P. 1
Aplikasi Pemetaan Dunia Perikanan

Aplikasi Pemetaan Dunia Perikanan

|Views: 363|Likes:

More info:

Published by: Irsyad C'not Shiddiq on May 08, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/26/2014

pdf

text

original

Irsyad Shiddiq/J3H108053/IKN B

26 Febuari 2010

Aplikasi Pemetaan Dunia Perikanan
Dunia Kelautan dan Perikanan merupakan dunia yang dinamis, disini hampir semuanya bergerak kecuali dasar lautan. Di Wilayah yang merupakan bagian di permukaan bumi yang paling luas, terdapat banyak sumber daya alam yang bisa menghasilkan pendapatan yang tinggi untuk suatu daerah atau pemerintahan, Contohnya adalah sumberdaya Kelautan dan Perikanan yang sangat besar pula. Indonesia dengan luas lautan se kitar 5,8 juta km² dan panjang pantai kurang lebih 81.000 km, maka potensi pendapatan ekonomi dari bidang perikanan cukup besar sekali.

Gambar 1. Contoh Pemetaan Dalam Dunia Perikanan Sebagaimana halnya perkembangan aplikasi SIG untuk kelautan dan perikanan di dunia yang cukup lambat sama halnya di Indonesia. Banyak faktor yang menghambat perkembangan SIG dalam sektor perikanan dan kelautan di Indonesia diantaranya, keterbatasan sumberdaya manusia, perangkat keras dan lunak serta minimnya ketersediaan data spasial kelautan di Indonesia.

Pet fishing ground

i

erah Indonesia di at berdasarkan informasi

suhu permukaan laut yang merupakan salah satu parameter lingkungan laut dalam menentukan lokasi front di wilayah terbuka dan diduga berkaitan dengan tingkah laku ikan. Informasi ini akan diperoleh dari hasil pemrosesan data satelit NOAA AVHRR yang terpilih dan bebas/sedikit dari tutupan awan. Pada hakekatnya pemrosesan data untuk mendapatkan peta fishing ground adalah pemrosesan data untuk menghasilkan temperatur menggunakan sensor thermal infrared AVHRR. Proses lanjutan yang dilakukan sebelum peta potensi tangkapan ikan adalah tes akurasi algoritma yang digunakan untuk menentukan ketepatan suhu permukaan laut (SPL) untuk setiap pixelnya, yang layak sebagai dasar pemetaan daerah tangkapan ikan. Untuk mendukung tuntutan ini, peralatan stasiun bumi penerima data satelit di BPPT diengkapi dengan local application of remote sensing techniques (LARST). Sistem ini terdiri atas sebuah motor penggerak antara horn, Sebuah receiver AVHRR dan dua buah personal komputer dengan card penghubung satelit dan ekstra random access memory (RAM). Dari semua data yang telah dipotong (yang bebas awan) hanya sebagian saja yang akan diinterpretasikan dan akan mendapatkan indikasi front yang digunakan sebagai dasar pendugaan lokasi potensial untuk daerah penangkapan ikan (fishing ground).

Data yang telah berisi informasi indikator dugaan daerah fishing ground seperti yang dipaparkan sebelumnya akan ditambahkan dengan informasi lain yang berasal dari peta topografi (wilayah perairan) dan data in-situ lain yang dimiliki, selanjutnya akan ditampilkan secara kartografis sebagai peta berefrensi geografis. Data ini akan semakin mudah untuk dipakai oleh masyarakat, khususnya nelayan yang menangkap ikan pelagis di sepanjang perairan Indonesia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->