P. 1
KARYA WISATA Jakarta - Jogja

KARYA WISATA Jakarta - Jogja

|Views: 4,078|Likes:
Published by Adien Gunarta
KARYA WISATA Jakarta - Jogja
KARYA WISATA Jakarta - Jogja

More info:

Published by: Adien Gunarta on May 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/29/2013

pdf

text

original

KARYA WISATA JAKARTA - YOGYAKARTA SMP NEGERI 5 PROBOLINGGO TAHUN 2009 – 2010

DI SUSUN OLEH :
1. 2. 3. 4.

AGUNG DWI R (9b) PUTRA CAHYADHI M (9d) JAMALUDIN ASSUYUTI (9e) M. SHALEH QUFRON (9e)

DINAS PENDIDIKAN NASIONAL KOTA PROBOLINGGO SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 5

RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL LEMBAR PENGESAHAN

”KARYA WISATA JAKARTA-YOGYAKARTA”

Diajukan untuk memenuhi syarat penilaian

Kepala Sekolah

Pembimbing

Drs.HARTONO,MPd. NIP : 19610606 198112 1 005

Ernawati Handayani,S.Pd NIP : 19670421 198903 2 019

21

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan karya wisata dengan lancar tanpa halangan apapun. Dalam penyusunan laporan karya wisata “Jakarta-Yogyakarta” ini kami mengalami beberapa kesulitan. Namun, kesulitan tersebut dapat teratasi berkat bimbingan dan pengarahan dari berbagai pihak. Untuk itu, pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan banyak terima kasih pada: 1. Para guru pembimbing yang telah banyak memberikan pengarahan setiap waktu ketika kami menentukan keputusan 2. Kedua orang tua kami yang telah memberikan dukungan serta bimbingan untuk mengesahkan tugas ini 3. Teman-teman dan semua pihak yang telah banyak membantu memperlancar proses penyusunan laporan karya wisata ini Kami sadar bahwa dalam penyusunan laporan karya wisata ini masih terdapat banyak sekali kekurangan. Oleh karena itu, kami selaku penyusun laporan karya wisata ini mohon maaf atas segala kekurangan dan tidak lupa kami mengharap kritik dan saran untuk perbaikan di masa yang akan datang. Akhirnya, kami berharap laporan karya wisata ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Semoga keberhasilan menyertai kita semua.

21

DAFTAR ISI
Halaman Judul Lembar Pengasahan ......................................................................................................... 1 Kata Pengantar ................................................................................................................. 2 Daftar Isi............................................................................................................................. 3

BAB I PENDAHULUAN
a) Latar Belakang....................................................................................................... 4 b) Tujuan Dan Manfaat Tugas................................................................................. 5 c) Rumusan Masalah................................................................................................. 6 d) Metode Penulisan................................................................................................... 6 e) Sistematika Penulisan............................................................................................6

BAB II OBJEK DAN KEGIATAN
a) Objek Wisata Alam (Merkarsari-Bogor)............................................................ 7 b) Objek Wisata Teknilogi (TMII).......................................................................... 9 c) Objek Wisata Sejarah (Borobudur).................................................................... 15 d) Penginapan Dan Restoran................................................................................... 19

BAB III PENUTUP
a) Kesimpulan ........................................................................................................... 21 b) Saran....................................................................................................................... 21

21

BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG Dalam kehidupan manusia banyak beberapa permasalahan yang akan dihadapi. Dari masalah satu dan masalah lain pasti ada kesulitan tersendiri. Namun, itu semua dapat teratasi oleh akal manusia karena ada usaha untuk menyelesaikannya. Itu semua teratasi karena keadaan otak manusia itu dalam keadaan fresh yang di dapat dari liburan, rekreasi, dan lain-lain. Di Jakarta, Bogor, dan Yogyakarta kita sebagai pengunjung yang menikmati kemegahan dan objek wista yang dibangun. Contohnya seperti di Jakarta ke TMII, Sea World, Dufan, Ancol, Museum Purna Bhakti,dan ke Bogor kita menikmati keindahan alam seperti di Mekarsari, sedangkan di Yogyakarta kita mengunjungi Candi Borobudur dan tempat pembelanjaan ( Mallioboro ) . Disini dijelaskan bahwa karya wisata ke Jakarta, Bogor, dan Yogyakarta merupakan salah satu kegiatan observasi sebagai penunjang proses belajar mengajar di Sekolah. Dengan observasi maka kami tidak hanya mengetahui tempat-tempat yang terpenting, tetapi kami juga dapat mengenal da memahami objek secara langsung. Maka dengan diadakannya karya wisata ini diharapkan siswa – siswi dapat mengenal lebih dekat tentang tempat wisata Indonesia. Sehingga timbul rasa bangga terhadap bangsa kita sendiri, karena memiliki peninggalan yang bersejarah yang tidak kalah hebatnya dengan negara-negara lain.

21

B. TUJUAN 1. Tujuan

Dan MANFAAT

TUGAS

Tujuan dari kegiatan karya wisata yang diadakan oleh SMPN 5 Probolinggo memiliki 2 (dua) tujuan, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum adalah melakukan observasi terhadap tempat – tempat wisata, baik tempat yang bersejarah maupun IPTEK agar siswa memiliki wawasan yang luas. Sedangkan tujuan khusus dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: • Untuk mengetahui tempat-tempat yang ada di “Jakarta-Yogyakarta” • Untuk menghilangkan kejenuhan siswa • Memberi kesempatan kepada siswa untuk lebih mengenal tepat wisata “Jakarta-Yogyakarta” • Mengetahui tempat – tempat terpenting yang terdapat di Jakarta, Bogor dan Yogyakarta • Menambah wawasan dan pengetahuan tentang tempat- tempat wisata yang dikunjungi • Meningkatkan rasa kebersamaan serta kekompakan antar siswa 2. Manfaat Kegiatan karya wisata ini memiliki peranan penting dan manfaat yang sangat besar dalam meningkatkan daya kreativitas dan ekspresif siswa SMPN 5 Probolinggo. Adapun manfaat yang dapat kami peroleh antara lain: 1. Mendapatkan banyak ilmu pengetahuan dan wawasanyng luas 2. Meningkatkan tali persaudaraan antar sesama siswa SMPN 5 Probolinggo 3. Meningkatkan rasa kebersamaan serta kekompakan antar siswa SMPN 5 Probolinggo 4. Menambah daya kreativitas siswa SMPN 5 Probolinggo

21

C. RUMUSAN MASALAH Masalah yang akan kami bahas dalam laporan ini yaitu : 1. Apa keunggulan dan kelemahan yang dimiliki oleh objek-objek wisata yang terdapat di Jakarta-yogyakarta? 2. Apa yang menarik dalam Candi Borubudur sehingga dikategorikan dalam Keajaiban Dunia, padahal letaknya terpelosok di desa-desa? D. METODE PENULISAN Dalam observasi / penelitian yang kami amati pada saat karya wisata. Kami menulis laporan karya wisata dengan yaitu:  Metode interview Mewawancarai seseorang atau guide tour yang berada di tempat-empat yang kita kunjungi seperti, Museum Purna Bhakti, Monas, Masjid istiqlal, Candi Borobudur, serta TMII  Media Internet Mencari dan mengumpulkan data melalui web dan image. Dengan membuka situs yang berkaitan dengan karya wisata yang diadakan oleh SMPN 5 Probolinggo.  Metode deskripsi Suatu metode berdasarkan pemanfaatan rincian tentang suatu objek, sehingga imajinasi sensitifitas pembaca atau pendengar seperti melihat dan merasakan objek tersebut  Metode observasi Metode penelitian yang langsung mengunjungi objek laporan karya wisata Jakarta, Bogor, dan Yogyakarta D. SISTEMATIKA PENULISAN menggunakan berbagai macam metode,

 Pada bab pertama disini berisi tentang pendahuluan. Diuraikan sebagai berikut:  latar belakang, tujuan dan manfaat tugas,serta sistematika penulisan.
21

 Pada bab kedua berisi tentang ruang lingkup pembahasan, pembahasan.  Pada bab ketiga berisi tentang kesimpulan, saran-saran, dan penutup.

BAB II OBYEK Dan KEGIATAN
A. OBYEK WISATA ALAM (Mekarsari-Bogor)

Taman Buah Mekar Sari
Taman Buah Mekarsari di Jonggol Km.3 Cileungsi dibangun atas prakarsa Alm. Ibu Tien Soeharto yang dilandasi keinginan luhur: (1) Meningkatkan harkat dan martabat kaum tani melalui pembangunan industri yang kuat dengan dukungan pertanian yang tangguh; dan (2) Menggangkat derajat buah-buahan Indonesia baik di dalam negeri maupun di mata dunia. Indonesia merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati tropika terbesar di dunia, dan memiliki berbagai jenis buah-buahan yang khas dari segi citarasa, bentuk dan warna. Namun potensi itu belum sepenuhnya dimanfaatkan, baikuntuk peningkatan kesejahteraan maupun pendapatan petani dan juga peningkatan gizi keluarga. Menjelang era globalisasi produk buah-buahan lokal harus mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri, bahkan bila memungkinkan ikut bersaing dalam pasaran dunia. Karena itu kehadiran Taman Buah Mekarsari sebagai salah satu Kebun Koleksi Plasma Nutfah Buah-buahan Tropis terbesar di dunia, menandai awal dari era kebangkitan buah-buahan Indonesia menuju masa keemasannya. • Falsafah Lamtorogung Taman Buah Mekarsari disajikan dalam Pola Daun Lamtorogung yang merupakan simbol tanaman serbaguna, sebagai penyubur dan pelestari lingkungan dan pemenuh kebutuhan jasmaniah maupun rohaniah. • Tujuan Taman Buah Mekarsari sebagai pusat pelestarian plasma nutfah hortikultura / buah-buahan Indonesia (tropis) dimanfaatkan untuk kegiatan penelitian, pendidikan, budidaya, dan wisata. Secara terinci tujuan pokok Taman Buah Mekarsari adalah untuk:

21

 Menciptakan kebun hortikultura yang terdiri atas kebun buah, kebun sayur, dan tanaman hias.  Memberikan alternatif obyek wisata baru bagi wisatawan asing maupun domestik.  Taman rekreasi hortikultura yang kelak dapat dikembangkan menjadi pusat studi hortikultura terutama bagi buah-buahan dan sayur-sayuran dataran rendah.  Memanfaatkan potensi yang ada untuk pengembangan, penelitian, dan produksi, baik melalui pembinaan maupun pemberdayaan para petani.  Menciptakan lapangan kerja baru di lingkungan kecamatan Cileungsi.  Memanfaatkan secara maksimum segenap potensi yang ada dengan azas pertimbangan keselarasan lingkungan tetap terjaga. Yang Dapat Anda Lihat atau Lakukan di Mekarsari, banyak aktifitas yang dapat Anda lihat atau lakukan bersama keluarga Anda, antara lain: ⇒ Ragam permainan anak seperti, bom bom cart, mobil mini, monorail, gokart, aeroplane dan lain-lain, ⇒ Mengunjungi beragam wahana seperti wahana bunga bangkai dan wahana danau, ⇒ Mengunjungi beragam kebun wisata seperti kebun wisata melon, kebun wisata salak, kebun wisata belimbing dan lainnya, ⇒ Melakukan beragam aktivitas berkebun, seperti menanam pohon, memberi pupuk, memanen dan lainnya, ⇒ Fruitwalk atau jalan-jalan di kebun buah ⇒ Dengan menggunakan Kereta keliling, Anda dan keluarga dapat mengitari dan berhenti di seluruh area Mekarsari yang diinginkan.

Buah Tangan Anda dapat membeli aneka souvenir atau cinderamata cantik di souvenir shop yang terdapat di dalam areal Mekarsari seperti kaus, kerajinan tangan, topi, gantungan kunci dan lain-lain. Selain itu, Anda juga dapat berbelanja aneka buah segar di Bursa Buah. Buah-buahan ini merupakan buah yang dipetik langsung dari kebun buah yang ada di Mekarsari.

• Tips

Kenakan pakaian yang nyaman seperti kaos dengan bahan katun,
21

• • •

Jangan lupa untuk mengenakan topi dan membawa payung, Hendaknya mencuci tangan setelah melakukan aktivitas berkebun, Pihak manajemen mekasari juga menyediakan beragam paket menarik untuk pelajar, perusahaan dan lainnya.

B. OBYEK WISATA TEKNOLOGI (Taman Mini Indonesia Indah)

Taman Mini Indonesia Indah
Profil TMII Taman Mini “Indonesia Indah” (TMII) merupakan tempat rekreasi yang sangat populer dan akrab bagi warga kota Jakarta serta kota-kota lain di Indonesia, bahkan mancanegara. Konsepnya menyajikan wahana dan fasilitas secara rekreatif, informatif, edukatif, komunikatif, dan atraktif (RIEKA). Miniatur Indonesia secara lengkap, baik bentang darat, kekayaan alam, aneka warna seni dan budaya daerah, maupun perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta berbagai bentuk seni dan budaya masa kini tersajikan di sini. Paparannya diwujudkan dalam bentuk Miniatur Arsipel Indonesia yang merupakan danau buatan dengan tiruan kepulauan Indonesia berikut penampang daratnya beserta anjungan-anjungan daerah. Tiap anjungan tersebut menampilkan rumah adat bercorak arsitektur tradisional berikut penyajian benda-benda budaya, pentas seni, upacara adat, keragaman kuliner, dan berbagai seluk beluk yang berkait dengan daerah bersangkutan, yang secara nyata menunjukkan ke-Bhinneka Tunggal Ika-an Indonesia. Selain anjungan daerah, berderet museum-museum yang memamerkan bukan hanya koleksi sejarah, budaya, serta teknologi masa lalu dan masa kini melainkan juga menciptakan dialog dengan pengunjung melalui berbagai peragaan yang—pada gilirannya—menjadi tonggak penciptaan di masa depan. Penampilan 15 museum, antara lain Museum Indonesia, Museum Transportasi, Museum Migas, Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, merupakan sumber informasi tiada batas. Wahana rekreasi berupa 11 unit taman, antara lain Taman Burung, Taman Akuarium Air Tawar, dan Taman Bunga Keong Emas; berbagai wahana inovatif, seperti Istana Anak Anak Indonesia, Teater Imax Keong Emas, Teater 4D’Motion, Kereta Gantung (skylift), “monorel” Aeromovel; serta Taman Budaya Tionghoa Indonesia dan TMII Waterpark yang kini sedang dibangun, juga menawarkan nuansa yang menarik. Berbagai jenis wahana dan fasilitas tersebut semuanya mempunyai dimensi rekreasi, pendidikan, pelestarian, sekaligus pemerkayaan cakrawala pengetahuan dan pewarisan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia, khususnya bagi generasi muda. Letak dan Luas Taman Mini “Indonesia Indah” terletak di Jakarta, ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia; berjarak sekitar 2 km dari terminal Kampung Rambutan, lebih kurang 5 km dari bandara udara Halim Perdana Kusumah, dan 200 meter dari gerbang tol Jagorawi. Letak yang strategis ini memudahkan pengunjung untuk mencapainya dengan berbagai jenis kendaraan. Luas lahan 150 hektar, berada di dalam daerah administrasi empat kelurahan
21

dan tiga kecamatan, yaitu Kelurahan Bambu Apus dan Ceger di Kecamatan Cipayung, Kelurahan Kampung Dukuh di Kecamatan Kramat Jati, dan Kelurahan Pinang Ranti di Kecamatan Kampung Makasar, Jakarta Timur. Lahan ini sesungguhnya baru sebagian dari seluruh lahan peruntukan TMII, karena berdasar Keputusan Gubernur Jakarta No. 3498 tanggal 9 Oktober 1984 kawasan diperluas menjadi 394,535 hektar. Oleh karena TMII merupakan “Proyek Tumbuh”, pemanfaatan lahan disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan. Keadaan fisik Kawasan Taman Mini "Indonesia Indah" pada awalnya mencakup kawasan seluas 145 ha. Lahan ini pada mulanya adalah lahan yang dimiliki rakyat sebagai ladang dan sawah. Kemudian dengan usaha dan jerih payah, lahan ini dapat ditransformasi menjadi kawasan untuk pendirian taman miniatur. Pengubahan lahan dari bentuk aslinya yang berupa ladang menjadi hamparan yang layak bangun memerlukan waktu yang tidak terlalu lama dan upaya lain berupa perataan lahan, pengolahannya menjadi hamparan yang layak pakai, serta pembagiannya untuk digunakan dalam pembangunan anjungan, museum dan bangunan-bangunan pokok serta bangunan penunjang. Kawasan TMII mempunyai topografi bergelombang. Topografi semacam ini memberikan keuntungan karena dengan bentuk hamparan seperti ini. TMII dapat dengan leluasa menampilkan beraneka ragamnya anjungan dan pergelaran lain. Akan tetapi ada pula kekurangan yang ditimbulkan oleh topografi bergelombang ini, yaitu diperlukannya upaya perataan lahan untuk tujuan tertentu, misalnya pembuatan bangunan yang memerlukan lahan rata. Dengan lingkungan alami yang ditempatinya, TMII memperoleh keuntungan karena lingkungan semacam ini, menunjang untuk pengembangan dari segi fisik dan program. Keadaan semula yang berupa lahan bergelombang, dengan vegetasinya yang terpencar di sana-sini dari berbagai jenis tumbuhan, serta lahan basah yang berupa telaga. TMII mempunyai keleluasaan untuk mengembangkan denah yang beranekaragam. Dengan adanya lahan basah, maka pola penataan lingkungan menjadi lebih alami dan dalam berbagai hal, lingkungan basah ini memberikan kemudahan dalam pengembangan pergelaran kawasan perairan. Kenyataan ini telah dinikmati oleh pengembangan: Taman Angsa Arsipel Indonesia dan Taman Akuarium Air Tawar. Hambatan yang Dihadapi Tugas yang sangat berat dalam mengemban misi ini masih dibebani oleh sikap dan tanggapan dari beberapa kalangan dan lapisan masyarakat yang belum sepenuhnya mendukung, tetapi masih menginginkan penjelasan lebih rinci mengenai gagasan pendirian taman miniatur ini. Akan tetapi, dengan ketekunan dan tekad yang luhur, semua rintangan dapat diatasi. Usaha ini diperingan dengan dukungan dalam berbagai bentuk dari berbagai kalangan. Kalangan pendidikan dan pengusaha swasta pada dasarnya mendukung gagasan pendirian taman miniatur ini, walaupun disertai berbagai syarat dan pertimbangan. Reaksi dalam bentuk lunak maupun keras diatasi dengan memberikan pengertian kepada mereka yang kurang mendukung. Saran dan kritik ditampung dan dijadikan bahan pertimbangan lebih rinci. Ibu Tien soeharto sendiri yang ikut juga memberikan penjelasan-penjelasan tentang gagasan pembangunan proyek miniatur ini. Himbauan pun disampaikan kepada para dermawan dan penyumbang
21

untuk membantu pelaksanaan proyek ini. Kemajuan mewujudkan gagasan pembangunan proyek miniatur ini didorong oleh Memorandum Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, tertangga1 4 Maret 1972. yang memberikan beberapa alternatif dan saran untuk menjadi pegangan pelaksanaan proyek ini. Dalam Memorandum ini, diakui bahwa dengan rencana pembangunan proyek miniatur Indonesia Indah ini, timbul kekhawatiran akan adanya perpecahan dalam tubuh kesatuan bangsa Indonesia. Uluran tangan berupa peran serta DPR RI dalam memberikan saran sungguh membantu memperingan beban yang timbul karena adanya perbedaan pendapat tentang pembangunan proyek ini, sampai pun pada proses pelaksanaannya, DPR RI memberikan saran alternatifnya. Tokoh-tokoh yang Berjasa Tidak dapat diragukan lagi bahwa tokoh utama dalam penciptaan wujud taman yang mencerminkan budaya bangsa ialah Ibu Tien Soeharto yang juga Ibu Negara saat itu. Gagasan yang cemerlang yang diikuti langkah-langkah konsisten telah sanggup mengatasi segala rintangan yang tidak kecil. Kegigihan dan kemantapan karsanya telah menguakkan pandangan ke masa depan pengembangan taman ini. Tokoh pendamping yang seiring dan tidak dapat dipisahkan ialah Bapak Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia dan sebagai suami Ibu Tien. Dorongan dan perlindungannya serta kesamaan pandangnya telah mendorong terwujudnya gagasan dan cita-cita dalam mengajak masyarakat untuk memahami secara lebih mendalam kebudayaan bangsa dan rasa cinta kepada tanah air mereka. Tanpa dorongan ini, pewujudan taman miniatur ini dan pembangunan pengembangannya akan selalu menghadapi hambatan yang sulit untuk diatasi. TMII Kini dan Upaya Mempertahankan Proyek Miniatur "Taman Mini "Indonesia Indah" yang kemudian terkenal dengan sebutan Taman Mini "Indonesia Indah". kini sudah jauh berkembang dari keadaan pada awalnya. Dengan pegangan aspek dan prospek sebagai landasan filsafatinya, Taman Miniatur "Indonesia Indah" telah memiliki 22 bangunan pokok dan pendukung, 27 anjungan daerah, 24 museum dan taman, 6 rumah ibadah, 5 sarana rekreasi, beserta sarana penunjangnya, seperti akomodasi, transportasi, rumah makan, dan bangunan-bangunan lain yang ikut melengkapi penampilan Taman Mini "Indonesia Indah". Dibandingkan dengan pada waktu awal dibangunnya, yang hanya memiliki 26 anjungan, boleh dikatakan bahwa selama 21 tahun usianya, taman ini telah berkembang 220 % dalam wujud bangunan. Begitu pula dalam kawasan yang berupa lahan. Kenyataan seperti ini memang membanggakan karena menunjukkan kemajuan dalam perkembangannya. Namun, keadaan seperti, ini tidak luput dari kekerasan upaya untuk mempertahankannya, apa lagi lebih mengembangkannya. Untuk mempertahankan Taman Mini "Indonesia Indah" seperti keadaannya kini, diperlukan kesiapan dalam berbagai bidang. Dana dan sumber daya manusia untuk mengelolanya harus selalu tersedia dengan taraf yang cukup tinggi. Pengelolaan ini bukan sekedar menampilkan keberadaan fisiknya saja, tetapi yang lebih penting ialah mewujudkan penampilan yang memenuhi landasan filsafati yang telah dijadikan pijakannya. Anjungan tidak sekedar menggelar pameran
21

benda-benda peninggalan kebudayaan masa lalu atau menggelar pertunjukan tarian saja, tetapi harus dapat mengajak masyarakat menemukan cara dan jalan dalam menuju cita-cita yang dinyatakan dalam uraian aspek dan prospek pembangunan Proyek Miniatur "Indonesia Indah". Mewujudkan tugas ini tidak mudah dan tidak ringan. Untuk melaksanakannya dituntut ketangguhan sumber daya manusia yang mampu mengejawantahkan cita-cita bangsa dalam bentuk yang relatif sangat terbatas, dan dana penyelenggaraan yang harus tersedia untuk tidak membatasi gerak. Penyediaan sumber daya manusia dan dana seperti itu memerlukan strategi yang tepat. Oleh karena itu dalam pengembangan kegiatan Taman Mini "Indonesia Indah" kebutuhan dalam bidang sumber daya manusia dan dana menjadi bagian tak terpisahkan dalam pengembangan programnya. Pengembangan program semacam ini harus dilakukan apabila Taman Mini "Indonesia Indah" akan mampu menjangkau masa depan. Apa sebetulnya yang ingin dijangkau Taman Mini "Indonesia Indah" di masa depan? Landasan filsafat seperti yang telah diuraikan di depan tidak dapat ditinggalkan. Dengan landasan tersebut untuk menjangkau masa depan, telah dirancang pola pengelolaan dan penyusunan program untuk mencapai tujuan seperti yang diemban dalam misinya. Pengelolaan Proyek Miniatur "Indonesia Indah" tidak begitu saja dilaksanakan, tetapi diatur dalam surat-surat keputusan yang menjadi pedoman dalam pelaksanaannya. Organisasi pengelolaannya ini selalu ditinjau untuk penyempurnaannya, baik dalam sistemnya maupun dalam personalianya. Untuk menjangkau tujuan dalam misi Taman Mini "Indonesia Indah", adanya anjungan, museum dan taman, serta unit-unit lain yang menunjang merupakan sarana pencapaiannya. Program dan penampilan masing-masing unit tersebut merupakan proses yang berlangsung untuk menuju jangkauan Taman Mini "Indonesia Indah". Selain pengembangan program ke dalam masing-masing anjungan dan unit-unit lain, pengembangan yang dilaksanakan Taman Mini "Indonesia Indah" ialah dalam melengkapi unit-unit dan komponen-komponennya sehingga landasan filsafati yang telah dijadikan pegangan dan pedoman dalam mengemban misi dapat dipenuhi. Setiap waktu selalu ada penambahan komponen yang setapak demi setapak mengisi dasar filsafati yang telah digariskan. HASIL YANG DICAPAI Sebagai sebuah kawasan wisata, kehadiran TMII tak cuma diakui oleh masyarakat luas yang ditandai oleh padatnya pengunjung di hari-hari libur, tetapi pengakuan berupa sejumlah penghargaan dari berbagai kalangan resmi. Dalam usianya yang baru setahun, pada tahun 1976. TMII telah menerima penghargaan di bidang kepariwisataan dari pemerintah DKI Jakarta. Kemudian berturut-turut pada tahun 1977 dan 1978 memperoleh penghargaan kepariwisataan dari pemerintah DKI berupa "Palm Perunggu" dan "Palm Perak". Pada tahun 1981 masih dari pemerintah DKI. TMII memperoleh penghargaan kepariwisataan berupa "Palm Emas". Pada tahun 1987, TMII memperoleh penghargaan pelestarian kebudayaan Golden Award dari Pacific Asian Travel Association (PATA). Di bidang pembinaan industri kecil, hasil-hasil yang telah dicapai oleh TMII membuahkan penghargaan dari Pemerintah republik Indonesia berupa Upakarti Kepeloporan pada tahun 1990. Penghargaan kepariwisataan dari pemerintah DKI Jakarta, berupa "Adikarya Wisata" diperoleh pada tahun 1991. 1992 dan 1993. Selanjutnya pada tahun 1994.
21

TMtl memperoleh plakat "Adikaryottama Wisata" juga dari pemerintah DKI Jakarta atas prestasinya mempertahankan "Adikarya Wisata", selama empat tahun berturut-turut. Adapun pada tahun 1995, TMII berhasil memperoleh penghargaan berupa piagam "Adikaryottama Wisata 1995". Adikaryottama berasal dari bahasa sansekerta, yang berarti Adi Karya yang Utama. Pada tahun 1995 pula TMII memperoleh Penghargaan Penghijauan Lingkungan dari Pemerintah DKI Jakarta. TMII merupakan hasil karya putra-putri Indonesia dalam upaya melestarikan, membina dan mengembangkan serta menyebarluaskan ragam aspek budaya Indonesia. Nilai-nilai tradisi warisan leluhur turun temurun, tata nilai yang berlaku saat ini serta harapan-harapan bangsa Indonesia di masa datang tercermin dari berbagi bentuk peragaan statis maupun dinamis di seluruh areal TMII. TMII tercatat sebagai kawasan wisata Indonesia yang paling banyak menggelar produk-produk kesenian daerah. Di tiap Anjungan. maupun di tiap sudut bagiannya. setiap hari ada saja pesona budaya daerah yang bisa disaksikan pengunjung. Atraksi-atraksi menarik yang pada akhirnya akan mendorong pengunjung untuk datang ke daerah tersebut manakala ada kesempatan. Kesempatan yang dibuka luas oleh TMII di bidang seni budaya membawa dampak dalam menggairahkan semangat berkesenian di daerah-daerah. Suasana kompetisi untuk menampilkan yang terbaik merangsang kreativitas dan daya inovasi para seniman daerah untuk menghasilkan karya-karya seni budaya berkualitas. Untuk menentukan kelompok kesenian yang akan tampil di TMII, tidak jarang didahului oleh serangkaian seleksi maupun festival tingkat daerah sehingga terpilihlah kelompok-kelompok terbaik yang menjadi duta seni daerahnya ke TMII. Sebaliknya. kelompok-kelompok yang mampu tampil terbaik dan telah menunjukkan prestasi di TMIl, sesampainya kembali di daerah akan menjadi motivasi bagi kelompok-kelompok lainnya untuk berkarya dan berpretasi lebih baik lagi. Dalam upaya mempersiapkan generasi penerus untuk terus mencintai, menghayati dan mendalami seni budaya bangsanya, TMII melalui sanggar-sanggar pendidikan seninya secara aktif menggugah minat dan apresiasi generasi muda, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Upaya pendidikan dan pembinaan ini telah menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Melalui sasana krida maupun sanggar-sanggar tari dan musik di lingkungan TMII, masyarakat dari berbagai generasipun dapat bersama-sama mengenal, mempelajari, melestarikan dan mengembangkan beragam aspek seni budaya Indonesia. TMII sendiri, melalui tim kesenian andalannya, yaitu "Pelangi Nusantara TMII" telah berhasil membantu upaya pemerintah dalam memperkenalkan kekayaan seni budaya Indonesia ke seluruh penjuru dunia. Sejak tahun 1978 sampai sekarang, tim ini secara teratur mengisi acara kesenian kenegaraan di Istana Kepresidenan Republik Indonesia. Selain itu, "Pelangi Nusantara" secara aktif mengikuti berbagai pergelaran ke daerah-daerah dalam rangka meningkatkan apresiasi masyarakat Indonesia terhadap kekayaan seni budaya bangsanya. Dalam setahun Tim ini rata-rata melakukan sekitar 50 kali pentas untuk memenuhi permintaan berbagai pihak, di berbagai kesempatan. Sementara itu, dalam kiprahnya ke mancanegara, ke berbagai kota dan negara di Asia, Eropa, Amerika, dan Australia, telah lebih dari 22 misi kesenian berhasil diemban dengan baik. Pelangi Nusantara pada dasarnya merupakan tim operasional kesenian yang berfungsi sebagai unit percontohan. Tim ini telah diakui oleh masyarakat luas sebagai salah satu pelopor pengembangan sistem pergelaran sesuai situasi dan kondisi masyarakat yang berkembang secara dinamis. Salah satu keunggulan yang
21

dimiliki oleh tim ini adalah keserasian tata busana atau kostum yang digunakan. waktu tampil yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, serta fleksibilitas setiap penarinya yang mampu membawakan, berbagai jenis tarian berbeda. Melalui museum-museumnya. TMII dihargai oleh masyarakat karena kepeloporannya secara terus menerus membangkitkan minat masyarakat untuk mencintai dan mengunjungi museum. Dengan tampilan museum-museumnya yang menarik, TMII senantiasa berupaya menepis kesan suram dan "kuno" yang selama ini masih menjadi citra museum-museum kita di masyarakat. Kehadiran beragam museum dalam satu kawasan sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk menambah pengetahuan serta memenuhi keingintahuan mengenai berbagai hal tentang Indonesia. Keseluruhannya akan membawa dampak positif bagi penyiapan dan pengembangan sumber daya manusia pembangunan. Bentuk-bentuk bangunan di tiap Anjungan Daerah merupakan hasil upaya TMII di bidang pelestarian ragam bentuk bangunan arsitektur tradisional. Bentuk dan bangun arsitektur yang sangat aspiratif dan sekaligus inspiratif ini diupayakan untuk terus dipertahankan dan dikembangkan ke masa depan. Di sisi lain, secara spesifik, bentuk-bentuk bangunan di TMII banyak di antaranya merupakan karya dan prestasi putra-putri bangsa Indonesia di bidang arsitektur Indonesia modern, yang diharapkan dapat memberi sumbangan berarti bagi dinamika perkembangan dunia arsitektur di masa mendatang. Hampir seluruh bangunan modern yang terdapat di TMII, mengacu ke era masa depan namun tetap mengakar pada tradisi dan filosofi Indonesia. Di bidang industri kecil, para pengrajin benda-benda seni dari berbagai daerah secara terus menerus dan berkesinambungan diberi kesempatan dan dibina untuk tampil dan berkarya, sekaligus untuk memasarkan hasil karyanya. Demikian pula pembinaan terhadap para penyandang cacat tubuh juga dilakukan. TMII bahkan juga membina ratusan penjual jamu gendong. Masyarakat kecil yang memiliki andil besar dalam pelestarian dan pengembangan budaya bangsa Indonesia yang bemilai tinggi. Dalam peranannya sebagi "Wajah Indonesia" yang mewakili citra bangsa dan negara Indonesia, TMII kerap dikunjungi oleh Kepala Negara maupun Kepala Pemerintahan dari negara-negara sahabat di seluruh dunia. Hampir di setiap kedatangan tamu-tamu kehormatan tersebut, diacarakan penanaman pohon beringin persahabatan di salah satu lokasi TMII. Kini setidaknya telah ada 129 pohon beringin yang ditanam oleh para tamu negara, yang beberapa di antaranya adalah tokoh-tokoh dunia. Jumlah ini diperkaya dengan 108 pohon dari berbagai jenis, yang dikenal di negara asalnya dan dapat tumbuh di alam Indonesia. Pohon-pohon Ini di tanam oleh para pimpinan negara-negara Non-Blok pada saat KTT Non X Blok tahun 1992 di Jakarta.

21

C. OBYEK WISATA SEJARAH (Borobudur)

BOROBUDUR
Section I.1 Nama Borobudur

Banyak teori yang berusaha menjelaskan nama candi ini. Salah satunya menyatakan bahwa nama ini kemungkinan berasal dari kata Sambharabhudhara, yaitu artinya "gunung" (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras. Selain itu terdapat beberapa etimologi rakyat lainnya. Misalkan kata borobudur berasal dari ucapan "para Buddha" yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur. Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata "bara" dan "beduhur". Kata bara konon berasal dari kata vihara, sementara ada pula penjelasan lain di mana bara berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya ialah "tinggi", atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti "di atas". Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi. Sejarawan J.G. de Casparis dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan. Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja mataram dinasti Syailendra bernama Samaratungga, yang melakukan pembangunan sekitar tahun 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad. Section I.2 Struktur Borobudur

Candi Borobudur berbentuk punden berundak, yang terdiri dari enam tingkat berbentuk bujur sangkar, tiga tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Selain itu tersebar di semua tingkat-tingkatannya beberapa stupa. Borobudur yang bertingkat sepuluh menggambarkan secara jelas filsafat mazhab Mahayana. bagaikan sebuah kitab, Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha. Bagian kaki Borobudur melambangkan Kamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau "nafsu rendah". Bagian ini sebagian besar tertutup oleh tumpukan batu yang diduga dibuat untuk memperkuat konstruksi candi. Pada bagian yang tertutup struktur tambahan ini terdapat 120 panel cerita Kammawibhangga. Sebagian kecil struktur tambahan itu disisihkan sehingga orang masih dapat melihat relief pada bagian ini.

21

Empat lantai dengan dinding berelief di atasnya oleh para ahli dinamakan Rupadhatu. Lantainya berbentuk persegi. Rupadhatu adalah dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk. Tingkatan ini melambangkan alam antara yakni, antara alam bawah dan alam atas. Pada bagian Rupadhatu ini patung-patung Buddha terdapat pada ceruk-ceruk dinding di atas ballustrade atau selasar. Mulai lantai kelima hingga ketujuh dindingnya tidak berelief. Tingkatan ini dinamakan Arupadhatu (yang berarti tidak berupa atau tidak berwujud). Denah lantai berbentuk lingkaran. Tingkatan ini melambangkan alam atas, di mana manusia sudah bebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa, namun belum mencapai nirwana. Patung-patung Buddha ditempatkan di dalam stupa yang ditutup berlubang-lubang seperti dalam kurungan. Dari luar patung-patung itu masih tampak samar-samar. Tingkatan tertinggi yang menggambarkan ketiadaan wujud dilambangkan berupa stupa yang terbesar dan tertinggi. Stupa digambarkan polos tanpa lubanglubang. Di dalam stupa terbesar ini pernah ditemukan patung Budha yang tidak sempurna atau disebut juga unfinished Buddha, yang disalahsangkakan sebagai patung Adibuddha, padahal melalui penelitian lebih lanjut tidak pernah ada patung pada stupa utama, patung yang tidak selesai itu merupakan kesalahan pemahatnya pada zaman dahulu. menurut kepercayaan patung yang salah dalam proses pembuatannya memang tidak boleh dirusak. Penggalian arkeologi yang dilakukan di halaman candi ini menemukan banyak patung seperti ini. Di masa lalu, beberapa patung Budha bersama dengan 30 batu dengan relief, dua patung singa, beberapa batu berbentuk kala, tangga dan gerbang dikirimkan kepada Raja Thailand, Chulalongkorn yang mengunjungi Hindia Belanda (kini Indonesia) pada tahun 1896 sebagai hadiah dari pemerintah Hindia Belanda ketika itu. Borobudur tidak memiliki ruang-ruang pemujaan seperti candi-candi lain. Yang ada ialah lorong-lorong panjang yang merupakan jalan sempit. Lorong-lorong dibatasi dinding mengelilingi candi tingkat demi tingkat. Di lorong-lorong inilah umat Buddha diperkirakan melakukan upacara berjalan kaki mengelilingi candi ke arah kanan. Bentuk bangunan tanpa ruangan dan struktur bertingkat-tingkat ini diduga merupakan perkembangan dari bentuk punden berundak, yang merupakan bentuk arsitektur asli dari masa prasejarah Indonesia. Struktur Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur mandala. Struktur Borobudur tidak memakai semen sama sekali, melainkan sistem interlock yaitu seperti balok-balok Lego yang bisa menempel tanpa lem. Section I.3 Relief

Di setiap tingkatan dipahat relief-relief pada dinding candi. Relief-relief ini dibaca sesuai arah jarum jam atau disebut mapradaksina dalam bahasa Jawa Kuna yang berasal dari bahasa Sansekerta daksina yang artinya ialah timur. Relief-relief ini bermacam-macam isi ceritanya, antara lain relief-relief cerita jātaka. Pembacaan cerita-cerita relief ini senantiasa dimulai, dan berakhir pada pintu gerbang sisi timur di setiap tingkatnya, mulainya di sebelah kiri dan berakhir di
21

sebelah kanan pintu gerbang itu. Maka secara nyata bahwa sebelah timur adalah tangga naik yang sesungguhnya (utama) dan menuju puncak candi, artinya bahwa candi menghadap ke timur meskipun sisi-sisi lainnya serupa benar. Adapun susunan dan pembagian relief cerita pada dinding dan pagar langkan candi adalah sebagai berikut. Bagan Relief Posisi/letak - ----- dinding - ----- langkan - ----- dinding - langkan - dinding - langkan - dinding - langkan Jumlah

Tingkat Kaki candi asli Tingkat I ------------------Tingkat II -------Tingkat III -------Tingkat IV ---------------

Cerita Relief Karmawibhangga a. Lalitawistara b. jataka/awadana a. jataka/awadana b. jataka/awadana Gandawyuha jataka/awadana Gandawyuha Gandawyuha Gandawyuha Gandawyuha --------

Jumlah Pigura 160 pigura 120 pigura 120 pigura 372 pigura 128 pigura 128 pigura 100 pigura 88 pigura 88 pigura 84 pigura 72 pigura 1460 pigura

Secara runtutan, maka cerita pada relief candi secara singkat bermakna sebagai berikut : Karmawibhangga Salah satu ukiran Karmawibhangga di dinding candi Borobudur (lantai 0 sudut tenggara) Sesuai dengan makna simbolis pada kaki candi, relief yang menghiasi dinding batur yang terselubung tersebut menggambarkan hukum karma. Deretan relief tersebut bukan merupakan cerita seri (serial), tetapi pada setiap pigura menggambarkan suatu cerita yang mempunyai korelasi sebab akibat. Relief tersebut tidak saja memberi gambaran terhadap perbuatan tercela manusia disertai dengan hukuman yang akan diperolehnya, tetapi juga perbuatan baik manusia dan pahala. Secara keseluruhan merupakan penggambaran kehidupan manusia dalam lingkaran lahir - hidup - mati (samsara) yang tidak pernah berakhir, dan oleh agama Buddha rantai tersebutlah yang akan diakhiri untuk menuju kesempurnaan. Lalitawistara Merupakan penggambaran riwayat Sang Buddha dalam deretan relief-relief (tetapi bukan merupakan riwayat yang lengkap ) yang dimulai dari turunnya Sang Buddha dari sorga Tusita, dan berakhir dengan wejangan pertama di Taman Rusa dekat kota Banaras. Relief ini berderet dari tangga pada sisi sebelah selatan, setelah melampui deretan relief sebanyak 27 pigura yang dimulai dari tangga sisi timur. Ke-27 pigura tersebut menggambarkan kesibukan, baik di sorga maupun di dunia,
21

sebagai persiapan untuk menyambut hadirnya penjelmaan terakhir Sang Bodhisattwa selaku calon Buddha. Relief tersebut menggambarkan lahirnya Sang Buddha di arcapada ini sebagai Pangeran Siddhartha, putra Raja Suddhodana dan Permaisuri Maya dari Negeri Kapilawastu. Relief tersebut berjumlah 120 pigura, yang berakhir dengan wejangan pertama, yang secara simbolis dinyatakan sebagai Pemutaran Roda Dharma, ajaran Sang Buddha di sebut dharma yang juga berarti "hukum", sedangkan dharma dilambangkan sebagai roda. Jataka dan Awadana Jataka adalah cerita tentang Sang Buddha sebelum dilahirkan sebagai Pangeran Siddharta. Isinya merupakan pokok penonjolan perbuatan baik, yang membedakan Sang Bodhisattwa dari makhluk lain manapun juga. Sesungguhnya, pengumpulan jasa/perbuatan baik merupakan tahapan persiapan dalam usaha menuju ketingkat ke-Buddha-an. Sedangkan Awadana, pada dasarnya hampir sama dengan Jataka akan tetapi pelakunya bukan Sang Bodhisattwa, melainkan orang lain dan ceritanya dihimpun dalam kitab Diwyawadana yang berarti perbuatan mulia kedewaan, dan kitab Awadanasataka atau seratus cerita Awadana. Pada relief candi Borobudur jataka dan awadana, diperlakukan sama, artinya keduanya terdapat dalam deretan yang sama tanpa dibedakan. Himpunan yang paling terkenal dari kehidupan Sang Bodhisattwa adalah Jatakamala atau untaian cerita Jataka, karya penyair Aryasura dan jang hidup dalam abad ke-4 Masehi. Gandawyuha Merupakan deretan relief menghiasi dinding lorong ke-2,adalah cerita Sudhana yang berkelana tanpa mengenal lelah dalam usahanya mencari Pengetahuan Tertinggi tentang Kebenaran Sejati oleh Sudhana. Penggambarannya dalam 460 pigura didasarkan pada kitab suci Buddha Mahayana yang berjudul Gandawyuha, dan untuk bagian penutupnya berdasarkan cerita kitab lainnya yaitu Bhadracari.

21

D. PENGINAPAN DAN RESTORAN a) Hotel Plaza Harco Mangga Dua Hotel ini terletak di kawasan dekat dengan Harco Mangga Dua, terletak di kawasan yang selalu padat setiap harinya, di mana setiap pagi dan sore hari selalu terjadi kemacetan. Fasilitas yang disediakan sama seperti hotel melati pada umumnya, seperti AC, Hot & Cold Water, Extra Bed, 24 jam room service, TV, lemari, kloset, wastafel, pemadam otomatis, telepon, wifi, lift, tangga, restorant, lampu otomatis, meja rias, ruang tunggu, dan lain-lain Harga sewa yang ditawarkan relatif sama dengan harga sewa hotel melati pada umumnya. Untuk lahan parkir, telah tersedia sangat luas, biasanya Hotel ini ramai saat akhir pekan, para pengunjung hotel ini kebanyakan adalah para pelaku bisnis yang sedang ada urusan di Jakarta Barat. Jarak dengan pusat kota sekitar 15 menit dengan menggunkan motor, dan jarak dengan Bandara sekitar 20 menit. Sebagai alternatif Anda dapat mencoba Hotel Trans Mangga Dua atau Le Grandeur Hotel yang terletak di sekitar lokasi. b) Rumah makan dan Restoran 1. Rumah makan Taman Sari Rumah makan ini terdapat di sebelah utara (pantura) tempatnya di tuban jawa timur. Fasilitas di rumah makan ini termasuk kreatif, yaitu dengan menggunakan ciri khas dari kota tuban sehingga terlihat unik. Tempatnya juga luas dan nyaman Dan cocok untuk tempat bersantai sekaligus menikmati pemandangan laut utara. Dengan di lengkapi sarana musolla, pusat oleh-oleh, toilet, pom bensin, carger HP, swalayan, Dan tempat parkir yang luas. Dengan makanan yang cukup enak. 2. Rumah makan kendal Rumah makan ini terdapat di daerah kendal-semrang. Fasilitas di rumah makan ini sifatnya biasa saja pada rumah makan umumnya, karena di tempat ini terdapat mushola, toilet, tempat parkir, carger HP, dan sebagainya. Yang membuat rumah makan ini terlihat bagus adalah pelayanan dan makanannya yang baik. Dan yang membuat orang tidak melupakannya adalah banyak serangganya (jangkrik). 3. Rumah makan di terminal bus Rumah makan menggunakan fasilitas yang kurang bagus karena tempat yang kotor membuat nafsu makan berkurang. Juga dilengkapi mushola, toilet, danswalayan. Tempat ini berada di terminal bus. 4. Rumah makan di yogyakarta Rumah makan ini terletak di dekat perbatasan yogya yang memiliki fasilitas yang cukup lengkap karena dilengkapi dengan kamar mandi, pom bensin, mushola, carger Hp, pusat oleh-oleh, konter pulsa, dll. 5. Rumah makan terakhir Rumah makan ini tergolong mewah dan ini adalah tempat makan terakhir. Disini dillengkapi fasilitas yang belum ada sebelumnya yaitu mushola yang sangat beersih, toilet yang bersih, makanan yang lezat, pusat oleh-oleh,
21

penataan bangku yang rapi, tempat carger Hp yang aman, tempat parkir luas, interior rumah makan yang bagus, dll. 6. Restoran di hotel Restoran yang ada di hotel sangat aman karena dilengkapi dengan wifi dan dekorasinya sangat indah

21

BAB III PENUTUP

A. KESIMPULAN 1. Dari kegiatan karya wisata ini, kita dapat menambah pengetahuan kita. Dan juga dapat menambah modal kita untuk ke depannya, serta kita dapat mengetahui objek-objek bersejarah serta sarana rekreasi yang berada di Ibukota. 2. Kita dapat mengetahui sejarah-sejarah mengenai candi borobudur. B. SARAN 1. Seharusnya dari kegiatan ini agar lebih tertib dan disiplin waktu, guru-guru harus lebih ketat dan tegas terhadap tata tertib yang telah dibuat. Dan guruguru juga harus tepat waktu agar jadwal berjalan lancar. 2. Waktu untuk mengunjungi objek-objek wisata kurang lama, sehingga kurang puas menikmati fasilitas atau sarana yang telah disediakan pada objek wisata. Seharusnya waktu sudah diatur oleh guru sehingga tidak mengganggu jadwal.

21

DOKUMENTASI Wisata Alam

Wisata Teknologi

Wisata Sejarah

21

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->