P. 1
FARMAKOLOGI

FARMAKOLOGI

4.0

|Views: 5,649|Likes:

More info:

Published by: Anna Avie Febriantotrio on May 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/03/2013

pdf

text

original

FARMAKOLOGI Dra.Heni Retnani Apt.

Msi Farmakologi dari kata : Farmakon = Obat dan Logos = Ilmu Definisi : Ilmu yg mempelajari cara kerja obat dalam tubuh manusia dan mengubah fungsi tubuh melalui interaksi di tingkat molekuler. Interaksi tersebut dibagi 4 tahap : ²Farmaseutika Masuknya obat dalam tubuh , yang mempenguruhi adalah kepatuhan dan formulasi obat ²Farmakokinetika Distribusi ( masuk dan keluar obat dalam tubuh ) ini akan menjawab apa obat sampai pada tempat kerja yg dikehendaki, bagaimana obat keluar dari tubuh dan adakah efek yg dikehendaki atau justru toksisitas nya yg terjadi ²Farmakodinamika Kerja obat dalam tubuh , ini menjawab tentang efek obat yg ditimbulkan yi interaksi fisiokemikal antara molekul obat dan molekul tubuh resipien/ pasien dan molekul obat bekerja lewat : reseptor protein dalam membran sel / dalam sel; saluran ion dlm membran sel; enzim-enzim dalam sel dan cairan ekstrasel; kerja non enzimspesifik. ²Terapeutika Efek obat dalam tubuh ini menjawab apakah obat menimbulkan efek terapetik pada resipien atau justru toksik dan adakah efek merugikan dari penggunaan obat ini?

OBAT Definisi : adalah sediaan kimiawi yang dalam jumlah tertentu dapat mem pengaruhi tubuh manusia Macam Sediaan Obat : Tablet,Kapsul,Syrup,Suspensi,Injeksi,Supositoria,Salep dll Ordonasi Obat : Pembagian obat sesuai keamanannya : Obat Bebas, Bebas Terbatas, Keras,Psikotropik dan Narkotika Tenaga Kesehatan yg berperan dalam penggunaan obat : Dokter ,Apoteker ,Perawat/ Bidan Pemberian obat mempunyai 5 b ( Benar ), Pasien,Obat,Dosis,Cara,Waktu Reaksi obat yang tidak diinginkan :  Toleransi reaksi resistensi thd obat krn pemakaian yg menahun  Habituasi ketagihan obat  Adiksi pemberian obat yang menyebabkan toleransi dan penghentiannya menimbulkan syndrom ( withdrawal ) contohnya pada penggunaan morfin  Idiosinkrasi efek abnormal terhadap obat Dosis Obat :  Dosis toksik menimbulkan gejala keracunan  Dosis minimal dosis terkecil yg menyebabkan reaksi terapetik  Dosis maksimal dosis terbesar yg menimbulkan efek terapetik tanpa gejala / efek toksik  Dosis Terpetik dosis tepat untuk reaksi obat, ini dipengaruhi oleh banyak hal al. umur jenis kelamin waktu pemberian obat dan cara pemberian obat

FARMAKOKINETIK Definisi : Ilmu yg mempelajari absorpsi, distribusi ,metabolisme( biotransformasi ) dan ekskresi  Absorpsi : Obat yg diabsorpsi baik efek dalam tubuh baik ini dipengaruhi - Sifat fisik dan kimiawi obat ; - bentuk obat ; - formulasi ; Cara pemberian - konsentrasi obat ; - Luas permukaan obat ; - sirkulasi pada tempat absorpsi  Distribusi : Distribusi obat melalui sirkulasi darah keseluruh Badan, obat dapat sampai ke susunan syaraf otak dan janin jika dapat menembus sawar otak dan sawar uri untuk itu obat harus larut dalam lemak  Metabolisme/ Biotransformasi : Perubahan obat krn pengaruh enzim yg dikeluarkan lewat hepar 1. Metabolit poler lrt dlm air keluar lewat urine 2. Metabolit non poler tak lrt dlm air  Ekskresi : Obat keluar dari badan berupa bentuk asli obat/ metabolitnya. Ekskresi Obat melalui : - Ginjal, empedu, paru-paru, bersama tinja, bersama air susu dan keringat.

Obat yg Meningkatkan Kontraksitilitas Uterus/ Oksitosik : Kontraksilitas uterus dipengaruhi fisiologis dan farmakologi. Otot polos uterus mempunyai aktivitas spontan yang cukup besar ttp juga dapat diubah dengan pemberian obat. Daya respon uterus bervariasi menurut usia kehamilannya, derajat peregangan uterus, regio meometrium, aktivitas elektris dan kontrasisilitasnya dipengaruhi oleh : Oksitosin Sistem Syaraf simpatis Hormon streroid Relaksin Prostaglandin Serotonin Peregangan Uterus Stimulasi mekanis

OBAT OKSITOSIK
Oksitosin fetal dan maternal memainkan peranan fasilitasi dlm proses persalinan; sekresi 2 hormon ini meningkat pd proses persalinan, jumlah reseptor oksitosin meningkat 100 x saat kehamilan Digunakan untuk induksi serta penguatan persalinan, pencegahan dan penanganan perdarah an postpartum, pengendalian perdarahan akibat abortus inkompletus. Obat oksitosin yg sering digunakan : 1. Prostaglandin bekerja pd regio eksternal miometrium Dibuat scr in vivo dr fosfolipid pd membran sel dan sediaan sintetik yg diberikan pada saat melahirkan, kelahiran dipengaruhi oleh pematangan servix ( prostaglandin ) dan kontraksi uterus ( oksitosin+prostaglandin ), Pemberian prostaglandin bekerja pada reseptor prostaglandin efek terapetik terjadi setelah 10 menit pemberian bisa berupa jeli/pesarium dimasukkan lewat vagina, servikal juga dpat peroral dan efek terapetik terjadi 1 jam setelah pemberian efek Samping berupa : - Kontraksi otot polos lain ( usus, pembuluh darah dan bronkiolus) dapat menimbulkan diare, hipertensi dan batuk dan serangan asma - Vasodilatasi menimbulkan vertigo - inflamasi, sensitif pada rasa nyeri - diuresis terjadi krn gangguan reabsorrpsi pd tubulus ginjal hipotensi - pengaruh pd ssp menimbulkan tremor

2. Oksitosin Bekerja pada ekternal miometrium Mempengaruhi reseptor oksitosik menyebabkan : - Kontraksi uterus pd kehamilan scr langsung / meningkatkan prostaglandin - Kontraksi pembuluh darah umbilikus - Kontraksi sel-sel mioepitel ( reflek injeksi ASI ) Pemberian Oksitosin melalui berbagai cara : intravena, intramuskuler, intrnasal dan sublingual Pemberian intravena lewat infus menyebabkan efek terapetik stlh 1 menit dan menjadi stabil setelah 15-60 menit penghentian pemberian dan dieliminasi setelah 30-40 menit pemberian. Pemberian lewat sublingual membantu mempertahankan pemberian ASI Efek samping : - Stimulasi berlebih pada uterus - Kontraksi pembuluh darah tali pusat - Kerja antidiuretik - Gangguan pembuluh darah - Mual dan reaksi hipersensitif Interaksi Obat dengan Oksitosin : - Pemberian bersama adrenalin, efedrin terjadi serangan stroke - Kombinasi dng anestesi inhalasi menurunkan tekanan darah dan distirmia jantung - Dengan Prostaglandin ,estrogen meningkatkan kontraksi uterus berlebih

Ergometrin
Merupakan jamur pada gandum hitam (rye) digunakan untuk menatalaksanaan perdarahan post partum / perdarahan paska abortus. Pemberian preparat ini melalui peroral (efek 10 menit ) dan disuntikkan intravena ( efek 1 menit) sedang intramuskuler (efek 7 menit ) Bekerja pada reseptor serotonigenik, noradrenergik, dopaminergik kontraksi uterus ( his ) berlangsung tanpa koordinasi dan berlangsung cepat kadang dapat begitu terasa sakit / seperti kram yang menyebabkan retensi plasenta krn adanya kontraksi uterus bawah. Efek samping : - Diare dan muntah efek kontraksi pada usus - Vasokontriksi yg menyebabkan : reflek bradikardia dan penurunan curang jantung, krisisk hipertensi dan perdarahan otak, serangan eklamsi post partum,spasme arteri koronaria.

OBAT UNTUK PEMBEKUAN DARAH
Hemostasis : Bila pembuluh darah rusak mekanisme pembekuan akan diaktifkan unt menyumbat Nya. Aliran darah normal bergantung pemeliharaan keseimbangan yg sangat rumit antara anti koagulan dan prokuagulan, jika terganggu terjadi trombosis Preparat antikoagulan : Heparin mencegah pembekuan darah dengan mencegah pembentukan fibrin. Sediaan dalam bentuk injeksi yg diberikan parenteral Efek samping pemberian heparin : perdarahan, trombositopenia, diuresis Warfarin mengganggu produksi bbrp faktor pembekuan Sediaan diberikan melalui peroral Efek sampaing : perdarahan, nekrosis kulit, efek pada janin Vitamin K Ada 2 macam Vit K : larut dalam air ( menadiol ) larut dalam lemak ( fitomenadion ) Pemberian vit K : peroral, intramuskuler dan intravena. Vit K dimetabolis cepat dan keluar melalui hati dan ginjal Efek samping : Pemberian oral : mual, sakit kepala, Pemberian intramuskuler : hipertensi, bradikardi

Analgesik dan Antipiretik
Analgesik adalah obat yang digunakan untuk menghilangkan rasa sakit Antipiretik adalah obat untuk menurunkan demam Analgesik ada 2 macam : Lemah dan kuat Analgesik Lemah : Mempengaruhi produksi substansi penyebab nyeri pada tempat luka, yang ter masuk gol obat ini adalah :Aspirin, salisilat, parasetamol, NSAID (Non Steroid Antiinflamasi drugs)`opiat lemah ( kodein ) Aspirin / Salisilat : Aspirin adalah derivat salisilat : Asam Asetil salisilat, mempunyai efek analgesik, antipiretik dan anti inflamasi. Sediaan dalam bentuk tablet dan juga serbuk Mekanisme kerja : Sebagai analgesik dengan melepas pada pada tempat luka, sedang efek antipiretik dengan mem pengaruhi hipotalamus sebagai termostat tubuh manusia, anti inflamasi dengan mem pengaruhi metabolisme prostaglandin, dosis tinggi akan menyebabkan meningkatnya ekskresi asam urat sehingga meringankan artritis rematoid. Aspirin dosis kecil ( 100mg/hr ) menghambat penggumpalan trombosit Efek Samping : Iritasi dan ulkus gastrointestinal, retensi Na. Interaksi dengan obat: Pemberian bersama tolbutamid akan menyebabkan ikatan pada albumin serum didesak oleh salisilat tolbutamid bebas hipo glikemi

Parasetamol :
Ini merupakan analgesik yang mempunyai efek antipiretik ttp tidak mempunyai efek anti Inflamasi seperti aspirin. Nama lain dari paresetamol adalah asetaminofen. Sediaan dalam tablet, sirup, drop Efek samping : Untuk penderita gangguan fungsi ginjal dan hati toksik pada pemberian dosis tinggi metabolit parasetamol kerusakan hati ireversibel.

NSAID ( Non Steroid Antiinflamasi Drug ) :
Gol obat ini banyak digunakan unt mengatasi nyeri dan radang pada muskuloskeletal, seperti artritis, artritis reumatoid, gout dll. Mempunyai efek analgesik,antipiretik dan anti inflamasi Contoh : Asam Mefenamat : Dipakai untuk mengobati penyakit muskuloskeletal, sakit gigi, disminorea dan nyeri menstruasi, krn memiliki efek inhibisi kuat terhadap pelepasan prostaglandin. Sediaan berupa kapsul/tablet , sirup. Efek samping : menyebabkan kantuk, pusing, mual dan ruam, juga ulkus gastrointestinal, diare

Opiat Lemah ( Narkotika )
Termasuk Obat ini adalah : Kodein fosfat, dihidrokodein dan dekstropropoksifen Efek : analgesik, antitusif

Kodein fosfat :
Biasa diberikan per oral, Kodein 30 mg ini ekivalen dengan aspirin 600 mg lebih difokuskan unt antitusif, pemberian sebagai analgesik diasa dikombinasi dengan parasetamol, aspirin bekerja sinergistik. Sediaan : tablet 10, 20 mg Efek samping : adiktif / ketergantungan, mual, anoreksi, bingung, berkeringat dan konstipasi.

Analgesik Kuat ( Narkotika )
Narkotika ini biasa diberikan sebagai analgesik paska bedah Pemberian kontinyu melalui infus, atau injeksi efektif untuk mengatasi nyeri. Efek samping : depresi pernafasan, kontipasi, toleransi dan ketergantungan scr psikis dan fisik Halosinasi euforia dari opiat ini yang menyebabkan ketergantungan. Merupakan alkaloid yang berasal dari opium ( morfin, kodein, papaverin dan noscapin ) Morfin : Derifat paling poten dari opium, bekerja pada ssp sebagai depresan Kegunaan : sebagai premedikasi bedah, mengatasi nyeri paska bedah,nyeri penyakit terminal seperti kanker, pemberian morfin harus teratur Bentuk sediaan : tablet dan injeksi Efek Samping : depresi pernafasan, mual, muntah dan konstipasi, pada pasien hipertensi akan menyebabkan penurunan tekanan darah dengan cepat dan bradikardi

Petidin :
Memiliki sifat mirip morfin tetapi efek konstipasi lebih kecil, tidak dapat menekan batuk seperti morfin. Bekerja pendek 2 ² 3 jam. Pemberian Petidin adalah untuk premedikasi dan paska bedah khususnya bedah abdominal dan Obstetrik krn tidak menyebabkan retensi urine, tidak menyebabkan konstipasi dan tidak mengurangi Konstraksi uterus. Metadon : Mempunyai sifat mirip morfin dan biasa diberikan peroral .

OBAT ANTI JAMUR
Infeksi akibat jamur dibedakan berdasarkan penyebarannya : 1. Sistemik yaitu infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh Contoh obat : Amfoterisin B, Flusitosin, Griseofulvin 2. Lokal infeksi yang hanya pada tempat tertentu di tubuh. Contoh obat : nistatin, klotrimazol, Amfoterisin B : Mekanisme kerjanya terikat dalam sterol yang terikat dalam membran sel dan menyebabkan kerusakkan sel jamur tetapi tidak terjadi pada sel bakteri dan virus. Obat ini sukar diserap dalam saluran cerna krn sukar larut dalam air. Digunakan unt infeksi krn : coccidioidomycosis, aspergilosis, chlomoblastomycosis dan candidosis.

Flusitosin : Mekanisme dengan menghambat pembiakan jamur Diserap baik pada saluran cerna Bentuk sediaan kapsul 250 ² 500 mg dan dosis lazim 50-150 mg/kgBB/hari Efek samping : depresi tulang sumsum sehingga menyebabkan anemia, leocupenia, trombositopenia Sehingga tidak diberikan pada masa kehamilan. Griseofulvin : Hasil isolasi dari Penicilium, Griseofulcin sukar larut dalam air.Digunakan sebagai fungistatik dan dermatifitosis Griseofulvin mempunyai efektifitas terhadap kulit keratin sel baru akan retensi terhadap jamur Sediaan : Tablet 125 mg ² 500 mg dan suspensi 125 mg / 5 ml Dosis untuk anak : 10 mg/kg BB/hr dewasa 0,5- 1 g / hr sedang infeksi berat 1,5 ² 2 g/hr Indikasi : tinea pada kepala dan kulit, infeksi kronik pada telapak kaki tangan dan kuku. Efek samping : sakit kepala, rasa kering pd mulut, iritasi lambung vertigo Flukonazol dan Ketokenazol : Anti jamur golongan ini tidak begitu toksik dibanding Amfoterisin, mekanisme kerjanya dengan menghambat sistesis ergosterol sehingga mengganggu stabilitas membran plasma sel jamur Digunakan sebagai anti jamur secara sistemik pada neonatus dan kandidiasis oral. Efek samping : Menyebabkan toksisitas hati krn menghambat sistesis sterol dlm sel-sel hati

OBAT TOPIKAL / LOKAL Nistatin :
Dihasilkan oleh streptomyces noursei Mekanisme kerja : terikat pd sterol membran sel pada jamur, bersifat fungistatik dan fungicid Efektif pada infeksi krn jamur candida kulit,mukosa, saluran cerna dan vagina Hanya untuk pemakaian topikal krn obat ini tidak diserap dlm lambung dan toksis Efek samping jarang ditemukan. Bentuk sediaan Suspensi oral dan tablet vagina Dosis Oral unt anak 100.000 unit 3 ² 4 X sehari dewasa 500.000 ² 1 juta unit 3 ² 4 X sehari Vagina 1 ² 2 X sehari

Mikonazol :
Merupakan obat jamur sintetik Aman diberikan pada ibu hamil Sediaan : dalam bentuk cream 2 % baik untuk kulit maupun vagina dan serbuk tabur Efek samping : iritasi dan sakit kepala .

DIURETIK :
Diuretik : Obat yg bekerja pada ginjal untuk mempercepat pembentukan urine memobilisasi cairan edema dalam tubuh. Pengobatan diuretik dimaksudkan untuk menurunkan volume darah dan cairan interstisial dengan cara ekskresi NaCl Secara umum diuretik dibagi : 1. Air dan diuretik osmotik 2. Garam pembentuk asam 3. Penghambat mekanisme transport elektrolit dalam tubuli ginjal 1. Air dan diuretik osmotik : Air mrpk diuretik fisiologik, mekanismenya berhubungan dng sekresi hormon ADH oleh hipofisis posterior Dengan banyak minum cairan ekstra sel bertambah menekan sekresi ADH diuresis bertambah Pada penderita edema maka lebih sehat jika menggunakan air untuk diuretik mengencerkan terhadap zat yg merusak saluran kemih. Selain air, yg digunakan sebagai diuretik adalah : Manitol,urea,sukrosa dan glukosa. Manitol tidak mengalami metabolisme meski diberikan secara iv unt edema kronik Unt gagal ginjal akut dosis manitol : 50 ² 100 g; unt penderita glaucoma :1,5 ² 2 g/kg bb/ larutan 15 ² 20% dalam waktu 30 ² 60 menit.

2. Garam pembentuk asam : Efek diuresis krn peninggian tekanan osmotik cairan tubuli dan meninggikan keasaman cairan ekstrasel. Contoh obat : ammonium klorida,amonium nitrat, kalsium klorida. Pemberian garam ini akan mempengaruhi kestabilan ion dalam tubuh asidosis Dosis : 8 ² 12 g/hr dibagi dalam 4 Efek samping : iritasi lambung, musl , muntah. 3. Penghambat mekanisme transport elektrolit dalam tubuli ginjal Ada 5 golongan obat ini :  Diuretik merkuri Mekanisme kerja : melepas ion Hg dan bereaksi dengan reseptor dlm membran sel, berefek stl 1-2 jam pemberian dan efek max 6-9 jam, pemberian parenteral diserap cepat efek samping : penurunan tek darah, sesak nafas dan reksi alergi,iritasi saluran cerna pd pemberian peroral contoh : metalurid,merkurofilin,mersalil,merkaptomerin indikasi : edema krn payah jantung, serosis hepatis.  Penghambat karbonik anhidrase Efek obat ini pada ginjal meningkatkan eksresi Na dan pada mata menurunkan tek intra mokuler cairan mata berkurang shg digunakan unt mengobati glaukoma Obat ini mudah diserap dlm saluran cerna kadar max stl 2 jam pemberian, tdk mengalami bio tranformasi dan ekskresi melalui urine. Efek samping : pada penderita serosis hepatis disorientasi mental Contoh obat : Asetazolamid ( Diamox ) sediaan tablet 250 mg dan sirup 250 mg/ 5 ml 

Benzotiazide Mekanisme : meningkatkan ekskresi NaCl dan air menurunkan tekanan darah pd penderita hipertensi krn efek diuresis dan vasodilatasi pd arteriol absorpsi melalui saluran cerna baik shg efeknya adalh 1 jam setelah pemberian peroral Efek samping : menyebabkan disorientasi mental pd penderita serosis hepatis, peningkatan asam urat pd penderita gout. Dan dpt melalui sawar uri Contoh obat : klorotiazid 250 mg dan 500 mg, dosis 500 mg- 2000 mg / hr hidroklortiazid 25 mg dosis : 25 ² 100 mg mg/hr flumetiazid 500 mg dosis 500 - 2000 mg/hr  Diuretik hemat kalium Yaitu diuretik dengan efek mengurangi ekskresi kalium Efek samping : pd penderita gangguan ginjal hiperkalemia Contoh obat : Spironolakton  Diuretik kuat Efek obat gol ini paling kuat dibanding diuretik lain, mempunyai sifat umum sbb : mula kerja cepat, cara kerja menghambat reabsorpsi Na & K dan tidak tergantung keseimbangan asam basa. Efek samping : gangguan keseimbangan elektrolit, hiperuresemia, prekoma hepatik dan hipotensi Contoh obat : Furosemide, Asam Etakrinat Bentuk sediaan Tablet dan injeksi

Antimikroba : merupakan subtansi yg menghambat pertumbuhan mikroorganisme ( mikroba) Antimikroba adalah
atau membunuhnya. Pemilihan antimikroba hendaknya dipilih preparat antimikroba yg selektif bersifat toksik bagi mikro organisme dan toksisitas serendah mungkin bagi manusia. Mikroorganisme patogen dan mikroorganisme yang bermanfaat Mikroorganisme dibagi 5 kelompok : bakteri,fungus,algae,protozoa dan virus, dari 5 kelompok tersebut Dibagi dalam 2 katagori : 1.Merugikan manusia dan disebut kuman patogen 2.Menguntungkan manusia Escherichia Coli penghuni usus yg normal menghasilkan Vit K, Vit B1, B2 dan Vit B12 ANTIBAKTERI : Antibakteri pertama memiliki kerja antibiotik, dan antibiotik merupakan produk alami yg disintesis oleh spesies tertentu bakteri/ jamur. Antibiotik : Berspektrum luas : untuk bakteri gram positif ( Streptococcus ) dan bakteri gram negatif ( Escheresia, Salmonella,,Neissera dan Pseudomonas Berspektrum sempit : hanya efektif untuk beberapa spesies bakteri saja Klasifikasi kerja antibakteri :  Inhibitor dinding sel : - Menghambat terbentuknya dinding sel pada bakteri sel bakteri lisis (pecah) Antibiotik jenis ini adalah : Gol Beta laktam, basitrasin, vankomisin Contoh Obatnya : Penisilin, sefalosporin, asam klavulanat Penisilin efektif unt bakteri gram positif tetapi Ampisilin ( semi sentetis dr penisilin )

Merupakan antibiotik yang mempunyai spektrum luas Kombinasi Amoksisilin ( semi sintetis penisilin ) dan asam klavulanat selain mempunyai spektrum luas juga lebih tahan terhadap enzim pengurai penisilin yg dihasilkan bakteri.  Inhibitor sistesis protein : Bekerja dng cara menghambat sistesis protein bakteri Antibiotik jenis ini : Gol makrolid : Eritromisin, klaritomisin efektif terhadap stapilococcus dan dlm bentuk salep mata digunakan unt konjuctivitis neonatal krn neissera dan clamydia Gol aminoglikosid : Gentamisin, neomisin, tetrasiklin efektif pd infeksi krn bakteri gram + dan ² diberikan unt infeksi septikemia, untuk kehamilan dan laktasi tetrasiklin tidak diberikan. Gol nitroaromatik : Kloramfenikol toksik pd sel-sel tubuh yg tumbuh cepat spt sel-sel dlm sumsum tulang belakang anemia aplastik, obat pilihan untuk infeksi tipus  Inhibitor DNA : Mekanisme antibiotik ini menghancurkan unsur DNA dalam sel bakteri Gol nitroamidazol : metronidazol efektif thd protozoa ( giardiasis, vaginosis bakterialis yg disebabkan Chlostridium difficile dan bakteroides, aman diberikan pd kehamilan trimester 2 dan 3 ttp tidak pada masa laktasi krn dpt melintas ASI dgn jumlah signifikan.  Analog faktor pertumbuhan : Krn rumus kimia antibakteri ini identik dgn faktor pertumbuhan pd sel-sel bakteri Gol sulfonamid : Kotrimoksazol efektif unt bakteri dgn spektrum luas ttp juga menghambat sistesis Asam folat. Biasa digunakan untuk infeksi saluran kemih dan dada Jadwal pemberian : contoh ampisilin diberikan tiap 6 jam dan jauh dari waktu makan, sedang amoksisilin diberikan tiap 8 jam dan waktu pemberian tidak dipengaruhi oleh waktu makan

Efek mikroba yang merugikan : Alergi dan hipersensitivitas Penisilin dan sulfonamid hipersensitivitas 5 ² 10 px memberikan efek ruam dan gatal pd kulit Hingga rekti anafilaksis yg fatal apalagi jika diberikan intravena dan pemberian dengan cepat, unt Gentamisin sebaiknya disuntukkan scr pelan ² 3 menit. Umumnya px alergi pd penisilin jg akan sentitf jg Pd pemberian sefalosporin Toksisitas obat langsung Trimetropim berpotensi sbg teratogenik dan menghambat sintesa asam folat pd kehamilan Hampir sebagian besar antibiotik berpotensial mengiritasi lambung dan mempengaruhi flora dlm traktus Gastrointestinal. Superinfeksi Antibiotik membunuh mikroflora normal pd kulit/ traktus gastrointestinal mikroorganisme yg resisten menggantikan mikroflora normal terjadi superinfeksi Terjadi pd pemberian antibiotik spektrum luas, pemberian antibiotik yg lama, takaran rendah, px dng kekebalan terganggu Kolitis psedoembranosa sering terjadi pada pemberian antibiotik spektrum luas ( ampisilin ), pemakaian antibiotik dlm waktu lama mengganggu mikroorganisme yg memproduksi vit Misal : pemberian gentamisin, tetrasiklin menggaggu produksi vit K, pemberian INH (isoniazid ) mengganggu produksi vit B Resistensi Terjadi krn bawaan antibiotik /atau resistensi didapat melalui pemindahan material genetik dan informasi antar sel / absorbsi fraagmen DNA sel-sel ruptur. Resisten bisa didpt dr faktor R di RS.

Interaksi antibiotik dng obat lain : Interaksi dgn Alkohol : iritasi lambung, untuk antibiotik metronidazol dilatasi pembuluh darah menimbulkan flusing, sakit kepala penurunan tekanan darah,perasaan mau pingsan kolap kardiovaskuler Gentamisin + furosemid egfek samping sama lebih meningkat tinitus,gangguan pendengaran Vertigo. Antibiotik umumnya + pil KB menurunkan efek pil KB mekanismenya : eliminasi flora usus normal Meningkatkan sekresi hormon estrogen . Antibiotik tsb : Spektrum luas, ampisilin,penisilin V,tetrasiklin, neomisin, rifampisin,INH,kloramfenikol Sulfonamid,griseovulfin dll OBAT ANEMIA : Anemia adalah keadaan kekurangan faktor untuk memproduksi darah merah dalam tubuh Zat besi mrpk mineral yg diperlukan pd sistem biologi : unsur esential unk produksi hemoglobin,sistesis katekolamin,produksi panas dan komponen enzim dlm tubuh.Zat besi disimpan dlm hepar,limfa,sumsum tulang, Keadaan anemia menyebabkan tampak sangat letih, tidak selera makan, jika berlanjut gagal jantung Pd orang sehat tiap hari kehilangan zat besi 1-2 mg/hr . Ini akan digantikan oleh asupan zat besi dr makanan Sumber-sumber zat besi dr makanan : daging merah, telur, jenis sayuran ( mis.bayam) dan sereal, biji2 an utuh. Zat besi yang diserap brp F2+ sedang dr makanan adalah F3+ oleh asam lambung direduksi F2+ Ekstra zat`besi dibutuhkan pd saat kehamilan dgn janin tunggal : - 200 ² 600 mg unt peningkatan masa sel darah merah - 200 ² 370 mg unt janin dan tergantung BB nya - 150 ² 200 mg unt kehilangan eksternal - 30 ² 170 mg unt tali pusat`dan plasenta - 90 - 310 mg unt pengganti darah saat melahirkan.

Total kebutuhan : 580 ² 1340 mg dan saat melahirkan akan hilang : 440 ² 1050 mg Untuk itu perlu asupan zat`besi 3,5 ² 4 mg/hr. Pd kehamilan trimester terakhir dibutuhkan 6,6 mg/hr umumnya dlm makanan tersedia 0,9 ² 1,8 mg/hr jika gizi terpenuhi Tablet zat besi dalam sediaan : % Kandungan zat besi Unt mendptkan 60-65 mg zat besi Efek samping dlm bentuk yg bs diserap Fero sulfat 20 300 mg +++ Fero fumarat 33 200 mg + Fero gluconas 11,6 600 mg + Absorpsi zat besi dalam tubuh maksimal 40 -60 mg zat besi /hr, untuk memacu penyerapan zat besi, akan Meningkat jk terdpt asam didlm lambung dan peningkatan asam lambung dengan :  Minum pada saat makan dan mengadung daging / ikan yg akan menstimulir peningkatan asam lambung  Memberikan bersama vit c 200 mg / bersama jus jeruk Efek samping : Mual, muntah,kram lambung,konstipasi/diare unt mengatisipasinya dibrkan stlh makan ttp akan menghabar absorpsi zat besi krn bereaksi dng makanan dan mineral. Kelebihan zat besi meningkatnya viskositas darah mengganggu aliran darah keplacenta koagulasi Perlu dijelaskan penggunaan prepasat besi akan menyebabkan feses berwarna hitam krn metabolit zat besi

Asam Folat : Merupakan unsur esensial unt pembentukan DNA sel darah. Kehamilan dan waktu laktasi diperlukan tambahan asam folat 400 mcg/hr = 5 mg asam folat. Asam Folat : terdpt dlm jeruk, brokoli, kecambah yg dimasak setengah matang, sediaan dalam bentuk tablet 10 mg. Sianokobalamin ( Vit B 12 ) Kebutuhan Vit B 12 pd orang dewasa 1 mcg/hr Sumber makanan yang mengandung Vit B 12 : jerohan, kerang ( ikan laut), kuning telur dan susu kering tetapi dalam pencernaan Vit B 12 sukar diserap krn terikat dengan protein. Sediaan bentuk tablet 10 mcg dan parenteral 1000 mcg/ampul Pembentukan eritrosit oleh sumsum membutuhkan Zat besi, sianokobalamin dan asam folat, sehingga andanya komponen tersebut secara proporsional dapat mengatasi kebutuhan eritrosit pada ibu hamil baik bagi kebutuhan ibu maupun kebutuhan janinnya.

OBAT ANESTESI Istilah nyeri ditemukan oleh OW Holmes artinya tidak ada rasa sakit/ nyeri. Skor nyeri merupakan alat komunikasi yang berguna untuk membantu menilai apakah perlu dilakukan terapi analgesia Rasa nyeri tersebut membentuk sinaps dalam formasio-retikularis batang otak dan meningkatkan : o Tingkat kesadaran dan kesiagaan o Respirasi o Frekuensi jantung o Tekanan darah o Emesis o Pengeluaran keringat/perspirasi Nyeri yg hebat dan tidak dapat diredakan bukan hanya memberi pengalaman melahirkan yg negatif kepada ibu tetapi juga dapat menimbulkan konsekuensi fisiologis yg merugikan. Teori mekanisme anestesi adalah penurunan tranmisi sinaps, penurunan konsumsi oksigen dan penurunan aktivasi listrik susunan saraf pusat. Anestesi dibagi dalam 2 kelompok : 1. Anestesi lokal hilang rasa sakit tanpa disertai kehilangan kesadaran 2. Anestesi Umum hilang rasa nyeri disertai hilangnya kesadaran Stadium Anestesi umum : 1. Stadium Analgesia : dimulai saat pemberian anestesi hingga hilangnya rasa sakit tetapi kesadaran masih ada, pd stadium ini bisa dilakukan tindakan pembedahan ringan seperti cabut gigi, biopsy 2. Stadium Delirium/ Eksitasi :dimulai saat kesadaran sudah hilang ² waktu pembedahan dengan gejala adanya eksitasi dan gerakan yd tidak sesuai kehendak, pernafasan tidak teratur, tonus rangka meninggi, mutah, medriasis, hipertensi, takikardi.

3. Stadium pembedahan : saat dimulai teraturnya nafas hingga hingga pernafasan spontan

hilang

dgn tanda-tanda: - pernafasan spontan dan teratur, sedang pengontrolan kehendak dihambat - Reflek kelopak mata dan konjungtiva hilang - Kepala bebas digerakkan,tanpa tahanan - Gerakan bola mata tidak menurut kehendak segera dilakukan pembedahan. 4. Stadium paralisis Medula Oblongata : dimulai saat melemahnya pernafasan perut, tekanan darah tak dapat diukur krn kolaps pembuluh darah jantung berhenti berdenyut. Obat Anestesi Umum terdiri atas : 1. Anestesi gas Mekanisme kerja : berinteraksi dgn membran sel mempengaruhi neurotrasmeter pd sinap dan tranmisi impul saraf dlm ssn saraf pusat. Berupa gas mempunyai potensi rendah sehingga digunakann operasi ringan. Tidak mudah larut dlm darah sehingga tekanan partial pd darah cepat meningkat. Dieksresi secara utuh melalui paru-paru dan kulit. Contoh : gas Nitrogen ( N2O ) mempunyai efek analgesik, dengan inhalasi 20% N2O dlm Oksigen mempunyai efek 15 mg morfin sulfat. Gas ini dapat diberikan saat partus dengan 50 % N2O dikombinasi dengan 50 % O2 menyebabkan rasa sakit hilang tetapi tanpa mengurangi kekuatan kontraksi anestesi lama menyebabkan nausea, muntah dan lambat bangun dari anestesia dan hipoksia 2. Anestesi yang menguap mempunyai 3 sifat dasar : - berbentuk cair pd suhu kamar - sifat anestetik kuat pd konsentrasi rendah - mudah larut dalam darah, air sel dan lemak

Dibagi dalam 2 gol :   Golongan eter ( dietil eter dan vinil eter ) Golongan hidrokarbon ( kloroform, halotan, methoksifuran )

Eter : Merupakan cairan tidak berwarna, mudah menguap, berbau dan mengiritasi saluran pernafasan dan mudah terbakar dan meledak, mempunyai sifat anelgesik kuat meskipun penderita masih sadar. Efek samping Eter mengiritasi saluran nafas dan merangsang sekresi kelenjar bronkus pd induksi dan waktu pemulihan, menimbulkan salvias depresi pernafasan, mual dan muntah. Eter diabsorpsi dan diekskresi melalui paru-paru, urin, keringat atau melalui difusi kulit Penggunaan eter melalui open drop / semicloced method, jumlah eter yang digunakan tergantung berat badan dan kondisi penderita. Kloroform : Cairan tak berwarna, berbau manis dan tidak medah terbakar, merupakan anestetk kuat dapat mencapai semua stadia anestesi tanpa menimbulkan hipoksia, sifat analgesik cukup kuat pd dosis rendah rasa sakit sudah hilang sebelum kesadaran hilang. Kloroform menghambat pusat pernafasan meningkat. Kloroform mempunyai efek menghambat otot jantung, hepatotoksik dan ginjal sehingga tidak digunakan lagi untuk anestesi. Halotan : Merupakan cairan tak berwarna, berbau enak, tak mudah terbakar meski dicampur dengan oksigen Penggunaan obat ini menggunakan alat yg disebut fluotec, efek analgesiknya tidak kuat, konsentrasi minimal untuk anestesi 0,76 volume % Efek samping : Depresi pernafasan, bradikardia,kerusakan hati,anoreksia mual,muntah, kulit kemerahan.

Sehingga hati2 pemberian waktu partus. Halotan menghambat tonus miometrium, mengurangi efektifitas alkaloid ergometrin dan oksitosin Absorpsi dan ekskresi halotan melalui paru2 hanya 20 %, dimetabolisme dalam badan dan eksresi melalui urin Untuk induksi diberikan 1 ² 4 % dicampur dng O2 dan N2O, dosis penunjang 0,5-2 % Anestesi Parenteral :  Barbiturat : Efek anestesi krn blokade system aktivasi retikuler, menghambat pusat pernafasan dimedula oblongata menghambat oto jantung tetapi tonusvaskuler meninggi dan kebutuhan oksigen berkurang. Barbiturat tidak menimbulkan sensitisasi jantung terhadap ketokolamin, curah jantung meniurun  Natrium Tiopental: Pemberian scr I.V dengan dosis sbb: - Induksi dewasa : 2-4 mllarutan 2,5 % diberikan intermiten 30 ² 60 detik unt mempertahankan anestesia diberikan 0,5 ² 2 ml larutan 2,5 %  Ketamin : Larutan yg tdk berwarna stabil pd suhu kamar dan aman, mempunyai sifat anekgesik, anestetik dgn kerja singkat. Menaikkan tekanan darah,nadi dan curah jantung ² 20 %, dosis yg berlebihan akan menekan pernafasan. sifat anakgsik ketamin sangat kuat menekan system somatik ttp lemah menekan system visceral Ketamin sering menimbulkan efek halusinasi pada orang dewasa Mengalami proses dealkilasi dan hidrolisis dlm hati dan diekskresi dlm bentuk metabolit dan utuh. Dosis : I.V 2 mg/BB dlm waktu 60 detik stadium operasi 5-10 menit utk penunjang dosis ½ nya I.M 10 mg/BB menimbulkan stadium operasi 12-25 menit

Obat pre dan eklamsi : Adalah keadaan keracunan kehamilan yg disebabkan pola makan yang mengandung garam atau krn obesitas Ada 2 keadaan yg disebabkan oleh kelebihan garam : 1. Pre eklamsi: Keadaan dimana kehamilan diikuti kenaikan tekanan darah TD > 140/90 mmHg dan retensi air pada kaki, unk itu perlu pengurangan asupan garam dan jika perlu diberikan diuretik dan anti hipertensi 2. Eklamsi Keadaan preeklamsi dapat menjadi eklamsi jika dibiarkan, untuk mencegah nya perlu diberikan diuretik dan antihipertensi. Obat yg aman bagi kehamilan adalah : - Nifedipin, labetalol, hydralazine, beta bloker,methyldopa, prazosin Untuk edukasi disarankan : Batasi asupan garam,dan batasi makanan yang mengandung lemak.

Vitamin dan Mineral : Tubuh hanya memiliki cadangan energi siap pakai yg terbatas. Jika tubuh kurang makan, energi diperoleh dr Timbunan glikogen dlm hati,otot dan lemak dlm jaringan lemak. Cadangan makanan ini akan habis dalam waktu 24 jam. Setelah itu lemak cdangan diubah menjadi glukosa dan jika berlanjut maka protein otot akan diubah menjadi glukosa utk beberapa harijika berlanjut akan menimbulkan kematian. Dukungan Nutrisi: Hal ini dimaksudkan untuk menghentikan katabolisme dan untuk mengembalikan pasien pd keseimbangan nitrogen yg positif. Ini dpt dicapai dng memberi kalori,nitrogen,cairan elektrolit, vitamin dan elemen renik bermanfaat mengatasi awal penyakit. Kekurangan protein akan menyebabkan penurunan berat badan disamping juga akan menyebabkan hilangnya otot rangka, pemulihan jaringan dan mekaninisme imun terganggu proses tersebut membutuhkan protein dalam bentuk asam amino. Energi bersumber dr karbohidrat dan lemak sedang elektrolit, zat renik dan vitamin digunakan untuk membantu proses metabolisme bahan makanan. Kegunaan elektrolit dan Zat renik antara lain : Natrium Kation ekstra sel,mempertahankan membran sel bersama kalium( intra sel ) Kalsium Diperlukan pasokan tetap unt membentuk dan mempertahankan homeostatis dlm jaringan otot dan saraf Magnesium dan Zink Faktor penting unt reaksi enzim Tembaga Terlibat dlm pelepasan besi dari hati Kobalt Usur penting Vit B 12 Mangan Terlibat metabolisme fosfor dan kalsium Yodium Diperlukan unt pembentukan hormon tiroid Florida unt mempertahankan kerangka Kromium unt mengikat glukosa Ferrum unt pembentukan hemoglobin

Vitamin : Merupakan bahan penting unk mempertahankan fungsi metabolisme normal. Umumnya vitamin tidak dibentuk dlm tubuh, sehingga membutuhkan asupan dari luar. Asupan tersebut bisa Melalui makanan atau bentuk murni/obat. Vitamin dapat digolongkan menjadi 2 : - Vitamin larut dalam air : vit. Bc, vit C Flavonoid - Vit larut dalam lemak : vit A, D, E dan K Penggunaan vit berlebih, disamping merupakan pemborosan juga menyebabkan keracunan. Sedangkan kekurangan vitamin disebabkan asupan melalui makanan kurang dan gangguan absorpsi vitamin dalam tubuh. Vitamin larut lemak Vitamin A Merupakan pigmen tumbuhan, banyak terdapat pada sayuran dan buah yang berwarna hijau, dalam bentuk karotin dan dalam dinding halus akan diubah menjadi vit.A Vit.A dosis kecil tidak menuukkan efek berarti tetapi berlebihan akan menyebabkan keracunan. Kegunaan vit.A penting untuk retina beradaptasi dengan gelap, beperan penting untuk peran epitel balasis membentuk mucus. Defisiensi vit.A dapat diketahui dengan gejala buta senja disamping dapat menghambat pertumbuhan terutama pada anak Kebutuhan tubuh terhadap vit.A adalah 4000 unit untuk wanita dan 5000 unit untuk laki-laki.

Absorpsi vit.A sempurna melalui pencernaan terutama bersama makanan yang mengandung lemak dan disekskresi melalui urin dan tinja. Vit.A dapat diberikan peroral dan topical terutama untuk pengobatan infeksi kulit dan luka bakar. Sediaan tablet 1000-5000 unit dan injeksi 20.000 unit/ml Vitamin D Digunakan untuk mencagah da mengobati rakitis. Rakitis banyak terdapat pada anak, terutama untuk daerah yang kurang mendapat sinar matahari. Oleh Mellanby dan Huldschinsky pada tahun 1920 dikemukakan bahwa rakitis dapat dicegah/diobati dengan memberikan minyak ikan atau dengan mendapat sinar matahari yang cukup. Sterol dalam tumbuhan / hewan merupakan provitamin Ddengan sinar matahari maka provitamin D diubah menjadi Vit D. Vit D mempunyai 2 fungsi fisiologi : mineralisasi pada tulang dan pengaturan hemeostatic kadar kalsium plasma. DefisiensibVit D pd anak dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan tulang ( rakitis), pada dewasa menimbulkan osteomalasia. Hipervitamin D : menyebabkan hiperaktif dan keracunan : muntah,diare,sakit kepala. Kebutuhan sehari 400 unit/hari Absorpsi Vit D pd pencernaan cukup baik Vit D terdapat pada minyak ikan,multi vitamin bentuk drop/ tablet

HORMON : Hormon adalah zat aktif berasal dari kelenjar endokrin yg masuk kedalam peredaran darah dan berpengaruh sangat spesifik thd jaringan yg terletak jauh dari tempat hormon dihasilkan. Contoh pengaruh hormon : Hormon pemacu folikel yg mempengaruhi ovarium Hormon pertumbuhan yg memacu berbagai jenis jaringan dalam badan

Asal hormon : Alam, dari binatang : mempunyai sifat yg khas dan tidak efektif pd manusia. Hormon ini sangat terbatas sehingga tak ada dipasaran Sintetik : secara kimiawi berbeda dengan hormon alam tetapi memperlihatkan kerja serupa hormon alam. Penggunaan Terapi : Adalah penggati pada : - Defisiensi hormon : - Untuk diagnosis penyakit : deksametasone untuk diagnosis fungsi kelenjar adrenal - Mempengaruhi fungsi organ ke arah yang dikehendaki : pil KB penggunaan kortikosteroid dalam berbagai penyakit atas dasar efek anti radang dari hormon tsb.

Efek toksik pemberian hormon jika tidak tepat digunakan akan menyebabkan gangguan keseimbangan hormonal Hormon Pertumbuhan Hormon ini diproduksi oleh sel asidofil dari hipofisis anterior dalam bentuk polipeptida. Hormon ini diberikan pada penderita hipopituitarisme agar tumbuh normal. Efek : Mempengaruhi metabolisme karbohidrat,protein dan lemak disamping itu mempengaruhi insulin bekerja ke arah anabolik sedang kartikosteroid dan ketakolamin bekerja ke efek katabolik. Ke 3 proses ini saling berkaitan untuk meningkatkan metabolisme. Pada keadaan kelaparan : hormon pertumbuhan di mobilisasi lemak dari depo lemak ke aliran darah dan menimbulkan energi. Sekresi hormon pertumbuhan waktu istirahat 2 ug/ml, keadaan puasa 8 ug/ml, hipoglikemi akibat insulin stimulasi sangat meningkat hingga 50 ug/ml. Pada anak kadar hormon pertumbuhan meningkat saat tidur. Pengaturan hormon ini dikendalikan oleh hipotalamus, untuk perangsangan dengan melepas hormon ini oleh GH-RH ( Growth hormon releasing faktor ) dan penghambatan dengan melepas GH-RIH (Growth hormon releasing Inhibiting ) Somatomedin diperoleh dengan mengisolasi dekapeptida dari hipotalamus burung yang dapat digunakan sebagai GH-RIH

Dalam konsentrasi tinggi juga juga meningkatkan sekresi TSH,Insulin glukogen dan gastrin. Fungsi : Pada gangguan hipofisis, diabetus melitus dan gangguan lambung. Preparat hormon pertumbuhan digunakan dengan dosis 2 ug- 5 ug/ 3 X seminggu. Hormon Prolaktin : Hormon ini terdiri dari polipeptida yang hampir mirip denga hormon pertumbuhan, mempengaruhi fungsi kelenjar susu dalan inisiasi dan mempertahankan laktasi. Disamping dipengaruhi oleh prolaktin, kelenjar susu dipengaruhi oleh : kortikosteroid, tiroid dan hormon Kelamin dalam hormon tropik lipofisis. Kadar normal prolaktin dalam darah 5 ² 10 ug/ml, kadar meningkat pada masa hamil, tres fisik dan mental, hipoglikemi dan dosis tinggi estrogen. Prolaktin merupakan salah satu faktor terjadinya tumor mama. Obat yang dapat mempengaruhi kadar prolaktin dalam darah adalah : Peningkatan dipengaruhi oleh : reserpin,haloperidol, khlorpromazin dan amitriptilin, sedangkan penurunan Dipengaruhi oleh derifat ergot dan L ² dopa Peningkatan prolaktin akibat tumor hipofisis anterior dengan menghambat ovulasi dapat menghambat ovulasi dan dapat diatasi oleh bromokriptin.

Antagonis Hormon : Merupakan zat kimia yang menghambat efek hormon dengan menghambat pembentukan dan pe Lepasan / menempati reseptor hormon tanpa memperlihatkan efek hormon bersangkutan. Antagonis hormon digunakan pada keadaan hiper sekresi hormon yang bersangkutan. Penggunaan Terapi : Untuk hipersekresi hormon Contoh : Tiourasil hipertiroidesme Metirapon menghambat hidroksilasi desoksi-kortisol Hormon Tiroid : Kelenjar tiroid menghasilkan hormon yg berupa asam amino yang mengandung Iodium dalam strukturnya disebut hormon tiroid, ada 2 macam : Titoksin ( T 4 ) Triyodotiramin ( T 3) ke 2 nya terikat dalam tiroglobulin

Mekanisme kerja tiroksin berperan penting dalam : - Pembentukan kalori - Metabolisme karbohidrat,protein,dan lemak

Meningkatnya metabolisme oleh tiroksin maka kebutuhan badan akan makan bertambah, jika Tidak mencukupi maka persediaan makanan dalam tubuh akan dimobilisasi. Tiroksin sangat penting untuk proses pertumbuhan normal sehingga jika terjadi hipotiroidesme akan mempengaruhi proses pertumbuhan yang dapat mengakibatkan gangguan fisik dan mental. Pada orang dewasa hipotiroidesme menyebabkan gangguan berfikir dan pada bayi akan menyebabkan gangguan mielinisasi saraf dan kelambatan perkembangan mental dan gangguan pertumbuhan fisik. Hipotiroidesme dibagi dalam : 1. Kreatinisme ( hipotiroidesme bawaan ) Terjadi krn tidak terbentuknya kelenjar tiroid krn defisiensi iodium pada kehamilan. Akibatnya terjadi : cebol, perkembangan mental terganggu, perut buncit krn tonus abdominal yang kurang dan baru diketahui setelah 2 ² 3 tahun pada anak. 2. Miksedema pada anak Pertumbuhan mula-mula normal tetapi kecepatan berfikir lambat 3. Miksedema pada orang dewasa Gejala :- Tidak tahan terhadap hawa dingin, pembentukan keringat berkurang, kulit kering, kadar kolesterol naik. Juga menimbulkan gangguan saluran cerna sehingga kurang nafsu makan.

Kelebihan hormon / hipertiroidisme

menyebabkan gangguan krn pembentukan panas berlebihan

Untuk mengatur secara seimbang dari fungsi tiroid adalah adanya Iodium yang cukup. Asupan Iodium diperoleh dari : makanan yang berasal dari laut dibutuhkan 100 mcg/ hari setara 4-5 kg ikan/ 3 kg daging/ikan air tawar jika orang tersebut tidak makan makanan lain. Untuk daerah pegunungan yang relatif dalam mekanannya kurang mengandung Iodium, maka Iodium ditambahkan dalam garam dapur 100 mcg/g Pada penderita hipotireoidesme diperlukan preparat tiroid dalam bentuk tablet 120 -180 mg/hari Sediaan : Tablet ekstrak tiroid 6,5;16;32;65;120;195;325 mg Tablet Tiroglobulin dan Tiroksin. Obat penghambat tiroid : Digunakan untuk pengubatan hipertiroidisme yg disertai pembesaran kelenjar tiroid. Tetapi harus hati hati krn pemberian yg berlebihan menyebabkan hipotireodisme.

Mekanisme kerja hormon ini : Menghambat sintesis hormon tiroid dengan menghambat pengikatan Iodium dengan cara : 1. Mereduksi Iodium menjadi Iodium bebas kembali 2. Menghambat oksidasi Iodium bebas menjadi Iodium yg terikat

3. Menghambat enzim peroksidase yang mempengaruhi Iodium Obat anti tiroid mempunyai masa kerja pendek. Contoh obat PTU : mempunyai masa kerja 2 ² 8 jam Metimazol dari 10 ² 25 mg bekerja selama 24 jam Ekskresi obat ini melalui urine,ASI. Efek samping : Demam Agranulositosis Timbul rasa sakit dan kaku sendi

Estrogen, Anti Estrogen, Progentin dan Kontrasepsi Oral
Ovarium merupakan organ yang mengontrol dan mensintesis Estrogen dan Progesteron secara siklik. Ke2 hormon ini penting dlm persiapan sistem reproduksi wanita, untuk menerima telur yang telah dibuahi juga habitas seorang wanita. Konsentrasi hormon kelamin wanita dalam urin pada masa reproduksi bervariasi sesuai dng fase siklus haid. Selama kehamilan ekskresi estrogen diurin meningkat. Estrogen : Dapat diproduksi dalam tubuh manusia pada : Ovarium,placenta,korteks adrenal dan testis selain itu berasal dari tumbuhan ( Subteraneau Clover) Estrogen menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan alat kelamin primer yi : Vagina,uterus dan tuba disamping juga mempengaruhi ciri2 kelamin sekunder al. pembesaran kelenjar mama, lemak bertambah,kulit halus,tumbuh rambut ketik dan genital. Sekresi Estrogen secara siklik menyebabkan siklus haid, jika estrogen meningkat maka akan diimbangi dengan penurunan progesteron. Indikasi : Estrogen digunakan untuk :- Kontrasepsi oral digabung dengan progestin - Mati haid - Vaginitis senil / Atropi - Gangguan perkembangan Ovarium - Artragia - Dismenore - Perdarahan Rahim Fungsional - Akne

- Neoplasma, Karsinoma mama dan prostat

Efek Samping : Mual mirip mabuk hamil Anoreksi Muntah dan diare Preparat : Dietilstilbestrol : Tablet 0,1 ± 100 mg, Suntik : 5 ± 25 mg/ ml Estradiol Etinil estradiol : Suspensi suntik 0,2 ± 1 mg /ml, Implant 25 mg

Anti Estrogen : Adalah senyawa yang dapat menghambat atau memodifikasi beberapa efek estrogen Preparat : - Klomifen : khasiat estrogenik lemah dan anti estrogenik sedang, pada pemberian dosis besar spermatogenesis yang digunakan sebagai kontrasepsi, untuk infertilitas krn gangguan fungsi ovarium Efek Samping : Gangguan penglihatan ( kabur ), sakit kepala, alergi kulit, pembesaran ovarium/ Kistaovarii, muntah2, depresi, nyeri pada mama

Etamoksi Tripetal : anti estrogenik kuat, Khasiat sebagai anti fertilitas Progestin : Diproduksi melalui isolasi dari korpus lutea, Ovarium,testis, korteks adrenal dan plasenta. Sekresi hormon terjadi tepat sebelum ovulasi, konsentrasi puncak pada fase luteal dan pada akhir Siklus mentruasi akan menurun. Pada fase luteal sekresi progenteron meningkat 10- 20 mg/hari pada fase folikuler 1 ± 5 mg/hari Sedang pada pria sekresi progesteron 1 ± 5 mg/hari Preparat : Etisteron : Khasiat : progentogenik,androgenik, anabolik, pemberian peroral Noretindron Khasiat : progestogenik kuat, androgenik lemah Etinilestrenol, Alilestrenol Khasiat : progentogenik saja - Klormadinol : progentrin sebagai kontrasepsi oral - Megatril : sebagai kontrasepsi suntik

Indikasi : Dikombinasi sebagai kontrasepsi oral Perdarahan rahin fungsional Nyeri haid : kombinasi dng estrogen mulai hari ke 5 hingga 5 hari terakhir siklus haid Tegangan pra haid : gejala rasa malas, cepat marah : progentin oral 10 hari terakhir dari siklus haid Indometriosis Abortus yang mengancam yi dng progestin yang tidak berkhasiat androgenik Amenore sekunder.

Kontrasepsi Oral : Adalah obat yang diberikan secara oral yang dpt mencegah kontrasepsi, artinya secara luas berbagai cara mencegah kesuburan bukan mencegah terjadinya persatuan antara sel telur dan sperma tetapi juga mencakup pencegahan pematangan telur dan sperma, implatasi telut yang telah dibuahi dan tindakan sterilisasi pada wanita maupun pria.

Cara melakukan kontrasepsi ber-macam2 antara lain :
Menggunakan obat secara oral Suntikan Lokal ( intra vagina ) Meletakkan alat intra utera ( Intra Itera Divices )

Ada 3 macam kontrasepsi oral umumnya terdiri dari derivat hormon streroid estrogen dan progestin : Tipe I : kombinasi derivat estrogen dan progestin ( Esteroprogestatif ) Efektifitasnya 100 %

Tipe II : Derivat estrogen untuk 14 atau 16 hari kemudian dilanjutkan kombinasi esteroprogestatif 5 atau 6 hari efektifitasnya 98 ± 99 % Tipe III: Derivat progestin saja efektifitas 97- 98 %

Efektifitas tersebut akan menurun jika : lupa minum ; terlambat dimulai pada siklus haid. Mekanisme kerja : Penggunaan preparat tipe I & II : menghambat ovulasi, mengubah konsistensi mukus yang berasal dari kelenjar serviks Preparat Tipe I : menghambat FSH ( Folikel Stimulating Hormon) konsentrasi maksimal LH ( Luteinizing Hormon ) pada pertengahan siklus haid - Preparat tipe 2 merangsang LH - Mengubah mukus kelenjar serviks dng menghambat masuknya sperma pada tipe 3 - Menghambat konsentrasi tuba Falopii - Mengganggu keseimbangan hormonal sehingga terjadi nidasi yang terlambat.

Efek pada Alat Kelamin : 1. Ovarium : Fungsi ovarium relatif in aktif, pertumbuhan folikel dari korpora lutea terganggu, sekresi estrogen dan endrogen menurun. 2. Uterus : Pemberian progestin jangka panjang menyebabkan atropi endometriasis yang reversibel Pemberian estrogen menyebabkan otot uterus menjadi lunak dan mengalami hipertrofi 3. Tuba : Terjadi perubahan mitilitas dan fungsi sekresi tuba 4. Serviks : keadaan normal mukus serviks bersifat cair, jernih dan banyak, tetapi pengaruh progestin menjadi lebih kental dan sedikit. 5. Kelenjar Mama : Penggunaan estroprogestatif secara menurus akan menyebabkan membesarkan / mengecilkan kelenjar mama 6. Siklus haid : penghentian pemakaian kontrasepsi oral akan mengganggu siklus haid

Efek pada Organ lain : Pada Hati : akan menghambat sekresi( empedu, bilirubin, asam empedu sehingga mengganggu metabolisme : Karbohidrat Lemak sehingga menaikkan gula darah yang reversibel

meningkatkan lipid lipoprotein pada darah yang reversebel

Sistem Darah : Mengganggu produksi eritrosit pada sumsum tulang juga menurunkan asam folat dan B12 dan gangguan absorbsi sehingga menyebabkan anemia. Menaikkan tekanan darah dari ringan hingga berat tetapi bersifat reversebel

Efek Samping : Nausea, mastalgia, perdarahan antar haid, nyeri kepala. Kontra Indikasi : Hipertensi Gangguan fungsi hati Anemia hemolitik kronik Amenore Diabetus melitus, asma, eksem dll

Obat Imunosupresan : Dasar Imunologi adalah : Masuknya zat asing dalam tubuh mahkluk hidup akan menimbulkan reaksi untuk mempertahankan keutuhan dirinya. Untuk mahkluk primitif dengan Fagositosis Untuk vertebrata/ manusia dengan fagositosis dan mekanisme imunologik Prosesnya adalah sbb : Zat asing yang bersifat antigen Respon imun Obat imunosupresan Obat imunosupresan I. menekan proses Iumn tersebut . merupakan obat anti neoplastik dibagi 3 klas : ditelan oleh makrofak/ monosit diolah menjadi imonogenik

Obat diberikan sebelum fase induksi / sebelum stimulasi antigen dengan merusak limfosit imunokompeten. Contoh : Sinar X, alkilator radiogenetik dan kortikosteroid

II. Diberikan saat fase induksi sehingga menghambat proses diferensial dan proliferasi sel imunosupresan Contoh : Azatriopin, Metotrexat III. Memiliki sifat imunosepresan klas I & II Contoh : Siklofosfamid, Prokarbazin Efek samping : Kemandulan Karsinogenesis Teratokenesis Fibrosis

Pengobatan pada ibu hamil : Sejak kasusu talidomid yang terjadi 20 ² 30 tahun yang lalu, orang makin sadar dan waspada terhadap pengaruh obat yang diminum selama masa hamil. Pemidahan obat ke janin Obat yg diminum ibu hamil, dapat dipindahkan dari darah arteri maternal di ruang intervilus ke dalam vena umbrikalis janin. Untuk ini obat harus menembus ´sawarµ placenta. Pemindahan ini dipengaruhi oleh bbrp faktor :     Substansi yang larut lemak Bentuk ion Obat bersifat basa lemah Perubahan metabolik dan fungsional placenta

Contoh obat yang dipindahkan : Petidin,alkohol,barbiturat,agens anestetik dan fenotiazin Obat-obat yang harus dihindari pada masa kehamilan : - Bbrp pertimbangan untuk pemberian obat al : Umur kehamilan saat obat diberikan, Dosis obat,kondisi ibu, faktor alergi dan genetik dari ke2 orang tua.

Ketentuan Umum : Menghindari segala macam obat selama masa organogenesis ( delapan minggu pertama ke hamilan ) kecuali ada keharusan terapi karena keadaan ibu yang gawat Contoh obat yg harus dihindari selama kehamilan : Nama Obat Androgen Agens sitostatik Etanol Efek pada janin Maskulinisasi janin perempuan Malformasi berat, abortus Malformasi, kraniofasial

Iodine dan obat antitiroid Goiter janin Stilbestrol Karsinoma vagina stlh 15 ² 20 thn pd anak perempuan dan penyakit re produksi pada pria Tetrasiklin Talidomid Hipoplasia email dan gigi berwarna, retardasi pertumbuhan kerangka Fokomelia, defek kardiovaskuler

` Obat yang sering diresepkan : Zat Besi Pemberian obat ini dimulai kehamilan trimester kedua, hal ini dimaksudkan untuk ibu hamil dengan Mual,muntah pada trimester kesatu. Efek samping preparat besi : Iritasi lambung, mual,muntah,diare dan konstipasi, untuk itu dianjurkan minum obat ini setelah makan Yang mengoptimalkan penyerapan zat besi al : daging, asam folat, dan Vit C kedua zat ini terkandung Dalam sayuran berdaun hijau. Sedang susu menekan absorpsi zat besi.

Antimutah : Obat ini dimaksudkan untuk mengatasi ´morning sticknessµ / hipermesisi gravidarum, masalahnya apakah Obat tersebut aman bagi janin ? Pada kasus hipermesis gravidarum bila dibiarkan akan mengganggu Janin akibat ketosis, dehidrasi, malnutrisi, yg mengakibatkan retardasi pertumbuhan. Untuk itu perlu anjuran untuk hiper emesisis sbb : - Anjurkan biskuit/ roti bakar - Minumminuman garam gula ( oralit)

- Mulai pengobatan dengan Vit B6 50 mg- 100 mg 2 X sehari. - Jika belum reda maka diberikan meklozin 25 mg dan B6 pada pagi dan malam, metoklopramid ( primperan ) proklorperazin ( stimetil ), prometazin ( Phenergan) - Antimutah yang berkaitan dng psikotik bisa digunakan Klorpromazin ( largactil) haloperidol ( Serenace) Analgesik: Paracetamol dan kombinasi parasetamol dan kodein dalam dosis normal aman bagi ibu hamil Aspirin digunakan untuk gangguan radang. Efek yang diakibatkan oleh nikotin : Ini berkaitan dengan jumlah rokok yang diisap atau perokok pasif, dengan akibat : Berat badan lahir rendah, keguguran, lahir tak cukup bulan,lahir mati dll Nikotin adalah vasokonstriktor, jadi menyempitkan pembuluh darah placenta Meningkatkan vaskositas darah darah agak kental sehingga menghambat aliran darah Gas CO dari perokok menggantikan Oksigen pada aliran darah ke janin padahal oksigen sangat dibutuhkan janin untuk pembelahan sel dan perkembangan otak.

Obat selama menyusui : Obat sedatif dan penenang dipindahkan melalui air susu ibu ( ASI ) kepada bayi Antikoagulan menyebabkan kecenderungan perdarahan pada bayi yang menyusu Obat anti-tiroid dan yodium Kloramphenikol menekan fungsi tiroid dan goiter pada bayi.

Kemungkinan diskrasia darah bayi

Preparat ergot, menimbulkan gejala ergotism ( muntah dan diare ) Estrogen, Efek hormonal bayi terganggu. Reserpin, Hidung tersembat, sekar bernafas, kurang mau minum. Sulfonamida , meninmbulkan ikterus neonatorum dan kemikterus.

Cara meminimalkan pemindahan obat melalui ASI : 1. 2. 3. Obat yg diminum dosis tunggal, diminum sesaat sebelum periode tidur bayi yang paling lama. Air susu ditampung sebelum minum obat Minum obat setelah menyusui.

Permasalahan obat : Penyebab Reaksi obat yang tidak diinginkan, 1. Over dosis / kelalaian. Hal ini bisa disebabkan oleh : Usia lansia, merek dagang, Penyakit, gangguan emosi dan mental 2. Alergi obat Reaksi alergi terhadap obat menimbulkan reaksi samping dengan gejala : Lesi Kulit Urtikaria,dermatitis eksfoliatif/ kontak, sindrom stevens johnson, purpurea Bronkospasme dan edema larings ( sesak nafas dan batuk) Reaksi anafilak (syok ) 3. Interaksi obat Bila 2/lebih obat diberikan bersamaan maka akan terjadi interaksi obat ditandai potensiasi / antagonisme dari salah satu obatnya, Reaksi ini berupa : Inkompatibilitas farmakologis : Terjadi endapan dari 2 macam obat yg dicampur, Mengganggu absorpsi saluran cerna : Absorpsi obat dari saluran cerna meningkat atau mengurang.

Contoh : Metoklopremid mempercepat pengosongan lambung Tetrasiklin diikat oleh kalsium, magnesium dan aluminium ( antasida ) dan besi 4. Ketergantungan Obat Ketergantungan obat mempunyai sifat umum mengubah aktivitas sistem saraf pusat sbb: - Mengurangi ketegangan dan kegelisahan - Merasa bebas senang diawang-awang - Peningkatan kemampuan mental dan fisik temporer - Menghilangkan kontrol yg menghambat ( takut) dan mengubah persepsi sensoris Ketergantungan ada 2 yi Craving ( ketergantungan fisik) dan withdrawal syndrome( Toleransi ) 5. 6. Kesalahan pemberian obat Kepatuhan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->