P. 1
Pengukuran Dan Analisa Longitudional Conversion Loss Pada Saluran Transmisi Untuk Rekuensi 0.1 MH

Pengukuran Dan Analisa Longitudional Conversion Loss Pada Saluran Transmisi Untuk Rekuensi 0.1 MH

|Views: 439|Likes:
Published by Subuh Kurniawan
Pengukuran Dan Analisa Longitudional Conversion Loss Pada Saluran Transmisi Untuk Rekuensi 0.1 MH
Pengukuran Dan Analisa Longitudional Conversion Loss Pada Saluran Transmisi Untuk Rekuensi 0.1 MH

More info:

Published by: Subuh Kurniawan on May 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/07/2012

pdf

text

original

PROYEK AKHIR

PENGUKURAN DAN ANALISA LONGITUDINAL CONVERSION LOSS PADA SALURAN TRANSMISI UNTUK FREKUENSI 0,1 MHz – 100 MHz

DWI SATRYA ANGGARA NRP. 7204 030 048

Dosen Pembimbing : Ir. Nur Adi Siswandari, MT. NIP. 132 093 220

Okkie Puspitorini, ST, MT. NIP. 132 134 723

JURUSAN TELEKOMUNIKASI POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2007

PROYEK AKHIR
PENGUKURAN DAN ANALISA LONGITUDINAL CONVERSION LOSS PADA SALURAN TRANSMISI UNTUK FREKUENSI 0,1 MHz – 100 MHz

DWI SATRYA ANGGARA NRP. 7204 030 048

Dosen Pembimbing : Ir. Nur Adi Siswandari, MT. NIP. 132 093 220 Okkie Puspitorini, ST, MT. NIP. 132 134 723

JURUSAN TELEKOMUNIKASI POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2007

PENGUKURAN DAN ANALISA LONGITUDINAL CONVERSION LOSS PADA SALURAN TRANSMISI UNTUK FREKUENSI 0,1 MHz – 100 MHz
Oleh: DWI SATRYA ANGGARA NRP. 7204 030 048

Proyek Akhir ini Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya ( A.Md) di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Disetujui oleh Tim Penguji Proyek Akhir : 1. Ir. Budi Aswoyo, MT. NIP. 131 843 379 2. Ir. Prima Kristalina, MT. NIP. 131 916 852 3. Ari Wijayanti, ST. NIP. 132 303 877 Mengetahui : Ketua Jurusan Telekomunikasi Drs. Miftahul Huda, MT NIP. 132 055 257 Dosen Pembimbing : 1. Ir. Nur Adi Siswandari, MT NIP. 132 093 220 2. Okkie Puspitorini, ST, MT. NIP. 132 134 723

ii

ABSTRAK
Saluran transmisi untuk frekuensi 0,1 MHz – 100 MHz pada dasarnya merupakan media terpenting yang berpengaruh dalam mentransmisikan suatu informasi. Berdasarkan jenis kondisinya, saluran transmisi dapat dibedakan menjadi menjadi dua, yaitu kondisi balance (baik) dan kondisi unbalance (buruk). Meskipun kondisi saluran transmisi tersebut balance tetap saja terdapat tegangan common mode (VC) yang dapat menyebabkan terjadinya losses. Melalui pengukuran pada proyek akhir ini, maka dapat diketahui tentang kondisi Longitudinal Conversion Loss (LCL) berdasarkan fungsi frekuensi, fungsi panjang dan fungsi kondisi balance. Untuk itu pada proyek akhir ini dibahas masalah bagaimana sinyal yang dipancarkan oleh tegangan differential mode (VD) menjadi berubah akibat adanya penambahan sinyal tegangan common mode (VC). Untuk pengambilan data, digunakan alat Network Analyzer dan Balance Unbalance Transformer (Balun). Hasil dari proyek akhir ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang kondisi saluran transmisi balance agar dapat mencegah tegangan common mode (VC) yang dapat menimbulkan losses. Kata kunci : longitudinal conversion loss, common mode, differential mode, saluran transmisi , balance, unbalance.

iii

ABSTRACT
The transmission line for 0,1 MHz – 100 MHz frequency basically represent all important media which have an effect on information transmission in the form of voice. Based on the type, the transmission line can be different become two, that is balance condition (good cable) and unbalance condition (bad cable). Although, condition of the transmission line is balance, its still remain to be common mode voltage (VC ) which can cause losses. Through of measurement at this final project,so can be found condition about Longitudinal Conversion Loss (LCL) based functionof frequency, function of length and function of balance condition .That’s way at this final project, studied the problem of how is the signal from the original voltage transmitted by differential mode voltage (VD) becoming change effect of existence that is added from the signal common mode voltage (VC .). For the measurement have done by using equipments in the form of receiver and transmitter which is called network analyzer (NA) and Balun Transformer (Balun). The result from this final project expected can give information about condition of the transmission line in order not will be happened generating losses of common mode voltage. . Key words : longitudinal conversion loss, common mode, differential mode, transmission line , balance, unbalance.

iv

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum WR.Wb. Alhamdulillah! Saya panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya hingga selesainya kegiatan proyek akhir ini dengan judul : “PENGUKURAN DAN ANALISA LONGITUDINAL CONVERSION LOSS PADA SALURAN TRANSMISI UNTUK FREKUENSI 0,1MHz – 100 MHz” Dalam menyelesaikan proyek akhir ini, kami berpegang pada teori yang pernah kami dapatkan dan bimbingan dari dosen pembimbing proyek akhir. Dan pihak–pihak lain yang sangat membantu hingga sampai terselesaikannya proyek akhir ini. Proyek akhir ini merupakan salah satu syarat akademis untuk memperoleh gelar Ahli Madya (A.Md.) di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada perancangan dan pembuatan buku proyek akhir ini. Oleh karena itu, besar harapan kami untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca. Semoga buku ini dapat memberikan manfaaat bagi para mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya pada umumnya dan dapat memberikan nilai lebih untuk para pembaca pada khususnya. Wassalamu’alaikum WR.Wb. Surabaya, Juli 2007

Penulis

v

UCAPAN TERIMA KASIH
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan proyak akhir serta penulisan buku proyek akhir ini, dan juga tidak terlepas bantuan dari semua pihak. Oleh sebab itu dengan segala ketulusan serta kerendahan hati, penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Dr. Ir. Titon Dutono, M.Eng selaku Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. 2. Bapak Drs. Miftahul Huda, MT selaku Ketua Jurusan Teknik Telekomunikasi PENS – ITS Surabaya. 3. Ibu Ir.Nur Adi Siswandari, MT dan Ibu Okkie Puspitorini, ST, MT selaku dosen pembimbing proyek akhir yang selalu memberikan teori beserta penjelasan-penjelasannya dengan sabar. 4. Bapak Ir. Budi Aswoyo, MT, Ibu Prima Kristalina, MT, dan Ibu Ari Wijayanti, ST selaku Dosen Penguji atas revisi – revisi dan pertanyaan yang membuat kesempurnaan dalam penelitian proyek akhir dan buku proyek akhir ini 5. Seluruh keluargaku yang tercinta mulai dari bapak, ibu, kakak dan adikku yang selalu mendukung dan memberi semangat terus untuk mencari ilmu setinggi – tingginya. 6. Keluarga besar kelas 3 Telkom B – D3 yang sering saling mengingatkan dan memberi semangat satu dengan yang lainnya. 7. Semua Dosen PENS-ITS dari semua Jurusan. 8. Seluruh staff dan karyawan PENS-ITS yang sabar melayani segala permintaan dan keluhan kami. Rekan-rekan mahasiswa serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

vi

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................ i LEMBAR PENGESAHAN ................................................................. ii ABSTRAK........................................................................................... iii ABSTRACT......................................................................................... iv KATA PENGANTAR ......................................................................... v UCAPAN TERIMA KASIH................................................................ vi DAFTAR ISI........................................................................................ vii DAFTAR GAMBAR ........................................................................... x DAFTAR TABEL................................................................................ xi BAB 1 PENDAHULUAN ................................................................ 1.1 LATAR BELAKANG .................................................................. 1.2 PERUMUSAN MASALAH ......................................................... 1.3 BATASAN MASALAH ............................................................... 1.4 TUJUAN DAN MANFAAT......................................................... 1.5 METODOLOGI ............................................................................ 1.6 SISTEMATIKA PEMBAHASAN................................................ BAB 2 TEORI DASAR ..................................................................... 2.1 TEORI UMUM............................................................................. 2.2 SALURAN TRANSMISI TWISRED PAIR ................................ 2.2.1 Saluran Transmisi Balance Dan Unabalance ..................... 2.3 LONGITUDINAL CONVERSION LOSS ................................... 2.4 VISUAL BASIC 6.0 ..................................................................... 2.4.1 IDE Visual Basic................................................................ 2.4.2 Menjalankan IDE ............................................................... 2.4.3 Memilih Jenis Project ........................................................ 2.4.4 Jendela IDE........................................................................ 2.4.5 Toolbox.............................................................................. 2.5 MICROSOFT ACCESS 2003....................................................... 2.5.1 Memulai Microsoft Access ................................................ 2.5.2 Tujuan Penggunaan Database ............................................. 2.6 MATLAB 6.5................................................................................ 2.6.1 Lingkup Matlab.................................................................. 2.6.2 M-File Editor ..................................................................... 1 1 2 2 2 2 3 5 5 5 10 10 11 12 12 13 13 15 17 18 19 19 19 21

vii

BAB 3 PENGUKURAN DAN DATA HASIL PENGUKURAN ... 3.1 SET UP PENGUKURAN ............................................................ 3.2 PERALATAN YANG DIGUNAKAN ......................................... 3.2.1 Network Analyzer.............................................................. 3.2.2 Unshielded Twisted Pair .................................................... 3.2.3 Balun Transformer ............................................................. 3.2.4 Kabel Penghubung ............................................................. 3.2.5 Ground Plane ..................................................................... 3.3 PROSEDUR PENGUKURAN ..................................................... 3.3.1 Kalibrasi............................................................................. 3.3.2 Inisialisasi .......................................................................... 3.3.3 Pengambilan Data .............................................................. 3.4 DATA HASIL PENGUKURAN .................................................. BAB 4 PENGOLAHAN DAN ANALISA DATA ............................ 4.1 PENGOLAHAN DATA .............................................................. 4.2 TEGANGAN DIFFERENTIALMODE (VD) .............................. 4.3 TEGANGAN COMMON MODE(VC) ........................................ 4.4 LONGITUDINAL CONVERSION LOSS .................................. 4.4.1 LCL Fungsi Frekuensi ....................................................... 4.4.2 LCL Fungsi Panjang kabel................................................. 4.4.3 LCL Fungsi Kondisi Balance Dan Unbalance ................... 4.5 HASIL VISUALISASI ................................................................ 4.5.1 Tampilan Awal................................................................... 4.5.2 Tampilan Program Utama.................................................. 4.5.3 Tampilan Perhitungan Differential Mode .......................... 4.5.4 Tampilan Perhitungan Common Mode .............................. 4.5.5 Tampilan Perhitungan LCL ............................................... BAB 5 PENUTUP............................................................................... 5.1 KESIMPULAN............................................................................ 5.2 SARAN ........................................................................................ DAFTAR PUSTAKA .......................................................................... LAMPIRAN ........................................................................................

23 23 25 26 27 27 28 29 29 30 30 32 33 37 37 37 39 40 40 41 42 44 44 45 45 46 46 49 49 49 51 53

viii

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Kabel UTP Cat5e ............................................................. Gambar 2.2 Bentuk twisted pair........................................................... Gambar 2.3 Radiasi dari common-mode dan differential-mode .......... Gambar 2.4 Rangkaian Two Port........................................................ Gambar 2.5 Rangkaian Four Port......................................................... Gambar 2.6 Mengaktifkan IDE Visual Basic 6.0................................. Gambar 2.7 Dialog box New Project ................................................... Gambar 2.8 IDE Visual Basic.............................................................. Gambar 2.9 Toolbox Visual Basic 6 .................................................... Gambar 2.10 Program Awal Database................................................. Gambar 2.11 Matlab ............................................................................ Gambar 2.12 M File ............................................................................. Gambar 3.1 Rangkaian Pengukuran..................................................... Gambar 3.2 Blok Diagram Parameter S pada Network Analyzer........ Gambar 3.3 Set up pengukuran............................................................ Gambar 3.4 Network Analyzer ............................................................ Gambar 3.5 kabel UTP Cat5e .............................................................. Gambar 3.6 Balun Transformer ........................................................... Gambar 3.7 Kabel koaksial .................................................................. Gambar 3.8 Konektor soket SMA........................................................ Gambar 3.9 Ground Plane.................................................................... Gambar 3.10 Koneksi Balun dengan kabel UTP dan NA .................... Gambar 3.11 Tampilan software interface pada layar monitor ............ Gambar 3.12 Rangkaian Ekivalen Kapasitor 5000 pF / 5000 pF......... Gambar 3.13 Rangkaian Ekivalen Kapasitor 10000 pF/10000 pF....... Gambar 3.14 Data Teks Pengukuran.................................................... Gambar 3.15 Magnitudo dan Phase Differential Mode........................ Gambar 3.16 Magnitudo dan Phase Common Mode ........................... Gambar 4.1 Posisi NA untuk mendapatkan sinyal differential mode .. Gambar 4.2 LCL Fungsi Frekuensi...................................................... Gambar 4.3 LCL Fungsi Panjang......................................................... Gambar 4.4 Pair kondisi balance dan unbalance.................................. Gambar 4.5 Tampilan Awal................................................................. Gambar 4.6 Tampilan Program Utama ................................................ Gambar 4.7 Tampilan Perhitungan Differential Mode......................... Gambar 4.8 Tampilan Perhitungan Common Mode ............................ Gambar 4.9 Tampilan Perhitungan LCL.............................................. 5 9 10 11 11 13 13 14 16 18 20 21 23 24 25 26 27 27 28 28 29 29 32 33 33 34 35 35 37 41 42 43 44 45 45 46

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Beberapa kategori kabel UTP .............................................. Tabel 2.2 Karakteristik kabel UTP Category 3 .................................... Tabel 2.3 Karakteristik kabel UTP Category 4 .................................... Tabel 2.4 Karakteristik kabel UTP Category 5 .................................... Tabel 4.1 Konversi Unit....................................................................... Tabel 4.2 Tegangan Differential Mode ................................................ Tabel 4.3 Tegangan Common Mode....................................................

6 7 8 9 38 39 39

BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG Perkembangan teknologi yang cukup pesat telah memberikan kemudahan dan kemajuan dalam berbagai bidang khususnya dalam bidang telekomunikasi. Ini dapat dibuktikan dengan ada banyaknya pengguna sistem telekomunikasi yang memanfaatkan media saluran transmisi untuk frekuensi suara guna mentransmisikan sinyal suara. Namun dengan meningkatnya penggunaan sistem ini, muncul suatu permasalahan mengenai kinerja dari saluran transmisi tersebut. Fenomena permasalahan tersebut umum terjadi pada semua saluran transmisi yaitu losses. Dengan adanya losses tersebut maka informasi yang akan kita kirimkan akan terganggu. Dari kondisi saluran transmisi yang demikian, ternyata kita dapat mengetahuinya dengan menggunakan metode pengukuran Longitudinal Conversion Loss (LCL). Longitudinal Conversion Loss (LCL) adalah metode yang digunakan untuk pengukuran “Unbalance About Earth” dari kabel balance. Mengenai Unbalance About Earth didefinisikan sebagai perbandingan dari tegangan common mode (VC) dengan tegangan differential mode (VD). Tegangan common mode (VC) biasanya terdapat pada kedua input terminal suatu perangkat. Pada rangkaian saluran transmisi, tegangan common mode (VC) ini merupakan bagian tegangan yang tidak diinginkan pada setiap koneksi input utama maupun pada ground, dimana nantinya akan terjadi penambahan tegangan pada sinyal sebelumnya. Banyak usaha yang dilakukan oleh para peneliti untuk menghindarkan masalah yang sering terjadi ini, baik dengan cara menambahkan amplifier maupun dengan adanya Balance Unbalance Transformer (Balun). Tetapi pada proyek akhir ini menggunakan Balun Transformer dengan sapuan frekuensi 0,1 s/d 100 MHz. Data hasil pengukuran berupa besaran vektor. Untuk mendapatkan nilai tegangan (volt) memerlukan proses pengolahan data dengan mengkonversikan unit dB dari magnitudo menjadi satuan volt. Dari hasil konversi tersebut kemudian didapatkan nilai tegangan yang akan menjadi tolok ukur dalam pengukuran Longitudinal Conversion Loss (LCL).

1.2 PERUMUSAN MASALAH Permasalahan yang timbul pada penelitian ini adalah menganalisa suatu tegangan common mode (VC) dan tegangan differential mode (VD) untuk membuat kondisi saluran transmisi benar-benar balance, sehingga nantinya diketahui Longitudinal Conversion Loss (LCL). 1.3 BATASAN MASALAH Permasalahan yang harus diselesaikan pada proyek akhir ini dibatasi pada beberapa hal sebagai berikut : Metode pengambilan data yang akan digunakan untuk mendapatkan losses adalah pengukuran. Sedangkan spesifikasi pengukuran antara lain : • Melakukan pengukuran pada kabel UTP dari panjang kabel 100m hingga 50m untuk mendapatkan data tegangan differential mode dan tegangan common mode yang diperoleh dari besaran vektor. • Membuat program aplikasi untuk mengolah data dengan menggunakan Visual Basic 6.0 • Menganalisa losses dari Longitudinal Conversion Loss (LCL) berdasarkan data pengukuran dan membuat kesimpulan. 1.4 TUJUAN DAN MANFAAT Tujuan dari proyek akhir ini adalah meneliti saluran transmisi khususnya UTP untuk mengetahui besarnya Longitudinal Conversion Loss (LCL) pada sebuah saluran transmisi tersebut melalui pengukuran perbandingan tegangan differential mode (VD) dan tegangan common mode (VC). Hasil dari proyek akhir ini diharapkan dapat bermanfaat untuk memberikan informasi mengenai keberadaan tegangan common mode pada saluran transmisi yang balance, sehingga dapat meminimalisasi losses yang terjadi didalamnya. 1.5 METODOLOGI Untuk menyelesaikan penelitian ini, maka dilakukan langkah-langkah yang meliputi : pendalaman dan pemahaman literatur, pengukuran (pengambilan data), menentukan algoritma/metoda pengolahan data, mengolah data, melakukan analisa dan memberi

kesimpulan. Tahapan yang akan ditempuh adalah sebagai berikut : • Pendalaman Literatur Pada tahap pertama dilakukan pendalaman tentang teori saluran transmisi khususnya UTP, teori Longitudinal Conversion Loss, teori differential mode dan common mode, melalui beberapa referensi berupa buku, paper dan prosiding. • Pengukuran (Pengambilan Data) Pada tahap ini dilakukan pengukuran menggunakan Network Analyzer dengan Scattering parameter (S21). Network Analyzer digunakan untuk pengambilan sample data berupa frekuensi, magnitudo dan phase. Pengukuran dilakukan dengan cara menghubungkan Balun pada port 1 dan kabel UTP pada port 2. Pengukuran dikontrol dengan komputer melalui GPIB card. • Penentuan Metode / Tools Untuk Mengolah Data Tahap selanjutnya adalah melakukan pengolahan data menggunakan program, karena data yang diolah banyak, maka diperlukan uji kecepatan proses data. Pengolahan data akan dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0. • Pengolahan Data Pada tahap ini, hal yang perlu dilakukan adalah membuat program untuk pengolahan data, data hasil pengukuran yang diperoleh adalah berupa frekuensi, magnitudo dan phase. Data unit dB dari magnitudo diolah dengan dikonversikan menjadi unit volt yang kemudian diberikan ke dalam rumus LCL. • Menganalisa dan Memberikan Kesimpulan Tahapan akhir dari penelitian adalah menganalisa dan menyimpulkan hasil penelitian, serta memberai saran bila proyek akhir ini diaplikasikan ke sistim yang nyata. 1.6 SISTIMATIKA PEMBAHASAN Buku laporan proyek akhir ini terdiri dari 5 (lima) bab, pada masing-masing bab berkaitan satu sama lain, yaitu : BAB 1 : memberikan latar belakang tentang permasalahan, tujuan, masalah dan batasan masalah yang dibahas dalam proyek akhir ini. BAB 2 : memberikan dasar teori untuk menunjang penyelesaian masalah dalam proyek akhir ini. Teori dasar yang diberikan meliputi : saluran transmisi twisted pair,

common mode, differential mode, longitudinal conversion loss (LCL). BAB 3 : berisi mengenai bagaimana melakukan pengukuran sampai mendapatkan data hasil pengukuran, beserta pengolahan datanya hingga menjadi informasi longitudinal conversion loss. BAB 4 : berisi tentang hasil perhitungan dan pengolahan data, serta analisa hasil perhitungan, pengolahan, dan visualisasi. BAB 5 : memberi kesimpulan tentang hasil yang telah diperoleh dan saran yang layak dilakukan bila proyek akhir ini dilanjutkan.

BAB II DASAR TEORI
2.1 TEORI UMUM Penelitian tentang pengukuran dan analisa Longitudinal Conversion Loss (LCL) pada saluran transmisi membutuhkan pemahaman beberapa teori yang akan menunjang analisa hasil yang diperoleh dari pengolahan data pengukuran. Dalam menyelesaikan permasalahan pada proyek akhir ini akan diberikan teori – teori dasar yang digunakan dalam mengukur, mengolah data serta menganalisa data sehingga diperoleh hasil yang sesuai dengan tujuan penelitian. Dasar teori yang diberikan meliputi : saluran transmisi twisted pair, common mode, differential mode, dan perhitungan longitudinal conversion loss (LCL). 2.2 SALURAN TRANSMISI TWISTED PAIR Dalam sistem komunikasi wire, saluran transmisi merupakan tahapan dasar yang harus dipelajari terlebih dahulu khususnya kabel Unshielded Twisted Pair (UTP), karena pada proyek akhir ini menggunakan kabel tersebut seperti yang ditunjukkan Gambar 2.1.

Gambar 2.1 Kabel UTP Cat5e Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP) adalah sebuah jenis kabel jaringan yang menggunakan bahan dasar tembaga, yang tidak dilengkapi dengan shield internal. UTP merupakan jenis kabel yang paling umum yang sering digunakan didalam sistem Local Area Network (LAN) dan

sistem telepon karena dari harganya yang rendah, fleksibel dan kinerja yang ditunjukkannya relatif bagus. Kabel UTP terdiri dari empat pasang warna konduktor tembaga yang setiap pasangnya berpilin. Pembungkus (insulasi) kabel melindungi dan menyediakan jalur bagi setiap pasang kawat, tapi tidak seperti kabel Shielded Twisted Pair (STP), pembungkus (insulasi) tersebut tidak melindungi kabel dari interferensi elektromagnetik [6]. Kabel UTP memiliki impedansi kira-kira 100 Ohm dan tersedia dalam beberapa kategori yang ditentukan dari kemampuan transmisi data yang dimilikinya seperti tertulis dalam tabel 2.1 [6] : Tabel 0.1 Beberapa kategori kabel UTP

Di antara semua kabel diatas, kabel Enhanced Category 5 (Cat5e) merupakan UTP yang paling populer dalam jaringan telekomunikasi dan yang digunakan dalam proyek akhir ini. Kabel UTP Category 5e merupakan versi perbaikan dari kabel UTP Cat5, yang menawarkan kemampuan yang lebih baik dibandingkan dengan Cat5 biasa. Kabel ini mampu mendukung frekuensi hingga 250 MHz. Penjelasan untuk masing-masing Kategori adalah sebagai berikut: a) Category 1: Kabel UTP Category 1 (Cat1) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi terendah, yang didesain untuk mendukung komunikasi suara analog saja. Kabel Cat1 digunakan sebelum tahun 1983 untuk menghubungkan telefon analog Plain Old Telephone Service (POTS). Karakteristik kelistrikan dari kabel Cat1 membuatnya kurang sesuai

untuk digunakan sebagai kabel untuk mentransmisikan data digital di dalam jaringan komputer, dan karena itulah tidak pernah digunakan untuk tujuan tersebut. b) Category2: Kabel UTP Category 2 (Cat2) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 1 (Cat1), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara digital. Kabel ini dapat mentransmisikan data hingga 4 megabit per detik. Seringnya, kabel ini digunakan untuk menghubungkan node-node dalam jaringan dengan teknologi Token Ring dari IBM. Karakteristik kelistrikan dari kabel Cat2 kurang cocok jika digunakan sebagai kabel jaringan masa kini. Gunakanlah kabel yang memiliki kinerja tinggi seperti Category 3, Category 4, atau Category 5. c) Category3: Kabel UTP Category 3 (Cat3) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 2 (Cat2), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara pada kecepatan hingga 10 megabit per detik. Kabel UTP Cat3 menggunakan kawat-kawat tembaga 24-gauge dalam konfigurasi 4 pasang kawat yang dipilin (twisted-pair) yang dilindungi oleh insulasi. Cat3 merupakan kabel yang memiliki kemampuan terendah (jika dilihat dari perkembangan teknologi Ethernet), karena memang hanya mendukung jaringan 10BaseT saja. Seringnya, kabel jenis ini digunakan oleh jaringan IBM Token Ring yang berkecepatan 4 megabit per detik, sebagai pengganti Cat2. Karakteristik yang dimiliki oleh kabel UTP Category 3 pada beberapa frekuensi dapat dilihat pada tabel 2.2 [6]. Tabel 2.2 Karakteristik kabel UTP Category 3

d) Category 4:

Kabel UTP Category 4 (Cat4) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 3 (Cat3), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara hingga kecepatan 16 megabit per detik. Kabel ini menggunakan kawat tembaga 22-gauge atau 24-gauge dalam konfigurasi empat pasang kawat yang dipilin (twisted pair) yang dilindungi oleh insulasi. Kabel ini dapat mendukung jaringan Ethernet 10BaseT, tapi seringnya digunakan pada jaringan IBM Token Ring 16 megabit per detik. Karakteristik yang dimiliki oleh kabel UTP Category 4 pada beberapa frekuensi dapat dilihat pada tabel 2.3 [6]. Tabel 2.3 Karakteristik kabel UTP Category 4

Category 5: Kabel UTP Category 5 (Cat5) adalah kabel dengan kualitas transmisi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 4 (Cat4), yang didesain untuk mendukung komunikasi data serta suara pada kecepatan hingga 100 megabit per detik. Kabel ini menggunakan kawat tembaga dalam konfigurasi empat pasang kawat yang dipilin (twisted pair) yang dilindungi oleh insulasi. Kabel ini telah distandardisasi oleh Electronic Industries Alliance (EIA) dan Telecommunication Industry Association (TIA). Karakteristik yang dimiliki oleh kabel UTP Category 5 pada beberapa frekuensi dapat dilihat pada tabel 2.4 [6].

e)

Tabel 2.4 Karakteristik kabel UTP Category 5

Category 5e: Kabek ini merupakan versi perbaikan dari kabel UTP Cat5, yang menawarkan kemempuan yang lebih baik dibandingkan dengan Cat5 biasa. Kabel ini mampu mendukung frekuensi hingga 250 MHz, yang direkomendasikan untuk penggunaan dalam jaringan Gigabit Ethernet, meskipun menggunakan kabel UTP Category 6 lebih disarankan untuk mencapai kinerja tertinggi. Bentuk twisted pair seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2.2 memberikan perlindungan yang baik untuk frekuensi rendah. Sinyal yang tidak diinginkan akan cenderung digabungkan menjadi sama pada setiap saluran kabel pair, sehingga receiver differential akan secara utuh menghapus gangguan dari interferensi.

f)

Gambar 0.2 Bentuk twisted pair

2.2.1 Saluran Transmisi Balance dan Unbalance Saluran transmisi yang balance sangat diperlukan dalam meredam sinyal common mode. Sinyal common mode adalah penyebab terjadinya medan elektromagnetic disekitar kabel saat jarak antara konduktor kabel lebih kecil dari jarak antara kabel dengan ground. Untuk sinyal differential mode berbeda phase 180o dan amplitudonya sama.

Gambar 0.3 Radiasi dari common-mode dan differential-mode. Gambar 2.3 menggambarkan simulasi dari radiasi kawat, dimana sebelah kiri membawa arus common mode dan sebelah kanan membawa arus differential mode. Jika kabel tidak dalam kondisi balance (unbalance), maka sinyal common mode akan muncul dengan perbedaan amplitudo dan phase. 2.3 LONGITUDINAL CONVERSION LOSS Longitudinal Conversion Loss (LCL) [5] adalah metode yang digunakan untuk pengukuran Unbalance About Earth dari kabel balance (misal : UTP, STP dll). Unbalance About Earth didefinisikan sebagai perbandingan dari tegangan common mode dengan tegangan differential mode. Tegangan common mode dan tegangan differential mode dapat dilihat pada Gambar 2.4 dan Gambar 2.5.

Gambar 0.4 Rangkaian Two Port


Vi1 VinD


Vi2

Four-Port Network

VoutD


Vo2

Vo1

Gambar 0.5 Rangkaian Four Port Dari gambar 2.7 dan 2.8, dapat diperoleh tegangan common mode input dan tegangan common mode output seperti pada persamaan (2-1) dan (2-2) [5].

V inC =
V outC =

V i1 + V i 2 2

(2-1)

V o1 + V o 2 (2-2) 2 Sedangkan unbalance about earth dapat didefinisikan seperti pada persamaan (2-15) dan persamaan (2-16) [5].
⎛V LCLin = 20 log10 ⎜ inC ⎜V ⎝ inD
⎛V LCLout = 20 log10 ⎜ outC ⎜V ⎝ outD

⎞ ⎛ 1 V + Vi 2 ⎟ = 20 log10 ⎜ x i1 ⎟ ⎜ 2 V −V i1 i2 ⎠ ⎝
⎞ ⎛ 1 V + Vo 2 ⎟ = 20 log10 ⎜ x o1 ⎟ ⎜ 2 V −V o1 o2 ⎠ ⎝

⎞ ⎟ ⎟ ⎠
⎞ ⎟ ⎟ ⎠

(2-3)

(2-4)

2.4 VISUAL BASIC 6.0 Visual Basic adalah salah suatu developement tools untuk membangun aplikasi dalam lingkungan Windows. Dalam pengembangan aplikasi, Visual Basic menggunakan pendekatan Visual untuk merancang user interface dalam bentuk form, sedangkan untuk kodingnya menggunakan dialek bahasa Basic yang cenderung mudah dipelajari. Visual Basic telah menjadi tools yang terkenal bagi para pemula maupun para developer. Dalam lingkungan Window's User-interface sangat memegang peranan penting, karena dalam pemakaian aplikasi yang kita buat, pemakai senantiasa berinteraksi dengan User-interface tanpa menyadari

bahwa dibelakangnya berjalan instruksi-instruksi program yang mendukung tampilan dan proses yang dilakukan. Pada pemrograman Visual, pengembangan aplikasi dimulai dengan pembentukkan user interface, kemudian mengatur properti dari objek-objek yang digunakan dalam user interface, dan baru dilakukan penulisan kode program untuk menangani kejadian-kejadian (event). Tahap pengembangan aplikasi demikian dikenal dengan istilah pengembangan aplikasi dengan pendekatan Bottom Up. 2.4.1 IDE Visual Basic Langkah awal dari belajar Visual Basic adalah mengenal IDE (Integrated Developement Environment) Visual Basic yang merupakan Lingkungan Pengembangan Terpadu bagi programmer dalam mengembangkan aplikasinya. Dengan menggunakan IDE programmer dapat membuat user interface, melakukan koding, melakukan testing dan debuging serta menkompilasi program menjadi executable. Penguasaan yang baik akan IDE akan sangat membantu programmer dalam mengefektifkan tugas-tugasnya sehingga dapat bekerja dengan efisien. 2.4.2 Menjalankan IDE Salah satu cara untuk mengaktifkan IDE Visual Basic adalah menjalankannya dari Menu Start, pilih menu Command, dan pilih Microsoft Visual Basic 6.0 dan akhirnya Microsoft Visual Basic 6.0. petunjuk seperti pada Gambar 2.6.

Gambar 2.6 Mengaktifkan IDE Visual Basic 6.0 2.4.3 Memilih Jenis Project Sesaat aktif di IDE Visual Basic, maka akan dihadapkan kepada suatu pilihan terhadap jenis Project yang ingin dibuat sebagaimana yang ditunjukan oleh Gambar 2.10. Sebagai langkah awal dari proses belajar adalah memilih project Standard EXE.

Gambar 2.7 Dialog box New Project ditampilkan sesaat anda menjalankan IDE Visual Basic 6 2.4.4 Jendela IDE IDE Visual Basic 6 menggunakan model MDI (Multiple Document Interface). Berikut ini adalah gambar yang menunjukan bagian-bagian dan nama-nama jendela yang dapat tampil pada IDE Visual Basic. Mungkin pada IDE hanya ditampilkan sebagian jendela dibandingkan dengan Gambar 2.11 karena penampilan dari jendela-jendela tersebut dapat diatur dengan perintah pada menu View. Sebagai langkah awal dari proses belajar, tidak semua jendela akan digunakan, tetapi hanya beberapa yang penting, sedangkan yang lainnya bersifat khusus.

Gambar 2.8 IDE Visual Basic dengan jendela-jendela yang terbuka Sebagaimana dengan proses proyek akhir ini, akan fokus pada beberapa jendela yang penting terlebih dahulu. Adapun jendela-jendela yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut : • Menu Bar, digunakan untuk memilih tugas-tugas tertentu seperti menyimpan project, membuka project, dll • Main Toolbar, digunakan untuk melakukan tugas-tugas tertentu dengan cepat. • Jendela Project, jendela ini berisi gambaran dari semua modul yang terdapat dalam aplikasi yang telah dibuat. Kita dapat menggunakan icon Toggle Folders untuk menampilkan modul-modul dalam jendela tersebut secara di group atau berurut berdasarkan nama. Dan dapat juga menggunakan Ctrl+R

• • • •

• •

untuk menampilkan jendela project, ataupun menggunakan icon Project Explorer. Jendela Form Designer, jendela ini merupakan tempat untuk merancang user interface dari aplikasi yang akan dibuat. Jadi jendela ini menyerupai kanvas bagi seorang pelukis. Jendela Toolbox, jendela ini berisi komponen-komponen yang dapat digunakan untuk mengembangkan user interface. Jendela Code, merupakan tempat untuk menulis koding. Kita dapat menampilkan jendela ini dengan menggunakan kombinasi Shift-F7. Jendela Properties, merupakan daftar properti-properti object yang sedang terpilih. Sebagai contohnya dapat mengubah warna tulisan (foreground) dan warna latarbelakang (background). Dan dapat menggunakan F4 untuk menampilkan jendela properti. Jendela Color Palette, adalah fasilitas cepat untuk mengubah warna suatu object. Jendela Form Layout, akan menunjukan bagaimana form bersangkutan ditampilkan ketika runtime.

2.4.5 Toolbox Jendela Toolbox merupakan jendela yang sangat penting. Dari jendela ini dapat mengambil komponen-komponen (object) yang akan ditanamkan pada form untuk membentuk user interface.

Gambar 2.9 Toolbox Visual Basic 6 dengan semua kontrol intrinsic. Adapun secara garis besar fungsi dari masing-masing intrinsic kontrol tersebut adalah sebagai berikut : • Pointer bukan merupakan suatu kontrol; gunakan icon ini ketika ingin memilih kontrol yang sudah berada pada form. • PictureBox adalah kontrol yang digunakan untuk menampilkan image dengan format: BMP, DIB (bitmap), ICO (icon), CUR (cursor), WMF (metafile), EMF (enhanced metafile), GIF, dan JPEG. • Label adalah kontrol yang digunakan untuk menampilkan teks yang tidak dapat diperbaiki oleh pemakai.

• • • • • • • • • • • •

• •

TextBox adalah kontrol yang mengandung string yang dapat diperbaiki oleh pemakai, dapat berupa satu baris tunggal, atau banyak baris. Frame adalah kontrol yang digunakan sebagai kontainer bagi kontrol lainnya. CommandButton merupakan kontrol hampir ditemukan pada setiap form, dan digunakan untuk membangkitkan event proses tertentu ketika pemakai melakukan klik padanya. CheckBox digunakan untuk pilihan yang isinya bernilai yes/no, true/false. OptionButton sering digunakan lebih dari satu sebagai pilihan terhadap beberapa option yang hanya dapat dipilih satu. ListBox mengandung sejumlah item, dan user dapat memilih lebih dari satu (bergantung pada property MultiSelect). ComboBox merupakan kombinasi dari TextBox dan suatu ListBox dimana pemasukkan data dapat dilakukan dengan pengetikkan maupun pemilihan. HScrollBar dan VScrollBar digunakan untuk membentuk scrollbar berdiri sendiri. Timer digunakan untuk proses background yang diaktifkan berdasarkan interval waktu tertentu. Merupakan kontrol non-visual. DriveListBox, DirListBox, dan FileListBox sering digunakan untuk membentuk dialog box yang berkaitan dengan file. Shape dan Line digunakan untuk menampilkan bentuk seperti garis, persegi, bulatan, oval. Image berfungsi menyerupai image box, tetapi tidak dapat digunakan sebagai kontainer bagi kontrol lainnya. Sesuatu yang perlu diketahui bahwa kontrol image menggunakan resource yang lebih kecil dibandingkan dengan PictureBox Data digunakan untuk data binding OLE dapat digunakan sebagai tempat bagi program eksternal seperti Microsoft Excel, Word, dll.

2.5 MICROSOFT ACCESS 2003 Microsoft Access adalah suatu aplikasi yang dapat membantu kita membuat sebuah aplikasi database dalam waktu yang relatif singkat.

Biasanya digunakan untuk pembuatan aplikasi-aplikasi yang kecil. Misalnya seperti program perhitungan dalam proyek akhir ini. Bagian-bagian Microsoft Acces adalah : • Table digunakan untuk menyimpan data • Query digunakan untuk memanipulasi data • Form digunakan untuk frontend aplikasi. Biasanya untuk menampilkan data, menambah data dll. • Report digunakan untuk membuat laporan • Primary key digunakan sebagai kunci yang membedakan record satu dengan yang lain • Record, sekumpulan sekumpulan field yang berhubungan erat, yang menggambarkan satu informasi. Pembuatan database pada proyek akhir ini bersifat sebagai penyimpan data dari file teks (*.txt) yang akan dijadikan sebagai parameter hasil perhitungan pada program Visual Basic. 2.5.1 Memulai Microsoft Acces • Klik Start pilih Program lalu pilih Microsoft Acces. • Setelah terbuka kllik Blank Database, pada jendela file new database isikan nama file yang diinginkan.

Gambar 2.10 Program Awal Database

2.5.2 Tujuan Penggunaan Database • Yaitu agar mendapat kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan data (speed) • Efisiensi ruang penyimpanan (space) mengurangi / menghilangkan redudansi data. • Pembentukan kode dan relasi antar data berdasar aturan / batasan (constraint) tipe data, domain data, keunikan data, untuk menekankan ketidak akuratan saat entry / penyimpanan data. • Ketersediaan (avaibility), yaitu pemilahan data yang sifatnya pasif dari database yang aktif. • Kelengkapan (completeness), yaitu kompleksnya data menyebabkan perubahan data base. • Keamanan (security), yaitu memberikan keamanan atas hak akses data. • Kebersamaan pemakaian (sharability) yang bersifat multiuser. 2.6 MATLAB 6.5 Matlab 6.5 [7] merupakan software program aplikasi yang digunakan untuk komputasi teknik. Nama Matlab merupakan singkatan dari MATrix LABoratory. Matlab mampu mengintegrasikan komputasi, visualisasi, dan pemrograman untuk dapat digunakan secara mudah. Penggunaan Matlab diantaranya adalah pada: 1. Matematika dan Komputansi 2. Pengembangan algoritma 3. Pemodelan, simulasi, dan prototyping 4. Analisa, eksplorasi, dan visualisasi data 5. Pengolahan grafik untuk sains dan teknik 6. Pengembangan Aplikasi berbasis GUI (Graphical User Interface) Pada proyek akhir ini Matlab 6.5 digunakan untuk proses pengolahan data, yakni proses yang berkaitan dengan analisa. 2.6.1 Lingkup Matlab Ada beberapa tools yang disediakan oleh Matlab 6.5 diantaranya sebagai berikut: • Command Window, yang berfungsi untuk tempat memasukkan dan menjalankan variabel (fungsi) dari Matlab dan M File. • Command History, yang berfungsi menampilkan fungsi-fungsi yang telah dikerjakan pada command window. • Launch Pad, yang berfungsi untuk akses tools, demo, dan dokumentasi semua produk Math Works.

Help Browser, yang berfungsi untuk menampilkan dan mencari dokumentasi yang ada pada Matlab. • Current Directory Browser, yang berfungsi menampilkan file-file Matlab dan file yang terkait serta mengerjakan operasi file seperti membuka dan mencari isi file. • Workspace Browser, yang memuat variabel-variabel yang dibuat dan yang disimpan dalam memori saat penggunaan Matlab. • Editor / Debugger, yang berfungsi untuk membuat dan memeriksa M File Beberapa tools ini merupakan tools yang secara umum digunakan pada Matlab, namun sebenarnya selain itu ada banyak tools tambahan lainnya pada Matlab.

Gambar 2.11 Matlab

2.6.2 M-File Editor

M File merupakan file teks yang memuat variabel- variabel dan fungsi yang ada pada Matlab. M File berupa nama file script dalam Matlab yang disimpan dengan ekstensi ‘.m’. M File memudahkan dalam penulisan (pembuatan) program dalam Matlab. Dimana fungsi-fungsi yang ada pada M File tersebut dapat mengakses semua variabel Matlab dan menjadi bagian dari ruang kerja Matlab.

Gambar 2.8 M File

---------------Halaman ini sengaja dikosongkan----------------

BAB III

PENGUKURAN DAN DATA HASIL PENGUKURAN
3.1 SET UP PENGUKURAN Pada penelitian untuk proyek akhir ini, pertama harus merangkai dari rangkaian set up pengukuran seperti pada gambar 3.1. Hal yang harus diperhatikan adalah penggunaan resistor 1 kΩ, maka kedua resistor harus benar-benar mempunyai nilai yang sama. Nilai resistornya dapat dilihat sampai 5 digit dibelakang koma, contoh jika salah satu resistor mempunyai nilai 1,0023 kΩ , maka resistor yang lain juga harus mempunyai nilai 1,0023 kΩ. Dua resistor 1 kΩ digunakan untuk memberikan tegangan common mode kepada kedua konduktor, untuk itu nilainya harus sama persis. Disamping itu impedansi voltage meter harus sama dengan impedansi input BALUN, hal ini dimaksudkan agar diperoleh kondisi matching.

Gambar 3.1 Rangkaian Pengukuran Setelah selesai dalam hal rangkaian, maka pengukuran dilakukan menggunakan Network Analyzer dalam frekuensi domain dengan parameter scattering (S21). Pengukuran S21 adalah pengukuran terhadap elemen baris kedua kolom pertama dari matriks scattering. Matriks scattering sering digunakan untuk mengkarakterisasi elemen-elemen dari sistem gelombang mikro. Model scattering diatas dapat dinyatakan dengan persamaan (3-1) [8] .

⎡ b1 ⎤ ⎡ S11 ⎢b ⎥ = ⎢ S ⎣ 2 ⎦ ⎣ 21

S12 ⎤ ⎡ a1 ⎤ S 22 ⎥ ⎢a 2 ⎥ ⎦⎣ ⎦

(3-1)

Dimana S11 = koefisien pantul pada terminal 1 S12 = koefisien transmisi dari terminal 1 ke terminal 2 S21 = koefisien transmisi dari terminal 2 ke terminal 1 S22 = koefisien pantul pada terminal 2 a1 = Incident signal dari pengukuran S21 b1 = Transmitted signal dari pengukuran S12 a2 = Incident signal dari pengukuran S12 b1 = Transmitted signal dari pengukuran S21

a1 S b1
Gambar 3.2 Blok Diagram Parameter S pada Network Analyzer

a2

b2

Dari persamaan diatas maka dari pengukuran S21 akan diperoleh data berupa besaran kompleks level sinyal yang diterima relatif terhadap level sinyal yang dikirim atau

S21 =

Transmitte b2 d = Incident a1 a =0 2

(3-2)

Sehingga S21 juga dapat dikatakan sebagai koefisien transmisi dari port 1 ke port 2 (forward transmission coefficient) untuk penguatan atau redaman. Pengukuran dilakukan dengan menghubungkan Balun pada port 1 dan kabel UTP pada port 2. Digunakan kabel koaksial untuk penghubung ke tiap port. Gambar 3.3 menunjukkan set up pengukuran dengan Network Analyzer.

Gambar 3.3 Set up pengukuran Pada proyek akhir ini, Network Analyzer yang digunakan disetting dengan range frekuensi dari 0,1 – 100 MHz yang berfungsi sebagai tegangan dengan sapuan frekuensi 201. Dengan diberikannya tegangan differential mode (VD) kemudian tegangan common mode (VC) diukur dan hasil pengukuran tersebut dicatat sebagai VCm dan VDm. Pengukuran tersebut dilakukan berulang kali pada masing-masing pair UTP dan dengan menambahkan setiap kapasitor dengan nilai yang berbeda. Receiver atau detektor akan membaca data hasil pengukuran (secara otomatis) sesuai dengan frekuensi yang diberikan. Setelah itu diproses dan ditampilkan pada display berupa besaran vektor. Disamping itu data hasil pengukuran dapat juga disimpan pada internal maupun external memori berupa file data text. Selama melakukan pengukuran peralatan dapat dikontrol dengan komputer melalui GPIB card. 3.2 PERALATAN YANG DIGUNAKAN Berdasarkan gambar set up pengukuran, seperti ilustrasi yang ditunjukkan pada Gambar 3.3, terdapat beberapa peralatan yang

digunakan antara lain Network Analyzer, kabel UTP, Balun transformer dan kabel penghubung. 3.2.1 Network Analyzer Network Analyzer adalah suatu peralatan yang terdiri dari beberapa sistem yang terintegrasi satu sama lain, sehingga peralatan ini dapat digunakan untuk pengukuran sistem yang komplek (nonlinier behavior). Network Analyzer yang digunakan untuk pengukuran adalah tipe HP 8753 ES, yang mempunyai sumber gelombang dengan frekuensi antara 0,3 – 6000 MHz dengan sapuan frekuensi yang dapat dipilih antara lain 101, 201, 401, 801 dan 1401. Receiver atau detector akan membaca data hasil pengukuran (secara otoamtis) sesuai dengan frekuensi yang diberikan dari pemancar. Setelah itu diproses dan ditampilkan pada layar NA berupa besaran vektor. Data hasil pengukuran dapt disimpan pada internal maupun external memori berupa file data text. Selama melakukan pengukuran, peralatan dapat dikendalikan dengan komputer melalui GPIB card. Sesuai dengan fungsinya, dimana NA digunakan untuk mengukur suatu sistem yang belum diketahui karakteristiknya, maka terdapat beberapa parameter yang dapat digunakan yaitu parameter H, Y, Z dan S. Untuk pengukuran dengan frekuensi tinggi digunakan parameter S. Bentuk Network Analyzer yang digunakan untuk pengukuran seperti yang terlihat pada Gambar 3.4.

Gambar 3.4 Network Analyzer

3.2.2 Unshielded Twisted Pair (UTP) Pada saat melakukan pengukuran digunakan sebuah kabel UTP dengan kategori 5e yang sering dipakai pada jaringan LAN atau instalasi telekomunikasi, dengan besar impedansi sebesar 75 Ω (Ohm). Gambar 3.5 merupakan kabel UTP yang digunakan pada pengukuran.

Gambar 3.5 kabel UTP Cat5e 3.2.3 Balun Transformer Balance Unbalanced Transformer (Balun) adalah suatu peralatan elektronik pasif yang digabungkan pada saluran balance (saluran yang mempunyai dua konduktor, dengan arus yang sama di dalam jalur yang berbeda, seperti kabel twisted pair ) dengan saluran unbalance (saluran yang hanya mempunyai satu konduktor dan ground, seperti kabel koaksial). Balun transformermerupakan jenis dari trafo yang berguna untuk merubah sinyal unbalance menjadi sinyal balance ataupun sebaliknya. Balun biasanya diaplikasikan pada satelit, radar, pemancar, dan di setiap jaringan telepon. Pada pengukuran ini, balun bekerja pada frekuensi 0,1 MHz sampai dengan 100 MHz dan berguna untuk mengisolasi saluran transmisi dan memberikan output yang balance. Bentuk Balun yang digunakan pada pengukuran ini, seperti yang ditunjukkan Gambar 3.6.

Gambar 3.6 Balun Transformer 3.2.4 Kabel Penghubung

Untuk menghubungkan Balun Transformer dan kabel UTP dengan Network Analyzer digunakan kabel koaksial tipe RG-58 yang memiliki impedansi 50 Ω (Ohm). Bentuk kabel penghubung yang digunakan ditunjukkan pada Gambar 3.7.

Gambar 3.7 Kabel koaksial Dan konektor yang digunakan untuk kabel koaksial tersebut adalah jenis konektor soket SMA, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3.8.

Gambar 3.8 Konektor soket SMA 3.2.5 Ground Plane

Ground plane merupakan suatu permukaan datar dari besi berbahan metal (galvanize, baja, dll) yang mempunyai daya konduksi sebagai pengganti atau tiruan ground yang dialihkan ke bumi. Gambar 3.9 menunjukkan ilustrasi ground plane yang digunakan.

Gambar 3.9 Ground Plane 3.3 PROSEDUR PENGUKURAN Ada beberapa langkah yang harus diperhatikan pada pengukuran menggunakan Network Analyzer antara lain kalibrasi, inisialisasi dan pemilihan parameter scattering yang akan digunakan. Karena dengan parameter inilah dapat diketahui besaran apa yang terukur pada sisi terima dari Network Analyzer tersebut. Secara garis besar prosedur pengukuran melalui tahapan sebagai berikut: 1. Merangkai set up pengukuran seperti Gambar 3.3, input Balun Transformer pada port 1, output Balun Transformer dihubungkan dengan kabel UTP pada port 2 dan ground. Bentuk jelasnya dapat dilihat pada Gambar 3.10.

Gambar 3.10 Koneksi Balun dengan kabel UTP dan NA

2. 3. 4. 5. 6. 7.

Menghidupkan semua peralatan seperti Network Analyzer dan komputer (diperlukan beberapa waktu untuk pemanasan terhadap alat). Mengkalibrasi Network Analyzer beserta semua kabel dan peralatan tambahan yang akan digunakan dalam pengukuran. Memanggil software interface dengan klik shortcut ”NA” dan memberikan ”inisialisasi” sebelum dilakukan pengukuran. Membuat folder baru untuk pengumpulan data hasil pengukuran. Melakukan pengukuran swept frekuensi, dengan menekan icon start pada tampilan di layar monitor PC. Data hasil pengukuran akan tampil pada layar dan akan tersimpan secara otomatis pada library software interface.

3.3.1 Kalibrasi Kalibrasi perlu dilakukan untuk mengetahui besarnya redaman kabel sebelum dilakukan pengukuran, dengan demikian akan dapat mengurangi akibat redaman tersebut Langkah-langkah dalam melakukan kalibrasi pada Network Analyzer adalah sebagai berikut: 1. Tekan preset untuk menhapus semua memori 2. Tekan tombol Meas (S-Parameter) 3. Tekan Start (pilih dengan mulai menekan angka pada blok entry) 4. Tekan Stop (pilih dengan mulai menekan angka pada blok entry) 5. Tekan AVG → IF BW → 30 Hz (jika menginginkan 30 Hz) 6. Tekan tombol Power → 10 dBm (Test Port Power) 7. Tekan Sweep set up → Number of Point → 201 8. Tekan tombol Call → Calibrate Menu → Respon → Thru 9. Tekan tombol Save / Recall 10. Tekan tombol Save / State → Recall State 3.3.2 Inisialisasi Inisialisasi dilakukan melalui software interface pada komputer dengan tujuan untuk menyesuaikan software dengan kalibrasi alat yang telah dilakukan pada step sebelumnya. Hal-hal yang perlu diinisialisasi antara lain range frekuensi pengukuran, jumlah sampling pengukuran dan jenis parameter scattering, tampilan software interface pada layar monitor seperti terlihat pada Gambar 3.6. Inisialisasi sangat penting dilakukan

agar data hasil pengukuran yang diambil melalui komputer sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. • Number of Point : 201 • Frekuensi start : 0,1 MHz • Frekuensi stop : 100 MHz • Jenis parameter : 201 • Lokasi penyimpanan data • Nama file Berikut sedikit uraian mengenai beberapa hal yang dilakukan pada tahap inisialisasi, Range frekuensi Pada penelitian ini range frekuensi yang digunakan adalah 0,1 MHz sampai dengan 100 MHz dengan frekuensi. Jumlah Sampling Jumlah sampling yang digunakan pada penelitian ini untuk sekali pengukuran adalah 201 points. Jenis Parameter Parameter yang digunakan pada penelitian ini adalah S21 Lokasi Penyimpanan Data Tempat penyimpanan data pengukuran. Agar tidak mengalami kerancuan dan lebih mudah dalam mencari file data pengukuran, maka harus dibuat folder baru. Nama File Dalam pengukuran ini, pemberian nama file disesuaikan dengan titik-titik yang sudah di plot terlebih dahulu, sesuai dengan gambar skenario pengukuran.

Gambar 3.11 Tampilan software interface pada layar monitor 3.3.3 Pengambilan Data Proses pengambilan data dilakukan dengan terlebih dahulu meletakkan kabel UTP yang telah terhubung dengan Network Analyzer dan Balun Transformer dengan panjang kabel yang telah ditentukan yaitu dari 100 meter hingga 50 meter untuk mendapatkan nilai losses yang diinginkan. Masing-masing pair diukur dengan tambahan beberapa kriteria kapasitor. Nilai kapasitor yang digunakan pada pengukuran ini adalah : Untuk pengukuran balance 1. 5000 pF / 5000 pF 2. 10.000 pF / 10.000 pF Untuk pengukuran unbalance 1. 5000 pF / 1000 pF 2. 5000 pF / 20.000 pF Dengan memperhatikan rangkaian ekivalen pada Gambar 3.1 penambahan kapasitor dapat diletakkan seperti pada gambar 3.12 dan gambar 3.13, maka proses pengambilan data dapat dilakukan.

Gambar 3.12 Rangkaian Ekivalen dengan Kapasitor 5000 pF / 5000 pF

Gambar 3.13 Rangkaian Ekivalen dengan Kapasitor 10000 pF/10000 pF 3.4 DATA HASIL PENGUKURAN Data hasil pengukuran berupa transfer fungsi dalam domain frekuensi, yang terdiri dari frekuensi, magnitudo, dan fase. Data ini disimpan dalam bentuk gambar maupun bentuk angka dalam file text. Data dalam bentuk angka dapat dilihat pada gambar 3.14, sedangkan data gambar seperti pada gambar 3.15 dan gambar 3.16 berikut ini.

Gambar 3.14 Data Teks Pengukuran

Gambar 3.15 Magnitudo dan Phase Differential Mode

Gambar 3.16 Magnitudo dan Phase Common Mode

---------------Halaman ini sengaja dikosongkan----------------

BAB IV PENGOLAHAN DAN ANALISA DATA
4.1 PENGOLAHAN DATA Pengolahan data dilakukan dengan mengolah data mentah (row) hasil pengukuran yang berupa frekuensi (Hz), magnitude (dB), Phase (derajat) yang merupakan besaran vektor. Dalam proses pengukuran, data hasil pengukuran tersebut diberi nama dan secara otomatis disimpan dalam file berekstensi .txt. Data ini kemudian diload dengan menggunakan bahasa Matlab untuk menampilkan dalam bentuk grafik. Maksud dari grafik tersebut adalah untuk menyesuaikan dengan grafik yang ada pada Network Analyzer, jika sudah sesuai maka data tersebut bisa diolah. Dalam penelitian ini, hasil yang harus didapatkan adalah nilai longitudinal conversion loss (LCL), namun untuk mendapatkannya harus terlebih dahulu diketahui nilai tegangan differential mode dan nilai tegangan common mode. 4.2 TEGANGAN DIFFERENTIAL MODE (VD) Untuk memperoleh tegangan differential mode dari data pengukuran maka posisi Tx dan Rx pada Network Analyzer langsung saling dihubungkan, seperti yang ditunjukkan seperti pada gambar 4.1.

Gambar 4.1 Posisi NA untuk mendapatkan sinyal differential mode

Posisi tersebut diberikan karena sinyal tegangan differential mode merupakan sinyal semula yang akan dipancarkan pada saluran transmisi dan masih berupa fungsi linier. Data hasil pengukuran yang berupa besaran vektor yang diperoleh dari saluran transmisi kabel UTP, kemudian diolah menjadi data berupa tegangan, dimana tegangan ini berasal dari nilai impedansi yang dibentuk oleh perbandingan induktansi dan kapasitansi yang terbagi disepanjang saluran transmisi. Untuk memperoleh nilai tegangan differential mode digunakan proses konversi. Konversi yang dilakukan berfungsi untuk mengubah data pengukuran magnitudo dari besaran vektor yang mempunyai rasio dB menjadi satuan volt. Konversi unit yang digunakan dapat dilihat pada tabel 4.1 [3]. Tabel 4.1 Konversi Unit Satuan Konversi Fungsi dBm dBµV dBmµV/m V/m Tambah 3 dB Tambah 107 dBµV + Antena Factor (dB/m) 10-6 x 10 (dBµV/m
: 20)

Satuan Asal dB dBm dBµV dBmµV/m

Untuk memudahkan proses perhitungan konversi unit diatas, maka diperlukan suatu perangkat lunak yang mendukung proses perhitungan tersebut. Perangkat lunak yang dapat digunakan adalah Matlab maupun Visual Basic, namun dalam proses perhitungan ini lebih baik digunakan Matlab karena lebih mudah dalam hal pemrosesan dan pengambilan data perhitungan. Hasil dari proses tersebut dicatat sebagai data pengukuran tegangan differential mode (VDm). Dan untuk mendapatkan nilai VD yang sesungguhnya perku adanya perhitungan seperti persamaan (5-1) [5].

VD = VDm ×

100 50

(5-1)

Dari hasil data perhitungan tegangan differential mode dengan 201 sampel data dari frekuensi 0,1 MHz – 100 MHz, diambil 8 sampel data agar mudah dapat diamati seperti pada tabel 4.2.

Tabel 4.2 Tegangan Differential Mode VD (V) Frekuensi VDm (V/m) (MHz) 0.1 0.3555 0.502 10.23 0.3555 0.502 25.118 0.3459 0.4895 50.118 0.3450 0.4885 70.794 0.3403 0.4821 81.282 0.3397 0.4800 90.156 0.3381 0.4777 100 0.3380 0.4777 4.3 TEGANGAN COMMON MODE (VC) Setelah proses pengolahan untuk tegangan differential mode (VD) dilakukan, maka diperlukan juga pengolahan untuk tegangan common mode (VC). Untuk mendapatkan nilai tegangan common mode (VC), yakni sama dengan cara mendapatkan nilai tegangan differential mode (VD). Tetapi persamaan yang digunakan untuk mendapatkan nilai VC yang sesungguhnya dapat dilihat pada persamaan (5-2) [5].

VC = VC m ×

50 + (1000 // 1000) 50

(5-2)

Sama halnya data dari VD, data dari VC untuk panjang kabel 100 meter dapat diamati pad atabel 4.3. Tabel 4.3 Tegangan Common Mode Frekuensi VCm (V/m) VC (V) (MHz) 0.1 0.0011 0.0121 10.23 0.0009 0.0099 25.118 0.0004 0.0044 50.118 0.0003 0.0033 70.794 0.00003 0.0004 81.282 0.0001 0.0011 90.156 0.0002 0.0022 100 0.0001 0.0011

4.4 LONGITUDINAL CONVERSION LOSS (LCL) Setelah semua proses pengolahan dilakukan, maka proses terakhir yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode pengukuran Longitudinal Conversion Loss.(LCL) dan bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kondisi saluran transmisi kabel UTP. Hasil perhitungan LCL diperoleh dari hasil perbandingan tegangan common mode (VC) dan tegangan differential mode (VD). Untuk mendapatkan nilai LCL, persamaan yang digunakan seperti yang terlihat pada persamaan (5-3) [5]. ⎛V ⎞ (5-3) LCL = 20 log 10 ⎜ C ⎟ ⎜V ⎟ ⎝ D ⎠ Dari hasil perhitungan terlihat bahwa nilai dari tegangan common mode lebih kecil daripada tegangan differential mode. Jadi dapat dikatakan bahwa semakinn kecil nilai tegangan common mode, maka semakin kecil pula nilai LCL yang didapat. Sehingga dapat dianalisa bahwa kondisi yang demikian merupakan kondisi yang baik pada kabel Cat5e. 4.3.1 LCL Fungsi Frekuensi Setelah semua proses perhitungan dilakukan, maka diperlukan suatu analisa pada hasil data sehingga didapatkan pemahaman tentang proyek akhir yang telah dilakukan. Untuk membandingkan hasil pengolahan dari nilai LCL dengan fungsi frekuensi , dipilih pair saat panjang 100 meter tanpa adanya kapasitor didalamnya. Hasil plot untuk kondisi tersebut dapat dilihat pada gambar 4.2.

0 pair biru - 100 m pair hijau - 100 m pair oranye - 100 m pair coklat - 100 m

-10

-20

-30 LCL (dB)

-40

-50

-60

-70

-80 -1 10

10

0

10 Frekuensi (MHz)

1

10

2

Gambar 4.2 LCL Fungsi Frekuensi Dari hasil grafik diatas dapat dilihat bahwa 4 pasang pair pada kabel saat frekuensi rendah antara 0,1 MHz - 0,7 MHz nilai LCL pair tersebut memiliki kesamaan karakteristik. Tetapi pada saat frekuensi 0,335 MHz nilai LCL yang diperoleh -3,7311 dB, dimana hasil tersebut merupakan kondisi yang paling buruk untuk panjang pair 100 meter. 4.3.2 LCL Fungsi Panjang Kabel Maksud dari LCL fungsi panjang kabel adalah dengan membandingkan nilai LCL terhadap setiap panjang kabel pair dari 100 meter hingga 50 meter saat frekuensi 100 MHz. Hasil plot dari fungsi tersebut dapat dilihat pada gambar 4.3

Gambar 4.3 LCL Fungsi Panjang Dari gambar grafik diatas dapat diketahui bahwa pada saat panjang 55 meter nilai LCL yang dimiliki oleh pair hijau dan pair biru sama yaitu -40,72 dB, begitu juga pada saat panjang 70 meter nilai LCL pada pair hijau dan pair biru yaitu -52,76 dB. Pada panjang 100 meter, terjadi kesamaan nilai LCL juga pada pair hijau , pair biru dan pair coklat yaitu -52,76 dB. Sehingga kondisi saat panjang 55 meter, 70 meter dan 100 meter tersebut dikatakan masih dalam kondisi yang baik untuk kabel pair tersebut. 4.3.3 LCL Fungsi Kondisi Balance Dan Unbalace Maksud dari LCL fungsi untuk kondisi balance dan unbalance adalah membandingkan data dari kabel saat panjang 50 meter dengan tambahan kapasitor balance dan unbalance. Untuk kapasitor balance diberikan nilai 5000 pF dengan 5000 pF dan 10.000 pF dengan 10.000 pF, sedangkan untuk kapasitor unbalance diberikan nilai 5000 pF dengan 1000 pF dan 5000 pF dengan 20.000 pF. Dari kondisi diatas dapat dihasilkan grafik seperti pada gambar 4.4

Gambar 4.4 Pair kondisi balance dan unbalance Dari gambar grafik diatas untuk pair biru 50 meter, untuk kapasitor balance memiliki karakteristik nilai LCL yang hampir sama. Kesamaan tersebut terlihat pada setiap frekuensi, meskipun di beberapa frekuensi terdapat perbedaan juga. Persamaan nilai LCL yang menonjol untuk kapasitor balance terlihat di frekuensi 2 MHz – 10,3 MHz. Sedangkan untuk kondisi kapasitor unbalance terlihat banyak perbedaan nilai LCL pada setiap frekuensi. Bila dibandingkan dalam kondisi yang baik untuk unbalance, kapasitor 5000 pF dengan 1000 pF memiliki kondisi yang yang lebih baik daripada kapasitor 5000 pF dengan 20.000 pF. Pembuktian tersebut dapat diamati pada grafik dengan legend berwarna biru yang masih berada dalam batas kondisi baik LCL yaitu dari -30 dB dan -55 dB.

4.5 HASIL VISUALISASI Untuk pengolahan serta perhitungan data dan pembuatan interface pada proyek akhir ini, dibutuhkan bantuan suatu program yang mendukung permasalahan proyek akhir ini. Program Visual Basic merupakan cara yang lebih efisien dan mudah untuk digunakan sebagai visualisasi. Agar mudah dalam pembuatan interface, pada Visual Basic terdapat IDE Visual Basic dalam perancangannya. Berikut adalah tampilan pada interface. 4.5.1 Tampilan Awal

Gambar 4.5 Tampilan Awal Pada saat awal kita melakukan simulasi proyek akhir dengan menggunakan Visual Basic, tampilan yang pertama kali muncul adalah seperti pada gambar 4.5. Ada 2 command button yang harus ditekan yakni tombol Start dan Exit, dimana tombol Start digunakan untuk menuju ke tampilan program utama sedangkan tombol Exit digunakan untuk menutup tampilan dan keluar dari simulasi.

4.5.1 Tampilan Program Utama

Gambar 4.6 Tampilan Program Utama Setelah pada tampilan awal dilakukan penekanan command Start, maka akan muncul program utama. Didalam program utama akan dilakukan proses perhitungan terhadap nilai LCL yang didapatkan pada saat pengukuran. 4.5.2 Tampilan Perhitungan Differential Mode

Gambar 4.7 Tampilan Perhitungan Differential Mode

Pada tampilan diatas disediakan pilihan frekuensi dari 0,1 MHz – 100 MHz. Jika dipilih salah satu frekuensi, maka nilai magnitudo dari hasil pengukuran pada frekuensi tersebut secara otomatis akan muncul. Kemudian dengan menekan command Voltage (VD) maka akan didapatkan nilai VDm dan nilai VD. 4.5.3 Tampilan Perhitungan Common Mode

Gambar 4.8 Tampilan Perhitungan Common Mode Pada tampilan diatas merupakan sambungan dari perhitungan differential mode. Dari frekuensi yang sama pada perhitungan differential mode, diberikan pilihan untuk memilih pair warna, nilai kapasitansi dan panjang kabel. Jika sudah memilih hal tersebut, dengan menekan command magnitudo akan didapatkan nilai magnitudo dari common mode, yang kemudian akan dikonversikan dan didapatkan nilai VCm dan VC dengan menekan command Voltage (VC). 4.5.4 Tampilan Perhitungan LCL

Gambar 4.9 Tampilan Perhitungan LCL

Dari hasil perhitungan differential mode dan common mode, maka akan dilanjutkan untuk melihat hasil LCL. Dengan menekan command hasil secara otomatis akan keluar nilai LCL tersebut.

---------------Halaman ini sengaja dikosongkan----------------

BAB V PENUTUP
5.1 KESIMPULAN Berdasarkan data hasil pengukuran, perhitungan serta analisa yang telah dilakukan pada proyek akhir ini, maka dapat disimpulkan bahwa : 1 Nilai LCL = -43,65 dB merupakan kondisi baik untuk panjang 50 meter. Nilai LCL = -47,1795 dB, kondisi baik untuk panjang 55 meter. Nilai LCL = -40,7195 dB, kondisi baik untuk panjang 60 meter. Nilai LCL = -47,18 dB, kondisi baik untuk panjang 65 meter. Nilai LCL = -52,76 dB, kondisi baik untuk panjang 70 meter. Nilai LCL = -46,76 dB, kondisi baik untuk panjang 75 meter. Nilai LCL = -53,2 dB, kondisi baik untuk panjang 80 meter. Nilai LCL = -46,74 dB, kondisi baik untuk panjang 85 meter. Nilai LCL = -46,74 dB, kondisi baik untuk panjang 90 meter. Nilai LCL = -46,74 dB, kondisi baik untuk panjang 95. Dan untuk nilai LCL = -52,76 dB, kondisi baik untuk panjang 100 meter. 2 Untuk nilai LCL berdasarkan fungsi frekuensi didapatkan nilai yang bervariasi. Tetapi rata-rata nilai LCL sekitar -30 s.d -55 dB yang terdapat pada frekuensi 2 MHz – 10 MHz. 3 Untuk nilai LCL berdasarkan fungsi balance dan unbalance, nilai LCL yang baik untuk digunakan yakni dengan adanya kapasitor yang balance (5000 pF dengan 5000 pF). 4 Berdasarkan kategori kabel maka kabel yang baik adalah pada frekuensi 1 MHz s/d 100 MHz dan dalam keadaan yang balance. 5.2 SARAN Proyek akhir ini selanjutnya dapat dilakukkan pengukuran dengan menambahkan jenis kabel twisted pair yang lain, sehingga dapat dibandingkan karakteristik kabel dengan jenis yang berbeda.

---------------Halaman ini sengaja dikosongkan----------------

DAFTAR PUSTAKA
[1] Joachim Johansson and Urban Lundgren,”Master Thesis Regulation Theory Measurements”, The Fieldbusters 1997. [2] Mark Johnston,”Field Testing Update”, July 1998. [3] Shesagiri Krishnamoorthy,”Inteference Measurement And

Throughput Analysis For 2,4 GHz Wireless Devices in Hospital Environment”, Blacksburg Virginia, 21 April 2003. [4] Michael Halvorson,”Step By Step Microsoft Visual Basic 6.0”, 2000 [5] Nur Adi S, et all,”Petunjuk Praktikum Electromagnetic Compability (EMC)”,EEPIS-ITS Surabaya, October 2005. [6] http://id.wikipedia.org/wiki/UTP. [7] Erlista Silviana,”Pengukuran Dan Pengolahan Excess Delay Kanal Radio Propagasi Dalam Ruang Dengan Menggunakan Sistem D-MIMO”,PENS-ITS Surabaya, Agustus 2006. [8] Okkie Puspitorini,”Karakteristisasi Kanal Radio 1,7 GHz DiDalam Ruang Untuk Sistem D-MIMO”,ITS Surabaya, 2005. .

---------------Halaman ini sengaja dikosongkan----------------

LAMPIRAN
LISTING PROGRAM VISUALISASI VB 6.0 ***membuka form 2*** Private Sub Command1_Click() Form2.Show End Sub ***message box untuk keluar*** Private Sub Command2_Click() Beep pesan = MsgBox("Anda ingin keluar dari program aplikasi ini?", vbYesNo + vbQuestion, "Konfirmasi") If pesan = vbYes Then End Else Exit Sub End If End Sub ***menghubungkan Combo box frekuensi dengan database*** Public db4 As New ADODB.Connection Public Rs_Frekuensi As New ADODB.Recordset Public Salah As Boolean Sub Buka() Set db4 = New ADODB.Connection db4.CursorLocation = adUseClient db4.Open "Driver={Microsoft Access Driver (*.mdb)};" & _ "Dbq=" & App.Path & "\db4.mdb;" Set Rs_Frekuensi = New ADODB.Recordset Rs_Frekuensi.Open "V1DS21", db4, adLockPessimistic End Sub Option Explicit Dim Mmagnitud As String Dim warna As Variant adOpenDynamic,

Private Sub Cmb_frek_Click() Mmagnitud = Cmb_frek.Text 'Rs_Frekuensi.Find "V1DS21='" & Magnitude & "'", , adSearchForward, 1 'RS.Open "SELECT * from bayes", DB, adOpenStatic, adLockOptimistic Rs_Frekuensi.Close Rs_Frekuensi.Open "select magnitude from V1DS21 where frekuensi='" & Cmb_frek.Text & "'", db4, adOpenDynamic, adLockPessimistic T_magnitudo.Text = Rs_Frekuensi!magnitude If Not Rs_Frekuensi.EOF Then tampil Else 'Form_kosong End If End Sub Function proses() If co_kapasitansi.Text = "" And co_pkabel.Text = "" And T_magnitudo.Text = "" Then MsgBox "ada data yang belum diinisialisasi" Exit Function End If If o_biru.Value = True Then warna = "biru" ElseIf o_orange.Value = True Then warna = "orange" ElseIf o_hijau.Value = True Then warna = "hijau" ElseIf o_coklat.Value = True Then warna = "coklat" End If 'Set Rs_Frekuensi = New ADODB.Recordset 'Rs_Frekuensi.Open "tes1", db4, adOpenDynamic, adLockPessimistic 'Set DataGrid1.DataSource = Nothing 'Set DataGrid1.DataSource = Rs_Frekuensi

Rs_Frekuensi.Close Rs_Frekuensi.Open "select magnitude from campuran where frekuensi='" & Cmb_frek.Text & "' and warna='" & warna & "' and kapasitansi='" & co_kapasitansi.Text & "' and panjang='" & co_pkabel.Text & "'", db4, adOpenDynamic, adLockPessimistic 'Rs_Frekuensi.Open "select magnitude from tes1 where frekuensi='" & Cmb_frek.Text & "'", db4, adOpenDynamic, adLockPessimistic 'Rs_Frekuensi.Open "select magnitude from tes1 where warna='biru' and frekuensi = '.110917' and panjang='100' and kapasitansi='10.000 / 10.000' ", db4, adOpenDynamic, adLockPessimistic Set DataGrid1.DataSource = Nothing Set DataGrid1.DataSource = Rs_Frekuensi Text5.Text = Rs_Frekuensi!magnitude End Function Private Sub co_kapasitansi_Change() If co_kapasitansi.Text = "Tanpa Kapasitor" Then Text4.Text = "1" End If If co_kapasitansi.Text = "5000 / 1000" Then Text10.Text = "2" End If If co_kapasitansi.Text = "5000 / 20.000" Then Text11.Text = "3" End If If co_kapasitansi.Text = "5000 / 5000" Then Text12.Text12 = "4" End If If co_kapasitansi.Text = "10.000 / 10.000" Then Text13.Text = "5" End If End Sub Private Sub Command1_Click() proses End Sub Private Sub Command2_Click() 'Menghitung VCm Dim x, y, z x = Val(Text5.Text)

y = Val(Text8.Text) z = Val(Text4.Text) Text8.Text = (x + 111) Text4.Text = (10 ^ -6) * (10 ^ (Text7.Text / 20)) End Sub Private Sub Command3_Click() 'menghitung Differential Mode Dim a, b, c a = Val(T_magnitudo.Text) b = Val(Text7.Text) c = Val(Text3.Text) Text7.Text = (a + 111) Text3.Text = (10 ^ -6) * (10 ^ (Text7.Text / 20)) Text1.Text = Text3.Text * (Sqr(100 / 50)) End Sub Function Logaritma(Nilai As Double, Optional Basis As Double = 10) As Double Logaritma = Log(Nilai) / Log(Basis) End Function Private Sub Command4_Click() 'Menghitung LCL Dim Second, Third Second = Val(Text2.Text) Third = Val(Text1.Text) Text6.Text = 20 * Log(Text2.Text / Text1.Text) / Log(10) End Sub Private Sub Command5_Click() 'Menghitung Common Mode Dim x, y, z x = Val(Text5.Text) y = Val(Text8.Text) z = Val(Text9.Text) Text8.Text = (x + 111) Text9.Text = (10 ^ -6) * (10 ^ (Text8.Text / 20)) Text2.Text = Text9.Text * ((500 + 50) / 50) End Sub Private Sub List1_Click()

'if list1.ListIndex=tru End Sub Private Sub Command6_Click() proses End Sub Private Sub Command7_Click() Adodc1.RecordSource = "select *from konek" Adodc1.Refresh Adodc1.Recordset.AddNew If o_hijau.Value = True Then Adodc1.Recordset!Pair = "hijau" ElseIf o_orange.Value = True Then Adodc1.Recordset!Pair = "orange" ElseIf o_biru.Value = True Then Adodc1.Recordset!Pair = "biru" ElseIf o_coklat.Value = True Then Adodc1.Recordset!Pair = "coklat" End If Adodc1.Recordset!Frekuensi = Cmb_frek.Text Adodc1.Recordset!Vd = Text1.Text Adodc1.Recordset!Kapasitansi = co_kapasitansi.Text Adodc1.Recordset!Panjang = co_pkabel.Text Adodc1.Recordset!Vc = Text2.Text Adodc1.Recordset!LCL = Text6.Text Adodc1.Recordset.Update Command7.Enabled = False End Sub Private Sub Command8_Click() Adodc1.RecordSource = "select *from konek" Adodc1.Refresh Adodc1.Recordset.AddNew If o_hijau.Value = True Then Adodc1.Recordset!Pair = "hijau" ElseIf o_orange.Value = True Then Adodc1.Recordset!Pair = "orange" ElseIf o_biru.Value = True Then

Adodc1.Recordset!Pair = "biru" ElseIf o_coklat.Value = True Then Adodc1.Recordset!Pair = "coklat" End If Adodc1.Recordset!Frekuensi = Cmb_frek.Text Adodc1.Recordset!Vd = Text1.Text Adodc1.Recordset!Kapasitansi = co_kapasitansi.Text Adodc1.Recordset!Panjang = co_pkabel.Text Adodc1.Recordset!Vc = Text2.Text Adodc1.Recordset!LCL = Text6.Text Adodc1.Recordset.Update Command7.Enabled = False End Sub Private Sub Form_Load() Buka Set DataGrid1.DataSource = Nothing Set DataGrid1.DataSource = Rs_Frekuensi Buka Frek 'proses End Sub Sub Frek() Cmb_frek.Clear Rs_Frekuensi.MoveFirst While Not Rs_Frekuensi.EOF 'Cmb_frek.AddItem (Rs_Frekuensi!Field1) Cmb_frek.AddItem (Rs_Frekuensi!Frekuensi) Rs_Frekuensi.MoveNext Wend End Sub Sub tampil() On Error Resume Next With Rs_Frekuensi T_magnitudo.Text = !Field2 End With On Error GoTo 0 End Sub

Private Sub Text4_Change() Dim x, y, z x = Val(Text5.Text) y = Val(Text8.Text) z = Val(Text4.Text) Text8.Text = (x + 3 + 107 + 1) Text4.Text = (10 ^ -6) * (10 ^ (Text7.Text / 20)) End Sub

DATA HASIL PENGUKURAN TABEL TEGANGAN DIFFERENTIAL MODE Frek
0.1 0.103 0.504 0.107 0.508 0.110 0.510 0.114 0.512 0.118 0.514 0.123 0.515 0.127 0.517 0.131 0.518 0.136 0.519 0.141 0.519 0.146 0.520 0.151 0.521 0.156 0.521 0.162 0.520 0.167 0.520 0.173 0.520 0.179 0.519 0.186 0.519 1.047 0.500 1.011 0.501 5.888 0.502 0.977 0.501 5.688 0.500 33.113 0.489 0.944 0.500 5.495 0.500 31.988 0.490 0.912 0.500 5.308 0.500 30.902 0.488 0.881 0.501 5.128 0.499 29.853 0.489 0.851 0.500 4.954 0.500 28.840 0.488 0.822 0.501 4.786 0.501 27.861 0.489 0.794 0.501 4.623 0.501 26.915 0.488 0.767 0.501 4.466 0.501 26.001 0.489 0.741 0.501 4.315 0.501 25.118 0.489 0.716 0.501 4.168 0.503 24.266 0.490 0.691 0.500 4.027 0.502 23.442 0.490 0.668 0.500 3.890 0.502 22.646 0.490 0.645 0.501 3.758 0.502 21.877 0.490 0.623 0.501 3.630 0.502 21.134 0.491 0.602 0.501 3.507 0.502 20.417 0.492

VD
0.502

Frek
0.562 0.582

VD
0.502

Frek
3.162 3.273

VD
0.503

Frek
17.782 18.407

0.493 0.493

VD

0.501 3.388

0.503 19.054 0.503 19.724

0.492 0.491

0.192 0.518 0.199 0.516 0.206 0.515 0.213 0.513 0.221 0.513 0.229 0.511 0.237 0.509 0.245 0.509 0.254 0.507 0.263 0.506 0.272 0.505 0.281 0.504 0.291 0.502 0.301 0.502 0.312 0.501 0.323 0.501 0.334 0.502 0.346 0.502 0.358 0.502 0.371 0.503 0.384 0.503 0.398 0.503

1.083 0.500 1.122 0.501 1.161 0.500 1.202 0.500 1.244 0.501 1.288 0.501 1.333 0.501 1.380 0.500 1.428 0.501 1.479 0.501 1.531 0.501 1.584 0.501 1.640 0.502 1.698 0.501 1.757 0.502 1.819 0.501 1.883 0.501 1.949 0.502 2.018 0.502 2.089 0.501 2.162 0.502 2.238 0.502

6.095 0.499 6.309 0.499 6.531 0.499 6.760 0.499 6.998 0.498 7.244 0.499 7.498 0.498 7.762 0.499 8.035 0.499 8.317 0.499 8.609 0.500 8.912 0.499 9.225 0.501 9.549 0.500 9.885 0.501 10.23 0.502 10.59 0.502 10.96 0.502 11.35 0.503 11.74 0.504 12.16 0.504 12.58 0.504

34.276 0.489 35.481 0.489 36.728 0.489 38.018 0.489 39.354 0.490 40.737 0.489 42.169 0.488 43.651 0.488 45.185 0.488 46.773 0.488 48.417 0.488 50.118 0.488 51.879 0.487 53.703 0.487 55.590 0.486 57.543 0.485 59.566 0.485 61.659 0.483 63.826 0.483 66.069 0.483 68.391 0.481 70.794 0.482

0.412 0.503 0.426 0.503 0.441 0.503 0.457 0.503 0.473 0.503 0.489 0.502 0.506 0.502 0.524 0.501

2.317 0.502 2.398 0.502 2.483 0.503 2.570 0.502 2.660 0.503 2.754 0.502 2.851 0.502 2.951 0.502

13.03 0.505 13.48 0.504 13.96 0.505 14.45 0.506 14.96 0.507 15.48 0.507 16.03 0.493 16.59 0.494

73.282 0.481 75.857 0.480 78.523 0.479 81.282 0.480 84.139 0.480 87.096 0.479 90.156 0.477 93.325 0.478 100 0.477

TABEL DATA PAIR PANJANG 100 M Frekuensi VC (volt) VD (volt) (MHz) 0.1 0.0121 0.5028 0.103514 0.0066 0.5044 0.107151 0.0396 0.5081 0.110917 0.0253 0.5101 0.114815 0.0319 0.5128 0.11885 0.0165 0.5149 0.123026 0.0055 0.5156 0.12735 0.0077 0.5179 0.131825 0.0022 0.5186 0.136458 0.0110 0.5196 0.141253 0.0033 0.5193 0.146217 0.0022 0.5201 0.151356 0.0011 0.5216 0.156675 0.0132 0.5216 0.16218 0.0286 0.5207 0.16788 0.0044 0.5201 0.17378 0.0165 0.5201 0.179887 0.0044 0.5193

LCL (dB) -32.3722 -37.6646 -22.1651 -26.0907 -24.1231 -29.8848 -39.4390 -36.5551 -47.4482 -33.4855 -43.9381 -47.4733 -53.5189 -31.9353 -25.2044 -41.4527 -29.9721 -41.4393

0.186208 0.192752 0.199526 0.206537 0.213796 0.221309 0.229086 0.237137 0.24547 0.254097 0.263026 0.27227 0.281838 0.291742 0.301994 0.312607 0.323593 0.334965 0.346736 0.358921 0.371535 0.384591 0.398106 0.412097 0.426579 0.441569 0.457087 0.473151 0.489778 0.50699 0.524807 0.54325 0.56234 0.582102 0.602558 0.623734 0.645653 0.668343

0.0022 0.0055 0.0341 0.0297 0.0022 0.0011 0.0011 0.0033 0.0187 0.0165 0.0011 0.0165 0.0044 0.0165 0.0242 0.0176 0.0165 0.3080 0.0099 0.0088 0.0077 0.0165 0.0440 0.0011 0.0022 0.0352 0.0121 0.0055 0.0220 0.0000 0.0132 0.0022 0.0033 0.0121 0.0011 0.0033 0.0011 0.0099

0.5190 0.5183 0.5162 0.5152 0.5132 0.5136 0.5118 0.5098 0.5093 0.5071 0.5066 0.5052 0.5044 0.5025 0.5022 0.5018 0.5019 0.5020 0.5029 0.5028 0.5030 0.5032 0.5035 0.5030 0.5032 0.5030 0.5035 0.5030 0.5026 0.5025 0.5019 0.5020 0.5020 0.5012 0.5018 0.5012 0.5013 0.5009

-47.4549 -39.4844 -23.6013 -24.7844 -47.3573 -53.3846 -53.3542 -43.7777 -28.7026 -29.7522 -53.2655 -29.7196 -41.1864 -29.6730 -26.3412 -29.1004 -29.6627 - 4.2431 -34.1169 -35.1383 -36.3015 -29.6851 -21.1709 -53.2035 -47.1864 -23.1005 -32.3843 -39.2241 -27.1760 - Inf -31.6009 -47.1656 -43.6438 -32.3445 -53.1828 -43.6299 -53.1741 -34.0823

0.69183 0.716142 0.74131 0.767361 0.794327 0.822241 0.851137 0.881047 0.912009 0.944059 0.977236 1.011578 1.047128 1.083926 1.122017 1.161447 1.202263 1.244513 1.288248 1.33352 1.380383 1.428893 1.479107 1.531086 1.584891 1.640588 1.698241 1.757921 1.819698 1.883647 1.949841 2.018364 2.089294 2.162716 2.238719 2.317391 2.398829 2.483128

0.0011 0.0022 0.0033 0.0077 0.0000 0.0011 0.0011 0.0022 0.0022 0.0033 0.0044 0.0099 0.0066 0.0099 0.0088 0.0077 0.0055 0.0055 0.0033 0.0033 0.0022 0.0022 0.0011 0.0011 0.0011 0.0011 0.0033 0.0022 0.0033 0.0044 0.0055 0.0055 0.0044 0.0088 0.0121 0.0088 0.0055 0.0033

0.5009 0.5011 0.5013 0.5015 0.5011 0.5012 0.5009 0.5012 0.5008 0.5006 0.5012 0.5012 0.5009 0.5009 0.5016 0.5006 0.5009 0.5015 0.5012 0.5015 0.5006 0.5013 0.5018 0.5018 0.5013 0.5025 0.5019 0.5022 0.5018 0.5012 0.5025 0.5028 0.5016 0.5022 0.5028 0.5025 0.5028 0.5032

-53.1672 -47.1500 -43.6317 -36.2756 - Inf -53.1724 -53.1672 -47.1518 -47.1448 -43.6195 -41.1312 -34.0875 -37.6041 -34.0823 - 35.1175 - 36.2600 - 39.1878 - 39.1982 - 43.6299 - 43.6351 - 47.1414 - 47.1535 - 53.1828 -53.1828 -53.1741 -53.1949 -43.6421 -47.1691 -43.6403 -41.1312 -39.2155 -39.2207 -41.1381 -35.1279 -32.3722 -35.1331 -39.2207 -43.6645

2.570393 2.660722 2.754227 2.851015 2.951207 3.054919 3.162273 3.2734 3.388435 3.507513 3.630774 3.75837 3.890447 4.027166 4.168689 4.315187 4.466829 4.623804 4.786292 4.954491 5.128603 5.308836 5.495404 5.688523 5.888433 6.095364 6.309565 6.531293 6.760818 6.998405 7.244346 7.498929 7.762461 8.035246 8.317627 8.609929 8.912494 9.225701

0.0033 0.0033 0.0033 0.0033 0.0022 0.0033 0.0077 0.0143 0.0132 0.0077 0.0033 0.0033 0.0044 0.0066 0.0077 0.0099 0.0165 0.0088 0.0055 0.0055 0.0033 0.0077 0.0165 0.0110 0.0055 0.0066 0.0099 0.0099 0.0121 0.0077 0.0077 0.0088 0.0132 0.0077 0.0044 0.0088 0.0121 0.0099

0.5028 0.5032 0.5025 0.5029 0.5023 0.5023 0.5037 0.5036 0.5037 0.5029 0.5028 0.5028 0.5025 0.5026 0.5030 0.5019 0.5011 0.5012 0.5013 0.5009 0.4999 0.5009 0.5008 0.5008 0.5020 0.4996 0.4991 0.4998 0.4996 0.4985 0.4992 0.4985 0.4996 0.4994 0.4995 0.5001 0.4998 0.5011

-43.6576 -43.6645 -43.6524 -43.6594 -47.1708 -43.6490 -36.3136 -30.9350 -31.6320 -36.2998 -43.6576 -43.6576 -41.1537 -37.6336 -36.3015 -34.0996 -29.6488 -35.1106 -39.1947 -39.1878 -43.6074 -36.2652 -29.6436 -33.1654 -39.2068 -37.5816 -34.0510 -34.0632 -32.3167 -36.2235 -36.2357 -35.0636 -31.5610 -36.2392 -41.1017 -35.0915 -32.3202 -34.0858

9.549905 9.885509 10.232907 10.592516 10.964772 11.350093 11.748958 12.161837 12.589234 13.031641 13.489596 13.963659 14.45437 14.962329 15.488135 16.03243 16.595843 17.179052 17.782747 18.407694 19.054567 19.724177 20.417347 21.134852 21.877579 22.646398 23.442264 24.266072 25.118822 26.001539 26.915295 27.861164 28.840235 29.853716 30.902906 31.988879 33.113055 34.276732

0.0088 0.0121 0.0099 0.0055 0.0088 0.0088 0.0088 0.0066 0.0044 0.0044 0.0055 0.0044 0.0033 0.0033 0.0044 0.0077 0.0033 0.0055 0.0022 0.0022 0.0011 0.0022 0.0000 0.0022 0.0011 0.0044 0.0011 0.0044 0.0044 0.0033 0.0044 0.0055 0.0044 0.0022 0.0022 0.0033 0.0044 0.0033

0.5009 0.5011 0.5022 0.5029 0.5028 0.5035 0.5044 0.5043 0.5044 0.5052 0.5049 0.5059 0.5064 0.5074 0.5076 0.4937 0.4944 0.4943 0.4934 0.4937 0.4927 0.4919 0.4921 0.4914 0.4907 0.4900 0.4900 0.4900 0.4895 0.4892 0.4886 0.4897 0.4889 0.4893 0.4888 0.4902 0.4895 0.4899

-35.1054 -32.3428 -34.1048 -39.2224 -35.1383 -35.1503 -35.1658 -37.6629 -41.1864 -41.2002 -39.2569 -41.2122 -43.7196 -43.7367 -41.2414 -36.1394 -43.5113 -39.0726 -47.0155 -47.0208 -53.0238 -46.9891 - Inf -46.9802 -52.9885 -40.9349 -52.9761 -40.9349 -40.9260 -43.4195 -40.9100 -38.9913 -40.9153 -46.9431 -46.9342 -43.4372 -40.9260 -43.4319

35.481288 36.728152 38.018801 39.354941 40.737931 42.169573 43.651473 45.185499 46.773428 48.417103 50.118664 51.879886 53.703065 55.590248 57.543819 59.56608 61.659316 63.826198 66.069225 68.391067 70.794379 73.282289 75.857575 78.523301 81.282842 84.13936 87.096246 90.156908 93.325262 96.604946 100.

0.0033 0.0066 0.0011 0.0011 0.0011 0.0022 0.0011 0.0011 0.0022 0.0000 0.0033 0.0033 0.0044 0.0011 0.0055 0.0055 0.0022 0.0033 0.0033 0.0044 0.0000 0.0022 0.0044 0.0022 0.0011 0.0011 0.0011 0.0022 0.0033 0.0000 0.0011

0.4893 0.4893 0.4890 0.4900 0.4895 0.4883 0.4889 0.4886 0.4889 0.4886 0.4885 0.4879 0.4875 0.4868 0.4859 0.4851 0.4838 0.4834 0.4834 0.4814 0.4821 0.4813 0.4807 0.4794 0.4800 0.4804 0.4790 0.4777 0.4781 0.4777 0.4780

-43.4212 -37.4006 -52.9583 -52.9761 -52.9672 -46.9253 -52.9565 -52.9512 -46.9359 - Inf -43.4070 -43.3963 -40.8904 -52.9192 -38.9237 -38.9094 -46.8449 -43.3159 -43.3159 -40.7811 - Inf -46.7999 -40.7684 -46.7655 -52.7970 -52.8042 -52.7789 -46.7347 -43.2201 - Inf -52.7607

TABEL DATA PAIR 50 METER Frekuensi VC (volt) (MHz) 0.1 0.0033 0.103514 0.0066 0.107151 0.0077 0.110917 0.0517

VD (volt) 0.5028 0.5044 0.5081 0.5101

LCL (dB) -43.6576 -37.6646 -36.3892 -19.8833

0.114815 0.11885 0.123026 0.12735 0.131825 0.136458 0.141253 0.146217 0.151356 0.156675 0.16218 0.16788 0.17378 0.179887 0.186208 0.192752 0.199526 0.206537 0.213796 0.221309 0.229086 0.237137 0.24547 0.254097 0.263026 0.27227 0.281838 0.291742 0.301994 0.312607 0.323593 0.334965 0.346736 0.358921 0.371535 0.384591 0.398106 0.412097

0.0638 0.0176 0.0044 0.0055 0.0374 0.0022 0.0077 0.0011 0.0011 0.0275 0.0605 0.0077 0.0132 0.0033 0.0132 0.0077 0.0176 0.0077 0.0022 0.0231 0.0022 0.0066 0.0044 0.0121 0.0055 0.0055 0.0022 0.0033 0.0924 0.0033 0.0033 0.0638 0.0220 0.0055 0.0044 0.0022 0.0066 0.0187

0.5128 0.5149 0.5156 0.5179 0.5186 0.5196 0.5193 0.5201 0.5216 0.5216 0.5207 0.5201 0.5201 0.5193 0.5190 0.5183 0.5162 0.5152 0.5132 0.5136 0.5118 0.5098 0.5093 0.5071 0.5066 0.5052 0.5044 0.5025 0.5022 0.5018 0.5019 0.5020 0.5029 0.5028 0.5030 0.5032 0.5035 0.5030

-18.1025 -29.3242 -41.3772 -39.4777 -22.8392 -47.4649 -36.5786 -53.4939 -53.5189 -25.5601 -18.6966 -36.5919 -31.9103 -43.9381 -31.8919 -36.5618 -29.3461 -36.5097 -47.3573 -26.9403 -47.3336 -37.7571 -41.2704 - 32.4462 - 39.2860 - 39.2620 -47.2070 -43.6524 -14.7041 -43.6403 -43.6421 -17.9177 -27.1812 -39.2207 -41.1623 -47.1864 -37.6491 -28.5945

0.426579 0.441569 0.457087 0.473151 0.489778 0.50699 0.524807 0.54325 0.56234 0.582102 0.602558 0.623734 0.645653 0.668343 0.69183 0.716142 0.74131 0.767361 0.794327 0.822241 0.851137 0.881047 0.912009 0.944059 0.977236 1.011578 1.047128 1.083926 1.122017 1.161447 1.202263 1.244513 1.288248 1.33352 1.380383 1.428893 1.479107 1.531086

0.0121 0.1694 0.0033 0 0.0594 0.0099 0.0110 0.0198 0.0022 0.0506 0.0055 0.0407 0.0011 0.0198 0.0088 0.0231 0.0011 0.0077 0.0022 0.0033 0.0022 0 0 0.0011 0 0.0044 0.0011 0 0 0.0011 0.0011 0.0011 0.0011 0.0011 0.0011 0.0022 0.0011 0.0022

0.5032 0.5030 0.5035 0.5030 0.5026 0.5025 0.5019 0.5020 0.5020 0.5012 0.5018 0.5012 0.5013 0.5009 0.5009 0.5011 0.5013 0.5015 0.5011 0.5012 0.5009 0.5012 0.5008 0.5006 0.5012 0.5012 0.5009 0.5009 0.5016 0.5006 0.5009 0.5015 0.5012 0.5015 0.5006 0.5013 0.5018 0.5018

-32.3791 - 9.4531 -43.6697 - Inf -18.5487 -34.1100 -33.1845 -28.0808 -47.1656 -19.9172 -39.2034 -21.8083 -53.1741 -28.0617 -35.1054 -26.7262 -53.1741 -36.2756 -47.1500 -43.6299 -47.1466 - Inf - Inf -53.1620 - Inf -41.1312 -53.1672 - Inf - Inf -53.1620 - 53.1672 - 53.1776 -53.1724 -53.1776 -53.1620 -47.1535 -53.1828 -47.1622

1.584891 1.640588 1.698241 1.757921 1.819698 1.883647 1.949841 2.018364 2.089294 2.162716 2.238719 2.317391 2.398829 2.483128 2.570393 2.660722 2.754227 2.851015 2.951207 3.054919 3.162273 3.2734 3.388435 3.507513 3.630774 3.75837 3.890447 4.027166 4.168689 4.315187 4.466829 4.623804 4.786292 4.954491 5.128603 5.308836 5.495404 5.688523

0.0022 0.0011 0.0011 0.0011 0.0011 0.0022 0.0033 0.0055 0.0088 0.0132 0.0132 0.0110 0.0088 0.0077 0.0055 0.0044 0.0044 0.0033 0.0022 0.0022 0.0011 0.0022 0.0022 0.0033 0.0044 0.0055 0.0055 0.0088 0.0099 0.0099 0.0143 0.0121 0.0088 0.0044 0.0044 0.0022 0.0022 0.0044

0.5013 0.5025 0.5019 0.5022 0.5018 0.5012 0.5025 0.5028 0.5016 0.5022 0.5028 0.5025 0.5028 0.5032 0.5028 0.5032 0.5025 0.5029 0.5023 0.5023 0.5037 0.5036 0.5037 0.5029 0.5028 0.5028 0.5025 0.5026 0.5030 0.5019 0.5011 0.5012 0.5013 0.5009 0.4999 0.5009 0.5008 0.5008

-47.1535 -53.1949 -53.1845 -53.1897 -53.1828 -47.1518 -43.6524 -39.2207 -35.1175 -31.6061 -31.6164 -33.1949 -35.1383 -36.3050 -39.2207 -41.1658 -41.1537 -43.6594 -47.1708 -47.1708 -53.2156 -47.1933 -47.1950 -43.6594 -41.1589 -39.2207 -39.2155 -35.1348 -34.1187 -34.0996 -30.8918 -32.3445 -35.1123 -41.1260 -41.1086 -47.1466 -47.1448 -41.1242

5.888433 6.095364 6.309565 6.531293 6.760818 6.998405 7.244346 7.498929 7.762461 8.035246 8.317627 8.609929 8.912494 9.225701 9.549905 9.885509 10.232907 10.592516 10.964772 11.350093 11.748958 12.161837 12.589234 13.031641 13.489596 13.963659 14.45437 14.962329 15.488135 16.03243 16.595843 17.179052 17.782747 18.407694 19.054567 19.724177 20.417347 21.134852

0.0066 0.0077 0.0066 0.0066 0.0143 0.0088 0.0044 0.0022 0.0044 0.0066 0.0110 0.0132 0.0154 0.0110 0.0055 0.0066 0.0066 0.0099 0.0165 0.0143 0.0066 0.0066 0.0077 0.0121 0.0187 0.0110 0.0099 0.0121 0.0154 0.0154 0.0088 0.0044 0.0132 0.0077 0.0088 0.0110 0.0099 0.0121

0.5020 0.4996 0.4991 0.4998 0.4996 0.4985 0.4992 0.4985 0.4996 0.4994 0.4995 0.5001 0.4998 0.5011 0.5009 0.5011 0.5022 0.5029 0.5028 0.5035 0.5044 0.5043 0.5044 0.5052 0.5049 0.5059 0.5064 0.5074 0.5076 0.4937 0.4944 0.4943 0.4934 0.4937 0.4927 0.4919 0.4921 0.4914

-37.6232 -36.2426 -37.5729 -37.5850 -30.8657 -35.0636 -41.0964 -47.1048 -41.1034 -37.5781 -33.1429 -31.5697 -30.2255 -33.1706 -39.1878 -37.6076 -37.6267 -34.1169 -29.6782 -30.9333 -37.6646 -37.6629 -36.3257 -32.4136 -28.6273 -33.2534 -34.1772 -32.4513 -30.3600 -30.1188 -34.9919 -41.0108 -31.4525 -36.1394 -34.9620 -33.0097 -33.9284 -32.1730

21.877579 22.646398 23.442264 24.266072 25.118822 26.001539 26.915295 27.861164 28.840235 29.853716 30.902906 31.988879 33.113055 34.276732 35.481288 36.728152 38.018801 39.354941 40.737931 42.169573 43.651473 45.185499 46.773428 48.417103 50.118664 51.879886 53.703065 55.590248 57.543819 59.56608 61.659316 63.826198 66.069225 68.391067 70.794379 73.282289 75.857575 78.523301

0.0077 0.0055 0.0066 0.0044 0.0055 0.0055 0.0066 0.0088 0.0099 0.0055 0 0.0044 0.0044 0.0110 0.0055 0.0011 0.0022 0.0055 0.0022 0.0011 0.0033 0.0011 0.0022 0.0044 0.0033 0.0033 0.0044 0.0088 0.0033 0.0033 0.0022 0.0055 0.0022 0.0055 0.0055 0.0033 0.0044 0.0033

0.4907 0.4900 0.4900 0.4900 0.4895 0.4892 0.4886 0.4897 0.4889 0.4893 0.4888 0.4902 0.4895 0.4899 0.4893 0.4893 0.4890 0.4900 0.4895 0.4883 0.4889 0.4886 0.4889 0.4886 0.4885 0.4879 0.4875 0.4868 0.4859 0.4851 0.4838 0.4834 0.4834 0.4814 0.4821 0.4813 0.4807 0.4794

-36.0865 -38.9967 -37.4130 -40.9349 -38.9878 -38.9825 -37.3882 -34.9089 -33.8717 -38.9843 - Inf -40.9384 -40.9260 32.9743 -38.9843 -52.9637 -46.9377 - 38.9967 -46.9466 -52.9459 -43.4141 -52.9512 -46.9359 -40.9100 -43.4070 -43.3963 -40.8904 -34.8574 -43.3607 -43.3463 -46.8449 -38.8789 -46.8377 -38.8429 -38.8555 -43.2780 -40.7684 -43.2437

81.282842 84.13936 87.096246 90.156908 93.325262 96.604946 100.

0.0011 0.0022 0.0022 0.0033 0.0077 0.0055 0.0033

0.4800 0.4804 0.4790 0.4777 0.4781 0.4777 0.4780

-52.7970 -46.7836 -46.7583 -43.2128 -35.8606 -38.7759 -43.2183

---------------Halaman ini sengaja dikosongkan----------------

RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan pada tanggal 5 Oktober 1985 di kota Surabaya sebagai anak kedua dari dari 3 bersaudara dari pasangan bapak Sukardi dan ibu Alfiah Mariama. Dengan penuh keyakinan, penulis mencoba mendaftarkan diri untuk kuliah di institusi yang diinginkan banyak orang yaitu ITS dan akhirnya diterima sebagai mahasiswa POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA pada tahun 2004. Riwayat pendidikan formal yang pernah ditempuh: • SDN SIMOKERTO II No. 135 Surabaya • SLTP Negeri 37 Surabaya • SMU Negeri 19 Surabaya • D3 Teknik Telekomunikasi, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS)

(1992-1998) (1998-2001) (2001-2004) (2004-2007)

Pada tanggal 24 Juli 2007 telah mengikuti Seminar Proyek Akhir sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan gelar Ahli Madya (A.Md) di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->