P. 1
Lap.beton Eka

Lap.beton Eka

5.0

|Views: 4,895|Likes:
Published by eka wijaya

More info:

Published by: eka wijaya on May 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/23/2015

pdf

text

original

Civil Engineering of Sriwijaya University

EKA WIJAYA (03071001061)

Kelompok I a

1.Tujuan Percobaan

Untuk menentukan komposit/unsur beton basah dengan ketentuan kekuatan
tekan karakteristik dari slump rencana.

2.Peralatan

a.

Timbangan

b.

Peralatan pembuatan adukan

Wadah

Sendok semen

Peralatan pengukur slump

Peralatan pengukuran berat volume

3.Bahan

Unsur beton :

Air

Semen

Agregat halus

Agregat kasar
Yang telah memenuhi syarat/ketentuan

4.Prosedur Praktikum

Adapun langkah-langkah pembuatan rencana campuran beton normal yaitu:
1.Ambil kuat tekan beton yang disyaratkan pada umur tertentu
2.Hitung deviasi standart
3.Hitung nilai tambah
4.Menghitung kuat tekan beton rata-rata yang ditargetkan

Civil Engineering of Sriwijaya University

EKA WIJAYA (03071001061)

Kelompok I a

5.Menetapkan jenis semen yang dipakai
6.Menetapkan jenis agregat kasar dan agregat halus. Agregat ini dapat
dalam bentuk tak pecah (pasir atau koral) atau dipecahakan
7.Faktor air semen ditentukan dengan berpedoman pada tabel 2, bila
dipergunakan grafik 1 atau 2 ikuti langkah-langkah berikut:

a.

Tentukan nilai kuat tekan pada umur 28 hari dengan
menggunakan tabel 2, sesuai dengan semen dan agregat yang dipakai
b.

Lihat grafik 1 untuk benda uji berbentuk silinder atau grafik 2

untuk berbentuk kubus
c.

Tarik garis tegak lurus keatas melalui faktor air semen 0,5
sampai memotong kurva kuat tekan yang ditentukan pada sub butir b
diatas
d.

Tarik garis tegak lurus kebawah melalui titik potong tersebut
untuk mendapat faktor air semen yang diperlukan
8.Menetapkan faktor air semen maksimum, dapat dilihat pada tabel 1 yang
disesuaikan dengan kondisi penggunaan beton tersebut, jika nilai faktor
air semen diperoleh dari butir 7 diatas lebih kecil dari yang dikehendaki
maka yang dipakai ialah yang terendah
9.Menetapkan tinggi slump
10.Ukuran agregat ditentukan dari hasil analisa dengan mengambil ukuran
agregat maksimum lolos saringan
11.Tentukan kadar air bebas menurut tabel 3 point 7 (perencanaan beton)
12.Kadar air semen tiap m3

beton dihitung dari perbandingan kadar air bebas

dengan faktor air semen (no 11/7 atau 8)
13.Jumlah semen maksimum jika tidak ditetapkan dapat diabaikan
14.Tentukan jumlah semen seminimum mungkin, jika tidak dilihat tabel 1
kadar semen diperoleh dari perhitungan jika perlu disesuaikan
15.Tentukan faktor air semen yang disesuaikan jika jumlah semen berubah
karena lebih kecil dari jumlah semen minimum yang ditetapkan (atau

Civil Engineering of Sriwijaya University

EKA WIJAYA (03071001061)

Kelompok I a

lebih besar dari jumlah semen maksimum yang disyaratkan), maka faktor
air semen harus diperhitungkan kembali
16.Tentukan susunan besar butir agregat halus (pasir) kalau agregat halus
sudah dikenal dan sudah dilakukan analisis ayakan menurut standart yang
berlaku, maka kurva darei pasir ini dapat dibandingkan dengan kurva-
kurva yang tertera dalam grafik 3-6
17.Tentukan persentase pasir dengan menggunakan grafik 7-19 dengan
diketahui ukuran butir agregat maksimum pada butir 10, slump butir 9
faktor air semen butir 15 dan daerah susunan agregat halus pada butir 16
maka jumlah persentase pasir yang diperlukan dapat dibaca pada grafik.
Jumlah ini adalah seluruhnya dari pasir atau fraksi agregat yang lebih
halus dari 5 mm
18.Hitung berat jenis relative agregat menurut point 7 (perencanaan beton)
19.Tentukkan berat jenis beton menurut grafik 10 sesuaikan dengan kadar
air bebas yang sudah ditentukan dari tabel 3 dan berat jenis relative dari
agregat gabungan butir 18
20.Kadar agregat gabungan = berat jenis beton – (kadar air bebas + kadar air

semen)
21.Kadar agregat halus = persentase agregat halus (17) x kadar agregat
22.Kadar agregat kasar = kadar agregat gabungan(20) – kadar agregat halus
(21) dari langkah-langkah tersebut diatas butir 1-22 sudah dapat diketahui
susunan campuran bahan-bahan untuk 1 m3

beton
23.Koreksi proporsi campuran menurut perhitungan pada point 8
(perencanaan beton)
24.Buatlah campuran uji, ukur dan catatlah besarnya slump serta kekuatan
tekan yang sesungguhnya, perhatikanlah hal berikut:
a.Jika harga yang didapat sesuai dengan harga yang diharapakan
maka susunan campuran beton tersebut dapat dikatakan baik jika
tidak maka campuran perlu dibetulkan

Civil Engineering of Sriwijaya University

EKA WIJAYA (03071001061)

Kelompok I a

b.Kalau slumpnya terlalu tinggi / rendah maka kadar air perlu
dikurangi/ditambah (dengan demikian juga kadar semennya, karena
faktor air semen harus dijaga tetap tidak berubah)
c.Jika kekuatan beton dari campuran uji terlalu tinggi atau rendah,
maka faktor air semen dapat atau harus ditambahkan atau dikurangi
sesuai dengan grafik 1 dan 2

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->