P. 1
Presentasi Geografi Jagat Raya, Tata Surya, Dan Pembentukan Bumi

Presentasi Geografi Jagat Raya, Tata Surya, Dan Pembentukan Bumi

2.0

|Views: 13,285|Likes:
Published by erlinda

More info:

Published by: erlinda on May 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/27/2013

pdf

text

original

Presentasi Geografi

Jagat Raya, Tata Surya, dan Pembentukan Bumi

Kelompok 1
Agnes Sari Sulistiyo XB ² 1 Benediktus Nixon XB ² 2 Eben Haezer XB ² 10 Elizabeth Citra XB ² 12 Erlinda Gunawan XB ² 14

Tata Surya
‡ terdiri dari satu Matahari dan semua benda langit yang mengelilinginya. ‡ 2. Planet dalam tata surya di bagi menjadi 2 golongan, yaitu: ‡ a) Planet dalam = Merkurius, Venus ‡ b) Planet luar = Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Zena(pengganti Pluto)

‡ 3. Hal penting mengenai Planet : ‡ a) Planet tak memiliki cahaya sendiri, namun hanya memantulkan cahaya dari matahari. ‡ b) Planet tidak berkelip, namun berkilau. ‡ c)Orbit planet berbentuk elips. ‡ d) Planet mengitari Matahari dengan arah yang sama. ‡ e) Kebanyakan planet memiliki satelit.

‡ 1. Teori Kabut/Nebula ‡ Proses: ‡ Ada kabut yang membentuk gumpalan, yang terus berputar ‡ Pada bagian tengah terjadi penggumpalan dan pemadatan gas membentuk bola gas besar yang terus berputar serta memepat jadi matahari. ‡ Sedangkan, bagian kabut sekitarnya, menjauh, dan memadat jadi planet.

Terjadinya Bumi dan Tata Surya

‡ ‡ ‡ ‡

2. Teori Planetesimal Proses: Ada satu matahari dan satu bintang lain. Dua benda ini berpasangan, kemudian terjadilah pasang naik pada matahari dan bintang. ‡ Sebagian massa matahari tertarik ke bintang, namun bintang menjauh, dan sebagian massa kembali ke matahari, dan sebagian lagi berhamburan menjadi planet.

‡ 3.Teori Pasang Surut Gas ‡ Proses: ‡ Bintang yang sama besarnya dengan matahari melintas di dekat matahari ‡ Terjadi pasang pada matahari dan membentuk cerutu, cerutu mengelilingi matahari. ‡ Cerutu pecah menjadi butiran-butiran. Butiran terbesar menarik butiran kecil sehingga membentuk gumpalan sebesar planet. ‡ Cerutu kecil yang lain menjadi satelit.

‡ ‡ ‡ ‡

4. Teori Peledakan Bintang/TwinStar proses: Dua bintang mengelilingi pusat gravitasi Salah satu bintang mendekati bintang kembarannya, menghancurkan dan mengubahnya menjadi massa gas besar yang berputar-putar. ‡ Bintang yang bertahan akan menjadi matahari, yang korbannya akan menjadi planet-planet.

‡ ‡ ‡ ‡

‡ ‡ ‡ ‡

5. Teori Awan Debu/Kuiper Proses: Terjadinya Matahari: Kabut/gumpalan awan mengalami pemapatan, debu tertari ke bagian pusat. Awan membentuk gumpalan bola, kemudian di bagian tengahdan saling menekan sehingga menimbulkan panas dan berpijar. Terjadinya Planet: Kabut menyelimuti pusat yang kecil. awan yang lebih kecil terpecah-pecahmmenjadi awan yang lebih kecil lagi (protoplanet). Kemudian, protoplanet menjadi planet.

Jagad raya mengembang
‡ Bintang yanng membentuk galaxi mengelilingi nukleus(inti) ‡ Rotasi galksi dapat diamati dan diukur dengan efek doppler ‡ Perkiraan bahwa galaksi menyusut dipakai sebagai bukti teori jagat raya mengembang ‡ Galaksi menyusut diawali dengan teori big bang atau ledakan besar yang dipercaya sebagai awal dan sampai sekarang terus berkembang

‡ Teori doppler mengatakan bahwa spektrum cahaya galaksi yang berwarna merah disebabkan oleh gerakan mereka ‡ Menurut para ahli spektrum itu sebenarnya disebabkan oleh hal lain ‡ Tetapi tidak ada teori lain yang tepat untuk anggapan bentuk alam raya saat ini

Pendapat baru
‡ Teori baru alam semesta:
1. Quantum oleh Planck 2. Relavitas umum oleh Einstein 3. Pemecahan inti atom oleh Rutherford

‡ Lahir kosmologi baru yang diciptakan oleh Einstein, de Sitter, Lemaitre, Tollman yang menyatakan bahwa alam raya terdiri dari empat dimensi, tak terbatas tetapi berakhir dan muai ‡ Dimensi empat yaitu panjang, lebar, tebal, dan waktu

Teori relavitas
‡ Menurut para ahli, di angkasa raya terpengaruh dimensi sehingga paham tinggi tidak ada beda dengan paham lebar dan panjang. ‡ Menurut teori relavitas tidak diakui adanya garis lurus dan rata. Kedua garis itu hanya ada pada ilmu Euklides, hanya ada pada pikiran saja, tetapi tidak dikenal oleh alam ‡ Sebenarnya garis lurus merupakan spektrum cahaya yang menjelma yang apabila diteruskan akan kembali ke pangkal semula dengan posisi melengkung

Jagat raya dipenuhi bintang dan kabut
‡ Dahulu jagat raya digambarkan sebagai kulit gelembung sabun yang tidak rata dan berlekuk-lekuk dan berdimensi empat ‡ Jagat raya dikenal dengan sebutan Continum dengan empat dimensi ‡ Terdiri atas 2 bahan pokok yaitu cahaya dan materi. Cahaya bergerak dengan kecepatan 300.000km/s dan materi terdiri atas bintang dan kabut

‡ Materi bersifat saling menarik tetapi juga bersifat saling menolak yang dirumuskan dengan F ! k v q v q r ‡ Gaya ini juga disebut dengan repulsi kosmis yaitu jika gaya menarik lebih besar dari gaya menolak maka benda langit akan saling mendekat, ruang menyusut, dan sebaliknya ‡ Contohnya pada sistem Bima Sakti dimana gaya garvitasi lebih besar daripada gaya tolak ‡ Pemancaran kabut ekstra galaksi yang memancar keluar juga merupakan bukti galaksi memuai
1 2 2

Teori Creato Continua
‡ Hipotesis Fred Hoyle mengemukakan Creato Continua penciptaan alam raya tidak dalam satu waktu tetapi sejak permulaan hingga sekarang melahirkan bagian atom yang dalam jutaan tahun mengembun menjadi kabut kosmis dan menjadi kabut spiral dengan bintang dan jasad angkasa lainnya ‡ Hoyle menjelaskan bahwa kabut ini akan memancar keluar sejauh batas kritik 2 milyar tahun cahaya dari kita

‡ Kabut ini akan mucul dan menghilang dengan selang 10 milyar tahun ‡ Pertimbangan ini juga karena 90% materi alam raya adalah zat cair(hidrogen) dan dari zat ini terbentuk helium ‡ Susunan materi yang paling sederhana ini tidak mungkin kekal dan ditambah materi baru

TEORI-TEORI ASAL MULA JAGAD RAYA
‡ Teori Ledakan Hebat ‡ Berbagai teori tentang jagad raya membentuk suatu bidang studi yang dikenal sebagai kosmologi. Enstein adalah ahli kosmologi modern pertama. Tahun 1915 ia menyempurnakan teori umumnya tentang relativitas, yang kemudian diterapkan pada pendistribusian zat di ruang angkasa. Pada tahun 1917 ditemukan bahwa ada massa bahan yang hampir seragam dimana keseimbangannya tak tentu antara kekuatan gaya gravitasi dan kekuatan dorong kosmis lain yang tak kenal. Pada tahun 1922 seorang ahli fisika Rusia memecahkan soal itu dengan cara lain. Ia mengatakan bahwa kekuatan tolak tidak berperan, bahkan jagad raya terus meluas dan seluruh partikel bergerak saling menjauh dengan kecepatan tinggi, sebab dengan kekuatan tarik gravitasi, perluasan tersebut dimulai dengan sebuah ³Ledakan hebat´

Teori Big Bang & Bintang kembar
Pada mulanya para ilmuan berpijak pada hipotesa bahwa jagad raya tidak mengembang (statis). Namun dengan berjalannya waktu, pandangan tersebut mulai berubah sejak diperkenalkannya hukum gravitasi Newton. Hukum gravitasi Newton mampu menjelaskan secara tepat gerakan benda termasuk benda-benda langit seperti bumi, bulan dan planet. ‡ Sir William Herschel

‡ Penemu planet Uranus bernama William Herschel mempublikasikan hasil penelitiannya tentang bintang kembar pada ‡ tahun 1782. Ternyata interaksi antar bintang pun menuruti hukum gravitasi Newton. Bila jagad raya statis maka seluruh bintang dijagad raya ini saling tarik menarik sehingga akan terbentuk satu massa yang sangat besar sekali. Nyatanya hal ini tidak terjadi. Dengan demikian penemuan ini memperkuat dukungan bahwa sebenarnya jagad raya tidak statis.

‡ Pada saat Einstein memperkenalkan teori relativitas umum pada tahun 1917, kepercayaan tentang keberadaan jagad raya statik masih berlangsung. Oleh karena itu, Einstein memodifikasi teorinya dengan menambahkan satu suku yang dikenal dengan konstanta kosmologi. Konstanta ini merupakan gaya antigravitasi yang bersifat mengimbangi gaya gravitasi sehingga menghasilkan solusi untuk jagad raya statik. Akhirnya ia sadar bahwa hal ini merupakan suatu tindakan yang paling bodoh yang ia perbuat selama hidupnya.

‡ Hipotesa lain yang menentang bahwa jagad raya statis adalah teori ³ENTROPI´. Menurut teori entropi, jagad raya ini mempunyai umur (asal-usul) dan makin lama makin kacau. Hipotesa ini membuat hipotesa jagad raya statis semakin pudar. Bila umur jagad raya ini dianggap sudah tua sekali, maka keadaan sekarang pasti sudah kacau. Ternyata keadaan jagad raya sampai saat ini cukup teratur, berarti umur jagad raya masih muda.

BIG BANG
‡ Sebuah revolusi telah terjadi, jagad raya ternyata tidak tinggal diam (statik) tetapi mengembang. Fakta ini menjadi landasan dari kosmologi modern. Astronom Amerika Serikat bernama Edwin Hubble, pada tahun 1929 mempublikasikan salah satu kertas kerjayang menyatakan bahwa galaksi-galaksi bergerak menjauhi kita sebanding dengan jarak galaksi dengan kita. Pernyataan ini dikenal sebagai hukum Hubble yang

‡ ditulis sebagai berikut : v = Hor dengan Ho : suatu konstanta yang disebut konstanta Hubble. Jarak antara benda-benda langit makin lama makin jauh satu dengan yang lainnya. Pengamat di bumi melihat bahwa semua benda langit bergerak menjauhi bumi.

‡ Bayangkan sebuah bola berjari-jari r dengan seorang pengamat pada titik O. Kita anggap bahwa gerakan galaksi pada permukaan bola adalah akibat dari gaya gravitasi di dalam bola. Diluar bola gaya gravitasi saling menghilangkan (anggapan ini telah dibuktikan melalui teori relativitas Einstein untuk jagad raya yang tak berhingga).

‡ Anggap m adalah massa dari suatu galaksi pada permukaan bola dan anggap M adalah massa total galaksi pada permukaan bola. Jika adalah kerapatan materi di dalam bola pada waktu sekarang maka, ‡ Jika tidak ada gaya lain selain gaya gravitasi, maka energi total dari massa m itu adalah: E = 1mv2 - GMm 2 r dengan v adalah kecepatan galaksi. Energi ini dapat bernilai positif, negatif atau nol tergantung pada harga v.

‡ . Jika E positif, galaksi M akan terus bergerak menjauh selamanya dari pengamat O dan akan mencapai titik tak terhingga. Jika E negatif maka sistem akan terikat, galaksi m akan tertarik kembali ke titik O. Jika E sama dengan nol, maka galaksi akan terus menjauhi titik O dengan kecepatan yang makin lama makin kecil dan akan mencapai nol di titik tak berhingga.

‡ Kesimpulan mengenai kemungkinan berbagai harga E ini berlaku juga bagi semua pengamat selain di bumi. Sehingga kita bisa simpulkan bahwa jika E positif jagad raya akan terus berkembang, sedangkan jika E negatif jagad raya ini akan berhenti mengembang dan runtuh. ‡ Karena v = Hor, jika E = 0 maka, dengan kata lain jika kerapatan jagad raya ini sebesar jagad raya hampir terikat, dan akan terus mengembang sampai tak berhingga.

‡ Situasi yang sama terjadi ketika kita melemparkan benda ke atas. Jika kecepatan yang kita berikan tinggi sekali, maka benda tersebut bisa tidak kembali lagi ke bumi. Tetapi kalau kecepatannya kecil maka setelah mencapai ketinggian tertentu benda akan balik ke bumi. ‡ Penentuan ini merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Orang mencoba menghitung dengan mengambil suatu ruang volume tertentu lalu menghitung massa galaksi (bintang-bintang) di dalamnya. Perhitungan massa galaksi dapat dilakukan dengan menghitung pengaruh gravitasi dari galaksi terdekat. Misalnya jika 2 galaksi mengorbit satu sama lain, jika jarak dan kecepatannya diketahui maka dengan menggunakan rumus Keppler kita bisa memperoleh besar massa dari galaksi tersebut. Perhitungan ternyata hanya 10 sampai 20% dari harga . Hal ini menyimpulkan bahwa jagad raya tidak mengembang. Namun para kosmologis tidak putus asa, mereka mengganggap bahwa di jagad raya ini pasti ada materi yang tidak terlihat (dark matter) yang membuat jagad raya lebih padat sehingga cocok dengan kenyataan bahwa jagad raya ini mengembang.

‡ Kelihatannya ini terlalu dipaksakan, namun orang sudah melihat sedikit titik terang tentang keberadaan dark matter ini. Ada bermacam kandidat untuk dark matter ini diantaranya adalah : magnetik monopol (jika ada), black hole (jika banyak), neutrino (jika bermassa).Hal ini masih menjadi perdebatan sengit di kalangan ilmuwan. ‡ Jika jagad raya ini mengembang, maka pada waktu lampau alam semesta ini sesungguhnya berasal dari satu pusat yang sangat padat. Pada suatu ketika pusat ini meledak dan mulai mengembang. Ledakan ini disebut "big bang".

‡ Sekarang mari kita hitung secara kasar kapan terjadinya big bang itu. Anggap bahwa jagad raya dari semenjak terjadinya big bang sampai mengembang, memiliki kecepatan yang tetap (percepatan nol). Jika jarak galaksi terjauh adalah r dan big bang terjadi pada waktu To dari sekarang, maka besarnya To dapat dicari dengan rumus Hubble sebagai berikut : v = Hor r = Hor To To = 1 Ho Perkiraan dari harga ini adalah sekitar 10 sampai 15 bilyun tahun. ‡ Jika ide big bang ini benar, maka pada mulanya setelah terjadi ledakan suhu jagad raya mulai turun, lalu terbentuk hidrogen, helium dan atomatom lain. Atom-atom ini kemudian bergabung menjadi materi yang disebut galaksi.

‡ Teori Keadaan tetap ‡ Ahli astronomi Inggris Hoyle menerangkan bahwajagad raya tidak hanya sama dalam ruang angkasa ± asas kosmologi tetapi juga tidak berubah dalam waktu ± asas kosmologi yang sempurna. Jadi asas kosmologi diperluas sedemikian rupa sehingga menjadi sempurna dan tidak bergantung pada peristiwa sejarah tertentu. ‡ Teori keadaan tetap berlawanan sekali dengan teori ledakan hebat. Didalam teori ledakan hebat, ruang angkasa berkembang menjadi lebih kosong sewaktu berbagai galaksi saling menjauh. Dalam teori keadaan tetap, harus diterima anggapan bahwa zat baru selalu diciptakan dalam ruang angkasa diantara berbagai galaksi, sehingga galaksi baru akan terbentuk guna menggantikan galaksi yang menjauh. Para ahli astronomi mengatakan bahwa zat baru itu ialah hidrogen, yaitu sumber yang menjadi asal-usul bintang dan galaksi.

‡ Pembentukan zat di ruang angkasa yang kososng itu diterima dengan ragu-ragu oleh para ahli, sebab hal ini rupanya melanggar salah satu hukum fisika, yaitu hukum kekekalan zat. ‡ ³Zat yang tidak dapat diciptakan atau dihilangkan , tetapi hanyalah dapat diubah menjadi jenis zat lain atau menjadi energi´. ‡ Sebaliknya, sulit pula untuk menyanggah secara langsung proses pembentukan zat itu, karena berkesinambungan menurut teori keadaan tetap, jumlah zat sangat lambat bertambahnya, kirakira satu atom setiap seribu juta tahun dalam satu volume ruang angkasa.

‡ Kritikan teori ledakan hebat
± Kritikan pertama teori ledakan hebat adalah umur jagad raya yang dihitung secara matematik. Para penganut teori ledakan hebat berpendapat bahwa metode pendataan bintang ini masih kurang begitu seksama dan dengan demikian mereka menganggap bahwa hal itu bukan suatu ancaman berat bagi gagasannya. ± Kritikan kedua, bahwa pernyataan tentang semua zat dimampatkan dalam suatu massa padat sangat sulit dipahami. Ledakan dan pergerakan massa ini dapat digambarkan dengan terbangnya proyektil yang ditembakkan dari permukaan bumi.

‡ Ada beberapa kemungkinan yang terjadi, yakni :
± Terbangnya begitu cepat, sehingga mudah meleaskan gravitasi bumi dan bergerak sangat cepat memasuki ruang angkasa. ± Hampir tidak menghindar dari pengaruh bumi dan terus bergerak sangat lambat kearah luar. ± Mungkin tak pernah dapat membangkitkan kecepatan untuk bebas dari gravitasi bumi. Proyektil melambat, lalu berhenti dan jatuhpada kecepatan yang bertambah.

‡ Kritikan teori keadaan tetap ‡ Teori tidak menyatakan bahwa sifat rata-rata berbagai galaksi yang dekat dan jauh akan berbeda. Hal ini tidak dapat dijelaskan bahwa dengan dasar teori ledakan hebat yang menyatakan bahwa galaksi mengalami evolusi. Dan terbatasnya kecepatan cahaya, galaksi tersebut pada masa yang berbeda, sehingga galaksi yang sangat jauh, sejauh ribuan tahunan cahaya, dan dalam waktu ribuan juta tahun lalu, menyebabkan ciri-cirinya berbeda.

‡ Sejalan dengan 2 teori terjadinya jagat raya ini, muncullah beberapa anggapan mengenai jagad raya dan alam semesta ‡ Anggapan Antroposentris ‡ Antroposentris (Anthropos = manusia; centrum = pusat), adalah anggapan yang menyatakan bahwa manusia sebagai pusay segalanya. Anggapan ini dimulai sejak manusia primitif, waktu manusia mulai menyadari ada Bumi dan langit, matahari, bulan, bintang, dan bumi, dianggap serupa dengan bangsa hewan, tumbuhan, dan dengan dirinya sendiri.

‡ Anggapan Geosentris ‡ Geosentris (geo = bumi, centrum = pusat) adalah anggapan yang menyatakan bahwa bumi adalah pusat semesta alam. Semua benda langit mengelilingi bumi, dan semua kekuatan alam berpusat di bumi. Anggapan ini dimulai lebih kurang abad ke-6 sebelum masehi saat para ilmuwan tertarik kepada alam sekitarnya. Beberapa ahli pendukung anggapan geosentris antara lain : Socrates, Plato, Aristoteles, Tales, Anaximander, dan Pytagoras.

‡ Anggapan Heliosentris ‡ Heliosentris (helios = matahari, centrum = pusat) adalah anggapan bahwa pusat hagad raya adalah matahari. Ini berarti pergeseran pandangan yang dianggap revolusioner pada waktu itu yang menggantikan kedudukan bumi; sebagai akibat makin majunya alat peneliti dan sifat ilmuwan yang kritis.

Pengertian Jagat Raya
‡ Yang disebut jagat raya,alam semesta, atau antariksa yaitu ruangan yang meluas ke segala arah, tidak terhingga, tetapi ada batasbatasnya yang belum dapat diketahui. ‡ Jagat raya diduga bentuknya melengkung dan dalam keadaan memuai. ‡ Jagat raya terdiri atas galaksi-galaksi atau sistem-sistem bintang yang jumlahnya ribuan. Salah satu di antaranya adalah galaksi bimasakti. ‡ Galaksi ±galaksi terdiri atas benda-benda langit yang ada,yang membentuk sistem bintang yang kecil-kecil. Salah satu anggota dari tata surya adalah planet bumi. ‡ Susunan atau isi jagat raya adalah kabut-kabut ekstra galaksi, sedangkan bintang-bintang atau benda langit hanyalah kelompok kabut ini.

‡ Namun demikian, menurut para ahli dari hasil penelitian mereka dapat menyatakan, bahwa ruangan jagat raya ini luasnya ada batasnya juga, bentuknya melengkung dan dalam keadaan memuai. ‡ Diperkirakan bahwa jarak antara sebuah galaksi dengan galaksi lain rata-rata lebig dari satu juta tahun cahaya. ‡ Galaksi adalah kumpulan bintang,planet,gas,debu,nebula,dan benda-benda langit lainnya yang membentuk ³pulau-pulau´ di dalam ruang hampa di jagat raya. ‡ Keberadaan galaksi dapat dilihat atau dideteksi dengan teleskop. Teleskop yang kuat mampu mendeteksi 1.000 juta galaksi.

‡

Secara umum,bentuk-bentuk galaksi dibedakan menjadi 4 macam,yakni : 1. Bentuk Spiral *Galaksi ini mempunyai roda-roda Catherina,dengan lengan-lengan berbentuk spiral keluar dari pusat yang terang. 2. Bentuk Spiral Berpalang *Lengan-lengan spiral galaksi ini keluar dari bagian ujung suatu pusat kira-kira 18% dari jumlah galaksi merupakan spiral-spiral ataupun spiral-spiral yang terpotong. 3. Bentuk Elips *Galaksi ini berbentuk elips, mulai dari bentuk hampir menyerupai bola kaki, sampai pada bentuk yang sangat lonjong seperti bola rugby. 4. Bentuk Tak Beraturan *Kira-kira 4% dari jumlah galaksi berbentuk tak beraturan atau tidak mempunyai bentuk-bentuk tertentu.

‡ Ciri-ciri galaksi :
1. Galaksi mempunyai cahaya sendiri bukan cahaya pantulan. 2. Galaksi-galaksi lainnya dapat terlihat berada di luar galaksi bimasakti 3. Jarak antara galaksi yang satu dengan yang lainnya jutaan tahun cahaya. 4. Galaksi mempunyai bentuk-bentuk tertentu,misalnya: Bentuk spiral, bentuk elips, dan bentuk tidak beraturan (Irregular Galaxis) ‡ Menurut para ahli astronomi, ruang galaksi yang satu dengan galaksi yang lainnya tidak kosong tetapi mengandung materi yang disebut zat inter galaxy. Zat Inter Galaxy ini seperti seperti zat interstellair yang terdiri dari proton,elektron dan ion lain yang bergerak simpang siur dalam jagat raya ini.

Sejarah Pembentukan Bumi
‡ Setelah Bumi terjadi bersama-sama planet lainnya, maka bahan-bahan yang berat menggumpal di dalamnya. Keraknya terdiri dari unsur-unsur Silisium dan alumunium. Lapisan dalamnya terdiri dari Silisum dan magnesium dan sesudah itu terdiri atas logam sulfida. Sedangkan yang terdalam mengandung besi dan nikel. ‡ Era sejarah perkembangan bumi dapat dibagi menjadi 4, antara lain: ‡ Prakambrium ‡ Paleozoikum ‡ Mesozoikum ‡ Kenozoikum

Prakambrium
‡ Lapisan Prakambrium terdiri dari batuan-batuan berhablur. Era prakambrium, terdiri dari masa Proterozoik dan Archea selama 2000 tahun. Organisme bersel tunggal seperti alga hijau biru dan bakteri yang muncul pertama pada masa-masa itu. ‡ Pada era prakambrium, diketahui bahwa dibeberapa daerah terdapat iklim yang sangat dingin. Sedangkan pada saat lain. Iklimnya panas dan lembab. Permukaan bumi yang berada di atas laut merupakan gurun yang bukan diakibatkan karena kekurangan air namun karena tidak adanya tumbuhan darat. Faktor lain ialah adanya kadar oksigen bebas dalam atmosfer, yang jauh lebih sedikit daripada sekarang.

Paleozoikum
‡ Kambrium ‡ Banyak ditemukan fosil pada zaman ini. Pada zaman ini, terdapat berbagai makhluk hidup yang hanya hidup pada air laut, terutama jasad-jasad samudera. Contohnya: archaecyatha (con: Trilobita) dan binatang pentunjuk(seperti binatang karang sekarang). Zaman ini beriklim sedang, bahkan panas dan lamanya zaman ini diperkirakan 70 juta tahun.

Silur
‡ Pada zaman ini, penyebaran fauna sudah lebih luas dan munculnya hewan vertebrata. Terdapat binatang karang yang berkembang dan binatangbinatang kecil seperti Rabdosoma. Iklimnya tidak berbeda jauh dengan zaman Kambrium. Zaman ini berawal dari suatu kepunahan besar pada masa kambrium. Zaman ini berlansung sekitar 30 juta tahun.

Devon
‡ Zaman ini bercirikan munculnya tumbuh-tumbuhan darat dan binatang bertulang belakang. Di laut, ditemukan perkembangan hewan tak bertulang belakang. Semasa periode Devon, ikan pertama kali berevolusi dan memiliki kaki serta mulai berjalan di darat sebagai tetrapoda sekitar 365 juta tahun yang lalu. Tumbuhan berbiji pertama tersebar di daratan kering dan membentuk hutan yang luas. Di laut, hiu primitif berkembang lebih banyak dibanding periode Silur dan Ordovisium akhir. Mempunyai iklim yang berbeda-beda di tiap daerah, ada yang beriklim panas, dingin, gurun dan agak lembab. Masa ini berlangsung sekitar 50 juta tahun.

Karbon
‡ Zaman ini ditandaii dengan timbulnya sejumlah besar karbon bebas di berbagai bagian dunia. Hal itu mempengaruhi iklim pada masa itu. Pada zaman ini, terjadi pembentukan pegunungan. Pada zaman ini, perkembangan naptelia sangat cepat, demikian juga dengan perkembangan serangga, lebah, lipan. Zaman ini berlangsung sekitar 40 juta tahun.

Perm
‡ Zaman ini tidak jauh berbeda dengan zamanzaman sebelumnya. Namun Zaman ini merupakan akhir dari masa Paleozoikum dan awal dari masa Mesozoikum. Amfibi dan tumbuhan-tumbuhan banyak yang berevolusi pada zaman ini. Perm berlangsung sekitar 45 juta tahun.

Mesozoikum
‡ Terdiri dari zaman kapur, Jura dan Trias. Zaman kapur berlangsung sekitar kurang lebih 90 juta tahun, Jura 145 juta tahun dan Trias 190 juta tahun. Mesozoikum ditandai dengan aktivitas tektonik, iklim, dan evolusi. Benua-benua secara perlahan mengalami pergeseran dari saling menyatu satu sama lain menjadi seperti keadaannya saat ini. Pergeseran ini menimbulkan spesiasi dan berbagai perkembangan evolusi penting lainnya Ketiganya disebut juga tingkat kehidupan pertengahan. Keadaan iklimnya panas dan basah. Penyabaran makhluk hidupnya masih terbatas.

Kenozoikum
‡ Disebut juga era neozoikum, terdiri dari zaman tersier dan kuarter dan merupakan tingkat kehidupan baru. Iklimnya tidak jauh berbeda dengan era sebelumnya. ‡ Zaman Tersier ‡ Terbagi atas masa eosin 70 juta tahu, oligosen 42 juta tahun, miosen 20 juta tahun dan pleistosen 16 juta tahun. Makhluk hidup sudah menyebar di seluruh kontinen. Dan sudah terdapat tumbuhan berbunga. ‡ Zaman Kuarter ‡ Terdiri dari masa pleistosen dan holosen dan berumur kurang lebih 2 juta tahun yang lalu. Pada zaman ini, manusia pertama muncul dan makhluk hidup berkembang dangan baik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->