P. 1
KONSEP

KONSEP

|Views: 973|Likes:
Published by Ree Gilbert

More info:

Published by: Ree Gilbert on May 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/19/2013

pdf

text

original

KONSEP-KONSEP KONSELING LINTAS AGAMA DAN BUDAYA

ABSTRAKSI
Manusia sebagai makhluk sosial (Zoon Politicon) dalam hidup sehari-hari tidak lepas dari unsur agama dan budaya karena Sifat hakiki manusia adalah makhluk beragama (homo religious), selain itu manusia juga lahir sebagai manusia yang berbudaya namun dalam proses berjalannya akan muncul permasalahan yang timbul dalam beragama serta berbudaya, untuk itulah dibutuhkan proses konseling lintas agama dan budaya. Konseling lintas agama dan budaya terdiri dari tiga elemen penting, yaitu konseling, agama dan budaya, sehingga dalam penjelasannya tentang konsep konseling lintas agama dan budaya akan diawali dengan penjelasan tentang konseling, agama dan budaya. Dari penjelasan setiap poin tersebut maka akan dapat diambil kesimpulan tentang pengertian Konseling lintas agama adalah suatu proses konseling dimana ada dua keyakinan atau lebih, yang berbeda dari latar belakang ajaran, aturan-aturan, maupun kepercayaan. Sedangkan pengertian Konseling lintas budaya adalah suatu hubungan konseling dimana ada dua peserta atau lebih, berbeda dalam latar belakang budaya, nilai-nilai, dan gaya hidup. Aspek-aspek yang harus ada dan diperhatikan dalam konseling lintas agama dan budaya : 1. Latar belakang agama dan budaya yang dimiliki oleh konselor, 2. Latar belakang agama dan budaya yang dimiliki oleh klien, 3. Asumsi-asumsi terhadap masalah yang dihadapi selama konseling, 4. Nilainilai yang mempengaruhi hubungan dalam konseling. Berdasarkan aspekaspek ini akan lahir konsep sehingga konsep konseling lintas agama terdiri dari lima hal, yaitu : 1. Konselor lintas agama dan budaya harus sadar akan nilai dan norma, 2. Konselor sebaiknya sadar terhadap karakteristik konseling secara umum, 3. Konselor harus mengetahui pengaruh kesukuan, keagamaan dan mereka harus mempunyai perhatian terhadap lingkungan serta agamanya, 4. Konselor tidak boleh mendorong klien untuk dapat memahami agama dan budaya yang dianutnya, 5. Konselor lintas agama dan budaya dalam melaksanakan konseling harus mempergunakan pendekatan ekletik

BAB I PENDAHULUAN
Sifat hakiki manusia adalah makhluk beragama (homo religious), yaitu makhluk yang mempunyai fitrah untuk memahami dan menerima nilai-nilai kebenaran yang bersumber dari agama, serta sekaligus menjadikan kebenaran agama itu sebagai referensi sikap dan perilakunya.

Di sisi lain manusia juga lahir sebagai manusia yang berbudaya. Dalam kehidupan sehari-hari, tiap individu akan berusaha menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya. Hal ini ditunjukkan dengan memberikan pendapat dan perilaku tertentu, bagaimana bersikap dan mungkin menunjukkan beberapa ³keanehan´ tertentu. Akulturasi diri ini bisa jadi berbeda dengan apa yang selama ini dianut oleh masyarakat sekitarnya, tetapi seringkali pula seorang individu menampakkan perilaku sesuai dengan apa yang sering dimunculkan oleh masyarakat di mana dia berada.Agama dan budaya mempunyai independensi masing-masing, meski keduanya saling terkait. Kelahiran agama sangat terkait dengan konstruksi budaya Namun dalam memahami realita kehidupan, ada kalanya terjadi kesenjangan antara agama dan budaya. Manusia sering dihadapkan oleh realitas yang mereka anggap sebagai suatu permasalahan yang tak mampu diselesaikan dengan sendirinya. Sehingga konselor adalah sasaran yang ³empuk´ bagi manusia untuk dijadikan referensi dalam membantu memecahkan permasalahannya. Permasalahan-permasalahan individu akan dapat diselesaikan manakala ada suatu konsep yang jelas dalam suatu proses konseling. Pertanyaan selanjutnya, bagaimanakah konsep konseling lintas agama dan budaya? Makalah ini akan mencoba menguraikannya lebih lanjut.

BAB II PEMBAHASAN
A.Pengertian Konseling Lintas Agama dan Budaya Dalam mendefinisikan tentang konseling lintas agama dan budaya, terlebih dahulu kita harus mengetahui tentangpengertian konseling, agama dan budaya. 1.Konseling Definisi konseling sangat dipengaruhi oleh perkembangan ilmu konseling, perbedaan pandangan ahli, serta teori yang dianutnya. Sehingga sangat sulit untuk dapat mendefinisikan konseling secara komprehensif. Namun hal itu bukan berarti bahwa konseling tidak dapat didefinisikan. Beberapa definisi konseling antara lain: a.Robinson (M.Surya dan Rochman N., 1986:25) mengartikan konseling adalah ³semua bentuk hubungan antara dua orang, dimana yang seorang yaitu klien dibantu untuk lebih mampu menyesuaikan diri secara efektif terhadap dirinya sendiri dan lingkungannya´.[1] b.ASCA (American Scholl Counselor Association), mengemukakanbahwa ³konseling adalah hubungan tatap muka yang bersifat rahasia, penuh dengan sikap penerimaan dan

pemberian kesempatan dari konselor kepada klien, konselor mempergunakan pengetahuan dan keterampilannya untuk membantu kliennya mengatasi masalah-masalah´.[2] c.Rogers (1942) konseling adalah suatu hubungan yang bebas dan berstruktur yang membiarkan klien memperoleh pengertian sendiri dalam membimbingnya untuk menentukan langkah-langkah positif kearah orientasi baru. d.Smith (1955) : Suatu proses yang terjadi dalam hubungan pribadi antara seseorang yang mengalami kesulitan dengan seorang yang professional, latihan dan pengalamannya mungkin dapat dipergunakan untuk membantu orang lain agar mampu memecahkan persoalan pribadinya. [3] Dari beberapa definisi di atas dapat dipahami bahwa konseling memiliki elemen-elemen antara lain: 1.Adanya hubungan 2.Adanya dua individu atau lebih 3.Adanya proses 4.Membantu individu dalam memecahkan masalah dan membuat keputusan. 2.Agama Agama sebagai bentuk keyakinan, memang sulit diukur secara tepat dan rinci. Hal ini pula barangkali yang menyulitkan para ahli untuk memberikan definisi yang tepat tentang agama. Harun Nasution merunut pengertian agama berdasarkan asal kata, yaitu al-Din, religi (relegere). AlDin (Semit) berarti undang-undang atau hukum. Kemudian dalam bahasa Arab kata ini mengandung arti menguasai, menundukkan, patuh, utang, balasan, kebiasaan. Sedangkan dari kata religi (Latin) atau religera berarti mengumpulkan dan membaca. Kemudian religare berarti mengikat. Adapun kata agama terdiri dari a = tidak, gam = pergi mengandung arti tidak pergi, tetap ditempat atau diwarisi turun temurun.[4] Namun setidaknya ada komponen atau unsur-unsur yang menjadi indikator untuk memahami agama sebagaimana yang dielaborasi oleh Joachim Wach (1963) yaitu: (a)Thought yaitupemikiran yang mengandung makna semua yang dapat dipikirkan untuk diyakini, (b)Ritualyaitu ajaran tentang tata cara

pengabdian kepada Tuhan dalam bentuk peribadatan, (c) Fellowshipyaitu pengikut, penganut atau pemeluk.[5]

dan

Secara terminologi agama adalah sebuah system keyakinan yang melibatkan emosi-emosi, rasa dan pemikiran-pemikiran atau rasio yang sifatnya pribadi dan diwujudkan dalam tindakan-tindakan keagamaan yang sifatnya individual, kelompok, serta sosial. Didalamnya melibatkan sebagian atau seluruh masyarakat. Agama merupakan bagian dari hidup manusia yang sangat penting. Karena manusia adalah makhluk yang beragama (homo religious), alam semesta menjadi objek pemikiran manusia (antropologi, teologi, dan kosmologi). [6] Agama telah menimbulkan khayalannya yang paling luas dan juga digunakan untuk membenarkan kekejaman orang yang luar biasa terhadap orang lain. Agama dapat membangkitkan kebahagiaan batin yang paling sempuna dan juga perasaan takut dan ngeri.[7] 3.Budaya Pengertian budaya adalah keseluruhan system, gagasan, tindakan, dan hasil kerja manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik manusia dengan cara belajar. budaya diperoleh melalui proses belajar. Tindakan-tindakan yang dipelajari diantaranya, cara makan, minum, berpakaian, berbicara, bertani, bertukang, berelasi dalam masyarakat adalah budaya. Definisi-definisi psikologis, menekankan aneka pencirian psikologis, temasuk pengertian-pengertian seperti penyesuaian (adjustment), pemecahan masalah, belajar dan kebiasaan. Ratner (2000), salah seorang pakar psikologi budaya menyusun bagaimana seharusnya sebuah konsep budaya. Ia memproposisikan empat buah prasyarat bagi sebuah konsep budaya yang baik, yaitu: yMendefinisikan sebab musabab dari fenomena budaya. yMengidentifikasi subkategori dari fenomena-fenomena budaya yMengidentifikasi berhubungan bagaimana fenomena-fenomena itu saling

yMenerangkan hubungan budaya dengan fenomena lain, seperti biologi dan ekologi. Dalam pengertian budaya terdapat tiga elemen penting yaitu : 1.Merupakan produk budidaya manusia

2.Menentukan ciri seseorang 3.Manusia tidak akan dapat dipisahkan dari budaya[8] Dari uraian di atas dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut: 1.Konseling lintas agama adalah suatu proses konseling dimana ada dua keyakinan atau lebih, yang berbeda dari latar belakang ajaran, aturanaturan, maupun kepercayaan. 2.Konseling lintas budaya adalah suatu hubungan konseling dimana ada dua peserta atau lebih, berbeda dalam latar belakang budaya, nilai-nilai, dan gaya hidup (Sue et al dalam Suzette et all 1991; Atkinson, dalam Herr; 1939). B.Konsep Konseling Lintas Agama dan Budaya Berdasarkan pengertian tentang konseling lintas agama dan budaya di atas, aspek-aspek yang harus ada dan diperhatikan dalam konseling lintas agama dan budaya adalah sebagai berikut: 1.Latar belakang agama dan budaya yang dimiliki oleh konselor 2.Latar belakang agama dan budaya yang dimiliki oleh klien 3.Asumsi-asumsi terhadap masalah yang dihadapi selama konseling 4.Nilai-nilai yang mempengaruhi hubungan dalam konseling Dalam melaksanakan suatu proses konseling, hendaklah seorang konselor memperhatikan konsep-konsep konseling sebagai berikut: 1.Konselor lintas agama dan budaya harus sadar akan nilai dan norma Di dalam proses konseling, konselor harus sadar bahwa dia memiliki nilai dan norma yang harus dijunjung tinggi. Konselor harus sadar bahwa nilai dan norma yang dimilikinya itu akan terus dijunjung dan dipertahankannya. Di sisi lain, konselor harus menyadari bahwa klien yang akan dihadapinya adalah mereka yang mempunyai nilai-nilai dan norma yang berbeda dengan dirinya. 2.Konselor sadar terhadap karakteristik konseling secara umum.

Konselor di dalam melaksanakan konseling sebaiknya sadar terhadap pengertian dan kaidah dalam melaksanakan konseling. Hal ini sangat perlu karena pengertian terhdap kaidah konseling akan membantu konselor dalam memecahkan masalah yang dihadapi oleh klien. 3.Konselor harus mengetahui pengaruh kesukuan, keagamaan dan mereka harus mempunyai perhatian terhadap lingkungan serta agamanya. Konselor dalam melaksanakan tugasnya harus tanggap terhadap perbedaan yang berpotensi untuk menghambat proses konseling. Terutama yang berkaitan dengan nilai, norma dan keyakinan yang dimiliki oleh suku agama tertentu. Terelebih apabila konselor melakukan praktik konseling di Indonesia yang mempunyai lebih dari 357 etnis dan 5 agama besar serta penganut aliran kepercayaan. Untuk mencegah timbulnya hambatan tersebut, maka konselor harus mau belajar dan memperhatikan lingkungan di mana dia melakukan praktik, baik agama maupun budayanya. Dengan mengadakan perhatian atau observasi, diharapkan konselor dapat mencegah terjadinya rintangan selama proses konseling. 4.Konselor tidak boleh mendorong klien untuk dapat memahami agama dan budaya yang dianutnya. Untuk hal ini ada aturan main yang harus ditaati oleh setiap konselor. Konselor mempunyai kode etik konseling, yang secara tegas menyatakan bahwa konselor tidak boleh memaksakan kehendaknya kepada klien. Hal ini mengimplikasikan bahwa sekecil apapun kemauan konselor tidak boleh dipaksakan kepada klien. Klien tidak boleh diintervensi oleh konselor tanpa persetujuan klien. 5.Konselor lintas agama dan budaya dalam melaksanakan konseling harus mempergunakan pendekatan ekletik. Pendekatan ekletik adalah suatu pendekatan dalam konseling yang mencoba untuk menggabungkan beberapa pendekatan dalam konseling untuk membantu memecahkan masalah klien. Penggabungan ini dilakukan untuk membantu klien yang mempunyai perbedaan gaya dan pandangan hidup.

BAB III PENUTUP
Manusia sebagai makhluk sosial (Zoon Politicon) dalam hidup sehari-hari tidak lepas dari unsur agama dan budaya, namun dalam proses berjalannya akan muncul permasalahan yang timbul dalam beragama serta berbudaya, untuk itulah dibutuhkan proses konseling lintas agama dan budaya. Konseling lintas agama dan budaya terdiri dari tiga elemen penting, yaitu konseling, agama dan budaya, sehingga dalam penjelasannya tentang konsep konseling lintas agama dan budaya akan diawali dengan penjelasan tentang konseling, agama dan budaya seperti yang telah tertulis pada bab pembahasan. Konsep konseling lintas agama terdiri dari lima hal, yaitu : 1. Konselor lintas agama dan budaya harus sadar akan nilai dan norma, 2. Konselor sebaiknya sadar terhadap karakteristik konseling secara umum, 3. Konselor harus mengetahui pengaruh kesukuan, keagamaan dan mereka harus mempunyai perhatian terhadap lingkungan serta agamanya, 4. Konselor tidak boleh mendorong klien untuk dapat memahami agama dan budaya yang dianutnya, 5. Konselor lintas agama dan budaya dalam melaksanakan konseling harus mempergunakan pendekatan ekletik. Pemakalah menyadari dalam proses pembuatan dan penyampaian makalah terdapat banyak kesalahan dan kekhilafan, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk penulis, guna mengingatkan dan memperbaiki setiap kesalahan yang ada dalam proses pembuatan dan penyampaian makalah, terakhir penulis tidak lupa pula mengucapkan rasa syukur kehadirat Allah SWT serta ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam proses pembuatan makalah.

DAFTAR PUSTAKA
Syamsu Yusuf, Landasan Bimbingan dan Konseling, Bandung: Rosdakarya, 2005 Singgih Gunarsa, Konseling dan Psikoterapi, Jakarta: Gunung Mulia, 2007 Jalaluddin, Psikologi Agama, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1996 Bahri Ghozali, Agama Masyarakat, Yogyakarta: Pustaka Fahima, 2005

Lebba Pongsibane, Islam dan budaya Lokal,Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2008 Boy Soedarmadji, Konseling lintas www.boy_soedarmadji.wordPress.com, diakses 12 Februari 2009 Budaya,

[1] Syamsu Yusuf, Landasan Bimbingan dan Konseling, (Bandung: Rosdakarya, 2005), hlm. 7. [2]Ibid., hlm. 8. [3] Singgih Gunarsa, Konseling dan Psikoterapi, (Jakarta: Gunung Mulia, 2007), hlm. 19. [4] Jalaluddin, Psikologi Agama, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1996), hlm. 11. [5] Bahri Ghozali, Agama Masyarakat, (Yogyakarta: Pustaka Fahima, 2005), hlm. 15 [6] Lebba Pongsibane, Islam dan budaya Lokal, (Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2008), hlm. 54. [7]Ibid., hlm. 55. [8] Boy Soedarmadji, Konseling lintas Budaya, www.boy_soedarmadji.wordPress.com, diakses 12
Februari 2009

No comment »

observasi konseling lintas agama dan budaya
May 29, 2009 · Filed under konseling

PENERAPAN NILAI-NILAI AGAMA DAN BUDAYA DALAM PROSES KONSELING LINTAS AGAMA DAN BUDAYA PADA MASYARAKAT
(Studi Observasi pada Masyarakat Desa Babat Kabupaten Lamongan Jawa Timur)

BAB I

PENDAHULUAN
Manusia sebagai makhluk sosial (Zoon Politicon) dalam hidup sehari-hari tidak lepas dari unsur agama dan budaya karena Sifat hakiki manusia adalah makhluk beragama (homo religious), selain itu manusia juga lahir sebagai manusia yang berbudaya namun dalam proses berjalannya akan muncul permasalahan yang timbul dalam beragama serta berbudaya, untuk itulah dibutuhkan proses konseling lintas agama dan budaya. Namun tidak banyak masyarakat yang mengetahui dan menyelesaikan dengan benar masalah-masalah yang dihadapinya terkait permasalahan keagamaan dan kebudayaan, masyarakat hanya akan menyelesaikan permasalahan secara sepihak atau kalau pun berkonsultasi masyarakat awam akan lebih memilih untuk berkonsultasi kepada kyai atau dukun. Sehingga posisi seorang konselor dalam masyarakat sebenarnya sangatlah penting karena dari konselor yang mampu memahami situasi keagamaan dan kebudayaan masyarakat yang baik serta dilengkapi dengan ilmu kekonselingan yang dapat membantu sesuai dengan bidang dan kemampuannya. Fenomena yang lazim terjadi dan biasa dikerjakan pada masyarakat pada umumnya ada yang mucul dari nilai-nilai keagamaan ada pula yang muncul dari nilai-nilai keagamaan, sedangkan tidak setiap kebudayaan yang terdapat dimasyarakat sesuai dengan ajaran agama, untuk itulah salah satu fungsi konselor berperan dalam memberikan proses bimbingan serta konseling.

BAB II HASIL OBSERVASI
A.Profil singkat Desa Babat Desa babat adalah salah satu desa yang berada pada kabupaten Lamongan Jawa timur, desa yang juga memiliki nama kecamatan ini terletak pada barat kota Lamongan, menurut para penduduk desa ini disamakan seperti layaknya perempatan jalan yang selalu ramai dilewati kendaraan, karena memang posisi desa babat sendiri yang menghubungkan antara kabupaten Lamongan dengan Bojonegoro serta Kabupaten Tuban dengan Jombang, sehingga pusat perekonomian dan kebudayaan yang ada didesa babat sudah setingkat lebih maju dibandingkan desa-desa disekitarnya. Desa yang juga terkenal melalui makanan khasnya yaitu Wingko Babat ini berpenduduk mayoritas muslim yang juga sebagian terdiri dari kalangan Nahdhatul Ulama¶ (NU) meski juga terdapat penduduk Non muslim dan Non Nahdhatul ulama, masyarakat pada desa babat termasuk masyarakat yang masih memiliki kebudayaan

keagamaan yang masih dijaga dengan baik, meskipun tidak semua elemen mayarakat yang ikut menjaganya. B.Identifikasi Kebudayaan Kebudayaan yang penulis observasi didesa babat merupakan jenis kebudayaan keagamaan, kebudayaan tersebut diantaranya : 1.Budaya tidak menegokkan kepala terlebih dahulu ketika salam saat sholat, sebelum imam mengucapkan salam kedua kali dengan menengok kearah kiri. 2.Budaya menunggu azan pada masjid jami¶ terlebih dahulu sebelum mushola-mushola disekitar pusat desa babat azan, budaya ini dilakukan baik saat bulan ramadhan maupun tidak dalam bulan ramadhan. C.Hubungan kebudayaan dengan Nilai Keagamaan Melihat mayoritas penduduk desa babat adalah Islam, maka dapat disimpulkan secara singkat bahwa kebudayaan yang berkembangan pada masyarakat merupakan kebudayaan kental akan nilai keislaman, hubungan antara kebudayaan yang berkembangan dimasyarakat desa babat dengan nilai-nilai keagamaan adalah suatu bentuk pengamalan dari ajaran-ajaran keagamaan dalam agama Islam yang sudah diterapkan secara turun temurun sehingga menjadikan proses pengamalan tersebut menjadi suatu kebudayaan. D.Hubungan Nilai Agama dan Budaya dengan Konseling Hubungan antara nilai-nilai agama dan budaya dengan konseling adalah saling menguatkan, fungsi seorang konselor lintas agama dan budaya yang efisien didesa babat adalah sebagai pembimbing dan sebagai konselor. Pembimbing didesa babat difungsikan kepada kalangan masyarakat awam yang mungkin masih awam atas kebudayaan yang ada didesa babat, selain itu pembimbing dapat difungsikan sebagai pembimbing atau penyuluh kepada anak muda atau remaja yang belum faham dengan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kebudayaan yang telah dijaga secara turun temurun, pembimbing lintas agama dan budaya juga berfungsi memberikan edukasi kepada remaja tentang cara memfilter budaya-budaya baru yang berkembang dikalangan remaja desa babat. Seorang konselor lintas agama dan budaya pada desa babat bisa berfungsi sebagai tempat konsultasi atas permasalahan yang mungkin terjadi dan ada pada kalangan masyarakat dari berbagai elemen, karena meski merupakan pusat keramaian pada realitas sebenarnya sangat membutuhkan para ahli dibidangnya seperti masih belum adanya rumah sakit yang memadai dengan tenaga paramedis yang mumpuni, bahkan profesi sebagai seorang psikolog atau pun konselor mungkin masih belum laku dan dibutuhkan oleh masyarakat karena kurangnya pengetahuan masyarakat itu sendiri, sehingga fungsi konselor seharusnya sangat komplek dan penting.

BAB III PENUTUP
Manusia sebagai makhluk sosial (Zoon Politicon) dalam hidup sehari-hari tidak lepas dari unsur agama dan budaya karena Sifat hakiki manusia adalah makhluk beragama (homo religious), selain itu manusia juga lahir sebagai manusia yang berbudaya namun dalam proses berjalannya akan muncul permasalahan yang timbul dalam beragama serta berbudaya, untuk itulah dibutuhkan proses konseling lintas agama dan budaya. Desa babat adalah salah satu desa yang berada pada kabupaten Lamongan Jawa timur, desa yang juga memiliki nama kecamatan ini terletak pada barat kota Lamongan, Kebudayaan yang penulis observasi didesa babat merupakan jenis kebudayaan keagamaan, kebudayaan tersebut diantaranya : 1. Budaya tidak menegokkan kepala terlebih dahulu ketika salam saat sholat, sebelum imam mengucapkan salam kedua kali dengan menengok kearah kiri, 2. Budaya menunggu azan pada masjid jami¶ terlebih dahulu sebelum mushola-mushola disekitar pusat desa babat azan, budaya ini dilakukan baik saat bulan ramadhan maupun tidak dalam bulan ramadhan. Hubungan antara kebudayaan yang berkembangan dimasyarakat desa babat dengan nilainilai keagamaan adalah suatu bentuk pengamalan dari ajaran-ajaran keagamaan dalam agama Islam, Hubungan antara nilai-nilai agama dan budaya dengan konseling adalah saling menguatkan, fungsi seorang konselor lintas agama dan budaya yang efisien didesa babat adalah sebagai pembimbing dan sebagai konselor. Penulis menyadari dalam proses pembuatan dan penyampaian laporan terdapat banyak kesalahan dan kekhilafan, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk penulis, guna mengingatkan dan memperbaiki setiap kesalahan yang ada dalam proses pembuatan dan penyampaian laporan, terakhir penulis tidak lupa pula mengucapkan rasa syukur kehadirat Allah SWT serta ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam proses pembuatan laporan

No comment »

kajian agama modern
May 29, 2009 · Filed under Agama

ILMU KALAM DIZAMAN MODERN

(Kajian tentang Islam Fundamental dan Islam Liberal) BAB I PENDAHULUAN
Islam ialah agama rahmatal lilalamin yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW, pada awal turunnya Islam adalah agama yang satu, tidak ada macam-macam faham atau pun aliranaliran didalamnya karena masih adanya nabi Muhammad yang menjadi panutan dan pedoman sekalian ummat. Namun seiring proses berjalannya waktu pasca nabi Muhammad wafat, maka terjadi banyak perpecahan yang timbul akibat berbagai hal dan sebab, perpecahanan ini bisa berupa ikrar keluar dari agama Islam atau pun ikrar tentang aliran atas kepercayaan yang diyakini oleh suatu kelompok atau golongan. Dengan adanya berbagai macam golongan yang muncul dalam peradapan Islam hal ini menyumbangkan banyak pemikiran, penafsiran atas ayat-ayat aqli dan faham-faham tentang keyakinan terhadap tokoh pendiri atau tokoh yang diagungkan dalam aliran atau faham-faham tersebut. Memasuki awal abad 19 ketika para cendekiawan muslim mulai menyadari akan pentingnya modernisasi dan penggunaan pikiran dalam menyingkapi suatu kejadian dalam suatu agama seperti yang dicontohkan pemikir-pemikir Kristen, maka muncullah aliran dalam Islam yang mengusung tema liberalisme dan fundamentalisme. Atas dasar pendahuluan diatas dalam makalah ini pemakalah akan mencoba menyajikan tema tentang Ilmu kalam di zaman modern dengan kajian tentang islam fundamentalis dan Islam liberal berdasarkan literature-literatur yang kami dapatkan.

BAB III PEMBAHASAN
A.Pengertian
Fundamental menurut bahasa berarti hal-hal yang pokok, Fundamentalisme yang berkembang saat ini memiliki arti suatu bentuk aliran yang disandarkan pada prinsipprinsip dasar suatu ajaran agama atau aliran keyakinan melalui penafsiran terhadap kitab suci agama tersebut secara rigid (kaku) dan literalis[1]
.Liberal menurut bahasa berarti bebas dan tidak terikat dengan ikatan ajaran keagamaan. Golongan yang berfahaman liberal ialah golongan yang ingin menggugurkan beberapa hak syariah dalam agama Islam agar agama ini sama taraf dengan agama lain yang ada dibumi ini.

B.Beberapa tokoh pembaharu Islam
1.Syekh Muhammad Abduh, dengan pokok pemikiran tentang : I.Kedudukan akal dan fungsi wahyu II.Kebebasan manusia dan fatalisme III.Sifat-sifat tuhan IV.Kehendak mutlak tuhan V.Antropomorfisme (Tuhan tidak berwujud seperti manusia) VI.Melihat tuhan VII.Perbuatan tuhan 2.Muhammad Iqbal, dengan pokok pemikiran tentang : I.Jati diri manusia II.Dosa III.Surga dan neraka 3.Ismail Raji al-faruqi, dengan pokok pemikiran tentang konsep tauhid yang dilihat dari berbagai aspek kehidupan. 4.Hasan Hanafi, dengan pokok pemikiran tentang : I.Kritik terhadap teologi tradisional II.Rekontrusi teologi 5.Harun Nasution, dengan pokok pemikiran tentang : I.Peranan akal II.Pembaharuan teologi III.Hubungan antara wahyu dan akal[2] C.

Pemikiran Islam Liberal
Aliran Islam Liberal dapat dikenali melalui beberapa manhaj atau ciri-ciri yang semuanya mengarahkan kepada pembukaan dan pembebasan tafsiran agama Namun manhaj atau ciri-ciri tersebut bertujuan untuk menyampaikan yang dikatakan sebagai µIslam Liberal¶, ialah Islam yang ³terbuka dan bebas daripada belenggu tafsiran lama ke arah tafsiran yang baru lagi segar demi kejayaan umat´.

1.Manhaj Islam Liberal tentang agama Islam, Aliran Islam Liberal berpendapat agama Islam adalah agama yang benar. Namun pada waktu yang sama aliran Islam Liberal juga berpendapat semua agama selain Islam adalah benar juga. Apabila setiap penganut agama mendakwah hanya tuhannya dan ajarannya saja yang betul, itu hanyalah dakwaan yang relatif dalam konteks dia dan agamanya saja. Jika dilihat daripada konteks keseluruhan agama, maka semua agama yang memiliki konsep ketuhanan yang mengajar kepada kebaikan adalah sama-sama benar 2.Manhaj Islam Liberal tentang al-Qur·an, Aliran Islam Liberal membahagi wahyu kepada dua ketagori: wahyu bertulis dan wahyu tidak bertulis. Wahyu bertulis adalah al-Qur·an dan ia adalah teks semata-mata. Wahyu tidak bertulis adalah akal manusia dan akallah yang sebenarnya menghidupkan teks al-Qur·an berdasarkan tujuan, konteks dan suasana zaman. Maka dengan itu al-Qur·an adalah sesuatu yang hanya bersifat menerangkan tujuan-tujuan agama manakala akal manusialah yang menyesuaikannya dengan konteks zaman.

3.Manhaj Islam Liberal terhadap RasulullahSAW, Rasulullah SAW menurut aliran Islam Liberal hanyalah manusia biasa yang lazimnya mempunyai salah dan benar. Namun umat Islam selama ini berpura-pura bahwa baginda adalah manusia yang sempurna, sehingga mereka jugaselain menyembah teks al-Qur¶an juga menyembah Rasulullah. Yang benar pribadi Rasulullah SAW tidak lebih hanyalah sebagai manusia biasa yang boleh dipuji dan dikritik. Justru umat dituntut bersikap kritis untuk menimbang kelebihan dan kekurangan baginda. 4.Manhaj Islam Liberal terhadap hadist-hadist, melingkupi : a)Hadist-hadist tersebut tidak berasal daripada Rasulullah SAW melainkan hanya ciptaan orang-orang yang ingin menjaga dan memanfaatkan kepentingan diri mereka. b)Hadis-hadis yang benar hanyalah yang bersifat mutawatir manakala hadits ahad bersifat samar-samar dan tidak menjadi tuntutan ke atas umat untuk berpegang kepadanya. c)Hadis-hadis yang mutawatir sekalipun, kebenarannya hanya dalam konteks kehidupan masyarakat Arab pada zaman Rasulullah shallallahu µalaihi wassalam. Ia tidak lagi relevan untuk zaman kini kecuali sebagai kajian sejarah peradaban pada zaman baginda. d)Hadis-hadis tentang azab kubur, suasana hari akhirat (Padang Masyar, Titian Sirat, Pengadilan, dll), Isra¶ dan Mikraj, Dajjal, Penurunan Nabi Isa, fitnah-fitnah akhir zaman dan sebagainya hanyalah cerita rekaan para perawi hadis untuk memberi pengaruh kepada orang ramai pada zaman mereka. Sekalipun hadits-hadits ini tercatat di dalam kitab-kitab hadis sahih, pada hakikatnya ia hanyalah cerita-cerita tahayul semata-mata. e)Kesalahan paling besar yang dilakukan oleh para imam hadits adalah mereka hanya memberi tumpuan kepada para perawi hadits dan tidak kepada matan hadits. Seandainya mereka memperhatikan dan memberi kritik atas matan hadits, niscaya cerita-cerita tahayul seperti di atas tidak akan ada.[3]

D.

Pemikiran Islam Fundamentalis
Islam fundamentalis akan ditemukan dalam dua bentuk pergerakan yang berbeda. Pertama, Ikhwanul Muslimim, yang didirikan oleh Hasan Al-Bana pada 1950-an di Mesir. Dan kedua, kelompok Islam yang ingin mengembalikan Islam kepada dasar-dasar utama ajaran Islam seperti yang dikembangkan oleh Ibnu Taimiyah pada abad ke-14. Gerakan ini lebih masyhur dengan sebutan Salafi atau Wahabi. 1.Ikhwanul Muslimin Sebagai kelompok yang bergerak dalam bidang dakwah bertujuan untuk memperkenalkan Islam sebagai agama yang sempurna, kaffah dan utuh serta terlepas dari semua bentuk keragu-raguan di dalamnya dimana Islam tidak hanya berurusan dengan perkara rukun Islam saja, akan tetapi juga bersinggungan dengan seluruh aspek kehidupan sosial bermasyarakat baik dalam bidang ekonomi maupun politik dsb. 2.Kelompok Salafi atau Wahabi. Gerakan Wahabi ini didirikan olehMuhammad Ibn Abdul Wahhab, lahir di desa Ayenah, Najad pada tahun 1691 M. Muhammad Ibn Abdul Wahhab sendiri mendapat didikan Islam berdasarkan mazhab Hambali. Tujuan dari gerakan Wahabi ini adalah untuk memurnikan kembali ajaran Islam yang saat itu sudah banyak bercampur dengan praktek-praktek yang sudah tidak Islami lagi, seperti bid¶ah, khurafat, meminum minuman keras (beralkohol) yang sudah dianggap biasa, penggunaan emas dan sutra bagi laki-laki, yang semuanya itu benar-benar sudah keluar dan menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya. Karena itulah gerakan Wahabi hadir untuk mengembalikan Islam kepada Islam yang sebenarnya berdasarkan Al-Quran dan Al-Hadits Rasullullah Muhammad.[4]

E.

Perbedaan Liberal dan Fundamental

1.Liberal bersifat bebas sebebas-bebasnya dalam berbagai hal. 2.Fundamental bersifat bebas namun terikat terhadap beberapa pokok hukum kajian. 3.Liberal bersifat individualistik 4.Fundamental bersifat demokratis 5.Liberal berpedoman utama kepada akal pikiran 6.Fundamental berpedoman pada pokok-pokok ajaran agama

BAB III PENUTUP
Islam ialah agama rahmatal lilalamin yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW, pada awal turunnya Islam adalah agama yang satu, tidak ada macam-macam faham atau pun aliranaliran didalamnya karena masih adanya nabi Muhammad yang menjadi panutan dan pedoman sekalian ummat. Namun seiring proses berjalannya waktu pasca nabi Muhammad wafat, maka terjadi banyak perpecahan yang timbul akibat berbagai hal dan sebab. Fundamental menurut bahasa berarti hal-hal yang pokok, Fundamentalisme yang berkembang saat ini memiliki arti suatu bentuk aliran yang disandarkan pada prinsip-prinsip dasar suatu ajaran agama atau aliran keyakinan melalui penafsiran terhadap kitab suci agama tersebut secara rigid (kaku) dan literalis. Liberal menurut bahasa berarti bebas dan tidak terikat dengan ikatan ajaran keagamaan. Golongan yang berfahaman liberal ialah golongan yang ingin menggugurkan beberapa hak syariah dalam agama Islam agar agama ini sama taraf dengan agama lain yang ada dibumi ini. Seperti aliran-aliran lainnya aliran liberal dan fundamental islam juga memiliki pokokpokok kajian seperti yang disebutkan diatas, serta sejak awal abad 19 muncul berbagai cendekiawan muslim yang membawa pemikiran-pemikiran baru dan bersifat modern. Pemakalah menyadari dalam proses pembuatan dan penyampaian makalah terdapat banyak kesalahan dan kekhilafan, pemakalah sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk pemakalah guna mengingatkan dan memperbaiki setiap kesalahan yang ada dalam proses pembuatan dan penyampaian makalah. Terakhir tidak lupa pemakalah mengucapkan rasa syukur kehadirat Allah SWT serta terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam proses pembuatan makalah

Daftar Pustaka
Zamhasari Jamil, Meluruskan Stigma Islam Fundamentalis, http:// www.indomedia.com,diakses 10 November 2008 Mustofa, HM. Kholili, Karwadi, Tauhid Pokja Akademik, Yogyakarta, Pokja akademik UIN Sunan Kalijaga, 2005

Hafiz Firdaus Abdullah, Bagaimana Manhaj Islam Liberal?, http://www.haluan.org, diakses 10 November 2008
[1] Zamhasari Jamil, Meluruskan Stigma Islam Fundamentalis, http:// www.indomedia.com,diakses 10
November 2008

[2] Mustofa, HM. Kholili, Karwadi, Tauhid Pokja Akademik, (Yogyakarta, Pokja akademik UIN Sunan
Kalijaga, 2005), hlm.97-105

[3] Hafiz Firdaus Abdullah, Bagaimana Manhaj Islam Liberal?, http://www.haluan.org, diakses 10 November
2008

[4] Zamhasari Jamil, Meluruskan Stigma Islam Fundamentalis, http:// www.indomedia.com,diakses 10
November 2008

No comment »

karya ilmiah 3
May 29, 2009 · Filed under penelitian

ANALISIS KUANTITATIF
Oleh :

Casmini, M.Si

Untuk materi tentang penelitian kuantitatif ini masih saya ambil dari hasil karya Casmini S.Ag M.Si, namun dalam penyampaian materi ini saya menyampaikan secara terperinci sesuai yang saya dapat, bila dalam membaca materi ini ada yang belum paham, saya harap mau untuk berdiskusi dengan saya dalam email saya vic_ary30cope@yahoo.co.id.

1.POSISINYATERLETAK PADA KEGIATAN ANALISIS DATA 
Kegiatan ini dilakukan setelah angket didistribusikan ke responden Setelah peneliti memperoleh kembali angket dan jawabanya Peneliti biasanya memperoleh setumpuk angket dan jawabannya 

Kegiatan apakah yang perlu diakukan selanjutnya?

2.ADMINISTRASI DATA 
Agket dan Jawaban merupakan refleksi dari responden Kegiatan adminsitrasi data ini termasuk mengelompokkannya sesuai dengan variabel Melakukan skoring sesuai dengan skala ukur yang diberikan responden

3.SKORING DATA KEGIATANYA MENCAKUP 
Cara menskor paling baik dilakukan secara manual Untuk data dengan jumlah besar paling tepat dan cepat dengan menggunakan program komputer ( packet program) Peneliti perlu menguasai cara operasional program dan melakukan interpretasi data

4.PROSES TABULASI 
Setelah angket diskor atau dimasukkan dalam program komputer. Data kasar dianalisis secara deskriptif Termasuk ditampilkannya dalam bentuk tabel, diagram, menghitung lokasi dan penyebarannya Analisis ini juga disebut analisis univariat

5.SEKELOMPOK DATA DIPRESENTASIKAN DALAM BENTUK TABEL DAN DIAGRAM 
Penampilan diagram suatu variabel perlu memperhatikan bentuk variabel: a) diskrit mrp variabel tetap dalam satuan waktu b) kontinyu merupaka variabel. berubah dalam satuan waktu ANALISIS DISKRIPTIF Mencakup dua hal penting yaitu:

1.Menentukan lokasi: posisi data terhadap kelompok/distribusinya 2.Penyebaran data Menentukan posisi individual data terhadap rerata kelompoknya.

3.MENENTUKAN LOKASI DATA 
Posisi atau lokasi data memiliki unsur-unsur penting diantaranya termasuk:Mean, Median, Mode, Skewness, bentuk kurve, Quartil, semi Quartil, stan nine, Persentil Penyebaran data memiliki unsur penting diantranya: Range, simpang baku, dan varian.

4.ANALISIS DATABIVARIATE ATAU MULTIVARIATE 
Data yang ada digambarkan berkaitan antara variabel satu terhadap variabel lainnya. Penampilan data ini digunakan peneliti guna menganalisis lanjut atau inferensial yang biasanya ditandai dengan hipoteses testing. Unsur analisis yang sering muncul misalnya: korelasi, t tes, regresi, anava, dst. Penelitian Merupakan penyelidikan secara sistemik, terkontrol, empirisdan kritisterhadap proposisihipotetik tentang hubungan yang diduga dari fenomena alam

Awal dari penelitian adalah permasalahan yaitu sesuatu yang menghambat tercapainya tujuan 5.Penelitian Kuantitatif berpijak atas dasar 
Filosofis positivis:merupakan pendekatan atas masalah fenomena guna mencari, dan menjelaskan perilaku manusia dalam masyarakat± AUGUSTE COMTE Disebut juga pendekatan normatif. Masyarakat dipandang sebagai susunan dari banyak institusi yang berorientasidan berperan khusus pada posisinya

6.ASUMSI PENELITIAN KUANTITATIF 

Determinisme: peristiwa memiliki sebap, ditentukan oleh keadaan lain Empiris : berkaitan dengan pengalaman Parsimony: dapat diterangkan Generality Tujuan akhir Penelitianadalah terbentuknya teori/pengetahuan Yang memiliki ciri-ciri: odeduksi diuji secara empiris osesuai dengan observasi dan teori lama yang benar oDapat dinyatakan scr sederhana tetapi padat Tiga aspek Ilmu Pengetahuan Aspek causation (penyebap) Explanation (penjelasan) dan Hypotheses ( dugaan sementara/educated guess) Filosofis dasar Positivis Tingkah laku perspektif manusia merupakanrespon individu terhadap pengharapnya Muncul istilah mekanistis internal dan eksternal, misal fakta, konsep, variabel, aksioma, hukum, teorem. Pengukuran Variabel membuat variasi konsekuensi Nominal Ordinal 

Seringpula disebut data kualitatif Interval Rasio Sering disebut data kuantitatif Pendekatan baru yang masih termasuk Positivistik Pendekatan Normatif oadanya sistem sosial oimpersonal otingkah laku teratur oObyektif ogeneralisasi oPenjel tingkah laku openjel makro ostrukturisasi Pendktn Interpretif oindividual otind manusia berlanjut okehidupan sosial yang kreatif osubyektifitas openafsiran spesifik

okonsep mikro operspektif oBagaimana peneliti normatif mengumpulkan data Berperan netral Menggunakan konsep yang dipilih Peneliti terpisah dari obyek Metode angket, pengukuran, skala menggunakan statistik Peneliti interpretif lebih senang menggunakan: Melihat lebih cermat dalam realitas sosial (observasi) Keterlibatan terhadap obyek (partisipatif) Metode interview mendalam Bagaimana peneliti meghadapi data? Obyektif Eksternal Dapat diukur Bersifat menerangkan dapat di trace kembali dapat direplikasi Subyektif 

Internal Dijabarkan dalam bentuk simbol obahasa ogerak oisyarat

Daftar Kepustakaan
Isaac S and Michael W.B (1983) Hand Book in Research and Evaluation. California: Edits Publisher Kerlinger, F.N. (1983) Foundations of Behavioral Research. 3rd Ed. New York: Holt, Rinehart and Winston Levin I. L. (1981) Statistics for Management. New Jersey: Prentice ±Hall, Inc Sukardi (2003) Metodologi PenelitianPendidikan. Kompetensi danPraktiknya.Jakarta: Penerbit Bumi Aksara

No comment »

Karya ilmiah 2
May 29, 2009 · Filed under penelitian

KARYA ILMIAH KUALITATIF
Sesuai dengan tulisan sebelumnya yang membahas secara panjang lebar tentang karya ilmiah, saya memohon maaf karena banyak sekali coment atas tulisan saya namun saya belum bisa memenuhi harapan dan permintaan tersebut, untuk melanjutkan tulisan tersebut saya akan menambahkan sedikit materi tentang karya ilmiah penelitian kualitatif dan kuantitatif, hal ini saya cuplik dari artikel yang di tulis oleh Casmini S.Ag M.Si. 

Ontologi Penelitian Kualitatif :
A.Merupakan penelitian yang mengharuskan para peneliti memahami fenomena sosial dari si palaku itu sendiri B.Penelitian Kualitatifmerupakan penentang pendekatan ilmu alam/ posistivis C.Kegiatannya menekankan perlunya cara mengumpulkan data diskriptif, tingkah laku simbol dan kata-kata manusia 

Sejarah Penelitian Kualitatif
A.Metode tua setua catatan sejarah: Marcopolo, Columbus, B.La Plays menyajikan penelitian kualitatif dalam sosiologi C.Durkheim menggunakan, dlm sosiologi ilmiah 

Penelitian Kualitatif merupakan penelitian yang:
A.Berorientasi proses± cocok untuk memecahkan permasalahan perilaku manusia B.Mengutamakan validitas daripada reliabilitas C.tidak mengutamakan subyek atau obyek yang jumlahnya besar, D.lebih menekankan deskripsi tebal 

Penelitian Kualitatif vs Kuantitatif
Kualitatif A.Mencari fenomena dari responden B.memandang subyek secara komprehensif C.simbol, kata-kata, tindakan dan hasil kerja responden sbg sumber informasi

D.Peneliti sbg instrumen Kuantitatif A.Mencari fakta pendukung melalui teori yang sudah ada B.menggunakan variabel C.menekankan peneliti bertindak obyektif D.Eksternal E.dapat diukur 

Ciri-ciri Penelitian Kualitatif
A.Indukif dengan menekankan pengem konsep, pandangan dan pengertian subyek B.holistik, melihat subyek yang diteliti secara keseluruhan C.humanistik ² bgmn kecenderungan -Masyarakat mempengaruhi peneliti D.mengutamakan validitas dalam penelitiannya. E.Peneliti memahami orang dari pendapat dan kerangka berpikir mereka 
Asumsi

dasar Penelitian Kualitatif

A.Harapan manusia direfleksikanmelalui perbuatan, tindakan dan bahasa B.tindakan manusia integral dengan konteks budaya C.Peneliti melihat gejala cenderung konvergen D.Penggambaran manusia kurang tepat jika direduksi mejadi bagian-bagian terpisah. E.Tindakan, penggunaan bahas dan hasil kerja mrpkn hukum yang diatur untuk lebihbermanfaat. F.Sebagai pemikir erat kaitannya dengan fungsi aktor dan pemakai bahasa 

Epistemologi Penelitian Kualitatif Mengumpulkan data
A.Mengosongkan (blank) pikiran B.Peneliti sebagai instrumen C.menyatu dengan responden

D.Metode wawancara dan observasi E.menangkap fenomena 

Bagaimanakah Kegiatan Penelitian Kualitatif dilakukan?
A.Memilih setting yang mencakup: B.dimensi tempat C.dimensi pelaku D.dimensi kegiatan E.Menentukan desain secara fleksibel F.Merencanakan kegiatan G.Persiapan memasuki setting Penelitian 

Memilih Kegiatan Setting
A.Memperoleh ijin dari lembaga yang berwenang B.Menemui publik C.Menemui responden 

Persiapan Memasuki Lapangan
A.Persiapan Psikhis B.Persipan Fisik C.Menerapkan Prinsip-prinsip Naturalistik 

Bagaimanan Data Kualitatif direduksi?
A.Trianggulasi -ahli - Metode - Pendekatan -Waktu

B.bobot C.Memisahkan µoutliers¶ 

Batasan yang perlu diperhatikan dalam Memaknai Data
A.Etik : merupakan pandangan dari luar, misalnya termasuk Peneliti B.Penafsiran peneliti terhadap apa yang ia lihat, dengar dan ia lakukan C.Pandangan dari dalam yang dapat berupa pengakuan dari responden yang dilakukan secara natural D.Makna/rangkaian Phenomena

No comment »

kepribadian dalam Al-Qur·an
May 23, 2009 · Filed under Agama, penelitian

POLA-POLA KEPRIBADIAN MANUSIA (Kajian kepribadian dalam Al-Qur¶an)
BAB I PENDAHULUAN
Manusia adalahmakhluk Allah yang diciptakan secara sempurna dengan dibekali akal dan nafsu serta qolbu sebagai sesosok khalifah dimuka bumi ini, karenanya dengan semua bekal tersebut manusia ada kalanya ketika akal fikirannya unggul maka kedudukan manusia akanberada diatas malaikat Allah namun ketika hawa nafsunya yang menjadi raja atas diri manusia kedudukannya tidak lebih dari dibawah hewan. Diantara akal dan nafsu manusia yang saling bertentangan manusia juga dibekali qolbu sebagai penyeimbang, sehingga baik buruknya qolbu manusia bisa ditentukan oleh perilaku manusia, dari setiap perilaku yang dikerjakan manusia setiap hari akan mengahsilkan suatu bentuk kepribadian, dalam kepribadian tersebutlah ciri khas dari manusia akan terlihat.

Dalam Al-Quran yang diturunkan oleh Allah SWT kurang lebih 14 abad yang lalu kepada nabi Muhammad SAW dalam lembaran ayat-ayatnya telah menjelaskan kepada manusai berbagai macam kepribadian yang tedapat dalam diri manusia, kepribadian tersenit dapat diklasifikasikan dalam tiga posisi, yaitu kepribadian yang baik atau khasanah, kepribadian yang buruk atau dholalah serta yang terakhir kepribadian yang ada ditengah-tengahnya atau yeng lebih sering kita kenal dengan kepribadian munafik, dalam makalah ini pemakalah akan berusaha menyajikan sedikit tentang bentuk-bentuk kepribadian manusia yang telah ada dan dijelaskan oleh Al-Quran

BAB II PEMBAHASAN
1.Al-Mu¶minun ayat 1-6

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orangorang yang menjaga kemaluannya,kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

A.Mufradat :
Aflaha : Membelah, maksudnya kata membelah pada mufradat ini seperti ketika petani membelah tanah untuk ditanami tanaman, benih yang ditanamkan petani akan menumbuhkan buah yang diharapkan. Sholatihim : Menishbahkan, maksutnya kata nishbah ini adalah mengarahkan sholat kepada pelaku yang menjalani sholat agar memperoleh manfaat dari sholatnya. Khosyi¶un : Diam dan tunduk, maksudnya kata diam dan tunduk adalah memusatkan konsentrasi pada satu titik yaitu beribadah kepada Allah melalui sholat Al-Laghw : Batal, maksudnya adalah sesuatu yang seharusnya tidak ada atau ditiadakan dalam beribadah, sesuatu hal ini adalah apabila dikerjakan akan dapat

mengurangi esnsi daro ibadah tersebut, seperti berbicara saat khotbah jumat meskipun itu hanya kata ³Diam!´. Zakah : Suci dan berkembang, maksudnya Zakah disini adalah Zakat Atu¶ : Untuk menunjukkan pengeluaran zakat, dimaksudkan kepada muzaki. Hafidzhun : Memelihara atau menahan, maksut kata ini adalah memilihara kemaluan agar menjaga dari perbuatan-perbuatan maksiat Farj : Segala yang buruk diucapkan kepada pria atau wanita, maksutnya lebih mengarah kepada alat kelamin

B.Tafsir :
Surat Al-Mu¶minun Ayat 1-6 menjelaskan kepada kita tentang salah satu pola kepribadian manusia dalam Al-Qur¶an yaitu Mukmin beserta ciri-cirinya, pada Ayat 1-4 disebutkan ciri seorang mukmin, Sesungguhnya telah pasti beruntunglah mendapat apa yang didambakannya sebagai orang-orang mukmin, yang mantap imannya dan mereka buktikan kebenarannya dengan amal-amal sholeh yaitu mereka yang khusyu¶ dalam shalatnya, Khusyu¶ disini ialah tenang, rendah hati, berserah diri lahir dan batin serta perhatiannya terarah kepada shalat yang sedang mereka kerjakan sehingga mereka memperoleh kebahagiaan atas sholatnya. Dimaksud dengan kebahagiaan disini adalah orang-orang yang tidak acuh yakni tidak memberi perhatian atau menjauhkan diri secara lahir dan batin dari hal-hal tersebut. Mukmin menurut awal surat Al-Mu¶minun adalah orang-orang yang membayar zakat yakni menyisihkan sebagian harta bendanya yang sebenarnya milik orang lain atau penyucian jiwa atas mereka yang melakukannya dengan sempurna dan tulus. Sedangkan pada ayat 5-6 menyebutkan penyucian diri manusia dan hal yang pertama disucikan adalah alat kelamin, karena perzinahan adalah puncak kerusakan moral manusia. Pada ayat tersebut menjelaskan tentang konseporang mu¶min yang memperoleh kebahagiaan adalah mereka yang selalu menjaga menyangkut kemaluan mereka (pemelihara-pemelihara) yakni tidak menyalurkan kebutuhan biologisnya melalui hal dan cara-cara yang tidak dibenarkan oleh agama.[1]

C.Asbabun Nuzul
Imam Hakim telah menyampaikan sebuah hadits melalui sahabat Abu Hurairah r.a. bahwasannya Rasulullah saw.³Bilamana melakukan shalat, selalu mengangkat pandangan kelangit´. Maka turunlah ayat ini: yaitu orang-orang yang khusyu¶ dalam shalatnya (QS. Al-Mu¶minun: 2), maka sejak saat itu Rasulullah saw. Menundukkan kepalanya jika sedang mengerjakan shalat. Hadits

ini disampaikan pula oleh Ibnu Murdawaih, hanya lafaznya mengatakan, bahwa Rasulullah saw ³menolehkan pandangannya, sedang ia dalam shalat´. Disampaikan pula oleh Sa¶id Ibnu Mansyur melalui Ibnu Sirin secara mursal, yaitu dengan lafadz yang mengatakan: ³bahwasannya Rasulullah saw, membolakbalikkan pandangan matanya dalam shalat´,maka turunlah ayat ini.[2]

D.Keterangan
Dalam surat Al-Mukminun diterangkan salah satu bentuk kepribadian manusia adalah kepribadian seorang mukmin yang melakukan sholat secara khusyu¶, tidak mengerjakan Laghwatau hal-hal yang mampu membatalkan suatu amalan, membayar zakat dan menjaga kemaluan kecuali kepada istri atau budakbudaknya. Pengertian Mukmin dalam salah satu referensi berarti mereka yang beriman atau percaya kepada yang gaib (Allah, malaikat dan Ruh), menunaikan sholat menafkahkan rezekinya kepada fakir miskin, yatim, beriman pada kitab Allah serta beriman pada hari akhir, tipe ini digolongkan kepada tipe orang yang beruntung karena telah mendapat petunjuk, kalimat definisi mukmin diatas diambil dari salah satu hadits nabi yang diriwayatkan oleh muslim.[3] 2.Al-Baqarah ayat 13-15

Apabila dikatakan kepada mereka: ³Berimanlah kamu sebagaimana orangorang lain telah beriman´, mereka menjawab: ³Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?´ Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu. Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: ³Kami telah beriman.´ Dan bila mereka kembali kepada syaitan-setan mereka, mereka mengatakan: ³Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok´.Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombangambing dalam kesesatan mereka.

A.Mufradat:
An-nas berarti manusia, maksud kata manusia ini adalah orang yang berucapa dan dipahami oleh yang dia ajak berbicara, ucapan

yang diucapkan adalah mengajak kepada kebenaran dan beriman kepda Allah. Laqu berarti perjumpaan yang bersifat kebetulan, maksud dari kata ini adalah orang yang ucapan dan hatinya sesuai (Bukan orang yang munafik) Yastahzi¶uberarti memperolok-olok, kata ini mengarah kepada perilaku kaum munafikin yang mudah dan ringan dalam menghina dan mengolok-olok sesuatu.

B.Tafsir
Tafsir pada ayat 13 menekankan bahwa beriman yang benar yaitu semua yang diucapkan harus sesuai dengan yang ada dalam hatinya sebagaimana keimanan manusia yang sempurna, indikator kesempurnaan disini adalah menyadari sebagai makhluk Allah yang mesti tunduk dan patuh kepada-NYA. Namun yang terjadi pada orang munafik adalah mereka mengaku meyakini beriman kepada Allah tapi disisi lain mereka berkhianat dan memusuhi orang-orang yang beriman. Pada ayat 14-15 menekankankepada penjelasan pada sifat dasar orang munafik yang bermuka dua, apabila ia bertemu dengan orang yang beriman ia mengaku beriman tetapi apabila ia bertemu dengan orang kafir ia juga mengaku kafir.[4]

C.Asbabun Nuzul
Allah berfirman: ³dan jika mereka mereka menemui orang-orang beriman´ (QS. Al-baqarah:14), diketengahkan oleh Al Wahidi dan Tsa¶labi, dari jalu Muhammad bin Marwan dan Assdiyush Shaghir, dari al Kalbiy, dari Abu Shalih, dari Ibnu Abbas, katanya: ayat ini turun mengenai Abdullah bin Ubai dan teman-temannya. Cerita bahwa pada suatu hari mereka keluar lalu ditemui oleh segolongan sahabat Rasulullah saw, maka kata Abdullah bin Ubai: ³lihatlah, bagaimana orang-orang itu kuusir dari kalian!´ lalu ia maju kemuka dan menjabat tangan Abu Bakar seraya berkata: ³selamat untuk Shiddiq penghulu bani Tamim dan sesepuh agama islam, pendamping Rasulullah di dalam gua dan telah membaktikan raga dan hartanya untuk Rasulullah´ kemudian dijabatnya pula tangannya Umar seraya berkata: ³selamat untuk penghulu bani Adi bin Kaab, faruq yang perkasa (Umar) dalam agama Allah dan telah menyerahkan raga dan hartanya untuk Rasulullah.´ Setelah itu

disambutnya tangan Ali seraya berkata: ³selamat untuk saudara sepupu dan menantu Rasulullah, penghulu bani Hasyim selain Rasulullah.´ Kemudian mereka berpisah, maka kata Abdullah kepada anak buahnya: ³Bagaimana pendapat kalian tentang perbuatan saya tadi? Nah jika kalian menemui mereka, lakukanlah seperti yang saya lakukan itu!´ mereka memuji perbuatannya itu, sementara kaum muslilmin kembali kepada Nabi saw. Dan menceritakan peristiwa tersebut maka turunlah ayat ini.[5]

D.Keterangan :
Surat Al-Baqarahayat 13-15 menjelaskan tentang ciri kepribadian manusia yang tidak mempunyai pendirian, selalu berubah-ubah menurut kemauan, situasi kondisi yang menguntungkan bagi dirinya sendiri, kepribadian tersebut lebih kenal dengan kepribadian fasiq dengan orang yang melakukan kepribadian tersebut disebut orang yang munafik. Munafik yaitu mereka yang beriman kepada Allah. Dan hari akhir tetapi keimanannnya hanya dimulut saja, sementara hatinya ingkar. Mereka ingin menipu Allah dan orang mu¶min walaupun sebenarnya ia menipu dirinya sendiri, sedang mereka tidak sadar. Hati mereka berpenyakit, dan semakin parah penyakitnya karena membuat kerusakan, menambah kebodohan, persekutu dengan setan untuk mengolok-olok orang mu¶min. mereka tidak mendapat penerangan dan petunjuk, sehingga senantiasa dalam kegelapan.[6] 3.Al-Baqarah: 27-28

(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi. Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?

A.Tafsir:

Tafsir pada ayat 27 menjelaskan tentangsifat-sifat orang fasik yaitu ada perjanjian antara manusia dengan Allah yakni bahwa mereka mengakui keEsaan Allah, serta ketundukan mereka kepada-Nya. Mereka adalah orang-orang yang mengurai yaitu membatalkan dan melanggar perjanjian mereka dengan Allah pada perjanjian itu sudah demikian kukuh mereka mengurainya sesudah perjanjian diikat teguh dengan diutusnya para nabi dan rasul dengan buktibukti keEsaannya. Tafsir pada ayat 28 mengingatkan pada orang kafir bahwa sesungguhnya dulu mereka adalah orang yang mati (orang yang tidak ada di dunia) kemudian dihidupkan dan kemudian kembali kepada-Nya.

B.Asbabun Nuzul
Diketengahkan oleh Ibnu Jarir dari As Saddiy dengan sanadsanadnya, tatkala Allah membuat dua buah perumpamaan ini bagi orang-orang munafik yakni firmannya: ³perumpamaannya mereka adalah seperti orang yang menyalakan api´ dan firmannya: ³atau seperti hujan lebat dari langit´, orang-orang munafik mengatakan, bahwa Allah lebih tinggi dan lebih agung sampai membuat perumpamaan-perumpamaan ini. Maka Allah menurunkan: ³Sesungguhnya Allah tidak merasa malu untuk membuat tamsil perumpamaan.´Sampai dengan firmanNya³merekalah orang-orang yang merugi´ (QS. Al-Baqarah:26-27).

C.Keterangan :
Bagian terakhir dari tiga rangkaian ayat yang menjelaskan tentang kepribadian manusia menjelaskan tentang kepribadian kafir, namun pada awal ayat pada bagian ini lebih dulu menjelaskan tentang sifat orang fasiq yang suka melanggar perjanjian serta bermuka dua, kemudian menjelaskan tentang ancaman kepada orang-orang kafir agar mereka (orang kafir) mau berpikir bahwa sesungguhnya mereka tidak berdaya dihadapan Allah SWT. Pengertian Kafir adalah mereka yang ingkar terhadap hal-hal yang harus dipercayai sebagai seorang mu¶min, tipe seperti ini digambarkan sebagai tipe yang sesat, karena terkunci hati, pendengaran dan penglihatannya dalam masalah kebenaran. Siksa Allah yang pedih tentu menjadi bagian dari kehidupan akhirnya.

BAB III PENUTUP
Manusia adalahmakhluk Allah yang diciptakan secara sempurna dengan dibekali akal dan nafsu serta qolbu sebagai sesosok khalifah dimuka bumi ini, Diantara akal dan nafsu manusia yang saling bertentangan manusia juga dibekali qolbu sebagai penyeimbang, sehingga baik buruknya qolbu manusia bisa ditentukan oleh perilaku manusia, dari setiap perilaku yang dikerjakan manusia setiap hari akan mengahsilkan suatu bentuk kepribadian, dalam kepribadian tersebutlah ciri khas dari manusia akan terlihat. Pada ayat yang disajikan pada makalah ini mencangkup surat Al-Mukminun Ayat 1-6, surat Al-Baqarah ayat 13-15 serta ayat 27-28 menjelaskan tentang kepribadian yang ada dalam diri manusia, kepribadian tersebut adalah kepribadian seorang mukmin, kepribadian seorang munafik serta keribadian seorang yang kafir, setiap kepribadian tersebut memiliki karekteristik seperti yang telah dijelaskan diatas. Pemakalah menyadari dalam proses pembuatan dan penyampaian makalah terdapat banyak kesalahan dan kekhilafan, pemakalah sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk pemakalah guna mengingatkan dan memperbaiki setiap kesalahan yang ada dalam proses pembuatan dan penyampaian makalah. Terakhir tidak lupa pemakalah mengucapkan rasa syukur kehadirat Allah SWT serta terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam proses pembuatan makalah

Daftar Pustaka
M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah Volume 1 dan 9, Ciputat : Lentera Hati, 2000

Imamjalalud-Din Al-Mahally, Imam jalalud-Din Al-Suyuthi, Tafsir Jalalain berikut Asbabun Nuzul, Bandung : Sinar Baru, 1990 Abdul Mujib, Kepribadian dalam Psikologi Islam, Jakarta: raja Grafindo Persada, 2007

[1] M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah Volume 9, (Ciputat : Lentera Hati, 2000), hlm 145-155

[2] Imam jalalud-Din Al-Mahally, Imam jalalud-Din Al-Suyuthi, Tafsir Jalalain berikut Asbabun Nuzul,
(Bandung : Sinar Baru, 1990), hlm 293

[3] Abdul Mujib, Kepribadian dalam Psikologi Islam, (Jakarta: raja Grafindo Persada, 2007), hlm.174 [4] M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah Volume 1, (Ciputat : Lentera Hati, 2000), hlm 107-110 [5] Imam jalalud-Din Al-Mahally, Imam jalalud-Din Al-Suyuthi, Op. Cit. hlm 17-18 [6] Abdul Mujib, Op.Cit. hlm.174

No comment »

hadits 2
November 11, 2008 · Filed under Agama

HADITS SEBAGAI MEDIA DAKWAH DAN KONSELING

BAB PENDAHULUAN

I

HADITS ialah sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW baik berupa perkataan, perbuatan, pernyataan, taqrir, dan sebagainya.Posisi hadits dalam Islam ialah sebagai sumber hukum kedua, karena dijadikan sumber hukum kedua dalam Islam setelah Al-Quran kedudukan dan eksistensi hadits sangat diperlukan, keshohihan suatu hadits juga sangat penting untuk diperhatikan, karena itu merupakan tolak ukur bahwa hadits itu benar-benar berasal dari nabi SAW serta diriwayatkan sesuai sanad dan matannya. Dalam menyampaikan dakwah serta seruan kepada ummat untuk mengajak kepada kebaikan seorang penyeru harus berdasarkan Al-Quran dan Hadits, namun penyampaian seruan tersebut hendaknya dikemas semenarik mungkin sehingga diharapkan ummat tidak merasa bahwa Islam agama yang seram dan mengekang namun agama yang indah serta menjadi Rahmtallil Alalamin

BAB PEMBAHASAN

II

A.

Pengertian

Hadits,

Dakwah

dan

Konseling

Hadits adalah segala perkataan (sabda), perbuatan dan ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum dalam agama Islam. Hadits dijadikan sumber hukum dalam agama Islam selain Al-Qur¶an, Ijma dan Qiyas, dimana dalam hal ini, kedudukan hadits merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Qur¶an.

Dakwah ialah suatu aktifitas atau kegiatan yang bersifat menyeru atau mengajak kepada orang lain untuk mengamalkan ajaran islam, proses tersebut dilakuakn secara sadar dan sengaja serta dpat dilakukan dengan berbagai cara atau media.

Konseling : proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut klien) yang bermuara pada teratasinya B. Hadits tentang : : , -] 16-17]« ´ : , ! : ´ , : : : * , , ´ , , masalah Hadits sholat lail yang dihadapi tentang menghapus dosa oleh klien. Ibadah :

Artinya : Dari Mu¶adz bin Jabal radhiallahu µanhu, ia berkata : Aku berkata : ³Ya Rasulullah, beritahukanlah kepadaku suatu amal yang dapat memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkan aku dari neraka´. Nabi Shallallahu µalaihi wa Sallam menjawab, ³Engkau telah bertanya tentang perkara yang besar, dan sesungguhnya itu adalah ringan bagi orang yang digampangkan oleh Allah ta¶ala. Engkau menyembah Allah dan jangan menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mengerjakan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan mengerjakan haji ke Baitullah´. Kemudian beliau bersabda : ³Inginkah kuberi petunjuk kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa itu adalah perisai, shadaqah itu menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api, dan shalat seseorang di tengah malam´. Kemudian beliau membaca ayat : ³Tatajaafa junuubuhum µan madhaaji¶« hingga «ya¶maluun³. Kemudian beliau bersabda: ³Maukah bila aku beritahukan kepadamu pokok amal tiang-tiangnya dan puncak-puncaknya?´ Aku menjawab : ³Ya, wahai Rasulullah´. Rasulullah bersabda : ³Pokok amal adalah Islam, tiang-tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad´. Kemudian beliau bersabda : ³Maukah kuberitahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu?´ Jawabku : ³Ya, wahai Rasulullah´. Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda : ³Jagalah ini´. Aku bertanya : ³Wahai Rasulullah, apakah kami dituntut (disiksa) karena apa yang kami katakan?´ Maka beliau bersabda : ³Semoga engkau selamat. Adakah yang menjadikan orang

menyungkurkan mukanya (atau ada yang meriwayatkan batang hidungnya) di dalam neraka, selain ucapan lidah [Tirmidzi Keterangan mereka?´ (HR. Tirmidzi, ia berkata no. : ³Hadits ini hasan shahih) 2616] :

Sabda beliau ³engkau telah bertanya tentang perkara yang besar, dan sesungguhnya itu adalah ringan bagi orang yang digampangkan oleh Allah ta¶ala´, maksudnya bagi orang yang diberi taufiq oleh Allah kemudian diberi petunjuk untuk beribadah kepada-Nya dengan menjalankan agama secara benar, yaitu menyembah kepada Allah tanpa sedikit pun menyekutukan-Nya dengan yang lain.

Kemudian sabda beliau ³mengerjakan shalat´, yaitu melaksanakannya dengan cara dan keadaan paling sempurna. Kemudian beliau menyebutkan syari¶at-syari¶at Islam yang lain, seperti zakat, puasa dan haji. Kemudian sabda beliau ³inginkah kuberi petunjuk kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa itu adalah perisai´, maksudnya adalah selain puasa Ramadhan, karena puasa yang wajib telah diterangkan sebelumnya. Jadi, maksudnya ialah banyak berpuasa sunnat. Perisai maksudnya ialah puasa itu menjadi tirai dan penjaga dirimu dari siksa neraka.Kemudian sabda beliau ³shadaqah itu menghapuskan kesalahan´. Maksud shadaqah di sini adalah beliau zakat. Sabda beliau ³shalat seseorang di tengah malam´. :

Kemudian

membaca

ayat

Artinya : ³Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo¶a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang kami berikan kepada mereka. Maka suatu jiwa tidak dapat mengetahui apa yang dirahasiakan untuk mereka, yaitu balasan yang menyejukkan mata, sebagai ganjaran dari amal yang telah mereka lakukan´.

(QS.As-Sajadah32:16-17)

Maksudnya orang yang shalat tengah malam, dia mengorbankan kenikmatan tidurnya dan lebih mengutamakan shalat karena semata-mata mengharapkan pahala dari Tuhannya, seperti tersebut pada firman-Nya : ³Maka suatu jiwa tidak dapat mengetahui apa yang dirahasiakan untuk mereka, yaitu balasan yang menyejukkan mata, sebagai ganjaran dari amal yang telah mereka lakukan´. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Allah sangat membanggakan orang-orang yang melakukan shalat malam di saat gelap dengan firman-Nya dalam sebuah Hadits Qudsi : ³Lihatlah hamba-hamba-Ku ini. Mereka berdiri shalat di gelap malam saat tidak ada siapa pun melihatnya selain Aku. Aku persaksikan kepada kamu sekalian (para malaikat) sungguh Aku sediakan untuk mereka negeri kehormatan-Ku´.

Sabda beliau : ³Maukah kuberitahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu?´ Jawabku : ³Ya, wahai Rasulullah´. Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda : ³Jagalah ini´. Aku bertanya : ³Wahai Rasulullah, apakah kami dituntut (disiksa) karena apa yang kami katakan?´ Maka beliau bersabda :

³Semoga engkau selamat. Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya (atau ada yang meriwayatkan batang hidungnya) di dalam neraka, selain ucapan lidah mereka?´ Rasulullah Shallallahu µalaihi wa Sallam mengumpamakan perkara ini dengan unta jantan dan Islam dengan kepala unta, sedangkan hewan tidak akan hidup tanpa kepala.

Kemudian sabda beliau ³tiang-tiangnya adalah shalat´. Tiang suatu bangunan adalah alat penyangga yang menegakkan bangunan tersebut, karena bangunan tidak akan dapat berdiri tegak tanpa tiang.

Sabdanya ³puncaknya adalah jihad´, artinya jihad itu tidak tertandingi oleh amal-amal lainnya, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Ia berkata bahwa ada seseorang lelaki datang kepada Rasulullah Shallallahu µalaihi wa Sallam lalu berkata : ³Tunjukkan kepadaku amal yang sepadan dengan jihad´. Sabda beliau : ³Tidak aku temukan´. Kemudian sabda beliau : ³Adakah engkau sanggup masuk ke dalam masjid, lalu kamu melakukan shalat Lail tanpa henti dan puasa tanpa berbuka selama seorang mujahid pergi (berperang)?´ Orang itu menjawab : ³Siapa yang sanggup berbuat begitu!´ Sabdanya : ³maukah kuberitahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu?´ Jawabku : ³Ya, wahai Rasullah´. Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda : ³Jagalah ini´, maksudnya Nabi Shallallahu µalaihi wa Sallam menggalakkan dia pertama kali untuk berjihad melawan orang kafir, kemudian dialihkan kepada jihad yang lebih besar, yaitu jihad melawan hawa nafsu, menahan perkataan yang menyakitkan atau menimbulkan kerusakan karena sebagian besar manusia masuk neraka karena lidahnya.

Sabda Nabi Shallallahu µalaihi wa Sallam : ³Semoga engkau selamat. Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya (atau ada yang meriwayatkan batang hidungnya) di dalam neraka, selain ucapan lidah mereka?´ Penjelasannya telah ada pada Hadits riwayat Bukhari dan Muslim yang berbunyi : ³Barang siapa beriman kepada juga Allah dan pada hari akhirat Hadits hendaklah ia lain berkata baik atau diam´. :

Demikian

disebutkan

³Barang siapa memberi jaminan kepadaku untuk menjaga apa yang ada di antara kedua bibirnya dan apa yang C. ada di antara kedua Hadits pahanya, maka aku jamin dia dan masuk surga´ Konseling

Hubungan

dengan

Dakwah

Dalam hadits diatas telah disebutkan dengan jelas bahwa ibadah yang terdapat dalam lima konsep rukun Islam adalah ibadah yang dapat memudahkan seseorang menuju kesurga, namun terdapat ibadah-ibadah lain yang juga disebutkan oleh rasullloh pada hadits tersebut yaitu puasa (sunnah) sebagai perisai diri dan pelindung dari api neraka, shodaqoh serta sholat malam sebagai penghapus kesalahan, pokok amal ibadah sebagai tiangnya ialah sholat serta puncaknya adalah jihad dijalan Allah SWT. Kunci untuk mendapatkan semua itu ialah dengan menjaga Lidah (bibir).

Jika hadits tersebut ditafsirkan dengan menggunakan pendekatan dakwah dan konseling maka akan didapatkan anjuran dakwah yang ideal bagi seorang muslim yang mencari ridho Allah SWT sebagai tujuan hidupnya, anjuran melakukan dengan baik dan benar lima rukun Islam dalam kehidupan sehari-hari yaitu yakin dengan keberadaan Allah SWT, menjalankan sholat dengan sebaik-baiknya, mengerjakan puasa, memberikan zakat serta berangkat haji kebaitulloh. Dapat memudahkan seseorang masuk surga serta

mendapat

ridho

Allah

SWT.

Pada konsep konseling melakukan semua amal ibadah yang terdapat dalam hadits tersebut ternyata dapat menjadi obat bagi penyakit jiwa atau gangguan mental hal ini telah dibuktikan oleh pakar-pakar terapi modern seperti yang disampaikan oleh bapak Arry Ginandjar dalam bukunya ESQ dengan lima rukun islam sebagai pilarnya serta yang terdapat dalam karya ilmiah dari Ibu Nurjanah yang berjudul Tiga Kerangka Kesehatan Mental Islam, tiga kerangka tersebut ialah pendekatan iman, dengan meyakini sepenuh hati tentang keberadaan dan kEsaan Allah SWT maka seseorang dapat manerima kenyataan pada hidupnya, konsep kedua yakni dengan pendekatan Islam, dengan menggunakan lima rukun islam sebagai bentuk terapi, syahadat sebagi terapi lisan, sholat sebagai terapi lisan dan anggota badan, zakat sebagai terapi pengendalian materi, puasa sebagai terapi pengendaliannafsu dan haji sebagai terapi paripurna atau integrated. Yang terakhir adalah pendekatan ihsan.

Pada selanjutnya rasulloh menyebutkan pintu-pintu kebaikan ialah shodaqoh, puasa serta sholat malam, menurut konseling konsep puasa merupakan konsep pengendalian diri dan hawa nafsu yang sangat baik, hal ini juga sesuai dengan konsep islam, konsep shodaqoh merupakan konsep untuk berbagi, menuntut diri sendiri untuk dapat mengeluarkan harta yang dicintai untuk orang lain, serta konsep sholat malam, keberadaan sholat yang dikerjakan pada malam hari merupakan bentuk konsep terapi yang baik untuk seseorang karena pada saat itu kondisi tenang, banyak orang tertidur lelap sehingga dapat memfokuskan konsentrasi hanya untuk beribadah.

BAB PENUTUP

III

Hadits adalah segala perkataan (sabda), perbuatan dan ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum dalam agama Islam. Hadits dijadikan sumber hukum dalam agama Islam selain Al-Qur¶an, Ijma dan Qiyas, dimana dalam hal ini, kedudukan hadits merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Qur¶an.

Jika hadits tersebut ditafsirkan dengan menggunakan pendekatan dakwah dan konseling maka akan didapatkan anjuran dakwah yang ideal bagi seorang muslim yang mencari ridho Allah SWT sebagai tujuan hidupnya, anjuran melakukan dengan baik dan benar lima rukun Islam dalam kehidupan sehari-hari yaitu yakin dengan keberadaan Allah SWT, menjalankan sholat dengan sebaik-baiknya, mengerjakan puasa, memberikan zakat serta berangkat haji kebaitulloh. Dapat memudahkan seseorang masuk surga serta mendapat ridho Allah SWT.

Pada konsep konseling melakukan semua amal ibadah yang terdapat dalam hadits tersebut ternyata dapat menjadi obat bagi penyakit jiwa atau gangguan mental hal ini telah dibuktikan oleh pakar-pakar terapi modern seperti yang disampaikan oleh bapak Arry Ginandjar dalam bukunya ESQ dengan lima rukun islam

sebagai pilarnya serta yang terdapat dalam karya ilmiah dari Ibu Nurjanah yang berjudul Tiga Kerangka Kesehatan Mental Islam.

No comment »

penelitian
November 11, 2008 · Filed under penelitian

INTELEGENSI REMAJA DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI

Abstraksi Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk mempelajari intelegensi remaja dalam menghadapi era globalisasi, serta menjelaskan secara teoritik tentang intelegensi.

Metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif, kualitatif, sehingga dalam laporan hasil penelitian diungkapkan secara apa adanya dalam bentuk uraian naratif. Serta peneliitian ini menggunakan pendekatan psikologi untuk mekaji hal yang menjadi pokok pembahasan.

Kesimpulan tentang pembahasan intelegensi remaja dalam menghadapi era globalisasi ialah remaja harus dapat menyiapkan diri secara penuh dalam mengahadapi era globalisasi, karena globalisasi tidak hanya memiliki dampak positif saja namun juga memiliki dampak negatif serta Remaja sebagai bibit potensial untuk membangun bangsa pada masa depan harus bisa memilih dan memilah apa yang baik dan yang buruk untuk diri serta kehidupannya agar dapat menjadi harapan bangsa.

BAB PENDAHULUAN

I

A.

Judul

Laporan

Laporan ini berjudul ³Intelegensi Remaja dalam Menghadapi Era Globalisasi´.

B.

Latar

Belakang

Masalah

Cepatnya arus informasi dan semakin majunya tehnologi sekarang ini yang dikenal dengan era globalisasi memberikan bermacam-macam dampak bagi setiap kalangan masyarakat di Indonesia, tidak terkecuali remaja. Tehnologi seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain, disatu sisi berdampak positif tapi di sisi lain juga berdampak negatif.

Dampak positif dari tehnologi pada era globalisasi adalah semakin mudah dan cepatnya arus informasi yang bisa didapat oleh masyarakat, saat ini jarak antar benua didunia sudah tidak ada. Informasi dipelosok Indonesia dengan mudah dan cepat bisa diketahui oleh orang-orang di Amerika begitu pula sebaliknya, semakin canggihnya fasilitas saat ini sehingga dapat memanjakan konsumen yang membutuhkan. Tidak hanya itu saja, saat ini alat komunikasi tidak hanya berpatokan dengan telpon rumah seperti empat lima tahun yang lalu, namun bisa menggunakan handphone yang dapat dibawa kemana-mana, handphone pun tidak hanya berfungsi sebagai media komunikasi tetapi juga sudah di fasilitasi dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti kamera, mp3 player, dll.

Namun tehnologi yang didapat masyarakat tidak hanya membawa dampak positif saja, tetapi juga membawa dampak negatif, dampak negatif ini dapat dilihat seperti banyaknya penyalah gunaan internet, internet yang semestinya digunakan untuk mencari informasi seluas-luasnya namun ada yang mengakses hanya untuk membuka situs porno dan vulgar, masalah ini saat ini sampai Negara RI ikut menggulangi dengan memblokir seluruh situs yang menampilkan hal-hal yang berbau porno dan vulgar, baik itu berupa gambar, video, animasi, maupun cerita-cerita porno yang mampu membuat pembacanya mengkhayal tidak jelas, contoh penyalahgunaan tehnologi yang membawa dampak negatif adalah penyalah gunaan fasilitas handphone seperti video porno yang direkam lewat kamera handphone.

Masa remaja pada diri manusia adalah masa transisi antara masa kanak-kanak menuju masa dewasa, pada masa ini kondisi kejiwaan seorang individu cenderung tidak stabil, setiap saat berubah-ubah bahkan tanpa ada pengaruh sedikit pun dapat berubah. Pada masa ini individu berusaha mencari jati diri dan pendirian, hal ini juga dilakukan dengan mencoba hal-hal yang baru dikenal, karena hal tersebut banyak remaja tidak dapat melewati masa dengan baik sebab gagal pada masa tersebut, banyak yang menjadi pecandu narkoba, hamil diluar nikah, tindakan kriminal, dll.

Karena hal tersebut dalam melewati masa remaja seorang individu diharapkan memiliki pendamping yang dapat membimbing dan mengingatkan pada setiap perilakunya, disamping itu intelegensi seorang individu juga C. dibutuhkan dalam Pembatasan melewati masa ini. Masalah

Dalam karya ini hanya akan dibahas tentang intelegensi remaja dalam menghadapi era globalisasi. Tinjauan psikologis menjadi fokus penulisan karya ini, sebagai upaya untuk mempelajari proses perkembangan kejiwaan remaja dalam menghadapi era globalisasi.

D.

Metode

Penelitian

Sesuai dengan judul penelitian yang membahas masalah sosial, maka dalam pelaksanaannya penelitian ini menggunakan metode deskriptif, kualitatif, sehingga dalam laporan hasil penelitian diungkapkan secara apa adanya dalam bentuk uraian naratif.

BAB PEMBAHASAN

II

A.

Pengertian

Istilah

Inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi berpikir dari rasional proses itu.

Remaja adalah : Mulai dewasa, sampai umur untuk kawin. Globalisasi Kata ³globalisasi´ diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekadar definisi kerja (working definition), sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan

membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya B. Faktor 1. yang Faktor-faktor dapat mempengaruhi Faktor yang tingkat integensi Mempengaruhi seseorang individu atau ada dua, masyarakat. Intelegensi yaitu :

bawaan

keturunan

Penelitian membuktikan bahwa korelasi nilai tes IQ dari satu keluarga sekitar 0,50. Sedangkan di antara 2 anak kembar, korelasi nilai tes IQnya sangat tinggi, sekitar 0,90. Bukti lainnya adalah pada anak yang diadopsi. IQ mereka berkorelasi sekitar 0,40 - 0,50 dengan ayah dan ibu yang sebenarnya, dan hanya 0,10 - 0,20 dengan ayah dan ibu angkatnya. Selanjutnya bukti pada anak kembar yang dibesarkan secara terpisah, IQ mereka tetap berkorelasi sangat tinggi, walaupun mungkin mereka tidak pernah saling kenal. 2. Faktor lingkungan

Walaupun ada ciri-ciri yang pada dasarnya sudah dibawa sejak lahir, ternyata lingkungan sanggup menimbulkan perubahan-perubahan yang berarti. Inteligensi tentunya tidak bisa terlepas dari otak. Perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi. Selain gizi, rangsangan-rangsangan yang bersifat C. Pengaruh · kognitif emosional Pengaruh dari lingkungan juga memegang peranan dari yang amat penting. Globalisasi Globalisasi

Positif-Negatif positif

Pada bidang globalisasi, teknologi berkembang pesat. Baik teknologi informasi, komunikasi, maupun Sehingga orang dapat berhubungan melewati batas-batas negara.

transportasi. ·

Pada bidang Sosial-Budaya, karena transportasi manusia dapat bergerak dinamis dalam bermigrasi, oleh itu kadang-kadang terjadi akulturasi budaya.

karena

Pengaruh ·

negatif

Globalisasi

Pada bidang teknologi terjadi penyalah gunaan funsi teknologi untuk hal-hal yang melanggar norma, video porno yang direkam via handphone, atau kasus penipuan via internet.

seperti ·

Pada bidang Sosial-Budaya, eksistensi kebudayaan lokal suatu daerah terancam akan budaya baru yang

terkesan lebih modern, seperti semakin jarang dikenalnya kebudayaan daerah dan pakaian adapt

D.

Jenis-jenis

potensi

Integensi

Menurut Howard Gardner, jenis-jenis potensi yang terpenting adalah intelegensi, yaitu sebagai berikut. 1. Intelegensi linguistik, intelegensi yang menggunakan dan mengolah kata-kata, baik lisan maupun

tulisan, secara efektif. Intelegensi ini antara lain dimiliki oleh para sastrawan, editor, dan jurnalis. 2. Intelegensi matematis-logis, kemampuan yang lebih berkaitan dengan penggunaan bilangan pada pola logika dan perhitungan.

kepekaan 3.

Intelegensi ruang, kemampuan yang berkenaan dengan kepekaan mengenal bentuk dan benda secara

tepat serta kemampuan menangkap dunia visual secara cepat. Kemampuan ini biasanya dimiliki oleh para arsitek, 4. dan 5. dekorator dan pemburu.

Intelegensi kinestetik-badani, kemampuan menggunakan gerak tubuh untuk mengekspresikan gagasan perasaan. Kemampuan ini dimiliki oleh aktor, penari, pemahat, atlet dan ahli bedah.

Intelegensi musikal, kemampuan untuk mengembangkan, mengekspresikan dan menikmati bentukmusik dan suara. Kemampuan ini terdapat pada pencipta lagu dan penyanyi.

bentuk 6.

Intelegensi interpersonal, kemampuan seseorang untuk mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan,

motivasi, dan watak temperamen orang lain seperti yang dimiliki oleh seserang motivator dan fasilitator. 7. Intelegensi intrapersonal, kemampuan seseorang dalam mengenali dirinya sendiri. Kemampuan ini dengan kemampuan berefleksi(merenung) dan keseimbangan diri.

berkaitan 8. 9.

Intelegensi naturalis, kemampuan seseorang untuk mengenal alam, flora dan fauna dengan baik. Intelegensi eksistensial, kemampuan seseorang menyangkut kepekaan menjawab persoalan-persoalan

terdalam keberadaan manusia, seperti apa makna hidup, mengapa manusia harus diciptakan dan mengapa kita hidup dan akhirnya mati.

BAB KESIMPULAN

III

Kesimpulan dalam pembahasan mengenai Intelegensi Remaja dalam Menghadapi Era Globalisasi, antara lain : 1. Remaja dalam menghadapi harus memilki kematangan dalam hal intelegensi, karena globalisasi tidak berdampak positif saja namun juga memiliki dampak negatif.

hanya 2.

Faktor yang mempengaruhi intelegensi seseorang ada dua, yakni faktor keturunan dan faktor

lingkungan. 3. Menurut Howard Gardner jenis-jenis intelegensi ada sembilan, yakni : Intelegensi linguistik, Intelegensi Intelegensi Intelegensi ruang, Intelegensi kinestetik-badani, naturalis, Intelegensi dan musikal, Intelegensi eksistensial.

matematis-logis, interpersonal, 4.

intrapersonal,

Intelegensi

Intelegensi

Remaja sebagai bibit potensial untuk membangun bangsa pada masa depan harus bisa memilih dan

memilah apa yang baik dan yang buruk untuk diri serta kehidupannya agar dapat menjadi harapan bangsa.

DAFTAR PUSTAKA

David W.J.S

Wechsler,

2006,

Intelegensi Kamus

sebagi

tolak

ukur

manusia. Jakarta :

Jakarta Balai 12

:

Gramedia. 1985 2008

Peorwadarminta,1985, Definisi

umum

bahasa

Indonesia.

Pustaka, Mei

Anonim,

Globalisasi,

www.wikimedia

Indonesia.com,

diakses

F.J Monks, A.M.P Knoers, Siti Rahayu Haditono, 1994, Psikologi Perkembangan. Yogyakarta : Gajah Mada University Saifudin Ma¶arif, 2004, Agama Sebagai Terapi Jiwa. Bandung :PT Remaja Rosda Karya. Press.

Comments (6) »

hadits
November 11, 2008 · Filed under Agama

MUNAFIK
(Dalam Kajian Al-Hadits dan Al-Quran)
BAB I PENDAHULUAN
Islam merupakan agama yang dibawa oleh rasululloh Muhammad SAW, agama ini turun dimuka bumi kurang lebih empat belas abad yang lalu ditengah hiruk pikuk kejahiliyahan masyarakat jazirah arab pada saat itu yang menyembah berhala. Ketika Muhammad SAW datang membawa risalah kenabian banyak pro kontra dimasyarakat jazirah arab namun dari klasifikasi turunnya ayat Al-Qur¶an dapat diketahui bahwa periode nabi di Makkah merupakan periode pengenalan masyarakat arab terhadap kebenaran Islam, sosok tuhan yang paling pantas disembah,

sedangkan periode Madinah merupakan periode perluasan dakwah dan penyusunan norma-norma dan aturan-aturan kemayarakatan hal ini dibuktikan banyaknya ayat-ayat muamalah yang turun di Madinah. Periode Muhammad di Makkah berdakwah dalam sejarah tidak ditemui istilah kaum munafikin yang merongrong Islam dari dalam namun hanya ditemui sisi permusuhan dan perlawanan kafir Quraisy, oleh karena itu adanya sifat kufur, nifaq, dan syirik lebih banyak ditemui dalam sejarah saat dakwah sudah memasuki periode Madinah. Nifaq dalam Islam tidak terlepas dari landasan teks yang terdapat dalam Al-Quran dan Al-Hadits yang mungkin akan pemakalah sebutkan beberapa namun sebelum penyampaian makalah, pemakalah memohon maaf kepada audiens apabila dalam penulisan hadits hanya ditulis artinya saja, hal ini semata-mata karena keterbatasan yang terdapat dalam diri pemakalah untuk itu kami mohon dimaklumi Atas dasar pendahuluan diatas dalam makalah ini penulis akan mencoba menyampaikan pembahasan tentang nifaq serta dengan didukung literatur-literatur yang telah kami dapatkan

BAB II PEMBAHASAN
1. PENGERTIAN NIFAQ : Nifaq secara bahasa berasal dari kata naafaqa ± yunaafiqu ± nifaaqan wa munaafaqan yang diambil dari kata an-naafiqaa¶, yaitu salah satu lubang tempat keluarnya yarbu¶ (hewan sejenis tikus) dari sarangannya, dimana jika ia dicari dari lubang yang satu, maka ia akan keluar dari lubang yang lain. Dikatakan pula, ia berasal dari kata an-nafaqa (nafaq) yaitu lubang tempat bersembunyi. [An-Nihaayah V/98 oleh Ibnu Katsir] Nifaq menurut syara¶ yaitu menampakkan Islam dan kebaikan tetapi menyembunyikan kekufuran dan kejahatan1 atau bisa disebut bahwa seseorang tersebut memperlihatkan sesuatu baik berupa ucapan, tingkah laku yang berlainan dengan yang ada dihatinya2. Dinamakan demikian karena dia masuk pada syari¶at dari satu pintu dan keluar dari pintu yang lain. Orang yang berperilaku nifaq disebut dengan Munafiq. Hal ini juga disampaikan oleh Allah dalam surat QS. At-Taubah: 67:

67. Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma¶ruf dan mereka menggenggamkan tangannya[648]. mereka Telah lupa kepada Allah, Maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik. [648] Maksudnya: berlaku kikir 1.

JENIS NIFAQ Nifaq terbagi menjadi dua jenis: nifaq I¶tiqodiy dan nifaq amaliy. Nifaq I¶tiqodiy (keyakinan), Nifaq I¶tiqadiy adalah nifaq besar,

di mana pelakunya menampakkan ke-Islaman, tetapi dalam hatinya tersimpan kekufuran dan kebencian terhadap Islam. Jenis nifaq ini menyebabkan pelakunya murtad, keluar dari agama & khirat kelak ia akan berada dalam kerak Neraka. Allah berfirman dalam QS. An-Nisa : 145

145. Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka. Allah SWT mensifati orang-orang munafik dengan banyak sifat, diantaranya kekufuran, tiada iman, mengolok-olok dan mencaci maki agama, seperti dalam firman Allah, Mereka (Munafikin) juga mengatangatai agama dan pemeluknya, serta kecenderungan kepada musuhmusuh agama untuk bergabung dengan mereka dalam memusuhi Islam. Orang-orang munafik jenis ini senantiasa ada pada setiap zaman. Lebihlebih ketika tampak kekuatan Islam dan mereka tidak mampu membendungnya secara lahiriyah. Dalam keadaan seperti ini mereka masuk ke dalam Islam untuk melakukan tipu daya terhadap kaum muslimin secara tersembunyi, juga agar mereka bisa hidup bersama umat Islam dan merasa tenang dalam hal jiwa dan harta benda mereka. Al hasil mereka masuk Islam hanya untuk kepentingan mereka, menyelamatkan harta benda dan nyawa mereka. Karena itu, seorang munafik manampakkan keimanannya kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitabkitab Nya dan hari akhir, tetapi dalam batinnya mereka berlepas diri dari semua itu dan mendustakannya. Allah swt berfirman dalam QS.Al-Baqoroh : 8 :

8. Di antara manusia ada yang mengatakan: ³Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian[22],´ pada hal mereka itu Sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. [22] Hari kemudian ialah: mulai dari waktu mahluk dikumpulkan di padang mahsyar sampai waktu yang tak ada batasnya. Nifaq jenis ini ada empat macam : 1. Mendustakan Rasulullah saw atau mendustakan sebagian dari apa yang beliau bawa.

2. Membenci Rasulullah saw atau membenci sebagIan apa yang beliau bawa. 3. Merasa gembira dengan kemunduran agama Rasulullah saw. 4. Tidak senang dengan kemenangan agama Rasulullah saw. Hal ini sesuai dengan hadits : Yang paling aku takuti atas kamu sesudah aku (Muhammad) tiada ialah orang munafik yang pandai bersilat lidah. (HR. Ahmad dan AthThabrani) Nifaq µamaliy (perbuatan), Nifaq µamaliy yaitu melakukan sesuatu yang merupakan perbuatan orang-orang munafiq, tetapi masih tetap ada iman di dalam hati. Nifaq jenis ini tidak mengeluarkannya dari agama, namun merupakan washilah (perantara) kepada yang demikian. Pelakunya berada dalam keadaan iman dan nifaq, dan jika perbuatan nifaqnya lebih banyak maka hal itu bisa menjadi sebab terjerumusnya dia ke dalam nifaq sesungguhnya, berdasarkan hadits Nabi saw : ³Ada empat hal, yang jika berada pada diri seseorang maka ia menjadi seorang munafiq sesungguhnya, dan jika seseorang memiliki kebiasaan salah satu dari padanya, maka berarti ia memiliki satu kebiasaan (ciri) nifaq sampai ia meninggalkannya ; bila dipercaya ia berkhianat, dan jika berbicara ia bohong, jika berjanji ia ingkari, dan jika bertengkar ia berucap kotor.´ (Muttafaqun alaihi) Seburuk-buruk manusia ialah orang yang mempunyai dua muka, mendatangi kelompok ini dengan wajah yang satu dan mendatangi kelompok lain dengan wajahnya yang lain. (Mutafaq¶alaih) Sifat nifaq adalah sifat yang sangat buruk dan berbahaya, karena itulah para sahabat sangat takut kalau diri mereka terjerumus dalam kemunafikan. Ibnu abi Mulaikah berkata :´Aku bertemu dengan 30 sahabat Rasulullah saw, mereka semua tahu kalau-kalau ada nifaq dalam dirinya.´3
Paling banyak orang munafik dari umatku ialah yang pandai bacaannya. (HR. Bukhari) 1. PERBEDAAN ANTARA NIFAQ BESAR DAN NIFAQ KECIL4 Nifaq besar mengeluarkan pelakunya dari agama, sedangkan nifaq kecil tidak mengeluarkan dari agama.

y

y

Nifaq besar adalah berbedanya yang lahir dengan yang batin dalam hal keyakinan, sedangkan nifaq kecil adalah berbedanya yang lahir dengan yang batin dalam hal perbuatan bukan dalam hal keyakinan. Nifaq besar tidak terjadi dari seorang mukmin, sedanghkan nifaq kecil bisa terjadi dari seorang mukmin. Pada galibnya, pelaku nifaq besar tidak bertaubat, seandainya pun bertaubat, maka ada perbedaan pendapat tentang diterimanya taubatnya di hadapan hakim. Lain halnya dengan pelakunya terkadang bertaubat kepada Allah, sehngga Allah menerima taubatnya. [µAqidah at-Tauhid (hal. 85-88) oleh Dr. Shalih bin Abdullah al-Fauzan]

y y

BAB III PENUTUP
Nifaq secara bahasa yaitu salah satu lubang tempat keluarnya yarbu¶(hewan sejenis tikus) dari sarangannya, dimana jika ia dicari dari lubang yang satu, maka ia akan keluar dari lubang yang lain. Dikatakan pula, ia berasal dari kata an-nafaqa (nafaq) yaitu lubang tempat bersembunyi. [An-Nihaayah V/98 oleh Ibnu Katsir] Nifaq menurut syara¶ yaitu menampakkan Islam dan kebaikan tetapi menyembunyikan kekufuran dan kejahatan atau bisa disebut bahwa seseorang tersebut memperlihatkan sesuatu baik berupa ucapan, tingkah laku yang berlainan dengan yang ada dihatinya. Orang yang berperilaku nifaq disebut dengan Munafiq. Nifaq terbagi menjadi dua jenis: nifaq I¶tiqodiy dan nifaq amaliy. Nifaq I¶tiqadiy adalah nifaq besar, di mana pelakunya menampakkan ke-Islaman, tetapi dalam hatinya tersimpan kekufuran dan kebencian terhadap Islam. Jenis nifaq ini menyebabkan pelakunya murtad, keluar dari agama & khirat kelak ia akan berada dalam kerak Neraka. sedangkan Nifaq µamaliy yaitu melakukan sesuatu yang merupakan perbuatan orang-orang munafiq, tetapi masih tetap ada iman di dalam hati. Nifaq jenis ini tidak mengeluarkannya dari agama, namun merupakan washilah (perantara) kepada yang demikian. Pelakunya berada dalam keadaan iman dan nifaq, dan jika perbuatan nifaqnya lebih banyak maka hal itu bisa menjadi sebab terjerumusnya dia ke dalam nifaq sesungguhnya Pemakalah menyadari dalam proses pembuatan dan penyampaian makalah terdapat banyak kesalahan dan kekhilafan, pemakalah sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk pemakalah guna mengingatkan dan memperbaiki setiap kesalahan yang ada dalam proses pembuatan dan penyampaian makalah. Terakhir tidak lupa pemakalah mengucapkan rasa syukur kehadirat Allah SWT serta terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam proses pembuatan makalah.

DAFTAR PUSTAKA
Labbaik Majalah Islami, Munafiq (Nifaq), majalah.aldakwah.org, diakses 21 Oktober 2008 http://

Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama¶ah, Bogor : Pustaka At-Taqwa

Salafiyunpad, Nifaq dan jenis-jenisnya, http://salafiyunpad.wordpress.com, diakses 21 Oktober 2008 Ahmad Daudy, Kuliah akidah Islam, Jakarta : Bulan Bintang, 1997
1 Salafiyunpad, Nifaq dan jenis-jenisnya, http://salafiyunpad.wordpress.com, diakses 21 Oktober 2008

2 Ahmad Daudy, Kuliah akidah Islam, (Jakarta : Bulan Bintang, 1997), hlm.43

3 Labbaik Majalah Islami, Munafiq (Nifaq), http:// majalah.aldakwah.org, diakses 21 Oktober 2008

4 Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama¶ah, (Bogor : Pustaka At-Taqwa), hlm. 223227

No comment »

tauhid
November 11, 2008 · Filed under Agama

TAUHID
(Kajian Tentang Nifaq, Kufur, Syirik, Iman) BAB I PENDAHULUAN
Islam merupakan agama yang dibawa oleh rasululloh Muhammad SAW, agama ini turun dimuka bumi kurang lebih empat belas abad yang lalu ditengah hiruk pikuk kejahiliyahan masyarakat jazirah arab pada saat itu yang menyembah berhala.

Ketika Muhammad SAW datang membawa risalah kenabian banyak pro kontra dimasyarakat jazirah arab namun dari klasifikasi turunnya ayat Al-Qur¶an dapat diketahui bahwa periode nabi di Makkah merupakan periode pengenalan masyarakat arab terhadap kebenaran Islam, sosok tuhan yang paling pantas disembah, sedangkan periode Madinah merupakan periode perluasan dakwah dan penyusunan norma-norma dan aturan-aturan kemayarakatan hal ini dibuktikan banyaknya ayat-ayat muamalah yang turun di Madinah.

Periode Muhammad di Makkah berdakwah dalam sejarah tidak ditemui istilah kaum munafikin yang merongrong Islam dari dalam namun hanya ditemui sisi permusuhan dan perlawanan kafir Quraisy, oleh karena itu adanya sifat kufur, nifaq, syirik serta iman lebih banyak ditemui dalam sejarah saat dakwah sudah memasuki periode Madinah.

Atas dasar pendahuluan diatas dalam makalah ini penulis akan mencoba menyampaikan pembahasan tentang nifaq, kufur, syirik dan keimanan serta dengan didukung literatur-literatur yang telah kami dapatkan.

BAB II PEMBAHASAN
1.

Nifaq

PENGERTIAN NIFAQ : Nifaq secara bahasa berasal dari kata naafaqa ± yunaafiqu ± nifaaqan wa munaafaqan yang diambil dari kata an-naafiqaa¶, yaitu salah satu lubang tempat keluarnya yarbu¶ (hewan sejenis tikus) dari sarangannya, dimana jika ia dicari dari lubang yang satu, maka ia akan keluar dari lubang yang lain. Dikatakan pula, ia berasal dari kata an-nafaqa (nafaq) yaitu lubang tempat bersembunyi. [AnNihaayah V/98 oleh Ibnu Katsir] Nifaq menurut syara¶ yaitu menampakkan Islam dan kebaikan tetapi menyembunyikan kekufuran dan kejahatan1 atau bisa disebut bahwa seseorang tersebut memperlihatkan sesuatu baik berupa ucapan, tingkah laku yang berlainan dengan yang ada dihatinya2. Dinamakan demikian karena dia masuk pada syari¶at dari satu pintu dan keluar dari pintu yang lain. Hal ini juga disampaikan oleh Allah dalam surat QS. At-Taubah: 67:

67. Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma¶ruf dan mereka menggenggamkan tangannya[648]. mereka Telah lupa kepada Allah, Maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orangorang munafik itu adalah orang-orang yang fasik. [648] Maksudnya: berlaku kikir

JENIS NIFAQ. Nifaq terbagi menjadi dua jenis: nifaq I¶tiqodiy dan nifaq amaliy. Nifaq I¶tiqodiy (keyakinan), Nifaq I¶tiqadiy adalah nifaq besar, di mana pelakunya menampakkan ke-Islaman, tetapi dalam hatinya tersimpan kekufuran dan kebencian terhadap Islam. Jenis nifaq ini menyebabkan pelakunya murtad, keluar dari agama & khirat kelak ia akan berada dalam kerak Neraka. Allah berfirman dalam QS. An-Nisa : 145

145. Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka. Allah SWT mensifati orang-orang munafik dengan banyak sifat, diantaranya kekufuran, tiada iman, mengolok-olok dan mencaci maki agama, seperti dalam firman Allah, Mereka (Munafikin) juga mengata-ngatai agama dan pemeluknya, serta kecenderungan kepada musuh-musuh agama untuk bergabung dengan mereka dalam memusuhi Islam. Orang-orang munafik jenis ini senantiasa ada pada setiap zaman. Lebih-lebih ketika tampak kekuatan Islam dan mereka tidak mampu membendungnya secara lahiriyah. Dalam keadaan seperti ini mereka masuk ke dalam Islam untuk melakukan tipu daya terhadap kaum muslimin secara tersembunyi, juga agar mereka bisa hidup bersama umat Islam dan merasa tenang dalam hal jiwa dan harta benda mereka. Al hasil mereka masuk Islam hanya untuk kepentingan mereka, menyelamatkan harta benda dan nyawa mereka. Karena itu, seorang munafik manampakkan keimanannya kepada Allah, malaikatmalaikatNya, kitab-kitab Nya dan hari akhir, tetapi dalam batinnya mereka berlepas diri dari semua itu dan mendustakannya. Allah swt berfirman dalam QS.Al-Baqoroh : 8 :

8. Di antara manusia ada yang mengatakan: ³Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian[22],´ pada hal mereka itu Sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. [22] Hari kemudian ialah: mulai dari waktu mahluk dikumpulkan di padang mahsyar sampai waktu yang tak ada batasnya. Nifaq jenis ini ada empat macam : 1. Mendustakan Rasulullah saw atau mendustakan sebagian dari apa yg beliau bawa. 2. Membenci Rasulullah saw atau membenci sebagean apa yang beliau bawa. 3. Merasa gembira dengan kemunduran agama Rasulullah saw. 4. Tidak senang dengan kemenangan agama Rasulullah saw. Nifaq µamaliy (perbuatan), Nifaq µamaliy yaitu melakukan sesuatu yang merupakan perbuatan orang-orang munafiq, tetapi masih tetap ada

iman di dalam hati. Nifaq jenis ini tidak mengeluarkannya dari agama, namun merupakan washilah (perantara) kepada yang demikian. Pelakunya berada dalam keadaan iman dan nifaq, dan jika perbuatan nifaqnya lebih banyak maka hal itu bisa menjadi sebab terjerumusnya dia ke dalam nifaq sesungguhnya, berdasarkan hadits Nabi saw : ³Ada empat hal, yang jika berada pada diri seseorang maka ia menjadi seorang munafiq sesungguhnya, dan jika seseorang memiliki kebiasaan salah satu dari padanya, maka berarti ia memiliki satu kebiasaan (ciri) nifaq sampai ia meninggalkannya ; bila dipercaya ia berkhianat, dan jika berbicara ia bohong, jika berjanji ia ingkari, dan jika bertengkar ia berucap kotor.´ (Muttafaqun alaihi) Sifat nifaq adalah sifat yang sangat buruk dan berbahaya, karena itulah para sahabat sangat takut kalau diri mereka terjerumus dlm kemunafikan. Ibnu abi Mulaikah berkata :´Aku bertemu dengan 30 sahabat Rasulullah saw, mereka semua tahu kalau-kalau ada nifaq dalam dirinya.´3
PERBEDAAN ANTARA NIFAQ BESAR DAN NIFAQ KECIL4

y

Nifaq besar mengeluarkan pelakunya dari agama, sedangkan nifaq kecil tidak mengeluarkan dari agama. Nifaq besar adalah berbedanya yang lahir dengan yang batin dalam hal keyakinan, sedangkan nifaq kecil adalah berbedanya yang lahir dengan yang batin dalam hal perbuatan bukan dalam hal keyakinan. Nifaq besar tidak terjadi dari seorang mukmin, sedanghkan nifaq kecil bisa terjadi dari seorang mukmin. Pada galibnya, pelaku nifaq besar tidak bertaubat, seandainya pun bertaubat, maka ada perbedaan pendapat tentang diterimanya taubatnya di hadapan hakim. Lain halnya dengan pelakunya terkadang bertaubat kepada Allah, sehngga Allah menerima taubatnya. [µAqidah at-Tauhid (hal. 85-88) oleh Dr. Shalih bin Abdullah al-Fauzan]

y

y y

1.

Syirik

PENGERTIAN SYIRIK : Syirik berasal dri kata asyraka-yusyriku-syirkan-musyrikun yang artinya mencampurkan atau menyekutukan5, menurut syara¶ syirik berarti menyamakan Allah dengan zat selain Allah dalam Rububiyyah dan Uluhiyyah Allah Subhanahu wa Ta¶ala. Umumnya menyekutukan dalam Uluhiyyah Allah, yaitu hal-hal yang merupakan kekhususan bagi Allah, seperti berdo¶a kepada selain Allah disamping berdo¶a kepada Allah, atau memalingkan suatu bentuk ibadah seperti menyembelih (kurban), bernadzar, berdo¶a dan sebagainya kepada selainNya.6

JENIS-JENIS SYIRIK Syirik Ada Dua Jenis : Syirik Besar dan SyirikKecil. [1]. Syirik Besar : Syirik besar bisa mengeluarkan pelakunya dari agama Islam dan menjadikannya kekal di dalam Neraka, jika ia meninggal dunia dan belum bertaubat daripadanya. Syirik besar adalah memalingkan sesuatu

bentuk ibadah kepada selain Allah, seperti berdo¶a kepada selain Allah atau mendekatkan diri kepadanya dengan penyembelihan kurban atau nadzar untuk selain Allah, baik untuk kuburan, jin atau syaitan, atau mengharap sesuatu selain Allah, yang tidak kuasa memberikan manfaat maupun mudharat. Syirik Besar Itu Ada Empat Macam. [a]. Syirik Do¶a, yaitu di samping dia berdo¶a kepada Allah Subhanahu wa Ta¶ala, ia juga berdo¶a kepada selainNya. [b]. Syirik Niat, Keinginan dan Tujuan, yaitu ia menunjukkan suatu ibadah untuk selain Allah Subhanahu wa Ta¶ala [c]. Syirik Ketaatan, yaitu maksiyat kepada Allah mentaati kepada selain Allah dalam hal

[d]. Syirik Mahabbah (Kecintaan), dengan Allah dalam hal kecintaan.

yaitu

menyamakan

selain

Allah

[2]. Syirik Kecil : Syirik kecil tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama Islam, tetapi ia mengurangi tauhid dan merupakan wasilah (perantara) kepada syirik besar.Syirik Kecil Ada Dua Macam. [a]. Syirik Zhahir (Nyata), yaitu syirik kecil yang dalam bentuk ucapan dan perbuatan. Dalam bentuk ucapan misalnya, bersumpah dengan nama selain Allah. Rasulullah SAW bersabda. ³Artinya : Barangsiapa bersumpah dengan nama selain Allah, maka ia telah berbuat kufur atau syirik´ [b]. Syirik Khafi (Tersembunyi), yaitu syirik dalam hal keinginan dan niat, seperti riya¶ (ingin dipuji orang) dan sum¶ah (ingin didengar orang) dan lainnya.Rasulullah SAW bersabda.´Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil. ³Mereka (para Shahabat) bertanya: ³Apakah syirik kecil itu, ya Rasulullah?´ .Beliau Shallallahu µalaihi wa sallam menjawab: ³Yaitu riya¶.7
SYIRIK ADALAH DOSA YANG PALING BESAR, menurut Al-Quran QS. An-Nisaa¶ : 48

48. Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia Telah berbuat dosa yang besar.

QS Az-Zumar :65

65. Dan Sesungguhnya Telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. ³Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Hadist riwayat Al-Bukhari dan Muslim: ³Maukah kalian aku beritahukan tentang dosa yang paling besar?, µKami menjawab, Ya wahai Rasulullah!¶, Beliau bersabda, Berbuat syirik kepada Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.´

1.

Kufur

PENGERTIAN KUFUR: Kufur menurut bahasa berarti malam, menyembunyikan, menutupi, menurut syara¶ kufur berarti menolak kebenaran setelah mengetahuinya.8 Kufur menurut pengertian yang lain adalah tidak beriman kepada Allah dan Rasulnya, baik dengan mendustakannya atau tidak mendustakannya maksud mendustakan berarti menentang atau menolak sedangkan tidak mendustakan artinya hanya sekedar tidak iman dan tidak percaya.9 JENIS KUFUR, Kufur ada dua jenis : Kufur Besar dan Kufur Kecil. Kufur besar atau juga disebut sebagai kufur akidah bisa mengeluarkan seseorang dari agama Islam. Kufur besar ada lima macam : [1]. Kufur Karena Mendustakan. Dalilnya adalah firman Allah Al-Ankabut : 68 :

µArtinya : Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau mendustakan kebenaran tatkala yang hak itu datang kepadanya ? Bukankah dalam Neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir ?´ [2]. Kufur Karena Enggan Dalilnya firman Allah Al-Baqarah : 34 : dan Sombong, Padahal Membenarkan.

³Artinya : Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat, µTunduklah kamu kepada Adam¶. Lalu mereka tunduk kecuali iblis, ia enggan dan congkak dan adalah ia termasuk orang-orang kafir´ [3]. Kufur Dalilnya adalah firman Allah Al-Kahfi : 35-38 : Karena Ragu.

³Artinya : Dan ia memasuki kebunnya, sedang ia aniaya terhadap dirinya sendiri ; ia berkata, ³Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya, dan aku tidak mengira Hari Kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku dikembalikan kepada Rabbku, niscaya akan kudapati tempat kembali yang baik´ Temannya (yang mukmin) berkata kepadanya, µApakah engkau kafir kepada (Rabb) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, kemudian Dia menjadikan kamu seorang laki-laki ? Tapi aku (percaya bahwa) Dialah Allah Rabbku dan aku tidak menyekutukanNya dengan sesuatu pun´ [4]. Kufur Dalilnya adalah firman Allah Al-Ahqaf : 3 : Karena Berpaling.

3. Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka. [5]. Kufur Dalilnya adalah firman Allah Al-Munafiqun : 3 : Karena Nifaq.

³Artinya : Yang demikian itu adalah karena mereka beriman (secara) lahirnya lalu kafir (secara batinnya), kemudian hati mereka dikunci mati, karena itu mereka tidak dapat mengerti´ Kufur kecil atau juga disebut kufur amaliyah yaitu kufur yang tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama Islam, dan ia adalah kufur amali. Kufur amali ialah dosa-dosa yang disebutkan di dalam AlQur¶an dan As-Sunnah sebagai dosa-dosa kufur, tetapi tidak mencapai derajat kufur besar. Seperti kufur nikmat, sebagaimana yang disebutkan dalam firmanNya An-Nahl : 83

³Artinya : Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkari dan kebanyakan mereka adalah orang-orang kafir´ Termasuk juga membunuh orang muslim, sebagaimana yang disebutkan dalam sabda Nabi Shallallahu µalaihi wa sallam. ³Artinya : Mencaci orang muslim adalah suatu kefasikan dan membunuhnya adalah suatu kekufuran´ [Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim] Dan sabda beliau Shallallahu µalaihi wa sallam.

³Artinya : Janganlah kalian sepeninggalku kembali lagi menjadi orang-orang kafir, sebagian kalian memenggel leher sebagian yang lain´ [Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim] Termasuk juga bersumpah dengan nama selain Allah. Nabi Shallallahu µalaihi wa sallam bersabda. ³Artinya : Barangsiapa bersumpah dengan nama selain Allah, maka ia telah berbuat kufur atau syirik´ [AtTirmidzi dan dihasankannya, serta dishahihkan oleh Al-Hakim] Yang demikian itu karena Allah tetap menjadikan para pelaku dosa sebagai orang-orang mukmin. Allah berfirman Al-Baqarah : 178 :

178. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang
dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema¶afan dari saudaranya, hendaklah (yang mema¶afkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma¶af) membayar (diat) kepada yang memberi ma¶af dengan cara yang baik (pula). yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, Maka baginya siksa yang sangat pedih. Yang dimaksud dengan saudara dalam ayat di atas ±tanpa diargukan lagi- adalah saudara seagama, berdasarkan firman Allah Al-Hujurat : 9-10 :

³Artinya : Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain, maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali, kepada perintah Allah, jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang berlaku adil. Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat´ Kesimpulan PERBEDAAN Antara Kufur Besar Dan Kufur Kecil [1]. Kufur besar mengeluarkan pelakunya dari agama Islam dan menghapuskan (pahala) amalnya, sedangkan kufur kecil tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama Islam, juga tidak menghapuskan (pahala)nya sesuai dengan kadar kekufurannya, dan pelakunya tetap dihadapkan dengan ancaman. [2]. Kufur besar menjadikan pelakunya kekal dalam neraka, sedankan kufur kecil, jika pelakunya masuk neraka maka ia tidak kekal di dalamnya, dan bisa saja Allah memberikan ampunan kepada pelakunya, sehingga ia tiada masuk neraka sama sekali.

[3]. Kufur besar menjadikan halal darah dan harta pelakunya, sedangkan kufur kecil tidak demikian. [4]. Kufur besar mengharuskan adanya permusuhan yang sesungguhnya, antara pelakunya dengan orangorang mukmin. Orang-orang mukmin tidak boleh mencintai dan setia kepadanya, betapun ia adalah keluarga terdekat. Adapun kufur kecil, maka ia tidak melarang secara mutlak adanya kesetiaan, tetapi pelakunya dicintai dan diberi kesetiaan sesuai dengan kadar keimanannya, dan dibenci serta dimusuhi sesuai dengan kemaksiatannya.10

4. Iman
Iman menurut bahasa berasal dari kata aamanu-yu¶minu-iimanan yang berarti percaya atau membenarkan. Percaya adalah suatu pengakuan atau keyakinan seseorang terhadap sesuatu.11 Menurut istilah iman ialah Membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota badan12. RUANG LINGKUP IMAN. Yang dimaksud Ruang Lingkup adalah batasan-batasan yang disentuh oleh arti perkataan. Ruang Lingkup Iman meliputi: µaqdun bil qlbi = tanggapan hati, ikraarun bil lisani = pernyataan lisan, µamalun bil arkan = pembuktian dalam perbuatan. Dengan demikian maka ruang lingkup iman meliputi tiga aspek aktivitas hidup manusia, yaitu aspek penanggapan, aspek pernyataan dan aspek pembuktian.

Dari aspek penanggapan dan pernyataan akan melahirkan atau membentuk satu Pandangan Hidup dan dari ketiga aspek akan membentuk Sikap Hidup. Jadi berdasar pernyataan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Iman sama dengan Pandangan dan Sikap dalam perjalanan hidup atau Pandangan dan Sikap Hidup. Perkataan Iman tidak akan menjadi sempurna kecuali jika kepadanya ditambahkan atau dihubungkan dengan perkataan yang lain. Dengan kata lain perkataan Iman belum bernilai kecuali bila digandeng dengan sesuatu yang lain. Jadi kita tidak tahu apa yang ditanggapi kemudian apa yang diikrarkan dan apa yang akan dibuktikan dalam amal perbuatan. NILAI DAN HARGA IMAN. Nilai adalah kemampuan sesuatu membikin sedemikian rupa, sedangkan Harga adalah sejumlah pengorbanan untuk mendapatkan nilai. Contoh beras. Satu liter beras mempunyai kemampuan (bernilai) untuk mengenyangkan tiga orang dalam satu waktu tertentu. Kemampuan (nilai) beras tidak dipengaruhi oleh mau atau tidak mau-nya manusia. Untuk mendapatkan satu liter beras kita harus mengeluarkan sejumlah pengorbanan misalnya sejumlah uang sesuai dengan harga beras tersebut. Pengorbanan disini bukan pada bentuk uangnya tapi pada kerja kita untuk mendapatkan uang tersebut. Jadi Nilai ada pada benda (dalam hal ini beras) dan harga ada pada manusia (bentuk pengorbanannya). Nilai Iman adalah kemampuan isi Iman menghantarkan manusia membentuk satu tatanan budaya kehidupan yang tangguh. Harga Iman adalah sejumlah pengorbanan yang kita lakukan untuk mendapatkan Nilai Iman. 13 IMAN DALAM AL-QURAN DAN AL-HADITS QS.Al-Anfal : 2 :

2. Sesungguhnya orang-orang yang beriman[594] ialah mereka yang bila disebut nama Allah[595] gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan Hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.[594] Maksudnya: orang yang Sempurna imannya.[595] dimaksud dengan disebut nama Allah ialah: menyebut sifat-sifat yang mengagungkan dan memuliakannya.

y

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Pada suatu hari, Rasulullah saw. muncul di antara kaum muslimin. Lalu datang seorang laki-laki dan bertanya: Wahai Rasulullah, apakah iman itu? Rasulullah saw. menjawab: Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, rasul-rasul-Nya dan kepada hari berbangkit. Orang itu bertanya lagi: Wahai Rasulullah, apakah Islam itu? Rasulullah saw. menjawab: Islam adalah engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun, mendirikan salat fardu, menunaikan zakat wajib dan berpuasa di bulan Ramadan. Orang itu kembali bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Ihsan itu? Rasulullah saw. menjawab: Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Dan jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia selalu melihatmu. Orang itu bertanya lagi: Wahai Rasulullah, kapankah hari kiamat itu? Rasulullah saw. menjawab: Orang yang ditanya mengenai masalah ini tidak lebih tahu dari orang yang bertanya. Tetapi akan aku ceritakan tanda-tandanya; Apabila budak perempuan melahirkan anak tuannya, maka itulah satu di antara tandanya. Apabila orang yang miskin papa menjadi pemimpin manusia, maka itu tarmasuk di antara tandanya. Apabila para penggembala domba saling bermegahmegahan dengan gedung. Itulah sebagian dari tanda-tandanya yang lima, yang hanya diketahui oleh Allah. Kemudian Rasulullah saw. membaca firman Allah Taala: Sesungguhnya Allah, hanya pada sisiNya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Kemudian orang itu berlalu, maka Rasulullah saw. bersabda: Panggillah ia kembali! Para sahabat beranjak hendak memanggilnya, tetapi mereka tidak melihat seorang pun. Rasulullah saw. bersabda: Ia adalah Jibril, ia datang untuk mengajarkan manusia masalah agama mereka. (Shahih Muslim No.10) Iman menyebabkan masuk surga dan barang siapa menjalankan apa yang diperintahkan, niscaya ia akan masuk surga Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Bahwa seorang badui datang menemui Rasulullah saw. lalu berkata: Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu perbuatan yang apabila aku lakukan, aku akan masuk surga. Rasulullah saw. bersabda: Engkau beribadah kepada Allah tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu, mendirikan salat fardu, membayar zakat dan puasa Ramadan. Orang itu berkata: Demi Zat yang menguasai diriku, aku tidak akan menambah sedikit pun dan tidak akan menguranginya. Ketika orang itu pergi, Nabi saw. bersabda: Barang siapa yang senang melihat seorang ahli surga, maka lihatlah orang ini. (Shahih Muslim No.16)

y

BAB III PENUTUP

Manusia merupakan khalifah dimuka bumi ini, Allah SWT pun mengkaruniakan kepada manusia kesempurnaan melebihi ciptaan Allah yang lain, meskipun dalam kesempurnaan tersebut juga terkandung keterbatasan. Oleh Allah SWT manusia dikaruniai Akal dan Nafsu dalam diri manusia pun dihembuskan Nur Ilahia, dari nur Ilahiah ini dalam diri manusia terdapat sifat-sifat Allah, namun selain sifat-sifat Allah tersebut ternyata manusia juga memiliki beberapa sifat yang pada makalah ini dibahas oleh penulis. Sifat-sifat tersebut ialah sifat Nifaq, Syirik, Kufur dan Iman. Nifaq ialah bahwa seseorang tersebut memperlihatkan sesuatu baik berupa ucapan, tingkah laku yang berlainan dengan yang ada dihatinya, Syirik ialah menyamakan Allah dengan zat selain Allah dalam Rububiyyah dan Uluhiyyah Allah Subhanahu wa Ta¶ala. Umumnya menyekutukan dalam Uluhiyyah Allah, kufur ialah tidak beriman kepada Allah dan Rasulnya, baik dengan mendustakannya atau tidak mendustakannya maksud mendustakan berarti menentang atau menolak sedangkan tidak mendustakan artinya hanya sekedar tidak iman dan tidak percaya, sedangkan iman ialah Membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota badan. Penulis menyadari dalam proses pembuatan dan penyampaian makalah terdapat banyak kesalahan dan kekhilafan, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk penulis guna mengingatkan dan memperbaiki setiap kesalahan yang ada dalam proses pembuatan dan penyampaian makalah. Terakhir tidak lupa penulis mengucapkan rasa syukur kehadirat Allah SWT serta terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam proses pembuatan makalah

1 Salafiyunpad, Nifaq dan jenis-jenisnya, http://salafiyunpad.wordpress.com, diakses 21 Oktober 2008

2 Ahmad Daudy, Kuliah akidah Islam, (Jakarta : Bulan Bintang, 1997), hlm.43

3 Labbaik Majalah Islami, Munafiq (Nifaq), http:// majalah.aldakwah.org, diakses 21 Oktober 2008

4 Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama¶ah, (Bogor : Pustaka At-Taqwa), hlm. 223227

5 Abdurrahman Madjrie, Meluruskan Akidah, (Yogyakarta : Titian Ilahi Press, 1997), hlm. 123

6 Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Syirik dan macam-macamnya,http://almanhaj.or.id, diakses 21 Oktober 2008

7 Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama¶ah«.., hlm. 228-233

8 Abdul Rahman Abdul Khalid, Garis pemisah antara kufur dan iman, (Jakarta : Bumi Aksara, 1996), hlm.76-79

9 Syaikh

Shalih

bin

Fauzan

bin

Abdullah

Al-Fauzan, Kufur,

Definisi

dan

macamnya,

http://majalah.aldakwah.org diakses 21 Oktober 2008

10 Syaikh

Shalih

bin

Fauzan

bin

Abdullah

Al-Fauzan, Kufur,

Definisi

dan

macamnya,

http://majalah.aldakwah.org diakses 21 Oktober 2008

11 Abdurrahman Madjrie, Meluruskan Akidah«.., hlm.91

12 Agung.site, Makna Iman, www.agung.site.wordpress.com iakses 21 Oktober 2008

13 abahude, Pengertian Iman yang benar, www.keluarga-sejahtera.com, diakses 21 Oktober 2008

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->