P. 1
Teknik Pembuatan Dan Standardisasi Larutan

Teknik Pembuatan Dan Standardisasi Larutan

|Views: 8,522|Likes:
Published by chica mayonnaise
teknik pembeutan larutan dan standardisasi lengkap
teknik pembeutan larutan dan standardisasi lengkap

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: chica mayonnaise on May 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/18/2013

pdf

text

original

Teknik Penggunaan Peralatan untuk Pembuatan dan Standardisasi Larutan

LABORATORIUM PENGUJIAN MUTU

05/19/10

Larutan
Larutan adalah campuran serba sama (homogen) antara 2 atau lebih zat yang komposisinya dapat diatur dan sifat masingmasing penyusunnya masih tampak. Dalam pembicaraan sehari –hari, larutan sering diartikan sebagai campuran berbentuk cair atau larutan dengan pelarut air. Sebenarnya larutan dapat berbentuk gas atau padat.
05/19/10

Komponen larutan :
Pelarut (solven) adalah zat yang digunakan sebagai media untuk melarutkan zat lain. Jumlahnya biasanya lebih banyak. Strukturnya tidak berubah dalam larutan. Zat terlarut (solute) adalah komponen dari larutan yang memiliki jumlah atau kadar yang biasanya lebih sedikit dalam sistem larutan

05/19/10

Pelarutan zat terlarut murni
Zat kimia di laboratorium pada umumnya berupa zat padat. Larutan dibuat dengan mencampurkan zat terlarut dan pelarut dalam jumlah tertentu

Padatan

Timbang

Gram

Contoh Pembuatan Larutan NaCl 2 % sebanyak 100 mL Maka Natrium klorida ditimbang sebanyak : 2 x 100 mL = 2 gram 100

05/19/10

Masukkan 2 gram NaCl yang telah ditimbang ke dalam labu ukur 100 mL dengan bantuan corong saring Bilas NaCl yang menempel pada gelas arloji dan corong saring dengan menggunakan aquadest. Tambahkan sedikit aquadest dan larutkan NaCl hingga larut Tambahkan aquadest hingga mendekati tanda batas Keringkan aquadest yang menempel di atas tanda tera dengan bantuan tissue. Hati-hati agar tissue tidak jatuh ke dalam larutan Tera hingga tanda batas dengan aquadest Homogenkan larutan dan simpan larutan ke dalam botol pereaksi dan beri label.
05/19/10

Pengenceran larutan pekat
Larutan yang mengandung sedikit zat terlarut disebut larutan encer (dilute) Larutan yang mengandung banyak zat terlarut disebut larutan pekat (concentrated)
05/19/10

Cairan mL

Pengenceran

Contoh :
Larutan H2SO4 0,01 N sebanyak 100 mL dari H2SO4 0,1 N V1 x N1 = V2 x N2 100 mL x 0,01 N = V2 x 0,1 N V2 = 10 mL
05/19/10

Masukan terlebih dahulu ± 10 mL aquadest ke dalam labu ukur 100 mL Masukan 10 mL H2SO4 0,1 N yang telah dipipet ke dalam labu ukur Diamkan selama 30 detik hingga cairan yang keluar dari pipet volume sudah berhenti mengalir Tambahkan sedikit aquadest dan homogenkan larutan Tambahkan aquadest hingga mendekati tanda batas Keringkan aquadest yang menempel di atas tanda tera dengan bantuan tissue. Hati-hati agar tissue tidak jatuh ke dalam larutan Tera hingga tanda batas dengan aquadest Homogenkan larutan dan simpan larutan ke dalam botol pereaksi dan beri label.

05/19/10

Standardisasi Larutan
Standardisasi adalah proses penentuan konsentrasi larutan baku dengan tepat. Larutan baku dibagi atas :

Larutan baku primer yaitu larutan baku yang konsentrasinya dapat langsung diketahui dari berat bahan yang sangat murni yang dilarutkan dan volume larutannya diketahui. Contoh : larutan asam oksalat, larutan kalium iodat, larutan boraks, asam oksalat, larutan natrium klorida dan larutan seng. Larutan baku sekunder yaitu larutan baku yang konsentrasinya tidak diketahui dengan pasti karena bahan yang digunakan untuk membuat larutan tersebut memiliki kemurnian yang rendah. Contoh : larutan NaOH, larutan natrium tiosulfat, larutan perak nitrat dan larutan natrium EDTA.

05/19/10

Menstandardisasi Larutan Sekunder dengan Larutan Standar Primer
Sediakan alat dan bahan yang akan digunakan untuk titrasi. Pastikan alat yang akan digunakan dalam keadaan bersih dan tidak cacat. Masukkan larutan standar sekunder ke dalam buret. Periksa ujung kran buret hingga tidak ada rongga udara atau gelembung Timbang dengan teliti ± 0,1 gram larutan standar primer dan masukan ke dalam erlenmeyer 250 mL Tambahkan aquadest sebanyak 25 mL. Homogenkan hingga larut.Tambahkan 3 – 4 tetes indikator Titrasi dengan larutan standar primer dari buret hingga tepat terjadi perubahan warna

05/19/10

Pembuatan dan Standardisasi Larutan

05/19/10

Larutan
NO Nama Konsentrasi BM 0.1N 2N 0.1N 1% 0.2N 20% 58.5 358 158 114 248 57 Volume (mL) 100 50 1000 100 50 100 gram 0.585 4.905 3.16 1 2.78 20 1NaCl 2K2Cr2O7 3KMnO4 4Amilum 5FeSO4 6KI 7
05/19/10

NO

Nama

Konsentrasi 0.1N 2N 3% 0.5% 3% 2N

Volume (mL) 500 250 100 100 100 100

Konsentrasi Volume stok (mL) 4.2N 9N 25% 10% 25% 4N 11.90 55.56 12.00 5.00 12.00 50.00

1HCl 2H2SO4 3CH3COOH 4NaOH 5HCl 6CH3COOH 7

05/19/10

NO

Nama

Konsentrasi

1CH3COOH 2H2SO4 3HCl 4HCl 5HCl 6HNO3 7

25% 25% 25% 13% 10% 3%

4.38N 9.39N 8.08N 4.20N 3.23N 0.17N

05/19/10

Membuat Larutan dari Bahan Padatan
Masukkan NaCl yang telah ditimbang ke dalam labu ukur 100 mL dengan bantuan corong saring Bilas NaCl yang menempel pada gelas arloji dan corong saring dengan menggunakan aquadest. Tambahkan sedikit aquadest dan larutkan NaCl hingga larut Tambahkan aquadest hingga mendekati tanda batasKeringkan aquadest yang menempel di atas tanda tera dengan bantuan tissue. Hati-hati agar tissue tidak jatuh ke dalam larutan Tera hingga tanda batas dengan aquadestHomogenkan larutan dan simpan larutan ke dalam botol pereaksi dan beri label. Ulangi pembuatan larutan untuk bahan padatan : sukrosa 0,1 M sebanyak 100 mL, amilum 1% sebanyak 100 mL, KMnO4 0,1 N sebanyak 200 mL, Na2S2O3 0,1 N sebanyak 250 mL dan KI 20% sebanyak 100 mL.
05/19/10

Membuat Larutan dari Bahan Cairan
Untuk membuat HCl 0,1 N, masukan terlebih dahulu 10 mL aquadest ke dalam labu ukur 500 mL Masukan 11,9 mL HCl 4,2 N yang telah dipipet ke dalam labu ukur 500 mL Diamkan selama 30 detik hingga cairan yang keluar dari pipet volume sudah berhenti mengalir Tambahkan sedikit aquadest dan homogenkan larutan Tambahkan aquadest hingga mendekati tanda batas Keringkan aquadest yang menempel di atas tanda tera dengan bantuan tissue. Hati-hati agar tissue tidak jatuh ke dalam larutanTera hingga tanda batas dengan aquadest Homogenkan larutan dan simpan larutan ke dalam botol pereaksi dan beri label. Ulangi pembuatan larutan dari bahan cairan untuk H2SO4 2 N, CH3COOH 3%, NaOH 0,5%, HCl 3 % dan CH3COOH 2 N.
05/19/10

Menstandardisasi larutan natrium hidroksida dengan larutan asam oksalat
Sediakan alat dan bahan yang akan digunakan untuk titrasi. Pastikan alat yang akan digunakan dalam keadaan bersih dan tidak cacat. Masukan larutan NaOH 0,1 N ke dalam buret 25 mL hingga skala 0 mL. Periksa ujung kran buret hingga tidak ada rongga udara atau gelembung Timbang dengan teliti 0,1 gram asam oksalat dihidrat masukan ke dalam erlenmeyer 250 mL Tambahkan aquadest sebanyak 25 mL dengan menggunakan pipet volume. Homogenkan hingga semua asam oksalat larut. Tambahkan 3 – 4 tetes indikator Fenoftalein dengan menggunakan pipet tetes Titrasi dengan larutan NaOH 0,1 N dari buret hingga tepat berwarna merah muda yang tidak hilang dalam waktu 30 detik.
05/19/10

Menstandardisasi larutan KMnO4 dengan larutan asam oksalat
Sediakan alat dan bahan yang akan digunakan untuk titrasi. Pastikan alat yang akan digunakan dalam keadaan bersih dan tidak cacat. Larutan KMnO4 0,1 N yang akan digunakan untuk titrasi disaring terlebih dahulu dengan menggunakan glass wool untuk menghilangkan endapan MnO2. Masukan larutan KMnO4 0,1 N ke dalam buret 25 mL hingga skala 0 mL. Periksa ujung kran buret hingga tidak ada rongga udara atau gelembung Timbang dengan teliti 0,1 gram asam oksalat dihidrat (H2C2O4.2H2O) dan masukan ke dalam erlenmeyer 250 mL Tambahkan aquadest sebanyak 25 mL dengan menggunakan pipet volume. Homogenkan hingga semua asam oksalat dihidrat larut. Tambah 15 mL asam sulfat 4 N dan encerkan dengan 100 mL aquadest Panaskan pada suhu 80 – 90°CTitrasi dengan KMnO4 0,1 N hingga berwarna merah muda/ungu (Suhu pada saat titik akhir > 60°C)Indikator yang digunakan adalah KMnO4 sendiri

05/19/10

Menstandardisasi larutan I2 dengan larutan natrium tiosulfat
Sediakan alat dan bahan yang akan digunakan untuk titrasi. Pastikan alat yang akan digunakan dalam keadaan bersih dan tidak cacat. Masukan larutan Na2S2O3 0,1 N ke dalam buret 25 mL hingga skala 0 mL. Periksa ujung kran buret hingga tidak ada rongga udara atau gelembung Pipet 25 mL larutan I2 dengan menggunakan pipet volume dan masukan ke dalam erlenmeyer 250 mL Titrasi cepat-cepat dengan larutan Na2S2O3 0,1 N dari buret sampai larutan berwarna kuning Tambahkan 5 mL larutan amilum 1% dengan menggunakan pipet ukur Titrasi dilanjutkan hingga perubahan warna dari biru menjadi tidak berwarna yang tidak hilang dalam waktu 30 detik
05/19/10

Kel 1 Pembuatan larutan KI 20% Pembuatan larutan HCl 0,1 N Standardisasi NaOH oleh asam oksalat 2 Pembuatan larutan K2Cr2O7 2N Pembuatan larutan H2SO4 2 N Standardisasi KMnO4 oleh asam oksalat 3 Pembuatan larutan KMnO4 0,1 N Pembuatan larutan CH3COOH 3% Standardisasi I2 oleh Na Tiosulfat 4 Pembuatan larutan amilum 1% Pembuatan larutan NaOH 0,5 % Standardisasi NaOH oleh asam oksalat 5 Pembuatan larutan FeSO4 2N Pembuatan larutan HCl 3% Standardisasi I2 oleh Na Tiosulfat 6 Pembuatan larutan NaCl 0.1 N Pembuatan larutan CH3COOH 2 N
05/19/10

Standardisasi KMnO4 oleh asam oksalat

Menyimpan larutan
Larutan yang telah dibuat disimpan dalam botol pereaksi (reagen) berwarna coklat dengan tutup gelas atau karet Larutan yang bersifat higroskopis disimpan dalam botol pereaksi bertutup karet Botol pereaksi diberi label nama larutan, konsentrasi, tanggal pembuatan dan nama pembuat Botol pereaksi diletakkan di rak kerja
05/19/10

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->