﻥ ﻤن ﺒﺎﺍﷲ ﺃﻋﻮذ‬ berlindung dengan Allah dari syaithan yang

1 (‫ ) حﻢ ﺍﺭ‬fiil amar failnya adalah anta ( ‫) ﺍﻨت‬ (‫ ) ﻋﺒد‬maf’ul bih jadi man’ut ( ‫ ) ﻚ‬Mudhofun ilaih (‫ ) ﺍﻠﻤﺴﻜﻴﻥ‬Na’at dia ma’rifah datang untuk menuntut supaya dikasihi - Kalau na’at nakirah gunanya adalah untuk mengkhususkan ( ‫) ﻧﺧﺼﻴﺹ‬ Bagi man’utnya. Contohnya : ( ‫) ﺘﺐ ﺘﺐ ﻜﺎ ﺒﺭجﻞ ﻤﺭﺭت‬ ( Telah bertemu aku dengan si laki- laki yang penulis ) Irabnya : (‫) ﻤﺭﺭت‬Fiil dan fail (‫ ) ﺒﺭجﻞ‬Jar dan majrur jadi manut ( ‫) ﺘﺐ ﻜﺎ‬ Na’at dia nakirah maka dia mengkhususkan man’utnya adalah umum untuk semua laki- laki. Lalu setelah diberi na’at denan lafaz (‫) ﺘﺐ ﻜﺎ‬ dia jadi khusus untuk laki – laki yang penulis saja. Kadang- kadang ada na’at yang nakirh itu untuk taukid ( penegas ) bagi man’utnya Contoh (‫ ( ) ﻤﻠﺔ ﻜﺎ ﻋﺷرة ﺗﻠﻚ‬Demikian adalah sepuluh yang sempurna )

1 I’rabnya : (‫ ) ﺗﻠﻚ‬Mubtada (‫ ) ﻋﺷرة‬Khabar (‫ ) ﻤﻠﺔ ﻜﺎ‬Na’at dia nakirah dia mempertegas bahwa puasa 3 hari di tanah suci 7 hari dikampung halaman itu adalah 10 yang sempurna. BAB TAUKID ( PENEGAS ) Dalam suatu pembicaraan mungkin terjadi keraguan atau diengkari oleh sipendengar, dalam menhadapi itu kita perlu mempertegas ucapan kita, maka kata penegasa itu dalam bahasa arab disebut taukid ( ‫) ﻜﻴد ﺗﻮ‬ Taukid teragi dua 1. Taukid lafhy ( ‫ = ) ﻟﻓﻅﻰ‬lafadzh 2. Taukid a’nawi ( ‫ = ) ﻤﻌﻧﻮﻰ‬Ma’na 3. Taukid lafzhy (‫) ﺒﻤرﺍدﻓﻪ ﺃﻮ ﺒﻟﻓﻅﻪ ﺍﻻﻮﻝ ﺍﻋﺎدة‬ ( mengulang yang pertama denan lafazhnya atau dengan muradifnya ( berbeda lafaz sama ma’nanya ) Contoh : ( sizaid ) ‫ ( ) ﺰﻳد ﺰﻳد جﺎﺀ‬telah datang sizaid,

1 I’rabnya : (‫ ) جﺎﺀ‬fiil madhi I (‫ ) ﺰﻳد‬fa’il mengulang lafazh dengan II (‫ ) ﺰﻳد‬Taukid bagi zaidun yang petama Contoh murafidnya. ( ‫ ( ) ﺃﺴد ﻟﻳﺚ ﺟﺎﺀ‬Telah datan singa – singa ) I’rabnya : (‫ ) ﺟﺎﺀ‬fi’il madhi (‫ ) ﻟﻳﺚ‬fail (‫ ) ﺃﺴد‬taukid (‫ ) ﻟﻳﺚ‬dan (‫ ) ﺃﺴد‬berbeda lafanya ma’nanya sama yaitu sina - Taukid lafzhy ada pada 1. Isim contoh ( ‫ﺰﻳد‬ ‫) ﺰﻳد ﻗﺎﻢ‬ 2. Fiil contoh (‫) ﺰﻳد ﻗﺎﻢ ﻗﺎﻢ‬ 3. Huruf contoh (‫) ﻧﻌﻢ _ ﻧﻌﻢ‬ - Tujuan atau kegunaan dari tauid lafzhy adalah 1. Sengaja mengulang – ngulang saja 2. Khawatir akan lupa 3. Tidak ada konsentrasi dari si pendengar 4. Tidak ada kepedulian dari si pendengar 2. Taukid ma’nawi ilaih :

1 ‫ﺒﻣﺎ ﺺ ﺍﻠﺧﺼﻮ ﺃﻮﺇرﺍدة ﻣﺗﺒﻮﻋﻪ ﺍﻠﻰ ﻔﺔ ﺇﺿﺎ ﻴر ﺗﻘد ﻞ ﺍحﺗﻣﺎ ﺍﻟرﻔع ﺒع ﺍﻟﺗﺎ‬ ‫ﺍﻠﻌﻣﻮﻢ ) ﻫرﻩ ﻅﺎ‬ Artinya yang : Yang ) mengikut atau mengangkat kemudian takdir idhofat kepada matbu’nya ( diikutnya mengangkatkan kemungkinan tujuan khusus dengan lafazh yang nampak secara umum. Tujuan dari taukid ma’nawinya ini ada dua : 1. Mengangkatkan kemungkinan takdir idhafat kepada matbu’nya ( yang diikutnya ), yaitu mu’akkad. 2. Mengangkat kemungkinan tujuan khusus dari lafadz yang nampak secara umum. Lafadz – lafadz taukid ma’nawi ada 9 : 1. ( ) ‫ﻧﻔس‬ 2. ( ) ‫ﻋﻴﻥ‬ 3. ( ) ‫ﻜﻞ‬ ) ‫4. ( ﻜﻼ‬ ) ‫5. ( ﻜﻠﺗﺎ‬ ) ‫6. (ﺟﻣع ﺍ‬ Lafadz adalah lafadz . ( ‫) ﻧﻔس‬ ‫) 7. ( ﺟﻣﻌﺎﺀ‬ ‫) 8. ( ﺍﺟﻣﻌﻮﻥ‬ ‫) 9. ( ﺟﻣع‬ yang dipakai untuk

mengangkatkan kemungkinan takdir idhofat dan ( ‫ ) ﻋﻴﻥ‬kedua –

1 duanya harus diidhofatnya kepada dhomir yang kembali kepada mu’akad, dan wajib menyesuaikan dhomir itu dengan muakadnya di segi mufrad, tasniah, taknis contoh (‫ﻧﻔﺴﻪ ﺯﻴد‬ ‫_ ﺟﺎﺀ‬ ‫) ﻨﻓﺴهﺎ ﻫﻧد ﺖ ﺟﺎﺀ‬ Kalau mu’akadnya musanna atau jama’ mak lafadz nafsu dan lafadz ainu dijama’kan jadi jama’ qillah setimbangan ( ‫ﺍﻓﻌﻞ‬ ) Contoh : (‫) ﺃﻧﻓﺳهﻣﺎ ن ﺍ ﺍﻠﺯﻴد ﺀ ﺟﺎ ) – (ﺃﻋﻴﻧهﻣﺎ تﺍﻠﻫﻨدﺍت ﺟﺎﺀ‬ (‫) ﺃﻨﻔﺴهﻢ ﺟﺎﺀﺍﻠﺯﻴدﻮن ) – (ﺃﻋﻴﻧهﻥ ﺍﻠﻫﻨدﺍت ﺖ ﺟﺎﺀ‬ Kalau dikatakan ( ‫) ﺯﻴد جﺎﺀ‬ ( telah

datang siZaid ) kemungkinan dalam lafadz itu ada mudhof yang ditakdirkan yaitu ( ‫ﺯﻴد رﺴﻮﻞ‬ ‫ ( ) جﺎﺀ‬telah datang utusan siZaid ) dan sebagainya. Untuk mengangkatkan kemungkinan itu maka didatangkanlah lafadz taukid yaitu ( ‫ ( ) ﻧﻓﺳﻪ ﺯﻴد جﺎﺀ‬telah datang si Zaid dirinya atau ( ‫ﻋﻳﻧﻪ‬ )

1 Orangnya, maka hilanglah kemungkinan yang datang utusan siZaid. Lafazh ( ‫) ﻜﻝ‬ sampai ( ‫ ) جﻤع‬gunanya adalah untuk mengangkat ada kemungkinan tujuan khusus dari lafah yang tampak umum. Contoh (‫ ( ) ﺍﻠﻘﻮﻢ جﺎﺀ‬telah datang kaum ) disini ada kemungkinan yang datang hanya sebagian dari kaum, karena itu didatang lafazh ( ‫ ) ﻜﻝ‬jadi ( datang ‫ ) ﻜﻟهم ﺍﻠﻘﻮﻢ جﺎﺀ‬telah dah sebagian kaum. Maka hilanglah

kemungkinan yang datang sebagian kaum. Syarat taukid dengan ( ‫) ﻜﻝ‬ 1. Muakadnya bukan musanna ( dua ) 2. Muakad itu bisa dibagi zatnya. 3. Berhubungan dengan ( ‫ ) ﻜﻝ‬itu dhomir yang kembali pada muakad Lafadz ( ‫ ) ﻜﻼ‬dan ( ‫ ) ﻜﻠﺗﺎ‬kedudukannya sama dengan ( ‫ ) ﻜﻝ‬pada ma’na Syarat taukid dengan ( ‫ ) ﻜﻼ‬dan ( ‫) ﻜﻝ‬ 1. Muakadnya harus musanna 2. Syah menempati mufrad pada temapat ( ‫ ) ﻜﻼ‬dan ( ‫) ﻜﻠﺗﺎ‬

1 3. Sesuatu yang disndarkn pada ( ‫) ﻜﻼ‬ dan ( ‫ ) ﻜﻠﺗﺎ‬tidak erbeda pada ma’na Lafadz ( ‫ ) ﺃجﻤع ) – ( جﻤﻌﺎﺀ ) – ( ﺍجﻤﻌﻮﻥ ) – ( جﻤع‬ini kebiasan diletakan sesudah lafadz karena itu tidak dhomir Contoh : (‫) ﺍجﻤﻌﻮﻥ ﻛﻠهم ﺋﻛﺔ ﺍﻠﻤﻼ ﻔﺴجد‬ Dan lafadh yang 4 ini tidak ditasniahkan dan tidak dijama’kan PERBEDAAN TAUKID DENGAN NA’AT Perbedaan na’at dengan taukid 1. Boleh mengathafkan anatara beerapa buah na’at boleh juga tidak megathafkan sedangkan taukid tidak boleh diathafkan satu sama lain 2. Na’at boleh mengikut pada nakirah sedangkan taukid tidak 3. Na’at boleh terputus dari matbu’nya sedangkan taukid tidak perlu menghubungkannya dengan

1 BAB ATHOF ( KATA PENGHUBUNG ) - Athof menurut bahasa adalah ( ‫ﻋﻧﻪ ﺍﻒ ﻧﺼر‬ ‫ ) ﺒﻌدﺍ ﺍﻠﺷﻳﺋﻰ ﺇﻠﻰ ﺍﻠﺭجﻮﻉ‬artinya : kembali kepada sesuatu sesudah meninggalkannya. Athof terbagi kepada dua : 1. Athof bayan ( ‫ = ) ﺒﻳﺎن ﻋﻃﻒ‬penjelasan 2. Athof nasaq ( ‫ = ) ﻧﺴﻖ ﻋﻃﻒ‬Susunan 1). Atof bayan yaitu : ( ‫) ﻟﺘﺧﺼﻴﺼﻪ ﺃﻮ ﻤﺗﺒﻮﻋﻪ ﻻﻴﺿﺎﺡ ﺒﻪ جﻳﺋﻰ ﺍﻠﺬﻱ ﻣد ﺍﻠجﺎ ﺒع ﺍﻠﺗﺎ‬ Arinya : Yang mengikut yang jamid yang didatangkan untuk menjelaskan matbu’nya ( Ma’thufnya / yang diatapkan ) atau untuk mengkhususkan ma’thufnya. Contoh : ( ‫ ( ) ﻋﻤﺭ حﻔﺹ ﺃﺑﻮ ﺒﺎﷲ ﺃﻗﺴﻢ‬Telah bersumpah dengan Allah Abu hafash Umar ) I’rabnya (‫ ) ﺃﻗﺴﻢ‬fiil madhi (‫ )ﺒﺎﷲ‬jar dan majrur (‫ ) حﻔﺹ ﺃﺑﻮ‬Fail (‫) ﻋﻤﺭ‬ Athof bayan dari (‫,) حﻔﺹ ﺃﺑﻮ‬ dia menjelaskan bahwa yang bapak si Hafash orangnya adalah Umar.

1 - Ketentuan bagi athof bayan keseluruhannya dan kegunaannya sama dengan na’at bedanya hanya kalau na’at dari isim yang mustaq sedangkan athof bayan dari isim yang jamid. 2. Athof nasaq ( ‫ ) ﻧﺴﻖ‬yaitu ( ‫) ﺍﻟﻌﻄﻑ ﺣﺭوﻒ ﺃحد ﻣﺘﺑوﻋﻪ ﻮﺒﻴن ﺒﻴﻧﻪ ﺍﻟﻣﺘﻮﺴﻁ ﺍﺘﺎﺒع‬ “ yang mengikut yang dibatasi antara yang diikutnya oleh salah satu huruf athof “ Maksudnya : Athof nasaq, adalah antara yang diathofkan dan tempat mengthafkan dibatasi oleh salah satu huruf athof Contoh : (‫ ( ) وﻋﻤﺭ ﺰﻴد جﺎﺀ‬telah datang si Zaid dan si Umar ) I’rabnya : ( ‫ ) جﺎﺀ‬fiil madhi (‫) ﺰﻴد‬ fail dia tempat huruf mengathafkan athaf ( (‫ﻋﻟﻴﻪ‬ yang ‫) ﻣﻌﻄوﻑ ) (و‬

menghubungkan ) (‫ ) ﻋﻤﺭ‬yang diathafkan (‫ ) ﻣﻌﻄوﻑ‬antara yang di athafkan dan tempat mengathafkan di batasi huruf athaf yaitu waw ( ‫) ﺍﻟوﺍو‬

1 Huruf athaf ada 10 1. Waw () ‫ﺍﻟوﺍو‬ Bal ( ) ‫01 ﺒﻞ‬ 2. Fa ( ) ‫ﺍﻟﻓﺎﺀ‬ 3. Summa () ‫ﺛﻢ‬ ‫) ﻟﻜن‬ 4. Au ( . Hatta (‫)حﺘﻰ‬ 5. Am ( ) ‫ﺍﻢ‬ 6. Imma ( ) ‫ﺇﻣﺎ‬ 8. La (‫) ﻻ‬ 9. Lakin ( ) ‫ﺃو‬ 7.

FAEDAH ( KEGUNAAN ) DARI HURUFHURUF ATHAF Masing-masing athaf itu mempunyai faedah yang berbeda-beda. 1. Waw (‫) ﺍﻟوﺍو‬faedahnya adalah untuk muthlaq jama’ ( ‫ ) ﺍﻟجﻤع ﺍﻟﻣﻄﻟﻕ‬maksudnya muthlaq jama’ adalah berhimpun hukum pada yang diathafkan dan tempat mengathafkan dengan tidak ada kaitan mana yang dulu dan mana yang terakhir atau sama.

1 Contoh : (‫ ( ) وﻋﻤﺭ ﺯﻴد ﻗﺎﻢ‬telah berdiri si Zaid dan si Umar ) di sini menetapkan hukum Berdiri pda si aid dan si Umar tanpa mempemasalahkan mana yang berdiri dahulu dan yang terakhir. 2. Fa ( ‫ ) ﺍﻟﻓﺎﺀ‬faedahnya untuk tertib dan takib (‫ ) وﺘﻗﺗﻳﺐ ﻠﺘﺭﺘﻴﺐ‬berurut dan beriring Contoh : ( ‫ ( ) ﻔﺒﻜﺭ ﻔﻌﻤﺭ ﺯﻴد ﻗﺎﻢ‬telah berdiri si Zaid kemudian si Umar kemudian si Bakar. Maka dalam contoh ini yang dahulu berdiri adaah i aid sesudah itu si Umar setelah itu si Bakar dengan tidak mempunyai jarak waktu yang panjang. 3. Summa (‫ ) ﺛﻢ‬untuk terti dan tarakhy ( ‫ ) وﺘﺭجﻰ ﻠﺘﺭﺘﻴﺐ‬artinya : Berurutan dan mempunyai jarak waktu yang panjang Contoh : ( ‫ﻋﻤﺭﺛﻢﺒﻜﺭ ﺛﻢ‬ ‫ ( ) ﺯﻴد ﻗﺎﻢ‬telah berdiri si Zaid kemudian si Umar kemudian si Bakar maka dalam contoh ini yang pertama kali berdiri adalah si Zaid kemudian kemudian si Umar, kemudian si

1 Bakar dan proses berdiri mereka satu sama lain mempunyai jarak waktu yang lama. 4. Hatta (‫ )حﺘﻰ‬faedahnya untuk goyah dan tajrid ( ‫ ) ﺘدﺭﻳﺞ و ﻟغﻴﺔ‬artinya : Berkesudahan dan erangsur-angsur contoh : ( ‫ ( ) ﺭﺃﺴهﺎ ﺣﺘﻰ ﺍﻟﺴﻣﻜﺔ ﺃﻜﻟت‬aku telah makan ikan hingga kepalanya ) proses dia memakan ikan beragsur-angsur hingga habis sampai ke kepalanya. 5. La (‫) ﻻ‬untuk menafikan / menidakkan contoh : ( ‫ ) ﻋﻤﺭ ﻻ ﺰﻴد جﺎﺀ‬telah datang si Zaid tidak si Umar ) Syarat (‫ ) ﻻ‬dikatakan huruf athof a. Mufrat yang di athofkan b. Didahului oleh ijab ( kata yang enunjukkan la ) atau amar ( perintah 6. Au (‫) ﺃو‬kalau dia terletak sesudah tholab ( tuntunan ) ma’nanya untuk takhyir

1 ( ‫ ) ﺗﺨﻴﻴﺭ‬memilih atau ibahah ( ‫ﺇﺒﺎحﺔ‬ )

membolehkan perbedaan takhyir dengan ibahah. Kalau ibahah boleh berhimpun sedagkan takhyir tidak boleh berhimpun contoh takhyir ( ‫ ( ) ﺃﺧﺘهﺎ ﺃو ﻫﻧدﺍ ﺗﺭوﺝ‬nikahilah oleh kamu si Hindun atau saudaranya ) hanya salah satunya bleh di nikahi. Contoh : Ibahah ( ‫) ﺃﻮﻔﻘهﺎ ﻧحﻮﺍ ﺗﻌﻟﻢ‬ ( pelajarilah oleh kamu nahwu atau fiqif ) boleh dipelajari kedua-duanya Kalau ( ‫ ) ﺃﻮ‬terletak sesudah khabar faedahnya untuk syak atau ibham perbedaan antara syak dan ibham Kalau ibham ada pengetahuan.Kalau syak tidak ada pengetahuan sama sekali Contoh syak : ( ‫ ( ) ﻴوﻢ ﺃﻮﺒﻌﺽ ﻴوﻤﺎ ﻟﺒﺛﻧﺎ‬kami telah menetap satu hari atau setengah hari ) Perkataan dari penduduk gua kahfi ketika bangun dari tidur mereka enar-enr tidak tahuberapa lama mereka di dalam goa itu.

1 Contoh ibham : ( ‫ ) ﻤﺒﻴن ﻞ ﺿﻼ ﺃﻮﻓﻰ ﻫدى ﻟﻌﻟﻰ ﻮﺃﻧﺎﺃﻮﺇﻴﺎﻜﻢ‬saya atau kamu udah-mudahan mendapat petunjuk atau pada kesesatan yang nyata ) ini perkataan orang beriman kepada orang yang kafir apakah saya atau kamu yang dalam kesesatan sedangkan dia tahu bahwa yang berada dalam kesesatan adalah orang kafir. 8. Am ( ‫) ﺍﻢ‬faedahnya untuk menuntut penjelsan sesudah hamzah yang masuk atas salah satu dua yang sama. Contoh : ( ‫ ( ) ﻋﻤر ﺃﻢ ﻋﻨدﻙ ﺃﺯﻴد‬adakah si zaid di samping engkau atau si Umar )perkataan ini bila kamu yakin bahwa salah satu dari keduanya ada di situ tapi ragu orangnya. 9. bal ( ‫ﺒﻞ‬ ) untuk iddirab ( ‫) ﻻﺿرﺐ‬ berpaling dari kesalahan. Contoh : ( ‫ ( ) ﻋﻤر ﺒﻞ ﺯﻴد ﺟﺇﺘﻰ‬telah datang padaku si Zaid tapi si Umar ) Dia bermaksud mengatakan yang datang si Umar dia

1 salah dikatakan si Zid kemudian ia palingkan dari si aid kepada si Umar. Syarat athof dengan ( ‫ﺒﻞ‬ )

1. Mufrat yang di athofkan 2. di dahului oleh ijab atau amar 9. lakin ( ‫ ) ﻠﻜن‬faedahnya untuk istidrok ( ‫ﺇﺴﺗدﺭﻚ‬ ) susulan Contoh : ( ‫ ) ﻟﺢ ﺒﻂﺎ ﻠﻜن ﺒﺻﺎﻟﺡ ﺎﻤررت‬aku tidak bertemu dengan orang yang baik tetapi dengan orang yang jahat ) Syarat athof dengan (‫) ﻠﻜن‬ 1. Mufrat yang di athafkan 2. Di dahului oleh nafi ( kata tidak ) atau nahi ( larangan ) 3. Tidak di sertai leh waw ( ‫) ﺍﻟﻮﺍﻮ‬ Kalau ( ibtida. ‫ ) ﻠﻜن‬masuk kepada jumlah atau di dahului oleh waw maka dia di sebut huruf

1 10. ( ‫) ﺇﻤﺎ‬mas’alah (‫ ) ﺇﻤﺎ‬berselisih ahli nahwu

kebanyakan mereka tidak memasukkannya kedalam bilangan huruf athof Hanya jarjani orang yang mengatakan (‫) ﺇﻤﺎ‬ ( itu huruf athof ) Kalau kita mengathofkan kepada yang marfu’ harus dirofa’kan. Contoh : ( ‫) ﻮﻳﻗﻮﻞ ﻮﻋﻤﺭ ﻘﺎﻢﺯﻳد ) _(ﻳﻗﻮﻢ ﺯﻳد‬ Atau kepada yang mansub harus dinasabkan cotoh : ( ‫) ﻟن ﺯﻳد ﺰﻴدﺍﻮﻋﻤﺭﺍ ﺭﺃﻳت ) _ ( ﻮﻳﻘﻌد ﻳﻘﻮم‬ Atau kepada yang mansub harus dinasabkan cotoh : ( ‫) ﻮﻋﻤﺭ ﺒﺯﻳد ﺖ ﻤﺭﺭ‬ Atau kepada yan majzum harus dijazamkan contoh : ( ‫) ﻮﻳﻘﻌد ﻳﻘﻮ ﻟم ﺰﻴد‬

BAB BADAL ( PENGANTI ) Undang – undang badal adalah : ( )

1 Artinya : Yang mengikut yang dimaksud dengan hukum tanpa ada perantara. Yang dimaksud tidak ada perantara adalah tidak ada huruf yang menghubungkannya. Badal terbagi 4 : 1. Badal (‫) ﻜﻞ ﻤن ﻜﻞ ) / (ﺷﻴﺋﻰ ﻤن ﺷﻴﺋﻰ ) / ( ﻤﻂﺎﺑﻖ‬ 2. Badal ( ‫) ﻛﻝ ﻤن ﺑﻌﺽ‬ 3. Badal ( ‫) ﺍﺛﺗﻤﺎﻝ‬ 4. Badal ( ‫) ﻏﻠﻃ‬ 1. Badal (‫ ) ﻜﻞ ﻤن ﻜﻞ‬adalah : ( ‫ﺍﻻﻮﻝ ﻋﻴن ﻔﻳﻪ ﻧﻰ ﺍﻠﺛﺎ ﻋﻤﺎ‬ ‫) ﻋﺒﺎﺭة‬ Artinya : Ibarat pada yang kedua adalah ain pada yan pertama contoh (‫) ﻋﻠﻳهﻢ ﺃﻧﻌﻤت ﺼﺭﺍﻂﺍﻠذﻴن ﻧﺎﺍﺼﺭﺍﻂﺍﻠﻤﺴﺗﻗﻳﻢ ﺇﻫد‬ ( tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan orang – orang yang telah engkau beri n’mat atas mereka ) Lafadz (‫ ) ﺼﺭﺍﻂ‬yang kedua adalah badal dari afadz (‫ ) ﺼﺭﺍﻂ‬yang pertama. Yang dimaksud dengan (‫ ( ) ﺼﺭﺍﻂ‬jalan ) yang kedua adalah (‫ ( ) ﺼﺭﺍﻂ‬jalan ) yang pertama 2. Badal ( ‫) ﺃن‬ ‫ ) ﻜﻞ ﻤن ﺒﻌﺾ‬adalah (‫ﻤنﺍﻻﻮﻞ جﺯﺃ ﺍﻠﺛﺎﻨﻰ ﻴﻜﻮﻥ‬

1 Artinya : Bahwa ada yang kedua merupakan bagian dari yan pertama Contoh : ( ‫ ( ) ﺛﻠﺜﻪ ﺃﻜﻠتﺍﻟﺭﻏﻴﻒ‬aku telah makan roti sepertinya ) Lafadz (‫ ) ﺛﻠﺜﻪ‬jadi badal dari lafadz (‫) ﺍﻟﺭﻏﻴﻒ‬ badal ba’da minkul karena sepetiga roti adalah dari satu roti 3 Badal ( ‫ ) ﺇﺷﺘﻤﺎﻞ‬adalah (‫ﺋﻳﺔ ﺍﻠﺟﺯ ﺒغﻳر ﺒﺴﺔ ﻤﻼ ﻮﺍﻠﺜﺎﻧﻰ‬ ‫) ﺒﻳنﺍﻻﻮﻞ ﻳﻜﻮن ﺍن‬ Artinya : Bahwa ada antara yang pertama dan yan kedua saling terpakai tanpa ada jazuk atau bagian contoh ( Lafadz ‫) ﻋﻠﻤﻪ ﺯﻴد ﺃﻋﺟﺒﻨﻰ‬ Mencengangkan bagiku si Zaid ilmunya ( ‫ ) ﻋﻠﻢ‬jadi badal dari lafadz (‫) ﺯﻴد‬ antara ilmu dan siZaid saling memakaikan karena ilmu berada pada siZaid dan si Zaid berada dalam ilmu atau juzuk – juzuknya tidak ada. 4. Badal ( ‫ ) ﻏﻠﻃ‬adalah ( ‫) ﻏﻠﻄﺎ ﺬﻜﺭ ﺍﻟذى ﺍﻟﻠﻔﻅ ﻤﻥ ﺒدﻞ‬ Artinya : Pengganti dari lafadz – lafadz yan disebutkan secara tersalah

1 Contoh ( ‫ ( ) ﺯﻳدﺍﺍﻠﻔﺭس ﺭﺃﻴﺖ‬aku telah melihat siZaid kuda ) Maksudnya ingin mengatakan melihat kuda lalu terlancar tidaknya menyeutkan siZaid Kemudian dia ingat dan ditukar dengan lafadz (‫ ( ) ﺍﻠﻔﺭس‬kuda ) Hukum badal keseluruhannya mengikut kepada mabdul ( yng digantikan ) kalau yang digantikan ( mabdul ) marfu’ badal juga marfu’ Kalau yang digantikan (mabdul ) mansub badal juga mansub Kalau yang digantikan ( mabdul 0 majrur badal juga majrur Penyempurnaan Na’at – Athof – Taukid – badal dinamai tabi’ ( ‫ ) ﺗﺎﺒع‬artinya yang mengikut hukum Keempat – empatnya mengikuti kepada matbu’ ( ‫ ) ﻤﺗﺒﻮﻉ‬Artinya yang diikut Matbu’ dari na’at adalah man’ut Matbu’ dari taukid adalah mu’akad Matbu dari athof adalah ma’thuf alaih

1 Matbu’ dari badal adalah mabdul ISIM – ISIM YAN MANSUB ( YANG DINASABKAN ) Isim – ism yang dinasabkan ada 15 1. Mafu’ bih ( ‫ﻋﻞ ﻔﻌﻞﺍﻠﻔﺎ ﻋﻠﻳﻪ ﻗع ﻮ ﺍﻠذﻱ ﻫوﺍﻻﺴﻢ‬ 2. Maf’ ul muthlak (‫) ﺍﻠﻣﻄﻠﻖ ﻤﻔﻌﻮﻝ‬ 3. Mafhimin ajlih (‫) ﺃجﻠﻪ ﻣﻥ ﻤﻔﻌﻮﻝ‬ 4. Maf’ ulfih ( ‫) ﻔﻴﻪ ﻤﻔﻌﻮﻝ‬ 5. Maf’ul ma’ah (‫) ﻣﻌﻪ ﻤﻔﻌﻮﻝ‬ 6. Khabar kana (‫) ﻜﺎﻥ ﺨﻴﺭ‬ 7. Isim inna ( ‫) ﺇﻥ ﺍﺳﻢ‬ 8. Hal ( ‫) ﺍﻠحﺎﻞ‬ 9. Tamyiz ( ‫) ﺘﻣﻴﻴﺯ‬ 10. Mustasna ( ‫) ﻣﺷﺘﺛﻧﻰ‬ 11. Isim la ( ‫) ﺍﺴﻢﻻ‬ 12. Munada ( ‫) ﻣﻧﺎدى‬ 13. Khabar kada ( ‫) ﺨﺒﺭﻜﺎد‬ 14. Khobar ma hijaziah (‫) حجﺎﺯﻳﺔ ﺨﻳﺒﺭﻣﺎ‬ 15. Mengikuti bagi yang mansub (‫) ﻠﻠﻤﻨﺼﻮﺐ ﺘﺎﺒع‬ ) ‫ﺒﻪ ﻤﻔﻌﻮﻝ‬

1 Kalau kita menemui isim yang mansub maka I’rabnya adalah salah satu dari yang diatas. 1. BAB MAF’UL BIH ( OBJEK PENDERITA ) Arti dari lafadz maf’ulbih ( ‫ ) ﺒﻪ ﻤﻔﻌوﻞ‬adalah yang diperbuat dengan dia kalau Dalam bahsa Indonesia sama dengan objek penderita atau sasaran dari perbuatan. Contoh : ( ‫ ( ) ﺍﻠﻜﻟﺐ ﺿﺭﺒﺖ‬saya memukul anjing ) Kalimat (‫ ) ﺍﻠﻜﻟﺐ‬disini mempunyai kedudukan sebagai maf’ublih ( sasaran dari pukulan ) Maf’lbih itu hukumnya mansub tidak lain Undang – undang maf’ulbih adalah ( ‫ﺍﻟﻔﺎﻋﻞ ﻔﻌﻞ‬ ‫) ﻋﻠﻴﻪ ﻘع و ﺍﻟذى ﺍﻻﺴﻢ‬ Artinya : Isim yang terjadi atas dia perbuatan sifa’ul ( pelaku perbuatan ) yang dimaksud dengan terjadi perbuatan adalah ta’liq perbuatan, maka termasuk maf’ulbih ( ‫) ﺰﻴدﺍ‬ dalam contoh (‫ ( ) ﺰﻴدﺍ ﺿرﺒﺖ ﻤﺎ‬tidak memukul

1 aku akan siZaid sekalipun pukulan tidal

terjadi pada siZaid ). Maf’ul bih ada dua pembagian 1. Zhohir ( jelas ) 2. Mudmar ( isim dhomir ) Contoh : ( ‫ ( ) ﺍﻠغﻴﺙ ﺍﷲ ﺍﻧﺰﻞ‬telah menurunkan Allah akan hujan ) I’rabnya (‫ ) ﺍﻧﺰﻞ‬fiil madhi hukumnya dibina atas fathah (‫ ) ﺍﷲ‬Fail hukum nya marfu’ tanda rofa’nya dhomah (‫ ) ﺍﻠغﻴﺙ‬maf’ulbih hukumnya mansub tanda nasabnya fathah Zhohir terbagi kepada 8 sebagaimana pada fail dan naib fail mudhmar terbgai dua: 1. Muttasil ( ‫ ) ﻤﺗﺼﻞ‬artinya bersambung 2. unfasil ( ‫ ) ﻤﺗﺼﻞ‬artinya terpisah Muttasil ialah ( ‫ﺍﻻﺨﺗﻴﺎﺭ ﻔﻰ ( ﺇﻻ ) ﻳﻟﻰ وﻻ ﻣﻠﻪ ﻋﺎ ﻋﻟﻰ‬ ‫) ﻴﺘﻗدﻢ ﻣﺎﻻ‬

1 ( Sesuatu tidak bisa terdahulu dari amilnya dan tidak bisa mengiringi huruf (‫ ,) ﺇﻻ‬pada ketika ikhtiar ) Yang dimaksud dengan amil adalah fiil Yang dimaksud ikhtiar adalah bukan karena terpaksa seperti dharurat syi’ir Contoh : ( ‫ ( ) ﺍﻛﺭﻣﻪ‬telah memuliakan dia akannya ) - I’rabnya ( ‫ ) ﺃﻜﺭﻢ‬fiil madhi failnya adalah ( ‫) ﻫﻮ‬ yang ditakdirkan. Dan ( ‫) ﻩ‬ Muf’ulbih dia dhomir muttasil tidak bisa terdahulu dari amilnya, amilnya adalah( ‫) ﺃﻜﺭﻢ‬ Maka tidak sah dibaca (‫ﺃﻜﺭﻢ‬ ) Terdahulu atas amilnya dan bisa mengiringi huruf ( ‫ ) ﺇﻻ‬pada ketika ikhtiar ) Contoh : (‫ ( ) ﺃﻜﺭم ﻱ ﺍﻴﺎ‬akan memuliakan dia ) I’rabnya (‫ ) ﻱ ﺍﻴﺎ‬maf’ulbih hukumnya dibina atas fathah karena isim dhomir ‫) ﻩ‬ - Munfasil ialah : (‫ﺍﻻﺨﺗﻴﺎﺭ ﻔﻰ ( ﺇﻻ ) ﻮﻴﻟﻰ ﻤﻟﻪ ﻋﺎ ﻋﻠﻰ ﻳﺘﻗدﻢ ﻣﺎ‬

‫1‬ ‫‪ ) yang‬ﻫو ( ‪ ) fiil madhi failnya adalah‬ﺃﻜﺭم(‬ ‫‪ditrakdirkan dia adalah amil dari‬‬ ‫) ﺇﻴﺎﻱ ( ‪ ) boleh mendahulukan dari‬ﻱ ﺍﻴﺎ(‬ ‫) ﺃﮐﺭم ( ‪amilnya yaitu‬‬ ‫‪Muttasil dan munfasil masing – masing ada‬‬ ‫: ‪12 yaitu‬‬ ‫: ‪Contoh muttasil yaitu‬‬ ‫ﻤﺘکﻠﻢ‬ ‫ﺃﮐرﻤﻰ‬ ‫ﺃﮐرﻤﻨﺎ‬ ‫ﻣﺨﺎﻂﺒﺔ‬ ‫ﺃﮐرﻣﻚ‬ ‫ﺃﮐرﻤکﻤﺎ‬ ‫ﺃﮐرﻤکﻥ‬ ‫ﻤﺨﺎﻂﺐ‬ ‫ﺃﮐﺭﻤﻚ‬ ‫ﺃﮐرﻤﮐﻤﺎ‬ ‫ﺃﮐرﻤکﻢ‬ ‫ﻏﺎﺒﺔ‬ ‫ﺃﮐرﻤهﺎ‬ ‫ﺃﮐرﻤهﻤﺎ‬ ‫ﺃﮐرﻤهﻢ‬ ‫ﻏﺎﺋﺐ‬ ‫ﺃﮐرﻤﻪ‬ ‫ﺃﮐرﻤهﻤﺎ‬ ‫ﺃﮐرﻤهﻢ‬

‫‪I’rabnya : sama dengan contoh muttasil‬‬ ‫: ‪Contoh munfasil yaitu‬‬ ‫ﻤﺘکﺎﻢ‬ ‫ﻤﺨﺎﻄﺑﺔ‬ ‫ﻣﺨﺎﻂﺏ‬ ‫ﻏﺎﺋﺑﺔ‬ ‫ﻏﺎﺋﺐ‬

‫ﺇﻳﺎﻱﺃﮐرﻢ‬ ‫ﺇﻳﺎﻧﺎﺃﮐرﻢ‬

‫ﺇﻳﺎﻚﺃﮐرﻢ‬ ‫ﺇﻳﺎﻜﻣﺎﺃﮐرﻢ‬ ‫ﺇﻳﺎﻜﻥﺃﮐرﻢ‬

‫ﺇﻳﺎﻚﺃﮐرﻢ‬ ‫ﺇﻳﺎﻜﻣﺎﺃﮐرﻢ‬ ‫ﺇﻳﺎﻜﻢﺃﮐرﻢ‬

‫ﺇﻳﺎﻫﺎﺃﮐرﻢ‬ ‫ﺇﻳﺎﻫﻣﺎﺃﮐرﻢ‬ ‫ﺇﻳﺎﻫﻥﺃﮐرﻢ‬

‫ﺇﻳﺎﻩﺃﮐرﻢ‬ ‫ﺇﻳﺎﻫﻣﺎﺃﮐرﻢ‬ ‫ﺇﻳﺎﻫﻣﺎﺃﮐرﻢ‬

1

I’rabnya sama dengan contoh munfasil diatas. Pada asal susunan kalimat adalah fiil dahulu, kemudian fail dan setelah itu maf’ul. Tapi ada empat ( 4 ) wajib dahulu maf’ul bih dari fiil dan failnya, yaitu : 1. Kalau maf’ul bih itu isim isyarat contoh : ( ‫)ﻫﺎد ﻣﻥ ﻠﻪ ﻔﻤﺎ ﺍﷲ ﻳﺿﻠﻞ ﻤن‬ “ Akan orang yang menyesatkan Allah maka tidak ada bagi dia petunjuk “ ( ‫ﻤن‬ ) Maf’ul bih dari (‫ ) ﻳﺿﻠﻞ‬wajib mendahulukannya karena isim isyarat. 2. Kalau maf’ul bih isim istifham contoh : ( ‫ﺗﻧﻜﺭﻮن ﺍﷲ ت ﻔﺄﻱﺍﻴﺎ‬ kamu ingkari “ ( ‫ ) ﺍﻱ‬jadi maf’ul bih dari (‫ ) ﺗﻧﻜﺭﻮن‬wajib mendahulukannya karena isim istifham, 3. Kalau maf’ul bih itu ( ‫ ) ﻜﻢ‬atau ( ‫) ﻜﺎﻳﻥ‬ khobariyah ( yang berma’na amat banyak ) atau diidhofatkan kepada (‫) ﻜﻢ‬ ) “ maka akan mana ayat Allah-kah yan

1 khobariyah, contoh ( ‫ ) ﻤﻠﻛت ﻜﺗﺎﺐ ﻜﻢ‬Amat banyak telah aku miliki. Lafadz (‫ ) ﻜﻢ‬jadi maful bih dari (‫ ) ﻤﻠﻛت‬wajib mendahulukannya karena dia (‫) ﻜﻢ‬ Khobariyah. Contoh selengkapnya lihat ( Jami’usddurus halaman 13 juz3 ) 4. Kalau maf’ul itu dinasabkan oleh jawab (‫) ﺃﻣﺎ‬ contoh ( ‫) ﻣﺎﺍﻠﻴﺗﻳﻢﻔﻼﺘﻗهﺭ ﻓﺄ‬ “ Maka adapun akan anak yatim maka janganlah kamu menghardiknya “ Lafadz (‫ ) ﺍﻠﻴﺗﻳﻢ‬dinasabkan oleh (‫ ) ﻔﻼﺘﻗهﺭ‬dia menjawab dari (‫) ﺃﻣﺎ‬ II. BAB MAF’UL MUTHLAQ ( PENEGAS / PENJELAS ) Undang – undangnya : ( ‫ﺍﻮﻟﻌددﻩ ﻠﻧﻮﻋﻪ ﺍﻠﻣﺒﻳن ﺍﻮ ﻼﻣﻠﻪ‬ ‫) ﺍﻠﻤﺆﻜد ﺃﻠﻤﺼدﺭ‬ “ Maf’ul muthlaq adalah masdar yang menguatkan menegaskan bagi amilnya atau menjelaskannya macam – macam amilnya atau menjelaskan bilangan amilnya. Kalau

1 amilnya kadang – kadang fiil kadang kadang sifat dan kadang – kadang masdar. Contoh amil fiil (‫ “ ) ﺗﻜﻟﻴﻤﺎ ﻜﻠﻢﺍﷲﻤﺴﻰ‬Telah berbicara Allah akan musa dengan sebenar- benarnya bicara. Lafadz (‫) ﺗﻜﻟﻴﻤﺎ‬ masdar dari (‫) ﻜﻠﻢ‬ dia mempertegas ma’na dari (‫ ) ﻜﻠﻢ‬yang menjadi amilnya. Dan (‫ ) ﺗﻜﻟﻴﻤﺎ‬jadi maf’ul muthlak dari ( ‫) ﻜﻠﻢ‬ Contoh amilnya wasaf / sifat (‫) ﻀرﺑﺎ رﺐ ﺃﻧﺎﻀﺎ‬ ( saya orang yang memukul dengan sebenarbenar pukulan (‫ ) ﻀرﺑﺎ‬masdar dia jadi maf’ul muthlaq ‫) ﻔﺎﻋﻞ‬ Contoh amilnya masdar ( ‫“ ) ﻀﺭﺒﺎ ﻀرﺒﻚ ﻤن ﻋﺟﺒﺖ‬ Aku tercengang dari pukulan engkau dengan sebenar – benar pukulan” Lafadz (‫ ) ﻀرﺑﺎ‬masdar dari maf’ul muthlaq dari ( ‫ ) ﻀﺭﺐ‬pada (‫ﻀرﺒﻚ‬ ) yang juga masdar dia mempertegas makna amilnya. mempertegas makna amilnya. Amilnya adalah ( ‫ ) ﻀﺎرﺐ‬wasf setimbangan (

1 dan kalau penjelas bagi macam

amilnya kadang dengan memberi sifat kadang dengan idhofat kadang denan isyarat kepada masdar. Contoh dengan memeberi sifat ( ‫ﻴدﺍ ﺷد ﻀﺭﺑﺎ‬ ‫ “ ) ﻀﺭﺑﺖ‬Saya memukul semacam pukulan yang sangat “, Lafadz (‫ ) ﻀﺭﺑﺎ‬maf’ul mutlaq dari (‫ ) ﻀﺭﺑﺖ‬dia menjelaskan macam pukulan dengan lafadz (‫ ) ﻴدﺍ ﺷد‬sangat yang lafadz (‫ﻴدﺍ ﺷد‬ ) itu menjadi sifat / naat dari (‫) ﻀﺭﺑﺎ‬ Contoh dengan idhofat ( ‫ ) ﻀﺭﺑﺎﺍﻻﻣﻴر ﻀرﺒﺖ‬saya memukul semacam pukulan raja. Lafadz (‫ ) ﻀﺭﺑﺎ‬maf’ul muthlaq dari (‫ ) ﻀرﺒﺖ‬dia menjelaskan mudhofun ilaih. Contoh dengan isyarat, kepada masdar (‫ﺍﻟﺿﺭﺐ‬ ‫“ ) ﺬﻟﻚ ﻀﺭﺑت‬Aku memukul semacam demikian pukulan “. Lafadz (‫ ) ﺬﻟﻚ‬jadi maf’ul muthlaq dari (‫) ﻀﺭﺑت‬ dia bukan masdar tapi isyarat kepada masdar macam pukulan dengan diidhofatkan kepada lafadz (‫ ) ﺍﻻﻣﻴر‬dan (‫) ﺍﻻﻣﻴر‬

1 yang sesudahnya yaitu (‫) ﺍﻟﺿﺭﺐ‬ dia

menjelaskan macam amilnya. Kalau menjelaskan bilangan ailnya dengan )/ lafadz ( ‫ﻤﺭة ) / ( ﻤﺭﺗﻴﻥ‬

( ‫ )ﻤﺭﺍﺖ‬satu kali/dua kali / beberapa kali. Contoh ( ‫ “ ) حدة وﺍ ﻀﺭﺑﺔ ﺿﺭﺑت‬Aku memukul satu kali pukulan “ Lafadz (‫ ) ﻀﺭﺑﺔ‬jadi maf’ul muthlaq dari (‫) ﺿﺭﺑت‬ dia berfungsi menjelaskan bilangan amilnya. Hasil fungsi dari maf’ul mutlaq ada 3 yaitu : 1. Menegaskan Amil 2. Menjelaskan macam amil. 3. Menjelaskan bilangan amil III.BAB MAFUL MIN AJLIH ( PENYEBAB KEJADIAN ) Maf’ul min ajlih dinamai juga maf’ullah dan maf’ul liajlih Undang- undangnya adalah : ‫ﺃﻟﻣﺼدﺭﺍﻟﻣﺬﻜوﺭﻋﻟﺔﻟحدﺚﺷﺎﺭﻜﻪﻔﻰﺍﻟﺯﻣﺎنﻮﺍﻟﻓﺎﻋﻞ‬

1 Masdar yang disebutkan sebagai alasan bagi kejadian ( peristiwa ) yang sama waktu dan pelakunya. Maksudnya : Maf’ul min jalih itu shighatnya adalah masadar dan masdar nitu gunanya sebagai alasan bagi kejadian ( fiil ), Waktu fiil dengan waktu masdar harus sama fail ( pelaku ) dari masdar dengan pelaku fiil harus sama. Contoh : ‫ ( ﺇﺟﻼﻻﻟﻟﺷﻴﻎ ﻓﻣت‬aku berdiri karena memuliakan bagi syekh ( orang tua) I’rabnya : ‫ ﻓﻣت‬Fiil dan fail ‫ ﺇﺟﻼﻻ‬Maf’ul menjadikan sebab dari ( min ajlih dia ‫ت‬ ‫ ( ) ﻓﻣت‬berdiri )

Fail ( ‫ ) ﻗﻢ‬dengan fail (‫ ) ﺇﺟﻼﻻ‬sama yaitu (

) ( aku ) Waktu (‫ ) ﻗﻢ‬dengan waktu (‫) ﺇﺟﻼﻻ‬ sama yaitu disaat terjadi berdiri saat itu terjadi memuliakan (‫) ﻟﻟﺷﻴﻎ‬jar dan majrur. Hasil syarat dari maf’ul min ajlih 1. Masdar 2. Menjadi alasan bagi kejadian 3. Sama failnya dan zamannya

1 Kalau kurang salah satu dari yang tiga ini mak dia harus dijarkan dengan lam ta’lil ( ‫) ﻻﻢﺍﻟﺗﻌﻟﻳﻝ‬ Contoh yang tidak masdar firman Allah ‫ﺟﻣﻴﻌﺎ ﻣﺎﻔﻰﺍﻻرﺾ ﻫﻮﺍﻠذىﺨﻠﻖﻟﻜﻢ‬ ( Dia yang telah menjadikan bagi kamu apa yang ada dibumi keseluruhan ) Lafadz ( ‫ ( ) ﻠکﻢ‬kamu ) adalah menjadi sebab Allah menciptakan apa yang ada dibumi tapi dia bukan masdar karena itu dimaksudkan kedalamnya lam ta’lil. Contoh yang tidak sama zamannya kata penyair ‫ﺍﻟﺳﺗرﺇﻻﻟﺒﺴﺔﺍﻟﻤﺗﻔﻀﻞ ﻟدى * ﺛﻴﺎﺒهﺎ ﻟﻧﻮﻢ ﻧﺿت ﻮﻘد ﻔﺟﺋت‬ ( aku telah datang pada hal sungguh telah menanggalkan si perempuan akan pakaiannya karena akan tidur disamping penutup kecuali pakaian tipis) Lafadz ( ‫ ( ) ﻧﻮم‬tidur ) menjadi alasan bagi menanggalkan zamannya tidak menanggalkan pakaian sama pakain masdar karena dahulu tapi zaman dari

lebih

1 zaman tidur karena itu dijarkan dia dengan lam ta’lil jadi dia ( ‫) ﻟﻧﻮم‬ Contoh yang tidak sama failnya ‫ﻫﺎﻮﺯﻴﻧﺔ ﻮﺍﻟﺧﻴﻞﻮﺍﻟﺒﺨﺎﻞﻮﺍﻟحﻤﻴرﻟﺗرﻜﺑﻮ‬ (Allah telah menciptakan kuda, bugal, keledai, agar kamu menungganginya dan mengendalikannya hiasan ) Lafadz ( ‫ ) ﻫﺎ ﻟﺗرﻜﺑﻮ‬dengan takdir ( ‫ ) ﻻﻥﺗﺭﻜﺑﻮﻫﺎ‬dia menjadi alasan bagi penciptaan kuda, bugol, dan keledai. Tapi failnya berbeda karena fail dari penciptaan kuda, bugol, dan keledai adalah Allah. Sedangkan fail dari ( ‫) ﺗﺭﻜﺑﻮ‬ adalah manusia karena itu dijarkan dengan lam ta’lil

4. BAB MAF’ULFIH / ZHOROF ( LINGKUNGAN / WADAH ) Maf’ulfih nmanya ini menurut Zhorof ( orang wadah Basrah ) dari

adalah

1 perbuatan karena perbuatan terjadi pada waktu itu atau pada tempat itu. Kalau perbuatan terjadi pada waktu itu dinamakan zhorof zaman. Kalau perbuatan terjadi pada tempat itu dinamakan zhorof makan. Undang maf’ulfih adalah ( ‫) ﻔﻰ ﻤﻌﻨﻰ ﻤﺎﻀﻤﻥ‬ ( sesuatu yang mengandung ma’na (‫ ) ﻔﻰ‬pada Hanya ‫ﺼﻤﺖﻴﻮﻢﺍﻠﺧﻣس‬ ( aku puasa pada hari kamis ) I’rabnya : ‫ﻴﻮﻢ‬ ‫ﺼﻤﺖ‬ fiil dan fail Maf’ulfih / Zohorof zaman mengandung ma’na ‫ ﻔﻰ‬saja sedangkan huruf ‫ﻔﻰ‬ nya tidak ada contoh

karena perbuatan puasa terjadi pada waktu itu. Didalamnya terkandung ‫ ﻔﻰ‬yaitu pada hari sedangkan huruf ‫ﻔﻰ‬ ‫ ﺃﻟﺨﻣس‬Mudhofan ilaih nya / tidak ada hukumnya mansub tanda nasabnya fathah. mahraf hukumnya majrur tanda jarnya kasrah. Contoh : ‫ ( ﺃﻤﺎﻣﻚ جﻠﺴﺖ‬aku duduk dididepan ) I’rabnya : ‫جﻠﺴﺖ‬ Fiil dan fail

1 ‫ﻢ ﺃﻤﺎ‬ ‫ﻚ‬ Maf’ul fih / zhorof makan Mudhofun ilaih hukumnya dibina dhomir. Semua isim zamn ( penunjuk waktu ) bisa dii’rabkan sebagai zhorof atau mafulfih baik yang mukhtas ( ‫ ) ﻣﺧتﺼﻰ‬atau yang ma’dud ( ‫ ) ﻤﻌدد‬atau yang mubham ( ‫) ﻣﺒهﻢ‬ Yang dimaksud dengan mukthas adalah sesuatu yang bisa menjadi jawab bagi ‫ ( ﻣﺘﻰ‬bilakah ) contoh ( ‫ ( ) ﻳﻮﻢﺍﻠﺧﻤﻳس‬seminggu ) bisa menjadi jawab kalau ditanya orang bila kamu puasa ? Yang dimaksud dengan ma’dud adalah sesuatu yang bisa menjadi jawab bagi ‫ﻜﻢ‬ ( berapakah ) seperti ( ‫ ( ) ﺍﺴﺒﻮﻉ‬seminggu ) bisa menjadi jawab kalau ditanya orang berapa hari kamu diperjalanan ? atas fathah pada isim tempat jar karena

sama dengan keterangan diatas

1 Yang dimaksud dengan mubham adalah sesuatu yang tidak bisa menjadi jawab dari (‫ ) ﻜﻢ‬dan ( ‫ ) ﻣﺘﻰ‬seperti ( ‫( ) حﻴﻥ‬ketika) dan ( ‫( ) ﺃﻠﻮﻗﺖ‬sewaktu- waktu) Isim makan (penunjuk tempat ) yang bisa dii’rabkan sebagai maf’ul fih atau zhorof haya yang mubham saja ang lain tidak bisa. Isim makan yang mubham ada tiga 1. Isim jihat yang 6 ( arah yang eam ) a. ‫ ( ﻓﻮﻖ‬diatas ) b. ‫ ( ﺗحﻖ‬dibawah ) c. ‫ ( ﻴﻣﻴن‬sebelah kanan ) d. ‫ﺃﻠﺷﻤﺎﻞ‬ ( sebelah kiri ) e. ‫ ( ﻮرﺍﺀ‬dibelakang ) f. ‫ ( ﺍﻣﺎﻢ‬didepan ) 2. Isim muqadir ( ‫ = ) ﻣﻗﺎدﻴر‬jarak seperti ( ‫ ( ) ﻔﺭﺳﺦ‬satu farsakh ) dan ( ‫ ( ) ﻣﻴﻝ‬satu mil ) 3. Sesuatu yang dishighati ( diambil dari asdar amilnya )) contoh ::

1 ‫ ( ﺰﻴد جﻠﻴﺗﻰ ﻤجﻠس‬Aku duduk pada tempat duduk siZaid ) ‫ﻤجﻠس‬ Isim makan / maf’ul fih dia ‫جﻠﻮﺴﺎ‬ juga bisa dii’rabkan dengan zhorof, karena lafdz ‫ ﻤجﻠس‬terambil dari masdar dari amilnya ‫ ﺰﻴد‬mudhofunilaih adalah ‫جﻠس‬

5. BAB MAF’UL MA’AH ( PENYERTA PERBUATAN ) Undang – undang maf’ul adalah ‫)ﺍﻟﻤﺻﺎحﺒﺔ ﺍﻟﻤﺴﺒﻮﻘﺔ ﺒﻓﻌﻝ ﺃﺒﺎﺀ ﺴﻢﻓﻳﻪ ﻤﻌﻧﻰﺍﻟﻓﻌﻞ ﻮحﺭﻮﻨﻪ) ﺇﺳﻢﺍﻠﻔﺿﻠﺔﺍﻟﻮﺍﻮ‬

(I’sim yang fudhah ( bukan pokok ) yang terletak sesudah waw (‫) ﻮﺍﻮ‬yang mempunyai arti beserta / bersama. Yang didahului oleh fiil atau oleh isim

1 yang mempunyai ma’na fiil dan huruf fiil ) Hasil syarat – syarat yang ak jadi maf’ul ma’ah itu a. Dia harus isim yang fudhlah b. Harus terletak sesudah waw yang bermakna beserta c. Harus didahului oleh fiil atau isim yang mempunyai ma’a fiil dan huruf fiil. Contoh yang didahului oleh fiil I’rabnya : ‫ﻮ‬ ma’na ‫ﻤع‬ ‫ﺍﻟﻨﻳﻝ‬ ‫ﺴﺭ‬ ‫ﺴﺭﺖ‬ fiil dan fail maksudnya waw ‫ﺴﺭﺖﻮﺍﻟﻨﻳﻝ‬

( aku berjalan beserta sungai nil ) Maiyah

( beserta ) Maf’ul ma’ah dia penyerta

dari perbuatan ( Fiil ) yaitu lafaz ( berjalan ) hukumnya mansub Contoh yang didahului oleh isim yang mempunyai ma’na fiil dan huruf fiil

1 ( ‫ﺋﺭﻮﺍﻟﻨﻳﻝ‬ I’rab ‫ﺍﻨﺎ‬ ‫ﺴﺎﺋﺭ‬ ‫ ( )ﺃﻧﺎﺴﺎ‬saya orang yang berjalan Mubtada. Khabar isim yan mempunyai lam

beserta sungai nil )

ma’na fiil dan huruf fiil, makna fi’ilnya yaitu berjalan huruf fi’il ‫ﺳﻰ‬ fiil ( ‫ ) ﻮ‬Maiyah (‫ﺍﻟﻨﻳﻝ‬ VI. ) Maf’ul maah. Hukumnya ansub. BAB KHABAR KANA ( ‫ﻜﺎﻥ‬ SAUDARA- SAUDARANYA Telah berlalu penjelasan tentang kana ( ‫ ) ﻜﺎﻥ‬dan saudara – saudaranya baahwa dia bekerja merofa’kan isim dan menasabkan khabar dan asal dariisim dan khabar itu mulanya adalah mubtada dan khabar yang marfu’ setelah masuk (‫ﻜﺎﻥ‬ ) khabarnya ‫.)ﻜﺎﻥ‬ berubah jadi mansub contoh : (‫ﻗﺎﺋﻤﺎ ﺯﻳد‬ mubtada dan khabar. ) DAN fa fiil. Sain fiil ‫ﺭ‬

Semua ketentuannya sama dengan khabar

1

VII.

BAB ISIM INNA ( ‫ ) ﺇن‬DAN SAUDARA – SAUDARANYA

Ini juga sudah selesai pembahasan kita disana. Bahwa ( ‫ﺇن‬ ) dan saudara – saudaranya bekerja menasabkan isim dan merofa’kan khabar. Isimnya itu berasal dari mubtada dan khabarnya berasal dari khabar yan kedua – duanya narfu’ kemudian setelah masuk ( ‫) ﺇن‬ (‫ﺰﻳدﺍﻗﺎﺋم ﺇن‬ ) mubtadanya berubah jadi mansub. Contoh Karena dia berasal dari mubtada maka ketentuan – ketentuannya semuanya sama dengan ketentuan mubtada tanapa ada perbedaan.

VIII. BAB HAL ( PENJELAS KEADAAN )

1 Undang – undang hal adalah ( ‫ﻛﻳﻑ ﺟﻮﺍﺐ ﻔﻰ ﻳﻗع‬ ‫) ﻓﺿﻟﺔ ﻮﺼﻑ‬ Wasaf ( sifat ) yangdifudlah ( bukan pokok ) yan terletak menjadi jawab dari (‫=) ﻛﻳﻑ‬ bagaimana Hasil dari undang – undang bahwa syarat hal ada tiga : 1. Dia harus isim wasaf ( sifat ) / mustaq 2. Dia harus fudhlah / jatuh sesudah sempurna kalam 3. Bisa sebagai jawab dari pertanyaan (‫ﻛﻳﻑ‬ ) bagaimana 4. Hal mesti ,akirah 5. Shahib hal itu harus ma’rifah Contoh ( ‫) ﻤﻛﺗﻮﻔﺎ ﻀرﺒﺖﺍﻟﻟﺹ‬ = aku telah memukul pencuri hal keadan diikat. I’rabnya : (‫ ) ﻀرﺒﺖ‬Fi’il dan fail, (‫) ﺍﻟﻟﺹ‬ maf’ul bih / dia shahib hal ( yang mempunyai keadaan ), ( dia bisa jadi ‫ ) ﻤﻛﺗﻮﻔﺎ‬hal dia mansub tanda jawab dari pertanyaan, nasobnya fathah dia wasaf isim maf’ul dan

1 bagaimana keadaan pencuri ketika dipukul ? Jawabnya diikat. Yang mempunyai keadaan disebut shahib hal, dalam contoh diatas shahib hal adalah lafadz ( ‫ = ) ﺍﻟﻟﺹ‬pencuri Yang akan jadi shahib hal itu adalah 1. Fail contoh ( ‫) جﺎﺀﺰﻳدرﺍﻜﺑﺎ‬ 2. Maf’ul contoh ( ‫) رﻜﺒﺖﺍﻠﻔﺭسﻤﺴرجﺎ‬ 3. Kalimat yang dijar dengan huruf contoh ( ‫) جﺎﻟﺴﺔ ﻤررتﺒﻫﻧد‬ 4. Kalimat yang dijarkan dengan mudhaf dengan syarat mudhaf harus bagian dari mudhafun ilaih ( ‫) ﺍﻤﺣﻴﺐﺃﺣدﮐﻢﺃﻥﻴﺎﮐﻞﻠﺣﻢﺍﺨﻴﻪﻤﻳﺗﺎ‬ Kalimat yang akan jadi hal nakirah sepeti contoh diatas, kalau ada hal ma’rifah maka kita harus mentakwilkannya kepada nakirah contoh ( ‫ “ ) ﺃدﺨﻠﻮﺍﺍﻻﻮﻞﻓﺎﺍﻻﻮﻞ‬Masiklah kamu hal keadaan satu persatu. I’rabnya : ( ‫ ) ﺃدﺨﻟﻮﺍ‬fiil amar, fa’ilnya adalah( ‫) ﺃﻧﺘﻢ ) ( ﺍﻻﻮﻝﻓﺎﺍﻻﻮﻞ‬ menjadi hal dia

1 ma’rifah maka ditakwilkan pada yang nakirah takwilnya adalah ( ‫ ) ﻣﻧﻓردﺍ‬shahib halnya adalah fa’il dari ( ‫) ﺃدﺨﻠﻮﺍ‬ yaitu (‫) ﺃﻧﺗﻢ‬

Syarat yang akan menjadi hal shahib hal harus salah satu dari empat : 1. Ma’rifah Contoh ( ‫) ﺨﺷﻌﺎﺃﺒﺼﺎﺭﻫﻢﻤﺣﻴﺭجﻮن‬ pandangan = sambil keluar. I’rabnya : ( ‫ ) ﺨﺷﻌﺎ‬menjadi hal shahib halnya adalah fail dari ( ‫ ) ﻤﺣﻴرجﻮن‬yaitu ( ‫ ) ﻫﻢ‬dia ma’rifah ea isim dhamir ( ‫ ) ﺃﺒﺼﺎ‬fail dari ( ‫ ) ﺨشﻌﺎ‬dan (‫) ﻫﻢ‬mudhafun ilaih 2. Taknis ( ‫ ) ﻤﺣﺼﻳﺺ‬mengkhususkan contoh ( ‫ : ) ﻔﻰﺃﺭﺑﻌﺔﺃﻴﺎﻢﺴﻮﺃﻠﻟﺴﺎﺋﻠﻴن‬pada empat hari sebagai jawaban bagi oran yan bertanya. I’rabya ( ‫ : ) ﻔﻰﺃﺭﺑﻌﺔ‬jar dan majrur muta’alaq dengan ( ‫ ) جﻌﻞ‬yang sebelumnya ( ‫ ) ﺃﻳﺎﻢ‬mudhafun ilaih ( ‫ ) ﺴﻮﺃ‬hal dari ( ‫ ) ﺃرﺒﻌﺔ‬dia nakirah tapi mengkhususkan menundukan mereka

1 ( ‫ ) ﻠﻟﺴﺎﺋﻠﻴن‬jar dan majrur 3. Ta’mim ( ‫) ﺘﻌﻤﻳﻢ‬ umum contoh ( ‫ ( ) ﻮﻤﺎﺃﻫﻠکﻨﺎﻤﻥﻗﺭﻴﺔﺇﻻﻫﺎﻨذﻮﻥ‬dan tidak kami hancurka satu kampung kecuali bagi yang sudah diberi perinatan ) I’rabnya : ( ‫ ) ﻮ‬isti’naf ( permulaan ), ( ‫) ﻤﺎ‬ nafi ( menidakkan ) ( ‫ ) ﺃﻫﻠکنﺍ‬fiil dan fail ( ‫) ﻤﻥ‬ jar dan majrur pada mahal asab jadi maful bih, sohib hal ( ‫ ) ﺍﻫﺎ‬jar dan majrur jadi khabar muqaddam ( khabar yang didahulukan ) ( ‫ ) ﻤﻨﺬرﻮﻥ‬mubtada muakhar ( mubtada’ yang dikemudiankan ‫) ﻗﺭﻴﺔ ) - ( ﻗﺭﻴﺔ‬ ) jumlah mubtada’ dan khabar pada mahal nasab menjadi hal dari ( shohib hal dia umum yaitu kampung mana saja. 4. Takhir ( kemudian ) dari hal contoh ( ‫) ﺍﻤﻴﺔﻤﻮﺣﺷﺎﻂﻟﻞﻴﻠﻮﺡﮐﺎﻨﻪﺨﻠﻞ‬ ( Bagi mayat ( ‫) ﺍﻤﻴﺋﺔ‬ puing jar hal dan keadaan majrur sunyi khabar menyatakan seolah – olah rusak ) I’rabnya muqaddam, ( ‫ ) ﻤﻮﺣﺷﺎ‬hal yang didahulukan dari shahibnya ( ‫ ,) ﻂﻠﻞ‬mubtada muakhar

1 shohib hal terakhir dari halnya, ( ‫ ) ﻴﻠﻮﺡ‬fiil mudhari’ failnya adalah ( ‫ ) ﻫﻮ ) – ( ﮐﺎﻥ‬saudara ( ‫) ﺇﻥ‬ kerjanya menasobkan ‫) ﮐﺎﻥ‬ ‫) ﮐﺎﻥ‬ Untuk contoh isim dan merofa’kan khabar ( ‫ ) ﻩ‬isim dari ( ( ‫ ) ﺨﻠﻞ‬khabar dari (

nomor 2,3,4, shahib halnya nakirah boleh karena dia memfaedahkan takhsis, ta’mim dan takhir. Hal dengan memandang kepada sifat terbagi kepada dua : 1. Muntaqilah ( ‫ ) ﻤﻧﺗﻗﻠﺔ‬berpindah maksudnya tidak selalu berada pada shahibnya seperti ( ‫ = ) جﺎﺀﺯﻴدرﺍﮐﺑﺎ‬telah datang siZaid hal keadaan berkendaraan. kaki. 2. Lazimah ( ‫ ) ﻻﺯﻣﺔ‬mesti maksudnya selalu berada pada shahibnya. Contoh ( ‫ = ) دﻋﻮﺖﺍﷲﺴﻤﻴﻌﺎ‬aku berdoa pada Allah hal keadaan mendengar. SiZaid tidak selalu berkendaraan kadang – kadang dia berjalan

1 Mendengar itu selalu ada pada Allah tidak pernah terpisah 3. Muthiah ( ‫ → ) ﻤﻮﻂکﺔ‬menjamidi mauruf dengan mustaq contoh : ( ‫ ) ﻔﻰﺘﻤﺜﺎﻠهﺎﻤﺷﺭﺍﺴعﻴﺎ‬hal memandang kepada zaman terbagi dua : 1. Muqaronah fi zaman ( ‫ ) ﻤﻗﺎﺭﻧﺔﻔﻰﺍﻠﺰﻤﺎﻥ‬artinya disertai zaman Contoh ( ‫ = ) ﻫذﺍﺒﻌﻟﻰشﻴﺧﺎ‬Ini suamiku hal keadaan tua 2. Muqaddarah ( ‫ ) ﻤﻗدﺭة‬terkemudian contoh ( ‫ = ) ﺃدﺧﻟﻮﺍﻫﺎﺨﺎﻠدﻳن‬masuklah kamu akan surga hal keadaan kekal. Kekal dalam sorga kemudian dari zaman masuk 3. Mahkiyah ( ‫ ) ﻣﺣکﻴﺔ‬zaman yang lewat contoh ( ‫) جﺎﺀﺯﻴدﺃﻣسرﺍﮐﺑﺎ‬ = telah datang siZaid kemarin sore hal keadaan mengandarai. Dalam kalimat, hal itu ada satu saja, ada yang lebih dari satu, contoh yan satu semua contoh diatas. Contoh yang lebih dari satu ( ‫= ) ﻠﻗﻴﺗﻪﻤﺼﻌدﺍﻤﻧﺣﺿﺭﺍ‬ ( aku akan menemui dia hal keadaan naik hal

1 keadaan menghadap ), dalam kalimat ini ada dua hal yaitu ( ‫ ) ﻤﺼﻌدﺍ‬dan ( ‫ ) ﻤﻧﺣﺿﺭﺍ‬dan ada dua shahib hal yaitu ( hal. 10. BAB TAMYIZ (PENJELAS ZAT / BENDA ) Undang–undang tamyiz adalah( ‫ ) ﺖ‬fail dan ( ‫ ) ﻩ‬maf’ul, maka untuk masing – masingnya ditaksir satu buah

‫ ) ﺍﻠﺬرﺍﺖﺇﺳﻢﻓﺿﻠﺔﻨکرةجﺎﻤدﻤدﻤﻓﺴرﺍﻤﺎﺍﻨﺒهﻢﻤﻥ‬isim fadlah yang nakirah yang jamid yang menjelaskan untuk yang dikeragui dari zat – zat ) Hasil dari undang – undang bahwa syarat tamyiz ada lima. 1. Isim 2. Fadhlah 3. Nakirah 4. jamid 5. Menjelaskan untuk yang dikeragui dari zat – zat

1 Contoh ( ‫ ( ) ﺍﺣدﻋﺷرﮐوﮐﺒﺎ‬sebelas bintang ) kalimat ( ‫ ) ﮐﻮﮐﻨﺎ‬penjelas dari kalimat ( ‫) ﺍﺣدﻋﺷﺭ‬ Kegunaan tamyiz ada dua : a. Menjelaskan mufrad b. Menjelaskan untuk nisah ( pembangsaan ) 1. Yang menjelaskan mufrad ada dua a. Isim muqadir. Isim muqadir ada tiga : 1.. Musahat ( ‫ ) ﻤﺴﺎﺣﺖ‬ukuran contoh ( ‫ ( – ) جرﻴﺐﻨﺨﻼ‬sekantong nakhal ) kata ( ‫ ) ﻨﺨﻼ‬tamyiz dari ( ‫) جﺭﻴﺐ‬ 2. Alkaylu ( ‫ ) ﺃﻠکﻴﻝ‬takaran contoh ( ‫ ( – ) ﺼﺎﻉﺘﻤرﺍ‬seliter tamar ) 3. Wazan ( ‫ ) ﺍﻠﻮﺰﻥ‬timbangan contoh ( ‫ ( – ) ﻤﻨﻮﻴنﻋﺴﻼ‬dua sukat madu) b. Isim bilangan contoh ( ‫) ﺃﺣدﻋﺷﺭدرﻫﻤﺎ‬ Termasuk kedalam tamyiz bilangan sebelas dirham. tamyiz dari (‫ ) ﮐﻢ‬istifhamiah dan (‫)ﮐﻢ‬

1 khabariah. (‫ ) ﮐﻢ‬istifhamiah adalah (‫)ﮐﻢ‬ yang dipakai untuk bertanya erapa bilangankah (‫ ) ﮐﻢ‬khabariah adalah ( ‫)ﮐﻢ‬ yang berarti amat banyak. Kalau tamyiz dari (‫) ﮐﻢ‬ istifhamiah dimufrad dan dinasabkan, contoh ( ‫) ﮐﻢﻋﺒدﺍﻤﻠکﺖ‬ - ( berapa budakkah yang telah engkau miliki ), ( ‫) ﻋﺑدﺍ‬jadi tamyi dari (‫ ) ﮐﻢ‬dia mufrad dan dia. Kalau tamyiz dari (‫ ) ﮐﻢ‬khabariah di khafadkan selama –lamanya. Contoh ( ‫) ﮐﻢﻋﺒدﻤﻠکﺖ‬ – ( amat banyak budak yang telah aku miliki ), (‫ )ﻋﺒد‬jadi tamyiz dari (‫ ) ﮐﻢ‬khabariah maka dikhafadkan dia. Kalau dia tamyiz dari sepuluh keatas dijama’kan, contoh : ( ‫ ( – ) ﮐﻢﻋﺒدﻤﻠکﺖ‬berapa banyak budak yang engkau miliki ? ) jawab. ( ‫ ( – ) ﻋﺷرﺃﻋﺒدﻤﻠﮐﺖ‬sepuluh budak yang telah aku miliki )

1 ( ‫ ) ﻋﺒﻴد‬dan ( ‫ ) ﺃﻋﺒد‬jadi tamyiz maka dia dijama’kan. Yang mengkhafadka tamiyz itu adalah ( ‫) ﻤﻥ‬ yang diidmarkan ( disembunyikan ). c. Sesuatu yang menunjukan atas mumasalah ( ‫ ) ﻤﻣﺎﺜﻠﺔ‬perumpamaan Contoh ( ‫ ) ﻮﻠﻮجﺋﻧﺎﻣﻤﺜﻠﻪﻣددﺍ‬sekiranya kami datangkan perumpamaan sebanyak itu juga. I’rabnya : ( ‫ ) ﻮ‬isti’nafiah ( ‫ ) ﻟو‬huruf syartiyah ( ‫ ) جﺋﻧﺎ‬fiil dan fail ( ‫ ) ﻤﻣﺜﻞ‬jar dan majrur ( ‫ ) ﻣددﺍ‬tamyiz. d. Sesuatu yang menunjukan yang lain contoh ( ‫ ( – ) ﺇﻥﻠﻧﺎﻏﻴﺭﻫﺎﺇﺑﻼ‬sesungguhnya bagi kami ada yan lain unta ) I’rabnya : (‫ ) ﺇن‬amil nawasekh huruf taukid ( ‫ ) ﻠﻧﺎ‬khabar muqaddam dari ( ‫) ﻏﻴر ) , ( ﻏﻴر‬ isim ( ‫) ﺇن‬ dari ( ‫) ﻫﺎ‬

mudhafun ilaih ( ‫ ) ﺇﺒﻼ‬tamyiz. 2. Menjelaskan untuk nisbah ada dua a. Muhawwal ( ‫ ) ﻤحﻮﻝ‬yang dipalingkan

1 b. Ghairu muhawal ( ‫ ) ﻏﻴﺭﻤﺣﻮﻝ‬tidak dipalingkan a. Muhawwal ada tiga 1. Muhawwal dari fa’il maksudnya tamyiz itu mulanya adalah fa’il. Contoh (‫ ( – ) ﻠرﺃسﺷﻴﺑﺎ ﺇﺳﺘﻌﻞﺍ‬telah cemerlang kepala nisbah uban ) I’rabnya ( ‫ ) ﺇﺳﺘﻌﻞ‬fiil madhi ( ‫ ) ﺍﻠرﺃس‬fail ( ‫ ) ﺷﻴﺒﺎ‬tamyiz Asal dari contoh itu adalah ( ‫) ﺇﺴﺘﻌﻞشﻴﺐﺍﻟﺭﺃس‬ cemerlang – uban ( telah ) kepala

dijadikan mudhafun ilaih jadi fa’il dan fa’il dijadikan tamyiz gunanya keraguan supaya karena timbul kalau

dikatakan ( ‫ ( – ) ﺇﺴﺘﻌﻞﺍﻟﺭﺃس‬telah cemerlang kepala ) tentu akan ragu kita apa yang membuat cemerlang maka didatangkan lafadz ( ‫ ) ﺷﻴﺒﺎ‬menjelaskan.

1 Menyebutkan sesuatu sesudah ada keraguan akan lebih mantap dalam jiwa. 2. Dipalingkan dari maf’ul contoh ( ‫– ) ﻮﻗجرﻧﺎﺍﻻﺭﺾﻋﻴﻮنﺍﻻرﺾ‬ ( telah kami pancarkan akan bumi nisbah mata air ) I’rabnya ( ‫ ) ﻮ‬ataf ( ‫ ) ﻓجرﻧﺎ‬fi’il dan fa’il ( ‫ ) ﺍﻻرﺾ‬maf’ul bih ( ‫ ) ﻋﻴﻮﻨﺎ‬tamyiz. Asalnya adalah ( ‫ ( – ) ﻮﻓجرﻨﺎﻋﻴﻮنﺍﻻﺭﺾ‬telah kami pancarkan akn bumi nisbah mata air. Dijadikan mudhafun ilaih menjadi mf’ul dan maf’ul jadi tamyiz. 3. Dipalingkan dari mubtada contoh ( ‫ ( ) ﺰﻴدﺃﮐﺜرﻤﻨﻚﻋﻟﻤﺎ‬siZaid lebih banyak dari engkau nisbah harta ) I’rabnya : ( ‫ ) ﺯﻳد‬mubtada ( ‫ ) ﺍﮐﺛر‬khabar

1 ( majrur ( ‫ ) ﻋﻠﻣﺎ‬tamyiz Asal dri kalimat itu ( ‫ﻋﻠﻢﺰﻴدﺃﮐﺜﺭﻤﻧﻚ‬ ) ( ilmu sizaid lebih banyak dari dan engkau) mubtada jadi dijadikan tamyiz mudhofun ilaih jadi mubtada tujuannya sama dengan diatas b. Goiru muawwal yaitui tidak dipalingkan dari apapun meman dari dasarnya dia sudah jadi tamyiz contoh : ( ‫ ) ﺰﻳدﺃﮐﺭﻢﺍﻠﻧﺎسرجﻼ‬siZaid adalah semulia – mulia manusia, nisab laki – laki. ( ‫ ) ﺯﻴد‬Mubtada ( ‫ ) ﺃﮐرﻢ‬Khabar ( ‫ ) ﺍﻟﻧﺎس‬Mudhafun ilaih ( ‫ ) رجﻼ‬Tamyiz Kadang – kadang ada hal dan tamyi gunanya sebagai penguat ( taukid ) ‫ ) ﺍﻠﻧﺎس‬jar dan

1 Contoh hal sebagai penguat ( ‫) ﻻﺘﻌﺜﻮﻔﻰﺍﻻرﺾﻤﻓﺴدﻳن‬ ( janganlah kamu berjalan dimuka bumi hal keadaan sombong ). Lafadz ( ‫ ) ﻤﻓﺴدﻴن‬menjadi hal tapi faedahnya mempertegas ) Contoh sungguh tamyiz aku sebagai mengetahui penguat ( ( ‫) دﻴﻥﻤﺣﻤدﻤﻥﺨﻳرﺃدﻴﺎﻥﺍﻟﺑﺭﻴﺔ ﺒﺎﻥ ﻋﻠﻤﺖ دﻳﻧﺎﻮﻠﻗد‬ demi

bahwasanya

agama Muhammad sebaik –baiknya agama ketuhanan agama ) lafadz ( ‫ ) دﻴﺒﺎ‬I’rabnya jadi tamyiz tapi gunanya untuk mempertegas ( taukid / penguat ) 10. BAB ISTISNA ( PENGECUALIAN )

Istisna artinya pengecualian Artinya mengeluarkan sesuatu dari hukum yang ditetapkan sebelumnya Contoh : ( ‫ ( ) ﻗﺎمﺍﻠﻗﻮﻢﺇﻻﺰﻴدﺍ‬telah berdiri kaum kecuali siZaid ) Menetapkan berdiri, hukum berdiri dari pada kaum itu keudian mengeluarkan siZaid dari hukum keluarnya siZaid berdiri

1 namanya istisna, dari yang dikeluarkan atau

dikecualikan

hukum

sebelumnya

namanya adalah mustasna. Alat yan dipakai untuk mengeluarkan atau mengecualikan namanya adat istisn sesuatu yang dari dia itu dikeluarkan mustasna namanya mustasna minhu, dalam contoh ( ‫ ( ) ﺍﻠﻗﻮﻢﺍﻻﺰﻴدﺍﻗﺎم‬telah berdiri kaum kecuali siZaid ) lafadz ( ‫ ) ﺍﻠﻗﻮم‬adalah mustasna minhu (‫) ﺇﻻ‬ adalah adat istisna ( ‫ ) ﺰﻴدﺍ‬mustasna. Adat istisna ada 8 yaitu : 1. (‫) ﺇﻻ‬ 2. ( ‫) ﻏﻴر‬ 3. ( ‫) ﺴﻮى‬ 4. ( ‫) ﻠﻴس‬ 5. ( ‫) ﻻکﻮن‬ 6. ( ‫) ﺨﻼ‬ 7. ( ‫) ﻋدﺍ‬ 8. ( ‫) ﺣﺎشﺎ‬ Termasuk didalm lafadz ( ‫ ) ﺴﻮى‬yaitu lafadz ( ‫ ) ﺴﻮى‬dan ( ‫) ﺴﻮﺍﺀ‬

1 Mustasna denan (‫ ) ﺇﻻ‬wajib nasob kalau kalam ( pembicaran ) yang sebelum (‫ ) ﺇﻻ‬itu tam lagi maujab ( ‫) ﺘﺎﻤﺎﻮﻤﻮجﺒﺎ‬ Yang dimaksud dengan kalam tam adalah mustasna minhu disebutkan sebelum yang dimaksud dengan maujab adalah tidak didahului oleh nafi atau sabah nafi ( yang menyerupai nafi ) yang sabah nafi yaitu nahi dan istifham. Contoh : ( ‫ ( ) ﻓﺴجدﺍﺍﻤﻼکﺔﮐﻠهﻢﺇﺒﻠﻴس‬maka telah sujud malaikat keseluruhannya kecuali iblis ) I’rabnya : ( ‫ ) ﻒ‬isti’nafiah ( ‫ ) ﺴجد‬fiil madhi ( ‫ )ﺍﺍﻤﻼکﺔ‬fail dia mustasna minhu ( ‫ ) ﮐﻝ‬taukid ( ‫ ) ﻫﻢ‬mudhafun ilaih (‫ ) ﺇﻻ‬adat istisna (‫ ) ﻠﻴس ﺇﺑ‬mustasna dia mansub karena kalam sebelumnya tam lagi maujab. Mustasna terbagi dua :

1 1. Musttasil yaitu sejenis mustasna dengan mustasna minhu, Contoh : ( ‫ ) ﻗﺎﻢﺍﻠﻘﻮﻢﺇﻻﺯﻳدﺍ‬mustasna minhunya kaum mereka manusia dan Mustasnanya siZaid juga manusia. 2. Munqoti’ tidak sejenis mustasna dengan mustasna minhu Cotoh : ( ‫ ( ) ﻗﺎﻢﺍﻠﻗﻮﻢﺇﻻﺣﻤﺎرﺍ‬telah berdiri kaum kecuali keledai ), mustasna Minhu kaum manusia, mustasna leledai jenis manusia. Bila kalam yang sebelum (‫ ) ﺇﻻ‬itu tidak maujab ( ddahului leh nafi atau sabah nafi ), kalau mustasnanya muttasil boleh dua cara. 1. Mengikut kepada mustasna minhu jadi badal ba’da minkul ( ‫) ﺒﻌﺾﻣﻥﮐﻞ‬ 2. Mansub menurut hukum ashal yaitu mustasna Contoh : ( ‫ ( ) ﻤﺎﻓﻌﻠﻮﺍﻩﺇﻻﻗﻠﻴﻝﻤﻧهﻢ‬tidak memperbuat mereka kecuali sedikit dari mereka )

1 I’rabnya ( ‫ ) ﻤﺎ‬huruf nafi (‫ ) ﻓﻠﻌﻠﻮﺍ‬fi’il madhi fa’ilnya waw ( ‫ ) ﻮﺍﻮ‬dia mustasna minhu (‫ ) ﺇﻻ‬adat istisna ( ‫ ) ﻓﻠﻴﻝ‬kalau dibaca ( ‫) ﻓﻠﻴﻝ‬ rofa’ I’rabnya jadi badal dari fa’il ( ‫ ) ﻓﻠﻌﻠﻮﺍ‬dan kalau dibaca ( ‫) ﻗﻠﻴﻼ‬ nasab I’rabnya jadi mustasna ( ‫ ) ﻤﻧهﻢ‬jar dan majrur Kalau mustasnanya muntaqi’ - Menurut ahli Hijaz wajib nasab contoh ( ‫ ( ) ﻤﺎﻓﻴهﺎﺃﺣدﺇﻻﺣﻤﺎﺭﺍ‬tidak ada didalamnya salah seorang kecuali keledai ) - Menurut banu tamim boleh nasab dan boleh mengikut jadi badal dan boleh juga ( ‫ ) ﺣﻤﺎرﺍ‬jadi mustasna, dan boleh juga ( ‫ ) ﺣﻤﺎر‬jadi badal. Kalau kalam sebelumnya tidak tam artinya terdahulu mustasna dari mustasna minhu wajib nasab baik muttasil maupun munqati’

1 Contoh ( ‫ ) ﻤﺎﻓﻴهﺎﺇﻻﺣﻤﻠرﺍﺍﺣد‬dan ( ‫ ) ﻣﺎﻗﺎﻢﺇﻻﺰﻴدﺍﺍﻠﻗﻮم‬tidak boleh disini mengikut jadi badal karena yang mengikut tidak boleh terdahulu dari yang diikut Kalau yang sebelum (‫) ﺇﻻ‬ nafi dan mustasna maka sebelumnya sebelum (‫) ﺇﻻ‬ itu didahului oleh tidak yang disebutkan sesudah(‫) ﺇﻻ‬

diberikan kepadanya apa yang menjadi hak kalau yang sebelum (‫) ﺇﻻ‬ berkehendak kepada yang marfu’ dirofa’kan yang sesudah (‫) ﺇﻻ‬ Contoh ( ‫ ) ﻤﺎﻴﺎﻢﺇﻻﺰﻴد‬diberikan rofa’ pada (‫) ﺰﻴد‬ karena yang sebelum ( ‫) ﺰﻴد‬ Berkehendak pada yang marfu’ yaitu fa’il Kalau yang sebelum (‫) ﺇﻻ‬ berkehendak kepada yang mansub maka dinasabkan yng sesudah (‫ ) ﺇﻻ‬contoh ) ( ‫ ) ﻤﺎرﺍﻱﺇﻻﺰﺒدﺍ‬diberikan nasab kepada ( ‫ ) ﺰﻴدﺍ‬karena yang sebelum (‫ﺇﻻ‬ berkehendak kepada yang mansub yaitu maf’ul bih Mustasna yang seperti ini disebut mustasna mufariq ( menyelesaikan )

1 Karena yang sesudah (‫) ﺇﻻ‬ kehendak yang sebelum (‫) ﺇﻻ‬ Hukum mustasna dengan selain (‫) ﺇﻻ‬ ada 3 macam : 1. Dikhofadkan selama – lamanya yaitu mustasna dengan ( ‫ ) ﻏﻴر‬dan ( ‫) ﺴوى‬ Contoh : ( ‫ ) ﻗﺎمﺍﻟﻗﻮﻢﻏﻴرﺰﻴد‬dan ( ‫) ﻗﺎﻢﺍﻠﻗﻮﻢﺴﻮﺰﻴد‬ sedangkan bacaan lafadz ( ‫) ﻏﻴر‬ Dan ( ‫ ) ﺳوى‬itu sama dengan bacaan mustasna yang sesudah ( ‫) ﺇﻻ‬ keseluruhannya. 3. Dinasabkan selama – lamanya yaitu mustasna dengan ( ‫– ) ﻠﻴس ) – ( ﻻﻳکﻮن‬ ( ‫) ﻣﺎﺨﻼ‬ ( ‫) ﻤﺎﻋدﺍ‬ Contoh ( ‫ ) ﻗﺎﻤﻮﺍﻟﻴسﺯﻴد‬dan (‫ ) ﻘﺎﻤﻮﺍﻻﻴکﻮﻥﺯﻴد‬dan ( ‫ ) ﻘﺎﻤﻮﺍﻤﺎﺧﻼﺯﻴد‬dan ( ‫) ﻘﺎﻤﻮﺍﻤﺎﻋدﺍﺯﻴد‬ menyelesaikan

1 - Nasab yan sessudah ( ‫ ) ﻟﻴس‬dan ( ‫) ﻻﻴﮏﻮن‬ adalah jadi khabar dari keduanya dan isim dhomir mustatir Nasab yang sesudah ( ‫ ) ﻤﺎﺧﻼ‬dan ( ‫) ﻤﺎﻋدﺍ‬ adalah jadi maf’ul dari keduanya dan failnya domir mustatir yang kembali pada masdar amilnya dalam contoh diatas amilnya ( ‫) ﻘﺎﻢ‬ masdarnya ( ‫) ﺍﻟﻗﻴﻟﻢ‬ 3. Boleh nasab dan boleh khofad yaitu yang sesudah ( ‫) ﺧﻼ ) - ( ﻋدﺍ ) – ( ﺣﺎﺵ‬ kalau kita menginginkan dia huruf adalah huruf khofad maka yang sesudahnya dikhofadkan jadi jar dan majrur. Kalau kita menginginkan dia sebagai fi’il yaitu fi’il madhi maka yang sesudahnya dinasabkan jadi maf’ul failnya dhomir dan ( mustatir contoh : ( ‫ ) ﻘﺎﻢﺍﻟﻗﻮﻢﻋدﺍﺯﻴد‬dan ( ‫ ) ﻗﺎﻢﺍﻟﻗﻮﻢﺣﺎشﺯﻴد‬boleh nasab boleh jar Boleh nosab dan jar ini selama karena tidak dia didahului oleh ( ‫ ) ﻤﺎ‬kalau ada ( ‫ ) ﻤﺎ‬yang mendahuluinya wajib nasab ‫) ﺧﻼﺯﻴدﻗﺎﻢﺍﻟﻗﻮم‬

1 sudah pasti fi’il sebab ( ‫ ) ﻤﺎ‬tidak pernah masuk pada huruf jar 11. ISIM LA (‫ )ﻻ‬YANG MENAFIKAN JENIS La (‫ )ﻻ‬itu bisa dikatakan la nafiatul jenis bila ada tiga syarat 1. La (‫ )ﻻ‬itu menafikan bagi jenis. 2. Ma’mulnya ( yang dimasukinya ) nakirah 3. Isimnya terdahulu dari khabarnya Kalau kurang salah satu syarat yang tiga ini bukan (‫ )ﻻ‬nafiyatul jenis. Isim la (‫)ﻻ‬ itu terdiri dari salah satu yan tiga 1. Diidofatkan ( ‫) ﻤﻀﺎﻒ‬ 2. Sabah mudhof ( ‫) شﺒﻪﺍﻠﻣﺿﺎﻒ‬ 3. Mufrad Kalau isim la (‫ )ﻻ‬itu mudhof atau sabah mudhof maka dinosabkan

1 Contoh mudhof (‫ ( ) ﻤﻤﻗﻮﺖ ﻻﺻﺎﺣﺐﻋﻟﻢ‬tidak ada yan mempunyai ilmu dibenci I’rabnya : (‫ )ﻻ‬Nafiatul jenis ( ‫) ﺺﺎﺣﺐ‬ isim la (‫)ﻻ‬ diidhofatkan pada ( ‫) ﻋﻟﻢ‬ ( ‫ ) ﻤﻤﻗﻮﺖ‬khabar la (‫)ﻻ‬ Contoh sabah mudhof ( ‫) ﻻﻗﺑﻴﺣﺎﻔﻌﻟﻪﻤﻤدﻮﺡ‬ ( tidak ada buruk perbuatan dipuji ) I’rabnya : (‫ )ﻻ‬Nafiatul jenis ( ‫ ) ﻗﺑﻴﺣﺎ‬iaim la (‫ )ﻻ‬dia sabah mudhof amsilah mubalaqah berkehendak pada fail ( ‫ ) ﻔﻌﻞ‬fail ( ‫ ) ﻩ‬mudhofun ilaih ( ‫ ) ﻤﻤدﻮﺡ‬khabar la (‫)ﻻ‬ - Kalau isim la (‫)ﻻ‬ maka mufrad itu mufrad isim (‫)ﻻ‬ itu / tidak dibina dengan diiddofatkan - Kalau isim )

dengan apa dia di nasabkan. dinasabkan fathah maka dia dibina atas fathah Contoh ( ‫) ﻻﺭجﻞﺎﻔﻰﺍﻠدﺍﺭ‬ - Kalau tasniah dinasabkan dengan ya maka dia dibina atas ya

1 Contoh ( ‫) ﻻﺭجﻠﻴﻥﻋﻧدﻱ‬ - Kalau jama’ muzakar yang salim dinasabkan dengan ya maka dia dibina atas ya Contoh ( ‫) ﻻﻤﺳﻠﻤﺑﻥﻔﻰﺍﻟﺑﻴت‬ - Kalau jama’ mua’nast yang salim dinasabkan dengan kasrah maka dia dibina atas kasrah Contoh ( ‫) ﻻﻤﺳﻠﻣﺎتﻔﻰﺍﻠﻔﺿﻞ‬ - Kalau berulang –ulang la (‫ )ﻻ‬masuk pada nakirah maka pada nakirah yang pertama boleh fathah boleh rofa’ - Kalau kita menfathahkan yang pertama maka nakirah yang kedua boleh tiga cara yaitu fathah, rofa’ dan nasab. Contoh : ( ‫ ( ) ﻻﺣﻮﻞﻮﻻﻘﻮةﺇﻻﺑﺎﺍﷲ‬tiada daya dan tiada kekutan kecuali dengan Allah ) - Kalau kita baca (‫ ) ﺣﻮﻞ‬dengan fathah maka ( ‫ ) ﻘﻮة‬boleh dibaca dengan (‫ ) ﻘﻮة‬dan boleh juga (‫) ﻘﻮة‬ - Kalau kita baca yang pertama rofa’ (‫) ﻻﺣﻮﻞ‬ maka yang kedua boleh dibaca rofa’ dan

1 fathah maka boleh dibaca ( ‫ ) ﻮﻻﻘﻮة‬dengan fathah dan boleh juga ( ‫) ﻮﻻﻘﻮة‬ Dengan rofa’ tidak boleh nasab - Kalau kita berulang –ulang la (‫ )ﻻ‬beserta nakirah yang kedua maka yang pertama hsrus dibaca fathah dan yang kedua boleh nasab dan boleh rofa’ Contoh : ( ‫ ) ﻻﺣﻮﻞﻮﻘﻮة‬dan boleh juga ( ‫) ﻻﺣﻮﻞﻮﻘﻮة‬ Bila isim la itu diberi sifat / na’at dan tidak berbatas antara dia dengan na’atnya maka na’atnya boleh rofa’ dan boleh nasab dan boleh fathah. Contoh ( ‫ ( ) ﻻﺭجﻞﻈﺭﻴﻒﻓﻰﺍﻠدﺍﺭ‬tidak ada laki – laki yang mulia dirumah ) I’rabnya : (‫ )ﻻ‬Nafiatul jenis (‫ ) ﺭﺟﻞ‬isim (‫)ﻻ‬ ( ‫ ) ﻇرﻴﻒ‬Na’at dari (‫ ) ﺭﺟﻞ‬boleh dibaca ( ‫ ) ﻇرﻴﻒ‬dan boleh ( ‫) ﻇرﻴﻒ‬ ‫) ﻇرﻴﻒ‬ dan boleh juga (

1 Kalau antara isim (‫ )ﻻ‬dengan na’at berbatas boleh rofa’ dan nasab dan tidak boleh fathah. Contoh : ( ‫ ( ) ﻻﺭجﻞﻓﻰﺍﻠدﺍﺭﻇرﻴﻒ‬tidak ada silaki – laki dikampung yang mulia ) I’rabnya : (‫ )ﻻ‬nafiatul jenis (‫ ) ﺭﺟﻞ‬isim la ( ‫ ) ﻓﻰﺍﻠدﺍﺭ‬jar dan majrur pembatas antara pembatas antara na’at dan man’ut ( ‫ ) ﻈرﻴﻒ‬Na’at dari ( ‫ ) ﺭﺟﻞ‬maka (‫ ) ﻇرﻴﻑ‬boleh dibaca rofa’ dan boleh dibaca (‫ ) ﻇرﻴﻑ‬dan tidak boleh dibaca ( ‫) ﻇرﻴﻑ‬ 12. BAB MUNADA ( YANG DIPANGGIL ) – undang munada’ adalah (

Undang

‫) ﺍﻠﻤﻁﻠﻮﺐﺈﻗﺑﺎﻠﻪﺣجرﻒﻣﺣﺻﻮﺺ‬ Artinya : Orang yang dipanggil menghadap dengan huruf yang tertentu. Huruf yan dipakai untuk memanggil namanya huruf nida Huruf nida ada 7 : 1. ( ‫) ﺃ‬

1 2. ( ‫) ﺃى‬ 3. ( ‫) ﻴﺂ‬ 4. ( ‫) ﺍ‬ 5. ( ‫) ﺃﻴﺎ‬ 6. ( ‫) ﻫﻴﺎ‬ 7. ( ‫) وﺍ‬ Pemakaiannya : ( ‫) ﺃى‬ dan ( ‫)ﺃ‬ untuk

memanggil yang dekat ( ‫ ) ﺃﻴﺎ ), ( ﻫﻴﺎ‬dan ( ‫ ) ﺍ‬untuk yang jauh ( ‫ ) ﻴﺎ‬untuk umum yang dekat dan yang jauh ( ‫) ﻮﺍ‬ untuk nudbah ( ‫) ﺒﺔ ﻨد‬ panggilan minta tolong melepaskan dari Kesulitan Munada termasuk kedalam golongan

maf’ul bih karena asal dari munada adalah maf’ul bih contoh ( ‫ ) ﻳﺎﻋﺒدﺍﷲ‬asalnya ( ‫) ﺃدﻋﻮﺍﺒدﺍﷲ‬ ( aku merayu akan Abdullah )

1 I’rabnya ( ‫ ) ﺃدﻋﻮ‬fi’il mudhori’, fa’ilnya ( ‫ ) ﺃﻨﺎ‬dan ( ‫ ) ﻋﺒدﺍﷲ‬maf’ul bih Caranya : dihazafkan (‫ ) ﺃدﻋﻮ‬diganti dengan ( ‫ﻳﺎ‬ ) jadi dia (‫) ﻳﺎﻋﺒدﺍﷲ‬ Munada yang dinasabkan ada pada 3 tempat : 1. Bila munadanya mudhof / diidofatkan contoh (‫ ( ) ﻳﺎﻋﺒدﺍﷲ‬wahai Abdullah ) I’rabnya : ( ‫ ) ﻳﺎ‬huruf nida (‫ ) ﻋﺒد‬Munada dia mansub dan dia diidofatkan pada (‫) ﺍﷲ‬ (‫ ) ﺍﷲ‬Mudhofun ilaih 2. Bila munadanya sabah mudof / menyerupai mudof contoh ( I’rabnya : (‫ ) ﻳﺎ‬Huruf nida ( ‫ ) ﻤﺣﻤﻮدﺍ‬munada dia sabah mudof dia mansub ( ‫ ) ﻓﻌﻞ‬naib fail dari (‫ ) ﻤﺣﻤﻮدﺍ‬karena dia isim maf’ul pada naib fail ( ‫ ) ﻩ‬mudofun ilaih berkehendak ‫) ﻴﺎﻤﺣﻤﻮدﺍﻓﻌﻠﻪ‬

wahai orang yan dipuji perbuatannya )

1 3. Bila munadanya / lafadz tujuannya. nakirah umum Contoh yang yang tidak tidak

dimaksud tertentu orang buta.

perkataan

( ‫ ( ) ﻴﺎﺭﺟﻞﺨﺬﺒﻳدى‬wahai laki – laki pegang tanganku ) I’rabnya : ( ‫ ) ﻳﺎ‬huruf nida (‫ ) ﺭﺟﻞ‬munada mansub karena dia nakirah yang tidak dimaksud sebab orang orang buta tidak mengetahui seseorang yang dia maksud (‫ ) ﺨﺬ‬fi’il amar fa’ilnya ( ‫) ﺃﻧت‬ (‫ ) ﺒﻳدى‬jar dan majrur Yang dimaksud sabah mudof ( ‫) ﻤﺎﻋﻣﻞﻔﻴﻣﺎﺑﻌدﻩﺃﻠرﻔعﺃﻮﺍﻟﻧﺼﺐﺃﻮﺍﻠﺟر‬ ( sesuatu yang beramal kepada yang sesudahnya baik rofa’ atau nasab atau jar ) Kalau munada itu mufrad ma’rifah maka dibina dengan apa dirofa’kan ketika mu’rab. Contoh ( ‫ ) ﻴﺎﺯﻴد‬dibina atas domah

1 karena ketika mu’rab dia dirofa’kan

dengan dhomah. Dan (‫ ) ﻴﺎﺯﻴدﺍﻥ‬dibina atas alif karena ketika mu’rab dirofa’kan dengan alif dan (‫) ﻴﺎﺯﻴدﻮﻥ‬ dibina atas waw karena ketika mu’rab dirafa’kan dengan waw. Kalau munada diidofatkan kepada ya mutakallim ( ‫ ) ﻴﺎﺀﺍﺍﻤﺘکﻟﻢ‬seperti (‫ ) ﻴﺎﻏﻼﻤﻰ‬maka boleh 6 bacaan 1. Dengan menskinkan ya seperti (‫) ﻴﺎﻏﻼﻤﻰ‬ 2. Dengan menghazafkan ya seperti (‫ﻴﺎﻏﻼﻢ‬ ) 3. Dengan mendhmahkan huruf yang

sebelum ya dan menghazafkan ya ( ‫) ﻴﺎﻏﻼﻢ‬ 4. Dengan memfathahkan ya seperti : ( ‫) ﻴﺎﻏﻼﻤﻰ‬ 5. Dengan menukar yang kasrah jadi fathah dan menukar ya jadi alif ( ‫) ﻴﺎﻏﻼﻤﺎ‬

1 6. Dengan memfathahkan yang sebelum ya dan menghazafkan ya ( ‫) ﻴﺎﻏﻼﻢ‬ Apabila munada itu ( ‫ ) ﺃم‬dan ( ‫ ) ﺃﺐ‬yang diidofatkan kepada ya mutakallim boleh 6 bacaan. 1. Mengganti ya jadi ta dikhasrahkan (( - ) ‫ﻴﺎﺃﺑت‬ ‫) ﻴﺎﺃﻤﺖ‬ 2. Mengganti ya jadi ta di fathahkan ( ‫) ﻴﺎﺃﺑت‬ 3. Menetapkan ya dan mensakinkannya (

‫) ﻴﺎﺃﻤﻰ ) – ( ﻴﺎﺃﺍﻲ‬ 4. Memfathahkan yang sebelum ya dan

menukar ya jadi alif ( ‫) ﻴﺎﺃﺒﺎ ) – ( ﻴﺎﺃﻤﺎ‬ 5. Dengan ta dan ya ( ‫) ﻴﺎﺃﻤﻰ ) – ( ﻴﺎﺃﺍﻰ‬ 6. Dengan ta dan menukar ya jadi alif ( ) ‫ﻴﺎﺃﺒﺘﺎ‬ ‫) – ( ﻴﺎﺃﻤﺗﺎ‬

1 Kalau ada yang mengikut kepada munada yang dibina baik na’at, ahtaf, taukid, atau badal maka boleh dibaca rofa’ dan boleh dibaca nasob contoh ( ‫ ) ﻴﺎﺰﻴدﺍﻠﻅﺭﻳﻒ‬kalau dibaca (‫) ﺍﻠﻅﺭﻳﻒ‬ dengan rofa’ na’at atas lafadz

munada kalau dibaca (‫ ) ﺍﻠﻅﺭﻳﻒ‬dengan nasab na’at atas mahal munada. Contoh takkid ( ‫ ) ﻴﺎﺗﻣﻴﻢﺃﺣﻤﻌوﻥ‬dan boleh juga ( ‫) ﻴﺎﺘﻤﻴﻢﺃجﻤﻌﻴﻥ‬ Contoh bayan ( ‫ ) ﻴﺎﺎﺴﻌﻴدﮐرﺯ‬dan boleh juga ( ‫) ﻴﺎﺴﻌﻳدﮐرﺰﺍ‬ Kalau berulang munada mufrad yang diidofatkan seperti ( ‫) ﻴﺎﺰﻴدﺰﻴدﺍﻠﻴﻌﻤﻼﺖ‬ Maka untuk yang pertama boleh dibaca domah dan boleh dibaca fathah

1 Kalau yang pertamanya dibaca

dhomah maka dia pada takdir adalah munada mufrad maka yang kedua I’rabnya boleh munada yang

dihazafkan huruf nidanya dan boleh juga jadi athaf bayan dan boleh juga jadi maf’ul dari ( ‫ ) ﺃﻋﻰ‬yang ditakdirkan - Kalau dibaca fathah yang pertama atas asal yaitu ( ‫) ﺍﻠﻴﻌﻤﻼﺖﻴﺎﺯﻴدﺍﺍﻠﻴﻌﻤﻼﺖﺰﻴد‬

13

BAB KHABAR KADA DAN SAUDARA - SAUDARANYA

Kada dan saudara- saudaranya dinamakan af’al muqorobah ( ‫) ﺃﻓﻌﻞﺍﺍﻤﻘرﻨﺔ‬

1 Perbuatan – perbuatan yang sudah dekat dia terbagi pada tiga : 1. Dipakai untuk menunjukan sudah dekat khabar dia ada tiga yaitu : ( ‫ ) ﮐﺎد ) – ( ﮐﺭﺏ ) – ( ﺃﻮشﺎﻙ‬ma’nanya hampir 2. Dipakaikan untuk menunjukan harapan dia ada tiga yaitu : ( ‫ ) ﺣرى ) –( ﺇﺨﻟﻮﻠﻖ ) – ( ﻋس‬ma’na mudah – mudahan 3. Dipakaikan untuk menunjukan memulai yaitu : ( – ) ‫ﻋﻠﻖ ) –( جﻌﻞ ) – ( ﺃﺨﻨ ) – ( ﻘﺎﻢ ) – ( ﻫﻠهﻞ ) – ( ﻫﺐ‬ ‫) ( ﺃﻨﺷﺄ ) – ( ﻄﻔﻖ‬ Kada ( ‫ ) ﻜﺎد‬dan keseluruhan saudara – saudarnya beramal merofa’kan isim dan menasobkan khabar sama dengan kana ( ‫) ﮐﺎﻥ‬ bedanya Khabar kada ( ‫ ) ﻜﺎد‬wajib jumlah fi’liyah dan fi’ilnya wajib fi’il mudhori’

1 Contoh ( ‫ ( ) ﮐﺎدﺯﻴدﻴﻗرﺃ‬telah hampir siZaid membaca ) I’rabnya : ( ‫ ) ﻜﺎد‬af’al muqorobah kerjanya merofa’kan isim menasobkan khabar ( ‫ ) ﺰﻴد‬isim dari( ‫ ) ﻜﺎد‬marfu’ ( ‫ ) ﻴﻘرﺃ‬fi’il mudhori’ failnya ( ‫) ﻫﻮ‬ jumlah fi’il dan fa’il pada mahal nosab jadi khabar ( ‫) ﻜﺎد‬ Memasukan ( ‫ ) ﺃﻥ‬masdar iyah kedalam khabar ( ‫ ) ﻜﺎد‬dan saudaranya ada empat : 1. Wajib memasukan( ‫ ) ﺃﻥ‬yaitu pada khabar ( ‫ ) ﺣرى‬dan ( ‫) ﺇﺨﻟﻮﻠﻖ‬ 2. Terlarang memasukkan ( ‫ ) ﺃﻥ‬yaitu pada khabar ( -) ‫ﻋﻠﻖ )- ( جﻌﻞ )-( ﺃﺨﺬ )-( ﻘﺎﻢ )-( ﻫﻠهﻞ )-( ﻫﺐ‬ ‫) ( ﺃﻨشﺎ )-( ﻄﻔﻖ‬ 3. Biasa / sering masuk pada khabar – ( ‫) ﺇﺨﻠﻮﻠﻖ‬ dan ( ‫) ﻋس‬ 4. Sedikit masuk pada khabar ( ‫ ) ﻜﺎد‬dan ( ‫ﻜرﺐ‬ )

1

14

BAB KHABAR MA ( ‫ ) ﻣﺎ‬HIJAZIAH

- Ma Hijziah ( ‫ ) ﻤﺎﺣجﺎﺯﻴﺔ‬maksudnya ( ‫ ) ﻣﺎ‬yang khusus mengamalkan / memakainya penduduk Hijaz - Ma Jijaziah ini bekerja sama dengan kerja ( ‫ ) ﻟﻴﺱ‬yaitu merofa’kan isim dan menasobkan khabar. Contoh ( ‫ ( ) ﻤﺎﻫذﺍﺒﺷرﺍ‬tidak ada ini manusia ) I’rabnya : ( ‫ ) ﻣﺎ‬Hijaziah huruf nafi bekerja merofa’kan isim menasobkan khabar ( ‫ ) ﻫﺬﺍ‬isim dari ( ‫ ) ﻣﺎ‬hukumnya dibina atas sukun pada tempat rofa’ ( ‫ ) ﺑشرﺍ‬khabar dari ( ‫ ) ﻣﺎ‬hukumnya mansub

1 Ma hijaziah ini bisa beramal kalau terpenuhi syarat yang tiga 1. isimnya wajib dahulu dari khabarnya 2. tidak terdapat didalamnya ( ‫ ) ﺇﻥ‬zaidah / ( ‫ ) ﺇﻥ‬tambahan 3. khabar tidak dimasuki oleh ( ‫) ﺇﻻ‬

15.

BAB MENGIKUT BAGI YANG MANSUB Sudah 1. 2. 3. 4. Yang berlalu pembicaraan kita

bahwa yang mengikuti ada 4 yaitu : Na’at Athof Taukid Badal empat ini bila matbu’ ( yang

diikutinya ) mansub maka di akan mansub pula. Contoh na’at mansub ( ‫) ﺭﺃﺖﺰﻴدﺍﺍﻠﻌﺎﻘﻞ‬ Contoh ataf mansub ( ‫) ﺭﺃﻴﺖﺰﻴدﺍﻮﻋﻣرﺍ‬

1 Contoh taukid mansub ( ‫) رﺃﻴﺖﺯﻴدﺍﻨﻔﺴﻪ‬ Contoh badal mansub ( ‫) رﺃﻴﺖﺯﻴدﺍﺍﺨﺎﻙ‬

Yang menasabkan na’at, atof, dan taukid adalah yang menasabkan matbu’ atau yang diikutinya. Yang menasobkan badal adalah : ditakdir kalimat yang sama dengan menasabkan matbu’nya, dalam contoh ( ‫) رﺃﻴﺖﺯﻴدﺍﺍﺨﺎﻙ‬ Maka yang menasobkan ( ‫ ) ﺯﻴدﺍ‬adalah ( ‫) رﺃﻴﺖ‬ sedangkan yang menasobkan ( ‫ ) ﺍﺟﺎﻙ‬adalah ( ‫ ) رﺃﻴﺖ‬yang ditakdirkan.

ISIM – ISIM YANG MAJRUR Isim – isim yang diarkan ada 5 : 1. dijarkan dengan huruf 2. dijarkan idhofat

1 3. dijarkan dengan sebab mengikuti kepada yang majrur 4. dijarkan dengan sebab mujawarah ( harkat yang berdekatan ) 5. dijarkan dengan sebab tawahum ( dugaan ) a. Yang dijarkan dengan huruf sudah berlalu pembahasan kita pada tanda – tanda isim b. Majrur dengan idhofat ( mudofun ilaih dijarkan oleh mudhof ) Mudhof terbagi kepada dua : 1. Idofat lafzi 2. idofat maknawi 1) idofat lafzi yaitu modof sifat dan mudofun ilaih ma’mul dari sifat itu dia ada tiga : a. idofat isim fa’il kepada fa’ilnya contoh ( ‫) ﻫذﺍﻀﺎﺭﺐﺰﻴدﺍﻻﻥ‬ ( ini orang yang memukul sizaid sekarang ) I’rabnya : ( ‫ ) ﻫﺰﺍ‬mubtada

1 (‫ ) ﻀﺎﺭﺐ‬khabar dia isim fa’il atau sifat berkehendak kepada fai’il, mudhof (‫ ) ﺰﻴد‬mudhofun ilaih fa’il dari (‫ﻀﺎﺭﺐ‬ ) (‫ ) ﺍﻻﻥ‬zhorof zaman b. Idofat isim maf’ul kepada naib fa’ilnya, contoh ( ‫ ( ) ﻫﺬﺍﻤﻌﻤﻮرﺍﻠدﺍرﻏدﺍ‬ini orang meramaikan kampung besok ) I’rabnya : ( ‫ ) ﻫﺰﺍ‬Mubtada (‫ ) ﺍﻤﻌﻤﻮر‬khabar isim maf’ul /isim yan berkehendak kepada naib fa’il mudhof. (‫ ) ﺍﻠدﺍر‬naib fa’il, mudhofun ilaih (‫ ) ﻏدﺍ‬zoraf zaman c.Idofat sifat musyabbahah kepada fa’ilnya contoh (‫ ( ) ﻫﺰﺍرجﻞﺣﺴﻥﺍﻠﻮﺟﻪ‬ini laki- laki yang baik wajahnya )

1 I’rabnya : ( ‫ ) ﻫﺰﺍ‬mubtada (‫ ) رجﻞ‬khabar (‫ ) ﺣﺴﻥ‬na’at sifat musyabbahah berkehendak kepada fa’il dia mudof (‫ ) ﺍﻠﻮﺟﻪ‬mudhofun ilaih dia fa’il dari (‫) ﺣﺴﻥ‬ 2 ). Idhofat ma’nawi ada tiga macam : a. Bahwa tidak ada mudof sifat dan mudhofun ialih ma’mul dari mudof b. Bahwa ada mudhof sifat dan mudhofun ilaih bukan ma’mul dari sifat itu c. Mudafun ialih ma’mul bagi mudaf, dan mudof bukan sifat - Faedah dari mudof ini kalau mudhofun ilaih ma’rifah maka dia berfungsi mema’rifahkan mudof, contoh ( ‫ ( ) ﻋﻼﻢﺰﻴد‬budak siZaid ) ( ‫) ﻏﻼﻢ‬ pada asalnya nakirah karena

diidofatkan kepada (‫ ) ﺰﻴد‬yang ma’rifah dia jadi ma’rifah

1 Kalau mudhafun ilaihnya nakirah dia

berfungsi mengkhususkan mdhof contoh ( ‫ ( ) ﻏﻼﻢﺇﻤرﺃة‬budak siperempuan ), ( ‫) ﻏﻼﻢ‬ maka dia menjadi khusus budak – budak milik perempuan. Untuk idhofat ma’nawi ini ada tiga

pembagian 1. Mengandung ma’na ( ‫ ) ﻔﻰ‬pada Isyaratnya kalau mudhafun ilaih merupakan zaraf atau wadah bagi

mudhof contoh ( ‫ ( ) ﻤکرﺍﻠﻴﻞ‬gelap pada malam ) 2. Menandung makna ( ‫ ) ﻤن‬dari Syaratnya kalau mudhofun ilaih sumber dari mudhof dan mudhofun ilaih bisa menjadi khabar dari mudhof contoh ( ‫ ( ) ﺨﺎﺘﻢﺣدﻴد‬cincin dari besi ) dan bisa ( ‫ ( ) ﺍﻠﺨﺎﺘﻢﺣدﻴد‬cincin adalah besi )

1 3. Mengandung makna ( ‫ ( ) ﺍﻠﻼﻢ‬bagi / untuk )

Syaratnya -

kalau

mudhofun

ilaih

dari

mudhof contoh ( ‫ ( ) ﻴدﺰﻴد‬tangan milik Zaid ) Idhofat tidak boleh berhimpun dengan tanwin dan nun tanda I’rab dan alif lam Idhofat Kurang dan dengan isim sempurna tanwin tidak boleh tanwin mungkin berhimpun karena idhofat menunjukan sedangkan tidak menunjuk sempurna isim antara kurang berhimpun Idhofat dengan nun tanda I’rab tidak boleh berhimpun karena nun tanda I’rab tanwin Idhofat dengan alif lam tidak boleh berhimpun karena kedua – duanya untuk ma’rifah dalam satu kalimat tidak boleh ada dua tanda ma’rifah kedudukannya sama dengan

1 Boleh berhimpun antara alif lam

dengan idhofat kalau mudhof sifat dan mudhofun ilaih ma’mul dari sifat itu Hal yang seperti ini terdapat pada 5 tempat : 1. Bahwa ada mudhofnya mutsanna contoh ( ‫ﺍ‬ ‫ ( ) ﻠﻀﺎرﺒﺎﺰﻴد‬dua orang yang memukul siZaid ) lafadz (‫ ) ﺍﻠﻀﺎرﺒ‬dia mudhof tapi pakai alif lam boleh karena dia sifat dan ( ‫ﺰﻴد‬ musanna 2. Bahwa ada mudhofnya jama’ muzakar yang salim contoh (‫) ﺍﻠﻀﺎرﺒﻮﺍﺰﻴد‬ ( beberapa orang yng memukul siZaid ) halnya sama dengan diatas 3. Bahwa ada mudhofun ialihnya memakai alif lam contoh (‫ ( ) ﺍﻠﻀﺎرﺐﺍﻠرجﻞ‬orang yang memukul si laki - laki ) lafadz (‫ ) ﺍﻠﻀﺎرﺐ‬mudhof pakai alif lam pada boleh dia sifat dan yang dia diidhofatkan ma’mulnya ) mudhofun ilaih ma’mul dari (‫ ) ﺍﻠﻀﺎرﺒ‬dan gia

memakai alif lam 4. Bahwa ada mudhofun ilaih diidhofatkan kepada sesuatu yang memakai alif lam

1 contoh (‫ ( ) ﺍﻠﻀﺎرﺐرﺃسﺍﻠرﺟﻞ‬orang yang memukul kepala silaki – laki ) (‫ ) ﺍﻠﻀﺎرﺐ‬mudhof pakai alif lam dia sifat yang diidhofatkan kepada ma’mulnya (‫ ) رﺃس‬yang diidhofatkan kepada ( ‫ ) ﺍﻠرجﻝ‬yang memakai alif lam boleh 6. Bahwa ada mudhofun ilaih diidhofatkan kepada dhomir yang kembali kepada sesuatu dengan yang silaki memakai ( laki – alif lam ( ‫) ﻤرﺭﺖﺒﺎﻠرجﻞﺍﻠﻀﺎرﺐﻏﻼﻤﻪ‬ aku yang bertemu memukul

budaknya si laki – laki ) lafadz ( ‫) ﺍﻟﻀﺎﺭﺐ‬ mudhof pakai alif lam boleh karena dia sifat yang diidhofatkan yangdiidhofatkan kepada kepada ma’mulnya

ma’mulnya yang diidhofatkan kepada dhomir yang kembali kepada kalimat yang memakai alif lam yaitu dhomir ( ‫) ﻩ‬ kembali kepada lafadz 7. ( ‫ ) ﺍﻠرجﻞ‬yang memakai alif lam

1 III. Majrur dengan sebab mengikuti kepada

yang majrur telah berlalu pembicaraan yaitu na’at, athaf, taukid, badal. Kalau yang diikuti ( ‫ ) ﻤﺗﺒﻮﻉ‬nya yang empat ini majrur maka dia dijarkan IV. Majrur dengan harkat mujawarah maksudnya harkat yang berdekatan Contoh ( ‫ ( ) ﻫﺬﺍجﺣرﻀﺐﺧﺭﺐ‬ini lobang tanah yng runtuh ) I’rabnya : (‫ ) ﻫﺬﺍ‬mubtada ( ‫ ) جﺣر‬khabar mudhof (‫ ) ﻀﺐ‬mudhofun ilaih (‫ ) ﺧﺭﺐ‬na’at dari ( ‫ ) جﺣر‬sepantasnya dia baca (‫ ) ﺧﺭﺐ‬rofa’ karena man’utnya rofa’, tapi dibaca (‫ ) ﺧﺭﺐ‬dengan jar boleh karena harkat erdekatan dengan (‫ ) ﻀﺐ‬yang majrur. V. Majrur dengan tawahum maksudnya diduga disitu ada maksud huruf jar ( ‫) ﺍﺑﺎﺀ‬ Kedalam khobar ( ‫ ) ﻠﻴس‬contoh ( ‫) ﻠﺳتﻘﺎﺋﻤﺎﻮﻻﻘﺎﻋد‬ ( aku bukan orang yang berdiri dan bukan orang yang duduk ) lafadz ( ‫ ) ﻘﺎﻋد‬yan majrur diathofkan pada lafadz ( ‫ ) ﻘﺎﺋﻣﺎ‬yang mansub

1 karena dia khobar ( ‫) ﻠﻴس‬ yang sepantasnya

dbaca ( ‫ ) ﻘﺎﻋد‬karena khobar dari ( ‫ ) ﻠﻴس‬yang ditakdirkan tetapi dia dibaca ( ‫ ) ﻘﺎﻋد‬dengan jar maka jarnya disini diduga ada huruf jar yang ditakdirkan lengkapnya kalimat itu ( ‫) ﻠﺴﺖﻗﺎﺋﻣﺎﻮﻠﺴﺖﺒﻗﺎﻋد‬ ISIM YANG BERAMAL SEPERTI FIIL Isim yang beramal seperti fiil maksudnya isim yang bekerja merofa’kan fa’il atau menasabkan maf’ul. Isim yang beramal seperti fiil ini ada 7 : 1. Isim fiil 2. Masdar 3. Isim fail 4. Isim maf’ul 5. Amsilah mubalaghah 6. Sifat musyabbahah 7. Isim tafdil

1

1).

ISIM FIIL Isim fiil adalah kalimat yang

menunjukan ma’na fiil dan tidak menerima tanda – tanda fiil. Isim ada tiga : 1. Isim fiil madi contoh ( ‫ ) ﻫﻴهﺎﺖ‬ma’nanya ( ‫) ﺑﻌد‬ artinya telah jauh (‫) ﺒﺎﻠﻌﻘﻳﻖﻨﻮﺍﺼﻠﻪ ﻓهﻴهﺎﺖﻓهﻴهﺎﺖﺍﻠﻌﻗﻴﻖﻮﻤﻥﺑﻪ٭ﻮﻫﻴهﺎﺖﺨﻞ‬ ( ‫ ) ﻫﻴهﺎت‬isim fiil madhi merofa’kan fail, failnya adalah ( ‫) ﺍﻠﻌﻗﻴﻖ‬ 2. Isim fiil amar contoh (‫ ) ﺼﻪ‬dengan makna ( ‫ﺍ‬ ‫ ) ﺴکﺖ‬diamlah engkau ( ‫) ﺇذﻗﻠتﻠﺼﺎﺣﺑﻚﻮﺍﻻﻤﺎﻢﻴجﻁﺐﺼﻪﻓﻗدﻠغﻮﺖ‬ Lafadz (‫ ) ﺼﻪ‬Isim fiil amar merofa’kan fail yaitu dhomir ( ‫ ) ﺃﻧﺖ‬yang ditakdirkan 3. Isim fiil mudhori’ Contoh ( ‫ ) ﺼﻪ‬dengan ma’na ( ‫ ) ﺃﻋجﺐ‬aku tercengang

1 ( ‫) وﻴکﺎﻨﻪﻻﻴﻓﻠﺡﺍﻠکﺎﻓرﻮن‬ Lafadz ( ‫ ) ﻮى‬isim fiil mudhori’ merofa’kan fail yaitu dhomir ( ‫ ) ﺍﻨﺎ‬yang ditakdirkan Ketentuan –ketentuan isim fiil 1. Tidak boleh berakhir dari ma’mulnya 2. Kalua dia mengandung makna tolab ( tuntutan ) leh menjazamkan fiil mudhori’ yang jadi jawabnya. 3. Tidak mensobkan fiil yang sesudah fa jawab 2. MASDAR ( KATA DASAR )

Masdar adalah ( ‫) ﺍﻻﺴﻢﺍﻠدﺍﻞﻋﻠﻰﺍﺣدﺚﺍجﺎرىﻋﻠﻰﺍﻠﻓﻌﻞ‬ ( isim yang menunjukan atas kejadian yang berlaku atas perbuatan ) Masdar bisa beramal seperti fiil dengan 8 syarat : 1. ( ‫ ) ﺍن‬atau ( ‫ ) ﻤﺎ‬beserta fiilnya bisa menempati tempat masdar itu,

1 Contoh : ( ‫ ) ﺃﻋجﺒﻲﻀرﺒﻚﺰﻴد‬bisa dikatakan ( ‫) ﺃﻋجﺒﻲﺍنﻀرﺒﻚﺰﻴد‬ 2. Tidak dimasuki oleh ya tasgir atau ya yang bermakna kecil 3. Tidak ada ditukar dengan dhomir maka tidak boleh dalam Contoh : (‫ ) ﻀرﻟﻰﺰﻴدﺍﺣﺴنﻮﻫﻮﻋﻤرﺍﻓﺒﻴﺡ‬lafadz (‫ﻫﻮ‬ ) pengganti lafadz

(‫ )ﻀرﻟﻰ‬yang diatafkan kepada ( ‫) ﻀرﻟﻰ‬ diawal ini tidak boleh 4. Dia tidak boleh dibatasi maka tidak boleh ( ‫) ﺃﻋجﺒىﺿرﻨﻙ‬ ( mencenangkan

padaku satu pukulan engkau ) 5. Tidak boleh diberi naat sebelum beraal maka tidak boleh ( ‫ ) ﺍﻠشدﻴدﺰﻴدﺍ‬lafadz ( ‫ ) ﺍﻠشدﻴد‬naat ( ‫ ) ﻀرﺐ‬dan ( ‫ ) ﺯﻴدﺍ‬maf’ul dari ( ‫ ) ﺿرﺐ‬ini tidak boleh 6. Masdar itu tidak boleh dihazabkan 7. Tidak boleh berbatas oleh ma’mulnya 8. Tidak boleh kemudian dari ma’mulnya

1

Cara beramal masdar ada 3 yaitu : 1. Diidofat pada ma’mulnya ini yang banyak, ini terbagi dua : a. Idhofat pada fail contoh ( ‫) ﻮﻠﻮﻻدﻓعﺍﷲﺍﻟﻧﺎس‬

I’rabnya : ( ‫ ) ﻮ‬isti’naf ( ‫ ) ﻠﻮﻻ‬syartiah (‫ ) دﻓع‬masdar, mudof ( ‫ ) ﺍﷲ‬mudhofun ilaih fail dari ( ‫) دﻓع‬ ( ‫ ) ﺍﻠﻧﺎس‬maf’ul bih dari ( ‫) دﻓع‬ b. Idofat pada maf’ul contoh : (

‫) ﺣﺝﺍﻠﺒﻴﺖﻤنﺍﺴﺘﻂﺎﻉ‬ I’rabnya : ( ‫ ) ﺣﺝ‬Masdar, mudof ( ‫ ) ﺍﻠﺒﻴت‬Mudhofun ilaih maf’ul dari ( ‫) ﺣﺝ‬

1 ( ‫ ) ﻤن‬fail ( ‫ ) ﺍﺴﺘﻂﺎﻉ‬fiil madhi failnya ( ‫) ﻫﻮ‬ 2. Diberi tanwin contoh ( ‫) ﺃﻮﺇﻃﻌﺎﻢﻔﻰﻴﻮﻢذىﻣﺴغﺒﺔﻴﺘﻴﻤﺎ‬ 3. Dima’rifahkan dengan alif lam (

‫ ) ﻋجﺑﺖﻤﻥﺍﻠﺭﺯﻖﺍﻤﺴﻰﺍﻫﻪ‬lafadz ( ‫) ﺍﻠرﺯﻖ‬ Masdar pakai alif lam idofat kepada failnya yaitu ( ‫ ) ﺍﻤﺴﻰ‬pakai alif lam

4. ISIM FAIL Isim fail yaitu (

‫) ﺍﻠﻮﺼﻮﺍﻠدﺍﻞﻋﻠﻰﺍﻠﻓﺎﻋﻞﺍجﺎﺭىﻋﻟﻰﺣرﮐﺎﺖﺍﻤﺿﺎرﻉﻮﻤکﻨﺎﺘﻪ‬ ( sifat yang menunjukan atas orang yang melakukan perbuatan yang berlaku atas berkat mudhori’ dan sakin mudhori’ ) Isim fail adakalanya pakai alif lam, adakalanya pakai alif lam.

1 - Kalau pakai alif lam beramal tanpa ada syarat, contoh ( ‫) جﺎﺀﺍﻠﻀﺎرﺐﺰﻴدﺃﻤس‬ I’rabnya : ( ‫ ) جﺎﻋ‬fiil madhi ( ‫) ﺍﻠﺿﺎﺭﺐ‬ sama dengan fiil ( ‫ ) ﺰﻴدﺍ‬maf’ul bih dari ( ‫ ) ﺍﻠﻀﺎرﺐ‬failnya adalah ( ‫) ﻫﻮ‬ ( ‫ ) ﺃﻤس‬zorof - Kalau pakai alif lam beramal dengan dua syarat. 1. Makna harus hal atau istiqbal / sekarang atau yang akan datang 2. Mengandung nafi atau istifham atau mubtada atau mausuf. 4. ISIM MAF’UL Isim maf’ul sama dengan isim fail dalam masalah beramal dan syarat beramal, bedanya hanya kalau isim fail merofa’kan sedangkan isim maf’ul merofa’kan naib fail. fail dia isim fail beramal

5.

AMSILAH MUBALAGAH

1 Amsilah mubalagah adalah ini sebenarnya adalah isim fail lalu dirobah timbangannya untuk tujuan ma’na mubalagah ( bersangatan ) timbangan amsilah mubalagah ada 5 yaitu : 1. ( ‫) ﻓﻌﺎﻞ‬ 2. ( ‫) ﻓﻌﻮﻝ‬ 3. ( ‫) ﻤﻓﻌﺎﻝ‬ 4. ( ‫) ﻓﻌﻴﻞ‬ 5. ( ‫) ﻓﻌﻝ‬ Karena dasar amtsilah mubalagah adalah isim fail maka ketentuan beramalnya sama dengan isim fail.

6. (

SIFAT MUSYABBAHAH Sifat musyabahhah yaitu :

‫) ﺍﺣدﺚﺍﻠﺼﻔﺔﺍﺍﻤﺼوﻏﺔﻠغﻴﺭﺍﻠﺘﻓﻀﻴﻞﻻﻓﺎدةﻨﺴﺒﺔﺍحدﺚﺍﺍﻰﻤﻮﺼﻮﻓهﺎدﻮنﺍﻓﺎدة‬ ( sifat yang dibentuk selain tafdil untuk memfaedah nisbah kejadian kepada

1 mausufnya bukan memfaedahkan kejadian ) Contoh: ( ‫) ﻤﺭرتﺑﺭجﻝﺣﺴنﺍﻠﻮجﻪ‬ (aku bertemu dengan silaki– laki yang baik wajahnya) Lafadz ( ‫ ) ﺣﺴن‬sifat musabahah dia hanya nisbah kejadian bukan kejadian karena baik bukanlah kejadian. Sifat musyabbahah ini beramal sama dengan fi’il karena dia serupa dengan isim fail. Letak penyerupaannya adalah samasama bisa dita’niskan di tasniyahkan dan dijama’kan. Contoh : ( ‫) حﺴﻧﺔ ) ( حﺴﻥ‬ ( ‫) ﺣﺴﺘﺎن ) ( ﺣﺴﻨﺎن‬ ( ‫) ﺣﺴﻨﺎﺖ ) ( ﺣﺴﻨﻮن‬ Sama dengan isim fail ( ) ‫ﻀﺎرﺒﺔ‬ ( ) ‫ﻀﺎرﺒﺘﺎﻥ‬ ( ) ‫ﻀﺎرﺑﺎﺖ‬ ‫) ( ﺿﺎرﺏ‬ ‫) ( ﻀﺎرﻨﺎن‬ ‫) ( ﻀﺎﺭﺒﻮن‬

Tetapi sifat musyabbahah hanya menasobkan satu musyabbahah : musyabbahah : Perbedaan anatar isim fail dengan siaft

1 1. Sifat musyabbahah kadang – kadang berlaku harkat mudhori’ dan sakin mudhori’ kadang – kadang tidak sedangkan isim fiil mesti berlaku harkat mudhori’ dan sakin mudhori’ 2. Isim fail menunjukan kejadian, sifat musyabbhah menunjukan tetap. 3. Isim fail ada untuk zaman madhi ( yang berlaku ), hal ( sekarang ) istiqbal (yang akan datang ) sedangkan sifat musyabbahah hanya uantuk hal selama – lamanya. 4. Tidak boleh mendahulukan ma’mul sifat musyabbahah dan boleh mendahulukan ma’mul isim fail. 5. Ma’mul sifat musyabbahah tidak ajnaby / yang lain sedangkan isim fail ada. Untuk ma’mul sifat musyabbahah ada 3 keadaan : 1. Rofa’ contoh : ( ‫ ) ﻤرﺭﺖﻨرجﻝحﺴنﻮجهﻪ‬lafadz ( ‫ ) ﻮجهﻪ‬dibaca rofa’. I’rabnya boleh jadi dari ( ‫ ) ﺣﺴن‬dan boleh juga jadi badal dari dhomir yang mustatir pada (‫) ﺣﺴن‬ 2. Nasob, contoh ( ‫ ) ﻤﺭرﺖﻨرجﻝحﺴنﻮجهﺎ‬lafadz ( ‫ﻮجهﺎ‬ ) dibaca nasob, I’rabnya boleh jadi tamyiz

1 atau sabah ( menyerupai / maf’ul ) kalau

dibaca ( ‫ ) ﺍﻠﻮجﻪ‬dengan nasab ma’rifah maka I’rabnya hanya sabah maf’ul sebab tamyiz ( ) tidak ada ma’rifah. 3. Jar contoh ( ‫ ) ﻤرﺭﺖﻨرجﻞحﺴﺐﻮجهﻪ‬dibaca jar I’rabnya mudhofun ilaih yaitu idhofat sifat kepada mausuf. Diantara bacaan yang tiga ini pendapat yang kuat adalah rofa’ kemudian nasob terakhir jar.

7. Isim tafdhil Isim tafdhil yaitu : ( ‫) ﺍﻠﺼﻓﺔﺍﻟدﺍﻠﺔﻋﻠﻰﺍﺍﻤﺴﺎرﮐﺔوﺍﻠﺯﻴﺎدة‬ ( Sifat – sifat ada sifat yang dua yang menunjukan atau sama lebih tapi atas yang salah berserikat dan berlebih ) Maksudnya mempunyai

satunya lebih dari yang lain contoh : ( ‫ ( ) ﺰﻴدﺃﻋﻠﻢﻤﻥﻋﻤﺭ‬SiZaid lebih mengetahui dari siUmar )

1 Keduanya sama – sama mengetahui hanya saja pengetahuan siZaid lebih dari si Umar. Bagi isim tafdhil ada tiga keadaan yaitu : 1. Dimufradkan dan ditazkirkan selamalamanya. Ini ada dua tempat yaitu : a. Bila sesudahnya ( ‫) ﻤن‬ yang menjarkan contoh : ( ‫) ﺰﻴدﺃﻓﻀﻞﻤﻥﻋﻤﺭ‬ ( ‫) ﻫﻨدﺍﻓﻀﻝﻤنﻓﺎﻄﻤﺔ ) ( ﻫﻨدﺍنﺃﻓﻀﻞﻤنﻋﻤر‬ b. Bila dia diidhofatkan kepada nakirah contoh : ( ‫) ﺰﻴدﺃﻓﻀﻝرجﻝ‬ ( ‫) ﻫﻨدﺃﻓﻀﻝﺍﻤرﺍة ) ( ﺍﻫﻨدﺍﺖﺃﻓﻀﻝﻨﺴﻮة‬ 2. Mutabaqah ( 3. pada ( sesuai ) dengan

mausufnya ini kalau dia pakai alif lam. ) ‫ﺰﻴدﺃﻻﻓﻀﻝ ) ( ﺍﻠﺰﻴدﺍﺬﺃﻻﻓﻀﻼن ) ( ﺍﻠﺰﻴدﻮنﺃﻻﻓﻀﻠﻮن‬ Boleh sesuai dengan mausufnya boleh tidak, ini kalau dia diidhofatkan yang ma’rifah. Contoh : ( ‫) ﺍﻠﺰﻴدﺍنﺃﻓﻀﻞﺍﻠﻘﻮﻢ‬ tasniyah ( ‫) ﺃﻓﻀﻼ‬ dengan mufrad ( ‫) ﺃﻓﻀﻝ‬ ‫) ( ﻫﻨدﺍﻠﻓﻀﻠﻰ‬

dan boleh juga ( ‫ ) ﺍﻠﺰﻴدﺍنﺃﻓﻀﻼﺍﻠﻘﻮﻢ‬dengan

1 Isim tafdhil tidak pernah menasabkan maf’ul bih. Ahli nahwu sepakt bahwa isim tafdhil bisa merofa’kan domir mustatir tapi kalau merofa’kan isim zohir ada yang berpendapat tidak bisa. Dalil bagi orang yang mengatakan bisa. ( ‫) ﻤﺎرﻴﺖرﺟﻼﺃﺣﺳنﻔﻰﻋﺒﻪﺃﻠکﺣﻞﻤﻨﻪﻔﻰﻋﻴنﺰﻴد‬ Lafadz ( ‫ ) ﺃﻟکﺣﻞ‬fail dari ( ‫ ) ﺍﺣﺴن‬Isim zohir.

1

1

1

DAFTAR ISI

1 BAB KALAM............................................................. ..........................1 JAZAM FI’IL.................................................................. ......................8 BAB I’RAB................................................................ ........................... BAB ISM – ISIM YANG MARFU’..................................................... BAB FA’IL................................................................. .......................... PEMBAGIAN FA’IL................................................................. ............. KETENTUAN FA’IL................................................................. ............

1 BAB NAIB AL FA’IL................................................................. ........... BAB MUBTADA......................................................... ......................... KETENTUAN MUBTADA......................................................... ......... NAKIRAH MUFIDAH.......................................................... ................. BAB KHABAR........................................................... ........................... KETENTUAN KHABAR........................................................... ........ ISIM KANA................................................................ ...........................

1 KHABAR INNA................................................................. ................... ZHANNA DAN SAUDARA – SAUDARANYA................................. MENGIKUTI ADA YANG MARFU’................................................... NA’AT............................................................... ....................................... ATAF................................................................. .................................. TAUKID............................................................. ............................. BADAL.............................................................. ................................ BAB ISIM- ISIM YANG MANSUB.................................................... MAF’UL BIH................................................................... .......................

1 MAF’UL MUTHLAQ......................................................... .................... MAF’UL MIN AJLIH................................................................ ............. MAF’UL FIH................................................................... ..................... MAF’UL MA’AH.............................................................. ....................... KHABAR KANA................................................................ ............... ISIM INNA................................................................. .......................... HAL.................................................................. ..................................... TAMYIZ............................................................. ...................................

1 ISTISNA............................................................ ...................................... ISIM LA.................................................................... ................................ MUNADA.......................................................... ..................................... KHABAR KANA DAN SAUDARASAUDARANYA......................... KHABAR MA HIJAZIYAH......................................................... .......... MENGIKUT BAGI YANG MANSUB.................................................. ISIM – ISIM YANG MAJRUR............................................................ ... ISIM YANG BERAMAL SEPERTI AMALAN FI’IL............................. ISIM FI’IL.................................................................. .............................

1 MASDAR........................................................... ..................................... ISIM MAF’UL............................................................. ........................... AMTSILAH MUBALAGAH.................................................... .............. SIFAT MUSYABAHAH.................................................. ........................

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful