P. 1
Proposal Skripsi - Peningkatan Hafalan Juz Amma Melalui Kegiatan Pembiasaan

Proposal Skripsi - Peningkatan Hafalan Juz Amma Melalui Kegiatan Pembiasaan

4.5

|Views: 3,757|Likes:
Published by Eka L. Koncara
'Read Online Only', sekedar buat referensi. Lebih lanjut langsung aja ke: ka_koncara@yahoo.co.id.
'Read Online Only', sekedar buat referensi. Lebih lanjut langsung aja ke: ka_koncara@yahoo.co.id.

More info:

Published by: Eka L. Koncara on May 06, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

04/23/2014

Perihal : Pengajuan Proposal Penelitian

Kepada yth. Bapak Kepala LP3M STAI Dr. KHEZ Muttaqien Purwakarta Di tempat Assalamu „alaikum Wr. Wb. Yang bertandatangan di bawah ini: Nama NIM Tingkat/Semester Jurusan : MIFTAH DRAJAT : 0101. 0705 . 857 :V/9 : Pendidikan Agama Islam

Dengan ini mengajukan proposal penelitian guna penyusunan skripsi sebagai salah satu syarat akademik di jenjang strata-1 dengan judul penelitian: UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN HAFALAN JUZ’AMMA MELLUI KEGIATAN PEMBIASAAN (Study deskriptif di Kelas 6 SD Negeri 2 Citalang Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta) Demikian permohonan ini saya buat. Harap maklum dan terima kasih. Wassalamu „alaikum Wr. Wb.

Purwakarta, 22 Januari 2010 Pemohon

MIFTAH DRAJAT

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN HAFALAN JUZ’AMMA MELALUI KEGIATAN PEMBIASAAN (Study Deskriptif di Kelas 6 SD Negeri 2 Citalang Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta)

PROPOSAL

Disusun oleh: MIFTAH DRAJAT 0101. 0705 . 857

PROGRAM S1 PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM DR. KHEZ MUTTAQIEN PURWAKARTA
2010

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi. Rupert C. Lodge, dalam buku Metodologi Pengajaran Agama Islam karangan Ahmad Tafsir (2008:5), menyatakan bahwa dalam pengertian yang luas pendidikan itu menyangkut seluruh pengalaman. Sedangkan dalam arti sempit, ia berpendapat bahwa pendidikan adalah pendidikan yang dilaksanakan di sekolah. Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki tugas dan tanggung jawab penuh dalam menjalankan amanat pendidikan. Sekolah merupakan suatu institusi yang dirancang untuk membawa siswa pada proses belajar, di bawah pengawasan guru atau tenaga pendidik profesional. Sekolah terdiri atas jenjang-jenjang pendidikan, yaitu tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan. Proses pendidikan memang tidak sepenuhnya dapat terlaksana di

1

2

sekolah, karena terdapat faktor keluarga dan lingkungan masyarakat yang juga memiliki pengaruh penting dalam pendidikan peserta didik. Namun, sebagai lembaga formal sekolah memiliki tanggung jawab yang besar terhadap pembentukan karakter dan perilaku peserta didik. Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna, damai dan bermartabat. Pendidikan Agama dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual dan membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Dalam Kurikulum Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam SMP/MTs Tahun 2006 dijelaskan bahwa Pendidikan Agama Islam diberikan dengan mengikuti tuntunan bahwa agama diajarkan kepada manusia dengan visi untuk mewujudkan manusia yang bertakwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia, serta bertujuan untuk menghasilkan manusia yang jujur, adil, berbudi pekerti, etis, saling menghargai, disiplin, harmonis dan produktif, baik personal maupun sosial. Pendidikan Agama Islam diharapkan menghasilkan manusia yang selalu berupaya menyempurnakan iman, takwa, dan akhlak, serta aktif membangun peradaban dan keharmonisan kehidupan, khususnya dalam memajukan peradaban bangsa yang bermartabat. Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam meliputi aspek-aspek sebagai berikut: Al Qur‟an dan Hadits, Aqidah, Akhlak, Fiqih, Tarikh dan Kebudayaan Islam. Termasuk di dalamnya ialah keutamaan agar peserta didik mampu membaca dan menghafal Al-Qur‟an dengan baik.

3

Pendidikan agama merupakan salah satu kewajiban yang harus diselenggarakan oleh sekolah, dan ruang lingkup kewajibannya pun bukan hanya dalam alokasi 2 jam pelajaran per-minggu, tapi dalam seluruh aktifitas keseharian peserta didik, dalam setiap aspeknya. Sekolah memiliki tanggung jawab penuh atas perkembangan nilai-nilai agama pada diri peserta didik. Salah satu beban sekolah ialah menanamkan nilai-nilai Al-Qur‟an pada diri peserta didik. Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta mengeluarkan hibauan kepada seluruh lembaga pendidikan di wilayah Kabupaten Purwakarta untuk

menyelenggarakan kegiatan pembiasaan keagamaan di lingkungan masingmasing, seperti pembiasaan membaca dan menghafal Al-Qur‟an, pembiasaan Shalat Dhuha, dan pembiasaan Shalat Dzuhur berjama‟ah. Ini merupakan langkah maju dan wujud perhatian pemerintah terhadap perkembangan nilai keagamaan di lingkungan pendidikan di Kabupaten Purwakarta. Saat ini, hampir semua sekolah dan lembaga pendidikan di Purwakarta telah melaksanakan berbagai program berkaitan dengan himbauan tersebut. Programnya pun beragam sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing. Adapun SD Negeri 2 Citalang, salah satu sekolah dasar di wilayah Kecamatan Tegalwaru, telah menyelenggarakan program kegiatan pembiasaan pada beberapa bidang keagamaan, di antaranya: Pembiasaan Hafalan Juz „Amma dan Pengajian Rutin. Tapi sangat disayangkan, berdasarkan beberapa informasi yang diperoleh oleh penulis, ternyata belum ada suatu proses analisis yang mengevaluasi kelebihan, kekurangan, dan tingkat keberhasilan kegiatan tersebut,

4

serta

seberapa

besar

pengaruh

kegiatan

pembiasaan

tersebut

terhadap

perkembangan keagamaan pada diri peserta didik. Berdasarkan uraian di atas, penulis merasa tertarik untuk melakukan suatu bentuk penelitian guna menganalisis pelaksanaan kegiatan pembiasaan hafalan Juz „Amma yang diselenggarakan di SD Negeri 2 Citalang. Dengan demikian, penulis bermaksud untuk melakukan penelitian yang mengambil judul “Upaya Peningkatan Kemampuan Hafalan Juz „Amma melalui Kegiatan Pembiasaan (Study Deskriptif di Kelas 6 SD Negeri 2 Citalang Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta).

B. Rumusan Masalah Rumusan masalah merupakan pertanyaan yang dicarikan jawabannya melalui penelitian, yang dirumuskan dalam suatu kalimat pertanyaan, merupakan hal yang dipertanyakan. (Arikunto, 2006:61) Berdasarkan latar belakang di atas, penulis menyusun suatu rumusan masalah penelitian yaitu, “Bagaimana pelaksanaan kegiatan pembiasaan dalam upaya peningkatan kemampuan hafalan Juz „Amma di SD Negeri 2 Citalang Tegalwaru - Purwakarta?” Dari rumusan masalah tersebut, maka muncul pertanyaan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana kegiatan pembiasaan hafalan juz „amma di SD Negeri 2 Citalang dilaksanakan?

5

2. Apa kelebihan dan kekurangan kegiatan pembiasaan hafalan juz „amma di SD Negeri 2 Citalang? 3. Seberapa besar peningkatan kemampuan hafalan juz „amma siswa SD Negeri 2 Citalang melalui kegiatan pembiasaan?

C. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian merupakan keinginan yang ada pada peneliti untuk halhal yang akan dihasilkan oleh penelitian, dirumuskan dalam kalimat pernyataan, merupakan jawaban yang ingin dicari. (Arikunto, 2006:61) Berdasarkan rumusan masalah yang telah dibuat, penulis menentukan tujuan penelitian ini sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui bagaimana kegiatan pembiasaan hafalan juz „amma di SD Negeri 2 Citalang dilaksanakan. 2. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan kegiatan pembiasaan hafalan juz „amma di SD Negeri 2 Citalang. 3. Untuk mengetahui seberapa besar peningkatan kemampuan hafalan juz „amma siswa SD Negeri 2 Citalang melalui kegiatan pembiasaan.

D. Kegunaan Penelitian Kegunaan penelitian merupakan hasil yang akan disumbangkan untuk kemajuan ilmu pengetahuan, merupakan follow up kesimpulan. (Arikunto, 2006:61)

6

Dari penelitian ini, penulis berharap agar sekolah, khususnya guru Pendidikan Agama Islam, dapat memiliki data yang akurat mengenai penyelenggaraan kegiatan pembiasaan sehingga pelaksanaannya dapat teranalisis guna meningkatkan kualitas hasil dari kegiatan tersebut. Inovasi-inovasi baru juga diharapkan dapat muncul guna mendukung perkembangan keagamaan peserta didik. Diharapkan juga agar peserta didik lebih tertarik dan lebih terpancing untuk meningkatkan kemampuan keagamaannya, terutama dalam menghafal Al-Qur‟an.

E. Kerangka Berpikir “Pembiasaan” merupakan salah satu metode pendidikan Islam yang sangat dianjurkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Heris Hermawan (2008:140) dalam buku Ilmu Pendidikan Islam menyebutkan metode pembiasaan sebagai salah satu metode pendidikan yang dianjurkan dalam Al-Qur‟an dan Hadits di antara beberapa metode lainnya. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa kegiatan pembiasaan ialah kegiatan pembelajaran yang menggunakan metode pembiasaan dalam pelaksanaannya. Kegiatan pembiasaan tidak memiliki jam pelajaran khusus. Kegiatan ini dapat, bahkan harus, dilaksanakan di sepanjang kegiatan pembelajaran di sekolah. Kata “hafal” dalam KBBI Mobile ver. 1.1.3 Pusat Bahasa Depdiknas diartikan “masuk dalam ingatan” dan “dapat mengucapkan di luar kepala (tanpa melihat catatan)”. Dengan demikian kemampuan hafalan Juz „amma ialah kemampuan untuk mengingat dan mengucapkan kembali di luar kepala ayat-ayat dalam Juz „Amma.

7

Juz „Amma adalah juz terakhir dari tiga puluh juz Al-Qur‟an. Ciri utama surah-surahnya adalah singkat-singkat, dengan bahasa yang indah mempesona, menyentuh hati atau menghardiknya disertai dengan argumentasi-argumentasi rasional yang mampu menyakinkan nalar yang belum dikeruhkan oleh kerancuan berpikir atau subjektivitas pandangan. Juz „Amma terdiri dari 37 Surat-Surat pendek dengan total ayat sebanyak 564 ayat, berurutan dari Surat An-Naba‟ hingga Surat An-Naas. (Hikmah, http://ariefhikmah.blogspot. com/) SD Negeri 2 Citalang memiliki dua kegiatan pembiasaan yang diberi alokasi waktu tersendiri, yaitu Pembiasaan Hafalan Juz „Amma dan Pengajian Rutin.

F. Metodologi Penelitian 1. Metode Penelitian Metode penelitian yang akan penulis gunakan adalah penelitian deskriptif analisis aktifitas (Activity Analysis), di mana dalam penelitian ini peneliti ingin mendapatkan fakta terperinci tentang bagaimana pelaksanaan kegiatan pembiasaan hafalan Juz „Amma di SD Negeri 2 Citalang. Penelitian deskriptif adalah suatu penelitian yang diupayakan untuk mencandra atau mengamatai permasalahan secara sistematisdan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat objek tertentu. (Suryana, 2008:87) Sedangkan Activity Analysis merupakan metode penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki secara terperinci atas aktivitas manusia, dimana

8

hasil penelitian tersebut dapat memberikan rekomendasi untuk keperluan di masa mendatang. (Hatimah, 2007:98)

9

2. Prosedur Penelitian a. Memilih dan merumuskan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat yang diharapkan. b. Membatasi masalah yang diteliti, c. Menelusuri sumber-sumber kepustakaan terkait serta sumber-suber lainnya yang mendukung, d. Memilih populasi dan sampel penelitian, , e. Menyusun instrumen penelitian, f. Melakukan observasi dan pengumpulan data, g. Menghitung dan menganalisis data, h. Membahas dan menyimpulkan data hasil penelitian, yang kemudian disusun dalam bentuk laporan penelitian. 3. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Dalam Encyclopedia of Educational Evaluation tertulis: A population is a set (or collection) of all elements prossessing one or more attributes of ineterest. (Arikunto, 2006:130) Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti untuk menggeneralisasikan hasil penelitian kepada populasi. (Arikunto, 2006:131) Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 6 SD Negeri 2 Citalang yang berjumlah 30 siswa, terdiri atas 21 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Karena populasi penelitian ini bersifat homogen dan berjumlah kurang dari 100 orang, maka penulis mengambil sampel populasi, di mana seluruh

10

populasi dijadikan sampel. Sebagaimana pernyataan Suharsimi Arikunto (2006:134) bahwa setiap subjek dalam populasi yang bersifat homogen memiliki kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel. 4. Instrumen Penelitian Dalam pembelajaran, instrumen merupakan alat ukur yang digunakan untuk menilai hasil belajar siswa, baik berupa tes tulis, tes lisan, atau pun unjuk kerja. Instrumen digunakan untuk memperoleh data tentang status sesuatu dibandingkan dengan standar atau ukuran yang telah ditentukan. (Suharsimi Arikunto, 2006:138) Dalam penelitian ini, instrumen digunakan untuk mendapatkan data dan fakta terperinci yang dibutuhkan mengenai pelaksanaan kegiatan Pembiasaan Hafalan Juz „Amma di SD Negeri 2 Citalang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan tes. Karena itu, instrumen yang digunakan adalah berupa lembar observasi, lembar wawancara, dan tes unjuk kerja untuk mengukur peningkatan kemampuan hafalan Juz „Amma peserta didik. 5. Pengolahan Data Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan lembar wawancara penulis gunakan untuk memperoleh data terperinci tentang pelaksanaan kegiatan Pembiasaan Hafalan Juz „Amma di SD Negeri 2 Citalang, serta apa kelebihan dan kekurangannya. Data-data dan informasi yang terkumpul dari

11

hasil observasi dan wawancara kemudian diuraikan untuk kemudian dibahas, lalu diambil kesimpulannya. Tes unjuk kerja dilakukan terhadap peserta didik untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam menghafal surat-surat dalam Juz „Amma. Nilai hasil tes kemudian di konsultasikan dengan data nilai sebelumnya yang didapat dari guru PAI dari hasil wawancara dan observasi, untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kemampuan peserta didik.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. Badan Nasional Standar Pendidikan. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Tngkat SD, MI, dan SD-LB. Jakarta: BNSP. Hatimah, Ihat., Susilana, Rudi., Nuraedi. 2007. Penelitian Pendidikan. Bandung: UPI Press. Hermawan, Heris. 2008. Ilmu Pendidikan Islam. Bandung: Pustaka Ilmiah. Hikmah, Arief. Artikel Blog; Pengertian Juz ’Amma. http://ariefhikmah. blogspot.com/, diposting 14 Januari 2009. Suryana, Y., Priatna, T. 2008. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Tsabita. Tafsir, Ahmad. 2008. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

12

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->