P. 1
Sistem Pengontrolan Suhu Pada Inkubator Bayi Berbasis Komputer

Sistem Pengontrolan Suhu Pada Inkubator Bayi Berbasis Komputer

|Views: 1,655|Likes:
Published by Subuh Kurniawan
Sistem Pengontrolan Suhu Pada Inkubator Bayi Berbasis Komputer
Sistem Pengontrolan Suhu Pada Inkubator Bayi Berbasis Komputer

More info:

Published by: Subuh Kurniawan on May 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/20/2013

pdf

text

original

Volume 4 No.

1 Tahun 2005

SISTEM PENGONTROLAN SUHU PADA INKUBATOR BAYI BERBASIS KOMPUTER

Mohd. Syaryadhi dan Nasrullah
Laboratorium Teknik Elektronika Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala Banda Aceh syaryadhi79@yahoo.com

ABSTRAK Inkubator bayi adalah suatu kotak yang dirancang untuk mempertahankan suhu internal yang konstan dengan menggunakan suatu termostat. Sistem ini menggunakan suatu rangkaian antar muka (interface) PPI 8255 di mana port A difungsikan sebagai masukan dari ADC 0804 dengan keluaran 8 bit, sedangkan port B dihubungkan dengan rangkaian pemanas. Suhu 37.00OC dikontrol dengan menggunakan suatu perangkat lunak (software) menggunakan bahasa pemrograman Microsoft isual C++. Elemen pemanas akan terus bekerja sampai suhu mencapai 37.00OC yang dideteksi oleh sebuah sensor suhu yaitu LM335. Jika suhu melebihi dari harga tersebut, maka elemen pemanas akan mati. Hal ini terus berlangsung secara berulang-ulang tergantung pada masukan dari sensor suhu tersebut. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ketika suhu telah mencapai 37.00OC, maka elemen pemanas padam. Suhu berubahubah di antara suhu 36.00OC dan suhu 36.40OC. Kata Kunci : Inkubator, elemen pemanas, interface

berat, sistem pernafasan, sistem sirkulasi, dan lain sebagainya masih kurang sempurna seperti layaknya bayi normal, sehingga semua perawatan harus dilakukan terhadap bayi di dalam inkubator. Semakin prematur bayi, maka semakin besar perawatan yang diperlukan. Inkubator bayi merupakan suatu kotak yang dirancang untuk mempertahankan suhu internal yang konstan dengan menggunakan suatu termostat. Bayi prematur mempunyai kesulitan mempertahankan suhu tubuh yang tetap dan mudah terjadi variasi. Seorang bayi akan berkembang secara memuaskan asal suhu rektal dipertahankan antara 35.50OC dan 37.00OC.

2.2 Sensor Sensor atau tranduser adalah suatu piranti yang dapat mengubah fenomena fisis menjadi arus atau tegangan listrik, yang diperlukan untuk suatu pengukuran, kendali atau informasi. Beberapa parameter fisis tersebut seperti temperatur, aliran, tekanan, perpindahan, intensitas cahaya dan medan magnet yang dapat diukur dengan menggunakan sensor tertentu LM335 adalah suatu sensor yang mengubah besaran fisis yang berupa temperatur menjadi tegangan. Sensor ini diproduksi oleh the National Semiconductor.

1. PENDAHULUAN Perkembangan instrumentasi medis dewasa ini semakin maju dengan pesat. Hal ini tampak dari berbagai peralatan medis canggih yang terus dikembangkan agar efektif dalam penggunaan dan daya gunanya. Peralatanperalatan tersebut seperti ECG, EEG, Inkubator bayi dan lain sebagagainya. Namun inkubator bayi yang digunakan masih bersifat konvensional di mana pemanas dalam inkubator tersebut haruslah diatur secara manual oleh seorang petugas sesuai dengan suhu dalam inkubator. Hal ini menyebabkan petugas harus selalu memeriksa temperatur inkubator setiap saat untuk menjaga suhu inkubator agar berada pada kondisi standar.

2.3 Pengubah Analog ke Digital (ADC) Rangkaian ini digunakan untuk mengubah tegangan analog menjadi bentuk digital dalam bentuk bit-bit sehingga dapat dipergunakan untuk pemrosesan digital. Pengubah analog ke digital ini merupakan bagian utama dari sistem akuisisi data. Salah satu contohnya adalah ADC 0804. Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan komponen ADC antara lain : 1. Resolusi Resolusi merupakan spesifikasi penting dari ADC, yaitu kemampuan perubahan terkecil dari tegangan masukan untuk mengubah kode biner yang sekarang menjadi kode bner berikutnya pada keluaran ADC. 2. Akurasi Akurasi adalah jumlah dari semua kesalahan, misalnya kesalahan non-linieritas, skala penuh, skala nol dan lain-lain. Akurasi dapat juga

2. DASAR TEORI 2.1 Inkubator Bayi Bayi prematur (pre-term) adalah bayi lahir hidup yang dilahirkan sebelum 37 minggu, sehingga panjang, Jurnal Rekayasa Elektrika

15

Volume 4 No.1 Tahun 2005

3.

menyatakan perbedaan antara tegangan masukan analog secara teoritis terhadap masukan yang nyata menghasikan tegangan kode tersebut. Waktu Konversi Waktu yang dibutuhkan untuk mengubah besaran analog menjadi bentuk digital unyuk setiap sampelnya atau waktu yang diperlukan untuk melakukan satu konversi.

yang paling sederhana dibandingkan dengan slot-slot lain yang ada pada mainboard komputer.

3. PERANCANGAN SISTEM 3.1 Diagram Blok Sistem Berikut ini adalah digram blok rangkaian rancangan sistem secara umum seperti terlihat pada gambar 1 di bawah ini

2.4 Programmable Peripheral Interface (PPI) 8255 Programmable Peripheral Interface (PPI) 8255 adalah suaru rangkaian terintegrasi dengan skala besar (LSI = Large Scale ntergrated) dengan 40 pin yang digunakan dalam sebuah mikrokomputer sebagai antarmuka (interface) antara bus data mikrokomputer dengan perangkat input/output eksternal. IC jenis ini juga digunakan pada input/output (I/O) chip yang lain seperti programmable communications interface (8251) atau USART. PPI berbeda dengan USART, di mana PPI digunakan untuk transfer data secara paralel, sedangkan USART digunakan untuk serial. IC ini dirancang untuk membuat port masukan dan keluaran paralel. IC ini mempunyai 24 bit I/O yang terorganisasi menjadi 3 port 8 bit dengan nama port A, port B dan port C. PPI 8255 dapat dioperasikan dan difungsikan pada tiga macam mode yaitu : 1. Mode 0 (Basic I/O) Konfigurasi ini menyediakan operasi-operasi sederhana untuk input dan output bagi ketiga port yang tersedia. Tidak ada sinyal handshaking yang bisa diberikan ataupun diterima, melainkan data secara sederhana dikirim dan dibaca port. 2. Mode 1 (strobe I/O) Konfigurasi ini menyediakan fasilitas untuk transfer data I/O dari suatu port ke port tertentu dengan dilengkapi oleh sinyal handshaking. 3. Mode 2 (strobe bidirectional I/O) Konfigurasi ini menyediakan fasilitas untuk komunikasi data 8-bit dua arah dengan peralatan luar. Tersedia sinyal-sinyal untuk handshaking dan interrupt dengan fungsi enable dan disable. 2.5 Slot Ekspansi pada Komputer Banyak interface dirancang dalam bentuk kartukartu (card) yang harus dipasang pada slot kartu di mainboard komputer. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan mengenai slot-slot kartu yang ada. Saat ini jenis kartu yang ada pada mainboard komputer sudah bermacam-macam diantaranya slot ISA, slot VESA dan slot PCI. Slot VESA dan ISA dapat digunakan untuk lintas data 32 bit sedangkan untuk ISA hanya untuk lintas 16 bit. Dari ketiga slot tersebut yang paling sering digunakan untuk pemasangan kartu-kartu adalah slot ISA. Hal ini karenakan slot ISA memiliki protokoler

Sensor Suhu

ADC 0804

Elemen Pemanas

PPI 8255

PC

Inkubator Bayi

Gambar 1 Diagram Blok Rancangan Sensor suhu berupa LM335 akan mendeteksi temperatur dalam inkubator. Keluaran dari sensor dikondisikan, sehingga dapat dikonversi oleh ADC0804. Keluaran ADC ini menjadi masukan bagi antarmuka PPI 8255, di mana antarmuka tersebut difungsikan sebagai mode 0, di mana port A sebagai masukan dan port B sebagai keluaran. Personal Computer (PC) adalah sebagai media eksekusi perangkat lunak (software) berupa bahasa pemrograman Visual C++, yang dipergunakan sebagai pengontrol suhu dalam inkubator. Jika suhu kurang dari 37.00oC, maka PC akan mengaktifkan keluaran pada port B untuk mengaktifkan pemanas. Sebaliknya, jika suhu di atas suhu referensi tersebut, maka pemanas otomatis akan mati. Proses ini terjadi terus menerus sesuai dengan kondisi temperatur dalam inkubator.

3.2 Perancangan Perangkat Keras (hardware) Pada bagian ini akan dijelaskan lebih terperinci semua bagian dari sistem tersebut. 3.2.1 Rangkaian Sensor Sensor yang digunakan adalah LM335. Sensor ini akan mendeteksi perubahan suhu dalam inkubator setiap saat. LM335 akan mendeteksi kenaikan suhu dengan keluaran 10 mV/oK Keluaran dari sensor tersebut dihubungkan dengan pengubah analog ke digital (ADC) tanpa melalui suatu Jurnal Rekayasa Elektrika

14

Volume 4 No.1 Tahun 2005

bagian pengkondisian sinyal. Hal ini dilakukan karena tegangan keluaran dari sensor tidak melebihi + 5 Volt yang merupakan tegangan maksimum yang diperbolehkan sebagao masukan ADC.

Pembuatan dan pemrograman perangkat lunak ini menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Visual C++. Bentuk tampilan utama perangkat lunak tersebut seperti tampak pada gambar 2 berikut ini.

3.2.2 Pengubah Analog ke Digital (Analog to Digital Converter) Keluaran LM335 berupa tegangan analog. Untuk itu diperlukan ADC sebagai pengkonversiannya. Pengubah analog ke digital yang digunakan adalah ADC 0804. ADC 0804 memiliki satu masukan analog dan 8 bit keluaran digital. Tegangan masukannya adalah 0 sampai dengan 5 Volt DC. Pada perancangan ini, ADC 0804 ini dirancang terintegrasi langsung dalam satu papan (card) dengan rangkaian PPI 8255 supaya lebih efektif dalam penggunaannya. 3.2.3 Perancangan Rangkaian Antarmuka (interface) Gambar 2. Tampilan Utama Rangkaian antarmuka PPI 8255 digunakan sebagai media komunikasi antara piranti luar dengan komputer. PPI 8255 mempunyai 24 jalur data yang terbagi dalam tiga port yaitu port A, port B, dan port C. Pengalamatan ketiga port tersebut berbeda-beda. Untuk port A adalah 300H, port B adalah 301H, port C adalah 302H dan alamat kontrol registrasi adalah 303H. Di samping itu juga dapat digunakan alamat tambahan yaitu 304H, 305H, 306H dan 307H serta 309H, 310H, 311H dan 312H. Pada perancangan ini digunakan mode 0 yaitu mode yang paling sederhana yang ada pada PPI 8255. port A difungsikan sebagai input dari ADC 0804, sedangkan port B dan port C difungsikan sebagai output. Dari gambar di atas tampak bahwa ada beberapa inkubator yang dapat diaktifkan. Namun pada perancangan ini hanya ada satu inkubator yang diaktifkan. Jika inkubator 1 pilih dilanjutkan dengan penekanan tombol “ATUR” maka akan tampak layar dialog pada inkubator 1 seperti pada gambar 3 di bawah ini.

3.2.4 Perancangan Pemanas (heater) Elemen pemanasnya memiliki daya 100 Watt. Pemanas ini akan diaktifkan oleh sebuah relay 12 Volt DC berdasarkan keluaran dari port C PPI 8255 melalui sebuah transistor yang difungsikan sebagai switching.

Gambar 3. Tampilan pada Inkubator 1 Ketika keluar layar baru tersebut, maka sistem akan menyesuaikan masukkan yang diterima dari kondisi inkubaror 1. hal ini terus berlangsung sampai tombol “Keluar” ditekan oleh user.

3.2.5 Perancangan Inkubator Bayi Mini Inkubator bayi ini berukuran 25 x 40 cm yang terdiri dari dinding dan tutup kaca dengan ketebalan 5 mm. Pemanas diletakkan pada dasar inkubator. Di atas elemen pemanas tersebut diberi lapisan berlubang atau berpori, sehingga memungkinkan hawa panas dapat mengalir ke atas dalam inkubator.

4. PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengujian Sistem 4.1.1 Pengujian sensor Sensor LM335 di letakkan dalam sebuah media kaca yang menyerupai sebuah inkubator. LM335 bekerja jika diberi catu daya sebesar 5 Volt DC. Hasil pengujian sensor ini dapat diamati pada tabel 1 berikut ini. Tabel 1. Data Pengujian Sensor LM335

3.3 Perancangan Perangkat Lunak (Software) Pembuatan perangkat lunak merupakan tahap terakhir yang dilakukan dalam perancangan sistem kontrol inkubator ini.

Jurnal Rekayasa Elektrika

15

Volume 4 No.1 Tahun 2005 Suhu (oC) 32.00 33.00 34.00 35.00 36.00 37.00 38.00 39.00 40.00

No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Durasi (detk) 0 95 102 111 121 141 156 180 232

Keluaran (Volt) 0.7044 0.7051 0.7057 0.7063 0.7068 0.7075 0.7080 0.7088 0.7089

perancangan sistem hanya digunakan satu bit salah satu dari kedua port tersebut. Hasil pengujian PPI tersebut seperti tampak pada tabel 3 berikut ini. Tabel 3. Pengujian port B PPI 8255 No. Port B Keluaran 1 PB0 00000001 2 PB1 00000010 3 PB2 00000100 4 PB3 00001000 5 PB4 00010000 6 PB5 00100000 7 PB6 01000000 8 PB7 10000000

Sedangkan grafik hubungan antara perubahan sehu terhadap tegangan keluaran sensor LM335 dapat dilihat pada gambar 4 di bawah ini. Dari grafik tampak bahwa kenaikan suhu berbanding lurus dengan tegangan keluaran sensor.

4.2 Pembahasan
0,71 0,709 0,708 0,707 0,706 0,705 0,704 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Suhu (o C)

Gambar 4. Grafik hubungan kenaikan suhu dan keluaran

4.1.2 Pengujian ADC 0804 Pengubah analog ke digital ADC 0804 mempunyai satu kanal masukan. Sedangkan keluarannya adalah berupa sinyal digital 8 bit. Adapun hasil pengujian ADC tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 2 Hasil Pengujian ADC 0804 Tegangan Masukan Keluaran No. (Volt) (Desimal) 1 1 51 2 2 102 3 3 153 4 4 204 5 5 255

Setelah dilakukan pengujian seluruh sub sistem tersebut, maka pengujian sistem secara keseluruhan siap dilakukan. Saklar penghubung dengan tegangan jala-jala PLN dihidupkan. Hal berarti sistem siap untuk bekerja. Suhu ruangan rata-rata adalah 32.00oC. Suhu suatu inkubator bayi haruslah mencapai 37.00oC. Penunjukkan suhu dalam inkubator ini dapat diamati pada layar komputer berdasarkan masukan dari sensor suhu LM335. sistem pemanas akan terus bekerja sampai suhu 37.00oC tercapai. Jika suhu telah dicapai maka, PPI 8255 dalam hal ini kartu antarmuka akan mengeluarkan output ke salah satu port yaitu port PB0 dengan arus keluaran 15,60 mA. Arus sebesar ini akan membuat transistor yang difungsikan sebagai switching mencapai titik saturasi. Akibat dari titik jenuh transistor tersebut, relay yang difungsikan sebagai saklar pemanas akan aktif, sehingga pemanas pun mati. Pemanas akan terus mati sebelum suhu kurang dari 37.00oC. Proses ini terus berlangsung sampai tombol keluaran pada program tampilan ditekan. Tabel berikut ini menunjukkan hasil pengujian sistem secara keseluruhan. Elemen pemanas 100 Watt akan mati jika suhu berada di atas 37.00oC. Kemudian turun ke angka 35.70oC Tabel 4. Hasil Pengujian Sistem Keseluruhan Keadaan Keluaran Waktu Suhu elemen Sensor (detik) (oC) pemanas (Volt) 30.00 0.699 0 Hidup 31.00 0.7 90 Hidup 32.00 0.701 120 Hidup 33.00 0.702 270 Hidup 34.00 0.703 385 Hidup 35.00 0.704 533 Hidup 36.00 0.704 870 Hidup 37.00 0.704 1050 Hidup 36.00 0.698 1057 Mati 35.00 0.698 1068 Mati 36.00 0.703 1071 Hidup Jurnal Rekayasa Elektrika

Keluaran (Volt)

No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

4.1.3 Pengujian PPI 8255 Tahap berikut dari sistem yang perlu diuji adalah rangkaian antar muka (interface) PPI 8255. Karena port A difungsikan sebagai masukan dari ADC 0804, maka sebagai keluarannya adalah port B dan port C. Sebagai indikator keluarannya digunakan lampu LED pada setiap keluaran port B dan port C. Pengujian dilakukan terhadap seluruh bit keluarannya, meskipun pada

16

Volume 4 No.1 Tahun 2005

12 13 14 15

36.10 36.20 36.30 36.20

0.704 0.704 0.705 0.704

1073 1076 1080 1084

Hidup Hidup Hidup Mati

6. REFERENSI [1] Sacharin, M. Rosa, 1996, PRINSIP KEPERAWATAN PEDIATRIK, Edisi 2, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta. [2] Riskiawan, Rizal, 1997, TUTORIAL PERANCANGAN HARDWARE 2, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta. [3] Chapman, Davis, 1998, TEACH YOURSELF VISUAL C++ IN 21 DAYS, Sams, Macmillan Computer Publishing, USA. [4] Goldbrough, Paul F, Rony, Peter R, 1977, MICROCOMPUTER INTERFACING WITH THE 8255 PPI CHIP, Canberra Colledge of Advanced Education, Australia [5] Carr, Joseph J, 1933, SENSOR AND CIRCUIT, SENSORS, TRANDUCERS, and SUPPORTING CIRCUITS for ELECTRONIC INSTRUMENTATION, MEASUREMENT and CONTROL, Prentice Hall, Englewood Cliffs, New Jersey, USA. [6] ------------, 1995, NATIONAL DATA ACQUISITION DATABOOK, National Semiconductor, Hong Kong. [7] Hall, Douglas V, 1986, MICROPROSESOR AND INTERFACING, Programming and Hardware, McGraw Hill International, Singapore. [8] ------------, 2000, INTERFACE, MAJALAH BERKALA ELEKTRONIKA PRAKTIS, ELEKTRON, No. 51 th. XXII, Bandung. [9] Eko Putra, Agfianto, 2002, TEKNIK ANTARMUKA KOMPUTER : KONSEP DAN APLIKASI, Penerbit Graha Ilmu, Yogyakarta.

Berdasarkan tabel di atas tampak elemen pemanas mati ketika suhu telah mencapai 37.00OC. Kemudian pemanas mati hingga mencapai suhu 35.00OC. Namun beberapa detik kemudian pemanas hidup kembali. Ini terus terjadi pada kisaran suhu 36.00OC sampai dengan 36.40OC. Ini menunjukkan bahwa suhu dapat dikatakan stabil pada angka 36.00OC. Berdasarkan tabel tersebut dapat digambarkan grafik hubungan antara perubahan suhu terhadap durasi waktu seperti terlihat pada gambar 5 berikut ini.

Grafik Kenaikan Suhu terhadap Waktu Suhu(oC) 38 37 36 35 34 33 32 31 30 0 200 400 600 800 1000

Waktu (detik)

Gambar 5. Grafik hubungan antara perubahan suhu terhadap waktu Dari gambar tampak jelas bahwa suhu turun pada titik 37.00OC. Jika diuji beberapa titik selanjutnya, maka akan tampak bahwa suhu berubah-ubah atau berosilasi terus untuk mencapai kestabilan. Titik pengaturan tersebut dapat diubah sesuai dengan kebutuhannya. Perubahan ini dilakukan pada program pendukungnya yang terdapat pada Visul C++.

5. KESIMPULAN Berdasarkan uraian di atas maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Suhu dideteksi oleh sensor suhu LM335 dalam hal ini berkisar dari 30.00oC sampai dengan 37.00oC. 2. Ketika suhu telah mencapai 37.00oC elemen pemanas mati dan kemudian mengkondisikan kembali suhu dalam ruang inkubator. 3. Suhu pada layar monitor PC tampak berubah-ubah setiap saat dari 36.00oC hingga 37.00oC sesuai dengan kondisi dalam media inkubator. 4. Waktu yang diperlukan untuk mencapai suhu maksimum 37.00oC adalah 1050 detik atau 17,5 menit.

Jurnal Rekayasa Elektrika

17

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->