P. 1
Suhu Adalah Ukuran Derajat Panas Atau Dingin Suatu Benda

Suhu Adalah Ukuran Derajat Panas Atau Dingin Suatu Benda

|Views: 2,934|Likes:
Published by the_tormented

More info:

Published by: the_tormented on May 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/27/2013

pdf

text

original

FISIKA SUHU DAN KALOR

Temperature is a measure of the degree of heat or cold an object. The instrument used to measure temperature is called a thermometer. In the field of thermodynamic, temperature is a measure of the tendency to form or release energy system spontaneously. Temperature is the physical nature of things that the system is the basis of common assumptions "hot" and "cool", that is something that is hotter has the higher temperatures. Temperature comes from microscopic movements, and the temperature associated with the energy of microscopic motions of this. The concept of temperature, which is defined as the voltage to the entropy, is a continuation of the thermodynamic laws. Suhu adalah ukuran derajat panas atau dingin suatu benda. Alat yang digunakan untuk mengukur suhu disebut termometer. Dalam bidang termodinamik, suhu ialah suatu ukuran kecenderungan bentuk atau sistem untuk melepaskan tenaga secara spontan. Suhu adalah sifat fisikal sesuatu sistem yang merupakan dasar dari anggapan lazim "panas" dan "sejuk", yaitu sesuatu yang lebih panas mempunyai suhu yang lebih tinggi. Suhu datangnya dari gerakan-gerakan mikroskopik, dan suhu berkaitan dengan tenaga gerakan-gerakan mikroskopik ini. Konsep suhu, yang diartikan sebagai tegangan kepada entropi, adalah susulan dari hukum termodinamik. Kinds of thermometers based on measuring Scale: 1. Celsius thermometer, 0 to 1000 2. Reamur thermometer, 0 to 80 3. Fahrenheit thermometer, 32 to 212 4. Kelvin thermometer, 273 to 373 Macam Termometer berdasarkan Skala ukur : 1. Termometer Celcius, 0 – 1000 2. Termometer Reamur, 0- 80 3. Termometer Fahrenheit, 32 – 212 4. Termometer Kelvin, 273 – 373

KELOMPOK 12

DODY ADHI DAN OCVILIEN 2010

FISIKA SUHU DAN KALOR

Heat Kalor Heat is a form of energy that moves from a high temperature to low temperature. If an object receiving / releasing heat the temperature it will up / down or being the object changes. Kalor adalah bentuk energi yang berpindah dari suhu tinggi ke suhu rendah. Jika suatu benda menerima / melepaskan kalor maka suhu benda itu akan naik/turun atau wujud benda berubah. Units of heat is the joule (J), another unit is calories (cal), 1 cal is the amount of heat needed to raise the temperature of 10 C in 1 gram of water. Satuan kalor adalah joule (J), satuan yang lain adalah kalori (kal), 1 kal adalah jumlah panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu 10 C pada 1 gram air. Heat capacity is the amount of heat needed to raise the body temperature of a unit of temperature. Heat Type (hot type) is the capacity of calories per unit of mass. Kapasitas Kalor adalah jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu benda satu satuan suhu. Kalor Jenis (panas jenis) adalah kapasitas kalori tiap satuan massa. Heat transfer there are three kinds, namely: Perpindahan Kalor ada tiga macam yaitu :  Conduction (heat transmission) is the propagation of heat that does not follow the mass displacement. Konduksi (hantaran panas) adalah rambatan kalor yang tidak di ikuti perpindahan massa.
 Convection (heat flow) is the tracking of the following heat transfer

particles intermediary substance. Konveksi (aliran panas) adalah rambatan kalor yang mengikuti perpindahan partikel-partikel zat perantara.
 radiation (radiant heat) is a heat transfer that does not require an

intermediary substance.

KELOMPOK 12

DODY ADHI DAN OCVILIEN 2010

FISIKA SUHU DAN KALOR

Radiasi (pancaran kalor) adalah perpindahan kalor yang tidak memerlukan zat perantara. 1 1 1 1 joule = 0.24 calories joules = J calorie = 4.18 joules Calories = cal Joule = 0,24 kalori Joule = J kalori = 4,18 Joule Kalori = kal Persamaan menghitung jumlah kalor Q = m.c.∆T Kalor dilepaskan Q=mL Keterangan: m= massa (gram) c= kalor jenis (kal/g0C) ∆T= perubahan suhu (0C) Q= jumlah kalor L= kalor laten Persamaan menghitung kalor yang dilepas/diterima dan kapasitas kalor Q = H . ∆T Q = m . c . ∆T H=m.c Q = kalor yang di lepas/diterima H = kapasitas kalor ∆T = kenaikan/penurunan suhu m = massa benda c = kalor jenis

Heat type of an object is independent of the mass of the body, but depending on the nature and type of object. If the heat of an object is small then the increase in body temperature is would quickly when heated. Kalor jenis suatu benda tidak tergantung dari massa benda, tetapi tergantung pada sifat dan jenis benda tersebut. Jika kalor jenis suatu benda adalah kecil maka kenaikan suhu benda tersebut akan cepat bila dipanaskan.

KELOMPOK 12

DODY ADHI DAN OCVILIEN 2010

FISIKA SUHU DAN KALOR

Heat propagation Perambatan kalor 1. Conduction Propagation of heat without the transfer of parts of the intermediate substance, usually occurs in solids. 1.Konduksi Perambatan kalor tanpa disertai perpindahan bagian-bagian zat perantaranya, biasanya terjadi pada benda padat. H = K . A . (DT/ L) H = jumlah kalor yang merambat per satuan waktu DT/L = gradien temperatur (ºK/m) K = koefisien konduksi A = luas penampang (m²) L = panjang benda (m) 2. Convection Propagation of heat transfer with the parts of matter, because the density differences. 2.Konveksi Perambatan kalor yang disertai perpindahan bagian-bagian zat, karena perbedaan massa jenis. H = K . A . DT H = jumlah kalor yang merambat per satuan waktu K = koefisien konveksi DT = kenaikan suhu (ºK) 3. Radiation Propagation of heat by emission of electromagnetic waves. Radiant heat by radiation following the Stefan Boltzmann Law: 3.Radiasi Perambatan kalor dengan pancaran berupa gelombang-gelombang elektromagnetik. Pancaran kalor secara radiasi mengikuti Hukum Stefan Boltzmann: W = e . s . T4 W = intensitas/energi radiasi yang dipancarkan per satuan luas per satuan waktu s = konstanta Boltzman =5,672 x 10-8 watt/cm2.ºK4 e = emisivitas (o < e < 1) T = suhu mutlak (ºK)
KELOMPOK 12 DODY ADHI DAN OCVILIEN 2010

FISIKA SUHU DAN KALOR

Changes Being Perubahan Wujud When a heated ice, this ice will melt into water. Then when the ice that has become heated water continues to boil him. After boiling if this will terusdipanaskan water into steam. The events were called the change form. There are five kinds of changes being: Bila sebatang es dipanaskan, es ini akan mencair menjadi air. Kemudian bila es yang sudah menjadi air ini terus dipanaskan dia akan mendidih. Setelah mendidih bila terusdipanaskan air ini akan menjadi uap. Peristiwa-peristiwa tersebut disebut perubahan wujud. Ada lima macam perubahan wujud : 1. 2. 3. 4. 5.
1. 2. 3. 4. 5.

Changes from solid form to liquid form, called a fuse. Changes from liquid to solid is called freezing. Changes from liquid to gas form called a yawn. Change from gas to liquid form to condense. Change from gas to solid form called the sublime. Perubahan dari wujud padat ke wujud cair, disebut melebur. Perubahan dari wujud cair ke padat disebut membeku. Perubahan dari wujud cair ke gas disebut menguap. Perubahan dari wujud gas ke cair mengembun. Perubahan dari wujud gas ke padat disebut menyublim.

Suhu ketika suatu zat mencair disebut titik leleh atau titik lebur sedangkan suhu kitika zat membeku disebut titik beku. Titik beku suatu zat sama dengan titik leburnya. Suhu ketika zat mendidih disebut titik didih atau titik uap, dan besarnya sama dengan titik embun, yaitu suhu ketika zat mengembun.Ketika suatu zat melebur atau menguap, dia tetap menerima kalor, tapi kalor ini tidak digunakan untuk menaikkan suhu. Kalor ini digunakan untuk meleburkan seluruh zat atau menguapkan seluruh zat. Kalor yang dibutuhkan untuk meleburkan seluruh zat disebut kalor lebur, sedangkan kalor untuk menguapkan seluruh zat disebut kalor uap. Kalor lebur sama besarnya dengan kalor beku, sedangkan kalor uap sama dengan kalor embun. Kalor ini disebut juga kalor laten.

KELOMPOK 12

DODY ADHI DAN OCVILIEN 2010

FISIKA SUHU DAN KALOR

Expansion Substances Pemuaian Zat Generally any material expands when the temperature increases, the expansion was experienced by all parts of the material, but the expansion is highly dependent on the shape and size of these parts. For example, railroads will likely be longer if it expands, so that the assembly rail connection was made somewhat tenuous. Umumnya setiap bahan memuai bila mengalami kenaikan suhu, pemuaian itu dialami oleh semua bagian bahan tersebut, namun arah pemuaian sangat tergantung pada bentuk dan ukuran bagian-bagian tersebut. Sebagai contoh rel kereta api akan cenderung bertambah panjang bila memuai, sehingga dalam pemasangannya sambungan rel dibuat agak renggang. a. Length expansion. According to the results of an experiment, change in length () material is affected by the initial length of material () materials and changes in temperature (t). a. Pemuaian Panjang. Menurut hasil percobaan, perubahan panjang () bahan dipengaruhi oleh panjang awal bahan () bahan dan perubahan suhu (t). b. Area expansion. Large increase experienced by a body width (thin chip) because the temperature change is large expansion b. Pemuaian Luas. Pertambahan luas yang dialami suatu benda luasan (keping tipis) karena perubahan suhu disebut pemuaian luas

KELOMPOK 12

DODY ADHI DAN OCVILIEN 2010

FISIKA SUHU DAN KALOR

Value Equation for expansion length, area and volume Persamaan mencari koefesien muai panjang, luas dan volume

Extensive expansion equation to calculate Persamaan menghitung Muai luas ∆A = Ao .β. ∆T AT = Ao ( 1 + β. ∆T )

β=2α γ=3α β = coefficient of broad expansion β= koefisien muai luas γ = coefficient of volume expansion γ= koefisien muai volume α = coefficient of length expansion α= Koefisien muai panjang l0 = initial length (m) l0 = panjang mula-mula (m) ΔT = change in temperature (oC) ∆T= perubahan suhu (oC)

Ao = area initially Ao = luas mula-mula β = coefficient of broad expansion β= koefisien muai luas ΔA = change in area ∆A= perubahan luas At = area after expanding At = luas setelah memuai

The equation for temperature rise Persamaan mencari kenaikan suhu ∆T= T – T0 ΔT = temperature rise ∆T = kenaikan suhu T = final temperature of the object (oC) T = suhu akhir benda (oC) T0 = initial body temperature (oC) T0 = Suhu awal benda (oC)

KELOMPOK 12

DODY ADHI DAN OCVILIEN 2010

FISIKA SUHU DAN KALOR

Contoh soal : Hitunglah jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 20 Kg besi (c = 0,11 kal/g0C) dari 100C ke 900C Jawab: Q = m c ΔT = 20.103 gr x 0,11 kal/g0C x (90 – 10)0C = 17600000 kal Contoh soal : Suatu benda mempunyai masa 50kg. jika kalor jenis benda tersebut 120j/kg K, tentukan kalor yang dibutuhkan untuk kenaikan suhu benda tersebut dari 15°c menjadi 32°c. Jawab : Q = m c ΔT = 50kg . 120j/kg . 17K = 102.000 joule

Referensi : http://bima.ipb.ac.id/~tpb-ipb/materi/fisika_pdf/P08-Suhu%20dan %20Kalor.pdf di akses tanggal 22 february 2010 http://www.scribd.com/doc/12599430/Fisika-SMAMASMK-Kelas-x-Bab-7Kalor-Dan-Perpindahannyadi akses tanggal 22 february 2010 http://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/1935231-suhu-dan-kalor/ akses tanggal 22 february 2010 di

http://pdfdatabase.com/suhu-dan-kalor-fisika-sma.html diakses tanggal 22 2010

KELOMPOK 12

DODY ADHI DAN OCVILIEN 2010

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->