P. 1
Hubungan Antara Panjang Tungkai, Kekuatan Otot Kaki Dengan Prestasi Lompat Jauh Gaya Jongkok

Hubungan Antara Panjang Tungkai, Kekuatan Otot Kaki Dengan Prestasi Lompat Jauh Gaya Jongkok

|Views: 5,327|Likes:
Published by Beny_Madiun
HUBUNGAN ANTARA PANJANG TUNGKAI, KEKUATAN OTOT KAKI DENGAN PRESTASI LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK PADA SISWA KELAS V DAN VI SDN NGUJUNG 01 KECAMATAN MAOSPATI KABUPATEN MAGETAN TAHUN PELAJARAN 2006/2007

SKRIPSI

Oleh BAMBANG SANTOSO NIM. 215263251240

FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN IKIP BUDI UTOMO MALANG TAHUN 2007
14

15

HUBUNGAN ANTARA PANJANG TUNGKAI, KEKUATAN OTOT KAKI DENGAN PRESTASI LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK PADA SISWA KELAS V DAN VI DI SDN NGU
HUBUNGAN ANTARA PANJANG TUNGKAI, KEKUATAN OTOT KAKI DENGAN PRESTASI LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK PADA SISWA KELAS V DAN VI SDN NGUJUNG 01 KECAMATAN MAOSPATI KABUPATEN MAGETAN TAHUN PELAJARAN 2006/2007

SKRIPSI

Oleh BAMBANG SANTOSO NIM. 215263251240

FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN IKIP BUDI UTOMO MALANG TAHUN 2007
14

15

HUBUNGAN ANTARA PANJANG TUNGKAI, KEKUATAN OTOT KAKI DENGAN PRESTASI LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK PADA SISWA KELAS V DAN VI DI SDN NGU

More info:

Published by: Beny_Madiun on May 17, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/02/2013

pdf

text

original

Sections

TUNGKAI DENGAN PREST ASI LOMP A T JAUH GAY A JONGKOK

1. Panjang tungkai yaitu untuk mengetahui hubungan antara panjang tungkai

dengan prestasi lompat jauh gaya jongkok

61

2. Kekuatan Otot tungkai yaitu untuk mengetahui hubungan antara Kekuatan

Otot tungkai dengan prestasi lompat jauh gaya jongkok

3. Prestasi lompat jauh yaitu untuk mengetahui hubungan antara panJang tungkai

dan Kekuatan Otot tungkai dengan prestasi lompat jauh.

62

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian

Sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai yaitu ada tidaknya

hubungan antara panjang tungkai dan kekuatan otot kaki dengan prestasi lompat

jauh gaya jongkok pada siswa kelas putra V dan VI SDN Ngujung 01 Kecamatan

Maospati Kabupaten Magetan tahun pelajaran 2007/2008, dengan menggunakan

pendekatan sample. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat hubungan

antara variabel-variabel bebas dengan variabel terikat berdasarkan efisiensi

korelasi.

Agar dalam penelitian dapat dilaksanakan dengan cermat dan tepat, serta

diharapkan memperoleh data yang lengkap maka digunakan metode analisis,

karena selain bertujuan menggambarkan apa adanya, juga mencoba memberikan

penyimpulan yang bersifat inferensial menggunakan teknik korelasi. Dengan

demikian diharapkan dalam penelitian ini akan menghasilkan temuan yang

bermanfaat bagi kita semua.

Suatu penelitian haruslah dilaksanakan secermat mungkin dengan

menetapkan langkah-langkah yang tersusun secara rapi, serta menggunakan

teknik tertentu supaya dapat menemukan suatu kebenaran yang pasti. Dalam

pengumpulan data hendaknya diusahakan subyektif mungkin serta tidak berat

sebelah.

1. Prosedur Penelitian

63

Selama pelaksanaan ini, prosedur penelitian yang peneliti gunakan

adalah sebagai berikut :

a. Membuat Proposal penelitian

b. Mengajukan Proposal ke Lembaga Pendidikan Budi Utomo

c. Mengajukan Ijin Penelitian ke sekolah yang dijadikan tempat penelitian.

d. Mempersiapkan sarana dan prasarana untuk pengukuran panjang tungkai,

kekuatan otot kaki serta pengukuran prestasi lompat jauh gaya jongkok.

e. Menentukan sample penelitian.

f. Mengadakan pengukuran panjang tungkai, kekuatan otot kaki dengan

vertikal jump dan pengukuran prestasi lompat jauh gaya jongkok.

g. Mengumpulkan data akhir dari hasil pengukuran dan test kekuatan otot

kaki dan prestasi lompat jauh gaya jongkok.

h. Menganalisa data.

i. Menyusun Laporan Penelitian.

2. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SDN Ngujung 01 Kecamatan Maospati

Kabupaten Magetan.

3. Waktu Penelitian

Pelaksanaan Penelitian dilaksanakan pada hari Rabu tanggal

64

B. Populasi dan Sample

1. Pengertian Populasi

Populasi adalah ”keseluruhan subjek penelitian” (Suharsimi Arikunto,

1998 : 115). Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa putra kelas V dan VI

sebanyak 30 siswa. Dengan perincian sebagai berikut :

No

Kelas

Jumlah

1

Kelas V

13

2

Kelas VI

17

Jumlah

30

2. Pengertian Sample

Sample adalah ”sebagian atau wakil populasi yang diteliti” (Suharsimi

Arikunto : 1998 : 117).

Suharsimi Arikunto berpendapat :

”Untuk sekedar ancar-ancar bila subjeknya kurang dari 100 maka lebih
baik semua populasi diambil, sehingga penelitiannya merupakan
penelitian pupulasi, selanjutnya jika jumlah subjek lebih dari 100 atau
lebih besar lagi maka diambil 10-11% atau 20-21% atau lebih
(1992:107).

Dengan mengacu pada teori tersbut di atas, maka peneliti mengambil

seluruh Populasi yang ada sejumlah 30 siswa. Sehingga penelitian ini disebut

penelitian Populasi.

65

3. Teknik Pengambilan Sample

Dalam bukunya yang berjudul Menyusun rencana Penelitian Drs.

Tatang M Aminin membagi Teknik pengambilan sample menjadi dua:

a. Teknik pengambilan secara adil / probabilitas. (Probability Sampling).

Teknik ini ada 4 macam :

1) Sampling secara acak / random

2) Sampling secara sistematik.

3) Sampling berdasarkan pelapisan dan penggolongan.

4) Sampling berdasarkan pembagian wilayah.

b. Teknik pengambilan sample secara tidak adil (non probability sampling).

Yang termasuk cara ini adalah :

1) Sampling secara asal nemu (portunisic atau accidental sampling)

2) Sampling menurut quota (quota sampling)

3) Sampling secara bertujuan (porpusive sampling)

Dalam pengambilan sample, karena populasi yang ada dijadikan

sample semua maka teknik pengambilan sample ini dengan mengambil

seluruh siswa putra kelas V dan VI yang ada sebanyak 30 anak untuk

dijadikan sample. Oleh karena subyeknya meliputi semua yang terdapat di

dalam populasi, maka juga disebut Sensus. ( Suharsini Arikunto : 1998 : 116)

66

C. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data adalah Teknik atau cara yang dipergunakan

utnuk memperoleh penjelasan atau keterangan serta data yang diperlukan sebagai

dasar dalam memecahkan masalah yang dihadapi oleh peneliti.

Ada beberapa macam Teknik pengumpulan data tersebut dibawah ini :

1. Pengukuran

2. Test

Sesuai judul penelitian yaitu Hubungan antara Panjang Tungkai, Kekuatan

Otot Kaki dengan Pretasi Lompat Jauh gaya jongkok pada siswa putra kelas V

dan VI SDN Ngujung 01 Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan tahun

pelajaran 2007/2008, maka peneliti dalam pengumpulan datanya menggunakan

Teknik.

1. Pengukuran langsung. Yaitu untuk pengumpulan data tentang Panjang tungkai

2. Test yaitu untuk pengumpulan data tentang Kekuatan otot kaki dengan

vertical jump dan pre stasi lompat jauh gaya jongkok.

67

1. Pengukuran Panjang Tungkai

Pengukuran panjang tungkai dilaksanakan dengan menggunakan cara

test, anak-anak diminta untuk berdiri tegak dilantai tanpa menggunakan kaos

kaki ataupun sepatu. Kemudian tester mengukur panjang tungkai dengan

menggunakan meteran baja. Panjang tungkai testee di dapat dari beberapa

jarak antara telapak kaki sampai dengan coxae.

Peralatan yang digunakan :

a. Metlin panjang 5 meter.

b. Alat-alat tulis.

c. Blangko hasil pengukuran.

Teknik Pengukuran:

Subyek Penelitian Berbaris dan Antri satu persatu untuk diadakan

pengukuran panjang tungkai, yaitu diukur mulai dari telapak kaki paling

bawah sampai dengan coxae.

2. Pengukuran Kekuatan Otot Kaki

Pengukuran Kekuatan Otot Kaki ini dilakukan dengan cara testee

disuruh melakukan vertical jump dengan gerakan yang benar. Tujuannya yaitu

untuk mengukur kekuatan kaki siswa. Test ini dilaksanakan dalam tiga kali

kesempatan melompat, serta testee dalam hitungan ketiga hams melakukan

gerakan vertical jump sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing

testee. Semua gerakan vertical jump dimulai dari sikap berdiri.

Adapun urutan pelaksanaannya adalah sebagai berikut :

68

a. Papan berskala digantung pada dinding setinggi raihan orang yang

diperiksa.

b. Selama melakukan test, tangan peserta ditaburi serbuk kapur.

c. Peserta siap berdiri di bawah papan skala menghadap ke samping.

d. Tangan yang akan dipakai ootuk menempuh papan skala diangkat tinggi-

tinggi ke atas dan ditempelkan pada paapn skala. Sehingga bekas dari

tangan fang telah diberi serbuk kapur dibaca ada skala yang ada pada

berskala tersebut. (Titik A)

e. Peserta mengambil sikap hendak meloncat tinggi tinggi ke atas.

f. Peserta segera meloncat tinggi tinggi ke atas sambil menepuk papan skala

pada saat berada di poocak loncatan bekas tangan adalah titik B.

g. Selisih antara B-A adalah Prestasi peserta.

Adapun peralatan yang dipergooakan adalah :

a. Papan berskala.

b. Penghapus papan tulis.

c. Serbuk kapur.

d. Alat -alat tulis

e. Blanko daftar nama anak atau testee.

69

3. Test Prestasi Lompat Jauh Gaya Jongkok

Untuk mendapatkan data hasil prestasi lompat jauh gaya jongkok

maka pelaksanaannya berpedoman pada buku Test Kesegaran Jasmani

Indonesia.

a. Tujuan : Mengukur prestasi lompatan dengan awalan lari

b. Alat dan perlengkapan :

1) Bak lompat jauh

2) Pacul atau alat pengaduk pasir

3) Alat perata pasir

4) Meteran atau pengukur

5) Formulir test

6) Alat tulis sepert kapur, sapu, bolpoin, dan lain-lain.

c. Tester

1) Dua orang pengukur lompatan

2) Satu orang pencatat hasil

3) Satu orang pemanggil siswa

4) Satu orang perata pasir

d. Pelaksanaan Test

1) Sikap permulaan : peserta berdiri di belakang garis start

2) Gerakan

70

Murid yang akan di test diminta bersiap di tempat mereka

melakukan awalan. Setelah ada panggilan dari pengetes, murid yang

dipanggil tadi bersiap di tempat dia akan melakukan awalan.

Setelan siap, dia segera berlari cepat, dan setelah sampai pada

batas/papan tolakan dengan salah satu kakinya dioa menolak dan

melaukan lompatan sejauh mungkin ke depan.

Cara mengukur jarak lompatan : diukur dari sentuhan anggota

badan pada pasir yang terdekat jaraknya dari batas/papan tolak bagian

depan. Setiap murid diberi kesempatan melakukan lompatan tiga kali

dengan catatan, mereka selalu gagal melakukan lompatan diberi

kesempatan melakukan lompatan lagi sampai pada satu lompatan yang

sah.

Lompatan dianggap gagal, apabila ujung depan kaki tolaknya

melewati batas/pinggir depan tolak.

e. Pencatatan Hasil

1) Hasil ketiga lompata dicatat. Hasil lompatan terbaik itulah yang

diambil atau dinilai.

2) Jarak lompatan dicatat dengan satuan ukuran sentimeter (cm) dan

dicatat sampai bilangan lima perselupuh terdekat.

71

D. Teknik Analisis Data

Dalam teknik analisa data berdasarkan variabel dan tujuan penelitian yaitu

untuk mengetahui hubungan antara panjang tungkai, kekuatan otot tungkai,

dengan prestasi lompat jauh gaya jongkok. Maka teknik analisa data yang

dipergunakan dengan penelitian ini adalah teknik analisa korelasi product moment

dari pearson, dan analisa regresi. Adapun analisa statistiknya adalah sebagai

berikut :

1. Menyusun Data Mentah (Row Skor)

Guna memudahkan data perlu adanya penyusunan data-data dari hasil tes

pengukuran. Sedangkan data yang tersusun dalam tahap ini masih berupa data

mentah, artinya data tersebut belum bisa menggambarkan yang tepat

mengenai hasil penelitian ini.

2. Menguji Normalitas Row Skor

Dalam bukunya statistik jilid 2 Sutrisno Hadi mengatakan syarat-syarat

pengetesan nilai r.

Agar kesimpulan yang ditarik tidak menyimpang dari kebenaran yang

seharusnya ditarik, maka syarat-syarat berikut ini perlu dipenuhi :

72

a. Sampel yang digunakan dalam penyelidikan harus sampel diambil secara

random dari populasi terhadap nama kesimpulan penyelidikan yang

hendak kita kenakan.

b. Hubungan antara variabel X dan variabel Y merupakan hubungan garis

lurus atau hubungan linier.

c. Bentuk distribusi variabel X dan variabel Y dalam Populasi adalah atau

mendekati distribusi Normal.

Dari ketiga syarat itu, karena syarat yang ketiga sangat sukar diketahui, maka

bilamana kedua syarat yang pertama telah dipenuhi biasanya orang dapat

menarik kesimpulan-kesimpulan dari sampel untuk populasi tanpa kesalahan-

kesalahan yang berarti. Sutrisno Hadi, Yogyakarta (1987:303). Untuk

mengetahui apakah skor yang diperoleh dari hasil penelitian termasuk

distribusi normal atau tidak maka diadakan uji Normalitas dengan

menggunakan Chi Kwadrat dengan rumus sebagai berikut :

fh

fh

fo

2

Keterangan :

2

= Chi Kwadrat

fo

= Frekuensi yang di observasi

fh

= Frekuensi yang diharapkan dalam sampel

(Prof. Drs. Sutrisno Hadi, MA., 1987 : 317)

73

3. Menghitung Korelasi Dua Variabel Dengan Menggunakan Teknik

Korelasi Product Moment dari Pearson

Setelah data diubah menjadi T Skor maka selanjutnya data tersebut dicari

korelasinya antara dua variabel, yaitu variabel bebas dengan variabel terikat.

Adapun langkah-langkah dalam menghitung koefisien korelasi antara dua

variabel adalah sebagai berikut :

a. Menghitung jumlah kasusa

b. Mennghitung jumlah skor dari masing-masing variabel bebas (X) dan

variabel terikat (Y)

c. Menghitung jumlah kwadrat dari masing-masing variabel bebas (X2

) dan

variabel terikat (Y2

)

d. Menghitung koefisien korelasi antara variabel bebas (X) dan variabel

terikat (Y). Untuk menghitungnya menggunakan rumus sebagai berikut :

rxy =

N

Y

Y

N

X

X

N

Y

X

XY

2

2

2

2

Keterangan :

rxy

= Koefisien korelasi antara variabel x dan y

X

= Jumlah skor distribusi X

Y

= Jumlah skor distribusi Y

XY

= Jumlah perkalian skor X dan Y

N

= Jumlah responden X dan Y yang mengisi kuesioner

74

X

2 = Jumlah kwadrat skor distribusi X

Y

2 = Jumlah kwadrat skor distribusi Y

4. Menghitung Korelasi Ganda dengan menggunakan Teknik Analisis

Regresi

Analisa terakhir dalam penelitian ini adalah menghitung koefisien korelasi

ganda dengan menggunakan Teknik Analisa Regresi.

Adapun langkah-langkahnya dalam menghitung adalah :

a. Menghitung jumlah kwadrat dari masing-masing variabel (JK)

b. Menghitung jumlah product dari masing-masing variabel.

c. Menghitung koefisien garis regresi (Jpxy)

d. Menghitung koefisien korelasi antara dua prediktor dengan satu kriteria

(Ry 1,2)

e. Menghitung jumlah kwadrat regresi (JK reg)

f. Menghitung jumlah kwadrat residu (JK res)

g. Menghitung jumlah prediktor regresi (db reg)

h. Menghitung jumlah prediktor residu (db res)

i. Menghitung jumlah koefisien rearata regresi (KR reg)

j. Menghitung uji signifikansi F

k. Menghitung tabel ringkasan analisa regresi.

l. Menghitung bobot sumbangan efektif (SE %) dan bobot sumbangan relatif

(SR %)

m. Untuk menghitung koefisien ganda dengan menggunakan rumus analisis

75

regresi seperti rumus dibawah ini :

Ry(1,2) =

2

.

.
2

.
1

.
1

y

y

x

a

y

x

a

(Analisa Regresi, 1990, Andi Offset, Yogyakarta, Hal. 38)

Keterangan :

Ry(1,2) = Koefisien korelasi antara Y dan X1 dan X2

a1

= Koefisien prediktor X1

a2

= Koefisien prediktor X2

x1.y = Jumlah produk antara X1 dan Y

x2.y = Jumlah produk antara X2 dan Y

y2

= Jumlah kwadrat kriterium Y

Dengan nilai F dihitung dengan rumus :

F reg =

)

1(

)
1

(

2

2

R

M

m

N

R

Untuk bobot sumbangan relatif menggunakan rumus sebagai berikut :

1) SR %X1 =

g

JK

y

x

a

Re

.
1

1

2) SR %X2 =

g

JK

y

x

a

Re

.
2

2

(Analisa Regresi, 1990, Andi Ofset, Yogykarta, Hal. 26)

E. Uji Signifikansi

Dalam penelitian ini apabila hipotesa nol (Ho) ditolak maka hipotesa

alternatif (Ha) diterima. Demikian sebaliknya hipotesa nol diterima maka hipotesa

76

alternatif ditolak.

Hipotesa alternatif diterima dan hipotesa nol ditolak apabila r hitung lebih

besar atau sama dengan r tabel. Hipotesa alternatif ditolak dan hipotesa nol

diterima apabila r hitung lebih keeil atau sama dengan r tabel. Untuk pengetesan

ini digunakan tabel nilai r dari produek moment dengan taraf signifikasi 1 %.

Untuk korelasi antar dua variabel bebas terhadap vriabel terikat digunakan

analisa regresi dengan taraf signifikan 1 %, hipotesa alternatif diterima dan

hipotesa nol ditolak apabila f hitung lebih besar atau sama dengan F tabel.

Demikian juga sebaliknya, hipotesa alternatif ditolak dan hipotesa nol diterima,

apabila F hitung lebih kecil atau sama dengan F tabel.

Taraf signifikan untuk koefisien korelasi antar dua variabel ditetapkan 1 %

artinya apabila hipotesa alternatif diterima berarti 99 % ada hubungan yang

signifikan antar masing-masing variabel bebas dengan variabel terikat. Seangkan

taraf signifikan untuk analisa regusi ditetapkan 1 % artinya apabila hipotesa

alternatif diterima berarti 99 % ada hubungan yang signifikan antara keseluruhan

dari variabel bebas dengan variabel terikat.

77

BAB IV

PENYAJIAN DAN HASIL ANALISA DATA

F. Penyajian Hasil Perhitungan dan Uji Hipotesis

1. Hasil Uji Normalitas

a. Panjang Tungkai

Dari uji normalitas yang telah dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut :

Derajat kebebasan untuk tes signifikan ini adalah jumlah sel fh dikurangi

satu, atau 6-41 = 5. Dengan db = 5 ini pada taraf signifikan 5% batas

penolakan hipotesanya = 11,07. Sedangkan chi kwadrat yang penulis

peroleh = 4,761. Ini ternyata jauh di bawah batas penolakan. Atau Chi

Kwadrat hitung lebih kecil dari Chi Kwadrat tabel. Maka ini berarti data

panjang tungkai berasal dari Distribusi Normal.

b. Kekuatan Otot Kaki

Dari uji normalitas yang telah dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut :

Derajat kebebasan untuk tes signifikan ini adalah jumlah sel fh dikurangi

satu, atau 6 – 1 = 5. Dengan db = 5 ini pada taraf signifikan 5% batas

penolakan hipotesanya = 11,07. Sedangkan Nilai Chi Kwadrat yang

penulis peroleh = 8,459. Ini ternyata jauh di bawah batas penolakan. Atau

Chi Kwadrat hitung lebih kecil dari Chi Kwadrat tabel. Maka ini berarti

data kekuatan otot kaki berasal dari Distribusi Normal.

c. Data Prestasi Lompat jauh Gaya Jongkok

78

Dari uji normalitas yang telah dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut :

Derajat kebebasan untuk tes signifikan ini adalah jumlah sel fh dikurangi

satu, atau 6 – 5 = 1. Dengan db = 5 ini pada taraf signifikan 5% batas

penolakan hipotesanya = 11,07. Sedangkan Nilai Chi Kwadrat yang

penulis peroleh = 2,184. Ini ternyata jauh di bawah batas penolakan. Atau

Chi Kwadrat hitung lebih kecil dari Chi Kwadrat tabel. Maka ini berarti

data prestasi lompat jauh gaya jongkok berasal dari Distribusi Normal.

2. Hasil Perhitungan Korelasi Antara Variabel Bebas Dan Terikat

Untuk menguji hipotesis dalam suatu penelitian selalu berangkat dari

hipotesis nihil (nol). Dalam penelitian ini hipotesis nihilnya adalah “Tidak ada

hubungan yang signifikan antara panjang tungkai dan kekuatan otot kaki

dengan lompat jauh gaya jongkok, pada siswa putra kelas V dan VI SDN

Ngujung 01 Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan tahun pelajaran

2007/2008.

Dalam persiapan hipotesis diperlukan hasil perhitungan yang diperoleh

dari suatu penilitian. Hasil perhitungan dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

a. Analisa Korelasi Product Moment

Tabel II

Korelasi Antara

79

Variabel Bebas dan Variabel Terikat

Variabel

X1

X2

rt 5 %

Y

0,929

0,909

0,361

P

0,05

0,05

-

Interpretasi Analisis Product Moment

Untuk melihat apakah ada hubungan yang signifikan atau tidak

antara panjang tungkai kekuatan otot kaki dengan prestasi lompat jauh

gaya jongkok, maka dilakukan analisis dengan teknik analisis korelasi

Product Moment dari Pearson.

Hasil perhitungan untuk panjang tungkai menunjukkan bahwa rh =

0,929 dan rt = 0,361, pada taraf signifikasi 5%, N = 30. Dengan demikian

rh > rt, maka hipotesa nihil ditolak dan hipotesis alternatif diterima berarti

ada hubungan yang signifikan antara panjang tungkai dengan prestasi

lompat jauh gaya jongkok pada siswa putra kelas V dan VI SD Negeri

Ngujung I Maospati Kabupaten Magetan tahun ajaran 2007/2008.

Hasil perhitungan untuk kekuatan otot kaki menunjukkan bahwa rt

= 0,909 dan rt = 0,361, dengan taraf signifikan 5%, N = 30. Dengan

demikian rh > rt, maka hipotesis nihil (nol) ditolak dan hipotesis alternatif

diterima berarti ada hubungan yang signifikan antara kekuatan otot kaki

dengan prestasi lompat jauh gaya jongkok pada siswa putra kelas V dan

VI SD Negeri Ngujung I Maospati tahun ajaran 2007/2008.

b. Analisa Regresi

Tabel III

Hasil Ringkasan Analisis Regresi

80

Sumber

JK

db

RK

F

P

Resresi 2690.497036 2

1345.248518

117.355

0,05

Residu 309.5029636 27 11.46307273

Total

3000

29

-

-

-

Keterangan :

JK : Jumlah Kwadrat

Db : Derajat Kebebasan

RK : Rerata Kwadrat

F : Hasil F hitung analisa Regresi

P : Probabiliti atau kemungkinan kesalahan

Interpretasi Analisa Regresi

Untuk menganalisa, apakah ada hubungan yang signifikan antara

dua Predikator panjang tungkai dan kekuatan otot kaki dengan prestasi

lompat jauh gaya jongkok maka diperlukan rumus regresi dengan hasil F =

117.355 dan Ft = 3.35, pada taraf signifikan 5% N = 30, dengan derajat

kebebasan (db) untuk menguji F itu adalah m lawan N-m-1. Atau 2 lawan

27. Dengan demikian Fh > Ft berarti ada hubungan yang signifikan antara

panjang tungkai, kekuatan otot kaki dengan prestasi lompat jauh gaya

jongkok pada siswa putra kelas V dan VI SD Negeri Ngujung I Maospati

tahun ajaran 2007/2008.

c. Bobot Sumbangan Relatif Predikator Terhadap Prediksi

Sumbangan relatif dalam persen, atau SE %, tiap Predikator adalah :

81

1) SR% X1 =

%

100

497036
.
2690

406124
.
1610

x

2) SR % X2 =

%

100

497036
.
2690

090913
.
1080

x

= 10.1%

d. Sumbangan Efektif (SE%) Prediktor X1 dan X2

Sumbangan relatif (SR%) predikator X1 dan X2

1) SE X 1% = 59.9% x 0,896832345

= 53.68 %

2) SE X 2% = 10.1 % x 0,896832345

= 36%

Tabel IV

Bobot Sumbangan Prediktor

Ubahan
X

Korelasi
rxy

Sumbangan Relatif
SR %

Sumbangan Efektif
SE%

1

0,929

59,9

53,7

2

0,900

40,1

36,0

Total

100

89,7%

Interpretasi Sumbangan Predikator

Dari bobot sumbangan relatif diketahui panjang tungkai

memberikan sumbangan sebesar 59,9% dan kekuatan otot kaki

memberikan sumbangan sebesar 40.1%. Panjang tungkai mempunyai

sumbangan yang paling besar terhadap prestasi lompat jauh gaya jongkok

dibandingkan dengan kekuatan otot kaki. Pada siswa putra kelas V dan VI

SD Negeri Ngujung I Maospati tahun ajaran 2007/2008. Sedangkan dari

hasil bobot sumbangan totalnya sebesar 89.7%. Hal ini berarti variabel

82

bebas yaitu panjang tungkai dan kekuatan otot kaki menyumbang 89.7%

terhadap peningkatan prestasi lompat jauh, sedangkan sumbangan lain

sebesar 10.3% berasal dari variabel lain yang tidak diselidiki dalam

penelitian ini. Dari data penelitian ini ternyata bobot sumbangan efektif

panjang tungkai dan kekuatan otot kaki pengaruhnya lebih besar terhadap

prestasi lompat jauh gaya jongkok dibandingkan dengan variabel lain yang

tidak diteliti.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->