P. 1
budaya politik, masyarakat madani, hubungan internasional, hukum internasional tanya jawab

budaya politik, masyarakat madani, hubungan internasional, hukum internasional tanya jawab

|Views: 21,376|Likes:
Published by impulstek
soal jawab pkn
soal jawab pkn

More info:

Published by: impulstek on May 17, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/07/2013

pdf

text

original

Bab 1.

menganalisis budaya politik di Indonesia
1. Mendeskripsikan pengertian budaya politik Jawab : Budaya politik adalah aspek politik dari nilai-nilai yang terdiri atas pengetahuan, adat istiadat, tahayul, dan mitos. Kesemuanya dikenal dan diakui oleh sebagian besar masyarakat. Budaya politik tersebut memberikan rasional untuk menolak atau menerima nilai-nilai dan norma lain. 2. Mengidentifikasi ciri ciri budaya politik Jawab: 1. memberi penekanan pada perilaku beberapa sikap,pandangan,ataupun kepercayaan 2. Orientasinya terhadap sistem politk 3. Menggambarkan masyarakat dalam suatu negara 4. budaya politik menyagkut masalah legitimasi 5. budaya politik meyangkut perilaku aparat negara 6. budaya politik menyangkut proses pembuatan kebijakan pemerintah. 3.Mengidentifikasi macam macam budaya politik Jawab : 1.budaya politik militan 2. budaya politik toleransi -sikap tradisi dan perubahan 3.budaya politik yg memiliki sikap mental absolut 4 budaya politik yg memiliki skap mental akomodatif 4.Menjelaskan factor penyebab berkembangnya budaya politik suatu daerah Jawab: (1) Tingkat pendidikan masyarakat sebagai kunc utama perkembangan budaya politik masyarakat (2) Tingkat ekonomi masyarakat, semakin tinggi tingkat ekonomi/sejahtera masyarakat maka partisipasi masyarakat pun semakin besar (3) Reformasi politik/political will (semangat merevisi dan mengadopsi sistem politik yang lebih baik) (4) Supremasi hukum (adanya penegakan hukum yang adil,independen,dan bebas) (5) Media komunikasi yang independen (berfungsi sebagai kontrol sosial,bebas,dan mandiri) 5.Menyimpulkan budaya politik yang berkembang di masyarakat Jawab:

Budaya politik yang berkembang di Indonesia adalah munculnya pembinaan hubungan patron-client antara negara dengan masyarakat. Suasana ini semakin menguat dengan banyaknya fasilitas yang dimiliki negara, Budaya patron-client ini juga tumbuh di kalangan pelaku politik. Mereka lebih memilih mencari sponsor dari atas daripada menggali dukungan dari basisnya. Organisasi politiknya sudah modern, tapi etos kerja politiknya masih tradisional. Lebih parah lagi, suasana feodalisme masih dijalankan.Oleh karena itu, harus dilakukan perbaikan terhadap institusi-institusi yang kurang dapat menyerap semangat masyarakat yang berpikir kritis terhadap pembinaan politik melalui infra struktur politik. Ini menuntut kemauan para pimpinan partai politik untuk mendorong proses keterbukaan. 6.Mendeskripsikan tipe tipe budaya politik Jawab: 1. Budaya politik parokial (parochial political culture) Budaya parokial yaitu budaya politik yang terbatas pada wilayah tertentu bahkan masyarakat belum memiliki kesadaran berpolitik, sekalipun ada menyerahkannya kepada pemimpin lokal seperti suku. Pada budaya politik parokial umumnya tingkat partisipasi dan kesadaran politik masyrakatnya masih sangat rendah. Hal tersebut disebabkan oleh poleh faktor kognitif, yaitu rendahnya tingkat pendidikan/pengetahuan seseorang sehingga pemahaman dan kesadaran mereka terhadap politik masih sangat kecil. Pada budaya politik ini, kesadaran obyek politiknya kecil atau tidak ada sama sekali terhadap sistem politik. Kelompok ini akan ditemukan di berbagai lapisan masyarakat. 2. Budaya politik kaula/subjek (subject political culture) Budaya Kaula artinya masyarakat sudah memiliki kesadaran terhadap sistem politik namun tidak berdaya dan tidak mampu berpartisipasi sehingga hanya melihat outputnya saja tanpa bisa memberikan input. Pada budaya politik ini, masyarakat yang bersangkutan sudah relatif maju baik sosial maupun ekonominya, tetapi masih bersifat pasif. Budaya politik kaula adalah mereka yang berorientasi terhadap sistem politik dan pengaruhnya terhadap outputs yang mempengaruhi kehidupan mereka seperti tunjangan sosial dan hukum. Namun mereka tidak berorientasi terhadap partisipasi dalam struktur input 3. Budaya politik partisipan (participant political culture) Adalah masyarakat yang terdiri dari individu-individu yang berorientasi terhadap struktur inputs dan proses dan terlibat didalamnya atau melihat dirinya sebagai potensial terlibat, mengartikulasikan tuntutan dan membuat keputusan. Pada budaya poltik ini ditandai dengan kesadaran politik yang tinggi. 7. Mendeskripsikan budaya politik yang berkembang di Indonesia Jawab:

Budaya politik Indonesia bersifat parokial-kaula di satu pihak dan budaya politik partisipan dilain pihak; di satu segi massa masih ketinggalan dalam menggunakan hak dan dalam memikul tanggungjawab politiknya - yang mungkin disebabkan oleh isolasi dari kebudayaan luar, pengaruh penjajahan, feodalisme, bapakisme, ikatan primordial - sedang di lain pihak kaum elitnya sungguh-sungguh merupakan merupakan partisipan yang aktif – yang kira-kira disebabkan oleh pengaruh pendidikan moderen – kadang-kadang bersifat sekuler dalam arti relatif dapat membedakan faktor-faktor penyebab disintegrasi seperti agama, kesukuan dan lainnya, dengan kata lain kebudayaan politik Indonesia merupakan “mixed political culture” yang diwarnai dengan besarnya pengaruh kebudayaan politik parokial-kaula. 8. Menyimpulkan dampak perkembangan tipe politik sesuai perkembangan system politik yang berlaku Jawab: Sistem politik Indonesia diartikan sebagai kumpulan atau keseluruhan berbagai kegiatan dalam Negara Indonesia yang berkaitan dengan kepentingan umum termasuk proses penentuan tujuan, upaya-upaya mewujudkan tujuan, pengambilan keputusan, seleksi dan penyusunan skala prioritasnya. Politik adalah semua lembaga-lembaga negara yang tersebut di dalam konstitusi negara ( termasuk fungsi legislatif, eksekutif, dan yudikatif ). Dalam Penyusunan keputusan-keputusan kebijaksanaan diperlukan adanya kekuatan yang seimbang dan terjalinnya kerjasama yang baik antara suprastruktur dan infrastruktur politik sehingga memudahkan terwujudnya cita-cita dan tujuan-tujuan masyarakat/Negara. Dalam hal ini yang dimaksud suprastruktur politik adalah Lembaga-Lembaga Negara.

9. Mendeskripsikan makna sosialisasi kesadaran politik Jawab: sosialisasi politik adalah proses bagaimana orang bisa mengenal atau mengetahui atau bisa tanggap dengan sisitem politik yang ada serta punya reaksi terhadap adanya gejala gejala potiltik. dengan adanya kesadaran politik yang ada pada diri masyarakat secara otomatis akan mendukung sekali proses adanya sosialisasi kesadaaran politik.karena dengan adanya sosialisasi politik yang dilakukan,maka kita sebagai warga negara atau sebagai individu tentunya minimal akan paham mengenai masalah-masalah atau isu-isu yang bersifat politis, dengan seperti itu maka akan mampu meningkatkan kualitas diri dalam berpolitik atau pengetahuan dalam berpolitik. 10. Mengidentifikasi fungsi partai politik

Jawab: Partai politik merupakan wadah untuk menyalurkan dan memperjuangkan kepentingan dan aspirasi rakyat. Dengan demikian apabila suatu partai berjuang untuk kepentingan partai atau ketua partai, maka partai tersebut telah menyalahi fungsi dan tujuan didirikannya partai tersebut.

11. Menguraikan mekanisme sosialisasi pengembangan budaya politik Jawab: sosialisasi politik merupakan semua usaha mempelajari politik baik formal maupun informal, disengaja ataupun terencana pada setiap tahap siklus kehidupan dan termasuk didalamnya tidak hanya secara eksplisit masalah belajar politik tetapi juga secara nominal belajat bersikap non politik mengenai karakteristik-karakteristik kepribadian yang bersangkutan. Easton dan Denuis, sosialisasi politik yaitu suatu proses perkembangan seseorang untuk mendapatkan orientasi-orientasi politik dan pola-pola tingkah lakunya. Almond, sosialisasi politik adalah proses-proses pembentukan sikap-sikap politik dan pola-pola tingkah laku. Proses sosialisasi dilakukan melalui berbagai tahap sejak dari awal masa kanak-kanak sampai pada tingkat yang paling tinggi dalam usia dewasa. Sosialisasi beroperasi pada 2 tingkat: a. Tingkat Komunitas Sosialisasi dipahami sebagai proses pewarisan kebudayaan, yaitu suatu sarana bagi suatu generasi untuk mewariskan nilai-nilai, sikap-sikap dan keyakinan-keyakinan politik kepada generasi berikutnya. b.Tingkat Individual Proses sosialisasi politik dapat dipahami sebagai proses warga suatu Negara membentuk pandangan-pandangan politik mereka. Dalam konsep Freud, individu dilihat sebagai objek sosilaisasi yang pasif sedangkan Mead memandang individu sebagai aktor yang aktif, sehingga proses sosialisasi politik merupakan proses yang beraspek ganda. Di satu pihak, ia merupakan suatu proses tertutupnya pilihan-pilihan perilaku, artinya sejumlah kemungkinan terbuka yang sangat luas ketika seorang anak lahir menjadi semakin sempit sepanjang proses sosialisasi. Di lain pihak, proses sosialisasi bukan hanya merupakan proses penekanan 12. Memberikan contoh budaya politik parochial, kaula, dan partisipan Jawab: Budaya Parokial = budaya desentralisasi, contohnya adalah penerapan syariat di daerah daerah

Budaya Kawula = budaya yang menghargai warisan budaya leluhur. contoh : kota kota budaya di Indonesia seperti Jogja. 13. Menunjukan budaya politik yang bertentangan dengan dengan semangat pembangunan politik bangsa Jawab: Budaya politik yang acuh terhadap pemerintah dan tidak berpartisipasi atau berperam aktif dalam berbagai aktifitas mengawasi kinerja pemerintah dan tidak menganggap penting partai politik 14. Memberikan contoh budaya partisipan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Jawab: Yaitu ikut dalam kegiatan politik, baik pemilihan umum, demonstrasi, ataupun berperan aktif di LSM, dan pemerintahan sekitar seperti di RW, atau kelurahan.

Bab 2. Menganalisis budaya demokrasi menuju masyarakat madani
1. Perbedaan antara demokrasi liberal, komunis, dan demokrasi Pancasila a. Komunis melarang : 1) adanya kepercayaan kepada Tuhan YME, 2) membenci kelompok intelektual dan cendekiawan, 3) mengagung-agungkan kelompok pekerja, buruh dan petani. b. Ciri demokrasi Liberal : 1) Kontrol terhadap negara, alokasi sumber daya alam dan manusia dapat terkontrol 2) Kekuasaan eksekutif dibatasi secara konstitusional, 3) Kekuasaan eksekutif dibatasi oleh peraturan perundangan, 4) Kelompok minoritas (agama, etnis) boleh berjuang, untuk memperjuangkan dirinya. c. Demokrasi Pancasila dilaksanakan dengan bertumpu pada : 1) demokrasi yang berdasarkan pada Ketuhanan Yang Maha Esa; 2) menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia; 3) berkedaulatan rakyat; 4) didukung oleh kecerdasan warga negara; 5) sistem pemisahan kekuasaan negara; 6) menjamin otonomi daerah; 7) demokrasi yang menerapkan prinsip rule of law;

8) sistem peradilan yang merdeka, bebas dan tidak memihak; 9) mengusahakan kesejahteraan rakyat; dan 10) berkeadilan sosial. 2. Prinsip-prinsip demokrasi a. Kedaulatan rakyat b. Pemerintahan berdasarkan persetujuan dari yang diperintah c. Kekuasaan mayoritas d. Hak-hak minoritas e. Jaminan Hak Asasi Manusia f. Pemilihan yang bebas dan jujur g. Persamaan di depan hukum h. Proses hukum yang wajar i. Pembatasan pemerintah secara konstitusional j. Plurarisme sosial, ekonomi, dan politik k. Nilai-nilai toleransi, pragmatisme, kerja sama, dan mufakat 3. Makna budaya demokrasi Budaya demokrasi adalah sifat atau karakter di mana kedaulatan ada di tangan rakyat atau kekuasaan tertinggi dalam keputusan bersama rakyat. Budaya Demokrasi, adalah pola pikir, pola sikap, dan pola tindak warga masyarakat yang sejalan dengan nilai-nilai kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan antar manusia yang berintikan kerjasama, saling percaya, menghargai keanekaragaman, toleransi, kesamaderajatan, dan kompromi. 4. Pengertian masyarakat madani ala Indonesia Mulkhan memberikan definisi “masyarakat madani” dalam arti “masyarakat sipil”,yaitu sebuah tata kehidupan masyarakat yang benar-benar terbuka secara ideologi maupun teologi,karena publiklah yang paling berhak merumuskan ideologi,hingga cita-cita masyarakatnya melalui proses induksi berkelanjutan. Adapun Bahtiar Effendy ,berpendapat bahwa masyarakat madani adalah terbentuknya lembaga-lembaga atau organisasi di luar negara yang mempunyai otonomi relatif, dan memerankan fungsi kontrol terhadap proses penyelenggaraan kehidupan kemasyarakatan dan kenegaraan . Dawan Rahardjo berpendapat bahwa “masyarakat madani”mengandung tiga hal,yakni agama,peradaban dan perkotaan. Dawam rahardjo berpendapat bahwa “masyarakat madani” mengandung tiga hal, yakni agama, peradaban dan perkotaan

5. Ciri-ciri masyarakat madani Ciri-ciri masyarakat madani, antara lain :

a. Free public sphere Ruang publik diartikan sebagai wilayah di mana masyarakat sebagai warga negara memiliki akses penuh terhadap setiap kegiatan publik. b. Demokratisasi Hanya negara yang demokratis yang menjamin masyarakat madani. c. Toleransi Toleransi adalah kesediaan individu untuk menerima pandangan politik dan sikap sosial yang berbeda. d. Pluralisme Pluralisme adala sikap mengakui dan menerima kenyataan masyarakat yang majemuk disertai sikap tulus bahwa kemajemukan itu bernilai positif dan merupakan rahmat Tuhan. e. Keadilan sosial Keadilan yang dimaksud adalah keseimbangan dan pembagian yang proporsional antara hak dan kewajiban setiap warga negara yang mencakup seluruh aspek kehidupan. f. Partisipasi sosial Partisipasi sosial yang benar-benar bersih dari rekayasa merupakan awal yang baik bagi terciptanya masyarakat madani. g. Supremasi hukum Penghargaan terhadap supremasi hokum meupakan jaminan terciptanya keadilan. 2) Proses menuju masyarakat madani ala Indonesia Beberapa prasyarat guna menuju masyarakat madani setelah tumbuh dan berkembangnya demokratisasi. a. Kualitas sumber daya manusia yang tinggi yang tercermin antara lain dari kemampuan tenaga-tenaga profesionalnya untuk memenhi kebutuhan pembangunan serta penguasaan ilmu pengatahuan dan teknologi. b. Memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan pokok sendiri agar tidak menimbulkan kerawanan, terutama bidang ekonomi. c. Semakin mantap mengandalkan sumber-sumber pembiayaan dalam negeri (berbasis kerakyatan) yang berarti ketergantungan kepada sumber pembangunan dari luar negeri semakin kecil atau tidak ada sama sekali. d. Secara umum telah memiliki kemampuan ekonomi, system politik, social budaya dan pertahanan keamanan yang dinamis, tangguh serta berwawasan global. 3) Kendala yang dihadapi bangsa Indonesia dalam mewujudkan masyarakat madani Kendalanya adalah banyak masyarakat Indonesia yang bersifat acuh tentang meweujudkan masyarakat madani, minimnya pengetahuan masyarakai

Indonesia tentang masyarakat madani, dan kurangnya sosialisasi pemerintah terhadap masyarakat tentang masyarakat madani. 4) Upaya mengatasi kendala yang dihadapi bangsa Indonesia dalam mewujudkan masyarakat madani ala Indonesia Upaya mengatasi kendala yang dihadapi Bangsa Indonesia dalam mewujudkan masyarakan madani maka pemberdayaannya perlu ditekankan, antara lain melalui peranannya sebagai berikut: sebagai pengembangan masyarakat melalui upaya peningkatan pendapatan dan pendidikan; sebagai advokasi bagi masyarakt yang “teraniaya”, tidak berdaya membela hak-hak dan kepentingan mereka (masyarakat yang terkena pengangguran, kelompok buruh yang digaji atau di PHK secara sepihak dan lain-lain); sebagai kontrol terhadap negara; menjadi kelompok kepentingan (interest group) atau kelompok penekan (pressure group); masyarakat madani pada dasarnya merupakan suatu ruang yang terletak antara negara di satu pihak dan masyarakat di pihak lain. Dalam ruang lingkup tersebut terdapat sosialisasi warga masyarakat yang bersifat sukarela dan terbangun dari sebuah jaringan hubungan di antara assosiasi tersebut, misalnya berupa perjanjian, koperasi, kalangan bisnis, Rukun Warga, Rukun Tetangga, dan bentuk organisasiorgansasi lainnya. 5) Prinsip-prinsip demokrasi Pancasila Demokrasi Pancasila mengandung prinsip-prinsip sebagai berikut : a. Pemerintahan berdasarkan hukum b. Perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia c. Pengambilan keputusan atas dasar musyawarah d. Peradilan yang merdeka e. Adanya Partai Politik dan Organisasi Sosial Politik 6) Perbandingan antara demokrasi yang diterapkan di Indonesia pada masa Orla, Orba, dan Orde Reformasi a. Disebut Orde lama; UUD yang digunakan adalah UUD 1945 dengan sistem Demokrasi Terpimpin; di mana presiden tidak bertanggungjawab pada DPR. Presiden dan DPR berada di bawah MPR. Pimpinan terletak di tangan pemimpin besar revolusi (pemusatan kekuasaan di tangan presiden) sehingga menimbulkan penyimpangan dan penyelewengan terhadap Pancasila dan UUD 1945 yang puncaknya terjadi perebutan kekuasaan oleh PKI tanggal 30 September 1965 (G30S/PKI). b. Bertekad melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen dengan sistem Demokrasi Pancasila. Fungsi lembaga tinggi dan tertinggi negara dikembalikan sesuai dengan amanat UUD 1945. Sehubungan kekuasaan dan masa jabatan presiden tidak dibatasi periodenya, maka kekuasaan menumpuk pada presiden, yang akhirnya terjadi penyalahgunaan kekuasaan dan timbul budaya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Sehingga lahirlah gerakan reformasi yang menuntut

c.

7)

8)

9) a.

reformasi dalam berbagai bidang, puncaknya adalah pengunduran diri Soeharto sebagai presiden. Kurun waktu 1998 - sekarang (Orde Reformasi) Demokrasi yang dikembangkan pada masa reformasi, demokrasi yang mendasarkan pada Pancasila dan UUD 1945 dengan penyempurnaan pelaksanaannya, meningkatkan peran lembaga-lembaga tinggi dan tertinggi negara dengan menegaskan wewenang dan tanggung jawab yang mengacu pada prinsip pemisahan kekuasaan dan tata hubungan yang jelas antara lembaga-lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif. Perbandingan antara pelaksanaan pemilu pada masa Orba dan Reformasi Secara garis besar pemilu di Indonesia ada 3 berdasarkan masa atau orde di Indonesia, yaitu: a. Orde baru: 1) Pemilu 1971, pada tahun ini asas jujur dan kebersamaan mulai ditiadakan dan diganti dengan LUBER. 2) Pemilu 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997; di tahun-tahun ini, pemilu hanya diikuti oleh 3 partai politik yang merupakan gabungan dari beberapa partai berdasarkan UU No. 3 Tahun 1975 tentang Partai Politik dan Golkar. Dua partai yang lain adalah PPP dan PDI. b. Reformasi: 1) Pemilu 1999, peserta Pemilu kali ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, pemilu kali ini diikuti oleh 48 partai. Ini sudah jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah partai yang ada dan terdaftar di Departemen Kehakiman dan HAM, yakni 141 partai. 2) Pemilu 2004, berlangsung tiga tahap(legislatif/DPR, Presiden/wapres, Presiden/wapres II). Pada pemilu ini, rakyat dapat memilih presiden dan wakil presiden secara langsung. 3) Pemilu 2009, undang-undang memberlakukan cara mencentang dengan bolpen setelah sebelumnya beristilah nyoblos Peilaku budaya demokrasi Perilaku budaya demokrasi, contohnya : a. Membudayakan sikap terbuka b. Mengutamakan dialog dalam menyelesaikan masalah c. Menghargai pendapat orang lain d. Mau belajar menerima keberagaman Perilaku budaya demokrasi dalam lingkungan sekolah dan masyarakat Di lingkungan sekolah : 1) Pemilihan ketua OSIS 2) Pemilihan ketua kelas 3) Pembagian tugas piket

4) Pembagian ketua kelompok diskusi b. Di lingkungan masyarakat : 1) Pemilihan ketua RT 2) Pemilihan ketua RW 3) Pemilihan ketua karang taruna 4) Pemilihan kepala desa 5) Pemilihan ketua panitia peringatan proklamasi kemerdekaan

BAB 3. MENAMPILKAN SIKAP KETERBUKAAN DAN KEADILAN DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA
1. Pengertian keterbukaan dan keadilan Keterbukaan atau transparansi berasal dari kata dasar terbuka dan transparan, yang secara harfiah berarti jernih, tembus cahaya, nyata, jelas, mudah dipahami, tidak keliru, tidak sangsi atau tidak ada keraguan. Dengan demikian Keterbukaan atau transparansi adalah tindakan yang memungkinkan suatu persoalan menjadi jelas mudah dipahami dan tidak disangsikan lagi kebenarannya. Keadilan menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia berasal darai kata adil yang berarti kejujuran, kelurusan dan keikhlasan dan tidak berat sebelah, tidak memihak, tidak sewenang-wenang. 2. Macam-macam keadilan Macam-macam keadilan, antara lain : a. Keradilan Komutatif (iustitia commutativa) yaitu keadilan yang memberikan kepada masing-masing orang apa yang menjadi bagiannya berdasarkan hak seseorang (diutamakan obyek tertentu yang merupakan hak seseorang). b. Keadilan Distributif (iustitia distributiva) yaitu keadilan yang memberikan kepada masing-masing orang apa yang menjadi haknya berdasarkan asas proporsionalitas atau kesebandingan berdasarkan kecakapan, jasa atau kebutuhan. Keadilan legal (iustitia Legalis), yaitu keadilan berdasarkan Undangundang (obyeknya tata masyarakat) yang dilindungi UU untuk kebaikan bersama (bonum Commune). d. Keadilan Vindikatif (iustitia vindicativa) adalah keadilan yang memberikan kepada masing-masing orang hukuman atau denda sesuai dengan pelanggaran atau kejahatannya. e. Keadilan kreatif (iustitia creativa) adalah keadilan yang memberikan kepada masing-masing orang bagiannya berupa kebebasan untuk c.

mencipta sesuai dengan kreatifitas yang dimilikinya di berbagai bidang kehidupan. f. Keadilan protektif (iustitia protectiva) adalah keadilan yang memberikan perlindungan kepada pribadi-pribadi dari tindakan sewenang-wenang pihak lain. g. Keadilan Sosial Menurut Franz Magnis Suseno, keadilan sosial adalah keadilan yang pelaksanaannyatergantung dari struktur proses eknomi, politik, sosial, budaya dan ideologis dalam masyarakat. 3. Pentingnya keterbukaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Dalam teori demokrasi pemerintahan yang terbuka adalah suatu hal yang esensial atau penting terutama akses bebas setiap warga negara terhadap berbagai sumber informasi, supaya tidak terjadi saling curiga antar individu, masyarakat dengan pemerintah. Keterbukaan dalam penyelenggaraan yaitu setiap kebijakan haruslah jelas , tidak dilakukan secara sembunyi, rahasia tetapi perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawabannya bisa diketahui publik dan rakayat berhak atas informasi faktual mengenai berbagai hal yang menyangkut pembuatan dan penerapan kebijakan. 4. Ciri-ciri keterbukaan Ciri-ciri keterbukaan menurut David Beetham dan Kevin Boyle : a. Pemerintah menyediakan berbagai informasi faktual mengenai kebijakan yang akan dan sudah dibuatnya. b. Adanya peluang bagi publik dan pers untuk mendapatkan atau mengakses berbagai dokumen pemerintah melalui parlemen. c. Terbukanya rapat-rapat pemerintah bagi publik dan pers, termasuk rapatrapat parlemen. d. Adanya konsultasi publik yang dilakukan secara sistematik oleh pemerintah mengenai baerbagai kepemtingan yang berkaitan dengan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 5. Contoh penyelenggaraan pemerintahan yang transparan Prinsip-prinsip, ciri atau karakteristik good governance menurut Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) ada sembilan macam : a. Partisipasi masyarakat, semua warga masyarakat mempunyai hak suara dalam pengambilan keputusan, langsung atau tak langsung melalui lembaga perwakilan yang sah seperti DPR, DPD. b. Tegaknya supremasi hukum, bersifat adil dan diberlakukan kepada setiap orang tanpa pandang bulu. c. Keterbukaan, seluruh informasi mengenai proses pemerintahan dan mengenai lembaga-lembaga pemerintahan lainnya dapat diakses oleh pihak yang berkepentingan, informasi harus memadai agar dapat dipantau rakyat melalui media massa, tv, radio atau internet. d. Peduli pada stakeholder, lembaga-lembaga dan proses pemerintahan berusaha melayani masyarakat tanpa diskriminasi.

b. Berorientasi pada konsensus, menjembatani kepentingan – kepentingan yang berbeda dalam kelompok masyarakatdemi keentinmgan masyarakat secara menyeluruh. c. Kesetaraan, semua warga masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk memperbaiki dan mempertahankan kesejahteraan mereka. d. Efektifitas dan efisiensi, proses-proses pemerintahan dan lembagalembaga mampu menggunakan sumber daya yang ada secara maksimal untuk kebutuhan masyarakat. e. Akuntabilitas, para pengambil keputusan pemerintah, swasta, organisasi masyarakat bertanggung jawab kepada masyarakat ayau lembaga yang bersangkutan. 6. Contoh penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan Para aparat pemerintah bersikap tidak adil dan acuh terhadap semua permasalahan. Misalnya anggota MPR, DPR, DPRD, dan DPD yang melakukan korupsi padahal persoalan ekonomi di Indonesia sedang rumit. Gubernur, Walikota, dan Camat yang kurang menanggapi permasalahan yang terjadi di daerahnya. Hakim yang memutus perkara dengan tidak adil atau berat sebelah. 7. Faktor-faktor penyebab terjadinya penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan Terjadinya penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan disebabkan banyak hal disamping factor system politik yang bersifat tertutup, sehingga tidak memungkinkan partisipasi warga negara dalam mengambil peran terhadap kebijakan publik yang dibuat pemerintah, juga disebabkan karena sumber daya manusianya yang bersifat feudal, oportunitis, dan penerapan “aji mumpung” serta pendekatan “ingin dilayani” sebagai aparat pemerintah. Secara umum beberapa faktor penyebab terjadinya pemerintahan yang tidak transparan adalah sebagai berikut: 8. Dampak penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan Akibat yang secara langsung dari penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan adalah terjadinya korupsi politik yaitu penyalahgunaan jabatan publik untuk keuntungan pribadi atau kelompok. Di masa orde baru korupsi politik hampir disemua tingkatan pemerinah, dari pemerintahan desa sampai tingkat pusat. Negara kita saat itu termasuk salah satu negara terkorup di dunia. Korupsi politik itu membawa akibat lanjutan yang luar biasa yaitu krisis multi deminsional di berbagai bidang kehidupan politik, ekonomi, sosial dan budaya, pertahanan keamanan, krisis kepercayaan rakyat kepada pemerintah, krisis moral dipemerintahan. 9. Sikap keterbukaan dan keadilan Usaha-usaha untuk menciptakan keterbukaan dalam kehidupan berbangsa : 1) Mengadakan kunjungan antar daerah dan budaya. 2) Menikmati kesenian, hasil budaya suku bangsa lain.

Membentuk kelompok/organisasi dan mengadakan kegiatan lintas budaya. 4) Melakukan dialog, pertemuan dengan orang-orang berbeda suku bangsa. Sikap-sikap yang perlu dijauhi dalam keterbukaan hidup berbangsa : 1) Menganggap budaya suku bangsa sendiri lebih unggul dari suku bangsa lain (superior). 2) Membedakan antar suku bangsa dalam pergaulan (diskriminasi). 3) Berpusat pada budaya bangsa sendiri serta mengukur kebaikan berdasar budaya sendiri (etnosentrisme). 4) Berprasangka buruk pada suku bangsa lain (stereotip). 10. Contoh sikap keterbukaan dan keadilan di lingkungan sekolah dan masyarakat Bentuk sikap yang mencerminkan keterbukaan dan keadilan : a. Apresiatif terhadap keterbukaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu upaya untuk memahami, menilai, dan menghargai keterbukaan dalamkehidupan berbangsa dan bernegara, seperti : 1) Berusaha mengetahui dan memahami hal yang mendasar atau elementer tentrang keterbukaan dan keadilan. 2) Aktif mencermati kebijakan dalam kehidupan bangsa dan negara. 3) Berusaha menilai perkembangan keterbukaan dan keadilan. 4) Menghargai tindakan pemerintah atau pihak lain yang konsisten dengan prinsip keterbukaan. 5) Mengajukan keritik terhadap tindakan yang bertentangan dengan prinsip keterbukaan. 6) Menumbuhkan danmempromosikan budaya keterbukaan dan transparansi mulai dari keluarga, masyarakat dan lingkungan kerja.
3)

b. Berpartisipasi dalam upaya peningkatan jaminan keadilan dari lembaga yang bertugas untuk menjamin keadilan dan prilaku positif masyarakat dalam upaya meningkatkan jaminan keadilan, seperti : 1) Mengetahui hal-hal yangnmendasar tentang keadilan 2) Mencermati fakta ketidakadilan dalam masyarakat dan kebijakan yang berkaitan dengan keadilan 3) Memantau kinerja lembaga yang bertugas memberikan keadilan 4) Menghargai tindakan berbagai pihak yang memperkuat jaminan keadilan 5) Mengajukan kritik terhadap tindakan yang tidak adil dan mencari solusi jaminan keadilan 6) Membiasakan diri bertindak adil dari keluarga, masyarakat dan lingkungan kerja.

11. Penilaian tentang sikap keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Wujud partisipasi kita sebagai warga negara yang meliputi aspek Poleksosbudhankam, misalnya: a. Dalam bidang politik dan hukum : 1) Memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk mengemukakan pendapat. 2) Memberikan kesempatan yang sama kepada setiap orang untuk menduduki jabatan tertentu. 3) Memberikan kesempatan yang sama kepada setiap orang untuk ikut serta dalam pemilu. 4) Mengikuti prosedur hukum dengan benar, seperti tidak menggunakan suap.

BAB 4. MENGANALISIS HUBUNGAN INTERNASIONAL DAN ORGANISASI INTERNASIONAL
1. Pengertian hubungan internasional Hubungan internasional didefinisikan sebagai studi tentang interaksi antara beberapa aktor yang berpartisipasi dalam politik internasional, yang meliputi negara – negara, organisasi intrnasional, organisasi nonpemerintah, kesatuan subnasional, seperti birokrasi dan pemerintah domestik serta individi – individu. 2. Dampak suatu negara yang mengucilkan diri dari pergaulan antarbangsa Negara tersebut akan mengalami kesulitan dalam melakukan pencapaian tujuan negara karen di masa sekarang diyakini bahwa tidak ada negara yang dapat berdiri sendiri. 3. Pentingnya hubungan internasional Hubungan persahabatan dan kerjasama antarbangsa yang didasari sikap saling menghormati dan menguntungkan. Dengan kata lain, kerjasama pada hakikatnya bertujuan : a. Memacu pertumbuhan ekonomi setiap negara serta menciptakan keadilan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyatnya. b. Menciptakan saling pengertian antarbangsa dalam membina dan menegakkan perdamaian dunia.

4. Sarana-sarana hubungan internasional Sarana-sarana hubungan internasional, antara lain : a. Diplomasi, secara umum didefinisikan sebagai proses komunikasi antar pelaku politik internasional dan instrumen untuk mencapai tujuan kebijakan politik luar negeri suatu negara. b. Negosiasi, atau perundingan adalah suatu upaya untuk mengatasi masalah yang dihadapi antara dua negara tanpa melibatkan pihak ketiga. c. Lobby, merupakan kegiatan politik yang dilakukan untuk memengaruhi negara tertentu, untuk memastikan bahwa pandangan atau kepentingan suatu negara dapat tersampaikan. 5. Makna perjanjian internasional Makna perjanjian internasional dalam perkembangannya sering menjadi penting karena dijadikan ukuran oleh negara – negara lain yang tidak mengikatkan diri dalam perjanjian sebagai pedoman dalam pergaulan hukum internasional. Perjanjian internasional (traktat = treaty) adalah suatu persetujuan (agreement) yang dinyatakan secara formal antara dua negara atau lebih mengenai penetapan serta ketentuan tentang hak dan kewajiban masingmasing pihak. Kemudian, pihak-pihak tersebut terikat oleh kesepakatan, baik masa damai maupun pada masa perang. Pada umumnya, traktat ditaati oleh pihak-pihak yang berkepentingan karena adanya asas pacta sunt servanda (persetujuan antarnegara harus dihormati). 6. Macam-macam istilah perjanjian internasional Istilah perjanjian internasional : a. Traktat (Treaty) ; artinya, perjanjian dilakukan oleh dua negara atau lebih yang sifatnya lebih formal karena mempunyai kekuatan hukum yang lebih mengikat bagi pihak-pihak yang mengadakan perjanjian. b. Konvensi (Convention) ; artinya, jenis perjanjian yang digunakan bagi halhal yang lebih khusus dibandingkan dengan traktat, namun bersifat multirateral. c. Pakta (Pact) ; artinya, persetujuan yang lebih khusus jika dibandingkan dengan traktat. Pakta merupakan traktat dalam arti sempit sehingga pakta pun harus mendapat ratifikasi. d. Perikatan (Arrangement) ; artinya, suatu bentuk perjanjian yang tidak seresmi traktat atau konvensi. Oleh karena itu, perikatan merupakan persetujuan yang biasanya hanya digunakan bagi transaksi-transaksi yang bersifat sementara. e. Persetujuan (Agreement) ; artinya, suatu perjanjian yang bersifat teknis atau administrative sehingga persetujuan tidak seresmi traktat/konvensi cukup ditandatangani oleh wakil-wakil departemen dan tidak perlu diratifikasi. f. Deklarasi (Declaration) ; artinya, perjanjian yang digunakan dengan tujuan menunjukkan satu perjanjian yang menyatakan hukum yang ada,

membentuk hukum yang baru, atau untuk menguatkan beberapa prinsip kebijaksanaan hukum. g. Piagam (Statue) ; artinya, perjanjian yang menunjukkan himpunan peraturan yang ditetapkan oleh perjanjian internasional untuk mengatur fungsi lembaga internasional atau anggaran dasarnya, seperti piagam Mahkamah Internasional (statue of the international court of justice). h. Convenant i. Charter j. Protokol (Protocol) ; artinya perjanjian yang sifatnya kurang resmi dibandingkan dengan traktat dan konvensi. Biasanya protocol digunakan sebagai naskah tambahan dari konvensi. k. Modus Vivendi ; artinya, perjanjian internasional yang merupakan dokumen untuk mencatat persetujuan tanpa memerlukan ratifikasi dan berssifat sementara. l. Ketentuan penutup (Final act) ; artinya, dokumen dalam bentuk catatan ringkasan dari hasil konferensi. Ketentuan penutup ini tidak memerlukan ratifikasi. m. Ketentuan umum (General act) ; artinya traktat yang bersifat resmi atau tidak resmu. 7. Tahapan perjanjian internasional a. Perundingan (Negociation) b. Penandatanganan (Signature) c. Pengesahan (Ratification) 8. Hal-hal penting dalam ratifikasi perjanjian internasional yang memerlukan persetujuan DPR di Indonesia Dalam melaksanakan perjanjian-perjanjian Internasional tersebut, Indonesia menganut prinsip Primat Hukum Nasional dalam arti bahwa Hukum Nasional mempunyai kedudukan lebih tinggi daripada hukum Internasional. Dasar kewenangan presiden dalam pembuatan Perjanjian Internasional diatur dalam pasal 11 Undang-Undang dasar 1945 mengatur tentang perjanjian inernasional sebagai berikut: a. Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan perang, membuat perdamaian, dan perjanjian dengan Negara lain. b. Presiden dalam membuat perjanjian Internasional lainnya yang menimbulkan akibat yang luas dan mendasar bagi kehidupan rakyat yang terkait dengan beban keuangan Negara, dan/ atau mengharuskan perubahan atau pembentukan Undang-undang harus dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. c. Ketentuan lebih lanjut tentang perjajian Internasional diatur dalam Undang-undang. 9. Pengertian perwakilan diplomatik

Perwakilan diplomatik adalah perwakilan resmi suatu negara, baik politis maupun non politis dalam membina hubungan antara negara yang satu dengan negara yang lainnya. 10. Tingkatan perwakilan diplomatik Berdasarkan Kongres Wina (1815) dan Kongres Achen (1818), tingkatan perangkat diplomatik adalah sebagai berikut. a. Duta besar berkuasa penuh (Ambassador) adalah perwakilan tertinggi dalam perwakilan diplomatik yang memiliki kekuasaan penuh dan luar biasa. b. Duta (Gerzant) adalah wakil diplomatik yang pangkatnya lebih rendah dari duta besar. c. Menteri Residen dianggap sebagai bukan wakil pribadi kepala negara. Menteri Residen hanya mengurus urusan negara dan tidak berhak mengadakan pertemuan dengan kepala negara tempatnya bertugas. d. Kuasa Usaha (charge de affair) adalah kuasa usaha yang tidak diperbantukan kepada kepala negara. Kuasa usaha dapat dibedakan atas kuasa usaha tetap dan kuasa usaha sementara. e. Atase – atase adalah pejabat pembantu dari duta besar berkuasa penuh. Atase terdiri atas : 1) Atase pertahanan (memberikan nsihat di bidang militer dan hankam pada duta besar berkuasa penuh); 2) Atase teknis (atase perdagangan, perindustrian, pendidikan dan kebudayaan, dan bidang lainnya) 11. Perbedaan perwakilan diplomatik dengan perwakilan konsuler Perbedaan perwakilan diplomatik, dan Konsuler ialah : a. Perwakilan diplomatik melaksanakan tugasnya hanya berhubungan dengan pejabat-pejabat tingkat pusatdan negara penerima, sedangkan konsuler hanya berhubungan dengan pembesar-pembesar setempat. b. Hanya perwakilan diplomatik yang berhak mengadakan hubungan internasional yang bersifat politik. c. Suatu negara hanya memiliki satu perwakilan diplomatik di dalam negara penerima, tetapi dapat menempatkan beberapa konsuler. d. Anggota perwakilan diplomatik mempunyai hak ekstrateritorial, yaitu hak istimewa mempunyai kekebalan atas pelaksanaan kekuasaan peradilan dari negara penerima atau dengan kata lain mereka tidak dapat dituntut dimuka pengadilan, sedangkan konsuler tidak memiliki hak itu. 12. Pengertian organisasi internasional Organisasi internasional secara sederhana dapat dimaknai sebagai badan hukum yang didirikan oleh dua atau lebih negara yang merdeka dan berdaulat, memiliki kepentingan dan tujuan yang sama. 13. Macam-macam organisasi internasional a. Organisasi antarpemerintah, contohnya : PBB, WTO, dan ASEAN

b. Organisasi nonpemerintah, contohnya : PMI, UNHCR, Greenpeace, Oxam International 14. Peranan dan tujuan organisasi internasional PBB a. Peranan PBB 1) Menangani krisis negara-negara seperti Timur Tengah, Libanon, IrakIran, Politik Apartheid, Afghanistan, Pengembalian Irian Barat ke Indonesia. 2) Menyelesaikan sengketa Amerika Serikat dan Irak di kawasan Teluk mengenai Kuwait. 3) Pembentukan Organisasi Penerbangan Sipil (ICAO) dan UNEF krisis Mesir-Israel. 4) Membantu lebih dari 4500 proyek pembangunan di Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika Latin melalui UNDP yang mempunyai kantor di 115 negara berkembang. 5) Melindungi peninggalan sejarah umat manusia melalui UNESCO. 6) Memberikan bantuan dan perlindungan terhadap pengungsi melalui UNCHR. 7) Menyelesaikan krisis hutang negara dunia ketiga melalui IMF. b. Tujuan PBB 1) Memperkuat keyakinan hak-hak dasar manusia, kemuliaan, derajat tinggi manusia, hak-hak yang sama antara pria dan wanita segala bangsa. 2) Menciptakan suasana keadilan dan penghargaan terhadap kewajibankewajiban yang timbul dari perjanjian-perjanjian internasional dan memelihara sumber hukum internasional. 3) Memajukan masyarakat dan mempertinggi tingkat hidup yang baik dalam suasana kemerdekaan yang lebih luas. 4) Menciptakan kesabaran dan hidup bersama sebagai tetangga yang baik dalam keadaan damai dan terjamin. 5) Mempersatukan kekuatan supaya perdamaian dan keamanan internasional tetap terpelihara. 6) Menjamin, dengan mengakui asas-asas tertentu dan melakukan caracara tertentu, agar kekuatan senjata tidak akan digunakan, kecuali untuk keperluan bersama. 7) Mempergunakan aparat internasional untuk menyelenggarakan kemajuan ekonomi dan sosial semua bangsa. 15. Peranan Indonesia terhadap ASEAN Peranan Indonesia terhadap ASEAN, antara lain : a. Ekonomi

Indonesia menjadi tempat pembuatan pupuk se-ASEAN, tepatnya di Aceh yang digunakan negara-negara ASEAN, otomatis Indonesia mendapatkan keuntungan sehingga bisa mengurangi pengangguran di indonesia. b. Bidang Pertahanan dan Keamanan TNI-AL sering melakukan latihan bersama dengan Singapura sehingga akan membuktikan pada dunia bahwa militer Indonesia masih kuat,dan Indonesia pun melakukan perjanjian Ekstradisi di semua negara ASEAN. c. Bidang Pendidikan, Sosial dan Budaya Indonesia sering melakukan pertukaran mahasiswa dengan negara ASEAN lainnya seperti Singapura dan Malaysia, begitu juga dengan pementasan karya seninya. d. Bidang Pariwisata Rata-rata pengunjung pariwisata di negara ASEAN adalah warga negara anggota ASEAN lainnya, contohnya Jogja yang rata-rata turisnya adalah turis malaysia, begitu juga dengan Singapura yang rata-rata turisnya adalah orang Indonesia dan Malaysia. 16. Peranan ASEAN bagi bangsa Indonesia Peranan ASEAN untuk Indonesia, sejak awal berdirinya ASEAN, Indonesia telah mempromosikan suatu bentuk kehidupan masyarakat regional di Asia Tenggara yang menjunjung tinggi nilai-nilai saling menghormati, tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain, penolakan penggunaan kekerasan serta konsultasi dan mengutamakan konsensus dalam proses pengambilan keputusan. Indonesia juga memiliki peran penting dalam pembentukan beberapa perjanjian dan modalitas di ASEAN antara lain Declaration on Zone of Peace, Freedom, and Neutrality (ZOPFAN, 1971), ASEAN Concord (1976), ASEAN Declaration on South China Sea (1992), ASEAN Regional Forum (ARF, 1995) dan ASEAN Community (2003). Walaupun terdapat perbedaan budaya, kondisi geografis, sistem politik dan tingkat kesejahteraan, negara-negara anggota ASEAN telah menunjukan kesamaan etikad dalam mengutamakan kerja sama untuk mencapai keuntungan dan kemakmuran bersama. 17. Tujuan ASEAN Tujuan ASEAN : a. Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial serta pengembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara. b. Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan jalan menghormati keadilan dan tertib hukum. c. Meningkatkan kerjasama yang aktif dalam bidang ekonomi, sosial, kebudayaan, teknik, ilmu pengetahuan dan administrasi. d. Saling memberikan bantuandalam bentuk sarana-sarana latihan dan penelitian dalam bidang pendidikan professional, teknik dan administrasi.

e. Bekerjasama lebih efektif dalam meningkatkan penggunaan pertanian, industri, perdagangan, pengangkutan, komunikasi, dan meningkatkan taraf hidup rakyat. f. Meningkatkan studi tentang Asia Tenggara g. Memelihara kerjasama yang erat dan bermanfaat dengan organisasiorganisasi internasional dan regional lainnya. 18. Bentuk kerjasama Indonesia dengan negara lain Bentuk kerjasama Indonesia dengan negara lain : a. Kerjasama Bilateral 1) RI - Kanada 2) RI – RRC 3) RI – Iran b. Kerjasama Nonbilateral (regional dan multirateral) 1) Kanada dengan beberapa negara Asia 2) RI - ASEA 3) Arab Saudi dengan negara-negara Teluk 19. Manfaat kerjasama antarbangsa Manfaat kerjasama antarbangsa antara lain : a. Manfaat ideologi, yakni untuk menjaga dan mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan Negara; b. Manfaat politik, yakni untuk menunjang pelaksanaan kebijakan politik dan hubungan luar negeri yang di abdikan untuk kepentingan nasional, terutama untuk kepentingan pembangunan di segala bidang; c. Manfaat ekonomi, yakni untuk menunjang upaya meningkatkan pembangunan ekonomi nasional; d. Manfaat perdamaian dan keamanan internasional, yakni untuk menunjang upaya pemeliharaan dan pemulihan perdamaian, keamanan dan stabilitas internasional; e. Manfaat kemanusiaan, yakni untuk menunjang upaya pencegahan dan penanggulangan setiap bentuk bencana serta rehabilitasi akibatakibatnya; 20. Contoh perjanjian internasional yang bermanfaat bagi bangsa Indonesia Contoh perjanjian internasional yang bermanfaat bagi Indonesia : a. Konferensi Asia – Afrika (KAA) tahun 1955 b. Indonesia aktif dalam merintis dan mengembangkan Association of South East Asian Nations (ASEAN) c. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) d. Gerakan Non Blok e. AFTA (pembentukan pasar bebas di Asia Tenggara)

f. APEC (pembentukan pasar bebas di Asia Pasifik) g. ZOPFAN (zona aman dari bahaya nuklir)

BAB 5. MENGANALISIS SISTEM HUKUM DAN PERADILAN INTERNASIONAL
1. Mengemukakan makna hukum internasional Sekumpulan hukum yang sebagian besar terdiri atas prinsip-prinsip dan peraturan-peraturan yang harus ditaati oleh negara-negara, dan oleh karena itu juga harus ditaati dalam hubungan-hubungan antara mereka satu dengan lainnya. 2. Menjelaskan hakekat hukum internasional Masyarakat internasional yang diatur oleh hukum internasional adalah suatu tertib hukum koordinasi dari sejumlah negara-negara yang masing-masing merdeka dan berdaulat. Sehingga, berbeda halnya dengan tertib hukum nasional (yang bersifat subordinasi), dalam tertib hukum koordinasi (hukum internasional) tidak terdapat lembaga-lembaga yang disangkutpautkan dengan hukum dan pelaksanaannya 3. Menjelaskan asas-asas hokum internasional Asas Teritorial (Territoriallteits of Landsgedbeginsel). Asas teritorial ini merupakan asas yang dititik beratkan pada tempat terjadinya atau wilayah terjadinya perbuatan pidana dilakukan, dengan tidak memandang kewarganegaraan atau asal negara pelakunya, dan tempat terjadinya perbuatan pidana dikenal dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP). Asas Kebangsaan Asas ini didasarkan pada kekuasaan negara untuk warga negaranya, menurut asa ini setiap negara di manapun juga dia berada tetap mendapatkan perlakuan hukum dari negaranya, Asas ini mempunyai kekuatanextritorial, artinya hukum negera tersebut tetap berlaku juga bagi warga negaranya, walaupun ia berada di negara asing. Asas Kepentiangan Umum Asas ini didasarkan pada wewenang negara untuk melindungi dan mengatur kepentingan dalan kehidupan masyarakat, dalam hal ini negara dapat menyesuaikan diri dengan semua keadaan dan peristiwa yang berkaitan dengan kepentingan umum, jadi hukum tidak terikat pada batas batas wilayah suatu negara. 4. Mengidentifikasi sumber-sumber hukum internasional a. Sumber Hukum Dalam Arti Material Adalah sumber hukum yang membahas dasar berlakunya hukum di suatu negara.

b. Sumber Hukum Dalam arti Formal Adalah sumber hukum dari mana kita mendapatkan atau menemukan ketentuanketentuan hukum internasional yang dipergunakan oleh Mahkamah Internasional. 5. Mengidentifikasi subjek-subjek hokum internasional a. Negara Negara adalah subjek hukum internasional dalam arti klasik sejak lahirnya hukum internasional. Negara-negara yang berkedudukan sebagai subjek hukum internasional adalah negara-negara yang berdaulat dan negaranegara yang setengah berdaulat. b. Tahta Suci Tahta Suci merupakan subjek hukum internasional yang telah ada sejak dahulu di samping negara. Hal ini merupakan peninggalan sejarah ketika kekuasaan Paus tidak hanya sebagai kepala gereja Roma saja, tetapi memiliki kekuatan duniawi. c. Palang Merah Internasional Palang Merah Internasional yang berkedudukan di Jenewa (Swiss) mempunyai tempat tersendiri dalam sejarah hukum internasional. d. Organisasi Internasional Seperti PBB, FAO, ILO, dan WHO e. Orang Perseorangan (Individu) Karena memungkinkan bagi seseorang untuk mengajukan suatu perkara ke muka pengadilan, apabila dalam dirinya terdapat kerugian. f. Pemberontak dan Pihak yang Bersengketa 1) Menentukan nasibnya sendiri. 2) Secara bebas memilih system ekonomi, politik dan sosial sendiri. 3) Menguasai sumber kekayaan alam dari wilayah yang didudukinya. 6. Mendeskripsikan peranan lembaga peradilan internasional Peran Mahkamah Internasional sangat menentukan kepada kedua negara yang sedang bersengketa. Dalam hal ini, Mahkamah Internasional mempunyai kewenangan, dimana Mahkamah Internasional berwenang untuk memeriksa, menyelesaikan sengketa hingga memberikan keputusan atas dasar sengketa tersebut. 7. Mengidentifikasi kewenangan Mahkamah Internasional Kewenangannya, yaitu : a. Untuk memutuskan perkara-perkara perdebatan (contentious case) b. Untuk memberi opini-opini nasihat (advisory juridiction) c. Memerikasa perselisihan/sengketa antara negara-negara anggota PBB yang diserahkan kepada Mahkamah Internasional. 8. Mendeskripsikan kendala yang dihadapi Mahkamah Internasional dalam memerankan sebagai lembaga peradilan internacional

1. Sikap Egoisme antar negara yang bersengketa. 2. Sikap Arogan yang ditunjukkan oleh salah satu negara yang bersengketa. 3. Adanya sikap Monopoli atau hasutan dari negara-negara Adidaya kepada Mahkamah Internasional dalam memutuskan suatu keputusan dalam persengketaan. 4. Tidak adanya sikap tranparansi dari pihak suatu kelompok yang terkait atau pemerintahan dalam pengumpulan bukti-bukti untuk kasus Genosida atau kejahatan perang. 9. Mengidentifikasi penyebab timbulnya sengketa internasional 1. Kesalahpahaman tentang suatu hal. 2. Salah satu pihak sengaja melanggar hak / kepentingan negara lain. 3. Dua negara berselisih pendirian tentang suatu hal. 4. Pelanggaran hukum / perjanjian internasional. 10. Mengidentifikasi cara menyelesaikan masalah-masalah sengketa internasional a. Jasa-jasa Baik (good office), yaitu penyelesaian sengketa internasional dengan menggunakan pihak ketiga yang membantu menyelesaikan sengketa yang mempertemukan pihak yang bersengketa. b. Konsiliasi (Consiliation), yaitu suatu usaha menyelesaikan sengketa yang ditujukan untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang bersengketa demi tercapainya suatu persetujuan bersama. c. Arbitrasi (arbitration), yaitu penyelesaian sengketa dengan mengajukan permasalahan kepada orang-orang tertentu yang dipilih secara bebas oleh pihak yang bersengketa untuk memutuskan sengketa itu tanpa memperhatikan hukum secara ketat. d. Adjudikasi (adjudication), yaitu suatu teknik hukum untuk menyelesaikan persengketaan internasional dengan menyerahkan putusan kepada lembagalembaga peradilan. e. Judicial Settlement, yaitu penyelesaian masalah dengan menerapkan ketentuan hukum badan peradilan internasional. f. Negosiasi (negotiation), yaitu perundingan antara pihak-pihak yang bersengketa dan merupakan sarana untuk menetapkan penyesuaian kebijakan tentang masalah yang dipersengketakan. 11. Memberikan contoh penyelesaian masalah internasional melalui arbitrase Karaha Bodas adalah PT PMA yang memenangkan kontrak pembangunan pembangkit tenaga listrik di Indonesia, tetapi pembangunan itu dihentikan karena krisis ekonomi yang terjadi. Ketika izin pembangunan pembangkit tenaga listrik itu dihidupkan kembali, rupanya Karaha Bodas tak mempunyai kemampuan yang memadai untuk meneruskan pembangunannya. Akibatnya kontrak tersebut diputuskan, dan pemutusan kontrak inilah yang akhimya dibawa ke arbitrase internasional. Sayang dalam arbitrase internasional

pemerintah Indonesia dikalahkan dan diharuskan membayar ganti rugi senilai lebih dari US $ 250,000,000.00. Jumlah ini sekarang sudah mendekati angka US $ 300,000,000.00. 12. Memberikan contoh penyelesaian masalah internasional melalui konsiliasi Contoh dari konsiliasi adalah sengketa yang terjadi antara Thailand dan Perancis, kedua belah pihak sepakat untuk membentuk Komisi Konsiliasi. Dalam kasus ini Thailand selalu menuntut sebagian dari wilayah Laos dan Kamboja yang terletak di bagian Timur tapal batasnya. Karena waktu itu Laos dan Kamboja adalah protektorat Perancis maka sengketa ini menyangkut antara Thailand dan Perancis.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->