P. 1
pemilih pemula

pemilih pemula

|Views: 90|Likes:
Published by 5ury4d1

More info:

Published by: 5ury4d1 on May 06, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/05/2010

pdf

text

original

ABSTRAK Penelitian ini ingin menjelaskan bagaimana pengaruh identifikasi kepartaian, isu kampanye dan orientasi terhadap kandidat

terhadap perilaku memilih pemilih pemula Kota Padang dalarn memilih anggota DPD, anggota legislatif dan memilih Presiden dan Wakil Presiden pada pemilu tahun 2004. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori perilaku memilih yakni : pendekatan psikologis dimana, dalam pendekatan ini disebutkan bahwa perilaku memilih I dipengaruhi oleh keterikatan seseorang dalam partai politik, orientasi seseorang terhadap calon anggota parlemen, orientasi terhadap isu politik serta isu-isu dalam kampanye. Untuk pencarian data digunakan pendekatan kuantitatif yakni metode survey dengan memakai jenis peneli!ian eksplanatory dengan tigak variabel (multivariate), skala yang digunakan adalah nominal dan ordinaL uji hipotesis menggunakan chi-square dan koefisien kontingensi. Pengambilan sampel menggunakan stratifiedrandom sampling dengan jumlah 100 orang sampel tersebar di Kecamatan Padang Barat dan Padang Utara. Dari deskripsi dan penjelasan mengenai perilaku memllih pemilih pemula untuk memilih anggota DPD ternyata tidak terdapat hubungan antara isu kampanye dengan perilaku memi!ih pemilih pemula dalam memilih anggota DPD. Sementara itu, untuk orientasi terhadap kandidat terdapt hubungan positif dengan perilaku memilih pemula pada pemilu DPD. Diantara kedua variabel yang mempengaruhi perilaku memilih pemilih pemula dalalm memilih anggota DPD lebih kuat adalah orientasi terhadap kandidat Perilaku Pemilih pemilih pemula dalam memilih anggota legislatif tidak memiliki hubungan dengan isu kampanye, orientasi terhadap kandidat dan idenntlfikasi kepartaian. Ketiga variabel tersebut memiliki hubungan yang kuat sekali dengan perilaku memilih. Diantara ketiga vaciabel tersebut, identifikasi kepartaian memiliki hubungan yang paling erat dengan perilaku memilih pemilih pemula dalam memilih anggota legislatif. Identifikasi kepartaian memiliki hubungan dengan perilaku memilih dalam memilih calon presiden. Sementara itu, isu kampanye dan orientasi kandidat tidak memiliki hubungan dengan dukungan seseorang terhadap calon presiden dalam pemilu 2004. Keeratan hubungan antara ketiga variabel dengan perilaku memilih pemilih pemula dalam memilih calon presiden tergolong dalam kategori kuat. Diantara ketiga variabel tersebut, identifikasi kepartaian memiliki hubungan paling erat dengan perilaku memilih pemilih pemula pada pemilu presiden

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->