Penerapan Asset Management Pada Program Pemerintah

RIS PNPM Mandiri Provinsi Lampung

1

Lina Susanti , Bentar Priyopradono

2

1

Perguruan Tinggi Teknokrat Bandar Lampung, linasu6@gmail.com

2

Perguruan Tinggi Teknokrat Bandar Lampung, Bentar Priopradono@teknokrat.ac.id

ABSTRAK
Dalam rangka mendukung upaya penanggulangan kemiskinan di wilayah perdesaan,
kementrian pekerja umum melalui Direktorat jendral cipta karya telah memberikan
Program Infrastruktur Pedesaan atau lebih dikenal sebagai RIS PNPM Mandiri yang
bertujuan menciptakan dan meningkatkan kualitas kehidpuan masyarakat lebih baik.
Dalam proses berlangsungnya program tersebut Banyak sekali pembangunan yang
sudah dikerjakan oleh program pemerintah khususnya Infrastruktur Pedasaan PNPM
mandiri Lampung, oleh karena itu diperlukan adanya informasi mengenai data suatu
asset management sangatlah penting guna untuk mengevaluasi, memperbaiki kinerja
dan efisiensi di dalam suatu Program Pemerintah RIS PNPM Mandiri agar infrastruktur
yang sudah di bangun dapat diberikan pemeliharaan di setiap desa.
Kata Kunci : RIS PNPM Mandiri, Asset Management

1. Pendahuluan
Kemiskinan
merupakan Masalah yang sangat kompleks dan bersifat
multidimensional, yang berkaitan dengan aspek sosial, ekonomi, budaya, dan aspek
lainnya. Salah satu masalah yang dihadapi dalam peningkatan ekonomi local adalah
kurang tersedianya infrastruktur yang memadai terutama di daerah perdesaan,
Sementara itu tingkat kemiskinan di perdesaan (ditinjau dari indikator dan
Persentase Penduduk Miskin , Garis Kemiskinan, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1),
Menurut Provinsi, September 2013) memiliki persentase yang cukup tinggi. Jumlah
penduduk miskin di profinsi Lampung total sekitar 1 134,28 juta jiwa (BPS 2013) atau
14,39 % (BPS 2013), dengan persentase penduduk miskin di perdesaan mencapai
15,62 %, sedangkan di perkotaan sebesar 10,89 %.
Dengan kondisi tersebut maka dibutuhkan strategi penanganan penyediaan
infrastruktur perdesaan yang dapat mendukung terjaminnya peningkatan dan
keberlanjutan kegiatan perekonomian di perdesaan. kementrian pekerja umum melalui
Direktorat jendral cipta karya telah memberikan Program Infrastruktur Pedesaan atau
lebih dikenal sebagai RIS PNPM Mandiri yang di jalankan sejak tahun 2009 dengan
tujuan menciptakan dan meningkatkan kualitas kehidpuan masyarakat lebih baik (Buku
Pedoman RIS PNPM Mandiri 2013). Saat ini RIS PNPM Mandiri Lampung belum memiliki
sistem yang terintegrasi dalam penyimpanan dokumen aset dan penyampaian informasi

146

kepda masyarakat yang bertujuan untuk tata kelola infrastruktur guna memudahkan
mengevaluasi proyek yang sudah dikerjakan. Hal ini dirasakan kurang evektif untuk
pengeloaan aset pemerintah Provinsi Lampung. Untuk mengatasi hal ini dibutuhkan
sistem yang dapat mengelola aset manajement, pada hakekatnya manajemen aset
adalah upaya untuk tertib dokumen dan tertib administrasi pengelolaan aset. Tertib
dokumen aset berkaitan dengan upaya penyediaan dan pendataan data-data/dokumen
yang menyertai keberadaan aset, sedangkan tertib administrasi lebih dimaksudkan pada
upaya membangun prosedur pengelolaan asset mulai saat pengadaan, penerimaan,
perubahan data, hingga penghapusan asset (Hartono, 2010).
siklus manajemen aset mempertimbangkan semua pilihan dan strategi
manajemen sebagai bagian dari aset masa pakai, dari perencanaan sampai
penghapusan aset. Tujuan adalah untuk mencari biaya terendah dalam jangka panjang
(bukan penghematan dalam jangka pendek) ketika membuat keputusan dalam asset
manajemen (Suhairi 2010, h.4).

Asset Planing

Asset Disposal

Asset
Management
Asset Creation
Asset Utilization

Gambar 1 Siklus Management Asset (Suhairi 2010)
Dengan demikian penerapan manajemen asset pada program pemerintah RIS
PNPM Mandiri Provinsi Lampung sangat dibutuhkan dalam proses penyimpanan data,
penyampaian informasi dan proses evaluasi kinerja pada setiap proyek yang sudah
dikerjakan.

2. Pembahasan
Pengertian RIS PNPM Mandiri adalah program pemerintah yang bertujuan
menciptakan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, baik secara individu
maupun kelompok sehingga mampu memecahkan berbagai permasalahan terkait
kemiskinan dan ketertinggalan yang ada di desanya. (Buku pedoman pelaksanaan RIS
PNPM Mandiri 20013).
Maksud dan tujuan RIS PNPM Mandiri adalah sebagai upaya untuk mengurangi
kemiskinan dan memperkuat implementasi tata kelola pemerintahan yang baik (good
governance). Dengan tujuan untuk mewujudkan peningkatan akses masyarakat miskin,
hamper miski, dan kaum perempuan, ermasuk kaum minoritas ke pelayanan infrastruktur
dasar pedesaan, dengan berbasis pada pendekatan pemberdayaan masyarakat dan

147

peningkatan tata kelola pmerintahan yang baik (Buku Pedoman RIS PNPM Mandiri
2013).
Manajemen aset adalah proses menjaga atau memelihara dan memanfaatkan
modal publik. Fokus dari manajemen aset publik adalah pada pengambilan keputusan
atas pembangunan, penggunaan, pemeliharaan, perbaikan dan penghentian atau
penggantian jalan, saluran air kotor, dan infrastruktur-infrastruktur lainnya (Lemer 2000).
Manajemen Aset pada hakekatnya adalah upaya untuk tertib dokumen dan tertib
administrasi pengelolaan aset. Tertib dokumen aset berkaitan dengan upaya penyediaan
dan pendataan data-data / dokumen yang menyertai keberadaan aset, sedangkan tertib
administrasi lebih dimaksudkan pada upaya membangun prosedur pengelolaan asset
mulai saat pengadaan, penerimaan, perubahan data, hingga penghapusan asset
(Hartono, 2010).
Konsep yang akan digambarkan pada makalah ini adalah terkait dengan
penerapan manajemen aset yang akan diterapakan pada program pemerintah RIS
PNPM Mandiri berupa sistem informasi yang memuat tentang seluruh proyek
pembangunan infrastruktur yang sudah dilaksanakan yang bertujuan untuk manajemen
tata kelola dan merekam keberlangsungan proyek guna mempermudah evaluasi proyek.

Gambar 2. Tahapan manajemen aset
(Siregar, 2004)

Menurut penelitian tentang manajemen aset (Sudrajat, 2007), keuntungan dari
manajemen asset berhubungan dengan akuntabilitas, manajemen layanan, manajemen
resiko dan efisiensi keuangan.
1. Meningkatkan pengurusan dan akuntabilitas dengan menunjukkan ke pemilik,
pengguna dan pihak yang terkait bahwa layanan yang dihasilkan adalah layanan
yang efektif dan efisien.
2. Menyediakan dasar untuk evaluasi dan penyeimbangan layanan, harga dan
kualitas.
3. Peningkatan akuntabilitas untuk penggunaan sumber daya dengan penghitungan
kinerja dan keuangan.
4. Meningkatkan komunikasi dan hubungan dengan pengguna layanan dengan,
meningkatkan pengertian pada kebutuhan layanan dan pilihan-pilhannya,
konsultasi formal atau persetujuan dengan pengguna tentang level layanan,

148

pendekatan yang menyeluruh dari manajemen aset di dalam organisasi dengan
team yang berasal dari multidisiplin manajemen.
5. Meningkatkan kenyamanan.
6. Meningkatkan manajemen resiko dengan menganalisa kemungkinan dan
konsekuensi dari kegagalan asset, mengusahakan layanan yang kontinyu,
mengusahakan hubungan antara satu jaringan dengan jaringan yang lain
(kekuatan sebuah rantai hanya sama kuat dengan sambungan yang terlemah)
dan strategi manajemen resiko, mempengaruhi keputusan pada keputusan nonaset melalui kebutuhan manajemen.
Perancangan sistem penerapan asset management dapat di akses oleh 5 pengguna
yaitu operator sebagai pengurus akses pengaturan pada sistem, pemerintah jenderal
ciptakarya sebagai pengawas dan digunakan sebagai evaluasi proyek, masyarakat
sebagai pengguna yang mendapatkan informasi tentang RIS PNPM Mandiri, dan
pengawasan Tim Koordinasi Pusat sebagai pengawas keberlangsungan proyek.

Gambar 3 gambaran secara umum interaksi sistem

3. Hasil Pembahasan
Hasil dari pembahasan yang sudah diuraikan, maka akan dirancang sebuah arsitektur
manajemen asset dengan gambaran sebagai berikut :

149

Gambar 4 interface Tampilan awal manajemen aset

Gambar 5 tampilan rincian proyek

150

4. Kesimpulan
kesimpulan yang di ambil berdasarkan penelitian yang telah dilakukan adalah
program pemerintah RIS PNPM Mandiri yang ditujukan untuk infrastruktur pedesaan
khususnya pada masyarakat di daerah tertinggal memberikan dampak yang sangat baik
untuk keberlangsungan hidup mereka. penerapan manajemen aset pada pembangunan
infrastruktur dapat memberikan kemudahan dalam proses evaluasi terhadap proyek yang
sudah dikerjakan agar dapat dipelihara oleh pemerintah pusat, memberikan informasi
kepada masyarakat dan upaya untuk tertib dokumen dan tertib administrasi pengelolaan
aset. Tertib dokumen aset berkaitan dengan upaya penyediaan dan pendataan data-data
/ dokumen yang menyertai keberadaan aset, untuk membangun prosedur pengelolaan
asset mulai saat pengadaan, penerimaan, perubahan data, hingga penghapusan aset.

Daftar Pustaka
1. Akbar R, Lukman A, Manajemen Taman Milik Pemerintah Kota Bandung
Berbasis Mandekatan Manajemen Aset, 17(3),ISSN 0853-2982, 2010,Bandung
2. Broomfield John, Digital Asset Management case study – Museum Victoria,
journal of digital asset managemen : Teori dan Penelitian 5(4), 2009, 1-10
3. Asnudin Andi., Pembangunan Infrastruktur Perdesaan Dengan Pelibatan
Masyarakat, Jurnal SMARTek : Teori dan Penelitian, 7(4), 2009, 292-300
4. Benjamin., revitalisasi pembangunan desa melalui program rural infrastructure
support program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri (ris pnpm). Jurnal
Ilmiah Administrasi Publik dan Pembangunan : Teori dan Penelitian, 2(2), 2011,
1-12.
5. Susilo Sukma Wira F.,Rancang Bangun Aplikasi Sistem Informasi Manajemen
Aset Perusahaan (Studi Kasus : STIKOM Surabaya)

151