P. 1
bahaya msg

bahaya msg

4.0

|Views: 6,137|Likes:
Published by Achmad Hidayat
Dokumen ini tidak lebih dari sekedar referensi kimia dan biokimia.., Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi : http://achmad.web.id
Dokumen ini tidak lebih dari sekedar referensi kimia dan biokimia.., Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi : http://achmad.web.id

More info:

Published by: Achmad Hidayat on May 27, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/18/2012

pdf

text

original

| Pendidikan | Medika | Probis | Otomotif | Dialog Jum'at | Manajemen Qalbu

|

Ho

BELANJA Belanja Anjangsana Etalase Gaya Konsultasi Hukum Mal Tips Dialog Dinamika Dunia Islam Humor Sufi Info Halal Info ZIS Iqra Kabar Khasanah Muhibah Pengalaman Rohani Quraish Shihab Silaturahmi Tasawuf Telaah Ufuk Umroh-Haji Wawancara Medika Ekstrak Jurnal Kisah Klinika Konsultasi Mikroskop Visite Wawancara MQ Jendela Keluarga Klinik MQ Lintas Usaha Ragam Seputar MQ Taushiyah Wawasan Otomotif Otohobi Otoproduk Otoprofil

CARI :
Sampaikan kepada rekan Cetak berita ini

Sabtu, 14 Desember 2002

'Bebas MSG' Bukan Berarti Tanpa MSG
Ini cerita soal 'tipu-tipu' ala produsen makanan Amerika Serikat. Adalah Lipton Kettle Creations Soup Mix Minestrone -- produk sup siap saji -yang merebut hati konsumen karena labelnya menjamin No MSG Added alias tanpa vetsin. Mereka yang gemar makanan alami, tentu akan segera mengerling produk ini. Namun sebuah LSM anti micin keburu mengendus bau anyir polah produsennya. Apalagi uji laboratorium menunjukkan produk itu mengandung ekstrak yeast dan natural flavors yang notabene vetsin juga. Dalam kamus bisnis, langkah lipton Kettle Creation barangkali sah-sah saja. Toh, MSG secara harfiah memang tidak dipakai dalam produk itu. Hanya zat serupa yang konsumen pasti tak akan tahu. Tapi dari kacamata perlindungan konsumen, langkah itu tetap salah. karena, kewajiban produsen adalah memberi informasi sejelas-jelasnya mengenai produk yang dijualnya kepada konsumen. Data yang dihimpun FDA menunjukkan pada tahun 1995 ditemukan sedikitnya 19 produk makanan berlabel No MSG Added yang ternyata mengandung MSG dalam bentuk lain. Berdasar uji laboratorium dan pencantuman label, terbukti produk-produk tersebut mengandung MSG. Misalnya pada makanan ringan bermerek A Taste of Thai Spicy Thai Peanut Bake yang dinyatakan bebas MSG ternyata mengandung hydrolyzed vegetable protein yang kandungannya adalah MSG. Selain itu, pada makanan beku, makanan kaleng, makanan instan, dan beberapa minuman kemasan juga mengandung MSG dengan kadar beragam. MSG tidak hanya ada pada produk makanan dan minuman kemasan atau olahan seperti saus, keju, dan yogurt. Pada bahan makanan segarpun MSG sering ditemukan. MSG sering ditambahkan pada daging, tahu, tempe, ikan segar sebelum diolah. Bahkan secara alami juga terdapat pada sejumlah makanan. Tomat, jagung, telur, ikan, dan daging ialah beberapa di antaranya. Ia juga terdapat pada makanan olahan. FDA memang hanya menyaratkan pencantuman kata MSG pada produk yang mengandung MSG dalam bentuk murni. Maksudnya, jika kadar konsentrat hydrolyzed vegetable protein dalam makanan itu mencapai 99 persen glutamic acid, produk itu secara resmi disebut mengandung MSG. Ketentuan itu tidak berlaku bagi produk yang hanya mengandung kurang dari 99 persen MSG murni. Sebab Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat beranggapan produk tersebut aman bagi kesehatan manusia. Namun, sesungguhnya kadar glutamic acid sebanyak 50 persen, 75 persen, atau bahkan 98 persen juga berefek serupa dan dimungkinkan lebih buruk daripada MSG. Sejumlah bahaya yang dikandung MSG hingga kini masih menjadi perdebatan. MSG dikatakan menjadi penyebab migrain, sulit bernafas, kerusakan retina, dan bahkan kanker. Yang jelas, bagi orang tertentu vetsin memang dapat mengganggu kesehatan. Gejala umum yang biasa menyertai santapan bervetsin ialah leher dan dada panas, sesak napas, disertai pusing-pusing. Gejala ini sering disebut

makan sudah bisa menimbulkan gejala ini. Gejala itu akan segera menghilang dua jam kemudian. Berapa sebetulnya batas aman vetsin bagi tubuh manusia? Menurut Badan Kesehatan Sedunia (WHO) asupan MSG per hari yang disarankan ialah sekitar 0-120 mg/kg berat badan.

© 2005 Hak Cipta oleh Republika Online seseorang 50 kg, maka konsumsi MSG yang aman Jadi, jika berat menurut perhitungan tersebut 6 berita tanpa ijin tertulis dari Republika Dilarang menyalin atau mengutip seluruh atau sebagian isigr (kira-kira 2 sendok teh) per hari. Rumus
ini hanya berlaku pada orang dewasa. WHO tidak menyarankan penggunaan MSG pada bayi di bawah 12 minggu.

Rambu-rambu itulah agaknya yang ingin disiasati produsen. Bagaimanapun, MSG membuat makanan lebih gurih dan nikmat. Di Indonesia, produk-produk berlabel bebas vetsin atau bebas MSG mulai banyak beredar. Label itu banyak terdapat pada biskuit dan penyedap rasa. Tapi benarkah produk itu benar-benar bebas MSG, butuh pengamatan lebih lanjut. Konsumen sebenarnya bisa melakukan beberapa langkah sederhana untuk mengetahuinya. Antara lain dengan meneliti produk yang diklaim bebas MSG itu. Bila dalam labelnya terdapat kata-kata autolyzed yeast, hydrolyzed soy protein, atau sodium caseinate, maka artinya produk tersebt mengandung MSG. Selain kata hydrolyzed, cek pula kata amino acid. Sebab, asam amino juga sering menjadi samaran untuk menutupi keberadaan MSG dalam suatu produk. Penyedap rasa yang diproduksi di Indonesia umumnya merupakan hasil gula tetes tebu (molase). Gula tetes yang banyak mengandung glutamin itu diproses sedemikian rupa hingga mengeluarkan asam glutamat. Pada produk penyedap rasa terdapat sekitar 40 persen MSG. Vetsin lantas juga dibuat dalam berbagai bentuk yang memudahkan pemakaiannya. Ada yang berbentuk bubuk, cair, maupun padat. Bentuk bubuk ada yang menyerupai butiran garam ada pula yang seperti tepung. Namun, fungsi dasarnya tetap sama, menyedapkan masakan. Sebenarnya, tidak terlalu berbahaya mengonsumsi MSG, asal tidak terlalu sering dan 'obral' dalam pemakaiannya. Apalagi, kini MSG juga telah dimodifikasi menjadi kaldu instan. Yang banyak beredar ialah penyedap rasa kaldu sapi dan kaldu ayam. Meski disebut kaldu, ia tetap mengandung MSG, tak berbeda dengan vetsin biasa. rei/berbagai sumber ()

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->